English Language | Form Penggembalaan
RINGKASAN KOTBAH IBADAH RUTIN DAN IBADAH KUNJUNGAN
RINGKASAN LAINNYA

Ibadah Kunjungan Singapura I, 14 Mei 2013 (Selasa Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Tema: Kenaikan Yesus ke Surga membawa mujizat...

Ibadah Raya Malang, 23 November 2014 (Minggu Pagi)
Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Wahyu 2:1-7 tentang penyucian terakhir bagi...

Ibadah Natal di Mojoagung, 11 Desember 2009 (Jumat Sore)
Yohanes 8: 12
"Aku terang dunia". Setiap penampilan Pribadi Tuhan sebagai apapun juga, bukan untuk...

Ibadah Pendalaman Alkitab Surabaya, 20 April 2015 (Senin Sore)
Pembicara: Pdp. Youpri Ardiantoro

Puji TUHAN, salam sejahtera, selamat sore, selamat malam, selamat beribadah di dalam kasih sayangnya TUHAN...

Ibadah Pendalaman Alkitab Malang, 07 Juli 2016 (Kamis Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Wahyu 4:3
4:3 Dan Dia yang duduk di...

Ibadah Kaum Muda Remaja Malang, 24 April 2010 (Sabtu Sore)
Markus 14:21
14:21 Anak Manusia memang akan pergi sesuai dengan yang ada...

Ibadah Persekutuan Kartika Malang IV, 02 Juli 2009 (Kamis Pagi)
Disertai dengan PENAMATAN LEMPINEL ANGKATAN XXXI

Lukas 23:43.
Tema kebaktian persekutuan tubuh Kristus kali ini...

Ibadah Doa Surabaya, 15 Juli 2009 (Rabu Sore)
Matius 24: 32-35
NUBUAT TENTANG POHON ARA/ISRAEL
Pohon ara ini ditampilkan dari zaman ke zaman: Zaman Allah...

Ibadah Kunjungan di Ngawi, 08 Agustus 2014 (Jumat Sore)
Salam sejahtera, selamat sore, selamat bersekutu di dalam kasih sayangnya Tuhan kita Yesus Kristus.

Wahyu 19: 9
19:9....

Ibadah Kunjungan Batam III, 29 Agustus 2013 (Kamis Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Matius 5:13
5:13 ôKamu adalah garam dunia....

Ibadah Doa Malang, 21 Februari 2012 (Selasa Sore)
Pembicara: Pdp. Gideon Pakpahan

Matius 26:62-64...

Ibadah Doa Malang, 01 September 2015 (Selasa Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Wahyu 3:7-13 adalah tentang sidang jemaat...

Ibadah Doa Surabaya, 12 Oktober 2016 (Rabu Sore)
Dari siaran tunda Ibadah Doa di Jayapura

Salam sejahtera dalam kasih sayangnya TUHAN kita Yesus Kristus. Selamat malam, selamat...

Ibadah Pendalaman Alkitab Malang, 10 Desember 2015 (Kamis Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Wahyu 3:16-17
3:16 Jadi karena engkau suam-suam...

Ibadah Raya Surabaya, 06 Maret 2011 (Minggu Sore)
Matius 26: 6-12
26:6. Ketika Yesus berada di Betania, di rumah Simon si kusta,
26:7. datanglah seorang perempuan kepada-Nya membawa...


TRANSKRIP LENGKAP

Umum Surabaya (Minggu Sore, 23 November 2014)
Tayang: 07 Januari 2019
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 19 November 2014)
Tayang: 07 Januari 2019
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 17 November 2014)
Tayang: 07 Januari 2019
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 09 November 2014)
Tayang: 22 Agustus 2018
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 05 November 2014)
Tayang: 04 Juni 2018
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 03 November 2014)
Tayang: 04 Juni 2018
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 02 November 2014)
Tayang: 03 Maret 2018
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 20 Oktober 2014)
Tayang: 13 Desember 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 13 Oktober 2014)
Tayang: 13 Desember 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 12 Oktober 2014)
Tayang: 24 Oktober 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 08 Oktober 2014)
Tayang: 18 September 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 06 Oktober 2014)
Tayang: 05 September 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 05 Oktober 2014)
Tayang: 05 September 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 01 Oktober 2014)
Tayang: 05 September 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 29 September 2014)
Tayang: 24 Juni 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 21 September 2014)
Tayang: 19 Mei 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 17 September 2014)
Tayang: 29 April 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 15 September 2014)
Tayang: 29 April 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 14 September 2014)
Tayang: 24 Maret 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 07 September 2014)
Tayang: 06 Maret 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]



Untuk Koneksi Lambat, silahkan buka http://id.gptkk.org
Transkrip lengkap dari ibadah penggembalaan di Malang dan Surabaya, semuanya di bawakan oleh gembala sidang Pdt. Widjaja Hendra.

Silahkan kontak ke info@gptkk.org apabila bapak/ibu/sdr/sdri ada pertanyaan atau mungkin ingin berlangganan majalah Manna dan silahkan kirim email ke widjaja_h [at] yahoo.com apabila ingin konsultasi pribadi dengan bapak gembala
silahkan ganti tanda [at] dengan @
Cari ringkasan:   
[versi cetak]
Cari rekaman ibadah ini di: http://www.kabarmempelai.org
Ibadah Pendalaman Alkitab Surabaya, 12 Desember 2018 (Rabu Sore)

Salam sejahtera dalam kasih sayangnya TUHAN kita Yesus Kristus. Selamat malam, selamat mendengarkan firman TUHAN. Biarlah damai sejahtera, kasih karunia, dan bahagia senantiasa dilimpahkan TUHAN di tengah-tengah kita sekalian.

Wahyu 8: 10-11
8:10. Lalu malaikat yang ketiga meniup sangkakalanya dan jatuhlah dari langit sebuah bintang besar, menyala-nyala seperti obor, dan ia menimpa sepertiga dari sungai-sungai dan mata-mata air.
8:11. Nama bintang itu ialah Apsintus. Dan sepertiga dari semua air menjadi apsintus, dan banyak orang mati karena air itu, sebab sudah menjadi pahit.

Ini adalah peniupan SANGKAKALA KETIGA--penghukuman yang ketiga dari Anak Allah atas dunia--; jatuhlah dari langit sebuah bintang besar, menyala-nyala seperti obor, yang bernama Apsintus--KEPAHITAN--(diterangkan mulai dari Ibadah Raya Surabaya, 02 Desember 2018).

Bintang menunjuk pada imam dan raja--hamba/pelayan Tuhan.
Bintang besar menunjuk pada imam-imam dan raja-raja yang dipakai oleh Tuhan secara khusus dan diurapi Roh Kudus.

Waspada! Bintang besar bisa jatuh menimpa sepertiga sungai-sungai dan mata-mata air, sehingga menjadi pahit dan banyak orang yang mati.
Jadi apsintus menunjuk pada kepahitan hati: iri hati, dendam, kebencian tanpa alasan dan lain-lain.

Banyak hamba/pelayan Tuhan yang dipakai khusus oleh Tuhan dan diurapi Roh Kudus, tetapi jatuh karena kepahitan hati--iri hati, kebencian tanpa alasan; sama dengan tanpa kasih (Wahyu 8-9 bicara tentang dua loh batu, yang menunjuk pada kasih).
Akibatnya: mati rohani dan binasa selamanya.

Kita sudah belajar tentang raja Saul yang dipakai Tuhan tetapi jatuh--pahit; sangat membenci Daud--; begitu juga Esau terhadap Yakub--bintang besar jatuh--(diterangkan pada Ibadah Doa Surabaya, 07 Desember 2018 sampai Ibadah Raya Surabaya, 09 Desember 2018).

Apsintus--kepahitan hati--terjadi dari zaman ke zaman:

  1. Zaman Allah Bapa; zaman permulaan--dari Adam sampai Abraham; kurang lebih dua ribu tahun--, diwakili oleh Kain.
    Kain adalah anak sulung--mempunyai hak kesulungan, hak waris, hak untuk menikah; dipakai khusus oleh Tuhan. Anak sulung adalah kehidupan yang khusus. Tetapi Kain iri hati dan membenci Habel tanpa alasan sampai membunuhnya--apsintus--, sehingga Kain menjadi sama seperti bintang besar yang gugur.

    Kain mengalami apsintus karena:


    • Kejadian 4: 3-5
      4:3. Setelah beberapa waktu lamanya, maka Kain mempersembahkan sebagian dari hasil tanah itu kepada TUHAN sebagai korban persembahan;
      4:4. Habel juga mempersembahkan korban persembahan dari anak sulung kambing dombanya, yakni lemak-lemaknya; maka TUHAN mengindahkan Habel dan korban persembahannya itu,
      4:5. tetapi Kain dan korban persembahannya tidak diindahkan-Nya. Lalu hati Kain menjadi sangat panas, dan mukanya muram.

      Alasan pertama: ibadah pelayanan Habel yang terbaik--menyulungkan ibadah; mengutamakan Tuhan sekalipun ia bukan anak sulung; setia--sehingga diterima oleh Tuhan. Sebaliknya, Kain, anak sulung, tetapi persembahannya ditandai dengan 'sebagian', artinya tidak ada tanda kesulungan; tidak sungguh-sungguh; tidak mengutamakan Tuhan, sehingga ditolak Tuhan.


    • 1 Yohanes 3: 12
      3:12. bukan seperti Kain, yang berasal dari si jahat dan yang membunuh adiknya. Dan apakah sebabnya ia membunuhnya? Sebab segala perbuatannya jahat dan perbuatan adiknya benar.

      Alasan kedua: perbuatan Habel adalah benar, baik, dan setia--kalau benar pasti baik. Sebaliknya, perbuatan Kain adalah jahat, dan pasti malas--tidak setia.


    Akibatnya: muka Kain menjadi muram, artinya tanpa urapan Roh Kudus--dulu manusia diciptakan oleh Tuhan dari tanah liat lalu dihembusi dengan nafas Tuhan, itulah Roh kudus.

    Kain tidak ada urapan Roh Kudus, sehingga ia memukul dan membunuh Habel.

    Kalau jahat, pasti najis.
    Ini berpasangan semua, kalau benar dan baik, pasti setia, sebaliknya kalau jahat dan malas--tidak setia--, pasti najis.

    Lukas 12: 45-46
    12:45. Akan tetapi, jikalau hamba itu jahat dan berkata di dalam hatinya: Tuanku tidak datang-datang, lalu ia mulai memukul hamba-hamba laki-laki dan hamba-hamba perempuan, dan makan minum dan mabuk,
    12:46. maka tuan hamba itu akan datang pada hari yang tidak disangkakannya, dan pada saat yang tidak diketahuinya, dan akan membunuh dia dan membuat dia senasib dengan orang-orang yang tidak setia.

    'memukul'= memfitnah dan lain-lain.
    'makan minum dan mabuk'= najis.
    Kain menjadi jahat dan najis; ia memukul sampai membunuh, akhirnya tuannya juga membunuh dia, artinya mati rohani sampai kematian kedua, binasa selamanya.
    Itulah nasibnya Kain--ibadahnya tidak ada tanda kesulungan dan perbuatannya jahat.

    Kejadian 4: 4
    4:4. Habel juga mempersembahkan korban persembahan dari anak sulung kambing dombanya, yakni lemak-lemaknya; maka TUHAN mengindahkan Habel dan korban persembahannya itu,

    'lemak-lemaknya'= bagian yang terbaik dari binatang.
    Ibadah pelayanan Habel ditandai dengan korban sulung yaitu setia dan baik, sehingga Tuhan mengindahkan persembahan Habel, artinya Tuhan membuat semua indah pada waktunya, sampai matipun tetap diingat oleh Tuhan.

    Kita bekerja, sekolah, silakan, tetapi Tuhan yang menentukan. Kita bekerja dan kuliah, tangan kita hanya sehasta, tidak bisa lagi, selebihnya adalah tangan Tuhan yang menentukan. Lewat mana tangan Tuhan? Ibadah pelayanan.


  2. Zaman Anak Allah; zaman pertengahan--dari Abraham sampai kedatangan Yesus pertama kali; kurang lebih dua ribu tahun--, diwakili oleh kakak-kakak Yusuf--termasuk Ruben, yang juga merupakan anak sulung; kehidupan yang khusus juga (bintang besar).

    Kejadian 37: 4
    37:4. Setelah dilihat oleh saudara-saudaranya, bahwa ayahnya lebih mengasihi Yusuf dari semua saudaranya, maka bencilah mereka itu kepadanya dan tidak mau menyapanya dengan ramah.

    Kakak-kakak Yusuf iri hati dan membenci Yusuf karena:


    • Alasan pertama: Yakub lebih mengasihi Yusuf dari pada saudara-saudaranya--iri hati dan kebencian melanda dalam nikah.
      Kita harus waspada, iri hati dan kebencian bisa melanda hubungan suami-isteri, anak-orang tua, kakak-adik termasuk ipar, menantu-mertua dan sebagainya.

      'tidak mau menyapanya dengan ramah'= kebencian dimulai dari rasa tidak suka; tidak ramah. Kalau tidak ramah berarti ada benih-benih kebencian. Hati-hati! Kalau terjadi di dalam rumah tangga, harus diselesaikan, supaya tidak menjadi kebencian.


    • Kejadian 37: 3, 5
      37:3. Israel lebih mengasihi Yusuf dari semua anaknya yang lain, sebab Yusuf itulah anaknya yang lahir pada masa tuanya; dan ia menyuruh membuat jubah yang maha indah bagi dia.
      37:5. Pada suatu kali bermimpilah Yusuf, lalu mimpinya itu diceritakannya kepada saudara-saudaranya; sebab itulah mereka lebih benci lagi kepadanya.

      'lebih benci lagi'= dengki; kebencian tanpa alasan.

      Alasan kedua: Yusuf menerima jubah maha indah (menerima karunia-karunia Roh Kudus sampai karunia mimpi/pembukaan firman Allah)--iri hati dan kebencian dalam ibadah pelayanan/tahbisan--sehingga kakak-kakak Yusuf dengki sampai membenci Yusuf tanpa alasan, bahkan mau membunuh dia--akhirnya Yusuf dijual.


    Ruben juga termasuk orang yang membenci Yusuf tanpa alasan--Ruben, bintang besar menjadi apsintus.
    Hati-hati! Sementara kita dipakai oleh Tuhan, kalau ada iri hati dan benci pada sesama pelayan Tuhan, bahaya--Ruben akhirnya juga najis. Kalau sudah jahat, membenci, pasti najis.
    1 Tawarikh 5: 1
    5:1. Anak-anak Ruben, anak sulung Israel. Dialah anak sulung, tetapi karena ia telah melanggar kesucian petiduran ayahnya, maka hak kesulungannya diberikan kepada keturunan dari Yusuf, anak Israel juga, sekalipun tidak tercatat dalam silsilah sebagai anak sulung.

    Gara-gara apsintus, anak sulung menjadi tidak sulung--bintang besar yang jatuh--, dan digantikan oleh Yusuf dan keturunannya--yang bukan anak sulung menjadi anak sulung.
    Ruben menjadi bintang besar yang jatuh, dan diganti oleh Yusuf dan keturunannya; yang tadinya bukan apa-apa, bisa menjadi bintang besar.

    Belajar dari Yusuf, syarat untuk menjadi bintang besar: tergembala dengan benar dan baik; ketekunan dalam kandang penggembalaan; ketekunan dalam tiga macam ibadah pokok:
    Kejadian 37: 2
    37:2. Inilah riwayat keturunan Yakub. Yusuf, tatkala berumur tujuh belas tahun--jadi masih muda--biasa menggembalakan kambing domba, bersama-sama dengan saudara-saudaranya, anak-anak Bilha dan Zilpa, kedua isteri ayahnya. Dan Yusuf menyampaikan kepada ayahnya kabar tentang kejahatan saudara-saudaranya.


    • Pelita emas= ketekunan dalam ibadah raya.
    • Meja roti sajian= ketekunan dalam ibadah pendalaman alkitab dan perjamuan suci.
    • Mezbah dupa emas= ketekunan dalam ibadah doa.


    Di dalam kandang penggembalaan kita mengalami:


    • Penyucian tubuh, jiwa, dan roh kita secara terus-menerus sehingga tidak mau kompromi dengan dosa--'Yusuf menyampaikan kepada ayahnya kabar tentang kejahatan saudara-saudaranya'; jujur apapun resikonya--sehingga mengalami urapan Roh Kudus.


    • Karakter kita sedang dibentuk menjadi hamba Tuhan, yaitu taat dengar-dengaran sampai dading tidak bersuara--'Ya, bapa'.
      Kejadian 37: 13
      37:13. Lalu Israel berkata kepada Yusuf: "Bukankah saudara-saudaramu menggembalakan kambing domba dekat Sikhem? Marilah engkau kusuruh kepada mereka." Sahut Yusuf: "Ya bapa."


    Ini adalah kunci dari Yusuf, sehingga dari bukan anak sulung bisa menjadi anak sulung. Harus kembali pada penggembalaan supaya kita bisa selalu disucikan dan diurapi.
    Kesucian harus dijaga sampai jujur/tulus, sehingga kita diurapi Roh Kudus. Kemudian ditambah dengan taat sampai daging tidak bersuara lagi.

    Kalau jujur dan taat kita akan diangkat oleh Tuhan menjadi bintang besar--dipakai secara khusus dan diurapi; dimuliakan oleh Tuhan--Yusuf menjadi perdana menteri.


  3. Zaman Allah Roh Kudus; zaman pertengahan--dari kedatangan Yesus pertama kali sampai kedatangan Yesus kedua kali; kurang lebih dua ribu tahun--, diwakili oleh antikris.
    Antikris sebenarnya bintang terbesar--malaikat Lucifer--tetapi jatuh menjadi antikris.

    Wahyu 12: 17
    12:17. Maka marahlah naga itu kepada perempuan itu, lalu pergi memerangi keturunannya yang lain, yang menuruti hukum-hukum Allah dan memiliki kesaksian Yesus.

    Antikris marah--kebencian tanpa alasan--kepada gereja Tuhan yang ketinggalan saat ia berkuasa di bumi selama tiga setengah tahun sehingga terjadi aniaya dan pembunuhan besar-besaran terhadap gereja Tuhan yang tidak ikut disingkirkan ke padang belantara.

    Siapa gereja Tuhan yang ketinggalan? 'yang menuruti hukum-hukum Allah(meja roti sajian) dan memiliki kesaksian Yesus(pelita emas)'= gereja Tuhan yang punya meja roti sajian dan pelita emas, tetapi kurang mezbah dupa emas. Artinya: tidak mau menyembah Tuhan atau terpaksa menyembah Tuhan atau menyembah Tuhan tetapi penyembahannya belum mencapai ukuran sampai daging tidak bersuara--ada suara ketidaktaatan, ketidakbenaran, kekuatiran.
    Kalau sekarang terpaksa menyembah Tuhan, nanti akan dipaksa menyembah antikris, kalau tidak mau, akan dianiaya.

    Suara daging yang paling keras adalah suara ketidaktaatan--seperti yang terjadi pada Saul, ia disuruh menumpas semua, tetapi Saul menyimpan yang gemuk-gemuk. Suara tidak taat itu keras sekali. Kalau kaum muda, terutama soal jodoh. Hati-hati!

    Siapakah antikris? Dari antara kita tetapi yang tidak sungguh-sungguh; hamba/pelayan Tuhan yang tidak sungguh-sungguh.
    1 Yohanes 2: 18-19
    2:18. Anak-anakku, waktu ini adalah waktu yang terakhir, dan seperti yang telah kamu dengar, seorang antikristus akan datang, sekarang telah bangkit banyak antikristus. Itulah tandanya, bahwa waktu ini benar-benar adalah waktu yang terakhir.
    2:19. Memang mereka berasal dari antara kita, tetapi mereka tidak sungguh-sungguh termasuk pada kita; sebab jika mereka sungguh-sungguh termasuk pada kita, niscaya mereka tetap bersama-sama dengan kita. Tetapi hal itu terjadi, supaya menjadi nyata, bahwa tidak semua mereka sungguh-sungguh termasuk pada kita.

    Hati-hati! Jangan sampai ada kebencian. Kalau ada kebencian, itulah yang nanti menjadi antikris.

    'mereka tidak sungguh-sungguh' artinya:


    • Tidak setia dalam ibadah pelayanan kepada Tuhan.
      Sekarang memang tidak kelihatan, tetapi satu waktu akan terjadi pemisahan: menjadi tubuh Kristus atau antikris.


    • Tidak berubah hidupnya sekalipun beribadah melayani Tuhan, karena menolak kuasa ibadah, itulah firman pengajaran sehingga tidak mengalami keubahan hidup; tetap mempertahankan manusia darah daging dengan delapan belas sifat tabiat daging--dicap dengan 666; menjadi sama dengan antikris.
      2 Timotius 3: 1-5
      3:1. Ketahuilah bahwa pada hari-hari terakhir akan datang masa yang sukar.
      3:2. Manusia akan mencintai dirinya sendiri(1) dan menjadi hamba uang(2). Mereka akan membual(3) dan menyombongkan diri(4), mereka akan menjadi pemfitnah(5), mereka akan berontak terhadap orang tua(6) dan tidak tahu berterima kasih(7), tidak mempedulikan agama(8),
      3:3. tidak tahu mengasihi(9), tidak mau berdamai(10), suka menjelekkan orang(11), tidak dapat mengekang diri(12), garang(13), tidak suka yang baik(14),
      3:4. suka mengkhianat(15), tidak berpikir panjang(16), berlagak tahu(17), lebih menuruti hawa nafsu dari pada menuruti Allah(18).
      3:5. Secara lahiriah mereka menjalankan ibadah mereka, tetapi pada hakekatnya mereka memungkiri kekuatannya. Jauhilah mereka itu!

      'masa yang sukar'= sukar untuk berubah.
      'mencintai dirinya sendiri'= egois= tanpa kasih kepada Tuhan dan sesama.
      'tidak mempedulikan agama'= mencampuradukkan agama; mempelajari agam lain--tidak mengasihi Tuhan.
      'tidak tahu mengasihi'= jangankan di dalam penggembalaan, dengan sesama di dalam rumah tangga saja sudah tidak mau tahu--'yang penting aku enak, kamu mau jungkir balik, terserah, jangan ganggu aku.'
      'lebih menuruti hawa nafsu dari pada menuruti Allah'= tidak taat--tidak mengasihi Tuhan.

      Inilah antikris, ia berasal dari dalam kita tetapi tidak sungguh-sungguh--tidak setia dan tidak berubah.

      'memungkiri kekuatannya'= menolak kuasa ibadah.
      Kuasa ibadah adalah firman pengajaran yang benar yang merupakan uluran tangan kasih Allah.
      Jadi menolak kuasa ibadah sama dengan menolak uluran tangan kasih Tuhan sehingga ia tetap manusia darah daging, dan dicap meterai 666.


    Hati-hati! Nanti puncak kebencian tanpa alasan; puncak pembunuhan adalah pada zaman antikris. Kita sudah tahu sasarannya yaitu anak Tuhan yang tidak mau menyembah Tuhan.
    Mari, banyak menyembah hari-hari ini. Perhatikan ibadah doa penyembahan!

    "Sekarang ada yang aneh lagi, gereja Tuhan hanya ada pelita emas dan mezbah dupa emas, tetapi tidak ada ibadah pendalaman alkitab. Ini sudah mulai terjadi di antara organisasi kita; sudah terjadi di gereja pengajaran, nanti sebentar lagi akan menjamur. Nanti ada ajaran lain lagi, juga menjamur. Ini terjadi di dalam pengajaran. Hati-hati, ini tanda zaman akhir! Itu sebabnya ketekunan dalam tiga macam ibadah pokok terus diulang. Rasul Paulus sendiri berkata: 'menuliskan hal ini lagi kepadamu tidaklah berat bagiku dan memberi kepastian kepadamu.'"

    1 Yohanes 2: 22
    2:22. Siapakah pendusta itu? Bukankah dia yang menyangkal bahwa Yesus adalah Kristus? Dia itu adalah antikristus, yaitu dia yang menyangkal baik Bapa maupun Anak.

    Kehidupan yang mempertahankan delapan belas sifat tabiat daging--dicap 666--sama dengan pendusta; penyangkal Tuhan; antikristus.
    Siapa pendusta? Petrus, hamba Tuhan yang hebat--bintang besar. Petrus juga gugur, siapa kita.

    "Dulu saat saya masih ke sana ke mari mendengar pendeta khotbah, sampai anak kecil berkhotbahpun saya dengar, biasanya menerangkan: Petrus hampir tenggelam, kita tidak pernah tenggelam, kita dahsyat, lebih dari Petrus. Tenggelam semua pendetanya, tidak tahu di mana sekarang. Sombong! Kalau saya tidak berani. Petrus yang hebat bisa tenggelam, apalagi saya, kalau tidak hati-hati. Kita harus ekstra hati-hati."

    Petrus menyangkal Yesus tiga kali--tubuh, jiwa, dan rohnya menyangkal Allah Tritunggal. Seharusnya ia sudah dicap 666 dan harus dibinasakan. Petrus kehilangan urapan dan harus binasa. Karena itu kita harus hati-hati! Jangan pernah bilang: Tidak apa-apa; tidak ada apa-apa; pengajarannya beda tetapi sama saja. Pemisahan pasti terjadi. Kita bukan sombong tetapi harus waspada.

    Kalau sudah berkata: Tidak apa-apa, hanya sekali-kali, ia sudah lemah--ada tekanan, ketakutan, sungkan, atau kepentingan--; ia sudah tidak mampu lagi (dagingnya yang bicara, bukan Tuhan). Kalau tegas, berarti ia masih di dalam Tuhan.

    Lukas 22: 60-62
    22:60. Tetapi Petrus berkata: "Bukan, aku tidak tahu apa yang engkau katakan." Seketika itu juga, sementara ia berkata, berkokoklah ayam.
    22:61. Lalu berpalinglah Tuhan memandang Petrus. Maka teringatlah Petrus bahwa Tuhan telah berkata kepadanya: "Sebelum ayam berkokok pada hari ini, engkau telah tiga kali menyangkal Aku."
    22:62. Lalu ia pergi ke luar dan menangis dengan sedihnya.

    'kokok ayam'= firman yang diulang-ulang.
    Untunglah, saat Petrus menyangkal ada kokok ayam--firman penggembalaan yang diulang-ulang lewat ketekunan dalam tiga macam ibadah pokok--yang mengingatkan ia.
    Jangan menghina firman yang diulang-ulang!

    Firman penggembalaan yang diulang-ulang menyucikan tubuh, jiwa, dan roh Petrus dari cap 666. Kalau firman tidak diulang-ulang, mana bisa cap 666 terhapus?
    Kalau belajar dari kitab imamat, tiga macam ibadah sama dengan tiga macam hari raya yang ditandai dengan angka 7: tujuh hari, tujuh minggu, tujuh tahun--666 dihapus, dan dituliskan 777.

    Bukti cap 666 sudah dihapuskan: 'menangis dengan sedihnya'= sedih dan menyesal; menyadari, mengakui dosa kepada Tuhan dan sesama, sehingga mengalami pengampunan dari Tuhan. Ditambah lagi, sesudah itu Petrus mengalami kepenuhan Roh Kudus.

    Sebenarnya, Petrus sudah dua kali dihembusi Roh Kudus: yang pertama: pada waktu manusia diciptakan, yang kedua: Tuhan menghembusi lagi saat ia diutus (Yohanes 20). Tetapi belum kuat, buktinya Petrus masih bisa menyangkal Tuhan. Karena itu harus digembalakan supaya disucikan. Semakin suci, urapan semakin meningkat, sampai mengalami kepenuhan Roh Kudus.

    Petrus mengalami kepenuhan Roh Kudus di loteng Yerusalem sehingga ia tidak menyangkal Tuhan lagi, yaitu:


    • Ia berani bersaksi tentang nama Yesus.
      Kisah Rasul 2: 14, 22
      2:14. Maka bangkitlah Petrus berdiri dengan kesebelas rasul itu, dan dengan suara nyaring ia berkata kepada mereka: "Hai kamu orang Yahudi dan kamu semua yang tinggal di Yerusalem, ketahuilah dan camkanlah perkataanku ini.
      2:22. Hai orang-orang Israel, dengarlah perkataan ini: Yang aku maksudkan, ialah Yesus dari Nazaret, seorang yang telah ditentukan Allah dan yang dinyatakan kepadamu dengan kekuatan-kekuatan dan mujizat-mujizat dan tanda-tanda yang dilakukan oleh Allah dengan perantaraan Dia di tengah-tengah kamu, seperti yang kamu tahu.

      Bersaksi adalah tanda kelimpahan secara rohani, dan akan diikuti yang jasmani.
      Kalau bergosip, akan kering rohani, dan akan diikuti yang jasmani. Tinggal pilih!


    • Petrus menyeru nama Yesus untuk menolong orang lumpuh.
      Kisah Rasul 3: 5-8
      3:5. Lalu orang itu menatap mereka dengan harapan akan mendapat sesuatu dari mereka.
      3:6. Tetapi Petrus berkata: "Emas dan perak tidak ada padaku, tetapi apa yang kupunyai, kuberikan kepadamu:
      Demi nama Yesus Kristus, orang Nazaret itu, berjalanlah!"
      3:7. Lalu ia memegang tangan kanan orang itu dan membantu dia berdiri. Seketika itu juga kuatlah kaki dan mata kaki orang itu.
      3:8. Ia melonjak berdiri lalu berjalan kian ke mari dan mengikuti mereka ke dalam Bait Allah, berjalan dan melompat-lompat serta memuji Allah.

      Dulu, Petrus memutuskan telinga orang sehat. Itulah kehidupan yang kering--apsintus. Jangan begitu! Dulu memutuskan telinga, sekarang bentuknya bergosip, memfitnah. Jangan! Yang benar adalah kita menolong orang.

      Hati-hati, banyak kelumpuhan rohani, artinya:


      1. Tidak setia. Orang ini ada di Gerbang Indah, tetapi ia tidak pernah masuk ke dalamnya.
        Tidak setia sama dengan tidak indah hidupnya.


      2. 'dengan harapan akan mendapat sesuatu dari mereka'= berharap emas dan perak jasmani, artinya beribadah melayani Tuhan tetapi harapannya hanya pada perkara jasmani.
        Jangan berharap yang jasmani, tetapi nama Yesus. Dia mampu melakukan semuanya dan mengadakan mujizat; dari tidak ada menjadi ada, mustahil menjadi tidak mustahil.


      3. Lumpuh di tempat tidur= puncaknya dosa yaitu dosa makan minum dan kawin mengawinkan--kehancuran nikah dan buah nikah.
        Kalau ada yang diikat dosa dan puncaknya, serukan nama Yesus. Nama itu akan membebaskan kita dari dosa, dan memulihkan nikah dan buah nikah kita.


    • Petrus mengulurkan tangan kepada Tuhan; berseru dan berserah kepada-Nya.
      Yohanes 21: 18-19
      21:18. Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya ketika engkau masih muda engkau mengikat pinggangmu sendiri dan engkau berjalan ke mana saja kaukehendaki, tetapi jika engkau sudah menjadi tua, engkau akan mengulurkan tanganmu dan orang lain akan mengikat engkau dan membawa engkau ke tempat yang tidak kaukehendaki."
      21:19. Dan hal ini dikatakan-Nya untuk menyatakan bagaimana Petrus akan mati dan memuliakan Allah. Sesudah mengatakan demikian Ia berkata kepada Petrus: "Ikutlah Aku."

      Di saat menghadapi badai lautan dunia sampai harus mengorbankan nyawa dalam pelayanannya, Petrus hanya mengulurkan tangan kepada Yesus, dan Ia memuliakan Petrus, artinya:


      1. Menyelesaikan semua masalah yang mustahil.
      2. Membuat hidup menjadi berhasil dan indah.
      3. Memakai Petrus--sekarang kita--dalam kegerakan yang besar; kegerakan pembangunan tubuh Kristus--menjadi bintang besar.
        Dulu Petrus melayani sampai mati, sekarang kita melayani sampai garis akhir--sampai meninggal dunia atau Yesus datang kembali.

        Bersaksi, kemudian sebut nama Yesus untuk menghadapi kelumpuhan, dan menyembah Tuhan untuk menghadapi badai lautan dunia! Tuhan akan menyelesaikan semua, membuat indah, memakai kita.


      4. Memuliakan kita di awan-awan yang permai--kuasa nama Yesus sanggup menyucikan dan mengubahkan kita sampai sempurna seperti Dia. Kita terangkat di awan-awan yang permai, masuk Yerusalem baru--kandang penggembalaan terakhir. Kita bersama Dia selamanya.

Menghadapi apapun juga serukan nama Yesus. Yakin! Jangan seperti orang lumpuh yang hanya berharap emas dan perak! Nama Yesus sanggup menolong kita semua.
Menghadapi apapun, sebut nama Yesus, Dia akan menolong kita. Jangan menyangkal; jangan ragu, tetapi sebut nama Yesus!

Kesempatan malam ini. Mau tidak mau kita memang menghadapi badai lautan dunia yang mau menghancurkan kita. Tetapi ada nama Yesus. Jangan menyangkal dan berharap pada yang lain! Berserah dan berseru kepada-Nya. Mungkin sudah lama kita tidak kuat; tidak mampu, siapa tahu malam ini waktunya Tuhan. Jangan batasi kuasa-Nya!
Ada yang merasa tidak indah, malah cenderung dipermalukan--'Aduh, hidup kok begini.', mari berseru kepada Tuhan. Ada yang lumpuh, najis, gagal dan lain-lain, mari berseru nama Yesus. Yang sudah berhasil, jangan sombong, badai lautan bisa datang sekonyong-konyong.

Jangan berharap yang lain! Kalau tidak ada yang tahu, kesempatan kita hanya berseru kepada Dia. Perjamuan suci adalah bukti Dia mengulurkan tangan-Nya kepada kita; Dia mati untuk memuliakan kita bangsa kafir yang hanya seperti anjing dan babi. Dia tidak akan mempermalukan dan membiarkan kita. Dia rela dipermalukan di kayu salib untuk memuliakan kita.

Yang masih menghadapi angin dan badai; masih ada di lembah, yakinlah Tuhan akan menolong kita. Perjamuan suci adalah uluran tangan Tuhan yang bisa melakukan apa saja bagi kita. Serahkan hidup kepada Dia!

Tuhan memberkati.

kembali ke halaman sebelumnya
IBADAH RUTIN DI MALANG

Minggu jam 06:45 (Ibadah Raya)
Minggu jam 10:15 (Ibadah Sekolah Minggu)
Selasa jam 17:15 (Ibadah Pendalaman Alkitab)
Rabu jam 07:30 (Ibadah Kaum Wanita)
Kamis jam 17:15 (Ibadah Doa Penyembahan)
Sabtu jam 17:15 (Ibadah Kaum Muda Remaja)

IBADAH RUTIN DI MEDAN
Royal Room Hotel Danau Toba Internasional
Jl. Imam Bonjol Medan

Minggu, jam 19:00 (Ibadah Raya)
Senin, jam 09:00 (Ibadah Pendalaman Alkitab)
Senin, jam 17:30 (Ibadah Pendalaman Alkitab)

IBADAH RUTIN DI SURABAYA

Minggu jam 09:30 (Ibadah Sekolah Minggu)
Minggu jam 10:55 (Ibadah Raya)
Rabu jam 17:30 (Ibadah Pendalaman Alkitab)
Jumat jam 17:30 (Ibadah Doa Penyembahan)


IBADAH RUTIN DI JAKARTA
Jl. Patra Kuningan XIV no.4
Jakarta Selatan
Sabtu, jam 09:00 (Ibadah Pendalaman Alkitab)

IBADAH KUNJUNGAN
  • 22-24 Januari 2019
    (Ibadah Kunjungan di Medan)

  • Februari 2019
    (Ibadah Kunjungan di Chennai, India)

  • Februari 2019
    (Ibadah Kunjungan ke Manokwari)

  • Maret 2019
    (Ibadah Kunjungan ke Serui)

  • 02-04 April 2019
    (Ibadah Persekutuan di Surabaya)

  • Mei 2019
    (Ibadah Kunjungan ke Malaka, Malaysia)

All Right Reserved Gereja Pantekosta Tabernakel "KRISTUS KASIH"
Jln. Simpang Borobudur 27 Malang | Telp: (0341) 496949 | Fax: (0341) 476751 » Lihat Peta Gereja Kami di Malang
Jln. WR Supratman 4 Surabaya | Telp. 08123300378 » Lihat Peta Gereja Kami di Surabaya
hubungi kami | email: info@gptkk.org | sitemap | top