English Language | Form Penggembalaan
kebaktian doa
KEBAKTIAN LAINNYA
Transkrip lengkap lainnya

Doa (Selasa, 04 September 2007)
Tayang: 14 November 2010
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa (Selasa, 28 Agustus 2007)
Tayang: 03 Oktober 2010
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa (Selasa, 18 Desember 2007)
Tayang: 04 November 2011
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa (Selasa, 25 Maret 2008)
Tayang: 09 Oktober 2012
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa (Selasa, 27 November 2007)
Tayang: 02 Oktober 2011
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa (Selasa, 05 Februari 2008)
Tayang: 29 Maret 2012
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa (Selasa, 08 Januari 2008)
Tayang: 22 Januari 2012
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa (Selasa, 10 Juni 2008)
Tayang: 06 Juli 2008
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa (Selasa, 15 April 2008)
Tayang: 17 April 2008
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa (Selasa, 01 April 2008)
Tayang: 04 April 2008
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa (Selasa, 12 Februari 2008)
Tayang: 15 Februari 2012
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa (Selasa, 16 Oktober 2007)
Tayang: 10 Maret 2011
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa (Selasa Sore, 13 November 2007)
Tayang: 31 Juli 2011
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa (Selasa, 14 Agustus 2007)
Tayang: 14 Juli 2010
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa (Selasa, 06 November 2007)
Tayang: 24 April 2011
[baca transkrip] | [download file transkrip]


ALAT TABERNAKEL

Pelataran
Pintu Gerbang
Mezbah Korban Bakaran
Bejana Pembasuhan Dari Tembaga
Pintu Kemah
Pelita Emas
Meja Roti Sajian
Mezbah Dupa Emas
Pintu Tirai
Tabut Perjanjian
Imam-Imam
Imam Besar
Tahbisan Imam-Imam
Ukupan Wangi-wangian
Papan-papan dan Kayu Lintang
Tudung (Tenda) Tabernakel

gambar denah tabernakel

Untuk Koneksi Lambat, silahkan buka http://id.gptkk.org
Transkrip lengkap dari ibadah penggembalaan di Malang dan Surabaya, semuanya di bawakan oleh gembala sidang Pdt. Widjaja Hendra.

Silahkan kontak ke info@gptkk.org apabila bapak/ibu/sdr/sdri ada pertanyaan atau mungkin ingin berlangganan majalah Manna dan silahkan kirim email ke widjaja_h [at] yahoo.com apabila ingin konsultasi pribadi dengan bapak gembala
silahkan ganti tanda [at] dengan @
Kebaktian: Doa
Tanggal: Selasa, 09 Oktober 2007
Tempat: GPTKK, Malang
Pembicara: Pdt. Widjaja Hendra
Download file: [download file transkrip] - [versi cetak]
Tayang: 19 Februari 2011

Kita masih membaca dalam Injil Matius 24, yang menunjuk tentang penghukuman TUHAN atas dunia ini atau kiamat yang terjadi pada saat kedatangan YESUS Yang kedua kalinya, dunia beserta isinya akan hancur dan lenyap. Kita berdoa, kita bergumul, kita belajar supaya kita jangan hancur bersama dunia = masuk kiamat, tetapi saat TUHAN datang kedua kali, kita justru dipermuliakan bersama Dia selama-lamanya.

Matius 24 : 3-44, menunjuk pada tujuh nubuatan.

Ketujuh nubuat itu adalah:
  1. nubuat tentang penyesat-penyesat --> ay 3-ay 5
  2. nubuat tentang bangsa-bangsa --> ay 6-ay 8
  3. nubuat tentang pencobaan atas anak-anak TUHAN --> ay 9-ay 14
  4. nubuat tentang antikrist --> ay 15-ay 25
  5. nubuat tentang kedatangan YESUS Yang kedua kalinya --> ay 26-ay 31
  6. nubuat tentang Israel --> ay 32-ay 35
  7. nubuat tentang penghukuman atas dunia pada saat kedatangan YESUS Yang kedua kalinya --> ay 36-ay 44
Matius 24 : 6-8, nubuat tentang bangsa-bangsa
6. Kamu akan mendengar deru perang atau kabar-kabar tentang perang. Namun berawas-awaslah jangan kamu gelisah; sebab semuanya itu harus terjadi, tetapi itu belum kesudahannya.
7. Sebab bangsa akan bangkit melawan bangsa, dan kerajaan melawan kerajaan. Akan ada kelaparan dan gempa bumi di berbagai tempat.
8. Akan tetapi semuanya itu barulah permulaan penderitaan menjelang zaman baru.

Jadi ini nubuat/tanda yang kedua dari kedatangan YESUS Yang kedua atau tanda kiamat, itu ditandai dengan kegoncangan-kegoncangan yang akan membuat ketakutan, dan kegelisahan bagi semua bangsa-bangsa di dunia ini.

Mengapa TUHAN mengijinkan kegoncangan-kegoncangan ini melanda seluruh dunia termasuk melanda anak-anak TUHAN? Jawabannya ada di dalam Ibrani 12 : 26-29,
26. Waktu itu suara-Nya menggoncangkan bumi, tetapi sekarang Ia memberikan janji: "Satu kali lagi Aku akan menggoncangkan bukan hanya bumi saja, melainkan langit juga."
27. Ungkapan "Satu kali lagi" menunjuk kepada perubahan pada apa yang dapat digoncangkan, karena ia dijadikan supaya tinggal tetap apa yang tidak tergoncangkan.
28. Jadi, karena kita menerima kerajaan yang tidak tergoncangkan, marilah kita
mengucap syukur dan beribadah kepada Allah menurut cara yang berkenan kepada-Nya, dengan hormat dan takut.
29. Sebab Allah kita adalah api yang menghanguskan.

Jadi mengapa TUHAN mengijinkan kegoncangan melanda dunia ini sampai juga melanda gereja TUHAN? Sebab untuk memisahkan kehidupan yang tergoncang dan kehidupan yang tidak tergoncang/tinggal tetap. Sekarang masih bersama-sama, mungkin duduk bersama di gereja, tetapi nanti akan terjadi kegoncangan untuk memisahkan. Jangankan goncangan, baru digoda kita sudah tidak tahan, ini berbahaya, sebab nanti akan terpisah. Suami istri, anak, orang-tua, sesama pelayan TUHAN nanti akan terpisah karena tergoncang.

Kehidupan yang tergoncang oleh keadaan dunia akhirnya akan hancur dan lenyap bersama dunia/binasa bersama dunia. Tetapi kehidupan yang tidak tergoncang, akan tinggal tetap dan justru akan menerima kerajaan yang tidak tergoncangkan/kerajaan surga yang kekal (ay 28). Semoga kita dapat mengerti dan juga menjadi kehidupan yang tidak tergoncang.

Apa yang menjadi praktek dari kehidupan yang tidak tergoncang? Pada waktu yang lalu kita sudah belajar di ayat 28 --> jadi karena kita menerima kerajaan yang tidak tergoncang, marilah kita mengucap syukur.

Jadi praktek dari kehidupan yang tidak tergoncang adalah:
  1. mengucap syukur di dalam segala hal. Kalau sedikit-sedikit kita mengomel/ bersungut-sungut = sudah tergoncang, ini berbahaya, sebab kalau dilanjutkan akan hancur dan lenyap bersama dunia. Ini sudah kita bahas pada waktu yang lalu.

  2. beribadah kepada ALLAH menurut cara yang berkenan kepada-Nya dengan hormat dan takut. Ini praktek kehidupan yang tidak tergoncang, dan yang berhak mewarisi/menerima kerajaan surga --> bukan menurut dirinya sendiri, menurut pendeta, bukan! Tetapi menurut cara yang berkenan kepada TUHAN dengan rasa takut dan hormat kepada TUHAN, sebab TUHAN itu adalah api yang menghanguskan, itu sebabnya kita jangan main-main dengan ibadah pelayanan. Sebab TUHAN betul-betul tidak bisa di permainkan. Itu sebabnya kita harus mulai berhati-hati, mulai dari saya sebagai gembala.

    Inilah praktek kedua, yaitu beribadah kepada ALLAH menurut cara yang berkenan kepada-Nya dengan takut dan hormat. Kalau berkenan kepada TUHAN, pasti akan berkenan kepada sesama , apa artinya itu?

    Roma 14 : 17, 18
    17. karena kerajaan Allah itu bukannya hal makan minum, melainkan kebenaran dan sejahtera dan kesukaan di dalam Rohulkudus.
    18.
    Karena siapa yang taat kepada Kristus di dalam hal itu, maka ialah yang diperkenan oleh Allah dan diindahkan oleh manusia.

    Beribadah melayani/ibadah pelayanan yang berkenan kepada TUHAN bukan soal makan minum = bukan soal perkara jasmani, jodoh, pekerjaan --> bukan! Dan ini jelas tidak berkenan kepada TUHAN.
Jadi ibadah pelayanan yang berkenan kepada TUHAN memiliki tanda yaitu:
  1. kebenaran.
    Beribadah, melayani TUHAN dengan kebenaran sesuai dengan Firman TUHAN. Di dalam Imamat, seorang pelayan TUHAN tempat ibadah mereka harus berkenan yaitu di dalam ruangan suci, inilah cara yang berkenan kepada TUHAN.

    Imamat 21: 12
    Janganlah ia keluar dari tempat kudus, supaya jangan dilanggarnya kekudusan tempat kudus Allahnya, karena minyak urapan Allahnya, yang menandakan bahwa ia telah dikhususkan, ada di atas kepalanya; Akulah TUHAN.

    Seorang imam tidak boleh keluar dari tempat kudus = keluar dari ruangan suci yang terdapat tiga macam alat, dan untuk sekarang berarti ketekunan dalam tiga macam ibadah pokok. Mau melayani dan berkenan kepada TUHAN dalam kebenaran, harus sesuai kebenaran Firman.

    Apa yang dimaksud dengan kebenaran Firman? Seorang imam tidak boleh keluar dari tempat kudus/ruangan suci = ketekunan dalam tiga macam ibadah pokok/ tergembala yaitu:

    Ini berarti kita tergembala = ini sesuai dengan Firman = tergembala.
    Seperti Musa dulu waktu ia menggembalakan kambing domba, dia melihat semak duri yang terbakar oleh nyala api tetapi tidak terbakar, ini berarti nyala api dari TUHAN. Sehingga Musa mengatakan bahwa ini merupakan penglihatan yang hebat.

    Di dalam penggembalaan, kita mengalami nyala api dari TUHAN. Nyala api Firman, Roh Kudus, dan kasih lewat tiga macam ibadah sehingga kayu ini/manusia daging, mengalami penyucian lewat nyala api sampai nanti ditampilkan dalam Wahyu 12 : 1 dan ini merupakan pemandangan yang hebat.

    Kita membaca Keluaran 3 : 1-3,
    1. Adapun Musa, ia biasa menggembalakan kambing domba Yitro, mertuanya, imam di Midian. Sekali, ketika ia menggiring kambing domba itu ke seberang padang gurun, sampailah ia ke gunung Allah, yakni gunung Horeb.
    2. Lalu Malaikat TUHAN menampakkan diri kepadanya di dalam nyala api yang keluar dari semak duri. Lalu ia melihat, dan tampaklah: semak duri itu menyala, tetapi tidak dimakan api.
    3. Musa berkata: "Baiklah aku menyimpang ke sana untuk memeriksa penglihatan yang hebat itu. Mengapakah tidak terbakar semak duri itu?"

    Sebenarnya kalau hidup kita tidak terhalang, tidak tergoda, tidak tergoncang, dapat beribadah di dalam tiga macam ibadah, ini sudah merupakan kesaksian yang sangat hebat. Mulai dari seorang gembala, kalau tidak mengikuti Firman, saya tidak akan membuka tiga macam ibadah di Surabaya --> tidak! untuk apa? sebab satu kali saja sudah senang, Tetapi apa gunanya melayani TUHAN, tetapi tidak sesuai Firman?

    Itu sebabnya kita harus bersungguh-sungguh, mulai saya sebagai gembala memberi contoh untuk mengalami kesaksian yang hebat dalam tiga macam ibadah pokok sampai nanti akan ditampilkan dalam Wahyu 12 : 1 dan ini benar-benar dahsyat.

    Wahyu 12 : 1
    Maka tampaklah suatu tanda besar di langit: Seorang perempuan berselubungkan matahari, dengan bulan di bawah kakinya dan sebuah mahkota dari dua belas bintang di atas kepalanya.

    Sampai ditampilkan menjadi Mempelai Wanita yang tiada bercacat cela.
    Mari! Kita jangan sedikit-sedikit tergoda dan tergoncang untuk keluar dari ruangan suci, sebab di dalam ruangan suci ini, kita betul-betul mendapatkan nyala api untuk menjadi Mempelai = menuju pada kehidupan yang tiada bercacat cela. Kalau tidak menjadi Mempelai, hanya menghadapi nyala api yang menghanguskan, permisi saya harus ucapkan --> di luar penggembalaan/diluar Mempelai hanya bertemu dengan api yang menghanguskan/api penghukuman. Tidak ada yang lain. Dalam penggembalaan bertemu dengan api, tetapi api yang menyucikan, sampai menjadi Mempelai.

  2. damai sejahtera, tidak boleh ada iri, kepahitan hati, dendam dalam ibadah pelayanan supaya ada damai sejahtera. Tidak boleh ada peperangan, permusuhan.
  3. sukacita oleh Roh.Kudus, tidak boleh terpaksa. Ada sukarela/kerelaan = ada sukacita.
Inilah tanda dari kehidupan yang tidak tergoncangkan, beribadah menurut cara yang berkenan kepada TUHAN yaitu:
  • Kebenaran menurut Firman.
  • Damai sejahtera dan sukacita oleh Roh Kudus.
  • Kemudian dengan takut dan hormat , beribadah dan melayani TUHAN dengan takut dan hormat kepada TUHAN, bukan kepada manusia.
Jangan kalau ada manusia, si A namanya gembala Wijaya, kita setia, kalau tidak ada, tidak setia --> jangan saudaraku, jangan!! Percuma itu, sebab saya tidak memiliki kuasa apa-apa. Tetapi kalau TUHAN, jangan dipermainkan sebab Dia adalah api yang menghanguskan.

Apa yang menjadi tanda dari takut kepada TUHAN, yaitu:
  1. Yesaya 11 : 1-3a, 5
    1. Suatu tunas akan keluar dari tunggul Isai, dan taruk yang akan tumbuh dari pangkalnya akan berbuah.
    2. Roh TUHAN akan ada padanya, roh hikmat dan pengertian, roh nasihat dan keperkasaan, roh pengenalan dan takut akan TUHAN;
    3. ya, kesenangannya ialah takut akan TUHAN.
    5. Ia tidak akan menyimpang dari kebenaran dan kesetiaan, seperti ikat pinggang tetap terikat pada pinggang.

    Ay 1 --> tunggul Isai, tunas keluar dari tunggul Isai itu adalah YESUS. Jadi tanda dari takut akan TUHAN adalah setia dan benar. Beribadah dan melayani dengan setia dan benar bagaikan memakai ikat pinggang.

    Sudah sering diterangkan, kalau kita mengikat pinggang, setia dan benar itu sama dengan memberi makan YESUS/memuaskan TUHAN dan kita akan diberi makan minum. Kerajaan Surga bukan soal makan minum, makan minum bukan urusan kita, tetapi menjadi urusan TUHAN.

    Lukas 17 : 8
    Bukankah sebaliknya ia akan berkata kepada hamba itu: Sediakanlah makananku. Ikatlah pinggangmu dan layanilah aku sampai selesai aku makan dan minum. Dan sesudah itu engkau boleh makan dan minum.

    Tidak ada alasan dengan mengatakan bahwa saya baru menggembala/saya baru di padang, saya sibuk --> tidak ada alasan. TUHAN tidak melihat alasan, tetapi TUHAN melihat ikat pinggangnya yaitu TUHAN melihat ada rasa takut dan hormat atau tidak. Kalau alasan ada sekeranjang, apalagi kepada saya, tetapi TUHAN tidak dapat diberi alasan! Orang baru pulang dari menggembala/dari ladang merasa lelah dan sampai di rumah mungkin seharusnya ada es teh --> ternyata tuannya berkata: sediakan aku makan minum, baru kamu boleh makan dan minum. Inilah melayani TUHAN dengan setia dan benar bagaikan mengikat pinggang.

    Kalau kita mengikat pinggang = setia dan benar = memberi makan minum TUHAN YESUS = memuaskan TUHAN dan TUHAN akan memberi makan minum/ memuaskan kita dan urusan makan minum adalah urusan TUHAN. Urusan makan minum tidak perlu dicari, tidak perlu diburu, sebab itu merupakan urusan TUHAN. Kerajaan Surga bukan soal makan minum. Kita seringkali memburu/mencari makan minum sampai meninggalkan ibadah pelayanan --> salah besar! Semoga kita dapat mengerti.

    Tetapi kalau kita tidak setia, bahkan meninggalkan ibadah pelayanan --> TUHAN itu api Yang menghanguskan --> Maleakhi 3 : 18, Maka kamu akan melihat kembali perbedaan antara orang benar dan orang fasik, antara orang yang beribadah kepada Allah dan orang yang tidak beribadah kepada-Nya.

    Maleakhi 4 : 1
    Bahwa sesungguhnya hari itu datang, menyala seperti perapian, maka semua orang gegabah dan setiap orang yang berbuat fasik menjadi seperti jerami dan akan terbakar oleh hari yang datang itu, firman Tuhan semesta alam, sampai tidak ditinggalkannya akar dan cabang mereka.

    Orang benar beribadah, setia. Orang fasik tidak setia, bahkan tidak beribadah/ tidak setia seperti jerami yang akan berhadapan dengan api yang menghanguskan. Sekali-pun dia pandai, kaya, memiliki kedudukan tinggi, tetapi kalau tidak setia/tidak beribadah, maka ia hanya seperti jerami yang tak berguna, dan hanya menunggu untuk dibakar = hanya berhadapan dengan api yang menghanguskan. Semoga kita dapat mengerti.

    Hidup hanya untuk dibakar, apalagi kalau bodoh dan tidak memiliki apa-apa, kemudian tidak setia --> aduh! betapa tragisnya hidup itu. Sedangkan yang sudah hebat kalau tidak beribadah, tidak setia, cuma seperti jerami dan tinggal menunggu terkena api. Apalagi kita sementara masih dalam kekurangan, penderitaan lalu tidak mau setia, lalu mau apa? Itu sebabnya, mari sungguh-sungguh, apalagi dalam masalah --> setia, sungguh-sungguh, biar TUHAN menolong kita. Itu tanda pertama, takut dan hormat akan TUHAN sebab Dia adalah api yang menghanguskan.

  2. Amsal 8 : 13
    Takut akan TUHAN ialah membenci kejahatan; aku benci kepada kesombongan, kecongkakan, tingkah laku yang jahat, dan mulut penuh tipu muslihat.

    Menjauhi atau membenci dosa sampai kepada membenci dusta
    . Jangan ada dusta, sebab dusta itu sudah berada pada lautan api belerang = sudah berhadapan dengan api. Penghukuman TUHAN yang terakhir itu adalah api belerang. Itulah dusta, dosa pengunci/penutup dari dosa.

    Wahyu 21 : 8
    Tetapi orang- orang penakut, orang-orang yang tidak percaya, orang-orang keji, orang-orang pembunuh, orang-orang sundal, tukang-tukang sihir, penyembah-penyembah berhala dan semua pendusta, mereka akan mendapat bagian mereka di dalam lautan yang menyala-nyala oleh api dan belerang; inilah kematian yang kedua."

    Kita harus berhati-hati, saya nomor satu, agar di dalam melayani jangan berdusta, demikian juga dengan saudara, dalam bekerja, dalam melayani, jangan berdusta, di sekolah juga jangan berdusta, tetapi jujur!
    Jangan hanya untuk mendapatkan sedikit keuntungan, kita berdusta --> jangan! Sebab dusta ini penutup segala dosa = sudah sampai pada api yang terakhir/lautan api dan belerang.

    Kematian kedua = kematian untuk selama-lamanya. Ini merupakan hal yang sungguh-sungguh serius, sebab orang yang berdusta itu, tubuhnya belum mati, ia sudah mati kedua = sudah di neraka. Ooo...berat, untuk mengatakan ini berat, tetapi harus dikatakan!

    Firman TUHAN ini untuk diriku, saya tidak mau menipu diri sendiri, dan juga menipu saudara. Saya bersaksi di kaum muda, dulu saya jadi wali kelas, tetapi saya sungguh-sungguh lengah; ada orang tua yang menitipkan anaknya kepada saya, tetapi saya lengah karena semester satu bagus, semester dua dia tidak naik kelas lagi. Aduuuh, saya tidak bisa makan, sebab saya menyesal setengah mati. Sekarang! Lebih dari itu, sebab persoalan kita bukan naik kelas atau tidak naik kelas, tetapi persoalan kita adalah neraka atau surga.

    Saya berjanji tidak mau menipu siapapun, TUHAN tahu hatiku. Hanya untuk kebanggaanku, untuk kepentinganku, kemudian saya menipu, berdusta kepada jemaat. Mari jangan berdusta, sebab itu berarti kita belum mati, tetapi sudah mati ke dua, sangat ironis. Itu sebabnya kita harus menjaga omongan kita. Semoga kita dapat mengerti.

  3. Wahyu 14 : 7
    dan ia berseru dengan suara nyaring: "Takutlah akan Allah dan muliakanlah Dia, karena telah tiba saat penghakiman-Nya, dan sembahlah Dia yang telah menjadikan langit dan bumi dan laut dan semua mata air."

    Dia yang menciptakan langit, bumi, laut dan semua mata air = dari tidak ada menjadi ada. Sembahlah. Inilah ibadah pelayanan yang harus memuncak, kalau kita takut kepada TUHAN, pasti akan memuncak sampai menyembah/bisa menyembah TUHAN supaya jangan menjadi kering!

    Bisa menyembah TUHAN, di mulai
    :
    • setia dan benar.
    • membenci dosa, sebab yang membuat kering adalah dusta.

    Sudah setia, sudah bagus, tetapi kalau tidak setia = jerami/ kering. Sudah setia --> baik! tetapi masih berdusta = kering. Itu sebabnya, mari! buang dosa sampai dusta supaya tidak kering, kalau itu terjadi, pasti akan memuncak yaitu dapat menyembah TUHAN. Semoga kita dapat mengerti.
Kita harus berhati-hati sebab dalam soal penyembahan, ibadah pelayanan, tadi di bagian atas diterangkan ALLAH tampil sebagai apa yang menghanguskan. Jadi, kalau kita tidak menyembah TUHAN, tidak mengasihi TUHAN, mengasihi yang lain, maka kita akan berhadapan dengan ALLAH Yang cemburu bagaikan api yang menghanguskan.

Zefanya 1 : 18
Mereka tidak dapat diselamatkan oleh perak atau emas mereka pada hari kegemasan TUHAN, dan seluruh bumi akan dimakan habis oleh api cemburu-Nya; sebab kebinasaan, malah kebinasaan dahsyat diadakan-Nya terhadap segenap penduduk bumi.

Itu sebabnya kita jangan menyembah berhala, sebab penyembahan ini mutlak menjadi milik TUHAN, kalau kita tidak mau menyembah TUHAN, akan membuat TUHAN menjadi cemburu dan kecemburuan TUHAN bagaikan nyala api penghukuman.

Kita harus berhati-hati, sebab apa saja dapat menjadi berhala:
  • seperti pekerjaan --> di saat mau menyembah TUHAN, kita teringat pada pekerjaan yang belum selesai.
  • pacar --> saat mau menyembah TUHAN, pacar datang.
  • juga televisi.
  • anak --> mau menyembah TUHAN, anak ada test di sekolah, jadi harus mengajar. Ini yang harus kita jaga.
Tetapi kalau kita menyembah TUHAN, apapun keadaan kita, kalau kita bisa menyembah, seperti raja Daud yang sudah berbuat dosa, tetapi ia dapat menyembah = jatuh di Tangan TUHAN Yang penuh kasih sayang, bukan jatuh dalam nyala api penghukuman, tetapi jatuh dalam nyala api kasih sayang TUHAN.

1 Tawarikh 21 : 13
Lalu berkatalah Daud kepada Gad: "Sangat susah hatiku, biarlah kiranya aku jatuh ke dalam tangan TUHAN, sebab sangat besar kasih sayang-Nya; tetapi janganlah aku jatuh ke dalam tangan manusia."

Orang sudah bersalah, datang menyembah-pun, TUHAN masih mau menerima dan itu berarti kasih sayang-Nya tidak berubah/kasih setia, Tangan Yang penuh kasih sayang yang tidak berubah, dan kasih setia itu di dapat lewat doa penyembahan.

Apapun keadaan kita, mungkin saudara berada dalam keberhasilan, mari! datang meyembah biar tetap berada dalam Tangan kasih setia. Apalagi kalau kita berada dalam keadaan gagal, dalam keadaan berdosa, dalam keadaan harus dihukum, mari! Merendah dan sungguh - sungguh menyembah, maka TUHAN masih mau menerima.

Untuk apa kita mengalami Tangan yang penuh dengan kasih setia,?
  • Kasih Setia untuk mengampuni dosa. Apa arti dari semua kekayaan dan juga kehebatan dari raja Daud, kalau dosanya tidak diampuni, maka ia akan hancur. Dosa dari Daud ini bukan hanya ia menghitung berapa jumlah tentaranya, sehingga ia menjadi bangga dan sombong, tetapi ia jatuh dalam dosa sex dengan Batsyeba, tetapi begitu ia berlutut dan menyembah TUHAN, maka ia masih diterima oleh TUHAN. Diampuni dulu, selesaikan dosa = lepas dari maut/lepas dari api penghukuman.

    Mazmur 51 : 1-3
    1. Untuk pemimpin biduan. Mazmur dari Daud,
    2. ketika nabi Natan datang kepadanya setelah ia menghampiri Batsyeba.
    3. Kasihanilah aku, ya Allah, menurut kasih setia-Mu, hapuskanlah pelanggaranku menurut rahmat-Mu yang besar!

    Kasih setia TUHAN/kasih kemurahan TUHAN lebih besar dari segala dosa yang sudah terbesar sekalipun, dosa zinah ini merupakan puncak dosa, tetapi kasih setia yang besar itu tidak pernah berubah, lebih besar dari segala dosa asal kita mengaku, maka kita akan diampuni dan jangan berbuat dosa lagi.

    Ada orang yang salah menggunakan ayat ini, dan berkata --> pokoknya kita jatuh di Tangan TUHAN Yang penuh kasih sayang --> jangan main-main! Kalau dosa terus diulangi, satu waktu tidak bisa lagi jatuh di Tangan kasih sayang, tetapi berhadapan dengan api yang menghanguskan.

    Seringkali kita salah menggunakan ayat, 'jika kita tidak setia, Dia tetap setia', jadi, tidak mengapa kalau kita tidak setia --> Ooo bukan seperti ini! Sebab ada batasnya, satu waktu sudah tidak dapat lagi; jadi ayat-ayat itu jangan ditafsirkan menurut kepentingan sendiri --> jangan!! Tetapi kalau sekarang ini kita masih mendengar Firman, maka itu berarti masih ada kesempatan.

    Itu sebabnya mari datang pada Tangan kasih setia, Yang mengampuni dosa, melepaskan kita dari api penghukuman, melepaskan kita dari letih lesu, beban berat, sehingga kita berada dalam kelegaan. Jadi nomor satu, dalam penyembahan, maka dosa diampuni.

  • Mazmur 17 : 7
    Tunjukkanlah kasih setia-Mu yang ajaib, ya Engkau, yang menyelamatkan orang-orang yang berlindung pada tangan kanan-Mu terhadap pemberontak.

    Kasih Setia yang ajaib, Di bagian atas --> Sembahlah Allah yang menciptakan langit bumi sehingga dari yang tidak ada menjadi ada. Kasih setia yang ajaib dapat menciptakan yang tidak ada menjadi ada.

    Kalau tidak percaya, lihat saja itu langit dan bumi, dulu tidak ada --> baca kitab Kejadian. Dulu campur baur, kosong = tidak ada apa-apa, sekarang bisa ada itulah kasih setia TUHAN Yang ajaib.

    Sekarang bagi kita:
    1. menciptakan tidak ada menjadi ada untuk memelihara hidup kita.
    2. menciptakan yang mustahil menjadi tidak mustahil untuk menolong kehidupan kita. Mungkin saudara menghadapi masalah yang mustahil, mari! Datang merendah = jatuh di dalam Tangan TUHAN Yang penuh kasih sayang = meyembah -) melindungi kita di tengah goncangan-goncangan dunia.

  • Mazmur 103 : 4
    Dia yang menebus hidupmu dari lobang kubur, yang memahkotai engkau dengan kasih setia dan rahmat,

    Kasih Setia TUHAN menjadi mahkota untuk menyambut kedatangan TUHAN Yang ke dua kalinya.

    Kasih setia TUHAN menjadi mahkota Mempelai untuk menyambut kedatangan Kristus, masuk dalam Pesta Nikah Anak Domba. Mahkota ini untuk pernikahan saat YESUS datang kembali Yang kedua kalinya, kita bersama Dia, tidak bisa terpisah lagi selamanya, masuk Pesta Nikah Anak Domba, masuk kerajaan seribu tahun, masuk kerajaan surga yang kekal.

    Kidung Agung 3 : 11
    puteri-puteri Sion, keluarlah dan tengoklah raja Salomo dengan mahkota yang dikenakan kepadanya oleh ibunya pada hari pernikahannya, pada hari kesukaan hatinya.

    Mempelai Pria memiliki mahkota, Mempelai Wanita juga memiliki mahkota --> ini gambaran dari kasih setia yang tidak dapat berubah. Dari Mempelai Pria kepada Mempelai Wanita, Mempelai Wanita kepada Mempelai Pria bertemu diawan-awan, Pesta Nikah Anak Domba, masuk dalam kerajaan seribu tahun damai, masuk dalam kerajaan Surga yang kekal.

    Ini yang dapat saya sampaikan. Mari! jangan tergoncang, jangan tergoda. Sungguh-sungguh beribadah dengan:
    1. cara yang berkenan.
    2. dengan takut dan hormat kepada TUHAN, jangan kepada Wijaya, jangan pada ketua zangkoor, jangan pada koordinator, tetapi kepada TUHAN dengan sungguh-sungguh sampai dapat menyembah pada TUHAN = kita jatuh di dalam Tangan kasih setia TUHAN.
TUHAN memberkati.

kembali ke halaman sebelumnya
IBADAH RUTIN DI MALANG

Minggu jam 06:45 (Ibadah Raya)
Minggu jam 10:15 (Ibadah Sekolah Minggu)
Selasa jam 17:15 (Ibadah Pendalaman Alkitab)
Rabu jam 07:30 (Ibadah Kaum Wanita)
Kamis jam 17:15 (Ibadah Doa Penyembahan)
Sabtu jam 17:15 (Ibadah Kaum Muda Remaja)

IBADAH RUTIN DI MEDAN
Royal Room Hotel Danau Toba Internasional
Jl. Imam Bonjol Medan

Minggu, jam 18:45 (Ibadah Raya)
Senin, jam 08:00 (Ibadah Pendalaman Alkitab)
Senin, jam 17:30 (Ibadah Pendalaman Alkitab)

IBADAH RUTIN DI SURABAYA

Minggu jam 09:00 (Ibadah Sekolah Minggu)
Minggu jam 10:15 (Ibadah Raya)
Rabu jam 17:30 (Ibadah Pendalaman Alkitab)
Jumat jam 17:30 (Ibadah Doa Penyembahan)


IBADAH RUTIN DI JAKARTA
Jl. Patra Kuningan XIV no.4
Jakarta Selatan
Sabtu, jam 09:00 (Ibadah Pendalaman Alkitab)

IBADAH KUNJUNGAN
  • Juni 2020
    (Ibadah Kunjungan di Kandis)

  • Agustus 2020
    (Ibadah Kunjungan di Srilangka)

All Right Reserved Gereja Pantekosta Tabernakel "KRISTUS KASIH"
Jln. Simpang Borobudur 27 Malang | Telp: (0341) 496949 | Fax: (0341) 476751 » Lihat Peta Gereja Kami di Malang
Jln. WR Supratman 4 Surabaya | Telp. 08123300378 » Lihat Peta Gereja Kami di Surabaya
hubungi kami | email: info@gptkk.org | sitemap | top