English Language | Form Penggembalaan
kebaktian bible study surabaya
KEBAKTIAN LAINNYA
Transkrip lengkap lainnya

Bible Study Surabaya (Senin, 14 Juli 2014)
Tayang: 12 Juni 2016
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 05 Maret 2007)
Tayang: 01 Agustus 2007
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin Sore, 16 Desember 2013)
Tayang: 08 Juli 2014
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 20 Agustus 2007)
Tayang: 09 November 2008
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 10 September 2007)
Tayang: 04 Januari 2009
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 15 September 2014)
Tayang: 29 April 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin Sore, 23 September 2013)
Tayang: 05 Desember 2013
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 12 Februari 2007)
Tayang: 07 Juni 2007
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin Sore, 04 November 2013)
Tayang: 06 Arpil 2014
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 26 Maret 2007)
Tayang: 02 Oktober 2007
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 17 September 2007)
Tayang: 18 Januari 2009
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin Sore, 20 Januari 2014)
Tayang: 14 Desember 2014
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 19 Mei 2014)
Tayang: 29 November 2015
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin Sore, 16 September 2013)
Tayang: 24 November 2013
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 18 Februari 2008)
Tayang: 29 Juni 2008
[baca transkrip] | [download file transkrip]


ALAT TABERNAKEL

Pelataran
Pintu Gerbang
Mezbah Korban Bakaran
Bejana Pembasuhan Dari Tembaga
Pintu Kemah
Pelita Emas
Meja Roti Sajian
Mezbah Dupa Emas
Pintu Tirai
Tabut Perjanjian
Imam-Imam
Imam Besar
Tahbisan Imam-Imam
Ukupan Wangi-wangian
Papan-papan dan Kayu Lintang
Tudung (Tenda) Tabernakel

gambar denah tabernakel

Untuk Koneksi Lambat, silahkan buka http://id.gptkk.org
Transkrip lengkap dari ibadah penggembalaan di Malang dan Surabaya, semuanya di bawakan oleh gembala sidang Pdt. Widjaja Hendra.

Silahkan kontak ke info@gptkk.org apabila bapak/ibu/sdr/sdri ada pertanyaan atau mungkin ingin berlangganan majalah Manna dan silahkan kirim email ke widjaja_h [at] yahoo.com apabila ingin konsultasi pribadi dengan bapak gembala
silahkan ganti tanda [at] dengan @
Kebaktian: Bible Study Surabaya
Tanggal: Senin Sore, 23 September 2013
Tempat: WR Supratman 4 Sby
Pembicara: Pdt. Widjaja Hendra
Download file: [download file transkrip] - [versi cetak]
Tayang: 05 Desember 2013

Sekarang ini kita akan mempelajari pembagian dari kitab Wahyu menurut susunan tabernakel. Kitab Wahyu ini terdiri dari dua puluh dua pasal, dibagi menjadi dua bagian yang besar yaitu:

  1. Bagian pertama = Wahyu 1 – Wahyu 12, menunjuk pada penampilan YESUS sebagai Mempelai Pria Surga dan gereja TUHAN sebagai Mempelai Wanita Surga. Wahyu 19: 9, Mempelai Pria Surga bertemu dengan Mempelai Wanita di awan-awan yang permai untuk masuk ke dalam perjamuan kawin Anak Domba = Wahyu 19: 9, Lalu ia berkata kepadaku: "Tuliskanlah: Berbahagialah mereka yang diundang ke perjamuan kawin Anak Domba." Katanya lagi kepadaku: "Perkataan ini adalah benar, perkataan-perkataan dari Allah."

    Perjamuan kawin Anak Domba = nikah yang rohani = nikah yang sempurna.


  2. Bagian kedua = Wahyu 13 – Wahyu 22, menunjuk pada penampilan kristus yang palsu/antikrist = binatang buas dan gereja yang palsu. Keduanya ini, nanti akan masuk dalam nikah yang palsu/nikah yang salah/nikah hujatan. Semoga kita dapat mengerti.

Sekarang kita akan mempelajari bagian yang pertama yaitu Wahyu 1 – Wahyu 12 dalam susunan tabernakel.

Wahyu 1: 12 – 16, penampilan YESUS sebagai Mempelai Pria Surga di dalam kemuliaan-Nya.

Wahyu 1: 12, 13, 16,
12. Lalu aku berpaling untuk melihat suara yang berbicara kepadaku. Dan setelah aku berpaling, tampaklah kepadaku tujuh kaki dian dari emas.
13. Dan di tengah-tengah kaki dian itu ada seorang serupa Anak Manusia, berpakaian jubah yang panjangnya sampai di kaki, dan dadanya berlilitkan ikat pinggang dari emas.
16. Dan di tangan kanan-Nya Ia memegang tujuh bintang dan dari mulut-Nya keluar sebilah pedang tajam bermata dua, dan wajah-Nya bersinar-sinar bagaikan matahari yang terik.

Wajah-Nya bersinar-sinar bagaikan matahari, ini pernah ditunjukkan oleh YESUS di atas gunung yang tinggi saat menyembah dan ini juga disaksikan oleh rasul Yohanes. Inilah penampilan YESUS sebagai Mempelai Surga dalam kemuliaan.

Di kitab Wahyu ini, YESUS tampil terlebih dahulu sebagai Mempelai Pria Surga, untuk apa? untuk mempersiapkan Mempelai Wanita-Nya.
Efesus 5: 25 – 27, 29,
25. Hai suami, kasihilah isterimu sebagaimana Kristus telah mengasihi jemaat dan telah menyerahkan diri-Nya baginya
26. untuk menguduskannya, sesudah Ia menyucikannya dengan memandikannya dengan air dan firman,
27. supaya dengan demikian Ia menempatkan jemaat di hadapan diri-Nya dengan cemerlang tanpa cacat atau kerut atau yang serupa itu, tetapi supaya jemaat kudus dan tidak bercela.
29. Sebab tidak pernah orang membenci tubuhnya sendiri, tetapi mengasuhnya dan merawatinya, sama seperti Kristus terhadap jemaat,

Jadi, YESUS tampil sebagai Mempelai Pria Surga Yang berkorban Nyawa untuk:

  • Memelihara = mengasuh, merawat, melindungi dan membela dan
  • Menyucikan sidang jemaat sampai menjadi sempurna = tidak bercacat cela.

Itu sebabnya kita jangan takut. Kalau peti perjanjian itu memiliki peti dan juga tutup; YESUS tampil terlebih dahulu menjadi Tutup dari peti dan kalau ditutup berarti semuanya ada, seperti memelihara dan melindungi sampai disucikan dan menjadi sempurna = tidak bercacat cela seperti YESUS. Inilah Wahyu 1 = penampilan YESUS sebagai Mempelai Pria Surga.

Sedangkan Wahyu 2 – Wahyu 12 = penampilan dari gereja TUHAN sebagai Mempelai Wanita Surga. Jadi, karena YESUS sudah tampil sebagai Mempelai Pria Surga Yang sudah berkorban Nyawa, maka kita jangan takut, sebab kita dapat tampil sebagai Mempelai Wanita. Sekali-pun kita masih banyak cacat cela dan kekurangan, YESUS bertanggung jawab dengan membela, memelihara, melindungi dan terus menyucikan sampai kita menjadi sempurna.

Kita akan memerinci Wahyu 2 sampai Wahyu 3 terlebih dahulu. Wahyu 2 – Wahyu 3 menunjuk pada tujuh percikkan darah di depan tabut perjanjian. Percikkan darah ini ada yang di atas tabut dan percikkan darah ini untuk YESUS sedangkan percikkan darah di depan tabut/gereja untuk kita.

Tujuh percikkan darah di depan tabut perjanjian adalah penyucian terakhir. Kalau saudara melihat, Wahyu 2 dan Wahyu 3 adalah tujuh jemaat bangsa kafir yang disucikan. Penyucian terakhir/tujuh percikkan darah adalah penyucian terakhir bagi jemaat bangsa kafir yang memiliki kelemahan seperti jemaat Efesus yang tidak memiliki kasih mula-mula, ada juga yang memiliki ajaran-ajaran palsu. Semuanya memiliki kelemahan sehingga perlu percikkan darah.

Jadi, percikkan darah merupakan penyucian terakhir bagi sidang jemaat bangsa kafir/anjing dan babi dari:

  • Kekurangan-kekurangan sebab membiarkan wanita Izebel, ada juga yang tidak memiliki kasih mula-mula.
  • Kelemahan dan dari
  • Dosa-dosa yang tersembunyi yang sering tidak disadari sehingga merasa benar lewat pekerjaan Firman ALLAH dan urapan Roh.Kudus dan juga
  • Lewat pengalaman sengsara bersama YESUS

Kemarin malam, percikkan darah untuk meningkatkan pelayanan. Pelayanan dari keluarga Bethania yang ditingkatkan = begitu Lazarus diijinkan mati/ada mendung yang gelap/percikkan darah sebab Lazarus merupakan tulang punggung keluarga dlsbnya. Mereka begitu menderita, tetapi disitulah terjadi peningkatan tahbisan dan ibadah pelayanan.

Sekarang bagi bangsa kafir, percikkan darah untuk penyucian terakhir sampai tidak bercacat cela, dari dosa-dosa yang tersembunyi lewat pekerjaan Firman ALLAH dan urapan Roh.Kudus dan pengalaman sengsara bersama YESUS sampai bangsa kafir tidak bercacat cela. Semoga kita dapat mengerti.

Kita ingat, kalau Harun satu tahun satu kali masuk ke dalam ruangan maha suci, maka ia membawa darah untuk dipercikkan, dan juga dengan membawa dupa. Jadi, percikkan darah dan juga di sertai dengan ukupan dupa dan ini diharuskan = percikkan darah, harus disertai dengan ukupan dupa seperti Harun sebagai imam besar satu tahun satu kali masuk ke dalam ruangan maha suci, ia membawa darah untuk dipercikkan, tetapi ia juga membawa ukupan dupa. Tidak boleh satu, sebab tidak akan kuat. Mengapa begitu? Jadi, karena percikkan darah yang merupakan penyucian terakhir, begitu hebat/begitu dahsyat sehingga harus disertai dupa/doa penyahutan YESUS sebagai Imam Besar. Jadi, penyucian terakhir/percikkan darah itu begitu dahsyat = penderitaannya begitu hebat untuk terlepas dari dosa sebelum antikrist datang, sehingga harus disertai dengan doa syafaat/doa penyahutan YESUS sebagai Imam Besar dan ini yang menguatkan. Dan juga doa penyembahan kita yang memuncak sampai ke hadirat TUHAN.

Itu sebabnya, dihari-hari ini kita harus banyak menyembah = YESUS menyembah untuk menguatkan kita, kita juga menyembah untuk menghadapi percikkan darah/penyucian terakhir yang hebat.

Sebab itu, saya mau katakan, kalau dihari-hari ini ketika menghadapi halangan yang kecil-kecil saja kita sudah kalah, bagaimana nanti kalau menghadapi percikkan darah? akan terasa berat sebab percikkan darah itu begitu hebat dan dahsyat. Pekerjaan pedang menjadi lebih tajam lagi, sehingga kita tidak akan mampu kalau sudah penyucian bagi bangsa kafir/penyucian terakhir.

Itu sebabnya harus dinaikkan doa Imam Besar, YESUS selalu setia menaikkan doa penyahutan Imam Besar yang duduk di sebelah Kanan ALLAH Bapa dan juga ada doa penyembahan kita yang memuncak sampai ke hadirat TUHAN, supaya kita tahan menghadapi percikkan darah sampai kita menjadi sempurna/tidak bercacat cela seperti YESUS.

Jadi, ada darah dan juga ada dupa. Penyucian terakhir sangat hebat dan juga sangat dahsyat, itu sebabnya:

  • Harus disertai dengan doa YESUS Imam Besar dan juga
  • Harus disertai dengan doa penyembahan/asap dupa yang harum kita yang sungguh-sungguh sampai naik ke hadirat TUHAN, supaya kita tahan menghadapi percikkan darah sampai menjadi sempurna/tidak bercacat cela seperti YESUS. Kalau tidak ada doa yang dinaikkan, maka tidak akan ada seorang-pun yang tahan menghadapi percikkan darah = kehidupan itu akan gugur dari iman dan binasa untuk selama-lamanya.

Itu sebabnya, mari, doa-doa dinaikkan seperti:

  • doa satu jam,
  • doa puasa,
  • doa semalam suntuk, seberapa kekuatan kita, mari kita ikuti supaya kita betul-betul mempersiapkan diri menghadapi percikkan darah/penyucian terakhir.

Inilah:

  • Wahyu 2 dan Wahyu 3 = tujuh kali percikkan darah di depan tabut. Ini merupakan kesempatan bagi bangsa kafir.
  • Sedangkan Wahyu 4 dan Wahyu 5, menunjuk pada tabutnya/petinya dari tabut perjanjian.
  • Wahyu 6, menunjuk pada tongkat Harun yang bertunas, berbunga dan berbuah buah badam. Wahyu 6 ini, dimulai dengan kegerakan kuda putih/kegerakan Roh.Kudus hujan akhir = kegerakan dalam Firman pengajaran/Kabar Mempelai untuk menghukum dosa. Ini merupakan kesempatan bagi bangsa Israel untuk menerima YESUS sebagai Mempelai Pria Surga/menerima Kabar Mempelai disucikan dan disempurnakan/tak bercacat cela seperti YESUS.


  • Wahyu 7 yang menunjuk pada buli-buli emas yang berisi manna.
  • Wahyu 8 & 9, menunjuk pada dua loh batu/kasih.
  • Wahyu 10, menunjuk pada tutup pendamaian.
  • Wahyu 11, menunjuk pada dua kerub di atas tutup pendamaian.
  • Wahyu 12, menunjuk pada shekina glory/sinar kemuliaan. Semoga kita dapat mengerti.

Nanti kita akan mempelajari kitab Wahyu ini berdasarkan susunan tabernakel supaya tidak melenceng dan juga bukan merupakan tafsiran dllnya, tetapi merupakan wahyu/pembukaan rahasia Firman dari TUHAN. Dulu, merupakan garis besarnya dipercayakan oleh TUHAN kepada alm.bpk.pdt van Gessel, itu sebabnya dalam menerangkan harus berdasarkan garis besar ini, tidak boleh diubah-ubah dan sekarang dipercayakan kepada kita semua yang hanya menuruti perkembangannya. Semoga kita dapat mengerti.

Kita melihat di dalam Wahyu 12 tentang sinar kemuliaan/shekina glory. Di dalam kitab Daniel 9: 27, Raja itu akan membuat perjanjian itu menjadi berat bagi banyak orang selama satu kali tujuh masa. Pada pertengahan tujuh masa itu ia akan menghentikan korban sembelihan dan korban santapan; dan di atas sayap kekejian akan datang yang membinasakan, sampai pemusnahan yang telah ditetapkan menimpa yang membinasakan itu."

Daniel melihat penglihatan-penglihatan tentang satu kali tujuh masa. Pertengahan tujuh masa = tujuh dibagi dua = tiga setengah masa/tiga setengah tahun.

Sayap kekejian = antikrist yang membinasakan, tetapi nanti antikrist itu sendiri juga akan dibinasakan. Jadi, dalam tujuh masa/tujuh tahun yang diungkapkan oleh Daniel, maka Wahyu 12 terjadi tepat pada pertengahan dari tujuh tahun.



Tiga setengah tahun sebelum aniaya antikrist dan tiga setengah tahun masa aniaya antikrist. Semoga kita dapat mengerti.

Ada dua hal/tanda besar yang terjadi pada pertengahan tujuh tahun yaitu:

  1. Wahyu 12: 1, Maka tampaklah suatu tanda besar di langit: Seorang perempuan berselubungkan matahari, dengan bulan di bawah kakinya dan sebuah mahkota dari dua belas bintang di atas kepalanya.

    Jadi tanda besar yang terjadi di dalam Wahyu 12: 1, adalah:


    • gereja TUHAN ditampilkan sebagai Mempelai Wanita yang bersalut matahari, berdiri di atas bulan dan bermahkota duabelas bintan.
    • gereja TUHAN ditampilkan sebagai terang dunia = YESUS berkata ‘Akulah Terang dunia, kamulah terang dunia’. Tidak ada gelap sedikit-pun lagi, tidak ada cacat cela dan juga tidak ada dosa lagi.


  2. Wahyu 12: 3, 4,
    3. Maka tampaklah suatu tanda yang lain di langit; dan lihatlah, seekor naga merah padam yang besar, berkepala tujuh dan bertanduk sepuluh, dan di atas kepalanya ada tujuh mahkota.
    4. Dan ekornya menyeret sepertiga dari bintang-bintang di langit dan melemparkannya ke atas bumi. Dan naga itu berdiri di hadapan perempuan yang hendak melahirkan itu, untuk menelan Anaknya, segera sesudah perempuan itu melahirkan-Nya.

    Tanda yang kedua, antikrist tampil = naga dicampakkan ke bumi dan menjadi antikrist yang tampil dengan sayap kekejian (Dan 9: 27) untuk memburu gereja TUHAN/Mempelai Wanita TUHAN dan memerangi keturunannya = Wahyu 12: 17, 18,
    17. Maka marahlah naga itu kepada perempuan itu, lalu pergi memerangi keturunannya yang lain, yang menuruti hukum-hukum Allah dan memiliki kesaksian Yesus.
    18. Dan ia tinggal berdiri di pantai laut.

    Ay 17, perempuan ini akan diberi dua sayap burung nazar, sehingga antikrist tidak dapat mengejarnya sehingga naga itu memerangi keturunannya. Itu sebabnya kita harus berhati-hati.

Siapa yang menjadi keturunan dari perempuan itu?
Itulah gereja TUHAN yang:

  • memiliki hukum-hukum ALLAH/meja roti sajian,
  • memiliki kesaksian YESUS/pelita emas tetapi
  • tidak memiliki mezbah dupa emas, artinya:


    • tidak menyembah TUHAN atau penyembahannya belum memenuhi ukuran sampai daging tidak bersuara lagi/tirai terobek,
    • tidak mau menyembah TUHAN, bahkan kalau menyembah, bosan, mengantuk dan tertidur atau
    • menyembah TUHAN tetapi suara daging masih ada seperti mengomel, sekali-pun mau taat tetapi sering tidak taat, masih menuntut hak dllnya.


    Saat antikrist berkuasa, kehidupan itu akan tertinggal dan harus menghadapi aniaya antikrist sampai pemancungan kepala Inilah yang akan diperangi = disiksa dan dianiaya sampai pemancung kepala oleh naga. Jadi, naga/antikrist tidak dapat memburu perempuan itu karena perempuan itu memiliki dua sayap burung nazar, maka naga itu memerangi keturunannya. Semoga kita dapat mengerti.

Inilah dua tanda yang besar yaitu penampilan dari Mempelai Wanita/gereja TUHAN/perempuan dan antikrist juga tampil hendak menyerang wanita tetapi naga itu tidak dapat menyerang karena Mempelai Wanita memiliki dua sayap burung nazar untuk menandingi sayap kekejian.

Wahyu 12: 14, Kepada perempuan itu diberikan kedua sayap dari burung nasar yang besar, supaya ia terbang ke tempatnya di padang gurun, di mana ia dipelihara jauh dari tempat ular itu selama satu masa dan dua masa dan setengah masa.

Inilah gereja TUHAN yang sempurna/Mempelai Wanita yang mendapatkan:

  • anugerah yaitu dua sayap burung nazar yang besar untuk disingkirkan ke padang belantara jauh dari mata antikrist/ular naga. Jangankan dijamah, dilihat saja tidak bisa.
  • pemeliharaan secara langsung oleh TUHAN lewat Firman pengajaran yang benar dan perjamuan suci selama tiga setengah tahun.

Inilah kita lihat kitab Wahyu menurut susunan tabernakel yang merupakan rahasia yang dibukakan kepada kita.
Dimulai dari:

  • Wahyu 1 = Mempelai Pria Surga tampil, untuk apa? untuk berkorban Nyawa untuk memelihara, melindungi/membela, menyucikan/memandikan sampai gereja TUHAN menjadi sempurna/tidak bercacat cela.


  • Wahyu 2 – Wahyu 12 = penampilan dari gereja TUHAN yang menjadi Mempelai Wanita yang sempurna dan untuk ini ada prosesnya yaitu:


    • Mulai Wahyu 2 – Wahyu 3 = percikkan darah bagi bangsa kafir,
    • Wahyu 4 – Wahyu 5 = tabut perjanjian yang terbuat dari kayu/manusia daging yang disalut dengan emas,
    • Wahyu 6 = tongkat Harun/kegerakan Roh.Kudus hujan akhir = bangsa Israel mendapatkan kesempatan untuk disucikan dan disempurnakan sampai menjadi sempurna dan akan menyatu dengan bangsa kafir sehingga menjadi satu tubuh (Wahyu 12). Semoga kita dapat mengerti.


    • Wahyu 8 – Wahyu 9 = tabut diisi dengan dua loh batu = kasih,
    • Wahyu 11 = dua kerub di atas tutup pendamaian,
    • Wahyu 12 = penampilan shekina glory/Mempelai Wanita yang bersalut dengan matahari, bulan dan bintang = menjadi terang dunia. Tidak ada lagi gelap/dosa. Sementara itu, antikrist juga tampil dengan sayap kekejian memburu Mempelai Wanita/gereja TUHAN yang sempuran, tetapi tidak bisa. Itu sebabnya naga/antikrist memerangi keturunannya yang ketinggalan pada jaman antikrist. Mereka adalah kehidupan yang tidak mau menyembah atau mereka menyembah, tetapi belum memenuhi ukuran sampai tirai terobek/sampai daging tidak bersuara. Inilah mereka yang menjadi sasaran dari antikrist untuk dianiaya sampai pada pemancungan kepala.

Tetapi sementara itu (Wahyu 12: 14) gereja TUHAN mendapat anugerah dua sayap burung nazar = begitu antikrist memburu dengan sayap kekejian, gereja TUHAN yang memiliki dua sayap burung nazar yang besar, disingkirkan ke padang belantara selama tiga setengah tahun. Antikrist dengan sayap kekejiannya tidak dapat menyusul/menjamah; jangankan menjamah, melihat-pun tidak bisa. Semoga kita dapat mengerti.

Jadi, sebagian dari gereja TUHAN ada yang tertinggal di dunia dan sebagian lagi berada di padang gurun = di sini terjadi pemisahan. Jadi, di dalam Wahyu 12, ada dua yang tampil yaitu:

  • Gereja TUHAN yang sempurna ke padang gurun, tetapi
  • Yang penyembahannya/keturunan dari Mempelai Wanita tidak memenuhi ukuran, tinggal di dunia bersama antikrist dan mengalami aniaya selama tiga setengah tahun.

Sekarang kita akan melihat apa yang terjadi di dunia dan apa yang terjadi di padang gurun?
Yang terjadi di dunia = Daniel 9: 27, Raja itu akan membuat perjanjian itu menjadi berat bagi banyak orang selama satu kali tujuh masa. Pada pertengahan tujuh masa itu ia akan menghentikan korban sembelihan dan korban santapan; dan di atas sayap kekejian akan datang yang membinasakan, sampai pemusnahan yang telah ditetapkan menimpa yang membinasakan itu."

Itu sebabnya mengapa rasul Yohanes menangis supaya dibukakan rahasia-rahasia Firman, sebab kalau tidak dibukakan, maka kita semua akan celaka sebab tidak mengerti mau kemana kita ini. Nanti, begitu Wahyu 12 sudah tiba waktunya yaitu pertengahan tujuh tahun/tiga setengah tahun, kita tetap berada di dunia ini menghadapi antikrist.

Jadi ada dua hal yang terjadi di dunia yang dikuasai oleh antikrist selama tiga setengah tahun yaitu:

  1. korban santapan/sajian dihentikan. Kita ingat meja roti. Artinya di saat itu makanan Firman ALLAH/Firman pengajaran yang benar dalam urapan Roh.Kudus sudah tidak ada lagi karena sudah menjadi dua sayap burung nazar yang dibawa oleh gereja TUHAN kepadang belantara sehingga terjadi kelaparan rohani di dunia.

    Manusia menjadi tidak puas sehingga:


    • Mencari kepuasan di dunia sampai
    • Jatuh dalam puncak dosa itulah dosa makan minum dan kawin mengawinkan dan
    • Tidak dapat bertobat lagi sebab sudah tidak ada lagi Firman yang mengingatkan sehingga binasa untuk selama-lamanya = rebah dan tidak bangkit-bangkit lagi. Semoga kita dapat mengerti.


    Dua sayap burung nazar = Firman dan Roh.Kudus.
    Inilah kegunaan Firman, sekali-pun kita sudah rebah dalam dosa = jatuh dalam kenajisan dan puncaknya dosa, tetapi kalau kita masih dapat mendengarkan Firman, kita masih dapat dibangkitkan. Tetapi kalau sudah tidak ada Firman, maka kita tidak dapat dibangkitkan lagi = tidak dapat berhenti berbuat dosa = tidak dapat bertobat sehingga tidak dapat ditolong lagi.

    Itu sebabnya kalau mendengarkan Firman, kita jangan mengantuk dan juga jangan bosan; sebab kalau tidak ada Firman, kita tidak dapat mendengarkan Firman, maka kita akan rebah dan tidak dapat bangkit lagi. Semoga kita dapat mengerti.


  2. korban sembelihan sudah dihentikan. Dulu, korban sembelihan itu adalah korban penghapus dosa dalam bentuk lembu dllnya dan di dalam kitab perjanjian baru, YESUS sebagai Korban penebusan dosa-dosa.
    Dan di jaman antikrist sudah tidak ada lagi korban sembelihan, artinya penebusan oleh Korban Kristus/Darah YESUS sudah tidak berlaku lagi/tidak ada lagi, mengapa? Sebab bulan sudah menjadi pijakan dari kaki Mempelai = bulan = penebusan oleh Darah YESUS (Wahyu 12: 1), Mempelai Wanita itu bersalutkan matahari, bermahkotakan dua belas bintang dan bulan di bawah kakinya. Bulan ini merupakan gambaran dari penebusan oleh Darah YESUS dan sudah dibawa oleh gereja TUHAN ke padang belantara. Kalau hamba TUHAN/anak TUHAN ketinggalan pada masa antikrist, maka kehidupan itu harus menebus dosa-dosanya dengan darahnya sendiri = disiksa sampai kepala dipancung.

    Jadi, ibadah pendalaman alkitab merupakan latihan penyingkiran ke padang belantara sebab di dalam ibadah pendalaman alkitab, Firman dan perjamuan suci akan menjadi dua sayap burung nazar.
    Kalau terjadi penganiayaan sampai kepala dipancung oleh antikrist, tetapi kehidupan itu tetap menyembah YESUS maka akan terjadi penebusan oleh darahnya sendiri dan daging tidak bersuara lagi = penyembahannya sudah sesuai ukuran.

Inilah kemurahan TUHAN bagi kehidupan yang tertinggal di jaman antikrist, sebab masih ada kesempatan untuk menebus dosa dengan darahnya sendiri dan juga penyembahannya sudah memenuhi ukuran yaitu sampai tirai terobek/daging tidak bersuara lagi sebab kepala sudah dipancung. Tetapi waktu YESUS datang kembali, mereka akan dibangkitkan dalam tubuh kemuliaan/disempurnakan oleh TUHAN.

Lebih baik pilih sekarang sebab sangat sedikit = dari benih yang ketinggalan, hanya sedikit yang kuat/yang tahan/yang diselamatkan ketika menghadapi antikrist dan banyak yang menyembah antikrist = menyangkal YESUS dan akan dibinasakan.

Secara tubuh mereka tidak merasakan apa-apa sebab masih dapat berjual beli dan juga dapat hidup normal di dunia, tetapi kehidupan itu menjadi sama dengan antikrist dan waktu YESUS datang, kehidupan itu bersama antikrist akan dibinasakan untuk selama-lamanya.

Itu sebabnya mulai sekarang penebusan itu oleh Darah YESUS dengan mengaku dosa kepada TUHAN dan sesama, jika diampuni, jangan berbuat dosa lagi = kepala tidak perlu dipancung. Kita sungguh-sungguh menyembah sampai memenuhi ukuran yaitu daging tidak bersuara lagi.

Suara daging yang:

  • sering menuntut hak,
  • sering mengomel/bersungut-sungut,
  • sering bergosip,sering tidak taat.

Stop!! Kita tidak melakukan tentang hal yang tidak baik lagi, apa-pun risiko yang kita hadapi

Kita tidak melakukannya lagi, daripada nanti hanya sedikit yang mampu bertahan sebab akan banyak yang tidak mampu sehingga mereka menyangkal YESUS/menyembah antikrist. Di dalam kitab Daniel 9, antikrist membinasakan anak-anak TUHAN dengan memancung kepala mereka, tetapi ia sendiri nanti yang juga akan dibinasakan. Semoga kita dapat mengerti. Inilah yang akan terjadi di dunia.

Sekarang yang terjadi yang positif, gereja yang sempurna dianugerahi dua sayap burung nazar dan kita akan terbang untuk disingkirkan ke padang belantara selama tiga setengah tahun jauh dari mata ular. Apa yang terjadi di penyingkiran? Semoga kita semua berada di situ.

Betapa indahnya kita mengetahui rahasia ini dan semoga hal ini menggairahkan kita = bagi yang lemah, mari tergairah bahwa mengikut TUHAN ini bukan hanya mimpi dlsbnya, tetapi sungguh-sungguh ada masa depan yang harus kita raih, baik di dunia ini sampai kekal. Mari, kita raih melalui kitab Wahyu 1 – Wahyu 12, merupakan hal yang luar biasa. Sebab nanti di Wahyu 13, di dunia ini keadaannya sudah dahsyat sebab sudah hancur, itu sebabnya kita jangan ikut-ikutan berada di sana, tetapi kita sudah berada di penyingkiran/di padang belantara.

Jadi, di bagian atas diterangkan tujuh tahun, ditengah-tengah ada Wahyu 12 = Wahyu 1 – Wahyu 12 = tiga setengah tahun sebelum aniaya antikrist
Wahyu 13 – Wahyu 18 = tiga setengah tahun masa antikrist, dunia betul-betul hancur dan Wahyu 19, TUHAN datang kedua kali diawan-awan yang permai. Itu sebabnya sekarang ini merupakan persiapan untuk pertengahan dari tujuh tahun yang merupakan penentuan dari nasib kita = mau kemana kita ini?

Jika kita masih berada di dunia ini bersama dengan antikrist, akan gawat sebab hanya sedikit yang bertahan. Lebih baik sekarang ini kita berjuang agar dapat mencapai padang belantara = tiga setengah tahun bersama YESUS di padang belantara.

Ada tiga hal yang kita alami dalam penyingkiran di padang belantara yaitu:
Daniel 9: 24, Tujuh puluh kali tujuh masa telah ditetapkan atas bangsamu dan atas kotamu yang kudus, untuk melenyapkan kefasikan, untuk mengakhiri dosa, untuk menghapuskan kesalahan, untuk mendatangkan keadilan yang kekal, untuk menggenapkan penglihatan dan nabi, dan untuk mengurapi yang maha kudus.

  1. untuk mendatangkan keadilan yang kekal = kita mendapatkan keadilan yang tidak dapat diganggu gugat oleh apa-pun dan oleh siapa-pun, diberikan sepenuhnya kepada kita. Sekarang ini kita sering diperlakukan dengan tidak adil, kita tidak perlu menuntut, sebab nanti keadilan itu akan kita dapatkan di padang belantara. Segala hak kita tidak akan hilang, tetapi kita mendapatkan hak kita sepenuhnya dari TUHAN.

    Itu sebabnya, sekarang ini kita jangan menuntut hak dan dimulai di dalam rumah tangga = kalau suami/istri menuntut hak, maka akan terjadi pertengkaran. Tetapi kalau suami/istri melakukan kewajiban, maka hak tidak akan hilang sebab hak itu berada di dalam Tangan TUHAN dan semuanya akan dikembalikan kepada suami/istri.

    Demikian juga di gereja, jangan karena saya yang berkhotbah, maka saya menuntut hak harus begini dan begitu; demikian juga dengan bermain musik, menuntut harus begini dan begitu = jangan kita lakukan. Tetapi yang harus kita lakukan adalah melakukan kewajiban tanpa hak. Kita harus ingat!! TUHAN tidak pernah menipu kita sebab segala hak kita yang kita rasa sudah hilang, akan dikembalikan oleh TUHAN seutuhnya. Inilah nomor satu yang terjadi di padang belantara.


  2. untuk menggenapkan penglihatan dan nabi = mungkin sekarang ini ada banyak rahasia yang tidak terbuka sehingga tidak dapat memberi jawaban. Kalau bagi saya mudah saja, kalau ada yang bertanya dan saya dapat menjawabnya, maka akan saya jawab, tetapi kalau saya tidak dapat menjawab, maka merupakan pekerjaan rumah untuk saya selidiki di dalam alkitab. Kalau tetap tidak dapat terjawab sekali-pun sudah berpuasa, maka nanti sama-sama di padang belantara = sebab kalau sudah membaca alkitab dan tidak terjawab, apa yang dapat dilakukan? Apakah kita mau mengarang jawabannya. Inilah yang namanya tafsiran/dikarang-karang yang akan membuat penyesatan.

    Saya pernah mendengar khotbah dari bpk.pdt In Juwono alm, ada yang bertanya kepada alm.bpk.pdt In Juwono = oom, siapa anak laki-laki itu? Bpk.pdt In Juwono menjawab: mempelainya saja belum, apa lagi anak laki-lakinya.
    Untuk menggenapkan penglihatan dan nabi, maka segala rahasia dibukakan, yang belum kita dapatkan semuanya, selengkapnya akan kita dapatkan = Ulangan 29: 29, Hal-hal yang tersembunyi ialah bagi TUHAN, Allah kita, tetapi hal-hal yang dinyatakan ialah bagi kita dan bagi anak-anak kita sampai selama-lamanya, supaya kita melakukan segala perkataan hukum Taurat ini."

    Kalau Firman TUHAN masih tersembunyi/masih rahasia, maka hal itu hanya bagi TUHAN/milik TUHAN dan nanti dipenyingkiran akan dibukakan. Jangan dipaksakan, sebab kalau dipaksakan akan menjadi tafsiran, akan menjadi penyesatan. Kalau Firman dibukakan rahasianya, maka itu merupakan bagian kita dan keturunan kita untuk dilakukan/supaya dipraktekkan. Nanti, dipenyingkiran, kita akan mendapatkan pembukaan rahasia Firman selengkapnya.

    Kalau ada pertanyaan Firman yang tidak dapat dijawab rahasianya, jangan membuat kita menjadi lemah dan bimbang = ini salah sebab berasal dari setan. Tetapi harus membuat kita menjadi bergairah = aku ingin tahu, nanti di padang belantara. Kita terus berdoa sekarang ini, siapa tahu TUHAN akan membuka satu atau dua tahun lagi kalau kita terus bergairah, terutama bagi kami para hamba-hamba TUHAN untuk terus berdoa, tetapi kalau sampai saat penyingkiran belum dibukakan, maka itu berarti untuk TUHAN.


  3. untuk mengurapi yang maha kudus = kita mendapatkan urapan yang maha kudus = urapan yang ada pada YESUS. Ini merupakan hal yang luar biasa.

Jadi
,

  • keadilan = hak, kita mendapatkan semuanya kembali = kasih TUHAN.
  • kita mendapatkan pembukaan Firman selengkapnya di padang belantara dan
  • kita mendapatkan urapan yang maha kudus.

Yesaya 11: 1 – 3,
1. Suatu tunas akan keluar dari tunggul Isai, dan taruk yang akan tumbuh dari pangkalnya akan berbuah.
2. Roh TUHAN akan ada padanya, roh hikmat dan pengertian, roh nasihat dan keperkasaan, roh pengenalan dan takut akan TUHAN;
3. ya, kesenangannya ialah takut akan TUHAN. Ia tidak akan menghakimi dengan sekilas pandang saja atau menjatuhkan keputusan menurut kata orang.

Tunggul Isai = YESUS.
Urapan yang maha kudus = urapan yang ada pada YESUS = urapan dengan tujuh manifestasinya. Tujuh = sempurna.

Tujuh manifestasi adalah:

  • Roh TUHAN = urapan Roh.Kudus = Roh TUHAN; bukan roh dunia, roh setan dan juga roh daging,
  • Roh hikmat,
  • Roh pengertian,
  • Roh nasihat,
  • Roh keperkasaan,
  • Roh pengenalan dan
  • Roh takut akan TUHAN, ini merupakan puncak dari urapan yang maha kudus.

Roh takut akan TUHAN merupakan kelebihan dari YESUS dengan Lucifer. Lucifer juga memiliki semuanya, tetapi ia tidak takut kepada TUHAN sebab sombong dan ia menantang TUHAN = aku hendak, aku hendak dan pada akhirnya ia jatuh.

Mari sekarang ini, kalau ada Roh yang takut akan TUHAN, maka keenam roh yang lain juga akan ada. Itu sebabnya biarlah dihari-hari kita hidup di dalam urapan maha kudus sampai kita takut akan TUHAN; kita belajar untuk takut kepada TUHAN.

Semoga kita dapat mengerti pembagian dari kitab Wahyu 1 – sampai penentuan Wahyu 12 = hendak kemana kita?
Ada dua penampilan/dua tanda besar yaitu:

  • Mempelai wanita yang berselubung dengan matahari, bulan dan bintang atau
  • Antikrist dengan sayap kekejian = ular naga yang memburu perempuan.

Dari kedua tanda ini, di mana kita berada?

Kemudian ada dua tempat yaitu:

  • Antikrist yang berkuasa di bumi, sedangkan
  • Gereja TUHAN berada di padang belantara.

Mau di mana? Mau di bumi atau mau di padang belantara? Kita pilih padang belantara, sebab kalau kita berada di padang belantara, maka kita akan mengalami

  • Keadilan TUHAN = semua hak kita dikembalikan oleh TUHAN, tidak sia-sia sebab kita mengalami kasih dari TUHAN. Kasih itu adil, kalau ada kasih, maka kita dapat adil, kalau tidak ada kasih, maka kita dapat pilih kasih yang menjadikan kita tidak dapat bersikap adil.


  • Kita mengalami penggenapan Firman/pembukaan rahasia Firman selengkapnya dan
  • Kita mengalami urapan maha kudus sampai kita takut akan TUHAN. Itu sebabnya mulai sekarang kita belajar, kita hidup di dalam urapan Roh.Kudus sampai kita takut akan TUHAN.

Kita jangan merasa puas kalau memiliki:

  1. hikmat, sebab kalau hikmat tanpa rasa takut akan TUHAN = Lucifer. Semakin kita menjadi pandai, maka kita akan selalu mau melawan = kalau di kantor, maka kehidupan itu mau melawan pimpinan. Di gereja, mau melawan pimpinan sebab merasa bisa seperti Lucifer yang melawan TUHAN.


  2. roh keperkasaan yang harus ditambah dengan takut akan TUHAN. Kalau kita memiliki kekuatan tanpa ada rasa takut akan TUHAN, maka kekuatan itu hanya untuk menghantam orang. Semua karunia harus disertai dengan takut akan TUHAN.

Contoh orang takut akan TUHAN:

  1. Abraham = Kejadian 22: 2, 11- 14,
    2. Firman-Nya: "Ambillah anakmu yang tunggal itu, yang engkau kasihi, yakni Ishak, pergilah ke tanah Moria dan persembahkanlah dia di sana sebagai korban bakaran pada salah satu gunung yang akan Kukatakan kepadamu."
    11. Tetapi berserulah Malaikat TUHAN dari langit kepadanya: "Abraham, Abraham." Sahutnya: "Ya, Tuhan."
    12. Lalu Ia berfirman: "Jangan bunuh anak itu dan jangan kauapa-apakan dia, sebab telah Kuketahui sekarang, bahwa engkau takut akan Allah, dan engkau tidak segan-segan untuk menyerahkan anakmu yang tunggal kepada-Ku."
    13. Lalu Abraham menoleh dan melihat seekor domba jantan di belakangnya, yang tanduknya tersangkut dalam belukar. Abraham mengambil domba itu, lalu mengorbankannya sebagai korban bakaran pengganti anaknya.
    14. Dan Abraham menamai tempat itu: "TUHAN menyediakan"; sebab itu sampai sekarang dikatakan orang: "Di atas gunung TUHAN, akan disediakan."

    Jika Abraham tidak takut akan TUHAN, maka ia tidak akan mau mempersembahkan Ishak, tetapi karena Abraham takut akan TUHAN, maka ia taat dengar-dengaran sekali-pun ia harus mengorbankan apa-pun juga, sehingga ia dipakai di dalam pembangunan Tubuh Kristus.

    Gunung Moria, nanti akan dipakai sebagai tempat dari pembangunan bait ALLAH Salomo dan sekarang adalah pembangunan Tubuh Kristus. Hasilnya, Abraham/kita dipakai di dalam pembangunan Tubuh Kristus. Abraham dipakai dalam pembangunan bait ALLAH Salomo dan ini merupakan dasar di mana Abraham mempersembahkan Ishak dan sekarang kita dipakai dalam pelayanan pembangunan Tubuh Kristus yang sempurna.

    Kita harus taat dengar-dengaran dan harus berkorban apa-pun juga. Apalagi kalau TUHAN meminta supaya kita mengorbankan dosa-dosamu = apakah kita merasa keberatan? Kalau diminta untuk mengorbankan uangmu/waktumu = masih ada yang pikir-pikir dulu. Tetapi mengorbankan dosamu, apakah masih ada yang keberatan? Setelah mengorbankan dosa, maka hasilnya Yehova Yirre = TUHAN menyediakan yang tidak ada menjadi ada dan yang mustahil menjadi tidak mustahil.

    Sekarang ini, kalau TUHAN mengatakan untuk mengorbankan dosamu dan akan bertemu dengan Yehova Yirre, apakah ada yang keberatan? Di mulai dari saya, TUHAN meminta untuk menyerahkan dosamu, pasti kita akan bertemu dengan Yehova Yirre dan kita akan dipakai di dalam pelayanan pembangunan Tubuh Kristus. Itu sebabnya kita jangan takut kalau dipakai di dalam pembangunan Tubuh Kristus sebab ada Yehova Yirre yaitu TUHAN Yang menyediakan apa yang tidak ada menjadi ada dan yang mustahil menjadi tidak mustahil. TUHAN akan menolong kita. Mari, kita semua takut akan TUHAN sehingga kita dipakai dan pasti kita akan bertemu dengan Yehova Yirre.


  2. bidan-bidan = Keluaran 1: 15 – 17,
    15. Raja Mesir juga memerintahkan kepada bidan-bidan yang menolong perempuan Ibrani, seorang bernama Sifra dan yang lain bernama Pua, katanya:
    16. "Apabila kamu menolong perempuan Ibrani pada waktu bersalin, kamu harus memperhatikan waktu anak itu lahir: jika anak laki-laki, kamu harus membunuhnya, tetapi jika anak perempuan, bolehlah ia hidup."
    17. Tetapi bidan-bidan itu takut akan Allah dan tidak melakukan seperti yang dikatakan raja Mesir kepada mereka, dan membiarkan bayi-bayi itu hidup.

    Raja Mesir = firaun yang merupakan gambaran dari setan yang juga memberi perintah kepada bidan-bidan.
    Bidan ini merupakan gambaran dari hamba TUHAN; kalau bidan secara jasmani adalah orang yang membantu wanita hamil untuk melahirkan bayinya dan bidan secara rohani adalah membantu kelahiran baru. Seorang hamba TUHAN ini menunggui jemaat supaya bertobat dan masuk dalam baptisan air = kelahiran baru.

    Inilah bidan secara rohani = hamba TUHAN/pelayan TUHAN harus takut akan TUHAN yaitu tidak melakukan perintah firaun/perintah setan apa-pun risikonya = tidak melakukan dosa apa-pun risiko yang harus dihadapi, tetapi melakukan kehendak TUHAN apa-pun risikonya. Jika firaun mengetahui, maka kedua bidan itu akan dibunuh.

Lebih baik tidak …….. daripada berbuat dosa = lebih baik tidak makan daripada berbuat dosa dengan mencuri. Inilah hamba TUHAN yang melakukan kehendak TUHAN apa-pun risikonya. Semoga kita dapat mengerti.

Hasilnya:

  1. Keluaran 1: 20, Maka Allah berbuat baik kepada bidan-bidan itu; bertambah banyaklah bangsa itu dan sangat berlipat ganda.

    ALLAH berbuat baik = mengalami kebaikan TUHAN.
    Di bagian atas sudah diterangkan, karena Abraham takut akan TUHAN/taat, maka ada Yehova Yirre = dari yang tidak ada menjadi ada, dari yang mustahil, menjadi tidak mustahil dan kita dipakai di dalam pembangunan Tubuh Kristus.

    Sekarang bidan-bidan, karena mereka takut akan TUHAN, maka mereka mengalami kebaikan TUHAN, artinya TUHAN sanggup menjadikan semua menjadi baik pada waktunya. Masa depan menjadi baik pada waktunya, kita tinggal menunggu waktu dari TUHAN; kalau kita sudah takut akan TUHAN dan melayani TUHAN dengan sungguh-sungguh, kita tinggal menunggu dengan sabar waktu dari TUHAN. TUHAN melakukan kebaikan, IA tidak pernah menipu kita.


  2. Keluaran 1: 21, Dan karena bidan-bidan itu takut akan Allah, maka Ia membuat mereka berumah tangga.

    Berumah tangga = mengalami kasih karunia/kemurahan TUHAN.

    Matius 19: 10, 11,
    10. Murid-murid itu berkata kepada-Nya: "Jika demikian halnya hubungan antara suami dan isteri, lebih baik jangan kawin."
    11. Akan tetapi Ia berkata kepada mereka: "Tidak semua orang dapat mengerti perkataan itu, hanya mereka yang dikaruniai saja.

    Murid-murid bertanya kepada YESUS dan YESUS menjawab dengan tegas = siapa yang menceraikan istrinya, kemudian menikah kembali dengan yang lain, maka ia berbuat zinah. Tetapi murid-murid tidak mengerti dan berkata = ‘jika demikian halnya hubungan antara suami dan isteri, lebih baik jangan kawin’.

    Tidak semua orang dapat mengerti perkataan ini = tidak semua mengerti tentang nikah yang benar/nikah yang suci dan juga tentang nikah yang sempurna. Sampai para hamba TUHAN-pun banyak yang tidak mengerti sehingga mereka menjadi ngawur menikahkan orang = yang penting hamba TUHAN mendapatkan ini dan itu. Semoga kita dapat mengerti.

    Berumah tangga ini jangan diartikan bahwa semua orang dapat menikah = bukan seperti ini. Sebab ada kehidupan yang dipanggil untuk menikah = harus menikah, sebab jika tidak menikah akan hancur; dan juga ada orang yang dipanggil untuk tidak menikah = jangan menikah, sebab kalau kehidupan itu menikah, ia juga akan hancur. Untuk ini hanya saudara dan saya yang tahu sebab panggilan TUHAN itu untuk masing-masing pribadi dan kalau kita mempelajari Matius 19, maka status tidak menikah itu lebih tinggi dari yang menikah. Menikah ini merupakan urusan TUHAN, bukan menjadi urusan kita dan kita tidak berhak untuk mengganggu gugat.

    Arti dari berumah tangga adalah mendapatkan kemurahan TUHAN untuk masuk dalam:


    • nikah yang benar = mungkin statusnya tidak sebagai suami/isteri tetapi sebagai anak, maka sebagai anak harus benar. Demikian juga jika anak itu menikah, maka sebagai suami/istri harus benar, kemudian
    • nikah yang suci sampai pada
    • nikah yang sempurna = masuk dalam perjamuan kawin Anak Domba. Inilah bidan-bidan yang takut akan TUHAN. Semoga kita dapat mengerti.


    Jadi, bidan-bidan itu mengalami yang pertama adalah kebaikan TUHAN dan kedua adalah mengalami kemurahan TUHAN, kalau keduanya ditambah, menjadi mengalami kebaikan dan kemurahan TUHAN seperti yang dialami oleh raja Daud.


  3. Mazmur 23: 6, Kebajikan dan kemurahan belaka akan mengikuti aku, seumur hidupku; dan aku akan diam dalam rumah TUHAN sepanjang masa.

    Mengalami kebaikan dan kemurahan TUHAN seumur hidupku = langkah-langkah hidupnya adalah langkah kebaikan dan kemurahan TUHAN. Hanya ini. Saya sudah mengajarkan bahwa setiap melangkah = menghirup nafas = tarik nafas dan keluarkan = kemurahan TUHAN. Disaat-saat kita mau bangga karena berhasil, tarik nafas = semua ini hanyalah kemurahan TUHAN. Orang yang meninggikan diri akan dihancurkan dan direndahkan serendah-rendahnya. Juga disaat kita mau kecewa = tarik nafas sebab masih ada kesempatan yaitu masih ada kemurahan dan kebaikan TUHAN. Apalagi sekarang ini masih ada perjamuan suci yang merupakan sumber dari kemurahan dan kebaikan TUHAN = tidak ada kejelekan sedikit-pun, tidak ada ketidak baikan, tidak ada hukuman sedikit-pun, yang ada hanyalah kemurahan dan kebaikan TUHAN lewat perjamuan suci.

Apapun keadaan kita, sekali-pun kita berada di dalam keadaan najis, sudah gagal = mari, kembali dengan menghirup nafas = kemurahan dan kebaikan TUHAN lewat perjamuan suci sehingga mujizat akan terjadi.

Mazmur 136: 4, 1,
1. Bersyukurlah kepada TUHAN, sebab Ia baik! Bahwasanya untuk selama-lamanya kasih setia-Nya.
4. Kepada Dia yang seorang diri melakukan keajaiban-keajaiban besar! Bahwasanya untuk selama-lamanya kasih setia-Nya.

Terj.lama
1. Pujilah akan Tuhan, karena baiklah Ia, karena kemurahan-Nya itu kekal selama-lamanya.

Ay 4, jadi kemurahan dan kebaikan TUHAN = keajaiban, melakukan keajaiban-keajaiban.

Inilah kalau kita takut akan TUHAN, maka langkah hidup kita seperti pengakuan raja Daud = kemurahan dan kebaikan TUHAN mengikuti aku seumur hidupku.

Mengikuti = langkah-langkah. Langkah-langkah hidup kita adalah kemurahan dan kebaikan = langkah-langkah ajaib/langkah-langkah mujizat. Kita harus yakin sehingga kita hidup di dalam urapan dan takut akan TUHAN.

Kita dipakai =

  • Yehova Yirre = mujizat, dari yang tidak ada menjadi ada, kemudian ditambah lagi dengan
  • kebaikan = semua menjadi baik dan ditambah dengan
  • kemurahan = nikah kita diperbaiki sampai mencapai nikah yang sempurna, kemudian digabung lagi dengan
  • kemurahan dan kebaikan TUHAN = langkah-langkah mujizat bersama Dia. Di atas kayu salib yang adalah puncak dari kemurahan dan kebaikan, YESUS berteriak ‘sudah selesai’. Di atas kayu salib, YESUS mengadakan mujizat ‘sudah selesai’ = YESUS dapat menyelesaikan semua dosa-dosa kita.

Mari, kita datang dengan dosa apa-pun juga dan juga dalam keadaan apa-pun juga = ada kemurahan dan kebaikan TUHAN yang merupakan mujizat secara rohani =
‘sudah selesai’,

  • segala dosa sudah diampuni, sekali-pun sampai saat ini kita masih berbuat dosa = mari, datang kepada TUHAN Yang dengan puncak sampai saat ini kita berbuat dosa = mari, datang kepada TUHAN Yang dengan puncak kemurahan dan kebaikan, akui semuanya dan jika pulang jangan berbuat dosa lagi = selesai.


  • kita diubahkan sehingga dapat hidup benar dan hidup suci = ini merupakan mujizat terbesar dan setan tidak dapat melakukan. Seandainya setan dapat bertobat, sudah dari dulu setan bertobat sebab ia mengetahui betapa dahsyatnya neraka itu, tetapi ia tidak memiliki kemampuan sebab setan sudah berada di luar kemurahan dan kebaikan TUHAN. Tetapi kita (maafkan), sekali-pun sekarang ini sudah menjadi seperti setan, tetapi selama masih ada tubuh, maka itu berarti masih ada kemurahan dan kebaikan TUHAN.


  • mujizat secara jasmani = segala masalah diselesaikan oleh TUHAN.

Kita harus ingat, ada mujizat di dalam kemurahan dan kebaikan TUHAN/perjamuan suci. Masalah apa saja seperti penyakit dlsbnya = sudah selesai.

Segala dosa-dosa/anggur pahit, segala masalah/kepahitan hidup, disedot/diselesaikan oleh TUHAN. Masalah, dosa-dosa dan kepahitan hidup ini bagaikan anggur asam yang diminum oleh YESUS sehingga semuanya menjadi sudah selesai dan digantikan dengan anggur baru/kebahagiaan surga TUHAN berikan kepada kita.

Inti dari kitab Wahyu adalah kebahagiaan = berbahagialah, berbahagialah = diganti dengan anggur baru. Bagi saudara yang datang dalam keadaan berdosa = minum anggur pahit sehingga menderita karena dosa atau berada di dalam penderitaan secara jasmani seperti ekonomi dllnya. Mari!! ‘sudah selesai’ = mujizat terjadi/anggur baru diberikan kepada kita = kebahagiaan surga diberikan kepada kita sampai YESUS datang kembali kedua kalinya, kita diubahkan menjadi sama mulia dengan Dia (mujizat terakhir). Kita betul-betul meminum air anggur baru dan berbahagia selama-lamanya bersama dengan Dia.

TUHAN memberkati.

kembali ke halaman sebelumnya
IBADAH RUTIN DI MALANG

Minggu jam 06:50 (Ibadah Raya)
Minggu jam 10:15 (Ibadah Sekolah Minggu)
Selasa jam 17:15 (Ibadah Pendalaman Alkitab)
Rabu jam 07:30 (Ibadah Kaum Wanita)
Kamis jam 17:15 (Ibadah Doa Penyembahan)
Sabtu jam 17:15 (Ibadah Kaum Muda Remaja)

IBADAH RUTIN DI MEDAN
Royal Room Hotel Danau Toba Internasional
Jl. Imam Bonjol Medan

Minggu, jam 19:00 (Ibadah Raya)
Senin, jam 09:00 (Ibadah Pendalaman Alkitab)
Senin, jam 17:30 (Ibadah Pendalaman Alkitab)

IBADAH RUTIN DI SURABAYA

Minggu jam 09:30 (Ibadah Sekolah Minggu)
Minggu jam 10:55 (Ibadah Raya)
Rabu jam 17:30 (Ibadah Pendalaman Alkitab)
Jumat jam 17:30 (Ibadah Doa Penyembahan)


IBADAH RUTIN DI JAKARTA
Jl. Patra Kuningan XIV no.4
Jakarta Selatan
Sabtu, jam 09:00 (Ibadah Pendalaman Alkitab)

IBADAH KUNJUNGAN
  • 25-26 September 2018
    (Ibadah Kunjungan di Sidikalang)

  • 17-18 Oktober 2018
    (Ibadah Kunjungan di Jayapura)

  • 30 Oktober 2018 - 01 November 2018
    (Ibadah Kunjungan di Medan)

  • 13-14 November 2018
    (Ibadah Kunjungan di Jakarta)

  • Februari 2019
    (Ibadah Kunjungan di Chennai, India)

All Right Reserved Gereja Pantekosta Tabernakel "KRISTUS KASIH"
Jln. Simpang Borobudur 27 Malang | Telp: (0341) 496949 | Fax: (0341) 476751 » Lihat Peta Gereja Kami di Malang
Jln. WR Supratman 4 Surabaya | Telp. 08123300378 » Lihat Peta Gereja Kami di Surabaya
hubungi kami | email: info@gptkk.org | sitemap | top