Simpang Borobudur no 27 Malang
0341-496949
Salam sejahtera dalam kasih sayangnya TUHAN kita Yesus Kristus. Selamat malam, selamat mendengarkan firman TUHAN. Biarlah damai sejahtera, kasih karunia, dan bahagia senantiasa dilimpahkan TUHAN di tengah-tengah kita sekalian.

Wahyu 8: 1-2
8:1. Dan ketika Anak Domba itu membuka meterai yang ketujuh, maka sunyi senyaplah di sorga, kira-kira setengah jam lamanya.
8:2. Lalu aku melihat
ketujuh malaikat, yang berdiri di hadapan Allah, dan kepada mereka diberikan tujuh sangkakala.

Ini adalah pembukaan METERAI KETUJUH.
Penekanan kita pada ayat 2: tujuh malaikat dengan tujuh sangkakala; berarti setiap malaikat dipercayakan sangkakala.

Malaikat menunjuk pada gembala--'tuliskanlah kepada malaikat jemaat di .......'
Sangkakala menunjuk pada firman pengajaran yang benar, yang keras, dan lebih tajam dari pedang bermata dua.

Jadi sangkakalaadalah firman pengajaran yang benar; yang keras; yang lebih tajam dari pedang bermata dua, yang dipercayakan Tuhan kepada seorang gembala, untuk disampaikan dengan setia, terus menerus, berkesinambungan--berurutan--. dan diulang-ulang, sehingga menjadi komando dan makanan bagi sidang jemaat.
Ini yang disebut dengan firman penggembalaan.

Ada dua keadaan yang kontras:

  1. Wahyu 8: 1-4= ketenangan; kehidupan yang sudahmendengar dan taat dengar-dengaran pada bunyi sangkakala akan menerima kasih Allah--'Barangsiapa memegang perintah-Ku dan melakukannya, dialah yang mengasihi Aku'.

    Kasih Allah berguna untuk:

    1. Menutupi segala dosa kita sehingga kita bisa hidup benar dan suci.
    2. Mendorong kita untuk menyembah Tuhan sehingga kita mengalami ketenangansampai ketenangan--sunyi senyap--setengah jam lamanya di sorga.

  2. Wahyu 8: 5-13= kegoncangan, kemudian dilanjutkan dengan pembukaan keempat sangkakala/hukuman Allah.
    Wahyu 8: 5
    8:5. Lalu malaikat itu mengambil pedupaan itu, mengisinya dengan api dari mezbah, dan melemparkannya ke bumi. Maka meledaklah bunyi guruh, disertai halilintar dan gempa bumi.

    Ini adalah kehidupan yang menolakbunyi sangkakala; firman pengajaran yang benar karena mendengar suara asing--seperti Yudas Iskariot. Ia sudah mendengar firman yang benar--Yesus sendiri yang bersabda--, tetapi bisa menolak karena mendengar suara asing dari ahli Taurat yang ajarannya bertentangan dengan Tuhan--termasuk gosip-gosip. Ini yang membuat kita tidak bisa taat, sehingga tidak memiliki kasih, dan mengalami kegoncangan, penghukuman sangkakala, sampai hancur binasa.

    Kalau menerima sangkakala, akan mengalami ketenangan, kalau menolak, akan mengalami penghukuman.

Ini adalah dua keadaan yang terus bertambah. Kalau digembalakan akan terus bertambah tenang sampai ketenangan setengah jam di sorga dan kekal selamanya. Tetapi kalau tidak tergembala--masih terpengaruh suara asing termasuk gosip, suara daging--akan mengalami goncangan dan hukuman sangkakala yang semakin hebat sampai hancur dan binasa selamanya.
Kita harus memperhatikan penggembalaan/suara gembala. Jangan terpengaruh ajaran lain termasuk gosip dan suara daging.

Yeremia 6: 17-21=> tentang penggembalaan
6:17. Juga aku mengangkat atas mereka penjaga-penjaga, firman-Ku: Perhatikanlah bunyi sangkakala! Tetapi mereka berkata: Kami tidak mau memperhatikannya!
6:18. Sebab itu dengarlah, hai bangsa-bangsa, dan ketahuilah, hai jemaat, apa yang akan terjadi atas mereka!
6:19. Dengarlah, hai bumi! Sungguh, ke atas bangsa ini Aku akan mendatangkan malapetaka, akibat dari rancangan-rancangan mereka, sebab mereka tidak memperhatikan perkataan-perkataan-Ku dan menolak pengajaran-Ku.
6:20. Apakah gunanya bagi-Ku kamu bawa kemenyan dari Syeba dan tebu yang baik dari negeri yang jauh? Aku tidak berkenan kepada korban-korban bakaranmu dan korban-korban sembelihanmu tidak menyenangkan hati-Ku.
6:21. Sebab itu beginilah firman TUHAN: Sungguh, Aku akan menaruh batu sandungan di depan bangsa ini, supaya mereka jatuh tersandung oleh karenanya; bapa-bapa serta dengan anak-anak, tetangga dan temannya, semuanya akan binasa."

'Penjaga'= gembala.
'Perhatikanlah bunyi sangkakala' = penjaga meniupkan bunyi sangkakala. Jangan marah jika diperingatkan bunyi sangkakala. Tugas gembala meniupkan bunyi sangkakala, supaya domba tidak dihancurkan.

'Kami tidak mau memperhatikannya!'= lebih banyak kehidupan yang mendengarkan suara asing. Seperti Yudas yang menolak pengajaran yang benar, sekalipun sudah diingatkan beberapa kali oleh Tuhan: Orang yang makan roti-Ku, telah mengangkat tumitnya terhadap Aku,sampai terakhir Tuhan berkata: Orang itu ialah salah seorang dari kamu yang dua belas ini, dia yang mencelupkan roti ke dalam satu pinggan dengan Aku,tetapi Yudas menjawab:Bukan aku.

'menolak pengajaran-Ku'= menolak bunyi sangkakala; pengajaran yang diulang-ulang.
'kemenyan' = doa.
'Aku tidak berkenan kepada korban-korban bakaranmu dan korban-korban sembelihanmu tidak menyenangkan hati-Ku' = ditolak oleh Tuhan.
Ayat 20= bahan-bahan ukupan.

Akibatmendengar suara asing: menjadi asing terhadap bunyi sangkakala/firman pengajaran yang benar, yang diulang-ulang, dan selanjutnya menolak firman pengajaran yang benar yang diulang-ulang. Sudah terbukti di Taman Eden, Hawa mendengar suara ular dan akhirnya asing terhadap suara Tuhan, sampai menolak suara Tuhan.
Akibatnya--akibat yang membawa akibat lagi--:

  1. Ayat 21= mengalami batu sandungan.
    Artinya:

    • Tersandung dan terjatuh dalam dosa-dosa sampai puncaknya dosa yaitu dosamakan minum dan kawin mengawinkan, sehingga rebah dan tidak bangkit-bangkit lagi--binasa selamanya.
      Ia sudah menolak firman, sehingga tidak bisa bangkit karena hanya firman yang benar, yang bisa membangkitkan.

    • Tersandung pada panggilan dan pilihan.
      Kalau tidak ada pengajaran, akan lemah. Tidak makan lalu melayani, tidak akan bisa, dan pasti tersandung.
      2 Petrus 1: 10-11
      1:10. Karena itu, saudara-saudaraku, berusahalah sungguh-sungguh, supaya panggilan dan pilihanmumakin teguh. Sebab jikalau kamu melakukannya, kamu tidak akan pernah tersandung.
      1:11. Dengan demikian kepada kamu akan dikaruniakan
      hak penuhuntuk memasuki Kerajaan kekal, yaitu Kerajaan Tuhan dan Juruselamat kita, Yesus Kristus.

      Panggilan dan pilihan--pelayanan--adalah hak penuh untuk masuk kerajaan sorga.
      Tersandung dalam panggilan dan pilihan sama dengan tidak setia sampai meninggalkan ibadah pelayanan/jabatan pelayanan, sehingga pintu sorga tertutup; kehilangan hak penuh untuk masuk sorga dan binasa selamanya--pintu sorga tertutup.

    Inilah kehidupan yang mendengar suara asing; menolak bunyi sangkakala. Dia akan mengalami batu sandungan: tersandung dan terjatuh dalam dosa--rebah, tidak bangkit sampai binasa--, dan tersandung dalam panggilan dan pilihan--tidak setia, tinggalkan jabatan pelayanan, akhirnya kehilangan hak untuk masuk kerajaan sorga, sampai binasa selamanya.
    Contoh: Yudas Iskariot.

  2. Akibat kedua: ayat 20= persembahan kemenyan ditolak oleh Tuhan.
    Artinya: tidak bisa menyembah Tuhan; kering rohani sehingga jatuh dalam penyembahan palsu, yaitu penyembahan kepada antikris.
    Cirinya:

    • Kikir dan serakah--menyembah uang.
      Kikir= tidak bisa memberi.
      Serakah= mencuri milik orang lain, terutama milik Tuhan yaitu persepuluhan dan persembahan khusus.

    • Mulutnya kering--tidak bisa menyembah dengan kata: 'Yesus, Haleluya'--, sehingga berdusta, bergosip, memfitnah--benar jadi salah; salah jadi benar--, sampai menghujat Tuhan--menyalahkan firman pengajaran yang benar, dan membenarkan yang ajaran yang salah. Juga menghujat orang kudus di sorga. Hati-hati jangan menghujat orang benar/orang kudus, sebab Tuhan yang akan membela dia.

      Wahyu 13: 5-6
      13:5. Dan kepada binatang itu diberikan mulut, yang penuh kesombongan dan hujat; kepadanya diberikan juga kuasa untuk melakukannya empat puluh dua bulan lamanya.
      13:6. Lalu
      ia membuka mulutnya untuk menghujat Allah, menghujat nama-Nya dan kemah kediaman-Nya dan semua mereka yang diam di sorga.

      'empat puluh dua bulan lamanya' = tiga setengah tahun.

    Kalau menyembah antikris, akibatnya: binasa; pintu sorga tertutup.

    Inilah akibatnya kalau ada bunyi sangkakala tetapi ditolak karena mendengar suara asing: ajaran lain, suara daging yang bertentangan dengan firman--akhirnya merasa asing dan menolak yang benar. Ia akan jatuh dalam batu sandungan dan tidak bisa menyembah Tuhan.

Yeremia 6: 17a

6:17a. Juga aku mengangkat atas mereka penjaga-penjaga, firman-Ku: Perhatikanlah bunyi sangkakala!

Tugas utama gembala adalah meniup bunyi sangkakala: memberi komando, makanan, peringatan kepada jemaat dan lain-lain. Inilah yang harus didoakan.

Sikap yang benaradalah memperhatikan bunyi sangkakala; sama dengan mendengar sungguh-sungguh sampai taat dengar-dengaran pada firman pengajaran yang diulang-ulang. Mendengar firman yang diulang-ulang bukan supaya bosan, tetapi supaya bertambah-tambah maju.

Lukas 8: 18
8:18. Karena itu, perhatikanlah cara kamu mendengar. Karena siapa yang mempunyai, kepadanya akan diberi, tetapi siapa yang tidak mempunyai, dari padanya akan diambil, juga apa yang ia anggap ada padanya."

'perhatikanlah cara kamu mendengar'= 'Perhatikanlah bunyi sangkakala!'

Perhatikanlah cara mendengar, karena ini menentukan nasib pintu terbuka atau tertutup. Apayang didengar? Pengajaran yang benar. Selanjutnya, caramendengarnya juga harus benar yaitu sungguh-sungguh sampai mempraktikkannya.

Jangan seperti Yudas (Yudas mendengar yang benar dan yang tidak benar). Kalau mendengarkan yang benar; benar dan benar akan bertemu--fellowship--, dan kita akan teguh. Kalau benar dengan salah bertemu akan jadi nol, bahkan minus--ini sudah terjadi dalam kita kejadian sampai wahyu.
Doakan supaya gembala-gembala mengajarkan yang benar dalam segala aspek (mulai pintu gerbang sampai tabut perjanjian).

Kalau sikap kita benar, hasilnya: kita mengalami penyuciansecara terus menerus sehingga terjadi peningkatan rohani--semakin benar dan suci--, dan pintu sorga terbuka--kita melihat Tuhan di takhta-Nya. Bagi kita sekarang, kita bisa menyembah Dia.
Kalau pintu sorga terbuka, pintu dunia juga akan terbuka.

Yesus harus mati di kayu salib--terkena pedang--, supaya pintu sorga terbuka, apalagi cuma pintu di dunia, pasti terbuka.
Wahyu 4: 1-2
4:1. Kemudian dari pada itu aku melihat: Sesungguhnya, sebuah pintu terbuka di sorgadan suara yang dahulu yang telah kudengar, berkata kepadaku seperti bunyi sangkakala, katanya: Naiklah ke mari dan Aku akan menunjukkan kepadamu apa yang harus terjadi sesudah ini.
4:2. Segera aku dikuasai oleh Roh dan lihatlah, sebuah
takhta terdiri di sorga, dan di takhta itu duduk Seorang.

'di takhta itu duduk Seorang' = Yesus dalam kemuliaan.
Kalau ada bunyi sangkakala, pintu sorga akan terbuka. Kita bisa melihat Tuhan yang duduk di takhta-Nya; kita bisa menyembah Tuhan yang duduk di takhta-Nya, dan kita merasakan suasana takhta sorga sekalipun masih ada di dunia.

Wahyu 22: 1
22:1. Lalu ia menunjukkan kepadaku sungai air kehidupan, yang jernih bagaikan kristal, dan mengalir ke luar dari takhta Allah dan takhta Anak Domba itu.

Salah satu suasana takhta sorgaadalah dari takhta sorga mengalir sungai air kehidupan Roh Kudus. Jangan kering! Kalau kering, bahaya, akan mengarah pada penyembahan antikris. Mulut mulai kering, kemudian kikir dan serakah--dua hal ini tidak bisa dipisahkan--, inilah penyembahan kepada antikris.

Mari malam ini biar pintu sorga terbuka dan Roh Kudus dicurahkan bagi kita.
Hasilnya:

  1. Roma 5: 5
    5:5. Dan pengharapan tidak mengecewakan, karena kasih Allah telah dicurahkandi dalam hati kita oleh Roh Kudus yang telah dikaruniakan kepada kita.

    Hasil pertama: Roh Kudus mencurahkan kasih Allah--tadi Wahyu 8 terkena pada dua loh batu; tentang kasih--, sehingga kita menjadi kuat teguh hati, artinya:

    1. Tidak kecewa, putus asa, bersungut, dan meninggalkan Tuhan apapun yang sedang kita hadapi. Kalau kita disucikan, kita bisa menyembah Tuhan, dan di sana ada kasih Allah.

    2. Tetap berpegang teguh pada pengajaran yang benar dan taat dengar-dengaran. Jangan dicampur-campur! Kalau mendengar yang salah, kita tidak sadar, lama-lama kita asing terhadap yang benar dan enjoyterhadap yang salah. Rugi, pintu sorga akan tertutup!

      Contohnya: kita terus di dalam ruangan khusus untuk merokok, awalnya berbau tetapi dipaksakan untuk tetap di situ, lama-lama tidak berbau lagi, berarti kita sudah menghisap juga.

      Kalau kita diingatkan gembala, jangan marah, ini demi pembukaan pintu sorga!

    3. Kita tegas menolak suara asing, jangan sungkan dan lain-lain.
    4. Tetap setia berkobar dalam ibadah pelayanan sampai garis akhir.

    Tetap berpegang teguh pada pengajaran yang benar, taat, dan tetap setia sama dengan tidak pernah tersandung oleh apapun juga, sehingga pintu sorga tetap terbuka.

    "Seringkali dalam fellowship, murid-murid lama yang di jalan Johor berkata: Aku mau fellowship. Sebentar lagi ketemu yang lain, sudah lain lagi bicaranya."

  2. Yohanes 4: 14
    4:14. tetapi barangsiapa minum air yang akan Kuberikan kepadanya, ia tidak akan haus untuk selama-lamanya. Sebaliknya air yang akan Kuberikan kepadanya, akan menjadi mata air di dalam dirinya, yang terus-menerus memancar sampai kepada hidup yang kekal."

    Hasil kedua: sungai air kehidupan; Roh Kudus memberi kepuasan--mengairi tempat yang kering: hati, nikah, dan pelayanan yang kering--; memberi kepuasan sorga di padang gurun dunia yang tandus. Kita tidak perlu lagi mencari kepuasan semu di dunia, sehingga tidak jatuh dalam dosa-dosa dan puncaknya dosa--babel--; kita juga tidak perlu memasukkan fatamorgana dunia ke dalam ibadah pelayanan.

    Kepuasan semu sama dengan fatamorgana. Kelihatan air, datang ke situ, ternyata bukan, capek, terus begitu, tambah capek, tambah kering, sampai rebah dan tidak bangkit-bangkit lagi.
    Kaum muda, diskotik, pergaulan bebas hanya fatamorgana.

    Kepuasan sorga membuat kita selalu mengucap syukur dan bersaksi
    ; membawa jiwa-jiwa datang kepada Tuhan, bukan bergosip. Itu tugas kita hari-hari ini.

    Kalau bisa mengairi hati yang kering--secara rohani--, Roh Kudus juga mampu mengairi kehidupan jasmani yang kering di padang gurun. Pekerjaan kering? Kalau rohani sudah dipuaskan--bisa mengucap syukur dan bersaksi--, yang jasmani juga akan diairi Roh Kudus mampu memelihara hidup kitasecara ajaib di tengah kesulitan dunia, bahkan sampai zaman antikris berkuasa di bumi tiga setengah tahun--puncak kekeringan--, bahkan sampai hidup kekal--memancar sampai hidup kekal.

    Hari-hari ini jangan tersandung oleh dosa! Banyak halangan, mohon Roh kudus supaya tidak terhalang.

  3. Wahyu 22: 1
    22:1. Lalu ia menunjukkan kepadaku sungai air kehidupan, yang jernih bagaikan kristal, dan mengalir ke luar dari takhta Allah dan takhta Anak Domba itu.

    Hasil ketiga: 'sungai air kehidupan yang jernih bagaikan kristal' = Roh Kudus menyucikan dan mengubahkan kitadari manusia daging menjadi manusia rohani seperti Yesus, yaitu jernih seperti kristal, artinya jujur, percaya, dan taat. Itu saja.

    Kita menjadi manusia baru--bayi yang baru lahir.
    Bayi itu jujur; kalau lapar, akan menangis. Kalau tidak lapar, tidak menangis.
    Bayi itu percaya dan taat; mau di mana saja dilahirkan, tidak akan bisa menolak, yang penting ada ibunya--seperti Yesus harus dilahirkan di kandang.

    Jujur, percaya, dan taat sama dengan mengulurkan tangan kepada Tuhan; selalu menyembah Tuhan; menjadi rumah doa, dan Tuhan akan mengulurkan tangan Roh Kudus, sehingga mujizat jasmani juga terjadi: yang mustahil menjadi tidak mustahil.

    Dengar bunyi sangkakala dengan sungguh-sungguh dan taat dengar-dengaran! Kita akan disucikan, pintu sorga terbuka, dan air kehidupan Roh Kudus dicurahkan bagi kita. Kita tidak tersandung lagi, tetapi kuat teguh hati, tidak kering lagi secara rohani dan jasmani--ada kepuasan--, dan mujizat terjadi. Pembaharuan hidup menjadi jujur, percaya, taat--menjadi rumah doa--, dan mujizat jasmani juga terjadi.

    Apa yang mustahil, serahkan pada Tuhan, dan tangan Roh Kudus akan menghapus kemustahilan. Sampai kalau Yesus datang kembali ke dua kali, terjadi mujizat terakhir yaitu kita diubahkan menjadi sempurna sama seperti Dia, tidak salah lagi dalam perkataan, hanya berseru Haleluyauntuk menyambut kedatangan Yesus di awan-awan yang permai, sampai masuk takhta sorga (melihat takhta sorga) untuk selama-lamanya.

Ada yang kering, lemah, bimbang, kecewa, ragu-ragu? Mohon aliran Roh Kudus malam ini.

Tuhan memberkati.

Versi Cetak

Transkrip
  • Ibadah Raya Malang, 01 Februari 2009 (Minggu Pagi)
    ... bersama kita sampai puncaknya adalah perjalanan mempelai Amsal . ad. . Berjalan bersama Tuhan. Wahyu syarat untuk bisa berjalan bersama Tuhan dalam perjalanan seorang laki-laki dengan gadis adalah berpakaian putih. Sejak jaman Adam dan Hawa manusia sudah telanjang. Satu-satunya cara untuk bisa berjalan bersama Tuhan adalah harus berpakaian putih yang diberikan Yesus ...
  • Ibadah Pendalaman Alkitab Surabaya, 29 November 2017 (Rabu Sore)
    ... untuk disampaikan kepada sidang jemaat dengan setia terus menerus berkesinambungan dan diulang-ulang sebagai makanan rohani bagi sidang jemaat untuk menumbuhkan mendewasakan kerohanian sidang jemaat sampai sempurna sama mulia dengan Yesus--menjadi mempelai wanita Yesus. Kita memang buli-buli tanah liat yang rapuh retak hancur sampai binasa tetapi ada jalan keluarnya supaya tidak hancur ...
  • Ibadah Doa Malang, 26 Agustus 2014 (Selasa Sore)
    ... Hidup. Aku telah mati namun lihatlah Aku hidup sampai selama-lamanya dan Aku memegang segala kunci maut dan kerajaan maut. Matius - Dan Akupun berkata kepadamu Engkau adalah Petrus dan di atas batu karang ini Aku akan mendirikan jemaat-Ku dan alam maut tidak akan menguasainya. Kepadamu akan Kuberikan kunci Kerajaan Sorga. ...
  • Ibadah Raya Malang, 05 September 2021 (Minggu Pagi)
    ... oleh Roh Kudus yaitu ayat menerangkan ayat lain dalam Alkitab firman pengajaran benar yang lebih tajam dari pedang bermata dua. Ada firman penginjilan untuk melahirkan kita kembali menjadi bayi rohani tetapi ada juga firman pengajaran untuk mendewasakan kerohanian kita. Salib dan pedang tidak bisa dipisahkan dari pengikutan kita kepada Yesus. ...
  • Ibadah Doa Surabaya, 07 Januari 2009 (Rabu Sore)
    ... adalah orang buta tapi yang mendapat belas kasihan Tuhan sehingga bisa melihat Tuhan menyembah Tuhan. Mungkin kita tidak bisa menyembah Tuhan tapi kalau ada belas kasihan Tuhan kita akan bisa menyembah Tuhan. Tanda penyembahan yang benar Yohanes - Yohanes yaitu didorong oleh kebenaran dan dalam urapan Roh Kudus didorong oleh Firman penyucian ...
  • Ibadah Doa Surabaya, 29 Oktober 2008 (Rabu Sore)
    ... melihat kilat Keluaran - berkemah di depan gunung. 'gunung' soal penyembahan. Jadi artinya berkemah didepan gunung disini adalah rindu untuk selalu menyembah Tuhan. 'gunung' juga tempat Musa menerima loh batu rindu untuk menerima dan mendengar sampai melakukan Firman. kalau sudah rindu menyembah dan menerima Firman hasilnya Keluaran - adalah kita ...
  • Ibadah Doa Puasa Malang Session I, 02 November 2010 (Selasa Pagi)
    ... MENGALAMI PENEBUSAN sehingga kita diselamatkan dan disempurnakan berdasarkan KORBAN KRISTUS. PENEBUSANWahyu - . Dan aku melihat sesungguhnya Anak Domba berdiri di bukit Sion dan bersama-sama dengan Dia seratus empat puluh empat ribu orang dan di dahi mereka tertulis nama-Nya dan nama Bapa-Nya. . Dan aku mendengar suatu suara dari langit bagaikan ...
  • Ibadah Raya Surabaya, 03 November 2013 (Minggu Sore)
    ... untuk masuk perjamuan kawin Anak Domba. Mengapa demikian Sebab kalau tidak masuk perjamuan kawin Anak Domba berarti tertinggal didunia ini dan saat Tuhan datang kembali akan binasa selamanya. Apapun yang kita miliki didunia ini tidak ada artinya jika kita tertinggal saat Yesus datang kembali. Dengan apa Tuhan mengundang kita masuk perjamuan kawin Anak ...
  • Ibadah Pendalaman Alkitab Malang, 12 Februari 2009 (Kamis Sore)
    ... lebih dulu menjadi pelayan Tuhan menjadi imam dan raja. Ada macam pakaian imamat pakaian pelayanan Keluaran baju efod dengan warna utama Keluaran gamis baju efod Keluaran lenan halus yang bermata - mata berjala-jala . Ad. . Baju EfodAda warna utama Ungu muda ungu -- Yesus sebagai Raja Injil Matius Ungu tua biru ...
  • Ibadah Raya Surabaya, 27 Juni 2010 (Minggu Sore)
    ... dengan daging. Akibatnya kehilangan urapan Roh Kudus. Dan manusia daging tidak bisa mewarisi kerajaan Surga. Contoh gadis yang bodoh RAJA SAUL Samuel . Lalu Samuel mengambil buli-buli berisi minyak dituangnyalah ke atas kepala Saul diciumnyalah dia sambil berkata Bukankah TUHAN telah mengurapi engkau menjadi raja atas umat-Nya Israel Engkau akan ...

Siaran Langsung

Live Streaming GPTKK

Rekaman

Ikuti rekaman ibadah kami

Transkrip

Ringkasarn Firman Tuhan

Kesaksian

Pengalaman hidup bersama Firman Tuhan

Untuk Koneksi Lambat, silakan buka https://id.gptkk.org

Silakan kontak ke info@gptkk.org apabila bapak/ibu/sdr/sdri ada pertanyaan atau ingin berlangganan majalah Manna, dan silakan kirim email ke widjaja_h@yahoo.com apabila ingin konsultasi pribadi dengan bapak gembala.