English Language | Form Penggembalaan
kebaktian umum
KEBAKTIAN LAINNYA
Transkrip lengkap lainnya

Umum (Minggu Pagi, 20 Januari 2008)
Tayang: 04 Februari 2012
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum (Minggu Pagi, 23 Maret 2008)
Tayang: 09 Oktober 2012
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum (Minggu Pagi, 24 Februari 2008)
Tayang: 06 Juli 2012
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum (Minggu Pagi, 22 Juli 2007)
Tayang: 09 Mei 2010
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum (Minggu Pagi, 16 September 2007)
Tayang: 26 Januari 2011
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum (Minggu Pagi, 25 November 2007)
Tayang: 25 September 2011
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum (Minggu Pagi, 09 September 2007)
Tayang: 01 Desember 2010
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum (Minggu Pagi, 04 November 2007)
Tayang: 15 April 2010
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum (Minggu Pagi, 07 Oktober 2007)
Tayang: 15 Februari 2011
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum (Minggu Pagi, 13 Mei 2007)
Tayang: 22 April 2010
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum (Minggu Pagi, 02 Desember 2007)
Tayang: 16 Oktober 2011
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum (Minggu, 20 April 2008)
Tayang: 21 Mei 2008
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum (Minggu, 15 Juni 2008)
Tayang: 06 Juli 2008
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum (Minggu Pagi, 30 Maret 2008)
Tayang: 04 November 2012
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum (Minggu Pagi, 06 April 2008)
Tayang: 24 Februari 2013
[baca transkrip] | [download file transkrip]


ALAT TABERNAKEL

Pelataran
Pintu Gerbang
Mezbah Korban Bakaran
Bejana Pembasuhan Dari Tembaga
Pintu Kemah
Pelita Emas
Meja Roti Sajian
Mezbah Dupa Emas
Pintu Tirai
Tabut Perjanjian
Imam-Imam
Imam Besar
Tahbisan Imam-Imam
Ukupan Wangi-wangian
Papan-papan dan Kayu Lintang
Tudung (Tenda) Tabernakel

gambar denah tabernakel

Untuk Koneksi Lambat, silahkan buka http://id.gptkk.org
Transkrip lengkap dari ibadah penggembalaan di Malang dan Surabaya, semuanya di bawakan oleh gembala sidang Pdt. Widjaja Hendra.

Silahkan kontak ke info@gptkk.org apabila bapak/ibu/sdr/sdri ada pertanyaan atau mungkin ingin berlangganan majalah Manna dan silahkan kirim email ke widjaja_h [at] yahoo.com apabila ingin konsultasi pribadi dengan bapak gembala
silahkan ganti tanda [at] dengan @
Kebaktian: Umum
Tanggal: Minggu Pagi, 30 Maret 2008
Tempat: GPTKK, Malang
Pembicara: Pdt. Widjaja Hendra
Download file: [download file transkrip] - [versi cetak]
Tayang: 04 November 2012

Matius 24 : 17, Orang yang sedang di peranginan di atas rumah janganlah ia turun untuk mengambil barang-barang dari rumahnya,

Orang yang tetap tinggal di peranginan/di sotoh rumah --> ini sikap/tindakan penyingkiran. Jadi tinggal diperanginan arti rohaninya adalah hidup dalam damai sejahtera bersama TUHAN dan ini yang harus dijaga, sebab kalau hati kita damai sejahtera = ada Pribadi TUHAN di dalam kehidupan kita sehingga antikrist tidak dapat menjamah kita/tidak dapat memangsa kita.

Tetapi begitu hati tidak damai = marah, pahit = hati dari antikrist, sehingga dapat dijamah oleh antikrist; itu sebabnya hati harus merasa damai sejahtera terlebih dahulu.

Orang yang sedang diperanginan di atas rumah janganlah ia turun untuk mengambil barang-barang di rumahnya” = tetap hidup dalam damai sejahtera dan ini yang harus di jaga. Memang di dunia ini kita banyak menghadapi masalah seperti menghadapi masalah rumah tangga, menghadapi masalah ekonomi, masalah kesehatan, masalah kuliah sekolah dan lain-lainnya, tetapi jangan sampai membuat hati tidak damai.

jangan ia turun untuk mengambil barang di rumahnya” terutama yang banyak membuat tidak damai itu masalah rumah tangga, dan memang setan mengejar dengan masalah rumah tangga/masalah keluarga, tetapi jangan sampai kita terpancing, sebab apa-pun keadaan suami/istri kita/apa-pun keadaan anak cucu kita, jangan terpancing tetapi hati harus tetap damai sejahtera, sebab kalau hati sudah tidak damai sejahtera, karena masalah-masalah didunia, terutama masalah keluarga, nikah rumah tangga maka kerohanian kita akan mengalami kemerosotan/turun menjadi suam-suam rohani.

Kemerosotan rohani/ suam-suam ini seperti keadaan sidang jemaat Laodikia/jemaat ketujuh yaitu jemaat paling akhir dalam ktb Wahyu. Kitab Wahyu itu berbicara tentang dunia akhir zaman = jemaat paling akhir yang justru ini menimpa sidang jemaat di akhir zaman yaitu kita sekalian, terutama bangsa kafir.

Mari kita pelajari supaya kita mengetahui, apakah kerohanian saya sudah merosot/suam-suam atau meningkat? Kita cek lewat alkitab, bukan mengecek lewat buku ini atau buku itu tetapi lewat alkitab/lewat Firman TUHAN.

Ada tiga macam suasana suam rohani yaitu:

  1. Wahyu 3 : 14-17,
    14. "Dan tuliskanlah kepada malaikat jemaat di Laodikia: Inilah firman dari Amin, Saksi yang setia dan benar, permulaan dari ciptaan Allah:
    15. Aku tahu segala pekerjaanmu: engkau tidak dingin dan tidak panas. Alangkah baiknya jika engkau dingin atau panas!
    16. Jadi karena engkau suam-suam kuku, dan tidak dingin atau panas, Aku akan memuntahkan engkau dari mulut-Ku.
    17. Karena engkau berkata: Aku kaya dan aku telah memperkayakan diriku dan aku tidak kekurangan apa-apa, dan karena engkau tidak tahu, bahwa engkau melarat, dan malang, miskin, buta dan telanjang,

    Ayat 15= “Aku tahu segala pekerjaanmu: engkau tidak dingin dan tidak panas” --> ini suam.
    Jadi ini suasana pertama, yaitu suasana tidak panas, tidak dingin/tidak sejuk, ini sama dengan suasana tanpa kasih ALLAH.

    Apa yang dimaksud dengan dingin untuk sekarang ini? tidak dingin itu artinya untuk sekarang adalah tanpa kasih ALLAH. Kalau orang hatinya tidak ada kasih ALLAH = tidak damai sejahtera, maka yang ada hanya-lah peperangan, permusuhan, iri, kepahitan, dendam, hanya itu saja.

    Mari kita cek hati kita ini, apakah kita sudah menjadi suam-suam, sebab kalau hati kita mulai tidak suka pada orang, dan tidak segera diselesaikan, maka akan menjadi pahit, dendam, iri = kerohanian kita sudah menjadi suam = sudah betul-betul merosot.

    Kemudian tidak panas berarti:


    • tidak berkobar-kobar lagi dalam ibadah, sekali-pun datang di dalam ibadah tetapi hanya sebatas kebiasaan sehingga menjadi mengantuk dan juga merasa bosan.
    • tidak setia dalam ibadah pelayanan tetapi sudah tidak merasa apa-apa, tidak merasa bersalah --> betul-betul kerohaniannya sudah menjadi suam-suam.


    Mari kita periksa, dalam ibadah pelayanan, yang ditonjolkan/hanya puas dengan kemakmuran jasmani atau kekayaan jasmani, di ay 17 “karena engkau berkata aku kaya” --> tidak peduli dia tidak beribadah, tidak peduli ada dendam, iri, tidak peduli, hatinya tidak damai, kehidupan itu tidak perduli, yang penting kaya.

    Kalau yang jasmani digembar-gemborkan = kerohaniannya sudah turun/rohani sudah merosot. Kalau dalam khotbah yang digembar-gemborkan hanya kemakmuran jasmani --> bukan tidak boleh --> silahkan!! tetapi kalau itu yang diutamakan, maka itu berarti kerohaniannya sudah merosot. Semoga kita dapat mengerti.

    Akibatnya:


    • ay 16 “jadi karena engkau suam-suam kuku dan tidak dingin atau panas, Aku akan memuntahkan engkau dari mulut Ku” Aku akan memuntahkan engkau dari mulut Ku = kehidupan itu dimuntahkan dari mulut TUHAN = tidak berguna bagi TUHAN dan juga tidak berguna bagi sesama sebab jijik.

      Hamba Tuhan/ anak TUHAN semacam itu tidak dingin dan tidak panas sebab hanya mencari hal yang jasmani dan juga puas dengan hal hanya yang jasmani sehingga itu tidak berguna bagi TUHAN/bagi pembangunan Tubuh Kristus.

      Muntah itu kenajisan/hidup dalam kenajisan.


    • Wahyu 3 : 17 Karena engkau berkata: Aku kaya dan aku telah memperkayakan diriku dan aku tidak kekurangan apa-apa, dan karena engkau tidak tahu, bahwa engkau (1)melarat, dan (2)malang, (3)miskin, (4)buta dan (5)telanjang,

      Lima hal yaitu melarat, malang, miskin, buta dan telanjang --> keadaannya ini benar-benar berada di luar kasih ALLAH. Kita tahu bahwa angka lima ini menunjuk pada lima Luka Kristus/kasih ALLAH.

      Inilah lima keadaan yaitu telanjang, melarat, buta, miskin = melawan Lima luka TUHAN = diluar kasih ALLAH sehingga kehidupan itu berada dalam suasana kutukan dan kalau dibiarkan akan menuju kepada kebinasaan.

      Hati-hati!! coba kita periksa hati kita masing-masing, dan juga di dalam ibadah pelayanan, apa yang ditonjolkan? Kalau yang ditonjolkan hanya perkara-perkara yang jasmani, maka kita akan betul-betul ketinggalan dan binasa saat TUHAN datang kembali. Semoga kita dapat mengerti.


  2. suasana suam-suam --> Keluaran 32 : 17-19,
    17. Ketika Yosua mendengar suara bangsa itu bersorak, berkatalah ia kepada Musa: "Ada bunyi sorak peperangan kedengaran di perkemahan."
    18. Tetapi jawab Musa: "Bukan bunyi nyanyian kemenangan, bukan bunyi nyanyian kekalahan--bunyi orang menyanyi berbalas-balasan, itulah yang kudengar."
    19. Dan ketika ia dekat ke perkemahan itu dan melihat anak lembu dan melihat orang menari-nari, maka bangkitlah amarah Musa; dilemparkannyalah kedua loh itu dari tangannya dan dipecahkannya pada kaki gunung itu.

    Suasana suam-suam ini juga akan dihukum oleh TUHAN, itu sebabnya kita harus berhati-hati sebab ada ibadah semacam ini, yaitu ibadah yang ditutup dengan tarian, nyanyian, tetapi sayang tidak ada Firman.

    Suasana suam-suam adalah: suasana tidak kalah dan juga suasana tidak menang = suasana bukan nyanyian kekalahan, bukan nyanyian kemenangan = suasana tidak kalah, tidak menang, jadi di tengah-tengah/suam-suam = suasana tanpa Firman ALLAH terutama Firman pengajaran yang benar.

    Sementara Musa diatas gunung Sinai (banyak gereja TUHAN yang hanya tahu satu) yaitu Musa hanya menerima dua loh batu, padahal di gunung Sinai, Musa juga menerima tabernakel/petunjuk untuk membangun tabernakel/kemah suci. Dua loh batu di tempatkan di tabernakel yang untuk sekarang ini berbicara tentang Firman pengajaran yang benar. Dua loh batu sudah hancur, tabernakelnya juga sudah hancur, tetapi sekarang yang ada adalah Firman pengajaran yang benar/Firman ALLAH Yang benar.

    Sementara Musa berada di atas gunung, bangsa Israel yang berada dibawah gunung, mereka membuat lembu emas dan mereka menari-nari dan bernyanyi-nyanyi --> inilah suasana tanpa Firman. Di bagian atas sudah diterangkan tentang suasana tanpa kasih sebab ada kekayaan dan ini sudah menghangatkan dia sekali-pun tanpa kasih ALLAH, yang penting dia kaya.
    Sedangkan suasana tanpa Firman --> tidak tahu Musa itu sedang melakukan apa, yang penting kita happy dan tidak perlu Firman, yang penting senang ke gereja sebab di gereja yang ditonjolkan/yang diutamakan adalah gairah/ kesukaan daging dalam bentuk tarian dan nyanyian berbalas-balasan. Bukan tidak boleh menyanyi/tidak boleh memuji TUHAN --> silakan!! tetapi kalau tanpa Firman akan berbahaya sebab tidak ada hadirat TUHAN.

    Itu sebabnya, mari!! semua aktivitas rohani kita harus mengutamakan Firman = harus dikomandoi oleh Firman ALLAH/harus diatur oleh Firman ALLAH Yang benar. Sampai-pun mau berkorban, jangan dengan emosi/jangan daging, tetapi berkorban harus lewat dorongan Firman. Semoga kita dapat mengerti.

    Akibat kalau kita tidak melihat TUHAN/melihat Firman, maka:


    • terjadi pemberhalaan, yang disembah bukan TUHAN dan juga yang dikerumuni oleh bangsa Israel adalah Harun/manusia seperti artis karena gairah/kesukaan daging = mau datang ke gereja, hanya untuk melihat manusia, bukan untuk melihat TUHAN/bukan melihat Firman, sebab Pribadi TUHAN adalah Firman TUHAN --> pada mulanya adalah Firman, Firman bersama ALLAH = yang utama adalah Firman sebab Firman bersama ALLAH = Firman adalah Pribadi ALLAH Sendiri. Semoga kita dapat mengerti.

      Jadi, akibat pertama terjadi pemberhalaan/menyembah lembu emas, tetapi merasa menyembah TUHAN. Itu sebabnya kita harus berhati-hati, sebab ibadah tanpa Firman, akan terjadi pemberhalaan/menyembah lembu emas. Tanpa Firman = tanpa hadirat TUHAN.

      Tidak ada hadirat TUHAN=


      1. Roh Kudus juga tidak akan ada kalau tidak ada Firman,
      2. kasih ALLAH juga tidak akan ada kalau tidak ada Firman. Tiga ini tidak terpisah, Firman dulu yang utama --> Yohanes 1 --> pada mulanya adalah Firman, kalau ada Firman, baru ada Roh Kudus dan kita akan diurapi, baru ada kasih. Semoga kita dapat mengerti.


      Jika tanpa urapan Roh.Kudus, bisa cenderung ke arah emosi/kesukaan daging. Itu sebabnya, mari dihari-hari ini, kita harus mengutamakan Firman, sebab kalau tidak mengutamakan Firman, akan terjadi pemberhalaan, yang disembah bukan TUHAN. Bisa manusia/pendeta/artis/kekayaan yang disembah. Semoga kita dapat mengerti.


    • Keluaran 32 : 6, Dan keesokan harinya pagi-pagi maka mereka mempersembahkan korban bakaran dan korban keselamatan, sesudah itu duduklah bangsa itu untuk makan dan minum; kemudian bangunlah mereka dan bersukaria.

      Itulah saudaraku, makan minum, sampai masuk dalam persundalan/dosa seks/ kawin mengawinkan. Makan minum mulai merokok, mabuk, narkoba dan seterusnya, disitu akan ada gairah/kesukaan daging. Itu sebabnya biarlah kita waspada dihari-hari ini dengan selalu mengutamakan Firman, sehingga hidup kita semuanya diatur oleh Firman. Semoga kita dapat mengerti ini dan selalu merasa betah dalam ibadah seperti Maria, yang dipuji oleh TUHAN.

      TUHAN memuji Maria bukan saat Maria menyanyi dan lain-lainnya, tetapi saat ia duduk mendengarkan Firman, dan itulah yang terbaik kata TUHAN. Bukan saya anti menyanyi, sebab saya juga menyanyi dengan semangat, tetapi yang dipuji TUHAN adalah ‘Maria memilih bagian terbaik saat ia mendengarkan Firman’.

      Ini yang terbaik, itu sebabnya kita harus sungguh-sungguh menggunakan kesempatan, sebab kalau tidak, maka segalanya akan sia-sia tanpa Firman. Ibadah pelayanan kita menjadi sia-sia, dan hanya mengarah pada pemberhalaan, hanya mengarah pada persundalan/dikuasai oleh persundalan, dan tidak ada kekuatan apa-pun di dunia ini yang dapat mengerem/menghentikan persundalan, baik di dalam hati, dalam pandangan, dalam pikiran, dalam perbuatan, kecuali Firman pengajaran yang benar/Firman yang lebih tajam dari pedang bermata dua.

      Raja Daud mengatakan --> ‘dengan apa orang muda memperhatikan/ mempertahankan kelakuannya bersih’? dengan menjaganya sesuai Firman’. Inilah rem/penahan kita untuk menghindari persundalan. Itu sebabnya penting hidup kita ini diisi dengan Firman pengajaran. Semoga kita dapat mengerti.

      Di bagian atas diterangkan suasana pertama yaitu tanpa kasih, yang ditonjolkan hanya kekayaan/berkat jasmani saja, sehingga hidupnya tidak ada damai, tidak setia, tidak berkobar-kobar, dan ini sangat berbahaya sebab dapat ketinggalan saat YESUS datang kembali.

      Suasana jang kedua adalah suasana gairah, yang dicari hanya yang enak bagi daging, kesukaan daging; saya katakan kepada kaum muda --> ‘kalau kamu beribadah dan daging-mu serasa disalib, maka itu yang benar, sebab sudah ada TUHAN YESUS disitu. Tetapi kalau daging-mu suka yang enak --> bahaya!! sebab bisa ada lembu emas/ pemberhalaan dan persundalan. Kita harus berhati-hati.


    • Wahyu 13 : 1-3,
      1.Lalu aku melihat seekor binatang keluar dari dalam laut, bertanduk sepuluh dan berkepala tujuh; di atas tanduk-tanduknya terdapat sepuluh mahkota dan pada kepalanya tertulis nama-nama hujat.
      2. Binatang yang kulihat itu serupa dengan macan tutul, dan kakinya seperti kaki beruang dan mulutnya seperti mulut singa. Dan naga itu memberikan kepadanya kekuatannya, dan takhtanya dan kekuasaannya yang besar.
      3. Maka tampaklah kepadaku satu dari kepala-kepalanya seperti kena luka yang membahayakan hidupnya, tetapi luka yang membahayakan hidupnya itu sembuh. Seluruh dunia heran, lalu mengikut binatang itu.

      Inilah ibadah ciptaan antikrist, yaitu suam-suam rohani. Hati -hati saudaraku, luka sangat parah, tetapi tidak mati artinya tidak mati tidak bangkit tetapi sembuh.

      Hati-hati:


      1. tidak dingin tidak panas --> Laodikia,
      2. tidak menang tidak kalah suasana Israel,
      3. tidak mati tidak bangkit ini suasana tanpa Roh Kudus, suasana tanpa kasih/tanpa Firman, tanpa Roh Kudus/tidak mati terhadap hidup lama, tidak bangkit dalam hidup baru, artinya tidak mengalami pembaharuan hidup/tidak mengalami keubahan hidup. Inilah ibadah yang dimotori antikrist. Kita harus berhati-hati, katanya beribadah pada TUHAN, tetapi dimotori oleh antikrist, sehingga tidak terjadi pembaharuan hidup/tidak terjadi keubahan hidup, tetap bertahan dalam manusia daging.


      Pembaharuan = keubahan hidup dari manusia daging menjadi manusia rohani seperti YESUS. Di dalam setiap ibadah kita harus mengalami pembaharuan sedikit demi sedikit sampai satu waktu menjadi seperti YESUS.

      Tetapi ibadah yang dimotori antikrist tanpa Roh Kudus = ibadah yang tidak mati dari hidup lama, dan juga tidak bangkit dalam hidup baru, jadi tidak mengalami pembaharuan hidup/tidak mengalami keubahan hidup = tetap mempertahankan manusia daging, satu waktu kehidupan itu akan tampil menjadi sama dengan antikrist/menjadi binatang buas seperti antikrist.

      2 Timotius 3 : 1-4,
      1. Ketahuilah bahwa pada hari-hari terakhir akan datang masa yang sukar.
      2. Manusia akan (1)mencintai dirinya sendiri dan (2)menjadi hamba uang. Mereka akan (3)membual dan (4)menyombongkan diri, mereka akan menjadi (5)pemfitnah, mereka akan (6)berontak terhadap orang tua dan (7)tidak tahu berterima kasih, (8)tidak mempedulikan agama,
      3. (9)tidak tahu mengasihi (10)tidak mau berdamai, (11)suka menjelekkan orang, (12)tidak dapat mengekang diri, (13)garang, (14)tidak suka yang baik,
      4. (15)suka mengkhianat, (16)tidak berpikir panjang, (17)berlagak tahu, (18)lebih menuruti hawa nafsu dari pada menuruti Allah.

      Inilah delapan belas tabiat daging, siapa dia ? 2 Timotius 3 : 5, Secara lahiriah mereka menjalankan ibadah mereka, tetapi pada hakekatnya mereka memungkiri kekuatannya. Jauhilah mereka itu!

      Inilah orang beribadah tetapi tidak berubah, sebab tetap mempertahankan manusia daging/delapan belas sifat/tabiat daging, mengapa ? karena menolak kekuatan ibadah/kuasa ibadah itu adalah Firman, Roh Kudus dan kasih untuk mengubahkan kehidupan kita dari manusia daging menjadi manusia rohani seperti YESUS. Pertama-tama adalah Firman, kemudian Roh Kudus dan kasih, tetapi kalau Firman itu ditolak, maka kehidupan itu tidak akan pernah dapat berubah.


    Mari!! kita menerima kuasa dalam ibadah yaitu Firman, Roh Kudus dan kasih yang mengubahkan, kalau ini ditolak, maka ibadah itu adalah ibadah sistim antikrist yaitu tidak mati tidak bangkit = tidak mengalami keubahan hidup, yang bohong tetap bohong, bahkan pendetanya juga berbohong.

    Contoh: kata mbulet yang berbahasa Jawa, tetapi pendetanya berkata bahwa itu adalah bahasa Perancis dan jemaat tertawa = jemaat ikut berbohong/setuju dengan pendetanya yang berbohong. Semoga kita dapat mengerti.

    Kalau tidak berubah/tetap mempertahankan delapan belas tabiat daging yang di mulai dari:


    • mencintai diri sendiri sampai tidak dapat mengasihi TUHAN.
    • lebih menuruti hawa nafsu daripada menuruti TUHAN.
    • tidak ada kasih pada sesama; kalau dalam nikah, dan kalau dia suami, maka istrinya akan hancur sebab menjadi bulan-bulanan suami yang kasar. Dan kalau dia istri, maka suaminya akan hancur sebab tiap hari suami itu ditanduk sampai akhirnya suami itu masuk ke dalam lubang. Demikian juga kalau anak yang sudah menguasai orang tua, maka orang tuanya itu akan selalu ditanduk sehingga kacaulah rumah tangga itu. Inilah ibadah sistim antikrist.


    Akibatnya kalau tidak berubah --> delapan belas kalau dipecah menjadi 6.6.6 = dicap/dicakar oleh antikrist/dimangsa oleh antikrist = menjadi sama dengan antikrist untuk dibinasakan.

    Wahyu 13 : 16-18,
    16. Dan ia menyebabkan, sehingga kepada semua orang, kecil atau besar, kaya atau miskin, merdeka atau hamba, diberi tanda pada tangan kanannya atau pada dahinya,
    17. dan tidak seorangpun yang dapat membeli atau menjual selain dari pada mereka yang memakai tanda itu, yaitu nama binatang itu atau bilangan namanya.
    18. Yang penting di sini ialah hikmat: barangsiapa yang bijaksana, baiklah ia menghitung bilangan binatang itu, karena bilangan itu adalah bilangan seorang manusia, dan bilangannya ialah enam ratus enam puluh enam.

Kalau kita tidak berubah dalam ibadah/tidak mengalami keubahan hidup dari manusia daging menjadi manusia rohani = tetap bertahan pada delapan belas tabiat daging, akibatnya kehidupan itu dicap oleh antikrist dengan angka 666.

Mulai dari anak kecil, remaja muda sampai orang tua/orang dewasa, semua akan dicap kalau tidak berubah; berarti tubuhnya daging, enam itu angka daging, manusia diciptakan hari ke enam, binatang juga diciptakan pada hari ke enam. Berarti tubuhnya daging, jiwanya daging, rohnya juga daging = sudah tampil seperti binatang buas = seperti antikrist yang akan dibinasakan oleh TUHAN.

Inilah keadaan suam-suam/tidak berubah. Mari! mulai berubah dimulai dari cara kita mendengarkan Firman sebab ini menentukan nasib kita, juga bagi anak-anak kecil dilatih di sekolah Minggu, sebab ini menentukan nasib mereka. Semoga kita dapat mengerti.

Inilah tiga keadaan suam-suam yaitu:

  • suasana tanpa kasih, hanya kekayaan/berkat jasmani --> kehidupan itu hanya dipuaskan disitu, dia besar-besarkan berkat jasmani,
  • hanya gairah/kesukaan daging --> hiburan-hiburan yang ditonjolkan,
  • tanpa keubahan hidup, karena dia menolak yang rohani, menolak kuasa ibadah yaitu Firman, Roh Kudus = tetap menjadi manusia daging, dan inilah puncak dari suam-suam rohani yang akan dicap oleh antikrist, sekalipun dia beribadah bahkan pemimpin ibadah, tetapi dicap 666 menjadi = antikrist untuk dibinasakan selama-lamanya. Semoga kita dapat mengerti.

Tetapi TUHAN masih memberikan jalan keluar yaitu: -->
Wahyu 3 : 18-20,
18. maka Aku menasihatkan engkau, supaya engkau membeli dari pada-Ku emas yang telah dimurnikan dalam api, agar engkau menjadi kaya, dan juga pakaian putih, supaya engkau memakainya, agar jangan kelihatan ketelanjanganmu yang memalukan; dan lagi minyak untuk melumas matamu, supaya engkau dapat melihat.
19. Barangsiapa Kukasihi, ia Kutegor dan Kuhajar; sebab itu relakanlah hatimu dan bertobatlah!
20. Lihat, Aku berdiri di muka pintu dan mengetok; jikalau ada orang yang mendengar suara-Ku dan membukakan pintu, Aku akan masuk mendapatkannya dan Aku makan bersama-sama dengan dia, dan ia bersama-sama dengan Aku.

  1. TUHAN mengetok pintu dengan Firman pengajaran yang benar yaitu Firman yang tertulis dalam alkitab/Firman yang dibukakan rahasianya ayat menerangkan ayat dalam alkitab.

    Firman pengajaran = Firman yang lebih tajam dari pedang bermata dua yang:


    • menunjukkan dosa,
    • menegor dan
    • menasihati.


    2 Timotius 4 : 2, Beritakanlah firman, siap sedialah baik atau tidak baik waktunya, nyatakanlah apa yang salah, tegorlah dan nasihatilah dengan segala kesabaran dan pengajaran.

    Seringkali saya katakan ada dua macam bentuk pemberitaan Firman yaitu:


    • Firman penginjilan itu untuk orang-orang berdosa, agar dapat percaya YESUS/datang kepada YESUS Yang mati di kayu salib. Kedatangan YESUS pertama mati di kayu salib, untuk membawa orang berdosa datang kepada TUHAN agar diselamatkan, termasuk saya yang dulu bukan keturunan Kristen, tetapi dengan penginjilan, saya dapat menjadi orang Kristen/dapat selamat. Tetapi belum cukup, sebab didalam ibadah banyak yang suam-suam, dan menghadapi keadaan yang suam-suam, tidak cukup dengan Firman penginjilan, itu sebabnya harus ada


    • Firman pengajaran --> ini TUHAN mengetok pintu hati dengan Firman pengajaran yang benar/Firman yang lebih tajam dari pedang bermata dua yang menyatakan dosa, menegor dan menasehati kita dan ini keras. Sebab orang kalau ditegor tidak-lah mudah.


    Coba menegor anak saja --> orang tua tegor baru menegor dengan setengah suara, anak nya sudah empat kali suara. Coba kita tegor sesama pemain musik --> memang sulit kalau ditegor.

    Sekarang ini, kalau Firman keras/Firman tajam menunjuk dosa kita, menegor dan menasehati kita, itu buktinya/tandanya kalau TUHAN sedang mengetok pintu hati kita.

    Mengetok itu jarak yang paling dekat dengan TUHAN, sebab tidaklah mungkin kalau mengetok pintu dan pintu itu letaknya jauh dari kita. Kalau mengetok pintu, maka jaraknya hanyalah satu hasta. Kalau TUHAN mengetok pintu hati kita = jarak yang dekat dengan TUHAN/satu hasta; satu hasta itu kira-kira satu langkah, ini kata ilmu kedokteran (kalau salah di dikoreksi) satu hasta = satu langkah = satu denyut jantung.

    Kalau Firman pengajaran diberitakan, maka jarak kita dengan TUHAN hanyalah satu denyut jantung dan itu berarti dekat sekali. Itu sebabnya jangan kita tolak, kalau ditolak = jantungnya lepas = mati. Jangan saudaraku.
    Diketoki = Firman keras.


  2. kalau Firman pengajaran ditolak satu kali, dua kali ditolak, tiga kali ditolak, maka tali kasih itu dipintal oleh TUHAN menjadi cemeti = di hajar. TUHAN menghajar, sebab sudah tidak ada cara lain lagi. Kalau kita mau menerima Firman, maka itu sudah cukup, tetapi kalau menolak, akan betul-betul dihajar oleh TUHAN, kalau dihajar masih tidak mau, akan dibiarkan oleh TUHAN.

    TUHAN mengetok pintu hati = TUHAN dekat dengan kita yaitu hanya satu denyut nadi dengan kita jaraknya. Kalau maut mau mendekati kita satu langkah, TUHAN juga mau mendekat lewat mengetok/lewat Firman yang keras, tetapi kalau ditolak, masih ada cara lain dari TUHAN yaitu lewat hajaran seperti Ayub yang dihajar habis-habisan sampai dia mengaku bahwa saya hanyalah debu. Betul-betul mengaku, sebab jika belum mengaku, akan terus dihajar karena TUHAN mengasihi kita. Semoga kita dapat mengerti.

    Sikap kita yang positif adalah membuka pintu hati, sebab kalau TUHAN mengetok pintu hati kita untuk menunjukkan kesalahan kita. Mari, buka pintu hati, jangan sudah terlanjur dihajar sampai habis-habisan, tetapi menjadi lebih keras hati.

    Adam dan Hawa sudah sampai telanjang di taman Eden, TUHAN datang dengan mengetok pintu hatinya --> Adam apakah engkau makan buah? ini memang tajam saudaraku, sebab TUHAN sudah mengetahui kalau Adam makan buah yang dilarang oleh TUHAN dan ini memang tajam.

    Seumpama ada orang berzinah, kemudian ditanya, apakah kamu berzinah? Dan ini pertanyaan yang tajam sekali. Seandainya dia mencuri, kemudian ditanya apakah kamu berzinah? Ini pertanyaan yang lembut sekali. Tetapi pertanyaannya itu tepat pada dosanya, maka Firman itu betul-betul seperti pedang yang menusuk habis.

    Adam apa engkau makan ? sudah habis-habisan, sudah telanjang, ketakutan, stress, dan bersembunyi, tetapi TUHAN mau mengetok hatinya --> apakah engkau makan? perempuan itu yang memberikan. Tidak bisa seperti itu, seandainya Adam mengatakan: ya TUHAN, ampuni saya, maka akan lain ceritanya. Tetapi Adam ini menyalahkan Hawa istrinya dan Hawa menyalahkan ular/setan sehingga mereka tidak dapat tertolong.

Apa arti/praktek dari membuka hati?

  • kembali kepada penggembalaan/menjadi kehidupan yang tergembala.

    Wahyu 3 : 18, maka Aku menasihatkan engkau, supaya engkau membeli dari pada-Ku emas yang telah dimurnikan dalam api, agar engkau menjadi kaya, dan juga pakaian putih, supaya engkau memakainya, agar jangan kelihatan ketelanjanganmu yang memalukan; dan lagi minyak untuk melumas matamu, supaya engkau dapat melihat.

    Dalam penggembalaan, mulai saya sebagai seorang gembala harus tergembala, sebab bagaimana sidang jemaat dapat tergembala kalau gembala tidak tergembala? tentunya tidak bisa. Itu sebabnya, jemaat jangan mau ditipu, banyak sekarang ini gembala tidak datang untuk memberi makan sidang jemaat.

    Dalam penggembalaan kita sedang membeli kekayaan surga/kekayaan rohani; maaf saudaraku, kalau saudara datang di gereja untuk mencari kekayaan jasmani, maka saudara salah alamat, sebab banyak orang kaya/konglomerat yang tidak percaya YESUS hartanya bahkan berlimpah-limpah. Tetapi kalau mencari kekayaan rohani itulah alamatnya yaitu dipenggembalaan.

    Sebab di dalam penggembalaan kita dapat membeli:
    Emas, supaya tidak menjadi miskin sebab ada kekayaan Firman. Tambang emas yang digali, semakin digali, semakin banyak emasnya itulah Firman pengajaran yang benar, yang di dapat di dalam kebaktian pendalaman alkitab/meja roti sajian (dalam tabernakel).

    Kemudian membeli minyak untuk melumas supaya tidak buta. Minyak itu adalah minyak urapan Roh Kudus (ini di dalam ibadah Minggu ada minyak urapan Roh Kudus ditengah kita) supaya kita tidak buta, tetapi dapat tercelik = mata dapat memandang ladang TUHAN/memandang ladang-ladang pelayanan. Banyak orang yang hanya memandang yang jasmani = buta, tetapi jika memandang ladang pelayanan/ladang TUHAN = orang yang di urapi, sehingga dapat melayani TUHAN.

    Kemudian satu lagi yaitu membeli pakaian putih untuk menutupi ketelanjangan = ini di dapat di dalam ibadah doa penyembahan (mezbah dupa). Kasih menutupi ketelanjangan/menutupi dosa supaya kita tetap dapat hidup benar, dan hidup suci.

    Inilah tiga macam ibadah yaitu kalau sudah membeli:


    • emas berarti kaya = tidak miskin,
    • minyak = tidak buta,
    • pakaian putih = tidak telanjang, jika telanjang, berarti yang dua di atas juga akan hilang, melarat, juga malang sekalipun tinggal di kota Malang tetapi kita tidak malang.


    Jadi kalau ada tiga hal ini, maka lima keadaan Laodikia itu sudah dihapuskan = kita terlepas dari suasana kutukan, suasana sengsara, kita berada dalam suasana damai sejahtera. Di dalam penggembalaan, Daud katakan bahwa TUHAN adalah Gembala-ku, dibaringkan aku di rumput yang hijau, di air tenang = ada hati yang damai kembali sebab sudah terlepas dari suasana kutukan, suasana kepahitan dunia, tetapi kita berada dalam suasana hati yang damai/ kedamaian, itulah suasana penggembalaan. Diluar penggembalaan tidak ada damai.


  • bertobat, mengakui segala dosa-dosa kita kepada TUHAN dan sesama, jika diampuni jangan berbuat dosa lagi. Dosa apa saja, mungkin ada dosa kenajisan, kepahitan, mari, membuka pintu hati untuk membereskan segala sesuatu yang tidak beres di dalam hati, akui kepada TUHAN dan juga kepada sesama.


  • Matius 6 : 27, Siapakah di antara kamu yang karena kekuatirannya dapat menambahkan sehasta saja pada jalan hidupnya?

    Jangan kuatir, setiap denyut nadi bukan untuk kuatir, tetapi biarlah setiap denyut nadi untuk menyerahkan segala kekuatiran kepada TUHAN bahkan menyerahkan segenap hidup kita kepada TUHAN. Inilah TUHAN mengulurkan Tangan dan mengetok, dan kita juga mengulurkan tangan kepada TUHAN untuk menyerahkan segenap hidup yang di mulai dari menyerahkan kekuatiran kepada TUHAN sampai bisa menyerahkan seluruh hidup kita kepada TUHAN. Setiap langkah hidup kita, kita jangan berharap dunia, jangan berharap ijazah sekalipun punya, jangan berharap toko sekalipun laris, jangan berharap gaji sekalipun besar, tetapi kita menyerahkan setiap detak jantung kedalam Tangan TUHAN dan TUHAN juga akan mengulurkan Tangan kepada kita.

Kalau kita membuka pintu hati maka hasilnya:

  • Wahyu 3 : 20, Lihat, Aku berdiri di muka pintu dan mengetok; jikalau ada orang yang mendengar suara-Ku dan membukakan pintu, Aku akan masuk mendapatkannya dan Aku makan bersama-sama dengan dia, dan ia bersama-sama dengan Aku.

    Tangan kemurahan TUHAN sanggup menjamin, memelihara kehidupan kita dengan makanan, minuman dan pakaian --> ‘duduk makan dengan Aku’ = makan dengan TUHAN. Makan dengan presiden saja kita sudah merasa terlalu tinggi, makan dengan bupati saja, kita sudah merasa bangga, apalagi makan dengan TUHAN.

    Makan = segala kebutuhan kita sudah dijamin, baik hidup sekarang, baik masa depan kita, sampai masa antikrist, kita tetap duduk makan bersama dengan TUHAN sehingga antikrist tidak dapat menjamah sampai Tangan TUHAN mengangkat kita masuk dalam pesta nikah Anak Domba bertemu dengan TUHAN YESUS di awan-awan, sesudah itu kita ke Firdaus, seperti Adam dan Hawa yang bebas mau makan apa saja. Kemudian masuk ke kerajaan seribu tahun damai --> hidup kita sudah betul-betul terjamin disana.

    Wahyu 3 : 21, Barangsiapa menang, ia akan Kududukkan bersama-sama dengan Aku di atas takhta-Ku, sebagaimana Akupun telah menang dan duduk bersama-sama dengan Bapa-Ku di atas takhta-Nya.

    TUHAN menjamin kemenangan atas kita, kemenangan atas masalah-masalah apapun, pencobaan apapun, semua menjadi beres. Bagi masalah yang tidak beres, TUHAN memberikan kemenangan sekarang ini sebab TUHAN peduli dan TUHAN menolong kita sampai kemenangan terakhir, kita sudah berada di Tahta TUHAN untuk selama-lamanya = antikrist tidak dapat menjamah = kita bersama TUHAN selamanya.Mari menghindar/menyingkir dari antikrist, sehingga hati menjadi damai; kalau hati tidak damai = sudah suam.

Mari, TUHAN:

  • sekarang mengetok pintu hati sampai kita merasa damai,
  • sampai dapat menyerah sepenuh kepada TUHAN dan Tangan TUHAN akan diulurkan untuk menjamin, menjamu kita, memberi kemenangan kepada kita sampai kita berada di Tahta TUHAN.

TUHAN memberkati.

kembali ke halaman sebelumnya
IBADAH RUTIN DI MALANG

Minggu jam 06:45 (Ibadah Raya)
Minggu jam 10:15 (Ibadah Sekolah Minggu)
Selasa jam 17:15 (Ibadah Pendalaman Alkitab)
Rabu jam 07:30 (Ibadah Kaum Wanita)
Kamis jam 17:15 (Ibadah Doa Penyembahan)
Sabtu jam 17:15 (Ibadah Kaum Muda Remaja)

IBADAH RUTIN DI MEDAN
Royal Room Hotel Danau Toba Internasional
Jl. Imam Bonjol Medan

Minggu, jam 18:45 (Ibadah Raya)
Senin, jam 08:00 (Ibadah Pendalaman Alkitab)
Senin, jam 17:30 (Ibadah Pendalaman Alkitab)

IBADAH RUTIN DI SURABAYA

Minggu jam 09:00 (Ibadah Sekolah Minggu)
Minggu jam 10:15 (Ibadah Raya)
Rabu jam 17:30 (Ibadah Pendalaman Alkitab)
Jumat jam 17:30 (Ibadah Doa Penyembahan)


IBADAH RUTIN DI JAKARTA
Jl. Patra Kuningan XIV no.4
Jakarta Selatan
Sabtu, jam 09:00 (Ibadah Pendalaman Alkitab)

IBADAH KUNJUNGAN
All Right Reserved Gereja Pantekosta Tabernakel "KRISTUS KASIH"
Jln. Simpang Borobudur 27 Malang | Telp: (0341) 496949 | Fax: (0341) 476751 » Lihat Peta Gereja Kami di Malang
Jln. WR Supratman 4 Surabaya | Telp. 08123300378 » Lihat Peta Gereja Kami di Surabaya
hubungi kami | email: info@gptkk.org | sitemap | top