English Language | Form Penggembalaan
RINGKASAN KOTBAH IBADAH RUTIN DAN IBADAH KUNJUNGAN
RINGKASAN LAINNYA

Ibadah Raya Malang, 03 Juli 2016 (Minggu Pagi)
IBADAH PENYERAHAN ANAK

Lukas 2:22-24
2:22 Dan ketika genap waktu pentahiran, menurut hukum Taurat Musa, mereka membawa...

Ibadah Raya Malang, 16 Januari 2011 (Minggu Pagi)
Matius 25:31-34
25:31. "Apabila Anak Manusia datang dalam kemuliaan-Nya dan...

Ibadah Doa Surabaya, 10 Agustus 2018 (Jumat Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayangnya TUHAN kita Yesus Kristus. Selamat malam, selamat mendengarkan firman TUHAN. Biarlah damai...

Ibadah Doa Surabaya, 20 Juni 2012 (Rabu Sore)
Matius 27
Dalam susunan tabernakel ini menunjuk tentang 7 PERCIKAN DARAH DI ATAS TABUT PERJANJIAN, artinya sekarang adalah sengsara yang dialami...

Ibadah Pendalaman Alkitab Surabaya, 11 Oktober 2010 (Senin Sore)
Matius 25: 31-46
Malam ini kita membaca ayat 31
25:31. "Apabila Anak Manusia datang dalam kemuliaan-Nya dan semua malaikat bersama-sama dengan...

Ibadah Kaum Muda Remaja Surabaya, 20 Juni 2015 (Sabtu Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Lukas 9:10-17 tentang Yesus memberi makan lima...

Ibadah Raya Malang, 20 Januari 2013 (Minggu Pagi)
Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Matius 28 secara keseluruhan menunjuk pada...

Ibadah Raya Surabaya, 25 Februari 2018 (Minggu Siang)
Salam sejahtera dalam kasih sayangnya TUHAN kita Yesus Kristus. Selamat siang, selamat mendengarkan firman TUHAN. Biarlah damai...

Ibadah Raya Malang, 25 Mei 2014 (Minggu Pagi)
Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Wahyu 1:15
1:15 Dan kaki-Nya mengkilap bagaikan tembaga...

Ibadah Doa Malam Session II Malang, 14 Juni 2011 (Selasa Malam)
Keluaran 15:22-27 adalah tentang PINTU KEMAH.
Pintu Kemah adalah pintu yang memisahkan antara Halaman...

Ibadah Pendalaman Alkitab Malang, 04 Februari 2010 (Kamis Sore)
Matius 24:45-51 adalah tentang berjaga-jaga.
Kita harus berjaga-jaga sebab kedatangan Yesus kedua kali...

Ibadah Doa Surabaya, 12 Mei 2014 (Senin Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayang-Nya Tuhan kita Yesus Kristus. Selamat malam, selamat mendengarkan firman Tuhan, biarlah damai...

Ibadah Doa Malang, 27 Maret 2018 (Selasa Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Wahyu 7:1-8
7:1 Kemudian dari pada...

Ibadah Pendalaman Alkitab Surabaya, 19 Januari 2015 (Senin Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayangnya Tuhan kita Yesus Kristus. Selamat malam, selamat mendengarkan firman Tuhan. Biarlah damai...

Ibadah Kaum Muda Remaja Malang, 09 Juli 2016 (Sabtu Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Lukas 9:57-62 tentang hal mengikut Yesus.
Lukas...


TRANSKRIP LENGKAP

Doa Surabaya (Rabu, 26 November 2014)
Tayang: 10 Mei 2019
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 24 November 2014)
Tayang: 10 Mei 2019
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 23 November 2014)
Tayang: 07 Januari 2019
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 19 November 2014)
Tayang: 07 Januari 2019
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 17 November 2014)
Tayang: 07 Januari 2019
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 09 November 2014)
Tayang: 22 Agustus 2018
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 05 November 2014)
Tayang: 04 Juni 2018
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 03 November 2014)
Tayang: 04 Juni 2018
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 02 November 2014)
Tayang: 03 Maret 2018
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 20 Oktober 2014)
Tayang: 13 Desember 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 13 Oktober 2014)
Tayang: 13 Desember 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 12 Oktober 2014)
Tayang: 24 Oktober 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 08 Oktober 2014)
Tayang: 18 September 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 06 Oktober 2014)
Tayang: 05 September 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 05 Oktober 2014)
Tayang: 05 September 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 01 Oktober 2014)
Tayang: 05 September 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 29 September 2014)
Tayang: 24 Juni 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 21 September 2014)
Tayang: 19 Mei 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 17 September 2014)
Tayang: 29 April 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 15 September 2014)
Tayang: 29 April 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]



Untuk Koneksi Lambat, silahkan buka http://id.gptkk.org
Transkrip lengkap dari ibadah penggembalaan di Malang dan Surabaya, semuanya di bawakan oleh gembala sidang Pdt. Widjaja Hendra.

Silahkan kontak ke info@gptkk.org apabila bapak/ibu/sdr/sdri ada pertanyaan atau mungkin ingin berlangganan majalah Manna dan silahkan kirim email ke widjaja_h [at] yahoo.com apabila ingin konsultasi pribadi dengan bapak gembala
silahkan ganti tanda [at] dengan @
Cari ringkasan:   
[versi cetak]
Cari rekaman ibadah ini di: http://www.kabarmempelai.org
Ibadah Pendalaman Alkitab Surabaya, 24 Oktober 2018 (Rabu Sore)

Salam sejahtera dalam kasih sayangnya TUHAN kita Yesus Kristus. Selamat malam, selamat mendengarkan firman TUHAN. Biarlah damai sejahtera, kasih karunia, dan bahagia senantiasa dilimpahkan TUHAN di tengah-tengah kita sekalian.

Dalam kitab Wahyu 8: 1-5 ada dua keadaan yang kontras:

  1. Ayat 1-4= ketenangan setengah jam lamanya di sorga; perhentian yang semakin meningkat sampai ketenangan setengah jam lamanya di sorga, bahkan sampai hidup kekal. (diterangkan mulai dari Ibadah Raya Surabaya, 16 September 2018 sampai Ibadah Doa Surabaya, 12 Oktober 2018).


  2. Ayat 5= kegoncangan yang semakin meningkat sampai kehancuran dan kebinasaan selamanya di neraka (diterangkan mulai dari Ibadah Raya Surabaya, 14 Oktober 2018).

AD. 2: KEGONCANGAN
Wahyu 8: 5

8:5. Lalu malaikat itu mengambil pedupaan itu, mengisinya dengan api dari mezbah, dan melemparkannya ke bumi. Maka meledaklah bunyi guruh, disertai halilintar dan gempa bumi.

Mengapa Tuhan izinkan terjadi kegoncangan? Untuk memisahkan antara kehidupan yang tergoncangkan dengan yang tidak tergoncangkan.
Ibrani 12: 26-29
12:26. Waktu itu suara-Nya menggoncangkan bumi, tetapi sekarang Ia memberikan janji: "Satu kali lagi Aku akan menggoncangkan bukan hanya bumi saja, melainkan langit juga."
12:27. Ungkapan "Satu kali lagi" menunjuk kepada perubahan pada apa yang dapat digoncangkan, karena ia dijadikan supaya tinggal tetap apa yang tidak tergoncangkan.
12:28. Jadi, karena kita menerima kerajaan yang tidak tergoncangkan, marilah kita mengucap syukur dan beribadah kepada Allah menurut cara yang berkenan kepada-Nya, dengan hormat dan takut.
12:29. Sebab Allah kita adalah api yang menghanguskan.

Kehidupan yang tergoncangkan akan lenyap, hancur, dan binasa bersama dengan dunia. Tetapi kehidupan yang tidak tergoncangkan akan mengalami ketenangan yang meningkat sampai puncaknya yaitu ketenangan setengah jam lamanya di sorga; sama dengan mewarisi kerajaan sorga yang tidak tergoncangkan.

1 Tesalonika 5: 1-7; perikop: berjaga-jaga
5:1. Tetapi tentang zaman dan masa, saudara-saudara, tidak perlu dituliskan kepadamu,
5:2. karena kamu sendiri tahu benar-benar, bahwa
hari Tuhan datang seperti pencuri pada malam.
5:3. Apabila mereka mengatakan:
Semuanya damai dan aman--maka tiba-tiba mereka ditimpa oleh kebinasaan, seperti seorang perempuan yang hamil ditimpa oleh sakit bersalin--mereka pasti tidak akan luput.
5:4. Tetapi kamu, saudara-saudara, kamu tidak hidup di dalam kegelapan, sehingga hari itu tiba-tiba mendatangi kamu seperti pencuri,
5:5. karena kamu semua adalah anak-anak terang dan anak-anak siang. Kita bukanlah orang-orang malam atau orang-orang kegelapan.
5:6. Sebab itu baiklah jangan kita
tidur seperti orang-orang lain, tetapi berjaga-jaga dan sadar.
5:7. Sebab mereka yang tidur, tidur waktu malam dan mereka yang
mabuk, mabuk waktu malam.

Ayat 2: 'hari Tuhan datang seperti pencuri pada malam'= bukan Tuhan yang seperti pencuri, tetapi waktu kedatangan-Nya yang seperti pencuri, yaitu mendadak/tidak diketahui.

Kegoncangan-kegoncangan terjadi justru di saat semua dirasa aman/tenang. Ini yang bahaya. Pekerjaan enak, tiba-tiba kena PHK. Tidak bisa diprediksi.

Sikap yang salah dari gereja Tuhan adalah di saat semua aman dan lancar, gereja Tuhan justru hidup dalam kegelapan--termasuk hamba Tuhan. Ini sama dengan mulai lengah.

Hidup dalam kegelapan malam= tidur, mabuk, dan lumpuh secara rohani. Ini yang harus kita jaga. Di saat semua tenang, banyak yang tidur, mabuk, atau lumpuh secara rohani, artinya:

  1. Tidur rohani= tidak mengerti kehendak Tuhan di dalam firman Allah karena keras hati--bodoh--, atau tidak mau mengerti sekalipun firman sudah jelas.
    Efesus 5: 11-17
    5:11. Janganlah turut mengambil bagian dalam perbuatan-perbuatan kegelapan yang tidak berbuahkan apa-apa, tetapi sebaliknya telanjangilah perbuatan-perbuatan itu.
    5:12. Sebab menyebutkan sajapun apa yang dibuat oleh mereka di tempat-tempat yang tersembunyi telah memalukan.
    5:13. Tetapi segala sesuatu yang sudah ditelanjangi oleh terang itu menjadi nampak, sebab semua yang nampak adalah terang.
    5:14. Itulah sebabnya dikatakan: "Bangunlah, hai kamu yang
    tidur dan bangkitlah dari antara orang mati dan Kristus akan bercahaya atas kamu."
    5:15. Karena itu, perhatikanlah dengan saksama, bagaimana kamu hidup, janganlah seperti orang bebal, tetapi seperti orang arif,
    5:16. dan pergunakanlah waktu yang ada, karena hari-hari ini adalah jahat.
    5:17. Sebab itu janganlah kamu
    bodoh, tetapi usahakanlah supaya kamu mengerti kehendak Tuhan.

    Ciri-ciri tidur rohani:


    • Titus 3: 10-11
      3:10. Seorang bidat yang sudah satu dua kali kaunasihati, hendaklah engkau jauhi.
      3:11. Engkau tahu bahwa orang yang semacam itu benar-benar sesat dan dengan dosanya menghukum dirinya sendiri.

      Ciri pertama tidur rohani: menjadi orang bidat/bebal, artinya tidak mau ditegor dan dinasihati oleh firman pengajaran yang benar; tetap mempertahankan dosa-dosa.
      Contoh: Yudas, ia sudah tahu saat Tuhan berkata: Dia yang bersama-sama dengan Aku mencelupkan tangannya ke dalam pinggan ini, dialah yang akan menyerahkan Aku. Tetapi ia tidak mau ditegor; tetap mempertahankan dosanya.

      Yang memiliki tegoran dan nasihat adalah firman yang lebih tajam dari pedang bermata dua.
      2 Timotius 4: 2
      4:2. Beritakanlah firman, siap sedialah baik atau tidak baik waktunya, nyatakanlah apa yang salah, tegorlah dan nasihatilah dengan segala kesabaran dan pengajaran.

      Akibatnya: sesat dan menyiksa diri--'orang yang semacam itu benar-benar sesat dan dengan dosanya menghukum dirinya sendiri'.


    • Efesus 5: 17
      5:17. Sebab itu janganlah kamu bodoh, tetapi usahakanlah supaya kamu mengerti kehendak Tuhan.

      Ciri kedua tidur rohani: menjadi bodoh--mau mendengar firman tetapi tidak mau mempraktikkannya.

      Matius 7: 26-27
      7:26. Tetapi setiap orang yang mendengar perkataan-Ku ini dan tidak melakukannya, ia sama dengan orang yang bodoh, yang mendirikan rumahnya di atas pasir.
      7:27. Kemudian turunlah hujan dan datanglah banjir, lalu angin melanda rumah itu, sehingga rubuhlah rumah itu dan hebatlah kerusakannya."

      Perkataan Yesus= firman pengajaran yang benar; firman yang dibukakan rahasianya yaitu ayat yang satu menerangkan ayat yang lain dalam alkitab.

      Akibat bodoh: rubuh dan hebat kerusakannya, tidak bisa diperbaiki lagi; tidak tahan uji sampai rubuh, dan menuju kebinasaan--rebah dan tidak bangkit-bangkit lagi.


    Hati-hati! Saat semua aman justru tidak mau mengerti firman; tidak mau menerima tegoran firman--mulai sombong. Akhirnya ia akan menjadi bebal dan bodoh, benar-benar rubuh dan hebatlah kerusakannya; tidak bisa diperbaiki lagi, sampai binasa.


  2. Mabuk rohani= tanpa urapan Roh Kudus sehingga hanya mengikuti hawa nafsu dan keinginan daging, seperti jemaat Laodikia.
    Efesus 5: 18
    5:18. Dan janganlah kamu mabuk oleh anggur, karena anggur menimbulkan hawa nafsu, tetapi hendaklah kamu penuh dengan Roh,

    orang yang mabuk kalau tidur di got dia rasa di istana raja. Begitu juga dengan jemaat Laodikia. Mereka berkata: Aku kaya dan aku telah memperkayakan diriku dan aku tidak kekurangan apa-apa. Tetapi Tuhan katakan: Engkau melarat, dan malang, miskin, buta dan telanjang.

    Ciri mabuk rohani: merasa kuat dan mampu sampai tidak butuh Tuhan.

    Wahyu 3: 17
    3:17. Karena engkau berkata: Aku kaya dan aku telah memperkayakan diriku dan aku tidak kekurangan apa-apa, dan karena engkau tidak tahu, bahwa engkau melarat, dan malang, miskin, buta dan telanjang,

    Hati-hati! Dalam keadaan enak, tenteram, dan diberkati, banyak orang kristen--termasuk hamba Tuhan--yang tidur rohani--tidak mau mengerti firman; menolak firman--, kemudian mulai mabuk rohani--mengandalkan yang jasmani sampai tidak butuh Tuhan/Roh Kudus, tetapi hanya mengandalkan/menggembar-gemborkan/puas dengan perkara-perkara jasmani.

    Akibatnya: suam-suam rohani, sehingga dimuntahkan oleh Tuhan.
    Wahyu 3: 15-16
    3:15. Aku tahu segala pekerjaanmu: engkau tidak dingin dan tidak panas. Alangkah baiknya jika engkau dingin atau panas!
    3:16. Jadi karena engkau suam-suam kuku, dan tidak dingin atau panas, Aku akan memuntahkan engkau dari mulut-Ku.

    Dimuntahkan oleh Tuhan artinya: tidak memuaskan Tuhan, sehingga dia sendiri tidak pernah mengalami kepuasan tetapi selalu bersungut, mengomel, menyalahkan orang lain, dan akhirnya mencari kepuasan-kepuasan semu di dunia, sampai jatuh dalam dosa dan puncaknya dosa yaitu dosa makan-minum dan kawin-mengawinkan. Benar-benar jadi sama dengan muntah--najis--, dan terpisah dengan Tuhan selamanya.

    Hati-hati juga di rumah, lewat handphone mencari yang bertentangan dengan firman: gambar-gambar yang tidak baik. Itu sudah gejala dimuntahkan. Kalau ada gejala seperti itu, hentikan. Kalau tidak, akan terpisah dengan Tuhan selama-lamanya, dan binasa.


  3. Lumpuh rohani= tidak ada kaitan dengan kasih Allah; dingin rohani; kasihnya sudah dingin--(maaf) kakinya sudah beku. Karena itu Tuhan datang membawa kasih-Nya: Maukah engkau sembuh? Kasih Tuhan inilah yang menjadi kebutuhan kita.
    Yohanes 5: 5-6
    5:5. Di situ ada seorang yang sudah tiga puluh delapan tahun lamanya sakit.
    5:6. Ketika Yesus melihat orang itu berbaring di situ dan karena Ia tahu, bahwa ia telah lama dalam keadaan itu, berkatalah Ia kepadanya: "Maukah engkau sembuh?"

    Ciri kelumpuhan:


    • Ciri pertama lumpuh rohani: lumpuh artinya tidak bisa bergerak= tidak setia sampai meninggalkan ibadah pelayanan kepada Tuhan.
      Tadi, masih suam-suam, masih datang, itu sudah bahaya, sebentar lagi dia jadi muntah--jijik dan najis. Sekarang lebih parah lagi yaitu tidak setia sampai meninggalkan ibadah pelayanan kepada Tuhan.


    • Yohanes 5: 7
      5:7. Jawab orang sakit itu kepada-Nya: "Tuhan, tidak ada orang yang menurunkan aku ke dalam kolam itu apabila airnya mulai goncang, dan sementara aku menuju ke kolam itu, orang lain sudah turun mendahului aku."

      Saat Tuhan menawarkan kasih-Nya, yang dia ingat orang lain, bukan Tuhan.

      Ciri kedua lumpuh rohani: berharap orang lain atau sesuatu dari dunia, sehingga tidak berharap Tuhan.
      Akibatnya: mudah bangga--kalau berhasil--, tetapi juga mudah kecewa dan putus asa.


    • Yohanes 5: 8
      5:8. Kata Yesus kepadanya: "Bangunlah, angkatlah tilammu dan berjalanlah."

      'tilam'= tempat tidur.

      Ciri ketiga lumpuh rohani:


      1. Tempat tidur artinya: hidup bahkan enjoy dalam dosa kenajisan termasuk dosa makan-minum dan kawin-mengawinkan; tidak bangkit-bangkit lagi.


      2. Tempat tidur juga menunjuk pada nikah dan buah nikah.
        Artinya: menghadapi masalah nikah dan buah nikah. Ini adalah masalah yang paling banyak, dan tidak ada pakarnya; hanya Yesus yang mampu menolong dengan kekuatan firman pengajaran.

        Kita ingat, ada dua orang perempuan sundal yang datang kepada Salomo membawa seorang anak. Sebenarnya masing-masing mempunyai anak, tetapi salah seorang anaknya mati, dan sekarang mereka berebut anak yang hidup. Ini menunjuk pada masalah nikah--anaknya mati, suaminya tidak tahu ada di mana. Mereka datang pada Salomo, dan ia hanya mengambil pedang.

        Ada kegerakan-kegerakan rohani--seperti orang yang masuk ke kolam Betesda, bisa sembuh, tetapi orang lumpuh tidak pernah masuk ke situ.
        Banyak kegerakan yang mengatasnamakan kegerakan rohani tetapi tanpa pedang firman. Tidak akan bisa mencapai pada kehidupan yang paling lemah atau menjangkau masalah yang paling besar yaitu masalah nikah dan buah nikah.
        Mengapa begitu? Karena setan tahu pintu masuk ke dunia adalah nikah jasmani, dan pintu masuk ke sorga adalah nikah rohani--perjamuan kawin Anak Domba--, sehingga mulai sekarang nikah dihancurkan oleh setan.

        Karena itu kita berdoa agar dalam ibadah-ibadah kunjungan kita menampilkan pedang firman--Yesus sebagai Imam Besar melayani kita lewat pedang firman--sehingga mampu mencapai masalah yang terbesar yaitu masalah nikah dan buah nikah.


    Inilah tanda lumpuh rohani: tidak setia, kemudian berharap orang lain, hidup dalam dosa kenajisan, dan berada dalam masalah nikah dan buah nikah yang tidak pernah selesai, berarti tidak bisa masuk perjamuan kawin Anak Domba; ketinggalan saat Yesus datang, dan binasa selamanya.

Inilah keadaan tidur, mabuk, dan lumpuh rohani. Saat semua aman, damai, enak, kita seringkali lengah, sehingga rohaninya mulai tidur--tidak memperhatikan firman lagi; tidak mau mengerti--, kemudian mabuk--tanpa Roh Kudus; hanya mengikuti yang jasmani--, sampai lumpuh.

Kalau gereja Tuhan tidur, mabuk, dan lumpuh rohani, akibatnya:

  • Sekonyong-konyong datang kegoncangan-kegoncangan yang membuat ketakutan, kegelisahan, stres; tidak ada damai lagi.
    Stres adalah pembunuh utama di akhir zaman baik secara jasmani maupun rohani--tidak bisa berdoa dan membaca firman. Benar-benar binasa selamanya.

    Celaka kalau kita dalam keadaan tidur, mabuk, dan lumpuh! Tuhan tolong kita semua.


  • Hari kedatangan Tuhan kedua kali menjadi sama seperti pencuri di malam hari, sehingga lengah, dan banyak gereja Tuhan yang ketinggalan saat Yesus datang kembali kedua kali; hancur dan lenyap bersama dunia, binasa selamanya.
    Benar-benar mengalami kiamat--api penghukuman dari langit--, sampai binasa bersama dunia.

    2 Petrus 3: 10
    3:10. Tetapi hari Tuhan akan tiba seperti pencuri. Pada hari itu langit akan lenyap dengan gemuruh yang dahsyat dan unsur-unsur dunia akan hangus dalam nyala api, dan bumi dan segala yang ada di atasnya akan hilang lenyap.

Hati-hati! Di dalam kitab wahyu 8 ada ketenangan dan kegoncangan. Saat semua tenang, justru tiba-tiba datang kegoncangan yang membuat stres, dan kedatangan Yesus menjadi seperti pencuri. Mengapa begitu? Karena lengah--tidur, mabuk, dan lumpuh.

Sikap gereja Tuhan yang benar: saat semua aman, lancar, dan diberkati, kita harus hidup dalam terang, jangan dalam gelap; sama dengan berjaga-jaga dan sadar--jangan tidur dan mabuk--, dan masuk dalam kebangunan rohani--jangan lumpuh.
1 Tesalonika 5: 6
5:6. Sebab itu baiklah jangan kita tidur seperti orang-orang lain, tetapi berjaga-jaga dan sadar.

Efesus 5: 13-14
5:13. Tetapi segala sesuatu yang sudah ditelanjangi oleh terang itu menjadi nampak, sebab semua yang nampak adalah terang.
5:14. Itulah sebabnya dikatakan: "Bangunlah, hai kamu yang tidur dan bangkitlah dari antara orang mati dan Kristus akan bercahaya atas kamu."

Saat semua aman saja, kita masih harus berjaga-jaga, sadar, dan dalam kebangunan rohani, apalagi kalau sekarang masih dalam keadaan goncang, harus sungguh-sungguh.

"Karena itu saya sangat sedih, saat dalam keadaan goncang, acuh tak acuh saat ada doa malam."

Jangan tidur, mabuk, dan lumpuh! Yang ada dalam masalah apapun, mari berjaga, sadar, dan masuk kebangunan rohani. Tuhan tolong kita semua. Yang sudah aman, jangan sampai lengah, tetapi tetap berjaga, sadar, dan masuk kebangunan rohani.

Praktik berjaga-jaga, sadar, dan masuk kebangunan rohani:

  1. Efesus 5: 17
    5:17. Sebab itu janganlah kamu bodoh, tetapi usahakanlah supaya kamu mengerti kehendak Tuhan.

    Praktik pertama: kita harus selalu mengerti kehendak Tuhan/firman pengajaran yang benar. Di dalam Tabernakel ditunjukkan dengan alat meja roti sajian.

    Dulu pada zaman rasul-rasul hujan awal: ketekunan dalam pengajaran rasul dan pemecahan roti, sekarang ketekunan dalam ibadah pendalaman alkitab dan perjamuan suci; persekutuan dengan Anak Allah di dalam firman pengajaran dan kurban Kristus. Harus tekun! Bangun terus!

    Kebangunan rohani yang sesungguhnya bukanlah ibadah-ibadah kunjungan, tetapi di dalam penggembalaan, baru nanti ibadah kunjungan.


  2. Efesus 5: 18
    5:18. Dan janganlah kamu mabuk oleh anggur, karena anggur menimbulkan hawa nafsu, tetapi hendaklah kamu penuh dengan Roh,

    Praktik kedua: kita harus penuh bahkan meluap-luap dalam Roh Kudus. Di dalam Tabernakel ditunjukkan dengan alat pelita emas.

    Dulu pada zaman rasul-rasul hujan awal: ketekunan dalam persekutuan, sekarang ketekunan dalam ibadah raya; persekutuan dengan Allah Roh Kudus di dalam urapan dan karunia-karunia-Nya.


  3. Efesus 5: 19-20
    5:19. dan berkata-katalah seorang kepada yang lain dalam mazmur, kidung puji-pujian dan nyanyian rohani. Bernyanyi dan bersoraklah bagi Tuhan dengan segenap hati.
    5:20. Ucaplah syukur senantiasa atas segala sesuatu dalam nama Tuhan kita Yesus Kristus kepada Allah dan Bapa kita

    Pengertian ketiga: kita memuji Tuhan, mengucap syukur, dan menyembah Dia. Di dalam Tabernakel ditunjukkan dengan alat mezbah dupa emas.

    Dulu pada zaman rasul-rasul hujan awal: ketekunan dalam berdoa, sekarang ketekunan dalam ibadah doa; persekutuan dengan Allah Bapa di dalam kasih-Nya.

Jadi berjaga-jaga, sadar, dan masuk dalam kebangunan rohani artinya kita harus tergembala dengan benar dan baik, dan taat dengar-dengaran pada suara gembala; selalu berada di dalam kandang penggembalaan--ketekunan dalam tiga macam ibadah pokok. Ini mutlak, tidak bisa ditawar. Jangan lengah!
Kami hamba Tuhan juga sering lengah. Jangan! Mari, sungguh-sungguh!
Kehidupan yang goncang lalu tidak tekun lagi, tidak tahu jadi apa. Kegoncangan akan meningkat sampai menuju kehancuran dan kebinasaan.
Sebaliknya, kalau kita tenang--selalu dalam kebangunan rohani--, saat goncangan datang kita akan tetap tenang karena semua ditangani oleh Tuhan.

Suara gembala= firman pengajaran yang benar, yang dipercayakan Tuhan kepada seorang gembala untuk disampaikan kepada sidang jemaat dengan setia, berurutan, dan berulang-ulang--menjadi makanan (pemeliharaan) dan komando bagi sidang jemaat supaya tahu apa yang harus dilakukan dan tidak boleh dilakukan.

"Guru dan gembala saya, Pdt Pong dulu mengeluh: Orang sudah tanya kepada gembala, sudah dijawab yang benar, eh tanya lagi pada yang lain. Akhirnya ia bimbang--ragu pada gembala--, dan jatuh dalam dosa. Harus taat pada suara gembala!"

Hari-hari ini kita mutlak harus tergembala. Tidak bisa tidak!

Di dalam penggembalaan kita tidak akan bisa tergoncangkan sekalipun ada goncangan dahsyat, dan kita akan mengalami tiga hal:

  1. Tubuh, jiwa, dan roh kita melekat pada Allah Tritunggal sehingga setan tritunggal--sumber kegoncangan--tidak bisa menjamah kita; kita tetap mengalami damai sejahtera, semua enak dan ringan--seperti dibaringkan di atas rumput yang hijau.
    Kita tahu, di mana ada rumput hijau--hutan--, jangan enak-enak, di situ ada singa dan sebagainya ada, karena ia tahu di situ tempat makan rusa. Tetapi kita tidak bisa tergoncang biarpun ada musuh. Kita tetap mengalami damai sejahtera. Semoga kita bisa merasakan dalam kandang penggembalaan.


  2. Penyucian terus menerus--seperti Petrus yang ditanya Tuhan tiga kali: Simon, anak Yohanes, apakah engkau mengasihi Aku lebih dari pada mereka ini? Gembalakanlah domba-domba-Ku. Dan pada pertanyaan yang ketiga kalinya, hati Petrus sedih; ia mengalami penyucian.

    Kita disucikan sampai kedalaman hati dan pikiran kita. Karena itu firman perlu diulang. Sekali mendengar mungkin belum sadar--masih sombong--, kedua kali mulai kena sedikit, dan yang ketiga kali benar-benar sampai di hati; kita disucikan sampai di kedalaman hati dan pikiran kita.

    Kalau hati dan pikiran disucikan, berarti perkataan dan perbuatan juga disucikan, sehingga kita dipakai dalam pembangunan tubuh Kristus yang sempurna.
    Karena itu, kalau kita sudah digembalakan dan taat dengar-dengaran pada suara gembala, kita pasti dipakai.
    Lewat penyucian, beban yang lama--dosa--dibuang, dan Tuhan memberikan beban yang enak dan ringan di hati kita, yaitu beban pelayanan--mulai tergerak untuk melayani.

    Efesus 4: 11-12
    4:11. Dan Ialah yang memberikan baik rasul-rasul maupun nabi-nabi, baik pemberita-pemberita Injil maupun gembala-gembala dan pengajar-pengajar,
    4:12. untuk memperlengkapi orang-orang kudus bagi pekerjaan pelayanan, bagi pembangunan tubuh Kristus,

    Kita diperlengkapi dengan jabatan pelayanan dan karunia Roh Kudus untuk dipakai dalam pelayanan pembangunan tubuh Kristus yang sempurna, mulai dari dalam nikah, penggembalaan, antar penggembalaan, sampai Israel dan kafir menjadi satu tubuh Kristus yang sempurna.

    Melayani dalam nikah tidak gampang. Kaya atau miskin, pintar atau bodoh belum tentu bisa melayani nikah, tetapi kalau suci, pasti bisa melayani dalam nikah.
    Begitu juga dalam penggembalaan dan fellowship.
    Melayani nikah, indah, dalam penggembalaan, lebih indah, fellowship, lebih indah lagi, sampai yang terindah yaitu tubuh Kristus, kita berada di awan-awan.

    Kita harus masuk dalam penggembalaan. Yang menghadapi goncangan, jangan pikir-pikir lagi, tetapi langsung masuk dalam penggembalaan, sampai tubuh, jiwa, dan roh kita melekat pada Allah Tritunggal; kita dipeluk oleh Tuhan.

    Kita mengalami damai sekalipun menghadapi kegoncangan. Bahkan kita disucikan dan dipakai Tuhan. Justru dalam keadaan goncang kita dipakai Tuhan. Kalau kita baca kitab hagai, penyelesaian Bait Allah justru terjadi saat dalam kegoncangan/krisis--barang-barang dunia masuk ke Bait Allah. Itulah caranya Tuhan.

    Mengapa seperti itu; mengapa bukan saat semua enak? Supaya kita tidak bergantung pada harta, tetapi Tuhan. Jangan pernah berkata: Nanti om kalau gaji saya naik sepuluh kali, saya akan berkorban. Sampai Tuhan datang tidak akan terjadi. Tidak usah begitu; tidak usah bergantung pada harta. Kalau Tuhan memberi beban, lakukan--ada yang beban untuk memberi waktu, memberi dalam kekayaan, paduan suara. Layani, itulah jabatan dan karunia dari Tuhan. Jangan tunggu ini itu! Tuhan tolong kita.

    Kalau kita berkata: Nanti kalau aku...., setan akan menyerobot. Jangan 'nanti kalau', tetapi 'nantikanlah'! Tuhan berkata kepada Musa: Pergilah kepada Firaun pada waktu pagi, pada waktu biasanya ia keluar ke sungai; nantikanlah dia di tepi sungai Nil dengan memegang di tanganmu tongkat yang tadinya berubah menjadi ular. Berarti Musa yang lebih dulu sampai di sungai Nil, kalau tidak, akan terpengaruh oleh Firaun--aturannya Firaun yang mandi dulu, setelah itu baru orang lain. Jangan ragu-ragu! Justru dalam keadaan krisis Tuhan mau memakai kita.

    Kalau Tuhan sudah memberikan beban, apapun keadaan kita, layani, yang penting dalam kesucian. Sungguh-sungguh!


  3. Kita mengalami pembaharuan hidup yaitu rendah hati dan takut akan Kristus.
    Efesus 5: 21

    5:21. dan rendahkanlah dirimu seorang kepada yang lain di dalam takut akan Kristus.

    Orang yang berjaga-jaga, sadar, dan masuk dalam kebangunan rohani, tabiatnya adalah rendah hati dan takut akan Tuhan--termasuk lemah lembut.
    Kalau sombong, dia sedang lengah, dan akan jatuh sendiri.

    Rendah hati= kemampuan untuk mengaku dosa kepada Tuhan dan sesama, jika diampuni jangan berbuat dosa lagi. Banyak koreksi diri lewat ketajaman pedang firman!

    Lemah lembut= kemampuan untuk mengampuni dosa orang lain dan melupakannya--kita juga sadar bahwa kita juga banyak kesalahan.

    Hasilnya: dosa dihapus oleh darah Yesus, dan kita mengalami damai sejahtera; tidak bisa tergoncangkan.
    Kalau ada dosa, tidak akan damai.
    Dosa adalah beban terberat, kalau dosa diambil oleh darah Yesus, kita akan mengalami damai, semua enak dan ringan; kalau ini terjadi di dalam rumah tangga, maka rumah tangga tidak lumpuh lagi.

    Takut akan Tuhan= takut untuk berbuat dosa; membenci dosa dan dusta--menjauhi setan--; menghampiri dan menyembah Tuhan.
    Wahyu 14: 7
    14:7. dan ia berseru dengan suara nyaring: "Takutlah akan Allah dan muliakanlah Dia, karena telah tiba saat penghakiman-Nya, dan sembahlah Dia yang telah menjadikan langit dan bumi dan laut dan semua mata air."

    Mari banyak mengoreksi diri--mengaku dosa--, mengampuni, dan menyembah Tuhan--memandang wajah Yesus yang bersinar bagaikan matahari.
    Menyembah Tuhan= berkata-kata dengan Dia (Yohanes 9); berseru kepada Dia, dan mengangkat dua tangan kepada Dia--menyerah sepenuh kepada Dia; bukan menyerah kalah.

Inilah kehidupan di dalam penggembalaan, yaitu berjaga-jaga, sadar, dan dalam kebangunan rohani. Dia tidak bisa dijamah setan, tetapi mengalami damai, disucikan, dipakai oleh Tuhan, rendah hati, lemah lembut, dan takut akan Tuhan.
Sesudah melimpah dalam penggembalaan, nanti akan keluar sendiri, tidak usah minta-minta, dan kita bisa melayani Tuhan.

Banyak menyembah hari-hari ini untuk menghadapi goncangan. Yesus menyinarkan sinar matahari. Kita berseru dan berserah kepada-Nya saat menghadapi kegoncangan/mendung yang tebal/badai gelombang lautan dunia.
Kalau disinari dengan kasih Yesus yang sempurna, akan timbul pelangi, ada harapan baru dari Tuhan. Karena itu jangan putus asa dan menyerah kalah, tetapi menyerah sepenuh kepada Tuhan! Banyak naik gunung penyembahan hari-hari ini!

Di kayu salib wajah Yesus yang mulia menjadi buruk untuk memberikan sinar-Nya kepada kita. Malam ini lewat perjamuan suci kita bisa menerima sinar dari wajah Yesus apapun mendung, gelap, dan angin badai yang kita hadapi. Selama ada perjamuan suci, masih ada sinar matahari yang menembusi kegelapan dan badai yang kita hadapi; masih ada harapan baru dari Tuhan.

Hasilnya:

  1. Kita mengalami sinar kemuliaan, yang menghasilkan pelangi kemuliaan, itulah keubahan hidup--mujizat terbesar.
    Tuhan izinkan kita mengalami mendung, supaya kita mengalami pembaharuan dari manusia daging menjadi manusia rohani seperti Yesus. Yesus naik gunung dan tiba-tiba wajah-Nya bersinar bagaikan matahari yang terik.
    Ada gelombang, naik gunung, dan sinar matahari dari wajah Yesus akan disinarkan kepada kita, sehingga kita mengalami pelangi kemuliaan--pembaharuan hidup mulai dari wajah.

    Wajah= hati. Hati diubahkan menjadi kuat teguh hati. Jangan bimbang/ragu!
    Kuat teguh hati, artinya:


    1. Tetap berpegang teguh pada pengajaran yang benar, sehingga kita tetap hidup benar dan suci apapun yang kita hadapi.
    2. Tidak kecewa, putus asa, dan meninggalkan Tuhan tetapi tetap setia berkobar-kobar dalam ibadah pelayanan kepada Tuhan.
      Justru saat menghadapi krisis tunjukkan bahwa kita ikut Tuhan karena kita mengasihi Dia. Tunjukkan lewat setia berkobar dalam ibadah pelayanan!


    3. Tetap percaya dan berharap kepada Tuhan, tidak menyerah kalah; tetap menyembah Tuhan.


    Kalau kuat teguh hati, Tuhan akan beserta. Ini yang penting. Kalau Tuhan beserta, siapa lawan kita? Tidak usah takut!
    1 Tawarikh 28: 20

    28:20. Lalu berkatalah Daud kepada Salomo, anaknya: "Kuatkan dan teguhkanlah hatimu, dan lakukanlah itu; janganlah takut dan janganlah tawar hati, sebab TUHAN Allah, Allahku, menyertai engkau. Ia tidak akan membiarkan dan meninggalkan engkau sampai segala pekerjaan untuk ibadah di rumah Allah selesai.


  2. Hasil kedua: kita mengalami sinar kasih karunia dari wajah Yesus untuk mengadakan mujizat secara jasmani.
    Bilangan 6: 25
    6:25. TUHAN menyinari engkau dengan wajah-Nya dan memberi engkau kasih karunia;

    Mari banyak naik gunung! Jangan bimbang lagi! Harus kuat teguh hati hari-hari ini!
    Kalau sinar kemuliaan kita alami--Tuhan beserta--, sinar kasih karunia juga akan kita alami--mujizat jasmani terjadi.
    Pandang Tuhan hari-hari ini! Jangan memandang manusia, kita akan kecewa.

    Contoh kehidupan yang memandang Tuhan:


    1. Raja Yosafat.
      2 Tawarikh 20: 1-3, 12, 24
      20:1. Setelah itu bani Moab dan bani Amon datang berperang melawan Yosafat bersama-sama sepasukan orang Meunim.
      20:2. Datanglah orang memberitahukan Yosafat: "Suatu laskar yang besar datang dari seberang Laut Asin, dari Edom, menyerang tuanku. Sekarang mereka di Hazezon-Tamar," yakni En-Gedi.
      20:3. Yosafat menjadi takut, lalu mengambil keputusan untuk mencari TUHAN. Ia menyerukan kepada seluruh Yehuda supaya
      berpuasa.
      20:12. Ya Allah kami, tidakkah Engkau akan menghukum mereka? Karena kami tidak mempunyai kekuatan untuk menghadapi laskar yang besar ini, yang datang menyerang kami. Kami tidak tahu apa yang harus kami lakukan, tetapi
      mata kami tertuju kepada-Mu."
      20:24. Ketika orang Yehuda tiba di tempat peninjauan di padang gurun, mereka menengok ke tempat laskar itu. Tampaklah
      semua telah menjadi bangkai berhantaran di tanah, tidak ada yang terluput.

      Raja Yosafat menghadapi laskar yang besar, tidak tahu jalan keluarnya, tetapi matanya hanya tertuju kepada Tuhan--memandang Dia, berkata-kata dengan Dia, dan mengangkat tangan; menyerah kepada Dia.
      'berpuasa'= naik gunung; menyembah Tuhan ditambah dengan puasa, doa malam. Yang masih dalam goncangan, ketakutan, stres, kemustahilan, kesulitan, mari banyak naik gunung, tambah dengan puasa, doa semalam, supaya sinar mataharinya lebih kuat lagi untuk menembusi kegelapan, sampai timbul pelangi--semakin tebal gelapnya, semakin kuat sinar matahari yang dibutuhkan untuk bisa menembusi kegelapannya. Jangan ragu!

      'mata kami tertuju kepada-Mu'= mata memandang Yesus, mulut berseru kepada Dia, dan tangan diangkat kepada Dia. Biarlah Tuhan menyinari kita dengan sinar kasih karunia sehingga terjadi pelangi kasih karunia, yaitu pertolongan Tuhan; mujizat jasmani terjadi.

      'Laskar besar jadi bangkai'= semua masalah yang mustahil Tuhan selesaikan.
      Di saat kita tidak tahu apa-apa, tidak tahu jalan keluar saat menghadapi masalah apapun, pandang Tuhan, tambah dengan doa puasa dan doa semalam suntuk. Semua masalah yang mustahil diselesaikan Tuhan tepat pada waktunya.

      Sebaliknya kalau kita seperti bangkai--tidak berharga; tidak berarti--, mari banyak menyembah juga. Penjahat di sebelah Yesus hanya sekali menyembah Yesus: "Yesus, ingatlah akan aku, apabila Engkau datang sebagai Raja,' ia langsung diubahkan oleh Tuhan.
      Penjahat saja bisa diubahkan, apalagi kita pelayan Tuhan sekalipun sudah jatuh, masih ada harapan. Karena itu jangan menghakimi orang lain, siapa tahu dia sudah memandang wajah Yesus.

      Bangkaipun bisa dibangkitkan oleh Tuhan; yang sudah jatuh bangun dalam dosa, bisa Tuhan pulihkan.


    2. Raja Daud.
      1 Tawarikh 19: 13

      19:13. Kuatkanlah hatimu dan marilah kita menguatkan hati untuk bangsa kita dan untuk kota-kota Allah kita. TUHAN kiranya melakukan yang baik di mata-Nya."

      Raja Yosafat dan raja Daud berperang, ditambah dengan raja Salomo berperang secara rohani--membangun Bait Allah. Tiga raja yang hebat memandang Tuhan--butuh sinar dari wajah Yesus--, apalagi kita yang bukan raja.

      Kalau kuat teguh hati, kasih karunia sanggup menjadikan semua baik, berhasil dan indah pada waktunya. Yang hancur dan buruk menjadi baik.


    3. Raja Salomo.
      1 Tawarikh 28: 20

      28:20. Lalu berkatalah Daud kepada Salomo, anaknya: "Kuatkan dan teguhkanlah hatimu, dan lakukanlah itu; janganlah takut dan janganlah tawar hati, sebab TUHAN Allah, Allahku, menyertai engkau. Ia tidak akan membiarkan dan meninggalkan engkau sampai segala pekerjaan untuk ibadah di rumah Allah selesai.

      Raja Salomo berperang secara rohani--membangun Bait Allah. Kita sekarang membangun tubuh Kristus. Pelayanan dalam nikah, penggembalaan, dan antar penggembalaan adalah peperangan kita secara rohani.

      Kita berjuang sampai garis akhir dalam pengikutan dan pelayanan kita kepada Tuhan, kita mengalami penyucian dan pembaharuan sampai kita diubahkan menjadi sempurna seperti Dia--tidak salah dalam perkataan--, kita terangkat di awan-awan yang permai, untuk layak menyambut kedatangan Yesus kedua kali di awan-awan yang permai--mata bertemu Mata, muka bertemu Muka. Kita masuk dalam kerajaan sorga; ketenangan selama-lamanya bersama Tuhan. Di tengah kegoncangan ada ketenangan. Tuhan tolong kita.


    Tiga raja memandang Tuhan--yang terakhir Salomo--, sehingga pembangunan Bait Allah selesai.

Apapun yang kita hadapi, sudah Dia tanggung di kayu salib. Tuhan akan menolong. Ada awan dan gelombang badai, tetapi Dia menyertai kita; Dia memberi kekuatan kepada kita. Mari pandang Dia!
Memang ada mendung, bahkan gelombang badai. Tuhan izinkan terjadi kegoncangan, supaya kita tetap tenang dan hanya memandang Dia.

Suami, isteri, anak, orang tua tidak tahu, tetapi Tuhan tahu. Biar kita memandang Dia, berseru dan berserah kepada Dia. Hanya ini yang bisa kita lakukan. Sehancur, segagal, dan semustahil apapun, Tuhan sanggup menolong.

Dia sudah dihancurkan; wajah yang mulia menjadi buruk, bahkan seperti setan, untuk melepaskan kita dari setan, kehancuran dan lain-lain--Petrus dilepaskan dari iblis. Tuhan sanggup menolong kita. Apapun keadaan kita, masih ada harapan baru; ada pelangi malam ini. Jika kita masih bisa makan dan minum perjamuan suci--ada sinar matahari dan pelangi di tengah kita--, Tuhan tidak akan menipu kita semua. Pandang Dia, berseru dan berserah kepada Dia!

Jangan ragukan kurban Kristus! Penjahat kelas kakap bisa ditolong oleh Tuhan asal memandang Dia. Kita semua juga pasti ditolong, sebusuk dan sehancur apapun kita; bahkan yang sudah mustahilpun Dia sanggup menolong.
Perjamuan suci adalah sinar matahari; uluran tangan Tuhan; pelangi Tuhan yang bisa melakukan apa saja bagi kita sampai menyempurnakan kita.

Ada masalah, dosa, air mata atau apapun, jangan menyerah kalah! Di tengah goncangan sungguh-sungguh kita berjaga-jaga, sadar, dan dalam kebangunan rohani--masuk dalam penggembalaan sungguh-sungguh sampai naik gunung. Semua akan berhasil dan indah pada waktunya, sampai semua sempurna pada waktunya.

Tuhan memberkati.

kembali ke halaman sebelumnya
IBADAH RUTIN DI MALANG

Minggu jam 06:45 (Ibadah Raya)
Minggu jam 10:15 (Ibadah Sekolah Minggu)
Selasa jam 17:15 (Ibadah Pendalaman Alkitab)
Rabu jam 07:30 (Ibadah Kaum Wanita)
Kamis jam 17:15 (Ibadah Doa Penyembahan)
Sabtu jam 17:15 (Ibadah Kaum Muda Remaja)

IBADAH RUTIN DI MEDAN
Royal Room Hotel Danau Toba Internasional
Jl. Imam Bonjol Medan

Minggu, jam 19:00 (Ibadah Raya)
Senin, jam 09:00 (Ibadah Pendalaman Alkitab)
Senin, jam 17:30 (Ibadah Pendalaman Alkitab)

IBADAH RUTIN DI SURABAYA

Minggu jam 09:30 (Ibadah Sekolah Minggu)
Minggu jam 10:55 (Ibadah Raya)
Rabu jam 17:30 (Ibadah Pendalaman Alkitab)
Jumat jam 17:30 (Ibadah Doa Penyembahan)


IBADAH RUTIN DI JAKARTA
Jl. Patra Kuningan XIV no.4
Jakarta Selatan
Sabtu, jam 09:00 (Ibadah Pendalaman Alkitab)

IBADAH KUNJUNGAN
  • 23-25 Juli 2019
    (Ibadah Kunjungan di Tana Toraja)

  • 05-09 Agustus 2019
    (Ibadah Kunjungan di India)

  • 20-22 Agustus 2019
    (Ibadah Kunjungan di Medan)

  • 04-05 September 2019
    (Ibadah Kunjungan di Semarang)

  • 17-19 September 2019
    (Ibadah Persekutuan di Malang)

  • 24-25 September 2019
    (Ibadah Kunjungan di Sorong)

  • 13-17 April 2020
    (Ibadah Kunjungan di Korea Selatan)

All Right Reserved Gereja Pantekosta Tabernakel "KRISTUS KASIH"
Jln. Simpang Borobudur 27 Malang | Telp: (0341) 496949 | Fax: (0341) 476751 » Lihat Peta Gereja Kami di Malang
Jln. WR Supratman 4 Surabaya | Telp. 08123300378 » Lihat Peta Gereja Kami di Surabaya
hubungi kami | email: info@gptkk.org | sitemap | top