English Language | Form Penggembalaan
RINGKASAN KOTBAH IBADAH RUTIN DAN IBADAH KUNJUNGAN
RINGKASAN LAINNYA

Ibadah Raya Malang, 22 September 2013 (Minggu Pagi)
Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Matius 28:20b
28:20 ... Dan ketahuilah, Aku menyertai...

Ibadah Raya Surabaya, 18 Januari 2015 (Minggu Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayangnya Tuhan kita Yesus Kristus. Selamat malam, selamat mendengarkan firman Tuhan. Biarlah damai...

Ibadah Raya Malang, 26 April 2015 (Minggu Pagi)
IBADAH PENYERAHAN ANAK

1 Petrus 1:3
1:3 Terpujilah Allah dan Bapa Tuhan kita Yesus Kristus, yang karena...

Ibadah Pendalaman Alkitab Surabaya, 23 Mei 2011 (Senin Sore)
Pembicara: Pdt. Mikha. S. Toding

Matius 7: 15-23
7:15. "Waspadalah terhadap nabi-nabi palsu yang datang kepadamu dengan menyamar seperti domba, tetapi sesungguhnya mereka adalah...

Ibadah Kaum Muda Remaja Malang, 16 Maret 2013 (Sabtu Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Lukas 3:23-38 berjudul "Silsilah Yesus".
Dari silsilah ini,...

Ibadah Natal Persekutuan III di Batam, 03 Desember 2014 (Rabu Malam)
Salam sejahtera dalam kasih sayangnya Tuhan kita Yesus Kristus. Selamat malam, selamat mendengarkan Firman Tuhan. Biarlah damai...

Ibadah Persekutuan Malang I, 31 Juli 2012 (Selasa Sore)
Tema: "Mempelai datang! Songsonglah Dia!" (Matius 25:6)

Matius 25:6
25:6 Waktu tengah malam terdengarlah suara orang...

Ibadah Doa Malam Session II Malang, 01 September 2017 (Jumat Dini Hari)
Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Keluaran 25:31-32
25:31 "Haruslah engkau membuat kandil...

Ibadah Kaum Muda Remaja Malang, 24 April 2010 (Sabtu Sore)
Markus 14:21
14:21 Anak Manusia memang akan pergi sesuai dengan yang ada...

Ibadah Raya Malang, 26 Mei 2019 (Minggu Pagi)
Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Wahyu 9:12
9:12 Celaka yang...

Ibadah Kaum Muda Remaja Malang, 04 Agustus 2018 (Sabtu Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Dalam injil Lukas 12, ada lima tabiat daging yang...

Ibadah Doa Surabaya, 29 Mei 2017 (Senin Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayangnya TUHAN kita Yesus Kristus. Selamat malam, selamat mendengarkan firman TUHAN. Biarlah damai...

Ibadah Kenaikan Tuhan Malang, 09 Mei 2013 (Kamis Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Matius 28:16-20 perintah untuk memberitakan injil,...

Ibadah Raya Surabaya, 03 Juni 2018 (Minggu Siang)
Salam sejahtera dalam kasih sayangnya TUHAN kita Yesus Kristus. Selamat siang, selamat mendengarkan firman TUHAN. Biarlah damai...

Ibadah Pendalaman Alkitab Malang, 20 Oktober 2016 (Kamis Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Wahyu 4:6-7
4:6 Dan di hadapan takhta itu...


TRANSKRIP LENGKAP

Doa Surabaya (Rabu, 26 November 2014)
Tayang: 10 Mei 2019
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 24 November 2014)
Tayang: 10 Mei 2019
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 23 November 2014)
Tayang: 07 Januari 2019
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 19 November 2014)
Tayang: 07 Januari 2019
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 17 November 2014)
Tayang: 07 Januari 2019
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 09 November 2014)
Tayang: 22 Agustus 2018
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 05 November 2014)
Tayang: 04 Juni 2018
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 03 November 2014)
Tayang: 04 Juni 2018
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 02 November 2014)
Tayang: 03 Maret 2018
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 20 Oktober 2014)
Tayang: 13 Desember 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 13 Oktober 2014)
Tayang: 13 Desember 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 12 Oktober 2014)
Tayang: 24 Oktober 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 08 Oktober 2014)
Tayang: 18 September 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 06 Oktober 2014)
Tayang: 05 September 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 05 Oktober 2014)
Tayang: 05 September 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 01 Oktober 2014)
Tayang: 05 September 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 29 September 2014)
Tayang: 24 Juni 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 21 September 2014)
Tayang: 19 Mei 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 17 September 2014)
Tayang: 29 April 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 15 September 2014)
Tayang: 29 April 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]



Untuk Koneksi Lambat, silahkan buka http://id.gptkk.org
Transkrip lengkap dari ibadah penggembalaan di Malang dan Surabaya, semuanya di bawakan oleh gembala sidang Pdt. Widjaja Hendra.

Silahkan kontak ke info@gptkk.org apabila bapak/ibu/sdr/sdri ada pertanyaan atau mungkin ingin berlangganan majalah Manna dan silahkan kirim email ke widjaja_h [at] yahoo.com apabila ingin konsultasi pribadi dengan bapak gembala
silahkan ganti tanda [at] dengan @
Cari ringkasan:   
[versi cetak]
Cari rekaman ibadah ini di: http://www.kabarmempelai.org
Ibadah Raya Surabaya, 29 Juni 2013 (Minggu Sore)

Salam sejahtera dalam kasih sayangnya Tuhan kita Yesus Kristus. Selamat malam, selamat mendengarkan Firman Tuhan. Biarlah damai sejahtera, kasih karunia dan bahagia dari Tuhan senantiasa dilimpahkan di tengah-tengah kita sekalian.

Kita berada pada tema di dalam kitab Wahyu 1: 17-20 (mulai diterangkan dari Ibadah Raya Surabaya, 11 Mei 2014). Malam ini kita masih membahas Wahyu 1: 17-18.

Wahyu 1: 17-18
1:17 Ketika aku melihat Dia, tersungkurlah aku di depan kaki-Nya sama seperti orang yang mati; tetapi Ia meletakkan tangan kanan-Nya di atasku, lalu berkata: "Jangan takut! Aku adalah Yang Awal dan Yang Akhir,
1:18 dan Yang Hidup. Aku telah mati, namun lihatlah, Aku hidup, sampai selama-lamanya dan Aku memegang segala kunci maut dan kerajaan maut

Rasul Yohanes dibuang ke pulau Patmos (mengalami sengsara daging) bukan karena berbuat dosa, tetapi karena kesaksian Yesus dan Firman Allah, sehingga Rasul Yohanes bisa tersungkur di depan kaki Yesus = menyembah dengan hancur hati.

Menyembah dengan hancur hati
= hanya mengaku tanah liat yang tidak bisa apa-apa, banyak kesalahan, tidak berdaya, hanya diinjak-injak (tidak berharga apa-apa) = serasa sampai mau mati ("seperti orang yang mati") artinya menyembah sampai daging tidak bersuara lagi (penyerahan sepenuh kepada Tuhan), sehingga Rasul Yohanes mengalami jamahan tangan kanan Tuhan dan menerima tiga hal:

  1. "Jangan takut!" = tidak ada lagi ketakutan (sudah diterangkan mulai dari Ibadah Raya Surabaya, 11 Mei 2014).

    Ketakutan ini akan menjadi pembunuh utama, baik secara jasmani, terlebih lagi secara rohani. Kalau orang itu kuatir, takut terus, stres, maka jasmaninya akan bahaya, sebab hormon-hormon di dalam tubuh bekerja dengan tidak normal. Kerohaniannya juga bahaya, sampai menjadi kering, mati rohani dan dalam kebinasaan. Jika sudah dijamah tangan kanan Tuhan, maka tidak ada ketakutan lagi (melenyapkan ketakutan).


  2. "Aku adalah Yang Awal dan Yang Akhir" = menerima kasih Allah yang mula-mula (korban Kristus), sampai puncaknya kasih = kasih mempelai (sudah diterangkan mulai dari Ibadah Pendalaman Alkitab Surabaya, 19 Mei 2014).


  3. [ayat 18] "Aku Yang Mati dan Yang Hidup" = menerima kuasa kemenangan atas maut (mulai diterangkan dari Ibadah Raya Surabaya, 25 Mei 2014).

Kita masih membahas yang ketiga yaitu "Aku telah mati, namun lihatlah, Aku hidup" = Yesus sudah mati dan bangkit untuk:

  1. Mengalahkan maut (Yesus menang atas maut), sehingga Dia berhak memegang kunci maut dan kerajaan maut untuk menutup pintu kerajaan maut supaya kita tidak binasa selama-lamanya.


  2. Matius 16: 18-19
    16:18 Dan Akupun berkata kepadamu: Engkau adalah Petrus dan di atas batu karang ini Aku akan mendirikan jemaat-Ku dan alam maut tidak akan menguasainya.
    16:19. Kepadamu akan
    Kuberikan kunci Kerajaan Sorga. Apa yang kauikat di dunia ini akan terikat di sorga dan apa yang kaulepaskan di dunia ini akan terlepas di sorga."

    "alam maut tidak akan menguasainya" = menang atas maut.

    = Yesus memberikan kunci Kerajaan Surga kepada Petrus. Sekarang, Yesus memberikan kunci Kerajaan Surga kepada kita yang menang atas maut supaya kita bisa masuk kedalam Kerajaan Surga yang kekal.

Jadi, begitu besar nilai penyembahan ("tersungkur dihadapan Tuhan") sampai Tuhan meletakkan tangan kanan-Nya atas kita.

Apa itu kunci kerajaan Surga?

Kita sudah mempelajari, kunci Kerajaan Surga adalah SALIB (Kisah Para Rasul 14: 22). Jadi untuk masuk surga diperlukan salib. (sudah diterangkan mulai dari Ibadah Doa Surabaya, 26 Mei 2014).

Malam ini kita masih pelajari kunci Kerajaan Surga didalam 2 Petrus 1 (diterangkan mulai dari Ibadah Pendalaman Alkitab Surabaya, 16 Juni 2014).

2 Petrus 1: 10-11
1:10 Karena itu, saudara-saudaraku, berusahalah sungguh-sungguh, supaya panggilan dan pilihanmu makin teguh. Sebab jikalau kamu melakukannya, kamu tidak akan pernah tersandung.
1:11 Dengan demikian kepada kamu akan dikaruniakan
hak penuh untuk memasuki Kerajaan kekal, yaitu Kerajaan Tuhan dan Juruselamat kita, Yesus Kristus.

"hak penuh untuk memasuki Kerajaan kekal" = kunci Kerajaan Surga.

Ayat 11 ini tentang kunci Kerajaan Surga.
Ayat 10 ini tentang "apa itu kunci Kerajaan Surga?"

Jadi, kunci kerajaan Surga adalah PANGGILAN DAN PILIHAN TUHAN yang mengangkat kita menjadi imam-imam dan raja-raja.

Imam dan raja artinya kehidupan yang dipakai Tuhan atau beribadah melayani Tuhan sesuai dengan jabatan pelayanan yang Tuhan percayakan kepada kita. Jadi, kita harus memiliki jabatan pelayanan, sebab itulah kunci kerajaan surga.

Wahyu 1: 19
1:19 Karena itu tuliskanlah apa yang telah kaulihat, baik yang terjadi sekarang maupun yang akan terjadi sesudah ini.

Begitu tangan kanan Tuhan menjamah Rasul Yohanes, maka dia menerima kunci Kerajaan Surga = Rasul Yohanes dipakai/diutus oleh Tuhan untuk menuliskan surat-surat kepada tujuh sidang jemaat bangsa kafir yang berisi teguran-teguran dan nasehat-nasehat.
Teguran dan nasehat ini untuk menyucikan bangsa kafir dari kekurangan dan cacat celanya, sehingga bangsa kafir ditampilkan sebagai tujuh kaki dian emas = gereja yang sempurna. "tujuh" artinya sempurna.

Mulai Wahyu 2, Rasul Yohanes memberikan surat-surat kepada jemaat Efesus, Simirna dan lain-lain (kepada tujuh sidang jemaat).

Jika kita bisa tersungkur didepan kaki Tuhan (banyak berdoa kepada Tuhan) sampai dijamah oleh tangan kanan Tuhan, maka kita menerima kunci kerajaan surga = kita menerima jabatan pelayanan dari Tuhan (kita dipakai oleh Tuhan).

Yang belum memiliki jabatan pelayanan harus berdoa sampai dijamah oleh tangan kanan Tuhan (jangan dijamah/disuruh oleh orang), sehingga kita tergerak (ada kesadaran) untuk melayani Tuhan (menjadi imam dan raja). Kita harus banyak mendengarkan firman dan banyak berdoa!

2 Petrus 1: 10-11
1:10 Karena itu, saudara-saudaraku, berusahalah sungguh-sungguh, supaya panggilan dan pilihanmu makin teguh. Sebab jikalau kamu melakukannya, kamu tidak akan pernah tersandung.
1:11 Dengan demikian kepada kamu akan dikaruniakan hak penuh untuk memasuki Kerajaan kekal, yaitu Kerajaan Tuhan dan Juruselamat kita, Yesus Kristus.

Yang sudah menerima jabatan pelayanan harus mempertahankan kunci Kerajaan Surga ("hak penuh"). Kunci itu sebagai pembuka Kerajaan Surga, sebab itu kunci jangan dipotong/dikikir. Kunci Kerajaan Surga itulah jabatan pelayanan dan pengajaran tabernakel. Jika kuncinya dipotong/dikikir, maka Kerajaan Surga tidak akan bisa terbuka. Jadi kunci Kerajaan Surga harus penuh.

Kesaksian:
"Saya tidak mau kalau pengajaran tabernakel diubah sekalipun hanya sedikit. Ada orang yang datang kepada saya "cuma berbeda sedikit, mengapa tidak mau?". Saya berkata "Om kesini naik apa?" Dia jawab "naik mobil". Lalu saya katakan, "coba saya pinjam kuncinya, mau saya kikir sedikit". Jawab orang tersebut "jangan, nanti tidak bisa dipakai lagi". Itulah yang seperti saya bilang. Jangan bilang beda sedikit dalam pengajaran tabernakel, sebab surga itu tidak akan bisa terbuka. Baru setelah itu dia mengerti. Kalau yang lain terserah saja, tetapi kalau pengajaran tabernakel tidak bisa."

Sikap kita terhadap panggilan dan pilihan Tuhan adalah kita harus berusaha sungguh-sungguh, untuk setia dalam ibadah pelayanan sesuai dengan jabatan pelayanan yang Tuhan percayakan kepada kita sampai garis akhir = melayani sepenuhnya sehingga kita mendapatkan hak penuh untuk masuk Kerajaan Surga yang kekal = kita mendapatkan kunci Kerajaan Surga seutuhnya (kuncinya penuh, tidak dikikir/dipotong).
Garis akhir adalah sampai meninggal dunia atau sampai Tuhan Yesus datang ke dua kali.

"Melayani Tuhan ini tidak bisa dipaksakan, tetapi saya sebagai gembala memberikan kesempatan yang seluas-luasnya. Kalau saudara pindahan dari gereja lain, asal ada bukti-bukti bahwa sudah melayani Tuhan, silahkan melayani Tuhan. Saya tidak mempersulit untuk melayani Tuhan, tetapi disini ada formulir untuk melayani, supaya semuanya jelas dan sama-sama tidak salah. Yang baru, mari ikuti kegiatan-kegiatan ibadah sampai dijamah oleh tangan kanan Tuhan."

Dalam 2 Petrus 1: 10 ada istilah "Sebab jikalau kamu melakukannya, kamu tidak akan pernah tersandung" ini berarti ada yang tersandung. Kita harus WASPADA:

  • Supaya kita tidak tersandung oleh apapun juga di dalam panggilan dan pilihan Tuhan.
  • Supaya kita jangan tidak setia sampai meninggalkan jabatan pelayanan. Jika kita tidak setia sampai tinggalkan jabatan pelayanan, kita akan kehilangan hak penuh untuk masuk Kerajaan Surga (kehilangan kunci Kerajaan Surga).

Ada tiga hal yang menjadi sandungan di dalam panggilan dan pilihan Tuhan
:

  1. Yehezkiel 18: 30-32
    18:30. Oleh karena itu Aku akan menghukum kamu masing-masing menurut tindakannya, hai kaum Israel, demikianlah firman Tuhan ALLAH. Bertobatlah dan berpalinglah dari segala durhakamu, supaya itu jangan bagimu menjadi batu sandungan, yang menjatuhkan kamu ke dalam kesalahan.
    18:31 Buangkanlah dari padamu segala durhaka yang kamu buat terhadap Aku dan
    perbaharuilah hatimu dan rohmu! Mengapakah kamu akan mati, hai kaum Israel?
    18:32 Sebab Aku tidak berkenan kepada kematian seseorang yang harus ditanggungnya, demikianlah firman Tuhan ALLAH. Oleh sebab itu, bertobatlah, supaya kamu hidup!"

    Sandungan pertama di dalam panggilan dan pilihan Tuhan: "durhaka" = memberontak = tidak taat dengar-dengaran.

    Ibrani 10: 25-27
    10:25 Janganlah kita menjauhkan diri dari pertemuan-pertemuan ibadah kita, seperti dibiasakan oleh beberapa orang, tetapi marilah kita saling menasihati, dan semakin giat melakukannya menjelang hari Tuhan yang mendekat.
    10:26 Sebab jika kita
    sengaja berbuat dosa, sesudah memperoleh pengetahuan tentang kebenaran, maka tidak ada lagi korban untuk menghapus dosa itu.
    10:27 Tetapi yang ada ialah kematian yang mengerikan akan penghakiman dan
    api yang dahsyat yang akan menghanguskan semua orang durhaka.

    "seperti dibiasakan oleh beberapa orang" = sudah kebiasaan.

    Praktek kedurhakaan adalah


    • Dosa kebiasaan yaitu tidak setia dalam ibadah pelayanan, tetapi tidak merasa menyesal (tidak merasa bersalah).

      Kalau merasa menyesal, masih bisa ditolong. Jika tidak setia dalam ibadah pelayanan, tidak merasa berdosa, malah tertawa-tertawa, ini sudah bahaya, masuk dosa kebiasaan dan satu langkah lagi menjadi dosa sengaja.


    • Dosa sengaja adalah tidak mau beribadah melayani Tuhan (meninggalkan ibadah pelayanan) sekalipun ada kesempatan untuk beribadah melayani Tuhan (tidak ada halangan untuk beribadah melayani).


    Akibatnya: menghadapi penghukuman api neraka untuk selama-lamanya.
    Banyak orang yang tahu kalau mencuri, membunuh, berzinah itu dosa, tetapi masih banyak yang tidak tahu bahwa tidak beribadah dan melayani Tuhan, itu juga termasuk dosa.

    Yehezkiel 18: 31 "perbaharuilah hatimu dan rohmu!"

    Jalan keluarnya supaya kita tidak durhaka: kita harus mengalami pembaharuan hati nurani.

    Proses pembaharuan hati nurani adalah


    • Bertobat = berhenti berbuat dosa dan kembali kepada Tuhan (mati terhadap dosa).
    • Masuk baptisan air yang benar. Kalau sudah mati, harus dikubur.
      Roma 6: 4
      6:4 Dengan demikian kita telah dikuburkan bersama-sama dengan Dia oleh baptisan dalam kematian, supaya, sama seperti Kristus telah dibangkitkan dari antara orang mati oleh kemuliaan Bapa, demikian juga kita akan hidup dalam hidup yang baru.

      Baptisan air yang benar yaitu kehidupan yang sudah bertobat (mati terhadap dosa), harus dikuburkan dalam air bersama Yesus, sehingga keluar dari air bersama Yesus (bangkit bersama Yesus) untuk mendapatkan hidup yang baru (hidup surgawi).

      Kita telah dilahirkan oleh ibu kita masing-masing hanya mendapatkan hidup jasmani/dunia yang tidak cocok untuk hidup di surga, sebab itu kita harus dilahirkan baru lewat baptisan air supaya kita mendapatkan hidup baru = hidup surgawi yang cocok dengan surga.

      Sebenarnya, Yesus tidak perlu dibaptiskan, sebab Dia tidak berdosa. Mengapa Yesus dibaptis? untuk mengikuti kehendak Tuhan dan memberi contoh baptisan yang benar. Dalam Matius 3, waktu Yesus dibaptiskan, Yesus juga keluar dari air (keluar dari kuburan air), lalu langit terbuka (mendapatkan hidup baru), Roh seperti burung merpati turun ke atasnya. Sejauh mana Yesus keluar dari air? dari kuburan air (Roma 6: 4)

      1 Petrus 3: 20-21
      3:20 yaitu kepada roh-roh mereka yang dahulu pada waktu Nuh tidak taat kepada Allah, ketika Allah tetap menanti dengan sabar waktu Nuh sedang mempersiapkan bahteranya, di mana hanya sedikit, yaitu delapan orang, yang diselamatkan oleh air bah itu.
      3:21. Juga kamu sekarang diselamatkan oleh kiasannya, yaitu
      baptisan--maksudnya bukan untuk membersihkan kenajisan jasmani, melainkan untuk memohonkan hati nurani yang baik kepada Allah--oleh kebangkitan Yesus Kristus,

      Hidup baru/hidup surgawi yaitu


      1. Hati dibaharui yaitu memiliki hati nurani yang baik = TAAT dengar-dengaran (tidak durhaka). Pada zaman Nuh, manusia tidak taat semuanya, sampai anak-anak (anak Sekolah Minggu) tidak taat juga, sehingga semunya binasa terkena air bah.

        Yang memiliki anak kecil juga harus berdoa supaya mendapatkan hati nurani yang baik. Di doakan selalu dan Tuhan menolong supaya bisa dengar-dengaran.

        Jika kita mempunyai hati nurani yang baik (taat dengar-dengaran), maka roh durhaka tidak bisa masuk.


      2. Pikiran juga dibaharui. Dalam baptisan air, selain hati yang dibaharui, pikiran juga dibaharui.
        Kolose 3: 1-2
        3:1. Karena itu, kalau kamu dibangkitkan bersama dengan Kristus, carilah perkara yang di atas, di mana Kristus ada, duduk di sebelah kanan Allah.
        3:2
        Pikirkanlah perkara yang di atas, bukan yang di bumi.

        "carilah perkara yang di atas, di mana Kristus ada, duduk di sebelah kanan Allah" = Yesus sebagai Imam Besar yang melayani ibadah pelayanan.

        Pikiran dibaharui (pikiran surgawi) yaitu memikirkan perkara diatas lebih dari perkara di bumi. Artinya mengutamakan ibadah pelayanan lebih dari segala perkara di bumi = SETIA dalam ibadah pelayanan.

        Kita boleh sekolah, kuliah, bekerja dan sebagainya, tetapi kita harus mengutamakan ibadah pelayanan lebih dari apapun juga. Kita mungkin berkata "tidak akan bisa hidup semacam ini". Tetapi ini sudah dibuktikan oleh bangsa Israel selama 40 tahun di padang gurun, mereka tidak bisa menabur dan menuai. Pekerjaan mereka hanya beribadah dan Tuhan yang memelihara secara langsung.


    Kehidupan yang hati dan pikirannya dibaharui (taat dan setia), tidak akan pernah tersandung (tidak akan durhaka) dalam panggilan dan pilihan Tuhan.

    Mazmur 139: 23-24
    139:23 Selidikilah aku, ya Allah, dan kenallah hatiku, ujilah aku dan kenallah pikiran-pikiranku;
    139:24 lihatlah, apakah jalanku serong, dan
    tuntunlah aku di jalan yang kekal!

    Kehidupan yang hati nuraninya baik (taat) dan pikirannya mengutamakan Tuhan (setia), akan dituntun oleh Tuhan dijalan yang kekal (masuk Kerajaan Surga). Jika sudah dituntun oleh Tuhan dijalan yang kekal, pasti Tuhan akan menuntun ke jalan masa depan yang berhasil dan indah. Jika pintu surga sudah terbuka, maka pintu-pintu di dunia pasti dibukakan. Tuhan tidak pernah menipu kita!

    Jika pintu-pintu tertutup, maka kita harus perhatikan hati dan pikiran kita. Hati dan pikiran merupakan landasan (dasar). Kalau landasannya tidak kuat, tetapi kita memaksa Tuhan untuk menurunkan pesawat (berkat), maka keduanya akan hancur. Berkatnya hancur (menjadi sia-sia) dan hidupnya juga akan hancur sebab tidak tahan menerima berkat dari Tuhan.

    Kesaksian:
    "Lempin-El Kristus Ajaib yang ikut beribadah di sini dan yang mendengarkan ibadah di Malang, perhatikan! Mengapa kita dibuat seperti ini? Harus menderita, mengepel lantai dan sebagainya. Ini untuk membuat landasan yang kuat. Dulu saya disuruh kotbah tidak diberi ongkos, tidak boleh menerima kolekte, mau diapakan saya ini? Ternyata landasannya mau dikuatkan (taat dan setia). Setelah landasan kuat, maka pesawat (berkat) dari mana saja bisa turun "ini bukan menyombongkan, saya minta ampun jika dianggap sombong""

    Hati-hati! Rasul Petrus menuliskan "supaya kamu tidak pernah tersandung". Rasul Petrus menerima kunci Kerajaan Surga dari Tuhan, lalu dia memberikan pengertian kunci Kerajaan Surga lewat Surat Petrus agar kita berusaha. Kita bersyukur mempunyai pengajaran tabernakel, sebab itulah kunci Kerajaan Surga. Kita hidup di dunia yang penuh dengan kutukan, tetapi bersuasana surga.


  2. Yehezkiel 7: 19-20
    7:19 Perak mereka akan dicampakkan ke luar dan emas mereka akan dianggap cemar. Emas dan peraknya tidak akan dapat menyelamatkan mereka pada hari kemurkaan TUHAN. Mereka tidak akan kenyang karenanya dan perut mereka tidak akan terisi dengannya. Sebab hal itu menjadi batu sandungan, yang menjatuhkan mereka ke dalam kesalahan.
    7:20 Mereka menghiasi dirinya dengan emas dan peraknya dan kepermaian perhiasan ini membawa mereka dalam kecongkakan.
    Dari emas dan perak itu mereka membuat patung-patungnya yang keji dan dewa-dewanya yang menjijikkan; oleh sebab itu Aku akan menjadikan emas dan peraknya cemar bagi mereka.

    "Dari emas dan perak itu mereka membuat patung-patungnya yang keji" = ada peyembahan berhala dari emas dan perak = kekayaan jasmani yang disembah, tidak menyembah Tuhan lagi.

    Sandungan kedua 1. di dalam panggilan dan pilihan Tuhan: emas dan perak jasmani = kekayaan jasmani.

    Mengapa kekayaan jasmani menjadi sandungan dalam panggilan dan pilihan Tuhan?


    • Jika kita beribadah dan melayani Tuhan hanya untuk mencari kekayaan jasmani (berkat jasmani).
      Yehezkiel 7: 22
      7:22 Aku akan memalingkan wajah-Ku dari pada mereka dan perampok-perampok akan menajiskan rumah-Ku yang berharga; mereka akan masuk ke dalamnya dan menajiskannya,

      = Rumah doa (rumah Tuhan) menjadi sarang penyamun. Sekarang ini banyak ajaran-ajaran yang mengajarkan datang kepada Tuhan untuk mencari kekayaan jasmani = rumah Tuhan menjadi tempat berhala (penyembahan berhala). Inilah ajaran-ajaran palsu.


    • Jika kita salah menggunakan berkat dari Tuhan.

      Dimana kesalahannya?


      1. Kita menerima berkat Tuhan untuk kepentingan sendiri (egois), sehingga kita menjadi kikir.

        Kikir artinya
        tidak bisa memberi untuk sesama yang membutuhkan dan untuk pekerjaan Tuhan.

        Saat mau membangun tabernakel yang dibutuhkan nomor satu adalah persembahan khusus. Tuhan perintahkan kepada Musa "pungutlah dari orang-orang yang rela hatinya". Inilah persembahan khusus (persembahan untuk pekerjaan Tuhan).

        Jadi ada persembahan untuk pekerjaan Tuhan dan untuk sesama yang membutuhkan, terutama sesama anggota tubuh Kristus yang membutuhkan.


      2. "emas dan perak dibuat untuk membuat patung-patung berhala" = serakah. Semestinya emas dan perak ini untuk tabernakel (Kerajaan Surga).

        Serakah (penyembahan berhala) artinya merampas hak orang lain (hutang tidak bayar, menipu, korupsi), merampas haknya Tuhan (perpuluhan dan persembahan khusus).

        Penyembahan berhala ini menjadikan rumah Tuhan menjadi sarang penyamun. Jika hidup kita menjadi sarang penyamun, hidup kita akan kacau (jahat dan najis).

        Jika menjadi rumah doa, saat kita tidak bisa apa-apa, kita tetap bahagia (kita hanya berdoa kepada Tuhan).


      Jika kikir dan serakah, maka kehilangan hak untuk masuk Kerajaan Surga (kehilangan kunci Kerajaan Surga). Melayani Tuhan tetapi kikir dan serakah, inilah sandungan! Kikir dan serakah ini merupakan rohnya antikris (roh jual beli).


    Jalan keluarnya supaya kita tidak tersandung dalam panggilan dan pilihan Tuhan: kita harus mengejar emas dan perak rohani (bukan emas dan perak jasmani).
    Dalam ibadah pelayanan, kita harus mengejar emas dan perak rohani. Tuhan tidak pernah menipu kita, jika emas dan perak rohani sudah kita peroleh, maka emas dan perak jasmani juga akan diberikan oleh Tuhan.

    Maleakhi 3: 1-3
    3:1. Lihat, Aku menyuruh utusan-Ku, supaya ia mempersiapkan jalan di hadapan-Ku! Dengan mendadak Tuhan yang kamu cari itu akan masuk ke bait-Nya! Malaikat Perjanjian yang kamu kehendaki itu, sesungguhnya, Ia datang, firman TUHAN semesta alam.
    3:2 Siapakah yang dapat tahan akan hari kedatangan-Nya? Dan siapakah yang dapat tetap berdiri, apabila Ia menampakkan diri? Sebab
    Ia seperti api tukang pemurni logam dan seperti sabun tukang penatu.
    3:3 Ia akan duduk seperti orang yang
    memurnikan dan mentahirkan perak; dan Ia mentahirkan orang Lewi, menyucikan mereka seperti emas dan seperti perak, supaya mereka menjadi orang-orang yang mempersembahkan korban yang benar kepada TUHAN.

    "orang Lewi" = imam dan raja = pelayan Tuhan.

    Siapakah yang bisa mendapatkan emas dan perak rohani?
    orang Lewi = imam-imam dan raja-raja = kehidupan yang beribadah dan melayani Tuhan dengan jabatan pelayanan yang dipercayakan Tuhan. Jadi, tidak semuanya mendapatkan emas dan perak (hanya imam-imam).

    Bagaimana proses untuk menerima emas dan perak rohani? lewat penyucian dan pemurnian (dua kali).

    PENYUCIAN
    Penyucian ini dengan sabun tukang penatu untuk menyucikan pakaian pelayanan (supaya pakaian pelayanan kita tidak kotor).

    Penyucian dengan sabun tukang penatu (seperti mencuci baju dikucak maju-mundur/diulang-ulang) = penyucian lewat firman pengajaran yang diulang-ulang dalam sistem penggembalaan untuk menyucikan pakaian pelayanan dari noda-noda.

    Hanya gembala yang bisa memberikan firman yang diulang-ulang dan jika kita adalah domba, itu sudah cocok. Domba itu keahliannya adalah memamah biak. Jika tidak mau firman yang diulang-ulang, itu binatang buas.

    Firman pengajaran dalam penggembalaan itu teratur, berkesinambungan dan diulang-ulang. Inilah cirinya penggembalaan.

    Kesaksian:
    "Saya mendengar cerita dari gembala dan guru saya, Bapak Pendeta Pong Dongalemba. Sudah menjadi gembala selama 18-19 tahun dan hampir-hampir pindah, tetapi Bapak Pendeta In Juwono (guru Pdt Pong Dongalemba) berkata "kamu belajar menggembalakan". Ini ternyata soal firman. Firman harus disampaikan dengan teratur, berkesinambungan dan diulang-ulang."

    Firman pengajaran yang diulang-ulang untuk menyucikan pakaian pelayanan, terutama dari noda jahat dan malas.

    Malas = tidak setia. Orang yang malas (tidak setia), pasti jahat: menggosip, iri hati, sehingga bisa memfitnah, menjelekkan orang lain, bahkan menuduh/menyalahkan Tuhan (menyalahkan pengajaran yang benar). Jika sudah jahat, nanti akan najis.

    Matius 25: 26, 30
    25:26 Maka jawab tuannya itu: Hai kamu, hamba yang jahat dan malas, jadi kamu sudah tahu, bahwa aku menuai di tempat di mana aku tidak menabur dan memungut dari tempat di mana aku tidak menanam?
    25:30 Dan campakkanlah
    hamba yang tidak berguna itu ke dalam kegelapan yang paling gelap. Di sanalah akan terdapat ratap dan kertak gigi."

    Hamba yang jahat dan malas = hamba yang tidak berguna dan dicampakkan kedalam kegelapan yang paling gelap (binasa untuk selamanya).

    Matius 25: 21
    25:21 Maka kata tuannya itu kepadanya: Baik sekali perbuatanmu itu,
    hai hambaku yang baik dan setia; engkau telah setia dalam perkara kecil, aku akan memberikan kepadamu tanggung jawab dalam perkara yang besar. Masuklah dan turutlah dalam kebahagiaan tuanmu.

    Jika kita mau disucikan, maka kita akan melayani dengan pakaian putih (melayani dengan pakaian KESUCIAN) = melayani dengan setia dan baik dan kita akan dipakai dalam perkara yang besar dan bahagia bersama dengan Tuhan. Kita hidup di dunia, tetapi merasakan suasana surga.

    PEMURNIAN
    Kita (pelayan Tuhan) dimurnikan dengan api tukang pemurni logam. Api tukang pemurni logam untuk menyucikan logam-logam yang berkarat (keropos sampai ke dalam) = menyucikan karat-karat dosa disebelah dalam yang seringkali tidak kelihatan. Tadi, sabun tukang penatu menyucikan noda-noda yang kelihatan.

    Api tukang pemurni logam = nyala api siksaan = sengsara daging tanpa dosa = sengsara daging karena Yesus = percikan darah untuk memurnikan kita.

    Setelah kita disucikan dengan firman, itu belum cukup dan diteruskan dengan nyala api siksaan. Istilah di Yusuf, nyala api siksaan (percikan darah) adalah "jubah dicelup dalam darah". Jadi kita melayani ini mengalami sengsara.

    Pemurnian dengan api tukang pemurni logam supaya kita tampil sebagai emas dan perak yang murni:


    • Emas murni (emas merupakan sifat Illahi) = pelayan Tuhan yang TAKUT AKAN TUHAN. Menjadi pelayan Tuhan, yang ditakuti adalah Tuhan, bukan takut kepada yang lain. Banyak kali kita salah, hamba Tuhan takut kepada jemaat, takut kepada sesuatu, sehingga kita malah melawan Tuhan.

      Amsal 8: 13
      8:13 Takut akan TUHAN ialah membenci kejahatan; aku benci kepada kesombongan, kecongkakan, tingkah laku yang jahat, dan mulut penuh tipu muslihat.

      Takut akan Tuhan adalah membenci dosa-dosa sampai dusta.


    • Perak murni.
      Amsal 10: 20a
      10:20a. Lidah orang benar seperti perak pilihan, tetapi pikiran orang fasik sedikit nilainya.

      Perak murni adalah lidah berkata yang benar = JUJUR = "jika ya katakan ya, kalau tidak katakan tidak". Jika "ya, tetapi ..." ini tidak murni = berkarat.

      Kita jujur terutama soal Tuhan/pengajaran terlebih dahulu (Surat Titus 2: 7), kemudian kita jujur dalam hal pelayanan, nikah, keuangan sampai dalam segala hal.


    Jika kita bisa hidup suci (pakaian disucikan), takut akan Tuhan dan jujur (emas dan perak yang murni), mau tidak mau Tuhan akan memberkati kita (Tuhan HARUS memberkati kita).

    Ayub 1: 1-3
    1:1. Ada seorang laki-laki di tanah Us bernama Ayub; orang itu saleh dan jujur; ia takut akan Allah dan menjauhi kejahatan.
    1:2 Ia mendapat tujuh anak laki-laki dan tiga anak perempuan.
    1:3 Ia memiliki tujuh ribu ekor kambing domba, tiga ribu ekor unta, lima ratus pasang lembu, lima ratus keledai betina dan budak-budak dalam jumlah yang sangat besar,
    sehingga orang itu adalah yang terkaya dari semua orang di sebelah timur.

    Ayat 1 = disini tidak dituliskan kalau Ayub itu pintar, banyak modal dan lain-lain, tetapi dituliskan Ayub itu saleh (suci), jujur dan takut akan Allah.
    Ayub adalah orang yang suci, jujur (perak murni), takut akan Tuhan (emas murni) = Ayub adalah orang yang punya emas dan perak rohani, maka ia diberkati oleh Tuhan.
    Jika kita memiliki emas dan perak rohani, maka kita PASTI diberkati oleh Tuhan (berkat rohani, berkat jasmani, sampai berkat kepada anak cucu dan rumah tangga) dan tidak ada alasan bagi Tuhan tidak memberkati kita.

    Kalau kita mengejar emas dan perak jasmani (berkat jasmani) dalam ibadah pelayanan, kita akan tersandung. Jika kita mengejar kesucian, kejujuran dan takut akan Tuhan, maka cepat atau lambat Tuhan akan memberkati kita.

    Tadi, jika kita taat dan setia (landasannya kuat), maka kita mendapatkan surga dapat dan masa depan.
    Jika kita mempunyai emas dan perak rohani, kita mendapatkan yang jasmani di dunia ini dan juga surga.

    Hagai 2: 9
    (2-9) Kepunyaan-Kulah perak dan kepunyaan-Kulah emas, demikianlah firman TUHAN semesta alam.

    Emas dan perak adalah milik Tuhan selama-lamanya = kita menjadi milik Tuhan selama-lamanya. Tuhan berada di surga, itu berarti kita masuk surga. Kita menjadi milik Tuhan selamanya artinya kita bisa menyambut kedatangan Tuhan Yesus yang kedua kali, sampai masuk kerajaan surga yang kekal.


  3. Matius 18: 6
    18:6 "Tetapi barangsiapa menyesatkan salah satu dari anak-anak kecil ini yang percaya kepada-Ku, lebih baik baginya jika sebuah batu kilangan diikatkan pada lehernya lalu ia ditenggelamkan ke dalam laut.

    "menyesatkan" = menyandung (dalam bahasa aslinya).

    Wahyu 18: 21
    18:21 Dan seorang malaikat yang kuat, mengangkat sebuah batu sebesar batu kilangan, lalu melemparkannya ke dalam laut, katanya: "Demikianlah Babel, kota besar itu, akan dilemparkan dengan keras ke bawah, dan ia tidak akan ditemukan lagi.

    Sandungan ke tiga: dosa babel ("batu kilangan"):


    • Dosa makan minum = merokok, mabuk, narkoba. Ini harus dilepaskan!

      Kesaksian:
      "Tadi padi ada seorang Ibu di Malang bersaksi dan dia berterima kasih kepada Tuhan. Suaminya adalah perokok berat, sampai kurus badannya. Kalau dinasehati oleh istri dan anaknya, mengamuk dan bertengkar, tetapi untungnya diajak datang beribadah, mendengarkan firman, tahu-tahu sudah dilepaskan dari rokok."


    • Dosa kawin mengawinkan = dosa seks dengan berbagai ragamnya, penyimpangan seks (homoseks, lesbian, seks pada diri sendiri), nikah yang salah (perselingkuhan). Hati-hati, inilah sandungan!


    Dalam Wahyu 12, dosa makan minum dan kawin-mengawinkan = ekor naga yang menyeret 1/3 bintang di langit. Di ekor naga ini ada alat reproduksi.

    Orang yang tersandung dalam dosa babel (terjerat, berkecimpung dalam dosa babel) = lehernya diikat dengan batu kilangan lalu dibuang ke lautan, tenggelam dan tidak akan muncul lagi (binasa).
    Leher diikat batu kilangan (tidak bisa bernafas) itu berarti hubungan dengan kepala terputus artinya jika kita tersandung ("terserempet") dosa babel, maka kita tidak bisa menyembah Tuhan, kering rohani, mati rohani, sampai tenggelam dalam lautan api belerang. Leher adalah hubungan paling erat antara kepala dengan tubuh.
    Leher = penyembahan.

    "Biasanya kita tersandung dosa babel ini lewat dunia maya. Jika lewat dunia nyata tidak berani, lalu lewat dunia maya. Misalnya: lewat facebook, SMS, istri/suaminya orang lain ditanya, apakah sudah makan (padahal istrinya sendiri tidak ditanya). Jadi kita SMS dan lain-lain harus ada tujuan yang jelas (tujuan pekerjaan, tujuan rohani).

    Kita harus tegas hari-hari ini! SMS, internet, semuanya itu lewat udara. Udara ini sudah dikuasai oleh setan. Ini sungguh-sungguh dan seperti ini sudah banyak yang terjadi. Saya sarankan kepada kaum muda, kalau ada facebook, internet, silahkan saja, saya tidak pernah melarang, tetapi nomor satu adalah siarkan untuk firman (saudara akan selamat dari dosa babel).

    Kalau antikris berkuasa di bumi, ada dua saksi dibunuh dan dalam 3,5 hari seluruh dunia biasa tahu. Kalau dulu zaman Bapak Pendeta In Juwono (pada tahun 1986), Beliau bilang 'televisi', karena dulu belum ada internet, tetapi sekarang kita sudah tahu, lewat internet itu. Sebab itu firman harus diberitakan dengan internet, supaya secepat kilat. Sebelum internet dipakai oleh antikris, kita pakai duluan untuk pembangunan tubuh Kristus.
    Pesan Bapak Pendeta Pong Dongalemba yang terakhir "ini cara Tuhan,lewat internet". Ayo kita pakai internet untuk kemuliaan Tuhan dan jangan "menyerempet babel" (stop), sebab ini bahaya besar.
    "

    Jalan keluarnya supaya tidak tersandung dosa babel: banyak menyembah Tuhan.
    Jika tersandung, leher diberi batu kilangan, tetapi kalau menyembah, leher diberikan kasih setia.

    Amsal 3: 3
    3:3 Janganlah kiranya kasih dan setia meninggalkan engkau! Kalungkanlah itu pada lehermu, tuliskanlah itu pada loh hatimu,

    Kalau kita menyembah Tuhan, leher kita dikalungi kasih setia Tuhan yang tidak pernah berubah (kasih setia Tuhan yang tidak pernah menipu kita).

    Malam ini kita tinggal pilih, apakah leher kita dikalungi batu kilangan atau kasih setia Tuhan. Jika sudah tersandung dosa babel, hidupnya menjadi susah dan tidak indah. Batu kilangan itu untuk mengilang gandum (firman). Gandum itu juga makanan sehari-hari.

    Jika sudah mendapatkan kasih setia Tuhan, hasilnya adalah


    • Mazmur 17: 7-8
      17:7 Tunjukkanlah kasih setia-Mu yang ajaib, ya Engkau, yang menyelamatkan orang-orang yang berlindung pada tangan kanan-Mu terhadap pemberontak.
      17:8.
      Peliharalah aku seperti biji mata, sembunyikanlah aku dalam naungan sayap-Mu

      Mazmur 17: 7-8 = perikop: "diburu dengan tak bersalah, doa Daud ". Daud merasakan kasih setia Tuhan yang ajaib.

      Hasil pertama: kasih setia Tuhan yang ajaib sanggup untuk melindungi dan memelihara kita bagaikan biji mata Tuhan sendiri. Artinya


      1. Kasih setia Tuhan sanggup melindungi dan memelihara kita yang tidak berdaya di tengah kesulitan dunia, sehingga sebutir pasirpun tidak boleh mengganggu kita.


      2. Kasih setia Tuhan sanggup melindungi dan memelihara kita sampai zaman antikris berkuasa di bumi selama 3,5 tahun.


      Jangan bergantung yang lain hari-hari ini, tetapi bergantunglah kepada kasih setia Tuhan yang ajaib.


    • Kejadian 39: 21-23
      39:21 Tetapi TUHAN menyertai Yusuf dan melimpahkan kasih setia-Nya kepadanya, dan membuat Yusuf kesayangan bagi kepala penjara itu.
      39:22 Sebab itu kepala penjara mempercayakan semua tahanan dalam penjara itu kepada Yusuf, dan segala pekerjaan yang harus dilakukan di situ, dialah yang mengurusnya
      39:23 Dan kepala penjara tidak mencampuri segala yang dipercayakannya kepada Yusuf,
      karena TUHAN menyertai dia dan apa yang dikerjakannya dibuat TUHAN berhasil.

      = kasih setia Tuhan dialami oleh Yusuf.
      "penjara" dan "liang tutupan" itu terbatas.

      Hasil kedua: kasih setia Tuhan membuat Yusuf:


      1. Berhasil dan indah pada waktu-Nya, sekalipun terbatas. Mungkin modal, ijazah, pengalaman kita terbatas (semuanya terbatas), tetapi kalau kasih setia Tuhan yang bekerja, ini tidak bisa dibatasi oleh apapun juga.


      2. Yusuf dikeluarkan dari penjara dan Yusuf dipermuliakan = menyelesaikan semua masalah sampai masalah yang mustahil diselesaikan oleh Tuhan tepat pada waktu-Nya.


    • Mazmur 103: 4
      103:4 Dia yang menebus hidupmu dari lobang kubur, yang memahkotai engkau dengan kasih setia dan rahmat,

      Hasil ketiga: kasih setia menjadi mahkota mempelai wanita Tuhan. Artinya kita disucikan dan diubahkan sampai menjadi sempurna seperti Yesus dan mendapatkan mahkota mempelai untuk layak menyambut kedatangan Yesus ke dua kali di awan-awan yang permai dan kita bersama dengan Dia selamanya.

Yang belum melayani, berdoa sungguh-sungguh. Yang sudah melayani harus berjuang keras supaya jangan tersandung oleh kedurhakaan, emas perak jasmani, dosa babel. Biarlah kita hidup dari kasih setia Tuhan. Serahkanlah hidup kita pada kasih setia Tuhan.

Tuhan memberkati.

kembali ke halaman sebelumnya
IBADAH RUTIN DI MALANG

Minggu jam 06:45 (Ibadah Raya)
Minggu jam 10:15 (Ibadah Sekolah Minggu)
Selasa jam 17:15 (Ibadah Pendalaman Alkitab)
Rabu jam 07:30 (Ibadah Kaum Wanita)
Kamis jam 17:15 (Ibadah Doa Penyembahan)
Sabtu jam 17:15 (Ibadah Kaum Muda Remaja)

IBADAH RUTIN DI MEDAN
Royal Room Hotel Danau Toba Internasional
Jl. Imam Bonjol Medan

Minggu, jam 18:45 (Ibadah Raya)
Senin, jam 08:00 (Ibadah Pendalaman Alkitab)
Senin, jam 17:30 (Ibadah Pendalaman Alkitab)

IBADAH RUTIN DI SURABAYA

Minggu jam 09:15 (Ibadah Sekolah Minggu)
Minggu jam 10:25 (Ibadah Raya)
Rabu jam 17:30 (Ibadah Pendalaman Alkitab)
Jumat jam 17:30 (Ibadah Doa Penyembahan)


IBADAH RUTIN DI JAKARTA
Jl. Patra Kuningan XIV no.4
Jakarta Selatan
Sabtu, jam 09:00 (Ibadah Pendalaman Alkitab)

IBADAH KUNJUNGAN
  • 05-07 November 2019
    (Ibadah Kunjungan di Tentena)

  • 26-28 November 2019
    (Ibadah Kunjungan di Ciawi & Jakarta)

  • 28-30 Januari 2020
    (Ibadah Kunjungan di Medan)

  • 13-18 April 2020
    (Ibadah Kunjungan di Korea Selatan)

All Right Reserved Gereja Pantekosta Tabernakel "KRISTUS KASIH"
Jln. Simpang Borobudur 27 Malang | Telp: (0341) 496949 | Fax: (0341) 476751 » Lihat Peta Gereja Kami di Malang
Jln. WR Supratman 4 Surabaya | Telp. 08123300378 » Lihat Peta Gereja Kami di Surabaya
hubungi kami | email: info@gptkk.org | sitemap | top