English Language | Form Penggembalaan
kebaktian umum surabaya
KEBAKTIAN LAINNYA
Transkrip lengkap lainnya

Umum Surabaya (Minggu Sore, 11 Mei 2014)
Tayang: 08 November 2015
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu, 09 September 2007)
Tayang: 21 Desember 2008
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 06 Juli 2014)
Tayang: 22 Mei 2016
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 17 Agustus 2014)
Tayang: 05 November 2016
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu, 22 April 2007)
Tayang: 22 Desember 2007
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 08 September 2013)
Tayang: 22 Oktober 2013
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu, 12 Agustus 2007)
Tayang: 28 September 2008
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 08 Juni 2014)
Tayang: 21 Februari 2016
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu, 20 Mei 2007)
Tayang: 24 Februari 2008
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 22 Juni 2014)
Tayang: 17 April 2016
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 24 Agustus 2014)
Tayang: 17 November 2016
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 27 Oktober 2013)
Tayang: 06 Arpil 2014
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu, 01 April 2007)
Tayang: 12 Oktober 2007
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu, 04 November 2007)
Tayang: 05 Juli 2009
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 30 Juni 2013)
Tayang: 25 Agustus 2013
[baca transkrip] | [download file transkrip]


ALAT TABERNAKEL

Pelataran
Pintu Gerbang
Mezbah Korban Bakaran
Bejana Pembasuhan Dari Tembaga
Pintu Kemah
Pelita Emas
Meja Roti Sajian
Mezbah Dupa Emas
Pintu Tirai
Tabut Perjanjian
Imam-Imam
Imam Besar
Tahbisan Imam-Imam
Ukupan Wangi-wangian
Papan-papan dan Kayu Lintang
Tudung (Tenda) Tabernakel

gambar denah tabernakel

Untuk Koneksi Lambat, silahkan buka http://id.gptkk.org
Transkrip lengkap dari ibadah penggembalaan di Malang dan Surabaya, semuanya di bawakan oleh gembala sidang Pdt. Widjaja Hendra.

Silahkan kontak ke info@gptkk.org apabila bapak/ibu/sdr/sdri ada pertanyaan atau mungkin ingin berlangganan majalah Manna dan silahkan kirim email ke widjaja_h [at] yahoo.com apabila ingin konsultasi pribadi dengan bapak gembala
silahkan ganti tanda [at] dengan @
Kebaktian: Umum Surabaya
Tanggal: Minggu Sore, 16 Februari 2014
Tempat: WR Supratman 4 Sby
Pembicara: Pdt. Widjaja Hendra
Download file: [download file transkrip] - [versi cetak]
Tayang: 01 Februari 2015

Kita masih membaca di dalam kitab Wahyu 1: 13-16, ini tentang empat macam penampilan pribadi YESUS dalam keadaan yang sebenarnya:

  • Penampilan Pribadi YESUS dalam kemuliaan sebagai Imam Besar (ayat 13).
  • Penampilan Pribadi YESUS dalam kemuliaan sebagai Raja segala raja (ayat 14).
  • Penampilan Pribadi YESUS dalam kemuliaan sebagai Hakim yang adil (ayat 15).
  • Penampilan Pribadi YESUS dalam kemuliaan sebagai Mempelai Pria Surga (ayat 16).

Kita masih berada pada bagian yang pertama.
Wahyu 1: 13, Dan di tengah-tengah kaki dian itu ada seorang serupa Anak Manusia, berpakaian jubah yang panjangnya sampai di kaki, dan dadanya berlilitkan ikat pinggang dari emas.

Inilah penampilan Pribadi YESUS sebagai Imam Besar, yang ditandai dengan dua hal:

  1. berpakaian jubah yang panjangnya sampai di kaki’, artinya:


    • pakaian kebenaran dan kebajikan = perbuatan memberi.
    • pakaian pelayanan Imam Besar = pakaian putih yang bermata-mata (pakaian putih yang berjala-jala) = pakaian kesucian dalam urapan Roh Kudus. YESUS sebagai Imam Besar, kita sebagai imam-imam juga harus memiliki jubah yang panjangnya sampai di kaki (pakaian kebenaran dan kebajikan) dan memiliki pakaian putih bermata-mata (pakaian kesucian dalam urapan Roh Kudus).


  2. dadanya berlilitkan ikat pinggang dari emas’. Imam Besar memiliki ikat pingang dari emas, kita sebagai imam-imam juga harus mempunyai ikat pinggang dari emas.

Sekarang ini kita belajar tentang ‘ikat pinggang’. Pengertian ‘ikat pinggang dari emas’ secara rohani adalah:

  1. Yesaya 11: 5, Ia tidak akan menyimpang dari kebenaran dan kesetiaan, seperti ikat pinggang tetap terikat pada pinggang.

    Ayat 5 => ‘Ia’ => Raja Damai Yang akan datang, itulah YESUS.
    Pengertian pertama: kebenaran dan kesetiaan. Setiap imam (pelayan TUHAN, hamba TUHAN) harus hidup benar dan setia. Kebenaran artinya hidup menurut Firman ALLAH (Firman pengajaran yang benar = alkitab). Kalau alkitab mengatakan A, kita harus melakukan A (jangan ditambah atau dikurangi). Kesetiaan artinya hidup dalam urapan Roh Kudus. Salah satu buah-buah Roh Kudus adalah kesetiaan.

    Lukas 17: 7, 8,
    7. "Siapa di antara kamu yang mempunyai seorang hamba yang membajak atau menggembalakan ternak baginya, akan berkata kepada hamba itu, setelah ia pulang dari ladang: Mari segera makan!
    8. Bukankah sebaliknya ia akan berkata kepada hamba itu: Sediakanlah makananku. Ikatlah pinggangmu dan layanilah aku sampai selesai aku makan dan minum. Dan sesudah itu engkau boleh makan dan minum.

    Ay 7 => ‘seorang hamba yang membajak atau menggembalakan’ => di ladang penggembalaan.
    Ay 8 => ‘Ikatlah pinggangmu’ => kebenaran dan kesetiaan.

    Hamba yang pulang dari membajak dan menggembalakan tidak langsung diberikan makan dan minum, tetapi dia harus mengikat pinggangnya (melayani dalam kebenaran dan kesetiaan) untuk memberi makan minum Tuannya, setelah itu baru dia boleh makan minum. Dari mana mendapatkan ikat pinggang (hidup dalam kebenaran dan kesetiaan)? jawabannya adalah dari penggembalaan.

    Jadi, supaya kita dapat memiliki ikat pinggang kebenaran dan kesetiaan, maka kita harus menjadi kehidupan yang tergembala, yaitu:


    • kita tergembala kepada Firman pengajaran yang benar (pribadi YESUS), seperti carang melekat pada pokok anggur yang benar.
    • tekun dalam kandang penggembalaan (ruangan suci) = ketekunan dalam 3 macam ibadah pokok:


      • Pelita emas: ketekunan dalam ibadah raya (biasanya hari Minggu ). Ini persekutuan dengan ALLAH Roh Kudus di dalam karunia-karunia Nya.
      • Meja roti sajian: ketekunan dalam ibadah pendalaman alkitab dan perjamuan suci. Ini persekutuan dengan Anak ALLAH didalam Firman pengajaran dan Kurban Kristus.


      • Medzbah dupa emas: ketekunan dalam ibadah doa penyembahan. Ini persekutuan dengan ALLAH Bapa di dalam kasih-Nya.


    Lewat penggembalaan ini, tubuh, jiwa, roh kita melekat kepada ALLAH Tri-tunggal, sehingga setan tidak memiliki tempat (tidak memiliki kesempatan) untuk menjamah sehingga kita benar-benar aman. Jika tergembala, hasilnya adalah kita dapat hidup benar dan setia = memiliki ikat pinggang kebenaran dan kesetiaan = melayani TUHAN dalam kebenaran dan kesetiaan. Setan itu tidak benar dan tidak setia. Jika sudah dijamah oleh setan, kita tidak mungkin dapat hidup benar dan setia (baik dalam pelayanan, nikah dsb). Semoga kita dapat mengerti.

    Jika kita memiliki ikat pinggang kebenaran dan kesetiaan, hasilnya adalah:


    • bisa memberi makan minum TUHAN, artinya kita dapat melayani TUHAN sampai memuaskan hati TUHAN (‘Ikatlah pinggangmu dan layanilah aku sampai selesai aku makan dan minum’), sehingga kita boleh makan minum (‘Dan sesudah itu engkau boleh makan dan minum’).

      Kita boleh makan minum artinya


      • TUHAN memuaskan kehidupan kita (dapat makan minum berarti tidak lapar dan tidak haus),
      • TUHAN memberikan kebahagiaan surga kepada kita. Kebahagiaan surga itu tidak dapat dipengaruhi oleh apapun di dunia ini, baik kaya, miskin, sehat, sakit, pandai, bodoh akan tetap bahagia.


      • urusan makan minum (secara jasmani) merupakan urusan-Nya TUHAN. Mari, kita perbaiki pelayanan kita dihari-hari ini. Banyak kami sebagai hamba TUHAN, pelayan TUHAN yang salah, urusan-Nya TUHAN malah mau kita urus, inilah kehidupan yang merasa hebat dan sombong. Misalnya: hamba TUHAN sepenuh meninggalkan pelayanan untuk mencari yang jasmani, alasannya nanti anak-anak tidak dapat makan dsbnya => ini salah! Urusan kita adalah melayani TUHAN sampai memuaskan TUHAN. Demikian juga kita yang bekerja, jangan sampai pekerjaan kita menghambat ibadah pelayanan kepada TUHAN. Kita berdoa kpada TUHAN, serahkanlah semuanya kepada TUHAN. Semoga kita dapat mengerti.


    • Wahyu 19: 11, Lalu aku melihat sorga terbuka: sesungguhnya, ada seekor kuda putih; dan Ia yang menungganginya bernama: "Yang Setia dan Yang Benar", Ia menghakimi dan berperang dengan adil.

      Ay 11? ‘ada seekor kuda putih’ => kegerakan kuda putih.
      Ia yang menungganginya bernama: "Yang Setia dan Yang Benar" => kalau kita setia dan benar, maka boleh menunggangi kuda putih, artinya kita dipakai dalam kegerakan kuda putih.
      Hasilnya: kita dipakai dalam kegerakan kuda putih = kegerakan Roh Kudus hujan akhir = kita dipakai di dalam kegerakan pembangunan Tubuh Kristus yang sempurna = menjadi Mempelai Wanita TUHAN yang siap untuk menyambut kedatangan YESUS ke dua kali di awan-awan), sehingga kita bebas dari pembangunan tubuh Babel/mempelai wanita setan/pelacur besar (kesempurnaan dalam kejahatan dan kenajisan yang akan dibinasakan untuk selamanya).

      Di dunia ini secara jasmani hanya ada dua yaitu siang dan malam, demikian juga secara rohani juga ada dua yaitu menjadi Mempelai Wanita Surga atau mempelai wanita setan. Kalau kita tidak dipakai dalam kegerakan Roh Kudus hujan akhir (tidak aktif), maka kita akan dipakai dalam pembangunan Babel. Itu sebabnya sekarang ini, biarlah kita benar dan setia, sehingga dipakai untuk menunggangi kuda putih. Semoga kita bisa mengerti.

      Ini selalu ditekankan bahwa pembangunan Tubuh Kristus dimulai dari:


      • dalam nikah rumah tangga. Mari dalam nikah rumah tangga, kita melayani dengan benar dan setia,
      • dalam penggembalaan (di gereja). Sebagai gembala, zangkoor, pemain musik, penerima tamu, kolekte, semuanya harus melayani dengan benar dan setia.


      • antar penggembalaan (ibadah kunjungan). Kami baru dari tana Toraja dan TUHAN sudah menolong semuanya. Kita tidak boleh egois. Jika dalam penggembalaan sudah diberkati atau dalam kelimpahan, maka harus dibawa keluar. Dalam antar penggembalaan (antar gereja), kita juga harus melayani dengan benar dan setia.


      • Sampai pembangunan tubuh yang sempurna = bangsa Israel dan bangsa kafir menjadi satu tubuh yang sempurna dan TUHAN YESUS segera datang kembali ke dua kali.


      Mari sungguh-sungguh melayani, dalam nikah, penggembalaan, antar penggembalaan harus dilayani dengan baik. Mungkin kita semua tidak dapat ikut secara langsung, tetapi apa yang digerakkan oleh TUHAN harus kita layani dengan benar dan setia (berdoa dsb).


    • Wahyu 12: 14, Kepada perempuan itu diberikan kedua sayap dari burung nasar yang besar, supaya ia terbang ke tempatnya di padang gurun, di mana ia dipelihara jauh dari tempat ular itu selama satu masa dan dua masa dan setengah masa.

      Ay 14 => ‘selama satu masa dan dua masa dan setengah masa’ => satu tahun + dua tahun + setengah tahun = tiga setengah tahun. Inilah zaman antikrist yang akan berkuasa.
      Kebenaran itu Firman (melayani sesuai dengan Firman pengajaran yang benar) dan kesetiaan itu Roh Kudus (melayani dalam urapan Roh Kudus). Inilah yang akan menjadi dua sayap burung nasar yang besar.

      Hasilnya: kebenaran dan kesetiaan akan menjadi dua sayap burung nasar yang besar, yang menyingkirkan kita ke padang belantara jauh dari mata antikrist. Kita akan dipelihara dan dilindungi secara langsung oleh TUHAN selama tiga setengah tahun lewat Firman pengajaran yang benar dan perjamuan suci. Dulu, bangsa Israel dipelihara oleh TUHAN selama empat puluh tahun dengan manna. Jadi, ibadah pendalaman alkitab (ibadah PA) setiap hari Senin merupakan latihan menyingkir ke padang belantara (pertumbuhan dua sayap burung nasar). Mari kita ikuti ibadah pendalaman alkitab, saudara yang sudah rajin ikut ibadah raya hari Minggu, mulailah maju satu langkah lagi.

      Ibadah raya itu lambangnya pelita emas, kalau lampunya sudah stabil menyala terus, maka akan kelihatan alat-alat ruangan suci yang lainnya. Pelita emas merupakan satu-satunya penerangan dalam ruangan suci, jika lampunya sudah stabil, maka akan didorong untuk masuk dalam ibadah pendalaman alkitab dan ibadah doa penyembahan.
      Kita tidak akan rugi untuk mengikuti ibadah pendalaman alkitab, sebab ini latihan menyingkir ke padang belantara. Maaf, baru-baru ini ada kejadian gunung Kelud meletus, inikan sudah dilatih untuk menyingkir. Yang sudah latihan saja masih dapat salah, bagaimana yang tidak latihan? Latihan ini ada simulasi-simulasinya, seperti harus memakai sesuatu, lari-lari kesana kemari. Yang sudah masuk ibadah pendalaman alkitab, mari tekuni supaya tidak salah, latihan terus sampai benar-benar mantap. Nanti akan terjadi eksodus (penyingkiran) besar-besaran dari bumi ini menuju padang belantara dan kita bersama dengan TUHAN selama tiga setengah tahun. Inilah kebaktian kebangunan rohani secara besar-besaran tanpa panita.

      Syarat untuk menjadi seorang imam adalah harus memakai ikat pinggang (kebenaran dan kesetiaan). Imam Besar memakai ikat pinggang, imam-imam juga harus memakai ikat pinggang. Supaya tidak melayani Babel, mari sungguh-sungguh melayani TUHAN, sekalipun pelayanan kita tidak kelihatan (tim doa dsbnya).


  2. Mazmur 18: 40, Engkau telah mengikat pinggangku dengan keperkasaan untuk berperang; Engkau tundukkan ke bawah kuasaku orang yang bangkit melawan aku.

    Ay 40 => ‘keperkasaan untuk berperang’ => kekuatan untuk berperang.
    Engkau tundukkan ke bawah kuasaku orang yang bangkit melawan aku’ => kekuatan untuk mengalahkan musuh.

    Pengertian kedua: keperkasaan atau kekuatan untuk mengalahkan musuh. Kekuatan kita (mulai dari kaum muda) adalah Firman.

    1 Yohanes 2: 14, Aku menulis kepada kamu, hai anak-anak, karena kamu mengenal Bapa. Aku menulis kepada kamu, hai bapa-bapa, karena kamu mengenal Dia, yang ada dari mulanya. Aku menulis kepada kamu, hai orang-orang muda, karena kamu kuat dan firman Allah diam di dalam kamu dan kamu telah mengalahkan yang jahat.

    Kaum muda ini gambaran kehidupan yang kuat, dagingnya juga kuat untuk berbuat dosa (berbuat jahat dan najis), oleh sebab itu kita semuanya harus mempunyai kekuatan dari Firman. Jadi, ikat pinggang kekuatan/keperkasaan adalah Firman pengajaran yang benar.

    Kegunaan ikat pinggang kekuatan (Firman pengajaran yang benar) adalah


    • untuk mengalahkan musuh atau setan dengan roh jahat dan najis, yang mendorong semua manusia dari kecil, remaja muda, tua (segala lapisan umur) dan segala lapisan masyarakat (pandai, bodoh dsb) untuk berbuat jahat dan najis. Jika setan dengan roh jahat dan najis dikalahkan, maka kita dapat hidup dalam kesucian (mengalami pekerjaan Firman penyucian).

      Roh jahat adalah keinginan akan uang (terikat akan uang), yang dapat membuat:


      • kikir = tidak dapat memberi.
      • serakah = merampas hak orang lain, terutama merampas hak TUHAN itulah (persepuluhan dan persembahan khusus).


      Roh najis ini mengarah kepada dosa:


      • dosa makan minum = merokok, mabuk, narkoba.
      • dosa kawin mengawinkan = dosa percabulan dengan berbagai ragamnya, sampai nikah yang salah (nikah yang hancur).


      Jika kita memiliki ikat pinggang keperkasaan/kekuatan (Firman pengajaran yang benar), maka kita akan disucikan dari dosa kejahatan dan kenajisan, sehingga kita hidup dalam kesucian.
      Sekarang ini biarlah kita hidup dalam kesucian. Jadi syarat menjadi seorang imam adalah hidup suci. Imam adalah seorang yang suci (hidup dalam kesucian), bukan seorang yang pandai, bodoh, kaya, miskin dsbnya. Jangan diagung-agungkan kalau ada pelayan yang pandai, memang boleh pandai, tetapi kalau tidak suci, tidak akan ada artinya. Sekalipun dibilang dia pelayan yang bodoh, tetapi hidupnya suci, itulah yang berguna bagi TUHAN. YESUS sebagai Kepala itu suci. Jadi tubuh (yang melayani) harus suci. Terserah TUHAN mau memakai yang mana? ada yang pandai, bodoh, kaya, miskin dipakai oleh TUHAN (dipakai sesuai dengan kehendak TUHAN), tetapi semuanya harus dalam kesucian. Semoga kita dapat mengerti.

      Jika kita melayani tanpa kesucian itu bukan membangun Tubuh Kristus, tetapi merusak Tubuh Kristus. Semoga kita dapat mengerti.


    • untuk mengalahkan musuh atau setan dengan pencobaan-pencobaan/ masalah-masalah dalam segala bidang, sampai yang mustahil.
      1 Korintus 10: 13, Pencobaan-pencobaan yang kamu alami ialah pencobaan-pencobaan biasa, yang tidak melebihi kekuatan manusia. Sebab Allah setia dan karena itu Ia tidak akan membiarkan kamu dicobai melampaui kekuatanmu. Pada waktu kamu dicobai Ia akan memberikan kepadamu jalan ke luar, sehingga kamu dapat menanggungnya

      Ay 13 => ‘Pada waktu kamu dicobai Ia akan memberikan kepadamu jalan ke luar’ => kita diberikan kekuatan dan jalan keluar.
      Pencobaan-pencobaan yang kamu alami ialah pencobaan-pencobaan biasa, yang tidak melebihi kekuatan manusia’ => tetapi banyak orang yang bunuh diri (orang pandai, orang kaya bunuh diri dsb). Ini bukan berarti pencobaan yang dialami melebihi kekuatan manusia sehingga kita tidak kuat, bukan! Ayat ini tidak salah.

      Pencobaan yang kita alami tidak melebihi kekuatan manusia biasa artinya


      • saat kita mengalami pencobaan, TUHAN sudah memberikan kekuatan terlebih dahulu kepada kita. ‘Sebab Allah setia dan karena itu Ia tidak akan membiarkan kamu dicobai melampaui kekuatanmu’ = lewat Firman pengajaran yang benar, TUHAN memberikan kekuatan ekstra kepada kita dalam menghadapi pencobaan, masalah yang mustahil, sehingga kita tidak pernah kecewa, bersungut-sungut, putus asa, tetapi kita selalu mengucap syukur dan menyerah sepenuh kepada TUHAN.Inilah maksudnya, pencobaan yang kita alami tidak melebihi kekuatan manusia biasa. Jadi, keuntungan kita adalah memiliki kekuatan Firman. Kekuatan Firman ini melebihi kekuatan manusia dan tidak bisa dikalahkan.


      • Firman pengajaran yang benar, yang dipraktikkan adalah jalan keluar dari segala masalah, sampai masalah yang mustahil. Kalau Firman-Nya mustahil, kerjakan saja, sebab itulah yang menghapus kemustahilan. Misalnya: Saat Lazarus sudah mati selama empat hari, TUHAN berkata => ‘angkatlah batu itu’ Dijawab => ‘jangan TUHAN’, Inilah kalau menggunakan logika, kalau ditanyakan kepada orang (Profesor) berapapun memang benar => ‘kalau batunya diangkat mungkin virusnya keluar, bahkan bau dsbnya’. Tetapi kalau tidak sesuai Firman, itu merupakan jalan buntu, hancur, menjadi busuk. Sekarang banyak kali bukan Firman TUHAN yang disampaikan, tetapi logika yang diputar balikkan. Kalau kita menuruti Firman, sekalipun tidak sesuai dengan logika, maka TUHAN yang akan bekerja. Jika Firman pengajaran dipraktikkan, maka TUHANlah yang bekerja untuk memberikan jalan keluar dari segala masalah dan menyelesaikan semua masalah. Semoga kita dapat mengerti.


      Kita tidak perlu bingung dan menggunakan logika => ‘nanti begini? dsb’, akhirnya malah kacau. Kalau kita mengambil jalan diluar Firman, kelihatannya ada jalan keluar, tetapi sebenarnya itu jalan buntu dan menuju kebinasaan. Misalnya: kita tidak memiliki uang sehingga melakukan korupsi. Ini kelihatannya ada jalan keluar, bisa membayar spp anak-anak dsbnya, tetapi ini merupakan jalan buntu dan kebinasaan. Semoga kita dapat mengerti.

      Biarlah kita memiliki ikat pinggang keperkasaan (Firman pengajaran yang benar). Kalau di alkitab/Firman pengajaran yang benar = roti yang tidak beragi.
      Firman pengajaran yang benar jangan dicampur pengetahuan, logika, lawakan, sebab Firman itulah yang dapat memberikan kekuatan ekstra kepada kita, sehingga kita menjadi kuat ketika menghadapi pencobaan.

      Saat-saat kita mengadapi masalah, pencobaan dll, adalah saat yang paling tepat untuk banyak mendengar dan dengar-dengaran (dipraktikkan) kepada Firman pengajaran yang benar. Jangan mencari kesana-kemari! Datang saja beribadah, untuk mendengarkan Firman, nanti secara tidak sadar => ‘kok bisa ya’, inilah ada jalan keluar dari segala masalah. Semoga kita dapat mengerti.


  3. Keluaran 28: 8, Sabuk pengikat yang ada pada baju efod itu haruslah sama buatannya dan seiras dengan baju efod itu, yakni dari emas, kain ungu tua, kain ungu muda, kain kirmizi dan lenan halus yang dipintal benangnya.

    Tadi, imam besar memakai jubah dan memakai ikat pinggang, tujuannya adalah supaya rapi (merapikan).
    Pengertian ketiga: untuk merapikan jubah dari imam-imam = membereskan apa yang tidak beres. Jubah ini dapat berarti pelayanan atau kehidupan dari imam-imam.

    Banyak kali yang belum beres adalah


    • Jala. Jala ini harus dibereskan.
      Markus 1: 19, Dan setelah Yesus meneruskan perjalanan-Nya sedikit lagi, dilihat-Nya Yakobus, anak Zebedeus, dan Yohanes, saudaranya, sedang membereskan jala di dalam perahu.

      Jala’, menunjuk:


      • pelayanan (mungkin pelayanan dalam nikah belum beres). Jadi ibadah pelayanan kita akan dibereskan.
      • pekerjaan (profesi). Jadi pekerjaan, study, keuangan akan dibereskan.


    • Tempat tidur juga harus dibereskan.
      Kisah Para Rasul 9: 32 34,
      32. Pada waktu itu Petrus berjalan keliling, mengadakan kunjungan ke mana-mana. Dalam perjalanan itu ia singgah juga kepada orang-orang kudus yang di Lida.
      33. Di situ didapatinya seorang bernama Eneas, yang telah delapan tahun terbaring di tempat tidur karena lumpuh.
      34. Kata Petrus kepadanya: "Eneas, Yesus Kristus menyembuhkan engkau; bangunlah dan bereskanlah tempat tidurmu!" Seketika itu juga bangunlah orang itu.

      Ay 32,33 => kunjungan-kunjungan ini penting, sebab bukan hanya membereskan orang yang dikunjungi saja, tetapi juga membereskan apa yang lumpuh (termasuk juga kita).

      Kelumpuhan di tempat tidur harus dibereskan. Kelumpuhan di tempat tidur menunjuk: dosa percabulan dan nikah yang salah (nikah dan buah nikah yang hancur). Ini semuanya harus diselesaikan. ‘Eneas’= ‘yang terpuji’. Ini yang selalu saya ingat => hamba TUHAN, pejabat dsb, tetapi justru tempat tidurnya dihantam oleh setan. Biarlah sekarang ini semuanya dirapikan dan dibereskan oleh TUHAN. Jika sudah dirapikan dan dibereskan, semuanya indah pada waktu-Nya.


    Pengkhotbah 3: 11, Ia membuat segala sesuatu indah pada waktunya, bahkan Ia memberikan kekekalan dalam hati mereka. Tetapi manusia tidak dapat menyelami pekerjaan yang dilakukan Allah dari awal sampai akhir.

    Mari, pelan-pelan kita memakai ikat pinggang kebenaran dan kesetiaan, ikat pinggang Firman pengajaran, nanti semuanya menjadi rapi dan beres, sampai semuanya indah pada waktu-Nya.

Di samping kita bekerja, perhatikanlah kandang penggembalaan supaya kita mempunyai kebenaran dan kesetiaan. Perhatikanlah Firman pengajaran yang benar dan praktikkan Firman pengajaran, maka semuanya akan rapi, beres dan indah pada waktu-Nya. Jika TUHAN YESUS datang kembali ke dua kali kita akan menjadi sempurna seperti Dia.

Inilah tentang ikat pinggang. Imam Besar memiliki ikat pinggang dan imam-imam juga harus memiliki ikat pinggang. Biarlah sekarang ini semuanya dirapikan oleh TUHAN, semuanya ditolong oleh TUHAN, bahkan nanti sampai yang terindah yaitu kita menjadi Mempelai Wanita TUHAN. Dan jika TUHAN YESUS datang kembali ke dua kali, kita akan diubahkan menjadi sama mulia dengan Dia dan kita terangkat bersama dengan Dia di awan-awan yang permai.

TUHAN memberkati kita semuanya.

kembali ke halaman sebelumnya
IBADAH RUTIN DI MALANG

Minggu jam 06:50 (Ibadah Raya)
Minggu jam 10:15 (Ibadah Sekolah Minggu)
Selasa jam 17:15 (Ibadah Pendalaman Alkitab)
Rabu jam 07:30 (Ibadah Kaum Wanita)
Kamis jam 17:15 (Ibadah Doa Penyembahan)
Sabtu jam 17:15 (Ibadah Kaum Muda Remaja)

IBADAH RUTIN DI MEDAN
Royal Room Hotel Danau Toba Internasional
Jl. Imam Bonjol Medan

Minggu, jam 19:00 (Ibadah Raya)
Senin, jam 08:00 (Ibadah Pendalaman Alkitab)
Senin, jam 17:30 (Ibadah Pendalaman Alkitab)

IBADAH RUTIN DI SURABAYA

Minggu jam 09:30 (Ibadah Sekolah Minggu)
Minggu jam 10:45 (Ibadah Raya)
Rabu jam 17:30 (Ibadah Pendalaman Alkitab)
Jumat jam 17:30 (Ibadah Doa Penyembahan)


IBADAH RUTIN DI JAKARTA
Jl. Patra Kuningan XIV no.4
Jakarta Selatan
Sabtu, jam 09:00 (Ibadah Pendalaman Alkitab)

IBADAH KUNJUNGAN
  • 28-29 Juni 2018
    (Ibadah Kunjungan dI Semarang)

  • 17-19 Juli 2018
    (Ibadah Kunjungan dI Tentena, Poso)

  • September 2018
    (Ibadah Persekutuan di Malang)

All Right Reserved Gereja Pantekosta Tabernakel "KRISTUS KASIH"
Jln. Simpang Borobudur 27 Malang | Telp: (0341) 496949 | Fax: (0341) 476751 » Lihat Peta Gereja Kami di Malang
Jln. WR Supratman 4 Surabaya | Telp. 08123300378 » Lihat Peta Gereja Kami di Surabaya
hubungi kami | email: info@gptkk.org | sitemap | top