English Language | Form Penggembalaan
RINGKASAN KOTBAH IBADAH RUTIN DAN IBADAH KUNJUNGAN
RINGKASAN LAINNYA

Ibadah Raya Surabaya,11 Maret 2018 (Minggu Siang)
Penyerahan anak

Kita menyerahkan anak bernama Daniel. Kita ingat kisah Daniel di alkitab. Dulu Daniel menghadapi singa yang lapar...

Ibadah Doa Surabaya, 06 Agustus 2014 (Rabu Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayangnya Tuhan kita Yesus Kristus. Selamat malam, selamat mendengarkan Firman Tuhan. Biarlah damai...

Ibadah Doa Surabaya, 03 Desember 2014 (Rabu Sore)
Pembicara: Pdt. Dadang Hadi Santoso

Selamat sore, salam sejahtera dalam kasih sayangnya Tuhan kita Yesus Kristus. Kiranya damai...

Ibadah Doa Semalam Suntuk Malang Session I, 08 Oktober 2009 (Kamis Malam)
Dalam kitab Keluaran 1 ada dua rencana yang besar:
Keluaran...

Ibadah Pendalaman Alkitab Surabaya, 13 Januari 2014 (Senin Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayangnya Tuhan kita Yesus Kristus.
Selamat malam, selamat mendengarkan Firman Tuhan. Biarlah damai sejahtera, bahagia...

Ibadah Kaum Muda Remaja Malang, 21 Maret 2015 (Sabtu Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Lukas 8 menunjuk pada Pelita Emas. Dalam...

Ibadah Pendalaman Alkitab Surabaya, 24 November 2014 (Senin Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayangnya Tuhan kita Yesus Kristus. Selamat malam, selamat mendengarkan Firman Tuhan. Biarlah damai...

Ibadah Pendalaman Alkitab Malang, 26 Juni 2018 (Selasa Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Wahyu 7:13-15
7:13 Dan seorang dari antara...

Ibadah Raya Surabaya, 01 Desember 2013 (Minggu Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayangnya Tuhan kita Yesus Kristus. Selamat malam, selamat mendengarkan Firman Tuhan. Biarlah damai...

Ibadah Doa Malang, 8 Februari 2018 (Kamis Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayangnya Tuhan kita, Yesus Kristus.

Wahyu 6:12-17
6:12 Maka aku melihat,...

Ibadah Doa Puasa Session II Malang, 08 November 2016 (Selasa Siang)
Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.
Ada 3 macam bekal pengutusan [mulai dibahas...

Ibadah Pendalaman Alkitab Surabaya, 25 Februari 2013 (Senin Sore)
Matius 28 dalam susunan tabernakel ini menunjuk kepada SHEKINAH GLORY/SINAR KEMULIAAN.

Dibalik salib/kematian, pasti ada sinar kemuliaan/shekinah glory.
Matius 28 terbagi menjadi 3 bagian...

Ibadah Doa Puasa Malang Session I, 06 Oktober 2009 (Selasa Pagi)
Keluaran berasal dari kata:
Elechshomoth (Yunani) artinya: inilah namanya,
Exodus (Inggris): exo = keluar, odos...

Ibadah Doa Malang, 27 April 2010 (Selasa Sore)
Kegunaan doa puasa:
Untuk mengalami urapan Roh Kudus, sehingga kita dipakai dalam...

Ibadah Pendalaman Alkitab Malang, 08 Mei 2014 (Kamis Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus:

Wahyu 1:13-16 merupakan 4 wujud penampilan pribadi...


TRANSKRIP LENGKAP

Doa Surabaya (Rabu, 05 November 2014)
Tayang: 04 Juni 2018
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 03 November 2014)
Tayang: 04 Juni 2018
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 02 November 2014)
Tayang: 03 Maret 2018
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 20 Oktober 2014)
Tayang: 13 Desember 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 13 Oktober 2014)
Tayang: 13 Desember 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 12 Oktober 2014)
Tayang: 24 Oktober 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 08 Oktober 2014)
Tayang: 18 September 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 06 Oktober 2014)
Tayang: 05 September 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 05 Oktober 2014)
Tayang: 05 September 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 01 Oktober 2014)
Tayang: 05 September 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 29 September 2014)
Tayang: 24 Juni 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 21 September 2014)
Tayang: 19 Mei 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 17 September 2014)
Tayang: 29 April 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 15 September 2014)
Tayang: 29 April 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 14 September 2014)
Tayang: 24 Maret 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 07 September 2014)
Tayang: 06 Maret 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 03 September 2014)
Tayang: 16 Februari 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 01 September 2014)
Tayang: 16 Februari 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 31 Agustus 2014)
Tayang: 04 Februari 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 25 Agustus 2014)
Tayang: 13 Desember 2016
[baca transkrip] | [download file transkrip]



Untuk Koneksi Lambat, silahkan buka http://id.gptkk.org
Transkrip lengkap dari ibadah penggembalaan di Malang dan Surabaya, semuanya di bawakan oleh gembala sidang Pdt. Widjaja Hendra.

Silahkan kontak ke info@gptkk.org apabila bapak/ibu/sdr/sdri ada pertanyaan atau mungkin ingin berlangganan majalah Manna dan silahkan kirim email ke widjaja_h [at] yahoo.com apabila ingin konsultasi pribadi dengan bapak gembala
silahkan ganti tanda [at] dengan @
Cari ringkasan:   
[versi cetak]
Cari rekaman ibadah ini di: http://www.kabarmempelai.org
Ibadah Raya Surabaya, 10 Juni 2018 (Minggu Siang)

Salam sejahtera dalam kasih sayangnya TUHAN kita Yesus Kristus. Selamat siang, selamat mendengarkan firman TUHAN. Biarlah damai sejahtera, kasih karunia, dan bahagia senantiasa dilimpahkan TUHAN di tengah-tengah kita sekalian.

Wahyu 7: 15b-17
7:15b. Dan Ia yang duduk di atas takhta itu akan membentangkan kemah-Nya di atas mereka.
7:16. Mereka tidak akan menderita lapar dan dahaga lagi, dan matahari atau panas terik tidak akan menimpa mereka lagi.
7:17. Sebab Anak Domba yang di tengah-tengah takhta itu, akan menggembalakan mereka dan akan menuntun mereka ke mata air kehidupan. Dan Allah akan menghapus segala air mata dari mata mereka."


Kita sudah belajar tentang aktivitas kita di takhta sorga (diterangkan mulai dari Ibadah Raya Surabaya, 13 Mei 2018 sampai Ibadah Doa Surabaya, 18 Mei 2018), sekarang kita belajar tentang aktivitas Tuhan di takhta sorga yaitu membentangkan kemah-Nya di atas mereka (diterangkan mulai dari Ibadah Pendalaman Alkitab Surabaya, 06 Juni 2018).

Siapakah 'mereka' ini?
Yesaya 54: 2-3
54:2. Lapangkanlah tempat kemahmu, dan bentangkanlah tenda tempat kediamanmu, janganlah menghematnya; panjangkanlah tali-tali kemahmu dan pancangkanlah kokoh-kokoh patok-patokmu!
54:3. Sebab engkau akan mengembang ke kanan dan ke kiri, keturunanmu akan memperoleh tempat bangsa-bangsa, dan akan mendiami kota-kota yang sunyi.

Sebenarnya, Tuhan membentangkan tenda--mengembangkan sayap-Nya; menaungi--hanya kepada bangsa Israel asli, umat pilihan Tuhan. Tetapi karena sebagian Israel menolak Tuhan--berarti menolak naungan sayap Tuhan--, maka Tuhan mengembangkan sayap-Nya sampai kepada bangsa-bangsa lain (bangsa kafir). Ini adalah kesempatan dan kemurahan Tuhan kepada bangsa kafir.

Salah satu contoh bagaimana bangsa kafir mendapatkan naungan sayap Tuhan: Rut.
Rut 1: 4
1:4. Keduanya mengambil perempuan Moab: yang pertama bernama Orpa, yang kedua bernama Rut; dan mereka diam di situ kira-kira sepuluh tahun lamanya.

'Moab'= bangsa kafir; bangsa Moab tidak boleh masuk Bait Allah.
Rut 3: 9
3:9. Bertanyalah ia: "Siapakah engkau ini?" Jawabnya: "Aku Rut, hambamu: kembangkanlah kiranya sayapmu melindungi hambamu ini, sebab engkaulah seorang kaum yang wajib menebus kami."

Rut, keturunan Moab--bangsa kafir--sebenarnya tidak layak mendapatkan naungan dari Tuhan, tetapi karena sebagian Israel menolak Tuhan, maka terbuka kesempatan dan kemurahan Tuhan bagi Rut--bangsa kafir--untuk menerima naungan sayap--pengembangan sayap; kemah--dari Tuhan. Ini sama dengan NAUNGAN PENEBUSAN TUHAN.

Sebenarnya ada dua penebus yang bisa menebus Rut:

  1. Rut 3: 12
    3:12. Maka sekarang, memang aku seorang kaum yang wajib menebus, tetapi walaupun demikian masih ada lagi seorang penebus, yang lebih dekat dari padaku.

    'aku' = Boas.
    Yang pertama: yang lebih berhak dari pada Boas untuk menebus; lebih dulu datang dari pada Boas--kita sebut sebagai Mr. X karena tidak disebutkan namanya.

    Rut 4: 5-8
    4:5. Tetapi kata Boas: "Pada waktu engkau membeli tanah itu dari tangan Naomi, engkau memperoleh Rut juga, perempuan Moab, isteri orang yang telah mati itu, untuk menegakkan nama orang itu di atas milik pusakanya."
    4:6. Lalu berkatalah penebus itu: "Jika demikian,
    aku ini tidak dapat menebusnya, sebab aku akan merusakkan milik pusakaku sendiri. Aku mengharap engkau menebus apa yang seharusnya aku tebus, sebab aku tidak dapat menebusnya."
    4:7. Beginilah kebiasaan dahulu di Israel dalam hal menebus dan menukar: setiap kali orang hendak menguatkan sesuatu perkara, maka yang seorang
    menanggalkan kasutnya sebelah dan memberikannya kepada yang lain. Demikianlah caranya orang mensahkan perkara di Israel.
    4:8. Lalu penebus itu berkata kepada Boas: "Engkau saja yang membelinya." Dan
    ditanggalkannyalah kasutnya.

    Mr. X tidak bisa menebus bangsa kafir--Rut--, sehingga ia harus menanggalkan kasutnya.
    Mr. X menunjuk pada pada hukum Taurat--yang lebih dulu datang dari pada Yesus. Hukum Taurat tidak bisa menebus bangsa kafir, karena hukum Taurat hanya untuk bangsa Israel; tidak kena mengena dengan bangsa kafir. Dulu, kalau seseorang tidak bisa atau tidak mau menebus orang yang seharusnya ditebus, maka ia harus melepaskan kasutnya.


  2. Yang kedua: Boas--gambaran dari Yesus.
    Matius 3:9-11
    3:9. Dan janganlah mengira, bahwa kamu dapat berkata dalam hatimu: Abraham adalah bapa kami! Karena aku berkata kepadamu: Allah dapat menjadikan anak-anak bagi Abraham dari batu-batu ini!
    3:10. Kapak sudah tersedia pada akar pohon dan setiap pohon yang tidak menghasilkan buah yang baik, pasti ditebang dan dibuang ke dalam api.
    3:11. Aku membaptis kamu dengan air sebagai tanda pertobatan, tetapi Ia yang datang kemudian dari padaku lebih berkuasa dari padaku dan
    aku tidak layak melepaskan kasut-Nya. Ia akan membaptiskan kamu dengan Roh Kudus dan dengan api.

    'batu-batu'= bangsa kafir. Seharusnya keturunan Abraham hanya bangsa Israel, tetapi di sini Allah sanggup membuat batu-batu menjadi keturunan Abraham juga.
    'Aku membaptis kamu dengan air sebagai tanda pertobatan' = Yohanes Pembaptis.
    'Ia yang datang kemudian dari padaku lebih berkuasa dari padaku' = Yesus.
    'aku tidak layak melepaskan kasut-Nya'= di dalam Injil Markus 1: 7 (Yohanes 1:27) dituliskan: 'Inilah yang diberitakannya: "Sesudah aku akan datang Ia yang lebih berkuasa dari padaku; membungkuk dan membuka tali kasut-Nyapun aku tidak layak.'

    Yesus tidak mau dilepas kasut-Nya, sampai mati di kayu salib. Artinya Ia sungguh-sungguh mau menebus bangsa kafir sampai rela mati di kayu salib. Yohanes Pembaptis, manusia terbesar yang dilahirkan perempuan, tidak bisa melepaskan kasut Tuhan, bahkan tali kasut-Nyapun tidak bisa dilepas (Yohanes 1:27).

    Ini yang disebut dengan kasih setia Yesus kepada kita bangsa kafir. Jangan meragukan kasih setia Tuhan! Dia berjuang untuk menebus bangsa kafir.

Ada
tiga sayap penebusan Tuhan bagi bangsa kafir--yang diwakili Rut--:

  1. Rut 2: 11-12
    2:11. Boas menjawab: "Telah dikabarkan orang kepadaku dengan lengkap segala sesuatu yang engkau lakukan kepada mertuamu sesudah suamimu mati, dan bagaimana engkau meninggalkan ibu bapamu dan tanah kelahiranmu serta pergi kepada suatu bangsa yang dahulu tidak engkau kenal.
    2:12. TUHAN kiranya membalas perbuatanmu itu, dan kepadamu kiranya dikaruniakan upahmu sepenuhnya oleh TUHAN, Allah Israel, yang
    di bawah sayap-Nya engkau datang berlindung."

    Naungan sayap yang pertama: penebusan dari kekafiran--meninggalkan ibu bapa, dan meninggalkan negerinya untuk datang ke Israel.

    Efesus 2: 11-12
    2:11. Karena itu ingatlah, bahwa dahulu kamu--sebagai orang-orang bukan Yahudi menurut daging, yang disebut orang-orang tak bersunat(1) oleh mereka yang menamakan dirinya "sunat", yaitu sunat lahiriah yang dikerjakan oleh tangan manusia, --
    2:12. bahwa waktu itu kamu tanpa Kristus
    (2), tidak termasuk kewargaan Israel dan tidak mendapat bagian dalam ketentuan-ketentuan yang dijanjikan(3), tanpa pengharapan(4) dan tanpa Allah di dalam dunia(5).

    'bukan Yahudi'= bangsa kafir.
    Lima tanda Kekafiran yaitu:


    • Tanpa sunat= tanpa kesucian--sunat hati; hanya berbuat dosa sampai puncaknya dosa yaitu dosa makan minum dan kawin mengawinkan.

    • Tanpa Kristus= tanpa urapan Roh Kudus--Kristus artinya: Yang diurapi--; hanya menuruti keinginan, tabiat, dan hawa nafsu daging.
      Tabiat daging dimulai dari kekuatiran--kuatir apa yang dimakan, diminum, pakaian; kuatir akan hidup sehari-hari dan masa depan. Kalau sudah kuatir, seringkali mencari naungan di luar Tuhan; mencari jalan keluar sendiri di luar Tuhan.

      Akibatnya:


      1. Tidak setia.
      2. Tidak benar.
        Kalau tidak setia, nanti tidak bisa benar; tidak sesuai dengan firman lagi.
        Kalau sudah tidak setia dan tidak benar, kita tidak sadar, kita sudah berada di luar naungan Tuhan, dan sebentar lagi, habis.

        Seringkali kita digoda untuk memilih naungan dunia, dan akhirnya binasa. Kita harus hati-hati! Harus tetap dalam naungan Tuhan.

        "Saya pernah cerita tentang anak ayam dan induk ayam. Anak ayam sudah disediakan sayap induknya, tetapi orang menyediakan beras. Pilih induknya atau beras? Akhirnya ada pikiran kuatir: Kalau di induk seringkali tidak makan (tidak ada beras), sedangkan di sana sudah jelas ada beras. Kalau sudah pilih beras (jauh dari induk), sebentar lagi ular datang dan habis. Seringkali kita di iming-iming untuk ke luar memilih naungan yang lainnya (naungan dunia; beras dan sebagainya), akhirnya binasa. Kita harus hati-hati, tetap berada dalam naungan Tuhan."


      3. Tidak taat; keluar dari naungan Tuhan, dan sebentar lagi binasa.


    • Tanpa janji= tanpa janji Tuhan; tanpa janji untuk mewarisi hidup kekal dan kerajaan sorga yang kekal.

    • Tanpa pengharapan= gampang bangga dengan sesuatu di dunia (perkara dunia) sampai meninggalkan Tuhan, atau mudah kecewa dan putus asa dengan perkara dunia sampai meninggalkan Tuhan.


    • Tanpa Allah= tanpa kasih; iri, benci dan lain-lain. Kasih itu kekal, kalau tanpa kasih berarti tanpa hidup kekal, binasa untuk selamanya.


    Lima 'tanpa' ini yang harus ditebus dengan lima luka Yesus.
    Yohanes 19: 31-34
    19:31. Karena hari itu hari persiapan dan supaya pada hari Sabat mayat-mayat itu tidak tinggal tergantung pada kayu salib--sebab Sabat itu adalah hari yang besar--maka datanglah orang-orang Yahudi kepada Pilatus dan meminta kepadanya supaya kaki orang-orang itu dipatahkan dan mayat-mayatnya diturunkan.
    19:32. Maka datanglah prajurit-prajurit lalu mematahkan kaki orang yang pertama dan kaki orang yang lain yang disalibkan bersama-sama dengan Yesus;
    19:33. tetapi ketika mereka sampai kepada Yesus dan
    melihat bahwa Ia telah mati, mereka tidak mematahkan kaki-Nya,
    19:34. tetapi seorang dari antara prajurit itu
    menikam lambung-Nya dengan tombak, dan segera mengalir keluar darah dan air.

    Ayat 33= sebenarnya Yesus sudah mati dengan empat luka utama di atas kayu salib--dua di tangan dan dua di kaki--untuk menebus dan menyelamatkan bangsa Israel, umat pilihan Tuhan, yang sudah melanggar hukum Taurat. 'empat luka' ini merupakan inti dari luka Yesus.
    Tetapi bangsa kafir ada 'lima tanpa' (kalau dengan empat luka utama, tidak bisa). Karena itu masih perlu kelengkapan dari bangsa kafir.

    Karena Yesus sudah mati, prajurit (bangsa kafir) tidak mematahkan kaki-Nya, tetapi menikam lambung Yesus dengan tombak, sehingga terjadi luka kelima--luka terbesar dan terdalam--yang mengeluarkan darah dan air, untuk menebus dan menaungi bangsa kafir--menebus kita semua yang memiliki lima 'tanpa'.

    Jadi lima luka (inti ditambah dengan kelengkapan) menebus bangsa kafir dengan 'lima tanpa'.
    Bukti bangsa kafir sudah ditebus dari sifat kekafiran ('lima tanpa') oleh lima luka Yesus: harus memiliki tanda darah dan air.

    Tanda darah= pertobatan.
    Matius 3: 9, 8
    3:9. Dan janganlah mengira, bahwa kamu dapat berkata dalam hatimu: Abraham adalah bapa kami! Karena aku berkata kepadamu: Allah dapat menjadikan anak-anak bagi Abraham dari batu-batu ini!
    3:8. Jadi
    hasilkanlah buah yang sesuai dengan pertobatan.

    Bangsa kafir bisa ditebus menjadi anak-anak Abraham yang berhak atas janji Tuhan, lewat tanda darah dan air.
    Bertobat= mati terhadap dosa; berhenti berbuat dosa dan kembali kepada Tuhan.

    Matius 3: 11
    3:11. Aku membaptis kamu dengan air sebagai tanda pertobatan, tetapi Ia yang datang kemudian dari padaku lebih berkuasa dari padaku dan aku tidak layak melepaskan kasut-Nya. Ia akan membaptiskan kamu dengan Roh Kudus dan dengan api.

    Tanda air= baptisan air.
    Baptisan air yang benar adalah orang yang sudah percaya Yesus dan bertobat--mati terhadap dosa--harus dikuburkan dalam air bersama Yesus dan bangkit--keluar dari dalam air--bersama Yesus sehingga mendapatkan hidup baru/hidup sorgawi yaitu mengalami baptisan Roh Kudus--hidup dalam urapan Roh Kudus--, sehingga hidup dalam kebenaran.

    Ini bukti kita mengalami naungan sayap Tuhan, yaitu percaya Yesus, bertobat, baptisan air, dan baptisan Roh Kudus. Kita hidup dalam kebenaran; sama dengan hidup dari iman, itulah keturunan Abraham.
    Galatia 3: 7
    3:7. Jadi kamu lihat, bahwa mereka yang hidup dari iman, mereka itulah anak-anak Abraham.

    Dari bangsa kafir yang keras hati--batu-batu--bisa menjadi anak-anak Abraham sehingga Israel dan kafir bisa jadi satu--sama-sama anak-anak Abraham. Tadinya bangsa kafir 'tanpa janji sorga' (bukan anak Abraham), sekarang bisa menjadi anak Abraham dan bisa menjadi satu.

    Efesus 2: 13-16
    2:13. Tetapi sekarang di dalam Kristus Yesus kamu, yang dahulu "jauh", sudah menjadi "dekat" oleh darah Kristus.
    2:14. Karena Dialah damai sejahtera kita, yang telah mempersatukan kedua pihak dan yang telah merubuhkan tembok pemisah, yaitu perseteruan,
    2:15. sebab dengan mati-Nya sebagai manusia Ia telah membatalkan hukum Taurat dengan segala perintah dan ketentuannya,
    untuk menciptakan keduanya menjadi satu manusia baru di dalam diri-Nya, dan dengan itu mengadakan damai sejahtera,
    2:16. dan untuk
    memperdamaikan keduanya, di dalam satu tubuh, dengan Allah oleh salib, dengan melenyapkan perseteruan pada salib itu.

    'yang dahulu "jauh"' = bangsa kafir.
    'sudah menjadi "dekat" oleh darah Kristus' = dekat dengan Israel.
    'keduanya'= Israel dan kafir; sama-sama anak-anak Abraham; sama-sama hidup dalam kebenaran; menerima tanda darah dan air.
    Bangsa kafir yang tadinya 'jauh' bisa menjadi 'dekat' bahkan menjadi satu tubuh Kristus (satu tubuh dengan Israel). Inilah yang disebut dengan Israel Rohani.

    Inilah penebusan pertama yaitu ditebus dari sifat kekafiran--lima 'tanpa'. Harus ditebus dengan lima luka Yesus. Israel dan kafir harus menerima darah dan air, supaya menjadi satu kesatuan. Sama-sama menjadi anak-anak Abraham yang berhak menerima janji Tuhan; hidup dalam kebenaran, keduanya dekat bahkan menjadi tubuh Kristus yang sempurna.


  2. Rut 3: 8-9
    3:8. Pada waktu tengah malam dengan terkejut terjagalah orang itu, lalu meraba-raba ke sekelilingnya, dan ternyata ada seorang perempuan berbaring di sebelah kakinya.
    3:9. Bertanyalah ia: "Siapakah engkau ini?" Jawabnya: "Aku Rut, hambamu:
    kembangkanlah kiranya sayapmu melindungi hambamu ini, sebab engkaulah seorang kaum yang wajib menebus kami."

    Naungan sayap yang kedua: naungan sayap penebusan di tengah malam.
    Tengah malam= paling gelap.

    Siapa yang membuat dunia gelap? Antikris. Saat ia berkuasa di bumi selama tiga setengah tahun, itulah keadaan yang paling gelap--tengah malam.
    Jadi, naungan penebusan yang kedua untuk menghadapi antikris yang berkuasa di bumi selama tiga setengah tahun.

    Ini yang kita hadapi sekarang. Tidak gampang untuk hidup di akhir zaman. Nomor satu kita memang bangsa kafir, yang harus ditebus dari kekafiran. Dari dua orang (Rut dan Orpa); Orpa gagal (50% gagal), ia tidak mau meninggalkan negerinya. Rut mau meninggalkan semuanya. Hanya setengah yang berhasil (50% berhasil). Hati-hati.

    Perhatikan 'lima tanpa': tanpa sunat--kesucian--, tanpa urapan--daging (ada kekuatiran yang membuat tidak setia)--, tanpa janji, tanpa harapan--bangga, putus asa, kecewa--, sampai tanpa kasih. Jangan ada iri hati, dendam, benci. Tadi dalam ibadah di Malang, yang boleh dibenci hanya dosa. Kalau membenci dosa, akan ada kasih (mengasihi musuh). Kalau membenci orang, berarti kita menyimpan dosa (mengasihi dosa).

    Sekarang yang kedua--menghadapi antikris--, ada dua sayap burung nasar yang besar.
    Wahyu 12: 14
    12:14. Kepada perempuan itu diberikan kedua sayap dari burung nasar yang besar, supaya ia terbang ke tempatnya di padang gurun, di mana ia dipelihara jauh dari tempat ular itu selama satu masa dan dua masa dan setengah masa.

    'selama satu masa dan dua masa dan setengah masa' = tiga setengah tahun.
    (terjemahan lama)
    12:14. Maka
    dikaruniakanlah kepada perempuan itu kedua sayap burung nasar yang besar itu, supaya ia dapat terbang ke padang belantara kepada tempatnya, yaitu tempat ia dipeliharakan di dalam satu masa dan dua masa dan setengah masa lamanya, jauh daripada mata ular itu.

    Tuhan mengaruniakan kita dua sayap burung nasar yang besar, untuk menyingkirkan kita ke padang gurun, jauh dari mata ular; jauh dari antikris-. Antikris bukan hanya tidak bisa menjamah, tetapi sampai tidak dapat melihat.
    Artinya: kita dilindungi dan dipelihara oleh Tuhan secara langsung lewat firman pengajaran dan perjamuan suci--dulu dengan manna selama empat puluh tahun.

    Ibadah pendalaman alkitab dan perjamuan suci penting, karena itu merupakan latihan menyingkir ke padang gurun.
    Dua sayap burung nasar kita dapatkan lewat ibadah pendalaman alkitab dan perjamuan suci:


    • Kita makan makanan rohani yang dobel di dalam ibadah pendalaman alkitab; kalau makan, rohani akan bertumbuh, dan sayap bertumbuh.
    • Kita mengalami penyucian dobel di dalam ibadah pendalaman alkitab. Semakin suci, kita semakin mengalami kepuasan sorga--kebahagiaan sorga--, dan sayap semakin besar.
      1 Timotius 6: 6
      6:6. Memang ibadah itu kalau disertai rasa cukup, memberi keuntungan besar.

      Kesukaan sorga adalah saat kita disucikan; dosa-dosa ditunjukkan, dan saat itu sayap bertumbuh. Kesucian bertambah, kesukaan sorga bertambah, sayap bertambah besar sampai satu waktu mendapat keuntungan besar, itulah dua sayap burung nasar yang besar, untuk menghadapi antikris yang berkuasa di bumi selama tiga setengah tahun.


    Ini yang harus kita perhatikan baik-baik! Lewat ibadah pendalaman alkitab dan perjamuan suci, sungguh-sungguh ada dua sayap burung nasar yang besar, yang Tuhan karuniakan kepada kita semuanya.


  3. Yesaya 54: 5-10
    54:5. Sebab yang menjadi suamimu ialah Dia yang menjadikan engkau, TUHAN semesta alam nama-Nya; yang menjadi Penebusmu ialah Yang Mahakudus, Allah Israel, Ia disebut Allah seluruh bumi.
    54:6. Sebab seperti isteri yang ditinggalkan dan yang bersusah hati TUHAN memanggil engkau kembali; masakan isteri dari masa muda akan tetap ditolak? firman Allahmu.
    54:7. Hanya sesaat lamanya Aku meninggalkan engkau, tetapi karena kasih sayang yang besar Aku mengambil engkau kembali.
    54:8. Dalam murka yang meluap Aku telah menyembunyikan wajah-Ku terhadap engkau sesaat lamanya, tetapi
    dalam kasih setia abadi Aku telah mengasihani engkau, firman TUHAN, Penebusmu.
    54:9. Keadaan ini bagi-Ku
    seperti pada zaman Nuh: seperti Aku telah bersumpah kepadanya bahwa air bah tidak akan meliputi bumi lagi, demikianlah Aku telah bersumpah bahwa Aku tidak akan murka terhadap engkau dan tidak akan menghardik engkau lagi.
    54:10. Sebab biarpun gunung-gunung beranjak dan bukit-bukit bergoyang, tetapi
    kasih setia-Ku tidak akan beranjak dari padamu dan perjanjian damai-Ku tidak akan bergoyang, firman TUHAN, yang mengasihani engkau.

    Tadi, yang pertama: naungan penebusan dari kekafiran; bangsa kafir harus ditebus dari lima 'tanpa'. Kemudian naungan sayap penebusan untuk menghadapi antikris. Kita harus memiliki dua sayap burung nasar yang besar sebagai hasil dari ibadah pendalaman alkitab dan perjamuan suci.

    'Sebab yang menjadi suamimu ialah Dia...' = Mempelai Pria. Kita sebagai mempelai wanita.
    'yang menjadi Penebusmu.....' = naungan.

    Naungan sayap yang ketiga: naungan penebusan Mempelai; naungan Mempelai= naungan dalam kasih setia Tuhan.

    Ada dua macam kasih setia Tuhan:


    • Kasih setia abadi (ayat 8)= kasih setia yang kekal, tidak berubah dulu, sekarang, sampai selamanya.
      Artinya: Tuhan selalu mengingat kita; Ia tidak pernah meninggalkan kita. Jangan ragu! Tadi disebut mulai dari zaman Nuh--'Keadaan ini bagi-Ku seperti pada zaman Nuh'. Dunia sudah dihukum tetapi Nuh sekeluarga masih diselamatkan karena menerima kasih karunia Tuhan.
      Kita juga, tergantung mau menerima kasih karunia atau tidak.

      Kalau Tuhan selalu ingat kita, seringkali kita tidak ingat Tuhan. Jangan sepihak! Tidak akan bisa ketemu! Kalau Tuhan selalu ingat kita, kita juga harus selalu ingat Tuhan.
      Artinya: mengingat bahwa kita hanya ciptaan Tuhan dari debu tanah.

      Mazmur 103: 8-14
      103:8. TUHAN adalah penyayang dan pengasih, panjang sabar dan berlimpah kasih setia.
      103:9. Tidak selalu Ia menuntut, dan tidak untuk selama-lamanya Ia mendendam.
      103:10. Tidak dilakukan-Nya kepada kita setimpal dengan dosa kita, dan tidak dibalas-Nya kepada kita setimpal dengan kesalahan kita,
      103:11. tetapi setinggi langit di atas bumi, demikian besarnya kasih setia-Nya atas orang-orang yang takut akan Dia;
      103:12. sejauh timur dari barat, demikian dijauhkan-Nya dari pada kita pelanggaran kita.
      103:13. Seperti bapa sayang kepada anak-anaknya, demikian TUHAN sayang kepada orang-orang yang takut akan Dia.
      103:14. Sebab Dia sendiri tahu apa kita,
      Dia ingat, bahwa kita ini debu.

      'tetapi setinggi langit di atas bumi' =vertikal
      'sejauh timur dari barat' = horizontal.
      Ini adalah kayu salib.

      Tuhan selalu ingat kita, terutama ingat bahwa kita hanya debu tanah liat yang tidak berharga. Kita juga harus ingat kepada Tuhan bahwa kita hanya diciptakan dari debu tanah liat--tidak layak, tidak mampu apa-apa.

      Pada kesempatan siang ini, banyak kekurangan dan kelemahan kita secara rohani--banyak dosa-dosa--, dan tidak mampu secara jasmani. Kita harus selalu berada dalam tangan kasih setia Sang Pencipta. Itu saja. Kita tidak akan pernah dilepaskan oleh Tuhan; ada jaminan sampai hidup kekal.


    • Kasih setia yang ajaib.
      Mazmur 17: 7-8
      17:7. Tunjukkanlah kasih setia-Mu yang ajaib, ya Engkau, yang menyelamatkan orang-orang yang berlindung pada tangan kanan-Mu terhadap pemberontak.
      17:8. Peliharalah aku seperti
      biji mata, sembunyikanlah aku dalam naungan sayap-Mu

      Tangan kasih setia Tuhan yang ajaib sanggup melindungi dan memelihara kita seperti biji mata-Nya sendiri. Tidak perlu takut! Dunia memang seperti padang gurun yang sulit untuk menabur dan menuai, banyak binatang buas dan sebagainya, tetapi Tuhan berjanji, asalkan bangsa kafir sungguh-sungguh mau ditebus dari kekafiran, mau dinaungi dengan sayap burung nasar, dan mau disucikan, maka ada penebusan Mempelai.

      Kasih setia yang ajaib sanggup melindungi dan memelihara kita.
      Ulangan 32: 10-12
      32:10. Didapati-Nya dia di suatu negeri, di padang gurun, di tengah-tengah ketandusan dan auman padang belantara. Dikelilingi-Nya dia dan diawasi-Nya, dijaga-Nya sebagai biji mata-Nya.
      32:11. Laksana rajawali menggoyangbangkitkan isi sarangnya, melayang-layang di atas anak-anaknya, mengembangkan sayapnya, menampung seekor, dan mendukungnya di atas kepaknya,
      32:12. demikianlah TUHAN sendiri menuntun dia, dan
      tidak ada allah asing menyertai dia.

      Di tengah ketandusan dunia--kesulitan--dan auman binatang buas--tantangan, rintangan--, tangan kasih setia yang ajaib mampu melindungi dan memelihara kita yang kecil tak berdaya.

      Syaratnya: tidak boleh berharap yang lain, tetapi hanya percaya dan berharap kepada kasih setia Tuhan yang ajaib (ayat 12). Kalau berharap yang lain, goncangan akan semakin dahsyat.

      Roma 9: 20-23
      9:20. Siapakah kamu, hai manusia, maka kamu membantah Allah? Dapatkah yang dibentuk berkata kepada yang membentuknya: "Mengapakah engkau membentuk aku demikian?"
      9:21. Apakah tukang periuk tidak mempunyai hak atas tanah liatnya, untuk membuat dari gumpal yang sama suatu benda untuk dipakai guna tujuan yang
      mulia dan suatu benda lain untuk dipakai guna tujuan yang biasa?
      9:22. Jadi, kalau untuk menunjukkan murka-Nya dan menyatakan kuasa-Nya, Allah menaruh kesabaran yang besar terhadap
      benda-benda kemurkaan-Nya, yang telah disiapkan untuk kebinasaan--
      9:23. justru untuk menyatakan kekayaan kemuliaan-Nya atas
      benda-benda belas kasihan-Nya yang telah dipersiapkan-Nya untuk kemuliaan,

      Ayat 22-23 = ada benda kemurkaan dan juga ada benda belas kasih kemuliaan. Hati-hati!

      Bukan hanya dilindungi dan dipelihara, tetapi tanah liat juga mau dibentuk jadi bejana kemuliaan--dipakai Tuhan.
      Tangan kasih setia Tuhan yang ajaib sanggup membentuk kita--debu tanah liat--menjadi bejana kemuliaan Tuhan--hamba Tuhan, pelayan Tuhan yang dipakai untuk memuliakan Tuhan. Kita hidup dari kasih setia Tuhan yang ajaib.

      Yang penting kita memuliakan nama Tuhan, dan mengagungkan nama Tuhan lewat kehidupan dan pelayanan kita. Tangan kasih setia yang ajaib akan bertanggung jawab atas masa depan kita sampai hidup kekal selamanya.

      Lima roti dan dua ikan bisa untuk lima ribu orang kalau ada kasih setia yang ajaib. Yang penting memuliakan dan mengagungkan Tuhan.
      Kalau memalukan dan memilukan Tuhan, itu merupakan benda kemurkaan, yang akan dihancurkan sampai binasa selamanya.
      Hari-hari ini mari memuliakan Tuhan!
      Kalau hamba Tuhan, pelayan Tuhan memalukan nama Tuhan, memilukan hati Tuhan lewat kehidupan, pekerjaan, sekolah, pergaulan, nikah kita, kita akan menjadi bejana kemurkaan Tuhan yang akan dihancurkan selamanya.

      Sebaliknya, sekalipun ada bejana yang rusak/hancur, kalau masih bisa datang kepada Tuhan dan mendengar firman Tuhan, saat ini ia akan dibentuk menjadi bejana baru. Itulah kasih setia Tuhan; kita masih diberi kesempatan. Sudah menjadi bejana yang hancur sekalipun--jatuh dalam dosa, gagal--, masih ada kesempatan untuk dibentuk lagi menjadi bejana baru.

      Jadi, sebenarnya tidak mungkin kita menjadi bejana kemurkaan, karena sudah hancur sekalipun masih bisa dibentuk menjadi bejana baru. Kalau sampai menjadi bejana kemurkaan, berarti kehidupan itu memang sungguh-sungguh keras hati seperti Firaun, dan tidak bisa ditolong lagi.

      Gunakan kasih setia Tuhan siang ini!
      Yeremia 18: 4
      18:4. Apabila bejana, yang sedang dibuatnya dari tanah liat di tangannya itu, rusak, maka tukang periuk itu mengerjakannya kembali menjadi bejana lain menurut apa yang baik pada pemandangannya.

      Sudah hancur dan rusak masih bisa dibentuk menjadi bejana baru untuk memuliakan nama Tuhan, dan kalau Tuhan datang kembali kita semua akan dijadikan sama mulia dengan Tuhan. Kita diubahkan dalam sekejap mata menjadi sama mulia dengan Dia, untuk layak menyambut kedatangan Yesus kedua kali di awan-awan yang permai, sampai berdiri di hadapan takhta Allah dan menerima naungan selamanya di takhta sorga; kita bersama dengan Dia selamanya.

Bangsa kafir menerima naungan Tuhan yaitu penebusan:

  1. Kita ditebus dari lima sifat kekafiran, sehingga kita bisa hidup benar; hidup dari iman. Kita menjadi anak-anak Abraham yang berhak menerima janji Tuhan.

  2. Untuk menghadapi antikris--tengah malam--, kita makan firman dan perjamuan suci--ibadah pendalaman alkitab dan perjamuan suci--; kita disucikan sungguh-sungguh, sehingga kita mengalami kepuasan sorga yang bertambah-tambah sampai menjadi dua sayap burung nasar yang besar.


  3. Naungan Mempelai. Jangan berharap pada yang lain! Kasih setia Tuhan yang ajaib menolong kita semuanya.

Yang sudah berhasil jangan sombong. Tengah malam akan datang, antikris akan membuat dunia ini semakin sulit dan gelap. Kita tidak bisa apa-apa; kita hanya bergantung pada tangan kasih setia yang ajaib. Yang masih gagal, hancur dan lain-lain, masih ada kesempatan siang ini. Dalam kesulitan atau kemustahilan, serahkan ke dalam tangan kasih setia yang ajaib! Serahkan semua kepada Tuhan!
Jangan meragukan kasih setia yang ajaib dan kasih setia yang abadi, yang tidak berubah dulu, sekarang, sampai selamanya.

Tuhan memberkati.

kembali ke halaman sebelumnya
IBADAH RUTIN DI MALANG

Minggu jam 06:50 (Ibadah Raya)
Minggu jam 10:15 (Ibadah Sekolah Minggu)
Selasa jam 17:15 (Ibadah Pendalaman Alkitab)
Rabu jam 07:30 (Ibadah Kaum Wanita)
Kamis jam 17:15 (Ibadah Doa Penyembahan)
Sabtu jam 17:15 (Ibadah Kaum Muda Remaja)

IBADAH RUTIN DI MEDAN
Royal Room Hotel Danau Toba Internasional
Jl. Imam Bonjol Medan

Minggu, jam 19:00 (Ibadah Raya)
Senin, jam 09:00 (Ibadah Pendalaman Alkitab)
Senin, jam 17:30 (Ibadah Pendalaman Alkitab)

IBADAH RUTIN DI SURABAYA

Minggu jam 09:30 (Ibadah Sekolah Minggu)
Minggu jam 10:55 (Ibadah Raya)
Rabu jam 17:30 (Ibadah Pendalaman Alkitab)
Jumat jam 17:30 (Ibadah Doa Penyembahan)


IBADAH RUTIN DI JAKARTA
Jl. Patra Kuningan XIV no.4
Jakarta Selatan
Sabtu, jam 09:00 (Ibadah Pendalaman Alkitab)

IBADAH KUNJUNGAN
  • 11-13 September 2018
    (Ibadah Persekutuan di Malang)

  • 25-26 September 2018
    (Ibadah Kunjungan di Sidikalang)

  • 16-18 Oktober 2018
    (Ibadah Kunjungan di Medan)

  • 30-31 Oktober 2018
    (Ibadah Kunjungan di Jayapura)

  • November 2018
    (Ibadah Kunjungan di Jakarta)

  • Februari 2019
    (Ibadah Kunjungan di Chennai, India)

All Right Reserved Gereja Pantekosta Tabernakel "KRISTUS KASIH"
Jln. Simpang Borobudur 27 Malang | Telp: (0341) 496949 | Fax: (0341) 476751 » Lihat Peta Gereja Kami di Malang
Jln. WR Supratman 4 Surabaya | Telp. 08123300378 » Lihat Peta Gereja Kami di Surabaya
hubungi kami | email: info@gptkk.org | sitemap | top