English Language | Form Penggembalaan
RINGKASAN KOTBAH IBADAH RUTIN DAN IBADAH KUNJUNGAN
RINGKASAN LAINNYA

Ibadah Kaum Muda Remaja Surabaya, 31 Oktober 2015 (Sabtu Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Lukas 9:22-27 adalah tentang pengikutan kepada Yesus....

Ibadah Raya Surabaya, 30 Juli 2017 (Minggu Siang)
Salam sejahtera dalam kasih sayangnya TUHAN kita Yesus Kristus. Selamat siang, selamat mendengarkan firman TUHAN. Biarlah damai...

Ibadah Pendalaman Alkitab Malang, 08 November 2012 (Kamis Sore)
Disertai Penataran II Imam dan Calon Imam.

Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Matius 27...

Ibadah Doa Surabaya, 28 Oktober 2015 (Rabu Sore)
Pembicara: Pdt. Dadang Hadi Santoso

Selamat malam, salam sejahtera dalam kasih sayangnya TUHAN kita Yesus Kristus. Kiranya damai sejahtera,...

Ibadah Raya Surabaya, 29 Januari 2012 (Minggu Sore)
Bersamaan dengan penataran I Imam-imam dan calon imam-imam Surabaya

Matius 26: 69-75
= PETRUS MENYANGKAL TUHAN.

= 3 kali Petrus menyangkal Yesus:
ay. 69-70= Petrus...

Ibadah Doa Malang, 8 Februari 2018 (Kamis Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayangnya Tuhan kita, Yesus Kristus.

Wahyu 6:12-17
6:12 Maka aku melihat,...

Ibadah Raya Malang, 01 Februari 2015 (Minggu Pagi)
Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Wahyu 2-3 menunjuk pada 7 kali percikan darah di...

Ibadah Doa Surabaya, 18 Agustus 2017 (Jumat Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayangnya TUHAN kita Yesus Kristus. Selamat malam, selamat mendengarkan firman TUHAN. Biarlah damai...

Ibadah Pendalaman Alkitab Malang, 10 Desember 2015 (Kamis Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Wahyu 3:16-17
3:16 Jadi karena engkau suam-suam...

Ibadah Raya Surabaya, 03 Agustus 2014 (Minggu Sore)
Pembicara: Pdm. Dadang Hadi Santoso

Selamat sore. Salam sejahtera dalam kasih sayangnya Tuhan kita Yesus Kristus. Kiranya damai sejahtera...

Ibadah Kaum Muda Remaja Malang, 01 Februari 2014 (Sabtu Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Lukas 6 secara keseluruhan menunjuk pada kebenaran,...

Ibadah Kaum Muda Remaja, 27 Oktober 2012 (Sabtu Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Lukas 2:25-35
2:25 Adalah di Yerusalem seorang...

Ibadah Pendalaman Alkitab Malang, 15 Januari 2015 (Kamis Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus. 

Wahyu 2-3 menunjuk pada 7 kali percikan...

Ibadah Natal Kaum Muda Remaja Malang, 19 Desember 2015 (Sabtu Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Lukas 9:28-36 tentang Yesus dimuliakan di atas gunung.

Lukas...

Ibadah Doa Surabaya, 28 Maret 2018 (Rabu Sore)
Bersamaan dengan doa puasa session IV

Salam sejahtera dalam kasih sayangnya TUHAN kita Yesus Kristus. Selamat malam, selamat mendengarkan...


TRANSKRIP LENGKAP

Umum Surabaya (Minggu Sore, 07 Desember 2014)
Tayang: 16 Juni 2020
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 30 November 2014)
Tayang: 16 Juni 2020
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 26 November 2014)
Tayang: 10 Mei 2019
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 24 November 2014)
Tayang: 10 Mei 2019
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 23 November 2014)
Tayang: 07 Januari 2019
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 19 November 2014)
Tayang: 07 Januari 2019
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 17 November 2014)
Tayang: 07 Januari 2019
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 09 November 2014)
Tayang: 22 Agustus 2018
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 05 November 2014)
Tayang: 04 Juni 2018
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 03 November 2014)
Tayang: 04 Juni 2018
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 02 November 2014)
Tayang: 03 Maret 2018
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 20 Oktober 2014)
Tayang: 13 Desember 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 13 Oktober 2014)
Tayang: 13 Desember 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 12 Oktober 2014)
Tayang: 24 Oktober 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 08 Oktober 2014)
Tayang: 18 September 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 06 Oktober 2014)
Tayang: 05 September 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 05 Oktober 2014)
Tayang: 05 September 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 01 Oktober 2014)
Tayang: 05 September 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 29 September 2014)
Tayang: 24 Juni 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 21 September 2014)
Tayang: 19 Mei 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]



Untuk Koneksi Lambat, silahkan buka http://id.gptkk.org
Transkrip lengkap dari ibadah penggembalaan di Malang dan Surabaya, semuanya di bawakan oleh gembala sidang Pdt. Widjaja Hendra.

Silahkan kontak ke info@gptkk.org apabila bapak/ibu/sdr/sdri ada pertanyaan atau mungkin ingin berlangganan majalah Manna dan silahkan kirim email ke widjaja_h [at] yahoo.com apabila ingin konsultasi pribadi dengan bapak gembala
silahkan ganti tanda [at] dengan @
Cari ringkasan:   
[versi cetak]
Cari rekaman ibadah ini di: http://www.kabarmempelai.org
Ibadah Pendalaman Alkitab Malang, 09 Juni 2020 (Selasa Sore)

Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Wahyu 11:1 = suasana kebangunan rohani, pembangunan tubuh Kristus yang sempurna, supaya gereja Tuhan mencapai ukuran Tuhan yaitu daging tidak bersuara lagi (Pintu Tirai terobek), sehingga kelihatanlah Tabut Perjanjian di Ruangan Maha Suci. Kita mencapai kesempurnaan sebagai mempelai wanita Sorga, tubuh Kristus yang sempurna, yang siap untuk disingkirkan ke padang gurun, jauh dari mata antikris yang berkuasa di bumi selama tiga setengah tahun. Sesudah itu, siap untuk diangkat ke awan-awan yang permai, perjamuan kawin Anak Domba, kerajaan seribu tahun damai (Firdaus yang akan datang), sampai Yerusalem baru kekal selamanya.

Wahyu 11:2-10 = gereja Tuhan, kehidupan kristen yang tidak mencapai ukuran Tuhan, yaitu daging masih bersuara/ tirai belum terobek. Suara daging yang belum terobek biasanya suara kettidaktaatan, kekuatiran, kebencian, dusta.
Akibatnya adalah belum sempurna, sehingga harus masuk aniaya antikris yang berkuasa di bumi selama tiga setengah tahun. Ia menghadapi siksaan yang dahsyat, tetapi dikuatkan oleh dua saksi Tuhan (Musa dan Elia), supaya tetap menyembah Tuhan, tidak mau menyembah antikris sekalipun disiksa, sampai dipancung kepalanya. Ia mati syahid.

Oleh sebab itu mulai sekarang, selama masih ada panjang sabar Tuhan, antikris belum datang, Tuhan belum datang, dan kita masih diberi panjang umur, kita harus masuk kegerakan Roh Kudus hujan awal dan hujan akhir sampai garis akhir (sampai meninggal dunia atau Yesus datang kembali) dan kita memenuhi ukuran Tuhan.

Dua saksi Musa dan Elia juga dibunuh oleh antikris. Ini adalah mati syahid yang terakhir.
Wahyu 11:11-12
11:11. Tiga setengah hari kemudian masuklah roh kehidupan dari Allah ke dalam mereka, sehingga
mereka bangkit dan semua orang yang melihat mereka menjadi sangat takut.
11:12. Dan orang-orang itu mendengar suatu suara yang nyaring dari sorga berkata kepada mereka: "Naiklah ke mari!" Lalu
naiklah mereka ke langit, diselubungi awan, disaksikan oleh musuh-musuh mereka.

Ayat 11-12: dua saksi Tuhan dibangkitkan oleh Tuhan karena mereka mati syahid, termasuk gereja Tuhan yang mati syahid pada zaman antikris dan gereja Tuhan yang sekarang ini mati syahid, meninggal dunia dalam kebangunan rohani.
Jadi tinggal memilih mati syahid karena pedang firman atau pedang antikris.
Kalau sekarang tidak mau mati syahid karena pedang firman lewat kebangunan rohani, nanti akan mati syahid lewat pedang antikris.

Wahyu 20:4-6
20:4. Lalu aku melihat takhta-takhta dan orang-orang yang duduk di atasnya; kepada mereka diserahkan kuasa untuk menghakimi. Aku juga melihat jiwa-jiwa mereka, yang telah dipenggal kepalanya karena kesaksian tentang Yesus dan karena firman Allah; yang tidak menyembah binatang itu dan patungnya dan yang tidak juga menerima tandanya pada dahi dan tangan mereka; dan mereka hidup kembali dan memerintah sebagai raja bersama-sama dengan Kristus untuk masa seribu tahun.
20:5. Tetapi orang-orang mati yang lain tidak bangkit sebelum berakhir masa yang seribu tahun itu. Inilah kebangkitan pertama.
20:6. Berbahagia dan kuduslah ia, yang mendapat bagian dalam kebangkitan pertama itu. Kematian yang kedua tidak berkuasa lagi atas mereka, tetapi mereka akan menjadi imam-imam Allah dan Kristus, dan mereka akan memerintah sebagai raja bersama-sama dengan Dia, seribu tahun lamanya.

Wahyu 11:12
11:12. Dan orang-orang itu mendengar suatu suara yang nyaring dari sorga berkata kepada mereka: "Naiklah ke mari!" Lalu naiklah mereka ke langit, diselubungi awan, disaksikan oleh musuh-musuh mereka.

Dua saksi sama-sama terangkat ke Sorga. Dua orang ini juga menunjuk pada suami-istri, orang tua-anak.

Tetapi hati-hati, ada terjadi pemisahan yang luar biasa, yaitu dua orang di ladang (hamba Tuhan/ pelayan Tuhan), dan dua orang di tempat tidur (suami istri, anak orang tua, kakak adik) bisa terpisah. Ini adalah pemisahan terakhir.
Lukas 17:34-36
17:34. Aku berkata kepadamu: Pada malam itu ada dua orang di atas satu tempat tidur, yang seorang akan dibawa dan yang lain akan ditinggalkan.
17:35. Ada dua orang perempuan bersama-sama mengilang, yang seorang akan dibawa dan yang lain akan ditinggalkan."
17:36. (Kalau ada dua orang di ladang, yang seorang akan dibawa dan yang lain akan ditinggalkan.)

Mengapa bisa terjadi pemisahan? Karena yang satu masuk kegerakan pembangunan tubuh Kristus yang sempurna untuk memenuhi ukuran Tuhan yaitu daging tidak bersuara, sedangkan yang satu lagi tidak mau masuk dalam kegerakan pembangunan tubuh Kristus yang sempurna, sehingga tetap menjadi manusia darah daging yang menjadi sama dengan antikris.

Mari, jangan sampai terpisah. Contoh: Elia dan Elisa.
Elia gambaran dari kegerakan Roh Kudus hujan awal. Ia tidak meninggal dunia, hidup sampai Tuhan datang.
Elisa gambaran dari kegerakan Roh Kudus hujan akhir. Ia meninggal dunia tetapi dibangkitkan saat Tuhan datang kembali.

Kalau digabung, yang meninggal akan dibangkitkan, dan yang hidup akan diubahkan untuk jadi sama mulia dengan Tuhan sampai masuk Firdaus dan Yerusalem baru.
Jadi, mati atau hidup tidak penting. Yang penting adalah selama hidup kita masuk kebangunan rohani.

Malam ini kita belajar tentang Elia dan Elisa.
1 Raja-raja 19:16,19-21
19:16. Juga Yehu, cucu Nimsi, haruslah kauurapi menjadi raja atas Israel, dan Elisa bin Safat, dari Abel-Mehola, harus kauurapi menjadi nabi menggantikan engkau.
19:19. Setelah Elia pergi dari sana, ia bertemu dengan Elisa bin Safat yang sedang membajak dengan dua belas pasang lembu, sedang ia sendiri mengemudikan yang kedua belas. Ketika Elia lalu dari dekatnya, ia melemparkan jubahnya kepadanya.
19:20. Lalu Elisa meninggalkan lembu itu dan berlari mengikuti Elia, katanya: "Biarkanlah aku mencium ayahku dan ibuku dahulu, lalu aku akan mengikuti engkau." Jawabnya kepadanya: "Baiklah, pulang dahulu, dan ingatlah apa yang telah kuperbuat kepadamu."
19:21. Lalu berbaliklah ia dari pada Elia, ia mengambil pasangan lembu itu, menyembelihnya dan memasak dagingnya dengan bajak lembu itu sebagai kayu api; ia memberikan daging itu kepada orang-orangnya, kemudian makanlah mereka. Sesudah itu bersiaplah ia, lalu mengikuti Elia dan menjadi pelayannya.

Elia gambaran dari kegerakan Roh Kudus hujan awal, yaitu kegerakan dalam firman penginjilan yang dibawa oleh dua belas rasul hujan awal dari Yerusalem sampai ke ujung bumi, untuk menyelamatkan manusia berdosa.
Praktiknya:
  • Percaya Yesus sebagai satu-satunya Juruselamat.
  • Bertobat, mati terhadap dosa.
  • Baptisan air.
    Baptisan air yang benar adalah orang yang sudah percaya Yesus dan bertobat, mati terhadap dosa, harus dikuburkan dalam air bersama Yesus dan bangkit keluar dari dalam air bersama Yesus sehingga mendapatkan hidup baru/ hidup Sorgawi, yaitu hidup dalam kebenaran, mengalami baptisan Roh Kudus, menjadi senjata kebenaran (imam dan raja).
Ini adalah dasar.
Kegerakan hujan awal untuk menambah jumlah anggota tubuh Kristus.

Tetapi dasar saja tidak cukup, karena itu Elisa dipilih.
Elisa gambaran dari kegerakan Roh Kudus hujan akhir, yaitu kegerakan dalam firman pengajaran yang benar yang dibawa oleh dua belas rasul hujan akhir dari ujung bumi sampai ke Yerusalem, untuk menyucikan dan mengubahkan orang-orang yang sudah selamat sampai sempurna seperti Yesus dan masuk Yerusalem baru.

Tanda-tanda kegerakan Roh Kudus hujan akhir:
  1. Harus memiliki jubah.
    1 Raja-raja 19:19
    19:19. Setelah Elia pergi dari sana, ia bertemu dengan Elisa bin Safat yang sedang membajak dengan dua belas pasang lembu, sedang ia sendiri mengemudikan yang kedua belas. Ketika Elia lalu dari dekatnya, ia melemparkan jubahnya kepadanya.

    Yohanes 19:23-24
    19:23. Sesudah prajurit-prajurit itu menyalibkan Yesus, mereka mengambil pakaian-Nya lalu membaginya menjadi empat bagian untuk tiap-tiap prajurit satu bagian--dan jubah-Nya juga mereka ambil. Jubah itu tidak berjahit, dari atas ke bawah hanya satu tenunan saja.
    19:24. Karena itu mereka berkata seorang kepada yang lain: "Janganlah kita membaginya menjadi beberapa potong, tetapi baiklah kita membuang undi untuk menentukan siapa yang mendapatnya." Demikianlah hendaknya supaya genaplah yang ada tertulis dalam Kitab Suci: "Mereka membagi-bagi pakaian-Ku di antara mereka dan mereka membuang undi atas jubah-Ku." Hal itu telah dilakukan prajurit-prajurit itu.

    Kita mendapatkan jubah dari Yesus yang sudah ditelanjangi, dan mati di kayu salib.

    Bagaimana cara mendapatkannya? Diundi, bukan dirobek jadi empat.
    Artinya dari sekian banyak hanya satu yang dapat. Secara rohani, hanya kehidupan yang mendapat kepercayaan dan kemurahan Tuhan yang bisa mendapatkan jubah, sehingga dipakai dalam kegerakan Roh Kudus hujan akhir.

    Kalau kita dipakai mulai dari nikah, penggembalaan, antar penggembalaan, sampai Israel dan kafir menjadi satu, itu semua hanya kepercayaan dan kemurahan Tuhan bagi kita.

    Pengertian rohani dari jubah:
    • Kabar Mempelai.
      Wahyu 19:11,13,16
      19:11. Lalu aku melihat sorga terbuka: sesungguhnya, ada seekor kuda putih; dan Ia yang menungganginya bernama: "Yang Setia dan Yang Benar", Ia menghakimi dan berperang dengan adil.
      19:13. Dan Ia memakai jubah yang telah dicelup dalam darah dan nama-Nya ialah: "Firman Allah."
      19:16. Dan pada jubah-Nya dan paha-Nya tertulis suatu nama, yaitu: "Raja segala raja dan Tuan di atas segala tuan."

      Ini adalah akhir dari kegerakan kuda putih.
      Jubah sama dengan firman Allah yang ditulisi Tuan segala tuan dan Raja segala raja, itulah Kabar Mempelai.

      Wahyu 19:6-7
      19:6. Lalu aku mendengar seperti suara himpunan besar orang banyak, seperti desau air bah dan seperti deru guruh yang hebat, katanya: "Haleluya! Karena Tuhan, Allah kita, Yang Mahakuasa, telah menjadi raja.
      19:7. Marilah kita bersukacita dan bersorak-sorai, dan memuliakan Dia! Karena hari perkawinan Anak Domba telah tiba, dan pengantin-Nya telah siap sedia.

      Kabar Mempelai inilah yang dibuthkan dalam kegerakan Roh Kudus hujan akhir.
      Matius 25:6
      25:6. Waktu tengah malam terdengarlah suara orang berseru: Mempelai datang! Songsonglah dia!

      Kabar Mempelai adalah satu-satunya suara yang harus didengar pada tengah malam.
      Kalau kita bisa mendengar Kabar Mempelai, itu adalah kemurahan dan kepercayaan Tuhan karena banyak yang menolak.

      Yohanes 19:23
      19:23. Sesudah prajurit-prajurit itu menyalibkan Yesus, mereka mengambil pakaian-Nya lalu membaginya menjadi empat bagian untuk tiap-tiap prajurit satu bagian--dan jubah-Nya juga mereka ambil. Jubah itu tidak berjahit, dari atas ke bawah hanya satu tenunan saja.

      Jubah Yesus tidak berjahit, artinya Kabar Mempelai murni dari Alkitab, tidak ada campur tangan manusia lewat kepandaian, kekayaan, dan perasaan.
      Murni dari Alkitab berarti tertulis di Alkitab dan diwahyukan oleh Tuhan, yaitu ayat yang satu menerangkan ayat yang lain dalam Alkitab.

      Jubah Yesus 'satu tenunan' artinya hanya kabar mempelai yang murni dan benar, yang bisa membentuk gereja Tuhan menjadi satu tubuh Kristus, sampai tercapai satu suara mempelai "Haleluya" untuk menyambut kedatangan Yesus kedua kali di awan-awan yang permai.
      Jadi, hanya ada satu firman pengajaran yang benar/ satu Kepala.

      Kalau Kabar Mempelai tidak murni lagi, kalau ada campur tangan manusia, maka tidak bisa.
      Contoh: Uza. Tabut Perjanjian (gambaran dari Kabar Mempelai) dinaikkan pedati, itu sudah salah, karena seharusnya dipikul. Ini sudah campur tangan manusia, yaitu tidak mau berkorban waktu, tenaga, uang dan sebagainya.
      Kemudian lembunya tergelincir, dan tabutnya juga, lalu Uza memegang tabut, dan ia mati.

      Hati-hati! Kalau ada campur tangan manusia dalam Kabar Mempelai, akibatnya:
      1. Tergelincir = salah arah, disesatkan, mempertahankan dosa.
      2. Tabut Perjanjian dipegang = ditambah dengan kepandaian, filsafat, perasaan daging, sehingga membawa pada kematian rohani. Gembalanya suam-suam, jemaatnya juga suam-suam, sampai binasa selamanya.

      Bukti kemurnian dan kebenaran Kabar Mempelai adalah harus dipraktikkan.

    • Jabatan pelayanan dan karunia Roh Kudus.
      Efesus 4:11-12
      4:11. Dan Ialah yang memberikan baik rasul-rasul maupun nabi-nabi, baik pemberita-pemberita Injil maupun gembala-gembala dan pengajar-pengajar,
      4:12. untuk memperlengkapi orang-orang kudus bagi pekerjaan pelayanan, bagi pembangunan tubuh Kristus,

      Kalau kita menjaga kemurnian Kabar Mempelai lewat berkorban, tidak ditambah dan dikurangi, dan mempraktikkannya, kita pasti disucikan, sehingga kita diperlengkapi dengan jabatan pelayanan dan karunia Roh Kudus, jubah yang indah, untuk dipakai dalam kegerakan pembangunan tubuh Kristus yang sempurna.

    Sikap kita terhadap jubah Kabar Mempelai dan jabatan pelayanan adalah jangan mengorbankan jubah, tetapi selalu setia berkobar-kobar sampai garis akhir, sampai menjadi jubah putih berkilau-kilauan (jubah mempelai).

  2. Harus memiliki kesatuan nikah.
    1 Raja-raja 19:20
    19:20. Lalu Elisa meninggalkan lembu itu dan berlari mengikuti Elia, katanya: "Biarkanlah aku mencium ayahku dan ibuku dahulu, lalu aku akan mengikuti engkau." Jawabnya kepadanya: "Baiklah, pulang dahulu, dan ingatlah apa yang telah kuperbuat kepadamu."

    'mencium' = berdamai.
    Kita harus melayani dalam nikah lebih dulu. Kita harus kembali pada kesatuan nikah lewat saling mengaku dan mengampuni (salib), taat pada firman (pedang).
    Pedang dan salib tidak bisa dipisahkan, dan darah Yesus akan membasuh dosa, sehingga kita masuk dalam kesatuan.
    • Suami mengasihi istri seperti diri sendiri.
    • Istri tunduk pada suami.
    • Anak hormat dan taat pada orang tua.
    • Orang tua jangan membuat tawar hati anak-anak.
      Anak bisa tawar hati kalau orang tua membela anak yang salah atau memaksakan kehendak pad aanak apalagi tidak sesuai dengan kehendak Tuhan. Kalau membela anak yang salah, nanti dia akan menyesal.
    • Kakak adik saling menghormati dan mengasihi.
    Kalau suami bertindak kasar pada istri, maka harus dibalas dengan kasih.
    Kalau di dalam rumah tangga ada asisten rumah tangga, kita saksikan juga tentang Kabar Mempelai. Ini termasuk hubungan antara atasan dan bawahan.

  3. Penyembelihan dan pembakaran.
    1 Raja-raja 19:21
    19:21. Lalu berbaliklah ia dari pada Elia, ia mengambil pasangan lembu itu, menyembelihnya dan memasak dagingnya dengan bajak lembu itu sebagai kayu api; ia memberikan daging itu kepada orang-orangnya, kemudian makanlah mereka. Sesudah itu bersiaplah ia, lalu mengikuti Elia dan menjadi pelayannya.

    Kalau sudah menjadi senjata kebenaran, langsung disembelih dan dibakar.
    Semua harus dikorbankan untuk pembangunan tubuh Kristus yang sempurna kecuali firman pengajaran yang benar/ pribadi Yesus.

    Penyembelihan dan pembakaran artinya:
    • Pengorbanan tanpa pamrih, seringkali berkorban harga diri, kepentingan sendiri, kehendak sendiri, waktu, tenaga dan sebagainya.

    • Penyucian sampai di leher.
      Amsal 23:1-2
      23:1. Bila engkau duduk makan dengan seorang pembesar, perhatikanlah baik-baik apa yang ada di depanmu.
      23:2. Taruhlah sebuah pisau pada lehermu, bila besar nafsumu!

      Kita bisa menyembah Tuhan dan mengalami penyucian/ perobekan daging sampai tidak ada kehendak daging lagi, sehingga kita bisa taat dengar-dengaran sampai daging tidak bersuara lagi.

      Hati-hati dengan makanan jasmani yang sudah menjadi pantangan. Hati-hati dengan masalah jodoh. Jangan ada keinginan.
      Kalau tidak tahan soal makanan, akan masuk dosa makan minum. Kalau tidak disucikan dalam nikah yang benar, akan masuk dosa kawin mengawinkan. Mari kita ikuti kehendak Tuhan.

      Taat dengar-dengaran adalah sama seperti lembu yang dicocok hidungnya. Inilah hamba Tuhan yang berkenan pada Tuhan.

  4. Makan = persekutuan dengan sesama dan Tuhan.
    1 Raja-raja 19:21
    19:21. Lalu berbaliklah ia dari pada Elia, ia mengambil pasangan lembu itu, menyembelihnya dan memasak dagingnya dengan bajak lembu itu sebagai kayu api; ia memberikan daging itu kepada orang-orangnya, kemudian makanlah mereka. Sesudah itu bersiaplah ia, lalu mengikuti Elia dan menjadi pelayannya.

    Tanda persekutuan yang benar:
    • Berdasarkan pribadi Yesus, firman pengajaran yang benar.
      Kalau ada firman pengajaran yang benar, kita akan disucikan, mulai dari dalam nikah.
      Kalau tidak berdasarkan firman pengajaran yang benar, kita bukan disucikan tetapi lebih berbuat dosa.

      Firman pengajaran yang benar adalah dasar persekutuan yang benar.

    • Kalau ada firman pengajaran yang benar, pasti ada urapan Roh Kudus. Itulah hubungan kesetiaan.
      Kalau tidak suci, tidak mungkin setia, dan tidak mungkin memiliki kasih.

    • Kalau firman dipraktikkan, akan menghasilkan kasih. Itulah hubungan kasih yang menyatukan dan menyempurnakan.

    Kalau ada firman, kesetiaan, dan kasih, kita akan bisa saling melayani, saling mendoakan, dll yang positif. Ini adalah buah-buah, sampai membawa kita pada kesempurnaan.

    Mengapa butuh kasih Allah? Karena kita hanya seperti lembu yang dibawa ke pejagalan, sama seperti domba sembelihan.
    Amsal 7:22
    7:22. Maka tiba-tiba orang muda itu mengikuti dia seperti lembu yang dibawa ke pejagalan, dan seperti orang bodoh yang terbelenggu untuk dihukum,

    Kita menghadapi sengsara daging karena Yesus, kalau tidak ada kasih, kita pasti lari.
    Amsal 7:5
    7:5. supaya engkau dilindunginya terhadap perempuan jalang, terhadap perempuan asing, yang licin perkataannya.

    'perempuan jalang' = pembangunan tubuh Babel.
    Kita butuh kasih untuk menghadapi dosa-dosa, ajaran palsu, sampai pra aniaya antikris.

    Dari mana kita mendapatkan kasih? Yesus.
    Keluaran 21:32
    21:32. Tetapi jika lembu itu menanduk seorang budak laki-laki atau perempuan, maka pemiliknya harus membayar tiga puluh syikal perak kepada tuan budak itu, dan lembu itu harus dilempari mati dengan batu.

    'tiga puluh syikal perak' = Yesus dijual seharga tiga puluh syikal perak. Ia adalah lembu yang dicocok hidungnya. Ia taat sampai mati di kayu salib--ditanduk oleh antikris.
    Yesus rela ditanduk dan dianggap sebagai lembu yang menanduk untuk menanggung dosa kita. Ini adalah sumbernya kasih.

    Kegunaan kasih Allah:
    • Memberi kekuatan ekstra kepada kita untuk menghadapi keadaan akhir zaman, pencobaan, penderitaan, dosa-dosa, sehingga kita kuat teguh hati.
      Zefanya 3:16-18
      3:16. Pada hari itu akan dikatakan kepada Yerusalem: "Janganlah takut, hai Sion! Janganlah tanganmu menjadi lemah lesu.
      3:17. TUHAN Allahmu ada di antaramu sebagai pahlawan yang memberi kemenangan. Ia bergirang karena engkau dengan sukacita, Ia membaharui engkau dalam kasih-Nya, Ia bersorak-sorak karena engkau dengan sorak-sorai,
      3:18. seperti pada hari pertemuan raya." "Aku akan mengangkat malapetaka dari padamu, sehingga oleh karenanya engkau tidak lagi menanggung cela.

      Kuat dan teguh hati artinya tidak takut, tidak kecewa, tidak kuatir, dan terpisah dari Tuhan sampai masa pra aniaya antikris. Kita tidak bersungut tetapi selalu mengucap syukur, tetap setia dalam nikah, ibadah pelayanan, dan firman pengajaran yang benar sampai garis akhir. Kita tetap menyembah Tuhan, hanya percaya dan berharap Dia.

    • Kasih membuat kita menjadi pahlawan Kristus, yaitu sabar dan tekun.
      Amsal 16:32
      16:32. Orang yang sabar melebihi seorang pahlawan, orang yang menguasai dirinya, melebihi orang yang merebut kota.

      Kita sabar dan tekun terutama tekun dalam kandang penggembalaan sampai garis akhir. Kita juga sabar menunggu waktu Tuhan.

      Tangan kasih Tuhan akan berperang ganti kita untuk menghadapi musuh-musuh yang lebih kuat, sehingga kita menjadi lebih dari pemenang. Semua masalah diselesaikan. Jangan mengambil jalan keluar sendiri di luar firman.

    • Membaharui kita.
      Pembaharuan dimulai dari baptisan air.
      Tuhan memandikan kita dengan air dan firman.

      Oleh karena itu suami dan istri harus satu baptisan dengan Yesus, satu pengajaran firman. Kalau tidak, satu akan tertinggal, satu terangkat.

      Pembaharuan dimulai dari hati tulus, damai sejahtera.
      Artinya adalah bisa membedakan yang benar dan tidak, bisa sadar kalau ada yang belum beres.

      Selesaikan semua yang tidak beres sampai Tuhan berteriak "Sudah selesai!".
      Kalau hati sudah dibaharui, mujizat jasmani pasti terjadi, yang mustahil jadi tidak mustahil.
      Kuat teguh hati, hati sabar dan tekun, dan hati tulus adalah dasar yang kuat.
      Dan kalau Tuhan datang kembali, kita mengalami mujizat terakhir, kita diubahkan jadi sempurna seperti Dia, tidak salah dalam perkataan. Kita bersorak-sorai "Haleluya", bagaikan lembu berjingkrak-jingkrak.

      Maleakhi 4:2
      4:2. Tetapi kamu yang takut akan nama-Ku, bagimu akan terbit surya kebenaran dengan kesembuhan pada sayapnya. Kamu akan keluar dan berjingkrak-jingkrak seperti anak lembu lepas kandang.

      'kandang' = kandang penggembalaan, antar penggembalaan, sampai kandang terakhir di Yerusalem baru.



Tuhan memberkati.

kembali ke halaman sebelumnya
IBADAH RUTIN DI MALANG

Minggu jam 06:45 (Ibadah Raya)
Minggu jam 10:15 (Ibadah Sekolah Minggu)
Selasa jam 17:15 (Ibadah Pendalaman Alkitab)
Rabu jam 07:30 (Ibadah Kaum Wanita)
Kamis jam 17:15 (Ibadah Doa Penyembahan)
Sabtu jam 17:15 (Ibadah Kaum Muda Remaja)

IBADAH RUTIN DI MEDAN
Royal Room Hotel Danau Toba Internasional
Jl. Imam Bonjol Medan

Minggu, jam 18:45 (Ibadah Raya)
Senin, jam 08:00 (Ibadah Pendalaman Alkitab)
Senin, jam 17:30 (Ibadah Pendalaman Alkitab)

IBADAH RUTIN DI SURABAYA

Minggu jam 09:00 (Ibadah Sekolah Minggu)
Minggu jam 10:15 (Ibadah Raya)
Rabu jam 17:30 (Ibadah Pendalaman Alkitab)
Jumat jam 17:30 (Ibadah Doa Penyembahan)


IBADAH RUTIN DI JAKARTA
Jl. Patra Kuningan XIV no.4
Jakarta Selatan
Sabtu, jam 09:00 (Ibadah Pendalaman Alkitab)

IBADAH KUNJUNGAN
All Right Reserved Gereja Pantekosta Tabernakel "KRISTUS KASIH"
Jln. Simpang Borobudur 27 Malang | Telp: (0341) 496949 | Fax: (0341) 476751 » Lihat Peta Gereja Kami di Malang
Jln. WR Supratman 4 Surabaya | Telp. 08123300378 » Lihat Peta Gereja Kami di Surabaya
hubungi kami | email: info@gptkk.org | sitemap | top