English Language | Form Penggembalaan
RINGKASAN KOTBAH IBADAH RUTIN DAN IBADAH KUNJUNGAN
RINGKASAN LAINNYA

Ibadah Pendalaman Alkitab Malang, 08 Mei 2014 (Kamis Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus:

Wahyu 1:13-16 merupakan 4 wujud penampilan pribadi...

Ibadah Raya Malang, 11 September 2011 (Minggu Pagi)
Matius 26:26-29 adalah tentang MAKAN PERJAMUAN SUCI.

Matius 26:17-25 adalah...

Ibadah Doa Puasa Session I Malang, 06 September 2011 (Selasa Pagi)
Keluaran 31 terbagi menjadi 3 bagian, yaitu :
Ayat 1-11 mengenai Bezaleel dan Aholiab ditunjuk.Ayat 12-17...

Ibadah Doa Malang, 08 Oktober 2013 (Selasa Sore)
Siaran Tunda dari Ibadah Doa Surabaya.

Kitab Wahyu yang terdiri dari 22 pasal adalah kitab...

Ibadah Doa Malang, 18 November 2008 (Selasa Sore)
Matius 24: 29 -> Keadaan pada masa kedatangan Yesus ke 2x.
Yaitu :...

Ibadah Kunjungan Singapura II, 15 Mei 2013 (Rabu Pagi)
Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.


Tema: Kenaikan Yesus ke Surga membawa...

Ibadah Natal di Square Ballroom Surabaya, 25 Desember 2017 (Senin Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayangnya TUHAN kita Yesus Kristus. Selamat malam, selamat natal 2017 dan menyongsong tahun...

Ibadah Kaum Muda Remaja Malang, 24 Maret 2018 (Sabtu Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Lukas 12
Dalam susunan Tabernakel, Lukas 12 terkena pada...

Ibadah Doa Surabaya, 02 Juli 2014 (Rabu Sore)
Disertai dengan puasa

Salam sejahtera dalam kasih sayangnya Tuhan kita Yesus Kristus. Selamat malam, selamat mendengarkan Firman Tuhan. Biarlah...

Ibadah Doa Puasa Session II Malang, 01 Maret 2010 (Selasa Siang)
TULAH KE-8 : BELALANG Pengertian rohani belalang adalah :Roh-roh setan yaitu roh jahat dan roh najis.Roh...

Ibadah Doa Malang, 01 Oktober 2013 (Selasa Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Kitab Wahyu yang terdiri dari 22...

Ibadah Raya Malang, 29 Juli 2012 (Minggu Pagi)
Matius 27 secara keseluruhan menunjuk 7 percikan darah di atas tabut perjanjian, artinya...

Ibadah Raya Malang, 27 Oktober 2013 (Minggu Pagi)
Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Wahyu 1:1-3 adalah Judul/ Kata Pengantar.

Wahyu...

Ibadah Raya Surabaya, 31 Agustus 2014 (Minggu Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayangnya Tuhan kita Yesus Kristus. Selamat malam, selamat mendengarkan Firman Tuhan. Biarlah damai...

Ibadah Pendalaman Alkitab Malang, 19 Maret 2009 (Kamis Sore)
Matius 24:29-31 adalah keadaan pada waktu kedatangan Yesus kedua kali.


TRANSKRIP LENGKAP

Doa Surabaya (Rabu, 26 November 2014)
Tayang: 10 Mei 2019
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 24 November 2014)
Tayang: 10 Mei 2019
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 23 November 2014)
Tayang: 07 Januari 2019
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 19 November 2014)
Tayang: 07 Januari 2019
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 17 November 2014)
Tayang: 07 Januari 2019
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 09 November 2014)
Tayang: 22 Agustus 2018
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 05 November 2014)
Tayang: 04 Juni 2018
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 03 November 2014)
Tayang: 04 Juni 2018
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 02 November 2014)
Tayang: 03 Maret 2018
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 20 Oktober 2014)
Tayang: 13 Desember 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 13 Oktober 2014)
Tayang: 13 Desember 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 12 Oktober 2014)
Tayang: 24 Oktober 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 08 Oktober 2014)
Tayang: 18 September 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 06 Oktober 2014)
Tayang: 05 September 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 05 Oktober 2014)
Tayang: 05 September 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 01 Oktober 2014)
Tayang: 05 September 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 29 September 2014)
Tayang: 24 Juni 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 21 September 2014)
Tayang: 19 Mei 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 17 September 2014)
Tayang: 29 April 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 15 September 2014)
Tayang: 29 April 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]



Untuk Koneksi Lambat, silahkan buka http://id.gptkk.org
Transkrip lengkap dari ibadah penggembalaan di Malang dan Surabaya, semuanya di bawakan oleh gembala sidang Pdt. Widjaja Hendra.

Silahkan kontak ke info@gptkk.org apabila bapak/ibu/sdr/sdri ada pertanyaan atau mungkin ingin berlangganan majalah Manna dan silahkan kirim email ke widjaja_h [at] yahoo.com apabila ingin konsultasi pribadi dengan bapak gembala
silahkan ganti tanda [at] dengan @
Cari ringkasan:   
[versi cetak]
Cari rekaman ibadah ini di: http://www.kabarmempelai.org
Ibadah Raya Malang, 26 September 2010 (Minggu Pagi)

Matius 25:14-30 adalah perumpamaan tentang talenta.
Talenta = harta Sorga = jabatan pelayanan, yang tidak bisa dibandingkan dengan apapun juga, sebab jabatan pelayanan ini seharga darah Yesus.

Matius 25:14-15
Jika kita manusia yang tadinya adalah manusia berdosa bisa beribadah melayani Tuhan, itu merupakan kemurahan dan keadilan Tuhan.
Jika belum melayani, biar kita banyak berdoa untuk bisa menerima jabatan pelayanan dari Tuhan.
Jika sudah melayani, kita harus bersungguh-sungguh dalam jabatan pelayanan.

Matius 25:16-30 adalah sikap terhadap talenta.
Sikap positif diwakili oleh hamba yang menerima 5 talenta dan 2 talenta, yaitu setia dan baik.
Sikap negatif diwakili oleh hamba yang menerima 1 talenta, yaitu jahat dan malas, sehingga dicampakkan ke dalam kegelapan yang paling gelap.

Matius 25:16-30 juga merupakan SIKAP TUHAN TERHADAP TALENTA.
Matius 25:19,27
25:19 Lama sesudah itu pulanglah tuan hamba-hamba itu lalu mengadakan perhitungan dengan mereka.
25:27 Karena itu sudahlah seharusnya uangku itu kauberikan kepada orang yang menjalankan uang, supaya sekembaliku aku menerimanya serta dengan bunganya.

Tuhan menghendaki supaya terjadi perkembangan talenta.
Matius 25 ini terkena pada tongkat Harun yang bertunas, berbunga, dan berbuah. Kalau tongkat itu tidak mengalami perkembangan, maka hanya untuk mati dan hancur.
Demikian juga setiap pelayan Tuhan harus mengalami perkembangan talenta.

Pada mulanya, Tuhan memberikan 5+2+1 = 8 talenta.
Angka 8 ini menunjuk pada 8 orang yang diselamatkan dari air bah di dalam bahtera Nuh, yaitu Nuh (suami-istri), Sem (suami-istri), Ham (suami-istri), dan Yafet (suami-istri).
Ini disebut keselamatan mempelai.

Tetapi tidak cukup sampai di sini. Tuhan menghendaki adanya perkembangan.

Matius 25:20-23
25:20 Hamba yang menerima lima talenta itu datang dan ia membawa laba lima talenta, katanya: Tuan, lima talenta tuan percayakan kepadaku; lihat, aku telah beroleh laba lima talenta.
25:21 Maka kata tuannya itu kepadanya: Baik sekali perbuatanmu itu, hai hambaku yang baik dan setia; engkau telah setia dalam perkara kecil, aku akan memberikan kepadamu tanggung jawab dalam perkara yang besar. Masuklah dan turutlah dalam kebahagiaan tuanmu.
25:22 Lalu datanglah hamba yang menerima dua talenta itu, katanya: Tuan, dua talenta tuan percayakan kepadaku; lihat, aku telah beroleh laba dua talenta.
25:23 Maka kata tuannya itu kepadanya: Baik sekali perbuatanmu itu, hai hambaku yang baik dan setia, engkau telah setia memikul tanggung jawab dalam perkara yang kecil, aku akan memberikan kepadamu tanggung jawab dalam perkara yang besar. Masuklah dan turutlah dalam kebahagiaan tuanmu.

Terjadi perkembangan 5+2 = 7 talenta.
Angka 7 menunjuk pada kesempurnaan mempelai.

Jadi, Tuhan menghendaki perkembangan dari keselamatan mempelai sampai menjadi kesempurnaan mempelai.

Contoh kehidupan yang mengalami perkembangan dari keselamatan mempelai sampai menjadi kesempurnaan mempelai adalah Lot.

Kejadian 19:15-17

19:15. Ketika fajar telah menyingsing, kedua malaikat itu mendesak Lot, supaya bersegera, katanya: "Bangunlah, bawalah isterimu dan kedua anakmu yang ada di sini, supaya engkau jangan mati lenyap karena kedurjanaan kota ini."
19:16 Ketika ia berlambat-lambat, maka tangannya, tangan isteri dan tangan kedua anaknya dipegang oleh kedua orang itu, sebab TUHAN hendak mengasihani dia; lalu kedua orang itu menuntunnya ke luar kota dan melepaskannya di sana.
19:17 Sesudah kedua orang itu menuntun mereka sampai ke luar, berkatalah seorang: "Larilah, selamatkanlah nyawamu; janganlah menoleh ke belakang, dan janganlah berhenti di manapun juga di Lembah Yordan, larilah ke pegunungan, supaya engkau jangan mati lenyap."

Lot keluar dari Sodom-Gomora (sudah selamat) tetapi masih harus lari ke pegunungan supaya tidak mati lenyap.
Istri Lot sudah keluar dari Sodom-Gomora, tetapi akhirnya menjadi tiang garam karena tidak mengalami perkembangan.

Wahyu 21:9-10
21:9. Maka datanglah seorang dari ketujuh malaikat yang memegang ketujuh cawan, yang penuh dengan ketujuh malapetaka terakhir itu, lalu ia berkata kepadaku, katanya: "Marilah ke sini, aku akan menunjukkan kepadamu pengantin perempuan, mempelai Anak Domba."
21:10 Lalu, di dalam roh ia membawa aku ke atas sebuah gunung yang besar lagi tinggi dan ia menunjukkan kepadaku kota yang kudus itu, Yerusalem, turun dari sorga, dari Allah.

Pegunungan ini secara rohani menunjuk pada kota Yerusalem Baru, yaitu mempelai wanita Tuhan.

Sekarang, kita yang sudah melayani Tuhan (sudah menerima talenta) harus menuju kesempurnaan mempelai (lari ke pegunungan).
Keselamatan saja belum cukup. Keselamatan ini hanyalah modal yang harus terus kita kerjakan sampai mencapai kesempurnaan mempelai. Kalau hanya selamat, maka tetap akan mati lenyap, ketinggalan saat Yesus datang kedua kali dan binasa untuk selama-lamanya.

Syarat mencapai kesempurnaan mempelai:
  1. Lari dari Sodom-Gomora.
    Kejadian 19:17
    19:17 Sesudah kedua orang itu menuntun mereka sampai ke luar, berkatalah seorang: "Larilah, selamatkanlah nyawamu; janganlah menoleh ke belakang, dan janganlah berhenti di manapun juga di Lembah Yordan, larilah ke pegunungan, supaya engkau jangan mati lenyap."

    Artinya adalah lari dari dosa-dosa Babel. Kita harus mengalami penyucian/menyingkir dari dosa Babel.
    Lari ini membutuhkan kecepatan dan kekuatan dari Tuhan.

    Lukas 17:28-30
    17:28 Demikian juga seperti yang terjadi di zaman Lot: mereka makan dan minum, mereka membeli dan menjual, mereka menanam dan membangun.
    17:29 Tetapi pada hari Lot pergi keluar dari Sodom turunlah hujan api dan hujan belerang dari langit dan membinasakan mereka semua.
    17:30 Demikianlah halnya kelak pada hari, di mana Anak Manusia menyatakan diri-Nya.

    Dosa Babel adalah:
    • Dosa makan-minum (merokok, mabuk, judi, narkoba) dan dosa kawin-mengawinkan (dosa seks secara pribadi dengan berbagai ragamnya, dosa seks menyangkut nikah, kawin-cerai).
    • Dosa jual-beli, menghalalkan segala cara untuk mendapatkan uang.
      Termasuk juga kikir (tidak bisa memberi) dan serakah (merampas hak orang lain dan hak Tuhan).
    • Dosa menanam dan membangun, yaitu membangun tubuh Babel, mempelai wanita setan.

    Di mana kita bisa mengalami penyucian dari dosa Babel?
    Yaitu di dalam ketekunan dalam Ibadah Pendalaman Alkitab dan Perjamuan Suci (Meja Roti Sajian). Inilah yang merupakan kekuatan dan kecepatan dari Tuhan untuk melepaskan kita dari dosa Babel. Kekuatan diri kita sendiri tidak akan sanggup lari dari dosa Babel.

    Kehidupan yang lari dari dosa Babel nanti akan benar-benar lari ke padang gurun yang lain saat antikris berkuasa oleh kekuatan sayap burung nasar yang tidak bisa ditandingi oleh apapun juga. Di situ kita akan siap sedia untuk menyambut kedatangan Tuhan kedua kali.

    Wahyu 12:6,14
    12:6 Perempuan itu lari ke padang gurun, di mana telah disediakan suatu tempat baginya oleh Allah, supaya ia dipelihara di situ seribu dua ratus enam puluh hari lamanya.
    12:14 Kepada perempuan itu diberikan kedua sayap dari burung nasar yang besar, supaya ia terbang ke tempatnya di padang gurun, di mana ia dipelihara jauh dari tempat ular itu selama satu masa dan dua masa dan setengah masa.

  2. Jangan berhenti di Lembah Yordan.
    Kejadian 19:17
    19:17 Sesudah kedua orang itu menuntun mereka sampai ke luar, berkatalah seorang: "Larilah, selamatkanlah nyawamu; janganlah menoleh ke belakang, dan janganlah berhenti di manapun juga di Lembah Yordan, larilah ke pegunungan, supaya engkau jangan mati lenyap."

    Lembah akan menjadi tempat menampung api dan belerang.

    Ezra 4:23-24
    4:23 Maka setelah salinan surat raja Artahsasta dibacakan kepada Rehum, dan Simsai, panitera, serta rekan-rekan mereka, berangkatlah mereka dengan segera ke Yerusalem mendapatkan orang-orang Yahudi, dan dengan kekerasan mereka memaksa orang-orang itu menghentikan pekerjaan itu.
    4:24 Pada waktu itu terhentilah pekerjaan membangun rumah Allah yang di Yerusalem, dan tetap terhenti sampai tahun yang kedua zaman pemerintahan Darius, raja negeri Persia.

    Sekarang setan sedang berusaha untuk menghentikan pembangunan tubuh Kristus, mempelai wanita Tuhan yang sempurna. Baik lewat surat-surat dari penguasa, surat-surat dari organisasi, dan lewat diri sendiri.

    Tuhan berpesan supaya 'jangan berhenti'.
    Artinya adalah jangan lalai, jangan tersandung, jangan tinggalkan ibadah pelayanan apapun alasannya.
    Kalau berhenti, itu sama dengan sedang berada di Lembah Yordan yang menjadi tempat menampung api dan belerang, yaitu penghukuman Tuhan.
    Istilah lembah ini juga berarti turun, artinya semuanya merosot sampai hancur lebur.

    1 Korintus 9:25
    9:25 Tiap-tiap orang yang turut mengambil bagian dalam pertandingan, menguasai dirinya dalam segala hal. Mereka berbuat demikian untuk memperoleh suatu mahkota yang fana, tetapi kita untuk memperoleh suatu mahkota yang abadi.

    Pelayanan ini adalah suatu perlombaan. Banyak ibadah pelayanan yang tidak sampai di garis akhir. Kita harus berlomba sampai mencapai garis akhir.
    Dalam nikah, kita harus berlomba-lomba dalam ibadah pelayanan. Keluarga Lot berlomba-lomba dan satu tertinggal. Dalam perlombaan ini adalah urusan masing-masing pribadi.

    Kita harus beribadah melayani Tuhan dengan sepenuhnya, dengan setia dan berkobar-kobar.

    Di mana kita bisa beribadah melayani dengan setia dan berkobar-kobar?
    Yaitu lewat ketekunan dalam Ibadah Raya (Pelita Emas).

    Hasilnya adalah mendapatkan mahkota abadi, mahkota mempelai.


  3. Jangan menoleh ke belakang.
    Kejadian 19:17
    19:17 Sesudah kedua orang itu menuntun mereka sampai ke luar, berkatalah seorang: "Larilah, selamatkanlah nyawamu; janganlah menoleh ke belakang, dan janganlah berhenti di manapun juga di Lembah Yordan, larilah ke pegunungan, supaya engkau jangan mati lenyap."

    Artinya adalah mata tertuju kepada Tuhan, hanya melihat Tuhan = menyembah Tuhan.
    Penyembahan adalah puncak ibadah pelayanan.

    Kita bisa menyembah Tuhan dalam ketekunan dalam Ibadah Doa Penyembahan (Medzbah Dupa Emas).

    Ibrani 12:1-2
    12:1. Karena kita mempunyai banyak saksi, bagaikan awan yang mengelilingi kita, marilah kita menanggalkan semua beban dan dosa yang begitu merintangi kita, dan berlomba dengan tekun dalam perlombaan yang diwajibkan bagi kita.
    12:2 Marilah kita melakukannya dengan mata yang tertuju kepada Yesus, yang memimpin kita dalam iman, dan yang membawa iman kita itu kepada kesempurnaan, yang dengan mengabaikan kehinaan tekun memikul salib ganti sukacita yang disediakan bagi Dia, yang sekarang duduk di sebelah kanan takhta Allah.
    12:3 Ingatlah selalu akan Dia, yang tekun menanggung bantahan yang sehebat itu terhadap diri-Nya dari pihak orang-orang berdosa, supaya jangan kamu menjadi lemah dan putus asa.

    Kalau menyembah dan melihat Yesus, maka kita akan menerima ketabahan hati, sehingga tidak mudah menjadi lemah dan putus asa.

    Mazmur 107:43
    107:43 Siapa yang mempunyai hikmat? Biarlah ia berpegang pada semuanya ini, dan memperhatikan segala kemurahan TUHAN.

    Kita juga akan menerima kemurahan dan kebajikan Tuhan.
    Kehidupan yang tergembala, tekun dalam 3 macam ibadah, dan taat dengar-dengaran pada suara Gembala Agung akan hidup dalam kemurahan dan kebajikan Tuhan [Mazmur 23].

    Hasil hidup dalam tangan Gembala Agung:
    • Tangan kemurahan dan kebajikan Tuhan sanggup memelihara kita di tengah dunia yang sudah sulit, juga secara rohani memberikan kepuasan dan kebahagiaan Sorga.
      Yeremia 31:14
      31:14 Aku akan memuaskan jiwa para imam dengan kelimpahan, dan umat-Ku akan menjadi kenyang dengan kebajikan-Ku, demikianlah firman TUHAN.

    • Tangan kemurahan dan kebaikan Tuhan sanggup mengadakan mujizat.
      Mazmur 136:1-4
      136:1. Bersyukurlah kepada TUHAN, sebab Ia baik! Bahwasanya untuk selama-lamanya kasih setia-Nya.
      136:2 Bersyukurlah kepada Allah segala allah! Bahwasanya untuk selama-lamanya kasih setia-Nya.
      136:3 Bersyukurlah kepada Tuhan segala tuhan! Bahwasanya untuk selama-lamanya kasih setia-Nya.
      136:4 Kepada Dia yang seorang diri melakukan keajaiban-keajaiban besar! Bahwasanya untuk selama-lamanya kasih setia-Nya.

      Mujizat secara jasmani adalah menjadikan yang mustahil menjadi tidak mustahil.
      Mujizat rohani adalah kita diubahkan dari manusia daging menjadi manusia rohani seperti Yesus. Keubahan hidup inilah yang merupakan keajaiban terbesar. Permulaan keubahan adalah jujur, kalau ya katakan ya, kalau tidak katakan tidak.

      Setiap langkah hidup kita akan menjadi langkah keajaiban secara jasmani dan rohani, sampai keajaiban terakhir kita diubahkan menjadi sama mulia dengan Tuhan.

Tuhan memberkati.


kembali ke halaman sebelumnya
IBADAH RUTIN DI MALANG

Minggu jam 06:45 (Ibadah Raya)
Minggu jam 10:15 (Ibadah Sekolah Minggu)
Selasa jam 17:15 (Ibadah Pendalaman Alkitab)
Rabu jam 07:30 (Ibadah Kaum Wanita)
Kamis jam 17:15 (Ibadah Doa Penyembahan)
Sabtu jam 17:15 (Ibadah Kaum Muda Remaja)

IBADAH RUTIN DI MEDAN
Royal Room Hotel Danau Toba Internasional
Jl. Imam Bonjol Medan

Minggu, jam 18:45 (Ibadah Raya)
Senin, jam 08:00 (Ibadah Pendalaman Alkitab)
Senin, jam 17:30 (Ibadah Pendalaman Alkitab)

IBADAH RUTIN DI SURABAYA

Minggu jam 09:15 (Ibadah Sekolah Minggu)
Minggu jam 10:25 (Ibadah Raya)
Rabu jam 17:30 (Ibadah Pendalaman Alkitab)
Jumat jam 17:30 (Ibadah Doa Penyembahan)


IBADAH RUTIN DI JAKARTA
Jl. Patra Kuningan XIV no.4
Jakarta Selatan
Sabtu, jam 09:00 (Ibadah Pendalaman Alkitab)

IBADAH KUNJUNGAN
  • 08-10 Oktober 2019
    (Ibadah Kunjungan di Medan)

  • 22-24 Oktober 2019
    (Ibadah Kunjungan di Sorong)

  • 05-07 November 2019
    (Ibadah Kunjungan di Tentena)

  • 19-21 November 2019
    (Ibadah Kunjungan di Medan)

  • 03-05 Desember 2019
    (Ibadah Kunjungan di Jayapura)

  • 13-18 April 2020
    (Ibadah Kunjungan di Korea Selatan)

All Right Reserved Gereja Pantekosta Tabernakel "KRISTUS KASIH"
Jln. Simpang Borobudur 27 Malang | Telp: (0341) 496949 | Fax: (0341) 476751 » Lihat Peta Gereja Kami di Malang
Jln. WR Supratman 4 Surabaya | Telp. 08123300378 » Lihat Peta Gereja Kami di Surabaya
hubungi kami | email: info@gptkk.org | sitemap | top