English Language | Form Penggembalaan
RINGKASAN KOTBAH IBADAH RUTIN DAN IBADAH KUNJUNGAN
RINGKASAN LAINNYA

Ibadah Doa Surabaya, 04 Juli 2012 (Rabu Sore)
Pembicara: Pdm. Gideon
Matius 27
Dalam susunan tabernakel ini menunjuk tentang 7 PERCIKAN DARAH DI ATAS TABUT PERJANJIAN, artinya sekarang adalah sengsara yang dialami...

Ibadah Kenaikan Tuhan Malang, 21 Mei 2009 (Kamis Sore)
Memperingati kenaikan Tuhan tidak bisa dipisahkan dengan kedatangan Tuhan kedua kali. Memperingati kenaikan Tuhan berarti...

Ibadah Pendalaman Alkitab Surabaya, 05 Oktober 2015 (Senin Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayangnya TUHAN kita Yesus Kristus. Selamat malam, selamat mendengarkan firman TUHAN. Biarlah damai...

Ibadah Pendalaman Alkitab Malang, 18 Juni 2009 (Kamis Sore)
Pembicara: PDT. ADRI YANI TUJU (Gending)

Wahyu 3:14-22
Ada 7 sidang jemaat yang menerima...

Ibadah Raya Surabaya, 10 Januari 2016 (Minggu Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayangnya TUHAN kita Yesus Kristus. Selamat malam, selamat mendengarkan firman TUHAN. Biarlah damai...

Ibadah Doa Malang, 30 Agustus 2016 (Selasa Sore)
Pembicara: Pdp. Youpri Ardiantoro

Markus 12:1-12
12:1 Lalu Yesus mulai berbicara...

Ibadah Raya Surabaya, 06 Mei 2018 (Minggu Siang)
Salam sejahtera dalam kasih sayangnya TUHAN kita Yesus Kristus. Selamat siang, selamat mendengarkan firman TUHAN. Biarlah damai...

Ibadah Doa Malang, 08 April 2014 (Selasa Sore)
Bersamaan dengan Ibadah Doa Puasa Session III

Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Wahyu...

Ibadah Kenaikan Tuhan Surabaya, 14 Mei 2015 (Kamis Pagi)
Salam sejahtera dalam kasih sayangnya TUHAN kita Yesus Kristus. Selamat pagi, selamat mendengarkan firman TUHAN. Biarlah damai...

Ibadah Raya Malang, 11 Desember 2011 (Minggu Pagi)
Matius 26:36-46 adalah tentang GETSEMANI.

Matius 26:36, 40
26:36. Maka sampailah Yesus bersama-sama murid-murid-Nya...

Ibadah Doa Malang, 24 Maret 2009 (Selasa Sore)
Pembicara: Pdt Mikha Sanda Toding
Matius 5:21-Matius 7:23
= 10 hukum perjanjian baru, yaitu:
Matius 5:21-26= hukum damai.Matius...

Ibadah Raya Surabaya, 08 Maret 2009 (Minggu Sore)
Matius 24: 29-31
= keadaan pada waktu kedatangan Tuhan yang kedua kali. Kita membahas ayat. 31 (keadaan...

Ibadah Raya Malang, 08 Maret 2009 (Minggu Pagi)
Matius 24:29-31 adalah keadaan pada saat kedatangan Yesus kedua kali, yaitu:
Ayat 29, terjadi...

Ibadah Doa Malam Session I Malang, 14 Juni 2011 (Selasa Malam)
Keluaran 13,14,15 menunjuk pada Kolam Basuhan/baptisan air.
Keluaran 13 adalah persiapan masuk baptisan air.
Keluaran 14 adalah...

Ibadah Raya Surabaya, 03 Oktober 2010 (Minggu Sore)
Tema Ibadah di Sidikalang "hanya satu langkah jaraknya antara aku dan maut"

1 Samuel 20: 3
20:3. Tetapi Daud menjawab, katanya:...


TRANSKRIP LENGKAP

Doa Surabaya (Rabu, 26 November 2014)
Tayang: 10 Mei 2019
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 24 November 2014)
Tayang: 10 Mei 2019
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 23 November 2014)
Tayang: 07 Januari 2019
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 19 November 2014)
Tayang: 07 Januari 2019
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 17 November 2014)
Tayang: 07 Januari 2019
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 09 November 2014)
Tayang: 22 Agustus 2018
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 05 November 2014)
Tayang: 04 Juni 2018
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 03 November 2014)
Tayang: 04 Juni 2018
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 02 November 2014)
Tayang: 03 Maret 2018
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 20 Oktober 2014)
Tayang: 13 Desember 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 13 Oktober 2014)
Tayang: 13 Desember 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 12 Oktober 2014)
Tayang: 24 Oktober 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 08 Oktober 2014)
Tayang: 18 September 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 06 Oktober 2014)
Tayang: 05 September 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 05 Oktober 2014)
Tayang: 05 September 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 01 Oktober 2014)
Tayang: 05 September 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 29 September 2014)
Tayang: 24 Juni 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 21 September 2014)
Tayang: 19 Mei 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 17 September 2014)
Tayang: 29 April 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 15 September 2014)
Tayang: 29 April 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]



Untuk Koneksi Lambat, silahkan buka http://id.gptkk.org
Transkrip lengkap dari ibadah penggembalaan di Malang dan Surabaya, semuanya di bawakan oleh gembala sidang Pdt. Widjaja Hendra.

Silahkan kontak ke info@gptkk.org apabila bapak/ibu/sdr/sdri ada pertanyaan atau mungkin ingin berlangganan majalah Manna dan silahkan kirim email ke widjaja_h [at] yahoo.com apabila ingin konsultasi pribadi dengan bapak gembala
silahkan ganti tanda [at] dengan @
Cari ringkasan:   
[versi cetak]
Cari rekaman ibadah ini di: http://www.kabarmempelai.org
Ibadah Pendalaman Alkitab Surabaya, 16 Juni 2014 (Senin Sore)

Salam sejahtera dalam kasih sayangnya Tuhan kita Yesus Kristus. Selamat malam, selamat mendengarkan Firman Tuhan. Biarlah damai sejahtera, kasih karunia dan bahagia dari Tuhan senantiasa dilimpahkan di tengah-tengah kita sekalian.
Kita masih berada pada tema di dalam kitab Wahyu 1: 17-20 (mulai diterangkan dari Ibadah Raya Surabaya, 11 Mei 2014), tetapi kita masih membahas Wahyu 1: 17-18.

Wahyu 1: 17-18
1:17 Ketika aku melihat Dia, tersungkurlah aku di depan kaki-Nya sama seperti orang yang mati; tetapi Ia meletakkan tangan kanan-Nya di atasku, lalu berkata: "Jangan takut! Aku adalah Yang Awal dan Yang Akhir,
1:18 dan Yang Hidup. Aku telah mati, namun lihatlah, Aku hidup, sampai selama-lamanya dan Aku memegang segala kunci maut dan kerajaan maut

Rasul Yohanes tersungkur di depan kaki Yesus = menyembah dengan hancur hati (mengaku segala ketidak berdayaan, mengaku hanya tanah liat) = menyembah sampai daging tidak bersuara lagi (menyembah serasa mati) = mati, sehingga mengalami jamahan tangan kanan Tuhan dan Rasul Yohanes menerima tiga hal (kegunaan menyembah Tuhan dengan hancur hati):

  1. 'Jangan takut!' = tidak ada lagi ketakutan secara jasmani dan rohani (sudah diterangkan mulai dari Ibadah Raya Surabaya, 11 Mei 2014).
    Ketakutan ini merupakan pembunuh utama di dunia ini, baik pembunuh secara jasmani (orang yang ketakutan, hormonnya yang tidak baik bekerja, sehingga terganggu kesehatannya sampai meninggal) maupun rohani (orang yang takut, gelisah dan kuatir kering rohaninya sampai sampai mati rohani) . Tetapi kalau kita menyembah Tuhan, maka tidak ada lagi ketakutan.


  2. 'Aku adalah Yang Awal dan Yang Akhir' (sudah diterangkan mulai dari Ibadah Pendalaman Alkitab Surabaya, 19 Mei 2014).

    "Yang Awal" adalah kasih mula-mula.
    "Yang Akhir" adalah kasih mempelai (puncaknya kasih).
    Jadi, "Aku adalah Yang Awal dan Yang Akhir" = menerima kasih Allah.


  3. [ayat 18] 'Aku Yang Mati dan Yang Hidup' = menerima kuasa kemenangan atas maut (mulai diterangkan dari Ibadah Raya Surabaya, 25 Mei 2014).

"Aku telah mati, namun lihatlah, Aku hidup" = Yesus mati dan bangkit untuk:

  1. mengalahkan maut/menang atas maut, sehingga Ia memegang kunci kerajaan maut, artinya menutup pintu kerajaan maut bagi kita yang sudah ditebus oleh darah-Nya, sehingga kita tidak binasa selamanya. Kita menang atas maut bersama Yesus.


  2. Matius 16: 18-19
    16:18 Dan Akupun berkata kepadamu: Engkau adalah Petrus dan di atas batu karang ini Aku akan mendirikan jemaat-Ku dan alam maut tidak akan menguasainya.
    16:19. Kepadamu akan
    Kuberikan kunci Kerajaan Sorga. Apa yang kauikat di dunia ini akan terikat di sorga dan apa yang kaulepaskan di dunia ini akan terlepas di sorga."

    = Yesus memberikan kunci Kerajaan Surga kepada kita yang sudah menang atas maut bersama dengan Dia.

Apa itu kunci kerajaan Surga?
Kita sudah mempelajari, kunci Kerajaan Surga adalah salib (Kisah Para Rasul 14: 22). Malam ini, kita maju satu langkah.

2 Petrus 1: 10-11
1:10 Karena itu, saudara-saudaraku, berusahalah sungguh-sungguh, supaya panggilan dan pilihanmu makin teguh. Sebab jikalau kamu melakukannya, kamu tidak akan pernah tersandung.
1:11 Dengan demikian kepada kamu akan dikaruniakan hak penuh untuk memasuki Kerajaan kekal, yaitu Kerajaan Tuhan dan Juruselamat kita, Yesus Kristus.

'hak penuh' = kunci kerajaan Surga.
Jadi, kunci kerajaan Surga adalah PANGGILAN DAN PILIHAN TUHAN = menjadi imam-imam dan raja-raja yang memiliki jabatan pelayanan.

'berusahalah sungguh-sungguh' artinya setelah kita menerima panggilan dan pilihan Tuhan, kita harus selalu berusaha sungguh-sungguh untuk setia beribadah dan melayani Tuhan sesuai jabatan pelayanan yang Tuhan percayakan pada kita sampai garis akhir, yaitu sampai meninggal dunia atau sampai Tuhan datang kedua kali. Maka kita akan menerima kunci Kerajaan Surga = melayaninya penuh. Kalau melayaninya penuh, maka haknya penuh untuk masuk dalam kerajaan Surga yang kekal.

Proses menerima jabatan pelayanan = menjadi imam-imam dan raja-raja:

  1. Proses pertama: kita harus menerima panggilan dari Tuhan = dipanggil.
    Mengapa harus dipanggil?
    Karena sejak Adam dan Hawa berbuat dosa, semua manusia di dunia juga berbuat dosa (rusak) dan tidak ada kemampuan untuk kembali kepada Tuhan. Salah satu buktinya di Taman Eden. Waktu Adam dan Hawa berbuat dosa (telanjang), Tuhan datang tetapi mereka lari/sembunyi = tidak ada kemampuan untuk kembali pada Tuhan, sehingga Tuhan memanggil. Kalau dibiarkan, akan binasa.

    Oleh sebab itu, Tuhan memanggil kita untuk MEMBENARKAN kita = menyelamatkan kita.

    Orang berdosa = rusak, tidak bisa dipakai oleh Tuhan dan tidak boleh melayani Tuhan. Karena itu, kalau rusak, perlu dipanggil dan dibenarkan dulu.

    Tanda-tanda kebenaran/keselamatan (Halaman Tabernakel):


    • Pintu Gerbang: iman/percaya kepada Yesus lewat mendengar Firman Kristus/Firman yang diurapi Roh Kudus.

      Kesaksian:
      "Kalau manusia daging tidak bisa percaya. Saya dulu juga ragu. Karena dibilang teman-teman "mana ada Allah beranak, nanti bercucu?""

      Kalau mendengar Firman tanpa Roh Kudus, biar pandai/bodoh, maka bisa menghujat. Tetapi urapan Roh Kudus membuat kita bisa mendengar Firman dengan sungguh-sungguh sampai percaya/iman kepada Yesus.


    • Mezbah Korban Bakaran: bertobat, berhenti berbuat dosa dan kembali pada Tuhan.
      Dulu bangsa Israel membawa lembu dan lain-lain sebagai korban penghapus dosa. Sekarang tidak usah lagi, karena ada Yesus sebagai Anak Domba Allah yang sudah dikorbankan.

      Jadi, setelah kita percaya Yesus, mengaku dosa dan mendapat pengampunan dosa, setelah diampuni, kita harus bertobat = dosa dibakar habis, jangan kembali lagi = mati terhadap dosa.


    • Kolam Pembasuhan: baptisan air yang benar.
      Selalu disebut baptisan air yang benar, sebab lebih banyak yang palsu daripada yang benar.

      Roma 6: 2, 4
      6:2 Sekali-kali tidak! Bukankah kita telah mati bagi dosa, bagaimanakah kita masih dapat hidup di dalamnya?
      6:4 Dengan demikian kita telah
      dikuburkan bersama-sama dengan Dia oleh baptisan dalam kematian, supaya, sama seperti Kristus telah dibangkitkan dari antara orang mati oleh kemuliaan Bapa, demikian juga kita akan hidup dalam hidup yang baru.

      Baptisan air yang benar
      adalah orang yang sudah mati terhadap dosa (bertobat), dikuburkan dalam air bersama Yesus, kemudian keluar dari air (bangkit bersama Yesus) untuk mendapatkan hidup baru (langit terbuka) = hidup Sorgawi (kehidupan yang cocok untuk masuk Kerajaan Surga), yaitu mengalami kelepasan dari dosa = membenci dosa. Artinya, tidak mau berbuat dosa lagi sekalipun ada keuntungan dan ancaman apapun resikonya.

      Contoh:
      Yusuf, tidak mau berbuat dosa sekalipun digoda oleh isteri Potifar. Kalau Yusuf mau, maka bisa mendapat kedudukan dan lain-lain. Tetapi Yusuf tidak mau, sehingga ia mendapat penjara, namun ia bersama Tuhan (kelihatannya hancur tetapi sedang dipermuliakan oleh Tuhan). Daripada mendapat segala sesuatu dari isteri Potifar tetapi bersama setan (kelihatannya berhasil tetapi binasa).

      Ada dua kesalahan yang sering terjadi:


      1. Orang yang sudah mati terhadap dosa/bertobat tetapi tidak mau dikubur. Lama-lama busuk.
      2. Orang belum mati dipaksa untuk dikubur,
        Ini seringkali menjadi kesalahan rekan-rekan hamba Tuhan. Jadi, baptisan air bukan untuk menjadi anggota gereja, tetapi untuk menjadi anggota Tubuh Kristus.
        Supaya menjadi anggota gereja, maka cepat-cepat dibaptis (orang belum mati tetapi dipaksa untuk dikubur), akibatnya menjadi pemberontak.


    • Pintu Kemah: baptisan Roh Kudus.
      Roh Kudus = Roh kebenaran.
      Jika kita dipenuhi/diurapi Roh Kudus, maka kita mengalami hidup baru (hidup Sorgawi) yaitu hidup dalam kebenaran.
      Kalau dulu berbuat dosa, maka


      1. harus percaya Yesus dan bertobat = membuang dosa di belakang.
      2. Setelah itu, masuk baptisan air = tidak mau melakukan dosa-yang di depan.


      Kalau tidak ada dosa di belakang dan dosa di depan, maka hanya satu yaitu hidup dalam kebenaran = keselamatan.


  2. Proses kedua: menerima pilihan Tuhan/dipilih oleh Tuhan = banyak yang dipanggil, sedikit yang dipilih.
    Keluaran 28: 1
    28:1 "Engkau harus menyuruh abangmu Harun bersama-sama dengan anak-anaknya datang kepadamu, dari tengah-tengah orang Israel, untuk memegang jabatan imam bagi-Ku -- Harun dan anak-anak Harun, yakni Nadab, Abihu, Eleazar dan Itamar.

    Keluaran 29: 1
    29:1 "Inilah yang harus kaulakukan kepada mereka, untuk menguduskan mereka, supaya mereka memegang jabatan imam bagi-Ku: Ambillah seekor lembu jantan muda dan dua ekor domba jantan yang tidak bercela,

    Kalau dua ayat ini digabung, Tuhan memilih kita untuk menyucikan kita.

    Dalam Perjanjian Lama, Tuhan memilih Harun dan anak-anaknya, prosesnya:


    • Dari sekian bangsa di dunia, hanya dipilih satu bangsa yaitu bangsa Israel.
    • Dari dua belas suku Israel dipilih satu suku, yaitu suku Lewi.
    • Dari suku Lewi,dilpilih satu kaum/bani yaitu kaum/bani Kehat.
    • Dari kaum/bani Kehat, dipilih satu keluarga yaitu keluarga Amram.
    • Dari keluarga Amram, dipilih satu anak yaitu Harun.


    Jadi, kalau kita bangsa kafir bisa menjadi imam dan raja dengan melewati suatu seleksi yang ketat, itu hanya kemurahan dan kepercayaan Tuhan kepada kita.

    Tuhan memilih kita untuk MENYUCIKAN dan MENGANGKAT kita menjadi imam-imam dan raja-raja. Jadi, syarat untuk menjadi imam dan raja adalah suci.

    Dimana kita disucikan?:
    Di Ruangan Suci. Sekarang menunjuk kandang penggembalaan.
    Dalam Ruangan Suci ada tiga macam alat, sekarang artinya ketekunan dalam tiga macam ibadah pokok:


    • Pelita Emas: ketekunan dalam Ibadah Raya = persekutuan dengan Allah Roh Kudus dalam urapan dan karunia-Nya.
    • Meja Roti Sajian: ketekunan dalam Ibadah Pendalaman Alkitab dan Perjamuan Suci = persekutuan dengan Anak Allah dalam Firman Pengajaran dan Perjamuan Suci.
    • Mezbah Dupa Emas: ketekunan dalam Ibadah Doa Penyembahan = persekutuan dengan Allah Bapa di dalam kasih-Nya.


    Jadi, lewat ketekunan dalam tiga macam ibadah pokok = kandang penggembalaan, maka tubuh, jiwa dan roh kita disucikan oleh Allah Tritunggal (Allah Bapa, Allah Anak dan Allah Roh Kudus). Oleh sebab itu penting bagi kita untuk masuk dalam tiga macam ibadah pokok.

    Tugas pokok gembala bukan beranak domba, tetapi membawa domba masuk ke kandang. Sebab hanya domba di kandang yang dihitung dan akan diberi kunci Kerajaan Surga.

    Bukan dilarang melayani Tuhan, tetapi kita harus melayani sesuai ketentuan Tuhan supaya kita mendapat kunci Kerajaan Surga.


  3. Proses ketiga: ditetapkan oleh Tuhan.
    Markus 3: 13
    3:13 Kemudian naiklah Yesus ke atas bukit. Ia memanggil orang-orang yang dikehendaki-Nya dan mereka pun datang kepada-Nya.
    3:14
    Ia menetapkan dua belas orang untuk menyertai Dia dan untuk diutus-Nya memberitakan Injil

    Ditetapkan = diberi jabatan pelayanan dan karunia Roh Kudus.
    Kalau sudah benar dan suci, maka ditetapkan artinya DIPERLENGKAPI dengan jabatan pelayanan dan karunia Roh Kudus.
    Karunia Roh Kudus adalah kemampuan ajaib dari Roh Kudus. sehingga kita bisa melayani Tuhan sesuai jabatan pelayanan. Karunia Roh Kudus lebih dari ijazah, pengalaman dan lebih dari apapun.

    Efesus 4: 11-12
    4:11 Dan Ialah yang memberikan baik rasul-rasul maupun nabi-nabi, baik pemberita-pemberita Injil maupun gembala-gembala dan pengajar-pengajar,
    4:12 untuk memperlengkapi orang-orang kudus bagi pekerjaan pelayanan, bagi pembangunan tubuh Kristus.

    Jika kita sudah hidup benar dan suci, maka Tuhan memperlengkapi kita dengan jabatan pelayanan dan karunia Roh Kudus untuk kita dipakai dalam pelayanan pembangunan Tubuh Kristus yang sempurna/Mempelai Wanita Surga.

    Wahyu 1: 19
    1:19 Karena itu tuliskanlah apa yang telah kaulihat, baik yang terjadi sekarang maupun yang akan terjadi sesudah ini.

    Contoh kehidupan yang dipakai oleh Tuhan adalah Rasul Yohanes.
    Rasul Yohanes dipakai oleh Tuhan untuk menuliskan wahyu dari Tuhan. sehingga kita bisa mengerti apa yang belum terjadi tetapi pasti terjadi di akhir zaman. Terutama tentang kedatangan Yesus kedua kali/pembangunan Tubuh Kristus yang sempurna.

    Kita semua juga dipakai oleh Tuhan. Apapun jabatan pelayanannya, sebagai gembala, penyanyi, pemain musik, guru sekolah Minggu, dan lain-lain. Kita harus banyak tersungkur menyembah Tuhan sampai kita menerima panggilan dan pilihan Tuhan, sampai kita ditetapkan menjadi imam dan raja, melayani pembangunan Tubuh Kristus dan mendapat kunci Kerajaan Surga.
    Kalau kita memiliki kunci Kerajaan Surga, sehingga pintu di Surga bisa dibuka, maka pintu-pintu di dunia juga terbuka bagi kita.

Bagimana kita bisa melayani pembangunan Tubuh Kristus?:
Kisah Para Rasul 20: 22-27
20:22 Tetapi sekarang sebagai tawanan Roh aku pergi ke Yerusalem dan aku tidak tahu apa yang akan terjadi atas diriku di situ
20:23 selain dari pada yang dinyatakan Roh Kudus dari kota ke kota kepadaku, bahwa penjara dan sengsara menunggu aku.
20:24 Tetapi aku tidak menghiraukan nyawaku sedikit pun, asal saja
aku dapat mencapai garis akhir dan menyelesaikan pelayanan yang ditugaskan oleh Tuhan Yesus kepadaku untuk memberi kesaksian tentang Injil kasih karunia Allah.
20:25 Dan sekarang aku tahu, bahwa kamu tidak akan melihat mukaku lagi, kamu sekalian yang telah
kukunjungi untuk memberitakan Kerajaan Allah.
20:26 Sebab itu pada hari ini aku bersaksi kepadamu, bahwa aku bersih, tidak bersalah terhadap siapa pun yang akan binasa.
20:27 Sebab aku tidak lalai memberitakan seluruh maksud Allah kepadamu.


'
selain dari pada yang dinyatakan Roh Kudus' = Rasul Paulus mengikuti kehendak Tuhan, sekalipun ada penjara dan sengsara.
Kalau tidak taat, jadi seperti Yunus yang disuruh ke Niniwe tetapi malah pergi ke Tarsis. Tetapi Rasul Paulus tidak demikian, dia menjadi tawanan Roh.

Kesaksian:
"Saya dulu, jangankan begitu. Saat gembala saya diserang jemaat jam satu malam, saya dipanggil, saya yang membela. Setelah itu saya langsung berdoa "Tuhan, saya menyerah jadi hamba Tuhan sepenuh tapi jangan jadi gembala. Saya tidak mau." Sebab gembala saya sudah baik, tetapi masih diserang, dikata-katai ajarannya seperti TK dan lain-lain. Saya marah juga waktu itu. Masih kecil, tapi marah juga waktu itu. Saya tidak mau jadi gembala. Apalagi ini penjara. Kalau tidak jadi tawanan Roh, saya tidak mau."

Melayani pembangunan Tubuh Kristus, kita harus menjadi tawanan Roh, jangan tawanan daging. Sebab kalau tawanan daging, akan pilih-pilih.

Menjadi tawanan Roh Kudus, artinya:

  1. Kisah Para Rasul 20: 22-23
    20:22 Tetapi sekarang sebagai tawanan Roh aku pergi ke Yerusalem dan aku tidak tahu apa yang akan terjadi atas diriku di situ
    20:23
    selain dari pada yang dinyatakan Roh Kudus dari kota ke kota kepadaku, bahwa penjara dan sengsara menunggu aku.

    Arti pertama: melayani Tuhan hanya untuk melakukan kehendak Tuhan = taat dengar-dengaran kepada kehendak Tuhan apapun resikonya, terutama dalam Kabar Mempelai/Firman Pengajaran benar. Hati-hati! Sebab Kabar Mempelai merupakan wahyu dari Tuhan. Dalam Tabernakel, Kabar Mempelai dilambangkan alat Tabut Perjanjian. Ini pelayanan yang dahsyat. Kalau bangsa Israel membawa Tabut Perjanjian, maka semua menjadi gentar.
    Kita tidak boleh main-main dalam pelayanan, sebab kalau main-main, akan menjadi seperti Hofni dan Pinehas yang mengalami ikabot (tidak ada kemuliaan Tuhan). Benar-benar ngeri.

    Jadi, dalam Kabar Mempelai kita harus sungguh-sungguh mengikuti kehendak Tuhan.

    2 Samuel 6: 1-7
    6:1 Daud mengumpulkan pula semua orang pilihan di antara orang Israel, tiga puluh ribu orang banyaknya.
    6:2 Kemudian bersiaplah Daud, lalu berjalan dari Baale-Yehuda dengan seluruh rakyat yang menyertainya, untuk mengangkut dari sana tabut Allah, yang disebut dengan nama TUHAN semesta alam yang bertakhta di atas kerubim.
    6:3 Mereka
    menaikkan tabut Allah itu ke dalam kereta yang baru setelah mengangkatnya dari rumah Abinadab yang di atas bukit. Lalu Uza dan Ahyo, anak-anak Abinadab, mengantarkan kereta itu.
    6:4 Uza berjalan di samping tabut Allah itu, sedang Ahyo berjalan di depan tabut itu.
    6:5 Daud dan seluruh kaum Israel menari-nari di hadapan TUHAN dengan sekuat tenaga, diiringi nyanyian, kecapi, gambus, rebana, kelentung dan ceracap.
    6:6 Ketika mereka sampai ke tempat pengirikan Nakhon, maka
    Uza mengulurkan tangannya kepada tabut Allah itu, lalu memegangnya, karena lembu-lembu itu tergelincir.
    6:7 Maka bangkitlah murka TUHAN terhadap Uza, lalu Allah membunuh dia di sana karena keteledorannya itu; ia mati di sana dekat tabut Allah itu.


    'menaikkan tabut Allah itu ke dalam kereta yang baru' = seharusnya, kalau menurut kehendak Tuhan, Tabut Perjanjian harus dipikul.
    Pelayanan kita dalam Firman Pengajaran benar tidak boleh teledor, tetapi harus sungguh-sungguh taat dengar-dengaran pada kehendak Tuhan apapun resikonya, terutama dalam pemberitaan Kabar Mempelai.
    Sebab jika tidak taat, maka akan mati. Dulu mati jasmani, tetapi sekarang mati rohani = kering sampai binasa selamanya.

    Tidak taat = mengikuti daging.
    Tanda-tanda pelayanan daging/pelayanan yang tidak taat:


    • Tidak mau memikul Tabut Perjanjian, artinya:


      1. Memilih yang enak bagi daging, tidak mau berkorban, tidak mau tanggung-jawab.
      2. Mencontoh cara Filistin/cara-cara dunia.
        Dulu, Tabut Perjanjian pernah dirampas oleh Filistin, tetapi karena ada Tabut Perjanjian maka Filistin hancur sampai kuil Dagon beserta patungnya hancur. Orang Filistin menjadi takut dan mengembalikan Tabut Perjanjian kepada bangsa Israel dengan cara Tabut dinaikkan pedati.

        Hati-hati dalam ibadah! Cara menyanyi, main musik jangan mencontoh cara-cara dunia yang tidak sesuai Firman. Justru dunia harus belajar pada kita, jangan kita belajar pada dunia.

        Kesaksian:
        "Waktu Opa Totaijs, terakhir datang ke Indonesia, saya gandeng beliau jalan pagi di Batu. Beliau berkata "Widjaja, ingat ya, orang dunia sudah tahu apa yang akan terjadi dengan dahsyat di dunia dan mereka tahu, jawabannya hanya ada pada orang Kristen.""

        Oleh sebab itu, cara main musik, cara menyanyi, cara kita berkhotbah janga seperti orang dunia. Itu sama dengan Tabut dinaikkan pedati.


    • Saat lembu-lembu pedati tergelincir, maka Uza mengulurkan tangan supaya tutup Tabut tidak terpisah dari petinya (padahal tutup dengan petinya tidak bisa terlepas, bahkan bergeserpun tidak bisa) = ada campur tangan manusia.
      Artinya, Kabar Mempelai/Firman pengajaran benar ditambah dengan lawakkan, suara daging (yang tidak boleh, akhirnya menjadi boleh padahal tidak sesuai Firman), pengetahuan, dan lain-lain.

      Kesaksian:
      "Firman ditambah pengetahuan seperti yang saya katakan, "Akulah jalan kebenaran dan hidup, tidak ada seorangpun menuju Bapa kecuali melalui Aku (Yesus)". Waktu saya masih mengajar di Petra, padahal saya bukan guru agama, tetapi saya dipanggil dua guru agama. "Bagaimana menurut Pak Widjaja? Mana yang benar?" Saya bilang, "Ini yang benar". Mereka ngamuk, "Bapak tidak membaca di sosiologi dan antropologi. Jadi kalau dari sosiologi dan antropologinya ini ada banyak, bukan hanya Yesus".
      Saya langsung lari.
      "

      Akibat kalau ditambah sesuatu dari dunia adalah tergelincir = salah arah, tersesat dan binasa selamanya. Tidak lagi mengarah ke Yerusalem Baru, tetapi mengarah pada kematian kedua (lautan api dan belerang).


    Inilah pelayanan yang harus menjadi tawanan Roh, harus taat dengar-dengaran.

    Kemudian Daud sadar, setelah peristiwa Uza mati, maka Tabut Perjanjian diletakkan di rumah Obed-Edom dan rumahnya diberkati. Lalu Tabut dipindah lagi dan Daud mengikuti kehendak Tuhan yaitu memikul Tabut.

    2 Samuel 6: 12-17, 23
    6:12 Diberitahukanlah kepada raja Daud, demikian: "TUHAN memberkati seisi rumah Obed-Edom dan segala yang ada padanya oleh karena tabut Allah itu." Lalu Daud pergi mengangkut tabut Allah itu dari rumah Obed-Edom ke kota Daud dengan sukacita.
    6:13 Apabila pengangkat-pengangkat tabut TUHAN itu melangkah maju enam langkah, maka ia mengorbankan seekor lembu dan seekor anak lembu gemukan.
    6:14 Dan
    Daud menari-nari di hadapan TUHAN dengan sekuat tenaga; ia berbaju efod dari kain lenan.
    6:15 Daud dan seluruh orang Israel mengangkut tabut TUHAN itu dengan diiringi sorak dan bunyi sangkakala.
    6:16 Ketika tabut TUHAN itu masuk ke kota Daud, maka
    Mikhal, anak perempuan Saul, menjenguk dari jendela, lalu melihat raja Daud meloncat-loncat serta menari-nari di hadapan TUHAN. Sebab itu ia memandang rendah Daud dalam hatinya.
    6:17 Tabut TUHAN itu dibawa masuk, lalu diletakkan di tempatnya, di dalam kemah yang dibentangkan Daud untuk itu, kemudian Daud mempersembahkan korban bakaran dan korban keselamatan di hadapan TUHAN.
    6:23 Mikhal binti Saul tidak mendapat anak sampai hari matinya.

    Daud sadar, tidak memakai pedati lagi untuk mengangkut Tabut Perjanjian tetapi dipikul di bahu = sudah mengikuti Firman, tetapi Daud menari-nari.
    Artinya, daging masih berkuasa. Akibatnya:


    • tidak ada kemuliaan Tuhan (dalam kemah Daud tidak ada shekinah glory).
    • Bahkan, menjadi sandungan bagi orang lain (Mikhal, isteri Daud), sehingga ia menjadi mandul.

      Mandul secara rohani artinya tidak bisa mencapai Wahyu 12: 1 (wanita mengandung dengan matahari, bulan dan bintang = Mempelai Wanita Tuhan) = tidak bisa mengandung dalam arti rohani = tidak bisa mencapai kesempurnaan Mempelai Wanita.


    Sekarang dilanjutkan zaman Salomo, baru ada kemuliaan.

    Kita dipakai dalam pembangunan Tubuh Kristus harus menjadi tawanan Roh, tidak bisa kompromi. Harus menjadi tawanan Roh = melayani sesuai kehendak Tuhan yaitu taat dengar-dengaran, tidak boleh ditambah/dikurangi. Kita harus tegas. Jangan dicampur sedikitpun.

    1 Raja-raja 8: 1-6, 10-11
    8:1 Pada waktu itu raja Salomo menyuruh para tua-tua Israel dan semua kepala suku, yakni para pemimpin puak orang Israel, berkumpul di hadapannya di Yerusalem, untuk mengangkut tabut perjanjian TUHAN dari kota Daud, yaitu Sion.
    8:2 Maka pada hari raya di bulan Etanim, yakni bulan ketujuh, berkumpullah di hadapan raja Salomo semua orang Israel.
    8:3 Setelah semua tua-tua Israel datang, maka imam-imam mengangkat tabut itu.
    8:4 Mereka mengangkut tabut TUHAN dan Kemah Pertemuan dan segala barang kudus yang ada dalam kemah itu; semuanya itu diangkut oleh imam-imam dan orang-orang Lewi.
    8:5 Tetapi raja Salomo dan segenap umat Israel yang sudah berkumpul di hadapannya,
    berdiri bersama-sama dengan dia di depan tabut itu, dan mempersembahkan kambing domba dan lembu sapi yang tidak terhitung dan tidak terbilang banyaknya.
    8:6 Kemudian imam-imam membawa tabut perjanjian TUHAN itu ke tempatnya, di ruang belakang rumah itu, di tempat maha kudus, tepat di bawah sayap kerub-kerub;
    8:10 Ketika imam-imam keluar dari tempat kudus, datanglah awan memenuhi rumah TUHAN,
    8:11 sehingga imam-imam tidak tahan berdiri untuk menyelenggarakan kebaktian oleh karena awan itu, sebab kemuliaan TUHAN memenuhi rumah TUHAN.

    Salomo mengangkat Tabut Perjanjian dengan dipikul (sesuai kehendak Tuhan) dan Salomo berdiri = daging tidak berkuasa. Artinya, Roh Kudus yang berkuasa, sehingga ibadah Salomo dalam urapan Roh Kudus, yaitu:


    • Penuh penghormatan kepada Yesus Sang Raja, Sang Mempelai Pria Surga.
    • Tertib dan teratur.
    • Ada suka cita Surga = awan kemuliaan turun.


    Sampai Salomo tidak bisa berdiri lagi = tersungkur menyembah Tuhan sampai memuncak yaitu daging tidak bersuara lagi = tirai terobek, sehingga tampaklah Tabut Perjanjian = Mempelai Wanita Surga terwujud.

    Wahyu 11: 19
    11:19 Maka terbukalah Bait Suci Allah yang di sorga, dan kelihatanlah tabut perjanjian-Nya di dalam Bait Suci itu dan terjadilah kilat dan deru guruh dan gempa bumi dan hujan es lebat.

    Wahyu 12: 1
    12:1 Maka tampaklah suatu tanda besar di langit: Seorang perempuan berselubungkan matahari, dengan bulan di bawah kakinya dan sebuah mahkota dari dua belas bintang di atas kepalanya.

    Jadi, awan kemuliaan bekerja sampai kehidupan kita menjadi sempurna.

    Rasul Yohanes tersungkur menyembah Tuhan seperti orang mati = tidak berdaya apa-apa, hanya berkata "terserah Kau Tuhan".


  2. Kisah Para Rasul 20: 24
    20:24 Tetapi aku tidak menghiraukan nyawaku sedikit pun, asal saja aku dapat mencapai garis akhir dan menyelesaikan pelayanan yang ditugaskan oleh Tuhan Yesus kepadaku untuk memberi kesaksian tentang Injil kasih karunia Allah.

    Arti kedua: harus melayani Tuhan dengan setia dan tanggung-jawab di hadapan Tuhan sampai garis akhir, yaitu sampai meninggal dunia atau sampai Tuhan Yesus datang kedua kali.

    Pelayanan dalam surat Korintus sama dengan perlombaan, harus mencapai garis akhir/garis finis.

    Jika tidak sampai garis akhir, maka sama dengan gugur = nama dicoret dari Kitab Kehidupan.

    Contoh: Yudas.
    Kisah Parah Rasul 1: 16-18, 20
    1:16 "Hai saudara-saudara, haruslah genap nas Kitab Suci, yang disampaikan Roh Kudus dengan perantaraan Daud tentang Yudas, pemimpin orang-orang yang menangkap Yesus itu.
    1:17 Dahulu ia termasuk bilangan kami dan mengambil bagian di dalam pelayanan ini."
    1:18 -- Yudas ini telah membeli sebidang tanah dengan upah kejahatannya, lalu ia jatuh tertelungkup, dan perutnya terbelah sehingga semua isi perutnya tertumpah ke luar.
    1:20 "Sebab ada tertulis dalam kitab Mazmur: Biarlah perkemahannya menjadi sunyi, dan biarlah tidak ada penghuni di dalamnya: dan: Biarlah jabatannya diambil orang lain.

    'dahulu ia termasuk bilangan kami': dulu dihitung, tetapi sekarang tidak dihitung lagi = binasa selamanya.

    Jadi, Yudas Iskariot tidak setia dan tidak tanggung jawab. Dia tinggalkan jabatan pelayanan karena uang (kalau kita karena sesuatu di dunia, misalnya karena jodoh), sehingga namanya dicoret dan diganti oleh Matias = binasa selamanya.

    Kesaksian:
    "Istilah "dahulu" ini banyak sekali orang yang sangat bangga. Beberapa kali saya bertemu dengan orang. Saya berkotbah tidak menyinggung nama Van Gessel, tetapi kalau orang lama langsung tahu. Saat pulang dan berjabat tangan, lalu mereka bertanya "Oh, Van Gessel ya? Dulu Om ikut Van Gessel ke desa, mengantar ke sana dan lain-lain". Dalam hati saya bertanya "Sekarang Om?"."

    Kita juga, sekarang bagaimana? Jangan sampai nama kita dicoret.

    Pelayan yang setia dan tanggung jawab sampai garis akhir, akan tetap dihitung oleh Tuhan dan namanya ditulis dalam Kitab Kehidupan. Sehelai rambutpun tetap dihitung.
    Biar kita hanya sehelai rambut (tidak ada yang melihat kita), kita tetap dihitung oleh Tuhan.
    Artinya, kita selalu dipelihara, diingat, dan ditolong oleh Tuhan sekalipun tak berdaya sampai dimiliki oleh Tuhan.


  3. Kisah Para Rasul 20: 28-30
    20:28 Karena itu jagalah dirimu dan jagalah seluruh kawanan, karena kamulah yang ditetapkan Roh Kudus menjadi penilik untuk menggembalakan jemaat Allah yang diperoleh-Nya dengan darah Anak-Nya sendiri.
    20:29 Aku tahu, bahwa sesudah aku pergi, serigala-serigala yang ganas akan masuk ke tengah-tengah kamu dan tidak akan menyayangkan kawanan itu.
    20:30 Bahkan dari antara kamu sendiri akan muncul beberapa orang, yang dengan ajaran palsu mereka berusaha menarik murid-murid dari jalan yang benar dan supaya mengikut mereka.


    Arti ketiga: melayani Tuhan harus dalam sistem penggembalaan.
    Yang harus diperhatikan:


    • Ketekunan dalam kandang penggembalaan.Yaitu harus tekun dalam tiga macam ibadah pokok.
      Ini tidak bisa ditawar oleh siapapun juga. Kalau kita tekun dalam tiga macam ibadah pokok, maka seperti pohon ditanam di tepi air, sehingga bisa berbuah. Dan buahnya yang dikirim, bukan pohonnya.

      Banyak penginjil yang makin tua seharusnya semakin hebat tetapi malah habis karena tidak tergembala = pohonnya dicabut kemana-mana sehingga kering.

      Kesaksian:
      "Ada satu kaum muda di Malang. Dia dipakai menyanyi vocal group. Lama-lama dia dipakai di sana-sini. Lalu dia ijin pada saya, "Om, saya tidak bisa kebaktian Selasa dan Kamis karena dipakai di sana."
      Saya beri tahu, "Kalau kamu begini, kamu kering, habis semuanya. Tetap tergembala. Pohon tetap ditanam, buahnya yang dikirim. Harus selektif." Tetapi untunglah dia mau ikuti dan bisa melayani. Kalau tidak, kering.
      "


    • Kisah Para Rasul 20: 32
      20:32 Dan sekarang aku menyerahkan kamu kepada Tuhan dan kepada firman kasih karunia-Nya, yang berkuasa membangun kamu dan menganugerahkan kepada kamu bagian yang ditentukan bagi semua orang yang telah dikuduskan-Nya.

      Yang kedua, yang harus diperhatikan adalah Firman kasih karunia = Firman penggembalaan yang hanya didapatkan langsung dari Tuhan.

      Kesaksian:
      "Bapak Pdt. Pong Dongalemba (alm) selalu mengatakan,"kalau kami hamba Tuhan siap, banyak doa, banyak puasa untuk mendapat makanan Firman, tetapi kalau jemaat tidak merindu maka tidak akan ada. Tetapi kalau jemaat merindu, pasti Firman selalu dibukakan"."

      Jadi, datang ke gereja, berdoa dulu supaya diberi Firman. Sama dengan fellowship, kalau yang datang sungguh-sungguh maka Firman pasti dibukakan.

      Kegunaan Firman penggembalaan adalah untuk membangun kehidupan rohani kita mulai dari kebenaran, kesucian sampai kesempurnaan (Tabernakel) = Firman penggembalaan disampaikan secara teratur dan berkesinambungan.
      Makanya seorang gembala diberi karunia oleh Tuhan untuk bisa menyampaikan Firman penggembalaan secara tertib, teratur dan berkesinambungan.

      Firman kasih karunia/firman penggembalaan menyucikan kita terus-menerus sampai menuju kesempurnaan.

      Apa yang disucikan?:
      Kisah Para Rasul 20: 33, 35
      20:33 Perak atau emas atau pakaian tidak pernah aku ingini dari siapa pun juga.
      20:35 Dalam segala sesuatu telah kuberikan contoh kepada kamu, bahwa dengan bekerja demikian kita harus membantu orang-orang yang lemah dan harus mengingat perkataan Tuhan Yesus, sebab Ia sendiri telah mengatakan: Adalah
      lebih berbahagia memberi dari pada menerima."

      Kita disucikan dari keinginan:


      1. Keinginan jahat:


        • keinginan akan uang (terikat/melekat pada uang), sehingga tidak bisa melekat pada pokok anggur yang benar.
          Keinginan akan uang membuat kita menjadi kikir (tidak bisa memberi) dan serakah (merampas hak Tuhan dan hak orang lain).

          Kesaksian:
          "Saya bersaksi. Kalau Om Pong suruh saya ke Malang, tidak pernah dikasih ongkos dan tidak boleh ambil kolekte. Begitu juga kalau ke Kalimantan, tidak pernah dikasih ongkos dan hotel. Sampai beberapa kali disuruh, Om Pong bingung dan bertanya, "Kamu ikut kemana-mana, darimana uangnya?" Belum sempat saya jawab, Om Pong sudah tahu, "Dari iman ya?" Saya jawab, "Ya, dari iman, Om". Baru Om Pong kasih saya uang."


        • Mau mendengar ajaran-ajaran lain.
          Kalau ajarannya beda, hati-hati! Sebab Hawa hanya satu kali mendengar suara ular, maka yang benar yang dibuang.


      2. Keinginan najis: Dosa makan minum (merokok, mabuk, narkoba) dan dosa kawin-mengawinkan (dosa seks dengan berbagai ragamnya sampai nikah yang salah).


      Ini harus diperbaiki dulu, kalau nikah kita salah, kita tidak bisa melayani Tuhan. Semua ada jalannya dari Firman Tuhan.

      Kesaksian:
      "Saat Opa Totaijs terakhir ke Indonesia, beliau menghadapi pertanyaan-pertanyaan dari hamba Tuhan yang dulu sudah bercerai, sekarang kawin lagi. Dia bertanya bagaimana karena sekarang kena Firman. Masih ada jalannya untuk diperbaiki. Perbaiki nikah, baru melayani."


    Hasilnya:
    lebih bahagia memberi daripada menerima.
    Kalau sudah lebih bahagia memberi daripada menerima (menjadi tawanan Roh), maka daging tidak bersuara lagi dan kita bisa menyerahkan seluruh kehidupan kita pada Tuhan, mengasihi Tuhan lebih dari semua, taat dengar-dengaran pada Tuhan apapun resikonya, seperti Rasul Yohanes bersandar di dada Tuhan = dalam pelukan tangan kasih Tuhan (hubungan mempelai).
    Mempelai wanita harus menyerahkan seluruh hidupnya kepada Mempelai Pria.

    Lewat perjamuan suci, Dia sebagai Mempelai Pria sudah memberi semua untuk kita. Kita juga harus memberi seluruh hidup kita pada Tuhan. Kalau masih ada ikatan, lewat perjamuan suci, ayo terobos semua sampai kita bersandar di dada Tuhan.

    Yohanes 13: 23
    13:23 Seorang di antara murid Yesus, yaitu murid yang dikasihi-Nya, bersandar dekat kepada-Nya, di sebelah kanan-Nya.

    Yohanes 21: 20-22
    21:20 Ketika Petrus berpaling, ia melihat bahwa murid yang dikasihi Yesus sedang mengikuti mereka, yaitu murid yang pada waktu mereka sedang makan bersama duduk dekat Yesus dan yang berkata: "Tuhan, siapakah dia yang akan menyerahkan Engkau?"
    21:21 Ketika Petrus melihat murid itu, ia berkata kepada Yesus: "Tuhan, apakah yang akan terjadi dengan dia ini?"
    21:22 Jawab Yesus: "
    Jikalau Aku menghendaki, supaya ia tinggal hidup sampai Aku datang, itu bukan urusanmu. Tetapi engkau: ikutlah Aku."

    Sekarang, apa yang Tuhan minta dari kita, berikan (misal: memberi waktu, tenaga, uang, pikiran dan lain-lain).
    Lewat perjamuan suci, kalau masih ada halangan, ingat bagaimana saat Dia berkorban, maka kita bisa menerobos halangan.

    Hidup dan mati kita ada di tangan Tuhan, artinya:


    • Tuhan yang menentukan mati hidup kita.
    • Tuhan yang menentukan pemeliharaan atas hidup kita.
    • Tuhan yang menentukan masa depan kita.
    • Tuhan yang menentukan nikah rumah tangga kita.
    • Tuhan yang menentukan pelayanan kita.

      Kesaksian:
      "Saya pernah melayani ke gunung. Bukan di kaki gunung, tetapi agak di tengah gunung. Semua sudah mau balik, tetapi ada gereja di situ. Saya tunggu, ternyata banyak yang datang. Kalau Tuhan yang menentukan pelayanan kita, maka ada saja."


    • Tuhan yang menentukan penyelesaian masalah kita.
    • Tuhan yang menentukan kesempurnaan hidup kita.
      Jangan putus asa, mungkin masih banyak cacat cela kita, tetapi kemurahan Tuhan yang menolong kita.


    Kalau kita bersandar di dada Tuhan, apa yang tidak pernah kita pikirkan, tidak pernah kita lihat, dan tidak pernah kita dengar akan Dia memberikan kepada kita yang mengasihi Dia baik secara jasmani, terlebih yang rohani (kesempurnaan). Tidak bisa kita bayangkan bagaimana nanti saat di awan-awan, suara bagaikan desau air bah.

    Kesaksian:
    Saya ingat waktu di India dengan Om Pong. Ada kira-kira tiga ratus penginjil, Om Pong mengajak menyembah dengan "Haleluya". Hati saya dan ruangan itu serasa bergemuruh. Dahsyat sekali. Saya ingat, "Tuhan, kalau nanti di awan-awan biar suaraku tetap ada di sana", saya tidak bisa membayangkan bagaimana nanti kalau di awan-awan. Tadinya penginjil-penginjil di India itu dari agama lain, tetapi bisa percaya Yesus. Sungguh luar biasa."

    1 Korintus 2: 9
    2:9 Tetapi seperti ada tertulis: "Apa yang tidak pernah dilihat oleh mata, dan tidak pernah didengar oleh telinga, dan yang tidak pernah timbul di dalam hati manusia: semua yang disediakan Allah untuk mereka yang mengasihi Dia."

    Kesaksian:
    "Mau buka gereja di sini, saya tidak ada pikiran. Saya cari sewa ruang kelas kecil saja, karena hanya untuk melayani tiga keluarga saja. Tetapi ada yang menawari saya di Jl. WR Supratman, ada AC-nya, saya cuma ketawa, dan berkata 'tanyakan dulu sewanya'. Tetapi Tuhan bisa buka jalan, yang jasmani bisa terlebih yang rohani."

    Kalau ada hati yang belum percaya, lihat perjamuan suci, rasakan kasih-Nya yang tidak pernah berubah dan tidak pernah menipu kita.

Tuhan memberkati.

kembali ke halaman sebelumnya
IBADAH RUTIN DI MALANG

Minggu jam 06:45 (Ibadah Raya)
Minggu jam 10:15 (Ibadah Sekolah Minggu)
Selasa jam 17:15 (Ibadah Pendalaman Alkitab)
Rabu jam 07:30 (Ibadah Kaum Wanita)
Kamis jam 17:15 (Ibadah Doa Penyembahan)
Sabtu jam 17:15 (Ibadah Kaum Muda Remaja)

IBADAH RUTIN DI MEDAN
Royal Room Hotel Danau Toba Internasional
Jl. Imam Bonjol Medan

Minggu, jam 19:00 (Ibadah Raya)
Senin, jam 09:00 (Ibadah Pendalaman Alkitab)
Senin, jam 17:30 (Ibadah Pendalaman Alkitab)

IBADAH RUTIN DI SURABAYA

Minggu jam 09:30 (Ibadah Sekolah Minggu)
Minggu jam 10:55 (Ibadah Raya)
Rabu jam 17:30 (Ibadah Pendalaman Alkitab)
Jumat jam 17:30 (Ibadah Doa Penyembahan)


IBADAH RUTIN DI JAKARTA
Jl. Patra Kuningan XIV no.4
Jakarta Selatan
Sabtu, jam 09:00 (Ibadah Pendalaman Alkitab)

IBADAH KUNJUNGAN
  • 18-20 Juni 2019
    (Ibadah Kunjungan di Bagan Batu)

  • 02-04 Juli 2019
    (Ibadah Kunjungan di Tana Toraja)

  • 23-24 Juli 2019
    (Ibadah Kunjungan di Nias)

  • 05-10 Agustus 2019
    (Ibadah Kunjungan di India)

  • 22-24 Agustus 2019
    (Ibadah Kunjungan di Medan)

  • 10-12 September 2019
    (Ibadah Persekutuan di Malang)

  • 24-25 September 2019
    (Ibadah Kunjungan di Sorong)

  • 13-17 April 2020
    (Ibadah Kunjungan di Korea Selatan)

All Right Reserved Gereja Pantekosta Tabernakel "KRISTUS KASIH"
Jln. Simpang Borobudur 27 Malang | Telp: (0341) 496949 | Fax: (0341) 476751 » Lihat Peta Gereja Kami di Malang
Jln. WR Supratman 4 Surabaya | Telp. 08123300378 » Lihat Peta Gereja Kami di Surabaya
hubungi kami | email: info@gptkk.org | sitemap | top