Simpang Borobudur no 27 Malang
0341-496949
Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

[Wahyu 12:3-18] Penampilan naga atau setan secara jelas dan lengkap dengan enam kegiatan/ ulahnya pada akhir zaman:
  1. [Wahyu 12:4a] Ekor naga menyeret.
  2. [Wahyu 12:4b] Mulut naga menelan.
  3. [Wahyu 12:7] Berperang.
  4. [Wahyu 12:13] Memburu, mengejar dengan cepat.
  5. [Wahyu 12:15] Menghanyutkan perempuan/gereja Tuhan.
  6. [Wahyu 12:17] Memerangi/ menganiaya.

Ad. 3. Berperang.
Wahyu 12:7-12
12:7 Maka timbullah peperangan di sorga. Mikhael dan malaikat-malaikatnya berperang melawan naga itu, dan naga itu dibantu oleh malaikat-malaikatnya,
12:8 tetapi mereka tidak dapat bertahan; mereka tidak mendapat tempat lagi di sorga.
12:9 Dan naga besar itu, si ular tua, yang disebut Iblis atau Satan, yang menyesatkan seluruh dunia, dilemparkan ke bawah; ia dilemparkan ke bumi, bersama-sama dengan malaikat-malaikatnya.
12:10 Dan aku mendengar suara yang nyaring di sorga berkata: "Sekarang telah tiba keselamatan dan kuasa dan pemerintahan Allah kita, dan kekuasaan Dia yang diurapi-Nya, karena telah dilemparkan ke bawah pendakwa saudara-saudara kita, yang mendakwa mereka siang dan malam di hadapan Allah kita.
12:11 Dan mereka mengalahkan dia oleh darah Anak Domba, dan oleh perkataan kesaksian mereka. Karena mereka tidak mengasihi nyawa mereka sampai ke dalam maut.
12:12 Karena itu bersukacitalah, hai sorga dan hai kamu sekalian yang diam di dalamnya, celakalah kamu, hai bumi dan laut! karena Iblis telah turun kepadamu, dalam geramnya yang dahsyat, karena ia tahu, bahwa waktunya sudah singkat."

Setan/ naga mengadakan peperangan/ pemberontakan di Sorga.
Sesudah peperangan terjadi dua hal:
  1. Bumi menghadapi geramnya setan/ naga yang dahsyat, karena setan tahu waktunya sudah singkat.

  2. Sorga bersukacita/ bersorak karena kemenangan.
    Sorak sorai/ nyanyian kemenangan adalah kegenapan bahwa kerajaan Sorga yang dipimpin oleh Yesus sudah datang.
    • Sebagai kenyataan doa yang disampaikan oleh Yesus.
      Matius 6:9-10
      6:9 Karena itu berdoalah demikian: Bapa kami yang di sorga, Dikuduskanlah nama-Mu,
      6:10 datanglah Kerajaan-Mu, jadilah kehendak-Mu di bumi seperti di sorga.

    • Sebagai kenyataan jawaban doa dari murid-murid/ kerinduan hati murid-murid.
      Dan juga jawaban dari pertanyaan murid-murid.

      Kisah Rasul 1:6-8
      1:6 Maka bertanyalah mereka yang berkumpul di situ: "Tuhan, maukah Engkau pada masa ini memulihkan kerajaan bagi Israel?"
      1:7 Jawab-Nya: "Engkau tidak perlu mengetahui masa dan waktu, yang ditetapkan Bapa sendiri menurut kuasa-Nya.
      1:8 Tetapi kamu akan menerima kuasa, kalau Roh Kudus turun ke atas kamu, dan kamu akan menjadi saksi-Ku di Yerusalem dan di seluruh Yudea dan Samaria dan sampai ke ujung bumi."

      Murid-murid bertanya tentang waktu datangnya kerajaan Sorga, tapi Yesus menjawab bahwa soal waktu bukan urusan kita. Tetapi urusan kita sekarang adalah melakukan kehendak Tuhan lewat pertolongan Roh Kudus, yaitu menjadi saksi Tuhan.

Matius 28:19-20
28:19 Karena itu pergilah, jadikanlah semua bangsa murid-Ku dan baptislah mereka dalam nama Bapa dan Anak dan Roh Kudus,
28:20 dan ajarlah mereka melakukan segala sesuatu yang telah Kuperintahkan kepadamu. Dan ketahuilah, Aku menyertai kamu senantiasa sampai kepada akhir zaman."

Apa yang harus disaksikan?
  1. Bersaksi tentang Injil keselamatan/ firman penginjilan/ Kabar Baik.
    Efesus 1:13
    1:13 Di dalam Dia kamu juga -- karena kamu telah mendengar firman kebenaran, yaitu Injil keselamatanmu -- di dalam Dia kamu juga, ketika kamu percaya, dimeteraikan dengan Roh Kudus, yang dijanjikan-Nya itu.

    Yaitu Injil yang memberitakan kedatangan Yesus pertama kali ke dunia sebagai satu-satunya manusia yang tidak berdosa tetapi harus mati di kayu salib untuk menyelamatkan manusia berdosa lewat percaya Yesus (iman), bertobat, baptisan air dan Roh Kudus. Sehingga kita mendapat hidup baru, hidup dalam kebenaran.

    Arah kesaksian ini dari Yerusalem ke Yudea, Samaria, ke negara-negara barat sampai ke ujung bumi/ bangsa kafir.

  2. Bersaksi tentang cahaya Injil Kemuliaan Kristus/ firman pengajaran yang lebih tajam dari pedang bermata dua, firman yang dibukakan rahasianya oleh Roh Kudus = Kabar Mempelai.
    2 Korintus 4:3-4
    4:3 Jika Injil yang kami beritakan masih tertutup juga, maka ia tertutup untuk mereka, yang akan binasa,
    4:4 yaitu orang-orang yang tidak percaya, yang pikirannya telah dibutakan oleh ilah zaman ini, sehingga mereka tidak melihat cahaya Injil tentang kemuliaan Kristus, yang adalah gambaran Allah.

    Yaitu Injil yang memberitakan kedatangan Yesus kedua kali di awan-awan yang permai untuk menyucikan orang-orang yang sudah selamat, sampai menjadi sempurna seperti Yesus, menjadi mempelai wanita Sorga yang siap menyambut kedatangan Yesus kedua kali di awan-awan permai. Arahnya dari timur (ujung bumi) ke barat, ke Samaria, ke Yudea sampai ke Yerusalem. Kalau Yerusalem bisa menerima kedatangan Yesus kedua kali, maka bangsa kafir dan Israel menjadi satu tubuh Kristus yang sempurna/ mempelai wanita Sorga yang siap menyambut kedatangan Yesus di awan-awan permai.

    Matius 24:27-28
    24:27 Sebab sama seperti kilat memancar dari sebelah timur dan melontarkan cahayanya sampai ke barat, demikian pulalah kelak kedatangan Anak Manusia.
    24:28 Di mana ada bangkai, di situ burung nazar berkerumun."


Jadi, dua hal yang harus dimiliki oleh orang yang merindukan kerajaan Sorga:
  1. Mendengar dan dengar-dengaran pada cahaya Injil/ firman Allah yang dibukakan rahasianya oleh Roh Kudus/ Kabar Mempelai).

  2. Kita harus merindukan untuk bersekutu dengan korban Kristus (Perjamuan Suci).
    Perjamuan suci yang digunakan dengan benar yaitu bersamaan dengan penyucian oleh firman Allah/ Kabar Mempelai akan mendarah daging dalam kehidupan kita. Sehingga:
    • Menjadikan kita gandum yang matang/ gereja yang sempurna.

    • Memberi kekuatan ekstra kepada kita supaya tahan menghadapi kegoncangan-kegoncangan di akhir zaman = penampian.
      Lukas 22:31
      22:31 Simon, Simon, lihat, Iblis telah menuntut untuk menampi kamu seperti gandum,

      Penampian dari setan adalah kegoncangan-kegoncangan untuk menjatuhkan iman sehingga putus asa, kecewa dan menyangkal Yesus.

      Matius 3:12
      3:12 Alat penampi sudah ditangan-Nya. Ia akan membersihkan tempat pengirikan-Nya dan mengumpulkan gandum-Nya ke dalam lumbung, tetapi debu jerami itu akan dibakar-Nya dalam api yang tidak terpadamkan."

      Matius 3:12[terjemahan lama]
      3:12 Nyirunya ada di dalam tangan-Nya; maka Ia akan membersihkan segenap tempat pengiriknya, lalu ia mengumpulkan gandumnya masuk ke dalam lumbung, tetapi sekamnya akan habis dibakar-Nya dengan api yang tiada dapat dipadamkan."

      Penampian dari Tuhan yaitu ujian-ujian sehingga membuat kita menjadi gandum yang matang, yang berisi firman pengajaran yang benar dan korban Kristus, Roh Kudus, dan kasih Allah.

      Wahyu 12:1
      12:1 Maka tampaklah suatu tanda besar di langit: Seorang perempuan berselubungkan matahari, dengan bulan di bawah kakinya dan sebuah mahkota dari dua belas bintang di atas kepalanya.

Gandum yang matang sama dengan terang dunia. Pengisian gandum kita dapatkan lewat kandang penggembalaan/ ketekunan dalam tiga macam ibadah pokok:
  • Meja Roti Sajian, ketekunan dalam Ibadah Pendalaman Alkitab dan Perjamuan Suci, persekutuan dengan Anak Allah dalam firman pengajaran benar dan korban Kristus. Kita diisi dengan firman pengajaran dan korban Kristus, sampai menjadi terang bulan.
  • Pelita Emas, ketekunan dalam Ibadah Raya, persekutuan dengan Allah Roh Kudus dalam urapan dan karunia Roh Kudus. Kita diisi urapan Roh Kudus dan karunia-karunia sampai menjadi terang bintang.
  • Mezbah Dupa Emas, ketekunan dalam Ibadah Doa, persekutuan dengan Allah Bapa dalam kasihNya. Kita diisi dengan kasih Allah sampai menjadi terang matahari.

2 Korintus 4:5-6
4:5 Sebab bukan diri kami yang kami beritakan, tetapi Yesus Kristus sebagai Tuhan, dan diri kami sebagai hambamu karena kehendak Yesus.
4:6 Sebab Allah yang telah berfirman: "Dari dalam gelap akan terbit terang!," Ia juga yang membuat terang-Nya bercahaya di dalam hati kita, supaya kita beroleh terang dari pengetahuan tentang kemuliaan Allah yang nampak pada wajah Kristus.

Proses menjadi gandum yang matang/ terang dunia adalah firman pengajaran yang benar menerangi, menyucikan hati yang gelap yang berisi keinginan jahat (keinginan akan uang, kikir, serakah, mencuri milik Tuhan), keinginan najis (makan-minum, kawin-mengawinkan, nikah yang salah), sampai kepahitan (iri, benci). Hati diterangi sehingga menjadi hati yang suci, hati yang terang, diisi firman pengajaran, Roh Kudus dan kasih Allah. Sehingga dari hati yang suci ada terang yang memancar ke luar, yaitu terang kesaksian lewat perkataan dan perbuatan. Mulai terang di rumah tangga, terang di depan orang, sampai terang dunia.

Matius 5:14-16
5:14 Kamu adalah terang dunia. Kota yang terletak di atas gunung tidak mungkin tersembunyi.
5:15 Lagipula orang tidak menyalakan pelita lalu meletakkannya di bawah gantang, melainkan di atas kaki dian sehingga menerangi semua orang di dalam rumah itu.
5:16 Demikianlah hendaknya terangmu bercahaya di depan orang, supaya mereka melihat perbuatanmu yang baik dan memuliakan Bapamu yang di sorga."

Terang pelita di rumah tangga jangan ditutupi gantang (ekonomi), jangan ditutupi tempat tidur (kenajisan, dosa percabulan, nikah yang salah).
Terang di depan orang lewat perkataan dan perbuatan baik, menjadi berkat bagi orang lain, tidak menuntut apa-apa.
Sampai nanti terang di Yerusalem Baru kekal selama-lamanya.

Pada saat kegoncangan datang, akan kelihatan nyata siapa kehidupan yang berisi (gandum yang matang) atau kosong (sekam). Kehidupan yang seperti sekam pasti terlepas keluar dari persekutuan tubuh Kristus oleh angin pengajaran palsu, oleh angin pencobaan.
Contoh: Yudas Iskariot. Sebab Yudas Iskariot menerima perjamuan suci tanpa penyucian oleh firman pengajaran benar. Yudas Iskariot tetap mempertahankan dosa-dosa (keinginan akan uang) sehingga binasa selama-lamanya.

Wahyu 12:1 menunjuk gereja mempelai, yaitu persekutuan dari anak Tuhan/ hamba Tuhan/ pelayan Tuhan yang dikerjakan oleh firman pengajaran benar dan korban Kristus, hidup dalam terang kasih Allah dan urapan Roh Kudus.

Praktek sehari-hari gereja Tuhan bagaikan gandum yang matang/ gereja Tuhan yang menjadi saksi Tuhan sampai terang dunia:
  1. Ada matahari.
    Prakteknya adalah mengasihi Tuhan lebih dari semua, taat dengar-dengaran sampai daging tak bersuara lagi, rela berkorban apa pun untuk Tuhan, untuk pengajaran yang benar. Juga bisa mengasihi sesama seperti diri sendiri sampai mengasihi musuh, membalas kejahatan dengan kebaikan, rela berkorban apa saja untuk menolong sesama.

  2. Ada bintang.
    Prakteknya adalah setia berkobar-kobar dalam ibadah pelayanan kepada Tuhan sesuai karunia Roh Kudus dan jabatan pelayanan yang Tuhan percayakan, tidak bisa dihalangi oleh apa pun juga.

  3. Ada bulan.
    Prakteknya adalah mengalami kelepasan dari dosa-dosa sampai puncak dosa oleh firman pengajaran benar dan korban Kristus (perjamuan suci), sehingga kita bisa hidup benar dan hidup suci sampai bisa "ya" katakan "ya", "tidak" katakan "tidak", dalam ketulusan, kejujuran. Ada pengakuan yang benar, yang teguh tentang pribadi Yesus.

Matius 16:13-18
16:13 Setelah Yesus tiba di daerah Kaisarea Filipi, Ia bertanya kepada murid-murid-Nya: "Kata orang, siapakah Anak Manusia itu?"
16:14 Jawab mereka: "Ada yang mengatakan: Yohanes Pembaptis, ada juga yang mengatakan: Elia dan ada pula yang mengatakan: Yeremia atau salah seorang dari para nabi."
16:15 Lalu Yesus bertanya kepada mereka: "Tetapi apa katamu, siapakah Aku ini?"
16:16 Maka jawab Simon Petrus: "Engkau adalah Mesias, Anak Allah yang hidup!"
16:17 Kata Yesus kepadanya: "Berbahagialah engkau Simon bin Yunus sebab bukan manusia yang menyatakan itu kepadamu, melainkan Bapa-Ku yang di sorga.
16:18 Dan Akupun berkata kepadamu: Engkau adalah Petrus dan di atas batu karang ini Aku akan mendirikan jemaat-Ku dan alam maut tidak akan menguasainya.

Petrus memiliki pengakuan yang benar tentang pribadi Yesus. Petrus mengalami penyataan langsung dari Tuhan.
Petrus mengaku bahwa Yesus adalah Mesias/ yang diurapi, yaitu Yesus adalah Raja segala raja, Yesus adalah hamba, Yesus adalah manusia, Yesus adalah Anak Allah yang hidup. Jadi, pengakuan Petrus adalah pengakuan yang benar yaitu tentang salib Kristus. Ini pengakuan yang kuat, yang kokoh, tidak tergoyah oleh apa pun, tidak akan rubuh oleh penampian-penampian apa pun.

Banyak pengakuan yang dimulai dengan pengakuan tentang kuasa Yesus, bukan pengakuan tentang salib. Maka tidak akan tahan uji, berdiri tanpa dasar, rubuh dan hancur, tidak bisa dibangun lagi, sehingga keluar dari tubuh Kristus seperti Yudas Iskariot.

Pengakuan Petrus yang benar tentang salib Kristus = pengakuan tentang Yesus sebagai Kepala yang rela mati di bukit tengkorak, sebagai tanggung jawab Yesus atas kita sampai menyerahkan nyawa-Nya.

Hubungan terdekat/ tererat antara tubuh dan Kepala adalah leher, yaitu doa penyembahan.
Ada dua pengertian leher:
  1. Jalannya Kepala ke tubuh, artinya jalannya kita menerima kasih Allah.
    Roma 8:32
    8:32 Ia, yang tidak menyayangkan Anak-Nya sendiri, tetapi yang menyerahkan-Nya bagi kita semua, bagaimanakah mungkin Ia tidak mengaruniakan segala sesuatu kepada kita bersama-sama dengan Dia?

    Kasih Allah sanggup mencurahkan kebutuhan-kebutuhan kita dalam hidup sehari-hari, masa depan, sampai hidup kekal selamanya.

    Roma 8:35-36
    8:35 Siapakah yang akan memisahkan kita dari kasih Kristus? Penindasan atau kesesakan atau penganiayaan, atau kelaparan atau ketelanjangan, atau bahaya, atau pedang?
    8:36 Seperti ada tertulis: "Oleh karena Engkau kami ada dalam bahaya maut sepanjang hari, kami telah dianggap sebagai domba-domba sembelihan."

    Kasih Allah memberikan daya tahan supaya kita tidak terpisah dari Tuhan, tahan menghadapi ujian-ujian, kesusahan-kesusahan, sehingga kita selalu mengucap syukur kepada Tuhan.

    Roma 8:37
    8:37 Tetapi dalam semuanya itu kita lebih dari pada orang-orang yang menang, oleh Dia yang telah mengasihi kita.

    Kasih Allah membuat kita lebih dari pemenang. Artinya kita kecil tak berdaya tapi menang atas musuh yang besar, yang lebih kuat, karena kasih Allah berperang ganti kita, sehingga semua masalah yang mustahil bisa diselesaikan.

  2. Jalannya tubuh kepada Kepala, artinya lewat doa penyembahan kita menerima kasih Allah yang sanggup mengubahkan kita dari manusia daging menjadi manusia rohani, manusia sempurna seperti Yesus.

    Zefanya 3:17-18
    3:17 TUHAN Allahmu ada di antaramu sebagai pahlawan yang memberi kemenangan. Ia bergirang karena engkau dengan sukacita, Ia membaharui engkau dalam kasih-Nya, Ia bersorak-sorak karena engkau dengan sorak-sorai,
    3:18 seperti pada hari pertemuan raya." "Aku akan mengangkat malapetaka dari padamu, sehingga oleh karenanya engkau tidak lagi menanggung cela.

    Kasih membaharui kita dari manusia daging menjadi manusia rohani seperti Yesus sebagai pahlawan.

    Amsal 16:32
    16:32 Orang yang sabar melebihi seorang pahlawan, orang yang menguasai dirinya, melebihi orang yang merebut kota.

    Pahlawan itu kesabaran. Mulai dengan sabar menunggu waktu Tuhan, jangan mengambil jalan sendiri di luar firman pengajaran yang benar, sabar dalam menderita karena goncangan-goncangan, sabar menderita untuk menolong orang lain.

    Jika Yesus datang kedua kali, kita diubahkan sempurna seperti Dia untuk menerima mahkota mempelai.

    Mazmur 89:20
    89:20 Pernah Engkau berbicara dalam penglihatan kepada orang-orang yang Kaukasihi, kata-Mu: "Telah Kutaruh mahkota di atas kepala seorang pahlawan, telah Kutinggikan seorang pilihan dari antara bangsa itu.

    Untuk menerima kerajaan Sorga yang kekal, ada sorak sorai kemenangan di awan-awan permai. Kita mendapatkan mahkota mempelai, kita masuk kerajaan Sorga kekal selamanya, duduk bersanding dengan Yesus selama-lamanya.


Tuhan memberkati.

Versi Cetak

Transkrip
  • Ibadah Kaum Muda Remaja Malang, 27 Agustus 2016 (Sabtu Sore)
    ... yang lebih tajam dari pedang bermata dua atau Kabar Mempelai yang memberitakan kedatangan Yesus kedua kali dalam kemuliaan sebagai Raja segala raja Mempelai Pria Surga untuk memilih orang-orang yang sudah selamat untuk disucikan sampai sempurna seperti Yesus. Matius Waktu tengah malam terdengarlah suara orang berseru Mempelai datang Songsonglah dia Ada banyak ...
  • Ibadah Raya Surabaya, 15 Maret 2020 (Minggu Siang)
    ... pertama menyelamatkan manusia berdosa. Bagaimana caranya Roh Kudus menyadarkan manusia akan dosa. Yohanes . Dan kalau Ia datang Ia akan menginsafkan dunia akan dosa kebenaran dan penghakiman Manusia daging tanpa Roh Kudus tidak pernah sadar akan dosa malah tertawa dalam dosa bahkan menantang. Tetapi kalau ada Roh Kudus kita mulai sadar akan ...
  • Ibadah Raya Surabaya, 28 Oktober 2018 (Minggu Siang)
    ... yang merugikan kita. Selesaikan saja Tidak usah diingat lagi. Kalau diingat rugi dua kali dia sudah berbuat sesuatu yang tidak baik kepada kita kita sudah rugi lalu kita tidak mengampuni dia berdamai rugi dua kali. Tetapi kalau kita mau berdamai darah Yesus akan membasuh semua letih lesu dan beban berat ...
  • Ibadah Kaum Muda Remaja Malang, 06 November 2010 (Sabtu Sore)
    ... adalah kepala isteri sama seperti Kristus adalah kepala jemaat. Dialah yang menyelamatkan tubuh. Roma Karena semua orang telah berbuat dosa dan telah kehilangan kemuliaan Allah Mempelai wanita-Nya perlu untuk diselamatkan karena semua manusia telah berbuat dosa sehingga hanya menunggu kebinasaan saja. Di dalam dunia tidak ada keselamatan selain dari Yesus karena Yesus ...
  • Ibadah Doa Malang, 21 Mei 2013 (Selasa Sore)
    ... Dia sebab dunia tidak melihat Dia dan tidak mengenal Dia. Tetapi kamu mengenal Dia sebab Ia menyertai kamu dan akan diam di dalam kamu. Salah satu bentuk penyertaan Tuhan kepada kita adalah lewat Roh Kudus menyertai kita. Yesus mati bangkit dan naik ke Surga untuk mencurahkan Roh Kudus. Proses untuk ...
  • Ibadah Doa Malang, 14 Oktober 2014 (Selasa Sore)
    ... jantan itu dan memercikkannya dengan jarinya ke atas tutup pendamaian di bagian muka dan ke depan tutup pendamaian itu ia harus memercikkan sedikit dari darah itu dengan jarinya tujuh kali. Dulu imam besar Harun setahun sekali masuk ke ruangan maha suci untuk mengadakan pelayanan pendamaian dengan membawa darah dan dupa. ...
  • Ibadah Raya Malang, 22 Mei 2011 (Minggu Pagi)
    ... kami dan mengambil bagian di dalam pelayanan ini. --Yudas ini telah membeli sebidang tanah dengan upah kejahatannya lalu ia jatuh tertelungkup dan perutnya terbelah sehingga semua isi perutnya tertumpah ke luar. Hal itu diketahui oleh semua penduduk Yerusalem sehingga tanah itu mereka sebut dalam bahasa mereka sendiri Hakal-Dama artinya Tanah ...
  • Ibadah Pendalaman Alkitab Surabaya, 01 Maret 2019 (Jumat Sore)
    ... Tuhan lewat firman pengajaran yang lebih tajam dari pedang bermata dua. Ini menunjuk pada ruangan suci--kandang penggembalaan. Disucikan sama dengan diangkat menjadi imam-imam dan raja-raja hamba pelayan Tuhan. Efesus - . Dan Ialah yang memberikan baik rasul-rasul maupun nabi-nabi baik pemberita-pemberita Injil maupun gembala-gembala dan pengajar-pengajar . untuk memperlengkapi orang-orang kudus bagi ...
  • Ibadah Raya Malang, 02 Mei 2010 (Minggu Pagi)
    ... menyelamatkan manusia berdosa lewat percaya bertobat dan lahir baru lewat baptisan air dan baptisan roh untuk menghasilkan hidup dalam kebenaran. Cahaya Injil Kemuliaan Kristus firman pengajaran makanan keras Kabar Mempelai. Korintus - Jika Injil yang kami beritakan masih tertutup juga maka ia tertutup untuk mereka yang akan binasa yaitu orang-orang yang ...
  • Ibadah Raya Malang, 26 Mei 2019 (Minggu Pagi)
    ... muka bumi baik manusia maupun hewan dan binatang-binatang melata dan burung-burung di udara sebab Aku menyesal bahwa Aku telah menjadikan mereka. Tetapi Nuh mendapat kasih karunia di mata TUHAN. Tuhan mau menghukum manusia di jaman Nuh sebab hati nurani manusia tidak baik sehingga hanya cenderung berbuat jahat dan najis. Perbuatannya memilukan ...

Siaran Langsung

Live Streaming GPTKK

Rekaman

Ikuti rekaman ibadah kami

Transkrip

Ringkasarn Firman Tuhan

Kesaksian

Pengalaman hidup bersama Firman Tuhan

Untuk Koneksi Lambat, silakan buka https://id.gptkk.org

Silakan kontak ke info@gptkk.org apabila bapak/ibu/sdr/sdri ada pertanyaan atau ingin berlangganan majalah Manna, dan silakan kirim email ke widjaja_h@yahoo.com apabila ingin konsultasi pribadi dengan bapak gembala.