Simpang Borobudur no 27 Malang
0341-496949
Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

[Wahyu 12:3-18] Penampilan naga atau setan secara jelas dan lengkap dengan enam kegiatan/ ulahnya pada akhir zaman:
  1. [Wahyu 12:4a] Ekor naga menyeret.
  2. [Wahyu 12:4b] Mulut naga menelan.
  3. [Wahyu 12:7] Berperang.
  4. [Wahyu 12:13] Memburu, mengejar dengan cepat.
  5. [Wahyu 12:15] Menghanyutkan perempuan/gereja Tuhan.
  6. [Wahyu 12:17] Memerangi/ menganiaya.

Ad. 3. Berperang.
Wahyu 12:7-12
12:7 Maka timbullah peperangan di sorga. Mikhael dan malaikat-malaikatnya berperang melawan naga itu, dan naga itu dibantu oleh malaikat-malaikatnya,
12:8 tetapi mereka tidak dapat bertahan; mereka tidak mendapat tempat lagi di sorga.
12:9 Dan naga besar itu, si ular tua, yang disebut Iblis atau Satan, yang menyesatkan seluruh dunia, dilemparkan ke bawah; ia dilemparkan ke bumi, bersama-sama dengan malaikat-malaikatnya.
12:10 Dan aku mendengar suara yang nyaring di sorga berkata: "Sekarang telah tiba keselamatan dan kuasa dan pemerintahan Allah kita, dan kekuasaan Dia yang diurapi-Nya, karena telah dilemparkan ke bawah pendakwa saudara-saudara kita, yang mendakwa mereka siang dan malam di hadapan Allah kita.
12:11 Dan mereka mengalahkan dia oleh darah Anak Domba, dan oleh perkataan kesaksian mereka. Karena mereka tidak mengasihi nyawa mereka sampai ke dalam maut.
12:12 Karena itu bersukacitalah, hai sorga dan hai kamu sekalian yang diam di dalamnya, celakalah kamu, hai bumi dan laut! karena Iblis telah turun kepadamu, dalam geramnya yang dahsyat, karena ia tahu, bahwa waktunya sudah singkat."

Setan/ naga mengadakan peperangan/ pemberontakan di Sorga.
Sesudah peperangan terjadi dua hal:
  1. Bumi menghadapi geramnya setan/ naga yang dahsyat, karena setan tahu waktunya sudah singkat.

  2. Sorga bersukacita/ bersorak karena kemenangan.
    Sorak sorai/ nyanyian kemenangan adalah kegenapan bahwa kerajaan Sorga yang dipimpin oleh Yesus sudah datang.
    • Sebagai kenyataan doa yang disampaikan oleh Yesus.
      Matius 6:9-10
      6:9 Karena itu berdoalah demikian: Bapa kami yang di sorga, Dikuduskanlah nama-Mu,
      6:10 datanglah Kerajaan-Mu, jadilah kehendak-Mu di bumi seperti di sorga.

    • Sebagai kenyataan jawaban doa dari murid-murid/ kerinduan hati murid-murid.
      Dan juga jawaban dari pertanyaan murid-murid.

      Kisah Rasul 1:6-8
      1:6 Maka bertanyalah mereka yang berkumpul di situ: "Tuhan, maukah Engkau pada masa ini memulihkan kerajaan bagi Israel?"
      1:7 Jawab-Nya: "Engkau tidak perlu mengetahui masa dan waktu, yang ditetapkan Bapa sendiri menurut kuasa-Nya.
      1:8 Tetapi kamu akan menerima kuasa, kalau Roh Kudus turun ke atas kamu, dan kamu akan menjadi saksi-Ku di Yerusalem dan di seluruh Yudea dan Samaria dan sampai ke ujung bumi."

      Murid-murid bertanya tentang waktu datangnya kerajaan Sorga, tapi Yesus menjawab bahwa soal waktu bukan urusan kita. Tetapi urusan kita sekarang adalah melakukan kehendak Tuhan lewat pertolongan Roh Kudus, yaitu menjadi saksi Tuhan.

Matius 28:19-20
28:19 Karena itu pergilah, jadikanlah semua bangsa murid-Ku dan baptislah mereka dalam nama Bapa dan Anak dan Roh Kudus,
28:20 dan ajarlah mereka melakukan segala sesuatu yang telah Kuperintahkan kepadamu. Dan ketahuilah, Aku menyertai kamu senantiasa sampai kepada akhir zaman."

Apa yang harus disaksikan?
  1. Bersaksi tentang Injil keselamatan/ firman penginjilan/ Kabar Baik.
    Efesus 1:13
    1:13 Di dalam Dia kamu juga -- karena kamu telah mendengar firman kebenaran, yaitu Injil keselamatanmu -- di dalam Dia kamu juga, ketika kamu percaya, dimeteraikan dengan Roh Kudus, yang dijanjikan-Nya itu.

    Yaitu Injil yang memberitakan kedatangan Yesus pertama kali ke dunia sebagai satu-satunya manusia yang tidak berdosa tetapi harus mati di kayu salib untuk menyelamatkan manusia berdosa lewat percaya Yesus (iman), bertobat, baptisan air dan Roh Kudus. Sehingga kita mendapat hidup baru, hidup dalam kebenaran.

    Arah kesaksian ini dari Yerusalem ke Yudea, Samaria, ke negara-negara barat sampai ke ujung bumi/ bangsa kafir.

  2. Bersaksi tentang cahaya Injil Kemuliaan Kristus/ firman pengajaran yang lebih tajam dari pedang bermata dua, firman yang dibukakan rahasianya oleh Roh Kudus = Kabar Mempelai.
    2 Korintus 4:3-4
    4:3 Jika Injil yang kami beritakan masih tertutup juga, maka ia tertutup untuk mereka, yang akan binasa,
    4:4 yaitu orang-orang yang tidak percaya, yang pikirannya telah dibutakan oleh ilah zaman ini, sehingga mereka tidak melihat cahaya Injil tentang kemuliaan Kristus, yang adalah gambaran Allah.

    Yaitu Injil yang memberitakan kedatangan Yesus kedua kali di awan-awan yang permai untuk menyucikan orang-orang yang sudah selamat, sampai menjadi sempurna seperti Yesus, menjadi mempelai wanita Sorga yang siap menyambut kedatangan Yesus kedua kali di awan-awan permai. Arahnya dari timur (ujung bumi) ke barat, ke Samaria, ke Yudea sampai ke Yerusalem. Kalau Yerusalem bisa menerima kedatangan Yesus kedua kali, maka bangsa kafir dan Israel menjadi satu tubuh Kristus yang sempurna/ mempelai wanita Sorga yang siap menyambut kedatangan Yesus di awan-awan permai.

    Matius 24:27-28
    24:27 Sebab sama seperti kilat memancar dari sebelah timur dan melontarkan cahayanya sampai ke barat, demikian pulalah kelak kedatangan Anak Manusia.
    24:28 Di mana ada bangkai, di situ burung nazar berkerumun."


Jadi, dua hal yang harus dimiliki oleh orang yang merindukan kerajaan Sorga:
  1. Mendengar dan dengar-dengaran pada cahaya Injil/ firman Allah yang dibukakan rahasianya oleh Roh Kudus/ Kabar Mempelai).

  2. Kita harus merindukan untuk bersekutu dengan korban Kristus (Perjamuan Suci).
    Perjamuan suci yang digunakan dengan benar yaitu bersamaan dengan penyucian oleh firman Allah/ Kabar Mempelai akan mendarah daging dalam kehidupan kita. Sehingga:
    • Menjadikan kita gandum yang matang/ gereja yang sempurna.

    • Memberi kekuatan ekstra kepada kita supaya tahan menghadapi kegoncangan-kegoncangan di akhir zaman = penampian.
      Lukas 22:31
      22:31 Simon, Simon, lihat, Iblis telah menuntut untuk menampi kamu seperti gandum,

      Penampian dari setan adalah kegoncangan-kegoncangan untuk menjatuhkan iman sehingga putus asa, kecewa dan menyangkal Yesus.

      Matius 3:12
      3:12 Alat penampi sudah ditangan-Nya. Ia akan membersihkan tempat pengirikan-Nya dan mengumpulkan gandum-Nya ke dalam lumbung, tetapi debu jerami itu akan dibakar-Nya dalam api yang tidak terpadamkan."

      Matius 3:12[terjemahan lama]
      3:12 Nyirunya ada di dalam tangan-Nya; maka Ia akan membersihkan segenap tempat pengiriknya, lalu ia mengumpulkan gandumnya masuk ke dalam lumbung, tetapi sekamnya akan habis dibakar-Nya dengan api yang tiada dapat dipadamkan."

      Penampian dari Tuhan yaitu ujian-ujian sehingga membuat kita menjadi gandum yang matang, yang berisi firman pengajaran yang benar dan korban Kristus, Roh Kudus, dan kasih Allah.

      Wahyu 12:1
      12:1 Maka tampaklah suatu tanda besar di langit: Seorang perempuan berselubungkan matahari, dengan bulan di bawah kakinya dan sebuah mahkota dari dua belas bintang di atas kepalanya.

Gandum yang matang sama dengan terang dunia. Pengisian gandum kita dapatkan lewat kandang penggembalaan/ ketekunan dalam tiga macam ibadah pokok:
  • Meja Roti Sajian, ketekunan dalam Ibadah Pendalaman Alkitab dan Perjamuan Suci, persekutuan dengan Anak Allah dalam firman pengajaran benar dan korban Kristus. Kita diisi dengan firman pengajaran dan korban Kristus, sampai menjadi terang bulan.
  • Pelita Emas, ketekunan dalam Ibadah Raya, persekutuan dengan Allah Roh Kudus dalam urapan dan karunia Roh Kudus. Kita diisi urapan Roh Kudus dan karunia-karunia sampai menjadi terang bintang.
  • Mezbah Dupa Emas, ketekunan dalam Ibadah Doa, persekutuan dengan Allah Bapa dalam kasihNya. Kita diisi dengan kasih Allah sampai menjadi terang matahari.

2 Korintus 4:5-6
4:5 Sebab bukan diri kami yang kami beritakan, tetapi Yesus Kristus sebagai Tuhan, dan diri kami sebagai hambamu karena kehendak Yesus.
4:6 Sebab Allah yang telah berfirman: "Dari dalam gelap akan terbit terang!," Ia juga yang membuat terang-Nya bercahaya di dalam hati kita, supaya kita beroleh terang dari pengetahuan tentang kemuliaan Allah yang nampak pada wajah Kristus.

Proses menjadi gandum yang matang/ terang dunia adalah firman pengajaran yang benar menerangi, menyucikan hati yang gelap yang berisi keinginan jahat (keinginan akan uang, kikir, serakah, mencuri milik Tuhan), keinginan najis (makan-minum, kawin-mengawinkan, nikah yang salah), sampai kepahitan (iri, benci). Hati diterangi sehingga menjadi hati yang suci, hati yang terang, diisi firman pengajaran, Roh Kudus dan kasih Allah. Sehingga dari hati yang suci ada terang yang memancar ke luar, yaitu terang kesaksian lewat perkataan dan perbuatan. Mulai terang di rumah tangga, terang di depan orang, sampai terang dunia.

Matius 5:14-16
5:14 Kamu adalah terang dunia. Kota yang terletak di atas gunung tidak mungkin tersembunyi.
5:15 Lagipula orang tidak menyalakan pelita lalu meletakkannya di bawah gantang, melainkan di atas kaki dian sehingga menerangi semua orang di dalam rumah itu.
5:16 Demikianlah hendaknya terangmu bercahaya di depan orang, supaya mereka melihat perbuatanmu yang baik dan memuliakan Bapamu yang di sorga."

Terang pelita di rumah tangga jangan ditutupi gantang (ekonomi), jangan ditutupi tempat tidur (kenajisan, dosa percabulan, nikah yang salah).
Terang di depan orang lewat perkataan dan perbuatan baik, menjadi berkat bagi orang lain, tidak menuntut apa-apa.
Sampai nanti terang di Yerusalem Baru kekal selama-lamanya.

Pada saat kegoncangan datang, akan kelihatan nyata siapa kehidupan yang berisi (gandum yang matang) atau kosong (sekam). Kehidupan yang seperti sekam pasti terlepas keluar dari persekutuan tubuh Kristus oleh angin pengajaran palsu, oleh angin pencobaan.
Contoh: Yudas Iskariot. Sebab Yudas Iskariot menerima perjamuan suci tanpa penyucian oleh firman pengajaran benar. Yudas Iskariot tetap mempertahankan dosa-dosa (keinginan akan uang) sehingga binasa selama-lamanya.

Wahyu 12:1 menunjuk gereja mempelai, yaitu persekutuan dari anak Tuhan/ hamba Tuhan/ pelayan Tuhan yang dikerjakan oleh firman pengajaran benar dan korban Kristus, hidup dalam terang kasih Allah dan urapan Roh Kudus.

Praktek sehari-hari gereja Tuhan bagaikan gandum yang matang/ gereja Tuhan yang menjadi saksi Tuhan sampai terang dunia:
  1. Ada matahari.
    Prakteknya adalah mengasihi Tuhan lebih dari semua, taat dengar-dengaran sampai daging tak bersuara lagi, rela berkorban apa pun untuk Tuhan, untuk pengajaran yang benar. Juga bisa mengasihi sesama seperti diri sendiri sampai mengasihi musuh, membalas kejahatan dengan kebaikan, rela berkorban apa saja untuk menolong sesama.

  2. Ada bintang.
    Prakteknya adalah setia berkobar-kobar dalam ibadah pelayanan kepada Tuhan sesuai karunia Roh Kudus dan jabatan pelayanan yang Tuhan percayakan, tidak bisa dihalangi oleh apa pun juga.

  3. Ada bulan.
    Prakteknya adalah mengalami kelepasan dari dosa-dosa sampai puncak dosa oleh firman pengajaran benar dan korban Kristus (perjamuan suci), sehingga kita bisa hidup benar dan hidup suci sampai bisa "ya" katakan "ya", "tidak" katakan "tidak", dalam ketulusan, kejujuran. Ada pengakuan yang benar, yang teguh tentang pribadi Yesus.

Matius 16:13-18
16:13 Setelah Yesus tiba di daerah Kaisarea Filipi, Ia bertanya kepada murid-murid-Nya: "Kata orang, siapakah Anak Manusia itu?"
16:14 Jawab mereka: "Ada yang mengatakan: Yohanes Pembaptis, ada juga yang mengatakan: Elia dan ada pula yang mengatakan: Yeremia atau salah seorang dari para nabi."
16:15 Lalu Yesus bertanya kepada mereka: "Tetapi apa katamu, siapakah Aku ini?"
16:16 Maka jawab Simon Petrus: "Engkau adalah Mesias, Anak Allah yang hidup!"
16:17 Kata Yesus kepadanya: "Berbahagialah engkau Simon bin Yunus sebab bukan manusia yang menyatakan itu kepadamu, melainkan Bapa-Ku yang di sorga.
16:18 Dan Akupun berkata kepadamu: Engkau adalah Petrus dan di atas batu karang ini Aku akan mendirikan jemaat-Ku dan alam maut tidak akan menguasainya.

Petrus memiliki pengakuan yang benar tentang pribadi Yesus. Petrus mengalami penyataan langsung dari Tuhan.
Petrus mengaku bahwa Yesus adalah Mesias/ yang diurapi, yaitu Yesus adalah Raja segala raja, Yesus adalah hamba, Yesus adalah manusia, Yesus adalah Anak Allah yang hidup. Jadi, pengakuan Petrus adalah pengakuan yang benar yaitu tentang salib Kristus. Ini pengakuan yang kuat, yang kokoh, tidak tergoyah oleh apa pun, tidak akan rubuh oleh penampian-penampian apa pun.

Banyak pengakuan yang dimulai dengan pengakuan tentang kuasa Yesus, bukan pengakuan tentang salib. Maka tidak akan tahan uji, berdiri tanpa dasar, rubuh dan hancur, tidak bisa dibangun lagi, sehingga keluar dari tubuh Kristus seperti Yudas Iskariot.

Pengakuan Petrus yang benar tentang salib Kristus = pengakuan tentang Yesus sebagai Kepala yang rela mati di bukit tengkorak, sebagai tanggung jawab Yesus atas kita sampai menyerahkan nyawa-Nya.

Hubungan terdekat/ tererat antara tubuh dan Kepala adalah leher, yaitu doa penyembahan.
Ada dua pengertian leher:
  1. Jalannya Kepala ke tubuh, artinya jalannya kita menerima kasih Allah.
    Roma 8:32
    8:32 Ia, yang tidak menyayangkan Anak-Nya sendiri, tetapi yang menyerahkan-Nya bagi kita semua, bagaimanakah mungkin Ia tidak mengaruniakan segala sesuatu kepada kita bersama-sama dengan Dia?

    Kasih Allah sanggup mencurahkan kebutuhan-kebutuhan kita dalam hidup sehari-hari, masa depan, sampai hidup kekal selamanya.

    Roma 8:35-36
    8:35 Siapakah yang akan memisahkan kita dari kasih Kristus? Penindasan atau kesesakan atau penganiayaan, atau kelaparan atau ketelanjangan, atau bahaya, atau pedang?
    8:36 Seperti ada tertulis: "Oleh karena Engkau kami ada dalam bahaya maut sepanjang hari, kami telah dianggap sebagai domba-domba sembelihan."

    Kasih Allah memberikan daya tahan supaya kita tidak terpisah dari Tuhan, tahan menghadapi ujian-ujian, kesusahan-kesusahan, sehingga kita selalu mengucap syukur kepada Tuhan.

    Roma 8:37
    8:37 Tetapi dalam semuanya itu kita lebih dari pada orang-orang yang menang, oleh Dia yang telah mengasihi kita.

    Kasih Allah membuat kita lebih dari pemenang. Artinya kita kecil tak berdaya tapi menang atas musuh yang besar, yang lebih kuat, karena kasih Allah berperang ganti kita, sehingga semua masalah yang mustahil bisa diselesaikan.

  2. Jalannya tubuh kepada Kepala, artinya lewat doa penyembahan kita menerima kasih Allah yang sanggup mengubahkan kita dari manusia daging menjadi manusia rohani, manusia sempurna seperti Yesus.

    Zefanya 3:17-18
    3:17 TUHAN Allahmu ada di antaramu sebagai pahlawan yang memberi kemenangan. Ia bergirang karena engkau dengan sukacita, Ia membaharui engkau dalam kasih-Nya, Ia bersorak-sorak karena engkau dengan sorak-sorai,
    3:18 seperti pada hari pertemuan raya." "Aku akan mengangkat malapetaka dari padamu, sehingga oleh karenanya engkau tidak lagi menanggung cela.

    Kasih membaharui kita dari manusia daging menjadi manusia rohani seperti Yesus sebagai pahlawan.

    Amsal 16:32
    16:32 Orang yang sabar melebihi seorang pahlawan, orang yang menguasai dirinya, melebihi orang yang merebut kota.

    Pahlawan itu kesabaran. Mulai dengan sabar menunggu waktu Tuhan, jangan mengambil jalan sendiri di luar firman pengajaran yang benar, sabar dalam menderita karena goncangan-goncangan, sabar menderita untuk menolong orang lain.

    Jika Yesus datang kedua kali, kita diubahkan sempurna seperti Dia untuk menerima mahkota mempelai.

    Mazmur 89:20
    89:20 Pernah Engkau berbicara dalam penglihatan kepada orang-orang yang Kaukasihi, kata-Mu: "Telah Kutaruh mahkota di atas kepala seorang pahlawan, telah Kutinggikan seorang pilihan dari antara bangsa itu.

    Untuk menerima kerajaan Sorga yang kekal, ada sorak sorai kemenangan di awan-awan permai. Kita mendapatkan mahkota mempelai, kita masuk kerajaan Sorga kekal selamanya, duduk bersanding dengan Yesus selama-lamanya.


Tuhan memberkati.

Versi Cetak

Transkrip
  • Ibadah Kaum Muda Remaja Malang, 14 Maret 2015 (Sabtu Sore)
    ... sakit dan hampir mati tidak ada harapan. Perempuan dengan pendarahan tahun menunjuk pada jiwa yang letih lesu merana tidak ada perhentian dan damai sejahtera bagaikan darah yang terus meleleh selama tahun. Di dalam darah terdapat jiwa. Darah meleleh menunjuk pada jiwa yang letih lesu. Anak perempuan yang sakit sampai mati menunjuk ...
  • Ibadah Kaum Muda Remaja, 20 Oktober 2012 (Sabtu Sore)
    ... darahnya. Itulah hukum tentang perempuan yang melahirkan anak laki-laki atau anak perempuan. Tetapi jikalau ia tidak mampu untuk menyediakan seekor kambing atau domba maka haruslah ia mengambil dua ekor burung tekukur atau dua ekor anak burung merpati yang seekor sebagai korban bakaran dan yang seekor lagi sebagai korban penghapus dosa ...
  • Ibadah Doa Surabaya, 29 April 2015 (Rabu Sore)
    ... menutup tidak ada yang dapat membuka. Ada macam penampilan Yesus kepada sidang jemaat di Filadelfia diterangkan mulai dari Ibadah Raya Surabaya Maret Yang Benar Yang Kudus Yang memegang kunci Daud. Kita masih mempelajari YESUS TAMPIL SEBAGAI 'YANG MEMEGANG KUNCI DAUD'. Yesus tampil sebagai 'Yang memegang kunci Daud' untuk melakukan perkara yang besar ...
  • Ibadah Pendalaman Alkitab Malang, 23 April 2015 (Kamis Sore)
    ... kemuliaan Kristus yang adalah wujud Allah sama dengan firman pengajaran yang lebih tajam dari pedang bermata dua. Ini sama dengan firman nubuat firman yang disampaikan oleh para nabi yaitu firman yang memberitakan tentang kedatangan Yesus kedua kali dalam kemuliaan sebagai Raja segala raja Mempelai Pria Surga untuk menyucikan dan mengubahkan ...
  • Ibadah Raya Surabaya, 13 Oktober 2019 (Minggu Siang)
    ... dan berkata Akulah Mesias dan mereka akan menyesatkan banyak orang. . Banyak nabi palsu akan muncul dan menyesatkan banyak orang. . Sebab Mesias-mesias palsu dan nabi-nabi palsu akan muncul dan mereka akan mengadakan tanda-tanda yang dahsyat dan mujizat-mujizat sehingga sekiranya mungkin mereka menyesatkan orang-orang pilihan juga. 'orang-orang pilihan' orang-orang dalam pengajaran ...
  • Ibadah Kaum Muda Remaja Malang, 14 Januari 2017 (Sabtu Sore)
    ... susah bagaikan hidup di tengah duri. Ada macam kekuatiran Kekuatiran tentang kehidupan sehari-hari. Matius - Sebab itu janganlah kamu kuatir dan berkata Apakah yang akan kami makan Apakah yang akan kami minum Apakah yang akan kami pakai Semua itu dicari bangsa-bangsa yang tidak mengenal Allah. Akan tetapi Bapamu yang di sorga ...
  • Ibadah Doa Surabaya, 08 Desember 2017 (Jumat Sore)
    ... permai. Praktik kehidupan yang memiliki iman yang sempurna--buli-buli emas berisi manna-- Korintus - gt terkena pada buli-buli emas berisi manna. . --sebab hidup kami ini adalah hidup karena percaya bukan karena melihat-- . tetapi hati kami tabah dan terlebih suka kami beralih dari tubuh ini untuk menetap pada Tuhan. 'hidup karena percaya' ...
  • Ibadah Raya Malang, 16 Agustus 2020 (Minggu Pagi)
    ... yang layak untuk menerima upah dari Tuhan adalah nabi yang menyampaikan dan mempraktikkan firman nubuat. Bagi kita sidang jemaat nabi adalah sidang jemaat yang mendengar dan taat dengar-dengaran pada firman nubuat sehingga mengalami penyucian dari dosa-dosa dan layak menerima hidup kekal selamanya. Banyak nabi dalam alkitab kita ambil satu yaitu nabi Hagai. Hagai ...
  • Ibadah Pendalaman Alkitab Malang, 26 Maret 2019 (Selasa Sore)
    ... gembala mendapat kasih karunia Tuhan masih ada harapan seluruh keluarga jemaat bisa diselamatkan. Tuhan menghukum manusia daging yang tidak mempunyai meterai Allah di dahi yaitu hanya memikirkan dan mencari perkara-perkara duniawi sehingga mengabaikan perkara rohani. Bahkan tidak ragu mengorbankan perkara rohani untuk mendapatkan perkara duniawi. Wahyu Dan mereka diperkenankan bukan ...
  • Ibadah Pendalaman Alkitab Malang, 12 Desember 2013 (Kamis Sore)
    ... membuat kamu tidur nyenyak matamu--yakni para nabi--telah dipejamkan-Nya dan mukamu--yaitu para pelihat--telah ditudungi-Nya. Maka bagimu penglihatan dari semuanya itu seperti isi sebuah kitab yang termeterai apabila itu diberikan kepada orang yang tahu membaca dengan mengatakan Baiklah baca ini maka ia akan menjawab Aku tidak dapat sebab kitab itu termeterai dan ...

Siaran Langsung

Live Streaming GPTKK

Rekaman

Ikuti rekaman ibadah kami

Transkrip

Ringkasarn Firman Tuhan

Kesaksian

Pengalaman hidup bersama Firman Tuhan

Untuk Koneksi Lambat, silakan buka https://id.gptkk.org

Silakan kontak ke info@gptkk.org apabila bapak/ibu/sdr/sdri ada pertanyaan atau ingin berlangganan majalah Manna, dan silakan kirim email ke widjaja_h@yahoo.com apabila ingin konsultasi pribadi dengan bapak gembala.