English Language | Form Penggembalaan
RINGKASAN KOTBAH IBADAH RUTIN DAN IBADAH KUNJUNGAN
RINGKASAN LAINNYA

Ibadah Doa Puasa Malang Session II, 12 Mei 2009 (Selasa Siang)
Keluaran 19-24 dalam susunan Tabernakel terkena pada Medzbah Dupa Emas, yaitu persekutuan dalam penyembahan.

Ibadah Pendalaman Alkitab Malang, 20 Desember 2012 (Kamis Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayangnya Tuhan kita Yesus Kristus.

Matius 28:1-10 tentang...

Ibadah Doa Surabaya, 08 Februari 2019 (Jumat Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayangnya TUHAN kita Yesus Kristus. Selamat malam, selamat mendengarkan firman TUHAN. Biarlah damai...

Ibadah Pendalaman Alkitab Surabaya, 11 Februari 2013 (Senin Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayangnya Tuhan kita Yesus Kristus. Selamat malam, selamat mendengarkan Firman Tuhan. Biarlah damai...

Ibadah Doa Puasa Session I Malang, 19 Juli 2011 (Selasa Pagi)
Keluaran 25:10-30 menunjuk tentang TABUT PERJANJIAN.

Keluaran 25:10-22 menunjuk perintah...

Ibadah Doa Surabaya, 07 Januari 2009 (Rabu Sore)
Matius 24: 29
= keadaan pada waktu kedatangan Tuhan yang kedua, yaitu terjadi kegoncangan dan kegelapan...

Ibadah Raya Malang, 02 Desember 2018 (Minggu Pagi)
Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Wahyu 8:1-5
8:1 Dan ketika Anak...

Ibadah Raya Surabaya, 08 Agustus 2010 (Minggu Sore)
Matius 25: 14-30 25:14. "Sebab hal Kerajaan Sorga sama seperti seorang yang mau bepergian ke luar negeri, yang...

Ibadah Raya Malang, 29 April 2018 (Minggu Pagi)
Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Wahyu 7:4-8
7:4 Dan aku mendengar jumlah...

Ibadah Persekutuan Ambon III, 13 November 2013 (Rabu Malam)
Salam sejahtera dalam kasih sayangnya Tuhan kita Yesus Kristus. Selamat malam, selamat mendengarkan Firman Tuhan. Biarlah damai...

Ibadah Raya Surabaya, 01 Januari 2017 (Minggu Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayangnya TUHAN kita Yesus Kristus. Selamat malam, selamat mendengarkan firman TUHAN. Biarlah kasih...

Ibadah Pendalaman Alkitab Malang, 02 Oktober 2018 (Selasa Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Ibadah Paskah di Pertamina Surabaya, 24 April 2015 (Jumat Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayangnya TUHAN kita Yesus Kristus. Selamat malam, selamat mendengarkan firman TUHAN. Biarlah damai...

Ibadah Kaum Muda Remaja Malang, 03 Agustus 2019 (Sabtu Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Lukas 13: 31-35 => Yesus harus mati di Yerusalem; keluhan...

Ibadah Raya Malang, 30 Agustus 2009 (Minggu Pagi)
Matius 24: 32-35.
NUBUAT TENTANG POHON ARA/ISRAEL
Disini pohon ara rantingnya mulai melembut dan bertunas, serta berbuah. Ini...


TRANSKRIP LENGKAP

Doa Surabaya (Rabu, 26 November 2014)
Tayang: 10 Mei 2019
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 24 November 2014)
Tayang: 10 Mei 2019
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 23 November 2014)
Tayang: 07 Januari 2019
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 19 November 2014)
Tayang: 07 Januari 2019
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 17 November 2014)
Tayang: 07 Januari 2019
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 09 November 2014)
Tayang: 22 Agustus 2018
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 05 November 2014)
Tayang: 04 Juni 2018
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 03 November 2014)
Tayang: 04 Juni 2018
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 02 November 2014)
Tayang: 03 Maret 2018
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 20 Oktober 2014)
Tayang: 13 Desember 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 13 Oktober 2014)
Tayang: 13 Desember 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 12 Oktober 2014)
Tayang: 24 Oktober 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 08 Oktober 2014)
Tayang: 18 September 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 06 Oktober 2014)
Tayang: 05 September 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 05 Oktober 2014)
Tayang: 05 September 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 01 Oktober 2014)
Tayang: 05 September 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 29 September 2014)
Tayang: 24 Juni 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 21 September 2014)
Tayang: 19 Mei 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 17 September 2014)
Tayang: 29 April 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 15 September 2014)
Tayang: 29 April 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]



Untuk Koneksi Lambat, silahkan buka http://id.gptkk.org
Transkrip lengkap dari ibadah penggembalaan di Malang dan Surabaya, semuanya di bawakan oleh gembala sidang Pdt. Widjaja Hendra.

Silahkan kontak ke info@gptkk.org apabila bapak/ibu/sdr/sdri ada pertanyaan atau mungkin ingin berlangganan majalah Manna dan silahkan kirim email ke widjaja_h [at] yahoo.com apabila ingin konsultasi pribadi dengan bapak gembala
silahkan ganti tanda [at] dengan @
Cari ringkasan:   
[versi cetak]
Cari rekaman ibadah ini di: http://www.kabarmempelai.org
Ibadah Kaum Muda Remaja Malang, 05 Oktober 2019 (Sabtu Sore)

Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Lukas 14: 7-10 => perikop: tempat yang paling utama dan paling rendah
14:7. Karena Yesus melihat, bahwa tamu-tamu berusaha menduduki tempat-tempat kehormatan, Ia mengatakan perumpamaan ini kepada mereka:
14:8. "Kalau seorang mengundang engkau ke pesta perkawinan, janganlah duduk di tempat kehormatan, sebab mungkin orang itu telah mengundang seorang yang lebih terhormat dari padamu,
14:9. supaya orang itu, yang mengundang engkau dan dia, jangan datang dan berkata kepadamu: Berilah tempat ini kepada orang itu. Lalu engkau dengan malu harus pergi duduk di tempat yang paling rendah.
14:10. Tetapi, apabila engkau diundang, pergilah
duduk di tempat yang paling rendah. Mungkin tuan rumah akan datang dan berkata kepadamu: Sahabat, silakan duduk di depan. Dan dengan demikian engkau akan menerima hormat di depan mata semua tamu yang lain.

Waktu itu ada pesta nikah, sekarang bagi kita artinya nikah yang berpesta--sudah menikah, tetapi terus merasakan suasana pesta; sama dengan kebahagiaan sorga sampai selamanya.

Kita sudah belajar, kenyataan yang ada, lebih banyak nikah yang gagal dari pada yang berbahagia. Kita harus hati-hati. Korban perang dunia I dan II bisa dihitung korbannya, tetapi korban nikah yang hancur tidak bisa dihitung--dari istana raja sampai kolong jembatan banyak nikah yang hancur, penderitaan sampai kebinasaan.

Syarat supaya nikah kita berpesta--syarat supaya hidup kita bahagia--:

  1. Ayat 7-8= harus merendahkan diri, dan jangan jadi tamu kehormatan dalam nikah (sudah diterangkan dalam Ibadah Kaum Muda Remaja 28 September 2019).


  2. Jangan mencari kehormatan dan kemuliaan secara duniawi dari manusia, apalagi di tempat yang tidak sepatutnya--biasanya duduk di belakang sekarang duduk paling depan.

AD. 2
2 Tesalonika 2: 3-4

2:3. Janganlah kamu memberi dirimu disesatkan orang dengan cara yang bagaimanapun juga! Sebab sebelum Hari itu haruslah datang dahulu murtad dan haruslah dinyatakan dahulu manusia durhaka, yang harus binasa,
2:4. yaitu lawan yang meninggikan diri di atas segala yang disebut atau yang disembah sebagai Allah. Bahkan ia duduk di Bait Allah dan mau menyatakan diri sebagai Allah.

'manusia durhaka'= antikris.
Tabiat manusia durhaka/antikris adalah suka mencari kehormatan dan kemuliaan duniawi, terlebih di tempat yang tidak sepatutnya--takhta Allah mau diduduki ('ia duduk di Bait Allah'); mau menjadi Allah.

Jika dalam nikah, ibadah, dan segala hal kita suka mencari kehormatan dan kemuliaan duniawi, kita akan memiliki tabiat seperti antikris, dan akhirnya menjadi sama dengan antikris untuk dibinasakan. Hati-hati! Jangan mencari kehormatan dan kemuliaan di dunia!

Contoh dalam rumah tangga:

  • Suami sebagai kepala dari isteri--memutuskan segala sesuatu dalam rumah tangga berdasarkan kehendak Tuhan/firman pengajaran yang benar--, tetapi banyak kali suami mencari kehormatan yang tidak pada tempatnya (mau berkuasa), sehingga ia sewenang-wenang dan kasar terhadap isterinya; tidak sesuai dengan kehendak Tuhan.


  • Isteri seharusnya tunduk pada suami, tetapi seringkali ia mau mencari kehormatan dan kemuliaan dalam rumah tangga di tempat yang tidak sepatutnya yaitu ia mau menjadi kepala; mengajar dan memerintah suami/melawan suami; banyak mengomel dan bersungut.


  • Anak-anak tidak taat pada orang tua.

Kalau ini terjadi dalam nikah, nikah tidak akan bahagia, tetapi mengalami kehancuran dan mengarah pada antikris untuk dibinasakan.
Juga di dalam segala hal jangan mencari kehormatan dan kemuliaan sampai menghalalkan segala cara.

Yang benar adalah kita harus berusaha mencari kehormatan dan kemuliaan dari Tuhan/sorga, karena dunia ini akan hancur dan binasa.
Kalau kehormatan dan kemuliaan sorga kita dapatkan, yang di dunia pasti Tuhan berikan, tapi tidak menghalalkan segala cara atau memaksakan. Cari dulu perkara sorga, kita tenang dan sabar saja, tetap berusaha.

1 Samuel 2: 8
2:8. Ia menegakkan orang yang hina dari dalam debu, dan mengangkat orang yang miskin dari lumpur, untuk mendudukkan dia bersama-sama dengan para bangsawan, dan membuat dia memiliki kursi kehormatan. Sebab TUHAN mempunyai alas bumi; dan di atasnya Ia menaruh daratan.

Tuhan sanggup memberikan kehormatan dan kemuliaan sorga sampai kepada kehidupan yang paling hina dan tidak berharga di mata manusia. Tuhan tolong kita semua.
Kalau Tuhan bisa memberikan kehormatan dan kemuliaan sorga kepada kita yang paling hina dan berdosa, maka Dia juga bisa memberikan kehormatan dan kemuliaan secara jasmani selama hidup di dunia.
Cari perkara sorga dulu, barulah yang perkara dunia tinggal mengikuti. Seringkali kita mengejar perkara jasmani sampai membuang yang rohani--mencari hormat di tempat yang tidak sepatutnya; ambisi.

Sekolah, kuliah, bekerja harus sabar, tetapi jangan lupa, harus ditambah dengan mencari kehormatan dan kemuliaan sorga. Maka yang di dunia ini kita dapatkan di luar pikiran kita.

"Saya dulu selalu memakai otak bukan iman sampai stres. Dulu meneruskan pembangunan gereja, bayar listrik 5 juta. Ada yang kasih 2,5 juta. Tiga bulan saya tidak kuat bayar, padahal sudah tidak beli apa-apa, semua uang untuk bangunan. Mulai berpikir, ini bangunan membutuhkan ratusan juta, sedangkan untuk mengumpulkan 2,5 juta butuh tiga bulan. Mulai hitung-hitung, berarti untuk bangunan butuh sepuluh tahun lebih. Pucat saya. Waktu itu bangunan sudah empat tahun tidak selesai, sampai tangganya sudah mau patah. Itulah akibatnya kalau pakai otak. Tetapi tidak dikira, 8 bulan selesai. Mana bisa? Itulah cara Tuhan. Karena itu cari kehormatan dan kemuliaan dari sorga, maka yang duniawi akan ditambahkan. Kita salah, kita fokus pada yang jasmani sampai menghalalkan segala cara, meninggikan diri karena ambisi. Tidak akan bisa! Harus sabar!
Setelah itu diuji soal AC. Waktu itu tahun 1998 permulaan krisis moneter. Panggil orangnya, dia hitung, sampai ratusan juta, lebih dari bangunan. Tanya kepada jemaat mertua saya tidak dijawab, dia menertawakan saya: Seharusnya yang lalu, kenapa baru sekarang? Ini harganya sudah 3x, 6x lipat harganya. Terlalu mahal. Saya langsung kecut. Tapi ya menabung. Tua-tua yang bertugas mengumpulkan, mengembalikan ke saya karena katanya masih lama. Saya hitung-hitung sendiri, waktu itu kira-kira 10 AC butuh 30 juta, tapi dalam waktu dua bulan selesai. Begitu cara kerja Tuhan. Orang yang hina tiba-tiba diangkat, yang penting kita cari dulu kehormatan dan kemuliaan sorga. Ini rumus dari Tuhan. Jangan pakai rumus saya, stres.
"

Proses untuk menerima kehormatan dan kemuliaan dari Tuhan:

  1. Amsal 13: 18
    13:18. Kemiskinan dan cemooh menimpa orang yang mengabaikan didikan, tetapi siapa mengindahkan teguran, ia dihormati.

    Proses pertama untuk menerima kehormatan dan kemuliaan dari Tuhan: mengindahkan /menghargai teguran/didikan, itulah firman pengajaran yang benar.

    2 Timotius 4: 2
    4:2. Beritakanlah firman, siap sedialah baik atau tidak baik waktunya, nyatakanlah apa yang salah, tegorlah dan nasihatilah dengan segala kesabaran dan pengajaran.

    Firman pengajaran berisi:


    • Menyatakan apa yang salah= menunjuk dosa dan kesalahan kita yang tersembunyi.
    • Menegor.
      Mungkin sudah sadar, mengaku, tetapi kita ulangi lagi, sehingga firman menegor kita. Saat itu kita harus melembut yaitu bertobat, berhenti berbuat dosa dan kembali kepada Tuhan. Jangan keras hati saat ditegor, apalagi marah! Kalau marah, selamanya ada dalam dosa. Tetapi kalau masih ada kerinduan untuk terlepas dan minta pertolongan Tuhan, satu waktu akan terlepas.


    • Menasihati. Setelah bertobat, baru firman pengajaran menasihati kita; sama dengan menuntun kita untuk selalu berada di dalam jalan yang benar sehingga kita bisa HIDUP BENAR DAN SUCI.


    Sikap kita terhadap firman pengajaran yang benar menentukan kita bisa menerima kehormatan dan kemuliaan Tuhan atau kehinaan, kemalangan, kemiskinan, dan cemooh, bahkan kebinasaan.
    Yang penting kita sabar menunggu waktu Tuhan, Dia tidak menipu kita.

    Sikap yang benar terhadap firman adalah saat firman menunjuk dosa-dosa kita yang tersembunyi, kita harus segera sadar akan dosa, menyesali dan mengakuinya kepada Tuhan dan sesama. Jika diampuni jangan berbuat dosa lagi. Ini yang menentukan.

    "Satu jemaat datang kepada saya, dia berkata gembalanya mengajarkan dia dusta untuk kebaikan tidak apa-apa. Itu tidak benar. Sekarang firman menunjukkan setiap dusta adalah dosa."

    Terima pengajaran yang benar sekalipun sakit bagi daging! Itu saja.

    Hasilnya: doa dijawab Tuhan; Dia mengulurkan tangan untuk memberikan kehormatan dan kemuliaan bagi kita semua.
    Amsal 15: 29
    15:29. TUHAN itu jauh dari pada orang fasik, tetapi doa orang benar didengar-Nya.

    1 Samuel 1: 14-18, 20
    1:14. Lalu kata Eli kepadanya: "Berapa lama lagi engkau berlaku sebagai orang mabuk? Lepaskanlah dirimu dari pada mabukmu."
    1:15. Tetapi Hana menjawab: "Bukan, tuanku, aku seorang perempuan yang sangat bersusah hati; anggur ataupun minuman yang memabukkan tidak kuminum, melainkan aku mencurahkan isi hatiku di hadapan TUHAN.
    1:16. Janganlah anggap hambamu ini seorang perempuan dursila; sebab karena besarnya cemas dan sakit hati aku berbicara demikian lama."
    1:17. Jawab Eli: "Pergilah dengan selamat, dan Allah Israel akan memberikan kepadamu apa yang engkau minta dari pada-Nya."
    1:18. Sesudah itu berkatalah perempuan itu: "Biarlah hambamu ini mendapat belas kasihan dari padamu." Lalu keluarlah perempuan itu, ia mau makan dan mukanya tidak muram lagi.
    1:20. Maka setahun kemudian mengandunglah Hana dan melahirkan seorang anak laki-laki. Ia menamai anak itu Samuel, sebab katanya: "Aku telah memintanya dari pada TUHAN."

    Hana mendapat cemooh dari istri kedua suaminya karena ia mandul. Dia datang berdoa ke Bait Allah tapi justru dikira mabuk. Bayangkan bagaimana posisinya.
    Setelah ia punya anak, ia menuliskan puji-pujian, muka yang muram jadi berseri, dan ia dapat kehormatan dan kemuliaan. Penina yang mengolok-olok dia, tidak ada ditulis anaknya jadi apa. Karena itu jangan mengolok-olok orang.

    1 Samuel 2: 8 => puji-pujian Hana.
    2:8. Ia menegakkan orang yang hina dari dalam debu, dan mengangkat orang yang miskin dari lumpur, untuk mendudukkan dia bersama-sama dengan para bangsawan, dan membuat dia memiliki kursi kehormatan. Sebab TUHAN mempunyai alas bumi; dan di atasnya Ia menaruh daratan.

    Ibu Hana mendapat pengangkatan dari Tuhan. Itu yang kita cari hari-hari ini sampai wajah jadi berseri.
    Ini pelajaran, kalau ada di bawah jangan kecewa dan putus asa, tapi kalau di atas jangan sombong, semua dari Tuhan, kembalikan pada Dia.

    "Saya ingat ketika saya baru belajar jadi hamba Tuhan, sama seperti saudara baru belajar kerja. Om Pong tanya: Berapa kolektenya? Jumlahnya kecil, tetapi beliau jawab: Bagus, teruskan. Diberi kekuatan. Jangan dicemooh! Satu waktu akan berbalik seperti Penina. Banyak berdoa! Yang terpenting adalah sikap terhadap firman. Kalau ditegor soal dosa, selesaikan, sampai kita bisa berdoa kepada Tuhan. Biar tangan-Nya yang memberikan kehormatan dan kemuliaan pada waktunya.
    Mari bergumul sampai Tuhan meninggikan semuanya.
    "

    Mungkin kaum muda merasa rumah tangga orang tua parah--bertengkar terus--, serasa mau lari dari rumah. Gampangnya memang lari saja, tetapi hancur. Justru dengar firman, berdoa sampai Tuhan memberikan kehormatan dan kemuliaan dalam rumah tangga kita, bahkan segala hal.
    Kalau merasa ada yang sulit, mari dengar firman!


  2. Yohanes 12: 26
    12:26. Barangsiapa melayani Aku, ia harus mengikut Aku dan di mana Aku berada, di situpun pelayan-Ku akan berada. Barangsiapa melayani Aku, ia akan dihormati Bapa.

    Proses kedua untuk menerima kehormatan dan kemuliaan dari Tuhan: kita harus melayani Tuhan dengan tahbisan mempelai--'di mana Aku berada, di situpun pelayan-Ku akan berada' adalah hubungan mempelai.
    Tahbisan mempelai adalah tahbisan di dalam kasih.

    Waktu itu siang hari, murid-murid mencari makanan jasmani ke kota. Ini yang salah yaitu mencari yang jasmani. Masih kurang! Cari yang rohani!
    Yohanes 4: 32-34
    4:32. Akan tetapi Ia berkata kepada mereka: "Pada-Ku ada makanan yang tidak kamu kenal."
    4:33. Maka murid-murid itu berkata seorang kepada yang lain: "Adakah orang yang telah membawa sesuatu kepada-Nya untuk dimakan?"
    4:34. Kata Yesus kepada mereka: "Makanan-Ku ialah melakukan kehendak Dia yang mengutus Aku dan menyelesaikan pekerjaan-Nya.

    'melakukan kehendak Dia'= taat.
    'menyelesaikan pekerjaan-Nya'= setia.
    Tahbisan mempelai adalah TAAT DAN SETIA sampai garis akhir--sampai meninggal dunia atau Yesus datang kembali. Kita beribadah melayani Tuhan sampai garis akhir.
    Ini sama dengan memberi makan Yesus; memuaskan hati-Nya, dan kita akan dipuaskan secara rohani--mengucap syukur--dan jasmani--kita dipelihara.

    'di mana Aku berada, di situpun pelayan-Ku akan berada'= kita disertai oleh Tuhan.
    Roma 8: 31
    8:31. Sebab itu apakah yang akan kita katakan tentang semuanya itu? Jika Allah di pihak kita, siapakah yang akan melawan kita?

    Kalau disertai Tuhan kita, kita akan selalu menang bahkan menjadi lebih dari pemenang. Artinya kita tidak berdaya tetapi kita menang atas musuh yang jauh lebih kuat karena Tuhan yang berperang ganti kita.
    Contoh: Daud melawan Goliat, dan ia menang karena ia taat dan setia menjaga dua tiga ekor dombanya. Ia ditinggikan menjadi raja.

    Sampai kemenangan terakhir--seperti jemaat Laodikia--, kita duduk di takhta sorga.
    Wahyu 3: 21
    3:21. Barangsiapa menang, ia akan Kududukkan bersama-sama dengan Aku di atas takhta-Ku, sebagaimana Akupun telah menang dan duduk bersama-sama dengan Bapa-Ku di atas takhta-Nya.

    Laodikia adalah jemaat yang paling terpuruk karena suam-suam--tidak taat dan setia--, tetapi pengangkatannya paling tinggi yaitu duduk bersanding dengan Yesus di takhta sorga. Inilah pelayanan mempelai.

    Inilah kehormatan dan kemuliaan dari Tuhan.
    Tadi ibu Hana. Kaum muda, jangan putus asa kalau nikah orang tua belum harmonis. Kita mulai sungguh-sungguh cari kehormatan dan kemuliaan dari Tuhan sampai hidup benar, hargai firman. Berdoalah, Tuhan akan menolong nikah rumah tangga kita.

    Kemudian dalam pelayanan kita sungguh-sungguh.


  3. 1 Petrus 4: 12-14
    4:12. Saudara-saudara yang kekasih, janganlah kamu heran akan nyala api siksaan yang datang kepadamu sebagai ujian, seolah-olah ada sesuatu yang luar biasa terjadi atas kamu.
    4:13. Sebaliknya, bersukacitalah, sesuai dengan bagian yang kamu dapat dalam penderitaan Kristus, supaya kamu juga boleh bergembira dan bersukacita pada waktu Ia menyatakan kemuliaan-Nya.
    4:14. Berbahagialah kamu, jika kamu dinista karena nama Kristus, sebab Roh kemuliaan, yaitu Roh Allah ada padamu.

    Proses ketiga untuk menerima kehormatan dan kemuliaan dari Tuhan: kita harus mengalami percikan darah; sengsara daging karena Yesus; sengsara daging bersama Yesus; sengsara daging tanpa dosa.
    Tadi sudah hidup benar, suci, taat dan setia, tetapi masih menderita, itu sudah benar.

    Mengapa Tuhan izinkan kita mengalami percikan darah? Supaya Roh kemuliaan--sumber kehormatan dan kemuliaan--dicurahkan kepada kita. Daging yang hina bisa jadi mulia.

    Kegunaan Roh kemuliaan: mengubahkan kita dari manusia daging menjadi manusia mulia seperti Yesus, mulai dari berbahagia saat dinista; sama dengan KUAT TEGUH HATI.
    Artinya:


    • Tidak kecewa, putus asa, dan meninggalkan Tuhan apapun yang kita hadapi tetapi selalu mengucap syukur kepada Tuhan.
      Kecewa dan putus asa karena apa saja--sekolah, pekerjaan, masa depan, jodoh, ibadah, pelayanan--adalah AIDS secara rohani--tidak memiliki daya tahan rohani.

      Akibatnya:


      1. Rapuh sehingga salah dalam mengambil keputusan.
        Kalau dalam keadaan kecewa kita mengambil keputusan, habislah kita. Kita akan menyesal di kemudian hari.
        Jangan! Tenanglah! Diam dulu, berdoa kepada Tuhan!


      2. Gampang berbuat dosa sampai puncak dosa.


    • Tidak berbuat dosa tetapi tetap hidup benar dan suci.
    • Tetap taat dan setia apapun yang dihadapi; mengulurkan tangan kepada Tuhan; berserah dan berseru kepada Dia; menyembah Dia, maka Dia akan mengulurkan tangan Roh Kudus kepada kita.


    Kalau kuat teguh hati, hasilnya:


    • Yosua 1: 6
      1:6. Kuatkan dan teguhkanlah hatimu, sebab engkaulah yang akan memimpin bangsa ini memiliki negeri yang Kujanjikan dengan bersumpah kepada nenek moyang mereka untuk diberikan kepada mereka.

      Hasil pertama: tangan Tuhan sanggup memakai kita dalam kegerakan Roh Kudus hujan akhir--dulu Yosua masuk Kanaan--, sampai masuk Yerusalem baru.

      Pembangunan tubuh Kristus dimulai dari nikah, penggembalaan, antar penggembalaan, sampai Israel dan kafir menjadi satu tubuh Kristus yang sempurna; mempelai wanita sorga yang siap untuk menyambut kedatangan Yesus kedua kali di awan-awan yang permai.


    • 1 Petrus 5: 5-6
      5:5. Demikian jugalah kamu, hai orang-orang muda, tunduklah kepada orang-orang yang tua. Dan kamu semua, rendahkanlah dirimu seorang terhadap yang lain, sebab: "Allah menentang orang yang congkak, tetapi mengasihani orang yang rendah hati."
      5:6. Karena itu rendahkanlah dirimu di bawah tangan Tuhan yang kuat, supaya kamu ditinggikan-Nya pada waktunya.

      Hasil kedua: tangan Roh kemuliaan meninggikan kita pada waktunya--seperti Sadrakh, Mesakh, dan Abednego. Mereka tidak mau menyembah patung sekalipun Tuhan tidak menolong mereka--kuat teguh hati.
      Begitu juga kita, sekalipun tidak ditolong kita tidak kecewa, tetapi tetap taat dan setia.

      "Dua orang menjadi teladan saya: yang satu hamba Tuhan, satunya jemaat. Terakhir saya ke Netherland, Pdt Totaijs hampir dipanggil Tuhan. Kami menangis, tetapi dia kuat. Dia berkata: Mempelai Tuhan. Kuat. Matanya sudah putih, tetapi tetap kuat. Jemaat juga ada, tapi pengerja yang melayani. Ia sakit, pengerja tanya pada dia: Kalau Tuhan sembuhkan?: Saya bangga pada Tuhan.: Kalau Tuhan tidak sembuhkan?: Saya bangga pada Tuhan."

      Sadrakh, Mesakh, dan Abednego dibuang ke dalam api, dan Tuhan beserta. Mereka keluar dari dalam api.
      Artinya: Roh kemuliaan sanggup menyelesaikan semua masalah tepat pada waktunya. Sabar!
      Banyak kali kaum muda kurang sabar. Kalau sudah waktunya Tuhan pasti selesai, dan semua jadi berhasil dan indah pada waktunya.

      Yang keluarganya sudah baik, enak, jangan sombong. Yang keluarganya dalam kekurangan, tetap sabar. Jangan salah-salahkan.

      "Ada satu sepupu saya berkata: 'Apa ini, saya tidak bisa kuliah, ini salah orang tua.' Saya dengar langsung menegor dia: 'Jangan begitu.' Tiba-tiba ada yang tergerak untuk membiayai dia kuliah. Jadi hebat sekarang."

      Tuhan bisa melakukan semuanya. Lebih mudah dari membalik telapak tangan.

      "Ada teman kakak saya, dia mau menikah, tidak punya rumah, tidak punya apa-apa. Orang tua jauh. Mau kontrak juga susah. Bingung dia. Dia dengar firman. Tiba-tiba omnya telepon dan bilang mau pindah ke Belanda. Rumahnya tidak dijual, diberikan untuk dia, termasuk semua perabotannya. Padahal jarang ketemu. Bisa terjadi. Bukan mengajar kita malas, tetapi sabar, tunggu waktu Tuhan."

      Dan kalau Tuhan datang kembali kita akan diubahkan jadi sempurna untuk layak menyambut kedatangan-Nya kembali di awan permai.
      Matius 24: 30-31
      24:30. Pada waktu itu akan tampak tanda Anak Manusia di langit dan semua bangsa di bumi akan meratap dan mereka akan melihat Anak Manusia itu datang di atas awan-awan di langit dengan segala kekuasaan dan kemuliaan-Nya.
      24:31. Dan Ia akan menyuruh keluar malaikat-malaikat-Nya dengan meniup sangkakala yang dahsyat bunyinya dan mereka akan mengumpulkan orang-orang pilihan-Nya dari keempat penjuru bumi, dari ujung langit yang satu ke ujung langit yang lain.

Tuhan memberkati.

kembali ke halaman sebelumnya
IBADAH RUTIN DI MALANG

Minggu jam 06:45 (Ibadah Raya)
Minggu jam 10:15 (Ibadah Sekolah Minggu)
Selasa jam 17:15 (Ibadah Pendalaman Alkitab)
Rabu jam 07:30 (Ibadah Kaum Wanita)
Kamis jam 17:15 (Ibadah Doa Penyembahan)
Sabtu jam 17:15 (Ibadah Kaum Muda Remaja)

IBADAH RUTIN DI MEDAN
Royal Room Hotel Danau Toba Internasional
Jl. Imam Bonjol Medan

Minggu, jam 18:45 (Ibadah Raya)
Senin, jam 08:00 (Ibadah Pendalaman Alkitab)
Senin, jam 17:30 (Ibadah Pendalaman Alkitab)

IBADAH RUTIN DI SURABAYA

Minggu jam 09:15 (Ibadah Sekolah Minggu)
Minggu jam 10:25 (Ibadah Raya)
Rabu jam 17:30 (Ibadah Pendalaman Alkitab)
Jumat jam 17:30 (Ibadah Doa Penyembahan)


IBADAH RUTIN DI JAKARTA
Jl. Patra Kuningan XIV no.4
Jakarta Selatan
Sabtu, jam 09:00 (Ibadah Pendalaman Alkitab)

IBADAH KUNJUNGAN
  • 05-07 November 2019
    (Ibadah Kunjungan di Tentena)

  • 26-28 November 2019
    (Ibadah Kunjungan di Ciawi & Jakarta)

  • 28-30 Januari 2020
    (Ibadah Kunjungan di Medan)

  • 13-18 April 2020
    (Ibadah Kunjungan di Korea Selatan)

All Right Reserved Gereja Pantekosta Tabernakel "KRISTUS KASIH"
Jln. Simpang Borobudur 27 Malang | Telp: (0341) 496949 | Fax: (0341) 476751 » Lihat Peta Gereja Kami di Malang
Jln. WR Supratman 4 Surabaya | Telp. 08123300378 » Lihat Peta Gereja Kami di Surabaya
hubungi kami | email: info@gptkk.org | sitemap | top