English Language | Form Penggembalaan
RINGKASAN KOTBAH IBADAH RUTIN DAN IBADAH KUNJUNGAN
RINGKASAN LAINNYA

Ibadah Doa Surabaya, 31 Januari 2018 (Rabu Sore)
Dari rekaman ibadah doa di Medan

Salam sejahtera dalam kasih sayangnya TUHAN kita Yesus Kristus. Selamat malam, selamat...

Ibadah Doa Malang, 24 Maret 2015 (Selasa Sore)
Bersamaan dengan Ibadah Doa Puasa session III

Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Ibadah Doa Surabaya, 14 Oktober 2015 (Rabu Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayangnya TUHAN kita Yesus Kristus. Selamat malam, selamat mendengarkan firman TUHAN. Biarlah damai...

Ibadah Pendalaman Alkitab Surabaya, 24 April 2019 (Rabu Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayangnya TUHAN kita Yesus Kristus. Selamat malam, selamat mendengarkan firman TUHAN. Biarlah damai...

Ibadah Pendalaman Alkitab Surabaya, 27 September 2010 (Senin Sore)
Matius 25: 16-30= sikap kita dan sikap Tuhan terhadap talenta.
Sikap kita ada yang positif dan ada yang...

Ibadah Pendalaman Alkitab Malang, 23 Agustus 2018 (Kamis Sore)
Bersamaan dengan Penataran Imam dan Calon Imam II

Ibadah Kaum Muda Remaja Surabaya, 07 Juni 2014 (Sabtu sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Lukas 6 secara keseluruhan menunjuk pada kebenaran...

Ibadah Raya Surabaya, 25 November 2018 (Minggu Siang)
Salam sejahtera dalam kasih sayangnya TUHAN kita Yesus Kristus. Selamat siang, selamat mendengarkan firman TUHAN. Biarlah damai...

Ibadah Paskah Kaum Muda Malang, 22 April 2017 (Sabtu Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Lukas 11:24-26
11:24 "Apabila roh jahat keluar...

Ibadah Doa Surabaya, 15 Mei 2013 (Rabu Sore)
Pembicara: Pdm. Gideon Pakpahan

Matius 28 :16-20 tentang “perintah untuk memberitakan Injil” = PENYEBARAN SHEKINAH GLORY/PENYEBARAN TERANG.

Penyebaran terang adalah kita dipakai oleh Tuhan dalam kegerakan...

Ibadah Doa Malang, 27 Oktober 2015 (Selasa Sore)
Pembicara: Pdt. Mikha Sanda Toding

Matius 15:21-28
15:21 Lalu Yesus pergi dari situ dan menyingkir ke...

Ibadah Pendalaman Alkitab Malang, 30 April 2015 (Kamis Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Wahyu 2-3 adalah tentang tujuh percikan...

Ibadah Doa Malang, 13 Oktober 2009 (Selasa Sore)
Matius 24:32-35 menunjuk pada NUBUAT TENTANG POHON ARA (bangsa Israel).

Pohon ara...

Ibadah Raya Surabaya, 15 September 2013 (Minggu Sore)
Bersamaan dengan penataran imam dan calon imam I

Salam sejahtera dalam kasih sayangnya Tuhan kita Yesus Kristus. Selamat malam,...

Ibadah Kaum Muda Remaja Malang, 06 April 2019 (Sabtu Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Lukas 13: 10-13 => menyembuhkan orang sakit pada...


TRANSKRIP LENGKAP

Doa Surabaya (Rabu, 26 November 2014)
Tayang: 10 Mei 2019
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 24 November 2014)
Tayang: 10 Mei 2019
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 23 November 2014)
Tayang: 07 Januari 2019
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 19 November 2014)
Tayang: 07 Januari 2019
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 17 November 2014)
Tayang: 07 Januari 2019
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 09 November 2014)
Tayang: 22 Agustus 2018
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 05 November 2014)
Tayang: 04 Juni 2018
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 03 November 2014)
Tayang: 04 Juni 2018
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 02 November 2014)
Tayang: 03 Maret 2018
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 20 Oktober 2014)
Tayang: 13 Desember 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 13 Oktober 2014)
Tayang: 13 Desember 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 12 Oktober 2014)
Tayang: 24 Oktober 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 08 Oktober 2014)
Tayang: 18 September 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 06 Oktober 2014)
Tayang: 05 September 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 05 Oktober 2014)
Tayang: 05 September 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 01 Oktober 2014)
Tayang: 05 September 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 29 September 2014)
Tayang: 24 Juni 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 21 September 2014)
Tayang: 19 Mei 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 17 September 2014)
Tayang: 29 April 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 15 September 2014)
Tayang: 29 April 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]



Untuk Koneksi Lambat, silahkan buka http://id.gptkk.org
Transkrip lengkap dari ibadah penggembalaan di Malang dan Surabaya, semuanya di bawakan oleh gembala sidang Pdt. Widjaja Hendra.

Silahkan kontak ke info@gptkk.org apabila bapak/ibu/sdr/sdri ada pertanyaan atau mungkin ingin berlangganan majalah Manna dan silahkan kirim email ke widjaja_h [at] yahoo.com apabila ingin konsultasi pribadi dengan bapak gembala
silahkan ganti tanda [at] dengan @
Cari ringkasan:   
[versi cetak]
Cari rekaman ibadah ini di: http://www.kabarmempelai.org
Ibadah Doa Surabaya, 06 Maret 2013 (Rabu Sore)

Bersamaan dengan penataran imam dan calon imam II

Matius 28 dalam susunan tabernakel ini menunjuk kepada SHEKINAH GLORY/SINAR KEMULIAAN.

Dibalik salib/kematian, pasti ada sinar kemuliaan/shekinah glory.
Matius 28 terbagi menjadi 3 bagian yaitu

  1. Matius 28 : 1-10 tentang "kebangkitan Yesus" = shekinah glory menyinari hati yang gelap (hati yang keras), sehingga terjadi pembaharuan hidup dari manusia daging menjadi manusia rohani seperti Yesus.


  2. Matius 28 : 11-15 tentang "dusta mahkamah agama" = penyebaran kegelapan (tentang dusta).
  3. Matius 28 :16-20 tentang "perintah untuk memberitakan Injil" = penyebaran Shekinah Glory/penyebaran terang.

Kita berada pada bagian yang ketiga yaitu PENYEBARAN TERANG SHEKINAH GLORY.

Penyebaran terang adalah kita dipakai oleh Tuhan dalam kegerakan besar yang sesuai dengan amanat agung Tuhan.

Ada 2 macam kegerakan besar yang sesuai dengan amanat agung Tuhan yaitu


  1. Matius 28 : 18-19
    28:18 Yesus mendekati mereka dan berkata: "Kepada-Ku telah diberikan segala kuasa di sorga dan di bumi.
    28:19 Karena itu pergilah, jadikanlah semua bangsa murid-Ku dan baptislah mereka dalam nama Bapa dan Anak dan Roh Kudus,

    Kegerakan yang pertama adalah kegerakan Roh Kudus hujan awal = kegerakan dalam injil keselamatan = firman penginjilan untuk menyelamatkan orang-orang berdosa lewat baptisan air.

    Kegerakan Roh Kudus hujan awal menghasilkan pertumbuhan secara kuantitas (jumlah).


  2. Matius 28 : 20
    28:20 dan ajarlah mereka melakukan segala sesuatu yang telah Kuperintahkan kepadamu. Dan ketahuilah, Aku menyertai kamu senantiasa sampai kepada akhir zaman."

    Kegerakan yang kedua adalah kegerakan Roh Kudus hujan akhir = kegerakan dalam cahaya Injil tentang kemuliaan Kristus = firman pengajaran yang lebih tajam dari pedang bermata dua untuk menyucikan orang-orang yang sudah selamat menjadi sempurna tak bercacat cela seperti dengan Yesus.
    Atau untuk membawa orang yang sudah selamat masuk dalam pembangunan tubuh Kristus yang sempurna = menjadi mempelai wanita surga yang layak untuk menyambut kedatangan Tuhan Yesus kedua kali.

    Kegerakan Roh Kudus hujan akhir menghasilkan pertumbuhan secara kualitas sampai sempurna (tubuh Kristus yang sempurna).

Kehidupan yang dipakai dalam kegerakan yang besar adalah imam-imam dan raja-raja.

Imam adalah

  1. Seorang yang memangku jabatan pelayanan.
  2. Seorang yang suci.
  3. Seorang yang dipakai dalam pelayanan pembangunan tubuh Kristus.

Seorang imam harus memiliki tahbisan yang benar, mengapa demikian ? sebab ada perbedaan antara melayani yang benar dan yang tidak benar.

Contohnya adalah (Kitab Kejadian) Kain tahbisannya tidak benar sehingga pelayanannya ditolak oleh Tuhan, Habel tahbisannya benar sehingga pelayannya diterima oleh Tuhan.

Keluaran 29 INI PASAL TAHBISAN (kita belajar dari Imam Harun dan anak-anaknya).

Dalam Keluaran 29 ada 3 bagian dasar dari tahbsian yang benar, antara lain:

  1. Kejadian 29 : 1
    29:1. "Inilah yang harus kaulakukan kepada mereka, untuk menguduskan mereka, supaya mereka memegang jabatan imam bagi-Ku: Ambillah seekor lembu jantan muda dan dua ekor domba jantan yang tidak bercela,

    Yang pertama adalah harus ada korban binatang.


  2. Kejadian 29 : 2-3
    29:2 roti yang tidak beragi dan roti bundar yang tidak beragi, yang diolah dengan minyak, dan roti tipis yang tidak beragi, yang diolesi dengan minyak; dari tepung gandum yang terbaik haruslah kaubuat semuanya itu.
    29:3 Kautaruhlah semuanya dalam sebuah bakul dan
    kaupersembahkanlah semuanya dalam bakul itu, demikian juga lembu jantan dan kedua domba jantan itu.

    Yang kedua adalah harus ada korban makanan.


  3. Keluaran 29 : 4-7
    29:4 Lalu kausuruhlah Harun dan anak-anaknya datang ke pintu Kemah Pertemuan dan haruslah engkau membasuh mereka dengan air.
    29:5 Kemudian
    kauambillah pakaian itu, lalu kaukenakanlah kepada Harun kemeja, gamis baju efod, dan baju efod serta tutup dada; kaukebatkanlah sabuk baju efod kepadanya;
    29:6 kautaruhlah serban di kepalanya dan jamang yang kudus kaububuh pada serban itu.
    29:7 Sesudah itu
    kauambillah minyak urapan dan kautuang ke atas kepalanya, dan kauurapilah dia.

    Yang ketiga adalah harus ada minyak urapan.

    Jadi sesudah mandi dan berpakaian, baru diberikan minyak urapan.

Malam ini kita bahas mengenai MINYAK URAPAN
.

Proses untuk mendapatkan minyak urapan, antara lain:

  1. Kejadian 29 : 4
    29:4 Lalu kausuruhlah Harun dan anak-anaknya datang ke pintu Kemah Pertemuan dan haruslah engkau membasuh mereka dengan air.

    Proses yang pertama adalah imam harus dibasuh dengan air.

    "dibasuh dengan air" ini menunjuk BAPTISAN AIR.

    Matius 3 : 16
    3:16 Sesudah dibaptis, Yesus segera keluar dari air dan pada waktu itu juga langit terbuka dan Ia melihat Roh Allah seperti burung merpati turun ke atas-Nya,

    Seorang imam harus dibaptis seperti Yesus dibaptis (baptisan yang benar) yaitu kita dikuburkan dalam air bersama dengan Yesus dan kita bangkit keluar dari air untuk mendapatkan hidup baru = hidup surgawi yaitu hidup dalam kebenaran.

    Sesudah itu "Roh Kudus seperti burung merpati turun" = hidup dalam damai sejahtera (tidak ada kebencian, tidak ada dendam, tidak ada iri).
    Merpati itu lambang ketulusan = hidup dalam ketulusan hati = kejujuran (bila ya katakan ya, bila tidak katakan tidak dan tidak munafik).


  2. Keluaran 29 : 5-6
    29:5 Kemudian kauambillah pakaian itu, lalu kaukenakanlah kepada Harun kemeja, gamis baju efod, dan baju efod serta tutup dada; kaukebatkanlah sabuk baju efod kepadanya;
    29:6 kautaruhlah serban di kepalanya dan jamang yang kudus kaububuh pada serban itu.

    Proses yang kedua adalah harus memakai jubah pelayanan.

    Sesudah mandi (baptisan air) harus berpakaian, sebab bila telanjang tidak bisa dipakai oleh Tuhan.

    Keluaran 28 : 2
    28:2 Haruslah engkau membuat pakaian kudus bagi Harun, abangmu, sebagai perhiasan kemuliaan.

    Jubah pelayanan = pakaian pelayanan = pakaian imamat = pakaian kudus artinya
    HIDUP DALAM KEKUDUSAN/KESUCIAN.

    Kalau kesucian meningkat, maka urapan Roh Kudus meningkat. Bila kesucian menurun, maka urapan Roh Kudus turun bahkan sampai kering.

    Kesucian inilah yang menentukan urapan dalam kehidupan kita !

    Supaya para imam hidup dalam kekudusan maka seorang imam harus hidup dalam ruangan suci itulah kandang penggembalaan = ketekunan dalam 3 macam ibadah pokok yaitu


    • Pelita emas = ketekunan dalam ibadah raya.
    • Meja roti sajian = ketekunan dalam ibadah pendalaman Alkitab dan perjamuan suci.
    • Medzbah dupa emas = ketekunan dalam ibadah doa penyembahan.


    Seorang imam MUTLAK/HARUS hidup di kandang penggembalaan. Sebab di dalam kandang penggembalaan kita mengalami penyucian secara intensif mulai dari dalam hati pikiran, perbuatan, perkataan disucikan sampai satu waktu kita sempurna seperti Yesus.

    Jadi sesudah baptisan air maka seorang imam harus memakai pakaian kudus yaitu hidup dalam kekudusan.
    Di dalam kandang penggembalaan ada jaminan untuk hidup dalam kesucian.

    Efesus 4 : 11-12
    4:11 Dan Ialah yang memberikan baik rasul-rasul maupun nabi-nabi, baik pemberita-pemberita Injil maupun gembala-gembala dan pengajar-pengajar,
    4:12 untuk
    memperlengkapi orang-orang kudus bagi pekerjaan pelayanan, bagi pembangunan tubuh Kristus,

    Jika kita hidup dalam kesucian maka Tuhan akan memberikan jabatan pelayanan dan karunia-karunia Roh Kudus. Sehingga kita dipakai dalam kegerakan besar yaitu kegerakan dalam pembangunan tubuh Kristus yang sempurna.
    Contoh jabatan pelayanan : sebagai gembala, rasul, nabi, pemain musik, penerima tamu dll.

    Jabatan dan karunia Roh Kudus = JUBAH MAHA INDAH.

    Kalau kita dipakai dalam pembangunan tubuh Kristus, kita bukan disiksa dll. Tapi Tuhan sedang membuat hidup kita indah pada wakatu Nya.
    Jadi semakin kita dipakai maka semakin indah hidup kita.

    Sekalipun saat dipakai oleh Tuhan, kita melakukan pengorbanan-pengorbanan. Tetapi Tuhan tidak menipu kita !

    Diluar sistem penggembalaan pasti kita tercerai berai, tidak masuk kesatuan tubuh Kristus (tidak masuk pembangunan tubuh Kristus yang sempurna).
    Dan cepat atau lambat pasti melanggar kesucian = jatuh dalam dosa sampai puncaknya dosa yaitu dosa makan minum dan kawin mengawinkan. Sehingga masuk dalam pembangunan babel yang akan dibinasakan oleh Tuhan.


  3. Keluaran 29 : 7
    29:7 Sesudah itu kauambillah minyak urapan dan kautuang ke atas kepalanya, dan kauurapilah dia.

    Proses yang ketiga adalah menerima minyak urapan Roh Kudus.

    Jika kita menerima minyak urapan Roh Kudus di dalam ruangan suci (Imamat 21 : 12), maka kehidupan kita dikhususkan menjadi biji mata Tuhan. Sehingga tidak dapat dijamah oleh siapapun juga termasuk : setan dengan dosa-dosa, antikris dengan kedagingannya (kekuatan mammon), nabi palsu dengan kekuatan roh dusta tidak bisa menjamah kita.

    Daud mengakui bahwa "jangan menjamah orang yang diurapi oleh Tuhan" = Daud raja yang hebat tetapi menghargai urapan Tuhan. Sebab menjamah orang yang diurapi oleh Tuhan berarti menjamah biji mata Tuhan sendiri.

    Untuk itu antara Gembala dan sidang jemaat harus saling menjaga !
    Karena seringkali kita menjamah orang yang diurapi oleh Tuhan dengan kata-kata yaitu suka menjelekkan orang, memfitnah dll.
    Hal itu sangat berbahaya, sebab jika menjamah biji mata Tuhan sendiri itu ada hukuman yang dahsyat sampai kebinasaan.

    Kita jangan saling menjamah dengan kata-kata, baik dengan menggosip yang tidak diketahui kebenarannya, dengan fitnah. Lebih baik sesama imam yang diurapi kita saling mendoakan, supaya kita tahan sampai kedatangan Tuhan Yesus kedua kali.

Jika kehidupan kita tidak benar, tidak suci, tercemar dalam dosa sampai puncaknya dosa. Apakah kita masih bisa mengalami minyak urapan Tuhan ? bisa.

Caranya adalah
Lukas 7 : 37-38
7:37 Di kota itu ada seorang perempuan yang terkenal sebagai seorang berdosa. Ketika perempuan itu mendengar, bahwa Yesus sedang makan di rumah orang Farisi itu, datanglah ia membawa sebuah buli-buli pualam berisi minyak wangi.
7:38 Sambil menangis ia pergi berdiri di belakang Yesus dekat kaki-Nya, lalu membasahi kaki-Nya itu dengan air matanya dan menyekanya dengan rambutnya, kemudian ia mencium kaki-Nya dan meminyakinya dengan minyak wangi itu.

Perempuan yang sudah terkenal sebagai seorang berdosa = tercemar dalam dosa sampai puncaknya dosa, tetapi masih bisa mengalami minyak urapan Roh Kudus yang berbau harum.

Sudah berbau busuk tetapi bisa berbau harum begitu kemurahan Tuhan bagi seorang imam.

Prosesnya adalah

  1. Yang pertama adalah "mendengar tentang Yesus" = mendengar firman pengajaran yang benar dalam sistem penggembalaan sampai hati terharu.

    Hati terharu = hancur hati ("ada linangan air mata") = menyadari dosa-dosanya.

    Sekeras apapun hati kita ini, kalau masih bisa terharu saat mendengar firman maka bagaikan batu pualam yang masih bisa hancur.

    Kalau sudah seperti Yudas maka bagaikan batu kilangan yang sudah tidak bisa hancur = tidak bisa bertobat = tidak bisa ditolong.


  2. Yang kedua adalah "mencium kaki Yesus dengan linangan air mata" = berdamai.

    Berdamai yaitu mengaku dosa dengan hancur hati kepada Tuhan dan sesama, jika diampuni jangan berbuat dosa lagi.
    Tuhan maha pengampun, Tuhan mengampuni segala dosa kita.

    Jika dosa kita sudah diampuni dan kita melakukan dosa itu lagi maka bertambah keras sampai tidak bisa hancur = tidak bisa bertobat.


  3. Yang ketiga adalah "menyeka dengan rambutnya".

    "rambut" ini menunjuk kebanggaan-kebanggaan.

    "menyeka dengan rambutnya" ini berarti merendahkan diri (rendah hati) =


    • Mengakui saya tidak layak apa-apa, karena banyak dosa-dosa.
    • Mengakui tidak bisa berbuat apa-apa, baik dalam pekerjaan, sekolah dll.
    • Mengakui saya tidak ada apa-apanya = tidak ada yang bisa dibanggakan = hanya tanah liat belaka.


    Maka minyak urapan Roh Kudus yang berbau harum turun dalam hidup kita bagaikan "burung merpati turun ke atas Yesus"

    Hasilnya bila sudah diurapi oleh Roh Kudus yang berbau harum yaitu


    • Ibrani 13 : 15-16
      13:15 Sebab itu marilah kita, oleh Dia, senantiasa mempersembahkan korban syukur kepada Allah, yaitu ucapan bibir yang memuliakan nama-Nya.
      13:16 Dan
      janganlah kamu lupa berbuat baik dan memberi bantuan, sebab korban-korban yang demikianlah yang berkenan kepada Allah.

      Kita selalu mengucap syukur kepada Tuhan (tidak ada gosip-gosip, omelan, bersungut-sungut) dan "memberi bantuan" = rela memberi/suka memberi untuk pekerjaan Tuhan dan kepada sesama yang membutuhkan.
      Jadi ada ucapan bibir yang memuliakan Tuhan (perkataan baik) disertai perbuatan yang baik.

      Ibrani 13 : 17
      13:17 Taatilah pemimpin-pemimpinmu dan tunduklah kepada mereka, sebab mereka berjaga-jaga atas jiwamu, sebagai orang-orang yang harus bertanggung jawab atasnya. Dengan jalan itu mereka akan melakukannya dengan gembira, bukan dengan keluh kesah, sebab hal itu tidak akan membawa keuntungan bagimu.

      Dan sifatnya adalah taat dengar-dengaran.

      Jika taat dengar-dengaran maka kehidupan itu akan berhasil dan indah pada waktu Nya.


    • Doa penyembahan.
      Doa penyembahan = menaikkan asap dupa yang berbau harum dihadapan Tuhan. Ini pengakuan bahwa Yesus adalah Mesias yang diurapi, Yesus adalah Imam Besar. Dan kita hanya bersandar kepada Dia.

      Ibrani 4 : 14-16
      4:14 Karena kita sekarang mempunyai Imam Besar Agung, yang telah melintasi semua langit, yaitu Yesus, Anak Allah, baiklah kita teguh berpegang pada pengakuan iman kita.
      4:15 Sebab Imam Besar yang kita punya,
      bukanlah imam besar yang tidak dapat turut merasakan kelemahan-kelemahan kita, sebaliknya sama dengan kita, Ia telah dicobai, hanya tidak berbuat dosa.
      4:16 Sebab itu marilah kita dengan penuh keberanian menghampiri takhta kasih karunia, supaya kita menerima rahmat dan
      menemukan kasih karunia untuk mendapat pertolongan kita pada waktunya.

      Kita menyembah dan mengaku Yesus Imam Besar = kita bersandar kepada Yesus Imam Besar maka :


      1. "Imam Besar turut merasakan kelemahan kita" artinya Tuhan menanggung/menyedot segala letih lesu, beban berat kita, sehingga kita merasakan kelegaan, perhentian sampai semuanya enak dan ringan.


      2. Imam besar sanggup menolong kita (mengadakan mujizat bagi kita) tepat pada waktu Nya. Yang mustahil menjadi tidak mustahil.


    • Ibrani 12 : 2
      12:2 Marilah kita melakukannya dengan mata yang tertuju kepada Yesus, yang memimpin kita dalam iman, dan yang membawa iman kita itu kepada kesempurnaan, yang dengan mengabaikan kehinaan tekun memikul salib ganti sukacita yang disediakan bagi Dia, yang sekarang duduk di sebelah kanan takhta Allah.

      Yesus Imam Besar sanggup menyucikan dan mengubahkan kita sampai kesempurnaan dan membawa kita kepada tahta Kerajaan Surga.

Tuhan memberkati.

kembali ke halaman sebelumnya
IBADAH RUTIN DI MALANG

Minggu jam 06:45 (Ibadah Raya)
Minggu jam 10:15 (Ibadah Sekolah Minggu)
Selasa jam 17:15 (Ibadah Pendalaman Alkitab)
Rabu jam 07:30 (Ibadah Kaum Wanita)
Kamis jam 17:15 (Ibadah Doa Penyembahan)
Sabtu jam 17:15 (Ibadah Kaum Muda Remaja)

IBADAH RUTIN DI MEDAN
Royal Room Hotel Danau Toba Internasional
Jl. Imam Bonjol Medan

Minggu, jam 18:45 (Ibadah Raya)
Senin, jam 08:00 (Ibadah Pendalaman Alkitab)
Senin, jam 17:30 (Ibadah Pendalaman Alkitab)

IBADAH RUTIN DI SURABAYA

Minggu jam 09:00 (Ibadah Sekolah Minggu)
Minggu jam 10:15 (Ibadah Raya)
Rabu jam 17:30 (Ibadah Pendalaman Alkitab)
Jumat jam 17:30 (Ibadah Doa Penyembahan)


IBADAH RUTIN DI JAKARTA
Jl. Patra Kuningan XIV no.4
Jakarta Selatan
Sabtu, jam 09:00 (Ibadah Pendalaman Alkitab)

IBADAH KUNJUNGAN
  • 26-28 November 2019
    (Ibadah Kunjungan di Ciawi & Jakarta)

  • 13 Desember 2019
    (Ibadah Natal di Bondowoso)

  • 28-30 Januari 2020
    (Ibadah Kunjungan di Medan)

  • 13-18 April 2020
    (Ibadah Kunjungan di Korea Selatan)

All Right Reserved Gereja Pantekosta Tabernakel "KRISTUS KASIH"
Jln. Simpang Borobudur 27 Malang | Telp: (0341) 496949 | Fax: (0341) 476751 » Lihat Peta Gereja Kami di Malang
Jln. WR Supratman 4 Surabaya | Telp. 08123300378 » Lihat Peta Gereja Kami di Surabaya
hubungi kami | email: info@gptkk.org | sitemap | top