English Language | Form Penggembalaan
RINGKASAN KOTBAH IBADAH RUTIN DAN IBADAH KUNJUNGAN
RINGKASAN LAINNYA

Ibadah Doa Malang, 07 Maret 2017 (Selasa Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Matius 14:13
14:13 Setelah Yesus mendengar berita itu...

Ibadah Persekutuan Kartika Malang IV, 02 Juli 2009 (Kamis Pagi)
Disertai dengan PENAMATAN LEMPINEL ANGKATAN XXXI

Lukas 23:43.
Tema kebaktian persekutuan tubuh Kristus kali ini...

Ibadah Kenaikan Tuhan Ngunut, 18 Mei 2012 (Jumat Sore)
Kita berkumpul untuk memperingati kenaikan/ keangkatan Tuhan ke Sorga. Kita berdoa supaya kita juga mengalami...

Ibadah Raya Surabaya, 07 Juni 2015 (Minggu Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayangnya TUHAN kita Yesus Kristus. Selamat malam, selamat mendengarkan firman TUHAN. Biarlah damai...

Ibadah Doa Malang, 26 Mei 2015 (Selasa Sore)
Pembicara: Pdt. Mikha Sanda Toding

Matius 14:22-33
14:22 Sesudah itu Yesus...

Ibadah Pendalaman Alkitab Surabaya, 19 Oktober 2018 (Jumat Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayangnya TUHAN kita Yesus Kristus. Selamat malam, selamat mendengarkan firman TUHAN. Biarlah damai...

Ibadah Doa Surabaya, 15 Oktober 2014 (Rabu Sore)
Pembicara: Pdm. Otniel Sudarjo

Puji syukur kepada Tuhan dan kami mengucapkan salam sejahtera dalam kasih dan kemurahan Tuhan.

Wahyu 2:...

Ibadah Jumat Agung Surabaya, 30 Maret 2018 (Jumat Siang)
Salam sejahtera dalam kasih sayangnya TUHAN kita Yesus Kristus. Selamat siang, selamat mendengarkan firman TUHAN. Biarlah damai...

Ibadah Raya Surabaya, 06 Desember 2015 (Minggu Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayangnya TUHAN kita Yesus Kristus. Selamat malam, selamat mendengarkan firman TUHAN. Biarlah damai...

Ibadah Raya Malang, 01 Maret 2015 (Minggu Pagi)
Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Wahyu pasal 2-3 menunjuk 7 percikan darah...

Ibadah Pendalaman Alkitab Malang, 24 Januari 2013 (Kamis Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Matius 28 :11-15 adalah tentang dusta...

Ibadah Pendalaman Alkitab Malang, 02 Maret 2017 (Kamis Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Wahyu 5:1
5:1 Maka aku melihat di tangan kanan...

Ibadah Doa Malang, 15 Mei 2012 (Selasa Sore)
Matius 27 dalam susunan tabernakel terkena pada 7 percikan darah di atas tabut perjanjian.
Sekarang...

Ibadah Pendalaman Alkitab, 03 September 2009 (Kamis Sore)
Matius 24:32-35
NUBUAT TENTANG POHON ARA/ISRAEL
Disini pohon ara rantingnya mulai melembut dan bertunas, serta berbuah. Ini dikaitkan...

Ibadah Doa Surabaya, 29 Juni 2018 (Jumat Sore)
Dari rekaman Ibadah Doa di Semarang

Salam sejahtera dalam kasih sayangnya TUHAN kita Yesus Kristus. Selamat malam, selamat mendengarkan...


TRANSKRIP LENGKAP

Doa Surabaya (Rabu, 26 November 2014)
Tayang: 10 Mei 2019
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 24 November 2014)
Tayang: 10 Mei 2019
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 23 November 2014)
Tayang: 07 Januari 2019
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 19 November 2014)
Tayang: 07 Januari 2019
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 17 November 2014)
Tayang: 07 Januari 2019
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 09 November 2014)
Tayang: 22 Agustus 2018
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 05 November 2014)
Tayang: 04 Juni 2018
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 03 November 2014)
Tayang: 04 Juni 2018
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 02 November 2014)
Tayang: 03 Maret 2018
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 20 Oktober 2014)
Tayang: 13 Desember 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 13 Oktober 2014)
Tayang: 13 Desember 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 12 Oktober 2014)
Tayang: 24 Oktober 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 08 Oktober 2014)
Tayang: 18 September 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 06 Oktober 2014)
Tayang: 05 September 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 05 Oktober 2014)
Tayang: 05 September 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 01 Oktober 2014)
Tayang: 05 September 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 29 September 2014)
Tayang: 24 Juni 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 21 September 2014)
Tayang: 19 Mei 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 17 September 2014)
Tayang: 29 April 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 15 September 2014)
Tayang: 29 April 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]



Untuk Koneksi Lambat, silahkan buka http://id.gptkk.org
Transkrip lengkap dari ibadah penggembalaan di Malang dan Surabaya, semuanya di bawakan oleh gembala sidang Pdt. Widjaja Hendra.

Silahkan kontak ke info@gptkk.org apabila bapak/ibu/sdr/sdri ada pertanyaan atau mungkin ingin berlangganan majalah Manna dan silahkan kirim email ke widjaja_h [at] yahoo.com apabila ingin konsultasi pribadi dengan bapak gembala
silahkan ganti tanda [at] dengan @
Cari ringkasan:   
[versi cetak]
Cari rekaman ibadah ini di: http://www.kabarmempelai.org
Ibadah Pendalaman Alkitab Surabaya, 23 Mei 2016 (Senin Sore)

Salam sejahtera dalam kasih sayangnya TUHAN kita Yesus Kristus. Selamat malam, selamat mendengarkan firman TUHAN. Biarlah damai sejahtera, kasih karunia, dan bahagia dari TUHAN senantiasa dilimpahkan di tengah-tengah kita sekalian.

Wahyu 4: 5-11
4:5. Dan dari takhta itu keluar kilat dan bunyi guruh yang menderu, dan tujuh obor menyala-nyala di hadapan takhta itu: itulah ketujuh Roh Allah.
4:6. Dan di hadapan takhta itu ada lautan kaca bagaikan kristal; di tengah-tengah takhta itu dan di sekelilingnya ada empat makhluk penuh dengan mata, di sebelah muka dan di sebelah belakang.
4:7. Adapun makhluk yang pertama sama seperti singa, dan makhluk yang kedua sama seperti anak lembu, dan makhluk yang ketiga mempunyai muka seperti muka manusia, dan makhluk yang keempat sama seperti burung nasar yang sedang terbang.
4:8. Dan keempat makhluk itu masing-masing bersayap enam, sekelilingnya dan di sebelah dalamnya penuh dengan mata, dan dengan tidak berhenti-hentinya mereka berseru siang dan malam: "Kudus, kudus, kuduslah Tuhan Allah, Yang Mahakuasa, yang sudah ada dan yang ada dan yang akan datang."
4:9. Dan setiap kali makhluk-makhluk itu mempersembahkan puji-pujian, dan hormat dan ucapan syukur kepada Dia, yang duduk di atas takhta itu dan yang hidup sampai selama-lamanya,
4:10. maka tersungkurlah kedua puluh empat tua-tua itu di hadapan Dia yang duduk di atas takhta itu, dan mereka menyembah Dia yang hidup sampai selama-lamanya. Dan mereka melemparkan mahkotanya di hadapan takhta itu, sambil berkata:
4:11. "Ya Tuhan dan Allah kami, Engkau layak menerima puji-pujian dan hormat dan kuasa; sebab Engkau telah menciptakan segala sesuatu; dan oleh karena kehendak-Mu semuanya itu ada dan diciptakan."

Ini adalah suatu kegerakan di takhta sorga, yang bagaikan kilat dan bunyi guruh--kegerakan yang dahsyat, cepat dan tidak bisa dihalangi oleh apapun juga.
Demikian juga kegerakan rohani di bumi harus merupakan pantulan dari kegerakan yang terjadi di takhta sorga--tidak boleh berbeda.

Jika kehidupan kita dipakai oleh TUHAN untuk beribadah melayani TUHAN, maka harus memperhatikan dua hal:

  1. Kita harus beribadah melayani TUHAN dalam suasana takhta sorga; seperti takhta sorga sejak di bumi ini. Bukan kegerakan sendiri, tetapi pantulan dari takhta sorga.
  2. Kita beribadah melayani TUHAN juga sampai ke takhta sorga, bersama Dia selamanya. Sekarang ini di bumi, tetapi ibadah pelayanannya bersuasana takhta sorga dan nanti satu waktu kita sampai di takhta sorga.

Malam ini kita belajar tanda-tanda ibadah pelayanan yang bersuasana takhta sorga:

  1. Wahyu 4: 8
    4:8. Dan keempat makhluk itu masing-masing bersayap enam, sekelilingnya dan di sebelah dalamnya penuh dengan mata, dan dengan tidak berhenti-hentinya mereka berseru siang dan malam: "Kudus, kudus, kuduslah Tuhan Allah, Yang Mahakuasa, yang sudah ada dan yang ada dan yang akan datang."

    Tanda pertama: 'Kudus kudus'= DASAR ibadah pelayanan yang bersuasana takhta sorga adalah kesucian.

    Ini yang banyak salah. Kami hamba TUHAN didorong untuk 'S' yang lain--supaya S3 dan lain-lain. Untuk bersuasana sorga yang penting adalah 'S' suci, bukan kepandaian, kekayaan, kedudukan dan yang lainnya. Sekarang, banyak beribadah melayani berdasarkan kepandaian dan lain-lain. Tidak memperhatikan lagi soal kesucian.

    Di luar kesucian, itu adalah sistem dunia. Misalnya: mau bekerja di bank, lulusan S1 jabatannya berbeda dengan lulusan S3.

    Dengan apa kita disucikan?
    Yohanes 15: 3
    15:3. Kamu memang sudah bersih karena firman yang telah Kukatakan kepadamu.

    Kita harus memperhatikan dasar ibadah pelayanan kita kepada TUHAN, yaitu kesucian.
    Kita disucikan lewat firman yang Yesus katakan kepada kita atau firman yang merupakan perkataan Yesus sendiri; firman yang dibukakan rahasianya, yaitu ayat yang satu menerangkan ayat yang lain dalam alkitab. Ini adalah pedang firman; firman pengajaran yang benar, yang lebih tajam dari pedang bermata dua dan bisa menyucikan.

    Jadi, setiap hamba TUHAN/pelayan TUHAN harus menerima pedang firman untuk bisa disucikan, supaya ibadah pelayanannya bersuasana takhta sorga.

    Syarat supaya bisa disucikan: ranting harus melekat pada pokok anggur yang benar.
    Artinya: kita harus tergembala pada satu firman pengajaran yang benar--pokok anggur yang benar; pribadi Yesus.

    Yohanes 15: 2, 4
    15:2. Setiap ranting pada-Ku yang tidak berbuah, dipotong-Nya dan setiap ranting yang berbuah, dibersihkan-Nya, supaya ia lebih banyak berbuah.
    15:4. Tinggallah di dalam Aku dan Aku di dalam kamu.
    Sama seperti ranting tidak dapat berbuah dari dirinya sendiri, kalau ia tidak tinggal pada pokok anggur, demikian juga kamu tidak berbuah, jikalau kamu tidak tinggal di dalam Aku.

    Kalau dibersihkan atau disucikan, akan berbuah. Kalau tidak, tidak akan berbuah dan akan dipotong.
    Seringkali kita tergembala pada orangnya. Seperti yang sudah kita alami, setelah orangnya dipanggil TUHAN, hilang.

    "Dulu kami pada zaman Pdt In Juwono, semua berkata: Pengajaran! Tetapi setelah orangnya meninggal, sudah bingung, tidak tahu yang mana. Karena tidak tergembala pada firman pengajaran yang benar, tetapi tergembala pada orangnya. Inilah kesalahan kita."

    Biarlah malam ini kita tergembala bagaikan carang melekat pada pokok anggur yang benar. Pokok anggur yang benar itu bukanlah manusia atau organisasi, tetapi firman pengajaran yang benar dan sampai kapanpun jangan kita lepaskan. TUHAN tolong kita.

    Apa yang harus disucikan supaya bisa berbuah?
    Efesus 5: 3-9
    5:3. Tetapi percabulan dan rupa-rupa kecemaran atau keserakahan disebut sajapun jangan di antara kamu, sebagaimana sepatutnya bagi orang-orang kudus.
    5:4. Demikian juga
    perkataan yang kotor, yang kosong atau yang sembrono--karena hal-hal ini tidak pantas--tetapi sebaliknya ucapkanlah syukur.
    5:5. Karena ingatlah ini baik-baik: tidak ada orang sundal, orang cemar atau orang serakah, artinya penyembah berhala, yang mendapat bagian di dalam Kerajaan Kristus dan Allah.
    5:6. Janganlah kamu disesatkan orang dengan
    kata-kata yang hampa, karena hal-hal yang demikian mendatangkan murka Allah atas orang-orang durhaka.
    5:7. Sebab itu janganlah kamu berkawan dengan mereka.
    5:8. Memang dahulu kamu adalah kegelapan, tetapi sekarang kamu adalah terang di dalam Tuhan. Sebab itu hiduplah sebagai anak-anak terang,
    5:9. karena terang hanya
    berbuahkan kebaikan dan keadilan dan kebenaran,

    Kalau ranting sudah melekat pada pokok anggur yang benar--tergembala pada satu pengajaran yang benar atau pribadi Yesus--, kita mulai dibersihkan--disucikan--sehingga berbuah.
    Yang harus disucikan adalah:


    • Mulai dari dosa kenajisan--percabulan. Disebut sajapun jangan, apalagi berbuat. Kalau mau melayani dengan sistem takhta sorga, tidak boleh ada percabulan.

      Dosa kenajisan= dosa percabulan dengan berbagai ragamnya, termasuk penyimpangan seks (homoseks, lesbian, seks pada diri sendiri), dan nikah yang salah. Kalau mau bersuasana takhta sorga, jangan dipertahankan, tetapi buang semua!

      Kalau ada percabulan bukan lagi bersuasana sorga, tetapi neraka--lawan takhta sorga adalah takhta setan.
      Jangankan berbuat, berkatapun jangan. Ini ketajaman firman!


    • Dosa kejahatan: kikir dan serakah.
      Kikir= tidak bisa memberi.
      Serakah= merampas milik orang lain (korupsi, hutang tidak bayar dan lain-lain), dan milik TUHAN (persepuluhan dan persembahan khusus), sampai milik sesama yang membutuhkan.
      Kikir dan serakah = penyembahan berhala.


    • Ayat 4= perkataan yang sia-sia: perkataan najis, perkataan kotor, gosip, dusta, dan fitnah, termasuk perkataan jenaka (di terjemahan lama).
      5:4. Demikian juga barang yang keji dan percakapan yang sia-sia dan jenaka, yaitu perkara yang tiada berlayak; melainkan lebih baik mengucap syukur.

      Fitnah= salah jadi benar, benar jadi salah.
      Jenaka= perkataan lawak. Apalagi dalam pemberitaan firman. Harus disucikan, supaya berbuah. Kalau di kitab Hakim-hakim, Simson--gambaran Roh Kudus--disuruh melawak di kuil Dagon--bukan di rumah TUHAN--dan 3000 orang mati rohaninya, tidak berbuah. Carang tidak dibersihkan tetapi dipotong. Kuil Dagon = penyembahan berhala.
      Sekarang, kita banyak yang senang dengan lawak-lawak, tetapi tidak menyucikan, justru membuat kita dipotong dan tidak berbuah.

      Perkataan sia-sia ('kata-kata yang hampa') hanya mendatangkan murka Allah (ayat 6). Benar-benar ngeri! Sekarang ibadah bukan dibuat sistem sorga, tetapi sistem dunia. Hamba-hamba TUHAN memakai cara-cara dunia, supaya orang senang. Misalnya, ada yang berkata: 'Kalau yang kotbah satu orang dan pakai ayat-ayat terus, orang bisa bosan. Coba kalau pakai lawak-lawak, orang bisa senang'. Padahal ini bahaya karena mendatangkan murka Allah. Harus dibukakan, supaya kita mengerti. Semoga TUHAN tolong ktia semua.


    Kalau kita disucikan dari dosa-dosa di atas--kenajisan, kejahatan, dan perkataan sia-sia--, maka kita hidup dalam terang dan berbuahkan: buah-buah kebenaran--hidup dalam kebenaran--, keadilan--tidak merugikan orang lain dan tidak memihak--, dan kebaikan--selalu berbuat baik kepada sesama, tidak membalas kejahatan dengan kejahatan, tetapi dengan kebaikan.

    "Saya selalu memberikan resep, supaya tidak memandang Si A, Si B (tidak pandang bulu), harus memihak TUHAN atau memihak pengajaran yang benar. Jika demikian, pasti adil, sekalipun kelihatan tidak adil atau keras."

    Kalau kita mau adil, kita harus memihak TUHAN--memihak Firman--, sehingga kita tidak bisa dikecoh dan terkecoh oleh air mata atau mulut manis.
    Contoh: Salomo menghadapi dua perempuan sundal karena salah satu anaknya mati. Anaknya yang hidup diperebutkan dua orang: 'Ini anakku, ini anakku'. Salomo tidak memihak siapa-siapa dan hanya memihak TUHAN--ambil pedang. Gampang saja. Selesai.

    Seringkali kita tidak adil karena melihat manusia--terkecoh.
    Dari pada dipotong, lebih baik membuang yang tidak benar. Dibersihkan semua, supaya kita bisa berbuah kebenaran. Kalau ranting sudah dipotong, tinggal dibakar saja.

    Kalau sudah ada buah kebenaran, keadilan, dan kebaikan sampai bisa membalas kejahatan dengan kebaikan seperti TUHAN Yesus, kita akan terus disucikan sampai menghasilkan buah kesempurnaan--buah mempelai wanita sorga yang sempurna--dan kita siap menyambut kedatangan Yesus kedua kali di awan-awan yang permai. Kita bisa sampai di takhta sorga.

    Beribadah melayani harus bersuasana takhta sorga. Apa dasarnya dalam melayani TUHAN? Kesucian, bukan kekayaan atau kepandaian. Dengan apa disucikan? Harus ada pedang. Di dalam ibadah harus ada pedang. Kalau tidak ada pedang, tidak ada suasana takhta sorga. Kalau lawak-lawak, itu suasana di kuil Dagon--suasana dunia--, sehingga dimurkai oleh TUHAN.
    Bagaimana kita bisa disucikan? Ranting harus melekat pada pokok anggur. Sudah ada pedang firman, kita harus tergembala.

    Jangan sampai sementara pedang menyambar, kita tidak ada--seperti Yudas dan Tomas. Yudas seringkali berkumpul dengan imam kepala dan ahli Taurat. Waktu Yesus bangkit dan menampakkan diri, Tomas tidak ada. Akhirnya Tomas tidak percaya kalau Yesus bangkit: 'Kalau belum lihat lambung-Nya yang ditikam dan tangan-Nya yang berlubang paku, aku tidak percaya.'

    Harus tergembala pada satu firman pengajaran yang benar, jangan beredar-edar. Kalau sudah melekat, tinggal dibersihkan dari dosa-dosa kejahatan, kenajisan, dan perkataan sia-sia. Kita hidup dalam terang dan berbuah kebenaran, keadilan, kebaikan sampai kesempurnaan. Kita menjadi mempelai wanita yang siap sedia untuk menyambut kedatangan Yesus ke dua kali di awan-awan yang permai. Kita tidak salah lagi dalam perkataan.

    Mulai dari dalam rumah tangga, perhatikan kesucian. Kemudian dalam penggembalaan sampai fellowship. Jaga kesucian! Semakin suci, kita semakin dipakai--bukan karena S1, S2, S3 dan sebagainya.


  2. Wahyu 4: 5
    4:5. Dan dari takhta itu keluar kilat dan bunyi guruh yang menderu, dan tujuh obor menyala-nyala di hadapan takhta itu: itulah ketujuh Roh Allah.

    'tujuh obor menyala-nyala' = kuasa Roh Kudus.

    Tanda kedua: MOTOR PENGGERAK ibadah pelayanan sistem takhta sorga adalah Roh Kudus, bukan uang dan lain-lain. Kalau uang, habis.

    "Saya sudah bersaksi. Kalau motor penggeraknya uang, tidak akan cukup."

    Kalau motor penggeraknya Roh Kudus, tidak bisa dihalangi.
    Buktinya:


    • 'dari takhta keluar kilat', artinya: cepat, tidak menunda-nunda waktu, tidak berlambat-lambat dalam ibadah pelayanan kepada TUHAN karena kita berpacu dengan waktu kedatangan Yesus kedua kali yang secepat kilat (Matius 24: 27 'kedatangan Yesus ke dua kali seperti kilat dari timur ke barat').

      Kalau sudah digerakkan, ayo cepat. Jangan tunda-tunda, supaya jangan diserobot oleh setan!
      Kalau menunda-nunda--berlambat-lambat--, kita akan ketinggalan saat Yesus datang.


    • 'seperti bunyi guruh yang menderu', artinya: tidak dapat dihalangi atau tidak dapat dibendung oleh apapun di dunia.
    • Ada obor yang menyala-nyala, artinya:


      1. Setia berkobar-kobar dalam ibadah pelayanan kepada TUHAN sampai garis akhir--sampai meninggal atau sampai TUHAN datang, bahkan sampai di takhta sorga; sampai selama-lamanya. Roh Kudus tidak bisa dibatasi oleh apapun termasuk oleh usia, kekuatan dan lain sebagainya.

        Yang sudah lemah (misalnya ada sakit), minta urapan Roh Kudus! TUHAN tolong kita.


      2. Terang, artinya: jujur; tidak boleh ada yang disembunyikan. Ya katakan: ya, tidak katakan: tidak, benar katakan: benar, tidak benar katakan: tidak benar.

        Yudas Iskariot--pelayan TUHAN--menyembunyikan keinginan akan uang di dalam hatinya. Tidak ada yang tahu. Malah semua mengira dia dermawan, memperhatikan orang miskin dan lain-lain. Saat itu ada perempuan mengurapi kaki Yesus--gambaran dari kegerakan pembangunan tubuh Kristus--dengan minyak yang mahal harganya; 300 dinar--upah satu tahun. Dan Yudas katakan: Pemborosan, lebih baik berikan pada orang miskin. Kelihatannya dermawan, padahal ia pencuri.

        Jangan sampai kita terkecoh! Sebab itu kita harus jujur--tulus--, supaya tidak terkecoh oleh orang seperti Yudas Iskariot. Akhirnya, Yudas juga berdusta. TUHAN katakan: 'Siapa mencelupkan roti bersama Aku, dialah yang menyerahkan Aku.' Tetapi Yudas menjawab: 'Bukan aku!'

        Kalau ada sesuatu yang disembunyikan, maka yang keluar di mulut adalah dusta. Jangan melihat penampilan luar (kelihatan bagus dan hebat)! Tetapi kita harus jujur--tulus.
        Banyak yang akan seperti Yudas. Dikatakan baik, dermawan, padahal ia berdusta. Kita harus hati-hati.


  3. Wahyu 4: 9-11
    4:9. Dan setiap kali makhluk-makhluk itu mempersembahkan puji-pujian, dan hormat dan ucapan syukur kepada Dia, yang duduk di atas takhta itu dan yang hidup sampai selama-lamanya,
    4:10. maka tersungkurlah kedua puluh empat tua-tua itu di hadapan Dia yang duduk di atas takhta itu, dan
    mereka menyembah Dia yang hidup sampai selama-lamanya. Dan mereka melemparkan mahkotanya di hadapan takhta itu, sambil berkata:
    4:11. "Ya Tuhan dan Allah kami, Engkau layak menerima puji-pujian dan hormat dan kuasa; sebab Engkau telah menciptakan segala sesuatu; dan oleh karena kehendak-Mu semuanya itu ada dan diciptakan."

    Tanda ketiga: PUNCAK ibadah pelayanan yang bersusana takhta sorga, yaitu doa penyembahan.

    Perhatikan doa penyembahan!
    Tadi, dasarnya: kesucian. Harus ada pedang firman. Kalau tidak ada pedang firman, tidak ada suasana sorga. Kalau hanya lawak-lawak itu suasana kuil Dagon. Sekarang Roh Kudus disuruh melawak.

    Kemudian motor penggeraknya: Roh Kudus, supaya secepat kilat, seperti guruh yang tidak bisa dihalangi dan terang menyala-nyala (setia berkobar dan jujur). Jujur; tidak ada yang disembunyikan dan tidak ada dusta.

    Kemudian puncak ibadah pelayanan adalah doa penyembahan kepada TUHAN.

    Doa penyembahan adalah proses perobekan daging atau penyaliban daging dengan segala hawa nafsu dan keinginnya, sehingga kita bisa mengalami pembaharuan dari manusia daging menjadi manusia rohani seperti Yesus. Ini yang TUHAN tunjukkan di taman Getsemani.

    Markus 14: 32-36
    14:32. Lalu sampailah Yesus dan murid-murid-Nya ke suatu tempat yang bernama Getsemani. Kata Yesus kepada murid-murid-Nya: "Duduklah di sini, sementara Aku berdoa."
    14:33. Dan Ia membawa Petrus, Yakobus dan Yohanes serta-Nya. Ia sangat takut dan gentar,
    14:34. lalu kata-Nya kepada mereka: "Hati-Ku sangat sedih, seperti mau mati rasanya. Tinggallah di sini dan berjaga-jagalah."
    14:35. Ia maju sedikit, merebahkan diri ke tanah dan berdoa supaya, sekiranya mungkin, saat itu lalu dari pada-Nya.
    14:36. Kata-Nya: "Ya Abba, ya Bapa, tidak ada yang mustahil bagi-Mu, ambillah cawan ini dari pada-Ku, tetapi janganlah apa yang Aku kehendaki, melainkan apa yang Engkau kehendaki."

    Getsemani= tempat pemerasan buah zaitun di bukit zaitun. Kalau buah zaitun sudah tua, dijemur dan diperas sehingga keluar minyaknya. Begitu juga daging kita, diperas atau disalibkan supaya kita mengalami pembaharuan menjadi manusia rohani seperti Yesus.

    Yang harus diubahkan adalah:


    • Perasaan takut dan gentar menghadapi salib. Yesus manusia darah daging dan Ia gentar dan takut menghadapi salib. Jelas, kalau Yesus bukan jadi-jadian. Ia takut dan gentar menghadapi salib.

      Perasaan daging--takut dan gentar menghadapi salib--dirobek dan terjadi pembaharuan menjadi takut akan TUHAN.


    • Hati sedih ('Hati-Ku sangat sedih, seperti mau mati rasanya'). Seringkali perasaan sedih membuat putus asa, kecewa dan tinggalkan TUHAN. Diubahkan menjadi selalu mengucap syukur kepada TUHAN.

      Mungkin yang pelajar sedih soal nilai. Memang ujian dari TUHAN. Mari, dirobek! Diubahkan jadi selalu mengucap syukur kepada TUHAN.


    • Puncaknya di ayat 36: daging yang seringkali tidak taat dan mengajukan kehendak sendiri diubahkan menjadi menerima kehendak TUHAN apapun resikonya.

      Memang betul. Yesus tidak berbuat dosa, tidak merugikan orang, malah berbuat baik dan tidak boleh disalib secara manusia ('ambillah cawan ini dari pada-Ku'). Ini yang sering diajukan. Tetapi harus diubah, sehingga bisa menerima kehendak TUHAn apapun resikonya--sama dengan taat dengar-dengaran sampai mati di kayu salib; bagi kita sekarang, taat dengar-dengaran samapai daging tidak bersuara lagi.


    Inilah doa penyembahan yang menghasilkan manusia baru. Tadinya takut dan gentar menghadapi salib--penderitaan--, sekarang takut akan TUHAN sekalipun harus menderita; tadinya sedih sampai mau mati rasanya--sampai putus asa--, diubahkan jadi bisa mengucap syukur pada TUHAN sekalipun dalam penderitaan; sampai yang terakhir taat dengar-dengaran sampai mati di kayu salib--bagi kita, taat sampai daging tidak bersuara; pintu tirai terobek. Waktu Yesus mati di kayu salib, pintu tirai terobek dan kelihatan ruangan maha suci dengan tabut perjanjian, itulah suasana takhta sorga.

    Inilah manusia baru yang sama seperti 4 mahkluk di takhta sorga (Rasul Yohanes melihat 4 makhluk). Mereka ini sudah terangkat ke atas sorga, karena tirai sudah terobek.
    Di dalam Tabernakel Musa, 4 mahkluk ini adalah 4 tiang pintu tirai:


    • Henokh= sudah diangkat ke sorga.
      Kejadian 5: 24 5:24. Dan Henokh hidup bergaul dengan Allah, lalu ia tidak ada lagi, sebab ia telah diangkat oleh Allah.

      Mari, kita beribadah melayani di dunia, tetapi harus besuasana sorga.
      Nomor satu: kesucian.
      Nomor dua: ada Roh Kudus--setia berkobar-kobar, terang dan jujur.
      Dan yang ketiga: ada doa penyembahan, terjadi pembaharuan seperti Yesus: takut akan TUHAN, selalu mengucap syukur--tidak putus asa, kecewa--dan taat dengar-dengaran sampai mati di kayu salib; taat dengar-dengaran sampai daging tidak bersuara. Ini sudah dialami oleh 4 mahkluk di takhta sorga.


    • Musa.
      Ulangan 34: 5-6
      34:5. Lalu matilah Musa, hamba TUHAN itu, di sana di tanah Moab, sesuai dengan firman TUHAN.
      34:6. Dan dikuburkan-Nyalah dia di suatu lembah di tanah Moab, di tentangan Bet-Peor, dan
      tidak ada orang yang tahu kuburnya sampai hari ini.

      Matinya Musa sesuai dengan firman, berarti hidupnya juga sesuai dengan firman.

      'tidak ada orang yang tahu kuburnya sampai hari ini' diterangkan di Yudas 1: 9
      1:9. Tetapi penghulu malaikat, Mikhael, ketika dalam suatu perselisihan bertengkar dengan Iblis mengenai mayat Musa, tidak berani menghakimi Iblis itu dengan kata-kata hujatan, tetapi berkata: "Kiranya Tuhan menghardik engkau!"

      Mayat Musa diperebutkan. Hidup kita juga diperebutkan oleh setan dan TUHAN. Mana yang kita pilih? Hati-hati! Setan juga berusaha merebut hidup kita sampai matipun juga dikejar, tetapi TUHAN tolong kita.

      Mikhael menang, sehingga mayat Musa dibangkitkan oleh TUHAN dan diangkat ke sorga ('mayatnya diperebutkan').


    • Elia dengan kuda dan kereta berapi terangkat ke sorga.
      2 Raja-raja 2: 11
      2:11. Sedang mereka berjalan terus sambil berkata-kata, tiba-tiba datanglah kereta berapi dengan kuda berapi memisahkan keduanya, lalu naiklah Elia ke sorga dalam angin badai.


    • Yesus.


    Inilah kehidupan yang selama di dunia ini beribadah melayani dalam kesucian--ada dasarnya--, ada dorongan Roh Kudus--setia berkobar-kobar, terang, jujur--, dan ada doa penyembahan--pembaharuan manusia darah daging menjadi manusia rohani seperti Yesus, yaitu takut akan TUHAN, selalu mengucap syukur, dan taat dengar-dengaran sampai daging tidak bersuara lagi.

    Mari, kita ikuti. Yang kelima, nanti yang terakhir diangkat ke takhta sorga adalah gereja TUHAN, kita semua yang memiliki tanda-tanda ibadah pelayanan takhta sorga: kesucian, dorongan Roh Kudus, dan pembaharuan, sampai taat dengar-dengaran sampai daging tak bersuara lagi.

    Takut akan TUHAN= membenci dosa.
    Wahyu 4: 8
    4:8. Dan keempat makhluk itu masing-masing bersayap enam, sekelilingnya dan di sebelah dalamnya penuh dengan mata, dan dengan tidak berhenti-hentinya mereka berseru siang dan malam: "Kudus, kudus, kuduslah Tuhan Allah, Yang Mahakuasa, yang sudah ada dan yang ada dan yang akan datang."

    Kalau kita beribadah melayani Yesus dengan sungguh-sungguh; dalam suasana takhta sorga (kesucian, urapan Roh Kudus, dan penyembahan atau pembaharuan), maka ada bonus buat kita.
    Mulai dari dalam nikah kita melayani dengan kesucian, urapan Roh Kudus; jujur dan terang--dalam Ibrani 13 'jujur soal tempat tidur', dalam Titus 'jujur soal pengajaran' , jujur soal keungan--, dan penyembahan--takut akan TUHAN, selalu mengucap syukur kepada TUHAN, jangan mengomel, dan taat dengar-dengaran sampai daging tidak bersuara lagi. Kemudian meningkat dalam penggembalaan dan antar penggembalaan.

    Empat mahkluk ini punya enam sayap. Kita juga. Kalau kita beribadah melayani dalam kesucian--jaga kesucian dengan pedang firman! tergembala dengan benar dan baik, disucikan sampai berbuah-buah--, kemudian kita diurapi Roh Kudus, sehingga selalu setia dan berkobar, jangan behenti ditengah jalan atau loyo, jujur, terang-terangan--, kemudian kita menyembah TUHAN, sehingga berubah sampai taat dengar-dengaran sampai daging tidak bersuara--, maka kita juga diberi bonus enam sayap dari TUHAN--3 pasang sayap--:


    • Dua sayap induk ayam.
      Lukas 13: 34
      13:34. Yerusalem, Yerusalem, engkau yang membunuh nabi-nabi dan melempari dengan batu orang-orang yang diutus kepadamu! Berkali-kali Aku rindu mengumpulkan anak-anakmu, sama seperti induk ayam mengumpulkan anak-anaknya di bawah sayapnya, tetapi kamu tidak mau

      Jangan sampai tidak mau diberi dua sayap induk ayam. Sehebat apapun gereja TUHAN--hamba TUHAN, pelayan TUHAN--, posisinya di akhir zaman hanya seperti anak ayam yang sangat tidak berdaya. Sekalipun ada makanan, ia tidak sanggup makan sendiri, harus dari induknya dulu. Ini pentingnya dua sayap induk ayam, karena posisi kita hanya seperti anak ayam yang tidak berdaya dan menghadapi binatang buas--ular, burung elang dan sebagainya.

      Tidak ada yang perlu dibanggakan, tidak ada yang perlu kecewa. Sama semua posisinya. Yang mutlak kita butuhkan adalah sepasang sayap induk ayam. Ini adalah pelukan tangan kemurahan dan kebaikan TUHAN. Ini yang kita butuhkan.

      Pelukan tangan TUHAN untuk:


      1. Memelihara hidup kita secara ajaib; memberikan makan. Jangan takut! Kalau sudah ada tanda-tanda pelayan TUHAN yang beribadah melayani TUHAN dengan suasana takhta sorga, kita tidak akan mengalami kekurangan.

        Di takhta sorga, tidak ada kekurangan. Kita tidak berdaya, tetapi TUHAN sanggup memelihara kehidupan kita secara ajaib.


      2. Melindungi dan menghangatkan kehidupan kita (seperti anak ayam di bawah kepak sayap induknya).
        Kita dilindungi dari serangan binatang buas, panah api si jahat: pencobaan, masalah-masalah, dosa-dosa, ajaran palsu dan dari hukuman TUHAN.


      3. Membahagiakan kita.


      Ini bonus atau hasilnya kalau kita melayani dalam suasana takhta sorga. Gerakan dan penyembahan harus sama dengan sorga. Semua harus dari takhta sorga--asal gerakan dari takhta sorga. Jangan membuat gerakan-gerakan sendiri!

      Contohnya: memakai lawak-lawak saat khotbah. Inilah gerakan dunia. Kita mau mengadakan kegiatan, mulai dengan mencari sponsor. Itu sama dengan cara dunia! Mana ada orang yang bisa sponsori TUHAN? Jangan! Bukan sombong atau sudah tidur di atas uang, tetapi semuanya dari TUHAN. Karena itu tidak ada sponsor, siapa yang kuat sponsori TUHAN?

      "Di Medan, waktu saya bilang tidak ada kolekte, mereka bingung: 'Dari mana, pak?': 'Dari TUHAN, dari iman.' Jangan gunakan sistem sendiri, tetapi sistem kerajaan sorga, supaya ada sayap dari TUHAN! "


    • Sepasang sayap merpati.
      Mazmur 55: 7-9
      55:7. Pikirku: "Sekiranya aku diberi sayap seperti merpati, aku akan terbang dan mencari tempat yang tenang
      55:8. bahkan aku akan lari jauh-jauh dan bermalam di padang gurun. Sela
      55:9. Aku akan segera mencari tempat perlindungan terhadap angin ribut dan badai."


      Sayap merpati adalah sayap ketenangan, karena kita menghadapi angin ribut yang datang sekonyong-konyong. Baru kita berterima kasih pada TUHAN, tiba-tiba goyang. Seperti Murid-murid diajak Yesus menyeberang, awalnya teduh, tahu-tahu datang gelombang.

      "Saya tidak berani mengatakan: Enak, tidak ada yang sakit, tidak ada yang meninggal. Tahu-tahu ada yang meninggal. Sudah tidak berani saya. Itulah sekonyong-konyong datangnya. "

      Kita siap sedia selalu dalam pelukan tangan kemurahan dan kebaikan TUHAN.

      Kegunaan sayap merpati: menerbangkan kita melintasi angin ribut dan badai gelombang, sehingga kita mengalami ketenangan di tengah angin dan gelombang--seperti Yesus tidur di kapal saat dihantam angin dan gelombang. Yesus bangun dan berkata: Diam, tenang!
      Ini sama dengan kita harus diam dan tenang.

      Diam= koreksi diri/berdiam diri. Ini kesalahan kita, saat menghadapi angin gelombang, kita menyalahkan orang, minta tolong orang, berharap orang. Ini sistem dunia. Kalau sistem takhta sorga, kita berdiam diri dulu. Ini yang penting! Selama masih ada dosa disembunyikan, angin gelombang tidak mungkin selesai. Yang ada malah tambah dahsyat.
      Seperti dialami Yunus karena tidak taat--diperintahkan ke Niniwe, tetapi berangkat ke Trsis. Kelihatannya berhasil, semuanya ada--kapalnya ada. Tetapi di tengah laut dihantam gelombang. Malah mendayung, dan malah bertambah anginnya--selama dosa masih disembunyikan, gelombangnya bertambah besar lagi. Karena itu harus diam dan koreksi diri ewat ketajaman pedang firman. Kalau ditemukan dosa, mengaku dosa kepada TUHAN dan sesama. Kalau diampuni, jangan berbuat dosa lagi--bertobat.

      Kalau tidak ditemukan dosa, berdiam diri, jangan melawan dan serahkan kepada TUHAN. Itu rumusnya.

      Tenang= berdoa. Diam dan tenang sama dengan mengulurkan tangan kepada TUHAN dan TUHAN juga mengulurkan tangan--sayap merpati. Dua tangan kemurahan dan kebaikan TUHAN untuk meneduhkan angin dan gelombang. Semuanya teduh, semua masalah yang mustahil selesai dan kita bisa mengalami enak dan ringan.

      Angin dan gelombang tidak bisa diteduhkan oleh profesor, orang kaya. Ini mustahil bagi kekuatan dunia, hanya bisa dengan kekuatan TUHAN.

      Tadi, sayap induk ayam memberikan kehangatan; kebahagiaan, hidup terasa nikmat.
      Sekarang, sayap merpati memberikan rasa enak dan ringan.

      Kalau menggunakan sistem dunia, di mana sayapnya? Kalau memakai sistem sorga, Dia ulurkan tangan; Dia melingkupi kita dengan sayap-Nya. Tidak usah takut! Sistem kerajaan sorga, semuanya mengandalkan sayap dari TUHAN.

      "Saya sudah sering bersaksi, mohon maaf. Waktu saya baru datang di Medan (seminggu sekali), mereka berunding: 'Pak Wi tidak usah bingung, kami kirimkan tiketnya': 'Baiklah, kirim tiketnya, tetapi orangnya tidak datang. Kalau ini sistem sorga, mengalir saja. Kalau memang dari TUHAN, semua TUHAN sediakan.' Sampai dengan hari ini, sudah satu tahun lebih. Bukan sombong, tetapi inilah sistem surga; sistem sayap. Tidak bingung. Kalau pakai sistem dunia, kita akan bingung. Serahkan pada kedua tangan yang ajaib; tangan yang berlubang paku itulah yang melingkupi kita."
      Saat-saat kita menghadapi badai, Dia tahu. Yang terakhir, Dia juga tahu saat-saat kita menghadapi antikris yang berkuasa di bumi.


    • Sepasang sayap burung nasar yang besar.
      Wahyu 12: 14
      12:14. Kepada perempuan itu diberikan kedua sayap dari burung nasar yang besar, supaya ia terbang ke tempatnya di padang gurun, di mana ia dipelihara jauh dari tempat ular itu selama satu masa dan dua masa dan setengah masa.

      'di mana ia dipelihara jauh dari tempat ular' = antikris.
      'satu masa dan dua masa dan setengah masa' = tiga setengah tahun.

      Ini adalah keuntungan besar dalam ibadah pelayanan suasana takhta sorga, bukan keuntungan uang, tetapi dua sayap burung nasar yang besar. Lebih dari uang, deposito, ijasah, lebih dari apapun, karena nanti saat antikris berkuasa 100%, tidak ada yang laku di dunia ini.
      Capai keuntungan besar!

      Sayap induk ayam sudah memelihara, menjamin, menghangatkan kita.
      Sayap merpati sudah membuat kita enak dan ringan saat menghadapi gelombang badai, dan ada masa depan yang indah dan berhasil. Diam dan tenang hari-hari ini, serahkan semua pada TUHAN! Usaha, kuliah dan lain-lain silahkan, tetapi yang menentukan adalah TUHAN.

      Yang terakhir menghadapi antikris.
      Kegunaan dua sayap burung nasar:


      1. Menyingkirkan kita ke padang gurun selama 3,5 tahun, jauh dari mata ular--mata antikris--, sehingga kita benar-benar dipelihara dan dilindungi oleh TUHAN secara langsung lewat firman pengajaran dan perjamauan suci.
        Suasananya seperti ibadah kita sekarang--ibadah pendalaman alkitab.

        Sangat sayang kalau kita tidak datang pada ibadah pendalaman alkitab dan perjamuan suci. Nanti, di padang gurun mau bagaimana? Nanti di padang gurun selama 3,5 tahun, apa bisa kuat? Sekarang, kita belajar.


      2. Setelah itu, dua sayap burung nasar yang besar mengangkat kita ke awan-awan yang permai sampai ke takhta TUHAN--duduk di takhta bersama dengan Dia. Empat mahkluk sudah berada di takhta dan nanti kita yang kelima juga masuk di takhta sorga untuk selamanya.

        Diangkat= disucikan dan diubahkan sampai sempurna seperti Yesus.


      3. Memberikan kekuatan ekstra untuk bisa menantikan kedatangan Yesus ke dua kali.
        Yesaya 40: 29-31
        40:29. Dia memberi kekuatan kepada yang lelah dan menambah semangat kepada yang tiada berdaya.
        40:30. Orang-orang muda menjadi lelah dan lesu dan teruna-teruna jatuh tersandung,
        40:31. tetapi
        orang-orang yang menanti-nantikan TUHAN mendapat kekuatan baru: mereka seumpama rajawali yang naik terbang dengan kekuatan sayapnya; mereka berlari dan tidak menjadi lesu, mereka berjalan dan tidak menjadi lelah.

        Mungkin sayap sudah terkulai malam ini; lelah, letih lesu beban berat. TUHAN berikan kekuatan malam ini. Yang muda saja sudah tersandung dan lelah, apalagi yang tua. Tetapi malam ini ada kekuatan sayap dari TUHAN--kekuatan baru dari TUHAN.

        Dua sayap burung nasar adalah kekuatan ekstra untuk bisa menantikan kedatangan Yesus kedua kali. Kita tidak letih lesu, berbeban berat, tersandung dan jatuh, tetapi tetap setia bekobar-kobar menantikan kedatangan TUHAN sampai benar-benar berjumpa dengan Dia selamanya; sampai kita tiba di takhta sorga.

        Yang sudah lelah, terjatuh, tersandung--najis--, bangkit kembali, ada kekuatan sayap dari TUHAN; dua tangan kemurahan-kebaikan TUHAN bukan diacungkan untuk menghukum kita, tetapi diulurkan untuk menaungi, melingkupi, dan menolong apapun keadaan kita.

        Sampai nanti kita benar-benar melihat empat makhluk, dan yang kelima adalah kita semuanya. Kita berada di takhta sorga untuk selamanya.

Ada kekuatan ekstra dari TUHAN. Bertahan semuanya. TUHAN tolong kita semuanya.

Kaum muda, jangan loyo, jangan kecewa, tetapi jangan bangga juga. Kita semua butuh sayap dari TUHAN. Orang tua, tetap bertahan. TUHAN tolong kita semua. Serahkan semua ke dalam tangan TUHAN! Justru saat kita tidak berdaya, kita bisa merasakan pelukan tangan kasih TUHAN. Dia tidak biarkan kita menghadapi angin dan gelombang di dunia ini. Serahkan semua pada Dia, sampai kita tenang selalu. Biar Dia yang bekerja, bukan kita. Kita dikuatkan sampai Dia datang kembali.

TUHAN memberkati.

kembali ke halaman sebelumnya
IBADAH RUTIN DI MALANG

Minggu jam 06:45 (Ibadah Raya)
Minggu jam 10:15 (Ibadah Sekolah Minggu)
Selasa jam 17:15 (Ibadah Pendalaman Alkitab)
Rabu jam 07:30 (Ibadah Kaum Wanita)
Kamis jam 17:15 (Ibadah Doa Penyembahan)
Sabtu jam 17:15 (Ibadah Kaum Muda Remaja)

IBADAH RUTIN DI MEDAN
Royal Room Hotel Danau Toba Internasional
Jl. Imam Bonjol Medan

Minggu, jam 18:45 (Ibadah Raya)
Senin, jam 08:00 (Ibadah Pendalaman Alkitab)
Senin, jam 17:30 (Ibadah Pendalaman Alkitab)

IBADAH RUTIN DI SURABAYA

Minggu jam 09:30 (Ibadah Sekolah Minggu)
Minggu jam 10:55 (Ibadah Raya)
Rabu jam 17:30 (Ibadah Pendalaman Alkitab)
Jumat jam 17:30 (Ibadah Doa Penyembahan)


IBADAH RUTIN DI JAKARTA
Jl. Patra Kuningan XIV no.4
Jakarta Selatan
Sabtu, jam 09:00 (Ibadah Pendalaman Alkitab)

IBADAH KUNJUNGAN
  • 17-19 September 2019
    (Ibadah Persekutuan di Malang)

  • 08-10 Oktober 2019
    (Ibadah Kunjungan di Medan)

  • 22-24 Oktober 2019
    (Ibadah Kunjungan di Sorong)

  • 05-07 November 2019
    (Ibadah Kunjungan di Tentena)

  • 19-21 November 2019
    (Ibadah Kunjungan di Medan)

  • 03-05 Desember 2019
    (Ibadah Kunjungan di Jayapura)

  • 13-18 April 2020
    (Ibadah Kunjungan di Korea Selatan)

All Right Reserved Gereja Pantekosta Tabernakel "KRISTUS KASIH"
Jln. Simpang Borobudur 27 Malang | Telp: (0341) 496949 | Fax: (0341) 476751 » Lihat Peta Gereja Kami di Malang
Jln. WR Supratman 4 Surabaya | Telp. 08123300378 » Lihat Peta Gereja Kami di Surabaya
hubungi kami | email: info@gptkk.org | sitemap | top