English Language | Form Penggembalaan
RINGKASAN KOTBAH IBADAH RUTIN DAN IBADAH KUNJUNGAN
RINGKASAN LAINNYA

Ibadah Pendalaman Alkitab Malang, 02 Februari 2017 (Kamis Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Wahyu 5:1
5:1 Maka aku melihat di...

Ibadah Jumat Agung Surabaya, 02 April 2010 (Jumat Pagi)
Matius 25: 1
= penampilan Yesus dalam kemuliaan sebagai Mempelai Pria Surga yang akan datang kedua...

Ibadah Doa Surabaya, 27 Juli 2018 (Jumat Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayangnya TUHAN kita Yesus Kristus. Selamat malam, selamat mendengarkan firman TUHAN. Biarlah damai...

Ibadah Pendalaman Alkitab Surabaya, 25 Mei 2009 (Senin Sore)
Pembicara: Pdt. Mikha Sanda Toding Matius 5:
pasal 5-7 merupakan 10 hukum perjanjian baru: ay. 21-26: hukum...

Ibadah Kaum Muda Remaja Surabaya, 31 Oktober 2015 (Sabtu Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Lukas 9:22-27 adalah tentang pengikutan kepada Yesus....

Ibadah Raya Malang, 20 November 2016 (Minggu Pagi)
Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Wahyu 4:8a
4:8 Dan keempat makhluk itu...

Ibadah Pendalaman Alkitab Surabaya, 27 Juni 2018 (Rabu Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayangnya TUHAN kita Yesus Kristus. Selamat malam, selamat mendengarkan firman TUHAN. Biarlah damai...

Ibadah Natal di Square Ballroom Surabaya, 25 Desember 2017 (Senin Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayangnya TUHAN kita Yesus Kristus. Selamat malam, selamat natal 2017 dan menyongsong tahun...

Ibadah Doa Malang, 03 November 2015 (Selasa Sore)
Bersamaan dengan Ibadah Doa Puasa Session III

Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Wahyu...

Ibadah Doa Surabaya, 21 Januari 2009 (Rabu Sore)
Matius 24: 29-31
= keadaan pada  waktu kedatangan Tuhan Yesus yang kedua.
ay. 29 dan ay. 30...

Ibadah Doa Surabaya, 05 April 2017 (Rabu Sore)
Bersamaan dengan penataran imam dan calon imam III

Salam sejahtera dalam kasih sayangnya TUHAN kita Yesus Kristus. Selamat malam,...

Ibadah Doa Surabaya, 02 September 2015 (Rabu Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayangnya TUHAN kita Yesus Kristus. Selamat malam, selamat mendengarkan firman TUHAN. Biarlah damai...

Ibadah Doa Malang, 26 Januari 2010 (Selasa Sore)
Pembicara: Pdt. Mikha Sanda Toding

Matius 6:9-10, doa Bapa Kami yang diajarkan Tuhan kepada...

Ibadah Pendalaman Alkitab Malang, 08 Mei 2014 (Kamis Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus:

Wahyu 1:13-16 merupakan 4 wujud penampilan pribadi...

Ibadah Doa Surabaya, 07 Agustus 2013 (Rabu Sore)
Matius 28: 20b
Dan ketahuilah, Aku menyertai kamu senantiasa sampai kepada akhir zaman."

INI TENTANG PENYERTAAN TUHAN.

Penyertaan Tuhan sampai kepada akhir zaman...


TRANSKRIP LENGKAP

Doa Surabaya (Rabu, 26 November 2014)
Tayang: 10 Mei 2019
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 24 November 2014)
Tayang: 10 Mei 2019
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 23 November 2014)
Tayang: 07 Januari 2019
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 19 November 2014)
Tayang: 07 Januari 2019
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 17 November 2014)
Tayang: 07 Januari 2019
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 09 November 2014)
Tayang: 22 Agustus 2018
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 05 November 2014)
Tayang: 04 Juni 2018
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 03 November 2014)
Tayang: 04 Juni 2018
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 02 November 2014)
Tayang: 03 Maret 2018
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 20 Oktober 2014)
Tayang: 13 Desember 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 13 Oktober 2014)
Tayang: 13 Desember 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 12 Oktober 2014)
Tayang: 24 Oktober 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 08 Oktober 2014)
Tayang: 18 September 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 06 Oktober 2014)
Tayang: 05 September 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 05 Oktober 2014)
Tayang: 05 September 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 01 Oktober 2014)
Tayang: 05 September 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 29 September 2014)
Tayang: 24 Juni 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 21 September 2014)
Tayang: 19 Mei 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 17 September 2014)
Tayang: 29 April 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 15 September 2014)
Tayang: 29 April 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]



Untuk Koneksi Lambat, silahkan buka http://id.gptkk.org
Transkrip lengkap dari ibadah penggembalaan di Malang dan Surabaya, semuanya di bawakan oleh gembala sidang Pdt. Widjaja Hendra.

Silahkan kontak ke info@gptkk.org apabila bapak/ibu/sdr/sdri ada pertanyaan atau mungkin ingin berlangganan majalah Manna dan silahkan kirim email ke widjaja_h [at] yahoo.com apabila ingin konsultasi pribadi dengan bapak gembala
silahkan ganti tanda [at] dengan @
Cari ringkasan:   
[versi cetak]
Cari rekaman ibadah ini di: http://www.kabarmempelai.org
Ibadah Pendalaman Alkitab Surabaya, 18 April 2016 (Senin Sore)

Salam sejahtera dalam kasih sayangnya TUHAN kita Yesus Kristus. Selamat malam, selamat mendengarkan firman TUHAN. Biarlah damai sejahtera, kasih karunia, dan bahagia dari TUHAN senantiasa dilimpahkan di tengah-tengah kita sekalian.

Wahyu 4: 4
4:4. Dan sekeliling takhta itu ada dua puluh empat takhta, dan di takhta-takhta itu duduk dua puluh empat tua-tua, yang memakai pakaian putih dan mahkota emas di kepala mereka.

Di sekeliling takhta TUHAN ada dua puluh empat tua-tua yang duduk di atas takhta-takhta.
Dua puluh empat tua-tua terbagi menjadi 2 bagian:

  • 12 rasul hujan awal yang dipakai dalam kegerakan Roh Kudus hujan awal.
  • 12 rasul hujan akhir yang dipakai dalam kegerakan Roh Kudus hujan akhir.

Kita belajar soal dua macam kegerakan ini di dalam injil Matius.
Di dalam Matius 14-15, terjadi 2 kali pemecahan roti (diterangkan mulai dari Ibadah Pendalaman Alkitab Surabaya, 04 April 2016):

  1. Matius 14: 13-21 => pemecahan roti pertama: 5 roti dan 2 ikan untuk memberi makan 5000 orang= kegerakan Roh Kudus hujan awal.

    Roti= firman.
    Angka 5 menunjuk pada 5 luka Yesus di kayu salib untuk menyelamatkan manusia berdosa--kurban Kristus.

    Jadi, kegerakan Roh Kudus hujan awal adalah kegerakan dalam injil keselamatan/firman penginjilan--kabar baik--untuk menyelamatkan manusia berdosa.


  2. Matius 15: 32-39 => pemecahan roti kedua: 7 roti dan beberapa ikan untuk memberi makan 4000 orang= kegerakan Roh Kudus hujan akhir.

    Angka 7= sempurna.
    Roti= firman.
    Jadi, kegerakan Roh Kudus hujan akhir adalah kegerakan dalam cahaya injil tentang kemuliaan Kristus/firman pengajaran yang lebih tajam dari pedang bermata dua--kabar mempelai--, untuk menyempurnakan orang-orang yang sudah selamat supaya menjadi mempelai wanita TUHAN yang sempurna, yang siap untuk menyambut kedatangan Yesus kedua kali di awan-awan yang permai.

Waspada!
Di antara pemecahan roti pertama dan kedua, terdapat 3 cerita yang menunjukkan 3 hal:

  1. Matius 14: 22-36 => Yesus berjalan di atas air dan Petrus hampir tenggelam. Sekarang, sama dengan gereja TUHAN dengan pengalamannya (sudah diterangkan mulai dari Ibadah Pendalaman Alkitab Surabaya, 04 April 2016 sampai Ibadah Raya Surabaya, 10 April 2016).

    Dari selamat--kegerakan hujan awal--menuju sempurna--kegerakan hujan akhir--harus waspada, sebab banyak yang hampir tenggelam, seperti Petrus. Petrus yang hebat bisa tenggelam, apalagi kita. Harus hati-hati!
    Seperti dulu Israel keluar dari Mesir sebanyak 603.550 orang, tetapi yang sampai di Kanaan hanya 2 orang; yang lainnya binasa di padang gurun.


  2. Matius 15: 1-20 => perintah Allah dan adat istiadat Yahudi. Sekarang, artinya bangsa Israel dengan kesesatannya (diterangkam mulai dari Ibadah Pendalaman Alkitab Surabaya, 11 April 2016).

    Hati-hati! Ada yang sesat juga, tidak sampai sempurna.


  3. Matius 15: 21-28 => perempuan Kanaan yang percaya. Ini menunjuk pada bangsa kafir dengan kebutuhannya.

    Bangsa kafir hanya butuh remah-remah roti.
    Remah-remah roti= pembukaan firman.

    Kalau tidak ada remah-remah roti, akan menjadi seperti anjing dan babi, nikah dan buah nikahnya hancur. Butuh remah-remah roti supaya bisa menjadi sempurna seperti TUHAN.

Inilah ketiga hal yang harus kita perhatikan baik-baik.

AD. 2. BANGSA ISRAEL DENGAN KESESATANNYA

Mengapa Israel tersesat?

Ibrani 3: 7-11
3:7. Sebab itu, seperti yang dikatakan Roh Kudus: "Pada hari ini, jika kamu mendengar suara-Nya,
3:8.
janganlah keraskan hatimu seperti dalam kegeraman pada waktu pencobaan di padang gurun,
3:9. di mana nenek moyangmu mencobai Aku dengan jalan menguji Aku, sekalipun mereka melihat perbuatan-perbuatan-Ku, empat puluh tahun lamanya.
3:10. Itulah sebabnya Aku murka kepada angkatan itu, dan berkata: Selalu mereka
sesat hati, dan mereka tidak mengenal jalan-Ku,
3:11. sehingga Aku bersumpah dalam murka-Ku: Mereka takkan masuk ke tempat perhentian-Ku."

'tidak mengenal jalan-Ku' = sesat.

Israel tersesat karena keras hati, yang sama dengan: sesat hati dan sesat jalan; tidak mengenal jalan TUHAN.
Akibatnya: tidak bisa masuk tempat perhentian TUHAN; tidak bisa masuk kerajaan sorga yang kekal--Yerusalem baru--dan binasa selama-lamanya.

Perhentian= damai sejahtera (sudah diterangkan pada Ibadah Pendalaman Alkitab Surabaya, 11 April 2016).
Tidak masuk tempat perhentian= tidak mengalami damai sejahtera sampai tidak masuk Yerusalem baru dan binasa selama-lamanya.

PRAKTIK KERAS HATI:

  1. Matius 15: 1-9 (diterangkan mulai dari Ibadah Raya Surabaya, 17 April 2016).
  2. Matius 15: 10-20.

Malam ini kita masih mempelajari ayat 1-9.
Matius 15: 1-9 => Perikop: Perintah Allah dan adat istiadat Yahudi.

Di sini, praktik keras hati--sesat hati dan sesat jalan--adalah bangsa Israel menolak firman Allah--firman pengajaran yang benar--karena mempertahankan adat istiadat nenek moyang.

Kemarin, pada Ibadah Raya Surabaya, 17 April 2016, kita sudah bicara tentang membasuh tangan dan kaki sebelum makan--hanya memperhatikan yang jasmani dan tidak memperhatikan yang rohani; inilah adat istiadat.
Keadaan ini sama seperti berpesta tetapi tanpa air anggur, hanya ada air cucian tangan dan kaki. Ini akibatnya kalau mempertahankan adat istiadat.

Hati-hati! Banyak ibadah dikatakan: Segar, om. Segar, tetapi minum air cucian kaki, bukan minum air anggur. Akibatnya, tidak bisa masuk pesta nikah Anak Domba; hanya segar di dunia ini saja. Ini bahaya!

Matius 15: 3-6
15:3. Tetapi jawab Yesus kepada mereka: "Mengapa kamupun melanggar perintah Allah demi adat istiadat nenek moyangmu?
15:4. Sebab Allah berfirman:
Hormatilah ayahmu dan ibumu; dan lagi: Siapa yang mengutuki ayahnya atau ibunya pasti dihukum mati.
15:5. Tetapi kamu berkata: Barangsiapa berkata kepada bapanya atau kepada ibunya: Apa yang ada padaku yang dapat digunakan untuk pemeliharaanmu,
sudah digunakan untuk persembahan kepada Allah,
15:6. orang itu
tidak wajib lagi menghormati bapanya atau ibunya. Dengan demikian firman Allah kamu nyatakan tidak berlaku demi adat istiadatmu sendiri.

Ayat 4 => Yesus menunjukkan tentang hukum kelima dalam hukum Taurat: 'Hormatilah ayahmu dan ibumu.'
Salah satu bentuk menghormati orang tua adalah memberikan persembahan kepada orang tua--memelihara orang tua. Kita sudah diberkati, harus ingat pada orang tua.

Tetapi ajaran adat istiadat Israel: jika persembahan untuk orang tua sudah diberikan kepada TUHAN, maka tidak perlu lagi memberikan persembahan kepada orang tua ('Saya sudah memberikan untuk TUHAN, jadi tidak ada untuk orang tua').
Yang mengatakan ini adalah orang Farisi dan ahli Taurat dengan ajaran adat istiadat/peraturan manusia. Mereka ini menguasai Bait Allah dan mengatur semua. Kalau persembahan-persembahan untuk orang tua dibawa ke Bait Allah, mereka yang menerima banyak uang.

Karena itu, kalau mereka memberikan peraturan/adat istiadat: 'Kamu sudah membawa persembahan untuk TUHAN, tidak perlu lagi untuk orang tua,' bukan maksudnya mengasihi TUHAN lebih dari orang tua, tetapi ini merupakan kemunafikan, sebab di dalamnya terkandung keinginan akan uang.
Kita hati-hati! Ada kemunafikan di balik adat istiadat/peraturan manusia.

Ada juga adat istiadat lainnya: kalau orang tuanya sudah meninggal dunia, baru dibelikan apa saja, ketika orang tua masih hidup, tidak. Inilah adat istiadat, hanya mengutamakan yang di luar.

Jadi, keadaan bangsa Israel yang berpegang kepada adat istiadat/peraturan manusia adalah:

  1. Keadaan yang pertama: menolak hukum kelima = tidak mengasihi sesama (menolak loh batu kedua, yang berisi 6 hukum).
    Dua loh batu terdiri dari loh batu pertama--berisi hukum pertama sampai keempat--, dan loh batu kedua--berisi hukum kelima sampai kesepuluh.


  2. 1 Yohanes 4: 20-21
    4:20. Jikalau seorang berkata: "Aku mengasihi Allah," dan ia membenci saudaranya, maka ia adalah pendusta, karena barangsiapa tidak mengasihi saudaranya yang dilihatnya, tidak mungkin mengasihi Allah, yang tidak dilihatnya.
    4:21. Dan perintah ini kita terima dari Dia:
    Barangsiapa mengasihi Allah, ia harus juga mengasihi saudaranya.

    Keadaan yang kedua: kalau tidak mengasihi sesama, berarti tidak mengasihi TUHAN = menolak loh batu pertama, yang berisi 4 hukum.
    2 loh batu tidak mengasihi dipisah. Kalau tidak mengasihi TUHAN, berarti tidak mengasihi sesama. Begitu juga sebaliknya. Orang tua yang kelihatan tidak dihormati/dikasihi, apalagi TUHAN.

Jadi, keadaan bangsa Israel dalam Matius 15 sama dengan keadaan bangsa Israel di kaki gunung Sinai.

Dalam Matius 15, Israel menolak 2 loh batu--tanpa kasih--sebab ada pemberhalaan adat istiadat nenek moyang.
Dalam Keluaran 32, sementara Musa naik ke gunung Sinai untuk menerima Tabernakel dan 2 loh batu, Israel menyembah berhala lembu emas. Artinya: Isarel menolak 2 loh batu--Musa membawa 2 loh batu--sebab ada pemberhalaan lembu emas.

Jadi, pemberhalaan adat istiadat sama dengan pemberhalaan lembu emas.

Keluaran 32: 9
32:9. Lagi firman TUHAN kepada Musa: "Telah Kulihat bangsa ini dan sesungguhnya mereka adalah suatu bangsa yang tegar tengkuk.

Pemberhalaan adat istiadat/pemberhalaan lembu emas = kekerasan hati ('tegar tengkuk'), yaitu menolak firman pengajaran benar dan kasih Allah karena ada keinginan akan uang (mamon--antikris), sehingga Israel tampil sebagai manusia daging; sama seperti binatang buas.
Bukan uangnya yang salah, tetapi keinginannya. Ini sama dengan menyembah antikris.

"Jadi, hati-hati! Seringkali adat istiadat ini menolak firman. Contohnya, memelihara hari-hari: mau melakukan sesuatu, harus hari tertentu, mau mulai membuka toko harus hari tertentu, karena hari baik. Ini yang sering dipertahankan."

Keluaran 32: 25
32:25. Ketika Musa melihat, bahwa bangsa itu seperti kuda terlepas dari kandang--sebab Harun telah melepaskannya, sampai menjadi buah cemooh bagi lawan mereka--

Tadinya Israel bagaikan domba, tetapi begitu mempertahankan adat istiadat--ada keinginan akan uang--, maka Israel tampil seperti kuda terlepas dari kandang.

Praktik manusia daging yang menolak firman pengajaran benar dan kasih Allah:

  1. Praktik manusia daging yang pertama: seperti kuda terlepas dari kandang--kuda menunjuk pada kekuatan daging.

    Kuda terlepas dari kandang, artinya:


    1. Yeremia 17: 5
      17:5. Beginilah firman TUHAN: "Terkutuklah orang yang mengandalkan manusia, yang mengandalkan kekuatannya sendiri, dan yang hatinya menjauh dari pada TUHAN!

      Arti yang pertama: manusia yang mengandalkan kekuatan daging, itulah kepandaian, kekayaan, kedudukan dan lain-lain. Ini sama dengan terkutuk.


    2. Arti yang kedua: tidak tergembala.
      Orang yang mengandalkan kekuatan daging, tidak mungkin mau tergembala. Tetapi orang yang mengandalkan TUHAN, dia mau tergembala.

      "Seperti ternak yang digembalakan, dia bergantung/mengandalkan gembalanya. Dia tidak bisa cari makan karena ada di kandang, dan dia menurut karena mengandalkan gembalanya."

      Matius 9: 36
      9:36. Melihat orang banyak itu, tergeraklah hati Yesus oleh belas kasihan kepada mereka, karena mereka lelah dan terlantar seperti domba yang tidak bergembala.

      Nasib orang yang tidak tergembala adalah lelah dan terlantar.

      Lelah artinya letih lesu dan beban berat; tidak enak, berat.
      Seperti Esau yang mencari sana-sini, akhirnya lelah, letih lesu, dan berbeban berat, lapar. Kalau ada di dalam TUHAN, enak dan ringan.

      Terlantar artinya tidak ada yang bertanggung jawab atas keselamatan jiwanya.
      Yesus Gembala Agung selalu menaikkan doa syafaat di takhta sorga--di sebelah kanan takhta Allah Bapa--, tetapi Dia juga mempercayakan seorang gembala manusia untuk menaikkan doa peyahutan di dalam dunia, sehingga domba-domba aman. Dari atas, ditarik oleh doa dari Gembala Agung supaya jangan jatuh, dan dari bawah, dijunjung oleh gembala manusia.

      Kalau domba sampai jatuh, lelah dan terlantar, sebenarnya itu salahnya sendiri; dia bukan lagi domba tetapi sudah berubah menjadi kuda yang terlepas dari kandang, karena tidak mengandalkan TUHAN.


    3. Zakharia 10: 1-2
      10:1. Mintalah hujan dari pada TUHAN pada akhir musim semi! TUHANlah yang membuat awan-awan pembawa hujan deras, dan hujan lebat akan Diberikannya kepada mereka dan tumbuh-tumbuhan di padang kepada setiap orang.
      10:2. Sebab apa yang dikatakan oleh terafim adalah jahat, dan yang dilihat oleh juru-juru tenung adalah dusta, dan
      mimpi-mimpi yang disebutkan mereka adalah hampa, serta hiburan yang diberikan mereka adalah kesia-siaan. Oleh sebab itu bangsa itu berkeliaran seperti kawanan domba dan menderita sengsara sebab tidak ada gembala.

      Arti yang ketiga kuda terlepas dari kandang: manusi yang betul-betul kering rohaninya sehingga berada dalam penderitaan, kesusahan, dan air mata.

      Celakanya, sesudah berada dalam keadaan kering rohani--penderitaan, sengsara, dan air mata--malah lari kepada perkara-pekara berikut:


      1. Lari ke mimpi-mimpi, artinya penglihatan-penglihatan yang tidak sesuai dengan firman TUHAN.

        "Sekarang mulai banyak, orang mengatkaan: 'TUHAN berkata......,' tetapi tidak ada di firman. Orang lain yang mendengar, senang, karena keadaannya hampa--dia kering rohani."

        Sebenarnya, nubuat kecil harus sesuai firman--menguatkan firman--dan nubuat besar adalah pembukaan firman. ini yang memuaskan kita.


      2. Yang kedua: lari ke hiburan-hiburan dunia.
        Sekarang merupakan hal biasa kalau lari ke hiburan-hiburan dunia seperti biskop dan lain-lain. Lebih celaka lagi, hiburan dunia dibawa masuk ke dalam gereja.


    Inilah keadaan kalau menolak pengajaran yang benar dan kasih Allah karena mempertahankan adat istiadat/peraturan manusia. Ibadahnya ditata rapi menurut aturan manusia, yang masuk logika. Kelihatan bagus, padahal di dalamnya ada keinginan-keinginan daging, yaitu keinginan akan uang.
    Akibatnya, ia menjadi seperti kuda terlepas dari kandang. Hanya mengandalkan kekuatan daging, tidak tergembala, dan hidupnya kering.

    Mulai dari seorang gembala harus tergembala. Kalau tidak, akan tampil seperti kuda terlepas dari kandang.


  2. Praktik manusia daging yang kedua: seperti kambing.
    Artinya: egois/mementingkan diri sendiri.

    Praktik egois:


    1. Yehezkiel 34: 17-19
      34:17. Dan hai kamu domba-domba-Ku, beginilah firman TUHAN ALLAH: Sungguh, Aku akan menjadi hakim di antara domba dengan domba, dan di antara domba jantan dan kambing jantan.
      34:18. Apakah belum cukup bagimu bahwa kamu menghabiskan padang rumput yang terbaik? Mesti pulakah
      kamu injak-injak padang rumput yang lain-lain dengan kakimu? Belum cukup bahwa kamu minum air yang jernih? Mesti pulakah yang tinggal itu kamu keruhkan dengan kakimu?
      34:19. Apakah domba-domba-Ku seharusnya memakan rumput yang sudah diinjak-injak kakimu dan meminum air yang sudah dikeruhkan kakimu?

      Praktik egois yang pertama: mengeruhkan firman pengajaran yang benar--rumput--dengan kakinya--dengan solah tingkah laku yang tidak sesuai dengan firman; sama dengan menjadi sandungan bagi orang lain sehingga orang lain tidak mau menerima firman pengajaran yang benar.

      Dia memakan rumput, tetapi kemudian menginjak-injak rumput yang lain, artinya dia mendengar firman pengajaran yang benar, tetapi tingkah lakunya tidak sesuai dengan firman pengajaran benar.

      Kita harus benar-benar menjaga solah tingkah laku. Harus sesuai dengan firman pengajaran benar yang sudah kita terima, supaya jangan menjadi sandungan.


    2. Matius 25: 32-33, 41-45
      25:32. Lalu semua bangsa akan dikumpulkan di hadapan-Nya dan Ia akan memisahkan mereka seorang dari pada seorang, sama seperti gembala memisahkan domba dari kambing,
      25:33. dan Ia akan menempatkan
      domba-domba di sebelah kanan-Nya dan kambing-kambing di sebelah kiri-Nya.
      25:41. Dan Ia akan berkata juga kepada mereka yang di sebelah kiri-Nya: Enyahlah dari hadapan-Ku, hai kamu orang-orang terkutuk, enyahlah ke dalam api yang kekal yang telah sedia untuk Iblis dan malaikat-malaikatnya.
      25:42. Sebab ketika Aku lapar, kamu tidak memberi Aku makan; ketika Aku haus, kamu tidak memberi Aku minum;
      25:43. ketika Aku seorang asing, kamu tidak memberi Aku tumpangan; ketika Aku telanjang, kamu tidak memberi Aku pakaian; ketika Aku sakit dan dalam penjara, kamu tidak melawat Aku.
      25:44. Lalu merekapun akan menjawab Dia, katanya: TUHAN, bilamanakah kami melihat Engkau lapar, atau haus, atau sebagai orang asing, atau telanjang atau sakit, atau dalam penjara dan kami tidak melayani Engkau?
      25:45. Maka Ia akan menjawab mereka: Aku berkata kepadamu, sesungguhnya
      segala sesuatu yang tidak kamu lakukan untuk salah seorang dari yang paling hina ini, kamu tidak melakukannya juga untuk Aku.

      Praktik egois yang kedua: tidak mau memberi dan mengujungi sesama yang membutuhkan.

      Mari, sesama ini mulai dari rumah tangga kita. Kita memberi dan mengunjungi yang membutuhkan dalam rumah tangga kita.
      Lalu, dalam kandang penggembalaan, sampai antar penggembalaan (kebaktian kunjungan dan kebaktian persekutuan)--ini kepercayaan TUHAN yang lebih besar.

      Kita bersyukur kepada TUHAN. Kalau kita bisa memberi dan mengunjungi sesama yang membutuhkan dalam rumah tangga, berarti TUHAN memberikan kelimpahan kepada kita. Di dalam penggembalaan, lebih limpah lagi. Antar penggembalaan, lebih limpah lagi.
      TUHAN berikan pemeliharaan yang berlimpah, sehingga kita bisa memberi dan mengunjungi sesama yang membutuhkan.

      Kalau tidak mau, berarti egois. Artinya, tidak mau masuk dalam pembangunan tubuh Kristus yang sempurna. Berarti masuk dalam pembangunan Babel. Ini berbahaya!

      Mari, kita mohon kepada TUHAN. Mulai dari rumah tangga, kita memperhatikan mereka yang membutuhkan. Begitu juga di penggembalaan, dan antar penggembalaan, sampai nanti menjadi satu tubuh yang sermpurna.

      TUHAN tidak pernah menipu kita. Semua yang kita korbankan untuk pembangunan tubuh Kristus, tidak akan hilang. TUHAN akan mengembalikan kepada kita seratus kali lipat ditambah hidup kekal.
      Seratus kali lipat sama dengan sepuluh kali sepuluh, artinya ketaatan kepada TUHAN.

      TUHAN perintahkan murid-murid-Nya: 'Lepaskan keledai, kalau ditanya, katakan: Tuhan memerlukannya. Ia akan segera mengembalikannya.'
      Abraham disuruh mempersembahkan Ishak di gunung Moria--tempat Salomo mendirikan bait Allah jasmani--, tetapi Ishak tidak hilang, ia dikembalikan lagi.


  3. Praktik manusia daging yang ketiga: seperti babi.

    "Maaf, istilahnya semua tidak enak didengar telinga. Tetapi inilah keadaan orang yang menolak pengajaran yang benar dan kasih Allah--2 loh batu."

    2 Petrus 2: 22
    2:22. Bagi mereka cocok apa yang dikatakan peribahasa yang benar ini: "Anjing kembali lagi ke muntahnya, dan babi yang mandi kembali lagi ke kubangannya."

    'babi yang mandi kembali lagi ke kubangannya' = kenajisan.
    'seperti babi', artinya, manusia daging adalah manusia yang terikat dengan dosa, jatuh bangun dalam dosa, dan berkubang dalam dosa sampai puncaknya dosa; terus bertahan di sini, tidak bisa terlepas.

    Inilah model dari kehidupan yang sesat hati dan sesat jalan. Mulai dari sekarang, hidupnya sudah tidak damai--tidak mengalami perhentian.
    Dia tampil seperti kuda dengan kekuatannya, padahal dia letih lesu, tidak ada damai; tampil seperti kambing, yaitu egois; tampil seperti babi, yaitu berkubang dalam dosa-dosa sampai puncaknya dosa, yaitu dosa makan minum dan dosa kawin-mengawinkan.

    Dosa makan-minum: merokok, mabuk, narkoba.
    Dosa kawin-mengawinkan: dosa percabulan dengan berbagai ragamnya dan nikah yang salah.


  4. Praktik manusia daging yang keempat: seperti anjing yang menjilat muntah--buas, terutama lidahnya yang buas.
    Hati-hati dengan perkataan!

    Yakobus 3: 7-8
    3:7. Semua jenis binatang liar, burung-burung, serta binatang-binatang menjalar dan binatang-binatang laut dapat dijinakkan dan telah dijinakkan oleh sifat manusia,
    3:8. tetapi
    tidak seorangpun yang berkuasa menjinakkan lidah; ia adalah sesuatu yang buas, yang tak terkuasai, dan penuh racun yang mematikan.

    Lidah buas artinya tidak bisa dikendalikan. Contoh:


    1. Anjing menjilat muntah = berdusta.
      Dusta adalah dosa otomatis; tidak bisa dikendalikan.

      Berdusta dalam hal apa saja; dusta menjadi tameng/perlindungan, padahal itu sedang tanda tangan kontrak dengan maut (Yesaya 28: 15).


    2. Anjing menjilat darah Nabot--menjilat darah orang tidak bersalah--= memfitnah, bergosip yang tidak baik, menjelek-jelekkan orang.

      Raja Ahab menginginkan kebun anggur Nabot, untuk dijadikan kebun sayur. Tetapi Nabot mempertahankannya sampai titik darah penghabisan; dia dilempari batu sampai mati.
      Hati-hati! Kebun anggur adalah penggembalaan dalam kabar mempelai, mau dijadikan kebun sayur. Kebun sayur artinya ekonomi--jual beli.

      Sekarang ini, penggembalaan dalam kabar mempelai sudah diperjualbelikan.


    3. Anjing menjilat borok--kisah Lazarus dan orang kaya--= suka menghakimi orang lain; kalau sudah tidak ada lagi yang dihakimi, satu waktu ia akan menghujat TUHAN--menghujat firman pengajaran yang benar--; menjadi sama dengan antikris.

      Menghujat TUHAN artinya menolak firman pengajaran yang benar, dan mendukung yang salah. Ada juga yang menghujat lewat perkataan: 'Itu kebenaran sendiri.', atau menyalahkan firman pengajaran yang benar.

Inilah keadaan bangsa Israel yang keras hati--menolak firman pengajaran benar dan kasih Allah--, sehingga tampil sebagai manusia daging, seperti kuda, kambing, babi, dan anjing. Istilahnya memang tidak enak di telinga, tetapi ini untuk awasan bagi kita.

Keluaran 32: 28
32:28. Bani Lewi melakukan seperti yang dikatakan Musa dan pada hari itu tewaslah kira-kira tiga ribu orang dari bangsa itu.

Bangsa Israel menolak firman pengajaran yang benar--Tabernakel--dan kasih Allah--2 loh batu--, dan di akhir zaman akan terulang lagi.
Akibatnya: tiga ribu orang tewas oleh pedang penghukuman.

3000 = ruangan suci (2000) + ruangan maha suci (1000).
Volume ruangan suci = panjang x lebar x tinggi = 20 x 10 x 10 = 2000.
Volume ruangan maha suci = panjang x lebar x tinggi =10 x 10 x 10 = 1000.

'tiga ribu orang tewas oleh pedang penghukuman' artinya jika ada pemberhalaan adat istiadat/pemberhalaan lembu emas--keras hati--sehingga tampil seperti kuda, kambing, anjing dan babi, maka tidak mungkin menjadi suci dan sempurna, tetapi tewas oleh pedang penghukuman--binasa selamanya bersama dunia. Ini namanya tersesat--sesat hati dan sesat jalan.

Tetapi puji syukur, dalam Kisah Rasul ada tiga ribu yang positif--oleh pedang penyucian.
Kisah Rasul 2: 41, 37
2:41. Orang-orang yang menerima perkataannya itu memberi diri dibaptis dan pada hari itu jumlah mereka bertambah kira-kira tiga ribu jiwa.
2:37. Ketika mereka mendengar hal itu
hati mereka sangat terharu, lalu mereka bertanya kepada Petrus dan rasul-rasul yang lain: "Apakah yang harus kami perbuat, saudara-saudara?"

'Orang-orang yang menerima perkataannya' = pedang firman.
'hati mereka sangat terharu' = hati ditusuk pedang firman--disucikan.

Angka 3000 yang positif yaitu kehidupan yang menerima pedang penyucian--bukan pedang penghukuman.
Setiap mendengar firman hatinya terharu--dosanya ditunjuk--, bukan tertawa-tawa. Kalau tertawa-tawa, itu di kuil Dagon. Bukan di rumah Allah.

Ada lagi 3000 yang negatif yaitu di kuil Dagon. Ketika itu Simson yang sudah buta disuruh melawak. Ia meruntuhkan kuil Dagon sehingga 3000 orang mati.
Hati-hati! Ada 3000 yang positif dan 3000 yang negatif. Kita pilih yang positif.

"Sekarang ini yang dicari justru yang paling lucu, supaya segar. Itulah segar karena minum air cucian, bukan minum air anggur. Seperti kalau kita ke rumah makan, biasanya disuguhi air cucian tangan, lalu kita minum. Sekarang kita di gereja banyak disuguhi hal-hal demikian oleh hamba TUHAN . Bukan penyucian yang disuguhkan--penyucian adalah darah buah anggur (Kejadian 49)--, tetapi lawakan-lawakan. Ini bukan darah buah anggur, tetapi air cucian. Ini bahaya besar! 3000 orang mati!"

Keluaran 32: 26
32:26. maka berdirilah Musa di pintu gerbang perkemahan itu serta berkata: "Siapa yang memihak kepada TUHAN datanglah kepadaku!" Lalu berkumpullah kepadanya seluruh bani Lewi.

Kita mau mengalami yang mana? 3000 yang positif atau 3000 yang negatif? Kalau mau mengalami 3000 yang positif--mengalami penyucian oleh pedang firman--, syaratnya adalah kita harus memihak TUHAN.
Dalam kerajaan sorga, harus memihak TUHAN, bukan memihak orang.

Kalau memihak orang, akan jadi pembunuh seperti Musa--waktu seorang Israel dan Mesir berkelahi, Musa melihat kiri-kanan, akhirnya jadi pembunuh. Itu akibatnya, kalau melihat orang, akan jadi pembunuh--kebencian tanpa alasan--, dan berubah-ubah sikapnya.

"Saat orang itu memberi, dia dianggap seperti dewa. Begitu sudah tidak memberi lagi, langsung dibenci--jadi pembunuh. Kalau memihak manusia, akan seperti politikus yang berubah-ubah. Sebentar kelompok sini, sebentar kelompok sana. Jangan! Memihaklah pada TUHAN!"

Kalau memihak TUHAN, kekal selamanya. Jangan memihak manusia! Tetapi memihak TUHAN hari-hari ini.

Keluaran 32: 27
32:27. Berkatalah ia kepada mereka: "Beginilah firman TUHAN, Allah Israel: Baiklah kamu masing-masing mengikatkan pedangnya pada pinggangnya dan berjalanlah kian ke mari melalui perkemahan itu dari pintu gerbang ke pintu gerbang, dan biarlah masing-masing membunuh saudaranya dan temannya dan tetangganya."

Kita harus mencontoh sikap Musa. Sekalipun dia gembala/pemimpin yang dihormati, tetapi dia tidak pernah mengatakan: 'Siapa memihak Musa', tetapi: 'Siapa memihak TUHAN'. Pelajaran ini sangat jelas.

"Guru dan gembala kami, almarhum pendeta Pong Dongalemba, selalu mengatakan: 'Kitab Keluaran adalah kitabnya hamba TUHAN.' Sekarang saya mengajarkan di Lempin-El: 'Kalau kita lulus dalam kitab Keluaran ini, kita akan menjadi hamba TUHAN yang dipakai TUHAN.' Ini tanda-tandanya. Musa sebagai seorang gembala/pemimpin yang dihormati tidak mengatatakan: 'Siapa memihak Musa,' tetapi dia mengatakan: 'siapa memihak TUHAN'. Apalagi kita yang bukan siapa-siapa. Ini kesempatan bagi kita. Saya mengatakan kepada Lempin-El: 'Yang punya ijazah, silakan. Tetapi jangan andalkan! Tetap andalkan TUHAN. Yang tidak punya, merupakan kesempatan untuk memihak TUHAN, sebab tidak ada yang diandalkan.'"

Memihak TUHAN artinya menyandang sebilah pedang tajam--pedang firman penyucian.
Menyandang, artinya kita berpegang teguh dan taat dengar-dengaran pada firman pengajaran benar/pedang penyucian, sehingga kita memperoleh angka 3000 yang positif.

"I ni yang selalu tergores di hati saya. Musa berteriak: 'Siapa memihak TUHAN?' Dalam menghadapi apa saja, jangan memihak manusia! Dulu saya selalu ditelepon oleh teman sebangku saya semasa di Lempin-El: 'Bagaimana strategi kita menghadap ini, Pak Wi?' Saya cuma jawab: 'Berdoa.' Beberapa bulan lagi, telepon lagi: 'Mereka sudah begini begitu, bagaimana kita?': 'Berdoa.' Terakhir sampai hari H-nya: 'Bagaimana ini, Pak Wi? Sudah kacau.' Jawaban saya tetap saja: 'Berdoa.' Jangan berkelompok-kelompok! Memihak TUHAN! Terima apa yang menjadi rencana TUHAN dalam hidup kita.
Mungkin bagi kita tidak baik. 'Kok, begini ya? Berdoa tetapi malah begini jadinya.' Biar saja, ini kehendak TUHAN, masih ujian bagi kita. Mungkin tidak baik bagi kita, tetapi itu yang terbaik bagi TUHAN. Nanti, satu bulan lagi, atau satu tahun lagi, lima tahun lagi: 'Untung saya ikut TUHAN, tidak ikuti kelompok tertentu.' Ini kesalahan kita yaitu melihat manusia. Mari melihat TUHAN hari-hari ini.
"

Pegang pedang firman pengajaran yang benar dan kita akan mencapai angka 3000 yang positif. Artinya: firman pengajaran yang benar, yang lebih tajam dari pedang bermata dua akan mendorong kita untuk tekun dalam ruangan suci (angka 2000 dulu kalau mau mencapai angka 3000).

Tekun di dalam ruangan suci= tekun dalam kandang penggembalaan--ketekunan dalam tiga macam ibadah pokok.
Banyak kita salah. Keberhasilan pemberitaan firman dinilai jika banyak jemaat yang menangis. Belum tentu.

"Ada satu pendeta yang sering saya saksikan. Ada seorang ibu yang menangis. Pendeta ini sudah bangga: 'Luar biasa ini, pedangnya tajam.' Lau dia bertanya ke ibu itu: 'Bu, kenapa menangis?': 'Saya ingat kambing saya yang mati.' Ini betul terjadi--saya masih remaja--, karena pendetanya ada janggutnya. Jadi dia kecut. Dia sombong: 'Dahsyat pemberitaan firman ini.' Tetapi waktu ditanya, ibu ini berkata: 'Saya lihat om, saya ingat kambing saya yang mati.'"

Kalau ada ketajaman pedang firman, maka domba-domba bisa masuk kandang.
Artinya: keberhasilan pemberitaan firman adalah jika domba-domba bisa masuk kandang, bukan terlantar. Dulu, tidak mengerti ruangan suci itu apa, tetapi sekarang merindu untuk masuk kandang penggembalaan.

Tiga macam ibadah pokok, yaitu:

  • Pelita emas: ketekunan dalam ibadah raya--persekutuan dengan Allah Roh Kudus di dalam karunia-karunia-Nya--= pesta pentakosta.
  • Meja roti sajian: ketekunan dalam ibadah pendalaman alkitab dan perjamuan suci--persekutuan dengan Allah Anak di dalam firman pengajaran dan kurban Kristus--= pesta Paskah.
  • Mezbah dupa emas: ketekunan dalam ibadah doa penyembahan--persekutuan dengan Allah Bapa di dalam kasih-Nya--= pesta pondok daun.
    Pada pesta pondok daun, ada pernikahan; doa penyembahan adalah hubungan yang paling erat antara Mempelai Pria Sorga dengan mempelai wanita sorga--suami dan isteri.

3 macam ibadah ini bagaikan berpesta. Jangan sampai terpaksa atau dipaksa datang beribadah! Pestanya tidak sama, maksudnya tekanannya berbeda-beda. Kalau ibadahnya sama, buat saja satu pesta.
Macam ibadahnya ada 3. Mau berapa kali, terserah. Ibadah raya mau berapa kali, terserah. Yang penting, macamnya harus 3.

Pedang firman yang bisa menyucikan kita, sampai mendorong kita masuk dalam ruangan suci lebih dulu, bukan manusia.
Di dalam ruangan suci, kita hidup dalam kesucian dan urapan Roh Kudus.

Imamat 21: 12
21:12. Janganlah ia keluar dari tempat kudus, supaya jangan dilanggarnya kekudusan tempat kudus Allahnya, karena minyak urapan Allahnya, yang menandakan bahwa ia telah dikhususkan, ada di atas kepalanya; Akulah TUHAN.

Seorang hamba TUHAN dan pelayan TUHAN harus tekun dalam kandang penggembalaan, supaya ia bisa hidup dalam kesucian dan urapan Roh Kudus, sehingga ia dikhususkan oleh TUHAN--menjadi biji mata TUHAN. Betul-betul dipelihara dan dilindungi oleh TUHAN, sehingga sebutir pasirpun tidak bisa masuk; sebutir pasirpun tidak boleh menyakiti kita.

Dunia ini bagaikan padang pasir. Artinya: banyak masalah, kesulitan, kenajisan, dan penyakit. Apa saja di dunia ini bagaikan pasir, tetapi kalau kita menjadi biji mata TUHAN, kita tenang.

Tidak perlu menghitung pasirnya; yang penting kita menjadi biji mata TUHAN.

Dalam kandang penggembalaan, tubuh, jiwa, roh kita mengalami penyucian secara intensif oleh pedang firman, sampai menyucikan kita dari dosa-dosa tersembunyi dan dosa-dosa yang tidak disadari, sehingga satu waktu kita tidak bercacat cela lagi--'TUHAN adalah gembalaku, takkan kekurangan aku'. Kita menjadi sempurna seperti Yesus--mencapai angka 3000.

Jangan keras hati seperti bangsa Israel! Dulu sudah terjadi, Israel keras hati dan menolak pengajaran. Musa turun dari gunung Sinai dengan membawa 2 loh batu dan Tabernakel, tetapi Israel menolak kasih Allah. Mereka tersesat di padang gurun.
Dalam Matius 15, diulangi lagi. Ahli Taurat dan orang Farisi keras hati. Mereka mempertahnkan adat istiadat. Mereka menolak firman pengajaran yang benar dan kasih Allah--2 loh batu. Sama keadaannya dengan Israel, yaitu tersesat. Tampil bukan seperti manusia lagi, tetapi seperti binatang buas.
Akhir zaman lebih lagi, akan terjadi lagi. Untuk mengatasinya, mari, memihak TUHAN. Jangan melihat orang! Lihat pengajaran yang benar--menyandang pedang! Ini yang menjamin hidup kita. Kita akan terus disucikan sampai tidak bercacat cela--sempurna seperti Yesus.

Kalau kita memihak TUHAN/menyandang pedang--berpegang teguh pada pengajaran yang benar dan taat dengar-dengaran--, maka TUHAN pasti memihak kita.
Biar manusia lari, terserah, yang penting TUHAN memihak kita. Dari pada seribu manusia memihak kita, tetapi TUHAN tidak ada di pihak kita, apa artinya?

TUHAN memihak kita artinya TUHAN selalu memperhatikan, mempedulikan, mengerti keadaan kita, dan bergumul untuk kita. Dia bergumul di kayu salib sampai berseru: 'Sudah selesai!' Lalu Ia menyerahkan nyawa-Nya. Janji-Nya tidak berubah.

Kalau kita memihak TUHAN dan TUHAN memihak kita, hasilnya:

  1. Roma 8: 31-32
    8:31. Sebab itu apakah yang akan kita katakan tentang semuanya itu? Jika Allah di pihak kita, siapakah yang akan melawan kita?
    8:32. Ia, yang tidak menyayangkan Anak-Nya sendiri, tetapi yang menyerahkan-Nya bagi kita semua, bagaimanakah mungkin Ia tidak
    mengaruniakan segala sesuatu kepada kita bersama-sama dengan Dia?

    'Ia, yang tidak menyayangkan Anak-Nya sendiri' = Ia lebih menyayangi kita dari pada Anak tunggal-Nya.

    Hasil yang pertama: TUHAN sanggup memelihara kita di tengah dunia yang sulit; sanggup memberikan apa yang kita butuhkan di dunia yang sudah sulit. Semuanya hanya lewat kurban Kristus.
    Kaum muda, jangan takut!


  2. Roma 8: 33-34
    8:33. Siapakah yang akan menggugat orang-orang pilihan Allah? Allah, yang membenarkan mereka? Siapakah yang akan menghukum mereka?
    8:34. Kristus Yesus, yang telah mati? Bahkan lebih lagi: yang telah bangkit, yang juga duduk di sebelah kanan Allah, yang malah
    menjadi Pembela bagi kita?

    Hasil yang kedua: TUHAN menjadi pembela kita, sama dengan Ia selalu menaikkan doa syafaat untuk kita semua.

    Menaikan doa syafaat, artinya:


    1. Doa syafaat = perlindungan. TUHAN Melindungi kita dari celaka marabahaya, dosa-dosa dan puncaknya dosa, pencobaan, ajaran palsu, sampai melindungi kita dari penghukuman TUHAN.
      Ia mendoakan kita siang dan malam.


    2. Doa syafaat = doa yang berhasil; yang dijawab oleh Bapa di sorga. TUHAN selalu mendoakan kita supaya hidup kita berhasil dan indah.

      Jangan gagal! Kalau gagal, kembali memihak TUHAN. Jangan keras hati seperti Israel! Kembali menyandang pedang dan taat dengar-dengaran!


  3. Roma 8: 35-37
    8:35. Siapakah yang akan memisahkan kita dari kasih Kristus? Penindasan atau kesesakan atau penganiayaan, atau kelaparan atau ketelanjangan, atau bahaya, atau pedang?
    8:36. Seperti ada tertulis: "Oleh karena Engkau kami ada dalam bahaya maut sepanjang hari, kami telah dianggap sebagai
    domba-domba sembelihan."
    8:37. Tetapi dalam semuanya itu
    kita lebih dari pada orang-orang yang menang, oleh Dia yang telah mengasihi kita.

    Hasil yang ketiga: TUHAN selalu mencurahkan kasih-Nya kepada domba-domba sembelihan.

    Kita semua seperti domba sembelihan. Keempat kakinya sudah diikat dan tinggal menunggu disembelih; tidak berdaya apa-apa. Raja Daud mengakui: 'Hanya satu langkah jaraknya aku dengan maut.'
    TUHAN mencurahkan kasih-Nya supaya:


    1. Kita bisa bertahan menghadapi apapun = tidak kecewa, putus asa, dan tinggalkan TUHAN, tetapi tetap setia dan berkobar-kobar dalam ibadah pelayanan kepada TUHAN, tetap percaya dan berharap TUHAN, tetap menyembah TUHAN. Apapun yang kita hadapi, bertahan!


    2. Kita tampil lebih dari pemenang.
      Artinya kita tidak berdaya tetapi menang atas musuh yang kuat, karena TUHAN yang berperang ganti kita.

      Daud melawan Goliat, sudah tidak mungkin, tetapi karena TUHAN yang berperang ganti Daud, maka Goliat bisa dikalahkan.
      Masalah apapun yang sudah tidak mungkin, sudah lebih besar dari kemampuan kita, serahkan semuanya pada TUHAN.

      Sampai kemenangan terakhir, kita duduk bersanding dengan Dia di takhta sorga selamanya. Kita tidak terpisah lagi selamanya.

Semoga TUHAN menolong kita semua malam ini. Mari sungguh-sungguh, jangan keras hati--sesat hati dan sesat jalan--! Tidak bisa mencapai perhentian. Sekarangpun, orang semacam ini tidak bisa mengalami damai, apalagi masuk Yerusalem baru, tidak bisa.

Seperti Israel, waktu di kaki gunung Sinai, mereka keras hati, ada berhala lembu emas.
Dalam Matius 15, diulangi lagi. Israel ada penyembahan berhala adat istiadat. Sama-sama keras hati, yaitu menolak firman pengajaran yang benar dan kasih Allah.
Akhir zaman lebih lagi, sehingga hamba TUHAN dan pelayan TUHAN tampil seperti binatang buas (4 binatang). Tetapi bisa kembali lagi lewat pedang firman.

Mari menyandang pedang--memihak TUHAN! Asalkan kembali menyandang pedang, Dia ada di pihak kita. Dia memperhatikan, mempedulikan, dan bergumul untuk kita, sampai berseru di kayu salib: 'Sudah selesai!'

Malam ini ada perjamuan suci, Dia sedang bergumul untuk kita. TUHAN tolong kita semua. Serahkan semua kepada TUHAN. Dia memberi kemenangan kepada kita semua. Kita hanya domba sembelihan, mari memihak TUHAN dan menyerah kepada TUHAN. Apapun keadaan kita, ada Gembala Agung berdoa untuk kita. Daud bisa menang melawan Goliat dan Daud yang sudah jatuh, masih bisa diangkat. Tidak ada yang mustahil bagi TUHAN. Sehebat apapun kita, kita hanya domba-domba sembelihan. Tidak bisa bergantung pada kekuatan dan apapun di dunia, tetapi hanya bergantung pada Gembala Agung dan Imam Besar.

Kaum muda, sungguh-sungguh! Memang sulit, tahun-tahun mendatang lebih sulit lagi. Secara jasmani dan rohani lebih sulit lagi, tetapi TUHAN beserta dan memihak kaum muda. Kita semua yang tua dan muda, biar memihak TUHAN dan TUHAN di pihak kita.

Dia selalu mengulurkan tangan kasih-Nya. Percayalah! TUHAN menolong dan mempedulikan kita. Dia tidak membiarkan kita. Dia tidak menipu kita. Kalau ada keraguan, percayakan semua kepada Dia!
Perjamuan suci adalah jaminan dari TUHAN.

TUHAN memberkati.

kembali ke halaman sebelumnya
IBADAH RUTIN DI MALANG

Minggu jam 06:45 (Ibadah Raya)
Minggu jam 10:15 (Ibadah Sekolah Minggu)
Selasa jam 17:15 (Ibadah Pendalaman Alkitab)
Rabu jam 07:30 (Ibadah Kaum Wanita)
Kamis jam 17:15 (Ibadah Doa Penyembahan)
Sabtu jam 17:15 (Ibadah Kaum Muda Remaja)

IBADAH RUTIN DI MEDAN
Royal Room Hotel Danau Toba Internasional
Jl. Imam Bonjol Medan

Minggu, jam 19:00 (Ibadah Raya)
Senin, jam 09:00 (Ibadah Pendalaman Alkitab)
Senin, jam 17:30 (Ibadah Pendalaman Alkitab)

IBADAH RUTIN DI SURABAYA

Minggu jam 09:30 (Ibadah Sekolah Minggu)
Minggu jam 10:55 (Ibadah Raya)
Rabu jam 17:30 (Ibadah Pendalaman Alkitab)
Jumat jam 17:30 (Ibadah Doa Penyembahan)


IBADAH RUTIN DI JAKARTA
Jl. Patra Kuningan XIV no.4
Jakarta Selatan
Sabtu, jam 09:00 (Ibadah Pendalaman Alkitab)

IBADAH KUNJUNGAN
  • 23-25 Juli 2019
    (Ibadah Kunjungan di Tana Toraja)

  • 05-09 Agustus 2019
    (Ibadah Kunjungan di India)

  • 20-22 Agustus 2019
    (Ibadah Kunjungan di Medan)

  • 04-05 September 2019
    (Ibadah Kunjungan di Semarang)

  • 17-19 September 2019
    (Ibadah Persekutuan di Malang)

  • 24-25 September 2019
    (Ibadah Kunjungan di Sorong)

  • 13-17 April 2020
    (Ibadah Kunjungan di Korea Selatan)

All Right Reserved Gereja Pantekosta Tabernakel "KRISTUS KASIH"
Jln. Simpang Borobudur 27 Malang | Telp: (0341) 496949 | Fax: (0341) 476751 » Lihat Peta Gereja Kami di Malang
Jln. WR Supratman 4 Surabaya | Telp. 08123300378 » Lihat Peta Gereja Kami di Surabaya
hubungi kami | email: info@gptkk.org | sitemap | top