Simpang Borobudur no 27 Malang
0341-496949
Siaran Tunda Ibadah Kunjungan di Pekanbaru

Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Matius 1:21-23
1:21Ia akan melahirkan anak laki-laki dan engkau akan menamakan Dia Yesus, karena Dialah yang akan menyelamatkan umat-Nya dari dosa mereka.”
1:22 Hal itu terjadi supaya genaplah yang difirmankan Tuhan oleh nabi:
1:23 “Sesungguhnya, anak dara itu akan mengandung dan melahirkan seorang anak laki-laki, dan mereka akan menamakan Dia Imanuel” --yang berarti: Allah menyertai kita.

Kelahiran Yesus Kristus sama dengan Allah yang lahir menjadi sama dengan manusia. Allah lahir menjadi manusia dengan 2 nama:
  1. Nama Yesus [ayat 21], untuk menyelamatkan kita dari dosa kita.
    Yesus harus mati di kayu salib untuk menyelamatkan manusia berdosa.

  2. Imanuel [ayat 23], artinya Allah menyertai kita.
    Ada 2 pengertian Imanuel:
    1. Untuk sekarang, saat dosa-dosa kita sudah diampuni oleh Tuhan, kita tidak terpisah dari Tuhan dan doa kita dijawab oleh Tuhan. Tuhan menyelesaikan masalah kita.
      Dosa adalah beban terberat yang membebani manusia mulai di dunia ini sampai di neraka. Jika dosa bisa diselesaikan, maka segala masalah yang lain pasti bisa diselesaikan oleh Tuhan.

    2. Untuk masa yang akan datang, Allah menyertai kita selama-lamanya, tidak terpisah lagi. Ini terjadi saat kedatangan Yesus kedua kali di awan-awan yang permai, dalam kemuliaan sebagai Raja segala raja, Mempelai Pria Surga, untuk menyucikan dan menyempurnakan kita menjadi mempelai wanita Tuhan, masuk perjamuan kawin Anak Domba, masuk kerajaan 1000 tahun damai (Firdaus yang akan datang), sampai masuk Yerusalem Baru.

    Jadi nama Yesus sama dengan Imanuel, untuk menyempurnakan kita.

Sekarang kita sudah selamat dan sedang menuju kesempurnaan. Supaya kita bisa mencapai kesempurnaan, tidak gagal di tengah jalan, maka kita harus memperhatikan 3 hal:
  1. [Lukas 17:20-24] Memperhatikan kilat, cahaya Injil tentang kemuliaan Kristus, Kabar Mempelai.

  2. [Lukas 17:26-30] Memperhatikan keadaan dunia akhir jaman yang kembali seperti jaman Nuh dan Lot, suasana Sodom dan Gomora. Kita mengejar matahari, bulan dan bintang.

  3. Ingatlah akan istri Lot.
    Lukas 17:32
    17:32Ingatlah akan isteri Lot!

ad. 3. Ingatlah akan istri Lot.
Ini suatu peringatan yang keras kepada wanita (istri/ gadis). Wanita juga menunjuk gereja Tuhan, kehidupan yang sudah selamat.

Kejadian 19:15-17

19:15Ketika fajar telah menyingsing, kedua malaikat itu mendesak Lot, supaya bersegera, katanya: “Bangunlah, bawalah isterimu dan kedua anakmu yang ada di sini, supaya engkau jangan mati lenyap karena kedurjanaan kota ini.”
19:16Ketika ia berlambat-lambat, maka tangannya, tangan isteri dan tangan kedua anaknya dipegang oleh kedua orang itu, sebab TUHAN hendak mengasihani dia; lalu kedua orang itu menuntunnya ke luar kota dan melepaskannya di sana.
19:17Sesudah kedua orang itu menuntun mereka sampai ke luar, berkatalah seorang: “Larilah, selamatkanlah nyawamu; janganlah menoleh ke belakang, dan janganlah berhenti di manapun juga di Lembah Yordan, larilah ke pegunungan, supaya engkau jangan mati lenyap.”

Dalam Perjanjian Lama, Lot sekeluarga sudah selamat, keluar dari Sodom dan Gomora, tetapi diperintahkan oleh Tuhan untuk lari ke pegunungan supaya tidak binasa. Dalam perjalanan menuju ke pegunungan, istri Lot menoleh ke belakang sehingga menjadi tiang garam.
Dalam Perjanjian Baru, manusia berdosa sudah diselamatkan oleh korban Kristus, tetapi masih harus menuju ke pegunungan secara rohani yaitu Yerusalem Baru (kesempurnaan).

Wahyu 21:9-10
21:9Maka datanglah seorang dari ketujuh malaikat yang memegang ketujuh cawan, yang penuh dengan ketujuh malapetaka terakhir itu, lalu ia berkata kepadaku, katanya: “Marilah ke sini, aku akan menunjukkan kepadamu pengantin perempuan, mempelai Anak Domba.”
21:10Lalu, di dalam roh ia membawa aku ke atas sebuah gunung yang besar lagi tinggi dan ia menunjukkan kepadaku kota yang kudus itu, Yerusalem, turun dari sorga, dari Allah.

Supaya kita yang sudah selamat bisa mencapai kesempurnaan, maka harus dijaga yaitu jangan menoleh ke belakang seperti istri Lot. Jika menoleh, akan gagal seperti istri Lot. Pengertian menoleh ke belakang:
  1. Terikat pada Sodom dan Gomora, artinya:
    1. Terikat pada dunia.
      Yakobus 4:4
      4:4Hai kamu, orang-orang yang tidak setia! Tidakkah kamu tahu, bahwa persahabatan dengan dunia adalah permusuhan dengan Allah? Jadi barangsiapa hendak menjadi sahabat dunia ini, ia menjadikan dirinya musuh Allah.

      Sama dengan tidak setia dalam ibadah pelayanan, sampai tinggalkan ibadah pelayanan. Jangan menoleh ke belakang artinya setia dalam ibadah pelayanan. Manusia daging tidak bisa setia, hanya manusia yang diurapi Roh Kudus yang bisa setia. Oleh karena itu kita perlu urapan Roh Kudus untuk bisa setia.

    2. Terikat pada dosa-dosa sampai puncaknya dosa, yaitu dosa makan minum (merokok, mabuk, narkoba) dan kawin mengawinkan (dosa seks dengan berbagai ragamnya, penyimpangan seks, nikah yang salah).
      Jangan menoleh ke belakang artinya lepas dari ikatan dosa sampai puncaknya dosa sehingga kita bisa hidup benar. Manusia daging cenderung berbuat dosa, hanya manusia yang diurapi Roh Kudus yang bisa hidup benar.

    Jadi, jangan menoleh ke belakang artinya setia dan benar dalam ibadah pelayanan, setia dan benar dalam segala hal.    

    Yesaya 11:5

    11:5Ia tidak akan menyimpang dari kebenaran dan kesetiaan, seperti ikat pinggang tetap terikat pada pinggang.

    Melayani Tuhan dengan setia dan benar sama dengan melayani dengan memakai ikat pinggang.

    Lukas 17:8

    17:8Bukankah sebaliknya ia akan berkata kepada hamba itu: Sediakanlah makananku. Ikatlah pinggangmu dan layanilah aku sampai selesai aku makan dan minum. Dan sesudah itu engkau boleh makan dan minum.

    Sama dengan memberi makan minum Yesus, memuaskan hati Tuhan. Maka Tuhan juga akan memberi kita makan dan minum. Urusan kita adalah melayani dengan setia dan benar, melayani dengan memakai ikat pinggang, melayani sampai memuaskan Tuhan, maka urusan makan minum adalah urusannya Tuhan. Tuhan menjamin pemeliharaan hidup sehari-hari sampai masa depan yang indah. Tuhan tidak pernah menipu kita.

    Tuhan juga menjamin pemeliharaan hidup yang rohani yaitu memberi kepuasan dan kebahagiaan Surga, yang tidak bisa dipengaruhi oleh apa pun.
    • Supaya kita tidak bersungut-sungut. Jika bersungut, tidak menghargai kemurahan Tuhan, dari bintang akan menjadi binatang.
      Bilangan 14:29

      14:29
      Di padang gurun ini bangkai-bangkaimu akan berhantaran, yakni semua orang di antara kamu yang dicatat, semua tanpa terkecuali yang berumur dua puluh tahun ke atas, karena kamu telah bersungut-sungut kepada-Ku.

    • Supaya tidak mencari kepuasan di dunia sehingga jatuh dalam dosa makan minum dan kawin mengawinkan, seperti anjing dan babi.   


  2. Pandangan tertuju kepada Sodom dan Gomora, dan tidak tertuju pada Tuhan.
    Ini pandangan daging, hanya tertuju pada perkara jasmani.
    Jangan menoleh ke belakang artinya pandangan kita hanya tertuju kepada Yesus sebagai Imam Besar yang duduk di sebelah kanan tahta Allah Bapa.
    Hanya hamba Tuhan/ pelayan Tuhan yang diurapi Roh Kudus yang bisa memandang Tuhan.

    Ibrani 12:2-3
    12:2Marilah kita melakukannya dengan mata yang tertuju kepada Yesus, yang memimpin kita dalam iman, dan yang membawa iman kita itu kepada kesempurnaan, yang dengan mengabaikan kehinaan tekun memikul salib ganti sukacita yang disediakan bagi Dia, yang sekarang duduk di sebelah kanan takhta Allah.
    12:3Ingatlah selalu akan Dia, yang tekun menanggung bantahan yang sehebat itu terhadap diri-Nya dari pihak orang-orang berdosa, supaya jangan kamu menjadi lemah dan putus asa.

    Mata memandang Yesus Imam Besar, prakteknya adalah kuat dan teguh hati, tidak lemah/ putus asa. Kuat dan teguh hati artinya:
    1. Berpegang teguh pada pengajaran yang benar, apa pun risikonya. Tidak diombang ambingkan oleh ajaran palsu.
    2. Tetap hidup benar, apa pun risikonya. Tidak mau berbuat dosa.
    3. Tetap setia dan berkobar-kobar dalam ibadah pelayanan, sesuai jabatan pelayanan dan karunia yang Tuhan percayakan, sampai garis akhir.
    4. Tetap menyembah Tuhan, percaya dan berharap Tuhan.

    1 Tawarikh 19:13

    19:13Kuatkanlah hatimu dan marilah kita menguatkan hati untuk bangsa kita dan untuk kota-kota Allah kita. TUHAN kiranya melakukan yang baik di mata-Nya.”

    Dalam peperangan, dalam pergumulan, kita harus kuat dan teguh hati. Hasilnya: Tuhan akan menjadikan semua baik pada waktunya.

  3. Tidak taat dengar-dengaran pada firman pengajaran yang benar.
    Manusia daging cenderung jahat dan najis, melawan Tuhan, tidak bisa taat dengar-dengaran. Jika kita diurapi Roh Kudus, kita bisa berseru ‘ya Abba, ya Bapa’, taat dengar-dengaran.
    Taat dengar-dengaran merupakan ukuran keberhasilan dalam pelayanan.

    Matius 7:21-23
    7:21Bukan setiap orang yang berseru kepada-Ku: Tuhan, Tuhan! akan masuk ke dalam Kerajaan Sorga, melainkan dia yang melakukan kehendak Bapa-Ku yang di sorga.
    7:22Pada hari terakhir banyak orang akan berseru kepada-Ku: Tuhan, Tuhan, bukankah kami bernubuat demi nama-Mu, dan mengusir setan demi nama-Mu, dan mengadakan banyak mujizat demi nama-Mu juga?
    7:23Pada waktu itulah Aku akan berterus terang kepada mereka dan berkata: Aku tidak pernah mengenal kamu! Enyahlah dari pada-Ku, kamu sekalian pembuat kejahatan!”

    Pelayanan yang tidak sesuai firman pengajaran yang benar sama dengan pembuat kejahatan.
    Jika kita taat dengar-dengaran, maka Tuhan akan membukakan pintu-pintu di dunia ini sampai pintu Surga terbuka bagi kita.

    Jadi, supaya tidak menoleh ke belakang, kita membutuhkan Roh Kudus. Jika Roh Kudus dicurahkan, maka mujizat terjadi, terutama mujizat rohani yaitu keubahan hidup.  Mujizat jasmani juga akan terjadi, Roh Kudus mampu meratakan gunung-gunung.


Tuhan memberkati.

Versi Cetak

Transkrip
  • Ibadah Doa Malang, 12 Maret 2013 (Selasa Sore)
    ... peperangan dan di atas kepala mereka ada sesuatu yang menyerupai mahkota emas dan muka mereka sama seperti muka manusia Di akhir zaman akan terjadi peperangan antar bangsa antar suku sampai peperangan paling besar adalah peperangan di dalam rumah tangga termasuk peperangan di dalam penggembalaan. Supaya tidak berperang kita harus menjaga ...
  • Ibadah Doa Malang, 10 Mei 2011 (Selasa Sore)
    ... suatu persekutuan yang bukan oleh dorongan Roh-Ku sehingga dosa mereka bertambah-tambah yang berangkat ke Mesir dengan tidak meminta keputusan-Ku untuk berlindung pada Firaun dan untuk berteduh di bawah naungan Mesir. Tetapi perlindungan Firaun akan memalukan kamu dan perteduhan di bawah naungan Mesir akan menodai kamu. Lebih banyak persekutuan yang tidak benar ...
  • Ibadah Raya Surabaya, 28 April 2019 (Minggu Siang)
    ... menempatkan Yesus sebagai Kepala lewat meningkatkan pengikutan kita kepada Tuhan sampai pengikutan mempelai. Pengikutan mempelai artinya kita harus aktif dalam pelayanan pembangunan tubuh Kristus yang sempurna kita mempersiapkan tubuh untuk menempatkan Yesus sebagai Kepala. Tubuh Kristus dimulai dari nikah--layani nikah untuk menjadi tubuh Kristus-- penggembalaan antar penggembalaan sampai Israel dan kafir menjadi ...
  • Ibadah Kaum Muda Remaja Malang, 06 Agustus 2016 (Sabtu Sore)
    ... Surga. Ada macam halangan dalam pembangunan tubuh Kristus Serigala dan burung roh jahat dan roh najis yang mengarah pada pembangunan tubuh Babel. Lukas Yesus berkata kepadanya Serigala mempunyai liang dan burung mempunyai sarang tetapi Anak Manusia tidak mempunyai tempat untuk meletakkan kepala-Nya. Tubuh yang mati. Lukas - Lalu Ia berkata kepada ...
  • Ibadah Persekutuan III Tana Toraja, 12 Februari 2014 (Rabu Sore)
    ... jasmani harus dijaga. Mulai dari permulaan nikah perjalanan nikah sampai akhir nikah. Kita menjaga dalam soal kebenaran kesucian dan kesatuannya sampai mencapai nikah yang sempurna. Sekarang kita akan belajar pembangunan rumah rohani. hal penting yang harus diperhatikan dalam pembangunan rumah rohani ada dasar. Ini merupakan penentu. pembangunan diatas dasar pelaksanaan . ...
  • Ibadah Persekutuan Kartika Malang IV, 02 Juli 2009 (Kamis Pagi)
    ... pedang penghukuman maka manusia tidak perlu lagi kena pedang penghukuman. Tetapi kita harus terkena pedang penyucian pedang yang menusuk amat dalam Ibrani - sampai kedalaman hati dan pikiran. Pedang penyucian firman yang lebih tajam dari pedang dari pedang bermata dua urim dan tumim firman pengajaran yang benar yang sanggup menyucikan hidup ...
  • Ibadah Kaum Muda Malang, 21 Maret 2009 (Sabtu Sore)
    ... disesatkan dari kesetiaan yang sejati kepada Kristus artinya Pikiran disesatkan dari pengajaran yang benar. Kejadian Hawa menunjuk pada ibu gembala kalau gembala disesatkan maka seluruh sidang jemaat juga akan disesatkan. Yang disesatkan Kejadian - mengurangi firman. Hawa diperdaya oleh ular sehingga mengurangi firman dengan kata 'bebas'. Bebas itu adalah urapan Roh Kudus. Di ...
  • Ibadah Pendalaman Alkitab Surabaya, 02 Maret 2009 (Senin Sore)
    ... hukuman kekal selama-lamanya. Wahyu - babel atau pelacur besar. Ini sama dengan gereja palsu. Sudah beribadah sudah kenal Yesus tapi palsu. Gereja palsu adalah gereja yang menerima ajaran-ajaran palsu sesat. Mulai dari ajaran babel yaitu ajaran yang menampilkan kemakmuran daging dan hiburan-hiburan jasmani sehingga ibadah pelayanannya tidak ada nilai rohaninya lagi. Akibatnya beribadah ...
  • Ibadah Doa Surabaya, 25 November 2015 (Rabu Sore)
    ... kesucian oleh pekerjaan pisau--firman yang lebih tajam dari pedang bermata dua. Jadi perhatikan kesucian untuk bisa duduk bersanding dengan TUHAN Apa yang disucikan ayat 'Jangan bersusah payah untuk menjadi kaya' penyucian tentang keinginan jahat keinginan akan uang yang membuat kikir dan serakah. Kikir gt tidak bisa memberi bagi pekerjaan TUHAN dan sesama ...
  • Ibadah Natal Malang, 25 Desember 2010 (Sabtu Sore)
    ... Ia akan berkata juga kepada mereka yang di sebelah kiri-Nya Enyahlah dari hadapan-Ku hai kamu orang-orang terkutuk enyahlah ke dalam api yang kekal yang telah sedia untuk Iblis dan malaikat-malaikatnya. . Sebab ketika Aku lapar kamu tidak memberi Aku makan ketika Aku haus kamu tidak memberi Aku minum . ketika ...

Siaran Langsung

Live Streaming GPTKK

Rekaman

Ikuti rekaman ibadah kami

Transkrip

Ringkasarn Firman Tuhan

Kesaksian

Pengalaman hidup bersama Firman Tuhan

Untuk Koneksi Lambat, silakan buka https://id.gptkk.org

Silakan kontak ke info@gptkk.org apabila bapak/ibu/sdr/sdri ada pertanyaan atau ingin berlangganan majalah Manna, dan silakan kirim email ke widjaja_h@yahoo.com apabila ingin konsultasi pribadi dengan bapak gembala.