English Language | Form Penggembalaan
kebaktian umum surabaya
KEBAKTIAN LAINNYA
Transkrip lengkap lainnya

Umum Surabaya (Senin, 20 Januari 2008)
Tayang: 10 Maret 2010
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 29 Desember 2013)
Tayang: 03 Agustus 2014
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu, 25 November 2007)
Tayang: 06 September 2009
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 19 Januari 2014)
Tayang: 23 November 2014
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu, 21 Januari 2007)
Tayang: 14 Mei 2007
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 08 Desember 2013)
Tayang: 30 Juni 2014
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu, 09 September 2007)
Tayang: 21 Desember 2008
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 12 Januari 2014)
Tayang: 21 September 2014
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 30 Maret 2014)
Tayang: 19 Juli 2015
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 09 November 2014)
Tayang: 22 Agustus 2018
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 25 Mei 2014)
Tayang: 09 Desember 2015
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 29 Juni 2014)
Tayang: 01 Mei 2016
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 06 April 2014)
Tayang: 13 Agustuas 2015
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 08 Juni 2014)
Tayang: 21 Februari 2016
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu, 18 Maret 2007)
Tayang: 24 Agustus 2007
[baca transkrip] | [download file transkrip]


ALAT TABERNAKEL

Pelataran
Pintu Gerbang
Mezbah Korban Bakaran
Bejana Pembasuhan Dari Tembaga
Pintu Kemah
Pelita Emas
Meja Roti Sajian
Mezbah Dupa Emas
Pintu Tirai
Tabut Perjanjian
Imam-Imam
Imam Besar
Tahbisan Imam-Imam
Ukupan Wangi-wangian
Papan-papan dan Kayu Lintang
Tudung (Tenda) Tabernakel

gambar denah tabernakel

Untuk Koneksi Lambat, silahkan buka http://id.gptkk.org
Transkrip lengkap dari ibadah penggembalaan di Malang dan Surabaya, semuanya di bawakan oleh gembala sidang Pdt. Widjaja Hendra.

Silahkan kontak ke info@gptkk.org apabila bapak/ibu/sdr/sdri ada pertanyaan atau mungkin ingin berlangganan majalah Manna dan silahkan kirim email ke widjaja_h [at] yahoo.com apabila ingin konsultasi pribadi dengan bapak gembala
silahkan ganti tanda [at] dengan @
Kebaktian: Umum Surabaya
Tanggal: Minggu Sore, 06 Juli 2014
Tempat: WR Supratman 4 Sby
Pembicara: Pdt. Widjaja Hendra
Download file: [download file transkrip] - [versi cetak]
Tayang: 22 Mei 2016

Kita masih membahas di dalam kitab Wahyu 1: 17-20. Kita membaca ayat 17-18.

Wahyu 1: 17, 18,
17. Ketika aku melihat Dia, tersungkurlah aku di depan kaki-Nya sama seperti orang yang mati; tetapi Ia meletakkan tangan kanan-Nya di atasku, lalu berkata: "Jangan takut! Aku adalah Yang Awal dan Yang Akhir,
18. dan Yang Hidup. Aku telah mati, namun lihatlah, Aku hidup, sampai selama-lamanya dan Aku memegang segala kunci maut dan kerajaan maut.

Rasul Yohanes tersungkur di depan Kaki YESUS = menyembah dengan hancur hati (mengaku hanya tanah liat belaka; tidak layak, tidak mampu, tidak berharga apa-apa, hanya bergantung sepenuh ke dalam Tangan TUHAN) = menyembah sampai daging tidak bersuara lagi ('sama seperti orang yang mati'), sehingga rasul Yohanes mengalami jamahan Tangan Kanan TUHAN. Ini merupakan pelajaran bagi kita, biarlah hari-hari ini kita menyembah TUHAN dengan sungguh-sungguh, sampai hancur hati, sampai daging tidak bersuara lagi (penyerahan sepenuhnya kepada TUHAN) dan TUHAN akan menjamah kita dengan Tangan Kanan-Nya.

Rasul Yohanes mengalami jamahan Tangan Kanan TUHAN sehingga rasul Yohanes menerima tiga hal:

  1. "Jangan takut!" = melenyapkan ketakutan, sehingga kita bisa hidup tenang dan damai sejahtera.
  2. "Aku adalah Yang Awal dan Yang Akhir" = menerima kasih ALLAH, kasih mula-mula sampai puncaknya kasih, sehingga kita tidak mengalami dingin rohani. Keadaan akhir zaman adalah dingin rohani. Sebab itu kita memerlukan jamahan tangan kanan TUHAN, supaya tetap mengalami kasih ALLAH dan kerohanian kita tetap hangat atau berkobar-kobar. Tadi yang pertama, mengalami jamahan Tangan Kanan TUHAN, supaya tidak takut. Pada akhir zaman ketakutan merupakan pembunuh utama secara jasmani, bahkan secara rohani, sampai menuju kebinasaan. Biarlah kita dijamah oleh Tangan Kanan TUHAN, tidak ada ketakutan lagi, kita mengalami kasih ALLAH (tidak masuk dalam dingin rohani).


  3. 'Aku Yang Hidup' ('Aku Yang Mati dan Yang Hidup') = kuasa kemenangan atas maut = kuasa untuk mengalahkan maut. YESUS mati dan hidup (bangkit) untuk mengalahkan maut (menang atas maut), sehingga Dia memegang kunci kerajaan maut dan menutup pintu kerajaan maut, supaya kita tidak binasa, tetapi kita menang atas maut bersama dengan Dia. Sebenarnya kita tidak perlu untuk masuk kerajaan maut (neraka). Sebab sudah dikunci oleh YESUS.

Inilah kegunaan dari penyembahan, sampai tersungkur di depan Kaki YESUS dan Tangan Kanan TUHAN menjamah kita: tidak ada lagi ketakutan, yang ada hanyalah kasih ALLAH (tidak ada dingin rohani), tidak kalah terhadap maut (tidak ada kebinasaan). Kita menang atas maut bersama dengan TUHAN dan justru kita mendapatkan kunci kerajaan surga.

Matius 16: 18, 19,
18. Dan Akupun berkata kepadamu: Engkau adalah Petrus dan di atas batu karang ini Aku akan mendirikan jemaat-Ku dan alam maut tidak akan menguasainya.
19. Kepadamu akan Kuberikan kunci Kerajaan Sorga. Apa yang kauikat di dunia ini akan terikat di sorga dan apa yang kaulepaskan di dunia ini akan terlepas di sorga."

Ay 18 => sidang jemaat (kita) menang atas maut. Karena YESUS sudah menang atas maut.

Ay 19 => 'Kepadamu akan Kuberikan kunci Kerajaan Sorga' => kalau sudah menang atas maut, maka kita akan menerima kunci kerajaan surga.

Jika kita menang atas maut, maka YESUS memberikan kunci kerajaan surga, supaya kita bisa masuk kerajaan surga yang kekal untuk selama-lamanya. Inilah pentingnya doa penyembahan hari-hari ini. Pada ibadah yang lalu, kita sudah mendengar, rasul Yohanes (sudah menjadi rasul) tetapi masih memiliki kekurangan dalam hal rohani, itulah kurang menyembah TUHAN (tidak ada mezbah dupa emas). Sebab itu dia diijinkan oleh TUHAN untuk dibuang ke pulau Patmos (menderita bersama YESUS), sehingga dapat tersungkur. Jika kita sudah dapat tersungkur, maka kita akan mendapatkan jamahan Tangan Kanan TUHAN, sampai menang atas maut, bahkan menerima kunci kerajaan surga. Kita harus banyak menyembah TUHAN, supaya kita dapat memegang kunci kerajaan surga.

Kalau kunci kerajaan surga dapat membuka pintu kerajaan surga, saya percaya pintu-pintu di dunia juga akan terbuka lebar-lebar bagi kita. Banyak menyembah, disitulah kuncinya. Kami sebagai hamba TUHAN, kuncinya hanyalah banyak menyembah TUHAN (ada juga doa puasa, doa semalam suntuk, doa setiap hari itu saja). Untuk menghadapi pekerjaan surga, kita mau bagaimana? Hanya memohon belas kasihan TUHAN. Demikian juga bapak ibu saudara dalam melayani TUHAN, mari banyak menyembah. Apalagi kalau hanya menghadapi pintu-pintu dunia? Semuanya beres. Banyak tersungkur sampai menerima kunci kerajaan surga, kita dapat masuk kerajaan surga dan pintu di dunia juga akan terbuka bagi kita.

Apa yang dimaksud dengan kunci kerajaan surga?

  1. Salib (Kisah rasul 14: 22).
  2. Panggilan dan pilihan TUHAN (2 Petrus 1: 10, 11) = jabatan pelayanan (kita menjadi imam-imam yang melayani TUHAN).

    Wahyu 1: 19, Karena itu tuliskanlah apa yang telah kaulihat, baik yang terjadi sekarang maupun yang akan terjadi sesudah ini.

    Rasul Yohanes menerima kunci kerajaan surga, maka dia mendapatkan tugas dari TUHAN. Rasul Yohanes dipakai oleh TUHAN untuk memberitakan Firman TUHAN lewat tulisan kepada tujuh sidang jemaat bangsa kafir yang banyak kekurangan-kekurangan, supaya disempurnakan di dalam TUHAN. Memberitakan Firman = menulis lewat lisan dan tulisan. Jadi, kunci kerajaan surga itulah jabatan pelayanan.


  3. Melakukan kehendak Bapa yang di surga = taat dengar-dengaran kepada kehendak Bapa di surga.
    Matius 7: 21, Bukan setiap orang yang berseru kepada-Ku: Tuhan, Tuhan! akan masuk ke dalam Kerajaan Sorga, melainkan dia yang melakukan kehendak Bapa-Ku yang di sorga.

Ini saya ulang-ulang, sebab ini penting (inilah kunci kerajaan surga). Saya berkeyakinan, kalau pintu kerajaan surga terbuka, pintu di dunia pasti juga akan terbuka semuanya. Kaum muda, pintu masa depan juga akan terbuka.

Darimana kita dapat mengetahui kehendak Bapa di surga? Lewat pembukaan rahasia Firman ALLAH. Yang kita lakukan ini, apakah sesuai dengan kehendak TUHAN atau tidak? Kalau bekerja seperti ini, apakah sesuai dengan kehendak TUHAN atau tidak? Kalau melayani seperti ini, apakah sesuai dengan kehendak TUHAN atau tidak? Kalau menikah seperti ini, apakah sesuai dengan kehendak TUHAN atau tidak? Kita mengetahui kehendak Bapa di surga (kehendak TUHAN) lewat pembukaan rahasia Firman ALLAH = lewat wahyu atau ilham dari TUHAN, yaitu ayat yang satu menerangkan ayat yang lain dalam alkitab (semuanya kehendak TUHAN). Ini disebut juga Firman pengajaran yang benar.

Disini, rasul Yohanes juga menerima pembukaan rahasia Firman. Tadi, rasul Yohanes menerima kunci kerajaan surga; mengalami salib atau sengsara, diutus
atau dipakai oleh TUHAN (memiliki jabatan pelayanan atau panggilan pilihan TUHAN), tetapi dia juga menerima pembukaan rahasia Firman ALLAH.

Wahyu 1: 20, Dan rahasia ketujuh bintang yang telah kaulihat pada tangan kanan-Ku dan ketujuh kaki dian emas itu: ketujuh bintang itu ialah malaikat ketujuh jemaat dan ketujuh kaki dian itu ialah ketujuh jemaat."

Rasul Yohanes menerima kunci kerajaan surga = menerima pembukaan rahasia Firman ALLAH, tentang tujuh bintang di Tangan Kanan TUHAN dan tujuh kaki dian emas. Bintang menunjuk malaikat sidang jemaat ('ketujuh bintang itu ialah malaikat ketujuh jemaat') = gembala yang taat dengar-dengaran kepada kehendak Bapa (Firman pengajaran yang benar). Sebab ada gembala yang pandir, gembala yang palsu.

Gembala memenuhi pembukaan rahasia Firman:

  1. Gembala adalah bintang dalam sidang jemaat. Kapan gembala menjadi bintang? Gembala adalah bintang dalam sidang jemaat, jika menghasilkan cahaya yang menerangi/menyinari sidang jemaat = menjadi teladan dalam sidang jemaat. Doakan saya, supaya saya dapat menjadi gembala yang menyinari. Kalau gembalanya dapat menjadi teladan bagi jemaat, maka sidang jemaat berada dalam terang dan berbahagia. Coba saja, kalau lampu mati semuanya, nanti akan takut. Tetapi begitu lampunya menyala, semuanya senang.

    Menjadi teladan dalam hal apa?
    Ibrani 13: 7-9a,
    7. Ingatlah akan pemimpin-pemimpin kamu, yang telah menyampaikan firman Allah kepadamu. Perhatikanlah akhir hidup mereka dan contohlah iman mereka.
    8. Yesus Kristus tetap sama, baik kemarin maupun hari ini dan sampai selama-lamanya.
    9. Janganlah kamu disesatkan oleh berbagai-bagai ajaran asing.

    Ay 7 => 'Ingatlah akan pemimpin-pemimpin kamu, yang telah menyampaikan firman Allah kepadamu' => gembala.

    Gembala menjadi teladan bagi sidang jemaat, terutama menjadi teladan iman.

    Praktik menjadi teladan iman:


    • Hidup dalam kebenaran. Iman merupakan kebenaran. Mulai secara pribadi benar, nikahnya benar, keuangan benar, kartu tanda penduduk benar, sampai semuanya benar. Harus menjadi teladan! Saya bersyukur. Saya dulu pernah ditawari kartu tanda penduduk di Batam oleh seorang hamba TUHAN (dulu kalau ke luar negeri masih harus membayar satu juta rupiah untuk biaya fiskal) => 'oom mana fotokopi kartu tanda penduduknya nya, saya uruskan kartu tanda penduduk disini, jadi nanti kalau oom kalau ke Singapura atau kemana saja, tidak perlu membayar lagi satu juta' Untunglah TUHAN menolong saya, saya hanya menjawab => 'keselamatan saya, kamu mau beli dengan satu juta' Saya sudah dibeli oleh TUHAN berjuta-juta (di Golgota), sebab itu jangan dibeli satu juta. Inilah, kita harus berani menjadi teladan iman, itulah hidup dalam kebenaran. Mari, kita semuanya hidup dalam kebenaran.


    • Kemudian, ayat 8 ini dikaitkan dengan ayat 9. Seringkali kita menerangkan ayat 8 => 'YESUS kuasa-Nya tetap, dulu orang mati dapat bangkit ...' Ini boleh! Tetapi jika dikaitkan dengan ayat 9 bukan masalah itu sebenarnya, melainkan tentang pengajaran, yaitu pengajaran-Nya tetap (tidak berubah).


    Jadi praktik teladan iman yaitu berpegang teguh pada satu pengajaran yang benar, yang sudah menjadi pengalaman hidup (yang sudah dialami). Jangan berubah-ubah! Sedikit nanti berubah begini, lalu lihat kondisi menjadi berubah lagi, mengikuti zaman? 'sekarang zamannya begini' Ini susah! YESUS tidak penah berubah dulu sekarang, sampai selamanya. Zaman boleh berubah, tetapi Firman pengajaran yang benar tidak boleh berubah. Bukan pengajaran yang disesuaikan dengan zaman, tetapi zaman yang harus disesuaikan dengan pengajaran.

    Bintang itu hanya satu orbit (terus berputar pada satu orbit). Kalau dua atau tiga orbit, atau berpindah-pindah orbit akan jatuh. Mari, kita semuanya dan saya sebagai gembala harus hidup dalam kebenaran, berpegang teguh kepada satu Firman pengajaran yang benar, yang sudah dialami (sudah menjadi pengalaman hidup).

    Saya kalau mengajar Lempin-El, mudah sekali => 'kamu di Lempin-El Kristus Ajaib selama tujuh bulan sampai sembilan bulan seperti saya dulu, tidak membayar, tidak bekerja tetapi dapat makan, ini karena mendengarkan Firman. Kita mendengarkan Firman, dapat makan' Inikan sudah jelas, kalau Firman sudah memelihara hidup kita, baik secara jasmani maupun secara rohani (kita disucikan dan diubahkan terus menerus).Mau mencari yang mana lagi? Biarpun ada tawaran-tawaran yang menggiurkan, jangan! Firman pengajaran yang benar ini sudah pasti (sudah kita alami), yang lainnya belum pasti (hanya janji, tawaran). Firman pengajaran yang benar, harus sudah menjadi keyakinan bagi kita semuanya. Istilah guru dan gembala saya bpk pdt Pong Dongalemba => 'bukan fanatik bodoh-bodoh' Kalau ada orang yang mengatakan => 'itu terlalu fanatik' Biarkan saja. Saya menggunakan istilah bpk pdt Pong => 'bukan fanatik bodoh-bodoh' Tetapi sudah menjadi keyakinan, karena sudah menjadi pengalaman hidup. Semoga kita dapat mengerti.

    Inilah gembala menjadi bintang dalam jemaat. Tetapi gembala juga menjadi malaikat. Gembala adalah malaikat dalam sidang jemaat. Mari kita pelajari. Inilah pembukaan rahasia Firman. Bahwa gembala menjadi bintang (menjadi teladan). Kalau gembalanya tidak benar, jangan diikuti. Bisa gawat! Mau dibawa kemana sidang jemaat? Kalau pengajarannya berubah-ubah => 'ini sekarang boleh, nanti lain kali tidak boleh' Mau dibawa kemana sidang jemaat? Harus teguh, yaitu menjadi teladan iman.


  2. Gembala adalah malaikat di dalam sidang jemaat.
    Mazmur 78: 23-25,
    23. Maka Ia memerintahkan awan-awan dari atas, membuka pintu-pintu langit,
    24. menurunkan kepada mereka hujan manna untuk dimakan, dan memberikan kepada mereka gandum dari langit;
    25. setiap orang telah makan roti malaikat, Ia mengirimkan perbekalan kepada mereka berlimpah-limpah.

    Ay 23 => 'membuka pintu-pintu langit' => bukan pintu di dunia, melainkan pintu langit.
    Ay 24 => 'menurunkan kepada mereka hujan manna untuk dimakan' => dulu bangsa Israel menerima hujan manna. Hari ini manna, besok manna lagi, lusa manna lagi, selama empat puluh tahun. Ini terus makan manna. Kalau Yakub, terus makan kacang merah (sedangkan Esau mencari lainnya; sate kijang, beruang). Itulah dalam penggembalaan (berkesinambungan). Jadi dari langit turun manna (supaya terbuka rahasia dalam penggembalaan).

    'memberikan kepada mereka gandum dari langit' => manna adalah gandum dari langit.
    Ay 25 => 'setiap orang telah makan roti malaikat' => manna juga berarti roti malaikat.

    Gembala menjadi malaikat dalam sidang jemaat, jika:


    • Gembala menyediakan roti malaikat/manna dari langit atau dari surga. Manna itu bukan berasal dari dunia. Roti = Firman ALLAH. Malaikat = gembala. Jadi roti malaikat/manna dari langit/gandum dari langit adalah Firman penggembalaan. Firman penggembalaan berasal dari langit (dari surga), itulah pembukaan rahasia Firman. Saya menjadi gembala sudah dua puluh dua tahun tahun (dari tahun 1992 sampai dengan sekarang), sedangkan sekolah Lempin-El hanya tujuh bulan. Ini tidak masuk akal. Kalau berdasarkan sekolah di dunia ini, biarpun sekolah selama lima tahun (sudah S3 dll), tidak akan bisa! Sudah habis bahannya. Saya berkhotbah seminggu sebanyak empat (minimal), kalau dengan mengajar Lempin-El berapa kali dalam satu minggu? Sudah habis bahannya, oleh sebab itu saya yakin Firman penggembalaan itu dari langit (manna dari surga).

      Hanya kasih karunia dari TUHAN dan Firman penggembalaan tidak dapat dipelajari dimana saja. Hanya dari langit (hanya kasih karunia TUHAN). Semoga kita dapat mengerti.

      Firman penggembalaan merupakan Firman pengajaran yang benar (makanan yang benar). Tekankan hal ini terlebih dahulu! Tidak ada ibu yang memberi makan racun kepada anaknya (kecuali seorang ibu yang tidak benar). Kalau ibu yang benar, pasti memberi makanan yang benar. Demikian juga gembala, akan memberikan makanan yang benar.

      Jadi Firman penggembalaan adalah Firman pengajaran yang benar (makanan yang benar, bukan racun) yang dipercayakan TUHAN kepada seorang gembala, untuk disampaikan kepada sidang jemaat dengan:


      1. setia. Gembala harus terlebih dahulu setia, supaya jemaatnya dapat setia.
      2. berkesinambungan atau terus menerus (terus meningkat). Karena penggembalaan menyangkut tentang pertumbuhan rohani. Seperti membangun rumah, dimulai dari dasar. Tidak akan bisa kalau dari dasar, lalu besok pasang genteng, tidak bisa! Sebab itu harus berurutan (berkesinambungan, terus menerus). Yang punya bayi, minum susunya; mulai susu untuk usia nol atau satu bulan sampai beberapa bulan, nanti usia satu tahun, lain lagi susunya (susu untuk usia satu tahun) dan seterusnya. Seperti itulah Firman penggembalaan.


      3. diulang-ulang. Memang harus diulang-ulang. Seperti makan yang diulang-ulang (dikunyah diulang-ulang). Contohnya lagi seperti domba. Domba makan rumput dikunyah, lalu masuk ke dalam, dikeluarkan lagi.Firman penggembalaan disampaikan dengan setia, berkesinambungan, diulang-ulang, sehingga menjadi:


        1. makanan bagi sidang jemaat, untuk menumbuhkan kerohanian sidang jemaat sampai dewasa rohani (sampai sempurna seperti YESUS). Mempelai itu harus sudah dewasa.


        2. selain sebagai makanan, Firman penggembalaan juga sebagai Komando dalam sidang jemaat. Jadi, tidak satu persatu jemaat dipanggil => 'kamu harus begini, kamu harus melayani' Tidak! Komandonya dari Firman penggembalaan. Saat Firman disampaikan kepada bapak, ibu, saudara, maka ada Komando dari TUHAN tentang apa yang harus kita lakukan. Sesudah makan (bertumbuh), lalu ada pergerakan. Apa yang kita lakukan, itulah suatu gerakan.


        3. Firman penggembalaan juga sebagai peringatan bagi kita (suara kokok ayam). Kalau salah, akan diberikan peringatan. Petrus bisa diperingatkan dengan suara kokok ayam. Firman penggembalaan itu sederhana seperti suara kokok ayam, tetapi bisa memperingatkan dan menyadarkan akan dosa-dosa kita.


        4. sebagai bunyi sangkakala untuk menyucikan dan mengubahkan kehidupan kita, sampai menjadi sempurna seperti YESUS (tidak bercacat cela seperti YESUS), sama mulia dengan YESUS untuk layak menyambut kedatangan YESUS yang ke dua kali di awan-awan permai. Nanti saat sangkakala terakhir berbunyi, semuanya yang memenuhi syarat akan terangkat.


      Itulah Firman penggembalaan atau roti malaikat dari langit. Jadi, gembala menjadi malaikat dalam sidang jemaat kalau dia dapat memberikan roti malaikat (Firman penggembalaan). Semoga kita dapat mengerti.


    • Gembala menaikkan doa penyahutan (doa penyembahan) bagi sidang jemaat, untuk menjaga keselamatan sidang jemaat (domba-domba).
      Ibrani 13: 17, Taatilah pemimpin-pemimpinmu dan tunduklah kepada mereka, sebab mereka berjaga-jaga atas jiwamu, sebagai orang-orang yang harus bertanggung jawab atasnya. Dengan jalan itu mereka akan melakukannya dengan gembira, bukan dengan keluh kesah, sebab hal itu tidak akan membawa keuntungan bagimu.

      Ada Gembala Agung yang berdoa untuk kita, seperti menarik kita keatas. Ada gembala manusia yang dipercaya TUHAN juga berdoa, seperti menjunjung kita. Sebenarnya kalau tergembala dengan baik, tidak mungkin jatuh, sebab dari atas ditarik dan dari bawah dijunjung. Mau jatuh bagaimana? Inilah pentingnya seorang gembala, sebab itu gembala harus didoakan. Jika kita tergembala dengan baik, gembalanya benar-benar dipakai TUHAN, nikmat sekali, kita tidak akan dapat jatuh dan keselamatan semakin mantap, sampai mencapai kesempurnaan.


    • Gembala memperhatikan sidang jemaat sesuai kebutuhannya (memberi perhatian kepada sidang jemaat yang membutuhkan). Jika ada yang sangat membutuhkan, dibesuk, dikunjungi. Perhatian-perhatian secara jasmani juga penting. Semoga kita dapat mengerti.

Mari kita berdoa. Saya sebagai gembala juga perlu didoakan, supaya memenuhi pembukaan rahasia Firman

  1. yang pertama, gembala menjadi bintang, supaya sidang jemaat tidak gelap. Gembalanya dapat menyinari lewat teladan iman (hidup benar, pengajarannya benar dan tidak berubah-ubah), sehingga jemaat tidak jatuh dalam kegelapan.


  2. Yang kedua, gembala menjadi malaikat dalam sidang jemaat (memberikan makan supaya tidak lapar, menaikkan doa penyahutan supaya selamat dan tidak diterkam binatang buas, memberi perhatian kepada yang membutuhkan). Semoga kita dapat mengerti.

Waspada, sebab ada iblis yang dapat menyamar menjadi malaikat terang. Hati-hati, sebab sekarang ini sudah banyak.

2 Korintus 11: 14, Hal itu tidak usah mengherankan, sebab Iblispun menyamar sebagai malaikat Terang.

Ay 14 => 'Iblispun menyamar sebagai malaikat Terang' => iblis menyamar sebagai gembala (gembala gadungan).

2 Korintus 11 ini tentang ajaran-ajaran palsu dll. Hati-hati, sebab ada gembala yang kelihatan seperti malaikat, padahal iblis. Inilah menyamar (menjadikan mirip, tetapi palsu, sehingga banyak orang yang terkecoh). Contohnya: menyamar sebagai bupati karena wajahnya mirip. Lalu saat berjalan, banyak orang yang memanggil dia pak bupati, padahal orang itu bukanlah bupati yang sesungguhnya. Ini bisa kita lihat dari ciri-cirinya. Banyak yang menamakan diri sebagai gembala, tapi harus dilihat ciri-cirinya, ini benar malaikat atau iblis.

Jika iblis menyamar menjadi malaikat terang (gembala), cirinya adalah

  1. Tidak dapat (tidak setia) memberi makan sidang jemaat. Ciri pertama ini soal makanan.
  2. Tidak dapat menjadi teladan bagi sidang jemaat. Banyak masalah-masalah dan ketidak benaran (soal uang tidak benar dll) atau ada sesuatu tidak benar yang dipertahankan, termasuk ada pengajaran yang tidak benar. Hati-hati sekarang banyak pengajaran yang tidak benar atau ragi-ragi yaitu:


    • ragi Farisi: ragi kawin cerai.
    • ragi Saduki: tidak ada kebangkitan dsb.


  3. Tidak dapat menjadi penjaga bagi sidang jemaat. Itulah ciri-ciri iblis menyamar menjadi malaikat terang. Biarlah kita dibukakan rahasianya, sehingga saudara dapat melihat siapa saya (siapa gembala)? Doakan saya supaya saya dapat dengan sungguh-sungguh memenuhi pembukaan rahasia Firman (gembala adalah bintang dan malaikat dalam sidang jemaat).

Jika gembala menjadi bintang dan malaikat dalam sidang jemaat, maka:

  1. gembala berada di dalam Tangan Kanan TUHAN ('bintang berada dalam tangan kanan TUHAN'), sehingga tidak jatuh (kuat) dan dipermuliakan. Biarlah kita saling mendoakan supaya kita kuat, tidak jatuh, bahkan sampai dipermuliakan atau diangkat oleh TUHAN. Mulai dari saya sebagai gembala harus memenuhi ini semuanya dan saudara juga mengikuti semuanya. Semoga kita dapat mengerti.


  2. sidang jemaat merasakan hadirat YESUS sebagai Imam Besar. Sudah kita pelajari dalam Wahyu 1: 10 'ada tujuh kaki dian emas dimana ada seorang dengan jubah berjalan ditengah-tengahnya' Inilah kita selalu merasakan hadirat YESUS sebagai Imam Besar, sehingga kerohanian kita tidak menjadi kering. Jadi, ini tergantung kepada gembala. Saya mohon doa dengan sungguh-sungguh, supaya gembala tampil sebagai bintang dan malaikat sehingga sidang jemaat tidak dirugikan tetapi mengalami kepuasan surga (kebahagiaan surga), mengalami perhatian dari TUHAN. Setiap datang beribadah, jemaat mengalami kepuasan dan perhatian dari TUHAN. Jika seperti ini, jemaat tertarik untuk terus datang beribadah. Banyak yang bangga => 'ibadah hari Minggu yang datang ribuan, berapa kalau ibadah pendalam alkitab? Berapa kalau ibadah doa?' Kalau perbandingannya jauh, ini menampakkan banyak yang belum tergembala (bukan sistem penggembalaan). Gembala itu tidak beranak domba, sebab itu jangan sombong => 'jemaat saya ribuan' Gembala itu memasukkan domba ke dalam kandang penggembalaan, itulah tugas gembala. Untuk dapat memberi makan, menjadi teladan, menjaga, bawalah ke kandang penggembalaan sebab semuanya terjadi di dalam kandang penggembalaan.


  3. sidang jemaat akan mengalami pekerjaan Firman penggembalaan (suara sangkakala) untuk menyucikan dan mengubahkan sidang jemaat, sampai ditampilkan menjadi tujuh kaki dian emas. Dalam Wahyu 1: 20, pembukaan rahasia ditunjukkan kepada rasul Yohanes; ada tujuh bintang, malaikat, tetapi juga kaki dian dari emas.

Wahyu 1: 20, Dan rahasia ketujuh bintang yang telah kaulihat pada tangan kanan-Ku dan ketujuh kaki dian emas itu: ketujuh bintang itu ialah malaikat ketujuh jemaat dan ketujuh kaki dian itu ialah ketujuh jemaat."

Nanti mulai Wahyu 2 akan kita pelajari tentang 'ketujuh jemaat' Disini secara umum angka tujuh itu menunjuk kesempurnaan. Sidang jemaat yang sempurna akan ditampilkan sebagai tujuh kaki dian emas. Sekali lagi, TUHAN memberikan kepercayaan kepada seorang gembala untuk menggembalakan domba-domba. Doakan supaya gembala dapat menjadi bintang dan malaikat dalam sidang jemaat, maka gembala berada di dalam Tangan Kanan TUHAN, sehingga tidak jatuh, kuat dan dipermuliakan. Jemaat juga kuat dan dipermuliakan: jemaat merasakan hadirat YESUS sebagai Imam Besar, sehingga mengalami kepuasan surga, tidak kering rohani (tidak mengarah kepada dosa-dosa). Sidang jemaat mengalami pekerjaan Firman penggembalaan (suara sangkakala) untuk menyucikan, mengubahkan hidupnya, sehingga ditampilkan sebagai tujuh kaki dian emas (sidang jemaat yang sempurna).
Yang lama disucikan, kemudian muncul yang baru. Inilah rahasia dalam penggembalaan, mulai dari gembalanya, dan juga akan dialami oleh sidang jemaat. Semoga penggembalaan di Surabaya, Malang, Medan juga dapat memenuhi pembukaan rahasia Firman.

Apa yang disucikan?
Amsal 6: 16-19,
16. Enam perkara ini yang dibenci TUHAN, bahkan, tujuh perkara yang menjadi kekejian bagi hati-Nya:
17. (1)mata sombong, (2)lidah dusta, (3)tangan yang menumpahkan darah orang yang tidak bersalah,
18. (4)hati yang membuat rencana-rencana yang jahat, (5)kaki yang segera lari menuju kejahatan,
19. (6)seorang saksi dusta yang menyembur-nyemburkan kebohongan dan (7)yang menimbulkan pertengkaran saudara.

Ay 16 => 'tujuh perkara yang menjadi kekejian bagi hati-Nya' => tujuh inilah yang harus disucikan (seperti pelita yang padam, sehingga harus disucikan). Lampu pada pelita emas itu tujuh.

Ay 17 => 'mata sombong' = mata angkuh (dalam terj. lama).
'lidah dusta' = lidah bercabang (dalam terj. lama).

'tangan yang menumpahkan darah orang yang tidak bersalah' = perbuatan-perbuatan.

Ay 18 => 'hati yang membuat rencana-rencana yang jahat' = hati yang jahat dan najis. Hati ini sebagai pokoknya (tepat berada ditengah). Kalau melihat gambar pada pelita emas, ada satu pokoknya dengan cabangnya enam buah.
'kaki yang segera lari menuju kejahatan' = perjalanan hidup.

Ay 19 => 'yang menimbulkan pertengkaran saudara' = orang yang menanamkan percideraan (orang yang mengakibatkan pertengkaran-pertengkaran).

Tujuh hal inilah yang harus disucikan yaitu:

  1. mata yang sombong/mata yang angkuh/pandangan yang sombong =


    • merendahkan orang lain, apalagi kepada orang yang lebih tinggi (kalau dalam sidang jemaat, gembala lebih tinggi). Sebab itu jangan merendahkan gembala.


    • meremehkan perkara rohani. Kita seringkali mengandalkan/ mengunggulkan/menggembar-gemborkan perkara yang jasmani dan meremehkan yang rohani (terutama meremehkan Firman penggembalaan).

      Contohnya seperti Esau yang tidak tidak tahan untuk terus menerus makan kacang merah, akhirnya ia mencari daging. Memang mendapatkan, tetapi lelah (letih lesu), tidak dapat memberikan kepuasan. Akhirnya Esau kembali mencari kacang merah, tetapi harga yang harus ia bayar amat mahal, yaitu kehilangan hak kesulungan. Apa yang dihina dahulu (Firman penggembalaan), akhirnya berusaha mendapatkannya lagi, tetapi harus kehilangan segala-galanya.Itu sebabnya, sekarang ini kita jangan sampai memiliki mata sombong, seperti: merendahkan orang lain, terutama gembala, orang yang lebih tinggi di rumah tangga (suami menjadi kepala dari isteri dan anak-anak). Sekalipun gaji atau ijasah isteri lebih tinggi dari suami, jangan merendahkan suami. Tempatkanlah semuanya pada kedudukannya sesuai dengan Firman TUHAN. Juga meremehkan perkara rohani, terutama Firman penggembalaan, sebab itu sangat berbahaya.


  2. lidah bercabang = lidah ular, artinya


    • plin plan => 'ya, tetapi ... tidak, namun ...' Ini tidak ada kepastian. Kalau orang seperti ini menjadi dosen, muridnya susah => 'berapa nilainya? Ini benar tetapi tulisannya jelek (nilainya dikurangi). Ini salah, tetapi tulisannya bagus' Kasihan muridnya jika memiliki dosen seperti ini.


    • banyak bergosip. Jangan bergosip, tetapi harus bersaksi.


    Kalau kita bersaksi membawa Kabar Mempelai (bagaikan membawa tulang Yusuf), Yusuf berkata => 'kalau kamu membawa tulang-tulangku ke Kanaan, TUHAN akan mengindahkan kamu' Dalam kegerakan hujan akhir, harus membawa tulang Yusuf (Kabar Mempelai). Yusuf menunjuk mempelai (kuasa kebangkitan). Kalau membawa tulang Yusuf maka TUHAN akan mengindahkan, artinya kalau bersaksi ada langkah-langkah yang indah.

    Tetapi jika bergosip, (maaf) akan menjadi seperti Yudas yang paling tidak indah. Bukan hanya bajunya yang robek, tetapi perut Yudas juga robek. Kalau baju robek, telanjang, itu sudah tidak indah => 'siapa itu telanjang (terlebih lagi kalau orang kaya yang telanjang)' Kalau sampai perutnya robek, berarti tidak indah sama sekali (paling tidak indah). Yudas ini suka bergosip dengan imam-imam kepala, sehingga yang benar menjadi salah (YESUS yang benar menjadi salah) dan yang salah jadi benar.


  3. tangan yang menumpahkan darah orang yang tidak bersalah: perbuatan-perbuatan yang merugikan orang lain, disucikan, sehingga menjadi perbuatan yang benar dan baik.


  4. hati yang jahat dan najis, disucikan menjadi hati yang suci dan hati yang damai sejahtera. Hati ini sebagi pokoknya, sebab itu harus disucikan dari keinginan jahat dan najis. Kalau sudah disucikan, maka semuanya (yang lainnya) dapat disucikan. Kalau hati belum disucikan, susah! Saat menghadapi orang dan mengatakan, orang itu belum bertobat ya, matanya angkuh, mulutnya bercabang' Harus didoakan supaya Firman pengajaran/suara sangkakala/pedang Firman menusuk tepat di hatinya. Kalau hatinya sudah terkena pedang Firman, sudah beres!

    Saya pernah mengalami, kalau hati sudah terkena, tidak dapat ditahan lagi. Contohnya: saya dulu tidak mau menangis di gereja (anti menangis). Kalau ada orang menangis, saya malah berjalan dan saya lihat => 'seperti apa mulutnya itu? (saya bandingkan dengan binatang, seperti bebek dll)' Satu waktu Firman bekerja dan terkena di hati, saya tidak dapat menahan dan air mata saya sudah keluar, saya malu sekali). Sejak saat itulah saya berubah dan menghargai Firman TUHAN (menghargai perkara rohani). Tadinya saya sombong sekali (mata sombong), meremehkan orang lain (orang berlutut hancur hati, saya malah melihat). Tetapi begitu hati saya dijamah, saya tidak dapat lagi (mau ditutup bagaimanapun, tidak bisa lagi). Semoga hati kita ditusuk oleh pedang Firman.


  5. 'kaki yang segera lari menuju kejahatan': perjalanan hidup disucikan sehingga menuju kearah pembangunan Tubuh Kristus. Perjalanan hidup kita jangan menuju ke pembangunan Babel (ke arah jahat dan najis). Mari, arahkan semuanya ke arah pembangunan Tubuh Kristus yang sempurna.


  6. mulut bersaksi dusta. Jangan sampai ada lagi dusta, tetapi berkata benar dan baik (menjadi berkat bagi orang lain).
  7. bertengkar (pertengkaran) terjadi karena kebenaran diri sendiri. Kebenaran diri sendiri yaitu:


    • kebenaran diluar Firman (diluar alkitab). Contohnya: Firman mengatakan A, tetapi dia bilang B. Ini tidak akan dapat bertemu dan yang bertengkar adalah yang B (yang tidak sesuai dengan alkitab). Tidak mungkin yang A (yang berpegang Firman tidak mungkin bertengkar) => 'yang penting saya sudah beri tahu A, saya tidak mau B, terserah!' Kita yang sudah berpegang Firman, sudah diakui dimana-mana. Kalau yang tidak sesuai dengan Firman, minta diakui, akhirnya bertengkar. Itulah kebenaran diluar Firman ALLAH (diluar alkitab). Kebenaran diri sendiri itu dipaksakan.


    • menutupi dosa dengan cara menyalahkan orang lain. Dia sendiri yang berbuat dosa (bersalah), tetapi yang disalahkan orang lain, sehingga menimbulkan pertengkaran. Bahkan sampai menyalahkan TUHAN (menyalahkan pengajaran yang benar). Inilah yang harus disucikan.

Suara sangkakala menyucikan dan mengubahkan sidang jemaat sampai sempurna seperti YESUS, menjadi Mempelai Wanita yang siap menyambut kedatangan YESUS. Yang disucikan adalah tujuh perkara yang dibenci oleh TUHAN, pusatnya adalah hati. Hati yang jahat-najis, disucikan menjadi hati yang suci, bersih, damai sejahtera. Kalau hati sudah damai sejahtera, semuanya juga disucikan; sudah tidak ada lagi kebenaran diri sendiri, tetapi mengaku => 'ya saya yang salah (kalau soal dosa). Ya benar, Firman bilang tidak boleh (soal Firman)' Kalau sudah saling mengaku dan saling mengampuni, maka semuanya akan menjadi beres.

Apa yang harus dibaharui? Setelah yang lama disucikan, muncul yang baru.
Efesus 4: 22-32,
22. yaitu bahwa kamu, berhubung dengan kehidupan kamu yang dahulu, harus menanggalkan manusia lama, yang menemui kebinasaannya oleh nafsunya yang menyesatkan,
23. supaya kamu dibaharui di dalam roh dan pikiranmu,
24. dan mengenakan manusia baru, yang telah diciptakan menurut kehendak
Allah di dalam kebenaran dan kekudusan yang sesungguhnya.
25. Karena itu buanglah dusta dan berkatalah benar seorang kepada yang lain, karena kita adalah sesama anggota.
26. Apabila kamu menjadi marah, janganlah kamu berbuat dosa: janganlah matahari terbenam, sebelum padam amarahmu
27. dan janganlah beri kesempatan kepada Iblis.
28. Orang yang mencuri, janganlah ia mencuri lagi, tetapi baiklah ia bekerja keras dan melakukan pekerjaan yang baik dengan tangannya sendiri, supaya ia dapat membagikan sesuatu kepada orang yang berkekurangan.
29. Janganlah ada perkataan kotor keluar dari mulutmu, tetapi pakailah perkataan yang baik untuk membangun, di mana perlu, supaya mereka yang mendengarnya, beroleh kasih karunia.
30. Dan janganlah kamu mendukakan Roh Kudus Allah, yang telah memeteraikan kamu menjelang hari penyelamatan.
31. Segala kepahitan, kegeraman, kemarahan, pertikaian dan fitnah hendaklah dibuang dari antara kamu, demikian pula segala kejahatan.
32. Tetapi hendaklah kamu ramah seorang terhadap yang lain, penuh kasih mesra dan saling mengampuni, sebagaimana Allah di dalam Kristus telah mengampuni kamu.

Ay 23 => manusia lama (tubuh), jiwa (pikiran), roh. Jadi, tubuh , jiwa dan roh dibaharui.

Yang dibaharui adalah:

  1. ay 25 dusta ('buanglah dusta'), dibaharui menjadi berkata jujur = ya katakan ya, tidak katakan tidak.
  2. ay 26-27 marah dibaharui menjadi tidak boleh marah tanpa kasih (sampai matahari terbenam), tanpa sebab (tidak ada sebabnya tahu-tahu marah), karena bisa menimbulkan kebencian dan pertengkaran. Matahari menunjuk kasih. Tetapi kalau kita marah dengan kasih, maka akan menolong orang yang kita marahi (akan mengangkat orang yang sudah jatuh).


  3. ay 28 mencuri dibaharui menjadi tidak boleh mencuri. Mencuri milik TUHAN itulah persepuluhan dan persembahan khusus. Mencuri milik sesama, termasuk korupsi, hutang tidak bayar, dsb. Jika dibaharui, kita tidak mencuri lagi, tetapi justru kita dapat memberi.


  4. ay 29 perkataan kotor (perkataan sia-sia) dibaharui menjadi perkataan benar dan baik (perkataan membangun, menjadi berkat bagi orang lain).
  5. ay30-31 tidak boleh mendukakan Roh Kudus lewat kepahitan hati (iri hati, dendam dll). Kepahitan hati harus diselesaikan.


  6. ay 32 tabiat YESUS yaitu ramah, penuh kasih mesra (lemah lembut) dan saling mengampuni seperti TUHAN telah mengampuni kita. Tabiat YESUS harus ada di dalam kehidupan kita.


  7. ditambah satu lagi (sebab pelita emas ada tujuh lampunya) didalam Ef 5: 1-2

Efesus 5: 1-2,
1. Sebab itu jadilah penurut-penurut Allah, seperti anak-anak yang kekasih
2. dan hiduplah di dalam kasih, sebagaimana Kristus Yesus juga telah mengasihi kamu dan telah menyerahkan diri-Nya untuk kita sebagai persembahan dan korban yang harum bagi Allah.

Perikopnya adalah hidup menjadi anak terang. Manusia baru = menjadi anak-anak terang. Manusia baru dan anak-anak terang, bagaikan pelita yang tetap menyala (kaki dian emas yang bercahaya).

Ay 2 => 'sebagaimana Kristus Yesus juga telah mengasihi kamu dan telah menyerahkan diri-Nya untuk kita sebagai persembahan dan korban yang harum bagi Allah' => YESUS sudah taat sampai mati di kayu salib menjadi persembahan atau Korban yang berbau harum bagi ALLAH.

Jadi kita taat dengar-dengaran sampai daging tidak bersuara lagi. Mungkin tidak cocok dengan logika. Contohnya seperti murid-murid yang semalam-malaman menangkap ikan (tempat dan waktunya sudah bagus) tetapi tidak mendapatkan apa-apa. Siang-siang dan di pantai (waktu dan tempatnya kurang bagus), tetapi diperintahkan oleh YESUS untuk menebarkan jala. Ini tidak masuk akal, tidak cocok dengan logika, daging pasti bersuara => 'ini tidak cocok' Kalau daging tidak bersuara => 'terserah, mau di pantai atau di pasir, kalau TUHAN Yang menyuruh, tebarkan saja jala' Tidak ada yang mustahil bagi TUHAN. Inilah taat sampai daging tak bersuara.

Seringkali kita mau lebih bijaksana (lebih pandai, lebih berhikmat) dari TUHAN => 'nanti kalau saya mengikuti Firman, saya akan mati dsbnya' Inilah mau lebih pandai dari TUHAN (sombong). Kalau TUHAN (Firman TUHAN) Yang memerintahkan untuk menebarkan jala, jangankan di pantai yang masih ada airnya, di pasirpun, pasti akan mendapatkan ikan, sebab tidak ada yang mustahil. Semoga kita dapat mengerti.

Ini ikan secara jasmani, demikian juga ikan secara rohani, tidak ada yang mustahil bagi TUHAN. Saya membuka cabang di Surabaya bukan karena kehendak saya (justru saya tidak mau), tetapi karena kehendak TUHAN, maka saya lakukan. Mulai dari beberapa orang, saya datangi. Dulu maksudnya untuk tiga atau empat keluarga itu saja yang saya layani. Tetapi TUHAN berkehendak lain, tetap saya layani. Ikan-ikan dapat datang, sekalipun tidak mungkin bagi saya, tetapi TUHAN sudah menolong semuanya. Satu waktu saya diundang ke luar pulau untuk melayani kaum muda (waktu itu masih ada bpk pdt Pong), tetapi ditolak => 'tidak perlu datang, nanti kamu malu, tidak akan ada yang datang' Saya jawab => 'ya sudah oom, terserah. Satu orang pun yang datang, saya akan datang, kalau ini kehendak TUHAN' Akhirnya yang datang penuh, pagi lebih penuh dari sore. Orang-orang semuanya bingung.

Seringkali daging ini bersuara => 'nanti tidak bisa .. nanti kalau ikuti Firman ... memang Firman begini, tetapi kita perlu begini ... janganlah, kita harus bijaksana...' Inilah bijaksana diluar Firman, akan menuju kepada kegagalan dan kehancuran. Kalau daging masih bersuara dalam ekonomi, berbisnis, kuliah, dalam apa saja, akhirnya gagal. Tetapi kalau taat sampai daging tidak bersuara, maka TUHAN lah yang bertanggung jawab. Taat sampai daging tidak bersuara = persembahan yang berbau harum dihadapan TUHAN.

Kalau ingat bau harum, maka ingat minyak narwastu yang berbau harum. Jadi persembahan yang berbau harum merupakan suasana urapan Roh Kudus (bukan suasana daging lagi). Kalau taat sampai daging tak bersuara, mungkin bagi daging rugi, hancur, malu => 'sudah siang hari semestinya membetulkan jala, tetapi kita menebarkan jala di pantai. Kalau teman-teman melihat bisa malu' Tidak perlu malu, terus taat, sekalipun digosipkan. Asalkan TUHAN yang menyuruh (taat sesuai dengan Firman), maka TUHAN yang akan bertanggung jawab. Itulah persembahan yang berbau harum, bukan lagi suasana daging, tetapi suasana urapan Roh Kudus.

Biarlah sekarang ini kita beralih. Dalam pembukaan rahasia Firman, seorang gembala (saya) terlebih dahulu digarap oleh TUHAN. Kalau saya sebagai gembala berkenan kepada TUHAN; menjadi bintang dan malaikat dalam sidang jemaat di Tangan Kanan TUHAN, maka semua sidang jemaat juga dipegang oleh Tangan Kanan TUHAN, maka kita:

  • tidak akan jatuh, tetapi dipermuliakan.
  • selalu merasakan hadirat Imam Besar,
  • mengalami kepuasan secara rohani,
  • tidak kering,
  • tidak mencari kepuasan di dunia dan
  • disucikan-diubahkan sampai tampil sebagai tujuh kaki dian emas (gereja TUHAN yang sempurna).

Tujuh dosa yang merupakan kebencian disucikan dan tujuh tabiat daging juga disucikan. Disucikan bagaikan dipotong-potong, disembelih. Diubahkan bagaikan dibakar. Setelah disucikan/dipotong-potong, lalu masih diubahkan/dibakar, tetapi bukan untuk menghancurkan, melainkan untuk menghasilkan bau harum. Itulah suasana urapan Roh Kudus. Mari beralih, dari suasana daging (suasana dunia) beralih ke suasana persembahan harum. Sekalipun harus dipotong-potong, dibakar, tetapi berbau harum = bersuasana urapan Roh Kudus = suasana surga.

Jika kita sudah taat sampai daging tidak bersuara lagi (bersuasana urapan Roh Kudus), hasilnya adalah

  1. Kejadian 8: 20-22,
    20. Lalu Nuh mendirikan mezbah bagi TUHAN; dari segala binatang yang tidak haram dan dari segala burung yang tidak haram diambilnyalah beberapa ekor, lalu ia mempersembahkan korban bakaran di atas mezbah itu.
    21. Ketika TUHAN mencium persembahan yang harum itu, berfirmanlah TUHAN dalam hati-Nya: "Aku takkan mengutuk bumi ini lagi karena manusia, sekalipun yang ditimbulkan hatinya adalah jahat dari sejak kecilnya, dan Aku takkan membinasakan lagi segala yang hidup seperti yang telah Kulakukan.
    22. Selama bumi masih ada, takkan berhenti-henti musim menabur dan menuai, dingin dan panas, kemarau dan hujan, siang dan malam."

    Ay 21 => 'Ketika TUHAN mencium persembahan yang harum itu' => mungkin sekarang ini kita manusia daging, manusia gagal, tetapi kalau mau dipotong-potong dan dibakar (disucikan dan diubahkan) sedikit demi sedikit lewat Firman penggembalaan, sampai berbau harum, maka kita akan terlepas dari suasana kutukan.

    'Aku takkan mengutuk bumi ini lagi karena manusia' => terlepas dari sauasana kutukan.

    Hasil pertama: tidak ada kutukan lagi = suasana Firdaus (suasana urapan Roh Kudus) = berbau harum. Dulu manusia berada di Firdaus, tetapi karena berbuat dosa (berbau busuk), dibuang ke bumi (berbau busuk di bumi). Tetapi kalau di bumi ini kita mau disucikan-dibakar, sampai berbau harum, maka akan kembali kepada suasana Firdaus.

    Bersuasana Firdaus (tidak ada kutukan lagi) artinya:


    • tidak ada letih lesu, beban berat, tetapi kita mengalami perhentian dalam TUHAN, damai sejahtera, sehingga semuanya menjadi enak dan ringan. Itulah suasana berbau harum (suasana urapan Roh Kudus), bukan kutukan lagi. Roh Kudus lah yang membuat kita menjadi enak dan ringan.


    • tidak ada susah payah atau jerih payah. TUHAN katakan => 'engkau menabur benih, tetapi yang dituai duri' Susah payah hidup di dunia ini. Tetapi kalau ada Roh Kudus, maka tidak ada susah payah, artinya kita mengalami pemeliharaan langsung dari TUHAN lewat hujan yang tidak ada henti-hentinya (hujan kemurahan anugerah TUHAN) dan tidak terbatas oleh apapun.


    Dunia ini sistem susah payah. Kalau kuat memikul air untuk mengairi satu hektar, panennya satu hektar (hidupnya dari satu hektar). Dari mengandalkan kemampuan, ijasah, sampai menghalalkan segala cara, itulah dunia. Tetapi kita sistem lembah gunung, yaitu hanya bergantung kepada hujan kemurahan anugerah TUHAN (tidak dapat memikul sendiri). Kita berusaha, tetapi TUHAN yang menentukan semuanya. Tidak ada susah payah lagi, yang ada hanyalah hujan kemurahan TUHAN. Jangan bersuasana daging, sebab itu daging yang berdosa harus dipotong, dibakar (dibaharui), sampai berbau harum (taat sampai daging tak bersuara). Sungguh-sungguh kita mengalami suasana Roh Kudus (suasana Firdaus).


  2. Lukas 7: 36-38, 48-50,
    36. Seorang Farisi mengundang Yesus untuk datang makan di rumahnya. Yesus datang ke rumah orang Farisi itu, lalu duduk makan.
    37. Di kota itu ada seorang perempuan yang terkenal sebagai seorang berdosa. Ketika perempuan itu mendengar, bahwa Yesus sedang makan di rumah orang Farisi itu, datanglah ia membawa sebuah buli-buli pualam berisi minyak wangi.
    38. Sambil menangis ia pergi berdiri di belakang Yesus dekat kaki-Nya, lalu membasahi kaki-Nya itu dengan air matanya dan menyekanya dengan rambutnya, kemudian ia mencium kaki-Nya dan meminyakinya dengan minyak wangi itu.
    48. Lalu Ia berkata kepada perempuan itu: "Dosamu telah diampuni."
    49. Dan mereka, yang duduk makan bersama Dia, berpikir dalam hati mereka: "Siapakah Ia ini, sehingga Ia dapat mengampuni dosa?"
    50. Tetapi Yesus berkata kepada perempuan itu: "Imanmu telah menyelamatkan engkau, pergilah dengan selamat!"

    Ay 37 => 'Di kota itu ada seorang perempuan yang terkenal sebagai seorang berdosa' => (maaf) mungkin seorang pelacur dll. Ini sudah berbau busuk.
    Ay 38 => 'meminyakinya dengan minyak wangi itu' => ada bau harum.
    Ay 50 => "Imanmu telah menyelamatkan engkau, pergilah dengan selamat!" => tidak ada hukuman lagi.

    Hasil kedua: tidak ada hukuman lagi. Dalam pembacaan ayat ini seorang perempuan yang tercemar (maaf); pelacur, perempuan Babel, tetapi masih dapat ditolong oleh TUHAN (masih dapat berbau harum). Siapa kita? Mungkin kita sudah najis dll, tetapi masih dapat berbau harum.

    Caranya adalah duduk di bawah Kaki YESUS. Perempuan ini menangis di dekat Kaki YESUS (membasahi Kaki dengan air matanya), menyeka dengan rambutnya, mencium Kaki-Nya dll. Jadi, caranya adalah:


    • 'membasahi kaki-Nya itu dengan air matanya' artinya hancur hati; mengakui-menyesali-menyadari segala dosa-dosa.
    • 'menyekanya dengan rambutnya' artinya tidak ada kebanggaan lagi, merasa sangat tidak berharga dihadapan TUHAN, tidak layak apa-apa.
    • 'ia mencium kaki-Nya' (mencium Kaki YESUS), artinya berdamai dengan TUHAN dan meninggalkan dosa-dosanya. Dosanya diampuni, sehingga ada minyak yang berbau harum (ada persembahan yang berbau harum). Itulah suasana urapan Roh Kudus. Siapapun kita saat ini, kalau ada persembahan yang berbau harum, YESUS berkata => 'imanmu telah menyelamatkan engkau', berarti tidak ada hukuman lagi (bebas dari hukuman), kita diselamaatkan dan diberkati oleh TUHAN. Apapun keadaan kita, asalkan bisa berbau harum dihadapan TUHAN.


    Ada cara agar dapat berbau harum:


    • Nuh mempersembahkan korban yang berbau harum, maka TUHAN melepaskan dari kutukan.
    • Perempuan ini mengakui dosa-dosanya (berdamai), sehingga berbau harum (diselamatkan, dibenarkan, dan diberkati oleh TUHAN).


  3. Yohanes 12: 3, Maka Maria mengambil setengah kati minyak narwastu murni yang mahal harganya, lalu meminyaki kaki Yesus dan menyekanya dengan rambutnya; dan bau minyak semerbak di seluruh rumah itu.

    Ay 3 => Maria duduk di bawah Kaki TUHAN.

    Hasil ketiga: Maria meminyaki Kaki YESUS dengan minyak yang berbau harum (suasana urapan Roh Kudus), artinya Roh Kudus memakai kehidupan kita dalam kegerakan Roh Kudus hujan akhir = kegerakan pembangunan Tubuh Kristus. Maria meminyaki Kaki YESUS untuk penguburan-Nya.

    Penguburan itu merupakan pelayanan tubuh yang terakhir (sesudah itu tidak ada lagi). Pembangunan Tubuh Kristus mulai dari:


    • kita dipakai dalam nikah. Layanilah nikah dengan sungguh-sungguh (dalam urapan Roh Kudus).
    • dalam penggembalaan. Sebagai apapun kita, layani penggembalaan dengan sungguh-sungguh.
    • antar penggembalaan (kunjungan-kunjungan) baik yang ikut ataupun yang tinggal, mari melayani dengan sungguh-sungguh. Yang ikut melayani dengan sungguh-sungguh (bukan untuk jalan-jalan). Yang tinggal, juga tetap melayani; berdoa dengan sungguh-sungguh. Kita tetap sebagai satu tim.


    Minyak narwastu seharga tiga ratus dinar = gaji selama satu tahun. Jika minyak seharga gaji satu tahun digunakan untuk meminyaki Kaki YESUS, mau makan apa? Jadi, semuanya harus dikorbankan untuk pelayanan pembangunan Tubuh Kristus (waktu, tenaga, uang, perasaan, apa saja), kecuali satu yaitu pengajaran yang benar. Pengajaran yang benar (YESUS sebagai Kepala) tidak boleh dikorbankan. Kalau ada tubuh tanpa kepala, semuanya akan lari.

    Inilah suasana urapan Roh Kudus. Kita semuanya akan dipakai oleh TUHAN. Melayani apa saja, dalam nikah: suami mengasihi isteri, isteri tunduk, anak taat. Inilah suasana minyak yang berbau harum, sehingga tidak ada kutukan di dalam rumah tangga (seperti Nuh):


    • tidak ada letih lesu, beban berat, tetapi ada hujan kemurahan TUHAN,
    • tidak ada hukuman dalam rumah tangga, yang ada adalah keselamatan dan berkat TUHAN.
    • ada pemakaian TUHAN.


    Demikian juga dalam penggembalaan. Jika semuanya melayani dalam urapan (berbau harum), maka akan ada hujan kemurahan TUHAN (tidak ada letih lesu, beban berat, semuanya enak dan ringan), ada keselamatan dan ada pemakaian TUHAN atas kehidupan kita. Semuanya harus dikorbankan kecuali Firman pengajaran yang benar. Yudas terlalu perhitungan, pada ayat-ayat selanjutnya Yudas mengamuk. Saat Maria meminyaki Kaki YESUS dengan minyak narwastu yang mahal, Yudas berkata => 'itu pembososan' Karena Yudas terlalu perhitungan, maka dia tidak dihitung oleh TUHAN. Semoga kita dapat mengerti.

    Jangan kikir dan jangan serakah seperti Yudas (terlalu perhitungan kepada TUHAN), akhirnya dia tidak dihitung oleh TUHAN. Tetapi kalau kita dipakai dalam pembangunan Tubuh Kristus, maka sehelai rambutpun dihitung oleh TUHAN (sehelai rambutpun tidak boleh jatuh = utuh). Kita benar-benar diperhatikan, dilindungi, dipelihara oleh TUHAN. Tidak perlu takut! Pengorbanan-pengorbanan kita baik waktu, tenaga, uang, tidak sebanding dengan Korban Kristus. Kalau saudara dan saya sudah mulai hitung-hitung (perhitungan) => 'semestinya waktu-ku untuk ini, tetapi untuk melayani (latihan), semestinya uangku untuk ini, tetapi digunakan untuk bayar ongkos' Ingatlah Korban Kristus => 'semuanya yang saya lakukan, tidak sebanding dengan Korban Kristus' Kalau kita rela berkorban untuk dipakai dalam pembangunan Tubuh Kristus, sehelai ramputpun tidak akan dibiarkan jatuh (dihitung oleh TUHAN).

    Sekalipun kita tidak berdaya/tidak berharga seperti sehelai rambut, tetapi TUHAN memperhatikan, memperdulikan, memelihara, menolong kehidupan kita dan TUHAN mengubahkan kehidupan kita semuanya. Roh Kudus mengadakan mujizat, yaitu mengubahkan kehidupan kita menjadi kuat dan teguh hati. Biarpun Yudas mengatakan => 'pemborosan, pemborosan' (menghina), tetapi Maria tetap kuat dan teguh hati.

    Kuat dan teguh hati artinya:


    • tetap percaya dan berharap hanya kepada TUHAN,
    • saat dicela kita tidak membalas = berdiam diri.


    Roh Kudus mengubahkan kehidupan kita dari manusia daging menjadi manusia rohani seperti YESUS, mulai dari kuat dan teguh hati. Jangan mundur setapakpun. Jika kuat teguh hati, maka mujizat jasmani juga terjadi (Roh Kudus mengadakan mujizat jasmani). Waktu Maria menghadapi Lazarus yang sudah mati selama empat hari, dia tersungkur di depan YESUS sebab ia percaya dan mempercayakan diri kepada TUHAN. Hanya itulah yang Maria lakukan. Tetapi Marta ditegor oleh TUHAN => 'Marta, kalau engkau percaya, engkau melihat kemuliaan TUHAN' Marta tidak percaya, tetapi Maria tetap percaya. Maria tidak meratap ke kuburan, tetapi tersungkur dibawah Kaki YESUS => 'seandainya Engkau ada, pasti saudaraku tidak akan mati'

    Kalau percaya dan berharap kepada TUHAN (kuat dan teguh hati), maka Roh Kudus (Roh Kemuliaan) mengadakan mujizat secara jasmani, yaitu


    • yang sudah mati (jadi bangkai) bisa hidup atau bangkit kembali,
    • yang mustahil menjadi tidak mustahil.


    Jika TUHAN datang kembali ke dua kali:


    • kita diubahkan menjadi sama mulia dengan Dia. Inilah suasana urapan Roh Kudus (persembahan yang berbau harum).
    • tidak ada kutukan lagi (tidak ada letih lesu, beban berat, semuanya enak dan ringan, ada hujan kemurahan TUHAN),
    • tidak ada penghukuman (yang ada keselamatan dan berkat dari TUHAN),
    • kita dipakai oleh TUHAN. Dalam pemakaian TUHAN, terjadi mujizat-mujizat. Kita diubahkan menjadi kuat dan teguh hati. Biarpun seperti sehelai rambut, kita tetap kuat (tidak jatuh, tetap dihitung); dihina tidak melawan (berdiam diri) dan tetap percaya/berharap kepada TUHAN. Mujizat jasmani juga terjadi, yaitu Lazarus yang sudah mati empat hari dibangkitkan. Terjadi mujizat yang terakhir, yaitu kita menjadi sama mulia dengan Dia.

Kita membutuhkan Roh Kudus pada saat ini. Biarlah kita mengalami suasana yang berbau harum. Daging yang membuat sedih, gagal, letih lesu, beban berat, tetapi Roh Kudus yang menolong kita semuanya.

TUHAN memberkati kita semuanya.

kembali ke halaman sebelumnya
IBADAH RUTIN DI MALANG

Minggu jam 06:45 (Ibadah Raya)
Minggu jam 10:15 (Ibadah Sekolah Minggu)
Selasa jam 17:15 (Ibadah Pendalaman Alkitab)
Rabu jam 07:30 (Ibadah Kaum Wanita)
Kamis jam 17:15 (Ibadah Doa Penyembahan)
Sabtu jam 17:15 (Ibadah Kaum Muda Remaja)

IBADAH RUTIN DI MEDAN
Royal Room Hotel Danau Toba Internasional
Jl. Imam Bonjol Medan

Minggu, jam 18:45 (Ibadah Raya)
Senin, jam 08:00 (Ibadah Pendalaman Alkitab)
Senin, jam 17:30 (Ibadah Pendalaman Alkitab)

IBADAH RUTIN DI SURABAYA

Minggu jam 09:00 (Ibadah Sekolah Minggu)
Minggu jam 10:15 (Ibadah Raya)
Rabu jam 17:30 (Ibadah Pendalaman Alkitab)
Jumat jam 17:30 (Ibadah Doa Penyembahan)


IBADAH RUTIN DI JAKARTA
Jl. Patra Kuningan XIV no.4
Jakarta Selatan
Sabtu, jam 09:00 (Ibadah Pendalaman Alkitab)

IBADAH KUNJUNGAN
All Right Reserved Gereja Pantekosta Tabernakel "KRISTUS KASIH"
Jln. Simpang Borobudur 27 Malang | Telp: (0341) 496949 | Fax: (0341) 476751 » Lihat Peta Gereja Kami di Malang
Jln. WR Supratman 4 Surabaya | Telp. 08123300378 » Lihat Peta Gereja Kami di Surabaya
hubungi kami | email: info@gptkk.org | sitemap | top