English Language | Form Penggembalaan
RINGKASAN KOTBAH IBADAH RUTIN DAN IBADAH KUNJUNGAN
RINGKASAN LAINNYA

Ibadah Kaum Muda Remaja Malang, 20 Agustus 2016 (Sabtu Sore)
Bersamaan dengan Ibadah Peneguhan dan Pemberkatan Nikah

Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Lukas...

Ibadah Doa Malang, 03 Agustus 2010 (Selasa Sore)
Matius 25:8-13
25:8 Gadis-gadis yang bodoh berkata kepada gadis-gadis yang bijaksana: Berikanlah...

Ibadah Tutup Buka Tahun, 31 Desember 2008 (Rabu Malam)
Matius 24:29-31 adalah keadaan pada waktu kedatangan Yesus kedua kali, ada 3 keadaan:

Ibadah Doa Surabaya, 13 Agustus 2014 (Rabu Sore)
Disertai dengan puasa

Salam sejahtera dalam kasih sayangnya Tuhan kita Yesus Kristus. Selamat malam, selamat mendengarkan Firman Tuhan. Biarlah...

Ibadah Pendalaman Alkitab Surabaya, 13 Agustus 2012 (Senin Sore)
Matius 27:
= dalam Tabernakel, terkena pada 7 kali percikan darah di atas tabut perjanjian/tutup pendamaian= sengsara yang dialami oleh Yesus sampai...

Ibadah Kaum Muda Remaja Malang, 22 Februari 2014 (Sabtu Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Lukas 6 secara keseluruhan menunjuk pada kebenaran,...

Ibadah Kaum Muda Remaja Surabaya, 27 Februari 2016 (Sabtu Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Lukas 9:28-36 tentang Yesus dimuliakan di atas...

Ibadah Raya Surabaya, 29 Juli 2018 (Minggu Siang)
Salam sejahtera dalam kasih sayangnya TUHAN kita Yesus Kristus. Selamat siang, selamat mendengarkan firman TUHAN. Biarlah damai...

Ibadah Raya Malang, 30 September 2018 (Minggu Pagi)
Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Wahyu 8 menunjuk tentang dua loh batu.
Pengertian...

Ibadah Raya Malang, 04 Februari 2018 (Minggu Pagi)
Salam sejahtera dalam kasih sayangNya Tuhan kita Yesus Kristus.

Wahyu 6:12-17
6:12 Maka aku melihat, ketika...

Ibadah Pendalaman Alkitab Malang, 22 Oktober 2009 (Kamis Sore)
Matius 26:36-44 adalah nubuat ketujuh tentang HUKUMAN ATAS DUNIA PADA SAAT...

Ibadah Raya Surabaya, 17 November 2013 (Minggu Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayangnya Tuhan kita Yesus Kristus. Selamat malam, selamat mendengarkan Firman Tuhan. Biarlah damai...

Ibadah Raya Malang, 10 November 2013 (Minggu Pagi)
Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Wahyu 1:1-3 adalah judul/ kata pengantar...

Ibadah Persekutuan Tubuh Kristus di Kartika Graha V, 18 Juli 2013 (Kamis Sore)
Tema:
Matius 25:6
25: 6 Waktu tengah malam terdengarlah suara orang berseru: Mempelai datang! Songsonglah dia!

Satu-satunya kabar...

Ibadah Pendalaman Alkitab Malang, 21 Juli 2011 (Kamis Sore)
Matius 26:17-25 adalah tentang Perjamuan Paskah, terbagi menjadi 2 bagian:
Ayat 17-19 adalah persiapan Perjamuan Paskah.Ayat...


TRANSKRIP LENGKAP

Doa Surabaya (Rabu, 26 November 2014)
Tayang: 10 Mei 2019
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 24 November 2014)
Tayang: 10 Mei 2019
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 23 November 2014)
Tayang: 07 Januari 2019
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 19 November 2014)
Tayang: 07 Januari 2019
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 17 November 2014)
Tayang: 07 Januari 2019
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 09 November 2014)
Tayang: 22 Agustus 2018
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 05 November 2014)
Tayang: 04 Juni 2018
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 03 November 2014)
Tayang: 04 Juni 2018
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 02 November 2014)
Tayang: 03 Maret 2018
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 20 Oktober 2014)
Tayang: 13 Desember 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 13 Oktober 2014)
Tayang: 13 Desember 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 12 Oktober 2014)
Tayang: 24 Oktober 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 08 Oktober 2014)
Tayang: 18 September 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 06 Oktober 2014)
Tayang: 05 September 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 05 Oktober 2014)
Tayang: 05 September 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 01 Oktober 2014)
Tayang: 05 September 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 29 September 2014)
Tayang: 24 Juni 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 21 September 2014)
Tayang: 19 Mei 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 17 September 2014)
Tayang: 29 April 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 15 September 2014)
Tayang: 29 April 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]



Untuk Koneksi Lambat, silahkan buka http://id.gptkk.org
Transkrip lengkap dari ibadah penggembalaan di Malang dan Surabaya, semuanya di bawakan oleh gembala sidang Pdt. Widjaja Hendra.

Silahkan kontak ke info@gptkk.org apabila bapak/ibu/sdr/sdri ada pertanyaan atau mungkin ingin berlangganan majalah Manna dan silahkan kirim email ke widjaja_h [at] yahoo.com apabila ingin konsultasi pribadi dengan bapak gembala
silahkan ganti tanda [at] dengan @
Cari ringkasan:   
[versi cetak]
Cari rekaman ibadah ini di: http://www.kabarmempelai.org
Ibadah Pendalaman Alkitab Surabaya, 19 September 2018 (Rabu Sore)

Salam sejahtera dalam kasih sayangnya TUHAN kita Yesus Kristus. Selamat malam, selamat mendengarkan firman TUHAN. Biarlah damai sejahtera, kasih karunia, dan bahagia senantiasa dilimpahkan TUHAN di tengah-tengah kita sekalian.

Wahyu 8
Wahyu 4-5 terkena pada peti dari tabut perjanjian= gereja Tuhan yang sempurna--peti terbuat dari kayu penaga, dan disalut dengan emas murni.
Wahyu 6 terkena pada tongkat Harun yang bertunas, berbunga, dan berbuah= pengharapan yang permanen/sempurna.
Wahyu 7 terkena pada buli-buli emas berisi manna= iman yang permanen/sempurna.
Wahyu 8-9 terkena pada dua loh batu= kasih Allah yang permanen/sempurna.

Jadi, gereja Tuhan yang sempurna--peti dari tabut perjanjian--berisi: buli-buli emas berisi manna--iman yang sempurna--, tongkat Harun yang bertunas, berbunga, dan berbuah--pengharapan yang sempurna--, dan dua loh batu--kasih Allah yang sempurna. Ini artinya gereja Tuhan yang sempurna bisa mencapai hidup kekal selamanya.

Proses gereja Tuhan untuk mencapai iman, pengharapan, dan kasih yang permanen/sempurna--kita belajar dari Tabernakel--:

  1. Proses pertama untuk mencapai iman, pengharapan, dan kasih yang sempurna: gereja Tuhan harus memiliki dasar yang kuat--halaman Tabernakel.
    Praktiknya:


    • Pintu gerbang= iman; percaya kepada Yesus sebagai satu-satunya Juruselamat.
      Roma 10: 17
      10:17. Jadi, iman timbul dari pendengaran, dan pendengaran oleh firman Kristus.

      Iman yang benar berasal dari firman kristus, artinya firman yang diurapi Roh Kudus--dibukakan rahasianya oleh Roh Kudus yaitu ayat yang satu menerangkan ayat yang lain dalam alkitab. Ini yang penting.
      Kalau diterangkan dengan ilustrasi, lawak, imannya tidak akan benar; hanya emosi dan lain-lain.

      Kita yang menyampaikan dan mendengar firman juga harus diurapi oleh Roh Kudus, sehingga kita bisa mengerti firman--ditulis di dahi--, dan percaya--menjadi iman di dalam hati.
      Ini artinya membuka pintu hati, yang sama dengan membuka pintu gerbang sorga.

      Inilah iman yang benar. firmannya benar, dan cara mendengarnya juga benar--diurapi--yaitu membuka pintu telinga--mendengar firman--, pintu pikiran--mengerti--, dan pintu hati--percaya.


    • Mezbah korban bakaran= bertobat; berhenti berbuat dosa dan kembali kepada Tuhan; mati terhadap dosa--dosa sudah dibakar di atas kayu salib.
      Dulu binatang korban dibakar di atas mezbah untuk pengampunan dosa, sekarang sudah digenapkan dalam kurban Kristus.

      Ciri iman yang benar adalah bisa bertobat. Kalau iman hanya dari ilustrasi, lawak dan lain-lain, tidak akan bisa bertobat. Hanya senang saat mendengar tetapi tidak bisa bertobat; pelayan Tuhan tetap saja berbuat dosa.


    • Bejana pembasuhan= baptisan air.
      Baptisan air yang benar adalah orang yang sudah percaya Yesus dan bertobat--mati terhadap dosa--harus dikuburkan dalam air bersama Yesus dan bangkit--keluar dari dalam air--bersama Yesus sehingga mendapatkan hidup baru/hidup sorgawi.
      Hidup baru sama dengan mengalami baptisan Roh Kudus, yaitu hidup dalam kebenaran.

      Semua aspek hidup kita harus benar. Kalau sudah hidup dalam kebenaran, kita sudah tidak lagi di bawah kutukan dosa, tetapi kasih karunia.
      Roma 6: 12-14
      6:12. Sebab itu hendaklah dosa jangan berkuasa lagi di dalam tubuhmu yang fana, supaya kamu jangan lagi menuruti keinginannya.
      6:13. Dan janganlah kamu menyerahkan anggota-anggota tubuhmu kepada dosa untuk dipakai sebagai senjata kelaliman, tetapi serahkanlah dirimu kepada Allah sebagai orang-orang, yang dahulu mati, tetapi yang sekarang hidup. Dan serahkanlah anggota-anggota tubuhmu kepada Allah untuk menjadi senjata-senjata kebenaran.
      6:14. Sebab kamu tidak akan dikuasai lagi oleh dosa, karena kamu tidak berada di bawah hukum Taurat, tetapi di bawah kasih karunia.

      'hendaklah dosa jangan berkuasa lagi di dalam tubuhmu yang fana'= hidup benar.
      Kita hidup benar setelah itu kita bisa menjadi senjata kebenaran, yaitu imam dan raja yang beribadah melayani Tuhan sesuai dengan jabatan pelayanan dari Tuhan, dengan setia dan benar.

      Hasilnya: (ayat 14) kita hidup dalam kasih karunia Tuhan, yang tidak bisa dikalahkan oleh apapun juga; di manapun, kapanpun, situasi apapun kita bisa hidup terpelihara dari kemurahan Tuhan, sampai hidup kekal selamanya.


    Inilah proses untuk mencapai iman, pengharapan, dan kasih yang sempurna, yaitu dimulai dari dasarnya: hidup benar sampai menjadi senjata kebenaran.


  2. Proses kedua untuk mencapai iman, pengharapan, dan kasih yang sempurna: gereja Tuhan harus diisi dengan benih ilahi--ruangan suci--; dasarnya sudah benar, sekarang dilanjutkan pada bangunannya.
    Tadi sudah punya dasar yang benar yaitu hidup benar dan menjadi senjata kebenaran, tetapi tidak boleh kosong. Petrus sudah jadi hamba Tuhan tetapi kosong; tidak punya kasih--ia memotong telinga Malkus. Bahaya kalau gereja Tuhan kosong! Hanya ada bentuk kebenaran dan senjata kebenaran tetapi kosong. Petrus bisa menyangkal Tuhan; Yudas bisa mencuri dan menjual Yesus; Demas mengikuti dunia lagi dan sebagainya.

    Karena itu gereja Tuhan harus diisi dengan benih ilahi--ruangan suci.
    Ruangan suci= kandang penggembalaan; tergembala dengan benar dan baik; ketekunan dalam tiga macam ibadah pokok:


    • Meja roti sajian= ketekunan dalam ibadah pendalaman alkitab dan perjamuan suci; gereja Tuhan diisi dengan firman pengajaran yang benar dan perjamuan suci--dua belas roti disusun menjadi dua susun, enam buah sesusun--66; menunjuk pada alkitab/pengajaran yang benar--, sehingga:


      1. Firman pengajaran yang benar mendarah daging dalam hidup kita; iman bertumbuh.
      2. Gereja Tuhan memiliki iman yang teguh/kuat/suci--tahan uji; tidak goyah, roboh, jatuh, dan tersesat oleh pencobaan, dosa-dosa dan puncaknya dosa, dan ajaran palsu, tetapi selalu menang.


      Ini gunanya ibadah pendalaman alkitab. Kita sedang menghadapi hantaman dari setan lewat pencobaan, dosa, ajaran palsu dan lain-lain. Tetapi kalau ada iman yang kuat lewat firman dan perjamuan suci, kita akan selalu berkemenangan bersama Tuhan. Jangan roboh, tetapi tetap bersama Tuhan!


    • Pelita emas= ketekunan dalam ibadah raya; gereja Tuhan diisi dengan Roh Kudus di dalam urapan dan karunia-karunia-Nya, sehingga: gereja Tuhan selalu setia berkobar-kobar dan taat dengar-dengaran.
      Roma 12: 11 => Roh Kudus membuat kita setia berkobar-kobar
      12:11. Janganlah hendaknya kerajinanmu kendor, biarlah rohmu menyala-nyala dan layanilah Tuhan.

      Roma 8: 15 => Roh Kudus membuat kita bisa taat dengar-dengaran
      8:15. Sebab kamu tidak menerima roh perbudakan yang membuat kamu menjadi takut lagi, tetapi kamu telah menerima Roh yang menjadikan kamu anak Allah. Oleh Roh itu kita berseru: "ya Abba, ya Bapa!"

      Taat dengar-dengaran sama dengan takut akan Tuhan. Mengapa tidak taat pada Tuhan? Karena ada roh perbudakan--takut pada sesuatu sampai melawan Tuhan.
      Misalnya diperbudak oleh bos, disuruh berbuat curang, lalu mengikuti bos karena takut dipecat. Itu bukan Roh Kudus, tetapi roh perbudakan.

      Murid-murid diancam mahkamah agama, supaya mereka tidak mengajar lagi, tetapi mereka taat kepada Tuhan. Kalau mereka takut, mereka akan taat kepada mahkamah agama yang pengajarannya salah.

      Pada kesempatan ini biar kita diisi Roh Kudus supaya kita menjadi setia dan taat. Ini sama dengan memiliki pengharapan, termasuk pengharapan untuk menantikan kedatangan Tuhan kedua kali--pelita tetap menyala--sehingga kita menjadi terang kesaksian di rumah tangga, penggembalaan, di depan orang, antar penggembalaan, sampai menjadi terang dunia--Israel dan kafir menjadi satu tubuh Kristus yang sempurna, yang siap untuk menyambut kedatangan Yesus kedua kali.


    • Mezbah dupa emas= ketekunan dalam ibadah doa; gereja Tuhan diisi dengan kasih Allah sehingga gereja Tuhan bisa saling mengaku dan mengampuni, bukan saling menghakimi.

      Kalau bersalah tetapi tidak mau mengaku, berarti tidak punya kasih.
      Kita harus mengaku pada Tuhan dan sesama dengan sejujur-jujurnya. Jika diampuni, jangan berbuat dosa lagi--bukti bahwa kita memiliki kasih.
      Kalau kita yang benar, kita mengampuni dosa orang lain dan melupakannya.
      Hasilnya: darah Yesus membasuh semua dosa kita, dan kita merasakan damai sejahtera.

      Kalau ada kasih, tidak akan ada tempat bagi dosa. Dosa selesai, dan kita mengalami damai sejahtera, semua menjadi enak dan ringan. Semakin enak dan ringan, kita semakin terangkat. Kalau masih letih lesu dan berbeban berat, berarti sedang tenggelam. Hati-hati! Jangan-jangan tidak punya kasih.

      Tanpa kasih, dosa akan bergentayangan; dosanya sendiri ditutupi lewat menyalahkan Tuhan dan orang lain, dosanya orang lain juga tidak pernah diampuni, tetapi dihakimi.


    Tadi, manusia berdosa tidak mempunyai bentuk--sudah campur baur dengan dosa. Karena itu harus ada dasar yang kuat: hidup benar dan menjadi senjata kebenaran. Kita hidup di bawah kasih karunia Tuhan. Tetapi jangan kosong!
    Setelah itu harus diisi lewat ketekunan dalam kandang penggembalaan. Mulai dengan diisi firman pengajaran dan perjamuan suci--iman yang teguh--, Roh Kudus--pengharapan; pelita tetap menyala--, dan kasih Allah--kasih. Kita mengalami damai sejahtera, dan semua menjadi enak dan ringan.

    Jadi, di dalam kandang penggembalaan--ketekunan dalam tiga macam ibadah pokok--, gereja Tuhan akan diisi dengan benih ilahi secara terus menerus.
    Ini gunanya penggembalaan, bukan diisi sekali lalu ditinggal. Banyak kali hanya diisi sekali, setelah itu tidak beribadah, pasti habis. Harus diisi benih ilahi secara terus menerus lewat penggembalaan, sehingga gereja Tuhan memiliki:


    • Iman yang teguh sampai iman yang sempurna.
    • Pengharapan sampai pengharapan yang sempurna.
    • Kasih sampai kasih yang sempurna.


    Di mana tempat iman, pengharapan, dan kasih yang sempurna? Sudah di ruangan maha suci.


  3. Proses ketiga untuk mencapai iman, pengharapan, dan kasih yang sempurna: gereja Tuhan memiliki iman, pengharapan, dan kasih yang sempurna--ruangan maha suci.
    Dosa, kejahatan, kenajisan, kesulitan dan lain-lain meningkat hari-hari ini, karena itu kita juga harus meningkat. Jangan di dasar terus! Memang hidup dalam kasih karunia, kita dipelihara dan diberkati, tetapi saat menghadapi pencobaan dan dosa yang meningkat, tanpa isi, kita akan sama seperti Petrus. Petrus hebat, tetapi menghadapi budak kecil, ia sudah menyangkal Tuhan--tanpa kasih.
    Yudas Iskariot hebat tetapi tidak kuat menghadapi keinginan akan uang.

    Kita harus digembalakan; diisi dengan iman, pengharapan, dan kasih secara terus menerus sampai sempurna/permanen, kita sudah berada di ruangan maha suci:


    • Meja roti sajian sudah menjadi buli-buli emas berisi manna--iman yang permanen/sempurna.
    • Pelita emas sudah menjadi tongkat Harun yang bertunas, berbunga, dan berbuah--pengharapan yang permanen.
    • Mezbah dupa emas sudah menjadi dua loh batu--kasih yang sempurna.

Sekarang kita belajar tentang dua loh batu, karena wahyu 8 terkena pada dua loh batu.
Ada dua macam dua loh batu:

  1. Keluaran 32: 19
    32:19. Dan ketika ia dekat ke perkemahan itu dan melihat anak lembu dan melihat orang menari-nari, maka bangkitlah amarah Musa; dilemparkannyalah kedua loh itu dari tangannya dan dipecahkannya pada kaki gunung itu.

    Yang pertama: dua loh batu yang mula-mula; batunya dari Tuhan, dan ditulisi oleh tangan Tuhan. Itulah pribadi Yesus sebagai perwujudan kasih Allah yang sempurna, yang harus mati di kayu salib--dua loh batu dipecahkan--untuk menebus dosa kita dan menyelamatkan kita manusia berdosa.

    Cukup Yesus yang mati, supaya kita tidak mati dan binasa.
    Dulu saat bangsa Israel menyembah lembu emas, kalau Musa membawa dua loh batu--salah satu hukum adalah jangan menyembah berhala--, seluruh bangsa Israel harus mati. Karena itu lebih baik satu orang yang mati dari pada seluruh dunia mati binasa.

    Karena dua loh batu yang mula-mula dipecahkan, Tuhan memerintahkan Musa untuk membuat yang baru.


  2. Keluaran 34: 1
    34:1. Berfirmanlah TUHAN kepada Musa: "Pahatlah dua loh batu sama dengan yang mula-mula, maka Aku akan menulis pada loh itu segala firman yang ada pada loh yang mula-mula, yang telah kaupecahkan.

    Yang kedua: dua loh batu yang baru, yang sama dengan yang mula-mula; batunya dari gunung Sinai--dunia--, tetapi ditulisi oleh Allah.
    Batu yang keras menunjuk pada manusia berdosa yang keras hati.

    Jadi dua loh batu yang baru artinya manusia berdosa yang dibentuk menjadi sempurna, sama mulia dengan Yesus--mempelai wanita Tuhan--; ini yang ditempatkan di dalam peti perjanjian.

    Prosesnya:


    • Proses pertama: harus mengalami penebusan oleh darah Yesus dari dosa-dosa--dua loh batu yang mula-mula harus dipecahkan.
      1 Petrus 1: 18-19
      1:18. Sebab kamu tahu, bahwa kamu telah ditebus dari cara hidupmu yang sia-sia yang kamu warisi dari nenek moyangmu itu bukan dengan barang yang fana, bukan pula dengan perak atau emas,
      1:19. melainkan dengan darah yang mahal, yaitu darah Kristus yang sama seperti darah anak domba yang tak bernoda dan tak bercacat.

      Kita ditebus dari


      1. Dosa warisan nenek moyang, termasuk dosa adat istiadat yang tidak sesuai dengan kebenaran firman.
      2. Dosa sendiri: perbuatan, angan-angan, dan perkataan dosa, sampai puncaknya dosa yaitu dosa makan minum dan kawin mengawinkan.


      Kalau ada dosa, tidak akan bisa menjadi dua loh batu yang baru. Karena itu dua loh batu yang mula-mula harus dipecahkan lebih dulu, supaya ada dua loh batu yang baru.
      Kalau tidak perlu ditebus, dua loh batu yang mula-mula tidak perlu dipecahkan, dan tidak perlu membuat yang baru.

      Kalau kita tetap berbuat dosa, hidup ini tidak ada artinya; tidak akan bisa dibentuk menjadi mempelai. Semua dosa harus diselesaikan, baru bisa dibentuk sampai menjadi sempurna!


    • Proses kedua: pemahatan--oleh pedang tajam bermata dua--, artinya:


      1. Tajam pertama: penyucian oleh firman pengajaran yang lebih tajam dari pedang bermata dua.
        Yang disucikan:


        1. Hati.
          Matius 15: 19
          15:19. Karena dari hati timbul segala pikiran jahat(1), pembunuhan(2), perzinahan(3), percabulan(4), pencurian(5), sumpah palsu(6) dan hujat(7).

          Pikiran jahat= prasangka buruk.
          Pembunuhan= kebencian.

          Hati disucikan dari tujuh keinginan jahat dan najis, dan kepahitan, sehingga menjadi hati yang suci, yang diisi dengan Roh Kudus dengan tujuh manifestasinya--seperti pelita yang menyala; hati yang terang; hidup jadi terang.

          Kalau ada tujuh dosa--tujuh pelita padam; hati gelap--akan mata gelap--hidupnya membabi buta.


        2. Perbuatan disucikan.
        3. Perkataan dosa disucikan, sampai tidak ada dusta--kita dipahat menjadi dua loh batu yang baru.


      2. Tajam kedua: pembaharuan. Kalau sudah tidak ada dusta, baru bisa dibaharui. Selama masih ada dusta, berarti masih manusia lama; batu keras di gunung Sinai. Jangankan di tangan Tuhan, di tangan Musa saja, belum dipahat.
        Jangan ada dusta!

        Yehezkiel 11: 19
        11:19. Aku akan memberikan mereka hati yang lain dan roh yang baru di dalam batin mereka; juga Aku akan menjauhkan dari tubuh mereka hati yang keras dan memberikan mereka hati yang taat,

        Kalau sudah tidak ada dusta--hati dibaharui--, kita pasti bisa taat sampai daging tidak bersuara--Yesus taat sampai mati di kayu salib.

        Jadi pembaharuan hati sama dengan taat dengar-dengaran.


      Kita memang batu keras--berdosa--, tetapi kita mau ditebus--membuang dosa--, disucikan sampai tidak ada dusta, dan dibaharui sampai taat dengar-dengaran.


    • Proses ketiga: penulisan--'Pahatlah dua loh batu sama dengan yang mula-mula, maka Aku akan menulis pada loh itu'.
      Proses penulisan= penyembahan kepada Tuhan--hubungan pribadi dengan Tuhan.

      Di dalam doa penyembahan, Tuhan sedang menuliskan kasih yang sempurna dalam kehidupan kita.

Inilah dua loh batu yang baru yaitu kita bisa mengasihi Tuhan lebih dari semua, dan mengasihi sesama seperti diri sendiri, bahkan mengasihi orang yang memusuhi kita.
Markus 12: 28-31
12:28. Lalu seorang ahli Taurat, yang mendengar Yesus dan orang-orang Saduki bersoal jawab dan tahu, bahwa Yesus memberi jawab yang tepat kepada orang-orang itu, datang kepada-Nya dan bertanya: "Hukum manakah yang paling utama?"
12:29. Jawab Yesus: "Hukum yang terutama ialah: Dengarlah, hai orang Israel, Tuhan Allah kita, Tuhan itu esa.
12:30.
Kasihilah Tuhan, Allahmu, dengan segenap hatimu dan dengan segenap jiwamu dan dengan segenap akal budimu dan dengan segenap kekuatanmu.
12:31. Dan hukum yang kedua ialah:
Kasihilah sesamamu manusia seperti dirimu sendiri. Tidak ada hukum lain yang lebih utama dari pada kedua hukum ini."

Ayat 30= loh batu pertama: mengasihi Tuhan lebih dari semua.
Ayat 31= loh batu kedua: mengasihi sesama seperti diri sendiri bahkan mengasihi orang yang memusuhi kita.

Ini yang Tuhan tuliskan dalam doa penyembahan. Kita menerima firman--dipahat--, dan kita bisa menyembah Tuhan. Saat menyembah adalah saat Tuhan menuliskan kasih yang sempurna dalam hidup kita.

Hasilnya:

  1. Markus 12: 32-34
    12:32. Lalu kata ahli Taurat itu kepada Yesus: "Tepat sekali, Guru, benar kata-Mu itu, bahwa Dia esa, dan bahwa tidak ada yang lain kecuali Dia.
    12:33. Memang mengasihi Dia dengan segenap hati dan dengan segenap pengertian dan dengan segenap kekuatan, dan juga mengasihi sesama manusia seperti diri sendiri adalah jauh lebih utama dari pada semua korban bakaran dan korban sembelihan."
    12:34. Yesus melihat,
    bagaimana bijaksananya jawab orang itu, dan Ia berkata kepadanya: "Engkau tidak jauh dari Kerajaan Allah!" Dan seorangpun tidak berani lagi menanyakan sesuatu kepada Yesus.

    Ahli Taurat adalah batu keras. Biasanya menentang Yesus, tetapi kali ini ia berkata: Tepat sekali, Guru.
    Dulu di injil Markus Tuhan menemukan satu batu keras yang mau dipahat dan ditulisi. Siapa tahu malam ini juga ada. Kita sudah batu keras selama ini, Tuhan mau mengambil kita malam ini untuk dipahat--diperbaiki--dan ditulisi kasih Allah. Siapa tahu malam ini Tuhan menemukan satu orang batu keras seperti ahli Taurat.

    Di sini batu keras adalah laki-laki--gembala, ayah--, bukan kasih yang ada, tetapi keinginan, ambisi, emosi, sampai hidup ini berguling-guling seperti batu keras. Hidup itu susah.
    Biarlah hidup kita ditemukan oleh Tuhan; kita mau dipahat dan ditulisi dengan kasih Tuhan.

    Hasilnya luar biasa:


    1. 'Engkau tidak jauh dari Kerajaan Allah!'= kita mengalami kebahagiaan sorga. Air mata dihapuskan.
    2. 'bagaimana bijaksananya jawab orang itu'= kita menerima hikmat dari sorga, yang lebih dari dunia ini.
      Amsal 24: 14
      24:14. Ketahuilah, demikian hikmat untuk jiwamu: Jika engkau mendapatnya, maka ada masa depan, dan harapanmu tidak akan hilang.

      Hikmat dari sorga menjamin masa depan yang berhasil dan indah, bahkan mampu menghadapi krisis di dunia.
      Pengkhotbah 10: 10
      10:10. Jika besi menjadi tumpul dan tidak diasah, maka orang harus memperbesar tenaga, tetapi yang terpenting untuk berhasil adalah hikmat.

      'besi menjadi tumpul dan tidak diasah'= krisis.
      Cari hikmat sorga, yaitu mengasihi Tuhan dan sesama. Itu yang membuat berhasil dan indah, bahkan saat menghadapi krisis Tangan kasih Tuhan yang bekerja bagi kita.


    3. 'tidak berani lagi menanyakan'= tidak ada lagi pertanyaan= tidak ada masalah; semua masalah yang mustahil diselesaikan oleh tangan kasih Tuhan. Tidak ada air mata lagi.


    Di sini, Tuhan menemukan seorang batu keras yaitu seorang laki-laki.
    Laki-laki seringkali keras hati--mempertahankan dosa, kebenaran sendiri. Berhenti malam ini! Kita bisa ditebus, dipahat--disucikan dan diubahkan--, dan ditulisi kasih--bisa menyembah.

    Kita hanya menyerah kepada Tuhan. Ada kebahagiaan--air mata dihapuskan--, kebijaksanaan--jaminan dari Tuhan--, dan penyelesaian masalah dari Tuhan.


  2. Wanita--Maria Magdalena yang dirasuk tujuh setan (batu keras).
    Yohanes 20: 11-16
    20:11. Tetapi Maria berdiri dekat kubur itu dan menangis. Sambil menangis ia menjenguk ke dalam kubur itu,
    20:12. dan tampaklah olehnya dua orang malaikat berpakaian putih, yang seorang duduk di sebelah kepala dan yang lain di sebelah kaki di tempat mayat Yesus terbaring.
    20:13. Kata malaikat-malaikat itu kepadanya: "Ibu, mengapa engkau menangis?" Jawab Maria kepada mereka: "Tuhanku telah diambil orang dan aku tidak tahu di mana Ia diletakkan."
    20:14. Sesudah berkata demikian ia menoleh ke belakang dan melihat Yesus berdiri di situ, tetapi ia tidak tahu, bahwa itu adalah Yesus.
    20:15. Kata Yesus kepadanya: "Ibu, mengapa engkau menangis? Siapakah yang engkau cari?" Maria menyangka orang itu adalah penunggu taman, lalu berkata kepada-Nya: "Tuan, jikalau tuan yang mengambil Dia, katakanlah kepadaku, di mana tuan meletakkan Dia, supaya aku dapat mengambil-Nya."
    20:16. Kata Yesus kepadanya: "Maria!" Maria berpaling dan berkata kepada-Nya dalam bahasa Ibrani: "Rabuni!", artinya Guru.

    Maria Magdalena kaya, tetapi menangis. Artinya kekayaan tidak bisa menolong kita; tidak bisa menjamin kebahagiaan dan menghapus air mata. Hanya kasih Tuhan yang bisa menjamin kebahagiaan kita; sekalipun miskin kalau ada kasih Tuhan kita akan bahagia.

    Mengapa Maria Magdalena menangis? 'Tuhanku telah diambil orang' artinya menangis karena terpisah dari Tuhan; ada jarak dengan Tuhan.
    Saat kita mulai jauh dari Tuhan, air mata akan mulai mengalir. Biar berkata: Bahagia, tetapi sebenarnya ada air mata yang mengalir. Ini yang harus disadari.
    Sekalipun kaya, Maria sadar bahwa kalau ada jarak dengan Tuhan, air mata akan mengalir.

    Maria memang sudah dilepaskan dari tujuh setan, tetapi dia perlu pemahatan--penyucian dan pembaharuan--lebih lanjut untuk ditulisi kasih.

    Yang harus disucikan adalah


    1. Maria harus selalu dekat dengan Tuhan; selalu setia dalam ibadah pelayanan. Ini yang harus disucikan malam ini.
      Jangan terpisah dari Tuhan!

      Maria menangis karena ia rindu dekat dengan Tuhan.
      Kita banyak menangis saat dalam pencobaan, kurang uang, sakit, boleh, tetapi adakah kita menangis saat kita tidak bisa beribadah--terpisah dari Tuhan--? Seringkali kita tidak menangis, malah tertawa-tawa. Ini yang harus disucikan dan dibaharui, supaya kita selalu dekat dengan Tuhan--setia dalam ibadah pelayanan kepada Tuhan, membaca firman, doa penyembahan dan sebagainya.

      Jangan sampai ada jarak dengan Tuhan, supaya air mata jangan mengalir!


    2. Prasangka buruk; selalu menyalahkan atau menghakimi orang lain--'Tuan, jikalau tuan yang mengambil Dia, katakanlah kepadaku, di mana tuan meletakkan Dia'--= dosa kebenaran sendiri.
      Harus disucikan!


    'Kata Yesus kepadanya: "Maria!" Maria berpaling dan berkata kepada-Nya dalam bahasa Ibrani: "Rabuni!", artinya Guru'= saat kita mengalami penyucian yang lebih mendalam oleh firman pengajaran yang benar--dekat lagi dengan Tuhan--, saat itu kita mengenal Tuhan sedalam-dalamnya, dan Dia mengenal kita sedalam-dalamnya. Dia mengerti, memperhatikan, dan mempedulikan keadaan kita. Apapun keadaan kita malam ini, kalau kita terkena firman, berarti kita mengenal Tuhan sedalam-dalamnya, dan Dia mengenal kita sedalam-dalamnya, dan Dia menuliskan kasih yang sempurna untuk menyelesaikan semua masalah dan menghapus air mata kita, sampai menyempurnakan kita.

Inilah dua loh batu--salah satu isi dari gereja Tuhan.
Bagaimana cara untuk memiliki isi yang permanen? Perbaiki dulu dasarnya--halaman--, kita hidup benar dan menjadi senjata kebenaran.
Kemudian digembalakan--ruangan suci--, sampai sempurna--berada di ruangan maha suci.

Malam ini, batu keras mau dibentuk dan ditulisi menjadi dua loh batu. Laki-laki ditulisi--bisa mengasihi--, dan perempuan juga ditulisi--jangan ada kebenaran sendiri dan jangan tidak setia--, sampai Tuhan mengenal kita sedalam-dalamnya dan kita mengenal Dia sedalam-dalamnya. Dia memperhatikan dan mempedulikan kita. Manusia tidak memperhatikan, tidak apa-apa, yang penting Tuhan memperhatikan kita.

Jangan menjadi batu keras, banyak air mata dan kesulitan/kesusahan! Untuk suami, isteri, jangan membawa air mata di tengah rumah tangga, tetapi bawa kebahagiaan sorga. Jangan keras hati! Anak-anak jangan keras hati demi masa depanmu!
Biarpun batu keras, kalau mau diambil Tuhan malam ini--dipahat dan ditulisi--, masih sempat Dia menolong kita. Sekalipun tidak ada yang tahu, tetapi Tuhan tahu kita sedalam-dalamnya.

Tuhan tahu pergumulan kita. Dia memperhatikan,, mempedulikan, dan bergumul untuk menuliskan kasih Allah dan mengulurkan tangan-Nya bagi kita. Dia berperang ganti kita; menyelesaikan semua masalah, menghapus air mata--semua selesai--, sampai menyempurnakan kita untuk menjadi mempelai-Nya yang siap untuk menyambut kedatangan-Nya kedua kali di awan-awan yang permai. Kita hanya bersorak-sorai: Haleluya; kita bersama Dia selamanya.

Tuhan memberkati.

kembali ke halaman sebelumnya
IBADAH RUTIN DI MALANG

Minggu jam 06:45 (Ibadah Raya)
Minggu jam 10:15 (Ibadah Sekolah Minggu)
Selasa jam 17:15 (Ibadah Pendalaman Alkitab)
Rabu jam 07:30 (Ibadah Kaum Wanita)
Kamis jam 17:15 (Ibadah Doa Penyembahan)
Sabtu jam 17:15 (Ibadah Kaum Muda Remaja)

IBADAH RUTIN DI MEDAN
Royal Room Hotel Danau Toba Internasional
Jl. Imam Bonjol Medan

Minggu, jam 18:45 (Ibadah Raya)
Senin, jam 08:00 (Ibadah Pendalaman Alkitab)
Senin, jam 17:30 (Ibadah Pendalaman Alkitab)

IBADAH RUTIN DI SURABAYA

Minggu jam 09:30 (Ibadah Sekolah Minggu)
Minggu jam 10:55 (Ibadah Raya)
Rabu jam 17:30 (Ibadah Pendalaman Alkitab)
Jumat jam 17:30 (Ibadah Doa Penyembahan)


IBADAH RUTIN DI JAKARTA
Jl. Patra Kuningan XIV no.4
Jakarta Selatan
Sabtu, jam 09:00 (Ibadah Pendalaman Alkitab)

IBADAH KUNJUNGAN
  • 23-25 Juli 2019
    (Ibadah Kunjungan di Tana Toraja)

  • 05-09 Agustus 2019
    (Ibadah Kunjungan di India)

  • 20-22 Agustus 2019
    (Ibadah Kunjungan di Medan)

  • 04-05 September 2019
    (Ibadah Kunjungan di Semarang)

  • 17-19 September 2019
    (Ibadah Persekutuan di Malang)

  • 24-25 September 2019
    (Ibadah Kunjungan di Sorong)

  • 13-17 April 2020
    (Ibadah Kunjungan di Korea Selatan)

All Right Reserved Gereja Pantekosta Tabernakel "KRISTUS KASIH"
Jln. Simpang Borobudur 27 Malang | Telp: (0341) 496949 | Fax: (0341) 476751 » Lihat Peta Gereja Kami di Malang
Jln. WR Supratman 4 Surabaya | Telp. 08123300378 » Lihat Peta Gereja Kami di Surabaya
hubungi kami | email: info@gptkk.org | sitemap | top