English Language | Form Penggembalaan
kebaktian doa
KEBAKTIAN LAINNYA
Transkrip lengkap lainnya

Doa (Selasa, 16 Oktober 2007)
Tayang: 10 Maret 2011
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa (Selasa, 07 Agustus 2007)
Tayang: 20 Juni 2010
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa (Selasa, 05 Februari 2008)
Tayang: 29 Maret 2012
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa (Selasa, 11 September 2007)
Tayang: 12 Desember 2010
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa (Selasa, 10 Juni 2008)
Tayang: 06 Juli 2008
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa (Selasa, 18 Desember 2007)
Tayang: 04 November 2011
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa (Selasa, 04 Maret 2008)
Tayang: 15 Juli 2012
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa (Selasa, 12 Februari 2008)
Tayang: 15 Februari 2012
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa (Selasa, 03 Juni 2008)
Tayang: 29 Juni 2008
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa (Selasa Sore, 08 April 2008)
Tayang: 24 Februari 2013
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa (Selasa, 08 April 2008)
Tayang: 12 April 2008
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa (Selasa, 20 Mei 2008)
Tayang: 24 Mei 2008
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa (Selasa, 28 Agustus 2007)
Tayang: 03 Oktober 2010
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa (Selasa, 02 Oktober 2007)
Tayang: 16 Januari 2011
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa (Selasa, 06 Mei 2008)
Tayang: 24 Mei 2008
[baca transkrip] | [download file transkrip]


ALAT TABERNAKEL

Pelataran
Pintu Gerbang
Mezbah Korban Bakaran
Bejana Pembasuhan Dari Tembaga
Pintu Kemah
Pelita Emas
Meja Roti Sajian
Mezbah Dupa Emas
Pintu Tirai
Tabut Perjanjian
Imam-Imam
Imam Besar
Tahbisan Imam-Imam
Ukupan Wangi-wangian
Papan-papan dan Kayu Lintang
Tudung (Tenda) Tabernakel

gambar denah tabernakel

Untuk Koneksi Lambat, silahkan buka http://id.gptkk.org
Transkrip lengkap dari ibadah penggembalaan di Malang dan Surabaya, semuanya di bawakan oleh gembala sidang Pdt. Widjaja Hendra.

Silahkan kontak ke info@gptkk.org apabila bapak/ibu/sdr/sdri ada pertanyaan atau mungkin ingin berlangganan majalah Manna dan silahkan kirim email ke widjaja_h [at] yahoo.com apabila ingin konsultasi pribadi dengan bapak gembala
silahkan ganti tanda [at] dengan @
Kebaktian: Doa
Tanggal: Selasa Sore, 13 November 2007
Tempat: GPTKK, Malang
Pembicara: Pdt. Widjaja Hendra
Download file: [download file transkrip] - [versi cetak]
Tayang: 31 Juli 2011

Matius 24: 3-44, tentang tujuh nubuatan yaitu:
Ketujuh nubuat itu adalah:
  1. nubuat tentang penyesat-penyesat --> ay 3-ay 5
  2. nubuat tentang bangsa-bangsa --> ay 6-ay 8
  3. nubuat tentang pencobaan atas anak-anak TUHAN --> ay 9-ay 14
  4. nubuat tentang antikrist --> ay 15-ay 25
  5. nubuat tentang kedatangan YESUS Yang kedua kalinya --> ay 26-ay 31
  6. nubuat tentang Israel --> ay 32-ay 35
  7. nubuat tentang penghukuman atas dunia pada saat kedatangan YESUS Yang kedua kalinya --> ay 36-ay 44

Kita masih membahas bagian yang kedua yaitu nubuat tentang bangsa-bangsa.
Matius 24: 6-8
6. Kamu akan mendengar deru perang atau kabar-kabar tentang perang. Namun berawas-awaslah jangan kamu gelisah; sebab semuanya itu harus terjadi, tetapi itu belum kesudahannya.
7. Sebab bangsa akan bangkit melawan bangsa, dan kerajaan melawan kerajaan. Akan ada kelaparan dan gempa bumi di berbagai tempat.
8. Akan tetapi semuanya itu barulah permulaan penderitaan menjelang zaman baru.

Nubuat tentang bangsa-bangsa, akan terjadi kegoncangan-kegoncangan yang melanda seluruh bangsa di bumi yang mengakibatkan ketakutan, kekuatiran bahkan kematian dan kebinasaan.

Ada tiga macam kegoncangan yaitu:
  • peperangan,
  • kelaparan dan
  • gempa bumi.

Kita masih tetap membahas tentang KELAPARAN.

Wahyu 6: 5, 6
5. Dan ketika Anak Domba itu membuka meterai yang ketiga, aku mendengar makhluk yang ketiga berkata: "Mari!" Dan aku melihat: sesungguhnya, ada seekor kuda hitam dan orang yang menungganginya memegang sebuah timbangan di tangannya.
6. Dan aku mendengar seperti ada suara di tengah-tengah keempat makhluk itu berkata: "Secupak gandum sedinar, dan tiga cupak jelai sedinar. Tetapi janganlah rusakkan minyak dan anggur itu."

Di akhir jaman, akan terjadi kegerakkan dari kuda hitam yang akan mengakibatkan kelaparan dan yang akan melanda bangsa-bangsa. Ada dua macam kelaparan yaitu kelaparan secara jasmani yang akan mengakibatkan penderitaan dan kematian secara jasmani, tetapi yang kedua akan lebih dahsyat yaitu kelaparan secara rohani yaitu kelaparan akan Firman yang mengakibatkan kematian rohani yang akan membawa kepada kematian kedua yaitu neraka. Inilah kegerakkan dari kuda hitam = penghukuman TUHAN atas dunia dalam bentuk kelaparan baik secara jasmani maupun secara rohani.

Pada waktu yang lalu kita sudah mendengar tentang sikap yang benar dari gereja TUHAN yang menghadapi kelaparan yaitu:
  1. Harus memiliki satu dinar --> upah bekerja di kebun anggur = upah melayani di kebun anggur. Satu dinar ini tidak dapat dicari dimana-mana secara ekonomi, tetapi satu dinar hanya dapat dicari di kebun anggur yaitu melayani di kebun anggur = melayani di dalam sistim penggembalaan yang dibina oleh Kabar Mempelai. Memiliki satu dinar yang dapat hidup menembusi masa kelaparan.

    Sekarang kita akan mempelajari bagian yang kedua yaitu "Tetapi janganlah rusakkan minyak dan anggur itu." Inilah sikap dari gereja TUHAN yaitu yang pertama harus memiliki satu dinar yang merupakan upah bekerja di kebun anggur --> bagi yang belum melayani, berdoa dan bagi yang sudah meninggalkan pelayanan --> mari, kembali! Sebelum diganti oleh orang lain = sebelum tidak mendapatkan tempat lagi.

    Saya tidak mengancam, tetapi saya menasihati lewat Firman; sebab kalau meninggalkan tempat, kemudian sudah diganti oleh orang lain seperti Yudas yang diganti oleh Matias, tidak ada kesempatan lagi. Sekali-pun saudara pindah ke kota mana-pun, tidak ada kesempatan lagi untuk melayani. Lebih baik kembali lagi untuk melayani; bagi yang sudah melayani, sungguh-sungguh melayani, sebab nanti tidak akan ada artinya lagi, sekali-pun saudara memiliki uang sebanyak seratus juta dolar, tetapi tidak ada artinya kalau saudara tidak memiliki satu dinar. Semoga kita dapat mengerti.

  2. 'Janganlah rusakkan minyak dan anggur itu' artinya:
    Minyak menunjuk pada kehidupan yang hidup di dalam urapan Roh.Kudus/kehidupan yang diurapi Roh. Kudus. Saul kehilangan urapan = habislah ia, sekali-pun ia seorang raja, tetapi ia benar-benar habis sebab sudah kehilangan urapan Roh.Kudus. Inilah, jangan rusakkan minyak/kehidupan yang berada dalam urapan Roh.Kudus.

    Bagaimana proses untuk menerima urapan Roh.Kudus?
    • lewat baptisan air.
      Matius 3: 13-17
      13. Maka datanglah Yesus dari Galilea ke Yordan kepada Yohanes untuk dibaptis olehnya.
      14. Tetapi Yohanes mencegah Dia, katanya: "Akulah yang perlu dibaptis oleh-Mu, dan Engkau yang datang kepadaku?"
      15. Lalu Yesus menjawab, kata-Nya kepadanya: "Biarlah hal itu terjadi, karena demikianlah sepatutnya kita menggenapkan seluruh kehendak Allah." Dan Yohanes pun menuruti-Nya.
      16. Sesudah dibaptis, Yesus segera keluar dari air dan pada waktu itu juga langit terbuka dan Ia melihat Roh Allah seperti burung merpati turun ke atas-Nya,
      17. lalu terdengarlah suara dari sorga yang mengatakan: "Inilah Anak-Ku yang Kukasihi, kepada-Nyalah Aku berkenan."

      Ay 13 --> YESUS datang kepada Yohanes untuk dibaptis = memberi Teladan bagi kita, agar kita masuk dalam baptisan air.
      Ay 16 --> langit terbuka = lewat baptisan air, ada hubungan dengan surga.

      Apa yang dimaksud dengan hubungan kita dengan surga? Ia melihat Roh.ALLAH = ada minyak urapan = hubungan erat kita dengan surga.
      Jadi, proses untuk menerima urapan Roh.Kudus adalah lewat baptisan air. YESUS sebagai Kepala dibaptis, maka kita sebagai tubuh-Nya, juga harus/mutlak dibaptis dengan air.

      Syarat dan pelaksanaan dari baptisan adalah:
      1. kita harus bertobat/mati terhadap dosa = kita dikuburkan bersama dengan YESUS dalam baptisan air.
      2. tidak boleh disuruh dan juga tidak boleh dicegah, seperti Yohanes yang menolak untuk membaptiskan YESUS karena merasa tidak layak, tetapi baptisan air adalah untuk melakukan kehendak TUHAN/oleh dorongan Firman.

      Kemudian setelah keluar dari baptisan air/kuburan air, maka hasilnya langit terbuka= kita memiliki hubungan dengan kerajaan surga yaitu lewat Roh.Kudus turun/minyak urapan Roh.Kudus bahkan kita mengalami kepenuhan Roh.Kudus. Itu sebabnya baptisan air itu bukan hal yang main-main, sebab lewat baptisan air, langit terbuka/ada hubungan yang erat dengan kerajaan surga. Setelah baptisan air, kita diurapi Roh.Kudus, kemudian kita hidup benar dan menjadi senjata kebenaran/imam-imam,pelayan-pelayan TUHAN.

    • darimana datangnya minyak urapan itu? Imamat 21: 12, Janganlah ia keluar dari tempat kudus, supaya jangan dilanggarnya kekudusan tempat kudus Allahnya, karena minyak urapan Allahnya, yang menandakan bahwa ia telah dikhususkan, ada di atas kepalanya; Akulah TUHAN.

    Jadi, proses selanjutnya adalah harus tinggal di dalam tempat kudus/ ruangan suci. Siapa-pun kita, mulai dari gembala, rasul, nabi, guru, penginjil, dan juga imam-imam harus tekun berada di dalam ruangan suci.

    Apa artinya untuk sekarang ini?
    Kisah rasul 2: 41, 42
    41. Orang-orang yang menerima perkataannya itu memberi diri dibaptis dan pada hari itu jumlah mereka bertambah kira-kira tiga ribu jiwa.
    42. Mereka bertekun dalam pengajaran rasul-rasul dan dalam persekutuan. Dan mereka selalu berkumpul untuk memecahkan roti dan berdoa.

    Jaman Musa Jaman hujan awal/jaman rasul-rasul Jaman hujan akhir/jaman kita sekarang
    Pelita emas Ketekunan di dalam persekutuan Ketekunan di dalam ibadah raya
    Meja Roti Sajian Ketekunan di dalam pemecahan roti Ketekunan di dalam ibadah pendalaman alkitab dan perjamuan suci
    Mezbah korban bakaran Ketekunan di dalam berdoa Ketekunan di dalam ibadah doa penyembahan

    Inilah prosesnya supaya kita tidak keluar dari tempat kudus/supaya minyak urapan tetap ada di dalam hidup kita. Di mulai dari baptisan air, kita diurapi bahkan bisa dipenuhi dengan Roh.Kudus, tetapi kalau kita tidak berada di dalam ruangan suci, maka minyak urapan itu dapat hilang, sekali-pun sebagai seorang gembala, rasul, nabi tetapi kalau tidak ada di dalam ruangan suci, maka urapan Roh.Kudus itu dapat hilang. Itu sebabnya kita harus bersungguh-sungguh berada di dalam ibadah pokok/ketekunan di dalam tiga macam ibadah pokok = tekun di dalam penggembalaan.

    Jadi, kekurangan-kekurangan dari para hamba-hamba TUHAN, adalah kita tidak tergembala sehingga pelayanan menjadi semakin hari semakin merosot = tidak ada minyak urapan = semakin hari semakin kering. Sesungguhnya, pelayan TUHAN itu semakin tua semakin hebat dan semakin dipakai oleh TUHAN, tetapi kenyataannya, makin merosot, sebab tidak tekun di dalam penggembalaan.

    Mari, kita tekun di dalam penggembalaan, kita tetap berada di dalam minyak urapan sehingga pelayanan kita semakin meningkat sampai mencapai pelayanan yang sempurna. Sebab kalau merosot, itu berarti seperti pelayanan di dunia. Contoh: Bermain musik di dunia, pada awalnya hebat, tetapi semakin tua, sudah tidak kuat lagi --> inilah pelayanan daging. Kalau memiliki minyak urapan, semakin tua, semakin hebat sebab semakin di pakai sampai menjadi sempurna seperti YESUS.

    Inilah ketidak tahuan dari pelayan-pelayan TUHAN yang hebat yaitu mereka tidak mengetahui kunci ini. Banyak penginjil-penginjil hebat, tetapi mereka sudah tidak mau masuk gereja, sekali-pun pada hari Minggu, kalau ia tidak ada pelayanan, ia tidak mau masuk gereja sebab merasa lebih hebat --> inilah letak kesalahannya yaitu tidak tergembala sehingga pelayanannya lebih hari lebih merosot.

    Itu sebabnya mulai sekarang ini, kita tetap berada dalam minyak urapan yang dimulai dari baptisan air sampai di ruangan suci/penggembalaan, sehingga pelayanan kita akan semakin meningkat sampai kesempurnaan. Dan kehidupan semacam ini, dikhususkan sehingga kita dapat setia dan berkobar-kobar dalam pelayanan. Kehidupan yang dikhususkan (Im 21: 12) = menjadi biji Mata TUHAN.

    Mazmur 17: 7, 8, inilah kehidupan yang setia dan berkobar-kobar, sehingga dikhususkan oleh TUHAN.
    7. Tunjukkanlah kasih setia-Mu yang ajaib, ya Engkau, yang menyelamatkan orang-orang yang berlindung pada tangan kanan-Mu terhadap pemberontak.
    8.Peliharalah aku seperti biji mata, sembunyikanlah aku dalam naungan sayap-Mu

    Inilah kehidupan yang setia dan berkobar-kobar, sehingga dikhususkan oleh TUHAN menjadi Biji Mata TUHAN, ia hidup dalam Tangan kasih setia/kemurahan/anugerah untuk mengalami perlindungan dan pemeliharaan TUHAN, mulai sekarang di padang gurun dunia yang gersang/yang sulit ini sampai pada jaman antikrist yang merupakan puncak dari masa kelaparan secara jasmani dan rohani.

    Kelaparan secara jasmani di jaman antikrist, untuk dapat makan sesuap nasi, maka kita harus menyembah antikrist/kehilangan nyawa. Sekali-pun kita memiliki ratusan juta dolar, tetapi tidak akan berharga di jaman antikrist. Sebungkus nasi = seharga nyawa. Tetapi kalau kita menjadi Biji Mata TUHAN = hidup dalam Tangan kasih setia TUHAN = naungan sayap yang melindungi dan memelihara kita mulai sekarang di padang gurun yang gersang sampai di jaman antikrist, kita tidak dapat dijamah.

    Menghadapi kelaparan sampai pada jaman antikrist --> 'minyak jangan dirusak':
    • hidup dalam urapan Roh.Kudus --> baptisan air, kita hidup benar sehingga kita menjadi senjata kebenaran. Sesudah baptisan air, minyak itu jangan sampai hilang, tetapi harus
    • hidup di dalam ruangan suci --> tekun dalam penggembalaan, sehingga minyak urapan tetap tinggal di dalam kita. Pelayanan meningkat, setia dan berkobar-kobar sehingga kita menjadi Biji Mata TUHAN. Inilah kehidupan yang tidak dapat diganggu gugat oleh antikrist, sebab ia berada di dalam Tangan kasih setia. Ini merupakan hal yang sungguh-sungguh serius; saya bukannya mengejek uang dolar --> silahkan kalau saudara memilikinya, jangan saudara royal tetapi ditabung; tetapi ingat! Nanti, semuanya itu tidak berlaku/tidak ada gunanya kalau tidak memiliki minyak. Semoga kita dapat mengerti.

    Anggur menunjuk kesukaan di dalam Darah YESUS. Kalau kita menggunakan perjamuan suci = kita minum anggur = menunjuk pada Darah. Jadi anggur yang manis ini dikaitkan dengan pesta/kesukaan --> kalau ada pesta, ada anggur/kesukaan di dalam Darah YESUS. Bukan kesukaan di gedung bioskop, di diskotik --> bukan! Sebab ini merupakan kesukaan dunia, tetapi kesukaan di dalam Darah YESUS = kesukaan/kebahagiaan di dalam kasih karunia/dalam kemurahan, sebab Darah = kemurahan. Semoga kita dapat mengerti.

    Anggur ini, di dapatkan dari buah anggur yang diperas = sudah menghasilkan buah anggur, tetapi masih harus diperas. Diperas = pemerasan daging.
    Di bagian atas diterangkan, kita tekun di dalam tiga macam ibadah sehingga kita menjadi Biji Mata TUHAN = minyak. Tetapi minyak ini masih belum cukup, harus ditambah dengan anggur yang sudah berbuah, tetapi buah anggur itu masih harus diperas. Diperas = pemerasan daging/perobekkan daging/penyaliban daging = percikkan darah = penderitaan tanpa dosa.

    Coba kalau kita telusuri dari pokok anggur, carang sudah melekat. Kalau sudah mau berbuah, maka carang yang sudah melekat pada pokok anggur, harus dibersihkan, baru dapat berbuah. Ini menunjuk pada kehidupan yang setia/sudah setia. Kemudian dibersihkan = suci, sudah berbuah manis.Tetapi kalau masih dalam bentuk buah, tidak dapat berbuat apa-apa sebab tidak dapat masuk dalam pesta nikah, itu sebabnya harus diperas agar menjadi air anggur.
    Itulah kehidupan Kristen, kita jangan merasa puas kalau kita sudah bagaikan carang yang melekat pada Pokok --> setia, dibersihkan/disucikan dan juga sudah berbuah anggur yang manis --> bagus bahkan lebih bagus. Tetapi semua ini masih belum cukup, sebab masih harus diperas/mengalami percikkan darah = penderitaan tanpa dosa. Kehidupan ini benar-benar berada di dalam kasih karunia TUHAN.

    Contoh dari percikkan darah/penderitaan tanpa dosa secara jasmani:
    • kita tidak bersalah tetapi difitnah,
    • tidak berbuat kesalahan, tiba-tiba di PHK (Putus Hubungan Kerja),
    • mungkin di bidang ekonomi, saudara tidak bersalah/saudara sudah memeriksa dosa, tidak ada yang salah, tetapi merosot = percikkan darah.

    Sehingga timbul pertanyaan, mengapa saya mengalami semuanya ini? Padahal saya sudah disucikan, sudah setia --> jika saudara tidak memiliki kesalahan, maka itu berarti saudara sudah mengalami percikkan darah/pemerasan = saudara sudah masuk dalam proses terakhir yaitu sudah berbuah tetapi perlu diperas. Tetapi kalau saudara mengalami penderitaan karena saudara berbuat dosa, maka itu berarti kesalahan saudara sendiri.

    Contoh secara rohani, kita berpuasa sekali-pun di rumah ada banyak beras, tetapi kita mau berpuasa. Saya yakin, kalau kita banyak mengalami percikkan darah secara rohani, nanti percikkan darah secara jasmani, hanya sedikit yang akan kita alami. Berimbang. Kalau kita tidak mau berpuasa, mau mengikuti doa semalam suntuk, mau mendahulukan ibadah pelayanan dan lainnya secara rohani, maka TUHAN akan memakai percikkan darah dalam hal yang jasmani. Tidak ada cara lain sebab TUHAN merindukan kita semuanya diperas agar menghasilkan air anggur.

    Hasil dari percikkan darah/perobekkan daging yaitu:
    • air anggur yang manis menunjuk pada keubahan hidup. Seperti air yang berubah menjadi air anggur/kehidupan hidup yang dapat dicicipi/di rasakan. Cedok, cicipi. Mencicipi dengan lidah --> mulai dari perkataan-perkataan yang baik. Mencicipi ini mulai satu sendok terlebih dahulu --> lewat perkataan. Suami dapat merasakan perubahan istri yang biasanya cerewet, tetapi sekarang ini lebih banyak diam. Atau istri dapat merasakan perubahan dari suaminya yang awalnya kalau berkata-kata itu, perkataannya pahit dan tajam; sekali berkata, istri langsung knock-out. Tetapi sekarang berubah menjadi lembut. Inilah arti dari dapat dicicipi yang dimulai dari lidah yang menghasilkan perkataan-perkataan yang manis. Terutama tidak ada dusta, sebab dusta itu merupakan perkataan yang paling kejam dan yang paling pahit. Seorang suami yang selalu pulang terlambat dari kantor, tetapi ia selalu mengatakan bahwa ada rapat di kantor. Beberapa saat kemudian ketahuan bahwa suaminya itu berselingkuh. Betapa hancurnya hati seorang istri kalau ada dusta. Sama juga dengan suami, kalau ia didustai, ia juga akan hancur.

      Tetapi sekarang ini, marilah! Lewat percikkan darah, biarlah kami semua menghasilkan air anggur yang manis lewat perkataan-perkataan. Kalau perkataan sudah manis, maka saya kira, seluruh tubuh ini dapat dikendalikan/perbuatan solah tingkah laku dapat dikendalikan/dapat manis. Itu sebabnya mulai sekarang, jangan berdusta, dan juga perkataan-perkataan mulai manis sehingga dapat dicicipi oleh suami, oleh istri dan juga oleh anak-anak.

    • air anggur yang manis ini, juga menunjuk pada kesukaan di dalam kasih karunia dan kemurahan TUHAN/ di dalam Darah YESUS. Seharusnya manusia ini hanya meminum air anggur asam; akibat dosa itu bagaikan air anggur asam/anggur yang pahit, tetapi sudah diminum oleh YESUS di kayu salib dan YESUS memberikan air anggur yang manis itulah kesukaan dan kebahagiaan. Semakin kita berubah, akan semakin baik dan inilah rumus; kalau kita keras, kita tidak akan berbahagia = pahit dan tawar.

      Sebagai seorang suami/istri jangan menunggu suami/istri lebih dulu harus berubah --> kita tidak perlu saling menuding. Mulai dari saya/dari aku yang terlebih dahulu harus berubah kalau mau menikmati air anggur yang manis. Anggur keubahan hidup = air anggur kesukaan/kebahagiaan di dalam Darah YESUS. Jika kita terus menerus berubah sampai satu saat, kebahagiaan itu akan mencapai puncaknya yaitu jika YESUS datang kembali kedua kalinya, kita akan diubahkan menjadi sama dengan Dia menjadi anggur yang paling manis yaitu masuk pesta nikah Anak Domba dan kita bersama-sama denganNya selama-lamanya.

      Keubahan hidup itu sedikit demi sedikit, tidak dituntut banyak. Itu sebabnya di dalam alkitab disebutkan dicicipi. Kalau dikatakan 'teguklah' = harus begini, harus begitu, maka akan susah sebab kita dapat mabuk dan rasanya ingin melarikan diri saja. Tetapi kalau dicicipi/sedikit demi sedikit, pasti kita bisa dengan pertolongan TUHAN, sampai satu waktu, semuanya akan diubahkan menjadi sama mulia dengan TUHAN dan kita akan masuk pesta nikah Anak Domba ALLAH.

Inilah minyak dan anggur yang harus ada di dalam hidup kita yaitu:
  • minyak urapan lewat baptisan air, lewat penggembalaan yang merupakan kunci sukses dari seorang hamba TUHAN. Jika tidak tergembala, maka seorang hamba TUHAN yang tidak mengenal pengajaran tidak akan mengetahui letak dari kunci suksesnya itu. Minyak urapan ini semakin meningkat bagaikan Biji Mata TUHAN sehingga kehidupan itu benar-benar dipelihara sampai jaman antikrist.

  • ada anggur --> ada keubahan hidup dan juga ada kebahagiaan di dalam hidup kita sebab Tangan TUHAN Yang memberikan kebahagiaan kepada kita.

Sekarang minyak dan anggur ini dicampur; untuk apa minyak dan anggur ini dicampur? Tadi, ada minyak --> ada pemeliharaan. Ada anggur --> ada kebahagiaan.

Tetapi kalau minyak dan anggur ini dicampur, maka akan ada gunanya. Ada cerita di dalam alkitab yaitu ada orang yang turun dari Yerusalem menuju Yerikho, ia dirampok oleh penyamun-penyamun sampai luka-luka dan setengah mati.

Kegunaan dari minyak yang dicampur dengan anggur adalah --> Lukas 10: 30, 34
30. Jawab Yesus: "Adalah seorang yang turun dari Yerusalem ke Yerikho; ia jatuh ke tangan penyamun-penyamun yang bukan saja merampoknya habis-habisan, tetapi yang juga memukulnya dan yang sesudah itu pergi meninggalkannya setengah mati.
34. Ia pergi kepadanya lalu membalut luka-lukanya, sesudah ia menyiraminya dengan minyak dan anggur. Kemudian ia menaikkan orang itu ke atas keledai tunggangannya sendiri lalu membawanya ke tempat penginapan dan merawatnya.

Jadi, kegunaan dari campuran minyak dan anggur adalah untuk memulihkan/menutupi/menyembuhkan luka-luka akibat pukulan setan.

Jadi, penderitaan ini ada dua yaitu:
  • penderitaan karena TUHAN = merupakan kasih karunia, tetapi ada
  • penderitaan karena salahnya sendiri = pukulan dari setan yang mengakibatkan luka-luka sehingga keadaannya setengah mati/tidak mati dan juga tidak hidup.

Mengapa keadaannya dapat setengah mati? Sebab turun dari Yerusalem ke Yerikho. Yerusalem merupakan pusat kerohanian, sedangkan Yerikho merupakan pusat dari perdagangan/jasmani = merosot dalam hal kerohanian = merosot dalam hal kesetiaan di dalam ibadah pelayanan. Bukan hal yang enak jika kerohanian merosot, sebab setan sudah menunggu untuk memukul sampai luka dan sampai setengah mati. Saya tidak mengutuk, tetapi menasihati untuk diriku terlebih dahulu sebab sekali-pun saya sebagai gembala, juga dapat merosot di dalam berdoa, di dalam membaca Firman dan ini yang ditunggu oleh setan untuk dipukul sampai luka dan sampai setengah mati. Ini merupakan hal yang sungguh-sungguh serius.

Bagi kaum muda, saudara jangan main-main sebab setan sedang menunggu. Kalau saudara sedang merosot, maka saudara benar-benar akan dipukul sampai setengah mati. Tetapi andaikata sekarang ini, saudara merasa saya luka dan juga setengah mati --> ada minyak dan anggur yang mampu memulihkan kita.

Itu sebabnya, mari! kita kembali dalam urapan, kembali kepada pelayanan di dalam penggembalaan --> keubahan hidup. Mungkin mulut ini sudah banyak berdusta, mari! kembali menjadi benar sebab ini berarti ada minyak dan anggur yang sanggup memulihkan luka-luka akibat pukulan-pukulan setan.

Ada beberapa luka yaitu:
Luka secara jasmani
  • penyakit tubuh,
  • penyakit ekonomi,
  • penyakit nikah dlsbnya.
Minyak dan anggur sanggup memulihkan.

Luka secara rohani
  • luka di hati --> mungkin hati kita pahit sampai berubah menjadi dendam. Atau perih/pedih di hati karena ucapan atau mungkin karena kecewa dan putus asa. Tetapi ada Tangan Yang memegang minyak dan anggur untuk memulihkan kita.
  • luka akibat dosa --> mungkin dosa kejahatan dan kenajisan apa-pun bentuknya, masih ada kesempatan untuk dipulihkan sampai satu waktu benar-benar tidak bercacat cela. Tangan kemurahan kasih karunia bukan hanya mampu melindungi dan memelihara bagaikan Biji Mata tetapi juga mampu membahagiakan kita karena ada air anggur yang manis dan juga mampu memulihkan luka-luka akibat pukulan setan. Luka secara jasmani mau-pun luka secara rohani yaitu luka di hati sampai luka akibat dosa.
Mungkin luka ini sudah membusuk dan sudah menjadi kanker dosa. Tangan kemurahan mampu memulihkan sampai kita menjadi tidak bercacat cela seperti YESUS sehingga kita dapat menyambut kedatangan TUHAN dan kita masuk pesta nikah Anak Domba ALLAH dan kita menikmati air anggur manis yang tidak pernah habis dan juga tidak pernah pahit dan juga tanpa air mata selama-lamanya.

TUHAN memberkati.

kembali ke halaman sebelumnya
IBADAH RUTIN DI MALANG

Minggu jam 06:45 (Ibadah Raya)
Minggu jam 10:15 (Ibadah Sekolah Minggu)
Selasa jam 17:15 (Ibadah Pendalaman Alkitab)
Rabu jam 07:30 (Ibadah Kaum Wanita)
Kamis jam 17:15 (Ibadah Doa Penyembahan)
Sabtu jam 17:15 (Ibadah Kaum Muda Remaja)

IBADAH RUTIN DI MEDAN
Royal Room Hotel Danau Toba Internasional
Jl. Imam Bonjol Medan

Minggu, jam 18:45 (Ibadah Raya)
Senin, jam 08:00 (Ibadah Pendalaman Alkitab)
Senin, jam 17:30 (Ibadah Pendalaman Alkitab)

IBADAH RUTIN DI SURABAYA

Minggu jam 09:00 (Ibadah Sekolah Minggu)
Minggu jam 10:15 (Ibadah Raya)
Rabu jam 17:30 (Ibadah Pendalaman Alkitab)
Jumat jam 17:30 (Ibadah Doa Penyembahan)


IBADAH RUTIN DI JAKARTA
Jl. Patra Kuningan XIV no.4
Jakarta Selatan
Sabtu, jam 09:00 (Ibadah Pendalaman Alkitab)

IBADAH KUNJUNGAN
  • Juni 2020
    (Ibadah Kunjungan di Kandis)

  • Agustus 2020
    (Ibadah Kunjungan di Srilangka)

All Right Reserved Gereja Pantekosta Tabernakel "KRISTUS KASIH"
Jln. Simpang Borobudur 27 Malang | Telp: (0341) 496949 | Fax: (0341) 476751 » Lihat Peta Gereja Kami di Malang
Jln. WR Supratman 4 Surabaya | Telp. 08123300378 » Lihat Peta Gereja Kami di Surabaya
hubungi kami | email: info@gptkk.org | sitemap | top