English Language | Form Penggembalaan
RINGKASAN KOTBAH IBADAH RUTIN DAN IBADAH KUNJUNGAN
RINGKASAN LAINNYA

Ibadah Kaum Muda Remaja, 04 Juni 2011 (Sabtu Sore)
Markus 16 dalam susunan Tabernakel terkena pada Shekinah Glory atau sinar kemuliaan.

Perjanjian...

Ibadah Kaum Muda Remaja, 26 Maret 2011 (Sabtu Sore)
Tujuh hal yang kena mengena dengan sengsara Yesus di kayu salib.

ad. 6. Sengsara...

Ibadah Raya Malang, 06 September 2009 (Minggu Pagi)
Matius 24:32-35.
NUBUAT TENTANG POHON ARA/ISRAEL
Disini pohon ara rantingnya mulai melembut dan bertunas, serta berbuah. Ini dikaitkan...

Ibadah Pendalaman Alkitab Surabaya, 18 Maret 2013 (Senin Sore)
Pembicara: Pdt. Mikha Sandatoding
Selamat sore dan salam sejahtera. Biarlah damai sejahtera bahagia Tuhan menyertai kita sekalian.

Matius 10: 34-42
10:34. "Jangan kamu...

Ibadah Pendalaman Alkitab Malang, 03 Maret 2016 (Kamis Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Wahyu 3:21-22
3:21 Barangsiapa menang, ia akan Kududukkan bersama-sama...

Ibadah Pendalaman Alkitab Malang, 03 Juni 2010 (Kamis Sore)
Matius 25:1,13
25:1. "Pada waktu itu hal Kerajaan Sorga seumpama sepuluh gadis,...

Ibadah Doa Malang, 20 Mei 2014 (Selasa Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Wahyu 1:15
1:15 Dan kaki-Nya mengkilap bagaikan...

Ibadah Pendalaman Alkitab Surabaya, 18 November 2013 (Senin Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayangnya Tuhan kita Yesus Kristus. Selamat malam, selamat mendengarkan Firman Tuhan. Biarlah damai...

Ibadah Doa Surabaya, 10 Desember 2008 (Rabu Sore)
Pembicara: Pdp. Yakub

1 Tesalonika 5: 18
Mengapa kita harus bersyukur?Roma 6: 17-18 ->...

Ibadah Kaum Muda Remaja Malang, 01 Juni 2013 (Sabtu Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Lukas 4:16-30 berjudul "Yesus ditolak di Nazaret".
Mengapa...

Ibadah Pendalaman Alkitab Malang, 31 Oktober 2013 (Kamis Sore)
Siaran langsung dari Medan.

Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Wahyu 1:1-3 tentang judul atau kata...

Ibadah Raya Surabaya, 09 Oktober 2016 (Minggu Siang)
Salam sejahtera dalam kasih sayangnya TUHAN kita Yesus Kristus. Selamat siang, selamat mendengarkan firman TUHAN. Biarlah bahagia...

Ibadah Doa Malam Session I Malang, 12 April 2011 (Selasa Malam)
Keluaran 13 sampai Keluaran 15:1-21 menunjuk tentang KOLAM PEMBASUHAN/...

Ibadah Kunjungan Batam I, 28 Agustus 2013 (Rabu Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Matius 5:13
5:13 ôKamu adalah garam dunia....

Ibadah Raya Surabaya, 17 Januari 2010 (Minggu Sore)
Matius 24: 45-51
= tentang berjaga-jaga supaya tidak masuk penghukuman bersama dunia. Kalau dihukum, apa...


TRANSKRIP LENGKAP

Umum Surabaya (Minggu Sore, 12 Oktober 2014)
Tayang: 24 Oktober 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 08 Oktober 2014)
Tayang: 18 September 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 06 Oktober 2014)
Tayang: 05 September 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 05 Oktober 2014)
Tayang: 05 September 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 01 Oktober 2014)
Tayang: 05 September 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 29 September 2014)
Tayang: 24 Juni 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 21 September 2014)
Tayang: 19 Mei 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 17 September 2014)
Tayang: 29 April 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 15 September 2014)
Tayang: 29 April 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 14 September 2014)
Tayang: 24 Maret 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 07 September 2014)
Tayang: 06 Maret 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 03 September 2014)
Tayang: 16 Februari 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 01 September 2014)
Tayang: 16 Februari 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 31 Agustus 2014)
Tayang: 04 Februari 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 25 Agustus 2014)
Tayang: 13 Desember 2016
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 24 Agustus 2014)
Tayang: 17 November 2016
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 17 Agustus 2014)
Tayang: 05 November 2016
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 11 Agustus 2014)
Tayang: 13 Oktober 2016
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 10 Agustus 2014)
Tayang: 24 September 2016
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 06 Agustus 2014)
Tayang: 20 September 2016
[baca transkrip] | [download file transkrip]



Untuk Koneksi Lambat, silahkan buka http://id.gptkk.org
Transkrip lengkap dari ibadah penggembalaan di Malang dan Surabaya, semuanya di bawakan oleh gembala sidang Pdt. Widjaja Hendra.

Silahkan kontak ke info@gptkk.org apabila bapak/ibu/sdr/sdri ada pertanyaan atau mungkin ingin berlangganan majalah Manna dan silahkan kirim email ke widjaja_h [at] yahoo.com apabila ingin konsultasi pribadi dengan bapak gembala
silahkan ganti tanda [at] dengan @
Cari ringkasan:   
[versi cetak]
Cari rekaman ibadah ini di: http://www.kabarmempelai.org
Ibadah Doa Surabaya, 11 November 2015 (Rabu Sore)

Salam sejahtera dalam kasih sayangnya TUHAN kita Yesus Kristus. Selamat malam, selamat mendengarkan firman TUHAN. Biarlah damai sejahtera, kasih karunia dan bahagia dari TUHAN senantiasa dilimpahkan di tengah-tengah kita sekalian.

Kita berada pada kitab Wahyu 2-3, tentang 7 jemaat bangsa kafir yang mengalami penyucian terakhir, supaya bisa sempurna (diterangkan mulai dari Ibadah Raya Surabaya, 27 Juli 2014).

Kita mempelajari kitab Wahyu 3: 14-22--tentang sidang jemaat di LAODIKIA (diterangkan mulai dari Ibadah Raya Surabaya, 14 Juni 2015). Ini adalah jemaat yang terakhir--jemaat ketujuh. Ini menunjuk pada keadaan jemaat akhir zaman--kita semua.

Wahyu 3: 21-22
3:21.
Barangsiapa menang, ia akan Kududukkan bersama-sama dengan Aku di atas takhta-Ku, sebagaimana Akupun telah menang dan duduk bersama-sama dengan Bapa-Ku di atas takhta-Nya.
3:22. Siapa bertelinga, hendaklah ia mendengarkan apa yang dikatakan Roh kepada jemaat-jemaat."


JANJI TUHAN kepada jemaat Laodikia--kita semua--yang menang, yaitu duduk bersanding dengan Yesus di takhta sorga untuk selama-lamanya

Malam ini, kita mempelajari, kita menang terhadap apa?: Menang terhadap keadaan rohani yang suam-suam kuku (diterangkan mulai dari Ibadah Pendalaman Alkitab Surabaya, 02 November 2015).

Wahyu 3: 16-17
3:16 Jadi karena engkau suam-suam kuku, dan tidak dingin atau panas. Aku akan memuntahkan engkau dari mulut-Ku.
3:17. Karena engkau berkata: Aku kaya dan aku telah memperkayakan diriku dan aku tidak kekurangan apa-apa, dan karena engkau tidak tahu, bahwa engkau melarat, dan malang, miskin, buta dan telanjang,

Keadaan suam-suam kuku, yaitu secara jasmani kaya--tidak kekurangan apa-apa, semuanya ada--, tetapi secara rohani melarat, malang, miskin, buta dan telanjang--tidak punya apa-apa/kosong.

Jadi, jemaat Laodikia--jemaat akhir zaman--hanya mengutamakan/menonjolkan perkara jasmani (perkara luar), tetapi tidak menghiraukan perkara rohani, yaitu tidak mau diisi dengan firman pengajaran benar--pedang firman.

Ini yang disebut dengan hamba TUHAN/anak TUHAN, yang bagaikan SEKAM--kulitnya tebal/bagus, tetapi dalamnya kosong.
Yesaya 29: 5-6
29:5 Akan tetapi segala pasukan lawanmu akan hilang lenyap seperti abu halus, dan semua orang yang gagah sombong akan menjadi seperti sekam yang melintas terbang. Sebab dengan tiba-tiba, dalam sekejap mata,
29:6 E
ngkau akan melihat kedatangan TUHAN semesta alam dalam guntur, gempa dan suara hebat, dalam puting beliung dan badai dan dalam nyala api yang memakan habis.

Sekam di sini adalah pelayan TUHAN/hamba TUHAN yang sombong.
Matius 16: 21-23
16:21 S
ejak waktu itu Yesus mulai menyatakan kepada murid-murid-Nya bahwa Ia harus pergi ke Yerusalem dan menanggung banyak penderitaan dari pihak tua-tua, imam-imam kepala dan ahli-ahli Taurat, lalu dibunuh dan dibangkitkan pada hari ketiga.
16:22 T
etapi Petrus menarik Yesus ke samping dan menegor Dia, katanya: "Tuhan, kiranya Allah menjauhkan hal itu! Hal itu sekali-kali takkan menimpa Engkau."
16:23 Maka Yesus berpaling dan berkata kepada Petrus: "Enyahlah Iblis. Engkau suatu batu sandungan bagi-Ku, sebab engkau bukan memikirkan apa yang dipikirkan Allah, melainkan apa yang dipikirkan manusia."

Salah satu contoh hamba TUHAN yang sombong adalah Petrus; yang menolak salib--menolak sengsara daging bersama Yesus.
Jadi, sombong sama dengan menolak salib.

Akibatnya: Petrus menyangkal Yesus tiga kali; berarti tubuh, jiwa, dan rohnya menyangkal Allah Tritunggal = dicap '666'; tubuh, jiwa dan rohnya daging.
Inilah kehidupan yang menjadi sama dengan antikris; bahkan menjadi sama dengan iblis yang akan dibinasakan selama-lamanya.

Kalau sombong, tidak mungkin mau memikul salib--tidak mau sengsara daging. Sebagai contoh dalam hal berpuasa: 'nasi masih enak, ada lauk, dan lain-lain, untuk apa berpuasa.' Dalam hal ibadah juga, ketika merasa sengsara, ia tidak akan mau beribadah; terutama sengsara dalam mendengar firman--terlalu lama, terlalu tajam, dan lain-lain--; yang dipikirkan dan dicari hanya perkara-perkara yang enak bagi daging.

Mari malam ini, kita HARUS merendahkan diri, supaya bisa menyangkal diri, memikul salib dan mengikut Yesus.
Matius 16: 24
16:24 Lalu Yesus berkata kepada murid-murid-Nya: "Setiap orang yang mau mengikut Aku, ia harus menyangkal dirinya, memikul salibnya dan mengikut Aku.

Praktik memikul salib:

  1. 1 Petrus 4: 1-2
    4:12 Jadi, karena Kristus telah menderita penderitaan badani, kamu pun harus juga mempersenjatai dirimu dengan pikiran yang demikian, --karena barangsiapa telah menderita penderitaan badani, ia telah berhenti berbuat dosa--,
    4:13 s
    upaya waktu yang sisa jangan kamu pergunakan menurut keinginan manusia, tetapi menurut kehendak Allah.

    Praktik memikul salib yang pertama: rela sengsara daging dan perasaan untuk bisa berhenti berbuat dosa--mati terhadap dosa--dan hidup dalam kebenaran--hidup menurut kehendak Allah. Kita berusaha hari-hari ini.

    "Memang, untuk menyingkirkan sesuatu yang tidak benar, sakit bagi daging. Sesuatu yang tidak benar dan sudah berlangsung lama, lalu harus kita singkirkan, itu sakit bagi daging. Inilah memikul salib dan hanya kehidupan yang mau merendahkan diri, yang bisa melakukannya. Oleh sebab itu, biarlah hari-hari ini, kita berusaha supaya bisa hidup dalam kebenaran."

    1 Petrus 2: 24
    2:24 Ia sendiri telah memikul dosa kita di dalam tubuh-Nya di kayu salib, supaya kita, yang telah mati terhadap dosa, hidup untuk kebenaran. Oleh bilur-bilur-Nya kamu telah sembuh.

    Kalau kita rela sengsara daging utnuk berhenti berbuat dosa dan hidup dalam kebenaran, maka hasilnya: kita mengalami kuasa bilur TUHAN untuk menyembuhkan segala penyakit.

    Penyakit secara jasmani: sakit penyakit didalam tubuh.
    Penyakit secara rohani: penyakit di dalam hati--sakit hati, pahit hati, dendam, dan lain-lain. Kalau mengalami kuasa bilur TUHAN, kita akan mengalami damai sejahtera--tidak ada lagi pahit hati, dendam, dan sebagainya. Jangan mempertahankan dosa!

    Dua kali 'bilur' ini dituliskan--di kitab Yesaya dan kitab Petrus--; ini menunjuk pada kesembuhan secara dobel, yaitu secara jasmani dan rohani.
    Mengapa manusia sakit hati, pahit hati, dan lain-lain? Sebab mempertahankan dosa.

    Tetapi, kalau sudah hidup benar, pasti akan merasakan damai sejahtera.; benar sama dengan damai sejahtera. Orang yang tidak benar, itulah yang ada sakit hati--dari hati meluap ke mulut. Kalau hidup benar, kita akan diam saja; yang penting ada damai sejahtera.


  2. 1 Petrus 2: 25
    2:25 Sebab dahulu kamu sesat seperti domba, tetapi sekarang kamu
    telah kembali kepada gembala dan pemelihara jiwamu.

    Praktik memikul salib yang kedua--lebih meningkat lagi--: sengsara daging dan perasaan untuk menjadi kehidupan yang tergembala dengan benar dan baik. Artinya:


    1. Tergembala pada firman pengajaran yang benar; seperti carang melekat pada pokok anggur yang benar--bukan kepada manusia!

      Kalau tergembala pada manusia--ini yang banyak terjadi--, ketika orangnya ada, kita seperti pegang pengajaran, tetapi ketika manusianya pergi, kita hilang juga.

      Tetapi yang benar, biarlah kita tergembala pada firman pengajaran yang benar; hanya bergantung pada TUHAN, bukan pada manusia.


    2. Kita selalu berada di dalam kandang penggembalaan; lewat pintu sempit--sengsara daging untuk memikul salib.
      Berada dalam kandang penggembalaan = ketekunan dalam 3 macam ibadah pokok.
      Tergembala dimulai dari seorang gembala.


    Tadi, karena menolak salib, Petrus menyangkal TUHAN--tubuh, jiwa, dan rohnya dikuasai oleh antikris.
    Tetapi kalau kita berada di dalam kandang penggembalaan, maka tubuh, jiwa, dan roh kita melekat erat pada Allah Tritunggal; kita tidak akan pernah menyangkal TUHAN.

    Hasilnya: berbuah manis, bahagia, dan 'Bapa-Kulah pemeliharanya', artinya: selalu ada pemeliharaan dan pembelaan secara langsung dari TUHAN.


  3. 1 Petrus 4: 12-14
    4:12 Saudara-saudara yang kekasih, janganlah kamu heran akan
    nyala api siksaan yang datang kepadamu sebagai ujian, seolah-olah ada sesuatu yang luar biasa terjadi atas kamu.
    4:13 S
    ebaliknya, bersukacitalah, sesuai dengan bagian yang kamu dapat dalam penderitaan Kristus, supaya kamu juga boleh bergembira dan bersukacita pada waktu Ia menyatakan kemuliaan-Nya.
    4:14 Berbahagialah kamu, jika kamu dinista karena nama Kristus, sebab
    Roh kemuliaan, yaitu Roh Allah ada padamu.

    Praktik memikul salib yang ketiga--ini yang tertinggi--: rela sengsara daging dan perasaan bersama Yesus/karena Yesus.

    Jadi kalau diurut, sebenarnya kita selalu kembali pada Tabernakel:


    1. Sengsara daging untuk bertobat dan hidup dalam kebenaran; kita diselamatkan. Ini menunjuk pada halaman Tabernakel. Kalau orang sombong, tidak akan mau bertobat, malah menantang.


    2. Sengsara daging untuk tergembala; ini menunjuk pada ruangan suci. Kalau orang sombong, tidak akan mau tergembala.
    3. Sengsara daging karena mengalami percikan darah.


    Di dalam sistem Tabernakel--dari zaman ke zaman--, semua tertata rapi--tidak bisa dibolak-balik ataupun berbenturan, yaitu halaman, ruangan suci, dan ruangan maha suci.

    Sebagai contoh sengsara daging bersama Yesus: kita sengsara daging dan perasaan karena berpuasa atau beribadah melayani.
    Jika bukan karena Yesus, tidak akan mampu untuk beribadah kepada TUHAN.

    "Saya juga, sebenarnya ada alasan. Tadi sudah khotbah untuk peneguhan dan pemberkatan nikah di Makassar sampai siang, lanjut lagi harus ke Surabaya. Kalau tidak memikul salib, untuk apa saya berada disini, pulang saja dan istirahat. Tapi karena Yesus--bukan karena saudara juga--, saya bisa tetap datang. Kalau karena sidang jemaat, kurang kuat. Ketika saudara memuji, saya semangat, tetapi seumpama saudara berkata: 'Pak Wi kok begini dan begitu?', saya pasti malas datang. Tapi semua karena Yesus, sebab Yesus tidak pernah mencaci-maki kita. Begitu juga dengan saudara, bisa kuat karena Yesus. Saya sangat dikuatkan TUHAN juga untuk melayani di WR Supratman 4 ini. Istimewa ini, karena dari jauh-jauh yang datang. Dulu, serasa sendirian dari Malang ke Surabaya, tetapi akrhinay ada dari Tuban, Madura, dari jauh-jauh juga. Saya jadi kuat. Makanya yang di dalam kota jangan lengah; jangan sampai yang terdahulu jadi terkemudian. Sungguh-sungguh ini!"

Jika kita rela sengsara daging dan perasaan untuk bertobat-hidup benar, tergembala, dan sengsara karena Yesus, maka Roh Kudus/Roh kemuliaan dicurahkan bagi kita.

Kegunaan Roh Kudus:

  1. Roma 12: 11
    12:11 Janganlah hendaknya kerajinanmu kendor, biarlah rohmu menyala-nyala dan layanilah Tuhan.

    Kegunaan pertama: Roh Kudus membuat kita setia dan berkobar-kobar dalam ibadah pelayanan kepada TUHAN; sesuai dengan jabatan dan pelayanan yang TUHAN percayakan kepada kita, sampai garis akhir--sampai meninggal dunia atau sampai TUHAN datang kembali kedua kali.

    Hati-hati! Di dalam Mazmur 138, kehidupan yang tidak setia, bagaikan menggantung kecapi--sudah diseret oleh Babel--dan sudah berada di tepi sungai Babel. Seharusnya, bermain kecapi di tepi sungai air kehidupan di takhta sorga.

    Menggantung kecapi di tepi sungai Babel, artinya: tidak setia, bahkan sampai tinggalkan ibadah pelayanan.
    Kalau hamba TUHAN sepenuh berhenti melayani, ia sama seperti Yudas yang menggantung diri.

    Sebenarnya cukup satu orang yang digantung, yaitu TUHAN Yesus yang digantung di kayu salib.
    Selama kita menghargai Yesus yang digantung di kayu salib--mau memikul salib bersama Dia--, maka Roh Kudus akan memberi kita kekuatan, sehingga kita tidak menggantung kecapi. TUHAN tolong kita semua.


  2. Kegunaan kedua: Roh Kudus membantu kita untuk bersaksi--bukan untuk menyangkal atau bergosip.
    Kisah Rasul 1: 8
    1:8 Tetapi kamu akan menerima kuasa, kalau Roh Kudus turun ke atas kamu, dan kamu akan menjadi saksi-Ku di Yerusalem dan di seluruh Yudea dan Samaria dan sampai ke ujung bumi."


    • Bersaksi tentang injil keselamatan/kabar baik--arahnya dari Yerusalem, Yudea, Samaria, sampai ke ujung bumi (kita bangsa kafir)--; untuk membawa orang berdosa percaya kepada Yesus dan diselamatkan.


    • Bersaksi tentang cahaya injil kemuliaan/kabar mempelai--firman yang lebih tajam dari pedang bermata dua--, untuk membawa orang-orang yang sudah selamat, supaya disucikan sampai sempurna dan menjadi tubuh Kristus yang sempurna.


    Inilah tugas kita, yaitu melayani sesuai dengan jabatan pelayanan yang TUHAN percayakan dan ditambah dengan bersaksi.


  3. Roma 8: 26
    8:26 Demikian juga Roh membantu kita dalam kelemahan kita; sebab kita tidak tahu, bagaimana sebenarnya harus berdoa; tetapi
    Roh sendiri berdoa untuk kita kepada Allah dengan keluhan-keluhan yang tidak terucapkan.

    Kegunaan ketiga: Roh Kudus menolong kita untuk bisa menyembah TUHAN dengan keluhan-keluhan yang tak terucapkan.
    Artinya: menyembah dengan hancur hati: merasa tidak layak, tidak mampu, dan tidak berharga apa-apa, tetapi hanya bergantung pada belas kasih kemurahan TUHAN atau sampai puncaknya, kita bisa menyembah dengan bahasa Roh.

    Seperti waktu imam besar Harun masuk ke dalam ruangan maha suci, ia mengenakan jubah; pada jubah itu ada giring-giring emas yang berbunyi kalau ia aktif di dalam ruangan maha suci. Kalau sudah tidak berbunyi, berarti ia mati.

    Malam ini, jangan sampai penyembahan kita mati. Kita mohon, supaya Roh Kudus menolong kita dalam menyembah TUHAN.

    Manusia daging--tanpa Roh Kudus--tidak mampu untuk menyembah TUHAN. Tapi jika ada Roh Kudus, maka Roh Kudus menolong kita untuk memperbaiki mezbah yang sudah runtuh.

    1 Raja-raja 18: 30, 21

    18:30 Kata Elia kepada seluruh rakyat itu: "Datanglah dekat kepadaku!" Maka mendekatlah seluruh rakyat itu kepadanya. Lalu ia
    memperbaiki mezbah TUHAN yang telah diruntuhkan itu.
    18:21 Lalu Elia mendekati seluruh rakyat itu dan berkata: "Berapa lama lagi kamu
    berlaku timpang dan bercabang hati? Kalau TUHAN itu Allah, ikutilah Dia, dan kalau Baal, ikutilah dia." Tetapi rakyat itu tidak menjawabnya sepatah katapun.

    Kalau sudah kering dalam menyembah, tidak tahu bagaimana caranya berdoa, biar Roh Kudus yang tolong kita semua malam ini untuk memperbaiki mezbah yang sudah runtuh.

    'Kalau TUHAN itu Allah, ikutilah Dia, dan kalau Baal, ikutilah dia'= tidak ada unsur memaksa, tetapi memilih.

    Hati-hati! Mezbah runtuh--kering rohani, tidak bisa menyembah--terjadi karena bercabang hati; hati bimbang/mendua hati, yaitu:


    • bimbang terhadap pribadi Allah/pengajaran yang benar, sebab mendengar gosip, ajaran yang salah, dan lain-lain.
      Seperti Hawa yang mau mendengar bisikan ular dan Salomo yang mendengar isterinya; karena sombong/merasa diri kuat.


    • Bimbang terhadap kuasa TUHAN saat menghadapi pencobaan, sehingga kita tidak berharap TUHAN, tetapi manusia.


    Kehidupan yang bimbang, tidak akan bisa menyembah dengan hancur hati tetapi mezbahnya yang hancur.

    "Saya sudah mengalami waktu mau melanjutkan Lempin-El. Saya kapok betul. Saya tidak tahu bagaimana caranya mendaftar di Jawa Timur, saya tidak punya kenalan. Nah, mulai saya cari-cari hamba TUHAN, sebab hati bimbang. Saya coba telepon teman, dia berkata: 'Wah saya baru saja mengurus.': 'Oh.. sip.' Ketika sampai di sana, saya dimarahi dan diusir. Sampai saya tidak bisa tidur 3 hari, karena ketakutan dan terlalu stress. Akhirnya isteri saya mengatakan: 'Ayolah, kita menghadap sendiri, tidak usah mengandalkan orang lain.' Padahal sudah diusir, tetapi saat kami menghadap sendiri, bimasnya malah ikut kami kunjungan ke Tana Toraja. Kita diterima dengan baik."

    Malam ini, biarlah dirubah. Jangan bimbang pada pribadi dan kuasa-Nya! Kalau sudah percaya pada pribadi-Nya, pasti percaya kuasa-Nya.

    Kalau bimbang, akibatnya: runtuh dan kering rohaninya; tidak akan ada gairah dalam perkara rohani--termasuk menyembah.

    Tapi kalau Roh Kudus menjamah kita malam ini--mezbah diperbaiki--, maka kita akan gemar untuk menyembah TUHAN. Kita berusaha sampai gemar dan terdorong untuk terus menyermbah TUHAN.

    1 Raja-raja 18: 41-45 => doa penyembahan dari nabi Elia
    18:41 Kemudian berkatalah Elia kepada Ahab: "Pergilah, makanlah dan minumlah, sebab bunyi derau hujan sudah kedengaran."
    18:42
    Lalu Ahab pergi untuk makan dan minum. Tetapi Elia naik ke puncak gunung Karmel, lalu ia membungkuk ke tanah, dengan mukanya di antara kedua lututnya.
    18:43 Setelah itu ia berkata kepada bujangnya: "Naiklah ke atas, lihatlah ke arah laut." Bujang itu naik ke atas, ia melihat dan berkata: "
    Tidak ada apa-apa." Kata Elia: "Pergilah sekali lagi." Demikianlah sampai tujuh kali.
    18:44 Pada ketujuh kalinya berkatalah bujang itu: "Wah,
    awan kecil sebesar telapak tangan timbul dari laut." Lalu kata Elia: "Pergilah, katakan kepada Ahab: Pasang keretamu dan turunlah, jangan sampai engkau terhalang oleh hujan."
    18:45 Maka
    dalam sekejap mata langit menjadi kelam oleh awan badai, lalu turunlah hujan yang lebat. Ahab naik kereta lalu pergi ke Yizreel.

    Elia berdoa untuk menghadapi kekeringan--kemustahilan-kemustahilan dan krisis di segala bidang. Mungkin kita menghadapi ini semua. Yang penting, tata dulu mezbah penyembahan kita; Roh Kudus dicurahkan dan kita terdorong untuk menyembah TUHAN dengan hancur hati--kita hanya percaya pada pribadi dan kuasa-Nya. Kalau mezbah sudah diperbaiki, maka doa kita akan diurapi Roh Kudus dan berkenan kepada TUHAN.

    Tanda doa penyembahan yang diurapi oleh Roh Kudus--berkenan pada TUHAN:


    • Doa dinaikkan dengan iman; percaya dan mempercayakan diri sepenuh kepada pribadi dan kuasa TUHAN.
      Sekalipun hujan belum turun, Elia berkata: 'Bunyi derau hujan sudah kedengaran' => seharusnya turun hujan dulu baru terdengar suaranya, tetapi karena Elia memiliki iman yang benar--iman karena mendengar suara dari TUHAN--, maka ia percaya sekalipun belum melihat. Bukan seperti imannya Tomas yang melihat dulu baru percaya.

      Mungkin mata kita belum melihat pertolongan TUHAN, tetapi kita sudah mendengar firman bahwa TUHAN sanggup menolong kita untuk menghapus kemustahilan, apapun bentuknya. Kalau kita percaya, inilah iman yang benar.


    • Doa dinaikkan dengan ketekunan dan kesabaran--melihat sampai tujuh kali--sampai menjadi iman yang teruji.
      Seringkali kita tidak mau tekun. Kita berpuasa, tetapi belum datang hujan. Berpuasa lagi, hujan belum datang juga, lalu kita berhenti. Akibatnya, kita tidak tertolong.

      Harus tekun dan sabar, sampai benar-benar mantap--doa dinaikkan tujuh kali. Belum ada hujan, terus berdoa, sampai mendapatkan iman yang teguh.

      Hasilnya: 'awan kecil sebesar telapak tangan' => tangan TUHAN diulurkan untuk menurunkan hujan kemurahan bagi kita.

      Awan setapak tangan ini yang seringkali dikecilkan kuasanya. Ingat, jangan kecilkan kemurahan TUHAN! Kemurahan TUHAN lebih besar dari apapun juga.

      Hujan kemurahan TUHAN berguna untuk:


      1. secara jasmani: menyelesaikan semua masalah sampai yang mustahil; memelihara kita sampai zaman antikris berkuasa; dan sampai hidup kekal.


      2. secara rohani: memandikan kita; artinya menyucikan dan mengubahkan kita sampai sempurna, sama mulia seperti Dia; kita menjadi mempelai wanita-Nya.
        Sampai puncaknya, awan setapak tangan menjadi awan-awan yang permai--kita terangkat di awan-awan yang permai dan bertemu dengan Yesus di dalam kemuliaan, sampai duduk bersanding dengan Dia di takhta sorga selama-lamanya.

Malam ini, kita mohon pada TUHAN. Mezbah yang runtuh butuh tangan TUHAN. Roh Kudus menolong kita malam ini.Tanpa Roh Kudus, kita tidak bisa apa-apa dan akan menyangkal TUHAN--seperti Petrus. Tetapi ketika sudah dipenuhi Roh Kudus di loteng Yerusalem, Petrus bisa bersaksi.

Kita juga malam ini, buka hati dan buka suara, kita mohon, supaya kita bisa sungguh-sungguh merendahkan diri--tidak sombong--sampai Roh Kudus datang dan mezbah yang runtuh benar-benar diperbaiki. Kita bisa menyembah dengan hancur hati sampai ada awan setapak tangan di tengah-ditengah kita; hujan kemurahan TUHAN ada di tengah kita. Serahkan semua kepada TUHAN! Kalau kita rela sengsara daging untuk memikul salib, maka Roh Kudus akan dicurahkan bagi kita.

TUHAN memberkati.

kembali ke halaman sebelumnya
IBADAH RUTIN DI MALANG

Minggu jam 06:50 (Ibadah Raya)
Minggu jam 10:15 (Ibadah Sekolah Minggu)
Selasa jam 17:15 (Ibadah Pendalaman Alkitab)
Rabu jam 07:30 (Ibadah Kaum Wanita)
Kamis jam 17:15 (Ibadah Doa Penyembahan)
Sabtu jam 17:15 (Ibadah Kaum Muda Remaja)

IBADAH RUTIN DI MEDAN
Royal Room Hotel Danau Toba Internasional
Jl. Imam Bonjol Medan

Minggu, jam 19:00 (Ibadah Raya)
Senin, jam 08:00 (Ibadah Pendalaman Alkitab)
Senin, jam 17:30 (Ibadah Pendalaman Alkitab)

IBADAH RUTIN DI SURABAYA

Minggu jam 09:30 (Ibadah Sekolah Minggu)
Minggu jam 10:55 (Ibadah Raya)
Rabu jam 17:30 (Ibadah Pendalaman Alkitab)
Jumat jam 17:30 (Ibadah Doa Penyembahan)


IBADAH RUTIN DI JAKARTA
Jl. Patra Kuningan XIV no.4
Jakarta Selatan
Sabtu, jam 09:00 (Ibadah Pendalaman Alkitab)

IBADAH KUNJUNGAN
  • 13 Desember 2017
    (Ibadah Natal di Mojoagung)

  • 22 Desember 2017
    (Ibadah Natal di Hotel Sun Palace Trowulan (Pagi))

  • 24 Desember 2017
    (Ibadah Natal di Hotel Kartika Graha Malang)

  • 25 Desember 2017
    (Ibadah Natal di Square Ballroom Surabaya)

  • 16 Januari 2018
    (Ibadah Kunjungan di Ciawi (Pagi-Sore))

  • 17-18 Januari 2018
    (Ibadah Kunjungan di Jakarta)

All Right Reserved Gereja Pantekosta Tabernakel "KRISTUS KASIH"
Jln. Simpang Borobudur 27 Malang | Telp: (0341) 496949 | Fax: (0341) 476751 » Lihat Peta Gereja Kami di Malang
Jln. WR Supratman 4 Surabaya | Telp. 08123300378 » Lihat Peta Gereja Kami di Surabaya
hubungi kami | email: info@gptkk.org | sitemap | top