English Language | Form Penggembalaan
RINGKASAN KOTBAH IBADAH RUTIN DAN IBADAH KUNJUNGAN
RINGKASAN LAINNYA

Ibadah Pendalaman Alkitab Surabaya, 02 Desember 2013 (Senin Sore)
Pembicara: Pdt Mikha Sandatoding

Selamat sore dan salam damai sejahtera dari Tuhan kita Yesus Kristus. Biarlah damai sejahtera bahagia...

Ibadah Doa Surabaya, 15 Juni 2011 (Rabu Sore)
Matius 26: 20-25
26:20 Setelah hari malam, Yesus duduk makan bersama-sama dengan kedua belas murid itu.
26:21 Dan ketika mereka...

Ibadah Doa Surabaya, 11 Maret 2009 (Rabu Sore)
Matius 24: 29-31
= keadaan pada waktu kedatangan Tuhan yang kedua kali. Kita membahas ayat. 31 (keadaan...

Ibadah Pendalaman Alkitab Malang, 01 November 2012 (Kamis Sore)
Dari siaran langsung Ibadah Persekutuan di Tanjung Morawa

Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus....

Ibadah Doa Malang, 12 Januari 2016 (Selasa Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Wahyu 3:14-22 tentang jemaat Laodikia, sekarang menunjuk jemaat akhir...

Ibadah Kaum Muda Malang, 20 Desember 2008 (Sabtu Sore)
Markus 12:35-37 bicara tentang pandangan hidup, yaitu pandangan jasmani dan pandangan rohani.

Ahli-ahli...

Ibadah Doa Malam Surabaya, 13 Juli 2016 (Rabu Malam)
Salam sejahtera dalam kasih sayangnya TUHAN kita Yesus Kristus. Selamat malam, selamat mendengarkan firman TUHAN. Biarlah damai...

Ibadah Pendalaman Alkitab Surabaya, 23 September 2013 (Senin Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayangnya Tuhan kita Yesus Kristus. Selamat malam, selamat mendengarkan Firman Tuhan. Biarlah damai...

Ibadah Doa Malang, 09 Agustus 2016 (Selasa Sore)
Dari Rekaman Ibadah Doa di Jakarta

Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Wahyu 4: 4
4:4. Dan sekeliling takhta...

Ibadah Pendalaman Alkitab Surabaya, 07 November 2016 (Senin Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayangnya TUHAN kita Yesus Kristus. Selamat malam, selamat mendengarkan firman TUHAN. Biarlah kasih...

Ibadah Pendalaman Alkitab Malang, 08 Mei 2014 (Kamis Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus:

Wahyu 1:13-16 merupakan 4 wujud penampilan pribadi...

Ibadah Raya Malang, 01 Januari 2017 (Minggu Pagi)
Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Ada dua macam kegiatan di takhta Sorga:
Kegiatan/...

Ibadah Doa Surabaya, 28 November 2012 (Rabu Sore)
Matius 28 dalam susunan tabernakel ini menunjuk kepada SHEKINAH GLORY/SINAR KEMULIAAN.
Matius 28 terbagi menjadi 3 bagian yaitu

Matius 28 : 1-10 ini...

Ibadah Doa Puasa Malang Session I, 09 Februari 2010 (Selasa Pagi)
Permulaan umur hidup rohani kita adalah saat kita terlepas dari dosa. Kalau tidak mau terlepas...

Ibadah Pendalaman Alkitab Surabaya, 12 Maret 2012 (Senin Sore)
Matius 27:
=terkena pada 7 kali percikan darah diatas tabut perjanjian.

Imamat 16: 14
16:14. Lalu ia harus mengambil sedikit dari darah lembu...


TRANSKRIP LENGKAP

Umum Surabaya (Minggu Sore, 02 November 2014)
Tayang: 03 Maret 2018
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 20 Oktober 2014)
Tayang: 13 Desember 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 13 Oktober 2014)
Tayang: 13 Desember 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 12 Oktober 2014)
Tayang: 24 Oktober 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 08 Oktober 2014)
Tayang: 18 September 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 06 Oktober 2014)
Tayang: 05 September 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 05 Oktober 2014)
Tayang: 05 September 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 01 Oktober 2014)
Tayang: 05 September 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 29 September 2014)
Tayang: 24 Juni 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 21 September 2014)
Tayang: 19 Mei 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 17 September 2014)
Tayang: 29 April 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 15 September 2014)
Tayang: 29 April 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 14 September 2014)
Tayang: 24 Maret 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 07 September 2014)
Tayang: 06 Maret 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 03 September 2014)
Tayang: 16 Februari 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 01 September 2014)
Tayang: 16 Februari 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 31 Agustus 2014)
Tayang: 04 Februari 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 25 Agustus 2014)
Tayang: 13 Desember 2016
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 24 Agustus 2014)
Tayang: 17 November 2016
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 17 Agustus 2014)
Tayang: 05 November 2016
[baca transkrip] | [download file transkrip]



Untuk Koneksi Lambat, silahkan buka http://id.gptkk.org
Transkrip lengkap dari ibadah penggembalaan di Malang dan Surabaya, semuanya di bawakan oleh gembala sidang Pdt. Widjaja Hendra.

Silahkan kontak ke info@gptkk.org apabila bapak/ibu/sdr/sdri ada pertanyaan atau mungkin ingin berlangganan majalah Manna dan silahkan kirim email ke widjaja_h [at] yahoo.com apabila ingin konsultasi pribadi dengan bapak gembala
silahkan ganti tanda [at] dengan @
Cari ringkasan:   
[versi cetak]
Cari rekaman ibadah ini di: http://www.kabarmempelai.org
Ibadah Raya Surabaya, 04 Februari 2018 (Minggu Siang)

Salam sejahtera dalam kasih sayangnya TUHAN kita Yesus Kristus. Selamat siang, selamat mendengarkan firman TUHAN. Biarlah damai sejahtera, kasih karunia, dan bahagia senantiasa dilimpahkan TUHAN di tengah kita sekalian.

Wahyu 7: 2-3
7:2. Dan aku melihat seorang malaikat lain muncul dari tempat matahari terbit. Ia membawa meterai Allah yang hidup; dan ia berseru dengan suara nyaring kepada keempat malaikat yang ditugaskan untuk merusakkan bumi dan laut,
7:3. katanya: "Janganlah merusakkan bumi atau laut atau pohon-pohon sebelum kami memeteraikan hamba-hamba Allah kami pada dahi mereka!"

Kita masih belajar tentang METERAI ALLAH (diterangkan mulai dari Ibadah Raya Surabaya, 28 Januari 2018).
Kita sudah mendengar, ada dua macam meterai: meterai Allah atau antikris. Kalau tidak dimeteraikan oleh Allah, akan dimeteraikan antikris dan binasa selamanya (sudah diterangkan pada Ibadah Raya Surabaya, 28 Januari 2018).

Sekarang kita fokus pada METERAI ALLAH DI DAHI. Itu merupakan tanda kepemilikan Tuhan yang tidak bisa diganggu-gugat oleh apapun.

Ada tiga macam meterai Allah:

  1. Keluaran 13: 13, 16
    13:13. Tetapi setiap anak keledai yang lahir terdahulu kautebuslah dengan seekor domba; atau, jika engkau tidak menebusnya, engkau harus mematahkan batang lehernya. Tetapi mengenai manusia, setiap anak sulung di antara anak-anakmu lelaki, haruslah kautebus.
    13:16. Hal itu harus menjadi tanda pada tanganmu dan menjadi lambang di dahimu, sebab dengan kekuatan tangan-Nya TUHAN membawa kita keluar dari Mesir."

    'penebusan'= meterai.

    Meterai Allah yang pertama: meterai darah penebusan.
    Dulu binatang yang disembelih, sekarang meterai darah penebusan sama dengan meterai darah Yesus yang tidak bercacat cela. Itu yang harus ada pada kita.

    Di sini cerita tentang keledai. Keledai menunjuk pada bangsa kafir, kita semua--Simson berkata: dengan rahang keledai, kupukul bangsa keledai (bangsa Filistin yang adalah bangsa kafir).
    Bangsa di dunia hanya ada dua: bangsa Israel asli--umat pilihan Tuhan; keturunan Abraham, Ishak, dan Yakub--, dan bangsa kafir.

    Kalau keledai lahir ada dua pilihan:


    • Seekor domba disembelih--ada tanda darah--, dan keledai hidup.
    • Kalau tidak mau menyembelih domba--tidak ada tanda darah--, leher keledai akan dipatahkan, mati.


    Jadi, tanpa meterai darah Yesus, keledai harus dipatahkan batang lehernya; tidak ada hubungan dengan kepala--leher adalah hubungan paling dekat antara tubuh (kita semua) dengan kepala (Yesus).
    Tidak ada hubungan dengan Tuhan= sia-sia dan binasa

    Ini pelajaran: tanpa meterai darah Yesus/penebusan oleh darah Yesus, segala sesuatu di dunia ini termasuk perbuatan baik, bahkan ibadah, semuanya akan menjadi sia-sia dan binasa. Harus ada tanda darah Yesus!
    Tanpa meterai darah Yesus, tidak ada pengampunan dosa; tidak mengalami kelepasan dari dosa. Upah dosa adalah maut;sia-sia dan binasa selamanya.

    Kita harus menerima meterai darah Yesus.
    Prosesnya: kita harus percaya Yesus sebagai satu-satunya Juruselamat, dan mulut mengaku dosa--'Karena dengan hati orang percaya dan dibenarkan, dan dengan mulut orang mengaku dan diselamatkan.'.
    Kita mengaku dosa kepada Tuhan dan sesama--dalam Tabernakel terkena pada mezbah korban bakaran. Jika diampuni oleh darah Yesus, jangan berbuat dosa lagi; kita mengalami kelepasan dari dosa.

    Dulu bangsa Israel membawa binatang korban untuk pengampunan dosa, sekarang dalam bentuk mengaku dosa, kita tidak usah lagi membawa binatang ke gereja karena sudah digenapkan oleh darah Yesus.

    Inilah proses mendapatkan meterai darah Yesus--ada meterai di dahi dan tangan ('Hal itu harus menjadi tanda pada tanganmu dan menjadi lambang di dahimu').

    1 Korintus 5: 7-8, 11
    5:7. Buanglah ragi yang lama itu, supaya kamu menjadi adonan yang baru, sebab kamu memang tidak beragi. Sebab anak domba Paskah kita juga telah disembelih, yaitu Kristus.
    5:8. Karena itu marilah kita berpesta, bukan dengan ragi yang lama, bukan pula dengan ragi keburukan dan kejahatan, tetapi dengan roti yang tidak beragi, yaitu kemurnian dan kebenaran.
    5:11. Tetapi yang kutuliskan kepada kamu ialah, supaya kamu jangan bergaul dengan orang, yang sekalipun menyebut dirinya saudara, adalah orang cabul
    (1), kikir(2), penyembah berhala(3), pemfitnah(4), pemabuk(5) atau penipu(6); dengan orang yang demikian janganlah kamu sekali-kali makan bersama-sama.

    Ini adalah kekuatan darah Yesus untuk melepaskan dari dosa-dosa.
    Istilah 'makan' di sini maksudnya berfellowship.

    Kelepasan dari dosa dimulai dari terlepas dari enam dosa yang mengikat tubuh, jiwa, dan roh kita:


    • Mengikat tubuh:


      1. Cabul--siapa berbuat cabul menjadi satu dengan perempuan cabul--= dosa kawin-mengawinkan; dosa percabulan dengan berbagai ragamnya: tontonan, perbuatan, perkataan, hubungan antara laki-laki dan perempuan yang bukan suami isteri sah, penyimpangannya: laki-laki dengan laki-laki, perempuan dengan perempuan, dan nikah yang salah.

        Harus terlepas, karena dosa ini mengikat tubuh.


      2. Pemabuk= merokok, mabuk, narkoba.
        Harus terlepas supaya mendapatkan meterai darah. Kalau tidak, akan dapat meterai dosa--tubuh dicap dosa, bukan darah. Bahaya! Orang dunia saja mengerti kalau merokok, mabuk, dan narkoba itu suatu ikatan yang tidak bisa lepas.


      Pilih darah atau dosa! Kalau tidak ada darah, keledai akan mati; bangsa kafir sia-sia hidup. Harus terlepas dari dosa yang mengikat tubuh!


    • Mengikat jiwa--menjadi tabiat--: kikir, pemfitnah, dan penipu.
      Kikir= tidak bisa memberi; diikat oleh keinginan akan uang; tidak bisa memberi untuk pekerjaan Tuhan dan sesama yang membutuhkan, bahkan nanti menjadi serakah (merampas milik Tuhan dan sesama). Hamba Tuhan banyak yang merampas milik Tuhan (persepuluhan dan persembahan khusus).

      Pemfitnah= salah jadi benar dan sebaliknya.
      Mengikat jiwa berarti menjiwai; memfitnah sudah jadi tabiat.
      Penipu= termasuk dusta.


    • Mengikat roh: penyembah berhala.
      Roh kita berasal dari Tuhan; dulu manusia dibentuk dari tanah liat lalu dihembus oleh Roh Tuhan, baru bisa hidup, kalau tidak, hanya jadi boneka, berkedippun tidak bisa.

      Jangan sombong! Sehebat apapun kita, tanpa Roh Tuhan berkedippun tidak bisa. Roh Tuhan yang menghidupi kita, karena itu roh kita jangan sampai diikat.

      Roh kita berasal dari Tuhan dan selalu mencari induknya; sebenarnya rindu untuk selalu beribadah dan menyembah Tuhan. Tetapi kalau sudah tidak ada kerinduan lagi, bahaya, itu sudah penyembahan berhala (mengutamakan segala sesuatu di dunia lebih dari pada Tuhan; mengesampingkan ibadah pelayanan); rohnya dikuasai dosa; tidak bergairah lagi dalam perkara rohani. Sangat berbahaya! Nanti akan menyembah antikris dan dicap 666; jadi miliknya antikris, dan binasa selamanya.

      Kita bekerja dan kuliah yang keras, tetapi tetap utamakan ibadah pelayanan. Itu berarti kita tidak menyembah berhala Jam-jam doa, berdoa pada Tuhan.


    1 Korintus 5: 8
    5:8. Karena itu marilah kita berpesta, bukan dengan ragi yang lama, bukan pula dengan ragi keburukan dan kejahatan, tetapi dengan roti yang tidak beragi, yaitu kemurnian dan kebenaran.

    Kalau sudah terlepas dari dosa, kita akan MENJADI UMAT TUHAN. Bangsa kafir dulunya bukan umat Tuhan, tetapi kalau sudah terlepas oleh darah Yesus dari enam dosa, kita akan menjadi umat Tuhan yang hidup dalam kebenaran dan kemurnian.

    Kemurnian=

    • Suci sampai dalam hati, bukan hanya di luar.
    • Pengajaran yang murni.


    Ini sama dengan kita mendapatkan meterai darah Yesus di dahi dan tangan.
    Keluaran 13: 16
    13:16. Hal itu harus menjadi tanda pada tanganmu dan menjadi lambang di dahimu, sebab dengan kekuatan tangan-Nya TUHAN membawa kita keluar dari Mesir."

    Kita menjadi milik Tuhan yang tidak bisa diganggu gugat oleh siapapun. Kalau sudah hidup benar, orang mau berbuat apapun, tidak akan mempan. Tidak usah takut! Kita diam saja, Tuhan akan tetap tolong kita semuanya.
    Kita hidup dalam kebenaran dan kemurnian--suci sampai dalam hati dan pegang teguh pengajaran yang benar. Itu saja, dan kita akan menerima meterai darah Yesus. Kita selalu mengalami suasana pesta sorga/kebahagiaan sorga--'marilah kita berpesta'.

    Terlepas dari dosa, dapat meterai darah= berpesta.
    Kalau tidak mau terlepas dari dosa, tidak ada meterai, hanya akan dipatahkan lehernya; sengsara dan dibinasakan.


  2. Ulangan 6: 4-8
    6:4. Dengarlah, hai orang Israel: TUHAN itu Allah kita, TUHAN itu esa!
    6:5. Kasihilah TUHAN, Allahmu, dengan segenap hatimu dan dengan segenap jiwamu dan dengan segenap kekuatanmu.
    6:6. Apa yang kuperintahkan kepadamu pada hari ini haruslah engkau perhatikan,
    6:7. haruslah engkau mengajarkannya berulang-ulang kepada anak-anakmu dan membicarakannya apabila engkau duduk di rumahmu, apabila engkau sedang dalam perjalanan, apabila engkau berbaring dan apabila engkau bangun.
    6:8. Haruslah juga engkau mengikatkannya sebagai tanda pada tanganmu dan haruslah itu menjadi lambang di dahimu,

    'mengajarkannya berulang-ulang'= kalau firman diulang-ulang, jangan ditertawakan, itu perintah Tuhan.

    Meterai Allah yang kedua: meterai firman Allah; firman pengajaran yang benar, yang diulang-ulang; sama dengan firman penggembalaan.

    Dimeteraikan sama dengan diukir, dan untuk mengukir butuh waktu, tidak bisa langsung. Karena itu firman diulang-ulang sampai kita termeterai. Kalau seorang gembala mendapat karunia dari Tuhan, ia bisa mengulang-ulang firman--diulang, terus maju, dan seterusnya.

    Jadi, setelah bangsa kafir diangkat menjadi umat Tuhan--ditebus oleh darah Yesus dan terlepas dari dosa--, bangsa kafir harus dimeteraikan dengan firman pengajaran yang diulang-ulang (firman penggembalaan).
    Firman penggembalaan adalah firman yang dipercayakan Tuhan kepada seorang gembala untuk disampaikan kepada jemaat dengan setia, teratur, berkesinambungan, dan diulang-ulang, untuk menjadi makanan dan memeteraikan firman dalam hidup kita.

    Bangsa kafir harus dimeteraikan dengan firman Allah, artinya bangsa kafir HARUS TERGEMBALA; menjadi domba-domba yang tergembala atau keledai yang tertambat pada pokok anggur yang benar (firman pengajaran yang benar), supaya tidak lagi menjadi keledai liar dan keledai jalang.

    Sudah terlepas dari dosa, puji Tuhan, tetapi kalau tidak digembalakan--tidak ada meterai firman--, bahaya, digoda-goda, bisa jadi keledai liar dan keledai jalang; kembali hidup menuruti hawa nafsu dan keinginan daging, hidup dalam kenajisan, sampai binasa selamanya.
    Karena itu harus tergembala!

    Biar kita menerima firman yang diulang-ulang lewat tiga macam ibadah pokok di dalam kandang penggembalaan, supaya firman mendarah daging--di ibadah raya secara global, ibadah pendalaman alkitab jadi sari-sari makanan, dan ibadah doa, jadi darah dan daging.

    Proses untuk menerima meterai firman Allah:


    • Mendengar firman Allah dalam urapan Roh Kudus sehingga kita bisa mendengar dengan kesungguhan dan kebutuhan--seperti orang lapar makan atau seperti anjing menjilat remah-remah roti.
    • Roh Kudus menolong kita untuk mengerti firman--firman ditulis di dahi.
    • Roh Kudus menolong untuk kita yakin pada firman; jadi iman di dalam hati--firman dimeteraikan di hati.
    • Roh Kudus menolong kita untuk praktik firman pengajaran dalam kehidupan sehari-hari--firman dimeteraikan di tangan kita.


    Kuncinya adalah Roh Kudus. Karena itu dalam doa mohon Roh Kudus untuk mengurapi kita; kita sungguh-sungguh mengaku tidak mampu, maka Roh Kudus akan menolong kita sampai kita bisa praktik firman.

    Firman Allah/firman pengajaran yang benar, yang dipraktikkan akan menjadi hikmat dan kuasa Allah, untuk menyucikan dan mengubahkan kita. Kita tidak sadar, kita mendengar firman sampai praktik, tahu-tahu sudah berubah. Kita disucikan dari manusia daging menjadi manusia rohani seperti Yesus--angka 6 jadi angka 7. Angka 6 menunjuk pada perkara daging; yang dilihat daging terus.

    Banyak keubahan yang kita alami, tetapi di sini dimulai dari lidah.
    Ulangan 6: 7
    6:7. haruslah engkau mengajarkannya berulang-ulang kepada anak-anakmu dan membicarakannya apabila engkau duduk di rumahmu, apabila engkau sedang dalam perjalanan, apabila engkau berbaring dan apabila engkau bangun.

    Ada tidaknya meterai firman di tangan, hati, dan dahi, bisa diketahui lewat pembicaraan, baik di dunia maya maupun nyata. Jangan membahas yang aneh-aneh!

    Lidah bangsa kafir adalah (maaf) lidah anjing, diubahkan jadi lidah yang benar, yaitu bicara firman atau bicara yang sesuai dengan firman, itulah perkataan benar dan baik--menjadi berkat bagi orang lain--, bersaksi, sampai bisa menyembah Tuhan.

    Perkataan benar berarti tidak ada dusta--kita memiliki meterai firman. Kalau masih ada dusta, berarti tidak ada meterai firman. Yakinkan!

    Gunakan mulut lidah kita untuk banyak menyembah Tuhan, jangan diabaikan--sesudah mengajar, Yesus mengajak murid-murid naik ke gunung; pengajaran dan penyembahan itu suci. Kalau kita sudah dimeteraikan firman, kita akan banyak menyembah Tuhan, menyerahkan semua pada Tuhan--bukan banyak mencaci maki, memfitnah--, dan mujizat terjadi secara jasmani dan rohani, pertolongan Tuhan nyata. Kalau banyak mencaci maki, berarti yang dimeteraikan adalah ajaran-ajaran palsu.

    Lidah ini menentukan siapa yang datang. Kalau lidah benar dan bisa menyembah Tuhan, Ia akan datang untuk mengadakan mujizat di tengah kita. Kalau tidak benar, setan yang datang, semua kacau--seperti perempuan Kanani, lidahnya masih lidah anjing, sehingga setan yang datang; anaknya dirasuk setan, semua hancur, setelah lidahnya bisa menyembah Tuhan, barulah Tuhan datang dan mujizat terjadi.

    Dalam pribadi, rumah tangga, siapa yang datang, lidah ini yang menentukan. Kalau setan yang datang, hancurlah kita. Begitu juga dalam penggembalaan. Kalau setan yang datang, hancurlah penggembalaan.
    Jaga lidah! Ini benar-benar rem, benar-benar penentu arah. Doakan kami gembala-gembala untuk bisa menjaga lidah, supaya hanya memberitakan firman Tuhan yang benar.

    Wahyu 13: 5-8
    13:5. Dan kepada binatang itu diberikan mulut, yang penuh kesombongan dan hujat; kepadanya diberikan juga kuasa untuk melakukannya empat puluh dua bulan lamanya.
    13:6. Lalu ia membuka mulutnya untuk
    menghujat Allah, menghujat nama-Nya dan kemah kediaman-Nya dan semua mereka yang diam di sorga.
    13:7. Dan ia diperkenankan untuk berperang melawan orang-orang kudus dan untuk mengalahkan mereka; dan kepadanya diberikan kuasa atas setiap suku dan umat dan bahasa dan bangsa.
    13:8. Dan semua orang yang diam di atas bumi akan menyembahnya, yaitu setiap orang yang namanya tidak tertulis sejak dunia dijadikan di dalam kitab kehidupan dari Anak Domba, yang telah disembelih.

    'binatang'= antikris.
    Kalau tidak dimeteraikan firman/tidak digembalakan, mulutnya akan seperti antikris.

    Mulut antikris= kesombongan; tidak mau mengaku dosa, malah menyalahkan orang lain terutama orang benar--menghujat orang-orang di sorga--, bahkan menyalahkan Tuhan. Ini sudah menghujat.

    Menghujat Tuhan= menyalahkan pengajaran yang benar terutama pengajaran Tabernakel--'kemah kediaman-Nya'--, dan membenarkan yang salah. Jangan ikut-ikut menghujat! Karena itu tadi dikatakan: jangan makan bersama; jangan berfellowship. Kalau kita fellowship dengan orang yang menghujat Tuhan, kita akan ikut menghujat. Sungguh-sungguh!

    Kalau sudah menghujat dan memfitnah, nanti ia akan menyembah antikris, yang akan dibinasakan.

    Lebih baik kita digembalakan dan dimeteraikan dengan firman. Jangan jadi keledai liar dan keledai jalang! Sudah bersyukur keledai tidak dipatahkan batang lehernya karena ditebus. Sudah ada meterai darah Yesus, kita terlepas dari enam dosa, hidup benar dan murni, bahagia sampai nanti masuk perjamuan kawin Anak Domba di awan-awan.
    Tetapi hati-hati, kalau tidak dimeteraikan firman, tidak akan ada rem, sehingga saat digoda kembali lagi menjadi keledai jalang.

    Mari, tergembala sungguh-sungguh! Kita disucikan dan diubahkan oleh Tuhan dari manusia daging menjadi manusia rohani; mulai dari lidah. Lidah merupakan kemudi: mau ke Tuhan dan Yerusalem baru--tidak ada dusta--atau antikris--binasa selamanya.

    Jangan putus asa kalau kita sudah terlalu banyak berkata yang salah. Minta ampun pada Tuhan! Mohon kepada Tuhan meterai firman lebih kuat lagi supaya mulut ini bisa terkendali.


  3. Keluaran 28: 36-38
    28:36. Juga haruslah engkau membuat patam dari emas murni dan pada patam itu kauukirkanlah, diukirkan seperti meterai: Kudus bagi TUHAN.
    28:37. Haruslah patam itu engkau beri bertali ungu tua, dan haruslah itu dilekatkan pada
    serban, di sebelah depan serban itu.
    28:38. Patam itu haruslah ada pada
    dahi Harun, dan Harun harus menanggung akibat kesalahan terhadap segala yang dikuduskan oleh orang Israel, yakni terhadap segala persembahan kudusnya; maka haruslah patam itu tetap ada pada dahinya, sehingga TUHAN berkenan akan mereka.

    Harun= Imam Besar.
    Anak-anak Harun= imam-imam.
    Serban= topi, dan patam diletakkan pada bagian depan dari serban.

    Meterai Allah yang ketiga: meterai nama Tuhan--patam ditulisi: Kudus bagi Tuhan.

    Dulu meterai nama Tuhan ada pada Imam Besar Harun, sekarang pada Imam Besar Yesus.
    Kalau ada meterai nama Tuhan berarti kita DIANGKAT MENJADI IMAM-IMAM DAN RAJA-RAJA.

    Jadi berurutan. Tadi bangsa kafir lahir hanya untuk dipatahkan batang lehernya, tetapi Yesus rela mati supaya kita hidup. Kita hidup benar, suci, dan murni. Kalau berbuat dosa, akan mati karena upah dosa adalah maut, ketakutan--begitu Adam berbuat dosa, ia ketakutan dan gelisah. Untuk itu Tuhan berikan meterai darah Yesus. Hilangkan dosa, kita hidup benar dan suci, kita bahagia; hidup dalam suasana pesta sorga.

    Belum cukup, harus diberi meterai firman. Dengar firman yang diulang-ulang--tergembala--sampai firman bisa dipraktikkan, dan lidah diubahkan; mujizat terjadi. Kita bisa berdoa, apa yang tidak mampu kita lakukan, dan mujizat terjadi, pembaharuan hidup juga terjadi.

    Belum cukup, karena penghuni kerajaan Sorga dan kerajaan Seribu Tahun Damai adalah imam dan raja, karena itu harus ada meterai nama Yesus.
    Memiliki meterai nama Yesus= diangkat jadi imam dan raja, menjadi penghuni kerajaan Seribu Tahun Damai dan kerajaan Sorga.

    Apa gunanya kita sudah bahagia, digembalakan, mengalami mujizat, tetapi tidak masuk sorga? Tidak ada gunanya!
    Mari jadi imam dan raja.

    Wahyu 20: 6
    20:6. Berbahagia dan kuduslah ia, yang mendapat bagian dalam kebangkitan pertama itu. Kematian yang kedua tidak berkuasa lagi atas mereka, tetapi mereka akan menjadi imam-imam Allah dan Kristus, dan mereka akan memerintah sebagai raja bersama-sama dengan Dia, seribu tahun lamanya.

    'seribu tahun lamanya'= kerajaan Seribu Tahun Damai. Penghuninya harus imam dan raja.
    Wahyu 22: 3, 5
    22:3. Maka tidak akan ada lagi laknat. Takhta Allah dan takhta Anak Domba akan ada di dalamnya dan hamba-hamba-Nya akan beribadah kepada-Nya,
    22:5. Dan malam tidak akan ada lagi di sana, dan mereka tidak memerlukan cahaya lampu dan cahaya matahari, sebab Tuhan Allah akan menerangi mereka, dan mereka akan
    memerintah sebagai raja sampai selama-lamanya.

    'Takhta Allah dan takhta Anak Domba'= takhta kerajaan sorga. Penghuninya juga imam dan raja.

    Jangan ragu untuk menjadi imam dan raja, supaya kita mempunyai meterai nama Yesus. Kalau punya meterai nama Yesus, kita mantap. Jalani dulu, maka  Tuhan bisa atur semuanya; Tuhan bisa membuka jalan bagi imam dan raja. Jangan bilang: Nanti kalau.... Itu istilahnya setan. Istilah Tuhan: Nantikanlah! Harus cepat karena kedatangan Tuhan sudah tidak lama lagi.

    Imam adalah:

    • Seorang yang memangku jabatan pelayanan.
    • Seorang yang beribadah melayani Tuhan sesuai dengan jabatan pelayanan yang Tuhan percayakan kepadanya.


    Kalau ada meterai nama Yesus di dahi, bukan hanya sampai jadi imam dan raja, tapi sampai jadi mempelai.
    Wahyu 14: 1, 5
    14:1. Dan aku melihat: sesungguhnya, Anak Domba berdiri di bukit Sion dan bersama-sama dengan Dia seratus empat puluh empat ribu orang dan di dahi mereka tertulis nama-Nya dan nama Bapa-Nya.
    14:5. Dan di dalam mulut mereka tidak terdapat dusta; mereka
    tidak bercela.

    Ini sama dengan Wahyu 7: 4-8.
    Tidak bercela= sempurna; mempelai wanita sorga.

    Jadi mempelai wanita sorga juga merupakan imam dan raja. Harus lewat jalur pentahbisan imam dan raja, harus beribadah dan melayani. Jangan banyak pertimbangan!
    Efraim terlalu banyak pertimbangan saat diajak berperang. Ditinggal, marah-marah. Salah besar!

    Mari kita menjadi imam dan raja. Jangan pikir-pikir! Ibadah itu enak bagi kita, bukan menyiksa. Latihan badani terbatas gunanya--sampai liang kubur--, tetapi ibadah mengandung janji untuk hidup sekarang sampai hidup kekal.

    Proses mendapatkan meterai nama Yesus: lewat sunat.
    Kolose 2: 11-12
    2:11. Dalam Dia kamu telah disunat, bukan dengan sunat yang dilakukan oleh manusia, tetapi dengan sunat Kristus, yang terdiri dari penanggalan akan tubuh yang berdosa,
    2:12. karena dengan Dia kamu
    dikuburkan dalam baptisan, dan di dalam Dia kamu turut dibangkitkan juga oleh kepercayaanmu kepada kerja kuasa Allah, yang telah membangkitkan Dia dari orang mati.

    Dalam perjanjian lama, sunatnya sunat jasmani. Abram disunat secara jasmani sehingga namanya menjadi Abraham, ada tambahan AH, itulah nama Allah (Jehovah). Nama Allah adalah Yahweh; AH-nya diambil untuk diletakkan pada nama Abram.

    "Jadi kalau mau menyebut nama Allah dengan Yahweh, boleh, asal jadi orang israel asli dan disunat secara jasmani. Banyak persoalan nama Tuhan. Yang aneh-aneh yang dipersoalkan. Kalau mau jadi orang Israel asli, sunat asli dan sistem Taurat, boleh tiru-tiru orang Israel memanggil Allah dengan Yahweh atau Jehovah, karena nama Abraham berasal dari situ."

    Tetapi perjanjian baru bukan sunat jasmani lagi, melainkan sunat rohani, yaitu baptisan air.
    Matius 28: 19
    28:19. Karena itu pergilah, jadikanlah semua bangsa murid-Ku dan baptislah mereka dalam nama Bapa dan Anak dan Roh Kudus,

    Kita yang sudah percaya Yesus dan bertobat--mati terhadap dosa--harus dikuburkan dalam air bersama Yesus di dalam nama Bapa, Anak Laki-laki, dan Roh Kudus, yaitu Tuhan Yesus Kristus, dan kita bangkit--keluar dari dalam air--bersama Yesus untuk mendapatkan nama Yesus (meterai nama Yesus).

    Sebenarnya kita dimeteraikan sejak dalam kandungan. Tetapi kalau dulu belum jadi orang Kristen, jangan menyesal. Masih ada lewat penyerahan anak. Kalau tidak pernah diserahkan, masih ada baptisan air; masih Tuhan sediakan.
    Karena itu berbahagia yang sudah dimeteraikan sejak dari kandungan; disertai nama Yesus seumur hidupnya. Luar biasa! Sungguh-sungguh!

    Dalam baptisan air, nama Yesus dimeteraikan di dahi kita. Tuhan tidak pernah melupakan kita, dan kita tidak pernah melupakan Dia. Itu yang penting!

    Hasilnya:
    Yesaya 49: 14-15
    49:14. Sion berkata: "TUHAN telah meninggalkan aku dan Tuhanku telah melupakan aku."
    49:15. Dapatkah seorang perempuan melupakan bayinya, sehingga ia tidak menyayangi anak dari kandungannya? Sekalipun dia melupakannya,
    Aku tidak akan melupakan engkau.

    Kasih ibu sudah bergeser, banyak anak kandung dibuang/digugurkan. Karena itu taruh meterai nama Tuhan. Kalau ingat nama Tuhan tidak akan berbuat begitu. Tetapi kasih Tuhan tidak pernah bergeser.

    Kita diingat oleh Tuhan seperti bayi dalam gendongan tangan-Nya; kita mengalami perhatian Tuhan yang besar--mata Tuhan tidak pernah tidur.
    Perhatian orang tua terbatas. Tetapi kalau kita tidak diperhatikan, jangan salahkan orang tua. Ada perhatian Tuhan kepada kita; ada maksud Tuhan! Kalau diperhatikan orang tua, mungkin kita lupa pada Tuhan. Tuhan mengizinkan kita tidak diperhatikan oleh orang tua, supaya kita mendapat perhatian langsung dari Tuhan. Seorangpun tidak ada yang memperhatikan kita, tidak masalah, karena ada perhatian Tuhan:


    • Dia memelihara dan melindungi kita yang tidak berdaya di tengah kesulitan dunia sampai zaman antikris. Dia melakukan apa yang bayi tidak bisa lakukan. Dia lakukan semua.
      Mari berserah, sebut nama Yesus. Itu tugas bayi yaitu menangis.

      Apa yang sudah tidak bisa kita lakukan, tidak bisa kita pikirkan, sebut nama Yesus, Dia sanggup melakukan semuanya bagi kita.


    • Tuhan memandikan bayi, artinya menyucikan dan mengubahkan sampai sempurna seperti Dia.


    Mari kita ulurkan tangan, menyembah Dia seperti bayi-bayi yang tidak berdaya! Kita tidak melupakan Tuhan, ada apa-apa, Tuhan yang nomor satu, berseru pada-Nya dan Dia tidak akan melupakan kita. Dia tetap menggendong kita dan melakukan semua untuk kita, sampai kita sempurna seperti Dia.

    Apapun dosa kita saat ini lewat pandangan, perbuatan, dan perkataan; tidak bertanggung jawab pada suami, isteri, anak, dan Tuhan sebagai imam-imam, Dia yang sanggup membersihkan kita semua. Sampai detik ini, jangan putus asa, kalau ada salah dalam perkataan, Tuhan sanggup menolong kita semua, sampai sempurna dan layak menyambut kedatangan-Nya.

Berseru kepada Tuhan seperti bayi yang lemah. Apa persoalan kita: jasmani, rohani, rumah tangga, masa depan, perjodohan, mari berseru pada Tuhan! Apa kerinduan kita, nyatakan pada Tuhan siang ini.
Yang sudah berhasil jangan sombong! Ingat Tuhan! Bersyukurlah kepada Dia!

Ingat Tuhan! Kasihi Dia lebih dari semua! Utamakan Dia lebih dari semua! Kekotoran apapun Tuhan terima, dan akan Dia basuh.
Justru di saat tidak ada yang menolong dan memperhatikan kita, seratus persen perhatian Tuhan kepada kita. Ingat Tuhan, jangan yang lain! Yang kotor, mustahil, susah, menderita, bapak, ibu, anak muda, Tuhan yang tahu keadaan kita. Serahkan semua kepada Tuhan!

Tuhan memberkati.

kembali ke halaman sebelumnya
IBADAH RUTIN DI MALANG

Minggu jam 06:50 (Ibadah Raya)
Minggu jam 10:15 (Ibadah Sekolah Minggu)
Selasa jam 17:15 (Ibadah Pendalaman Alkitab)
Rabu jam 07:30 (Ibadah Kaum Wanita)
Kamis jam 17:15 (Ibadah Doa Penyembahan)
Sabtu jam 17:15 (Ibadah Kaum Muda Remaja)

IBADAH RUTIN DI MEDAN
Royal Room Hotel Danau Toba Internasional
Jl. Imam Bonjol Medan

Minggu, jam 19:00 (Ibadah Raya)
Senin, jam 08:00 (Ibadah Pendalaman Alkitab)
Senin, jam 17:30 (Ibadah Pendalaman Alkitab)

IBADAH RUTIN DI SURABAYA

Minggu jam 09:30 (Ibadah Sekolah Minggu)
Minggu jam 10:45 (Ibadah Raya)
Rabu jam 17:30 (Ibadah Pendalaman Alkitab)
Jumat jam 17:30 (Ibadah Doa Penyembahan)


IBADAH RUTIN DI JAKARTA
Jl. Patra Kuningan XIV no.4
Jakarta Selatan
Sabtu, jam 09:00 (Ibadah Pendalaman Alkitab)

IBADAH KUNJUNGAN
  • 29-30 Mei 2018
    (Ibadah Persekutuan di Square Ballroom Surabaya)

  • September 2018
    (Ibadah Persekutuan di Malang)

All Right Reserved Gereja Pantekosta Tabernakel "KRISTUS KASIH"
Jln. Simpang Borobudur 27 Malang | Telp: (0341) 496949 | Fax: (0341) 476751 » Lihat Peta Gereja Kami di Malang
Jln. WR Supratman 4 Surabaya | Telp. 08123300378 » Lihat Peta Gereja Kami di Surabaya
hubungi kami | email: info@gptkk.org | sitemap | top