English Language | Form Penggembalaan
RINGKASAN KOTBAH IBADAH RUTIN DAN IBADAH KUNJUNGAN
RINGKASAN LAINNYA

Ibadah Doa Surabaya, 23 November 2016 (Rabu Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayangnya TUHAN kita Yesus Kristus. Selamat malam, selamat mendengarkan firman TUHAN. Biarlah kasih...

Ibadah Doa Puasa Malang Session II, 11 Agustus 2009 (Selasa Siang)
Markus 2:18-20, waktu berpuasa adalah saat terjadi jarak antara kita dengan Tuhan (Yesus...

Ibadah Pendalaman Alkitab Malang, 16 Juli 2009 (Kamis Sore)
Matius 24:32-35
NUBUAT TENTANG POHON ARA/ISRAEL (nubuat ke-6)
Pohon ara ini ditampilkan dari zaman ke zaman: Zaman...

Ibadah Pendalaman Alkitab Malang, 17 September 2015 (Kamis Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Wahyu 3:7
3:7 "Dan tuliskanlah kepada malaikat...

Ibadah Kaum Muda Remaja Malang, 21 Mei 2016 (Sabtu Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Lukas 9:49-50
9:49 Yohanes berkata: "Guru, kami lihat...

Ibadah Raya Malang, 02 Oktober 2011 (Minggu Pagi)
Matius 26:26-29
26:26. Dan ketika mereka sedang makan, Yesus mengambil roti, mengucap...

Ibadah Raya Surabaya, 09 Maret 2014 (Minggu Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayang-Nya Tuhan kita Yesus Kristus. Selamat malam, selamat mendengarkan firman Tuhan, biarlah damai...

Ibadah Raya Surabaya, 22 Februari 2009 (Minggu Sore)
Matius 24: 29-31
= keadaan pada waktu kedatangan Tuhan Yesus yang kedua kali.Kita masih membahas pada...

Ibadah Raya Malang, 09 Juni 2013 (Minggu Pagi)
Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Matius 28: 20b
28:20b ..... Dan...

Ibadah Doa Surabaya, 27 Februari 2013 (Rabu Sore)
Pembicara: Bp. Hardiono

Matius 28 dalam susunan tabernakel ini menunjuk kepada SHEKINAH GLORY/SINAR KEMULIAAN.

Dibalik salib/kematian, pasti ada sinar kemuliaan/shekinah glory.
Matius 28 terbagi menjadi 3...

Ibadah Doa Surabaya, 15 Juli 2009 (Rabu Sore)
Matius 24: 32-35
NUBUAT TENTANG POHON ARA/ISRAEL
Pohon ara ini ditampilkan dari zaman ke zaman: Zaman Allah...

Ibadah Raya Surabaya, 08 April 2018 (MInggu Siang)
Salam sejahtera dalam kasih sayangnya TUHAN kita Yesus Kristus. Selamat siang, selamat mendengarkan firman TUHAN. Biarlah damai...

Ibadah Doa Puasa Session I Malang, 08 November 2016 (Selasa Pagi)
Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Kisah Rasul 13:2-3,5
13:2 Pada suatu hari ketika...

Ibadah Pendalaman Alkitab Malang, 04 April 2013 (Kamis Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Matius 28:16-20 perintah untuk memberitakan injil, sama dengan penyebaran...

Ibadah Pendalaman Alkitab Surabaya, 10 November 2008 (Senin Sore)
Pembicara: Pdm. Dadang

Markus 2: 13-17 -> tentang suasana iman...


TRANSKRIP LENGKAP

Umum Surabaya (Minggu Sore, 09 November 2014)
Tayang: 22 Agustus 2018
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 05 November 2014)
Tayang: 04 Juni 2018
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 03 November 2014)
Tayang: 04 Juni 2018
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 02 November 2014)
Tayang: 03 Maret 2018
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 20 Oktober 2014)
Tayang: 13 Desember 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 13 Oktober 2014)
Tayang: 13 Desember 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 12 Oktober 2014)
Tayang: 24 Oktober 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 08 Oktober 2014)
Tayang: 18 September 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 06 Oktober 2014)
Tayang: 05 September 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 05 Oktober 2014)
Tayang: 05 September 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 01 Oktober 2014)
Tayang: 05 September 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 29 September 2014)
Tayang: 24 Juni 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 21 September 2014)
Tayang: 19 Mei 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 17 September 2014)
Tayang: 29 April 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 15 September 2014)
Tayang: 29 April 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 14 September 2014)
Tayang: 24 Maret 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 07 September 2014)
Tayang: 06 Maret 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 03 September 2014)
Tayang: 16 Februari 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 01 September 2014)
Tayang: 16 Februari 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 31 Agustus 2014)
Tayang: 04 Februari 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]



Untuk Koneksi Lambat, silahkan buka http://id.gptkk.org
Transkrip lengkap dari ibadah penggembalaan di Malang dan Surabaya, semuanya di bawakan oleh gembala sidang Pdt. Widjaja Hendra.

Silahkan kontak ke info@gptkk.org apabila bapak/ibu/sdr/sdri ada pertanyaan atau mungkin ingin berlangganan majalah Manna dan silahkan kirim email ke widjaja_h [at] yahoo.com apabila ingin konsultasi pribadi dengan bapak gembala
silahkan ganti tanda [at] dengan @
Cari ringkasan:   
[versi cetak]
Cari rekaman ibadah ini di: http://www.kabarmempelai.org
Ibadah Doa Surabaya, 10 Desember 2014 (Rabu Sore)

Salam sejahtera dalam kasih sayangnya Tuhan kita Yesus Kristus. Selamat malam, selamat mendengarkan Firman Tuhan. Biarlah damai sejahtera, kasih karunia dan bahagia dari Tuhan senantiasa dilimpahkan di tengah-tengah kita sekalian.

Kita kembali pada kitab Wahyu 2-3.
Dalam susunan Tabernakel, ini menunjuk tentang tujuh kali percikkan darah di depan Tabut Perjanjian.
Ini sama dengan tujuh surat yang ditujukan kepada tujuh sidang jemaat bangsa kafir = penyucian terakhir yang dilakukan oleh Tuhan kepada tujuh sidang jemaat bangsa kafir (sidang jemaat akhir zaman) supaya sidang jemaat bangsa kafir menjadi sempurna, tidak bercacat cela seperti Yesus dan menjadi mempelai wanita Surga yang siap menyambut kedatangan Yesus kedua kali di awan-awan yang permai.
Tujuh sidang jemaat bangsa kafir yang mengalami percikkan darah adalah
:

  1. sidang jemaat EFESUS (Wahyu 2: 1-7) (sudah diterangkan mulai dari Ibadah Raya Surabaya, 27 Juli 2014 sampai Ibadah Raya Surabaya, 07 September 2014). Sidang jemaat Efesus harus kembali pada kasih mula-mula supaya bisa kembali ke Firdaus.


  2. sidang jemaat di SMIRNA (Wahyu 2: 8-11) yang mengalami penderitaan, tetapi Tuhan katakan untuk tidak takut dalam penderitaan dan setia sampai mati (sudah diterangkan mulai dari Ibadah Raya Surabaya, 14 September 2014 sampai Ibadah Raya Surabaya, 09 November 2014).


  3. sidang jemaat di PERGAMUS (Wahyu 2: 12-17) yang harus meninggalkan ajaran-ajaran sesat (diterangkan mulai dari Ibadah Pendalaman Alkitab Surabaya, 17 November 2014).

AD. 3. SIDANG JEMAAT PERGAMUS

Penyucian terakhir bagi sidang jemaat di Pergamus adalah HARUS MENINGGALKAN AJARAN PALSU, yaitu ajaran Bileam (mencari upah yang jasmani) dan ajaran Nikolaus (mengumpulkan banyak orang dengan menghalalkan segala cara, sehingga gereja Tuhan menjadi tempat entertainment dan lain-lain, tidak lagi menampilkan Firman, supaya banyak orang yang datang).
Kedua ajaran sesat ini bekerja sama. Maksudnya, kalau banyak orang, akan terkumpul banyak uang.
Ini yang harus disingkirkan dari jemaat Pergamus.

Wahyu 2: 17
2:17. Siapa bertelinga, hendaklah ia mendengarkan apa yang dikatakan Roh kepada jemaat-jemaat: Barangsiapa menang, kepadanya akan Kuberikan dari manna yang tersembunyi; dan Aku akan mengaruniakan kepadanya batu putih, yang di atasnya tertulis nama baru, yang tidak diketahui oleh siapapun, selain oleh yang menerimanya."

Jika sidang jemaat Pergamus mau disucikan (meninggalkan ajaran Bileam dan Nikolaus), maka ada 2 JANJI TUHAN yang diberikan bagi sidang jemaat Pergamus:

  1. Tuhan menjanjikan manna yang tersembunyi (diterangkan mulai dari Ibadah Raya surabaya, 30 November 2014),
  2. Tuhan menjanjikan batu putih yang di atasnya tertulis nama baru.

Kita masih mempelajari tentang MANNA YANG TERSEMBUNYI.
Sudah kita baca ayat-ayatnya, manna adalah Firman Pengajaran yang benar = Firman Penggembalaan yang diulang-ulang; seperti manna yang turun setiap hari.

Dalam Keluaran 16: 16-36, ada tiga macam kegunaan manna:

  1. Ayat 16-21 = kegunaan pertama: manna untuk pemeliharaan kehidupan sehari-hari (sudah diterangkan pada Ibadah Raya Surabaya, 07 Desember 2014).
    5 hari umat Israel mengambil manna 1 gomer. Ini menunjuk pada penyucian panca indera = penyucian hati pikiran/penyucian seluruh hidup.
    Inilah makanan kita sehari-hari.
    Jadi sebenarnya, yang kita butuhkan sehari-hari bukanlah beras dan lain-lain, tetapi yang kita butuhkan adalah penyucian panca indera (hati pikiran/seluruh hidup) dan urusan makan minum adalah urusan Tuhan.

    1 gomer= 3,6 liter. 1 orang 3,6 liter, ini sangat berkelimpahan.
    Semua tergantung pada penyucian,kalau penyucian berlimpah, maka pemeliharaan juga semakin berlimpah.


  2. Ayat 22-31 = kegunaan kedua: manna untuk hari Sabat (hari perhentian/damai sejahtera) (diterangkan mulai dari Ibadah Pendalaman Alkitab Surabaya, 08 Desember 2014).


  3. Ayat 32-36 = kegunaan ketiga: manna yang disimpan di dalam buli-buli emas.
    Kita adalah buli-buli tanah liat yang mudah hancur, tapi kalau diisi dengan manna, kita bisa menjadi buli-buli emas dan hidup kekal selamanya.

Malam ini, kita masih mempelajari kegunaan manna yang kedua yaitu MANNA UNTUK HARI SABAT.
Keluaran 16: 22-23
16:22 Dan pada hari yang keenam mereka memungut roti itu dua kali lipat banyaknya, dua gomer untuk tiap-tiap orang; dan datanglah semua pemimpin jemaah memberitahukannya kepada Musa.
16:23 Lalu berkatalah Musa kepada mereka: "Inilah yang dimaksudkan TUHAN:
Besok adalah hari perhentian penuh, sabat yang kudus bagi TUHAN; maka roti yang perlu kamu bakar, bakarlah, dan apa yang perlu kamu masak, masaklah; dan segala kelebihannya biarkanlah di tempatnya untuk disimpan sampai pagi."

Dahulu, pada hari keenam, bangsa Israel memungut dua gomer manna setiap orang (dua kali lipat = memungut manna secara dobel; biasanya setiap hari hanya 1 gomer).
Sudah kita pelajari, hari keenam sama dengan akhir jaman.

Jadi pada hari keenam/akhir zaman, kita bangsa kafir harus melipat gandakan usaha untuk mengumpulkan Firman Penggembalaan = meningkatkan penyucian sampai kesempurnaan (hari ketujuh) untuk layak masuk kerajaan 1000 Tahun Damai (Firdaus yang akan datang).
Jadi, 2 gomer ini adalah 1 gomer untuk hari keenam dan 1 gomer untuk hari ketujuh (sampai masuk kerajaan 1000 Tahun Damai). Mulai sekarang kita terus merasa damai ,sampai masuk kerajaan 1000 Tahun Damai.
Makin disucikan makin damai, begitu seterusnya, sampai sempurna dan mencapai kerajaan 1000 Tahun Damai.

Ada perbedaan antara Firdaus di Perjanjian Lama (saat Yesus menciptakan manusia dan ditempatkan di taman Firdaus) dan Firdaus di Perjanjian Baru (Firdaus yang akan datang/kerajaan 1000 Tahun Damai):

  1. Yang pertama, godaannya yaitu:


    1. Firdaus di Perjanjian Lama: setan/dosa bisa masuk ke taman Firdaus.
      Saat itu dalam wujud ular yang menggoda Hawa dan Adam mengikuti istrinya yang salah, sehingga mereka makan buah dari pohon yang dilarang Tuhan dan diusir dari taman Firdaus.


    2. Firdaus yang akan datang: setan/dosa sudah tidak bisa masuk ke taman Firdaus yang akan datang. Mengapa?
      Wahyu 20: 1-3 => tentang kerajaan 1000 tahun damai.
      20:1 Lalu aku melihat seorang malaikat turun dari sorga memegang anak kunci jurang maut dan suatu rantai besar di tangannya;
      20:2 Ia
      menangkap naga, si ular tua itu, yaitu Iblis dan Satan. Dan ia mengikatnya seribu tahun lamanya,
      20:3 lalu melemparkannya ke dalam jurang maut, dan menutup jurang maut itu dan memeteraikannya di atasnya, supaya ia jangan lagi menyesatkan bangsa-bangsa, sebelum berakhir masa seribu tahun itu; kemudian dari pada itu ia akan dilepaskan untuk sedikit waktu lamanya.

      Sebab, setan sudah dibelenggu selama 1000 tahun lamanya.

      Ini bedanya Firdaus yang dulu dan yang akan datang. Kita mengumpulkan manna supaya kita disucikan dan dipelihara untuk hidup sehari-hari. Tetapi tidak cukup sampai situ. Penyucian dan damai makin meningkat sampai kita bisa masuk kerajaan 1000 Tahun Damai (Firdaus yang akan datang), bahkan mencapi hidup kekal.


  2. Yang kedua, penghuninya yaitu:


    1. Firdaus di Perjanjian Lama: penghuninya adalah Adam dan Hawa yang memiliki tubuh alamiah/tubuh daging (manusia darah daging) dari tanah liat.


    2. Firdaus yang akan datang: penghuninya adalah mempelai wanita Surga/tubuh Kristus yang sempurna (memiliki tubuh rohani/tubuh kemuliaan seperti Yesus. Ini sama dengan imam-imam dan raja-raja.

      Jadi, tubuh Kristus yang sempurna terdiri dari imam-imam, semua melayani.
      Wahyu 20: 6
      20:6 Berbahagia dan kuduslah ia, yang mendapat bagian dalam kebangkitan pertama itu. Kematian yang kedua tidak berkuasa lagi atas mereka, tetapi mereka akan menjadi imam-imam Allah dan Kristus, dan mereka akan memerintah sebagai raja bersama-sama dengan Dia, seribu tahun lamanya.

      'kematian kedua' = maut.
      'seribu tahun lamanya'= kerajaan 1000 tahun= Firdaus yang akan datang.
      Yesus memerintah, sedangkan kita adalah imam-imam dan raja-raja yang juga memerintah.

      Jadi, tubuh Kristus yang sempurna = mempelai wanita Surga= imam-imam dan raja-raja.

      "Coba kita lihat, seluruh tubuh kita ini, tidak ada yang tidak melayani, semua melayani. Kalau tidak melayani, seperti kuku yang sudah terlalu panjang, bukan melayani lagi, tetapi merepotkan, sehingga harus dipotong. Semua berguna dan semua melayani. Itulah tubuh Kristus, yaitu imam-imam dan raja-raja."

      Biarlah pada malam hari ini, kita mengambil manna yang dobel. Pada akhir jaman ini, kita meningkatkan usaha untuk mengumpulkan Firman Penggembalaan secara dobel, supaya kita mengalami penyucian yang meningkat sampai mengangkat kita menjadi imam dan raja, bahkan sampai menjadi tubuh Kristus yang sempurna/mempelai wanita Surga.

      "Saya berdoa, supaya semua menjadi imam dan raja. Yang belum melayani, berdoa, yang sudah melayani, pertahankan. Sebab kerajaan 1000 Tahun Damai adalah imam dan raja."

      Imam adalah :


      • seorang yang suci.
      • seorang yang memangku jabatan pelayanan  dari Tuhan.
      • seorang yang beribadah dan melayani Tuhan.


      Jabatan pelayanan dari Tuhan, apa saja (gembala, pemain musik, pengerja dan lain-lain), terserah Tuhan. Tuhan yang mempercayakan pelayanan kepada kita.

      "Kalau dulu saya menjadi pengerja, kemudian saya dimutasi oleh Tuhan untuk menjadi gembala, ya terserah Tuhan. Asal dari Tuhan, kalau mutasi dari Tuhan, kita pasti semakin meningkat."

      Kita mengarah pada Firdaus. Kita makan Firman Penggembalaan yang dobel untuk membawa kita sampai ke Firdaus yang akan datang, kerajaan 1000 Tahun Damai.
      Tidak cukup kalau hanya suci, diberkati, dan dipelihara.

      Oleh sebab itu, kita harus menjadi imam dan raja = penghuni kerjaan Surga.

Mengapa disebut imam dan raja?

  1. Mazmur 20: 7, 10
    20:7 Sekarang aku tahu, bahwa TUHAN memberi kemenangan kepada orang yang diurapi-Nya dan menjawabnya dari sorga-Nya yang kudus dengan kemenangan yang gilang-gemilang oleh tangan kanan-Nya.
    20:10 Ya TUHAN, berikanlah kemenangan kepada raja! Jawablah kiranya kami pada waktu kami berseru!

    Ayat 7 => 'TUHAN memberi kemenangan kepada orang yang diurapi-Nya'.
    Apa itu orang yang diurapi?

    Ayat 10 => 'berikanlah kemenangan kepada raja, Jawablah kiranya kami pada waktu kami berseru'.
    Raja adalah orang yang diurapi dan doa-doa dijawab oleh Tuhan.
    Kalau diurapi, doa dijawab oleh Tuhan.

    Raja adalah kehidupan yang diurapi oleh Tuhan, sehingga selalu mengalami kemenangan.
    Oleh sebab itu, tidak cukup disebut imam saja, tetapi harus imam-imam dan raja-raja.
    Tadi, imam adalah kehidupan yang melayani Tuhan, suci dan beribadah. Tetapi, dia juga harus menjadi raja (diurapi), artinya harus diurapi Roh Kudus, sehingga selalu berkemenangan.

    Jadi disebut imam dan raja, yang pertama, sebab Tuhan menghendaki seorang imam yang diurapi oleh Roh Kudus, bukan menurut kemampuan daging.
    Kalau melayani dengan kemampuan daging, seperti di dunia ini, kita melayani di perusahaan apa saja, semakin tua akan pensiun.
    Kalau menggunakan kekuatan daging, kita bekerja dengan giat tapi suatu waktu akan hilang/pensiun.

    Itu sebabnya, Tuhan tidak mau kita melayani dengan kekuatan daging, tapi Tuhan menghendaki supaya kita bekerja dengan menggunakan kekuatan Roh Kudus yang tidak terbatas oleh usia, dan lainlain, sehingga kita bisa setia dan berkobar dalam beribadah melayani Tuhan sampai garis akhir (sampai meninggal dunia atau sampai kedatangan Yesus kedua kali). Tidak ada istilah pensiun.


  2. Disebut imam dan raja, yang kedua, sebab Tuhan menghendaki supaya imam yang diurapi Roh Kudus, bisa menang atas dosa, tantangan rintangan, sampai menang atas maut = tidak bisa dihalangi oleh apapun.

    Tadi, di dalam Wahyu 20: 6, sekalipun seorang imam sudah meninggal dunia, kalau ia sungguh-sungguh, maka saat kedatangan Yesus kedua kali, ia akan dibangkitkan, maut tidak berkuasa lagi dan tetap menjadi imam-imam dalam kerajaan 1000 Tahun Mamai.

    Jangankan hanya hujan dan sakit sedikit saja, maut saja tidak bisa menghalangi kalau diurapi Roh Kudus.
    Ini yang kita mohonkan kepada Tuhan.
    Bukan hujannya yang kita singkirkan, tetapi dagingnya yang kita singkirkan, supaya urapan Roh Kudus yang turun.
    Sekalipun hujan lebat dan petir datang, kita tidak akan terhalangi. Ini yang benar.

    "Seperti halnya dalam berpuasa, bukan godaannya yang kita usir, tapi dagingnya yang kita usir. Ini kesalahan kita yang banyak terjadi. Justru semakin banyak tantangan, biar daging yang dibuang dan Roh Kudus yang turun."

K
alau menjadi imam dan raja yang setia, berkobar, dan tidak terhalangi oleh apapun, hasilnya (disebutkan 2 kali dalam Mazmur 20: 7, 10; ayat 7, 'menjawabnya dari sorga-Nya yang kudus' dan ayat 10, 'Jawablah kiranya kami pada waktu kami berseru') yaitu, Tuhan selalu menjawab doa kita = kita menjadi rumah doa.

Malam ini, kita berdoa kepada Tuhan, supaya kita, para imam dan raja, tidak hanya beribadah melayani Tuhan, tetapi kita bisa melayani sampai puncaknya, yaitu penyembahan (sampai menjadi rumah doanya Tuhan). Betapa nikmatnya kalau menjadi rumah doanya Tuhan, setiap kita berseru, kita dijawab oleh Tuhan.

Kalau kita menjadi rumah doanya Tuhan, pribadi Tuhan ada di situ.
Saat Salomo selesai mendirikan Bait Allah salomo. Tuhan mengatakan 'Ini rumah doa'.
2 Tawarikh 7: 15-16
7:15 Sekarang mata-Ku terbuka dan telinga-Ku menaruh perhatian kepada doa dari tempat ini.
7:16 Sekarang telah Kupilih dan Kukuduskan rumah ini, supaya nama-Ku tinggal di situ untuk selama-lamanya, maka mata-Ku dan
hati-Ku akan ada di situ sepanjang masa.

Jadi jelas, kalau kita menjadi rumah doa, maka rumah doa akan menampung hadirat Tuhan dalam 3 wujud:

  1. mata Tuhan:


    • Perhatian Tuhan = Tuhan selalu memperhatikan, mempedulikan, dan bergumul untuk kita dan memberi kemenangan apapun keadaan kita.


    • Perlindungan Tuhan dari segala celaka marabahaya, bencana alam, pencobaan, ajaran palsu, dosa-dosa sampai puncaknya dosa (dosa makan minum dan kawin mengawinkan), sampai antikris yang akan berkuasa 3 ,5 tahun di bumi, bahkan sampai pada hukuman Tuhan di dunia maupun di neraka.


  2. Hati Tuhan = kasih Tuhan.
    Tuhan selalu mencurahkan kasih-Nya yang sempurna kepada kita, sehingga kita bisa mengasihi Tuhan lebih dari semua/bisa mengutamakan Tuhan lebih dari semua dan kita bisa mengasihi sesama seperti diri sendiri, bahkan sampai mengasihi orang-orang yang memusuhi/merugikan kita baik lewat perkataan maupun perbuatan. Kitan tidak merugikan, tetapi mendoakan supaya mereka diberkati dan diampuni.

    Kalau bisa mengasihi Tuhan dan sesama, berarti kita memiliki 2 loh batu (kasih kepada Tuhan adalah loh batu pertama dan kasih kepada sesama adalah loh batu kedua).
    Waktu Musa turun dari gunung Sinai dengan 2 loh batu, di bawah gunung ada lembu emas = pemberhalaan. Bangsa Israel menari-nari menyembah berhala lembu emas. Begitu Musa membawa 2 loh batu, 2 loh batu dipecahkan dan lembu emas juga dipecahkan/dihancurkan lalu digiling sampai halus dan bangsa Israel disuruh minum.
    Itulah kekuatan dari 2 loh batu, yaitu kekuatan kasih yang sempurna untuk menghancurkan segala pemberhalaan/kedurhakaan.

    Dalam Matius 24 (khotbah akhir jaman), di akhir zaman kasih akan menjadi dingin (musim dingin) dan kedurhakaan meningkat.
    Pemberhalaan = tidak mengutamakan Tuhan dan tidak taat dengar-dengaran kepada Tuhan, mengasihi sesuatu lebih dari Tuhan atau melawan Tuhan.

    Pemberhalaan dan kedurhakaan inilah yang dihancurkan oleh 2 loh batu.
    Hati-hati! Kedurhakaan di dalam


    • nikah: anak melawan orang tua, suami dan istri dalam kekerasan dan perceraian, bahkan saling pembunuhan. Jangan ikut-ikut di situ!
    • ibadah pelayanan: tidak setia sampai meninggalkan ibadah pelayanan = kebinasaan.


    Biarlah kasih Tuhan dicurahkan di tengah kita malam ini dan kita memiliki 2 loh batu untuk menghancurkan pemberhalaan, sehingga kita bisa mengutamakan Tuhan lebih dari semua dan menghancurkan kedurhakaan. Kita benar-benar hidup dalam kasih Tuhan.
    Kalau kedurhakaan dihancurkan, nikah rumah tangga bisa merasakan kebahagiaan.

    Dalam Markus 12: 30-31, 34; ay. 30 => 'kasihanilah Tuhan Allahmu' = loh batu pertama; ay. 31 => 'kasihanilah sesamamu manusia' = loh batu kedua.
    Hasilnya: Markus 12:34
    12:34 Yesus melihat, bagaiman bijaksananya jawab orang itu, dan Ia berkata kepadanya: "Engkau tidak jauh dari Kerajaan Allah!" Dan seorangpun tidak berani lagi menanyakan sesuatu kepada Yesus.

    Hasilnya, yaitu:
    'Engkau tidak jauh dari Kerajaan Allah' = kalau ada kasih, kita mengalami suasana Surga dan tidak ada pertanyaan lagi.
    Tidak ada pertanyaan lagi, berarti tidak ada air mata; air mata dihapuskan dan tidak ada masalah lagi.


  3. Nama Tuhan = kuasa Tuhan.
    Kuasa Tuhan/kuasa nama Yesus mengadakan mujizat. Saat kita menyeru nama Yesus, kita mengalami mujizat:


    • terutama mujizat secara rohani, yaitu pembaharuan atau keubahan hidup dari manusia daging menjadi manusia rohani seperti Yesus.

      Menyeru nama Yesus membuat kita bisa mengaku nama Yesus, dimulai dengan mengaku dosa (tidak mau mengaku dosa sama dengan keras hati). Ini sangat sulit.
      Banyak kali kita hamba Tuhan/pelayan Tuhan tidak berani mengaku dosa dan malah menyalahkan bahkan mendakwa orang lain, jadi sama seperti setan yang tidak pernah mau mengaku dosa.

      Kalau kita berani menyeru nama Yesus dan ada kuasa pembaharuan, kita bisa mengaku dosa kepada Tuhan dan sesama.

      Mari, apapun kesalahan kita malam ini; lewat doa penyembahan, biarlah Tuhan tunjukkan semua kesalahan-kesalahan kita (penyucian terakhir), kita bisa mengaku dosa kepada Tuhan dan sesama, jika diampuni jangan berbuat dosa lagi dan kita bisa taat dengar-dengaran (tidak taat sama dengan berbuat dosa).

      Nama Yesus didapat lewat taat sampai mati di kayu salib dan Dia mendapatkan nama diatas segala nama.

      Ini mujizat secara rohani, pembaharuan dari manusia daging menjadi manusia rohani seperti Yesus, mulai dari mengaku dosa kepada Tuhan dan sesama, jika diampuni, jangan berbuat dosa lagi, dan kita bisa taat dengar-dengaran.
      Maka, mujizat jasmani juga terjadi: apa yang mustahil menjadi tidak mustahil.
      Kisah Rasul 3: 5-8
      3:5 Lalu orang itu menatap mereka dengan harapan akan mendapat sesuatu dari mereka.
      3:6 Tetapi petrus berkata: " emas dan perak tidak ada padaku, tetapi apa yang kupunyai, kuberikan kepadamu:
      Demi nama Yesus Kristus, orang Mazaret itu, berjalanlah!"
      3:7 Lalu ia memegang tangan kanan orang itu dan membantu dia berdiri. Seketika itu juga kuatlah kaki dan mata kaki orang itu.
      3:8 I
      a melonjak berdiri lalu berjalan kian ke mari dan mengikuti mereka ke dalam Bait Allah, berjalan dan melompat-lompat serta memuji Allah.

      Ada orang lumpuh di Bait Allah, kemudian Petrus dan Yohanes lewat di sana. Ia menatap Petrus dengan harapan mendapatkan upah.
      Di sini, kuasa nama Yesus menyembuhkan orang lumpuh sejak lahir; tidak bisa disembuhkan, tetapi kuasa nama Yesus sanggup ('Nama-Ku ada di situ'). Inilah rumah doa, di mana ada mata Tuhan, hati Tuhan dan nama Tuhan di dalamnya.

      Lumpuh menunjuk pada :


      1. kehidupan yang tidak setia dalam ibadah pelayanan (orang lumpuh ini tidak pernah masuk Bait Allah dan hanya berada di luarnya saja).

        Kita disucikan, sehingga bisa setia dan tekun dalam ibadah pelayanan (setelah disembuhkan, orang lumpuh ini masuk ke dalam Bait Allah, 'berjalan kian ke mari dan mengikuti mereka ke dalam Bait Allah').


      2. 'lumpuh berada di atas tilam/tmepat tidur'= kehancuran dalam nikah dan buah nikah.

        Tadi, kehancuran dalam ibadah pelayanan, dipulihkan kembali, sehingga bisa setia, masuk kembali dalam ibadah pelayanan.
        Sebab, dua hal ini (ibadah dan nikah) ini menjadi satu. Kalau ibadah hancur maka nikah juga hancur.

        Kehancuran nikah dan buah nikah dipulihkan, menjadi nikah yang satu dan bahagia.
        Kita tunggu waktu Tuhan. Yang penting kita setia lebih dulu. Kehancuran ibadah pelayanan di perbaiki dulu, dan kehancuran nikah/buah nikah akan diperbaiki oleh Tuhan untuk menyatukan kita semua sampai mencapai perjamuan kawin Anak Domba Allah.


      3. Ada sesuatu yang tidak beres di dalamnya.
        Sebagai contoh, tangan yang lumpuh, bentuknya sama dan tempatnya tetap, tapi tidak bisa bergerak, ini karena sesuatu yang tidak beres di dalamnya.

        Kita memiliki hati nurani, kita bisa tahu dan koreksi diri apa yang tidak beres.
        Kita menyeru nama Yesus dan semua yang tidak beres akan dibereskan oleh Tuhan.
        Di atas kayu salib, Tuhan berseru, 'sudah selesai', semua sudah dibereskan oleh Tuhan.


      Inilah kelumpuhan-kelumpuhan.


    • Dan satu lagi, mujizat yang terjadi dalam Nama Yesus adalah kita menuju ke Firdaus.
      Kalau kita mengaku dosa, mujizat akan terjadi.

      Malam ini, sejelek dan senajis apapun kita, kita masih bisa menyeru Nama Yesus, 'ampuni saya, Tuhan saya salah. Saya tidak berbuat lagi', maka 'hari ini, engkau di Firdaus.'. Luar biasa!

      Mungkin keadaan kita sama seperti penjahat yang disalib bersama dengan Yesus, yaitu kehidupan yang tekutuk, jahat, najis, sudah tidak ada harapan. Tapi, saat penjahat itu berseru, 'Dia tidak bersalah. Tuhan ampunilah aku, ingatlah aku Yesus', dan Tuhan berkata, 'Hari ini Engkau bersama dengan Aku di Firdaus.'

      Lukas 23: 40-43
      23:40 Tetapi yang seorang menegor dia, katanya: "Tidakkah engkau takut, juga tidak kepada Allah, sedang engkau menerima hukuman yang sama?
      23:41
      Kita memang selayaknya dihukum, sebab kita menerima balasan yang setimpal dengan perbuatan kita, tetapi orang ini tidak berbuat sesuatu yang salah."
      23:42 Lalu ia berkata: "
      Yesus, ingatlah akan aku, apabila Engkau datang sebagai Raja."
      23:43 Kata Yesus kepadanya: " Aku berkata kepadamu, sesungguhnya
      hari ini juga engkau akan ada bersama-sama dengan Aku di dalam Firdaus."

      'Kita memang selayaknya dihukum' = mengaku dosa.
      Sejahat, senajis, segagal apapun kehidupan kita, mungkin sudah tidak ada harapan sedikitpun seperti penjahat ini, tapi jika kita bisa berseru nama Yesus (artinya, kita menyeru, 'Yesus...tolong', tetapi dengan disertai tindakan bukan hanya mulut, yaitu kita mengaku dosa dan tinggalkan dosa, taat dengar-dengaran pada Tuhan), maka kuasa Tuhan memindahkan kita dari kutukan ke Firdaus/kerajaan 1000 Tahun Damai.
      Sampai saat kedatangan Yesus kedua kali, kita benar-benar masuk kerajaan 1000 tahun damai bersama Dia.

Malam ini, kita menjadi rumah doa. Kita mohon pada Tuhan untuk menjadi rumah doanya Tuhan. Kita hanya menyeru nama Yesus. Ada mata Tuhan, hati Tuhan dan nama Tuhan di sana. Apapun keadaan kita, sekalipun sudah seperti penjahat, masih bisa ditolong oleh Tuhan.

Tuhan memberkati.

kembali ke halaman sebelumnya
IBADAH RUTIN DI MALANG

Minggu jam 06:50 (Ibadah Raya)
Minggu jam 10:15 (Ibadah Sekolah Minggu)
Selasa jam 17:15 (Ibadah Pendalaman Alkitab)
Rabu jam 07:30 (Ibadah Kaum Wanita)
Kamis jam 17:15 (Ibadah Doa Penyembahan)
Sabtu jam 17:15 (Ibadah Kaum Muda Remaja)

IBADAH RUTIN DI MEDAN
Royal Room Hotel Danau Toba Internasional
Jl. Imam Bonjol Medan

Minggu, jam 19:00 (Ibadah Raya)
Senin, jam 09:00 (Ibadah Pendalaman Alkitab)
Senin, jam 17:30 (Ibadah Pendalaman Alkitab)

IBADAH RUTIN DI SURABAYA

Minggu jam 09:30 (Ibadah Sekolah Minggu)
Minggu jam 10:55 (Ibadah Raya)
Rabu jam 17:30 (Ibadah Pendalaman Alkitab)
Jumat jam 17:30 (Ibadah Doa Penyembahan)


IBADAH RUTIN DI JAKARTA
Jl. Patra Kuningan XIV no.4
Jakarta Selatan
Sabtu, jam 09:00 (Ibadah Pendalaman Alkitab)

IBADAH KUNJUNGAN
  • 25-26 September 2018
    (Ibadah Kunjungan di Sidikalang)

  • 17-18 Oktober 2018
    (Ibadah Kunjungan di Jayapura)

  • 30 Oktober 2018 - 01 November 2018
    (Ibadah Kunjungan di Medan)

  • 13-14 November 2018
    (Ibadah Kunjungan di Jakarta)

  • Februari 2019
    (Ibadah Kunjungan di Chennai, India)

All Right Reserved Gereja Pantekosta Tabernakel "KRISTUS KASIH"
Jln. Simpang Borobudur 27 Malang | Telp: (0341) 496949 | Fax: (0341) 476751 » Lihat Peta Gereja Kami di Malang
Jln. WR Supratman 4 Surabaya | Telp. 08123300378 » Lihat Peta Gereja Kami di Surabaya
hubungi kami | email: info@gptkk.org | sitemap | top