English Language | Form Penggembalaan
RINGKASAN KOTBAH IBADAH RUTIN DAN IBADAH KUNJUNGAN
RINGKASAN LAINNYA

Ibadah Doa Malang, 18 Juli 2019 (Kamis Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Wahyu 9:13-21 tentang sangkakala yang keenam...

Ibadah Pendalaman Alkitab Surabaya, 09 Januari 2012 (Senin Sore)
Matius 26:
ay. 57-68= SAKSI DAN KESAKSIAN.

Kita sudah mempelajari 2 macam saksi dan kesaksian (mulai diterangkan pada Ibadah Raya Surabaya, 06 November 2011):
ay. 59-62=...

Ibadah Kaum Muda Remaja, 28 Mei 2011 (Sabtu Sore)
Markus 16 menunjuk tentang SHEKINAH GLORY, atau cahaya kemuliaan.
Yesus bangkit...

Ibadah Kunjungan Soroako II, 22 Februari 2012 (Rabu Pagi)
Lukas 1:37
1:37 Sebab bagi Allah tidak ada yang mustahil.

Ibadah Pendalaman Alkitab Malang, 27 Agustus 2009 (Kamis Sore)
Matius 24: 32-35
NUBUAT TENTANG POHON ARA/ISRAEL
Disini pohon ara rantingnya mulai melembut dan bertunas, serta berbuah....

Ibadah Pendalaman Alkitab Surabaya, 12 Oktober 2015 (Senin Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayangnya TUHAN kita Yesus Kristus. Selamat malam, selamat mendengarkan firman TUHAN. Biarlah damai...

Ibadah Pendalaman Alkitab Surabaya, 30 November 2011 (Rabu Sore)
Ibadah Doa dipindahkan pada hari Senin sebelumnya.
Diambil dari siaran tunda Ibadah Persekutuan di Ambon, 16 November 2011 Sore

Tema: Yohanes 10:...

Ibadah Doa Malang, 18 Juni 2020 (Kamis Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Wahyu 11: 13-14
11:13. Pada saat itu terjadilah gempa bumi yang dahsyat dan sepersepuluh bagian...

Ibadah Pendalaman Alkitab Surabaya, 24 November 2017 (Jumat Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayangnya TUHAN kita Yesus Kristus. Selamat malam, selamat mendengarkan firman TUHAN. Biarlah damai...

Ibadah Persekutuan Jakarta IV, 11 Agustus 2016 (Kamis Pagi)
Salam sejahtera dalam kasih sayangnya TUHAN kita Yesus kristus. Selamat siang, selamat mendengarkan firman TUHAN. Biarlah...

Ibadah Raya Surabaya, 09 Juni 2013 (Minggu Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayangnya Tuhan kita Yesus Kristus. Selamat malam, selamat mendengarkan Firman Tuhan. Biarlah damai...

Ibadah Kenaikan Tuhan Surabaya, 13 Mei 2010 (Kamis Pagi)
Kisah Rasul 1: 9-11
1:9 Sesudah Ia mengatakan demikian, terangkatlah Ia disaksikan oleh mereka, dan awan...

Ibadah Raya Malang, 02 Agustus 2015 (Minggu Pagi)
Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Wahyu 3:7-13 tentang sidang jemaat di...

Ibadah Raya Surabaya, 18 November 2018 (Minggu Siang)
Salam sejahtera dalam kasih sayangnya TUHAN kita Yesus Kristus. Selamat siang, selamat mendengarkan firman TUHAN. Biarlah damai...

Ibadah Doa Puasa Session I Malang, 22 Oktober 2013 (Selasa Pagi)
Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Matius 6:17
6:17 Tetapi apabila engkau berpuasa, minyakilah...


TRANSKRIP LENGKAP

Umum Surabaya (Minggu Sore, 07 Desember 2014)
Tayang: 16 Juni 2020
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 30 November 2014)
Tayang: 16 Juni 2020
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 26 November 2014)
Tayang: 10 Mei 2019
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 24 November 2014)
Tayang: 10 Mei 2019
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 23 November 2014)
Tayang: 07 Januari 2019
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 19 November 2014)
Tayang: 07 Januari 2019
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 17 November 2014)
Tayang: 07 Januari 2019
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 09 November 2014)
Tayang: 22 Agustus 2018
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 05 November 2014)
Tayang: 04 Juni 2018
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 03 November 2014)
Tayang: 04 Juni 2018
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 02 November 2014)
Tayang: 03 Maret 2018
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 20 Oktober 2014)
Tayang: 13 Desember 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 13 Oktober 2014)
Tayang: 13 Desember 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 12 Oktober 2014)
Tayang: 24 Oktober 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 08 Oktober 2014)
Tayang: 18 September 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 06 Oktober 2014)
Tayang: 05 September 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 05 Oktober 2014)
Tayang: 05 September 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 01 Oktober 2014)
Tayang: 05 September 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 29 September 2014)
Tayang: 24 Juni 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 21 September 2014)
Tayang: 19 Mei 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]



Untuk Koneksi Lambat, silahkan buka http://id.gptkk.org
Transkrip lengkap dari ibadah penggembalaan di Malang dan Surabaya, semuanya di bawakan oleh gembala sidang Pdt. Widjaja Hendra.

Silahkan kontak ke info@gptkk.org apabila bapak/ibu/sdr/sdri ada pertanyaan atau mungkin ingin berlangganan majalah Manna dan silahkan kirim email ke widjaja_h [at] yahoo.com apabila ingin konsultasi pribadi dengan bapak gembala
silahkan ganti tanda [at] dengan @
Cari ringkasan:   
[versi cetak]
Cari rekaman ibadah ini di: http://www.kabarmempelai.org
Ibadah Raya Surabaya, 12 Januari 2020 (Minggu Siang)

Salam sejahtera dalam kasih sayangnya TUHAN kita Yesus Kristus. Selamat mendengarkan firman TUHAN. Biarlah damai sejahtera, kasih karunia, dan bahagia senantiasa dilimpahkan TUHAN di tengah-tengah kita sekalian.

Wahyu 11: 1-2
11:1. Kemudian diberikanlah kepadaku sebatang buluh, seperti tongkat pengukur rupanya, dengan kata-kata yang berikut: "Bangunlah dan ukurlah Bait Suci Allah dan mezbah dan mereka yang beribadah di dalamnya.
11:2. Tetapi kecualikan pelataran Bait Suci yang di sebelah luar, janganlah engkau mengukurnya, karena ia telah diberikan kepada bangsa-bangsa lain dan mereka akan menginjak-injak Kota Suci
empat puluh dua bulan lamanya."

(terjemahan lama)
11:1. Maka diberikan kepadaku sejenis buluh pengukur yang seperti tongkat rupanya dengan katanya, "Bangkitlah, dan ukurlah Bait Allah, dan tempat korban dan segala orang yang
sembahyang di dalamnya itu;

'tongkat pengukur' mengingatkan kita pada tongkat gembala/firman penggembalaan.
'empat puluh dua bulan'= tiga setengah tahun masa antikris.
'beribadah'= 'sembahyang'.

Ada dua hal yang diukur lewat tongkat pengukur/tongkat gembala--firman penggembalaan--:

  1. Bait Suci Allah= ibadah dan kehidupan kita (diterangkan mulai dari Ibadah Pendalaman Alkitab Surabaya, 18 Desember 2019 sampai Ibadah Raya Surabaya, 05 Januari 2020).


  2. Mezbah dupa emas/doa penyembahan dan mereka yang sembahyang di dalamnya (diterangkan pada Ibadah Natal Surabaya, 25 Desember 2019, dilanjutkan pada Ibadah Pendalaman Alkitab Surabaya, 10 Januari 2020).

AD. 2: MEZBAH DUPA EMAS DAN MEREKA YANG SEMBAHYANG DI DALAMNYA

Kita sudah mempelajari tiga ukuran doa penyembahan: kasih--penebusan; kehidupan yang setia, suci, dan jujur--, urapan Roh Kudus--sunyi senyap; damai sejahtera--, dan firman--taat dengar-dengaran sampai daging tidak bersuara--(diterangkan pada Ibadah Pendalaman Alkitab Surabaya, 10 Januari 2020).

Siang ini kita membahas tanda-tanda penyembahan yang benar:

  1. Tanda pertama penyembahan yang benar: hanya ditujukan kepada pribadi Tuhan, bukan yang lain, bahkan malaikatpun tidak disembah.
    Matius 4: 10
    4:10. Maka berkatalah Yesus kepadanya: "Enyahlah, Iblis! Sebab ada tertulis: Engkau harus menyembah Tuhan, Allahmu, dan hanya kepada Dia sajalah engkau berbakti!"

    Wahyu 22: 9
    22:9. Tetapi ia(malaikat) berkata kepadaku: "Jangan berbuat demikian! Aku adalah hamba, sama seperti engkau dan saudara-saudaramu, para nabi dan semua mereka yang menuruti segala perkataan kitab ini. Sembahlah Allah!"

    siapa yang bisa sampai pada penyembahan yang benar kepada Allah Sang Pencipta? Kehidupan yang tergembala dengan benar dan baik--mantap dalam penggembalaan--terutama bagi bangsa kafir.
    Mazmur 95: 6-7
    95:6. Masuklah, marilah kita sujud menyembah, berlutut di hadapan TUHAN yang menjadikan kita.
    95:7. Sebab Dialah Allah kita, dan
    kitalah umat gembalaan-Nya dan kawanan domba tuntunan tangan-Nya. Pada hari ini, sekiranya kamu mendengar suara-Nya!

    Banyak yang tidak mengerti soal penggembalaan; beribadah ke sana ke mari, termasuk hamba Tuhan juga banyak yang menggembalakan.

    Penggembalaan adalah soal kemantapan, terutama mantap dalam iman/pengajaran yang benar; ada kepastian dalam iman; tidak bercabang hati/bimbang.
    Dulu, saat menghadapi baal, nabi Elia tidak memaksa umat Israel, tetapi menyuruh mereka untuk memilih antara Tuhan atau baal, tidak boleh kedua-duanya.

    Selama masih bercabang hati, tidak akan pernah sampai pada Allah yang benar. harus mantap dalam iman/pengajaran yang benar, terutama bagi bangsa kafir.

    Kalau kita bangsa kafir tidak tergembala dengan benar dan baik; tidak mengalami penyucian, kita hanya seharga anjing dan babi, bukan domba. Anjing menggonggong tidak didengar oleh Tuhan.
    Contoh: perempuan Kanani berseru kepada Tuhan untuk menolong anaknya, tetapi Tuhan berkata: "Tidak patut mengambil roti yang disediakan bagi anak-anak dan melemparkannya kepada anjing."; doanya tidak didengar oleh Tuhan.

    Harus mantap dalam penggembalaan/iman/pengajaran, baru penyembahan kita tertuju kepada Tuhan.


  2. Tanda kedua penyembahan yang benar: merupakan pantulan dari penyembahan di dalam kerajaan sorga.
    Praktiknya:


    • Wahyu 5: 11-14
      5:11. Maka aku melihat dan mendengar suara banyak malaikat sekeliling takhta, makhluk-makhluk dan tua-tua itu; jumlah mereka berlaksa-laksa dan beribu-ribu laksa,
      5:12. katanya dengan suara nyaring: "Anak Domba yang disembelih itu layak untuk menerima kuasa, dan kekayaan, dan hikmat, dan kekuatan, dan hormat, dan kemuliaan, dan puji-pujian!"
      5:13. Dan aku mendengar semua makhluk yang di sorga dan yang di bumi dan yang di bawah bumi dan yang di laut dan semua yang ada di dalamnya, berkata: "Bagi Dia yang duduk di atas takhta dan bagi Anak Domba, adalah puji-pujian dan hormat dan kemuliaan dan kuasa sampai selama-lamanya!"
      5:14. Dan keempat makhluk itu berkata: "Amin". Dan tua-tua itu jatuh tersungkur dan menyembah.

      Praktik pertama: doa penyembahan adalah menyerahkan tujuh hal kepada Tuhan: kuasa, dan kekayaan, dan hikmat, dan kekuatan, dan hormat, dan kemuliaan, dan puji-pujian.
      Jadi penyembahan bukan meminta lagi, tetapi memberikan.

      Kemudian di ayat 13 diulangi lagi: 'puji-pujian dan hormat dan kemuliaan dan kuasa', empat hal ini merupakan milik Tuhan yang tidak boleh diganggu gugat, sedangkan sisanya: 'kekayaan, hikmat, dan kekuatan' boleh diterima manusia dari Tuhan, terutama untuk pekerjaan Tuhan/pembangunan tubuh Kristus.


    • Wahyu 19: 1, 3-4, 6
      19:1. Kemudian dari pada itu aku mendengar seperti suara yang nyaring dari himpunan besar orang banyak di sorga, katanya: "Haleluya! Keselamatan dan kemuliaan dan kekuasaan adalah pada Allah kita,
      19:3. Dan untuk kedua kalinya mereka berkata: "Haleluya! Ya, asapnya naik sampai selama-lamanya."
      19:4. Dan kedua puluh empat tua-tua dan keempat makhluk itu tersungkur dan menyembah Allah yang duduk di atas takhta itu, dan mereka berkata: "Amin, Haleluya."
      19:6. Lalu aku mendengar seperti suara himpunan besar orang banyak, seperti desau air bah dan seperti deru guruh yang hebat, katanya: "Haleluya! Karena Tuhan, Allah kita, Yang Mahakuasa, telah menjadi raja.

      Ayat 1, 3-4= penyembahan kepada Allah Tritunggal, pribadi Yesus.

      Praktik kedua: doa penyembahan adalah penyembahan dengan kata: Haleluya.
      Mulai sekarang kita menyembah di bumi secara pribadi, berkelompok, dalam keluarga, penggembalaan, dan antar penggembalaan, sampai mencapai tubuh yang sempurna--Israel dan kafir--naik ke awan-awan yang permai, menyembah dengan kata: Haleluya. Satu tubuh Kristus, satu suara penyembahan.


    Di luar praktik ini semua, penyembahan tidak akan ada kaitan dengan sorga.


  3. Yohanes 4: 23-24
    4:23. Tetapi saatnya akan datang dan sudah tiba sekarang, bahwa penyembah-penyembah benar akan menyembah Bapa dalam roh dan kebenaran; sebab Bapa menghendaki penyembah-penyembah demikian.
    4:24. Allah itu Roh dan barangsiapa menyembah Dia, harus menyembah-Nya dalam roh dan kebenaran."

    Kebenaran= firman Allah.
    Roh= Roh Kudus.

    Tanda ketiga penyembahan yang benar: didorong oleh firman Allah dalam urapan Roh Kudus.

    Firman Allah dalam urapan Roh Kudus sama dengan firman Allah yang dibukakan rahasianya oleh Roh Kudus yaitu ayat yang satu menerangkan ayat yang lain dalam alkitab; firman pengajaran yang benar; firman yang lebih tajam dari pedang bermata dua/pedang penyucian.
    Jadi, ukuran penyembahan adalah kesucian--hanya kehidupan yang suci, yang bisa menyembah Tuhan.

    Mazmur 43: 3-4
    43:3. Suruhlah terang-Mu dan kesetiaan-Mu datang, supaya aku dituntun dan dibawa ke gunung-Mu yang kudus dan ke tempat kediaman-Mu!
    43:4. Maka aku dapat pergi ke mezbah Allah, menghadap Allah, yang adalah sukacitaku dan kegembiraanku, dan bersyukur kepada-Mu dengan kecapi, ya Allah, ya Allahku!

    (terjemahan lama)
    43:3. Suruhkanlah
    terang-Mu dan kebenaran-Mu, supaya keduanya itu memimpin aku dan membawa akan daku ke bukit kesucian-Mu dan ke dalam tempat kediaman-Mu;

    'terang'= Roh Kudus.
    'kebenaran'= firman.

    Penyembahan yang didorong oleh pedang penyucian akan membawa kita naik ke gunung penyembahan/gunung yang kudus.

    Ada dua macam penyembahan di gunung yang kudus:


    • Kecapi.
      Mazmur 33: 3
      33:3. Nyanyikanlah bagi-Nya nyanyian baru; petiklah kecapi baik-baik dengan sorak-sorai!

      Kecapi memiliki banyak senar, tetapi bisa bekerjasama, saling menguatkan dan mengenakkan--menghasilkan alunan yang sangat merdu.
      Ini menunjuk pada penyembahan bersama.

      Jadi, penyembahan bersama di dalam nikah dan penggembalaan sangat penting; bisa saling menguatkan dan hidup menjadi enak.

      Kegunaan penyembahan bersama:


      • 1 Samuel 16: 16
        16:16. baiklah tuanku menitahkan hamba-hambamu yang di depanmu ini mencari seorang yang pandai main kecapi. Apabila roh jahat yang dari pada Allah itu hinggap padamu, haruslah ia main kecapi, maka engkau merasa nyaman."

        'roh jahat yang dari pada Allah'= bukan Allah yang mengirim roh jahat, tetapi roh jahat yang diizinkan oleh Allah karena manusia menolak Roh Kudus (tidak taat)--ayat ini merupakan cerita dari raja Saul yang tidak taat sehingga Roh Allah undur dari padanya. Tuhan tidak pernah memaksa. Kalau ada Roh Kudus--kita taat--, roh lain tidak akan bisa masuk.

        Kegunaan pertama: dalam penyembahan bersama kita mengalami kuasa Tuhan untuk mengalahkan roh jahat dan najis; bebas dari Babel, dan Roh Kudus yang masuk, sehingga kita merasa nyaman; enak dan ringan.


      • 2 Raja-raja 3: 15-17
        3:15. Maka sekarang, jemputlah bagiku seorang pemetik kecapi." Pada waktu pemetik kecapi itu bermain kecapi, maka kekuasaan TUHAN meliputi dia.
        3:16. Kemudian berkatalah ia: "Beginilah firman TUHAN: Biarlah di lembah ini dibuat parit-parit,
        3:17. sebab beginilah firman TUHAN: Kamu tidak akan mendapat angin dan hujan, namun lembah ini akan penuh dengan air, sehingga kamu serta ternak sembelihan dan hewan pengangkut dapat minum.

        Kegunaan kedua: mendapatkan pembukaan rahasia firman. Tuhan memberikan kita pembukaan firman artinya kita bisa mengerti firman sampai mempraktikkannya.

        Kalau ada pembukaan firman, akan ada pembukaan jalan. Pintu yang tertutup bisa terbuka--kuasa kemenangan--; masalah-masalah diselesaikan oleh Tuhan.


      Inilah ukuran doa penyembahan yang benar yaitu hanya ditujukan kepada Tuhan. Kalau hati mantap baru bisa. Untuk itu kita harus mantap dalam penggembalaan/pengajaran. Tuhan izinkan ada ujian yang terjadi, supaya kita menyembah Tuhan sampai tidak ada ilah yang lain, tetapi hanya Tuhan. Sungguh-sungguh. Jangan bercabang hati!

      Kemudian, penyembahan harus merupakan pantulan dari sorga, bukan yang lain--memberi kepada Tuhan, dan Dia akan memberikan segala hal untuk kebutuhan kita terutama untuk pembangunan tubuh Kristus yang sempurna.
      Terakhir, doa penyembahan didorong oleh firman pengajaran penyucian.


    • Yang kedua: penyembahan di gunung yang kudus adalah penyembahan pribadi dalam kesucian.
      Mazmur 24: 3-6
      24:3. "Siapakah yang boleh naik ke atas gunung TUHAN? Siapakah yang boleh berdiri di tempat-Nya yang kudus?"
      24:4. "Orang yang
      bersih tangannya dan murni hatinya, yang tidak menyerahkan dirinya kepada penipuan, dan yang tidak bersumpah palsu.
      24:5. Dialah yang akan menerima berkat dari TUHAN dan keadilan dari Allah yang menyelamatkan dia.
      24:6. Itulah angkatan orang-orang yang menanyakan Dia, yang mencari wajah-Mu, ya Allah Yakub." Sela

      (terjemahan lama)
      24:6. Bahwa inilah bangsa orang yang bertanya akan Tuhan, yang mencahari hadirat-Mu,
      yaitulah Yakub. -- Selah.

      'yaitulah Yakub'= salah satu pribadi yang mencari Tuhan --naik ke gunung Tuhan--adalah Yakub--menunjuk pada penyembahan secara pribadi.
      Doa bersama, penting, tetapi doa pribadi juga penting terutama bagi suami-suami, gembala, kaum muda, dan ibu-ibu.

      Syarat doa penyembahan yang berkenan kepada Tuhan:


      • kesucian mulai dari hati--'murni hatinya'--; tidak ada keinginan jahat dan najis, dan kepahitan.
      • Perbuatan yang suci--'bersih tangannya'--; perbuatan baik sampai membalas kejahatan dengan kebaikan; tidak ada perbuatan jahat dan najis, apalagi membalas kebaikan dengan kejahatan.


      • Kesucian perkataan; tidak ada perkataan sia-sia tetapi perkataan benar, suci, dan baik.


      Inilah kehidupan yang naik ke gunung dalam penyembahan secara pribadi.
      Bentuk doa yang diajarkan dan diteladankan oleh Tuhan: doa puasa, doa satu jam, doa semalam suntuk.

      Kalau suci kita bisa naik gunung--penyembahan secara pribadi.
      Contoh: Yakub.
      Kejadian 32: 24
      32:24. Lalu tinggallah Yakub seorang diri. Dan seorang laki-laki bergulat dengan dia sampai fajar menyingsing.

      'bergulat dengan dia'= bergumul.
      Yakub bergumul seorang diri untuk menghadapi Esau yang membenci dan mau membunuh dia.
      Esau adalah gambaran dari antikris--tadi di dalam Wahyu 11: 2, kalau tidak memenuhi ukuran penyembahan, akan diinjak-injak oleh antikris selama tiga setengah tahun.

      Karena itu Bait Suci dan penyembahan diukur, karena kita menghadapi antikris. Kalau tidak memenuhi ukuran, akan menghadapi antikris--di sini kalau Yakub tidak bergumul ia akan dibunuh oleh Esau.

      Sekarang, pergumulan kita secara pribadi adalah untuk menghadapi antikris yang akan berkuasa selama tiga setengah tahun supaya jangan masuk aniaya antikris, dan pergumulan untuk menghadapi kedatangan Yesus kedua kali--'fajar menyingsing'--, supaya kita jangan ketinggalan dan binasa. Ini fokus kita.
      Banyak pergumulan kita dalam kuliah dan bekerja, bagus, tetapi dua hal ini yang menjadi puncak pergumulan kita.

      Kalau lolos dari antikris; kita disingkirkan ke padang gurun, kita tinggal menunggu kedatangan Tuhan. Tetapi kalau tidak lolos dari antikris, masih harus bergumul lagi, ada yang tidak kuat, ia akan ketinggalan saat Tuhan datang, ada yang berjuang sampai dipancung, ia bisa menyambut kedatangan Tuhan kedua kali.
      Lebih baik sekarang kita bergumul supaya tidak masuk aniaya antikris.

      Cara Yakub untuk lolos dari Esau--cara kita lolos dari antikris--:


      • Cara pertama: masuk dalam pergaulan malaikat--pergaulan rohani.
        Kejadian 28: 10-17

        28:10. Maka Yakub berangkat dari Bersyeba dan pergi ke Haran.
        28:11. Ia sampai di suatu tempat, dan bermalam di situ, karena matahari telah terbenam. Ia mengambil sebuah batu yang terletak di tempat itu dan dipakainya sebagai alas kepala, lalu membaringkan dirinya di tempat itu.
        28:12. Maka bermimpilah ia, di bumi ada didirikan sebuah tangga yang ujungnya sampai di langit, dan tampaklah malaikat-malaikat Allah turun naik di tangga itu.
        28:13. Berdirilah TUHAN di sampingnya dan berfirman: "Akulah TUHAN, Allah Abraham, nenekmu, dan Allah Ishak; tanah tempat engkau berbaring ini akan Kuberikan kepadamu dan kepada keturunanmu.
        28:14. Keturunanmu akan menjadi seperti debu tanah banyaknya, dan engkau akan mengembang ke sebelah timur, barat, utara dan selatan, dan olehmu serta keturunanmu semua kaum di muka bumi akan mendapat berkat.
        28:15. Sesungguhnya Aku menyertai engkau dan Aku akan melindungi engkau, ke manapun engkau pergi, dan Aku akan membawa engkau kembali ke negeri ini, sebab Aku tidak akan meninggalkan engkau, melainkan tetap melakukan apa yang Kujanjikan kepadamu."
        28:16. Ketika Yakub bangun dari tidurnya, berkatalah ia: "Sesungguhnya TUHAN ada di tempat ini, dan aku tidak mengetahuinya."
        28:17. Ia takut dan berkata: "Alangkah dahsyatnya tempat ini. Ini tidak lain dari rumah Allah, ini pintu gerbang sorga."


        Tinggalkan pergaulan daging! Kita harus berani meninggalkan pergaulan daging/dosa, dan masuk pergaulan rohani yaitu masuk dalam rumah Tuhan--pintu gerbang sorga.
        Artinya:


        1. Setia dalam ibadah pelayanan kepada Tuhan.
          Kita tidak bisa melawan Esau--gambaran dari antikris--, tetapi kita lari menyingkir, seperti yang dicontohkan oleh Tuhan; Dia tidak melawan ahli Taurat tetapi menyingkir.

          Setia dalam ibadah pelayanan berarti kita masuk pintu gerbang sorga.

          Kalau tidak setia sampai meninggalkan ibadah pelayanan, pasti masuk pintu gerbang maut.


        2. Pada zaman Yakub rumah Allah dalam bentuk mimpi, tetapi pada zaman Musa sudah dalam bentuk Tabernakel; terdiri dari tiga tangga: halaman--selamat--, ruangan suci--kesucian; kandang penggembalaan--, dan ruangan maha suci--takhta sorga; kesempurnaan.

          Yang kedua: kita sudah selamat tetapi belum sempurna, jadi kita harus berada di ruangan suci--ketekunan dalam tiga macam ibadah pokok.

          Di dalam kandang penggembalaan, tubuh, jiwa, dan roh kita melekat pada Allah Tritunggal, sehingga Setan tritunggal tidak bisa menjamah kita, sampai tidak bisa melihat kita. Kita juga tidak bisa melihat siapa-siapa, tetapi hanya Tuhan, Gembala Agung--ruangan suci ditutupi dengan papan-papan yang rapat, sehingga angin tidak bisa lewat, dan masih ditambah tudung empat lapis, sehingga tidak bisa dilihat oleh siapapun.


        3. Zaman perjanjian baru.
          Yohanes 1: 51

          1:51. Lalu kata Yesus kepadanya: "Aku berkata kepadamu, sesungguhnya engkau akan melihat langit terbuka dan malaikat-malaikat Allah turun naik kepada Anak Manusia."

          'malaikat-malaikat Allah turun naik kepada Anak Manusia'= tangganya adalah Anak Manusia.
          Anak Manusia= tubuh Kristus.

          Yang ketiga: kita harus aktif dalam pelayanan pembangunan tubuh Kristus yang sempurna, sampai kita menjadi mempelai wanita sorga, benar-benar terpisah dari Esau--antikris.


        Inilah cara untuk lari dari antikris yaitu masuk dalam pergaulan malaikat, artinya: setia dalam ibadah, tergembala, dan aktif dalam pembangunan tubuh Kristus yang sempurna--layani nikah, penggembalaan, dan antar penggembalaan.


      • Kejadian 32: 13-21
        32:13. Lalu bermalamlah ia di sana pada malam itu. Kemudian diambilnyalah dari apa yang ada padanya suatu persembahan untuk Esau, kakaknya,
        32:14. yaitu dua ratus kambing betina dan dua puluh kambing jantan, dua ratus domba betina dan dua puluh domba jantan,
        32:15. tiga puluh unta yang sedang menyusui beserta anak-anaknya, empat puluh lembu betina dan sepuluh lembu jantan, dua puluh keledai betina dan sepuluh keledai jantan.
        32:16. Diserahkannyalah semuanya itu kepada budak-budaknya untuk dijaga, tiap-tiap kumpulan tersendiri, dan ia berkata kepada mereka: "Berjalanlah kamu lebih dahulu dan jagalah supaya ada jarak antara kumpulan yang satu dengan kumpulan yang lain."
        32:17. Diperintahkannyalah kepada yang paling di muka: "Apabila Esau, kakakku, bertemu dengan engkau dan bertanya kepadamu: Siapakah tuanmu? dan ke manakah engkau pergi? dan milik siapakah ternak yang di depanmu itu? --
        32:18. jawablah: milik hambamu Yakub; inilah persembahan yang dikirim kepada tuanku Esau, dan Yakub sendiripun ada di belakang kami."
        32:19. Begitulah diperintahkannya baik kepada yang kedua maupun kepada yang ketiga dan kepada sekalian orang yang berjalan menggiring kumpulan hewan itu, katanya: "Seperti perkataanku tadilah kamu katakan kepada Esau, apabila kamu berjumpa dengan dia;
        32:20. dan kamu harus mengatakan juga: Hambamu Yakub sendiri ada di belakang kami." Sebab pikir Yakub: "Baiklah aku mendamaikan hatinya dengan persembahan yang diantarkan lebih dahulu, kemudian barulah aku akan melihat mukanya; mungkin ia akan menerima aku dengan baik."
        32:21. Jadi persembahan itu diantarkan lebih dahulu, tetapi ia sendiri bermalam pada malam itu di tempat perkemahannya.

        Cara kedua: mengatur formasi barisan.

        Tiga macam formasi:


        1. Mempersembahkan binatang= mengembalikan persepuluhan dan persembahan khusus, supaya tidak terikat pada mamon/antikris.
          Formasi barisan ini dimulai dari sini yaitu mengembalikan persepuluhan dan persembahan khusus. Kalau ini tidak ada, formasi berikutnya tidak akan ada.

          Persepuluhan dan persembahkan khusus terutama digunakan untuk pembangunan tubuh Kristus yang sempurna--segala berkat, nomor satu untuk pembangunan tubuh Kristus yang sempurna .
          Jangan salah menggunakan berkat Tuhan!

          Tadi, ada lima macam persembahan binatang: kambing, domba, unta, lembu, dan keledai, sekarang menunjuk pada lima luka Yesus.
          Artinya: selama kita menghargai kurban Kristus, maka selalu ada kemampuan untuk mengembalikan persepuluhan milik Tuhan, dan memberikan persembahan khusus untuk pekerjaan Tuhan dan sesama yang membutuhkan.
          Contoh: jemaat Makedonia dalam keadaan miskin dan dicobai tetap bisa memberi karena menghargai kurban Kristus.


        2. Kejadian 32: 22
          32:22. Pada malam itu Yakub bangun dan ia membawa kedua isterinya, kedua budaknya perempuan dan kesebelas anaknya, dan menyeberang di tempat penyeberangan sungai Yabok.

          Formasi kedua: nikah dan buah nikah diatur: suami mengasihi istri seperti diri sendiri dan tidak berlaku kasar, istri tunduk pada suami, dan anak taat pada orang tua.

          Ini adalah nikah yang bersinar untuk menghadapi kegelapan gantang: ekonomi dan dosa makan minum (merokok, mabuk, narkoba), dan kegelapan tempat tidur: percabulan dan kehancuran nikah.
          Kalau ada pelita menyala di dalam rumah tangga, kegelapan tidak akan bisa menjamah, bahkan antikris tidak bisa menjamah. Berapa banyak nikah hancur karena masalah ekonomi--antikris menguasai ekonomi--, tetapi Tuhan melindungi nikah kita, asal formasi dalam nikah tepat.

          Perbaiki nikah dulu baru melayani dalam penggembalaan.


        3. Kejadian 32: 24-30
          32:24. Lalu tinggallah Yakub seorang diri. Dan seorang laki-laki bergulat dengan dia sampai fajar menyingsing.
          32:25. Ketika orang itu melihat, bahwa ia tidak dapat mengalahkannya, ia memukul sendi pangkal paha Yakub, sehingga sendi pangkal paha itu terpelecok, ketika ia bergulat dengan orang itu.
          32:26. Lalu kata orang itu: "Biarkanlah aku pergi, karena fajar telah menyingsing." Sahut Yakub: "Aku tidak akan membiarkan engkau pergi, jika engkau tidak memberkati aku."
          32:27. Bertanyalah orang itu kepadanya: "Siapakah namamu?" Sahutnya: "Yakub."
          32:28. Lalu kata orang itu: "
          Namamu tidak akan disebutkan lagi Yakub, tetapi Israel, sebab engkau telah bergumul melawan Allah dan manusia, dan engkau menang."
          32:29. Bertanyalah Yakub: "Katakanlah juga namamu." Tetapi sahutnya: "Mengapa engkau menanyakan namaku?" Lalu diberkatinyalah Yakub di situ.
          32:30. Yakub menamai tempat itu Pniel, sebab katanya: "Aku telah melihat Allah berhadapan muka, tetapi nyawaku tertolong!"

          Formasi ketiga: Yakub bergumul seorang diri--penyembahan secara pribadi.

          Apa yang dipergumulkan?


          1. Nama baru (pembaharuan)--Yakub menjadi Israel; dari pendusta menjadi pemenang.
            Ini adalah mujizat terbesar.
            Pemenang artinya jujur dan setia.

            Wahyu 17: 14
            17:14. Mereka akan berperang melawan Anak Domba. Tetapi Anak Domba akan mengalahkan mereka, karena Ia adalah Tuan di atas segala tuan dan Raja di atas segala raja. Mereka bersama-sama dengan Dia juga akan menang, yaitu mereka yang terpanggil, yang telah dipilih dan yang setia."

            Jujur dan setia sama dengan menjadi rumah doa; Tuhan selalu hadir dalam hidup kita. Kita hanya memandang Tuhan, bukan yang lain.

            Kalau mujizat rohani terjadi, mujizat jasmani juga akan terjadi.


          2. Berkat kesulungan--'Aku tidak akan membiarkan engkau pergi, jika engkau tidak memberkati aku'--: hak untuk menikah dan mewarisi sorga. Sejak dalam kandungan Yakub sudah bergumul supaya menjadi anak sulung.

            Ini yang kita pergumulkan, dan berkat yang lain akan Tuhan tambahkan kepada kita.


          3. Keselamatan keluarga masing-masing. Doakan keluarga kita!
          4. Menghadapi rasa takut, kuatir dan lain-lain. Bergumul sampai mengalami damai sejahtera, semua enak dan ringan.
          5. Menghadapi masalah yang mustahil, bergumul sampai menjadi tidak mustahil.


          Bergumul sungguh-sungguh sampai kita hanya memandang wajah Tuhan, dan Dia memandang kita; Dia memperhatikan, mempedulikan, dan bergumul bagi kita untuk menghadapi semuanya.

          Dan kalau Dia datang kembali kita akan diubahkan menjadi sempurna untuk layak menyambut kedatangan-Nya kedua kali di awan-awan yang permai dengan sorak-sorai: Haleluya, dan kita masuk kerajaan sorga kekal selamanya.

Jangan kecewa dan putus asa menghadapi penyakit dan sebagainya! Mungkin sudah divonis mati seperti Yakub, Tuhan mampu menolong. Pandang wajah-Nya sampai di awan-awan kita memandang Dia muka dengan muka.
Jangan batasi kuasa Tuhan! Serahkan semua kepada Dia, sampai kita yakin kepada Dia.

Jangan berharap pada manusia sekalipun mereka baik, nanti akan kecewa dan putus asa. Tetap berharap Tuhan! Sembah Dia! Biar Dia melawat kita bangsa kafir seperti Dia melawat Yakub. Tidak ada yang mustahil bagi Dia. Dia mampu melakukan semuanya bagi kita sampai menyempurnakan kita.

Tuhan memberkati.


kembali ke halaman sebelumnya
IBADAH RUTIN DI MALANG

Minggu jam 06:45 (Ibadah Raya)
Minggu jam 10:15 (Ibadah Sekolah Minggu)
Selasa jam 17:15 (Ibadah Pendalaman Alkitab)
Rabu jam 07:30 (Ibadah Kaum Wanita)
Kamis jam 17:15 (Ibadah Doa Penyembahan)
Sabtu jam 17:15 (Ibadah Kaum Muda Remaja)

IBADAH RUTIN DI MEDAN
Royal Room Hotel Danau Toba Internasional
Jl. Imam Bonjol Medan

Minggu, jam 18:45 (Ibadah Raya)
Senin, jam 08:00 (Ibadah Pendalaman Alkitab)
Senin, jam 17:30 (Ibadah Pendalaman Alkitab)

IBADAH RUTIN DI SURABAYA

Minggu jam 09:00 (Ibadah Sekolah Minggu)
Minggu jam 10:15 (Ibadah Raya)
Rabu jam 17:30 (Ibadah Pendalaman Alkitab)
Jumat jam 17:30 (Ibadah Doa Penyembahan)


IBADAH RUTIN DI JAKARTA
Jl. Patra Kuningan XIV no.4
Jakarta Selatan
Sabtu, jam 09:00 (Ibadah Pendalaman Alkitab)

IBADAH KUNJUNGAN
All Right Reserved Gereja Pantekosta Tabernakel "KRISTUS KASIH"
Jln. Simpang Borobudur 27 Malang | Telp: (0341) 496949 | Fax: (0341) 476751 » Lihat Peta Gereja Kami di Malang
Jln. WR Supratman 4 Surabaya | Telp. 08123300378 » Lihat Peta Gereja Kami di Surabaya
hubungi kami | email: info@gptkk.org | sitemap | top