English Language | Form Penggembalaan
kebaktian bible study surabaya
KEBAKTIAN LAINNYA
Transkrip lengkap lainnya

Bible Study Surabaya (Senin, 03 November 2014)
Tayang: 04 Juni 2018
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 19 Mei 2014)
Tayang: 29 November 2015
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 25 Juni 2007)
Tayang: 24 Mei 2008
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 14 Januari 2008)
Tayang: 10 Maret 2010
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 16 Juni 2014)
Tayang: 01 Mei 2016
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 19 November 2007)
Tayang: 30 Agustus 2009
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 27 Agustus 2007)
Tayang: 21 Desember 2008
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 02 April 2007)
Tayang: 22 Oktober 2007
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 21 April 2014)
Tayang: 18 Oktober 2015
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 21 Mei 2007)
Tayang: 07 Maret 2008
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 14 Juli 2014)
Tayang: 12 Juni 2016
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 25 November 2013)
Tayang: 11 Mei 2014
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 20 Agustus 2007)
Tayang: 09 November 2008
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 19 Maret 2007)
Tayang: 28 Agustus 2007
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 29 Agustus 2011)
Tayang: 02 November 2011
[baca transkrip] | [download file transkrip]


ALAT TABERNAKEL

Pelataran
Pintu Gerbang
Mezbah Korban Bakaran
Bejana Pembasuhan Dari Tembaga
Pintu Kemah
Pelita Emas
Meja Roti Sajian
Mezbah Dupa Emas
Pintu Tirai
Tabut Perjanjian
Imam-Imam
Imam Besar
Tahbisan Imam-Imam
Ukupan Wangi-wangian
Papan-papan dan Kayu Lintang
Tudung (Tenda) Tabernakel

gambar denah tabernakel

Untuk Koneksi Lambat, silahkan buka http://id.gptkk.org
Transkrip lengkap dari ibadah penggembalaan di Malang dan Surabaya, semuanya di bawakan oleh gembala sidang Pdt. Widjaja Hendra.

Silahkan kontak ke info@gptkk.org apabila bapak/ibu/sdr/sdri ada pertanyaan atau mungkin ingin berlangganan majalah Manna dan silahkan kirim email ke widjaja_h [at] yahoo.com apabila ingin konsultasi pribadi dengan bapak gembala
silahkan ganti tanda [at] dengan @
Kebaktian: Bible Study Surabaya
Tanggal: Senin, 13 Agustus 2007
Tempat: WR Supratman 4 Sby
Pembicara: Pdt. Widjaja Hendra
Download file: [download file transkrip] - [versi cetak]
Tayang: 19 Oktober 2008

Kita masih akan membahas srt Yudas yang di dalam susunan tabenakel menunjuk pada tudung kulit lumba-lumba dan ini berarti perlindungan dan pemeliharaan TUHAN kepada gereja yang benar/gandum dan sekaligus pemisahan dari gereja yang palsu/ilalang. Bagaikan ilalang dipisahkan dengan gandum. Sekarang ini kita harus berhati-hati sebab gereja benar dan gereja palsu itu tumbuh bersama-sama bahkan gereja palsu yang bagaikan ilalang yang tumbuhnya mungkin lebih cepat, lebih menonjol dari gereja yang benar, tetapi gereja palsu/ilalang itu kosong sebab tidak mengutamakan Firman TUHAN tetapi hanya mengutamakan perkara-perkara yang di luar/jasmani sehingga nanti akan dibakar habis/binasa untuk selama-lamanya.

Sedangkan gereja yang benar semakin berisi akan semakin menunduk sedangkan ilalang semakin tegak/makin tinggi rasanya >>> semakin tua semakin tinggi. Di sini letak perbedaannya sebab gereja yang benar itu mengutamakan yang di dalam/isi yaitu Firman pengajaran yang benar sehingga akan dituai untuk dimasukkan kedalam lumbung/kerajaan seribu tahun damai/firdaus sampai pada lumbung kerajaan surga yang kekal.

Ada empat macam gereja yang palsu yaitu:

  • Gereja yang tidak tergembala >>> ay 4.
  • Gereja sistim taurat >>> ay 5.
  • Gereja setan seperti Sodom dan Gomora >>> ay 6 & ay 7.
  • Gereja daging >>> mulai ay 8.

Dan sekarang kita akan lebih meningkat dengan membaca Yudas 1 : 17 – 19 >>> gereja daging,
17. Tetapi kamu, saudara-saudaraku yang kekasih, ingatlah akan apa yang dahulu telah dikatakan kepada kamu oleh rasul-rasul Tuhan kita, Yesus Kristus.
18. Sebab mereka telah mengatakan kepada kamu: "Menjelang akhir zaman akan tampil pengejek-pengejek yang akan hidup menuruti hawa nafsu kefasikan mereka."
19. Mereka adalah pemecah belah yang dikuasai hanya oleh keinginan-keinginan dunia ini dan yang hidup tanpa Roh Kudus.

Jadi inilah tanda dari gereja daging:

  • tampil sebagai pengejek-pengejek >>> ay 18.
  • tampil sebagai pemecah belah >>> ay 19.

Kita akan menelusuri tentang pengejek-pengejek dan apa yang diejek dengan membaca di dalam srt 2 Petrus 3 : 3 – 6,
3. Yang terutama harus kamu ketahui ialah, bahwa pada hari-hari zaman akhir akan tampil pengejek-pengejek dengan ejekan-ejekannya, yaitu orang-orang yang hidup menuruti hawa nafsunya.
4. Kata mereka: "Di manakah janji tentang kedatangan-Nya itu? Sebab sejak bapa-bapa leluhur kita meninggal, segala sesuatu tetap seperti semula, pada waktu dunia diciptakan."
5. Mereka sengaja tidak mau tahu, bahwa oleh firman Allah langit telah ada sejak dahulu, dan juga bumi yang berasal dari air dan oleh air,
6. dan bahwa oleh air itu, bumi yang dahulu telah binasa, dimusnahkan oleh air bah.

Jadi yang diejek adalah Firman TUHAN yang memberitakan tentang kedatangan YESUS Yang keduakalinya sebagai Raja di atas segala raja dan sebagai Mempelai Laki-laki Surga yang kita kenal sebagai Firman pengajaran yang benar.
Saya selalu mengatakan bahwa ada dua macam pemberitaan Firman yaitu:

  1. Firman penginjilan/injil keselamatan >>> Efesus 1 : 13 memberitakan tentang kedatangan YESUS Yang pertama kalinya dan mati di kayu salib untuk menebus dosa manusia. Firman penginjilan ini sasaran utamanya untuk manusia berdosa agar dapat percaya kepada YESUS sehingga mereka dapat diselamatkan. Seperti saya sekeluarga dulu tidak mengenal TUHAN YESUS sebab kami memang bukan keturunan orang Kristen, tetapi lewat Firman penginjilan, kami dapat percaya kepada YESUS dan dapat diselamatkan. Inilah Firman penginjilan/injil keselamatan dan dinamakan oleh rasul Paulus sebagai susu.
  2. Firman pengajaran yaitu injil tentang kemuliaan Kristus yang memberitakan tentang kedatangan YESUS Yang keduakalinya dalam kemuliaan sebagai Raja di atas segala raja dan juga sebagai Mempelai Laki-laki Surga. Kedatangan YESUS Yang keduakalinya ini, tidak kena mengena dengan dosa, itu sebabnya Firman pengajaran ini menyucikan kehidupan kita sampai kita menjadi sempurna seperti YESUS.
    Jadi yang diejek adalah >>> dimana janji tentang kedatanganNYA kembali sebagai Raja di atas segala raja dan juga sebagai Mempelai Laki-laki surga sebab semuanya tetap seperti semula.

Kemudian tampil sebagai pemecah belah >>> Yudas 1 : 19, Mereka adalah pemecah belah yang dikuasai hanya oleh keinginan-keinginan dunia ini dan yang hidup tanpa Roh Kudus.
Pemecah belah ini hidup tanpa Roh Kudus/menolak urapan Roh Kudus. Pengejek-pengejek ini menolak Firman pengajaran/Firman penyucian sedangkan pemecah belah ini hidup tanpa Roh Kudus/menolak urapan Roh Kudus. Jadi kalau pengejek-pengejek dan pemecah belah ini digabung maka gereja daging adalah kehidupan yang menolak Firman pengajaran/Firman penyucian di dalam urapan Roh Kudus yang di dalam srt Ibrani 4 >>> Firman yang lebih tajam dari pedang bermata dua.

Ibrani 4 : 12, 13,
12. Sebab firman Allah hidup dan kuat dan lebih tajam dari pada pedang bermata dua manapun; ia menusuk amat dalam sampai memisahkan jiwa dan roh, sendi-sendi dan sumsum; ia sanggup membedakan pertimbangan dan pikiran hati kita.
13. Dan tidak ada suatu makhlukpun yang tersembunyi di hadapan-Nya, sebab segala sesuatu telanjang dan terbuka di depan mata Dia, yang kepada-Nya kita harus memberikan pertanggungan jawab.

Ay 12 >>> inilah Firman penyucian = pedang = Tumim. Pengejek menolak Firman/pedang.
Ay 13 >>> semua terbuka = terang = Roh Kudus. Jadi, inilah gereja daging yaitu kehidupan yang menolak Firman pengajaran/Firman penyucian di dalam urapan Roh Kudus atau menolak Firman yang lebih tajam dari pedang bermata dua atau Firman yang merupakan perkataan keras. Inilah istilah-istilah supaya kita dapat mengerti dihari-hari ini sehingga kita jangan dikategorikan sebagai gereja daging.

Di dalam injil Yohanes 6 : 60, Sesudah mendengar semuanya itu banyak dari murid-murid Yesus yang berkata: "Perkataan ini keras, siapakah yang sanggup mendengarkannya?"
Inilah bukti kepada kita bahwa di dalam gereja TUHAN diperlukan Firman penyucian/Firman pengajaran di dalam urapan Roh Kudus/Firman yang lebih tajam dari pedang bermata dua/Firman yang merupakan perkataan TUHAN yang keras.

‘siapakah yang sanggup mendengarkannya?’ >>> kita harus berhati-hati, sebab banyak yang nanti tidak sanggup mendengarkan Firman yang merupakan perkataan keras/Firman yang lebih tajam dari pedang bermata dua/Firman pengajaran di dalam urapan Roh Kudus. Dan ini nanti yang akan menjadi kenyataan. Semoga kita dapat mengerti.

Mari kita melihat dulu isi dari Firman pengajaran. Jadi gereja daging yang mempertahankan daging, pasti akan banyak yang menolak Firman pengajaran yang keras. Jangankan untuk mendengarkan isi dari Firman pengajaran itu, untuk waktunya saja mereka sudah mengeluh karena terlalu lama. Sekarang ini sudah banyak digembar-gemborkan bahwa kemampuan manusia itu hanya cukup bertahan selama empatpuluh lima menit. Saya pernah menjadi guru di sekolah umum, di universitas juga pernah dan memang untuk ilmu pengetahuan ada batasnya yaitu dibatasi oleh usia dlsbnya. Tetapi kalau Firman di dalam urapan Roh Kudus, maka Roh Kudus itu tidak terbatas. Tidak dapat dibatasi oleh waktu, oleh otak asal kita berada di dalam urapan Roh Kudus. Semoga kita dapat mengerti.

Mari sekarang kita akan melihat isi dari Firman pengajaran/Firman yang lebih tajam dari pedang bermata dua yang sering ditolak yaitu:
2 Timotius 4 : 2, Beritakanlah firman, siap sedialah baik atau tidak baik waktunya, nyatakanlah apa yang salah, tegorlah dan nasihatilah dengan segala kesabaran dan pengajaran. Inilah isi dari Firman pengajaran di dalam urapan Roh Kudus/Firman yang lebih tajam dari pedang bermata dua/Firman yang merupakan perkataan TUHAN yang keras/makanan yang keras.

Isinya adalah:

  • Menyatakan apa yang salah >>> menyatakan dosa yang tersembunyi di dalam sidang jemaat. Banyak kali kita tidak tahu bahwa itu adalah dosa, itu sebabnya amatlah penting Firman pengajaran. Mungkin ada istilah berdusta untuk kebaikan/supaya tidak ramai >>> ini terlihat baik/bagus tetapi kalau Firman dinyatakan, barulah kita mengetahui bahwa itu adalah hal yang salah.
    Menyatakan dosa yang tersembunyi di dalam sidang jemaat supaya kita dapat menyadari dan menyesali serta mengakui dosa sehingga kita mendapat pengampunan dosa oleh Darah YESUS/kita tidak dihukum. Ini pentingnya Firman pengajaran dalam urapan Roh Kudus/Firman yang lebih tajam dari pedang bermata dua. Setelah kita sadar, kita jangan tertawa-tawa, tetapi kita harus menyesal dan mengakui dosa sehingga kita diampuni oleh Darah YESUS dan kita tidak dihukum. Bebas dari maut sebab upah dosa adalah maut. Apa gunanya kita diberkati dan mengetahui tentang surga tetapi kalau ada dosa yang tersembunyi, maka kita tidak akan sampai ke sana. Kita harus berdoa supaya pemberitaan Firman bukan hanya menunjukkan keagungan surga dan juga bukan hanya menunjukan berkat serta mujizat, tetapi yang penting adalah menunjukkan dosa-dosa yang tersembunyi.
    Jika dosa dinyatakan, maka hadirat TUHAN tidak tersembunyi di tengah-tengah sidang jemaat. Itu sebabnya bagi rekan-rekan gembala dan juga saya sebagai gembala, kita jangan main-main dengan menyembunyikan dosa sekalipun gembala tidak tahu. Kalau seorang gembala menyembunyikan dosa yang banyak kali ditutup dengan berpura-pura berbuat baik, tetapi hadirat TUHAN akan tersembunyi dan hanya TUHAN Yang mengetahui. Demikian juga dengan sidang jemaat yang menyembunyikan dosa dan berpikir bahwa gembala tidak mengetahui dengan berpura-pura berbuat baik, berpura-pura setia, tetapi hadirat TUHAN tersembunyi dan ia tidak akan pernah mengalami jamahan TUHAN/tidak akan pernah mengalami pertolongan TUHAN.
    TUHAN katakan di dalam ktb Yesaya 59 : 1, 2,
    1. Sesungguhnya, tangan TUHAN tidak kurang panjang untuk menyelamatkan, dan pendengaran-Nya tidak kurang tajam untuk mendengar;
    2. tetapi yang merupakan pemisah antara kamu dan Allahmu ialah segala kejahatanmu, dan yang membuat Dia menyembunyikan diri terhadap kamu, sehingga Ia tidak mendengar, ialah segala dosamu.

    Jadi sangatlah penting Firman yang menunjuk dosa supaya hadirat TUHAN tidak tersembunyi di dalam sidang jemaat tetapi nyata di dalam sidang jemaat/di dalam kehidupan kita. Kalau hadirat TUHAN nyata, maka kita sepertinya dituntun >>> sesudah ini, akan ada ini, kita mau berbuat apa saja, sepertinya kita dituntun. Jika kita masih selalu terbentur dan terbentur, maka itu berarti hadirat TUHAN masih tersembunyi sebab masih ada dosa yang tersembunyi. Demikian juga bagi rekan-rekan sesama hamba TUHAN, jika di dalam pelayanan, saudara masih sering terbentur-terbentur, maka itu berarti hadirat TUHAN masih tersembunyi. Biarlah sekarang ini kalau dosa dinyatakan dan kita mau mengaku sampai pada dosa yang tersembunyi juga kita akui, maka hadirat TUHAN juga tidak akan tersembunyi tetapi akan nyata di dalam hidup kita. Semoga kita dapat merasakan isi dari Firman pengajaran.
  • ‘tegurlah apa yang salah’ >>> Firman pengajaran itu menegur dengan keras, supaya apa? Supaya kita berhenti berbuat dosa dan kembali kepada kehendak TUHAN = bertobat. Seringkali sesudah kita mengaku, keluar dari gereja, kita berbuat dosa lagi dan kita terus ditegur, terus ditegur; selama kita belum berhenti berbuat dosa/masih bertahan pada dosa, maka Firman TUHAN akan terus datang sebagai teguran yang keras dan jika kita tetap bertahan pada dosa, maka satu waktu kita tidak akan tahan pada Firman yang keras. Tetapi kalau kita sudah mau berhenti dan mengaku dosa, maka selanjutnya Firman pengajaran berisi
  • ‘nasihat’. Itu sebabnya sekarang ini kita harus bersungguh-sungguh sebab pengejek-pengejek dan pemecah belah ini menolak Firman yang lebih tajam dari pedang bermata dua. Tetapi biarlah sekarang ini kita menerima agar kita dapat mengaku dosa dan bertobat, maka Firman itu menjadi nasihat * yang akan menjadi tuntunan Tangan TUHAN supaya kita tetap hidup benar/hidup suci, tidak kembali lagi kepada dosa dan satu waktu kita menjadi sempurna.

Nasihat itu juga *akan menjadi jalan keluar dari TUHAN yang tidak dapat dihalangi oleh setan. Kalau ada dosa, maka di situ ada setan. Kita mau berbuat apa yang baik tetapi kalau dosa dipertahankan maka pasti akan dihalangi bahkan dihancurkan oleh setan. Tetapi kalau kita sudah dituntun oleh TUHAN >>> kita sudah hidup benar, hidup suci >>> itulah jalan keluar dari TUHAN untuk menyelesaikan segala permasalahan yang tidak dapat lagi diganggu, dihambat oleh setan. Waktu orang majus bertemu dengan YESUS waktu YESUS lahir, lewat mimpi mereka dinasihati untuk jangan kembali lagi kepada Herodes tetapi pada jalan lain tanpa ada Herodes.

Mengapa kita selalu terbentur sepertinya tidak ada jalan keluar, sekalipun kita sudah menerima Firman pengajaran, kita jangan menyalahkan Firman pengajaran sebab bukan Firman pengajaran yang salah, bukan Firman pengajaran yang perlu direvisi. Tetapi bagaimana sikap kita, apakah Firman masih terus berupa teguran, kalau Firman masih terus merupakan teguran dan kita juga masih keras mempertahankan dosa sehingga Firman menjadi semakin hari semakin keras, lama kelamaan kita tidak akan kuat. Tetapi kalau kita sudah terus mengikuti Firman sampai Firman itu sudah menjadi nasihat, maka kita tinggal memetik buahnya dan bersaksi bagaimana luar biasanya Firman pengajaran itu sebab memberikan jalan keluar. Tetapi Firman pengajaran/Firman penyucian di dalam urapan Roh Kudus ini yang sekarang ini ditolak oleh gereja daging. Menolak Firman yang lebih tajam dari pedang bermata dua, menolak Firman yang merupakan perkataan yang keras/makanan yang keras. Kita jangan ikut-ikutan tetapi kita tetap bertahan dan TUHAN akan menolong kita semua.

Yohanes 6 : 60
60. Sesudah mendengar semuanya itu banyak dari murid-murid Yesus yang berkata: "Perkataan ini keras, siapakah yang sanggup mendengarkannya?"

Ay 60 >>> menolak >>> inilah gereja daging. Waktu Firman penginjilan diberitakan, YESUS memberi makan limaribu orang dengan lima ketul roti. Angka lima adalah korban Kristus >>> Firman yang memberitakan YESUS Yang di Korbankan = penginjilan, maka limaribu orang laki-laki saja, belum termasuk perempuan dan anak-anak. Karena Firman penginjilan >>> berkat-berkat jasmani, maka YESUS luar biasa, YESUS hebat dan merasa nyaman karena tidak perlu bekerja. Tetapi begitu TUHAN ingin meningkatkan kerohanian dengan perkataan yang keras >>> maka dari limaribu orang tinggal duabelas orang yaitu murid-murid YESUS dan dari duabelas murid menjadi sebelas karena Yudas nantinya akan pergi. Itu sebabnya ditulis banyak yang menolak.

Duabelas yang sudah menerima Firman pengajaran, masih satu yang keluar. Nanti juga akan terjadi, dari kalangan kita sendiri yang sudah menerima Firman pengajaran, justru akan mengejek dan menolak. Jadi bukan hanya orang yang tidak pernah mendengar, tetapi justru dari kalangan kita yang mengejek dan menolak Firman pengajaran yang benar. Itu sebabnya kita harus waspada dihari-hari ini.

Akibat dari menolak Firman yang lebih tajam dari pedang bermata dua/Firman pengajaran di dalam urapan Roh Kudus yaitu:

  1. Yohanes 6 : 61 – 63, 66,
    61. Yesus yang di dalam hati-Nya tahu, bahwa murid-murid-Nya bersungut-sungut tentang hal itu, berkata kepada mereka: "Adakah perkataan itu menggoncangkan imanmu?
    62. Dan bagaimanakah, jikalau kamu melihat Anak Manusia naik ke tempat di mana Ia sebelumnya berada?
    63. Rohlah yang memberi hidup, daging sama sekali tidak berguna. Perkataan-perkataan yang Kukatakan kepadamu adalah roh dan hidup.
    66. Mulai dari waktu itu banyak murid-murid-Nya mengundurkan diri dan tidak lagi mengikut Dia.

    Ay 66 ini, tidaklah kebetulan >>> Yohanes 6 : 66 >>> kita bertemu lagi dengan kata banyak, jadi sekarang ini kita jangan melihat banyak, sebab ini berbahaya. Di dalam alkitab justru banyak ini yang negatif; saya menerangkan di Malang tentang Matius 24 >>> banyak penyesat dan banyak yang disesatkan, banyak yang mengundurkan diri. Kita harus berhati-hati, jangan terpancing dengan jumlah.
    Jadi akibat dari menolak Firman yang lebih tajam dari pedang bermata dua/Firman dalam urapan Roh Kudus/Perkataan yang keras menjadi bersungut-sungut, karena tidak ada kepuasan sehingga kerohanian menjadi kering dan imannya sudah menjadi goncang (ay 61) >>> Yesus yang di dalam hati-Nya tahu, bahwa murid-murid-Nya bersungut-sungut tentang hal itu, berkata kepada mereka: "Adakah perkataan itu menggoncangkan imanmu?
    Kemudian menjadi bimbang dan goyah, jika keadaan ini dibiarkan maka akan menjadi mati rohani.
    Di dalam ay 62, dikatakan Dan bagaimanakah, jikalau kamu melihat Anak Manusia naik ke tempat di mana Ia sebelumnya berada? >>> Ini yang dikatakan oleh YESUS kepada murid-muridNYA, artinya mereka tidak dapat melihat YESUS Yang bangkit dan terangkat ke surga jika iman mereka goncang. Sekarang kepada kita jika iman kita goncang dan bimbang, berarti tidak dapat melihat YESUS Yang akan datang kembali Yang kedua kalinya.
    Dan ay 66 >>> Mulai dari waktu itu banyak murid-murid-Nya mengundurkan diri dan tidak lagi mengikut Dia >>> mengundurkan diri dari Firman pengajaran yang benar/Firman yang lebih tajam dari pedang bermata dua = tidak mengikuti YESUS lagi. Mengundurkan diri dari Firman pengajaran yang benar, tetapi tetap mengikuti YESUS >>> tidak! Jika demikian, mengikuti siapa? Mengikuti guru-guru palsu, dongeng-dongeng. Masih mengikuti ibadah, masih melayani pekerjaan TUHAN tetapi tidak lagi mengikuti YESUS, sebab yang benar saja sudah mereka tolak, mau mengikuti siapa? Mengikuti dongeng-dongeng dan nabi-nabi palsu.
    2 Timotius 4 : 3, 4,
    3. Karena akan datang waktunya, orang tidak dapat lagi menerima ajaran sehat, tetapi mereka akan mengumpulkan guru-guru menurut kehendaknya untuk memuaskan keinginan telinganya.
    4. Mereka akan memalingkan telinganya dari kebenaran dan membukanya bagi dongeng.

    Ay 3 >>> jika sudah tidak dapat lagi menerima ajaran sehat/ajaran yang benar >>> di ayat di atas dikatakan bahwa mereka mengundurkan diri = tidak lagi mengikuti YESUS. Lalu mengikuti siapa? Ay 4 >>> dan mereka akan mengikuti/lari kepada guru-guru palsu yang memberitakan dongeng-dongeng.
    Dongeng itu:
    • Bukanlah Firman TUHAN sebab tidak ada ayat-ayatnya di dalam Firman TUHAN/tidak berdasarkan ayat-ayat yang ada di dalam alkitab.
    • Tidak berdasarkan Firman TUHAN tetapi hanya berisi lawakan.
    • Firman TUHAN yang di ilmiahkan, bukan yang di ilhamkan.
    • Firman TUHAN yang tidak dibukakan rahasianya yaitu ayat yang satu menerangkan ayat yang lain.
    Siapa yang senang akan cerita-cerita dongeng? Anak kecil yang suka akan dongeng >>> inilah keadaan rohani yang hanya seperti anak-anak kecil. Itu sebabnya kita harus berhati-hati, sebab selain mengikuti guru-guru palsu, maka ada yang mengikuti dunia/kembali ke dunia dan juga mengikuti kehendak dirinya sendiri. Semoga kita dapat mengerti dan waspada dihari-hari ini. Inilah akibat dari menolak bahkan mengejek Firman pengajaran yang benar.
    Bangsa kafir ini jika tanpa Firman pengajaran yang benar/tanpa Firman yang keras/tanpa Firman penyucian/tanpa Firman yang lebih tajam dari pedang bermata dua >>> dalam cerita tentang perempuan Kanani yang sebelum ia bertemu dengan YESUS/sebelum mendapatkan Firman yang keras >>> ‘tidak patut roti untuk anak diberikan kepada anjing’ >>> jika dikasarkan, maka itu berarti “kamu anjing” >>> ini adalah Firman yang sangat keras dan kasar >>> Firman pengajaran yang menunjuk keadaan dari perempuan itu yaitu “kamu anjing”.
    Jadi, sebelum bangsa kafir menerima Firman pengajaran yang keras, maka bangsa kafir itu tidaklah lebih dari anjing/hidupnya seperti anjing dan sangatlah menderita karena dirasuk oleh setan terutama dalam masalah nikah dan buah nikah yang sudah merupakan masalah internasional dan tidak dapat ditolong oleh siapapun juga dan oleh apapun juga dari dunia ini, tetapi hanya dapat ditolong oleh pedang/Firman yang lebih tajam dari pedang bermata dua seperti Salomo yang menghadapi dua orang wanita yang memperebutkan seorang anak dan dapat diselesaikan oleh pedang. Itu sebabnya kita jangan pernah melepaskan pedang ini. Semoga kita dapat mengerti.
    Tetapi begitu perempuan Kanani itu bertemu dengan TUHAN YESUS, ia tidaklah bersungut-sungut tetapi ia membenarkan perkataan TUHAN. Inilah yang harus menjadi sikap kita yaitu selalu membenarkan Firman TUHAN dan inilah sikap yang benar >>> Matius 15 : 22, 24 – 26,
    22. Maka datanglah seorang perempuan Kanaan dari daerah itu dan berseru: "Kasihanilah aku, ya Tuhan, Anak Daud, karena anakku perempuan kerasukan setan dan sangat menderita."
    24. Jawab Yesus: "Aku diutus hanya kepada domba-domba yang hilang dari umat Israel."
    25. Tetapi perempuan itu mendekat dan menyembah Dia sambil berkata: "Tuhan, tolonglah aku."
    26. Tetapi Yesus menjawab: "Tidak patut mengambil roti yang disediakan bagi anak-anak dan melemparkannya kepada anjing."

    Keadaan perempuan yang sangat menderita, Firman TUHAN datang dengan keras. Mari bangsa kafir! Kalau ada penderitaan terutama karena nikah atau karena apa saja, seharusnya mencari pedang, jangan meninggalkan pedang dan juga jangan mencari Firman lima roti untuk lima ribu orang sehingga di dalam penderitaan kita merasa Firman itu luar biasa karena kita diberkati >>> bukan ini yang menyelesaikan masalah sebab yang menyelesaikan masalah adalah pedang.
    Bagaimana sikap dari perempuan itu? Matius 15 : 27, Kata perempuan itu: "Benar Tuhan, namun anjing itu makan remah-remah yang jatuh dari meja tuannya."
    Benar TUHAN >>> perempuan ini tidak bersungut-sungut dan menolak Firman, tetapi ia membenarkan Firman.
    Membenarkan Firman = jangan mengomentari dan mengkritik Firman tetapi menerima Firman sampai dapat dengar-dengaran pada Firman.
    Namun anjing = membenarkan bahwa aku memang anjing = mengakui keadaan dan kesalahannya seperti anjing.
    Anjing itu lidahnya menjilat muntah >>> jatuh bangun di dalam dosa. Mari mengakui dosa kita kepada TUHAN >>> memang benar TUHAN, aku jatuh bangun di dalam dosa/memang aku anjing. Sehingga masalah nikah, masalah ekonomi dlsbnya, bangsa kafir ini datang hanya untuk menerima pedang dan mengakui >>> benar TUHAN/mengakui dirinya memang anjing. Dan jika ini terjadi, maka hasilnya kita akan mengalami penyucian dan menjadi domba. Anjing diangkat menjadi domba dan di saat domba berseru, maka TUHAN menjawab doanya. Sebab kalau masih menjadi anjing, maka doa tidak akan dijawab oleh TUHAN.
    Domba itu jangankan mengembik, kalau domba itu baru mengeluarkan air mata, Gembala Agung sudah mengetahuinya dan akan menolong. Mari sekarang ini, kita jangan:
    • mempertahankan diri sebagai anjing
    • jangan bersungut-sungut
    • jangan undur dari Firman pengajaran tetapi sikap dari bangsa kafir adalah membenarkan dan menerima Firman sampai dengar-dengaran kepada Firman
    • mengaku diri sebagai anjing, tetapi anjing membutuhkan roti >>> mengaku dan membenarkan kekurangan dan dosa sehingga kita akan mengalami penyucian dari anjing menjadi domba dan bila domba berseru kepada TUHAN, TUHAN akan menjawab dan menyelesaikan segala masalah. Semoga kita dapat mengerti.
    Inilah akibat pertama jika menolak Firman dan mengundurkan diri sehingga akan hancur dan binasa. Tetapi sikap yang benar >>> dari yang hancur seperti anjing akan tertolong oleh TUHAN terutama bagi kita bangsa kafir.
  2. tidak memiliki dua sayap burung nazar. Jika kita menolak Firman penyucian/Firman pengajaran di dalam urapan Roh Kudus/Firman yang lebih tajam dari pedang bermata dua, maka kita tidak akan memiliki dua sayap burung nazar yaitu Firman dan Roh Kudus. Sebab Firman di dalam urapan Roh Kudus adalah dua sayap burung nazar dan kalau ditolak, maka kita tidak memiliki dua sayap burung nazar dan ini akan sangat berbahaya. Jika tidak memiliki dua sayap burung nazar, maka akan ada sayap yang lain yaitu sayap burung ranggung dan sayap ini adalah sayap milik antikrist dan arahnya akan berbeda jika gereja TUHAN/kehidupan kita menolak Firman dalam urapan Roh Kudus/Firman yang lebih tajam dari pedang bermata dua >>> Zakharia 5 : 7 – 11,
    7. Lihat, tutup timah gantang itu telah terangkat, dan seorang perempuan duduk di dalamnya!
    8. Kemudian berkatalah ia: "Itulah kefasikan!" Lalu didorongnyalah perempuan itu kembali ke dalam gantang dan dibantingnyalah batu timah itu ke mulut gantang.
    9. Lalu aku melayangkan mataku dan aku melihat: tampak tampil dua orang perempuan yang sayapnya didorong oleh angin. Adapun sayap mereka adalah sayap seperti burung ranggung. Mereka mengangkut gantang itu di antara bumi dan langit.
    10. Bertanyalah aku kepada malaikat yang berbicara dengan aku itu: "Ke mana mereka membawa gantang itu?"
    11. Jawabnya kepadaku: "Ke tanah Sinear, untuk mendirikan sebuah rumah bagi perempuan itu. Dan apabila itu selesai, maka mereka akan menempatkan dia di sana di tempat rumah itu didirikan."

    Jika menolak dua sayap burung nazar, maka akan menerima sayap burung ranggung yang adalah sayap dari antikrist yang mendorong dan mengarahkan ke tanah Sinear. Perempuan itu adalah gambaran dari gereja yang didorong ke tanah Sinear, di mana tanah Sinear itu?
    Kejadian 11, menara Babel didirikan di tanah Sinear >>> Kejadian 11 : 2, 9,
    2. Maka berangkatlah mereka ke sebelah timur dan menjumpai tanah datar di tanah Sinear, lalu menetaplah mereka di sana.
    9. Itulah sebabnya sampai sekarang nama kota itu disebut Babel, karena di situlah dikacaubalaukan TUHAN bahasa seluruh bumi dan dari situlah mereka diserakkan TUHAN ke seluruh bumi.

    Sayap burung ranggung/sayap antikrist mendorong gereja ke arah Sinear/ke arah Babel sehingga menjadi perempuan Babel/mempelai wanita antikrist/mempelai wanita setan. Ke arah puncak kenajisan dan kejahatan itulah perempuan Babel.
    Tetapi sekarang ini banyak gereja yang memilih sayap burung ranggung/sayap antikrist dengan kekuatan mammon >>> Wahyu 17 : 3 – 6,
    3. Dalam roh aku dibawanya ke padang gurun. Dan aku melihat seorang perempuan duduk di atas seekor binatang yang merah ungu, yang penuh tertulis dengan nama-nama hujat. Binatang itu mempunyai tujuh kepala dan sepuluh tanduk.
    4. Dan perempuan itu memakai kain ungu dan kain kirmizi yang dihiasi dengan emas, permata dan mutiara, dan di tangannya ada suatu cawan emas penuh dengan segala kekejian dan kenajisan percabulannya.
    5. Dan pada dahinya tertulis suatu nama, suatu rahasia: "Babel besar, ibu dari wanita-wanita pelacur dan dari kekejian bumi."
    6. Dan aku melihat perempuan itu mabuk oleh darah orang-orang kudus dan darah saksi-saksi Yesus. Dan ketika aku melihatnya, aku sangat heran.

    Ay 3 >>> binatang dengan tujuh kepala dan sepuluh tanduk >>> di Wahyu 13 adalah antikrist.
    Kita harus berhati-hati, kalau perempuan/gereja TUHAN hanya didukung/mengutamakan mammon/kekayaan dan kemakmuran jasmani, perkara-perkara jasmani/keuangan >>> hanya ini yang digembar-gemborkan maka akan mengarah ke Babel/ke Sinear. Tetapi kalau perempuan didukung oleh dua sayap burung nazar, akan mengarah kepada kedatangan YESUS Yang kedua kalinya/ke Yerusalem Baru.
    Kita tinggal memilih, mau digembalakan dan juga mau bersekutu/berfellow-ship di mana? Bagi rekan-rekan hamba TUHAN, saudara harus jeli sebab kita ini akan dibawa kemana? harus memiliki hati nurani yang baik dihari-hari ini sehingga dapat melihat >>> ‘saya datang ke gereja di jln.W.R.Supratman 4 Surabaya/saya datang ke fellow-ship A, ke fellow-ship B, didukung oleh apa/mengutamakan apa? Kalau hanya mengutamakan/didengung-dengungkan pada hal yang jasmani/mammon = sayap burung ranggung sehingga kita tertipu karena diarahkan kepada perempuan Babel. Semoga kita dapat mengerti.
    Itu sebabnya kita jangan bermain-main, apalagi kami sebagai gembala-gembala >>> kita mau membawa sidang jemaat kemana? Ini adalah hal yang sungguh-sungguh serius kalau sudah jelas menolak Firman pengajaran yang benar, maka sudah dapat dipastikan hanya akan menggembar-gemborkan yang jasmani = sayap burung ranggung dan akan menuju ke Babel.
    Saudara harus memperhatikan di ay 6 dan ini yang ngeri >>> Dan aku melihat perempuan itu mabuk oleh darah orang-orang kudus dan darah saksi-saksi Yesus. Dan ketika aku melihatnya, aku sangat heran.
    Banyak kali kita ini seperti Martha yang lebih mementingkan pelayanan >>> salah! Kalau Maria lebih mementingkan Perkataan YESUS sehingga Martha seperti mengejek Maria dan berkata bahwa Maria hanya duduk-duduk saja, sedangkan aku sibuk. Kita salah sebab kita harus terlebih dahulu melihat dukungannya. Sebab darah orang-orang kudus dan darah saksi-saksi YESUS >>> mereka inilah pelayan-pelayan TUHAN dan justru ini yang diincar.
    Sayap burung ranggung/perempuan Babel itu sangat menginginkan/ngiler (bhs Jawa) kepada pelayan-pelayan TUHAN. Jadi kalau kita hanya ‘aku melayani’ maka akan berbahaya sebab didukung oleh apa pelayanan itu? bukan karena sudah melayani kemudian sudah merasa hebat. Kain juga melayani tetapi pelayanannya ditolak oleh TUHAN, oleh sebab itu kita harus terlebih dahulu melihat dukungannya barulah kita dapat melayani TUHAN.

Memang setan itu menghalangi kita untuk beribadah dan melayani >>> saya tidak dapat melayani >>> ok! saya sibuk melayani >>> ok! Tetapi didukung oleh apa? Kalau didukung oleh mammon, maka akan dilarikan/diarahkan ke Babel karena tanpa kekuatan Firman.

Saya memberi contoh jln W. R.Supratman 4 Surabaya >>> dilihat hati nurani karena hati nurani ini haruslah bersih >>> didukung oleh apa saya ini? kalau didukung oleh mammon >>> jangan! Sebab arahnya kepada Babel. Bagi rekan-rekan hamba TUHAN di dalam berfellow-ship >>> hati nurani haruslah bersih, kita didukung oleh apa? Sebab dibelakang kita ada berapa anggauta sidang jemaat yang harus diarahkan kemana? kitalah yang harus bertanggung jawab. Semoga kita dapat mengerti.

Kalau kita menerima pekerjaan Firman yang lebih tajam dari pedang bermata dua, kita akan diberi dua sayap burung nazar. Beberapa waktu yang lalu saya menunjuk tingkatannya yaitu:

  • kita dinaungi.
  • kita didukung dan kalau kita menerima penyucian maka
  • kita diberi dua sayap burung nazar.

Wahyu 12 : 14, Kepada perempuan itu diberikan kedua sayap dari burung nasar yang besar, supaya ia terbang ke tempatnya di padang gurun, di mana ia dipelihara jauh dari tempat ular itu selama satu masa dan dua masa dan setengah masa.
Kita harus memiliki dua sayap burung nazar untuk menyingkirkan kita sekarang ini dari kekuatan mammon. Sebab istilah dari dunia ini >>> uang adalah segalanya dan gereja TUHAN juga berkata demikian.
Contoh: TUHAN YESUS mencambuk pedagang-pedagang yang ada di dalam bait ALLAH >>> dulu sudah terjadi dan sekarang juga >>> di gereja uang menjadi segalanya sebab banyak yang berkata, kalau tidak uang, maka gereja ini tidak dapat berjalan. Justru kita harus lari dari situ. Dengan dua sayap burung nazar, kita akan disingkirkan sekarang dari kekuatan mammon yang berkata bahwa uang adalah segalanya dan kita menyingkir dari situ sampai satu waktu kita disingkirkan dari antikrist yang berkuasa di bumi tiga setengah tahun lamanya. Kita disingkirkan ke padang gurun juga selama tiga setengah tahun.

Saya akan memerinci secara perlahan-lahan >>> dengan kekuatan dua sayap burung nazar kita disingkirkan sekarang:

  • dari ketergantungan akan mammon/keterikatan akan uang yang mengatakan bahwa uang itu adalah segalanya tetapi sekarang ini kita hanya berharap kepada TUHAN dengan dua sayap burung nazar, jangan uang yang menjadi segalanya, tetapi TUHAN/Firman yang menjadi segalanya.
  • nanti/y.a.d, kita akan disingkirkan dari antikrist yang berkuasa di bumi ini selama tiga setengah tahun lamanya. Kita disingkirkan ke padang belantara dan dipelihara secara langsung oleh TUHAN. Tidak ada sedikitpun ketergantungan pada dunia.

Sekarang ini kita mulai belajar, kalau ada orang yang mengatakan bahwa uang adalah segalanya, maka kita harus menjawab >>> TUHAN segalanya/Firman segalanya dan ini berarti kita sudah memiliki sayap. Terus menerus sehingga sayap itu bertambah lama bertambah besar sampai satu waktu kita disingkirkan ke padang belantara dan benar-benar tidak memiliki ketergantungan sedikitpun pada dunia. Di padang belantara, kita dipelihara dan kita menanti kedatangan TUHAN ke dua kalinya, sebab setelah tiga setengah tahun, TUHAN akan datang kembali kedua kalinya dan kita akan bersama-sama denganNYA. Oh ..... sangat sedih, sebab sudah diberi contoh di dalam alkitab bagaimana YESUS mencambuk pedagang-pedagang/ketergantungan pada uang. Semoga kita dapat mengerti.

Jadi akibat dari menolak Firman yang lebih tajam dari pedang bermata dua:

  • bersungut-sungut sampai mengundurkan diri, tetapi kalau kita menerima Firman, maka segala masalah akan selesai >>> bangsa kafir ditolong oleh TUHAN.
  • kehilangan sayap/tidak memiliki dua sayap burung nazar tetapi memiliki sayap burung ranggung yang akan mengarah ke Babel. Tetapi kalau kita memiliki dua sayap burung nazar, kita akan disingkirkan ke padang belantara untuk menanti kedatangan TUHAN yang kedua kali dan kita akan bersama dengan Dia sampai masuk ke dalam kota Yerusalem Baru.
  • Tidak mengalami pelayanan pendamaian oleh Imam Besar. Kalau gereja menolak Firman pengajaran/pedang, maka tidak akan ada Imam Besar di situ dan ini sudah jelas.
    Tadi, Firman yang lebih tajam dari pedang bermata dua itu = Tumim dan Urim

*Tumim = pedang >>> Ibrani 4 : 12, Sebab firman Allah hidup dan kuat dan lebih tajam dari pada pedang bermata dua manapun; ia menusuk amat dalam sampai memisahkan jiwa dan roh, sendi-sendi dan sumsum; ia sanggup membedakan pertimbangan dan pikiran hati kita.

*Urim = terang/Roh Kudus >>> Ibrani 4 : 13, Dan tidak ada suatu makhlukpun yang tersembunyi di hadapan-Nya, sebab segala sesuatu telanjang dan terbuka di depan mata Dia, yang kepada-Nya kita harus memberikan pertanggungan jawab.
Jadi Firman yang lebih tajam dari pedang bermata dua = Tumim dan Urim yang berada di dada/jantung hati imam besar Harun. Kalau kita menolak Firman yang lebih tajam dari pedang bermata dua, berarti kita menolak Tumim dan Urim = tidak pernah mengalami hadirat/pelayanan pendamaian Imam oleh Besar. Sebab jika ada Imam Besar, pasti ada Tumim dan Urim dan ini tidak boleh dilupakan/pasti ada Firman yang lebih tajam dari pedang bermata dua dan kalau ini ditolak, maka kehidupan itu tidak akan pernah mengalami pelayanan pendamaian oleh Imam Besar/tidak pernah mengalami hadirat Imam Besar ditengah-tengah kita. Semoga kita dapat mengerti.

Bagaimana pelayanan pendamaian dari Imam Besar itu? dulu di dalam perj.lama imam besar Harun membawa masuk darah lembu dan dupa ke dalam ruangan maha suci dan begitu ia memercikkan darah sebanyak dua kali tujuh, maka terjadilah Shekina Glory dan segala dosa bangsa Israel diampuni oleh TUHAN. Kita membaca di dalam perj.lama terlebih dahulu di dalam ktb Imamat yang berjudul pelayanan pendamaian >>> Imamat 16 : 12, 14, 16,
12. Dan ia harus mengambil perbaraan berisi penuh bara api dari atas mezbah yang di hadapan TUHAN, serta serangkup penuh ukupan dari wangi-wangian yang digiling sampai halus, lalu membawanya masuk ke belakang tabir.
14. Lalu ia harus mengambil sedikit dari darah lembu jantan itu dan memercikkannya dengan jarinya ke atas tutup pendamaian di bagian muka, dan ke depan tutup pendamaian itu ia harus memercikkan sedikit dari darah itu dengan jarinya tujuh kali.
16. Dengan demikian ia mengadakan pendamaian bagi tempat kudus itu karena segala kenajisan orang Israel dan karena segala pelanggaran mereka, apapun juga dosa mereka. Demikianlah harus diperbuatnya dengan Kemah Pertemuan yang tetap diam di antara mereka di tengah-tengah segala kenajisan mereka.

Ay 12 >>> ke belakang tabir = ruangan maha suci.
Pelayanan pendamaian imam besar Harun yang pertama di dalam perj.lama, setahun sekali masuk ke dalam ruangan maha suci dengan membawa darah lembu dan dupa. Kemudian Harun memercikkan darah lembu itu dua kali sehingga terjadi Shekina Glory dan segala dosa bangsa Israel diperdamaikan.

Sekarang pelayanan pendamaian di dalam perj.baru, imam besar bukanlah Harun lagi tetapi TUHAN YESUS sebagai Imam Besar berada di dalam ruangan maha suci yang sesungguhnya/kerajaan surga/Tahta Surga yaitu sebelah Kanan ALLAH Bapa. Kalau Harun, imam besar di dalam miniatur kerajaan surga/tabernakel di bumi.

Apa yang dibawa oleh YESUS? pelayanan pendamaian di dalam perj.baru yang dikerjakan oleh YESUS sebagai Imam Besar Yang duduk di sebelah Kanan ALLAH Bapa juga membawa:

  1. Darah tetapi DarahNYA Sendiri Yang IA peroleh lewat mati di atas kayu salib. >>> Ibrani 9 : 11, 12,
    11. Tetapi Kristus telah datang sebagai Imam Besar untuk hal-hal yang baik yang akan datang: Ia telah melintasi kemah yang lebih besar dan yang lebih sempurna, yang bukan dibuat oleh tangan manusia, --artinya yang tidak termasuk ciptaan ini, --
    12. dan Ia telah masuk satu kali untuk selama-lamanya ke dalam tempat yang kudus bukan dengan membawa darah domba jantan dan darah anak lembu, tetapi dengan membawa darah-Nya sendiri. Dan dengan itu Ia telah mendapat kelepasan yang kekal. YESUS membawa DarahNYA Sendiri.
  2. Tetapi Ia juga membawa dupa >>> 1 Yohanes 2 : 1, 2,
    1. Anak-anakku, hal-hal ini kutuliskan kepada kamu, supaya kamu jangan berbuat dosa, namun jika seorang berbuat dosa, kita mempunyai seorang pengantara pada Bapa, yaitu Yesus Kristus, yang adil.
    2. Dan Ia adalah pendamaian untuk segala dosa kita, dan bukan untuk dosa kita saja, tetapi juga untuk dosa seluruh dunia.

    Pengajaran tabernakel itu bukanlah taurat, tetapi digenapi oleh TUHAN YESUS >>> dulu Harun membawa darah dan dupa, TUHAN YESUS juga membawa Darah dan dupa >>> jadi sama. Jika darah lembu, maka pendamaian itu hanya untuk bangsa Israel, tetapi kalau Darah YESUS, pendamaian untuk seluruh dunia termasuk bangsa kafir.
    Pengantara >>> di dalam terj.lama = Pendoa syafaat. Darah dan dupa yang dibawa oleh YESUS ini untuk melakukan pelayanan pendamaian untuk dosa-dosa dari seluruh dunia termasuk kita bangsa kafir.

Bagaimana proses agar dapat mengalami pelayanan pendamaian? Kita harus terlebih dahulu mengalami pekerjaan dari Firman yang lebih tajam dari pedang bermata dua/Urim dan Tumim yang:

  • menunjuk dosa-dosa kita.
  • setelah kita menjadi sadar,
  • kita menyesal,
  • kita mengaku dosa kepada TUHAN dan kepada sesama dan jika diampuni, kita jangan berbuat dosa lagi. Inilah pekerjaan pendamaian.
    YESUS sudah siap untuk mendamaikan apa saja bentuk dari dosa-dosa kita itu.

Sekarang proses dari pihak kita, kita harus mengalami pekerjaan dari Firman yang lebih tajam dari pedang bermata dua menusuk seluruh kehidupan kita sehingga menunjukkan dosa-dosa kita, sampai kita:

  • dapat sadar
  • menyesal dan
  • mengaku dosa kepada TUHAN dan kepada sesama dan saat itu juga Darah YESUS mengampuni dan kita jangan berbuat dosa lagi. Itulah pelayanan pendamaian.

Jika proses ini kita lakukan terus menerus, maka Imam Besar akan hadir dan pedang akan menusuk kita dan jika pedang ini terus menerus menusuk kita dan kita mengaku sehingga kita diampuni dan tidak berbuat dosa lagi, maka satu waktu kita dapat menjadi tidak bercacat cela/tidak ada dosa lagi dan menjadi sempurna seperti Dia. Kalau sekarang ini, Firman TUHAN menusuk kita, kita jangan keraskan hati, tetapi kita tinggal menyadari kesalahan dengan mengaku kepada TUHAN dan kepada sesama sampai satu saat jika TUHAN datang kembali yang kedua kalinya kita sudah tidak bercacat cela lagi. Itulah pentingnya hadirat dari Imam Besar. Jika kita tidak mau menerima Firman pengajaran dengan alasan ibadah terlalu lama, terlalu keras dan nanti orang tidak mau datang lagi, maka itu merupakan urusan dari pribadi itu. Semoga kita dapat mengerti.

Jika kita mau berdamai, maka akan ada hasilnya yaitu:

  1. Ibrani 2 : 16 – 18,
    16. Sebab sesungguhnya, bukan malaikat-malaikat yang Ia kasihani, tetapi keturunan Abraham yang Ia kasihani.
    17. Itulah sebabnya, maka dalam segala hal Ia harus disamakan dengan saudara-saudara-Nya, supaya Ia menjadi Imam Besar yang menaruh belas kasihan dan yang setia kepada Allah untuk mendamaikan dosa seluruh bangsa.
    18. Sebab oleh karena Ia sendiri telah menderita karena pencobaan, maka Ia dapat menolong mereka yang dicobai.

    Ay 16 >>> Keturunan Abraham >>> kita ini, manusia daging yang suka berbuat dosa >>> ini yang dikasihani oleh TUHAN.
    Ay 17 >>> IA juga harus menjadi Manusia dan harus mati di kayu salib dengan mencucurkan Darah.
    Kalau dosa sudah diperdamaikan, maka hasilnya adalah Imam Besar dapat menolong kita. Istilah ‘dapat’ itu berarti tidak dapat dibatasi oleh masalah apapun juga. Selama kita masih mempertahankan dosa, maka TUHAN tidak dapat menolong sebab ‘yang memisahkan Aku dengan engkau adalah dosamu’. Selain TUHAN dapat menolong tetapi Ia juga menolong ‘tepat waktunya’ >>>
    Ibrani 4 : 14, 16,
    14. Karena kita sekarang mempunyai Imam Besar Agung, yang telah melintasi semua langit, yaitu Yesus, Anak Allah, baiklah kita teguh berpegang pada pengakuan iman kita.
    16. Sebab itu marilah kita dengan penuh keberanian menghampiri takhta kasih karunia, supaya kita menerima rahmat dan menemukan kasih karunia untuk mendapat pertolongan kita pada waktunya.

    Pada waktunya = tepat pada waktunya. Hasil pertama, Imam Besar dapat menolong dengan mengulurkan Tangan belas kasih dan setia/Tangan Yang berlubang paku untuk dapat menolong.
    Kita jangan berpikir bahwa kita sudah hancur lebur karena TUHAN sudah meninggalkan kita >>> tidak! Selama kita masih mau mendengar Urim dan Tumim, maka TUHAN masih setia mengulurkan Tangan belas kasihNYA untuk dapat menyelesaikan segala masalah dan tepat pada waktunya menolong kita.
    Salah satu demonstrasi pertolongan TUHAN yaitu waktu IA naik ke bukit yang mengingatkan kita akan bukit Joljuta dan IA berdoa sebab murid-murid menghadapi angin gelombang dan di sinilah IA tampil sebagai Imam Besar. Petrus sebagai seorang pendeta senior sedang mau tenggelam >>> ‘dapat dan tepat’ menolong. Saya memberi satu contoh bagaimana dapat dan tepatnya Imam Besar menolong orang tenggelam. Kalau seseorang yang akan tenggelam selisih berapa detik saja akan habis/tidak tertolong lagi. Inilah Imam Besar kita Yang begitu teliti >>> Matius 14 : 23, 29 – 32,
    23. Dan setelah orang banyak itu disuruh-Nya pulang, Yesus naik ke atas bukit untuk berdoa seorang diri. Ketika hari sudah malam, Ia sendirian di situ.
    29. Kata Yesus: "Datanglah!" Maka Petrus turun dari perahu dan berjalan di atas air mendapatkan Yesus.
    30. Tetapi ketika dirasanya tiupan angin, takutlah ia dan mulai tenggelam lalu berteriak: "Tuhan, tolonglah aku!"
    31. Segera Yesus mengulurkan tangan-Nya, memegang dia dan berkata: "Hai orang yang kurang percaya, mengapa engkau bimbang?"
    32. Lalu mereka naik ke perahu dan anginpun redalah.

    Ay 23 >>> Bukit = bukit Joljuta/darah; sedangkan berdoa/dupa. Inilah YESUS Yang tampil sebagai Imam Besar dengan Darah dan dupa supaya dapat dan tepat menolong Petrus yang tenggelam.
    Ay 30 >>> tiupan angin = angin pengajaran-pengajaran palsu yang membuat orang tenggelam.
    Ay 31 >>> Tangan yang berbelas kasih dan setia diulurkan untuk dapat dan tepat menolong Petrus yang sudah tenggelam.
    Inilah salah satu demonstrasi dari YESUS Yang menolong Petrus; kalau TUHAN kurang memperhitungkan waktu, maka Petrus akan habis.
    Sikap kita di dalam keadaan tenggelam/mungkin di dalam keadaan sudah hancur, maka sikap kita harus menerima pelayanan Imam Besar sehingga kita dapat :
    • mengulurkan tangan kepada TUHAN
    • kita hanya dapat menyembah TUHAN dan juga
    • dapat berserah kepada TUHAN.
    Seringkali kita mengingat kepada orang lain dan bukannya ingat kepada TUHAN. Jika pada saat itu Petrus tidak memanggil TUHAN tetapi memanggil teman-temanya, maka ia akan mati tenggelam. Tetapi Petrus memanggil Satu Nama saja sudah cukup untuk menolong. Disaat-saat kita berada di dalam keadaan tenggelam/kemustahilan/kesulitan, maka ini merupakan ujian bagi kita agar kita tidak bimbang tetapi percaya hanya pada Satu Nama >>> ‘YESUS tolong aku’ dan Petrus terangkat dari ketenggelaman, kita juga akan terangkat. Semoga kita dapat mengerti.

    Kita bukan hanya ditolong di lautan dunia ini yang sudah bergelombang karena persaingan sudah begitu ketat. Di dalam injil Yohanes 21, laut dalam keadaan tenang saja, murid-murid sudah kesulitan untuk mendapatkan ikan, padahal mereka memiliki pengalaman >>> inilah keadaan dunia yang sudah mengglobal sekarang ini. Globalisasi ini bukan dilawan dengan ilmu pengetahuan, tetapi dilawan dengan Firman pengajaran yang benar yang justru tidak masuk akal >>> semalam-malaman sudah tidak mendapatkan ikan, tetapi justru pada siang hari TUHAN memerintahkan untuk menebarkan jala >>> inilah Firman yang tidak dapat dimengerti dengan logika tetap inilah Firman pengajaran untuk menyucikan pikiran. Jika Petrus memakai pengalamannya sebagai seorang penangkap ikan dan ketika ia diperintahkan untuk menebarkan jalanya dan ia menolak, maka habislah Petrus. Tetapi ia taat sebab pikiran, perasaan dan hatinya disucikan oleh TUHAN.
    Mungkin ada yang berpikir bahwa Petrus ini sudah stress sebab menebarkan jala di siang hari >>> tidaklah mengapa kalau dipikir seperti itu, teruskan!kalau itu adalah perintah dari Firman pengajaran yang benar. Sekarang ini gelombang sudah datang/bagaimana kesulitan di dunia. Mari! hanya Urim dan Tumim yang bekerja dan bersamaan dengan Urim dan Tumim ini, ada Dua Tangan Yang diulurkan kepada kita. Di luar Urim dan Tumim tidak ada pertolongan dalam menghadapi era globalisasi.
    Kita jangan salah, sebab banyak yang mengatakan bahwa sekarang ini era globalisasi, kita juga harus demikian >>> jangan! Kita harus tetap berpegang pada Firman pengajaran yang benar. Sebab Firman TUHAN tidak pernah berubah, kuasaNYA tidak pernah berubah, dahulu sekarang sampai selama-lamanya.
  2. Keluaran 32 : 30 – 33,
    30. Keesokan harinya berkatalah Musa kepada bangsa itu: "Kamu ini telah berbuat dosa besar, tetapi sekarang aku akan naik menghadap TUHAN, mungkin aku akan dapat mengadakan pendamaian karena dosamu itu."
    31. Lalu kembalilah Musa menghadap TUHAN dan berkata: "Ah, bangsa ini telah berbuat dosa besar, sebab mereka telah membuat allah emas bagi mereka.
    32. Tetapi sekarang, kiranya Engkau mengampuni dosa mereka itu--dan jika tidak, hapuskanlah kiranya namaku dari dalam kitab yang telah Kautulis."
    33. Tetapi TUHAN berfirman kepada Musa: "Siapa yang berdosa kepada-Ku, nama orang itulah yang akan Kuhapuskan dari dalam kitab-Ku.

    Jadi positifnya dari pelayanan pendamaian adalah Tangan Imam Besar bukan hanya dapat menolong, tetapi Tangan Yang Sama Yang Setia dan berbelas kasihan itu sedang menulis nama kita di dalam kitab kehidupan di Yerusalem Baru. Saat kita diperdamaikan:
    • Tangan TUHAN mengangkat kita, dapat dan tepat menolong
    • Tangan Yang Sama sedang menulis nama di dalam kitab kehidupan di kota Yerusalem Baru

Terbukti dengan Petrus, namanya tertulis di dalam kitab kehidupan di Yerusalem Baru sebab nama dari keduabelas rasul menjadi dasar dari kota Yerusalem Baru.
Wahyu 21 : 14, Dan tembok kota itu mempunyai dua belas batu dasar dan di atasnya tertulis kedua belas nama kedua belas rasul Anak Domba itu.
Mari! kita jangan menolak, era globalisasi itu bukan berarti Firman yang diubah tetapi Firman pengajaran yang benar itu tetap tidak berubah. Tinggal kita mau dengar-dengaran atau tidak? Menolak/menerima. Kalau kita menerima Urim dan Tumim maka Tangan TUHAN diulurkan kepada kita. TUHAN memberkati.



kembali ke halaman sebelumnya
IBADAH RUTIN DI MALANG

Minggu jam 06:50 (Ibadah Raya)
Minggu jam 10:15 (Ibadah Sekolah Minggu)
Selasa jam 17:15 (Ibadah Pendalaman Alkitab)
Rabu jam 07:30 (Ibadah Kaum Wanita)
Kamis jam 17:15 (Ibadah Doa Penyembahan)
Sabtu jam 17:15 (Ibadah Kaum Muda Remaja)

IBADAH RUTIN DI MEDAN
Royal Room Hotel Danau Toba Internasional
Jl. Imam Bonjol Medan

Minggu, jam 19:00 (Ibadah Raya)
Senin, jam 09:00 (Ibadah Pendalaman Alkitab)
Senin, jam 17:30 (Ibadah Pendalaman Alkitab)

IBADAH RUTIN DI SURABAYA

Minggu jam 09:30 (Ibadah Sekolah Minggu)
Minggu jam 10:55 (Ibadah Raya)
Rabu jam 17:30 (Ibadah Pendalaman Alkitab)
Jumat jam 17:30 (Ibadah Doa Penyembahan)


IBADAH RUTIN DI JAKARTA
Jl. Patra Kuningan XIV no.4
Jakarta Selatan
Sabtu, jam 09:00 (Ibadah Pendalaman Alkitab)

IBADAH KUNJUNGAN
  • 25-26 September 2018
    (Ibadah Kunjungan di Sidikalang)

  • 17-18 Oktober 2018
    (Ibadah Kunjungan di Jayapura)

  • 30 Oktober 2018 - 01 November 2018
    (Ibadah Kunjungan di Medan)

  • 13-14 November 2018
    (Ibadah Kunjungan di Jakarta)

  • Februari 2019
    (Ibadah Kunjungan di Chennai, India)

All Right Reserved Gereja Pantekosta Tabernakel "KRISTUS KASIH"
Jln. Simpang Borobudur 27 Malang | Telp: (0341) 496949 | Fax: (0341) 476751 » Lihat Peta Gereja Kami di Malang
Jln. WR Supratman 4 Surabaya | Telp. 08123300378 » Lihat Peta Gereja Kami di Surabaya
hubungi kami | email: info@gptkk.org | sitemap | top