English Language | Form Penggembalaan
RINGKASAN KOTBAH IBADAH RUTIN DAN IBADAH KUNJUNGAN
RINGKASAN LAINNYA

Ibadah Doa Puasa Malang Session II, 26 Maret 2013 (Selasa Siang)
Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Keluaran 12:3-4
12:3 Katakanlah kepada segenap jemaah...

Ibadah Pendalaman Alkitab Malang, 03 April 2018 (Selasa Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Wahyu 7:4-8
7:4 Dan aku mendengar jumlah...

Ibadah Pendalaman Alkitab Malang, 04 Desember 2014 (Kamis Sore)
Siaran tunda dari Ibadah Kunjungan di Batam.

Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Yohanes...

Ibadah Raya Malang, 16 November 2014 (Minggu Pagi)
Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Wahyu 2-3 adalah penyucian terakhir yang...

Ibadah Raya Malang, 24 November 2019 (Minggu Pagi)
Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Wahyu 10:1-3
10:1 Dan aku melihat seorang malaikat...

Ibadah Pendalaman Alkitab Malang, 07 Januari 2010 (Kamis Sore)
Matius 24:43-44, kita harus berjaga-jaga supaya tidak masuk penghukuman...

Ibadah Kaum Muda Remaja Malang, 25 Oktober 2014 (Sabtu Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Kita mempelajari Lukas 8. Lukas 8 menunjuk...

Ibadah Doa Surabaya, 25 Agustus 2010 (Rabu Sore)
Pembicara: Sdr. Gideon

Matius 25 : 24-30 --> Sikap terhadap talenta atau jabatan karunia yang diberikan Tuhan.
Sikap positif --> Setia dan...

Ibadah Kunjungan di Medan V, 30 Januari 2020 (Kamis Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Wahyu 19:9
19:9. Lalu ia berkata kepadaku:...

Ibadah Paskah Surabaya, 21 April 2019 (Minggu Siang)
Salam sejahtera dalam kasih sayangnya TUHAN kita Yesus Kristus. Selamat siang, selamat mendengarkan firman TUHAN. Biarlah damai...

Ibadah Kaum Muda Remaja Malang, 20 Januari 2018 (Sabtu Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Lukas 12
Dalam susunan Tabernakel, Lukas 12 terkena pada...

Ibadah Pendalaman Alkitab Surabaya, 21 November 2011 (Senin Sore)
Matius 26:
ay. 57-68= SAKSI DAN KESAKSIAN.
Setiap anak Tuhan harus bersaksi tentang segala sesuatu yang sudah Tuhan kerjakan dalam kehidupan kita.
Jika...

Ibadah Raya Surabaya, 14 Oktober 2018 (Minggu Siang)
Salam sejahtera dalam kasih sayangnya TUHAN kita Yesus Kristus. Selamat siang, selamat mendengarkan firman TUHAN. Biarlah damai...

Ibadah Doa Malang, 19 April 2012 (Kamis Sore)
(Ibadah Pendalaman Alkitab sudah dialihkan pada hari Selasa, 17 April 2012)

Matius...

Ibadah Raya Surabaya, 21 April 2013 (Minggu Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayangnya Tuhan kita Yesus Kristus. Selamat malam, selamat mendengarkan Firman Tuhan. Biarlah damai...


TRANSKRIP LENGKAP

Umum Surabaya (Minggu Sore, 07 Desember 2014)
Tayang: 16 Juni 2020
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 30 November 2014)
Tayang: 16 Juni 2020
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 26 November 2014)
Tayang: 10 Mei 2019
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 24 November 2014)
Tayang: 10 Mei 2019
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 23 November 2014)
Tayang: 07 Januari 2019
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 19 November 2014)
Tayang: 07 Januari 2019
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 17 November 2014)
Tayang: 07 Januari 2019
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 09 November 2014)
Tayang: 22 Agustus 2018
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 05 November 2014)
Tayang: 04 Juni 2018
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 03 November 2014)
Tayang: 04 Juni 2018
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 02 November 2014)
Tayang: 03 Maret 2018
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 20 Oktober 2014)
Tayang: 13 Desember 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 13 Oktober 2014)
Tayang: 13 Desember 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 12 Oktober 2014)
Tayang: 24 Oktober 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 08 Oktober 2014)
Tayang: 18 September 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 06 Oktober 2014)
Tayang: 05 September 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 05 Oktober 2014)
Tayang: 05 September 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 01 Oktober 2014)
Tayang: 05 September 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 29 September 2014)
Tayang: 24 Juni 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 21 September 2014)
Tayang: 19 Mei 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]



Untuk Koneksi Lambat, silahkan buka http://id.gptkk.org
Transkrip lengkap dari ibadah penggembalaan di Malang dan Surabaya, semuanya di bawakan oleh gembala sidang Pdt. Widjaja Hendra.

Silahkan kontak ke info@gptkk.org apabila bapak/ibu/sdr/sdri ada pertanyaan atau mungkin ingin berlangganan majalah Manna dan silahkan kirim email ke widjaja_h [at] yahoo.com apabila ingin konsultasi pribadi dengan bapak gembala
silahkan ganti tanda [at] dengan @
Cari ringkasan:   
[versi cetak]
Cari rekaman ibadah ini di: http://www.kabarmempelai.org
Ibadah Pendalaman Alkitab Surabaya, 17 Desember 2012 (Senin Sore)

Salam sejahtera dalam kasih sayangnya Tuhan kita Yesus Kristus. Selamat malam, selamat mendengarkan Firman Tuhan. Biarlah damai sejahtera bahagia dari Tuhan senantiasa dilimpahkan ditengah-tengah kita sekalian.

Matius 28= menunjuk pada Shekina Glory (sinar kemuliaan atau kuasa kebangkitan Tuhan).
Dibalik kematian/salib, ada kebangkitan dan kemuliaan (shekina glory).

Matius 28 terbagi menjadi 3 bagian:

  1. ay. 1-10= tentang kebanggkitan Yesus atau sinar kemuliaan menyinari hati yang keras (batu yang besar terguling), sehingga terjadi pembaharuan (sudah diterangkan mulai dari Ibadah Raya Surabaya, 23 September 2012).


  2. ay. 11-15= dusta mahkamah agama= penyebaran kegelapan.
    Sementara ada sinara kemuliaan, kegelapan menyusup di dalamnya (mulai diterangkan pada Ibadah Doa Surabaya, 28 November 2012).


  3. ay. 16-20= perintah untuk memberitakan injil= penyebaran terang shekina glory atau sinar kemuliaan.

Malam ini, kita masih membahas bagian kedua (PENYEBARAN KEGELAPAN).
Kalau hati tetap keras (tidak mau disinari), akan terjadi penyebaran kegelapan.

Matius 28: 11-15
28:11. Ketika mereka di tengah jalan, datanglah beberapa orang dari penjaga itu ke kota dan memberitahukan segala yang terjadi itu kepada imam-imam kepala.
28:12. Dan sesudah berunding dengan tua-tua, mereka mengambil keputusan lalu
memberikan sejumlah besar uang kepada serdadu-serdadu itu
28:13. dan berkata: "Kamu harus mengatakan, bahwa
murid-murid-Nya datang malam-malam dan mencuri-Nya ketika kamu sedang tidur.
28:14. Dan apabila hal ini kedengaran oleh wali negeri, kami akan berbicara dengan dia, sehingga kamu tidak beroleh kesulitan apa-apa."
28:15. Mereka menerima uang itu dan berbuat seperti yang dipesankan kepada mereka. Dan ceritera ini tersiar di antara orang Yahudi sampai sekarang ini.

Penyebaran kegelapan= penyebaran kesaksian/berita palsu yang menolak kebangkitan Yesus. Dan ini berarti, juga menolak kematian Yesus= menolak kematian dan kebangkitan Yesus.

Penyebaran kegelapan didorong 2 kekuatan besar:

  1. mamon/uang/roh jual beli (mulai diterangkan dari Ibadah Raya Surabaya, 02 Desember 2012),
  2. roh dusa.

Malam ini kita masih mempelajari KEKUATAN MAMON/UANG.

Matius 21: 12-14
21:12. Lalu Yesus masuk ke Bait Allah dan mengusir semua orang yang berjual beli di halaman Bait Allah. Ia membalikkan meja-meja penukar uang dan bangku-bangku pedagang merpati
21:13. dan berkata kepada mereka: "Ada tertulis: Rumah-Ku akan disebut rumah doa. Tetapi kamu menjadikannya sarang penyamun."
21:14. Maka datanglah
orang-orang buta dan orang-orang timpang kepada-nya dalam bait allah itu dan mereka disembuhkan-nya.

= roh jual beli sudah masuk dalam bait Allah.
Jika kehidupan kita ada pengajaran benar yang didorong oleh Roh Kudus, maka gereja Tuhan/kehidupan kita menjadi rumah da dan mengarah pada kesempurnaan.
Tetapi, jika gereja Tuhan ada kesaksian palsu yan gmenolak kematian dan kebangkitan Yesus yang didorong oleh roh jual beli, maka gereja Tuhan akan mejadi sarang penyamun (kehidupan yang penuh cacat cela).

ay. 14= roh jual beli membuat tubuh kristus tidak sempurna/cacat cela secara rohani (TIMPANG dan BUTA).

Kita sudah mempelajari tentang BUTA rohani (diterangkan mulai dari Ibadah Raya Surabaya, 09 Desember 2012).

Malam ini kita mempelajari tentang BUTA dan TIMPANG rohani.

BUTA ROHANI
2 Samuel 5: 8
5:8. Daud telah berkata pada waktu itu: "Siapa yang hendak memukul kalah orang Yebus, haruslah ia masuk melalui saluran air itu; hati Daud benci kepada orang-orang timpang dan orang-orang buta." Sebab itu orang berkata: "Orang-orang buta dan orang-orang timpang tidak boleh masuk bait Allah."

= orang buta dan timpang tidak boleh masuk dalam penbangunan bait Allah= masuk dalam pembangunan tubuh babel.

Buta dan timpang adalah penyakit HATI YANG KERAS.

Keluaran 32: 7-9
32:7. Berfirmanlah TUHAN kepada Musa: "Pergilah, turunlah, sebab bangsamu yang kaupimpin keluar dari tanah Mesir telah rusak lakunya.
32:8. Segera juga mereka menyimpang dari jalan yang Kuperintahkan kepada mereka; mereka telah
membuat anak lembu tuangan, dan kepadanya mereka sujud menyembah dan mempersembahkan korban, sambil berkata: Hai Israel, inilah Allahmu yang telah menuntun engkau keluar dari tanah Mesir."
32:9. Lagi firman TUHAN kepada Musa: "Telah Kulihat bangsa ini dan sesungguhnya mereka adalah suatu
bangsa yang tegar tengkuk.

Orang Israel keras hati, sehingga menjadi buta rohani (tidak bisa membedakan anak lembu emas dengan Allah)= masuk dalam penyembahan berhala.

2 Korintus 4: 3-4
4:3. Jika Injil yang kami beritakan masih tertutup juga, maka ia tertutup untuk mereka, yang akan binasa,
4:4. yaitu orang-orang yang tidak percaya, yang pikirannya telah
dibutakan oleh ilah zaman ini, sehingga mereka tidak melihat cahaya Injil tentang kemuliaan Kristus, yang adalah gambaran Allah.

'ilah jaman ini'= kekerasan hati.
Praktik buta rohani: menolak Firman pengajaran benar, sebab mempertahankan dosa-dosa.
Ibadah pelayanan TANPA pengajaran benar adalah persekutuan orang buta (keras hati) yang mengarah pada penyembahan berhala.

Keluaran 32: 19-20
32:19. Dan ketika ia dekat ke perkemahan itu dan melihat anak lembu dan melihat orang menari-nari, maka bangkitlah amarah Musa; dilemparkannyalah kedua loh itu dari tangannya dan dipecahkannya pada kaki gunung itu.
32:20. Sesudah itu diambilnyalah anak lembu yang dibuat mereka itu,
dibakarnya dengan api dan digilingnya sampai halus, kemudian ditaburkannya ke atas air dan disuruhnya diminum oleh orang Israel.

Sikap Musa yan gharus kita contoh: KETEGASAN.
Disini, Musa memecahkan 2 loh batu. Dan bersamaan dengan itu, anak lembu emas juga dihancurkan.
Jadi, kita harus TEGAS/PEKA seperti Musa menghancurkan 2 loh batu yang mula-mula.

2 loh batu mula-mula:

  • batunya dari Allah,
  • ditulisi jari Allah.

Ini merupakan kasih Allah.
2 loh batu mula-mula yang dipecahkan= penebusan oleh Yesus dikayu salib sebagai wujud kasih Allah kepada manusia.
Inilah sikap tegas kita, yaitu memandang kurban Kristus.
Hasilnya: anak lembu emas juga dihancurkan dan digiling sampai halus.
Artinya: hati keras menjadi lembut karena ditetesi oleh darah Yesus.
Kalau mempertahankan dosa (keras hati), pasti menolak pengajaran benar, sehingga penyembahannya juga salah (anak lembu emas dianggap ama dengan Allah).

Sekeras apapun hati kita, kalau kita mengingat dan menghargai darah Yesus, hati kita akan menjadi lembut.

Dari keras menjadi lembut, kita pelajar dari pohon ara yang sudah gagal kurang lebih 4000 tahun (mulai dari Adam sampai Yesus mati dikayu salib).

Melembut= saling mengaku dan saling mengampuni dosa-dosa, sehingga dosa-dosa diselesaikan oleh darah Yesus (di kayu salib, Yesus berteriak 'sudah selesai').

Masalah dosa adalah masalah yang terberat, sebab dosa membebani manusia sampai dalam neraka.
Jadi, kalau beban dosa diselesaikan oleh darah Yesus, maka semua masalah kita juga pasti diselesaikan oleh Tuhan.

Darah Yesus juga menghancurkan anak lembu emas (penyembahan berhala). Yaitu:

    dosa-dosa sampai puncaknya dosa,
  • dosa-dosa yang sering tidak kita sadari (dosa-dosa yang halus yang seringkali tidak kita sadari, seperti anak lembu yang dihaluskan),


  • kutukan dosa.

1 Korintus 5: 7-8, 11
5:7. Buanglah ragi yang lama itu, supaya kamu menjadi adonan yang baru, sebab kamu memang tidak beragi. Sebab anak domba Paskah kita juga telah disembelih, yaitu Kristus.
5:8. Karena itu marilah kita berpesta, bukan dengan ragi yang lama, bukan pula dengan ragi keburukan dan kejahatan, tetapi dengan roti yang tidak beragi, yaitu kemurnian dan kebenaran.
5:11. Tetapi yang kutuliskan kepada kamu ialah, supaya kamu jangan bergaul dengan orang, yang sekalipun menyebut dirinya saudara, adalah orang
cabul(1), kikir(2), penyembah berhala(3), pemfitnah(4), pemabuk(5) atau penipu(6); dengan orang yang demikian janganlah kamu sekali-kali makan bersama-sama.

ay. 11= dosa-dosa sampai puncaknya dosa= 6 dosa yang mendarah daging, sehingga kita hidup dalam kebenaran dan kemurnian (kita mengalami suasana pesta nikah Surga).
Kalau mempertahankan enam dosa ini, kita tidak akan pernah bisa mneyatu.

'digiling sampai halus'= dosa-dosa yang sering tidak disadari.

Dosa yang sering tidak kita sadari:

  1. Ibrani 10: 25-27
    10:25. Janganlah kita menjauhkan diri dari pertemuan-pertemuan ibadah kita, seperti dibiasakan oleh beberapa orang, tetapi marilah kita saling menasihati, dan semakin giat melakukannya menjelang hari Tuhan yang mendekat.
    10:26. Sebab jika kita sengaja berbuat dosa, sesudah memperoleh pengetahuan tentang kebenaran, maka tidak ada lagi korban untuk menghapus dosa itu.
    10:27. Tetapi yang ada ialah kematian yang mengerikan akan penghakiman dan api yang dahsyat yang akan menghanguskan semua orang durhaka.

    Yang pertama: dosa karena tidak beribadah.
    Dosa ini seringkali tidak disadari, sehingga menjadi dosa kebiasaan. Kalau dilanjutkan, akan menjadi dosa sengaja.
    Artinya: sekalipun ada kesempatan utnuk ibadah, tetapi tidak mau beribadah (dosa yang tak terampunakan lagi).

    Nasihat tertinggi adalah kita harus etia berkobar-kobar dalam ibadha pelayanan.

    Ibadah pelayanan adalah adaptasi bagi kita untuk bisa hidup di Surga.


  2. Amsal 22: 24-25
    22:24. Jangan berteman dengan orang yang lekas gusar, jangan bergaul dengan seorang pemarah,
    22:25. supaya engkau jangan menjadi
    biasa dengan tingkah lakunya dan memasang jerat bagi dirimu sendiri.

    Yang kedua: cepat marah (emosi meledak-ledak dan marah dengan emosi). Ini memicu kesombongan.

    Kalau kita marah dengan kasih, kita bisa mengangkat dan memulihkan sesama kita.

Keluaran 32: 20
32:20. Sesudah itu diambilnyalah anak lembu yang dibuat mereka itu, dibakarnya dengan api dan digilingnya sampai halus, kemudian ditaburkannya ke atas air dan disuruhnya diminum oleh orang Israel.

= hukuman dosa yang mengarah pada kutukan dosa (kepahitan, kegetiran, penuh kesusahan dan air mata).

Jadi, kalau hidup kita terus merasa pahit, jangan salahkan orang. Tetapi ada dosa-odosa dalam hidup kita.

Galatia 3: 13-14
3:13. Kristus telah menebus kita dari kutuk hukum Taurat dengan jalan menjadi kutuk karena kita, sebab ada tertulis: "Terkutuklah orang yang digantung pada kayu salib!"
3:14. Yesus Kristus telah membuat ini, supaya di dalam Dia
berkat Abraham sampai kepada bangsa-bangsa lain, sehingga oleh iman kita menerima Roh yang telah dijanjikan itu.

Dikayu salib, Yesus menanggung kutukan manusia berdosa.
Kalau semua dosa sudah diselesaikan oleh darah Yesus, kita terbebas dari dosa-dosa dan kutukan dosa, dan hasilnya:

  • menerima berkat Abraham.
  • kita menerima Roh Kudus. merasakan kemanisan sekalipun dalam penderitaan.
    Kalau ada Roh Kudus, semua kutukan dosa akan dilenyapkan.
    Dan Roh Kudus inilah yang mendorong kita untuk menyembah dengan benar.


  • Roma 8: 26
    8:26. Demikian juga Roh membantu kita dalam kelemahan kita; sebab kita tidak tahu, bagaimana sebenarnya harus berdoa; tetapi Roh sendiri berdoa untuk kita kepada Allah dengan keluhan-keluhan yang tidak terucapkan.

    Hasil ketiga: kita bisa menjadi penyembah yang benar.
    Roh Kudus inilah yang mendorong kita untuk masuk dalam penyembahan benar.

TIMPANG ROHANI
1 Raja-raja 18: 20-21
18:20. Ahab mengirim orang ke seluruh Israel dan mengumpulkan nabi-nabi itu ke gunung Karmel.
18:21. Lalu Elia mendekati seluruh rakyat itu dan berkata: "Berapa lama lagi kamu
berlaku timpang dan bercabang hati? Kalau TUHAN itu Allah, ikutilah Dia, dan kalau Baal, ikutilah dia." Tetapi rakyat itu tidak menjawabnya sepatah katapun.

'timpang rohani'= HATI YAGN BIMBANG.
Kalau tadi, buta rohani adalah kekerasan hati.
Hati yang bimbang akan mengarah pada penyembahan baal.
Kalau tadi, Musa menghadapi anak lembu emas.

'baal'= artinya: tuan, raja, suami.
Ini penyembahan palsu, sebab Yesuslah yang merupakan Tuan, Raja dan Mempelai Pria Surga.

Praktik hati yang bimbang:

  1. bimbang dalam menghadapi pengajaran palsu= menganggap semua pengajaran sama.
    Kalau sudah menganggap semua pengajaran sama, berarti kehidupan itu sudah bimbang.

    Bimbang dalam pengajaran, artinya: tidak bisa membedakan pengajaran benar dan palsu (tidak bisa membedakan Yesus dengan baal).

    Kalau kita disucikan, urapan Roh Kudus akan makin kuat dan kita semakin peka terhadap ajaran palsu.


  2. bimbang dalam menghadapi masalah, yaitu tidak bisa berharap sepenuh pada Tuhan, tetapi berharap yang lain.

    Yakobus 1: 6-8
    1:6. Hendaklah ia memintanya dalam iman, dan sama sekali jangan bimbang, sebab orang yang bimbang sama dengan gelombang laut, yang diombang-ambingkan kian ke mari oleh angin.
    1:7. Orang yang demikian
    janganlah mengira, bahwa ia akan menerima sesuatu dari Tuhan.
    1:8. Sebab orang yang mendua hati
    tidak akan tenang dalam hidupnya.

    Akibat kebimbangan:


    • tidak tenang hidupnya (stress).
      Stress ini nantinya akan menjadi pembunuh utama secara jasmani dan rohani,
    • doanya tidak dijawab Tuhan, masalah tidak pernah selesai dan air mata bertambah-tambah,
    • tenggelam= runtuh mezbahnya.
      1 Raja-raja 18: 30
      18:30. Kata Elia kepada seluruh rakyat itu: "Datanglah dekat kepadaku!" Maka mendekatlah seluruh rakyat itu kepadanya. Lalu ia memperbaiki mezbah TUHAN yang telah diruntuhkan itu.

      'mezbah runtuh'= beralih dari penyembahan benar kepada penyembahan palsu (penyembahan baal).

1 Raja-raja 18: 36-38
18:36. Kemudian pada waktu mempersembahkan korban petang, tampillah nabi Elia dan berkata: "Ya TUHAN, Allah Abraham, Ishak dan Israel, pada hari ini biarlah diketahui orang, bahwa Engkaulah Allah di tengah-tengah Israel dan bahwa aku ini hamba-Mu dan bahwa atas firman-Mulah aku melakukan segala perkara ini.
18:37. Jawablah aku, ya TUHAN, jawablah aku, supaya bangsa ini mengetahui, bahwa Engkaulah Allah, ya TUHAN, dan Engkaulah yang membuat hati mereka tobat kembali."
18:38.
Lalu turunlah api TUHAN menyambar habis korban bakaran, kayu api, batu dan tanah itu, bahkan air yang dalam parit itu habis dijilatnya.

'atas firman-Mulah'= kalau bukan berdasarkan Firman, pasti palsu.
ay. 38= kalau berdasarkan Firman yang bnear, ada api yang turun.
Cara Elia menolong:


  • bertindak sesuai dengan Firman pengajaran benar,
  • api Roh Kudus turun.

Jadi, Firman dalam urapan Roh Kudus, itulah yang bisa menolong.

Ibrani 4: 12-13
4:12. Sebab firman Allah hidup dan kuat dan lebih tajam dari pada pedang bermata dua manapun; ia menusuk amat dalam sampai memisahkan jiwa dan roh, sendi-sendi dan sumsum; ia sanggup membedakan pertimbangan dan pikiran hati kita.
4:13. Dan tidak ada suatu makhlukpun yang tersembunyi di hadapan-Nya, sebab segala sesuatu telanjang dan terbuka di depan mata Dia, yang kepada-Nya kita harus memberikan pertanggungan jawab.

Hasil pekerjaan Firman:

  • penyucian hati (gudangnya dosa).
    Markus 7: 21-22
    7:21. sebab dari dalam, dari hati orang, timbul segala pikiran jahat, percabulan(1), pencurian(2), pembunuhan(3),
    7:22.
    perzinahan(4), keserakahan(5), kejahatan(6), kelicikan(7), hawa nafsu(8), iri hati(9), hujat(10), kesombongan(11), kebebalan(12).

    Marius 5: 8
    5:8. Berbahagialah orang yang suci hatinya, karena mereka akan melihat Allah.

    Kalau hati sudah disucikan dari dosa-dosa yang tersembunyi, kita bisa melihat Tuhan (menyembah Tuhan), tidak lagi menyembah baal.


  • kuat teguh hati (tidak bimbang lagi).
    1 Raja-raja 18: 39
    18:39. Ketika seluruh rakyat melihat kejadian itu, sujudlah mereka serta berkata: "TUHAN, Dialah Allah! TUHAN, Dialah Allah!"

    kuat teguh hati= hanya bergantung sepenuh pada Tuhan dan hanya berpegang teguh pada 1 pengajaran benar yang sudah kita alami (tidak memberi kesempatan untuk mendengar yang lain).

    Kalau kuat teguh hati, kita juga bisa menyembah Tuhan dengan benar.

KESIMPULAN:
Musa dengan 2 loh batu membuat hati lembut.
Elia dengan kabar mempelai (urim dan tumim) membuat hati suci dan teguh, sehingga mendorong kita dalam penyembahan yang benar kepada Raja segala raja dan Mempelai Pria Surga.

Wahyu 19: 6-7, 1, 3-4
19:6. Lalu aku mendengar seperti suara himpunan besar orang banyak, seperti desau air bah dan seperti deru guruh yang hebat, katanya: "Haleluya! Karena Tuhan, Allah kita, Yang Mahakuasa, telah menjadi raja.
19:7. Marilah kita bersukacita dan bersorak-sorai, dan memuliakan Dia! Karena hari perkawinan Anak Domba telah tiba, dan pengantin-Nya telah siap sedia.
19:1. Kemudian dari pada itu aku mendengar seperti suara yang nyaring dari himpunan besar orang banyak di sorga, katanya: "
Haleluya! Keselamatan dan kemuliaan dan kekuasaan adalah pada Allah kita,
19:3. Dan untuk kedua kalinya mereka berkata: "
Haleluya! Ya, asapnya naik sampai selama-lamanya."
19:4. Dan kedua puluh empat tua-tua dan keempat makhluk itu tersungkur dan menyembah Allah yang duduk di atas takhta itu, dan mereka berkata: "Amin,
Haleluya."

ay. 6= suara penyembahan kita adalah pantulan penyembahan di Surga dengan kata-kata 'Haleluya'.

Hasil penyembahan yang benar:


  1. Yesaya 43: 15-17
    43:15. Akulah TUHAN, Yang Mahakudus, Allahmu, Rajamu, yang menciptakan Israel."
    43:16. Beginilah firman TUHAN, yang telah
    membuat jalan melalui laut dan melalui air yang hebat,
    43:17. yang telah menyuruh kereta dan kuda keluar untuk berperang, juga tentara dan orang gagah--mereka terbaring, tidak dapat bangkit, sudah mati, sudah padam sebagai sumbu--,

    = terjadi di jaman Musa.
    Hasil pertama: kita mengalami kuasa penciptaan.
    Tangan Sang Raja mampu menciptakan jalan ditengah laut.
    Artinya:


    • mengalami keselamatan jiwa dan pemeliharaan hidup secara jasmani ditengah kemustahilan,


    • memberikan jalan keluar dari segala masalah,
    • memberikan masa depan yang indah sekalipun banyak tantangan rintangan,
    • mampu memakai kita dalam kegerakan hujan akhir sampai masuk Surga.


  2. Zakharia 14: 17
    14:17. Tetapi bila mereka dari kaum-kaum di bumi tidak datang ke Yerusalem untuk sujud menyembah kepada Raja, TUHAN semesta alam, maka kepada mereka tidak akan turun hujan.

    Yakobus 5: 17-18

    5:17. Elia adalah manusia biasa sama seperti kita, dan ia telah bersungguh-sungguh berdoa, supaya hujan jangan turun, dan hujanpun tidak turun di bumi selama tiga tahun dan enam bulan.
    5:18. Lalu ia berdoa pula dan
    langit menurunkan hujan dan bumipun mengeluarkan buahnya.

    = terjadi di jaman Elia.
    'telah bersungguh-sungguh berdoa'= berdoa dengan kuat teguh hati.

    Hasil kedua: kita mengalami hujan kemurahan Tuhan, yaitu:


    • untuk melindungi kita mulai sekarang sampai masa antikris berkuasa dibumi 3,5 tahun, bahkan dari hukuman Allah yang akan menimpa bumi,

    • 'bumipun mengeluarkan buahnya'= untuk menumbuhkan buah-buah rohani= menyucikan dan mengubahkan kita sampai berbuah kebenaran (membuang dosa-dosa), berbuah kesucian sampai berbuah kesempurnaan (menjadi mempelai wanita Tuhan). Kita siap menyambut kedatangan Tuhan di awan-awan yang permain.

Musa adalah gambaran dari mempelai wanita yang mengalami mati dan bangkit.
Elia adalah gambaran dari mempelai wanita yang tidak meninggal dunia dan diubahkan langsung saat Yesus datang.

Keduanya akan menyatu untuk menyambut kedatangan Yesus kedua kali.
Jadi, mati atau hidup adalah kemurahan Tuhan. Yang penting, selama hidup, kita mengalami keubahan (memiliki hati lembut, suci dan kuat teguh hati) dan terus menyembah Tuhan.

Tuhan memberkati.

kembali ke halaman sebelumnya
IBADAH RUTIN DI MALANG

Minggu jam 06:45 (Ibadah Raya)
Minggu jam 10:15 (Ibadah Sekolah Minggu)
Selasa jam 17:15 (Ibadah Pendalaman Alkitab)
Rabu jam 07:30 (Ibadah Kaum Wanita)
Kamis jam 17:15 (Ibadah Doa Penyembahan)
Sabtu jam 17:15 (Ibadah Kaum Muda Remaja)

IBADAH RUTIN DI MEDAN
Royal Room Hotel Danau Toba Internasional
Jl. Imam Bonjol Medan

Minggu, jam 18:45 (Ibadah Raya)
Senin, jam 08:00 (Ibadah Pendalaman Alkitab)
Senin, jam 17:30 (Ibadah Pendalaman Alkitab)

IBADAH RUTIN DI SURABAYA

Minggu jam 09:00 (Ibadah Sekolah Minggu)
Minggu jam 10:15 (Ibadah Raya)
Rabu jam 17:30 (Ibadah Pendalaman Alkitab)
Jumat jam 17:30 (Ibadah Doa Penyembahan)


IBADAH RUTIN DI JAKARTA
Jl. Patra Kuningan XIV no.4
Jakarta Selatan
Sabtu, jam 09:00 (Ibadah Pendalaman Alkitab)

IBADAH KUNJUNGAN
All Right Reserved Gereja Pantekosta Tabernakel "KRISTUS KASIH"
Jln. Simpang Borobudur 27 Malang | Telp: (0341) 496949 | Fax: (0341) 476751 » Lihat Peta Gereja Kami di Malang
Jln. WR Supratman 4 Surabaya | Telp. 08123300378 » Lihat Peta Gereja Kami di Surabaya
hubungi kami | email: info@gptkk.org | sitemap | top