Simpang Borobudur no 27 Malang
0341-496949
Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Selamat merayakan hari kenaikan Yesus ke Sorga. Harapan kita yang tertinggi yaitu supaya kita juga bisa naik ke Sorga bersama Yesus jika Yesus datang kembali kedua kali. Sekarang kita dalam persiapan, terutama saat mendengarkan firman Tuhan.

Wahyu 16:8
16:8. Dan malaikat yang keempat menumpahkan cawannya ke atas matahari, dan kepadanya diberi kuasa untuk menghanguskan manusia dengan api.

Wahyu 16:8 adalah penumpahan cawan murka Allah yang keempat atas matahari, sehingga manusia dihanguskan oleh api sampai binasa selamanya. Matahari adalah gambaran kasih Allah yang besar, agung, adil, dan yang sempurna. Jika manusia, termasuk imam-imam dan pelayan Tuhan, menolak kasih Allah yang besar, adil, dan sempurna, pasti akan mengalami penumpahan cawan murka Allah yang keempat atas matahari, sehingga pasti hangus oleh nyala api dan binasa selamanya. Sekarang kita memperingati kenaikan Yesus, apa kaitannya dengan penghukuman?

Ibrani 8:1
8:1 Inti segala yang kita bicarakan itu ialah: kita mempunyai Imam Besar yang demikian, yang duduk di sebelah kanan takhta Yang Mahabesar di sorga,

Yesus datang ke dunia, mati di kayu salib, bangkit, dan naik ke Sorga untuk menjadi Imam Besar, Gembala Agung, Raja segala raja, Mempelai Pria Sorga yang duduk di sebelah kanan tahta Allah Bapa. Untuk apa? Untuk menyatakan kasih Allah yang besar, adil, dan sempurna, lewat dua hal:
  1. Yesus menyediakan tempat di Sorga bagi kita. Dia aktif menyediakan tempat bagi kita, Dia harus mati, bangkit, dan naik ke Sorga.
    Yohanes 14:1-3
    14:1 "Janganlah gelisah hatimu; percayalah kepada Allah, percayalah juga kepada-Ku.
    14:2 Di rumah Bapa-Ku banyak tempat tinggal. Jika tidak demikian, tentu Aku mengatakannya kepadamu. Sebab Aku pergi ke situ untuk menyediakan tempat bagimu.
    14:3 Dan apabila Aku telah pergi ke situ dan telah menyediakan tempat bagimu, Aku akan datang kembali dan membawa kamu ke tempat-Ku, supaya di tempat di mana Aku berada, kamu pun berada.

  2. Untuk menyucikan imam-imam (pelayan) Tuhan dengan api tukang pemurni logam.
    Maleakhi 3:1-3
    3:1 Lihat, Aku menyuruh utusan-Ku, supaya ia mempersiapkan jalan di hadapan-Ku! Dengan mendadak Tuhan yang kamu cari itu akan masuk ke bait-Nya! Malaikat Perjanjian yang kamu kehendaki itu, sesungguhnya, Ia datang, firman TUHAN semesta alam.
    3:2 Siapakah yang dapat tahan akan hari kedatangan-Nya? Dan siapakah yang dapat tetap berdiri, apabila Ia menampakkan diri? Sebab Ia seperti api tukang pemurni logam dan seperti sabun tukang penatu.
    3:3 Ia akan duduk seperti orang yang memurnikan dan mentahirkan perak; dan Ia mentahirkan orang Lewi, menyucikan mereka seperti emas dan seperti perak, supaya mereka menjadi orang-orang yang mempersembahkan korban yang benar kepada TUHAN.


    Istilah duduk menunjuk waktu yang cukup lama. Proses penyepuhan logam tentu diulang-ulang, demikian pula firman pengajaran yang benar dan keras (firman penggembalaan) disampaikan berulang-ulang.

    Api menunjuk:
    • Api firman pengajaran yang benar, keras, dan diulang-ulang.
    • Nyala api siksaan/ percikan darah/ sengsara daging karena Yesus.
    Dengan demikian, imam-imam tampil seperti perak dan emas, sehingga kita terlepas dari hukuman api yang menghanguskan. Jika kita menerima api penyucian, kita akan terlepas dari api penghukuman. Kita menjadi imam-imam yang berhak berada di tempat di mana Yesus berada, di situ pun kita akan berada selama-lamanya (tidak binasa).

    Memperingati kenaikan Yesus ke Sorga, kita harus mengalami penyucian oleh api firman pengajaran dan percikan darah, supaya kita bisa menyambut Yesus datang kedua kali dan tidak hangus oleh api penghukuman.

Yesaya 49:3-4
49:3 Ia berfirman kepadaku: "Engkau adalah hamba-Ku, Israel, dan olehmu Aku akan menyatakan keagungan-Ku."
49:4 Tetapi aku berkata: "Aku telah bersusah-susah dengan percuma, dan telah menghabiskan kekuatanku dengan sia-sia dan tak berguna; namun, hakku terjamin pada TUHAN dan upahku pada Allahku."


Tugas utama seorang imam/ hamba Tuhan adalah memuliakan/ mengagungkan nama Tuhan. Dengan demikian, kita mendapatkan hak dan upah di tangan Tuhan, untuk hidup sekarang sampai untuk hidup kekal selamanya. Di tempat di mana Yesus berada, di situ kita berada. Asalkan kita mau disucikan, ada jaminan Tuhan untuk hidup kita sekarang, masa depan, sampai hidup kekal. Namun, disayangkan banyak imam-imam yang menolak dan justru menghina nama Tuhan.

Maleakhi 1:6,8

1:6 Seorang anak menghormati bapanya dan seorang hamba menghormati tuannya. Jika Aku ini bapa, di manakah hormat yang kepada-Ku itu? Jika Aku ini tuan, di manakah takut yang kepada-Ku itu? firman TUHAN semesta alam kepada kamu, hai para imam yang menghina nama-Ku. Tetapi kamu berkata: "Dengan cara bagaimanakah kami menghina nama-Mu?"
1:8 Apabila kamu membawa seekor binatang buta untuk dipersembahkan, tidakkah itu jahat? Apabila kamu membawa binatang yang timpang dan sakit, tidakkah itu jahat? Cobalah menyampaikannya kepada bupatimu, apakah ia berkenan kepadamu, apalagi menyambut engkau dengan baik? firman TUHAN semesta alam.


Banyak hamba Tuhan yang menghina Tuhan karena membawa binatang yang timpang. Artinya ibadah dan pelayanan yang timpang, yaitu menunjuk pada hati yang bimbang.

Maleakhi 2:1-3
2:1 Maka sekarang, kepada kamulah tertuju perintah ini, hai para imam!
2:2 Jika kamu tidak mendengarkan, dan jika kamu tidak memberi perhatian untuk menghormati nama-Ku, firman TUHAN semesta alam, maka Aku akan mengirimkan kutuk ke antaramu dan akan membuat berkat-berkatmu menjadi kutuk, dan Aku telah membuatnya menjadi kutuk, sebab kamu ini tidak memperhatikan.
2:3 Sesungguhnya, Aku akan mematahkan lenganmu dan akan melemparkan kotoran ke mukamu, yakni kotoran korban dari hari-hari rayamu, dan orang akan menyeret kamu ke kotoran itu.


Akibatnya adalah selalu hidup dalam kutukan. Lengannya patah = tidak utuh dan tidak bisa sempurna. Wajahnya dilumuri kotoran = dipermalukan, tidak dipermuliakan bersama Yesus, ketinggalan saat Yesus datang kembali kedua kali. Mereka menghadapi api yang menghanguskan di dunia sampai di neraka selamanya.

Maleakhi 3:2-3
3:2 Siapakah yang dapat tahan akan hari kedatangan-Nya? Dan siapakah yang dapat tetap berdiri, apabila Ia menampakkan diri? Sebab Ia seperti api tukang pemurni logam dan seperti sabun tukang penatu.
3:3 Ia akan duduk seperti orang yang memurnikan dan mentahirkan perak; dan Ia mentahirkan orang Lewi, menyucikan mereka seperti emas dan seperti perak, supaya mereka menjadi orang-orang yang mempersembahkan korban yang benar kepada TUHAN.

Imam-imam harus menerima kasih Allah yang sempurna, sehingga mengalami penyucian lewat api tukang pemurni logam, yaitu pedang firman pengajaran dan nyala api siksaan/ ujian/ sengsara daging karena Yesus. Sampai kita tampil seperti perak dan emas yang adalah kepunyaan Tuhan sendiri, yang bisa berada bersama Yesus di mana pun Ia berada.

Hagai 2:9
2:9 Kepunyaan-Kulah perak dan kepunyaan-Kulah emas, demikianlah firman TUHAN semesta alam.


Praktek pelayanan dengan hati yang bimbang:
  1. Diam saja = tidak bisa membedakan antara Allah yang benar dan Baal (allah yang tidak benar).
    I Raja-raja 18:21
    18:21 Lalu Elia mendekati seluruh rakyat itu dan berkata: "Berapa lama lagi kamu berlaku timpang dan bercabang hati? Kalau TUHAN itu Allah, ikutilah Dia, dan kalau Baal, ikutilah dia." Tetapi rakyat itu tidak menjawabnya sepatah kata pun.

    Yesus adalah Allah yang benar, Raja, dan Imam Besar, sedangkan Baal hanya mau meniru. Allah yang benar adalah logos, firman pengajaran yang benar.

    Yesaya 54:5
    54:5 Sebab yang menjadi suamimu ialah Dia yang menjadikan engkau, TUHAN semesta alam nama-Nya; yang menjadi Penebusmu ialah Yang Mahakudus, Allah Israel, Ia disebut Allah seluruh bumi.

    Yohanes 1:1
    1:1 Pada mulanya adalah Firman; Firman itu bersama-sama dengan Allah dan Firman itu adalah Allah.

    Hati yang bimbang adalah:
    • Hati yang tidak bisa membedakan pengajaran yang benar dan yang palsu.
    • Tidak bisa membedakan tangan kanan dan tangan kiri, yaitu anak-anak kecil secara rohani, kehidupan yang tidak dewasa rohani, sehingga tidak bisa membedakan apa yang benar dan yang salah dalam perkataan, perbuatan, nikah, dsb.
    Mereka pasti terjerumus dalam dosa sampai puncak dosa, sehingga masuk dalam penghukuman neraka. Saat ini mereka tidak bisa membedakan antara Sorga dan neraka, sehingga menganggap semua sama saja.

    Jika hati yang bimbang disucikan oleh api tukang pemurni logam, maka pasti bisa membedakan antara Allah yang benar dan allah Baal, firman pengajaran benar dan tidak benar. Sehingga kita memiliki dasar untuk masuk nikah yang benar, penggembalaan yang benar, antar penggembalaan (fellowship) yang benar, sampai masuk satu tubuh Kristus yang sempurna.

  2. I Raja-raja 18:30
    18:30 Kata Elia kepada seluruh rakyat itu: "Datanglah dekat kepadaku!" Maka mendekatlah seluruh rakyat itu kepadanya. Lalu ia memperbaiki mezbah TUHAN yang telah diruntuhkan itu.

    Hati yang bimbang adalah:
    • Hati yang tidak bisa membedakan antara penyembahan yang benar dan tidak benar.
    • Tidak bisa membedakan antara tahbisan, ibadah, dan pelayanan yang benar dan yang tidak benar (sebab penyembahan adalah puncak dari ibadah dan pelayanan).

    Ibadah, pelayanan, sampai puncaknya yaitu penyembahan, harus merupakan pantulan dari ibadah, pelayanan, dan penyembahan yang benar di Sorga.

    Wahyu 4:8,5,10
    4:8 Dan keempat makhluk itu masing-masing bersayap enam, sekelilingnya dan di sebelah dalamnya penuh dengan mata, dan dengan tidak berhenti-hentinya mereka berseru siang dan malam: "Kudus, kudus, kuduslah Tuhan Allah, Yang Mahakuasa,yang sudah ada dan yang ada dan yang akan datang."
    4:5 Dan dari takhta itu keluar kilat dan bunyi guruh yang menderu, dan tujuh obor menyala-nyala di hadapan takhta itu: itulah ketujuh Roh Allah.
    4:10 maka tersungkurlah kedua puluh empat tua-tua itu di hadapan Dia yang duduk di atas takhta itu, dan mereka menyembah Dia yang hidup sampai selama-lamanya. Dan mereka melemparkan mahkotanya di hadapan takhta itu, sambil berkata:


    Dasar pelayanan Sorga adalah kesucian (dituliskan "kudus, kudus, kuduslah" = tubuh, jiwa, dan roh harus suci), bukan kepandaian, kehebatan, dsb. Motor penggerak pelayanan kita adalah urapan Roh Kudus, sehingga kita bisa selalu setia, berkobar-korbar, seperti kilat yang cepat (tidak lambat-lambat untuk melayani Tuhan), seperti bunyi guruh yang tidak bisa dihalangi sampai kita masuk dalam Kerajaan Sorga.

    Wahyu 19:6-7
    19:6 Lalu aku mendengar seperti suara himpunan besar orang banyak, seperti desau air bah dan seperti deru guruh yang hebat, katanya: "Haleluya!Karena Tuhan, Allah kita, Yang Mahakuasa, telah menjadi raja.
    19:7 Marilah kita bersukacita dan bersorak-sorai, dan memuliakan Dia! Karena hari perkawinan Anak Domba telah tiba, dan pengantin-Nya telah siap sedia.


    Puncak tahbisan adalah penyembahan yang benar kepada Yesus, Mempelai Pria Sorga. Penyembahan yang benar ditandai dengan "Haleluya". Kita menyembah Yesus sebagai Raja segala raja dan Mempelai Pria Sorga, sehingga kita mengalami keubahan hidup. Tiga kali disebutkan “Haleluya” di Sorga (ayat 1-4), dan satu kali di bumi (ayat 6), sehingga penyembahannya adalah sama.

    Wahyu 19:1-4
    19:1 Kemudian dari pada itu aku mendengar seperti suara yang nyaring dari himpunan besar orang banyak di sorga, katanya: "Haleluya!Keselamatan dan kemuliaan dan kekuasaan adalah pada Allah kita,
    19:2 sebab benar dan adil segala penghakiman-Nya, karena Ialah yang telah menghakimi pelacur besar itu, yang merusakkan bumi dengan percabulannya; dan Ialah yang telah membalaskan darah hamba-hamba-Nya atas pelacur itu."
    19:3 Dan untuk kedua kalinya mereka berkata: "Haleluya!Ya, asapnya naik sampai selama-lamanya."
    19:4 Dan kedua puluh empat tua-tua dan keempat makhluk itu tersungkur dan menyembah Allah yang duduk di atas takhta itu, dan mereka berkata: "Amin, Haleluya."


    Penyembahan palsu adalah penyembahan tanpa “Haleluya”, penyembahan kepada tuan yang palsu, yaitu antikris. Waspada, sedikit ragi mengkhamirkan seluruh adonan. Sebaliknya, sepatah kata firman yang benar mampu menghasilkan mujizat. Penyembahan tanpa “Haleluya” = tanpa keubahan hidup, manusia tetap sebagai manusia darah daging, seperti antikris yang akan dibinasakan.

  3. Yakobus 1:6-8
    1:6 Hendaklah ia memintanya dalam iman, dan sama sekali jangan bimbang, sebab orang yang bimbang sama dengan gelombang laut, yang diombang-ambingkan kian ke mari oleh angin.
    1:7 Orang yang demikian janganlah mengira, bahwa ia akan menerima sesuatu dari Tuhan.
    1:8 Sebab orang yang mendua hati tidak akan tenang dalam hidupnya.


    Efesus 4:14
    4:14 sehingga kita bukan lagi anak-anak, yang diombang-ambingkan oleh rupa-rupa angin pengajaran, oleh permainan palsu manusia dalam kelicikan mereka yang menyesatkan,

    Orang yang bimbang = gelombang laut yang diombang-ambingkan oleh angin.
    • Angin pengajaran palsu, membuat manusia bimbang terhadap firman pengajaran benar dan pribadi Tuhan, sehingga menganggap semua sama. Mereka menjadi orang yang keras hati.
    • Angin pencobaan di segala bidang, sehingga kita ragu dan bimbang terhadap kuasa Tuhan, sehingga akhirnya berharap pada yang lain, misalnya: imam-imam justru pergi ke dukun.

    Akibatnya adalah hidupnya tidak tenang, selalu dalam ketakutan, kekuatiran, letih lesu, beban berat, tidak menerima apa-apa dari Tuhan, bahkan tidak menerima iman, pengharapan, dan kasih. Hidupnya kosong, hampa, gagal total, tidak puas, bersungut, dan tidak selamat. Dalam kaitan dengan kenaikan Yesus ke Sorga, tidak percaya sama dengan tidak mendapat tempat dalam Kerajaan Sorga.

    Roma 14:23
    14:23 Tetapi barangsiapa yang bimbang, kalau ia makan, ia telah dihukum, karena ia tidak melakukannya berdasarkan iman. Dan segala sesuatu yang tidak berdasarkan iman, adalah dosa.

    Tidak ada iman = berdosa, manusia pasti mengalami api sampai api penghukuman yang menghanguskan di neraka.


Jalan keluar agar kita tidak bimbang.
Efesus 3:16
3:16 Aku berdoa supaya Ia, menurut kekayaan kemuliaan-Nya, menguatkan dan meneguhkan kamu oleh Roh-Nya di dalam batinmu,

Janji Tuhan saat naik ke Sorga adalah bahwa Ia akan mencurahkan Roh Kudus. Roh Kudus yang akan menolong kita menjadi kuat dan teguh hati.

1 Timotius 4:1
4:1 Tetapi Roh dengan tegas mengatakan bahwa di waktu-waktu kemudian, ada orang yang akan murtad lalu mengikuti roh-roh penyesat dan ajaran setan-setan

Roh Kudus menolong kita untuk peka dan tegas, mampu membedakan firman pengajaran benar dan yang tidak benar. Kita bisa tetap berpegang teguh pada firman pengajaran benar, dan tegas untuk menolak ajaran lain.

Filipi 2:15-16
2:15 supaya kamu tiada beraib dan tiada bernoda, sebagai anak-anak Allah yang tidak bercela di tengah-tengah angkatan yang bengkok hatinya dan yang sesat ini, sehingga kamu bercahaya di antara mereka seperti bintang-bintang di dunia,
2:16 sambil berpegang pada firman kehidupan, agar aku dapat bermegah pada hari Kristus, bahwa aku tidak percuma berlomba dan tidak percuma bersusah-susah.

Lewat kesempatan memperingati kenaikan Yesus ke Sorga, biarlah kita menjadi hamba Tuhan yang kuat dan teguh hati = imam-imam yang tegas = bintang-bintang yang bercahaya. Prakteknya adalah:
  1. Tegas berpegang teguh pada firman pengajaran benar yang sudah menjadi pengalaman hidup. Kita bisa tegas jika kita jujur mengakui dan berpegang pada firman pengajaran yang benar, tidak memihak.

    Amsal 10:20
    10:20 Lidah orang benar seperti perak pilihan, tetapi pikiran orang fasik sedikit nilainya.

    Hasil penyucian adalah kita menjadi seperti perak pilihan, yaitu lidah yang jujur. Kita berpegang pada firman pengajaran yang benar, siapapun orang yang kita hadapi.

  2. Taat dengar-dengaran pada firman pengajaran benar, sampai daging tidak bersuara lagi, apa pun resiko yang kita hadapi.
    Hasilnya adalah kita memiliki emas, sama seperti Yesus yang taat sampai mati di kayu salib.

Perak dan emas adalah kepunyaan Tuhan sendiri.
Kehidupan yang jujur dan taat = hanya mengulurkan tangan, hanya menyembah dan menyerah sepenuh pada Tuhan. Kita hidup dalam tangan Tuhan yang penuh kuasa.

Wahyu 1:16
1:16 Dan di tangan kanan-Nya Ia memegang tujuh bintang dan dari mulut-Nya keluar sebilah pedang tajam bermata dua, dan wajah-Nya bersinar-sinar bagaikan matahari yang terik.

Yesaya 41:8-10,13-14
41:8 Tetapi engkau, hai Israel, hamba-Ku, hai Yakub, yang telah Kupilih, keturunan Abraham, yang Kukasihi;
41:9 engkau yang telah Kuambil dari ujung-ujung bumi dan yang telah Kupanggil dari penjuru-penjurunya, Aku berkata kepadamu: "Engkau hamba-Ku, Aku telah memilih engkau dan tidak menolak engkau";
41:10 janganlah takut, sebab Aku menyertai engkau, janganlah bimbang, sebab Aku ini Allahmu; Aku akan meneguhkan, bahkan akan menolong engkau; Aku akan memegang engkau dengan tangan kanan-Ku yang membawa kemenangan.
41:13 Sebab Aku ini, TUHAN, Allahmu, memegang tangan kananmu dan berkata kepadamu: "Janganlah takut, Akulah yang menolong engkau."
41:14 Janganlah takut, hai si cacing Yakub, hai si ulat Israel! Akulah yang menolong engkau, demikianlah firman TUHAN, dan yang menebus engkau ialah Yang Mahakudus, Allah Israel.


Sekalipun kita hanya seperti cacing, kecil, tak berdaya, dan siap menerima api penghukuman yang menghanguskan di neraka, namun kalau kita mau disucikan dan bisa menjadi seperti perak dan emas pilihan, maka kita berada dalam tangan Tuhan yang penuh kuasa.
Hasilnya adalah:
  • Kuasa pengangkatan dan keubahan hidup, Yakub (pendusta) diubah menjadi Israel (pemenang). Kita bisa menjadi rumah doa yang menyeru nama Yesus yang berkuasa. Contoh: Petrus yang menyeru nama Yesus yang mengandung kuasa untuk menyembuhkan [Kisah Para Rasul 3:6].

  • Kuasa untuk meneguhkan kita, sehingga kita tidak kecewa, tidak putus asa, tidak meninggalkan Tuhan, tetap setia dan berkobar sampai garis akhir. Kita tetap percaya pada Tuhan, sekalipun keadaan semakin memburuk. Contoh: Perempuan yang pendarahan 12 tahun dan disembuhkan oleh Yesus.

  • Kuasa penyertaan Tuhan [Yesaya 41:10]. Tuhan menyertai dan memberkati kita yang kecil di tengah kesulitan dunia, bahkan sampai di zaman antikris. Kalau Tuhan beserta, kita menerima kuasa Tuhan untuk membuat hidup kita damai sejahtera.

  • Kuasa pertolongan yang ajaib, semua masalah apapun bisa diselesaikan Tuhan. Jangan kita membuang pelayanan untuk menjadi tenang. Tetapi buang dosa yang menyebabkan hidup kita tidak tenang, sedangkan kita tetap melayani Tuhan. Tuhan mampu menyelesaikan segala masalah kita secara ajaib.

  • Kuasa kemenangan, sampai kemenangan yang terakhir atas maut. Kita bisa sempurna seperti Yesus dan kita masuk Yerusalem baru, duduk bersanding bersama Yesus di tahta Allah. Di mana pun Yesus berada, di situ kita berada.

    Wahyu 3:21
    3:21 Barangsiapa menang, ia akan Kududukkan bersama-sama dengan Aku di atas takhta-Ku, sebagaimana Aku pun telah menang dan duduk bersama-sama dengan Bapa-Ku di atas takhta-Nya.


Tuhan memberkati.

Versi Cetak

Transkrip
  • Ibadah Doa Malam Session II Malang, 12 April 2011 (Rabu Dini Hari)
    ... memusingkan dirinya dengan soal-soal penghidupannya supaya dengan demikian ia berkenan kepada komandannya. Ini sama dengan SETIA dalam jabatan pelayanan dan karunia-karunia Roh Kudus. Berada di bawah komando. Komando kita adalah firman pengajaran yang benar. Jadi pelayanan kita harus menurut KEHENDAK TUHAN bukan kehendak sendiri. Jika pelayanan kita ditandai dengan setia dan sesuai dengan ...
  • Ibadah Doa Malang, 21 Oktober 2021 (Kamis Sore)
    ... diberitakannya kepada mereka yang diam di atas bumi dan kepada semua bangsa dan suku dan bahasa dan kaum Malaikat pertama adalah malaikat yang memberitakan Injil yang kekal kepada seluruh bangsa kaum dan bahasa diterangkan pada Ibadah Raya Malang Oktober . Malaikat menunjuk pada gembala sidang yang memberitakan Injil yang kekal pada ...
  • Ibadah Doa Surabaya, 08 Maret 2019 (Jumat Sore)
    ... tumbuhan dan pohon di bumi tetapi hanya manusia. Manusia daging adalah sama seperti pohon rohani. Kalau tidak berbuah berarti ada kerusakan pada pohon itu. Belalang tidak boleh merusak pohon secara jasmani karena itu ia merusak pohon secara rohani supaya tidak berbuah. Akibatnya Kehidupan yang tidak berbuah sama dengan pohon ara di ...
  • Ibadah Doa Surabaya, 01 Agustus 2018 (Rabu Sore)
    ... terobek. Pada saat Yesus mati di kayu salib dengan lima luka utama pintu tirai terobek. Kalau dibandingkan dengan Lukas bisa kita simpulkan kalau kita merobek daging dengan lima sifat tabiatnya di dalam doa penyembahan kita akan mengalami lima luka Yesus terutama luka kelima--luka terbesar dan terdalam di lambung Yesus yang merupakan kemurahan ...
  • Ibadah Raya Surabaya, 01 Desember 2013 (Minggu Sore)
    ... menjadi ada. kuasa Tuhan menciptakan semua baik. Bagi kita sekarang artinya jika kita TAAT DENGAR-DENGARAN pada Firman Tuhan kita akan mengalami kuasa penciptaan dari tidak ada menjadi ada dan kuasa penciptaan untuk menjadikan semua baik. Kuasa penciptaan dari tidak ada menjadi ada untuk memelihara kehidupan kita. Kalau Tuhan mampu menciptakan ...
  • Ibadah Raya Malang, 28 Desember 2008 (Minggu Pagi)
    ... bisa disebut sebagai badai maut. Gereja Tuhan juga ikut dalam badai ini tetapi ada kesempatan ditolong oleh Tuhan. Matius Yesus tampil dalam kemuliaan sebagai Mempelai Pria Surga. Seluruh dunia akan menghadapi badai maut tetapi justru di saat itu gereja Tuhan harus bisa memandang Yesus dalam kemuliaan. Yohanes - . Dulu murid-murid ...
  • Ibadah Raya Surabaya, 08 Januari 2012 (Minggu Sore)
    ... yang pernah mengecap karunia sorgawi dan yang pernah mendapat bagian dalam Roh Kudus . dan yang mengecap firman yang baik dari Allah dan karunia-karunia dunia yang akan datang . namun yang murtad lagi tidak mungkin dibaharui sekali lagi sedemikian hingga mereka bertobat sebab mereka menyalibkan lagi Anak Allah bagi diri ...
  • Ibadah Pendalaman Alkitab Malang, 13 Agustus 2019 (Selasa Sore)
    ... Yesus kepada mereka Waspadalah supaya jangan ada orang yang menyesatkan kamu . Sebab banyak orang akan datang dengan memakai nama-Ku dan berkata Akulah Mesias dan mereka akan menyesatkan banyak orang. . Banyak nabi palsu akan muncul dan menyesatkan banyak orang. . Sebab Mesias-mesias palsu dan nabi-nabi palsu akan muncul dan ...
  • Ibadah Raya Surabaya, 26 September 2010 (Minggu Sore)
    ... kepadaku kota yang kudus itu Yerusalem turun dari sorga dari Allah. Mempelai wanita itulah kesempurnaan mempelai yang digambarkan seperti kota Yerusalem baru diatas gunung yang tinggi. Karena itu kita harus mencapai kesempurnaan mempelai untuk bisa mencapai kota Yerusalem baru. Jadi setelah selamat kita harus BERJUANG UNTUK NAIK ke gunung Yerusalem baru. Naik ini artinya ...
  • Ibadah Raya Surabaya, 07 Oktober 2018 (Minggu Siang)
    ... haruslah kaubuat menjadi ukupan suatu campuran rempah-rempah seperti buatan seorang tukang campur rempah-rempah digarami murni kudus. Bahan-bahan ukupan untuk doa penyembahan--secara rohani-- Getah damar atau mur dalam terjemahan lama Ambillah olehmu rempah-rempah yang harum baunya yaitu getah mur dan lawang . Getah didapat dari pohon yang dilukai. Ini menunjuk pada darah Yesus--Ia ...

Siaran Langsung

Live Streaming GPTKK

Rekaman

Ikuti rekaman ibadah kami

Transkrip

Ringkasarn Firman Tuhan

Kesaksian

Pengalaman hidup bersama Firman Tuhan

Untuk Koneksi Lambat, silakan buka https://id.gptkk.org

Silakan kontak ke info@gptkk.org apabila bapak/ibu/sdr/sdri ada pertanyaan atau ingin berlangganan majalah Manna, dan silakan kirim email ke widjaja_h@yahoo.com apabila ingin konsultasi pribadi dengan bapak gembala.