English Language | Form Penggembalaan
RINGKASAN KOTBAH IBADAH RUTIN DAN IBADAH KUNJUNGAN
RINGKASAN LAINNYA

Ibadah Pendalaman Alkitab Malang, 19 Januari 2012 (Kamis Sore)
Matius 26:57-68 judulnya adalah SAKSI dan KESAKSIAN.

Matius 26:57-58

Ibadah Doa Semalam Suntuk Session II Malang, 04 Juni 2014 (Rabu Dini Hari)
Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Keluaran 17-18 dalam susunan tabernakel terkena pada pelita emas.
Keluaran...

Ibadah Doa Malang, 10 Februari 2009 (Selasa Sore)
Digabung dengan ibadah doa puasa session III

Matius 24:29-31, adalah keadaan pada waktu kedatangan...

Ibadah Raya Malang, 06 Mei 2018 (Minggu Pagi)
Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Wahyu 7:4-8
7:4 Dan aku...

Ibadah Raya Malang, 17 Januari 2010 (Minggu Pagi)
IBADAH PENYERAHAN ANAK

1 Petrus 1:23-25, ada 2 macam makanan...

Ibadah Doa Malam Session I Malang, 08 Juli 2014 (Selasa Malam)
Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Kita belajar tentang pintu kemah.
Keluaran...

Ibadah Pendalaman Alkitab Malang, 07 Januari 2010 (Kamis Sore)
Matius 24:43-44, kita harus berjaga-jaga supaya tidak masuk penghukuman...

Ibadah Doa Surabaya, 09 April 2014 (Rabu Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayang-Nya Tuhan kita Yesus Kristus. Selamat malam, selamat mendengarkan firman Tuhan, biarlah damai...

Ibadah Pendalaman Alkitab Malang, 29 Juli 2014 (Selasa Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Kita masih membahas Wahyu 1:17-20.
Wahyu 1:17
1:17...

Ibadah Pendalaman Alkitab Malang, 31 Maret 2016 (Kamis Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Wahyu 3:21-22
3:21 Barangsiapa menang, ia akan Kududukkan bersama-sama...

Ibadah Pendalaman Alkitab Surabaya, 07 September 2015 (Senin Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayangnya TUHAN kita Yesus Kristus. Selamat malam, selamat mendengarkan firman TUHAN. Biarlah damai...

Ibadah Doa Surabaya, 03 April 2013 (Rabu Sore)
Matius 28 dalam susunan tabernakel ini menunjuk kepada SHEKINAH GLORY/SINAR KEMULIAAN.

Matius 28 terbagi menjadi 3 bagian yaitu

Matius 28 : 1-10 tentang “kebangkitan Yesus” =...

Ibadah Doa Puasa Malang Session I, 23 Desember 2008 (Selasa Pagi)
Seorang hamba Tuhan atau pelayan Tuhan harus berada dalam sistem penggembalaan. Di dalam sistem penggembalaan,...

Ibadah Raya Malang, 19 Oktober 2008 (Minggu Pagi)
Matius 24:26-31 adalah nubuat yang kelima tentang kedatangan Yesus yang kedua kali, dibagi...

Ibadah Raya Malang, 09 Desember 2012 (Minggu Pagi)
Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Matius 28 menunjuk tentang "Shekinah Glory"...


TRANSKRIP LENGKAP

Doa Surabaya (Rabu, 26 November 2014)
Tayang: 10 Mei 2019
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 24 November 2014)
Tayang: 10 Mei 2019
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 23 November 2014)
Tayang: 07 Januari 2019
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 19 November 2014)
Tayang: 07 Januari 2019
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 17 November 2014)
Tayang: 07 Januari 2019
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 09 November 2014)
Tayang: 22 Agustus 2018
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 05 November 2014)
Tayang: 04 Juni 2018
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 03 November 2014)
Tayang: 04 Juni 2018
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 02 November 2014)
Tayang: 03 Maret 2018
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 20 Oktober 2014)
Tayang: 13 Desember 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 13 Oktober 2014)
Tayang: 13 Desember 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 12 Oktober 2014)
Tayang: 24 Oktober 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 08 Oktober 2014)
Tayang: 18 September 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 06 Oktober 2014)
Tayang: 05 September 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 05 Oktober 2014)
Tayang: 05 September 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 01 Oktober 2014)
Tayang: 05 September 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 29 September 2014)
Tayang: 24 Juni 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 21 September 2014)
Tayang: 19 Mei 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 17 September 2014)
Tayang: 29 April 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 15 September 2014)
Tayang: 29 April 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]



Untuk Koneksi Lambat, silahkan buka http://id.gptkk.org
Transkrip lengkap dari ibadah penggembalaan di Malang dan Surabaya, semuanya di bawakan oleh gembala sidang Pdt. Widjaja Hendra.

Silahkan kontak ke info@gptkk.org apabila bapak/ibu/sdr/sdri ada pertanyaan atau mungkin ingin berlangganan majalah Manna dan silahkan kirim email ke widjaja_h [at] yahoo.com apabila ingin konsultasi pribadi dengan bapak gembala
silahkan ganti tanda [at] dengan @
Cari ringkasan:   
[versi cetak]
Cari rekaman ibadah ini di: http://www.kabarmempelai.org
Ibadah Doa Surabaya, 26 November 2014 (Rabu Sore)

Salam sejahtera dalam kasih sayangnya Tuhan kita Yesus Kristus. Selamat malam, selamat mendengarkan Firman Tuhan. Biarlah damai sejahtera, kasih karunia dan bahagia dari Tuhan senantiasa dilimpahkan di tengah-tengah kita sekalian.

Kita masih berada dalam kitab Wahyu 2-3.
Dalam susunan Tabernakel, ini menunjuk tentang tujuh kali percikkan darah di depan Tabut Perjanjian.
Ini sama dengan tujuh surat yang ditujukan kepada tujuh sidang jemaat bangsa kafir = penyucian terakhir yang dilakukan oleh Tuhan kepada tujuh sidang jemaat bangsa kafir (sidang jemaat akhir zaman) supaya sidang jemaat bangsa kafir menjadi sempurna, tidak bercacat cela seperti Yesus dan menjadi mempelai wanita Surga yang siap menyambut kedatangan Yesus kedua kali di awan-awan yang permai.

Tujuh sidang jemaat bangsa kafir yang mengalami percikkan darah adalah
:

  1. sidang jemaat EFESUS (Wahyu 2: 1-7) (sudah diterangkan mulai dari Ibadah Raya Surabaya, 27 Juli 2014 sampai Ibadah Raya Surabaya, 07 September 2014). Sidang jemaat Efesus harus kembali pada kasih mula-mula supaya bisa kembali ke Firdaus.


  2. sidang jemaat di SMIRNA (Wahyu 2: 8-11) yang mengalami penderitaan, tetapi Tuhan katakan untuk tidak takut dalam penderitaan dan setia sampai mati (sudah diterangkan mulai dari Ibadah Raya Surabaya, 14 September 2014 sampai Ibadah Raya Surabaya, 09 November 2014).


  3. sidang jemaat di PERGAMUS (Wahyu 2: 12-17) (diterangkan mulai dari Ibadah Pendalaman Alkitab Surabaya, 17 November 2014).

AD. 3. SIDANG JEMAAT PERGAMUS

Wahyu 2: 14-16
2: 14. Tetapi Aku mempunyai beberapa keberatan terhadap engkau: di antaramu ada beberapa orang yang menganut
ajaran Bileam, yang memberi nasihat kepada Balak untuk menyesatkan orang Israel, supaya mereka makan persembahan berhala dan berbuat zinah.
2: 15. Demikian juga ada padamu orang-orang yang berpegang kepada
ajaran pengikut Nikolaus.
2: 16. Sebab itu bertobatlah! Jika tidak demikian, Aku akan segera datang kepadamu dan Aku akan memerangi mereka dengan pedang yang di mulut-Ku ini.


Penyucian terakhir bagi sidang jemaat Pergamus adalah di dalam sidang jemaat Pergamus ADA AJARAN-AJARAN SESAT ajaran Bileam dan Nikolaus) yang mengarah kepada penyembahan berhala dan perzinahan/percabulan.
Jadi, sudah jelas, pengajaran palsu mengarah pada penyembahan berhala/penyembahan palsu yang puncaknya mengarah pada penyembahan kepada antikris.

Nanti, antikris akan berkuasa selama 3,5 tahun di bumi dan dia akan disembah oleh manusia di dunia ini termasuk hamba Tuhan/anak Tuhan yang tertinggal pada jaman antikris.

Praktik penyembahan palsu/penyembahan antikris:

  1. Wahyu 13: 13-15
    13: 13
    Dan ia mengadakan tanda-tanda yang dahsyat, bahkan ia menurunkan api dari langit ke bumi di depan mata semua orang.
    13: 14 Ia menyesatkan mereka yang diam di bumi dengan tanda-tanda, yang telah diberikan kepadanya untuk dilakukannya di depan mata binatang itu. Dan ia menyuruh mereka yang diam di bumi, supaya mereka mendirikan patung untuk
    menghormati binatang yang luka oleh pedang, namun yang tetap hidup itu.
    13: 15 Dan kepadanya diberikan kuasa untuk memberikan nyawa kepada patung binatang itu, sehingga patung binatang itu berbicara juga, dan bertindak begitu rupa, sehingga semua orang, yang tidak menyembah patung binatang itu, dibunuh.


    Praktik penyembahan palsu yang pertama: 'ia mengadakan tanda-tanda yang dahsyat, bahkan ia menurunkan api dari langit' = pandangan/MATA hanya tertuju pada perkara-perkara jasmani, berkat-berkat dan mujizat-mujizat jasmani.
    Ini yang sekarang dikejar-kejar oleh gereja Tuhan.
    Akibatnya: bisa disesatkan dan menyembah antikris.

    Sekarang kita lihat, di televisi banyak dukun-dukun yang bisa menyembuhkan penyakit. Oleh sebab itu, jika kita hanya melihat mujizat/tanda jasmani, maka kita bisa tersesat.

    Nanti, antikris dan nabi palsu bisa mendatangkan api dari langit, sehingga banyak menyembah dan mengagungkan kehebatannya. Oleh sebab itu, kita harus hati-hati.


  2. Wahyu 13: 16-18
    13: 16 Dan ia menyebabkan, sehingga kepada semua orang, kecil atau besar, kaya atau miskin, merdeka atau hamba, diberi tanda pada tangan kanannya atau pada dahinya,
    13: 17 dan tidak seorangpun yang dapat
    membeli atau menjual selain dari pada mereka yang memakai tanda itu, yaitu nama binatang itu atau bilangan namanya.
    13: 18 Yang penting di sini ialah hikmat: barangsiapa yang bijaksana, baiklah ia menghitung bilangan binatang itu, karena bilangan itu adalah bilangan seorang manusia, dan bilangannya ialah enam ratus enam puluh enam.


    'membeli atau menjual' = ada jual beli.
    Praktik penyembahan palsu yang kedua, HATI DAN PIKIRAN dimeterai/dicap oleh roh jual beli (rohnya antikris).
    Buktinya:


    • sering mengorbankan perkara rohani untuk mendapatkan perkara yang jasmani.
      Contoh:


      1. mengorbankan Firman, artinya: Firman berkata 'tidak boleh', tapi dia berkata 'boleh', untuk mendapat yang jasmani.
      2. Esau mengorbankan hak kesulungan untuk mendapatkan sepiring kacang merah. Esau sering mengorbankan perkara rohani untuk mendapatkan perkara jasmani.


    • kikir dan serakah.
      Kikir: tidak bisa memberi
      Serakah: merampas hak orang lain, terutama haknya Tuhan (perpuluhan dan persembahan khusus).

      Ini yang mengarah pada pada penyembahan antikris, yaitu hati dan pikirannya dicap oleh roh jual beli.


    • memperjual belikan kurban Kristus.
      Waktu di halaman Bait Allah, mereka menjual lembu dan lain-lain yang merupakan binatang korban.
      Sekarang artinya, memperjual belikan kurban Kristus. Ini sama dengan mempertahankan dosa atau jatuh bangun dalam dosa sampai puncaknya dosa (dosa makan minum dan kawin-mengawinkan).


  3. Wahyu 13: 5-6
    13: 5 Dan kepada binatang itu diberikan mulut, yang penuh kesombongan dan hujat; kepadanya diberikan juga kuasa untuk melakukannya empat puluh dua bulan lamanya.
    13:6. Lalu ia membuka mulutnya untuk
    menghujat Allah, menghujat nama-Nya dan kemah kediaman-Nya dan semua mereka yang diam di sorga.

    42 bulan = 3,5 tahun masa antikris berkuasa di bumi ini.
    Praktik penyembahan palsu yang ketiga: MULUT menghujat, dimulai dari:


    • memfitnah orang-orang benar/kudus ('mereka yang diam di sorga').
      Hati-hati dengan mulut!
      Memfitnah = yang benar jadi salah, yang salah jadi benar.


    • 'menghujat Allah dan nama-Nya'= menghujat Tuhan.
    • 'menghujat kemah kediaman-Nya'= menghujat pengajaran Tabernakel (kemah kediaman Tuhan adalah Tabernakel).

      Kalau menghujat, maka pengajaran yang benar dikatakan tidak benar malah diolok-olok, sedangkan pengajaran yang tidak benar malah dibela.
      Sekali lagi, hati-hati, sebab Ini sering kali terjadi!

Inilah praktik penyembahan antikris dan Tuhan mau mengadakan penyucian terakhir. Tuhan tampil dengan pedang untuk menyucikan sidang jemaat Pergamus, sebab terdapat 2 ajaran sesat di sana yang menuju pada penyembahan berhala/palsu atau penyembahan kepada antikris dan persundalan dengan 3 praktik, mulai dari mata (pandangan), hati-pikiran dan mulutnya.

Ini yang harus kita jaga, yaitu menjaga mata/pandangan, hati-pikiran dan mulut.
Kalau kita tidak menjaga, kita akan menuju penyembahan antikris.

Penyembahan yang benar juga terjadi lewat pekerjaan benar.
Malam ini, kita mohon, jangan sampai kita masuk dalam penyembahan palsu/penyembahan kepada antikris, tetapi kita benar-benar menjadi penyembah-penyembah benar, sesuai dengan kehendak Tuhan.

Yohanes 4: 23-24
4: 23 Tetapi saatnya akan datang dan sudah tiba sekarang, bahwa penyembah-penyembah benar akan menyembah Bapa dalam roh dan kebenaran; sebab Bapa menghendaki penyembah-penyembah demikian.
4: 24 Allah itu Roh dan barangsiapa menyembah Dia, harus menyembah-Nya dalam roh dan kebenaran."

Penyembahan yang benar didorong oleh Roh dan kebenaran.
Roh: urapan Roh Kudus.
Kebenaran: Firman Pengajaran yang benar/Firman Penyucian = Firman yang lebih tajam dari pedang bermata dua.

Yohanes 17: 17
17: 17 Kuduskanlah mereka dalam kebenaran: Firman-Mu adalah kebenaran.

'Kuduskanlah mereka dalam kebenaran'= kebenaran adalah sesuatu yang menyucikan.
'Firman-Mu adalah kebenaran'= Firman Tuhan adalah kebenaran.
Kalau digabungkan, Firman yang menyucikan/Firman penyucian sama dengan kebenaran.

Jadi penyembahan yang benar didorong oleh Firman Pengajaran benar/Firman penyucian dalam urapan Roh Kudus = Firman yang lebih tajam dari pedang bermata dua.

Apa yang harus disucikan?
Yaitu: hati, mata/pandangan dan mulut (seperti diterangkan di atas):

  1. Hakim-Hakim 3: 16-17, 21-22
    3: 16 Dan Ehud membuat pedang yang bermata dua, yang panjangnya hampir sehasta, disandangnyala itu dibawah pakaiannya, pada pangkal paha kanannya."
    3: 17 Kemudian ia menyampaikan upeti kepada Eglon, raja Moab. Adapun Eglon itu seorang yang
    sangat gendut.
    3: 21 Kemudian Ehud mengulurkan tangan kirinya, dihunusnya pedang itu dari pangkal paha kanannya dan ditikamnya ke
    perut raja,
    3: 22 sehingga hulunya beserta mata pedang itu masuk.
    Lemak menutupi mata pedang itu sebab pedang itu tidak dicabutnya dari perut raja. Lalu keluarlah ia melalui pintu belakang.

    'perut'= perut hati= hati dan pikiran.
    Di sini, Pedang menusuk perut hati dan mengeluarkan lemak.
    Jadi, yang pertama harus disucikan adalah perut HATI yang berisi lemak. Lemak ini harus dikeluarkan, jangan ditimbun!

    Apa itu lemak secara rohani?
    Imamat 3: 16-17
    3: 16 Imam harus membakar semuanya itu di atas mezbah sebagai santapan berupa korban api-apian menjadi bau yang menyenangkan. Segala lemak adalah kepunyaan TUHAN.
    3: 17 Inilah suatu ketetapan untuk selamanya bagi kamu turun-temurun disegala tempat kediamanmu, janganlah sekali-kali kamu makan lemak dan darah."

    lemak adalah kepunyaan Tuhan, yaitu perpuluhan dan persembahan khusus.
    Sering kali, ini yang ditimbun di perut hati. Kembalikanlah milik Tuhan jangan dimakan!
    Kalau dimakan (mengambil milik Tuhan), akibatnya:


    • secara jasmani: bisa terkena penyakit kolesterol.
    • 1 Samuel 4: 15, 18
      4: 15 Eli sudah sembilan puluh delapan tahun umurnya dan matanya sudah bular, sehingga ia tidak dapat melihat lagi.
      4: 18 Ketika disebutnya tabut Allah itu, jatuhlah eli terlentang dari kursi disebelah pintu gerbang,
      batang lehernya patah dan ia mati. Sebab telah tua dan gemuk orangnya. Empat puluh tahun lamanya ia memerintah sebagai hakim atas orang Israel.

      Eli sama dengan raja Eglon yang gendut dan banyak lemak yang belum dikeluarkan.
      Akibat secara rohani:


      1. 'matanya sudah bular', artinya:


        1. bagi seorang hamba Tuhan: tidak ada pembukaan Firman, kering rohani dan lapar.
        2. bagi jemaat: tidak bisa mengerti pembukaan Firman atau tidak bisa makan Firman Allah, sehingga benar-benar lapar dan kering rohani.


      2. 'batang lehernya patah' = tidak bisa menyembah Tuhan.
        Leher adalah hubungan yang paling dekat antara kepala (Tuhan) dengan tubuh (kita).
        Kalau tidak bisa menyembah Tuhan, akibatnya: ia akan di paksa untuk menyembah antikris dan binasa selamanya.


    Itu sebabnya, hati dan pikiran kita perlu ditusuk dengan pedang Firman, supaya segala lemak dikeluarkan.
    Kalau kita mengembalikan perpuluhan dan persembahan khusus, ini sama dengan membakar lemak yang menjadi persembahan berbau harum di hadapan Tuhan atau penyembahan yang berbau harum dihadapan Tuhan.

    Mari, ada penyembahan palsu/penyembahan antikris, tetapi sekarang, Tuhan datang dengan pedang Firman kepada kita semua (dulu kepada sidang jemaat Pegamus), supaya kita disucikan mulai dari perut hati.
    Jangan menimbun lemak, tetapi bakar lemak itu, supaya menjadi penyembahan berbau harum di hadapan Tuhan dan kita tidak masuk dalam penyembahan antikris.


  2. Matius 5: 29
    5: 29 Maka jika matamu yang kanan menyesatkan engkau, cungkillah dan buanglah itu, karena lebih baik bagimu jika satu dari anggota tubuhmu binasa, dari pada tubuhmu dengan utuh dicampakkan ke dalam neraka.

    'cungkillah' = dengan menggunakan pedang.
    Yang kedua yang harus disucikan adalah MATA kanan/pandangan.
    Mengapa mata kanan? Sebab ada kaitan dengan Yesus sebagai Imam Besar yang duduk di sebelah kanan takhta Allah Bapa.
    Mata kanan disucikan, sehingga pandangan kita hanya tertuju pada Yesus sebagai Imam Besar, Gembala Agung dan Raja yang duduk di sebelah kanan takhta Allah Bapa.

    Jangan pandangan kita kepada yang di dunia ini atau kepada manusia siapapun, karena kita bisa benar-benar kecewa dan disesatkan sampai pada antikris.


  3. Mazmur 149: 6, 1-2
    149: 6 Biarlah pujian pengagungan Allah ada dalam kerongkongan mereka, dan pedang bermata dua ditangan mereka
    149: 1 Haleluya! Nyanyikanlah bagi Tuhan nyanyian baru! Pujilah Dia dalam jemaah orang-orang saleh.
    149: 2 Biarlah Israel bersukacira atas yang menjadikannya, biarlah bani Sion bersorak-sorak atas raja mereka!

    'kerongkongan'= ada pada mulut.
    Yang ketiga yang disucikan adalah MULUT disucikan supaya bisa menyembah Yesus sebagai Imam Besar, Gembala Agung dan Raja segala raja dengan 'Haleluya'.

    Penyembahan dengan 'Haleluya' = nyanyian baru yang merupakan pengalaman pribadi kita masing-masing dalam mengikut Tuhan.
    Ada pengalaman kematian (di lembah) dan ada pengalaman kebangkitan (di gunung).

    "Sudah sering saya terangkan berupa praktik, kalau saudara mengalami ekonomi merosot, lagi sakit, dalam pengalaman kematian, maka 'Haleluya'-nya dengan keprihatinan dan tetesan air mata. Tetapi, saat kita diberkati, ditolong, dalam pengalaman kebangkitan, maka 'Haleluya'-nya sudah berbeda, bahagia dan penuh ucapan syukur, sekalipun ada tangisan."

    Kalau digabung, penyembahan saat di lembah dan di gunung ini adalah nyanyian baru, nyanyian kemuliaan, nyanyian penyembahan dalam kemuliaan atau menyembah Yesus Sang Raja dalam kemuliaan dengan 'Haleluya'.

    Kalau ada penyembahan pada Sang Raja, hasilnya:


    • Zakharia 14: 17-18
      14: 17 Tetapi bila mereka dari kaum-kaum di bumi tidak datang ke Yerusalem untuk sujud menyembah kepada Raja, TUHAN semesta alam, maka kepada mereka tidak akan turun hujan.
      14: 18 Dan jika kaum Mesir tidak datang dan tidak masuk menghadap, maka kepada mereka
      akan turun tulah yang ditimpakan TUHAN kepada bangsa-bangsa yang tidak datang untuk merayakan hari raya Pondok Daun.

      Kalau tidak menyembah, tidak akan turun hujan (kering) dan tulah yang turun.
      Tetapi, kalau menyembah, Sang Raja, hasil pertama adalah Sang Raja akan menurunkan hujan berkat dari Surga yang tidak bisa dihalangi oleh siapapun (LANGIT TERBUKA) dan ada perlindungan dari Tuhan atas kehidupan kita dari celaka, mara bahaya di dunia, dosa-dosa, puncaknya dosa, ajaran palsu sampai antikris sampai dan hukuman Tuhan tidak bisa menimpa kita.
      Jaga 3 hal ini, yaitu perut hati, mata/pandangan (hanya memandang kepada Tuhan) dan mulut (kita bisa menyembah dengan nyanyian baru 'Haleluya').

      Kita benar-benar merasakan perlindungan dari Tuhan (tulah tidak turun), kita aman dan mengalami damai sejahtera (tenteram dan aman).

      Hujan berkat dari Surga adalah:


      1. hujan berkat jasmani untuk memelihara kehidupan kita di tengah ketandusan padang gurun dunia,
      2. hujan berkat rohani berupa Firman, Roh Kudus dan kasih Allah untuk memelihara kehidupan rohani kita, sehingga:


        1. kita selalu mengalami kepuasan dan kebahagiaan Surga di tengah ketandusan padang gurun, sebab di padang pasir yang tandus ini, banyak yang haus.
          Kalau kita mengalami kepuasan dari Surga, kita tidak perlu lagi mencari kepuasan dunia dan jatuh dalam dosa.


        2. Dunia akhir jaman akan kembali pada jaman Nuh, yaitu dosa makan minum dan kawin mengawinkan.
          Tetapi, kalau ada hujan berkat rohani, maka hidup rohani kita akan dipelihara supaya tetap hidup benar, suci dan berkenan kepada Tuhan di tengah kenajisan dunia.


      3. hujan berkat rumah tangga, sehingga rumah tangga kita menjadi rumah doa = rumah kita menjadi home sweet home atau menjadi tempat yang dirindukan, ada kebahagiaan dalam rumah tangga, sehingga kita mengalami suasana Firdaus. Kalau rumah tangga penuh dengan barang mewah, belum tentu menjadi tempat yang dirindukan.

        Kalau menjadi rumah doa, sekalipun dunia ini berada dalam kutukan, maka rumah tangga bisa bersuasana Firdaus.


    • 2 Petrus 1: 16-18
      1: 16 S
      ebab kami tidak mengikuti dongeng-dongeng isapan jempol manusia, ketika kami memberitahukan kepadamu kuasa dan kedatangan Tuhan kita, Yesus Kristus sebagai raja, tetapi kami adalah saksi mata dari kebesaran-Nya.
      1: 17 Kami menyaksikan, bagaimana Ia
      menerima kehormatan dan kemuliaan dari Allah Bapa, ketika datang kepada-Nya suara dari Yang Mahamulia, yang mengatakan: "Inilah Anak yang Kukasihi, kepada-Nyalah Aku berkenan."
      1: 18
      Suara itu kami dengar datang dari sorga, ketika kami bersama-sama dengan Dia di atas gunung yang kudus.

      Ini pengalaman Petrus waktu naik ke gunung bersama dengan Tuhan.
      'Suara itu kami dengar datang dari sorga'= SURGA TERBUKA.
      Petrus, Yohanes dan Yakobus diajak naik ke atas gunung dan mereka melihat Yesus ditampilkan dalam kemuliaan sebagai Raja, Surga terbuka dan ada sinar kemuliaan yang turun.

      Tadi, Surga terbuka, ada suara dari Surga disertai kemuliaan dari Surga, 'Inilah Anak yang Kukasihi, kepada-Nyalah Aku berkenan'.
      Artinya: pintu Surga terbuka, langit terbuka, dan sinar kemuliaan akan disinarkan atas kehidupan kita yang menyembah Dia Sang Raja untuk mengubahkan kehidupan kita dari manusia daging menjadi manusia rohani seperti Yesus (mujizat terbesar). Inilah hasil kedua kalau kita menyembah Yesus sebagai Raja.

      Keubahan dimulai dari apa?
      Saat Yesus di atas gunung, tiba-tiba wajah-Nya berkilau-kilau bagaikan matahari terik. Kita juga, wajah kita berubah.
      Wajah = hati. Jadi, keubahan dimulai dari hati.

      Ayo malam ini, kalau langit terbuka, sinar kemuliaan turun dan menyinari kita dari Surga, mari kita berubah, mulai dari wajah atau hati.
      Kalau hati takut, maka mukanya pucat. Kalau hati marah, mukanya merah.

      Matius 11: 28-29
      11: 28 Marilah kepada-Ku, semua yang letih lesu dan berbeban berat, Aku akan memberi kelegaan kepadamu.
      11: 29 Pikullah kuk yang Kupasang dan belajarlah pada-Ku, karena Aku
      lemah lembut dan rendah hati dan jiwamu akan mendapat ketenangan.

      Jangan hati kita keras! Kalau hati keras, yang ada hanya letih lesu dan berbeban berat.
      Tapi, kalau hati diubahkan, maka kita bisa rendah hati dan lemah lembut, sehingga hidup kita terasa nikmat.


      1. Rendah hati: kemampuan untuk mengaku dosa kepada Tuhan dan sesama. Jika diampuni, jangan berbuat lagi.
      2. Lemah lembut: kemampuan untuk mengampuni dan melupakan dosa orang lain.


      Maka, saat itu darah Yesus/sinar kemuliaan Tuhan mampu menghapus dan menyelesaikan dosa-dosa kita.
      Di balik darah Yesus ada sinar kemuliaan.

      Dosa adalah beban terberat kita di dunia dan akan di bawa sampai di neraka selama-lamanya.
      Kalau di dunia, kita tidak punya uang, sakit parah, sesudah meninggal, tidak ada beban lagi.
      Tetapi, kalau dosa, bebannya mulai dari dunia sampai meninggal bahkan sampai di neraka akan terus dibawa.

      Jika beban terberat bisa diselesaikan, maka darah Yesus/sinar kemuliaan mampu untuk menyelesaikan beban-beban yang lain sampai yang mustahil sekalipun (yang mustahil menjadi tidak mustahil/langit terbuka). Ini mujizat jasmani.

      Kesaksian:
      "Pada doa semalam suntuk season yang pertama, membahas tentang langit yang terbuka. Tadi, saat perjalanan saya ke sini, ada seorang mahasiswa di Jakarta menelpon saya. Kemarin dia sudah sulit, diberi waktu satu minggu untuk memasukkan data-data, kalau data-datanya tidak masuk, maka dia dinyatakan tidak lulus. Akhirnya, dia ikut doa semalam suntuk dan langit terbuka. Direktur keuangannya yang menelpon. Dia berkata, 'tidak mungkin, mana ada direktur menelpon orang biasa'. Direkturnya menelpon dan berkata, 'tidak apa-apa kamu boleh menggunkan data yang rahasia'. Dia menangis."

Biarlah langit juga terbuka bagi kita, (1)hujan berkat diturunkan, perlindungan Tuhan nyata (kita aman dan tentram di dalam Tuhan).
(2)Sinar kemuliaan dinyatakan, langit terbuka, dosa-dosa diselesaikan, beban dosa diselesaikan dengan rendah hati dan lemah lembut = kita mengalami keubahan hidup.
Maka, mujizat jasmani juga terjadi, sinar kemuliaan juga akan menyelesaikan beban yang lain, yang mustahil menjadi tidak mustahil (langit terbuka).

Kalau pintu langit terbuka maka pintu-pintu di dunia juga pasti akan terbuka.
Pintu langit terbuka, maka beban selesai, masalah selesai dan ada pintu masa depan yang indah dan berhasil.

Sampai yang terakhir, jika Yesus datang kembali kedua kali, kita mengalami mujizat terakhir, yaitu kita diubahkan menjadi sama mulia dengan Dia. Kita terangkat ke awan-awan yang permai, benar-benar langit terbuka, kita naik dari bawah ke atas.
Sekarang, langit terbuka/sinar kemuliaan turun (berkat dari atas ke bawah).
Tetapi, satu waktu, saat Yesus datang kembali, langit terbuka dari bawah ke atas, kita kan terangkat bersama dengan Dia di awan-awan yang permai dengan nyanyian kemuliaan/sorak-sorai.

Wahyu 19: 6-7
19: 6
Lalu aku mendengar seperti suara himpunan besar orang banyak, seperti desau air bah dan seperti deru guruh yang hebat, katanya: "Haleluya! Karena Tuhan, Allah kita, Yang Mahakuasa, telah menjadi raja.
19: 7 Marilah kita
bersukacita dan bersorak-sorai, dan memuliakan Dia! Karena hari perkawinan Anak Domba telah tiba, dan pengantin-Nya telah siap sedia.

Tadi, kalau kematian, penyembahannya dengan kepedihan. Kalau kebangkitan, penyembahannya dengan bersyukur.
Tetapi, nanti, lebih dari itu, yaitu sorak sorai dalam kemuliaan dari 4 penjuru bumi untuk menyambut kedatangan Tuhan kedua kali. Pintu Surga terbuka, langit terbuka, kita masuk perjamuan kawin Anak Domba, sesudah itu pintu Firdaus terbuka, kita masuk kerajaan 1000 Tahun Damai sampai pintu surga terbuka, kita masuk dalam Yerusalem Baru dan kita duduk di takhta Tuhan untuk bersanding bersama Dia selama-lamanya.

Wahyu 2: 16
2: 16 Sebab itu bertobatlah! Jika tidak demikian, Aku akan segera datang kepadamu dan Aku akan memerangi mereka dengan pedang yang di mulut-Ku ini.

Sementara yang tidak mau menerima pedang penyucian, akibatnya akan menghadapi pedang penghukuman.

Mazmur 149: 6-7
149: 6 B
iarlah pujian pengagungan Allah ada dalam kerongkongan mereka, dan pedang bermata dua di tangan mereka,
149: 7 untuk melakukan
pembalasan terhadap bangsa-bangsa, penyiksaan-penyiksaan terhadap suku-suku bangsa,

ay. 6= pedang menusuk mulut= pedang menyucikan mulut.
ay. 7= akibbat kalau tidak mau disucikan, yaitu menghadapi perjamuan lain yang besar, itulah pesta pembantaian.

Wahyu 19: 17,21
19: 17 L
alu aku melihat seorang malaikat berdiri di dalam matahari dan ia berseru dengan suara nyaring kepada semua burung yang terbang di tengah langit, katanya: "Marilah ke sini dan berkumpullah untuk turut dalam perjamuan Allah, perjamuan yang besar,
19: 21 d
an semua orang lain dibunuh dengan pedang, yang keluar dari mulut Penunggang kuda itu; dan semua burung kenyang oleh daging mereka.

Banyak bangsa/suku bangsa disucikan dan disatukan oleh satu pedang Firman yang lebih tajam dari pedang bermata dua (satu Firman pengajaran), sehingga menjadi satu suara 'Haleluya' dengan sorak sorai.
Tet
api, kehidupan yang ketinggalan karena tidak mau menerima pedang penyucian, menghina pengajaran, maka ada banyak bangsa dengan suaranya berbeda-beda.

Ini yang nanti membedakan, 'di atas' atau 'di bawah', yaitu SUARA. Kalau 'di atas', mau suku atau bangsa apa saja, pasti satu suara 'Haleluya'.
Tetapi, yang berada 'di bawah', tetap sebagai bangsa kacauan (bermacam-macam bahasa).

Sejak Babel, semua manusia kacau di dunia ini dan bahasanya berbeda-beda. Nanti saat pedang penghukuman datang, bahasanya juga macam-macam.

Semoga kita menerima pedang, kita berada 'di atas'.
Sekarang, langit terbuka, hujan turun, sinar kemuliaan juga turun, sudah cukup bagi kita, segala beban-beban berat diselesaikan oleh Tuhan dan diganti dengan berkat-berkat dari Tuhan.
Serahkan semuanya kepada Tuhan.
Sampai nanti kita terangkat bersama dengan Dia selama-lamanya.

Tuhan memberkati.

kembali ke halaman sebelumnya
IBADAH RUTIN DI MALANG

Minggu jam 06:45 (Ibadah Raya)
Minggu jam 10:15 (Ibadah Sekolah Minggu)
Selasa jam 17:15 (Ibadah Pendalaman Alkitab)
Rabu jam 07:30 (Ibadah Kaum Wanita)
Kamis jam 17:15 (Ibadah Doa Penyembahan)
Sabtu jam 17:15 (Ibadah Kaum Muda Remaja)

IBADAH RUTIN DI MEDAN
Royal Room Hotel Danau Toba Internasional
Jl. Imam Bonjol Medan

Minggu, jam 18:45 (Ibadah Raya)
Senin, jam 08:00 (Ibadah Pendalaman Alkitab)
Senin, jam 17:30 (Ibadah Pendalaman Alkitab)

IBADAH RUTIN DI SURABAYA

Minggu jam 09:00 (Ibadah Sekolah Minggu)
Minggu jam 10:15 (Ibadah Raya)
Rabu jam 17:30 (Ibadah Pendalaman Alkitab)
Jumat jam 17:30 (Ibadah Doa Penyembahan)


IBADAH RUTIN DI JAKARTA
Jl. Patra Kuningan XIV no.4
Jakarta Selatan
Sabtu, jam 09:00 (Ibadah Pendalaman Alkitab)

IBADAH KUNJUNGAN
  • 26-28 November 2019
    (Ibadah Kunjungan di Ciawi & Jakarta)

  • 13 Desember 2019
    (Ibadah Natal di Bondowoso)

  • 28-30 Januari 2020
    (Ibadah Kunjungan di Medan)

  • 13-18 April 2020
    (Ibadah Kunjungan di Korea Selatan)

All Right Reserved Gereja Pantekosta Tabernakel "KRISTUS KASIH"
Jln. Simpang Borobudur 27 Malang | Telp: (0341) 496949 | Fax: (0341) 476751 » Lihat Peta Gereja Kami di Malang
Jln. WR Supratman 4 Surabaya | Telp. 08123300378 » Lihat Peta Gereja Kami di Surabaya
hubungi kami | email: info@gptkk.org | sitemap | top