English Language | Form Penggembalaan
RINGKASAN KOTBAH IBADAH RUTIN DAN IBADAH KUNJUNGAN
RINGKASAN LAINNYA

Ibadah Pendalaman Alkitab Surabaya, 18 Juli 2011 (Senin Sore)
Matius 26: 26-28
26:26. Dan ketika mereka sedang makan, Yesus mengambil roti, mengucap berkat, memecah-mecahkannya lalu...

Ibadah Kunjungan di Ciawi II, 16 Januari 2018 (Selasa Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayangnya TUHAN kita Yesus Kristus. Selamat malam, selamat mendengarkan firman TUHAN. Biarlah damai...

Ibadah Natal di Square Ballroom Surabaya, 24 Desember 2018 (Senin Malam)
Salam sejahtera dalam kasih sayangnya TUHAN kita Yesus Kristus. Selamat malam, selamat mendengarkan firman TUHAN. Biarlah damai...

Ibadah Pendalaman Alkitab Surabaya, 30 Agustus 2010 (Senin Sore)
Matius 25: 14-30
ay. 14= Tuhan mempercayakan harta Surga kepada manusia berdosa. Ini merupakan KEMURAHAN TUHAN.
ay. 15= Tuhan memberikan talenta sesuai...

Ibadah Raya Surabaya, 18 Februari 2018 (Minggu Siang)
Salam sejahtera dalam kasih sayangnya TUHAN kita Yesus Kristus. Selamat siang, selamat mendengarkan firman TUHAN. Biarlah damai...

Ibadah Pendalaman Alkitab Surabaya, 03 November 2014 (Senin Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayangnya Tuhan kita Yesus Kristus. Selamat malam, selamat mendengarkan Firman Tuhan. Biarlah damai...

Ibadah Doa Malam Surabaya, 18 Juni 2014 (Rabu Malam)
Puji Tuhan, kita membaca dalam kitab Markus 14: 32-36 yang berbicara tentang doa di taman Getsemani
14: 32 Lalu sampailah Yesus dan...

Ibadah Kaum Muda Remaja Malang, 24 Oktober 2009 (Sabtu Sore)
Markus 13:24-27 adalah nubuat kelima tentang KEDATANGAN...

Ibadah Kaum Muda Malang, 24 Januari 2009 (Sabtu Sore)
Bersamaan dengan Ibadah Doa Puasa Session III

Markus 12:38-40 dalam susunan Tabernakel...

Ibadah Doa Malang, 27 Juni 2019 (Kamis Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Wahyu 9:13-21 tentang sangkakala yang keenam, yaitu...

Ibadah Raya Surabaya, 10 April 2011 (Minggu Sore)
Matius 26: 14-16
26:14. Kemudian pergilah seorang dari kedua belas murid itu, yang bernama Yudas Iskariot, kepada imam-imam kepala.
26:15. Ia berkata: "Apa...

Ibadah Raya Surabaya, 12 April 2015 (Minggu Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayangnya TUHAN kita Yesus Kristus. Selamat malam, selamat mendengarkan firman TUHAN. Biarlah damai...

Ibadah Doa Malang, 31 Juli 2014 (Kamis Sore)
Pembicara: Pdp. Youpri Ardiantoro

Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Markus 2:23-28
2:23 Pada...

Ibadah Kaum Muda Remaja, 22 Desember 2012 (Sabtu Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayangnya Tuhan kita Yesus Kristus. Biarlah damai sejahtera Tuhan dilimpahkan bagi kita sekalian.

Lukas 2:...

Ibadah Doa Surabaya, 01 Agustus 2018 (Rabu Sore)
Dari rekaman Ibadah Doa di Medan

Salam sejahtera dalam kasih sayangnya TUHAN kita Yesus Kristus. Saya berada di...


TRANSKRIP LENGKAP

Doa Surabaya (Rabu, 26 November 2014)
Tayang: 10 Mei 2019
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 24 November 2014)
Tayang: 10 Mei 2019
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 23 November 2014)
Tayang: 07 Januari 2019
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 19 November 2014)
Tayang: 07 Januari 2019
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 17 November 2014)
Tayang: 07 Januari 2019
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 09 November 2014)
Tayang: 22 Agustus 2018
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 05 November 2014)
Tayang: 04 Juni 2018
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 03 November 2014)
Tayang: 04 Juni 2018
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 02 November 2014)
Tayang: 03 Maret 2018
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 20 Oktober 2014)
Tayang: 13 Desember 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 13 Oktober 2014)
Tayang: 13 Desember 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 12 Oktober 2014)
Tayang: 24 Oktober 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 08 Oktober 2014)
Tayang: 18 September 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 06 Oktober 2014)
Tayang: 05 September 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 05 Oktober 2014)
Tayang: 05 September 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 01 Oktober 2014)
Tayang: 05 September 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 29 September 2014)
Tayang: 24 Juni 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 21 September 2014)
Tayang: 19 Mei 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 17 September 2014)
Tayang: 29 April 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 15 September 2014)
Tayang: 29 April 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]



Untuk Koneksi Lambat, silahkan buka http://id.gptkk.org
Transkrip lengkap dari ibadah penggembalaan di Malang dan Surabaya, semuanya di bawakan oleh gembala sidang Pdt. Widjaja Hendra.

Silahkan kontak ke info@gptkk.org apabila bapak/ibu/sdr/sdri ada pertanyaan atau mungkin ingin berlangganan majalah Manna dan silahkan kirim email ke widjaja_h [at] yahoo.com apabila ingin konsultasi pribadi dengan bapak gembala
silahkan ganti tanda [at] dengan @
Cari ringkasan:   
[versi cetak]
Cari rekaman ibadah ini di: http://www.kabarmempelai.org
Ibadah Kaum Muda Remaja Malang, 12 Oktober 2019 (Sabtu Sore)

Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Lukas 14: 7-10 => Perikop: Tempat yang paling utama dan paling rendah
14:7. Karena Yesus melihat, bahwa tamu-tamu berusaha menduduki tempat-tempat kehormatan, Ia mengatakan perumpamaan ini kepada mereka:
14:8. "Kalau seorang mengundang engkau ke pesta perkawinan, janganlah duduk di tempat kehormatan, sebab mungkin orang itu telah mengundang seorang yang lebih terhormat dari padamu,
14:9. supaya orang itu, yang mengundang engkau dan dia, jangan datang dan berkata kepadamu: Berilah tempat ini kepada orang itu. Lalu engkau dengan malu harus pergi duduk di tempat yang paling rendah.
14:10. Tetapi, apabila engkau diundang, pergilah
duduk di tempat yang paling rendah. Mungkin tuan rumah akan datang dan berkata kepadamu: Sahabat, silakan duduk di depan. Dan dengan demikian engkau akan menerima hormat di depan mata semua tamu yang lain.

Tempat yang paling rendah dan paling utama adalah nikah yang berpesta.
Nikah adalah pemberian Tuhan yang paling mulia kepada manusia--binatang dan malaikat tidak mengenal nikah.
Oleh sebab itu, tugas kita sebagai suami, isteri dan anak adalah kita harus menjaga nikah kita, supaya selalu berkenan kepada Tuhan, sehingga nikah kita bersuasana pesta yang semakin meningkat sampai puncaknya masuk dalam perjamuan kawin Anak Domba di awan-awan yang permai.

Syarat supaya nikah kita berpesta--syarat supaya hidup kita bahagia--:

  1. Ayat 7-8= harus merendahkan diri--rendah hati dan lemah lembut--, sehingga bisa saling melayani sampai kesempurnaan (sudah diterangkan dalam Ibadah Kaum Muda Remaja 28 September 2019).


  2. Ayat 8-10= Jangan mencari kehormatan dan kemuliaan secara duniawi dari manusia, tetapi dari sorga (diterangkan pada Ibadah Kaum Muda Remaja, 05 Oktober 2019).


  3. Merendahkan diri untuk ditinggikan.
    Lukas 14: 11
    14:11. Sebab barangsiapa meninggikan diri, ia akan direndahkan dan barangsiapa merendahkan diri, ia akan ditinggikan."

AD. 3
Contoh merendahkan diri untuk ditinggikan: Yesus.

Filipi 2: 8-9

2:8. Dan dalam keadaan sebagai manusia, Ia telah merendahkan diri-Nya dan taat sampai mati, bahkan sampai mati di kayu salib.
2:9. Itulah sebabnya Allah sangat meninggikan Dia dan mengaruniakan kepada-Nya nama di atas segala nama,

Yesus merendahkan diri dan taat dengar-dengaran sampai mati di kayu salib, sehingga Ia ditinggikan sampai ke takhta sorga.
Dari sini kita bisa menarik kesimpulan, merendahkan diri untuk ditinggikan sama dengan taat dengar-dengaran. Yesus taat dengar-dengaran sampai mati di kayu salib, kita taat dengar-dengaran sampai daging tidak bersuara lagi.

Matius 7: 21-23
7:21. Bukan setiap orang yang berseru kepada-Ku: Tuhan, Tuhan! akan masuk ke dalam Kerajaan Sorga, melainkan dia yang melakukan kehendak Bapa-Ku yang di sorga.
7:22. Pada hari terakhir banyak orang akan berseru kepada-Ku: Tuhan, Tuhan, bukankah kami bernubuat demi nama-Mu, dan mengusir setan demi nama-Mu, dan mengadakan banyak mujizat demi nama-Mu juga?
7:23. Pada waktu itulah Aku akan berterus terang kepada mereka dan berkata: Aku tidak pernah mengenal kamu! Enyahlah dari pada-Ku, kamu sekalian pembuat kejahatan!"

Ayat 22= pelayanan yang hebat.
Ukuran keberhasilan dalam pelayanan kepada Tuhan dan sesama, mulai di rumah tangga, adalah taat dengar-dengaran, bukan hebat atau tidak hebat.
Kalau tidak bisa melayani nikah tetapi bisa melayani di luar, berarti munafik.

Jika tidak taat kepada Tuhan; tidak sesuai dengan kehendak Tuhan, sekalipun pelayanannya hebat terhadap Tuhan dan sesama, tidak akan diakui oleh Tuhan, bahkan disebut sebagai pembuat kejahatan, sehingga diusir oleh Tuhan. Semakin melayani semakin membuat kejahatan.
Dulu Hawa diusir karena tidak taat. Adam dan Hawa sudah melayani, sudah berhasil, hidup enak dan bahagia, tetapi makan buah yang dilarang Tuhan, habis, dianggap pembuat kejahatan.

Diusir oleh Tuhan berarti pintu sorga tertutup, dan pintu perjamuan kawin Anak Domba tertutup, pintu di dunia juga tertutup. Gagal total! Hati-hati! Kita harus taat pada firman dalam segala hal! Kalau tidak taat, sekalipun hanya satu hal, akan diusir oleh Tuhan.

Jika kita taat dengar-dengaran, pelayanan kita akan berkenan dan diterima oleh Tuhan sekalipun pelayanan kita sederhana, sehingga pintu perjamuan kawin Anak Domba terbuka--nikah berpesta--, pintu di dunia juga terbuka--keberhasilan.

Malam ini kita bicara tentang merendahkan diri untuk ditinggikan, itulah ketaatan.

Pada akhir zaman, menjelang kedatangan Yesus kedua kali, kita akan mengalami ujian ketaatan. Kita mohon kekuatan dari Tuhan supaya kita tetap taat sampai daging tidak bersuara. Hati-hati, banyak yang gagal seperti Saul:

  • Saat terjepit--menghadapi musuh--, Saul tidak taat. Kita juga banyak kali tidak taat saat dalam kesulitan.
    Dulu Saul memakai cara sendiri. Samuel menyuruh dia menunggu tujuh hari, tinggal tunggu sebentar lagi tetapi Saul tidak taat.

    Kaum muda, seringkali tidak taat soal jodoh. Dari kecil baik, taat, akhirnya tidak taat.
    Dalam kesulitan kita juga seringkali membuat jalan sendiri di luar firman.


  • Saat diberkati Saul juga tidak taat. Ia menang atas Amalek. Tuhan sudah berpesan supaya semuanya ditumpas. Saul menang, tetapi binatang tambun tidak ditumpas, rajanya tidak ditumpas juga.

    Kaum muda seringkali sombong saat diberkati dan dipakai Tuhan; nasihat diabaikan, tidak dianggap.

Akhirnya Saul ditolak jadi raja. Bagi kita sekarang, artinya tidak bisa masuk kerajaan sorga selamanya, berarti pintu di dunia juga tertutup.
Hati-hati! Kalau tidak taat, sesuatu bisa terjadi. Ketaatan ini yang menentukan.

Kita akan mengalami ujian ketaatan baik saat terjepit--pencobaan--maupun diberkati--dipakai Tuhan. Kalau tidak taat kita akan bernasib seperti Saul, ketinggalan saat Yesus datang, dan pintu di dunia juga tertutup.

Contoh ketaatan dari zaman ke zaman:

  1. Zaman permulaan; zaman Alah Bapa; dari Adam sampai Abraham--kurang lebih dua ribu tahun--, diwakili oleh Abraham.
    Kejadian 22: 1-2
    22:1. Setelah semuanya itu Allah mencoba Abraham. Ia berfirman kepadanya: "Abraham," lalu sahutnya: "Ya, Tuhan."
    22:2. Firman-Nya: "Ambillah anakmu yang tunggal itu, yang engkau kasihi, yakni Ishak, pergilah ke tanah Moria dan persembahkanlah dia di sana sebagai korban bakaran pada salah satu gunung yang akan Kukatakan kepadamu."

    Abraham sudah diberkati, sudah memiliki anak, dan sekarang ia menghadapi ujian ketaatan.
    Abraham taat untuk mempersembahkan Ishak, anaknya yang tunggal. Sekarang artinya taat dengar-dengaran sekalipun harus mengorbankan apa yang dibanggakan, disayangi, dan diharapkan; sama dengan taat dengar-dengaran sampai MENGORBANKAN KEHENDAK DAGING (daging tidak bersuara lagi).

    Hasilnya:


    • Abraham bertemu Jehovah Jireh,; artinya: Tuhan sanggup mengadakan dari tidak ada menjadi ada; yang mati jadi bangkit.
    • 2 Tawarikh 3: 1
      3:1. Salomo mulai mendirikan rumah TUHAN di Yerusalem di gunung Moria, di mana TUHAN menampakkan diri kepada Daud, ayahnya, di tempat yang ditetapkan Daud, yakni di tempat pengirikan Ornan, orang Yebus itu.

      'Gunung Moria'= tempat Abraham mempersembahkan Ishak.
      'Yebus'= bangsa kafir.

      Hasil kedua: dipakai dalam pembangunan tubuh Kristus yang sempurna.
      Pembangunan tubuh Kristus dimulai dari nikah, penggembalaan, antar penggembalaan, sampai Israel dan kafir menjadi satu tubuh Kristus yang sempurna, sehingga kita tidak dipakai Babel.

      Mulai dari permulaan nikah, perjalanan nikah kita bisa melayani.

      Kalau tidak mau dipakai dalam pembangunan tubuh Kristus yang sempurna, akan dipakai dalam pembangunan Babel--puncak kejahatan dan kenajisan.

      Bangsa kafir bisa dilibatkan dalam pembangunan tubuh Kristus yang sempurna hanya karena kemurahan Tuhan. Sebenarnya yang boleh menjadi imam hanya orang Israel asli.
      Kita harus menghargai darah Yesus; sungguh-sungguh melayani. Kalau tidak setia sampai meninggalkan pelayanan, berarti menginjak-injak darah Yesus, dan akan dibinasakan.


    Abraham taat sekalipun harus mengorbankan apa yang dikasihi dan diharapkan; sama dengan taat sampai mengorbankan kehendak daging. Taat, maka Tuhan yang bertanggung jawab.


  2. Zaman pertengahan; zaman Anak Allah; dari Abraham sampai kedatangan Yesus pertama kali--kurang lebih dua ribu tahun--, diwakili oleh janda Sarfat--bangsa kafir.
    1 Raja-raja 17: 12-15
    17:12. Perempuan itu menjawab: "Demi TUHAN, Allahmu, yang hidup, sesungguhnya tidak ada roti padaku sedikitpun, kecuali segenggam tepung dalam tempayan dan sedikit minyak dalam buli-buli. Dan sekarang aku sedang mengumpulkan dua tiga potong kayu api, kemudian aku mau pulang dan mengolahnya bagiku dan bagi anakku, dan setelah kami memakannya, maka kami akan mati."
    17:13. Tetapi Elia berkata kepadanya: "Janganlah takut, pulanglah, buatlah seperti yang kaukatakan, tetapi buatlah lebih dahulu bagiku sepotong roti bundar kecil dari padanya, dan bawalah kepadaku, kemudian barulah kaubuat bagimu dan bagi anakmu.
    17:14. Sebab beginilah firman TUHAN, Allah Israel: Tepung dalam tempayan itu tidak akan habis dan minyak dalam buli-buli itupun tidak akan berkurang sampai pada waktu TUHAN memberi hujan ke atas muka bumi."
    17:15. Lalu pergilah perempuan itu dan berbuat seperti yang dikatakan Elia; maka perempuan itu dan dia serta anak perempuan itu mendapat makan beberapa waktu lamanya.

    Janda Sarfat hanya memiliki segenggam tepung dan sedikit minyak, ia mau membuat roti, setelah itu mati.
    'buatlah lebih dahulu bagiku'= utamakan Tuhan lebih dulu!

    Janda Sarfat mempersembahkan roti bundar kepada Tuhan, sekarang artinya taat dengar-dengaran sekalipun mengorbankan apa yang kita butuhkan; sama dengan taat dengar-dengaran sampai MENGORBANKAN KEPENTINGAN DIRI SENDIRI--taat dengar-dengaran sampai daging tidak bersuara. Tadi, kita taat dengar-dengaran sampai mengorbankan kehendak sendiri.

    "Dulu om ke Surabaya belum ada mobil (1995 - 2004), kemudian beberapa tahun menabung, bisa cukup untuk beli mobil. Tiba-tiba harus membuka Lempin-El, tidak ada asramanya. Uang untuk beli mobil saya gunakan untuk membeli asrama. Tidak masalah kalau itu kehendak Tuhan dan untuk kepentingan pekerjaan Tuhan. Tuhan tidak pernah menipu, Jehovah Jireh. Setelah itu mobil dikirim, rumah juga."

    Mari, taat untuk kepentingan Tuhan. Jangan egois mulai dari dalam rumah tangga!

    Hasilnya: Tuhan sanggup memelihara kita yang kecil tak berdaya secara ajaib di tengah kesulitan dunia sampai zaman antikris berkuasa di bumi selama tiga setengah tahun--Dia memberikan kepada kita kedua sayap dari burung nasar yang besar untuk menyingkirkan kita ke padang gurun, jauh dari mata antikris, dan kita hidup dipelihara dengan firman pengajaran dan perjamuan suci--dulu Israel hidup dari manna di padang gurun, janda Sarfat dari segenggam tepung dan sedikit minyak.

    Ibadah pendalaman alkitab dan perjamuan suci sangat penting, merupakan latihan menyingkir ke padang gurun. Kita tidak bergantung pada dunia tetapi Tuhan.
    Janda Sarfat dalam keadaan terjepit, kekurangan, tetapi tetap taat, maka bertemu dengan Tuhan yang bisa memelihara bahkan sampai hidup kekal--kedua sayap burung nasar bukan hanya menyingkirkan tetapi juga mengangkat ke awan-awan yang permai. Kalau saat diberkati tetap taat, kita bertemu Tuhan sebagai Jehovah Jireh.


  3. Zaman akhir; zaman Alah Roh Kudus; dari kedatangan Yesus pertama kali sampai kedatangan Yesus kedua kali--kurang lebih dua ribu tahun--, diwakili oleh rasul hujan awal.
    Kisah Rasul 5: 28-29
    5:28. katanya: "Dengan keras kami melarang kamu mengajar dalam Nama itu. Namun ternyata, kamu telah memenuhi Yerusalem dengan ajaranmu dan kamu hendak menanggungkan darah Orang itu kepada kami."
    5:29. Tetapi Petrus dan rasul-rasul itu menjawab, katanya: "Kita harus lebih taat kepada Allah dari pada kepada manusia.

    Rasul-rasul hujan awal lebih taat kepada Tuhan dari pada manusia--apalagi manusia yang salah--, apapun resikonya, bahkan sampai mati syahid karena Yesus.
    Ini sama dengan taat dengar-dengaran sampai MENGORBANKAN DIRI SENDIRI.

    Tadi taat dengar-dengaran sampai mengorbankan kehendak diri sendiri, kemudian mengorbankan kepentingan sendiri--belajar bergantung pada Tuhan--, dan terakhir mengorbankan diri sendiri.

    Nanti kita harus menghadapi aniaya untuk bisa beribadah. Kalau sekarang ada halangan sedikit kita tidak beribadah, bagaimana nanti? Karena itu mulai sekarang harus dilatih.
    Kisah Rasul 5: 32
    5:32. Dan kami adalah saksi dari segala sesuatu itu, kami dan Roh Kudus, yang dikaruniakan Allah kepada semua orang yang mentaati Dia."

    Pada saat Yesus taat sampai mati di kayu salib, Ia mendapatkan nama di atas segala nama.
    Filipi 2: 9
    2:9. Itulah sebabnya Allah sangat meninggikan Dia dan mengaruniakan kepada-Nya nama di atas segala nama,

    Nama Yesus adalah minyak yang harum, itulah Roh Kudus.
    Kidung Agung 1: 3
    1:3. harum bau minyakmu, bagaikan minyak yang tercurah namamu, oleh sebab itu gadis-gadis cinta kepadamu!

    'Gadis-gadis'= gereja Tuhan.
    Bagi kita sekarang, kalau kita taat dengar-dengaran sampai daging tidak bersuara kita akan menerima curahan Roh Kudus. Ini kekuatan kita, tidak usah takut.

    Malam ini, ujian ketaatan, berat, banyak yang gagal seperti Saul. Kita juga tidak mampu, oleh sebab itu kita butuh Roh Kudus malam ini. Tuhan tolong kita semua. Biar Roh Kudus dicurahkan di tengah kita.

    Kegunaan Roh Kudus:


    • Titus 3: 5
      3:5. pada waktu itu Dia telah menyelamatkan kita, bukan karena perbuatan baik yang telah kita lakukan, tetapi karena rahmat-Nya oleh permandian kelahiran kembali dan oleh pembaharuan yang dikerjakan oleh Roh Kudus,

      Yang pertama: Roh Kudus membaharui kita dari manusia daging menjadi manusia rohani seperti Yesus.
      Ini adalah mujizat terbesar, sampai kita bisa berseru: Ya Abba, ya Bapa--jujur dan taat.

      Kalau jujur pasti taat. Kalau tidak jujur pasti tidak taat.
      Saat Adam dan Hawa masih taat, mereka jujur. Tetapi ketika tidak taat, mereka tidak jujur saat Tuhan bertanya kepada mereka.

      Jujur dan taat sama dengan menjadi rumah doa. Kalau tidak jujur, berarti menjadi rumah setan. Bahaya! Hidup itu akan hancur. Kalau jujur dan taat, biarpun kita masih sederhana kita menjadi rumah Tuhan, dan Dia menjawab doa-doa kita.


    • Hakim-hakim 14: 5-6
      14:5. Lalu pergilah Simson beserta ayahnya dan ibunya ke Timna. Ketika mereka sampai ke kebun-kebun anggur di Timna, maka seekor singa muda mendatangi Simson dengan mengaum.
      14:6. Pada waktu itu
      berkuasalah Roh TUHAN atas dia, sehingga singa itu dicabiknya seperti orang mencabik anak kambing--tanpa apa-apa di tangannya. Tetapi tidak diceriterakannya kepada ayahnya atau ibunya apa yang dilakukannya itu.

      Yang kedua: mujizat jasmani juga terjadi--kalau jujur dan taat, mujizat jasmani pasti terjadi: singa jadi anak kambing, artinya menyelesaikan semua masalah yang mustahil.

      Singa muda juga menunjuk pada nafsu orang muda yaitu dosa makan minum dan kawin mengawinkan, termasuk pacaran yang tujuannya tidak jelas.

      "Di Lempin-El diajarkan nafsu orang muda adalah tidak boleh pacaran. Kaum muda juga kalau pacaran harus bertujuan untuk menikah, bukan untuk memperdaya."

      Kalau ada Roh Kudus, nafsu orang muda dikalahkan semua, sehingga kita bisa hidup benar dan suci. Masalah jasmani dikalahkan, dosa juga dikalahkan: pikiran, pandangan, hati, sampai perbuatan dosa dikalahkan oleh Roh Kudus.


    • Yohanes 15: 26-27
      15:26. Jikalau Penghibur yang akan Kuutus dari Bapa datang, yaitu Roh Kebenaran yang keluar dari Bapa, Ia akan bersaksi tentang Aku.
      15:27. Tetapi
      kamu juga harus bersaksi, karena kamu dari semula bersama-sama dengan Aku."

      Yang ketiga: Roh Kudus memberi kekuatan ekstra kepada kita untuk menghadapi apapun juga, sehingga kita tidak bersungut, tetapi bersaksi.

      Ayat 25= kebencian tanpa alasan. Kita menghadapi aniaya tetapi kita kuat karena Roh Kudus memberikan kekuatan ekstra saat menghadapi kesedihan, kegagalan, kesulitan, sengsara, aniaya, sehingga kita tidak kecewa, putus asa, dan meninggalkan Tuhan, tetapi kita justru bersaksi. Kita bersaksi lewat kabar baik dan kabar mempelai.

      Dan jika Tuhan datang kembali kita diubahkan jadi sempurna; tidak salah dalam perkataan. Kita menyambut kedatangan-Nya, masuk perjamuan kawin Anak Domba, kita bersama Dia selamanya dengan keluarga kita.

Kalau kita sering tidak taat saat menghadapi apapun, masih ada Roh Kudus. Kita memang sering gagal menghadapi ujian ketaatan. Biar Roh Kudus yang menolong kita semua.

Tuhan memberkati.

kembali ke halaman sebelumnya
IBADAH RUTIN DI MALANG

Minggu jam 06:45 (Ibadah Raya)
Minggu jam 10:15 (Ibadah Sekolah Minggu)
Selasa jam 17:15 (Ibadah Pendalaman Alkitab)
Rabu jam 07:30 (Ibadah Kaum Wanita)
Kamis jam 17:15 (Ibadah Doa Penyembahan)
Sabtu jam 17:15 (Ibadah Kaum Muda Remaja)

IBADAH RUTIN DI MEDAN
Royal Room Hotel Danau Toba Internasional
Jl. Imam Bonjol Medan

Minggu, jam 18:45 (Ibadah Raya)
Senin, jam 08:00 (Ibadah Pendalaman Alkitab)
Senin, jam 17:30 (Ibadah Pendalaman Alkitab)

IBADAH RUTIN DI SURABAYA

Minggu jam 09:00 (Ibadah Sekolah Minggu)
Minggu jam 10:15 (Ibadah Raya)
Rabu jam 17:30 (Ibadah Pendalaman Alkitab)
Jumat jam 17:30 (Ibadah Doa Penyembahan)


IBADAH RUTIN DI JAKARTA
Jl. Patra Kuningan XIV no.4
Jakarta Selatan
Sabtu, jam 09:00 (Ibadah Pendalaman Alkitab)

IBADAH KUNJUNGAN
  • 26-28 November 2019
    (Ibadah Kunjungan di Ciawi & Jakarta)

  • 13 Desember 2019
    (Ibadah Natal di Bondowoso)

  • 28-30 Januari 2020
    (Ibadah Kunjungan di Medan)

  • 13-18 April 2020
    (Ibadah Kunjungan di Korea Selatan)

All Right Reserved Gereja Pantekosta Tabernakel "KRISTUS KASIH"
Jln. Simpang Borobudur 27 Malang | Telp: (0341) 496949 | Fax: (0341) 476751 » Lihat Peta Gereja Kami di Malang
Jln. WR Supratman 4 Surabaya | Telp. 08123300378 » Lihat Peta Gereja Kami di Surabaya
hubungi kami | email: info@gptkk.org | sitemap | top