English Language | Form Penggembalaan
RINGKASAN KOTBAH IBADAH RUTIN DAN IBADAH KUNJUNGAN
RINGKASAN LAINNYA

Ibadah Pendalaman Alkitab Surabaya, 02 Agustus 2017 (Rabu Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayangnya TUHAN kita Yesus Kristus. Selamat malam, selamat mendengarkan firman TUHAN. Biarlah damai...

Ibadah Jumat Agung Malang, 02 April 2010 (Jumat Sore)
Matius 25:1, penampilan Yesus dalam kemuliaan sebagai Mempelai Laki-laki Sorga yang akan segera...

Ibadah Doa Malang, 14 Maret 2019 (Kamis Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayangnya Tuhan kita, Yesus Kristus.

Wahyu 9:1-12 tentang peniupan sangkakala yang kelima, sama...

Ibadah Pendalaman Alkitab Malang, 16 Oktober 2014 (Kamis Sore)
Siaran tunda Ibadah Kunjungan Jakarta.

Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Wahyu...

Ibadah Kunjungan Singapura II, 15 Mei 2013 (Rabu Pagi)
Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.


Tema: Kenaikan Yesus ke Surga membawa...

Ibadah Doa Malang, 02 Agustus 2011 (Selasa Sore)
Matius 26:17-19
26:17. Pada hari pertama dari hari raya Roti Tidak Beragi...

Ibadah Pendalaman Alkitab Surabaya, 17 Agustus 2018 (Jumat Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayangnya TUHAN kita Yesus Kristus. Selamat malam, selamat mendengarkan firman TUHAN. Biarlah damai...

Ibadah Doa Surabaya, 26 Maret 2014 (Rabu Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayang-Nya Tuhan kita Yesus Kristus. Selamat malam, selamat mendengarkan firman Tuhan, biarlah damai...

Ibadah Pendalaman Alkitab Malang, 09 Desember 2010 (Kamis Sore)
Lukas 7:16
7:16 Semua orang itu ketakutan dan mereka memuliakan Allah, sambil...

Ibadah Raya Malang, 19 Februari 2012 (Minggu Pagi)
Matius 26:57-68 berjudul "SAKSI dan KESAKSIAN".

Ada 2 macam saksi dan kesaksian:
Ayat...

Ibadah Kaum Muda Remaja Malang, 30 Maret 2013 (Sabtu Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Lukas 3:23-38 berjudul "Silsilah Yesus".

Lukas 3:23-38
3:23 Ketika...

Ibadah Pendalaman Alkitab Malang, 15 Januari 2019 (Selasa Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Ibadah Raya Malang, 27 Agustus 2017 (Minggu Pagi)
Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Wahyu 6:5-6
6:5 Dan ketika Anak Domba...

Ibadah Raya Surabaya, 26 Agustus 2018 (Minggu Siang)
Bersamaan dengan penataran imam dan calon imam III

Salam sejahtera dalam kasih sayangnya TUHAN kita Yesus Kristus. Selamat siang,...

Ibadah Doa Surabaya, 26 Oktober 2018 (Jumat Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayangnya TUHAN kita Yesus Kristus. Selamat malam, selamat mendengarkan firman TUHAN. Biarlah damai...


TRANSKRIP LENGKAP

Umum Surabaya (Minggu Sore, 07 Desember 2014)
Tayang: 16 Juni 2020
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 30 November 2014)
Tayang: 16 Juni 2020
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 26 November 2014)
Tayang: 10 Mei 2019
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 24 November 2014)
Tayang: 10 Mei 2019
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 23 November 2014)
Tayang: 07 Januari 2019
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 19 November 2014)
Tayang: 07 Januari 2019
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 17 November 2014)
Tayang: 07 Januari 2019
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 09 November 2014)
Tayang: 22 Agustus 2018
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 05 November 2014)
Tayang: 04 Juni 2018
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 03 November 2014)
Tayang: 04 Juni 2018
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 02 November 2014)
Tayang: 03 Maret 2018
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 20 Oktober 2014)
Tayang: 13 Desember 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 13 Oktober 2014)
Tayang: 13 Desember 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 12 Oktober 2014)
Tayang: 24 Oktober 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 08 Oktober 2014)
Tayang: 18 September 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 06 Oktober 2014)
Tayang: 05 September 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 05 Oktober 2014)
Tayang: 05 September 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 01 Oktober 2014)
Tayang: 05 September 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 29 September 2014)
Tayang: 24 Juni 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 21 September 2014)
Tayang: 19 Mei 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]



Untuk Koneksi Lambat, silahkan buka http://id.gptkk.org
Transkrip lengkap dari ibadah penggembalaan di Malang dan Surabaya, semuanya di bawakan oleh gembala sidang Pdt. Widjaja Hendra.

Silahkan kontak ke info@gptkk.org apabila bapak/ibu/sdr/sdri ada pertanyaan atau mungkin ingin berlangganan majalah Manna dan silahkan kirim email ke widjaja_h [at] yahoo.com apabila ingin konsultasi pribadi dengan bapak gembala
silahkan ganti tanda [at] dengan @
Cari ringkasan:   
[versi cetak]
Cari rekaman ibadah ini di: http://www.kabarmempelai.org
Ibadah Pendalaman Alkitab Surabaya, 31 Agustus 2015 (Senin Sore)

Salam sejahtera dalam kasih sayangnya TUHAN kita Yesus Kristus. Selamat malam, selamat mendengarkan firman TUHAN. Biarlah damai sejahtera, kasih karunia dan bahagia dari TUHAN senantiasa dilimpahkan di tengah-tengah kita sekalian.

Kita berada pada kitab Wahyu 2-3 (diterangkan mulai dari Ibadah Raya Surabaya, 27 Juli 2014).

Kita mempelajari kitab Wahyu 3: 14-22--tentang sidang jemaat di LAODIKIA; jemaat yang ketujuh--jemaat yang terakhir. Ini merupakan gambaran dari jemaat akhir zaman (diterangkan mulai dari Ibadah Raya Surabaya, 14 Juni 2015).

Wahyu 3: 16-19
3:16. Jadi karena engkau suam-suam kuku, dan tidak dingin atau panas, Aku akan memuntahkan engkau dari mulut-Ku.
3:17. Karena engkau berkata: Aku kaya dan aku telah memperkayakan diriku dan aku tidak kekurangan apa-apa, dan karena engkau tidak tahu, bahwa engkau melarat, dan malang, miskin, buta dan telanjang,
3:18. maka Aku
menasihatkan engkau, supaya engkau membeli dari pada-Ku emas yang telah dimurnikan dalam api, agar engkau menjadi kaya, dan juga pakaian putih, supaya engkau memakainya, agar jangan kelihatan ketelanjanganmu yang memalukan; dan lagi minyak untuk melumas matamu, supaya engkau dapat melihat.
3:19. Barangsiapa Kukasihi, ia
Kutegor dan Kuhajar; sebab itu relakanlah hatimu dan bertobatlah!

KEADAAN ROHANI jemaat di Laodikia adalah SUAM-SUAM KUKU.
Artinya, secara jasmani sangat kaya--tidak kekurangan apa-apa; dan ini yang selalu dibanggakan (digembar-gemborkan)--, tetapi secara rohani melarat, malang, miskin, buta dan telanjang--betul-betul terpuruk. Jadi, antara jasmani dan rohani tidak seimbang; hanya mengutamakan yang jasmani.

Akibatnya: dimuntahkan oleh TUHAN; tidak berguna, jijik, najis, dan terpisah dari TUHAN--muntah tidak akan diambil lagi (terbuang untuk selamanya)--, sampai binasa selama-lamannya.

Oleh sebab itu, di ayat 18-19, TUHAN menegor dan menasihati lewat firman pengajaran yang lebih tajam dari pedang bermata dua, supaya jemaat Laodikia--kita semua--membeli harta/kekayaan Sorga.
Jika tegoran dan nasihat lewat pedang firman diabaikan, maka TUHAN menghajar jemaat Laodikia--kita semua--supaya membeli harta/kekayaan sorga. Kalau sudah membeli harta sorga--kaya secara rohani--, maka kita tidak akan dimuntahkan, tetapi kita bisa menyenangkan dan mengenyangkan TUHAN; bisa dimakan oleh TUHAN. Dan TUHAN pasti menyenangkan kita.

Jadi, mengikut TUHAN bukanlah soal jamani, tetapi ukurannya adalah perkara rohani.

Ada 3 macam kekayaan Sorga yang harus dibeli--dimiliki--oleh jemaat Laodikia--sekarang kita semua:

  1. Emas yang telah dimurnikan dalam api (sudah diterangkan mulai dari Ibadah Raya Surabaya, 12 Juli 2015 sampai Ibadah Doa Surabaya, 15 Juli 2015). Ini menunjuk pada iman yang murni; iman yang permanen; iman yang teruji; iman yang sempurna, yang siap menanti kedatangan Yesus kedua kali.


  2. Pakaian putih untuk menutupi ketelanjangan (sudah diterangkan mulai dari Ibadah Raya Surabaya, 19 Juli 2015 sampai Ibadah Pendalaman Alkitab Surabaya, 17 Agustus 2015); menunjuk pada pakaian kemurahan dan kepercayaan TUHAN:


    1. Pakaian penggembalaan (diterangkan mulai dari Ibadah Pendalaman Alkitab Surabaya, 20 Juli 2015 sampai Ibadah Raya Surabaya, 26 Juli 2015).
    2. Pakaian pelayanan (diterangkan mulai dari Ibadah Doa Surabaya, 05 Agustus 2015 sampai Ibadah Pendalaman Alkitab Surabaya, 17 Agustus 2015).


  3. Minyak untuk melumas mata, supaya bisa melihat (diterangkan mulai dari Ibadah Doa Surabaya, 19 Agustus 2015).

AD 3.
MINYAK UNTUK MELUMAS MATA

Minyak untuk melumas mata, artinya minyak urapan Roh Kudus, supaya kita bisa melihat:

  1. pribadi TUHAN dan kita tidak akan pernah kecewa (diterangkan pada Ibadah Raya Surabaya, 23 Agustus 2015). Kalau melihat manusia, satu waktu kita akan kecewa.
  2. Ladang TUHAN (diterangkan mulai dari Ibadah Pendalaman Alkitab Surabaya, 24 Agustus 2015).

AD. 2: Melihat ladang TUHAN
Yohanes 4: 35
4:35. Bukankah kamu mengatakan: Empat bulan lagi tibalah musim menuai? Tetapi Aku berkata kepadamu: Lihatlah sekelilingmu dan pandanglah ladang-ladang yang sudah menguning dan matang untuk dituai.

Ladang adalah pusat kegiatan; ladang TUHAN berarti kegiatan rohani itulah ibadah pelayanan kepada TUHAN. Kalau ladang secara jasmani yaitu kegiatan jasmani; menanam dan sebagainya.

1 Korintus 3: 9
3:9. Karena kami adalah kawan sekerja Allah; kamu adalah ladang Allah, bangunan Allah.

Ladang Allah sama dengan bangunan Allah.
Jadi, ladang Allah adalah ibadah pelayanan yang mengarah kepada pembangunan tubuh Kristus yang sempurna. Mata kita harus melihat ke sini--persekutuan tubuh Kristus yang sempurna. Inilah ibadah pelayanan kita. Bukan hanya puas kalau kaya secara jasmani seperti jemaat Laodikia; kalau rohaninya merosot, maka akan dimuntahkan oleh TUHAN. Ibadah pelayanan harus mengarah pada pembangunan tubuh Kristus yang sempurna;

  • mulai dari dalam nikah rumah tangga. Ini harus dilayani sebaik-baiknya, baik sebagai suami, isteri, dan anak.
  • Penggembalaan; contohnya, melayani sebagai gembala--memberi makan jemaat--, sebagai pemain musik dan sebagainya.
  • antar penggembalaan; persekutuan (fellowship),
  • sampai tubuh Kristus yang sempurna terbentuk; Israel dan kafir menjadi satu tubuh yang sempurna--mempelai wanita sorga yang sempurna--yang siap untuk menyambut kedatangan Yesus kedua kali di awan-awan yang permai.

Jadi, inilah tujuan ibadah pelayanan kita. Kalau hanya mengejar yang jasmani, maka kita akan dimuntahkan seperti jemaat Laodikia.
Kalau tertinggal saat TUHAN datang, maka semuanya akan hancur, binasa dan sia-sia.
Tetapi mari, semua kita arahkan pada pembangunan tubuh Kristus yang sempurna.

Hati-hati! Ada persekutuan yang benar dan tidak benar.
Dua macam persekutuan, antara lain:

  1. Yohanes 15: 1, 5
    15:1. "Akulah pokok anggur yang benar dan Bapa-Kulah pengusahanya.
    15:5. Akulah pokok anggur dan kamulah ranting-rantingnya. Barangsiapa tinggal di dalam Aku dan Aku di dalam dia, ia berbuah banyak, sebab di luar Aku kamu tidak dapat berbuat apa-apa


    Persekutuan pertama: persekutuan yang benar, yaitu ada pokoknya, itulah pribadi Yesus--firman pengajaran yang benar.
    Jadi, persekutuan yang benar adalah berdasarkan firman pengajaran yang benar.

    Kita semua adalah ranting-ranting dan harus melekat pada pokok anggur yang benar.

    Hubungan ranting dengan pokok adalah hubungan kesetiaan--tidak boleh lepas sedikitpun--dan kesucian--di ayat 3, kita dibersihkan; disucikan.
    Biar ranting itu kecil, kalau ada kesetiaan dan kesucian, pasti berbuah manis sampai berbuah mempelai (kesempurnaan).

    Ranting ini tidak bisa apa-apa--tidak bisa mencari air di tanah--dan hanya melekat pada TUHAN. Kalau melekat kepada manusia--ranting dengan ranting--tidak akan bisa mencari air sendiri.

    Banyak kali kita salah. Persekutuan itu dilihat manusianya. Yang benar, mau menikah, yang dilihat adalah pokoknya--pengajarannya--, bukan manusianya. Begitu juga kalau mau tergembala, bukan melihat gedung gerejanya, dan kalau mau persekutuan, bukan melihat organisasinya.

    Kalau sudah ada pokok yang benar, maka kita tinggal melekat dan kita hidup dalam hubungan kesetiaan-kesucian, dan pasti berbuah manis. Melayani TUHAN itu manis, tidak ada yang pahit.

    Kalau bekerja di dunia saja kita bisa merasakan manisnya, apalagi kita bekerja dalam pekerjaan sorga.


  2. Yohanes 15: 6
    15:6. Barangsiapa tidak tinggal di dalam Aku, ia dibuang ke luar seperti ranting dan menjadi kering, kemudian dikumpulkan orang dan dicampakkan ke dalam api lalu dibakar.

    'Barangsiapa tidak tinggal di dalam Aku' = tidak ada pokok.
    'dikumpulkan'= persekutuan.

    Persekutuan kedua: persekutuan yang tidak benar, yaitu persekutuan tanpa pokok anggur yang benar; tanpa pengajaran yang benar. Ini sama dengan persekutuan carang kering dan dibuktikan dengan mulut yang kering, yaitu dusta, gosip yang tidak benar, menjelekkan orang lain, sampai menghujat TUHAN--menghujat pengajaran yang benar dan mendukung yang tidak benar.

    Akibatnya: berakhir pada pembakaran; kebinasaan selama-lamanya.

Kalau mata diurapi Roh Kudus, pasti bisa melihat pokok--pengajaran yang benar. Kalau tidak diurapi, pasti melihat manusia dan lainnya; melihat uang, melihat kedudukan, mencari nama, mencari muka, dan sebagainya, bukan mencari TUHAN.

TEMPAT PELAYANAN
Di mana tempat pelayanan pembangunan tubuh Kristus? Tadi dalam Yohanes 4, perkataan Yesus: 'lihatlah ladang yang sudah menguning.' Ini pembicaraan TUHAN di tepi sumur.

Yohanes 4: 5-6
4:5. Maka sampailah Ia ke sebuah kota di Samaria, yang bernama Sikhar dekat tanah yang diberikan Yakub dahulu kepada anaknya, Yusuf.
4:6. Di situ terdapat
sumur Yakub. Yesus sangat letih oleh perjalanan, karena itu Ia duduk di pinggir sumur itu. Hari kira-kira pukul dua belas.

'kira-kira pukul dua belas'= paling panas karena matahari tepat di tengah.

Tempat pelayanan adalah di tepi sumur Yakub.
Sumur adalah tempat minum domba.
Di tepi sumur Yakub sama dengan sumur penggembalaan. Inilah tempat pelayanan pembangunan tubuh Kristus.

Pelayan TUHAN harus tergembala dengan benar dan baik, sebab sistem dari TUHAN adalah sistem penggembalaan.
Sudah terbukti, antara Yakub dan Esau. Esau sistemnya berburu, sedangkan Yakub tenang saja di kemah. Akhirnya, Yakub yang mendapatkan semuanya sekalipun ia bukan anak sulung. Esau yang luar biasa, tetapi karena sistemnya salah, ia kehilangan segalanya.

Mulai dari seorang gembala harus tergembala dan domba-domba harus tergembala dengan benar dan baik. Gembala, rasul, nabi, guru, semua pelayan TUHAN harus tergembala.

Sehebat apapun kita--domba-domba--di dunia, kalau tidak tergembala, pasti dihancurkan--dibinasakan--oleh binatang buas. Semakin dombanya gemuk--diberkati--semakin tidak bisa lari dan akan ditangkap binatang buas.

Kehidupan yang tergembala selalu berada di kandang penggembalaan. Kalau tidak, berarti liar--tidak tergembala--seperti Esau yang berburu.

Secara jasmani, kandang penggembalaan adalah organisasi gereja yang legal. Ini penting untuk hubungan kita dengan pemerintah. Kandang penggembalaan secara jasmani, bisa berbeda-beda antar gereja.
Tetapi, kandang secara rohani harus sama, itulah kandang kerajaan sorga; ruangan suci Tabernakel.

Ada tiga ruangan dalam Tabernakel: halaman--percaya Yesus dan diselamatkan--, kemudian digembalakan dalam ruangan suci, nanti satu waktu kita akan sempurna itulah masuk ruangan maha suci.

Musa naik ke gunung Sinai, dan ia melihat kerajaan sorga. Lalu TUHAN perintahkan Musa untuk membuat kerajaan sorga di bumi, supaya di bumi seperti di sorga; ini doa TUHAN Yesus juga. Kita di bumi ini beradaptasi untuk hidup di sorga, supaya nanti tidak kaget kalau masuk sorga.

Kita sudah selamat--halaman Tabernakel--, tetapi kita belum sempurna--ruangan maha suci. Karena itu, kita harus berada di ruangan suci--kandang penggembalaan. Dulu terdapat tiga macam alat secara jasmani di ruangan suci--sudah hancur--sekarang menunjuk pada ketekunan dalam tiga macam ibadah pokok:

  • pelita emas: ketekunan dalam ibadah raya; persekutuan dengan Allah Roh Kudus di dalam karunia-karunia-Nya (ada kesaksian, nyanyian, zangkoor); kita bersekutu dengan air kehidupan Roh Kudus dari sorga.


  • meja roti sajian: ketekunan dalam ibadah pendalaman alkitab dan perjamuan suci; persekutuan dengan Anak Allah di dalam firman pengajaran yang benar dan kurban Kristus; kita bersekutu dengan air kehidupan firman dari sorga.


  • mezbah dupa emas: ketekunan dalam ibadah doa; persekutuan dengan Allah Bapa di dalam kasih-Nya; bersekutu dengan air kehidupan kasih Allah.

Tadi, penggembalaan ditunjukkan dengan sumur--ada airnya (air kehidupan dari surga).
Jadi sumur penggembalaan adalah:

  • sumber air kehidupan--firman Allah, Roh Kudus dan kasih Allah--untuk menghadapi panas terik (tadi Yesus ada di sumur Yakub jam 12 siang--paling panas); menghadapi pencobaan-pencobaan di dunia ini sampai yang paling terik yaitu saat antikris berkuasa di bumi selama 3,5 tahun. Nanti pada zaman antikris, ijazah, deposito tidak akan berlaku lagi.

    Jadi, sumber air kehidupan inilah yang paling tepat untuk menghadapi pencoobaan-pencobaan di segala bidang sampai zaman antikris (puncak pencobaan).

    Dan inilah yang memberi kesegaran. Suasana panas terik, tetapi kita bisa bertahan.

    Di dalam kandang penggembalaan, semua masalah, pencobaan diselesaikan oleh Yesus Gembala Agung dan kita dilindungi dari antikris yang berkuasa selama 3,5 tahun.

    Inilah pentingnya sumur penggembalaan. Mulai dari gembala, harus berada dalam sumur pengggembalaan, begitu juga kita semua. Kalau tidak, akan mati kekeringan.


  • Selain untuk menghadapi panas terik, sumur penggembalaan merupakan tempat pertemuan mempelai.
    Contoh: Yakub dengan Rahel, Musa dengan Zipora, Yesus dengan perempuan Samaria--bangsa kafir.

    Yohanes 4: 7
    4:7. Maka datanglah seorang perempuan Samaria hendak menimba air. Kata Yesus kepadanya: "Berilah Aku minum.

    'hendak menimba air' = ini suatu kebutuhan. Karena haus, perempuan Samaria bertemu dengan Yesus di tepi sumur.

    Bangsa Samaria adalah peranakan orang Yahudi dengan bangsa kafir, tetapi diperhitungan sebagai bangsa kafir--di luar umat pilihan TUHAN.
    Perempuan Samaria ini kawin cerai 5 kali--tidak ada kepuasan dan tidak ada kebahagiaan. Ini akibatnya kalau tidak berada di sumur penggembalaan.

    Sumur penggembalaan merupakan tempat pertemuan mempelai, artinya jika bangsa kafir yang najis dan hancur bisa tergembala dengan benar dan baik, maka akan dibentuk lewat air kehidupan--firman, Roh Kudus, dan kasih Allah--menjadi mempelai wanita yang sempurna, yang siap menyambut kedatangan Yesus kedua kali di awan-awan yang permai. Jangan putus asa!

    Perhatikan sumur penggembalaan. Kalau tidak, hanya akan dibinasakan.

Yeremia 2: 13
2:13. Sebab dua kali umat-Ku berbuat jahat: mereka meninggalkan Aku, sumber air yang hidup, untuk menggali kolam bagi mereka sendiri, yakni kolam yang bocor, yang tidak dapat menahan air.

'meninggalkan Aku, sumber air yang hidup' = tidak mau tergembala.

2 kali kesalahan fatal yang sering terjadi:

  1. hamba TUHAN/pelayan TUHAN--terutama bangsa kafir--meninggalkan sumur penggembalaan--sumber air kehidupan; pribadi Yesus.
    Ini terjadi saat kita tidak tergembala dan meninggalkan pengajaran yang benar.
    Contoh: waktu menikah tidak melihat Yesus lagi, tetapi melihat yang lain. Masuk penggembalaan, tidak melihat pribadi Yesus--meninggalkan pengajaran yang benar--, demikian juga dalam fellowship.


  2. Menggali kolam yang bocor--sumur kering. Kalau meninggalkan sumur penggembalaan yang benar--meninggalkan pengajaran yang benar atau pribadi Yesus--, pasti menggali sumur yang kering.
    Artinya:


    1. Kejadian 37: 24
      37:24. Dan mereka membawa dia dan melemparkan dia ke dalam sumur. Sumur itu kosong, tidak berair.

      'Sumur itu kosong, tidak berair' = sumur yang kering.

      Yusuf dilemparkan ke sumur yang kering, karena kakak-kakaknya iri hati--benci tanpa alasan--kepada Yusuf.

      Sumur kering yang pertama, artinya: terjadi iri hati, kebencian tanpa alasan, kedengkian, kepahitan dan sebagainya, sehingga hidupnya kering, rohaninya kering. Kalau rohaninya kering, maka semuanya akan kering; nikahnya kering, pelayanan kering dan sebagainya.

      "Ini yang paling ditakutkan. Kalau lapar, sudah pernah mengalami. Kalau tidak punya uang, masih bisa. Tetapi kalau kering, jangan sampai! Apalagi sebagai hamba TUHAN, mau jadi apa kalau kering? Kalau hamba TUHAN kering, jemaat akan tercerai-berai. Ini yang paling saya takutkan."

      Yusuf baik terhadap saudara-saudaranya. Yakub--ayahnya--memerintahkan Yusuf untuk melihat kakak-kakaknya yang menggembalakan di tempat yang jauh. Tetapi Yusuf masih mau mencari kakak-kakaknya, padahal ia sudah tahu resikonya; saat dekat ayahnya sudah dibenci oleh kakak-kakaknya, apalagi kalau jauh dari Ayahnya. Akhirnya Yusuf dilemparkan ke sumur yang kering.

      Kakak-kakak Yusuf ini menggembala di tempat yang jauh dari Yakub dan Yusuf.
      Artinya: kalau sudah ada iri hati--sudah kering--, berarti mulai menjauh dari penggembalaan yang benar.

      Jauh dari Yakub = jauh dari urapan Roh Kudus.
      Jauh dari Yusuf = jauh dari kabar mempelai; jauh dari pengajaran yang benar.


    2. 2 Petrus 2: 17
      2:17. Guru-guru palsu itu adalah seperti mata air yang kering, seperti kabut yang dihalaukan taufan; bagi mereka telah tersedia tempat dalam kegelapan yang paling dahsyat

      Sumur kering yang kedua, artinya: kalau meningalkan sumur penggembalaan yang benar--sumber air hidup--, pasti sampai kepada guru-guru palsu--ajaran-ajaran palsu. Sudah tahu salah, tetapi datang. Ini berarti sudah kering dan tidak bisa ditolong lagi. Mau datang pada yang benar sudah tidak bisa lagi, karena ada iri hati, benci dan sebagainya; akhirnya datang pada guru-guru palsu.

      Ajaran palsu ini mencerai-beraikan dan membinasakan.

Yeremia 17: 13

17:13. Ya Pengharapan Israel, TUHAN, semua orang yang meninggalkan Engkau akan menjadi malu; orang-orang yang menyimpang dari pada-Mu akan dilenyapkan di negeri, sebab mereka telah meninggalkan sumber air yang hidup, yakni TUHAN.

'orang-orang yang menyimpang dari pada-Mu' = sesat.

Kalau meninggalkan sumur penggembalaan yang benar dan menggali sumur kering, akibatnya: dipermalukan, disesatkan dan dilenyapkan dari bumi--dibinasakan.

Bukan berarti hanya di sini yang paling benar, tetapi semua diperiksa berdasarkan alkitab. Pengajaran di dalam Tabernakel itu jelas; baik tentang iman, baptisan, kepenuhan Roh Kudus. Sekalipun sama, tetapi kalau ada satu yang berbeda, itu berarti sudah berbeda.

Kerajaan sorga harus sama persis, tidak boleh selisih sedikitpun. Waktu Musa membangun Tabernakel, TUHAN memberikan ukurannya, tidak boleh selisih sedikitpun dari perintah TUHAN.

Mari kita bawa semua pada pribadi TUHAN--di tepi sumur penggembalaan. Tidak ada tempat lain! Dan kita bisa menghadapi panas terik, kita tidak akan hancur, bahkan kita bisa menjadi mempelai wanita TUHAN.

WAKTU PELAYANAN
Yohanes 4: 35
4:35. Bukankah kamu mengatakan: Empat bulan lagi tibalah musim menuai? Tetapi Aku berkata kepadamu: Lihatlah sekelilingmu dan pandanglah ladang-ladang yang sudah menguning dan matang untuk dituai.

Waktu pelayanan adalah 4 bulan= 4x30 hari = 120 hari.
Waktu Israel mengintai Kanaan, mereka pulang dengan kabar busuk, akhirnya TUHAN bilang: 'Empat puluh hari mengintai, tetapi satu hari dihitung satu tahun.' Jadi selama empat puluh tahun bangsa Israel berputar-putar sampai mati semuanya.

Bilangan 14: 34
14:34. Sesuai dengan jumlah hari yang kamu mengintai negeri itu, yakni empat puluh hari, satu hari dihitung satu tahun, jadi empat puluh tahun lamanya kamu harus menanggung akibat kesalahanmu, supaya kamu tahu rasanya, jika Aku berbalik dari padamu:

Hati-hati, jangan sampai meninggalkan TUHAN! Jika kita meninggalkan TUHAN dan TUHAN meninggalkan kita, hanya ada satu kalimat: 'tahu rasa!; ...supaya kamu tahu rasanya...' Kalau kita bersama TUHAN, nanti muncul kalimat: 'kok bisa ya.'

1 hari= 1 tahun.
Kalau 120 hari= 120 tahun = 120 tahun yobel.
1 yobel= 50 tahun.
Jadi 120 tahun yobel = 6000 tahun. Inilah waktu pelayanan.

6000 tahun (peta zaman) adalah:

  • Adam sampai Abraham (zaman permulaan; zaman Allah Bapa): 2000 tahun,
  • Abraham sampai kedatangan Yesus pertama kali (zaman Anak Allah): 2000 tahun,
  • kedatangan Yesus pertama kali sampai kedatangan Yesus kedua kali (zaman terakhir): 2000 tahun.
    Sekarang sudah tahun 2015, inilah perpanjangan sabar TUHAN.

    2 Petrus 3: 9
    3:9. Tuhan tidak lalai menepati janji-Nya, sekalipun ada orang yang menganggapnya sebagai kelalaian, tetapi Ia sabar terhadap kamu, karena Ia menghendaki supaya jangan ada yang binasa, melainkan supaya semua orang berbalik dan bertobat.

    Jika Yesus belum datang kembali dan kita masih mendapat panjang umur, ini berarti perpanjangan sabar dari TUHAN. TUHAN tidak lalai!
    Tujuannya adalah supaya kita semua bertobat dan beribadah melayani TUHAN dalam pembangunan tubuh Kristus yang sempurna.

    Perpanjangan umur bukan digunakan untuk hal jasmani saja--bukan untuk kuliah, bekerja--, tetapi untuk bertobat. Segala sesuatu tanpa bertobat, sia-sia--belum mencapai tujuan hidup. Tujuan hidup adalah bertobat. Segala sesuatu harus ditambah dengan bertobat!

Karena waktunya sudah singkat, kita harus memperjuangkan ibadah pelayanan lebih dari segala perkara di bumi. Inilah tujuan hidup kita yang sebenarnya.
Apalagi bagi hamba TUHAN sepenuh, bukan waktunya lagi gembala tidak mau memberi makan jemaat, karena waktunya sudah sangat singkat.

BENTUK PELAYANAN DI LADANG TUHAN
Yohanes 4: 36
4:36. Sekarang juga penuai telah menerima upahnya dan ia mengumpulkan buah untuk hidup yang kekal, sehingga penabur dan penuai sama-sama bersukacita.

Bentuknya yaitu menabur dan menuai. Menabur itu di awal, setelah itu menuai--yang terakhir.
Dua macam bentuk pelayanan:

  1. Menabur adalah kegerakan Roh Kudus hujan awal; pekerjaan awal di ladang; kegerakan dalam Injil keselamatan (Firman penginjilan, kabar baik).

    Efesus 1: 13
    1:13. Di dalam Dia kamu juga--karena kamu telah mendengar firman kebenaran, yaitu Injil keselamatanmu--di dalam Dia kamu juga, ketika kamu percaya, dimeteraikan dengan Roh Kudus, yang dijanjikan-Nya itu

    Injil keselamatan adalah injil yang memberitakan tentang kedatangan Yesus pertama kali ke dunia dan mati di kayu salib untuk menyelamatkan manusia berdosa. Keselamatan hanya ada di dalam Yesus, sebab Dia satu-satunya manusia yang tidak berdosa, yang bisa menebus manusia berdosa dengan darah-Nya. Jangan digoyahkan oleh apapun!

    Sasaran dari kegerakan hujan awal adalah memanggil orang-orang berdosa yang belum percaya Yesus, supaya percaya Yesus dan diselamatkan. Ini tugas kita! Contoh:


    • Kalau ada yang belum percaya Yesus di rumah tangga, kita bersaksi lewat kata-kata dan perbuatan benar. Keselamatan adalah kebenaran.

      Kalau kita sendiri tidak benar, bagaimana bisa membawa orang lain diselamatkan?


    • di kantor. Mungkin belum bisa bersaksi lewat perkataan, tetapi bisa lewat perbuatan yang benar. Kalau semuanya korupsi, tetapi kita tidak korupsi, di situ sudah ada tanda tanya: 'mengapa bisa begitu?' Itu sudah bersaksi--ikut dalam kegerakan hujan awal.


    Proses keselamatan:


    • percaya Yesus (Efesus 1: 13),
    • bertobat; berhenti berbuat dosa dan kembali pada TUHAN; mati terhadap dosa,
    • baptisan air,
    • baptisan Roh Kudus. Kita lahir baru dari air dan Roh, sehingga mendapatkan hidup baru--hidup sorgawi--yaitu hidup dalam kebenaran.

      Ini semua yang kita saksikan, yaitu ibadah yang benar, nikah yang benar, sekolah yang benar, pekerjaan yang benar, berlalu lintas yang benar, hidup yang benar dan semuanya dalam kebenaran.

      "Ada murid saya yang disuruh melayani tanpa SIM. Saya larang: 'Sekalipun gembalanya mengatakan: Saya yang tanggung, jangan mau! Mana bisa menanggung?"


  2. Menuai adalah kegerakan Roh Kudus hujan akhir; kegerakan dalam cahaya injil tentang kemuliaan Kristus.

    2 Korintus 4: 3-4
    4:3. Jika Injil yang kami beritakan masih tertutup juga, maka ia tertutup untuk mereka, yang akan binasa,
    4:4. yaitu orang-orang yang tidak percaya, yang pikirannya telah dibutakan oleh ilah zaman ini, sehingga mereka tidak melihat
    cahaya Injil tentang kemuliaan Kristus, yang adalah gambaran Allah.

    Cahaya injil tentang kemuliaan Kristus--kabar mempelai; firman pengajaran yang lebih tajam dari pedang bermata dua--adalah Injil yang memberitakan tentang kedatangan Yesus kedua kali dalam kemuliaan sebagai Raja dan Mempelai Pria Sorga untuk menyucikan dan menyempurnakan kita semua. Tidak ada kena mengena lagi dengan dosa.

    Sasarannya: untuk memilih orang-orang yang sudah selamat dan diberkati, untuk disucikan sampai sempurna seperti Yesus--menjadi mempelai wanita sorga yang siap menyambut kedatangan-Nya di awan-awan yang permai. Inilah ladang yang sudah menguning, siap untuk dituai.

    Untuk menuai jiwa-jiwa, menggunakan sabit--pedang firman. Ladang menguning, berarti siap dituai dan masuk dalam lumbung kerajaan Sorga.

    Menabur perlu, tetapi harus dilanjutkan pada menuai; setelah penginjilan, lanjutkan kepada pengajaran. Lewat pedang firman, apa yang tidak benar, disucikan sampai sempurna.

    Hati-hati! Banyak dipanggil, sedikit yang dipilih! Banyak yang gugur di tengah jalan seperti bangsa Israel. Banyak yang sudah puas secara jasmani seperti Laodikia, tetapi rohaninya terpuruk dan Yesus berada di luar mengetok pintu.
    Ini yang banyak terjadi sekarang ini; ibadahnya tidak ada Yesus, tetapi hanya figur manusia--artis, hamba TUHAN--dan berkat jasmani--uang, kedudukan dan sebagainya.

    Malam ini, biarlah kita menerima firman pengajaran yang lebih tajam dari pedang bermata dua. Inilah yang mempersiapkan kita menjadi ladang menguning dan siap dituai.

UPAH PELAYANAN

Yohanes 4: 36
4:36. Sekarang juga penuai telah menerima upahnya dan ia mengumpulkan buah untuk hidup yang kekal, sehingga penabur dan penuai sama-sama bersukacita.

Kalau kita mau menabur dan menuai, ada upah. Jangan takut! TUHAN tidak akan menipu kita. Burung di udara tidak menabur dan menuai, tetapi dipelihara TUHAN! Apalagi kalau kita menabur dan menuai, pasti dipelihara oleh TUHAN.

Apalagi bagi hamba TUHAN sepenuh yang tidak bergantung apa-apa, tetapi menabur menuai--memberitakan Injil Keselamatan dan Injil Kemuliaan--, pasti dipelihara oleh TUHAN. Kalau masih berharap manusia, berarti kualitas kita masih di bawah burung. Betapa memalukan, terutama hamba TUHAN.

"Karena itu, saya berterima kasih kepada Lempin-El. Saya diajar tidak boleh minta dan tidak boleh hutang. Kita benar-benar diangkat lebih dari burung."

Matius 6: 25-26
6:25. "Karena itu Aku berkata kepadamu: Janganlah kuatir akan hidupmu, akan apa yang hendak kamu makan atau minum, dan janganlah kuatir pula akan tubuhmu, akan apa yang hendak kamu pakai. Bukankah hidup itu lebih penting dari pada makanan dan tubuh itu lebih penting dari pada pakaian?
6:26. Pandanglah burung-burung di langit, yang tidak menabur dan tidak menuai dan tidak mengumpulkan bekal dalam lumbung, namun diberi makan oleh Bapamu yang di sorga. Bukankah
kamu jauh melebihi burung-burung itu?

'kamu jauh melebihi burung-burung itu' = hamba TUHAN sepenuh atau bukan, jauh melebihi burung-burung. Kalau kita ikut kegerakan menabur dan menuai, maka TUHAN akan menjamin semuanya.

Jika burung yang tidak menabur menuai dipelihara oleh Bapa di sorga, apalagi kita yang aktif dalam kegerakan pembangunan tubuh Kristus, pasti kita akan diperhatikan dan dipelihara oleh Bapa.

Di Matius 10, burung dikaitkan dengan sehelai rambut.
Matius 10: 29-30
10:29. Bukankah burung pipit dijual dua ekor seduit? Namun seekorpun dari padanya tidak akan jatuh ke bumi di luar kehendak Bapamu.
10:30. Dan kamu,
rambut kepalamupun terhitung semuanya.

Sekalipun kita lemah dan tidak berdaya--seperti sehelai rambut--tetapi kalau kita aktif menabur dan menuai, maka TUHAN menghitung kita; TUHAN memperhatikan, mempedulikan dan bergumul untuk kita.

"Hati-hati! Sekarang diajarkan supaya hamba TUHAN berkebun, tetapi tujuannya untuk dijual. Banyak hamba TUHAN yang tanya kepada saya. Ada yang tanahnya luas dan mau berkebun. Saya katakan: 'boleh, tetapi kalau ada lebihnya, bagikan kepada tetanggamu dengan cuma-cuma.' Inilah kabar mempelai yang selalu 'cuma-cuma' dari TUHAN."

Supaya bangsa kafir bisa dihitung, Yesus harus rela tidak dihitung. Itulah kurban Kristus!
Yesaya 53: 2-3
53:2. Sebagai taruk ia tumbuh di hadapan TUHAN dan sebagai tunas dari tanah kering. Ia tidak tampan dan semaraknyapun tidak ada sehingga kita memandang dia, dan rupapun tidak, sehingga kita menginginkannya.
53:3. Ia dihina dan dihindari orang, seorang yang penuh kesengsaraan dan yang biasa menderita kesakitan; ia sangat dihina, sehingga orang menutup mukanya terhadap dia dan bagi kitapun
dia tidak masuk hitungan.

= tentang Yesus, yang semestinya mulia, tetapi rela menderita untuk kita.

'Ia tidak tampan dan semaraknyapun tidak ada' = Dia menangung dosa-dosa kita, sampai wajah-Nya lebih buruk dari manusia; seperti anjing babi, bahkan sampai seperti setan. Petrus sudah seperti setan (di Markus 8: 33, Tuhan katakan kepada Petrus: 'Enyahlah, iblis'). Kalau TUHAN tidak menolong Petrus, habis.

Dia disalibkan di luar Yerusalem--tidak masuk hitungan. Dia rela mati terkutuk di kayu salib, supaya kita bangsa kafir yang seperti perempuan Samaria--najis, nikah buah nikahnya hancur, masalah tidak selesai, tidak puas, tidak pernah bahagia, dan binasa--bisa dihitung oleh TUHAN. Lewat perjamuan suci, benar-benar TUHAN akan tolong kita.

Memang kita bangsa kafir tidak masuk hitungan umat pilihan TUHAN. Tetapi malam ini, Ia rela mati terkutuk untuk menjangkau kita bangsa kafir. Ia sendiri tidak dihitung, supaya kita bisa dihitung; kita diperhatikan, dipedulikan dan Ia bergumul untuk kita.
Biar kita hanya sehelai rambut, jangan takut!
Inilah bukti bahwa Dia tidak dihitung--keluar dari Yerusalem--, supaya kita bisa dihitung sebagai umat pilihan TUHAN.
Kalau TUHAN memperhatikan, mempedulikan dan bergumul untuk kita, hasilnya:

  • TUHAN mampu melindungi dan memelihara kita, sekalipun kita tidak berdaya--bagaikan sehelai rambut--di tengah kesulitan dunia, sampai zaman antikris berkuasa di bumi 3, 5 tahun.
    Apapun keadaan kita malam hari ini--tidak berdaya seperti sehelai rambut, seperti perempuan Samaria, nikah dan buah nikah hancur, masalah tidak selesai, banyak air mata, tidak ada sukacita sedikitpun--, Ia sudah mengambil tempat kita.


  • TUHAN mampu menolong untuk menyelesaikan segala masalah kita sampai yang mustahil, sekalipun kita tidak berdaya.
  • TUHAN sanggup memberikan sukacita dari sorga--penabur dan penuai sama-sama bersukacita--yang tidak bisa dipengaruhi oleh apapun di dunia.

    Seperti firman TUHAN: 'berbahagialah orang yang lapar ... berbahagialah orang yang miskin..'


  • Sehelai rambut tidak jatuh, berarti utuh atau sempurna= TUHAN mampu menyucikan dan mengubahkan kehidupan kita sampai sempurna seperti Dia.

    Jika Dia datang kembali kedua kali, kita diubahkan menjadi sempurna; tidak salah dalam perkataan (Yakobus 3 : 2) dan kita hanya berseru: 'Haleluya' untuk menyambut kedatangan-Nya kedua kali di awan-awan yang permai. Kita bersama dengan Dia selama-lamanya; kita memandang Dia muka dengan muka di awan-awan permai, sampai di takhta TUHAN.

Mata harus diurapi, supaya kita hanya memandang pribadi TUHAN dan ladang TUHAN.
Jangan ragu untuk menabur dan manuai! Burung dipelihara oleh TUHAN apalagi kita.

Bangsa kafir yang tidak dihitung, sekarang dihitung sebagai umat pilihan TUHAN, karena Yesus rela tidak dihitung. Dia memperhatikan, mempedulikan dan bergumul untuk kita semuanya.

Jangan takut! Kalau ada tanda-tanda kita berada dalam ladang TUHAN, maka TUHAN memperhatikan, mengerti, mempedulikan dan bergumul untuk kita. Sehelai rambut yang tidak berdaya, akan ditolong oleh TUHAN.

Mungkin keluarga, hamba TUHAN atau jemaat tidak peduli, jangan takut! Asalkan kita menabur menuai, maka TUHAN yang memperhatikan dan mempedulikan kita.

TUHAN memberkati.

kembali ke halaman sebelumnya
IBADAH RUTIN DI MALANG

Minggu jam 06:45 (Ibadah Raya)
Minggu jam 10:15 (Ibadah Sekolah Minggu)
Selasa jam 17:15 (Ibadah Pendalaman Alkitab)
Rabu jam 07:30 (Ibadah Kaum Wanita)
Kamis jam 17:15 (Ibadah Doa Penyembahan)
Sabtu jam 17:15 (Ibadah Kaum Muda Remaja)

IBADAH RUTIN DI MEDAN
Royal Room Hotel Danau Toba Internasional
Jl. Imam Bonjol Medan

Minggu, jam 18:45 (Ibadah Raya)
Senin, jam 08:00 (Ibadah Pendalaman Alkitab)
Senin, jam 17:30 (Ibadah Pendalaman Alkitab)

IBADAH RUTIN DI SURABAYA

Minggu jam 09:00 (Ibadah Sekolah Minggu)
Minggu jam 10:15 (Ibadah Raya)
Rabu jam 17:30 (Ibadah Pendalaman Alkitab)
Jumat jam 17:30 (Ibadah Doa Penyembahan)


IBADAH RUTIN DI JAKARTA
Jl. Patra Kuningan XIV no.4
Jakarta Selatan
Sabtu, jam 09:00 (Ibadah Pendalaman Alkitab)

IBADAH KUNJUNGAN
All Right Reserved Gereja Pantekosta Tabernakel "KRISTUS KASIH"
Jln. Simpang Borobudur 27 Malang | Telp: (0341) 496949 | Fax: (0341) 476751 » Lihat Peta Gereja Kami di Malang
Jln. WR Supratman 4 Surabaya | Telp. 08123300378 » Lihat Peta Gereja Kami di Surabaya
hubungi kami | email: info@gptkk.org | sitemap | top