English Language | Form Penggembalaan
RINGKASAN KOTBAH IBADAH RUTIN DAN IBADAH KUNJUNGAN
RINGKASAN LAINNYA

Ibadah Kaum Muda Remaja, 08 Desember 2012 (Sabtu Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Lukas 2:41-52 berjudul "Yesus pada umur...

Ibadah Doa Malam Surabaya, 16 Desember 2015 (Rabu Malam)
Puji TUHAN, TUHAN memberkati kita semuanya.

Bangsa kafir di akhir zaman seperti keledai yang ditunggangi oleh Yesus untuk...

Ibadah Raya Surabaya, 12 Januari 2014 (Minggu Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayangnya Tuhan kita Yesus Kristus. Selamat malam, selamat mendengarkan Firman Tuhan. Biarlah damai...

Ibadah Persekutuan Papua I, 02 Maret 2010 (Selasa Sore)
Peringatan 1 abad injil masuk ke Papua.

Tema: Ibrani 4: 12.

Ibadah Doa Malang, 15 Juli 2014 (Selasa Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Wahyu 1:16
1:16 Dan di tangan kanan-Nya Ia memegang tujuh...

Ibadah Raya Surabaya, 26 Februari 2017 (Minggu Siang)
Salam sejahtera dalam kasih sayangnya TUHAN kita Yesus Kristus. Selamat siang, selamat mendengarkan firman TUHAN. Biarlah kasih...

Ibadah Pendalaman Alkitab Malang, 02 Juni 2016 (Kamis Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Wahyu 4:2
4:2 Segera aku dikuasai oleh Roh...

Ibadah Pendalaman Alkitab Surabaya, 01 Oktober 2012 (Senin Sore)
Pembicara: Pdp. Youpri Ardiantoro

Salam sejahtera, selamat sore, selamat malam. Selamat bersekutu dalam nama Tuhan Yesus Kristus.

Keluaran 12: 15
12:15. Kamu makanlah...

Ibadah Kaum Muda Remaja Malang, 22 Juni 2013 (Sabtu Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Lukas 4:31-37
4:31 Kemudian Yesus pergi ke Kapernaum,...

Ibadah Raya Surabaya, 10 November 2013 (Minggu Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayangnya Tuhan kita Yesus Kristus. Selamat malam, selamat mendengarkan Firman Tuhan. Biarlah damai...

Ibadah Pendalaman Alkitab Malang, 01 November 2018 (Kamis Sore)
Siaran Tunda dari Ibadah Kunjungan di Medan

Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus....

Ibadah Kaum Muda Remaja, 04 Juni 2011 (Sabtu Sore)
Markus 16 dalam susunan Tabernakel terkena pada Shekinah Glory atau sinar kemuliaan.

Perjanjian...

Ibadah Raya Malang, 19 Juni 2016 (Minggu Pagi)
Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Wahyu 4:3,6
4:3 Dan Dia yang duduk...

Ibadah Pendalaman Alkitab Surabaya, 23 Mei 2018 (Rabu Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayangnya TUHAN kita Yesus Kristus. Selamat malam, selamat mendengarkan firman TUHAN. Biarlah damai...

Ibadah Pendalaman Alkitab Malang, 10 Juli 2018 (Selasa Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Wahyu 7:15-16
7:15. Karena itu mereka berdiri di hadapan takhta Allah dan melayani Dia...


TRANSKRIP LENGKAP

Doa Surabaya (Rabu, 26 November 2014)
Tayang: 10 Mei 2019
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 24 November 2014)
Tayang: 10 Mei 2019
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 23 November 2014)
Tayang: 07 Januari 2019
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 19 November 2014)
Tayang: 07 Januari 2019
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 17 November 2014)
Tayang: 07 Januari 2019
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 09 November 2014)
Tayang: 22 Agustus 2018
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 05 November 2014)
Tayang: 04 Juni 2018
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 03 November 2014)
Tayang: 04 Juni 2018
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 02 November 2014)
Tayang: 03 Maret 2018
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 20 Oktober 2014)
Tayang: 13 Desember 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 13 Oktober 2014)
Tayang: 13 Desember 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 12 Oktober 2014)
Tayang: 24 Oktober 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 08 Oktober 2014)
Tayang: 18 September 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 06 Oktober 2014)
Tayang: 05 September 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 05 Oktober 2014)
Tayang: 05 September 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 01 Oktober 2014)
Tayang: 05 September 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 29 September 2014)
Tayang: 24 Juni 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 21 September 2014)
Tayang: 19 Mei 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 17 September 2014)
Tayang: 29 April 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 15 September 2014)
Tayang: 29 April 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]



Untuk Koneksi Lambat, silahkan buka http://id.gptkk.org
Transkrip lengkap dari ibadah penggembalaan di Malang dan Surabaya, semuanya di bawakan oleh gembala sidang Pdt. Widjaja Hendra.

Silahkan kontak ke info@gptkk.org apabila bapak/ibu/sdr/sdri ada pertanyaan atau mungkin ingin berlangganan majalah Manna dan silahkan kirim email ke widjaja_h [at] yahoo.com apabila ingin konsultasi pribadi dengan bapak gembala
silahkan ganti tanda [at] dengan @
Cari ringkasan:   
[versi cetak]
Cari rekaman ibadah ini di: http://www.kabarmempelai.org
Ibadah Pendalaman Alkitab Surabaya, 25 Oktober 2017 (Rabu Sore)

Salam sejahtera dalam kasih sayangnya TUHAN kita Yesus Kristus. Selamat malam, selamat mendengarkan firman TUHAN. Biarlah damai sejahtera, kasih karunia, dan bahagia senantiasa dilimpahkan TUHAN di tengah kita sekalian.

Wahyu 6: 12-17--kita masih membahas ayat 12-13 (diterangkan mulai dari Ibadah Raya Surabaya, 24 September 2017)
6:12. Maka aku melihat, ketika Anak Domba itu membuka meterai yang keenam, sesungguhnya terjadilah gempa bumi yang dahsyat dan matahari menjadi hitam bagaikan karung rambut dan bulan menjadi merah seluruhnya bagaikan darah.
6:13. Dan
bintang-bintang di langit berjatuhan ke atas bumi bagaikan pohon ara menggugurkan buah-buahnya yang mentah, apabila ia digoncang angin yang kencang.

Ini adalah pembukaan METERAI yang KEENAM; penghukuman yang keenam dari Allah Roh Kudus atas dunia (diterangkan mulai dari Ibadah Raya Surabaya, 24 September 2017), sehingga terjadi gempa bumi yang dahsyat, yang mengakibatkan:

  1. Ayat 12-13: kegelapan (diterangkan mulai dari Ibadah Raya Surabaya, 24 September 2017).
  2. Ayat 14: kegoncangan.
    6:14. Maka menyusutlah langit bagaikan gulungan kitab yang digulung dan tergeserlah gunung-gunung dan pulau-pulau dari tempatnya.


  3. Ayat 15-17: ketakutan.
    6:15. Dan raja-raja di bumi dan pembesar-pembesar serta perwira-perwira, dan orang-orang kaya serta orang-orang berkuasa, dan semua budak serta orang merdeka bersembunyi ke dalam gua-gua dan celah-celah batu karang di gunung.
    6:16. Dan mereka berkata kepada gunung-gunung dan kepada batu-batu karang itu: "Runtuhlah menimpa kami dan sembunyikanlah kami terhadap Dia, yang duduk di atas takhta dan terhadap murka Anak Domba itu."
    6:17. Sebab sudah tiba hari besar murka mereka dan siapakah yang dapat bertahan?

Kita masih mempelajari ayat 12-13: gempa bumi yang dahsyat mengakibatkan kegelapan yaitu:

  1. Matahari menjadi hitam bagaikan karung rambut= kasih Allah tidak bekerja lagi (sudah diterangkan pada Ibadah Raya Surabaya, 01 Oktober 2017).
  2. Bulan menjadi merah seperti darah= penebusan oleh darah Yesus sudah tidak bekerja lagi; tidak ada pengampunan dosa lagi (sudah diterangkan mulai dari Ibadah Pendalaman Alkitab Surabaya, 04 Oktober 2017 sampai Ibadah Raya Surabaya, 08 Oktober 2017).


  3. Bintang-bintang berguguran (diterangkan mulai dari Ibadah Doa Surabaya, 13 Oktober 2017).

Ini semua akan terjadi secara jasmani, tetapi gempa bumi yang dahsyat secara rohani adalah dunia dengan segala pengaruhnya: kesibukan, kesukaan, kesulitan, kejahatan, kenajisan, kebencian dan lain-lain. Ini yang menghantam kita sampai matahari menjadi hitam bagaikan karung rambut--tidak ada kasih Allah lagi; terjadi kebencian tanpa alasan mulai dari rumah tangga--, bulan menjadi merah seperti darah--tidak ada pengampunan dosa lagi sehingga manusia hidup dan enjoy dalam dosa sampai puncaknya dosa--, dan bintang-bintang berguguran--Roh Kudus tidak bekerja lagi; hamba/pelayan Tuhan tidak setia bahkan meninggalkan ibadah pelayanan. Kalau hamba Tuhan sudah tidak setia, itu sudah gelap; kalau sudah enjoy dalam dosa, tidak mau lagi mengaku dosa dan bertobat, juga gelap; kalau sudah saling membenci, juga gelap.

Matahari, bulan dan bintang ini berpengaruh besar di lautan dunia.
Kisah Rasul 27: 20
27:20. Setelah beberapa hari lamanya baik matahari maupun bintang-bintang tidak kelihatan, dan angin badai yang dahsyat terus-menerus mengancam kami, akhirnya putuslah segala harapan kami untuk dapat menyelamatkan diri kami.

Kalau matahari sudah menjadi hitam, bulan jadi merah dan bintang gugur, maka manusia akan menghadapi angin dan gelombang/badai di tengah lautan dunia. Ini yang harus diperhatikan. Kasih tidak bekerja, penebusan tidak bekerja, dan Roh Kudus tidak bekerja, bahaya!
Jadi, gempa mengakibatkan gelap dan kegelapan mengakibatkan badai.

Perjalanan kita mengikuti dan melayani Tuhan bagaikan perahu mengarungi lautan dunia menuju pelabuhan damai sejahtera, Yerusalem baru. Hati-hati! Jangan sampai kena gempa! Kalau kena gempa pasti menghadapi badai di tengah lautan dunia.

Kita banyak menghadapi angin dan gelombang/badai yang ditiupkan oleh setan untuk menenggelamkan perahu kehidupan kita, supaya kita binasa di tengah jalan dan tidak mencapai Yerusalem baru.

Gelombang menunjuk pada:

  • Pencobaan yang mustahil di segala bidang sehingga membuat kita kecewa, putus asa, dan meninggalkan Tuhan. Itu berarti tenggelam dan binasa. Inilah yang ditunggu oleh setan.


  • Dosa-dosa dan puncaknya dosa yang membuat manusia termasuk hamba/pelayan Tuhan hidup dalam kenajisan, kejahatan dan kepahitan, sehingga tenggelam dan binasa.

Angin
menunjuk pada ajaran-ajaran palsu, yang membuat bimbang, lemah, dan meninggalkan firman pengajaran yang benar--gugur dari iman, tenggelam dan binasa.
Efesus 4: 14
4:14. sehingga kita bukan lagi anak-anak, yang diombang-ambingkan oleh rupa-rupa angin pengajaran, oleh permainan palsu manusia dalam kelicikan mereka yang menyesatkan,

Mengapa kita sering ditimpa angin dan gelombang di lautan dunia?--tadi, rasul Paulus berlayar ke Roma untuk menghadap pengadilan di sana--:
Kisah Rasul 27: 11-12
27:11. Tetapi perwira itu lebih percaya kepada jurumudi dan nakhoda dari pada kepada perkataan Paulus.
27:12. Karena pelabuhan itu tidak baik untuk tinggal di situ selama musim dingin, maka kebanyakan dari mereka lebih setuju untuk berlayar terus dan mencoba mencapai kota Feniks untuk tinggal di situ selama musim dingin. Kota Feniks adalah sebuah pelabuhan pulau Kreta, yang terbuka ke arah barat daya dan ke arah barat laut.

  1. Ayat 11= Paulus bukan nahkoda, tetapi ia seorang hamba Tuhan yang punya firman nubuat dari Tuhan.
    Banyak kali kita lebih mengandalkan kepandaian dari pada firman sehingga kena angin dan gelombang.

    Alasan yang pertama: ayat 11= karena lebih percaya pada perkataan, kepandaian dan pengalaman manusia dari pada nasihat firman pengajaran yang benar/firman penggembalaan.
    Ini sama dengan menolak firman pengajaran yang benar; tidak mengutamakan lagi firman pengajaran yang benar. Di situlah terjadi badai.

    Mari utamakan firman apapun keadaan kita, supaya badai tidak datang. Kalau mulai mengikuti perkataan manusia, badai akan datang.


  2. Ayat 12: 'pelabuhan itu tidak baik'= kalau pelabuhannya bagus, baru mau tinggal di sana.

    Alasan yang kedua: ayat 12= tidak mau salib/perobekan daging--tidak mau firman dan salib, itu satu.
    Tidak mau salib, artinya: mencari yang enak bagi daging sekalipun bertentangan dengan firman pengajaran yang benar. Ini sama dengan menolak salib. Bahaya!

    Kalau menolak firman, pasti menolak salib, karena firman adalah pedang yang tidak enak bagi daging.

Akibatnya: bertemu dengan badai; hidup itu tidak pernah tenang.

Ada tiga macam angin:

  1. Kisah Rasul 27: 13-15
    27:13. Pada waktu itu angin sepoi-sepoi bertiup dari selatan. Mereka menyangka, bahwa maksud mereka sudah tentu akan tercapai. Mereka membongkar sauh, lalu berlayar dekat sekali menyusur pantai Kreta.
    27:14. Tetapi
    tidak berapa lama kemudian turunlah dari arah pulau itu angin badai, yang disebut angin "Timur Laut".
    27:15. Kapal itu dilandanya dan tidak tahan menghadapi angin haluan. Karena itu kami menyerah saja dan membiarkan kapal kami terombang-ambing.


    Kalau menolak firman dan salib, hanya sebentar enaknya lalu tidak enak selamanya sampai binasa, tetapi kalau menurut firman dan salib, tidak enaknya sebentar--Yesus hanya mati tiga hari--setelah itu enak dan mulia selamanya. Jangan dibalik-balik!

    Angin yang pertama: angin sepoi-sepoi/angin selatan.

    Ini adalah angin yang menipu, artinya memutarbalikkan firman pengajaran yang benar--angin pengajaran palsu--; menggunakan ayat-ayat tetapi diputarbalik.
    Banyak yang terkecoh di sini.

    Galatia 1: 6-8
    1:6. Aku heran, bahwa kamu begitu lekas berbalik dari pada Dia, yang oleh kasih karunia Kristus telah memanggil kamu, dan mengikuti suatu injil lain,
    1:7. yang sebenarnya bukan Injil. Hanya ada orang yang mengacaukan kamu dan yang bermaksud untuk
    memutarbalikkan Injil Kristus.
    1:8. Tetapi sekalipun kami atau seorang malaikat dari sorga yang memberitakan kepada kamu suatu injil yang berbeda dengan Injil yang telah kami beritakan kepadamu, terkutuklah dia.

    Praktik memutarbalikkan firman pengajaran yang benar:


    • Menafsirkan firman Allah, supaya cocok dengan daging.

      "Opa Totaijs selalu kasih ayat: Seorang janda lebih baik menikah kembali dari pada hangus oleh hawa nafsunya. Tetapi janda yang bagaimana? Di dalam alkitab janda adalah orang yang suaminya meninggal dunia. Tetapi sekarang ditafsirkan: Janda karena bercerai dikawinkan saja dari pada hangus oleh hawa nafsunya. Ini memutarbalik firman pengajaran yang benar."


    • Firman Allah diilmiahkan; dijadikan pengetahuan dunia, bukan diilhamkan/dibukakan rahasianya. Kelihatan masuk akal, tetapi tidak punya lagi arti rohani; kehilangan kuasa keselamatan dan penyucian.


    • Menambah dan mengurangi firman Allah; merubah firman Allah. Mulai dari Taman Eden, Hawa merubah firman Allah sehingga telanjang. Merubah firman akan membuat hidup itu tidak berubah; tidak bisa dijamah Tuhan, tetapi tetap manusia darah daging yang telanjang seperti Adam dan Hawa.


    Tadi Paulus melarang berlayar, tetapi yang lain memakai pengetahuan. Kelihatan lebih logis dan menarik, tetapi bukan firman--hanya angin sepoi-sepoi, kelihatan berhasil padahal sebenarnya sedang binasa untuk selamanya. Hati-hati!
    Kalau firman memang tidak enak bagi daging, tetapi di balik itu ada kemuliaan--seperti dulu Israel keluar dari Mesir, prosesnya tidak enak, tetapi untuk menuju kelepasan.

    Hati-hati dengan pemberitaan firman! Kalau cocok dengan daging, ribuan yang datang, orang senang, tetapi tidak ada arti rohaninya. Seperti Petrus berkata: Aku mau menjala ikan. Yesus sudah mati, logis untuk menjala ikan, dan semua murid ikut, tetapi kehilangan kuasa keselamatan dan nilai rohani.

    Lukas 12: 55
    12:55. Dan apabila kamu melihat angin selatan bertiup, kamu berkata: Hari akan panas terik, dan hal itu memang terjadi.

    Angin selatan ini membawa kekeringan sampai kematian rohani. Inilah ajaran palsu. Hanya logika daging, merubah firman supaya cocok semua dengan daging. Sidang jemaat mati rohaninya; tidak bergairah lagi dalam perkara rohani. Hati-hati! Tuhan tolong kita semua.


  2. Kisah Rasul 27: 15
    27:15. Kapal itu dilandanya dan tidak tahan menghadapi angin haluan. Karena itu kami menyerah saja dan membiarkan kapal kami terombang-ambing.

    Angin yang kedua: angin sakal/angin haluan--dari depan.

    Ini adalah angin yang langsung menentang, yaitu angin pengajaran palsu yang menentang pembangunan tubuh Kristus yang sempurna.
    Salah satunya adalah menentang salib.

    Yesus bisa menjadi Mempelai Pria Sorga yang mulia harus lewat salib; Dia mati di kayu salib, kemudian bangkit, dan naik ke sorga dalam tubuh kemuliaan, baru bisa menjadi Mempelai Pria Sorga--Kepala.
    Begitu juga tubuh Kristus, harus lewat salib.

    Filipi 3: 18-19
    3:18. Karena, seperti yang telah kerap kali kukatakan kepadamu, dan yang kunyatakan pula sekarang sambil menangis, banyak orang yang hidup sebagai seteru salib Kristus.
    3:19. Kesudahan mereka ialah kebinasaan, Tuhan mereka ialah perut mereka, kemuliaan mereka ialah aib mereka, pikiran mereka semata-mata tertuju kepada perkara duniawi.

    Ajaran palsu yang menentang salib sama dengan ajaran palsu yang mengarahkan jemaat pada perkara jasmani yaitu kemakmuran dan hiburan jasmani, tetapi tanpa kebenaran dan kesucian; yang penting ada berkat jasmani dan terhibur.
    Kalau tanpa salib, pasti tanpa pengajaran.

    Dua bentuk angin sakal yang menentang pembentukan tubuh Kristus:
    Wahyu 2: 14-15
    2:14. Tetapi Aku mempunyai beberapa keberatan terhadap engkau: di antaramu ada beberapa orang yang menganut ajaran Bileam, yang memberi nasihat kepada Balak untuk menyesatkan orang Israel, supaya mereka makan persembahan berhala dan berbuat zinah.
    2:15. Demikian juga ada padamu orang-orang yang berpegang kepada ajaran pengikut Nikolaus.


    • Angin sakal yang pertama: ajaran Bileam.
      2 Petrus 2: 15
      2:15. Oleh karena mereka telah meninggalkan jalan yang benar, maka tersesatlah mereka, lalu mengikuti jalan Bileam, anak Beor, yang suka menerima upah untuk perbuatan-perbuatan yang jahat.

      Ajaran Bileam adalah ajaran sesat yang mengarahkan ibadah pelayanan hanya untuk mendapat upah secara jasmani: uang, kedudukan dan lain-lain.


    • Angin sakal yang kedua: ajaran Nikolaus= ajaran sesat yang mengumpulkan banyak orang dengan menghalalkan segala cara termasuk cara-cara yang tidak rohani.
      Mengapa begitu? Kalau banyak orang datang, uangnya juga banyak, tetapi tetap tanpa kebenaran, penyucian dan kesetiaan.

      Ajaran ini bekerjasama dengan ajaran Bileam, dan akan menuju pada pembangunan Babel; pelacur besar; yang jasmani ditonjolkan tetapi penuh dengan percabulan.
      Perempuan Babel adalah lawan dari mempelai wanita sorga, gereja yang sempurna.

      Wahyu 17: 4-5
      17:4. Dan perempuan itu memakai kain ungu dan kain kirmizi yang dihiasi dengan emas, permata dan mutiara, dan di tangannya ada suatu cawan emas penuh dengan segala kekejian dan kenajisan percabulannya.
      17:5. Dan pada dahinya tertulis suatu nama, suatu rahasia: "Babel besar, ibu dari wanita-wanita pelacur dan dari kekejian bumi."

      Pelacur itu tidak setia. Orang tidak setia boleh melayani, yang penting bisa menarik banyak orang.


    Jangan sampai kita kena angin sakal!
    Tadi, hati-hati dengan angin sepoi-sepoi--pemberitaan firman yang logis tetapi sudah kehilangan keselamatan; dari penjala manusia menjadi penjala ikan--! Memang menguntungkan, tetapi hilang selamanya. Orang senang mendengar karena logis, tetapi kehilangan arti rohani dan keselamatannya. Kelihatan berhasil, tetapi sebenarnya proses menuju kebinasaan.

    Kalau salib, kelihatan susah, tetapi proses untuk enak selamanya. Ini bedanya.
    Mari bertahan sebentar! Pertahankan yang benar sebentar, setelah itu enak dan nikmat melayani. Tuhan tolong kita semua.


  3. Kisah Rasul 27: 14
    27:14. Tetapi tidak berapa lama kemudian turunlah dari arah pulau itu angin badai, yang disebut angin "Timur Laut".

    Angin yang ketiga: angin badai/angin "Timur Laut".

    Ini adalah angin pengajaran setan-setan.
    Wahyu 2: 20, 24
    2:20. Tetapi Aku mencela engkau, karena engkau membiarkan wanita Izebel, yang menyebut dirinya nabiah, mengajar dan menyesatkan hamba-hamba-Ku supaya berbuat zinah dan makan persembahan-persembahan berhala.
    2:24. Tetapi kepada kamu, yaitu orang-orang lain di Tiatira, yang tidak mengikuti ajaran itu dan yang tidak menyelidiki apa yang mereka sebut seluk-beluk Iblis, kepada kamu Aku berkata: Aku tidak mau menanggungkan beban lain kepadamu.

    Dua bentuk angin ajaran setan-setan yaitu:


    • Ajaran setan yang pertama: wanita Izebel= ajaran palsu yang memperbolehkan wanita mengajar dan memerintah laki-laki; wanita menjadi kepala atas laki-laki sehingga Yesus tidak bisa jadi kepala, tetapi ular yang menjadi kepala.
      Susunan yang benar adalah Yesus kepala dari laki-laki dan laki-laki kepala dari wanita--kalau laki-laki jadi kepala, maka Yesus yang jadi Kepala atas tubuh-Nya.

      Seharusnya Hawa menunggu supaya suaminya yang mengambil keputusan, dan mereka akan selamat. Tetapi karena Hawa yang mengambil keputusan--menjadi kepala--, ularlah yang mejadi kepalanya dia, bukan Yesus.

      Ini jelas menentang pengajaran mempelai.
      Pengajaran mempelai adalah Yesus sebagai Kepala dari laki-laki, dan laki-laki kepala dari wanita; Yesus adalah Kepala dari tubuh-Nya.
      Kalau ajaran Izebel, ular yang menjadi kepala.

      1 Timotius 2: 11-14
      2:11. Seharusnyalah perempuan berdiam diri dan menerima ajaran dengan patuh.
      2:12. Aku tidak mengizinkan perempuan mengajar dan juga tidak mengizinkannya memerintah laki-laki; hendaklah ia berdiam diri.
      2:13. Karena Adam yang pertama dijadikan, kemudian barulah Hawa.
      2:14. Lagipula bukan Adam yang tergoda, melainkan
      perempuan itulah yang tergoda dan jatuh ke dalam dosa.

      Supaya wanita jangan jatuh lagi, Tuhan memberikan pengajaran mempelai; menempatkan Yesus sebagai Kepala.

      Wanita tidak boleh mengajar dan memerintah laki-laki, di sini dikaitkan dengan kejatuhan Hawa di Taman Eden. Ini pengajaran yang benar/pengajaran mempelai. Wanita tidak boleh menjadi kepala atas laki-laki, supaya Yesus yang menjadi Kepala.

      Dikaitkan dengan kejatuhan Hawa di Taman Eden, Tuhan katakan: Semua buah pohon di taman boleh kaumakan buahnya dengan bebas kecuali satu. Artinya: wanita boleh melayani apa saja kecuali satu yaitu tidak boleh mengajar dan memerintah laki-laki, supaya peristiwa Taman Eden jangan terjadi lagi; jangan telanjang lagi. Kalau wanita menjadi kepala dari laki-laki sehingga ular yang jadi kepala dalam nikah dan ibadah, kehidupan itu akan telanjang. Jangan terjadi lagi peristiwa Taman Eden!

      Dulu diusir dari Taman Eden ke dunia gara-gara wanita mengajar dan memerintah laki-laki--memberi buah terlarang pada laki-laki. Kalau sekarang terjadi lagi di dunia--diulangi lagi wanita mengajar dan memerintah laki-laki--, manusia akan diusir lagi ke neraka. Tidak ada lagi!

      "Banyak kali saya mendengar dari orang: Oh, ini memang ada wanita berkuasa: Oh bukan hanya di situ, di sini banyak wanita berkuasa. Yang penting harus mendengar firman supaya benar-benar menempatkan laki-laki sebagai kepala."

      1 Korintus 14: 34
      14:34. Sama seperti dalam semua Jemaat orang-orang kudus, perempuan-perempuan harus berdiam diri dalam pertemuan-pertemuan Jemaat. Sebab mereka tidak diperbolehkan untuk berbicara. Mereka harus menundukkan diri, seperti yang dikatakan juga oleh hukum Taurat.

      'seperti yang dikatakan juga oleh hukum Taurat'= sejak hukum Taurat sampai sekarang sudah digenapkan, wanita tetap tidak boleh mengajar dan memerintah laki-laki. Sejak zaman Taurat,   yang diangkat Tuhan adalah Musa, Yosua; semua imam besar dan imam-imam adalah laki-laki. Sekarang digenapkan di zaman perjanjian baru, Yesus mengangkat rasul, laki-laki semua. Sampai hari inipun juga begitu.

      "Ada yang memutarbalik: Kalau wanita tidak boleh mengajar dan memerintah laki-laki, itu Taurat. Tadi kalau ada wanita berkuasa dibilang: Hanya di Korintus. Kalau wanita berkuasa khusus di Korintus, tetapi kalau berkat boleh seluruh dunia. Ini namanya keuntungan diri, bukan pembukaan firman. Kalau firman itu berlaku umum."

      'Jemaat orang-orang kudus'= kalau wanita menempatkan laki-laki sebagai kepala--tidak mengajar dan memerintah laki-laki--, dan Yesus sebagai Kepala dalam ibadah, maka sidang Jemaat akan kudus. Kalau dibalik, Tuhan akan mencela; tetap dalam cacat cela; tidak kudus, dan justru telanjang seperti Adam dan Hawa.

      Wahyu 2: 19-20
      2:19. Aku tahu segala pekerjaanmu: baik kasihmu maupun imanmu, baik pelayananmu maupun ketekunanmu. Aku tahu, bahwa pekerjaanmu yang terakhir lebih banyak dari pada yang pertama.
      2:20. Tetapi Aku mencela engkau, karena engkau membiarkan wanita Izebel, yang menyebut dirinya nabiah, mengajar dan menyesatkan hamba-hamba-Ku supaya berbuat zinah dan makan persembahan-persembahan berhala.

      Wanita boleh mengajar wanita, silahkan, tetapi jangan mengajar dan memerintah laki-laki.


    • Wahyu 2: 24
      2:24. Tetapi kepada kamu, yaitu orang-orang lain di Tiatira, yang tidak mengikuti ajaran itu dan yang tidak menyelidiki apa yang mereka sebut seluk-beluk Iblis, kepada kamu Aku berkata: Aku tidak mau menanggungkan beban lain kepadamu.

      Ajaran setan yang kedua: ajaran palsu yang mempelajari seluk beluk iblis, termasuk neraka.

      Ini jelas menentang pengajaran Tabernakel/kerajaan sorga. Kalau Tabernakel dibilang: Taurat. Kalau kita belajar Tabernakel secara jasmani memang Tabernakel itu Taurat--ibadah kita harus ada mezbah dupa, dan semua alatnya harus ada--, tetapi sekarang digenapkan dalam arti rohani (pengajaran Tabernakel)--seperti Yesus mati di kayu salib menggenapkan Taurat.

      "Kalau pengajaran Tabernakel ada ayat-ayatnya. Kalau neraka banyak kali dari mimpi atau penglihatan. Tidak cocok dengan firman. Penglihatan-penglihatan HARUS diuji dengan firman Tuhan. Kalau cocok dan meneguhkan firman, berarti penglihatan itu dari Tuhan. Memang ada mimpi dari Tuhan tetapi harus cocok dengan alkitab.
      Saya paling ingat Pdt Pong waktu terangkan kitab Keluaran--Tabernakel--, ada pendeta datang: 'Brur, sebentar lagi ada dua orang mau datang membawa kelapa ke sini.' Maksudnya dia supaya dikira hebat, dapat penglihatan. Tetapi om Pong menjawab: 'Terus, apa maksudnya?' Hanya begitu. Mau bawa kelapa atau truk, terserah, itu tidak ada di alkitab. 'Oh ini anaknya laki-laki, ini perempuan.' Dukun juga bisa, USG juga bisa. Tidak perlu kita terheran-heran. Bukan begitu cara Tuhan bekerja.
      Cara Tuhan bekerja adalah lewat mimpi/penglihatan yang mengandung nilai rohani, untuk menyucikan kita.
      "

      Jangan sampai salah! Ada pengajaran mempelai, dihina: Porno; Ada pengajaran Tabernakel: Taurat. Tetapi ajaran soal neraka: best seller. Ini yang sangat berbahaya.

      Apa gunanya kita belajar neraka? Kalau ingin ke Bali kita mempelajari tentang Bali: hotelnya di mana, makannya apa dan sebagainya. Kalau belajar neraka, berarti ingin ke neraka. Kalau belajar sorga berarti ingin ke sorga. Sangat jelas itu!

      "Saya diajak orang: Om, ada kesembuhan: Silahkan. Saya tidak menghina kesembuhan, tetapi saya sudah percaya, bukan hanya sembuh, orang bangkitpun aku percaya Yesus. Untuk jiwa baru, silahkan. Kalau saya, sudah cukup, tidak usah lihat saya percaya. Ada levelnya, dari penginjilan kita sudah meningkat ke pengajaran. Bukan menghina, kalau tidak ada penginjilan tidak ada saya. Tetapi sekarang bukan zamannya lagi bagi kita mendengar penginjilan. Kita sudah mantap dalam penginjilan, sekarang kita tingkatkan ke pengajaran. Jangan turun lagi! Kalau kita turun lagi, kita akan tertinggal saat Tuhan datang kembali; yang lain sudah mau sampai di ruangan maha suci, kita baru turun lagi ke halaman. Jangan begitu! Tuhan tolong kita semuanya."

      Hati-hati! Badai ini sekarang menghantam gereja Tuhan.
      Kalau belajar neraka, bahayanya adalah dia rindu masuk neraka, dan roh setan yang masuk sehingga hidup dalam kejahatan dan kenajisan. Bahaya besar!

      "Baca koran saja sudah lain baca alkitabnya. Bagaimana kalau belajar tentang neraka? Sudah lupa nanti semuanya. Tadi pikiran saya terbagi dua karena membaca koran, sehingga baca ayat jadi salah. Itu hanya membaca, bagaimana kalau belajar betul-betul tentang neraka? Nanti akan ditulis di hati; sudah diselar besi panas. Begitu kita dengar ajaran lain, saat itu hati kita diselar besi panas, dan satu waktu tidak bisa kembali pada pengajaran yang benar. Tadi pikiran saya diselar.
      Dulu pernah hari Sabtu dengar hamba Tuhan khotbah untuk pemberkatan nikah, tertawa-tawa. Hari Minggu saya lihat catatan isteri saya: Ngawur, lawak. Hari minggu khotbah saya sudah tertawa-tawa. Jangan main-main!
      "

      Kalau kita belajar sorga, roh dari sorga yang masuk. Itu jelas!

Kita berhati-hati dengan tiga macam angin; hati-hati dengan gelombang dosa dan pencobaan. Jangan putus asa hari-hari ini! Angin dan gelombang memang sengaja ditiupkan setan untuk menghantam perahu kita.

Akibat angin dan gelombang/badai di tengah lautan: melanggar busung pasir; kapal kehidupan kita melanggar busung pasir.
Kisah Rasul 27: 41
27:41. Tetapi mereka melanggar busung pasir, dan terkandaslah kapal itu. Haluannya terpancang dan tidak dapat bergerak dan buritannya hancur dipukul oleh gelombang yang hebat.

Apa itu busung pasir?
Matius 7: 26-27
7:26. Tetapi setiap orang yang mendengar perkataan-Ku ini dan tidak melakukannya, ia sama dengan orang yang bodoh, yang mendirikan rumahnya di atas pasir.
7:27. Kemudian turunlah hujan dan datanglah banjir, lalu angin melanda rumah itu, sehingga rubuhlah rumah itu dan hebatlah kerusakannya."

'tidak melakukannya'= pasti menolak pengajaran yang benar. Hawa, Salomo sudah menjadi contoh, mendengar yang lain, dan satu waktu, yang benar, yang dulu kita terima, hilang. Kita sudah belajar tentang raja Yoas. Selama imam Yoyada ada, dia hidup benar karena pengajaran imam Yoyada benar dan ia hidup benar. Setelah imam Yoyada mati, dia mendengar yang lain, habislah sudah, ia membunuh Zakharia (diterangkan pada Ibadah Raya Surabaya, 27 Agustus 2017). Hati-hati! Bahaya besar. Hanya ikut orangnya, bukan ajarannya.

"Saya katakan: anak-anak hamba Tuhan, hati-hati, jangan ikut orangnya, tetapi ajarannya. Orangnya mau ada atau tidak, terserah, yang penting ajarannya tetap selama-lamanya."

Melanggar busung pasir= mendirikan rumah di atas pasir; ada angin dan gelombang, kapalnya rubuh.
Melanggar busung pasir= tidak taat pada firman pengajaran yang benar; menolak firman pengajaran yang benar sehingga menjadi rumah yang rubuh dan hebat kerusakannya--hancur dan tidak bisa diperbaiki lagi.
Rumah menunjuk pada hidup kita, rumah tangga dan pelayanan kita. Hancur semua akibat angin badai, dan binasa; begitu jahatnya angin dan gelombang. Ini yang harus kita jaga!

Sekarang kita bandingkan dengan keadaan kapal di atas busung pasir.
Kisah Rasul 27: 41
27:41. Tetapi mereka melanggar busung pasir, dan terkandaslah kapal itu. Haluannya terpancang dan tidak dapat bergerak dan buritannya hancur dipukul oleh gelombang yang hebat.

  • 'buritannya hancur'= bagian belakang kapal hancur.
    Bagian belakang menunjuk pada kasih mula-mula--Yesus tidur (mati) di buritan waktu kapal murid-murid dihantam gelombang. Tanpa buritan= tanpa kasih mula-mula.

    Efesus ditegor oleh Tuhan, supaya kembali pada kasih mula-mula.


  • 'Haluannya terpancang'= bagian depan terpancang. Kalau terpancang, berarti tidak bisa gerak. Artinya: tidak ada pengharapan untuk mencapai Yerusalem baru--tanpa kesucian.

Jadi akibat dari angin dan gelombang--hamba/pelayan Tuhan melayani tanpa kasih mula-mula/pertobatan, dan kesucian--adalah tenggelam dan tidak bisa mencapai Yerusalem baru. Katanya melayani, padahal ada di busung pasir. Bodoh!

"Tidak sadar, seperti mobil mogok, mengira sudah jauh, padahal di situ-situ saja. Bodoh ini bukan maksudnya tidak sekolah, tetapi dibodohi setan. Dia pikir sudah ke Malang, padahal masih di sini terus. Inilah keadaan tanpa haluan dan buritan. Tidak sadar, sebentar lagi rubuh."

Sungguh-sungguh! Perhatikan pengajaran yang benar hari-hari ini! Baca alkitab! Cocokkan dengan alkitab! Alkitab yang paling benar, bukan siapa-siapa. Baca alkitab!

Kapal rusak di atas busung pasir; rumah rusak di atas pasir. Siapa kapal rusak/rumah rusak? Bangsa kafir; tanpa kasih, pengharapan dan Roh Kudus.
Efesus 2: 11-13
2:11. Karena itu ingatlah, bahwa dahulu kamu--sebagai orang-orang bukan Yahudi menurut daging, yang disebut orang-orang tak bersunat oleh mereka yang menamakan dirinya "sunat", yaitu sunat lahiriah yang dikerjakan oleh tangan manusia, --
2:12. bahwa waktu itu kamu tanpa Kristus, tidak termasuk kewargaan Israel dan tidak mendapat bagian dalam ketentuan-ketentuan yang dijanjikan, tanpa pengharapan dan tanpa Allah di dalam dunia.
2:13. Tetapi sekarang di dalam Kristus Yesus kamu, yang dahulu "jauh", sudah menjadi "dekat" oleh darah Kristus.

'bukan Yahudi menurut daging'= bangsa kafir, yaitu:

  1. 'tak bersunat'= tanpa sunat= tanpa kesucian; manusia daging yang berdosa.
  2. Tanpa Kristus= tanpa urapan Roh Kudus; hanya mengikuti hawa nafsu, keinginan dan tabiat daging.
  3. 'tidak mendapat bagian dalam ketentuan-ketentuan yang dijanjikan'= tanpa janji= tanpa janji hidup kekal; semua sia-sia sampai binasa selamanya.
  4. Tanpa pengaharapan= tanpa kesucian; kecewa, putus asa.
  5. Tanpa Allah= tanpa kasih.

Inilah keadaan kita bangsa kafir yang rusak. Ada di atas pasir, penentuan mau ke mana. Tetapi Tuhan masih mau menolong; kapal rasul Paulus tidak dibiarkan tenggelam.

Apapun keadaan kita malam ini, jangan disembunyikan. Tidak ada gunanya. Kalau disembunyikan/berdusta, manusia tidak memegang, dan Tuhan juga tidak bisa memegang. Setan yang memegang dia, dan akan diseret sampai binasa. Tetapi kalau kita datang pada Tuhan, masih ada tangan Tuhan menolong kita sekalipun mungkin jasmani dan rohani kita sudah di atas pasir, tinggal tunggu kehancuran.

Cara Tuhan menolong:

  1. Kisah Rasul 27: 21-22
    27:21. Dan karena mereka beberapa lamanya tidak makan, berdirilah Paulus di tengah-tengah mereka dan berkata: "Saudara-saudara, jika sekiranya nasihatku dituruti, supaya kita jangan berlayar dari Kreta, kita pasti terpelihara dari kesukaran dan kerugian ini!
    27:22. Tetapi sekarang, juga dalam kesukaran ini, aku menasihatkan kamu, supaya kamu tetap bertabah hati, sebab tidak seorangpun di antara kamu yang akan binasa, kecuali kapal ini.

    'jika sekiranya nasihatku dituruti, kita pasti terpelihara ; juga dalam kesukaran ini, aku menasihatkan kamu'= firman diulang-ulang; ini luar biasanya Tuhan. Ini gunanya firman Allah diulang yaitu untuk mengangkat kita.

    Cara Tuhan menolong yang pertama: lewat pemberitaan firman pengajaran yang diulang-ulang.
    2 Timotius 4: 2
    4:2. Beritakanlah firman, siap sedialah baik atau tidak baik waktunya, nyatakanlah apa yang salah, tegorlah dan nasihatilah dengan segala kesabaran dan pengajaran.

    Isi firman pengajaran:


    • Menyatakan apa yang salah= supaya kita menyesal, sadar, mengaku dosa, dan diampuni oleh darah Yesus. Kalau dosa diampuni, kehancuran juga selesai.
      Tetapi seringkali sudah diampuni masih berbuat dosa lagi sehingga kehancuran dan penghukuman tetap ada; pengampunan batal.

      Karena itu ada yang kedua.


    • Tegoran= supaya kita tidak jatuh dalam dosa yang sama; tidak mengulangi dosa. Stop dosa berarti stop kehancuran, kegagalan, kebinasaan, dan semua yang negatif.
      Semua yang akibat dosa.

      Berdoa, supaya setiap pemberitaan firman bukan memuji-muji kita, nanti kita lengah, tetapi menunjukkan dosa-dosa kita, supaya kita menyesal, sadar dan mengaku dosa.


    • Menasihati=


      1. Tuntunan tangan Tuhan supaya kita hidup benar dan suci.
      2. Memberikan jalan keluar dari segala masalah.


    Inilah cara Tuhan menolong. Mungkin kita sudah di atas pasir, sudah goyang-goyang, mari, terima firman sampai hidup benar dan suci, kita kembali dalam tangan Tuhan. Ada jalan keluar di sana; tidak ada yang mustahil bagi Tuhan.


  2. Kisah Rasul 27: 33-36
    27:33. Ketika hari menjelang siang, Paulus mengajak semua orang untuk makan, katanya: "Sudah empat belas hari lamanya kamu menanti-nanti saja, menahan lapar dan tidak makan apa-apa.
    27:34. Karena itu aku menasihati kamu, supaya kamu makan dahulu. Hal itu perlu untuk keselamatanmu. Tidak seorangpun di antara kamu akan kehilangan sehelaipun dari rambut kepalanya."
    27:35. Sesudah berkata demikian, ia mengambil roti, mengucap syukur kepada Allah di hadapan semua mereka, memecah-mecahkannya, lalu mulai makan.
    27:36. Maka kuatlah hati semua orang itu, dan merekapun makan juga.

    Cara Tuhan menolong yang kedua: makanan hari keempat belas. Ini adalah makanan paskah--perjamuan suci.

    Keluaran 12: 5-8
    12:5. Anak dombamu itu harus jantan, tidak bercela, berumur setahun; kamu boleh ambil domba atau kambing.
    12:6. Kamu harus mengurungnya sampai
    hari yang keempat belas bulan ini; lalu seluruh jemaah Israel yang berkumpul, harus menyembelihnya pada waktu senja.
    12:7. Kemudian dari darahnya haruslah diambil sedikit dan dibubuhkan pada kedua tiang pintu dan pada ambang atas, pada rumah-rumah di mana orang memakannya.
    12:8. Dagingnya harus dimakan mereka pada malam itu juga; yang dipanggang mereka harus makan dengan roti yang tidak beragi beserta sayur pahit.

    'menyembelihnya'= makan.
    Makanan hari keempat belas adalah makanan Paskah, sekarang perjamuan suci/kurban Kristus. Dulu makan daging panggang--daging domba/kambing--, sekarang makan daging dan minum darah Kristus.

Inilah cara menghadapi badai di tengah lautan. Kita harus tekun dalam ibadah pendalaman alkitab dan perjamuan suci.

Firman pengajaran ditambah perjamuan suci membuat kita kuat teguh hati. Malam ini, apapun keadaan kita, lewat perjamuan suci, kita akan kuat teguh hati, artinya:

  1. Kisah Rasul 27: 30-31
    27:30. Akan tetapi anak-anak kapal berusaha untuk melarikan diri dari kapal. Mereka menurunkan sekoci, dan berbuat seolah-olah mereka hendak melabuhkan beberapa sauh di haluan.
    27:31. Karena itu Paulus berkata kepada perwira dan prajurit-prajuritnya: "
    Jika mereka tidak tinggal di kapal, kamu tidak mungkin selamat."

    Yang pertama: tidak melarikan diri dari Tuhan apapun yang kita hadapi, tetapi tetap di hadapan Tuhan. Jangan seperti Yunus yang lari ke Tarsis, dan di tengah jalan ia bertemu angin badai.

    Kalau lari dari Tuhan, akan lebih parah, tetapi kita berusaha di hadapan Tuhan, artinya tetap di kandang penggembalaan--kapal menunjuk pada kandang penggembalaan. Apapun yang terjadi, baik berhasil atau dihantam badai, jangan lari dari Tuhan tetapi tetap berada di kandang penggembalaan; ketekunan dalam tiga macam ibadah pokok:


    1. Pelita emas= ketekunan dalam ibadah raya; persekutuan dengan Allah Roh Kudus di dalam karunia-Nya.
    2. Meja roti sajian= ketekunan dalam ibadah pendalaman alkitab dan perjamuan suci; persekutuan dengan Anak Allah di dalam firman pengajaran dan kurban Kristus.
    3. Mezbah dupa emas= ketekunan dalam ibadah doa; persekutuan dengan Allah Bapa di dalam kasih-Nya.


    Kalau keluar dari kandang penggembalaan, jangankan sempurna, selamatpun tidak--'Jika mereka tidak tinggal di kapal, kamu tidak mungkin selamat'.

    Di dalam kandang penggembalaan tubuh, jiwa dan roh kita--terutama hati kita yang jadi sasaran dari penggembalaan--mengalami penyucian sampai kita bisa mengecil;--merasa hanya sehelai rambut yang tidak berdaya. Di luar kandang kita akan merasa hebat, dan sebentar lagi hancur.

    Sehelai rambut di tengah gelombang terlalu kecil, tidak berdaya, tidak berharga apa-apa, tidak ada harapan apa-apa, sehingga kita tetap bergantung pada Tuhan.

    Inilah penggembalaan yaitu mengecilkan kita. Karena itu, penggembalaan sama dengan masuk pintu sempit. Ini yang membuat kita waspada terus karena kita hanya sehelai rambut yang tidak berdaya apa-apa, tidak bisa apa-apa. Sadari terus akan hal itu!


  2. Tidak kecewa, putus asa, dan meninggalkan Tuhan tetapi tetap setia berkobar-kobar dalam ibadah pelayanan kepada Tuhan, dan tetap percaya/berharap Tuhan.
    Kalau sudah merasa diri seperti sehelai rambut, kita akan terdorong untuk ibadah. Kalau tidak mau ibadah, mau ke mana rambut ini?

    Sadrakh, Mesakh dan Abednego diperhadapkan pada angin dan gelombang, mereka mengaku hanya seperti sehelai rambut; mereka hanya menyembah Tuhan.
    Daniel juga hebat, tetapi hanya merasa seperti sehelai rambut. Karena itu ia tidak mau saat disuruh menyembah raja.

    Rambut harus di kepala (Yesus), tidak boleh terpisah dari Tuhan. Hanya Yesus, bukan yang lain.

    "Mungkin tidak bisa membayar bemo, jalan kaki saja! Itu sehelai rambut. Jangan mau dihalangi. Mungkin sebentar, setelah itu Tuhan akan menolong kita. Hanya ujian saja, rambut ini melekat atau tidak. Kalau tidak melekat, baru disuruh jalan sudah tidak mau ke gereja."



  3. Tetap menyembah Tuhan; bergantung pada anugerah Tuhan yang besar.

Hasilnya: Tuhan akan mengulurkan tangan anugerah yang besar sehingga sehelai rambut tidak akan pernah tenggelam--malam ini firman dan perjamuan suci juga merupakan uluran tangan Tuhan untuk memegang sehelai rambut--, artinya:

  • Tangan anugerah Tuhan sanggup memberikan damai sejahtera di tengah lautan yang bergelombang sehingga semua menjadi enak dan ringan.
  • Tangan anugerah Tuhan sanggup melindungi dan memelihara kita di tengah kesulitan dunia sampai zaman antikris berkuasa di bumi.
    Mari, setia dalam ibadah pelayanan--melekat di Kepala--, dan menyembah: Terserah Kau, Tuhan. Saya hanya bergantung anugerah-Mu yang besar.


  • Tangan anugerah Tuhan mampu menyelesaikan semua masalah sampai yang mustahil. Akhirnya penumpang perahu dari rasul Paulus sampai di darat semua; semua selamat, semua ditolong oleh Tuhan. Tidak ada sehelai rambutpun yang kurang.


  • 'tidak kehilangan sehelai rambutpun'= utuh= Tangan anugerah Tuhan sanggup menyucikan dan mengubahkan kita sampai sempurna seperti Dia. Kita menjadi mempelai wanita yang dituntun dan diangkat ke awan-awan yang permai sampai ke pelabuhan damai sejahtera (Yerusalem baru).
    Mazmur 107: 28-30
    107:28. Maka berseru-serulah mereka kepada TUHAN dalam kesesakan mereka, dan dikeluarkan-Nya mereka dari kecemasan mereka,
    107:29. dibuat-Nyalah
    badai itu diam, sehingga gelombang-gelombangnya tenang.
    107:30. Mereka bersukacita, sebab semuanya reda, dan
    dituntun-Nya mereka ke pelabuhan kesukaan mereka.

    'berseru-serulah mereka kepada TUHAN dalam kesesakan'= menyembah; hanya bergantung anugerah Tuhan.
    'dikeluarkan-Nya mereka dari kecemasan'= damai, semua selesai, dan terpelihara.

    'dituntun-Nya mereka ke pelabuhan kesukaan mereka'= ada masa depan yang berhasil dan indah, sampai masuk Yerusalem baru.

Apa keadaan kita? Sudah hancur dan tak berdaya? Bawa kepada Tuhan sampai bisa menyembah Dia. Kita hanya butuh Kepala; rambut hanya butuh Kepala, bukan yang lain. Kita hanya menyembah Tuhan; butuh anugerah yang besar sebagai Kepala kita.
Yang sudah berhasil jangan sombong karena gelombang datang sekonyong-konyong. Kita tetap membutuhkan Kepala, bukan yang lain; kita tetap mengasihi Tuhan.

Ada yang sudah lemah, putus asa dan lain-lain? Ada makanan hari keempat belas yang membuat kita kuat dan teguh hati malam ini. Kita kembali bergantung pada Dia. Masih ada kesempatan setiap kali mendengar firman dan menggunakan perjamuan suci, tidak hancur rumah itu. Kapal itu sudah rusak tetapi Tuhan tidak izinkan tenggelam.
Bangsa kafir memang rusak dan hancur--lima 'tanpa'--tetapi sudah ditebus oleh lima luka Yesus. Tuhan sanggup memberikan segala-galanya kepada kita.

Biarlah kita sehelai rambut kembali melekat pada Kepala, tidak jatuh, tetap terus digembalakan, setia, hidup benar dan suci, sampai hanya menyembah Dia.
Perjamuan suci adalah uluran tangan Tuhan yang bisa melakukan apa saja bagi kita, bahkan sampai menyempurnakan kita. Tidak ada yang mustahil bagi Tuhan!

Tuhan memberkati.

kembali ke halaman sebelumnya
IBADAH RUTIN DI MALANG

Minggu jam 06:45 (Ibadah Raya)
Minggu jam 10:15 (Ibadah Sekolah Minggu)
Selasa jam 17:15 (Ibadah Pendalaman Alkitab)
Rabu jam 07:30 (Ibadah Kaum Wanita)
Kamis jam 17:15 (Ibadah Doa Penyembahan)
Sabtu jam 17:15 (Ibadah Kaum Muda Remaja)

IBADAH RUTIN DI MEDAN
Royal Room Hotel Danau Toba Internasional
Jl. Imam Bonjol Medan

Minggu, jam 19:00 (Ibadah Raya)
Senin, jam 09:00 (Ibadah Pendalaman Alkitab)
Senin, jam 17:30 (Ibadah Pendalaman Alkitab)

IBADAH RUTIN DI SURABAYA

Minggu jam 09:30 (Ibadah Sekolah Minggu)
Minggu jam 10:55 (Ibadah Raya)
Rabu jam 17:30 (Ibadah Pendalaman Alkitab)
Jumat jam 17:30 (Ibadah Doa Penyembahan)


IBADAH RUTIN DI JAKARTA
Jl. Patra Kuningan XIV no.4
Jakarta Selatan
Sabtu, jam 09:00 (Ibadah Pendalaman Alkitab)

IBADAH KUNJUNGAN
  • 18-20 Juni 2019
    (Ibadah Kunjungan di Bagan Batu)

  • 02-04 Juli 2019
    (Ibadah Kunjungan di Tana Toraja)

  • 23-24 Juli 2019
    (Ibadah Kunjungan di Nias)

  • 05-10 Agustus 2019
    (Ibadah Kunjungan di India)

  • 22-24 Agustus 2019
    (Ibadah Kunjungan di Medan)

  • 10-12 September 2019
    (Ibadah Persekutuan di Malang)

  • 24-25 September 2019
    (Ibadah Kunjungan di Sorong)

  • 13-17 April 2020
    (Ibadah Kunjungan di Korea Selatan)

All Right Reserved Gereja Pantekosta Tabernakel "KRISTUS KASIH"
Jln. Simpang Borobudur 27 Malang | Telp: (0341) 496949 | Fax: (0341) 476751 » Lihat Peta Gereja Kami di Malang
Jln. WR Supratman 4 Surabaya | Telp. 08123300378 » Lihat Peta Gereja Kami di Surabaya
hubungi kami | email: info@gptkk.org | sitemap | top