English Language | Form Penggembalaan
RINGKASAN KOTBAH IBADAH RUTIN DAN IBADAH KUNJUNGAN
RINGKASAN LAINNYA

Ibadah Doa Surabaya, 03 Februari 2016 (Rabu Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayangnya TUHAN kita Yesus Kristus. Selamat malam, selamat mendengarkan firman TUHAN. Biarlah damai...

Ibadah Pendalaman Alkitab Surabaya, 08 Juni 2009 (Senin Sore)
Matius 24: 32-35
Nubuat ke-6= NUBUAT TENTANG POHON ARA/ISRAEL.
Pohon ara ini ditampilkan dari jaman ke jaman: jaman...

Ibadah Tutup Buka Tahun, 31 Desember 2013 (Selasa Malam)
Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Ada 2 hal penting yang harus...

Ibadah Pendalaman Alkitab Surabaya, 20 Juli 2015 (Senin Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayangnya TUHAN kita Yesus Kristus. Selamat malam, selamat mendengarkan firman TUHAN. Biarlah damai...

Ibadah Raya Surabaya, 23 Januari 2011 (Minggu Sore)
Matius 26: 1-5
26:1. Setelah Yesus selesai dengan segala pengajaran-Nya itu, berkatalah Ia kepada murid-murid-Nya:
26:2. "Kamu...

Ibadah Raya Malang, 25 Agustus 2013 (Minggu Pagi)
Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Matius 28:20b
28:20 .... Dan ketahuilah,...

Ibadah Raya Malang, 11 Agustus 2013 (Minggu Pagi)
Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Matius 28:20b
28:20 ... Dan ketahuilah, Aku...

Ibadah Persekutuan di Poso I, 24 Mei 2011 (Selasa Sore)
Tema: "Ingatlah akan istri Lot!"
Lukas 17: 32
17:32. Ingatlah akan isteri Lot!

= merupakan peringatan kepada ORANG YANG SUDAH SELAMAT, bukan kepada orang...

Ibadah Pendalaman Alkitab Malang, 28 Agustus 2018 (Selasa Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Ibadah Raya Surabaya, 26 Januari 2014 (Minggu Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayangnya Tuhan kita Yesus Kristus. Selamat malam, selamat mendengarkan Firman Tuhan. Biarlah damai...

Ibadah Pendalaman Alkitab Surabaya, 05 Desember 2011 (Senin Sore)
Matius 26:
ay. 57-68= SAKSI DAN KESAKSIAN.

Kita sudah mempelajari 2 macam saksi dan kesaksian (mulai diterangkan pada Ibadah Raya Surabaya, 06 November 2011):
ay. 59-62=...

Ibadah Pendalaman Alkitab Surabaya, 20 April 2015 (Senin Sore)
Pembicara: Pdp. Youpri Ardiantoro

Puji TUHAN, salam sejahtera, selamat sore, selamat malam, selamat beribadah di dalam kasih sayangnya TUHAN...

Ibadah Kaum Muda Remaja, 16 Februari 2013 (Sabtu Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Lukas 3:7-20 adalah kotbah dari Yohanes Pembaptis,...

Ibadah Doa Malang, 27 April 2010 (Selasa Sore)
Kegunaan doa puasa:
Untuk mengalami urapan Roh Kudus, sehingga kita dipakai dalam...

Ibadah Doa Malang, 15 November 2016 (Selasa Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Wahyu 4:8a
4:8 Dan keempat makhluk itu...


TRANSKRIP LENGKAP

Umum Surabaya (Minggu Sore, 09 November 2014)
Tayang: 22 Agustus 2018
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 05 November 2014)
Tayang: 04 Juni 2018
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 03 November 2014)
Tayang: 04 Juni 2018
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 02 November 2014)
Tayang: 03 Maret 2018
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 20 Oktober 2014)
Tayang: 13 Desember 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 13 Oktober 2014)
Tayang: 13 Desember 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 12 Oktober 2014)
Tayang: 24 Oktober 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 08 Oktober 2014)
Tayang: 18 September 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 06 Oktober 2014)
Tayang: 05 September 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 05 Oktober 2014)
Tayang: 05 September 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 01 Oktober 2014)
Tayang: 05 September 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 29 September 2014)
Tayang: 24 Juni 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 21 September 2014)
Tayang: 19 Mei 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 17 September 2014)
Tayang: 29 April 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 15 September 2014)
Tayang: 29 April 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 14 September 2014)
Tayang: 24 Maret 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 07 September 2014)
Tayang: 06 Maret 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 03 September 2014)
Tayang: 16 Februari 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 01 September 2014)
Tayang: 16 Februari 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 31 Agustus 2014)
Tayang: 04 Februari 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]



Untuk Koneksi Lambat, silahkan buka http://id.gptkk.org
Transkrip lengkap dari ibadah penggembalaan di Malang dan Surabaya, semuanya di bawakan oleh gembala sidang Pdt. Widjaja Hendra.

Silahkan kontak ke info@gptkk.org apabila bapak/ibu/sdr/sdri ada pertanyaan atau mungkin ingin berlangganan majalah Manna dan silahkan kirim email ke widjaja_h [at] yahoo.com apabila ingin konsultasi pribadi dengan bapak gembala
silahkan ganti tanda [at] dengan @
Cari ringkasan:   
[versi cetak]
Cari rekaman ibadah ini di: http://www.kabarmempelai.org
Ibadah Doa Surabaya, 22 Maret 2017 (Rabu Sore)

Salam sejahtera dalam kasih sayangnya TUHAN kita Yesus Kristus. Selamat malam, selamat mendengarkan firman TUHAN. Biarlah damai sejahtera dan kasih karunia TUHAN dilimpahkan di tengah-tengah kita sekalian.

Kita kembali pada kitab Wahyu 6: 1-2 (diterangkan mulai dari Ibadah Pendalaman Alkitab Surabaya, 13 Maret 2017), malam ini kita titik beratkan di ayat 2.
Wahyu 6: 2
6:2. Dan aku melihat: sesungguhnya, ada seekor
kuda putih dan orang yang menungganginya memegang sebuah panah dan kepadanya dikaruniakan sebuah mahkota. Lalu ia maju sebagai pemenang untuk merebut kemenangan.

Kita sudah mempelajari pada Ibadah Pendalaman Alkitab Surabaya, 20 Maret 2017, kuda putih yang ditunggangi oleh Yesus menunjuk pada kegerakan Roh Kudus hujan akhir/kegerakan pembangunan tubuh Kristus yang sempurna; ada busur dan cahaya anak panah yang menunjuk pada pembukaan firman. Ini adalah kegerakan dalam firman pengajaran yang benar--firman Allah bagaikan panah, tombak dan pedang--, untuk menyucikan gereja TUHAN di akhir zaman, sampai sempurna seperti Yesus; menjadi tubuh Kristus yang sempurna/mempelai wanita sorga, dan untuk menghukum dosa.
Kalau kita sempurna, kita tidak dihukum, tetapi dosanya yang dihukum.

Apa yang harus disucikan? (diterangkan mulai dari Ibadah Pendalaman Alkitab Surabaya, 20 Maret 2017)

  1. Jantung hati (sudah diterangkan).
  2. Empedu (sudah diterangkan).
  3. Ginjal--perasaan terdalam--(sudah diterangkan).
  4. Ayub 20: 25
    20:25. Anak panah itu tercabut dan keluar dari punggungnya, mata panah yang berkilat itu keluar dari empedunya: ia menjadi ngeri.

    Perkara keempat yang harus disucikan: 'Anak panah itu tercabut dan keluar dari punggungnya'= anak panah menembus punggung.
    Arti positif: penyucian punggung--setelah ginjal, punggung disucikan--; arti negatif: penghukuman TUHAN yang ngeri/dahsyat sekali.

    Kita pilih yang positif. Kalau mau disucikan, dosa yang dihukum, kalau tidak, orangnya yang dihukum. Jadi kita mohon supaya terjadi penyucian punggung.

    Lukas 13: 10-11
    13:10. Pada suatu kali Yesus sedang mengajar dalam salah satu rumah ibadat pada hari Sabat.
    13:11. Di situ ada seorang perempuan yang telah delapan belas tahun dirasuk roh sehingga ia sakit sampai bungkuk punggungnya dan tidak dapat berdiri lagi dengan tegak.

    Penyucian punggung di sini adalah penyucian punggung yang bungkuk. Ini kegerakan Roh Kudus hujan akhir, yaitu menyucikan jantung hati, empedu, ginjal, sampai punggung yang bungkuk.

    Pengertian punggung yang bungkuk:


    1. Amsal 12: 25
      12:25. Kekuatiran dalam hati membungkukkan orang, tetapi perkataan yang baik menggembirakan dia.

      Pengertian pertama punggung yang bungkuk: bungkuk sama dengan kuatir, terutama tentang perkara-perkara jasmani--bungkuk itu menghadap ke bawah.

      Yang banyak dikuatirkan bangsa kafir adalah hidup sehari-hari: makan, minum, pakai, dan masa depan.

      Akibatnya: berlawanan dengan ayat: Jangan kamu kuatir, tetapi carilah dahulu kerajaan Allah dan kebenarannya, artinya: kalau kita kuatir, akibatnya:


      1. Kita tidak akan bisa mengutamakan perkara sorga--tidak setia dalam ibadah pelayanan kepada TUHAN.
      2. Tidak percaya dan tidak taat pada firman Allah sehingga tidak bisa hidup benar; banyak pertanyaan tentang firman Allah.
        Kalau banyak pertanyaan pada firman ditambah dengan tidak benar dan tidak taat, akan banyak pertanyaan juga dalam hidupnya; banyak masalah dan air mata sampai yang mustahil--bungkuk delapan belas tahun dan tidak tersembuhkan.


      Kita hati-hati, bungkuk ini banyak menguasai di Bait Allah, artinya banyak menguasai hamba TUHAN dan pelayan TUHAN termasuk anak-anak TUHAN. Praktiknya adalah kuatir sampai tidak setia dalam ibadah pelayanan kepada TUHAN, dan banyak pertanyaan tentang firman, sehingga hidupnya pasti tidak benar dan banyak masalah yang mustahil di dalam hidupnya.
      Sekarang banyak yang tidak yakin pada firman.

      "Saya mendapat telepon dari seorang murid saya, saya bertanya: 'Kenapa kamu tidak datang pada rapat itu?' Dia sudah pernah datang, lalu dia jawab: 'Saya malu, Om.': 'Kenapa?': 'Yang dibahas oleh hamba TUHAN itu soal proposal untuk minta ini itu, saya malu.' Ini dalam pengajaran, sudah tidak yakin pada firman. Untung saya punya guru yang mengajarkan: Hamba TUHAN sepenuh mau apapun, jangan dimulai dengan proposal! Mau bangun gereja minta sana sini, KKR juga. Benar-benar celaka. Ini gambaran kalau banyak kekuatiran. Kalau kami hamba TUHAN kuatir, bagaimana sidang jemaat? Ini yang terjadi sekarang, justru di dalam pengajaran. Kita harus banyak berdoa sungguh-sungguh."


    2. Lukas 13: 15-16
      13:15. Tetapi Tuhan menjawab dia, kata-Nya: "Hai orang-orang munafik, bukankah setiap orang di antaramu melepaskan lembunya atau keledainya pada hari Sabat dari kandangnya dan membawanya ke tempat minuman?
      13:16. Bukankah perempuan ini, yang sudah delapan belas tahun diikat oleh Iblis, harus dilepaskan dari ikatannya itu, karena ia adalah keturunan Abraham?"

      Perempuan bungkuk ini seperti diikat iblis, tidak minum-minum--tidak puas.

      Pengertian kedua punggung yang bungkuk: tidak ada kepuasan rohani; tidak mengalami perhentian dalam Roh Kudus/Sabat, mulai dari ibadah pelayanan, akhirnya nikah dan seluruh hidupnya juga tidak puas.

      Akibatnya:


      1. Mencari kepuasan semu di dalam dunia. Berapa banyak hamba TUHAN/pelayan TUHAN mencari kepuasan semu: masih ke gedung bioskop, diskotik dan lain-lain, sampai jatuh dalam dosa. Ini seringkali terjadi.

        Inilah bungkuk yang harus disucikan hari-hari ini. Perempuan ini berada di dalam gereja, bukan di luar; gambaran dari hamba TUHAN, pelayan TUHAN dan anak TUHAN.


      2. Atau sebaliknya, kepuasan dunia dibawa masuk dalam gereja, sehingga suasana dalam ibadah pelayanan sama dengan suasana dunia--gereja menjadi entertainment.


    3. Pengertian ketiga punggung yang bungkuk: tidak mengalami keubahan hidup/pembaharuan dari manusia daging menjadi manusia rohani; artinya mempertahankan manusia darah daging dengan delapan belas sifat tabiatnya sehingga dicap 666, menjadi sama dengan antikris (2 Timotius 3: 1-5).

Inilah yang melanda gereja TUHAN di akhir zaman.
Kita sudah belajar penyucian jantung hati, empedu dan ginjal--perasaan terdalam--, tetapi juga ada penyucian dari punggung yang bungkuk.

Tanda punggung yang bungkuk: ada kekuatiran dalam hidupnya dan banyak pertanyaan soal firman: Masa bisa? Masa mungkin?
Hati-hati kalau banyak pertanyaan tentang firman! Kalau banyak pertanyaan tentang firman, akan banyak air mata, tidak puas sehingga mencari kepuasan di dunia.

Sudah beribadah tetapi tidak puas. Bahaya! Di dalam nikah dan seluruh hidupnya tidak puas sehingga mencari kepuasan semu dan jatuh dalam dosa.
Hidupnya juga tidak berubah; tetap manusia darah daging dengan delapan belas sifat tabiatnya, sekalipun sudah ada di rumah TUHAN--sudah menjadi hamba TUHAN/pelayan TUHAN/anak TUHAN--sehingga dicap 666.

2 Timotius 3: 1-5
3:1. Ketahuilah bahwa pada hari-hari terakhir akan datang masa yang sukar.
3:2. Manusia akan mencintai dirinya sendiri(1) dan menjadi hamba uang(2). Mereka akan membual(3) dan menyombongkan diri(4), mereka akan menjadi pemfitnah(5), mereka akan berontak terhadap orang tua(6) dan tidak tahu berterima kasih(7), tidak mempedulikan agama(8),
3:3. tidak tahu mengasihi(9), tidak mau berdamai(10), suka menjelekkan orang(11), tidak dapat mengekang diri(12), garang(13), tidak suka yang baik(14),
3:4. suka mengkhianat(15), tidak berpikir panjang(16), berlagak tahu(17), lebih menuruti hawa nafsu dari pada menuruti Allah(18).
3:5. Secara lahiriah mereka menjalankan ibadah mereka, tetapi pada hakekatnya mereka memungkiri kekuatannya. Jauhilah mereka itu!

Kita membaca ini, cocokkan dengan hidup kita, kalau ada, lepaskan, jangan sampai bungkuk!
'masa yang sukar'= sukar untuk berubah.

'mencintai dirinya sendiri'= egois.
'pemfitnah'= salah jadi benar, benar jadi salah. Dulu kita dapati di dunia, sekarang ada di rumah TUHAN. Hamba TUHAN yang benar jadi salah, yang salah jadi benar.
Memfitnah ini sampai menghujat; pengajaran benar jadi salah dan sebaliknya.

'mereka akan berontak terhadap orang tua'= hati-hati, ikut koor kaum muda, tetapi berontak pada orang tua. Jangan!
'tidak mempedulikan agama'= mencampuradukkan agama, mempelajari agama lain.
'lebih menuruti hawa nafsu dari pada menuruti Allah'= tidak taat.

'mereka menjalankan ibadah mereka, tetapi pada hakekatnya mereka memungkiri kekuatannya'= ada di dalam ibadah, tetapi tidak berubah hidupnya karena tidak ada pengajaran yang benar--kekuatan ibadah adalah firman pengajaran. Karena itu kegerakan hujan akhir ini dalam pengajaran. Kita sabar, kita memberitakan firman pengajaran yang benar mungkin sekarang dicemooh: Terlalu lama, terlalu keras. Tetapi satu waktu kegerakan ini yang dicari oleh semua orang. Kalau tidak, jantungnya tidak baik, empedunya pahit, ginjalnya sering tertusuk--sungkan, sampai ada ajaran-ajaran palsu--, dan punggungnya bungkuk. Harus disucikan!

Lukas 13: 12-13
13:12. Ketika Yesus melihat perempuan itu, Ia memanggil dia dan berkata kepadanya: "Hai ibu, penyakitmu telah sembuh."
13:13. Lalu Ia meletakkan tangan-Nya atas perempuan itu, dan seketika itu juga berdirilah perempuan itu, dan
memuliakan Allah.

Tadinya waktu bungkuk, ia tidak memuliakan Allah.
Kalau gereja TUHAN dalam keadaan bungkuk rohani, ia tidak bisa memuliakan TUHAN. Apa artinya? Memilukan hati TUHAN, memedihkan hati orang tua--termasuk hati suami, isteri, anak, orang tua di dalam nikah--, membuat keluh kesah seorang gembala.

Ini seperti yang terjadi di zaman Nuh, dan akhirnya manusia dihukum dengan air bah.
Kejadian 6: 5-6
6:5. Ketika dilihat TUHAN, bahwa kejahatan manusia besar di bumi dan bahwa segala kecenderungan hatinya selalu membuahkan kejahatan semata-mata,
6:6. maka menyesallah TUHAN, bahwa Ia telah menjadikan manusia di bumi, dan hal itu memilukan hati-Nya.

Memilukan hati TUHAN, termasuk memedihkan hati orang tua dan membuat keluh kesah gembala= memiliki hati nurani yang cenderung jahat dan najis.

"Membuat keluh kesah gembala atau sebaliknya membuat keluh kesah jemaat. Ini yang saya selalu dididik dan dipesankan oleh guru-guru saya: Jangan menjadi beban bagi jemaat. Menjadi hamba TUHAN itu melepaskan beban jemaat, bukan menjadi beban/keluh kesah jemaat."

Ini akan terjadi, gembala membuat jemaat berkeluh kesah dan sebaliknya karena hati nurani yang cenderung jahat dan najis.
Hati nurani yang jahat dan najis hanya menghasilkan perbuatan-perbuatan yang memilukan hati TUHAN, memedihkan hati orang tua dan sesama--termasuk suami isteri--, membuat keluh kesah gembala--termasuk keluh kesah jemaat--, itulah perbuatan dosa sampai puncaknya dosa seperti yang terjadi pada zaman Nuh, yaitu:

  • Dosa makan minum: merokok, mabuk dan narkoba.
  • Dosa kawin mengawinkan:


    • Dosa percabulan: penyimpangan seks, yaitu laki-laki dengan laki-laki, perempuan dengan perempuan. Ini yang lebih banyak sekarang; lebih berbahaya. Sungguh-sungguh, banyak keluh kesah dan kepedihan hati orang tua.
    • Nikah yang salah:


      • Nikah yang tidak suci. Hati-hati! Jaga permulaan nikah!
      • Nikah yang tidak benar, yaitu kawin campur, kawin cerai dan kawin mengawinkan (seks bebas).
      • Perselingkuhan.

Harus dijaga betul-betul! Pada zaman Nuh sudah terjadi; tidak bisa memuliakan TUHAN--bungkuk rohani karena memiliki hati nurnai yang tidak baik.

Akibatnya: pada zaman Nuh orangnya dihukum dengan air bah, karena dosanya dibiarkan. Akhir zaman akan dihukum dengan api dari langit sampai api neraka selamanya.

Lebih baik dosanya yang dihukum--ini kegerakan Roh Kudus hujan akhir--dan kita hidup kekal bersama TUHAN.

Cara TUHAN menolong orang yang punggungnya bungkuk secara rohani:

  1. 1 Petrus 3: 20-21
    3:20. yaitu kepada roh-roh mereka yang dahulu pada waktu Nuh tidak taat kepada Allah, ketika Allah tetap menanti dengan sabar waktu Nuh sedang mempersiapkan bahteranya, di mana hanya sedikit, yaitu delapan orang, yang diselamatkan oleh air bah itu.
    3:21. Juga kamu sekarang diselamatkan oleh kiasannya, yaitu baptisan--maksudnya bukan untuk membersihkan kenajisan jasmani, melainkan untuk memohonkan hati nurani yang baik kepada Allah--oleh kebangkitan Yesus Kristus,

    Cara TUHAN menolong yang pertama: lewat baptisan air yang benar.
    Yesus rela dibaptis untuk menjadi teladan, supaya kita tidak bungkuk; hati nurani yang tidak baik menjadi baik.

    'tidak taat'= tadi, delapan belas sifat tabiat daging sampai tidak taat.
    'hanya delapan orang'=> sudah ada panjang sabar TUHAN tetapi tidak mau terus, akhirnya sampai tidak bisa bertobat, dan hanya sedikit yang diselamatkan.

    Baptisan air yang benar adalah sesuai dengan firman dan seperti Yesus dibaptis kita dibaptis.
    Yesus rela dibaptis untuk jadi teladan, karena Ia tahu banyak yang akan bungkuk punggungnya--hati nurani yang tidak baik. Harus masuk baptisan air!

    Baptisan air yang benar adalah pembaharuan dari hati nurani yang cenderung jahat menjadi hati nurani yang baik, yaitu hati yang taat dan menghasilkan perbuatan-perbuatan dan perkataan-perkataan yang memuliakan TUHAN dan menyenangkan hati sesama.


  2. Lukas 13: 10
    13:10. Pada suatu kali Yesus sedang mengajar dalam salah satu rumah ibadat pada hari Sabat.

    Cara TUHAN menolong yang kedua: Yesus mengajar di Bait Allah. Ini kegerakan Roh Kudus hujan akhir; kegerakan pembangunan tubuh Kristus yang sempurna.

    Lukas 13: 12
    13:12. Ketika Yesus melihat perempuan itu, Ia memanggil dia dan berkata kepadanya: "Hai ibu, penyakitmu telah sembuh."

    Setiap firman pengajaran yang benar diberitakan, di situ ada aktifitas Yesus sebagai Imam Besar, Raja dan Mempelai Pria Sorga untuk:


    • Aktifitas Yesus yang pertama: 'melihat'= melihat dengan pandangan belas kasihan kepada hamba TUHAN/pelayan TUHAN/anak TUHAN yang menderita karena dosa, bukan menghukum.
      Dosa itu bukan membuat senang, tetapi menderita dan diancam maut/kebinasaan. Tidak ada lain!

      Upah dosa adalah maut. Karena itu Yesus memandang dengan pandangan belas kasih, buktinya: kita tidak dihukum.
      Kalau dengan pandangan seorang hakim pasti dihukum.

      Karena dosa, kita menderita lahir dan batin, bahkan diancam maut, kebinasaan untuk selama-lamanya; satu langkah jaraknya dengan maut, tinggal satu detak jantung, binasa.
      Jangan takut! Kalau dosa-dosa ditunjukkan oleh firman, berarti Yesus memandang dengan belas kasih.


    • Aktifitas Yesus yang kedua: Yesus 'memanggil'= firman pengajaran yang benar menunjukkan dosa-dosa dan keadaan kita--kita terkena firman Allah.
      Kalau firman menunjukkan dosa, itu artinya Yesus membawa kita dekat kepada-Nya--satu langkah jaraknya kita dengan TUHAN; Dia menarik kita dari satu langkah jaraknya dengan maut menjadi dekat dengan Dia.

      Kalau marah saat firman menunjukkan dosa kita, kita akan tambah dekat dengan maut, tetapi kalau mau minta ampun, kita mendekat pada Yesus. Pilih, satu langkah dengan maut atau satu langkah dengan Yesus!
      Kita bisa merasakan suasananya berbeda: kalau dalam dosa, kita satu langkah jaraknya dengan maut--berdebar terus--, tetapi kalau satu langkah jaraknya dengan TUHAN, hati kita damai. Sungguh-sungguh!

      Satu langkah jaraknya dengan Yesus= kita bisa tersungkur di bawah kaki TUHAN untuk mengakui dosa-dosa dan keadaan kita. Kalau kita tidak mengaku dosa, malah menyalahkan orang, biar kita berlutut di lantai, itu bukan tersungkur tetapi keras hati/tinggi hati. Tetapi kalau tersungkur, sekalipun tidak bisa berlutut, itu merendahkan diri--mengaku dosa kepada TUHAN dan sesama dengan sejujur-jujurnya.

      'hai ibu penyakitmu sembuh'= 'dosamu diampuni.'
      Markus 2: 9
      2:9. Manakah lebih mudah, mengatakan kepada orang lumpuh ini: Dosamu sudah diampuni, atau mengatakan: Bangunlah, angkatlah tilammu dan berjalan?

      Kalau mengaku, dosa kita akan diampuni oleh darah Yesus. Tetapi sayang, setelah diampuni, berbuat dosa lagi.
      Setelah mengaku dosa, jangan berbuat dosa lagi, dan lanjutkan, kembali pada kehendak TUHAN--taat dengar-dengaran--, sehingga kita tidak berbuat dosa/mengulangi dosa lagi.

      Inilah tersungkur di bawah kaki TUHAN; kita mengulurkan tangan pada TUHAN; sudah menyerahkan semua kepada TUHAN. Karena itu TUHAN juga bisa mengulurkan tangan pada kita, karena kita sudah satu langkah jaraknya dengan Dia--tersungkur di bawah kaki TUHAN, mengaku dosa, diampuni dan taat dengar-dengaran. Tadi menyerahkan dosa, sekarang menyerahkan hidup kepada TUHAN.


    • Aktifitas Yesus yang ketiga: Yesus mengulurkan tangan kepada kita.
      Sekeras apapun pemberitaan firman, itu adalah pandangan belas kasih TUHAN; panggilan TUHAN kepada kita yang satu langkah jaraknya dengan maut; dan uluran tangan TUHAN.
      Keadaan dan dosa kita ditunjukkan, kita tersungkur di bawah kaki TUHAN, diampuni, taat dengar-dengaran dan tidak berbuat dosa lagi; kita mengulurkan tangan kepada TUHAN dan Dia mengulurkan tangan kepada kita.

      Lukas 13: 13
      13:13. Lalu Ia meletakkan tangan-Nya atas perempuan itu, dan seketika itu juga berdirilah perempuan itu, dan memuliakan Allah.

      TUHAN mengulurkan tangan untuk menebus, menyucikan dan memulihkan kita, sehingga kita bisa berdiri tegak untuk memuliakan TUHAN.
      Berdiri tegak= kuat teguh hati; tidak ada pertanyaan lagi.

      Kuat tegu hati, artinya:


      • Tidak kecewa, putus asa dan tinggalkan TUHAN menghadapi apapun juga.
      • Tidak ada kekuatiran dan kebimbangan.
      • Hanya percaya dan mempercayakan diri kepada TUHAN; hanya menyembah TUHAN.
      • Tetap setia dan berkobar dalam ibadah pelayanan kepada TUHAN.
        Banyak yang tidak melayani lagi karena ada masalah. Jangan!


      • Tetap berpegang teguh pada pengajaran yang benar dan taat dengar-dengaran.


      Ini yang dipakai dalam kegerakan Roh Kudus hujan akhir.
      Kuat dan teguh hati adalah mujizat secara rohani; punggung yang bungkuk jadi tegak kembali.
      Kalau belajar dari Tabernakel, papan-papan jenang dari kayu disatukan--itulah tubuh Kristus--, syaratnya: tegak, tidak boleh miring sedikitpun, supaya angin jangan masuk. Ini yang dipakai dalam kegerakan Roh Kudus hujan akhir, bukan soal pintar atau bodoh, kaya atau miskin.

      Kalau miring sedikit, angin masuk, akan roboh dan hancur. Harus tegak 90 derajat!

      Kuat teguh hati malam ini menghadapi apapun juga, supaya kita dipakai lebih nyata dalam kegerakan Roh Kudus hujan akhir.

      "Siapa tahu tahun depan bisa diadakan persekutuan internasional. Syaratnya hanya tegak, tidak ada yang lain. Memang ada kesucian, tetapi di sini sudah dalam keubahan hidup.
      Kalau miring, nanti angin masuk, ular juga masuk. Mau mengadakan ibadah: Nanti...kalau...., itu angin sudah masuk.
      Seperti tadi murid saya, dia yang cerita. Mau mengadakan ibadah kebangunan rohani, sudah proposal duluan, mau jualan. Dia katakan: 'Bagaimana itu, Om? Saya malu.' Awalnya saya bilang: 'Kamu harus datang,' tetapi setelah tahu seperti itu, saya malu juga. Ini gejala sudah tidak tegak lagi. Mari, sungguh-sungguh hari-hari ini, sudah banyak yang miring hari-hari ini. Hati-hati!
      "

      Kalau mujizat rohani terjadi--sudah kuat teguh hati--, maka mujizat jasmani juga terjadi:


      • TUHAN sanggup menyelesaikan semua masalah sampai yang mustahil.
      • Bahkan ditambah, semua jadi baik bahkan terbaik. Seperti Maria yang duduk di bawah kaki TUHAN sekalipun diolok oleh Marta, padahal dia sedang mendengar firman--sedang tegak--, dan TUHAN membela Maria.

        Lukas 10: 39, 42
        10:39. Perempuan itu mempunyai seorang saudara yang bernama Maria. Maria ini duduk dekat kaki Tuhan dan terus mendengarkan perkataan-Nya,
        10:42. tetapi hanya satu saja yang perlu: Maria telah
        memilih bagian yang terbaik, yang tidak akan diambil dari padanya."

        TUHAN sanggup menjadikan semua baik, berhasil dan indah pada waktunya, sampai sempurna--'tidak akan diambil dari padanya.'


      Jika TUHAN datang kembali, kita diubahkan menjadi sempurna seperti Dia untuk menikmati hidup kekal selamanya.

Mari, memang kita harus menghadapi. Maria sudah baik, tetapi masih dicaci. Mungkin seperti perempuan tadi yang bungkuk. Memang seperti itulah ikut TUHAN, apalagi dalam kegerakan hujan akhir ini. Setan sedang gencar-gencarnya mengganggu kita.
Tetapi, mari tetap tegak! Jangan putus asa dan kecewa sekalipun belum ditolong.

Dengar baik-baik, dalam kegerakan hujan akhir terlalu banyak gangguannya. Tetapi hadapi dengan tegak saja! Kalau diolok, diam saja, jangan banyak bicara.

"Saya dulu banyak salah bicara. Sekarang diam saja. Orang bilang itu gara-gara saya, lalu ada orang mengajak saya kumpul, saya bilang: itu makar, saya bukan pengurus lagi. Jangan!"

Mari sungguh-sungguh, diam saja. Yang penting tegak, mau menghadapi langit apapun, tetap tegak. Langit tidak selalu biru, jalan tidak selalu rata--ada lembah dan lain-lain--, tetap tegak dan banyak menyembah. TUHAN pasti selesaikan semua dan memberikan yang terbaik sampai sempurna, untuk layak menyambut kedatangan-Nya kedua kali di awan-awan yang permai.

Menyerah sepenuh pada TUHAN! Kaum muda, jangan takut masa depan dan lain-lain, yang penting tegak!
Memang banyak tantangan dan rintangan dari dalam rumah tangga, kehidupan kita--daging--, dan dari luar. TUHAN tolong kita.

Apa yang mustahil, tidak bisa dipikir, tidak bisa dikerjakan, sudah saatnya tersungkur; satu langkah jaraknya dengan TUHAN, supaya Dia bisa menjamah kita.
Kita hanya tegak, kuat teguh hati, itu saja. Percaya dan menyerah sepenuh kepada TUHAN. Mungkin tidak ada yang tahu, tetapi TUHAN tahu semuanya. Memang bnayak angin ribut dan gelombang, tetapi tangan TUHAN sanggup meneduhkan semua. Ia sanggup menyelesaikan semua, menjadikan semua berhasil dan baik, bahkan sempurna selamanya.

TUHAN memberkati.

kembali ke halaman sebelumnya
IBADAH RUTIN DI MALANG

Minggu jam 06:50 (Ibadah Raya)
Minggu jam 10:15 (Ibadah Sekolah Minggu)
Selasa jam 17:15 (Ibadah Pendalaman Alkitab)
Rabu jam 07:30 (Ibadah Kaum Wanita)
Kamis jam 17:15 (Ibadah Doa Penyembahan)
Sabtu jam 17:15 (Ibadah Kaum Muda Remaja)

IBADAH RUTIN DI MEDAN
Royal Room Hotel Danau Toba Internasional
Jl. Imam Bonjol Medan

Minggu, jam 19:00 (Ibadah Raya)
Senin, jam 09:00 (Ibadah Pendalaman Alkitab)
Senin, jam 17:30 (Ibadah Pendalaman Alkitab)

IBADAH RUTIN DI SURABAYA

Minggu jam 09:30 (Ibadah Sekolah Minggu)
Minggu jam 10:55 (Ibadah Raya)
Rabu jam 17:30 (Ibadah Pendalaman Alkitab)
Jumat jam 17:30 (Ibadah Doa Penyembahan)


IBADAH RUTIN DI JAKARTA
Jl. Patra Kuningan XIV no.4
Jakarta Selatan
Sabtu, jam 09:00 (Ibadah Pendalaman Alkitab)

IBADAH KUNJUNGAN
  • 27-28 November 2018
    (Ibadah Kunjungan di Palopo)

  • Desember 2018
    (Ibadah Natal Kunjungan di Palangkaraya)

  • Desember 2018
    (Ibadah Natal Kunjungan di Kupang)

  • 05 Desember 2018
    (Ibadah Natal di Mojoagung)

  • 21 Desember 2018
    (Ibadah Natal di Pare (Sore))

  • 21 Desember 2018
    (Ibadah Natal di Jatipasar (Pagi))

  • 24 Desember 2018
    (Ibadah Natal di Square Ballroom Surabaya)

  • 25 Desember 2018
    (Ibadah Natal di Kartika Graha Malang)

  • 26 Desember 2018
    (Ibadah Natal di Bondowoso)

  • Februari 2019
    (Ibadah Kunjungan di Chennai, India)

All Right Reserved Gereja Pantekosta Tabernakel "KRISTUS KASIH"
Jln. Simpang Borobudur 27 Malang | Telp: (0341) 496949 | Fax: (0341) 476751 » Lihat Peta Gereja Kami di Malang
Jln. WR Supratman 4 Surabaya | Telp. 08123300378 » Lihat Peta Gereja Kami di Surabaya
hubungi kami | email: info@gptkk.org | sitemap | top