Simpang Borobudur no 27 Malang
0341-496949
Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Lukas 14: 7-10=> Perikop: Tempat yang paling utama dan paling rendah
14:7. Karena Yesus melihat, bahwa tamu-tamu berusaha menduduki tempat-tempat kehormatan, Ia mengatakan perumpamaan ini kepada mereka:
14:8. "Kalau seorang mengundang engkau ke pesta perkawinan, janganlah duduk di tempat kehormatan, sebab mungkin orang itu telah mengundang seorang yang lebih terhormat dari padamu,
14:9. supaya orang itu, yang mengundang engkau dan dia, jangan datang dan berkata kepadamu: Berilah tempat ini kepada orang itu. Lalu engkau dengan malu harus pergi duduk di tempat yang paling rendah.
14:10. Tetapi, apabila engkau diundang, pergilah
duduk di tempat yang paling rendah. Mungkin tuan rumah akan datang dan berkata kepadamu: Sahabat, silakan duduk di depan. Dan dengan demikian engkau akan menerima hormatdi depan mata semua tamu yang lain.

Tempat yang paling rendah dan paling utama adalah nikah yang berpesta.
Nikah adalah pemberian Tuhan yang paling mulia kepada manusia--binatang dan malaikat tidak mengenal nikah.
Oleh sebab itu, tugas kita sebagai suami, isteri dan anak adalah kita harus menjaga nikah kita, supaya selalu berkenan kepada Tuhan, sehingga nikah kita bersuasana pesta yang semakin meningkat sampai puncaknya masuk dalam perjamuan kawin Anak Domba di awan-awan yang permai.

Syarat supaya nikah kita berpesta--syarat supaya hidup kita bahagia--:

  1. Ayat 7-8= harus merendahkan diri--rendah hati dan lemah lembut--, sehingga bisa saling melayani sampai kesempurnaan (sudah diterangkan dalamIbadah Kaum Muda Remaja 28 September 2019).

  2. Ayat 8-10=Jangan mencari kehormatan dan kemuliaan secara duniawi dari manusia, tetapi dari sorga(diterangkan pada Ibadah Kaum Muda Remaja, 05 Oktober 2019).

  3. Merendahkan diri untuk ditinggikan.
    Lukas 14: 11
    14:11.Sebab barangsiapa meninggikan diri, ia akan direndahkan dan barangsiapa merendahkan diri, ia akan ditinggikan."

AD. 3
Contoh merendahkan diri untuk ditinggikan: Yesus.

Filipi 2: 8-9

2:8.Dan dalam keadaan sebagai manusia, Ia telah merendahkan diri-Nyadan taat sampai mati, bahkan sampai mati di kayu salib.
2:9.Itulah sebabnya Allah sangat meninggikan Diadan mengaruniakan kepada-Nya nama di atas segala nama,

Yesus merendahkan diri dan taat dengar-dengaran sampai mati di kayu salib, sehingga Ia ditinggikan sampai ke takhta sorga.
Dari sini kita bisa menarik kesimpulan, merendahkan diri untuk ditinggikan sama dengan taat dengar-dengaran. Yesus taat dengar-dengaran sampai mati di kayu salib, kita taat dengar-dengaran sampai daging tidak bersuara lagi.

Matius 7: 21-23
7:21.Bukan setiap orang yang berseru kepada-Ku: Tuhan, Tuhan! akan masuk ke dalam Kerajaan Sorga, melainkan dia yang melakukan kehendak Bapa-Kuyang di sorga.
7:22.Pada hari terakhir banyak orang akan berseru kepada-Ku: Tuhan, Tuhan, bukankah kami bernubuat demi nama-Mu, dan mengusir setan demi nama-Mu, dan mengadakan banyak mujizat demi nama-Mu juga?
7:23.Pada waktu itulah Aku akan berterus terang kepada mereka dan berkata: Aku tidak pernah mengenal kamu! Enyahlah dari pada-Ku, kamu sekalian pembuat kejahatan!"

Ayat 22= pelayanan yang hebat.
Ukuran keberhasilan dalam pelayanan kepada Tuhan dan sesama, mulai di rumah tangga, adalah taat dengar-dengaran, bukan hebat atau tidak hebat.
Kalau tidak bisa melayani nikah tetapi bisa melayani di luar, berarti munafik.

Jika tidak taat kepada Tuhan; tidak sesuai dengan kehendak Tuhan, sekalipun pelayanannya hebat terhadap Tuhan dan sesama, tidak akan diakui oleh Tuhan, bahkan disebut sebagai pembuat kejahatan, sehingga diusir oleh Tuhan. Semakin melayani semakin membuat kejahatan.
Dulu Hawa diusir karena tidak taat. Adam dan Hawa sudah melayani, sudah berhasil, hidup enak dan bahagia, tetapi makan buah yang dilarang Tuhan, habis, dianggap pembuat kejahatan.

Diusir oleh Tuhan berarti pintu sorga tertutup, dan pintu perjamuan kawin Anak Domba tertutup, pintu di dunia juga tertutup. Gagal total! Hati-hati! Kita harus taat pada firman dalam segala hal! Kalau tidak taat, sekalipun hanya satu hal, akan diusir oleh Tuhan.

Jika kita taat dengar-dengaran, pelayanan kita akan berkenan dan diterima oleh Tuhan sekalipun pelayanan kita sederhana, sehingga pintu perjamuan kawin Anak Domba terbuka--nikah berpesta--, pintu di dunia juga terbuka--keberhasilan.

Malam ini kita bicara tentang merendahkan diri untuk ditinggikan, itulah ketaatan.

Pada akhir zaman, menjelang kedatangan Yesus kedua kali, kita akan mengalami ujian ketaatan. Kita mohon kekuatan dari Tuhan supaya kita tetap taat sampai daging tidak bersuara. Hati-hati, banyak yang gagal seperti Saul:

  • Saat terjepit--menghadapi musuh--, Saul tidak taat. Kita juga banyak kali tidak taat saat dalam kesulitan.
    Dulu Saul memakai cara sendiri. Samuel menyuruh dia menunggu tujuh hari, tinggal tunggu sebentar lagi tetapi Saul tidak taat.

    Kaum muda, seringkali tidak taat soal jodoh. Dari kecil baik, taat, akhirnya tidak taat.
    Dalam kesulitan kita juga seringkali membuat jalan sendiri di luar firman.

  • Saat diberkati Saul juga tidak taat. Ia menang atas Amalek. Tuhan sudah berpesan supaya semuanya ditumpas. Saul menang, tetapi binatang tambun tidak ditumpas, rajanya tidak ditumpas juga.

    Kaum muda seringkali sombong saat diberkati dan dipakai Tuhan; nasihat diabaikan, tidak dianggap.

Akhirnya Saul ditolak jadi raja. Bagi kita sekarang, artinya tidak bisa masuk kerajaan sorga selamanya, berarti pintu di dunia juga tertutup.
Hati-hati!Kalau tidak taat, sesuatu bisa terjadi. Ketaatan ini yang menentukan.

Kita akan mengalami ujian ketaatan baik saat terjepit--pencobaan--maupun diberkati--dipakai Tuhan. Kalau tidak taat kita akan bernasib seperti Saul, ketinggalan saat Yesus datang, dan pintu di dunia juga tertutup.

Contoh ketaatan dari zaman ke zaman:

  1. Zaman permulaan; zaman Alah Bapa; dari Adam sampai Abraham--kurang lebih dua ribu tahun--, diwakili oleh Abraham.
    Kejadian 22: 1-2
    22:1.Setelah semuanya itu Allah mencoba Abraham. Ia berfirman kepadanya: "Abraham," lalu sahutnya: "Ya, Tuhan."
    22:2.Firman-Nya: "Ambillah anakmu yang tunggal itu, yang engkau kasihi, yakni Ishak, pergilah ke tanah Moria dan persembahkanlah dia di sana sebagai korban bakaranpada salah satu gunung yang akan Kukatakan kepadamu."

    Abraham sudah diberkati, sudah memiliki anak, dan sekarang ia menghadapi ujian ketaatan.
    Abraham taat untuk mempersembahkan Ishak, anaknya yang tunggal. Sekarang artinya taat dengar-dengaran sekalipun harus mengorbankan apa yang dibanggakan, disayangi, dan diharapkan; sama dengan taat dengar-dengaran sampai MENGORBANKAN KEHENDAK DAGING(daging tidak bersuara lagi).

    Hasilnya:

    • Abraham bertemu Jehovah Jireh,; artinya: Tuhan sanggup mengadakan dari tidak ada menjadi ada; yang mati jadi bangkit.
    • 2 Tawarikh 3: 1
      3:1.Salomo mulai mendirikan rumah TUHAN di Yerusalem di gunung Moria, di mana TUHAN menampakkan diri kepada Daud, ayahnya, di tempat yang ditetapkan Daud, yakni di tempat pengirikan Ornan, orang Yebusitu.

      'Gunung Moria'= tempat Abraham mempersembahkan Ishak.
      'Yebus'= bangsa kafir.

      Hasil kedua: dipakai dalam pembangunan tubuh Kristus yang sempurna.
      Pembangunan tubuh Kristus dimulai dari nikah, penggembalaan, antar penggembalaan, sampai Israel dan kafir menjadi satu tubuh Kristus yang sempurna, sehingga kita tidak dipakai Babel.

      Mulai dari permulaan nikah, perjalanan nikah kita bisa melayani.

      Kalau tidak mau dipakai dalam pembangunan tubuh Kristus yang sempurna, akan dipakai dalam pembangunan Babel--puncak kejahatan dan kenajisan.

      Bangsa kafir bisa dilibatkan dalam pembangunan tubuh Kristus yang sempurna hanya karena kemurahan Tuhan. Sebenarnya yang boleh menjadi imam hanya orang Israel asli.
      Kita harus menghargai darah Yesus; sungguh-sungguh melayani. Kalau tidak setia sampai meninggalkan pelayanan, berarti menginjak-injak darah Yesus, dan akan dibinasakan.

    Abraham taat sekalipun harus mengorbankan apa yang dikasihi dan diharapkan; sama dengan taat sampai mengorbankan kehendak daging. Taat, maka Tuhan yang bertanggung jawab.

  2. Zaman pertengahan; zaman Anak Allah; dari Abraham sampai kedatangan Yesus pertama kali--kurang lebih dua ribu tahun--, diwakili oleh janda Sarfat--bangsa kafir.
    1 Raja-raja 17: 12-15
    17:12.Perempuan itu menjawab: "Demi TUHAN, Allahmu, yang hidup, sesungguhnya tidak ada roti padaku sedikitpun, kecuali segenggam tepungdalam tempayan dan sedikit minyakdalam buli-buli. Dan sekarang aku sedang mengumpulkan dua tiga potong kayu api, kemudian aku mau pulang dan mengolahnya bagiku dan bagi anakku, dan setelah kami memakannya, maka kami akan mati."
    17:13.Tetapi Elia berkata kepadanya: "Janganlah takut, pulanglah, buatlah seperti yang kaukatakan, tetapi buatlah lebih dahulu bagikusepotong roti bundar kecil dari padanya, dan bawalah kepadaku, kemudian barulah kaubuat bagimu dan bagi anakmu.
    17:14.Sebab beginilah firman TUHAN, Allah Israel: Tepung dalam tempayan itu tidak akan habis dan minyak dalam buli-buli itupun tidak akan berkurang sampai pada waktu TUHAN memberi hujan ke atas muka bumi."
    17:15.Lalu pergilah perempuan itu dan berbuat seperti yang dikatakan Elia; maka perempuan itu dan dia serta anak perempuan itu mendapat makan beberapa waktu lamanya.

    Janda Sarfat hanya memiliki segenggam tepung dan sedikit minyak, ia mau membuat roti, setelah itu mati.
    'buatlah lebih dahulu bagiku'= utamakan Tuhan lebih dulu!

    Janda Sarfat mempersembahkan roti bundar kepada Tuhan, sekarang artinya taat dengar-dengaran sekalipun mengorbankan apa yang kita butuhkan; sama dengan taat dengar-dengaran sampai MENGORBANKAN KEPENTINGAN DIRI SENDIRI--taat dengar-dengaran sampai daging tidak bersuara. Tadi, kita taat dengar-dengaran sampai mengorbankan kehendak sendiri.

    "Dulu om ke Surabaya belum ada mobil (1995 - 2004), kemudian beberapa tahun menabung, bisa cukup untuk beli mobil. Tiba-tiba harus membuka Lempin-El, tidak ada asramanya. Uang untuk beli mobil saya gunakan untuk membeli asrama. Tidak masalah kalau itu kehendak Tuhan dan untuk kepentingan pekerjaan Tuhan. Tuhan tidak pernah menipu, Jehovah Jireh. Setelah itu mobil dikirim, rumah juga."

    Mari, taat untuk kepentingan Tuhan. Jangan egois mulai dari dalam rumah tangga!

    Hasilnya: Tuhan sanggup memelihara kitayang kecil tak berdaya secara ajaib di tengah kesulitan dunia sampai zaman antikris berkuasa di bumi selama tiga setengah tahun--Dia memberikan kepada kita kedua sayap dari burung nasar yang besar untuk menyingkirkan kita ke padang gurun, jauh dari mata antikris, dan kita hidup dipelihara dengan firman pengajaran dan perjamuan suci--dulu Israel hidup dari manna di padang gurun, janda Sarfat dari segenggam tepung dan sedikit minyak.

    Ibadah pendalaman alkitab dan perjamuan suci sangat penting, merupakan latihan menyingkir ke padang gurun. Kita tidak bergantung pada dunia tetapi Tuhan.
    Janda Sarfat dalam keadaan terjepit, kekurangan, tetapi tetap taat, maka bertemu dengan Tuhan yang bisa memelihara bahkan sampai hidup kekal--kedua sayap burung nasar bukan hanya menyingkirkan tetapi juga mengangkat ke awan-awan yang permai. Kalau saat diberkati tetap taat, kita bertemu Tuhan sebagai Jehovah Jireh.

  3. Zaman akhir; zaman Alah Roh Kudus; dari kedatangan Yesus pertama kali sampai kedatangan Yesus kedua kali--kurang lebih dua ribu tahun--, diwakili oleh rasul hujan awal.
    Kisah Rasul 5: 28-29
    5:28.katanya: "Dengan keras kami melarang kamu mengajar dalam Nama itu. Namun ternyata, kamu telah memenuhi Yerusalem dengan ajaranmu dan kamu hendak menanggungkan darah Orang itu kepada kami."
    5:29.Tetapi Petrus dan rasul-rasul itu menjawab, katanya: "Kita harus lebih taat kepada Allah dari pada kepada manusia.

    Rasul-rasul hujan awal lebih taat kepada Tuhan dari pada manusia--apalagi manusia yang salah--, apapun resikonya, bahkan sampai mati syahid karena Yesus.
    Ini sama dengan taat dengar-dengaran sampai MENGORBANKAN DIRI SENDIRI.

    Tadi taat dengar-dengaran sampai mengorbankan kehendak diri sendiri, kemudian mengorbankan kepentingan sendiri--belajar bergantung pada Tuhan--, dan terakhir mengorbankan diri sendiri.

    Nanti kita harus menghadapi aniaya untuk bisa beribadah. Kalau sekarang ada halangan sedikit kita tidak beribadah, bagaimana nanti? Karena itu mulai sekarang harus dilatih.
    Kisah Rasul 5: 32
    5:32.Dan kami adalah saksi dari segala sesuatu itu, kami dan Roh Kudus, yang dikaruniakan Allah kepada semua orang yang mentaati Dia."

    Pada saat Yesus taat sampai mati di kayu salib, Ia mendapatkan nama di atas segala nama.
    Filipi 2: 9
    2:9.Itulah sebabnya Allah sangat meninggikan Dia dan mengaruniakan kepada-Nya nama di atas segala nama,

    Nama Yesus adalah minyak yang harum, itulah Roh Kudus.
    Kidung Agung 1: 3
    1:3.harum bau minyakmu, bagaikan minyak yang tercurah namamu, oleh sebab itu gadis-gadis cinta kepadamu!

    'Gadis-gadis'= gereja Tuhan.
    Bagi kita sekarang, kalau kita taat dengar-dengaran sampai daging tidak bersuara kita akan menerima curahan Roh Kudus. Ini kekuatan kita, tidak usah takut.

    Malam ini, ujian ketaatan, berat, banyak yang gagal seperti Saul. Kita juga tidak mampu, oleh sebab itu kita butuh Roh Kudus malam ini. Tuhan tolong kita semua. Biar Roh Kudus dicurahkan di tengah kita.

    Kegunaan Roh Kudus:

    • Titus 3: 5
      3:5.pada waktu itu Dia telah menyelamatkan kita, bukan karena perbuatan baik yang telah kita lakukan, tetapi karena rahmat-Nya oleh permandian kelahiran kembali dan oleh pembaharuan yang dikerjakan oleh Roh Kudus,

      Yang pertama: Roh Kudus membaharui kita dari manusia daging menjadi manusia rohani seperti Yesus.
      Ini adalah mujizat terbesar, sampai kita bisa berseru: Ya Abba, ya Bapa--jujur dan taat.

      Kalau jujur pasti taat. Kalau tidak jujur pasti tidak taat.
      Saat Adam dan Hawa masih taat, mereka jujur. Tetapi ketika tidak taat, mereka tidak jujur saat Tuhan bertanya kepada mereka.

      Jujur dan taat sama dengan menjadi rumah doa. Kalau tidak jujur, berarti menjadi rumah setan. Bahaya! Hidup itu akan hancur. Kalau jujur dan taat, biarpun kita masih sederhana kita menjadi rumah Tuhan, dan Dia menjawab doa-doa kita.

    • Hakim-hakim 14: 5-6
      14:5.Lalu pergilah Simson beserta ayahnya dan ibunya ke Timna. Ketika mereka sampai ke kebun-kebun anggur di Timna, maka seekor singa muda mendatangi Simson dengan mengaum.
      14:6. Pada waktu itu
      berkuasalah Roh TUHANatas dia, sehingga singa itu dicabiknya seperti orang mencabik anak kambing--tanpa apa-apa di tangannya. Tetapi tidak diceriterakannya kepada ayahnya atau ibunya apa yang dilakukannya itu.

      Yang kedua: mujizat jasmani juga terjadi--kalau jujur dan taat, mujizat jasmani pasti terjadi: singa jadi anak kambing, artinya menyelesaikan semua masalah yang mustahil.

      Singa muda juga menunjuk pada nafsu orang muda yaitu dosa makan minum dan kawin mengawinkan, termasuk pacaran yang tujuannya tidak jelas.

      "Di Lempin-El diajarkan nafsu orang muda adalah tidak boleh pacaran. Kaum muda juga kalau pacaran harus bertujuan untuk menikah, bukan untuk memperdaya."

      Kalau ada Roh Kudus, nafsu orang muda dikalahkan semua, sehingga kita bisa hidup benar dan suci. Masalah jasmani dikalahkan, dosa juga dikalahkan: pikiran, pandangan, hati, sampai perbuatan dosa dikalahkan oleh Roh Kudus.

    • Yohanes 15: 26-27
      15:26.Jikalau Penghiburyang akan Kuutus dari Bapa datang, yaitu Roh Kebenaran yang keluar dari Bapa, Ia akan bersaksi tentang Aku.
      15:27. Tetapi
      kamu juga harus bersaksi, karena kamu dari semula bersama-sama dengan Aku."

      Yang ketiga: Roh Kudus memberi kekuatan ekstra kepada kita untuk menghadapi apapun juga, sehingga kita tidak bersungut, tetapi bersaksi.

      Ayat 25= kebencian tanpa alasan. Kita menghadapi aniaya tetapi kita kuat karena Roh Kudus memberikan kekuatan ekstra saat menghadapi kesedihan, kegagalan, kesulitan, sengsara, aniaya, sehingga kita tidak kecewa, putus asa, dan meninggalkan Tuhan, tetapi kita justru bersaksi. Kita bersaksi lewat kabar baik dan kabar mempelai.

      Dan jika Tuhan datang kembali kita diubahkan jadi sempurna; tidak salah dalam perkataan. Kita menyambut kedatangan-Nya, masuk perjamuan kawin Anak Domba, kita bersama Dia selamanya dengan keluarga kita.

Kalau kita sering tidak taat saat menghadapi apapun, masih ada Roh Kudus. Kita memang sering gagal menghadapi ujian ketaatan. Biar Roh Kudus yang menolong kita semua.

Tuhan memberkati.

Versi Cetak

Transkrip
  • Ibadah Pendalaman Alkitab Surabaya, 19 Januari 2015 (Senin Sore)
    ... tidak dingin atau panas Aku akan memuntahkan engkau dari mulut-Ku. 'tidak dingin dan tidak panas' tidak mati dan tidak bangkit tidak kalah dan tidak menang. Kalau mati dan bangkit setelah itu bisa mulia. Keadaan Loadikia adalah tidak mati dan tidak bangkit suam-suam kuku dan hanya seharga muntah hidup dalam kejijikan dan ...
  • Ibadah Raya Surabaya, 26 Agustus 2018 (Minggu Siang)
    ... . Dan ada seorang yang berkata kepada-Nya Tuhan sedikit sajakah orang yang diselamatkan . Jawab Yesus kepada orang-orang di situ Berjuanglah untuk masuk melalui pintu yang sesak itu Sebab Aku berkata kepadamu Banyak orang akan berusaha untuk masuk tetapi tidak akan dapat. . Jika tuan rumah telah bangkit dan telah ...
  • Ibadah Doa Malang, 04 Agustus 2009 (Selasa Sore)
    ... . Israel sudah mengalami keubahan hidup dari ranting yang keras menjadi ranting yang lembut secara rohani . Jadi kedatangan Tuhan kedua kali identik dengan keubahan hidup. Kalau mau menyambut kedatangan Tuhan yang kedua baik Israel maupun Kafir harus mengalami keubahan hidup dari manusia daging menjadi manusia rohani. Dalam Matius keubahan ...
  • Ibadah Pendalaman Alkitab Malang, 18 November 2010 (Kamis Sore)
    ... telah sedia untuk Iblis dan malaikat-malaikatnya. Hari-hari ini kita harus berjuang supaya berada di posisi domba di sebelah kanan memiliki hikmat Sorgawi. Nilai hikmat Sorgawi. Amsal - Terimalah didikanku lebih dari pada perak dan pengetahuan lebih dari pada emas pilihan. Karena hikmat lebih berharga dari pada permata apapun yang diinginkan orang ...
  • Ibadah Pendalaman Alkitab Malang, 17 Januari 2013 (Kamis Sore)
    ... juga menolak kematian Yesus. Roma yaitu Yesus yang telah diserahkan karena pelanggaran kita dan dibangkitkan karena pembenaran kita. Yesus mati untuk mengampuni atau melepaskan kita dari dosa dan Yesus bangkit untuk membenarkan kita. Tetapi hal ini ditolak lewat berita palsu. Akibat menolak kebangkitan Yesus Manusia anak Tuhan hamba Tuhan tidak percaya Yesus ...
  • Ibadah Persekutuan Tubuh Kristus Medan II, 26 Oktober 2010 (Selasa Sore)
    ... Injil keselamatan firman penginjilan susu kabar baik. Efesus . Di dalam Dia kamu juga--karena kamu telah mendengar firman kebenaran yaitu Injil keselamatanmu--di dalam Dia kamu juga ketika kamu percaya dimeteraikan dengan Roh Kudus yang dijanjikan-Nya itu. Ini adalah injil yang memberitakan kedatangan Yesus pertama kali dan mati di kayu salib untuk menyelamatkan ...
  • Ibadah Raya Surabaya, 14 Oktober 2018 (Minggu Siang)
    ... berkenan kepada-Nya dengan hormat dan takut. Praktik pertama kehidupan yang tidak tergoncangkan 'marilah kita mengucap syukur' mengucap syukur tidak kecewa putus asa dan meninggalkan Tuhan apapun yang sedang terjadi. Praktik kedua kehidupan yang tidak tergoncangkan 'beribadah kepada Allah menurut cara yang berkenan kepada-Nya' beribadah kepada Allah menurut cara yang berkenan kepada-Nya ...
  • Ibadah Doa Malang, 15 April 2014 (Selasa Sore)
    ... kesetiaan seperti ikat pinggang tetap terikat pada pinggang. Ikat pinggang sama dengan kebenaran dan kesetiaan. Dada sama dengan kasih. Jadi dada berlilitkan ikat pinggang dari emas sama dengan kebenaran dan kesetiaan di dalam kasih. Kita sebagai imam-imam harus melayani Tuhan dengan kebenaran dan kesetiaan di dalam kasih. Wahyu Lalu aku melihat ...
  • Ibadah Doa Surabaya, 20 Mei 2015 (Rabu Sore)
    ... perkara besar yang dilakukan oleh Yesus diterangkan mulai dari Ibadah Raya Surabaya Maret . Kita mempelajari Wahyu - sidang jemaat yang keenam yaitu SIDANG JEMAAT FILADELFIA. Kita masih berada pada ayat - . Wahyu Dan tuliskanlah kepada malaikat jemaat di Filadelfia Inilah firman dari Yang Kudus Yang Benar yang memegang kunci Daud ...
  • Ibadah Doa Malang, 11 April 2019 (Kamis Sore)
    ... menyusul dua celaka lagi. Rupa belalang seperti kuda artinya belalang roh jahat dan roh najis menggunakan kecepatannya untuk berperang secara rohani melawan manusia terutama hamba Tuhan pelayan Tuhan untuk menguasai hati dan pikiran hamba Tuhan pelayan Tuhan. Sehingga hamba Tuhan pelayan Tuhan mempunyai pemikiran dan pandangan yang salah dalam segala ...

Siaran Langsung

Live Streaming GPTKK

Rekaman

Ikuti rekaman ibadah kami

Transkrip

Ringkasarn Firman Tuhan

Kesaksian

Pengalaman hidup bersama Firman Tuhan

Untuk Koneksi Lambat, silakan buka https://id.gptkk.org

Silakan kontak ke info@gptkk.org apabila bapak/ibu/sdr/sdri ada pertanyaan atau ingin berlangganan majalah Manna, dan silakan kirim email ke widjaja_h@yahoo.com apabila ingin konsultasi pribadi dengan bapak gembala.