English Language | Form Penggembalaan
RINGKASAN KOTBAH IBADAH RUTIN DAN IBADAH KUNJUNGAN
RINGKASAN LAINNYA

Ibadah Tutup dan Buka Tahun, 31 Desember 2014 (Rabu Malam)
Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Wahyu 2-3 tentang 7 kali percikan...

Ibadah Pendalaman Alkitab Malang, 30 Mei 2013 (Kamis Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Matius 28: 20b
28:20b ..... Dan ketahuilah,...

Ibadah Paskah Medan II, 28 April 2009 (Selasa Sore)
Wahyu 22: 20
'Ya Aku datang segera' =kesiapan kedatangan Yesus kedua kali dalam kemuliaan...

Ibadah Doa Malam Surabaya, 23 November 2018 (Jumat Malam)
Lukas 22: 35-36, 38
22:35. Lalu Ia berkata kepada mereka: "Ketika Aku mengutus kamu dengan tiada membawa pundi-pundi,...

Ibadah Doa Surabaya, 18 Januari 2012 (Rabu Sore)
Matius 26: 69-75
INI TENTANG PETRUS MENYANGKAL YESUS.

Tiga kali Petrus menyangkal Yesus yaitu:

Matius 26: 69-70= Petrus menyangkal Yesus sebagai orang Galilea.
Matius 26:...

Ibadah Pendalaman Alkitab Surabaya, 07 November 2018 (Rabu Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayangnya TUHAN kita Yesus Kristus. Selamat malam, selamat mendengarkan firman TUHAN. Biarlah damai...

Ibadah Doa Puasa Session I Malang, 19 Juli 2011 (Selasa Pagi)
Keluaran 25:10-30 menunjuk tentang TABUT PERJANJIAN.

Keluaran 25:10-22 menunjuk perintah...

Ibadah Doa Malang, 21 Agustus 2018 (Selasa Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Amsal 23:2
23:2 Taruhlah sebuah pisau pada lehermu, bila besar nafsumu!

'Besar...

Ibadah Raya Surabaya, 15 Agustus 2010 (Minggu Sore)
Matius 25: 21
25:21. Maka kata tuannya itu kepadanya: Baik sekali perbuatanmu itu, hai hambaku yang baik dan setia; engkau telah...

Ibadah Pendalaman Alkitab Surabaya, 12 Agustus 2013 (Senin Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayangnya Tuhan kita Yesus Kristus. Selamat malam, selamat mendengarkan Firman Tuhan. Biarlah damai...

Ibadah Pendalaman Alkitab Malang, 08 November 2012 (Kamis Sore)
Disertai Penataran II Imam dan Calon Imam.

Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Matius 27...

Ibadah Doa Malang, 06 Mei 2014 (Selasa Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Wahyu 1:14
1:14 Kepala dan rambut-Nya putih...

Ibadah Natal di Hotel Tunjungan Surabaya, 25 Desember 2015 (Jumat Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayangnya TUHAN kita Yesus Kristus. Selamat malam, selamat mendengarkan firman TUHAN. Biarlah damai...

Ibadah Doa Surabaya, 10 November 2010 (Rabu Sore)
Matius 25: 31-34
25:31. "Apabila Anak Manusia datang dalam kemuliaan-Nya dan semua malaikat bersama-sama dengan Dia, maka Ia akan bersemayam...

Ibadah Doa Surabaya, 10 April 2013 (Rabu Sore)
Disertai dengan puasa
Matius 28 dalam susunan tabernakel ini menunjuk kepada SHEKINAH GLORY/SINAR KEMULIAAN.

Matius 28 terbagi menjadi 3 bagian yaitu

Matius 28 : 1-10 tentang...


TRANSKRIP LENGKAP

Doa Surabaya (Rabu, 26 November 2014)
Tayang: 10 Mei 2019
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 24 November 2014)
Tayang: 10 Mei 2019
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 23 November 2014)
Tayang: 07 Januari 2019
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 19 November 2014)
Tayang: 07 Januari 2019
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 17 November 2014)
Tayang: 07 Januari 2019
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 09 November 2014)
Tayang: 22 Agustus 2018
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 05 November 2014)
Tayang: 04 Juni 2018
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 03 November 2014)
Tayang: 04 Juni 2018
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 02 November 2014)
Tayang: 03 Maret 2018
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 20 Oktober 2014)
Tayang: 13 Desember 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 13 Oktober 2014)
Tayang: 13 Desember 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 12 Oktober 2014)
Tayang: 24 Oktober 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 08 Oktober 2014)
Tayang: 18 September 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 06 Oktober 2014)
Tayang: 05 September 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 05 Oktober 2014)
Tayang: 05 September 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 01 Oktober 2014)
Tayang: 05 September 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 29 September 2014)
Tayang: 24 Juni 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 21 September 2014)
Tayang: 19 Mei 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 17 September 2014)
Tayang: 29 April 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 15 September 2014)
Tayang: 29 April 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]



Untuk Koneksi Lambat, silahkan buka http://id.gptkk.org
Transkrip lengkap dari ibadah penggembalaan di Malang dan Surabaya, semuanya di bawakan oleh gembala sidang Pdt. Widjaja Hendra.

Silahkan kontak ke info@gptkk.org apabila bapak/ibu/sdr/sdri ada pertanyaan atau mungkin ingin berlangganan majalah Manna dan silahkan kirim email ke widjaja_h [at] yahoo.com apabila ingin konsultasi pribadi dengan bapak gembala
silahkan ganti tanda [at] dengan @
Cari ringkasan:   
[versi cetak]
Cari rekaman ibadah ini di: http://www.kabarmempelai.org
Ibadah Doa Surabaya, 08 Oktober 2014 (Rabu Sore)

Disertai dengan puasa

Salam sejahtera dalam kasih sayangnya Tuhan kita Yesus Kristus. Selamat malam, selamat mendengarkan Firman Tuhan. Biarlah damai sejahtera, kasih karunia dan bahagia dari Tuhan dilimpahkan di tengah-tengah kita sekalian.

Pada malam hari ini ibadah doa penyembahan disertai dengan puasa.
Doa puasa berguna untuk mempercepat proses perobekan daging.
Doa puasa sangat kita butuhkan hari-hari ini.

Kita masih membaca dalam kitab Wahyu 2: 9-10 (Jemaat SMIRNA: diterangkan mulai dari Ibadah Raya Surabaya, 14 September 2014)
2: 9 Aku tahu kesusahanmu dan kemiskinanmu -- namun engkau kaya -- dan fitnah mereka, yang menyebut dirinya orang Yahudi, tetapi yang sebenarnya tidak demikian: sebaliknya mereka adalah jemaah Iblis.
2: 10 Jangan takut terhadap apa yang harus engkau derita! Sesungguhnya Iblis akan melemparkan beberapa orang dari antaramu ke dalam penjara supaya kamu dicobai dan kamu akan beroleh kesusahan selama sepuluh hari. Hendaklah engkau setia sampai mati, dan Aku akan mengaruniakan kepadamu mahkota kehidupan.

Keadaan sidang jemaat Smirna secara jasmani adalah:

  • dalam kesusahan,
  • dalam kemiskinan,
  • difitnah oleh jemaah iblis. Orang Yahudi (gambaran orang Kristen) tetapi suka memfitnah, itu sama dengan jemaah iblis.
  • bahkan menghadapi penjara

Jika disimpulkan, keadaan jemaat Smirna adalah dalam penderitaan daging/sengsara daging bersama dengan Yesus.
Apa yang dialami oleh sidang jemaat di Smirna dalam kesusahan dan lain-lain sama nilainya dengan doa puasa yaitu sama-sama mengalami penderitaan daging/sengsara daging bersama dengan Yesus (saat doa puasa, ada makanan dan minuman, tetapi kita tidak makan, tidak minum, sama seperti orang miskin).
Bentuknya berbeda, tetapi nilainya sama.

Matius 6: 17
6: 17 Tetapi apabila engkau berpuasa, minyakilah kepalamu dan cucilah mukamu,

Tanda puasa yang benar:

  1. 'Cucilah mukamu' (mencuci muka dengan air).
    Muka = hati.
    Contoh: ketika hati takut maka, wajahnya pucat, ketika hati marah, wajahnya merah.
    Jadi, 'cucilah mukamu' sama dengan penyucian hati oleh Firman Allah.


  2. 'Minyakilah kepalamu'.
    Kepala = pikiran.
    Minyak = Roh Kudus.
    Jadi, 'Minyakilah kepalamu' sama dengan pikiran diurapi oleh Roh Kudus.

Jika digabung, doa puasa adalah memberikan kesempatan seluas-luasnya kepada Firman dalam urapan Roh Kudus/pedang Firman untuk menyucikan hati dan pikiran kita.
Lewat berpuasa, kita mengalami perobekan daging dan ada gunanya bagi kita.

Kegunaan puasa:

  1. Matius 4: 1-2
    4: 1 Maka Yesus dibawa oleh Roh ke padang gurun untuk dicobai Iblis.
    4: 2 Dan setelah
    berpuasa empat puluh hari dan empat puluh malam, akhirnya laparlah Yesus.

    Kegunaan puasa yang pertama: untuk menghadapi pencobaan-pencobaan di padang gurun dunia, yaitu:


    • Matius 4: 3-4
      4: 3 Lalu datanglah si pencoba itu dan berkata kepada-Nya: "Jika Engkau Anak Allah, perintahkanlah supaya batu-batu ini menjadi roti."
      4: 4 Tetapi Yesus menjawab: "Ada tertulis:
      Manusia hidup bukan dari roti saja, tetapi dari setiap firman yang keluar dari mulut Allah."

      Pencobaan yang pertama: pencobaan di dalam bidang ekonomi dan bidang lain yang sulit bahkan mustahil (untuk makan saja begitu sulit, seperti merubah batu menjadi roti).
      Tetapi, Tuhan berkata 'Manusia hidup bukan dari roti saja, tetapi dari setiap firman yang keluar dari mulut Allah'.
      Artinya: lewat doa puasa, kita bergumul supaya kita bisa hidup dari Firman Allah yang mampu menciptakan dari tidak ada menjadi ada untuk memelihara kita dan dari mustahil menjadi tidak mustahil untuk menolong kita, sehingga kita tidak bergantung pada apapun di dunia ini. Kita memiliki pekerjaan dan sebagainya, tetapi kita tidak bergantung pada itu semua, melainkan bergantung pada Firman.


    • Matius 4: 5-6
      4: 5 Kemudian Iblis membawa-Nya ke Kota Suci dan menempatkan Dia di bubungan Bait Allah,
      4: 6 Lalu berkata kepada-Nya: "Jika Engkau Anak Allah, jatuhkanlah diri-Mu ke bawah, sebab ada tertulis: Mengenai Engkau Ia akan memerintahkan malaikat-malaikat-Nya dan mereka akan menatang Engkau di atas tangannya, supaya kaki-Mu jangan terantuk kepada batu."

      Pencobaan yang kedua: 'menempatkan Dia di bubungan Bait Allah'= pencobaan di dalam ibadah dan pelayanan di mana kita menghadapi banyak tantangan, rintangan, sandungan, bahkan satu waktu menghadapi penganiayaan (dalam 2 Timotius disebutkan, 'siapa yang beribadah kepada Tuhan akan menderita aniaya').
      Ini memang dilancarkan oleh setan supaya kita tidak beribadah melayani Tuhan.

      Lewat doa puasa, kita bergumul supaya kita bisa menghindari segala tantangan, rintangan, sandungan, sehingga kita bisa setia dan berkobar-kobar dalam ibadah pelayanan kepada Tuhan.


    • Matius 4: 8-10
      4: 8 Dan Iblis membawa-Nya pula ke atas gunung yang sangat tinggi dan memperlihatkan kepada-Nya semua kerajaan dunia dengan kemegahannya,
      4: 9 dan berkata kepada-Nya: "Semua itu akan kuberikan kepada-Mu, jika Engkau
      sujud menyembah aku."
      4: 10 Maka berkatalah Yesus kepadanya: "Enyahlah, Iblis! Sebab ada tertulis: Engkau harus menyembah Tuhan, Allahmu, dan hanya kepada Dia sajalah engkau berbakti!"


      Pencobaan yang ketiga: pencobaan dalam doa penyembahan.
      Iblis memperlihatkan kekayaan dunia kepada Tuhan. Ini menunjuk pada dunia dengan segala pengaruhnya, yaitu kesibukan, kesukaan, kesusahan, kejahatan dan kenajisan yang berusaha untuk mengikat anak-anak Tuhan/hamba Tuhan supaya anak Tuhan mengasihi dunia.

      Mengasihi dunia = tidak mengasihi Tuhan = tidak taat.
      Seringkali, dalam kesukaan dunia, kita tidak taat lagi. Di tengah kesusahan, juga tidak taat lagi. Itu tanda bahwa kehidupan kita mengasihi dunia (menyembah setan).

      Tidak taat pada Tuhan = menyembah setan, sehingga kita menjadi serupa dengan dunia/serupa dengan setan yang akan tertinggal saat Yesus datang dan binasa bersama dunia.

      Tetapi, lewat doa puasa, kita bergumul supaya kita mengalami keubahan hidup dari manusia daging menjadi manusia rohani seperti Yesus. Kita bisa menjadi serupa/sama mulia dengan Tuhan dan kita layak menyambut kedatangan-Nya kedua kali.
      Kita terangkat ke awan-awan yang permai, masuk kerajaan 1000 tahun damai sampai masuk kerajaan Surga.

      Inilah yang mau ditukar oleh setan. Kerajaan 1000 tahun damai (Firdaus) dan kerajaan Surga mau ditukar dengan kerajaan dunia. Jangan mau! Lepaskan itu semua dan biar kita mengalami keubahan. Kita tidak menjadi sama dengan dunia/setan.
      Contoh: dalam hal berpakaian. Hati-hati! Bukan tidak boleh ikuti mode, tetapi jangan ikuti yang mengarah pada ketidak taatan pada Firman.


    3 pencobaan yang dialami oleh Yesus ini akan kita alami juga. Sebab itu, kita perlu berpuasa.
    Pergumulan dan kesulitan apapun yang kita hadapi secara jasmani harus kita hadapi dengan berpuasa. Harus ditambah dengan puasa! Harus mengambil waktu untuk berpuasa. Tidak bisa tidak! Yesus sendiri memberi contoh saat menghadapi 3 pencobaan yang dilancarkan oleh setan. Pencobaan ini juga yang akan dilancarkan setan supaya kita hancur.


  2. Matius 17: 14-15, 21
    17: 14 Ketika Yesus dan murid-murid-Nya kembali kepada orang banyak itu, datanglah seorang mendapatkan Yesus dan menyembah,
    17: 15 katanya: "Tuhan, kasihanilah
    anakku. Ia sakit ayan dan sangat menderita. Ia sering jatuh ke dalam api dan juga sering ke dalam air.
    17: 21 (Jenis ini tidak dapat diusir kecuali dengan
    berdoa dan berpuasa.)"

    Kegunaan puasa yang kedua: untuk menghadapi kehancuran nikah dan buah nikah yang disebabkan oleh penyakit ayan rohani/gila babi (dalam terjemahan lama).

    Markus 9: 25
    9: 25 Ketika Yesus melihat orang banyak makin datang berkerumun, Ia menegor roh jahat itu dengan keras, kata-Nya: "Hai kau roh yang menyebabkan orang menjadi bisu dan tuli, Aku memerintahkan engkau, keluarlah dari pada anak ini dan jangan memasukinya lagi!"

    Penyakit ayan disebabkan oleh roh jahat dan roh najis:


    • roh Jahat mengakibatkan tuli dan bisu rohani (telinga dan mulut memang ada salurannya):


      1. tuli rohani: telinga tidak bisa mendengar Firman pengajaran yang benar dan tidak bisa taat dengar-dengaran, tetapi hanya mendengar gosip dan lain-lain.
        Ini permulaan penyakit gila babi (permulaan kehancuran).
        Hati-hati! Jangan terlalu banyak mendengar yang lain.

        "karena itu saya berkata kepada kaum muda, 'di facebook, hati-hati. Kalau terlalu banyak dengar yang lain, nanti tidak ada waktu untuk mendengar Firman, itu sudah bahaya, akrena gila babi mau menyerang'. Saya katakan pada kaum muda, 'saya setuju saja kecanggihan elektronik sekarang, bahkan kita pakai untuk siaran internet. Kemarin ada email dari Bali. Saya tidak kenal orang-orang itu. Banyak sekali email dari mana-mana. Mereka mendngar Firman'. Itu yang saya katakan pada kaum muda, 'jangan isi dengan status-status yang tidak benar, tetapi isi dengan status yang bagus, misalnya 'oh, saya kena Firman, Firman mengubahkan saya'. Jangan status isinya 'galau'. Kalau orang Kristen galau, orang luar tidak akan mau masuk. Percuma'. Hati-hati! Apalagi soal nikah. Soal nikah jangan diobral. Bapak Pdt. In Juwono dulu tahun 80an sudah berkata, 'satu waktu, nikah ini akan diobral'. Saya kira waktu pesta nikah itu karena waktu pesta nikah memang banyak nikah diobral, disuruh macam-macam. Om Pong paling tidak setuju itu, 'nikah kok digitukan'. Hati-hati juga! Bukan kolot juga, tetapi jangan diobral. Tetapi, sekarang saya baru mengerti, ternyata lebih dari itu. Kalau hanya nikah, hanya sekian orang yang diundang. Tetapi kalau di facebook, soal pacaran, soal nikah, benar-benar minta ampun. Kita harus hati-hati. Gunakan untuk menyebarkan Firman."

        Jangan banyak mendengar yang lain. Ini yang mengakibatkan tuli dan benar-benar bahaya. Kalau kaum muda sudah tuli dan senang mendengar yang lain, sebentar lagi ia akan menjadi gila babi. Babi saja sudah tidak baik. Gila saja juga tidak baik. Apalagi kalau gila babi. Benar-benar gawat.

        Kalau sudah tuli pada Firman, selanjutnya adalah bisu.


      2. bisu rohani: mulut sudah mulai berdusta, bergosip memfitnah dan lain-lain, tidak bisa berkata yang benar.
        Ini yang dihantam lebih dulu oleh roh jahat.


      Akibatnya: membabi buta, sehingga terjadi pertengkaran, kebencian sampai kekerasan dalam nikah.
      Anak melawan orang tua, orang tua dibentak-bentak. Ini sudah membabi buta. Gila babi= hidupnya membabi buta, tidak ada remnya.

      2 hal ini merupakan rem. Kalau Firman masuk, maka mulut di rem dan semua di rem. Tetapi kalau Firman tidak masuk, maka mulut tidak bisa di rem dan semua tidak bisa di rem.

      Kalau telinga sudah tuli dan mulut bisu, maka roh najis akan masuk.


    • roh najis:


      1. dosa makan minum (merokok, mabuk, narkoba),
      2. dosa kawin mengawinkan (dosa sex dengan berbagai ragamnya, perrselingkuhan, kawin cerai, kawin mengawinkan dan kawin campur).
        Nikah dan buah nikah sudah benar-benar hancur.


    'Jenis ini tidak dapat diusir kecuali dengan berdoa dan berpuasa'= doa puasa penting bagi kita. Orang tua juga yang punya anak muda remaja, ambilah doa puasa untuk diri sendiri tetapi juga untuk anak-anak kita supaya tidak membabi buta.
    Lewat doa puasa, kita bergumul supaya kita bisa memiliki telinga yang baik (mendengar dan taat dengar-dengaran pada Firman pengajaran benar) dan mulut yang baik (bisa berkata benar dan baik, bisa bersaksi, menyembah Tuhan).

    Hasilnya: semua menjadi baik. Kalau telinga dan mulut baik, maka semua menjadi baik (Markus 7: 37) dan nikah menjadi satu untuk masuk dalam kesatuan yang lebih besar (perjamuan kawin Anak Domba Allah saat Yesus datang).

    Markus 7: 37
    7:37. Mereka takjub dan tercengang dan berkata: "Ia menjadikan segala-galanya baik, yang tuli dijadikan-Nya mendengar, yang bisu dijadikan-Nya berkata-kata."

    Semua bergantung dari telinga dan mulut.
    Lewat doa puasa, kita benar-benar perangi tuli dan bisu.


  3. Kisah Rasul 13: 2-5
    13: 2 Pada suatu hari ketika mereka beribadah kepada Tuhan dan berpuasa, berkatalah Roh Kudus: "Khususkanlah Barnabas dan Saulus bagi-Ku untuk tugas yang telah Kutentukan bagi mereka."
    13: 3 Maka berpuasa dan berdoalah mereka, dan setelah meletakkan tangan ke atas kedua orang itu, mereka membiarkan keduanya pergi.
    13: 4 Oleh karena disuruh Roh Kudus, Barnabas dan Saulus berangkat ke Seleukia, dan dari situ mereka berlayar ke Siprus.
    13: 5 Setiba di Salamis mereka
    memberitakan firman Allah di dalam rumah-rumah ibadat orang Yahudi. Dan Yohanes menyertai mereka sebagai pembantu mereka.

    Kegunaan puasa yang ketiga: untuk melaksanakan tugas khusus dari Tuhan, yaitu memberitakan kabar mempelai kepada orang-orang yang sudah selamat supaya mereka bisa masuk dalam pembangunan tubuh Kristus yang sempurna ('memberitakan firman Allah di dalam rumah-rumah ibadat orang Yahudi').
    Orang Yahudi= gambaran dari orang Kristen.
    Tugas khusus = pelayanan pembangunan tubuh Kritus yang sempurna/ibadah kunjungan-kunjungan.

    Kita dipakai sesuai dengan gerakan Tuhan/Firman. Tidak dipaksa-paksa. Ada yang digerakan untuk ikut serta atau tidak ikut serta tetapi berdoa atau berkorban. Semuanya sama-sama dalam 1 tim baik yang berangkat maupun yang tinggal (sama-sama 1 tubuh).

    Tetapi yang harus diperhatikan, jangan menolak gerakan Tuhan sekalipun ada halangan! Serius! Sebab, setiap kali kita menolak gerakan Tuhan/tidak mau, digerakan tetapi tidak mau lagi, satu waktu tidak bisa dipakai Tuhan dalam kegerakan pembangunan tubuh Kristus. Itu artinya masuk kegerakan tubuh Babel yang hanya menuju pada kebinasaan.
    Kita sungguh-sungguh. Kalau digerakan untuk tinggal, kita berdoa, berkorban dan sebagainya sesuai gerakan Tuhan. Kita tetap bekerjasama dalam satu tim. Ada yang memberitakan Firman, ada juga yang membantu seperti tadi disebutkan 'Yohanes menyertai mereka sebagai pembantu mereka'. Semua bekerjasama dalam 1 tubuh.

    Tetapi, kita harus menghadapi 2 halangan dalam kegerakan pembangunan tubuh Kristus:
    Kisah Rasul 13: 6-7
    13: 6 Mereka mengelilingi seluruh pulau itu sampai ke Pafos. Di situ mereka bertemu dengan seorang Yahudi bernama Baryesus. Ia seorang tukang sihir dan nabi palsu.
    13: 7 I
    a adalah kawan gubernur pulau itu, Sergius Paulus, yang adalah orang cerdas. Gubernur itu memanggil Barnabas dan Saulus, karena ia ingin mendengar firman Allah.


    • Baryesus menghalangi Gubernur untuk menerima Firman pengajaran benar.
      Ini menunjuk pada gambaran nabi palsu dan antikris.

      Nabi palsu= ajaran palsu dan gosip-gosip yang tidak benar. Kita akan banyak menghadapi ini. Kegerakan yang benar ditolak, tetapi kegerakan yang salah malah didukung.
      Ini benar-benar salah besar yang disebabkan karena gosip-gosip.

      Antikris= ikatan akan uang. Seringkali kita seperti Yudas. Begitu ada perempuan meminyaki tubuh Yesus dengan minyak yang mahal seharga 300 dinar (gaji satu tahun diberikan semua untuk pembangunan tubuh/mengurapi tubuh Yesus), Yudas langsung berkata 'ini pemborosan'.
      Hati-hati ikatan akan uang yang membuat kita terlalu perhitungan terhadap Tuhan. Yudas terlalu perhitungan terhadap Tuhan. Kalau kita terlalu perhitungan terhadap Tuhan, maka kita tidak akan dihitung oleh Tuhan seperti dialami oleh Yudas, tidak mendapat tempat dalam tubuh Kristus.
      Sebaliknya, perempuan berdosa yang tadinya tidak dihitung, tetapi karena ia meminyaki Yesus, maka ia bisa masuk dalam hitungan, masuk dalam anggota tubuh Kristus.

      Jangan terlalu perhitungan terhapda Tuhan, baik soal tenaga, keuangan dan sebagainya.


    • Gubernur adalah orang sibuk. Ini menunjuk pada kesibukan dunia.
      Pejabat-pejabat ini sibuk sekali.

      "Saya bertanya pada seorang pejabat yang merupakan wakil dari Bapak Habibie di PT PAL. Saya tanya, 'bapak bagaimana setiap hari?' Dia katakan, 'ya jarang di rumah. Tidurnya kurang karena harus ke sana ke sini'. "

      Kesibukan ini yang seringkali menghalangi kita. Tetapi, Tuhan justru memanggil orang sibuk untuk dipakai dalam pembangunan tubuh Kristus, bukan memanggil orang yang menganggur. Ini merupakan kekuatan wibawa Tuhan.

      Matius 4: 18-20
      4: 18 Dan ketika Yesus sedang berjalan menyusur danau Galilea, Ia melihat dua orang bersaudara, yaitu Simon yang disebut Petrus, dan Andreas, saudaranya. Mereka sedang menebarkan jala di danau, sebab mereka penjala ikan.
      4: 19 Yesus berkata kepada mereka: "
      Mari, ikutlah Aku, dan kamu akan Kujadikan penjala manusia."
      4: 20 Lalu
      mereka pun segera meninggalkan jalanya dan mengikuti Dia.

      'menebarkan jala'= sedang dalam kesibukkan.
      'mereka pun segera meninggalkan jalanya'= begitu Tuhan memanggil, mereka langsung terlepas.

      Hanya wibawa Yesus sebagai Imam Besar yang bisa memanggil dan memakai kehidupan kita di tengah kesibukan kita dalam dunia. Mungkin sibuk kuliah, tetapi kita bisa masuk gereja.

      Kesaksian:
      "anak saya sudah berapa kali saya saksian. Temannya berkata, 'yah..kalau Sabtu, Minggu masih bolehlah. Tetapi Selasa, Kamis, wuih...'. Dari mana ini semua? Dari wibawa Yesus. Sampai masuk gereja masih memakai seragam. Kalau tidak ada wibawa Yesus, tidak akan mau sekalipun disuruh orang atau orang tua, karena besok ulangan dan sebagainya. "

      Ini kekuatan wibawa Tuhan lewat pedang Firman dan doa syafaatNya, sehingga Ia bisa memutuskan kita dari dunia ini dan kita bisa dipakai oleh Tuhan.
      Jangan ragu-ragu! Kalau kita rindu, tetapi masih ada halangan-halangan, malam ini kita bergumul supaya wibawa Yesus lewat pedang Firman dan doa syafaatNya bisa melepaskan kita dari kesibukan untuk dipakai oleh Tuhan.
      Kita tidak perlu berhenti bekerja. Kita tetap bekerja, tetapi nanti Tuhan yang mengatur semua.


    Kegiatan dalam pelayanan pembangunan tubuh Kristus (dalam Matius 4: 18-21) digambarkan dengan 2 hal:
    Matius 4: 21
    4:21. Dan setelah Yesus pergi dari sana, dilihat-Nya pula dua orang bersaudara, yaitu Yakobus anak Zebedeus dan Yohanes saudaranya, bersama ayah mereka, Zebedeus, sedang membereskan jala di dalam perahu.


    • 'menebarkan jala'.
      Artinya:


      1. memanggil orang berdosa untuk diselamatkan lewat kabar baik/Firman Penginjilan.
        Banyak orang di sekitar kita yang belum percaya Yesus. Mari kita menebar jala untuk memanggil orang-orang berdosa supaya diselamatkan.


      2. tetapi, yang sudah selamat juga harus dibawa, yaitu memilih orang-orang yang sudah selamat lewat kabar mempelai/Firman pengajaran untuk masuk dalam pembangunan tubuh Kristus.


      Ke mana-mana kita bisa menebar jala lewat menyanyi, bermain musik, berkhotbah atau bersaksi. Tetapi jangan lupa, tidak hanya menebar, tetapi juga ada membereskan jala.


    • 'membereskan jala'.
      Artinya: sementara kita menebar jala, Tuhan akan membereskan semua yang belum beres.

      "Jangan hitung-hitung! 'Saya masih begini, nanti kalau sudah selesai baru saya melayani'. Itu tidak akan pernah selesai. Markus sering tertawa kalau saya bersaksi ini. Dari kecil saya bersaksi ini dan dia ingat sampai sekarang. Ada orang yang mengandung dan saya besuk ke rumahnya. Jauh dari gereja kami di Gending. Saya ajak ke gereja, tetapi dia berkata 'aduh..saya masih hamil muda, om. Saya takut om'. Saya katakan 'oiya, saya tunggu ya'. Sudah lama tidak datang, saya datangi lagi dan dia berkata, 'aduh..sudah hamil tua, om'. Kemudian saya datang lagi, dia berkata, 'aduh..anak saya bayi, om'. Nanti datang lagi, 'oh ..sudah lari-lari, om, susah ke gereja'. Yah..sudah selamanya tidak bisa."

      Mari kita giat menebar dan Tuhan yang membereskan jala. Tuhan tidak menipu kita! Dia sedang membereskan semua yang belum beres dalam hidup kita. Apa yang belum beres malam ini, serahkan pada Tuhan. Yang penting, kita menebar jala dan biar Dia yang membereskan semuanya.

      Waktu Saul mencari keledainya yang hilang, Samuel mengajak dia lebih dulu untuk membakar korban bagi Tuhan (makan bersama dan mempersembahkan korban kepada Tuhan). Saul berkata ,'oh keledai saya...', tetapi Samuel berakata 'tidak usah bingung. Keledaimu sudah ketemu. Dahulukan ini dulu'.
      Menebar jala dulu dan membereskan jala adalah urusan Tuhan sampai kita sempurna.

Matius 6: 18

6: 18 S
upaya jangan dilihat oleh orang bahwa engkau sedang berpuasa, melainkan hanya oleh Bapamu yang ada di tempat tersembunyi. Maka Bapamu yang melihat yang tersembunyi akan membalasnya kepadamu."

Jika puasa kita benar, maka Tuhan sedang melihat kita dari Surga. Tuhan melihat bagaimana kita bergumul sampai berpuasa.

"Selalu saya saksikan pada kaum muda, pada anak saya, Markus. Tuhan melhiat, Tuhan mencatat. Tidak usah ragu! Dulu saya tinggal di gereja 4 tahun sambil sekolah. Memang susah, pulang sekolah tidak ada mainnya, tetapi mengepel gereja. Tetapi Tuhan mencatat itu semua. Sengsara 4 tahun, tetapi nanti Tuhan berikan kelegaan selama-lamanya. Daripada sekarang tidak mau sengsara untuk Tuhan, nanti sengsara selama-lamanya, untuk apa? Lebih sekarang, mari kita puasa."

Kalau puasa kita benar, mata Tuhan tertuju pada kita. Dia melihat, memperhatikan, memperdulikan dan bergumul untuk kita sampai Dia berteriak 'Sudah selesai!' ('sudah beres'). Sampai nanti 'sudah selesai' di kayu salib, tetapi juga 'sudah selesai' di Yerusalem Baru (kita sudah sempurna dan layak untuk masuk kerajaan Surga).

Saya bergumul, saudara bergumul lewat doa puasa, kita tidak sendirian, Tuhan juga bergumul untuk kita untuk menghadapi:

  1. masalah-masalah di padang gurun (masalah ekonomi dan lain-lain),
  2. masalah nikah (kerusakan nikah, kehancuran nikah dan buah nikah),
  3. juga masalah pelayanan kita kepada Tuhan (tugas khusus kita).

Tuhan juga bergumul untuk memakai kita semua sampai semua beres.

Tuhan memberkati.

kembali ke halaman sebelumnya
IBADAH RUTIN DI MALANG

Minggu jam 06:45 (Ibadah Raya)
Minggu jam 10:15 (Ibadah Sekolah Minggu)
Selasa jam 17:15 (Ibadah Pendalaman Alkitab)
Rabu jam 07:30 (Ibadah Kaum Wanita)
Kamis jam 17:15 (Ibadah Doa Penyembahan)
Sabtu jam 17:15 (Ibadah Kaum Muda Remaja)

IBADAH RUTIN DI MEDAN
Royal Room Hotel Danau Toba Internasional
Jl. Imam Bonjol Medan

Minggu, jam 18:45 (Ibadah Raya)
Senin, jam 08:00 (Ibadah Pendalaman Alkitab)
Senin, jam 17:30 (Ibadah Pendalaman Alkitab)

IBADAH RUTIN DI SURABAYA

Minggu jam 09:30 (Ibadah Sekolah Minggu)
Minggu jam 10:55 (Ibadah Raya)
Rabu jam 17:30 (Ibadah Pendalaman Alkitab)
Jumat jam 17:30 (Ibadah Doa Penyembahan)


IBADAH RUTIN DI JAKARTA
Jl. Patra Kuningan XIV no.4
Jakarta Selatan
Sabtu, jam 09:00 (Ibadah Pendalaman Alkitab)

IBADAH KUNJUNGAN
  • 08-10 Oktober 2019
    (Ibadah Kunjungan di Medan)

  • 22-24 Oktober 2019
    (Ibadah Kunjungan di Sorong)

  • 05-07 November 2019
    (Ibadah Kunjungan di Tentena)

  • 19-21 November 2019
    (Ibadah Kunjungan di Medan)

  • 03-05 Desember 2019
    (Ibadah Kunjungan di Jayapura)

  • 13-18 April 2020
    (Ibadah Kunjungan di Korea Selatan)

All Right Reserved Gereja Pantekosta Tabernakel "KRISTUS KASIH"
Jln. Simpang Borobudur 27 Malang | Telp: (0341) 496949 | Fax: (0341) 476751 » Lihat Peta Gereja Kami di Malang
Jln. WR Supratman 4 Surabaya | Telp. 08123300378 » Lihat Peta Gereja Kami di Surabaya
hubungi kami | email: info@gptkk.org | sitemap | top