English Language | Form Penggembalaan
RINGKASAN KOTBAH IBADAH RUTIN DAN IBADAH KUNJUNGAN
RINGKASAN LAINNYA

Ibadah Persekutuan di Semarang II, 21 September 2012 (Jumat Pagi)
Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Tema:
I Korintus 3:9b
3:9b kamu adalah...

Ibadah Doa Surabaya, 20 Januari 2016 (Rabu Sore)
Pembicara: Pdm. Youpri Ardiantoro

Puji TUHAN, salam sejahtera, selamat sore,...

Ibadah Raya Surabaya, 08 Juni 2014 (Minggu Sore)
Bersamaan dengan hari Pentakosta

Salam sejahtera dalam kasih sayangnya Tuhan kita Yesus Kristus. Selamat malam, selamat mendengarkan Firman Tuhan....

Ibadah Persekutuan Malang V, 02 Agustus 2012 (Kamis Sore)
Tema: "Mempelai datang! Songsonglah Dia!" (Matius 25:6)

Matius 25:6
25:6 Waktu tengah malam terdengarlah suara orang berseru:...

Ibadah Kunjungan di Manokwari I, 19 Maret 2013 (Selasa Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

1 Yohanes 4:8
4:8 Barangsiapa tidak mengasihi,...

Ibadah Kaum Muda Remaja Malang, 18 Juni 2016 (Sabtu Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Lukas 9:54-56
9:54 Ketika dua murid-Nya, yaitu Yakobus...

Ibadah Doa Surabaya, 04 Mei 2018 (Jumat Sore)
Dari siaran tunda ibadah doa di Melaka

Salam sejahtera dalam kasih sayangnya TUHAN kita Yesus Kristus. Selamat malam,...

Ibadah Doa Malang, 06 April 2010 (Selasa Sore)
Matius 25:1
25:1. "Pada waktu itu hal Kerajaan Sorga seumpama sepuluh gadis, yang mengambil...

Ibadah Kunjungan Soroako II, 22 Februari 2012 (Rabu Pagi)
Lukas 1:37
1:37 Sebab bagi Allah tidak ada yang mustahil.

Ibadah Doa Malang, 25 Januari 2018 (Kamis Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayangnya Tuhan kita Yesus Kristus.

Wahyu 6:12-17
6:12 Maka aku melihat, ketika...

Ibadah Doa Surabaya, 28 Oktober 2015 (Rabu Sore)
Pembicara: Pdt. Dadang Hadi Santoso

Selamat malam, salam sejahtera dalam kasih sayangnya TUHAN kita Yesus Kristus. Kiranya damai sejahtera,...

Ibadah Raya Surabaya, 27 Desember 2009 (Minggu Sore)
Matius 24: 43-44
Kita harus selalu berjaga-jaga, caranya adalah lewat tidak tidur rohani...

Ibadah Raya Malang, 16 November 2014 (Minggu Pagi)
Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Wahyu 2-3 adalah penyucian terakhir yang...

Ibadah Raya Malang, 05 Februari 2012 (Minggu Pagi)
Matius 26:57-68 judulnya adalah SAKSI dan KESAKSIAN.

Gereja Tuhan di akhir jaman harus bersaksi....

Ibadah Doa Puasa Malang Session I, 09 November 2010 (Selasa Pagi)
Dalam Keluaran 1, ada dua rencana yang besar:
Ayat 1-7, rencana Allah, yaitu rencana...


TRANSKRIP LENGKAP

Umum Surabaya (Minggu Sore, 09 November 2014)
Tayang: 22 Agustus 2018
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 05 November 2014)
Tayang: 04 Juni 2018
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 03 November 2014)
Tayang: 04 Juni 2018
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 02 November 2014)
Tayang: 03 Maret 2018
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 20 Oktober 2014)
Tayang: 13 Desember 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 13 Oktober 2014)
Tayang: 13 Desember 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 12 Oktober 2014)
Tayang: 24 Oktober 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 08 Oktober 2014)
Tayang: 18 September 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 06 Oktober 2014)
Tayang: 05 September 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 05 Oktober 2014)
Tayang: 05 September 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 01 Oktober 2014)
Tayang: 05 September 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 29 September 2014)
Tayang: 24 Juni 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 21 September 2014)
Tayang: 19 Mei 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 17 September 2014)
Tayang: 29 April 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 15 September 2014)
Tayang: 29 April 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 14 September 2014)
Tayang: 24 Maret 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 07 September 2014)
Tayang: 06 Maret 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 03 September 2014)
Tayang: 16 Februari 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 01 September 2014)
Tayang: 16 Februari 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 31 Agustus 2014)
Tayang: 04 Februari 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]



Untuk Koneksi Lambat, silahkan buka http://id.gptkk.org
Transkrip lengkap dari ibadah penggembalaan di Malang dan Surabaya, semuanya di bawakan oleh gembala sidang Pdt. Widjaja Hendra.

Silahkan kontak ke info@gptkk.org apabila bapak/ibu/sdr/sdri ada pertanyaan atau mungkin ingin berlangganan majalah Manna dan silahkan kirim email ke widjaja_h [at] yahoo.com apabila ingin konsultasi pribadi dengan bapak gembala
silahkan ganti tanda [at] dengan @
Cari ringkasan:   
[versi cetak]
Cari rekaman ibadah ini di: http://www.kabarmempelai.org
Ibadah Kaum Muda Remaja Malang, 23 Juni 2018 (Sabtu Sore)

Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Lukas 12
Dalam susunan Tabernakel, Lukas 12 terkena pada pintu tirai--perobekan/penyaliban daging dengan segala keinginan dan hawa nafsunya sampai daging tidak bersuara lagi, sehingga kita bisa menjadi sempurna seperti Yesus.
Waktu Yesus mati di kayu salib, pintu tirai terbelah menjadi dua, dan kelihatanlah tabut perjanjian--kesempurnaan.

Dalam injil Lukas 12, ada lima tabiat daging yang harus disalibkan/dirobek:

  1. Ayat 1-3= kemunafikan (diterangkan mulai dari Ibadah Kaum Muda Remaja Malang, 16 Desember 2017 sampai Ibadah Kaum Muda Remaja, 06 Januari 2018).


  2. Ayat 4-12= ketakutan (diterangkan mulai dari Ibadah Kaum Muda Remaja, 13 Januari 2018 sampai Ibadah Kaum Muda Remaja, 10 Maret 2018).


  3. Ayat 13-21= keinginan/ketamakan (diterangkan mulai dari Ibadah Kaum Muda Remaja, 17 Maret 2018 sampai Ibadah Kaum Muda Remaja, 21 April 2018).


  4. Ayat 22-34= kekuatiran (diterangkan mulai dari Ibadah Kaum Muda Remaja, 28 April 2018 sampai Ibadah Kaum Muda Remaja, 09 Juni 2018).


  5. Ayat 35-48= kelengahan; tidak berjaga-jaga; lalai.

AD. 5. KELENGAHAN
Lukas 12: 35-37
12:35. "Hendaklah pinggangmu tetap berikat dan pelitamu tetap menyala.
12:36. Dan hendaklah kamu sama seperti orang-orang yang menanti-nantikan tuannya yang pulang dari perkawinan, supaya jika ia datang dan mengetok pintu, segera dibuka pintu baginya.
12:37. Berbahagialah hamba-hamba yang didapati tuannya
berjaga-jaga ketika ia datang. Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya ia akan mengikat pinggangnya dan mempersilakan mereka duduk makan, dan ia akan datang melayani mereka.

Kalau lengah/tidak berjaga-jaga, akan ketinggalan saat Yesus datang kembali kedua kali di awan permai; binasa selamanya.

Tabiat daging yang lengah harus disalibkan sehingga kita selalu waspada.
Artinya: selalu berjaga-jaga terutama untuk menantikan dan menyambut kedatangan Yesus kedua kali di awan-awan yang permai; kita akan bersama Dia selamanya. Ini yang harus kita perhatikan!
Kalau saat Yesus datang kembali dan kita ketinggalan, semua yang kita kumpulkan di dunia ini--harta, ijazah--akan sia-sia dan binasa selamanya, tidak ada artinya, sekalipun hebat di dunia.

Sekolah, kerja yang keras/hebat, tetapi semua harus dikaitkan dengan berjaga-jaga untuk menanti dan menyambut kedatangan Yesus kedua kali sampai masuk kerajaan sorga selamanya.

Dalam Lukas 12: 35-48, ada tiga macam berjaga-jaga yang dikaitkan dengan kedatangan Yesus kedua kali. Malam ini kita belajar yang pertama: ayat 35-37= BERJAGA-JAGA DALAM IBADAH PELAYANAN KEPADA TUHAN.

Lukas 12: 35-37
12:35. "Hendaklah pinggangmu tetap berikat dan pelitamu tetap menyala.
12:36. Dan hendaklah kamu sama seperti orang-orang yang menanti-nantikan tuannya yang pulang dari perkawinan, supaya jika ia datang dan mengetok pintu, segera dibuka pintu baginya.
12:37. Berbahagialah hamba-hamba yang didapati tuannya berjaga-jaga ketika ia datang. Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya ia akan mengikat pinggangnya dan mempersilakan mereka duduk makan, dan ia akan datang melayani mereka.

Praktik berjaga-jaga dalam ibadah pelayanan kepada Tuhan:

  1. 'hendaklah pinggangmu tetap berikat'= tetap berikat pinggang.
    Yesaya 11: 5
    11:5. Ia tidak akan menyimpang dari kebenaran dan kesetiaan, seperti ikat pinggang tetap terikat pada pinggang.

    Ikat pinggang menunjuk pada kesetiaan dan kebenaran.
    Artinya: kita harus beribadah melayani Tuhan dalam KESETIAAN DAN KEBENARAN.

    Kesetiaan=


    • Siap sedia selalu untuk beribadah melayani Tuhan, baik atau tidak baik waktunya.
      Mungkin banyak orang menganggap hujan tidak baik, tetapi kalau terus-menerus tidak hujan, akan panas.
      Jadi jangan terpengaruh hujan atau tidak; baik atau tidak baik waktunya.


    • Tidak mau terhalang sampai tidak bisa dihalangi oleh apapun, sekalipun kita harus berkorban.


    Kebenaran=


    • Sesuai dengan firman pengajaran yang benar.
      Jangan seenaknya sendiri dalam ibadah! Ibadah dibuat seperti diskotik. Banyak saya dengar ibadah seperti ini. Ngawur! Harus sesuai dengan firman pengajaran yang benar/tahbisan yang benar.


    • Disertai dengan hidup dalam kebenaran.
      Kalau tidak benar, akan dicaci-maki, tidak menjadi kesaksian.


    Inilah melayani dalam kesetiaan dan kebenaran. Jangan kendor dalam ibadah pelayanan!
    Yeremia 13: 11, 7
    13:11. Sebab seperti ikat pinggang melekat pada pinggang seseorang, demikianlah tadinya segenap kaum Israel dan segenap kaum Yehuda Kulekatkan kepada-Ku, demikianlah firman TUHAN, supaya mereka itu menjadi umat, menjadi ternama, terpuji dan terhormat bagi-Ku. Tetapi mereka itu tidak mau mendengar."
    13:7. Maka pergilah aku ke sungai Efrat, lalu aku menggali dan mengambil ikat pinggang itu dari tempat aku menyembunyikannya, tetapi ternyata ikat pinggang itu sudah lapuk, tidak berguna untuk apapun.

    Kalau sudah berikat pinggang kesetiaan dan kebenaran, hasilnya: KITA MELEKAT KEPADA TUHAN--seperti ikat pinggang dipakai oleh Tuhan--, sehingga menjadi ternama, terpuji, dan terhormat; kita diangkat dan dimuliakan oleh Tuhan di dunia ini sampai kemuliaan kekal selamanya. Tidak mungkin kita dipermalukan/ditinggal kalau kita melayani dengan setia dan benar.

    Melayani dengan berikat pinggang sama seperti ikat pinggang melekat pada Yesus.
    Kaum muda, mungkin orang tua kita sederhana, jangan pesimis, yang penting kita setia dan benar. Yang orang tuanya kaya, belum tentu juga.

    Kalau tidak setia dan benar, akan sama seperti ikat pinggang lapuk (ayat 7), dan hidup itu akan hancur. Hati-hati! Kalau tidak setia dan benar--lengah dalam ibadah pelayanan--, ikat pinggang lama-lama akan lapuk; tidak berguna apa-apa; gagal total, sampai binasa selamanya.

    Yang menentukan di dunia ini bukan harta, ijazah atau orang tua, tetapi Tuhan. Lewat apa? Berjaga-jaga; kita beribadah melayani Tuhan dengan berikat pinggang--setia dan benar--; seperti ikat pinggang dipakai oleh Tuhan. Tidak mungkin Tuhan menggagalkan/mempermalukan, tetapi kita akan diangkat, dihormati, dan dimuliakan di bumi sampai kemuliaan kekal selamanya.

    Jangan lupa, kalau sudah kerja hebat, jangan sampai ikat pinggang kedodoran; mulai tidak berguna bagi orang tua--memedihkan hati orang tua--, memilukan Tuhan, sampai binasa selamanya. Serius! Kalau harus sekolah dan kerja di luar negeri, tetap setia dan benar; tetap memakai ikat pinggang, supaya kita tetap melekat pada Tuhan, dan Dia yang bertanggung jawab untuk mengangkat kita di dalam dunia sampai kemuliaan kekal.

    Jaga, jangan sampai ikat pinggang menjadi lapuk!


  2. Lukas 12: 35
    12:35. "Hendaklah pinggangmu tetap berikat dan pelitamu tetap menyala.

    Yang kedua: pelita tetap menyala--terang.
    Artinya: beribadah melayani Tuhan dalam terang; terang-terangan sama dengan jujur. Ya katakan: ya, tidak katakan: tidak, benar katakan: benar, tidak benar katakan: tidak benar.

    Tidak boleh kita berkata: ya..namun.., tidak....tetapi.... Tidak ada rumus sorga seperti itu!
    Jangan pernah berkata: "Biarpun salah, yang penting dia dipakai Tuhan". Tidak ada! Apanya yang dipakai? Dia dipakai setan. Di dunia saja, orang yang bersalah tidak dipakai.

    Tingkatan kejujuran:


    • Jujur soal Tuhan/pengajaran yang benar. Ini pokoknya.
      Titus 2: 7

      2:7. dan jadikanlah dirimu sendiri suatu teladan dalam berbuat baik. Hendaklah engkau jujur dan bersungguh-sungguh dalam pengajaranmu,

      Kalau pengajaran benar, kita tegas untuk pegang sungguh-sungguh dan praktikkan. Kalau tidak benar, kita tegas untuk menolak.

      Kalau jujur soal pengajaran barulah kita bisa menjadi teladan berbuat baik, sekalipun masih muda.


    • Jujur soal nikah.
      Ibrani 13: 4
      13:4. Hendaklah kamu semua penuh hormat terhadap perkawinan dan janganlah kamu mencemarkan tempat tidur, sebab orang-orang sundal dan pezinah akan dihakimi Allah.

      Jujur soal nikah ini menyangkut kedudukan.
      Status anak: hormat dan taat pada orang tua.
      Status suami isteri: menjaga kesucian dan kesetiaan mulai dari awal nikah--masa perkenalan, pacaran, masa pertunangan--, sampai perjalanan nikah dan akhir nikah untuk mencapai perjamuan kawin Anak Domba. Jaga mulai dari pacaran! Jangan main-main, jangan ada pria atau wanita lain!


    • Jujur soal uang.
      Ibrani 13: 5
      13:5. Janganlah kamu menjadi hamba uang dan cukupkanlah dirimu dengan apa yang ada padamu. Karena Allah telah berfirman: "Aku sekali-kali tidak akan membiarkan engkau dan Aku sekali-kali tidak akan meninggalkan engkau."

      Jujur soal uang dimulai dari mengembalikan milik Tuhan yaitu persepuluhan dan persembahan khusus. Juga mengembalikan milik orang lain, dan sesama yang membutuhkan.
      Di dalam berkat yang Tuhan berikan kepada kita, ada milik Tuhan dan sesama yang membutuhkan; kita bisa memberi untuk pekerjaan Tuhan dan memberi sedekah. Setelah itu sisanya baru milik kita sendiri.

      Untuk apa milik sendiri? Untuk dinikmati sesuai dengan berkat yang kita terima, bukan berfoya-foya, apalagi 'lebih besar pasak dari pada tiang'. Jangan begitu! Harus apa adanya, sesuai dengan berkat Tuhan. Kalau ada kelebihan jangan dihabiskan, tetapi tabung yang baik.

      Tuhan memberi berkat lewat orang tua, kita bertanggung jawab kepada Tuhan. Gunakan yang baik! Banyak kaum muda hancur karena ingin ini itu--konsumtif. Jangan! Belajar untuk hidup sesuai dengan berkat Tuhan. Kalau belum waktunya naik motor, ya naik sepeda. Jangan dipaksakan. Perhatikan baik-baik!


    • Jujur dalam segala hal: perkataan, mengaku dosa dan lain-lain.


    Ibrani 13: 5b-6
    13:5b. Karena Allah telah berfirman: "Aku sekali-kali tidak akan membiarkan engkau dan Aku sekali-kali tidak akan meninggalkan engkau."
    13:6. Sebab itu dengan yakin kita dapat berkata: "Tuhan adalah Penolongku. Aku tidak akan takut. Apakah yang dapat dilakukan manusia terhadap aku?"

    Kalau kita beribadah melayani Tuhan dengan KEJUJURAN, kita akan MELEKAT PADA TUHAN; tidak terpisah dengan Tuhan, maka: Tuhan tidak meninggalkan kita; Dia menjadi penolong dan pembela bagi kita.

    'aku tidak takut'= penyakit kaum muda adalah takut, terutama soal jodoh. Itu berarti belum jujur, setia, dan benar.

    Kalau sudah jujur, setia, dan benar, tidak akan ada ketakutan dan kekuatiran lagi, tetapi kita


    • Mengalami damai sejahtera sehingga semua menjadi enak dan ringan.
      Kalau kaum muda mulai tidak jujur; gelap, mulai ada ketakutan, hidupnya akan berat sekali. Percayalah!

      "Lempin-El, kalau hamba Tuhan tidak jujur soal pengajaran, berat sekali. Harus jujur, mau dikucilkan terserah, yang penting kita melekat pada Tuhan. Dia penolong dan pembela kita."

      Mari terang-terangan! Jangan sembunyi-sembunyi! Tuhan akan jadi penolong dan pembela, sehingga kita mengalami damai sejahtera.


    • Kita takut akan Tuhan; takut untuk berbuat dosa.


    Itulah bukti kita melekat pada Tuhan. Kalau jujur, tidak usah takut. Di Getsemani, Yesus ditanya, dan Dia berkata: Siapa yang kau cari?: Yesus.: Akulah dia. Yesus jujur, dan ada kuasa, Tuhan beserta.

    Jangan lengah! Kita berjaga-jaga untuk menantikan kedatangan Tuhan.
    Yang pertama: berjaga-jaga dalam ibadah pelayanan: setia dan benar, kita akan dipakai Tuhan, dan mulai diangkat/dimuliakan. Sungguh-sungguh! Kedua: jujur, Tuhan akan jadi penolong dan pembela. Dia memberikan damai, sehingga semua jadi enak dan ringan. Letih lesu dan beban berat jadi enak dan ringan. Sampai taktu akan Tuhan; takut berbuat dosa. Kalau dilanjutkan, takut akan Tuhan memberikan hikmat, yang menentukan keberhasilan kita--takut akan Tuhan adalah permulaan hikmat.


  3. Lukas 12: 36
    12:36. Dan hendaklah kamu sama seperti orang-orang yang menanti-nantikan tuannya yang pulang dari perkawinan, supaya jika ia datang dan mengetok pintu, segera dibuka pintu baginya.

    Yang ketiga: bersuasana pesta nikah= ibadah pelayanan dalam suasana kasih--dasar nikah adalah kasih.

    Suasana kasih= suasana KETAATAN.
    Yohanes 14: 15
    14:15. "Jikalau kamu mengasihi Aku, kamu akan menuruti segala perintah-Ku.

    Kalau kita taat dengar-dengaran pada firman Allah, berarti kita mengasihi Tuhan, dan Dia mengasihi kita. KITA MELEKAT PADA-NYA, tidak bisa dipisahkan.
    Adam dan Hawa tidak taat, langsung terpisah dari Tuhan, sampai diusir ke dunia.

Malam ini, biarlah dengan kesetiaan dan kebenaran kita melekat pada Tuhan seperti ikat pinggang. Tuhan yang akan mengangkat dan memuliakan kita sampai kemuliaan kekal. Kemudian jujur, Tuhan akan menjadi penolong dan pembela, sehingga kita mengalami damai sejahtera, semua menjadi enak dan ringan, dan kita takut akan Tuhan, sehingga ada hikmat sorga. Dan terakhir: ibadah dengan ketaatan. Kita melekat kepada Tuhan.

Jadi, berjaga-jaga untuk menantikan kedatangan Yesus kedua kali; berjaga-jaga dalam ibadah pelayanan adalah kita menjadi hamba/pelayan Tuhan yang beribadah melayani Tuhan dengan setia-benar, jujur, dan taat dengar-dengaran, yang sama dengan mengulurkan tangan kepada Tuhan, dan Dia akan tampil sebagai Imam Besar dan Raja segala raja.

Lukas 12: 37
12:37. Berbahagialah hamba-hamba yang didapati tuannya berjaga-jaga ketika ia datang. Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya ia akan mengikat pinggangnya dan mempersilakan mereka duduk makan, dan ia akan datang melayani mereka.

Kita melayani Tuhan, dan Dia juga melayani kita; Dia mengikat pinggang-Nya; Dia mengulurkan tangan belas kasih-Nya kepada kita. Kita hidup dalam tangan belas kasih yang besar dari Imam Besar dan Sang Raja

Hasilnya:

  1. Hasil pertama: 'berbahagialah hamba-hamba'= tangan belas kasih Imam Besar sanggup menghapus air mata kita; Dia menghiburkan dan menguatkan kita sehingga kita mengalami kebahagiaan dan kepuasan sorga.
    Ini yang penting sehingga kita tidak mencari kepuasan-kepuasan semu di dunia dan terjerat dengan dosa. Jangan main-main!

    Jangan bilang: hanya satu kali! Begitu terjerat, akan jatuh. Hati-hati lewat tontonan, di masa pacaran, jangan cari kepuasan daging. Kita akan terjerat dan terseret dalam dosa-dosa makan minum dan kawin mengawinkan. Tuhan tolong.

    Karena itu layani Tuhan dengan setia-benar, jujur, dan taat. Kita hidup dalam tangan Tuhan. Dia akan menghapuskan air mata kita, supaya kita mengalami kebahagiaan dan kepuasan sorga.

    Kalau sudah mengalami kepuasan dan kebahagiaan sorga, kita akan selalu mengucap syukur kepada Tuhan dan bersaksi--bukan bergosip atau bertengkar--sehingga banyak kaum muda dimenangkan. Tuhan akan membalaskan berkat berlipat kali ganda karena satu jiwa seharga darah Yesus.


  2. Hasil kedua: 'mempersilakan mereka duduk makan'= tangan belas kasih Imam Besar sanggup memelihara hidup kita yang kecil tak berdaya di tangah kesulitan dunia yang besar, sampai zaman antikris berkuasa di bumi selama tiga setengah tahun.
    Tangan Tuhan yang memelihara lewat dua sayap burung nasar.

    Kalau hanya bergantung pada kepandaian dan kehebatan, semakin hari justru semakin tidak mampu. Seperti Petrus dan murid-murid menangkap ikan dengan mengandalkan pengalaman. Akhirnya, di satu titik tidak menangkap apa-apa--karena globalisasi, persaingan yang ketat, gelombang. Bukan menakut-nakuti.

    Berusaha untuk hidup dalam tangan Tuhan! Caranya adalah beribadah melayani dengan setia-benar, jujur, dan taat. Itu saja. Tuhan yang memeluk dan memegang kita sekalipun kita tidak berdaya. Dia yang memberi kebahagiaan dan pemeliharaan sampai hidup kekal.


  3. Hasil ketiga: ikat pinggang berguna untuk merapikan, artinya tangan belas kasih Imam Besar sanggup merapikan; membuat hidup dan masa depan kita rapi, indah, dan berhasil pada waktunya.
    Pelan-pelan, bertahap. Jangan kalau lihat sesuatu kita sudah mundur: 'Percuma aku setia!' Ada waktunya Tuhan. Ada proses dari Tuhan. Tunggu waktu Tuhan! Tenang saja.

    Setan memang begitu. Begitu sudah mau setia dan jujur, ia buat sesuatu yang tidak enak bagi kita.

    "Anak saya begitu. Pulang dari sekolah bilang: 'Percuma, pa jadi orang jujur.' Kenapa? Karena jujur, malah nilainya dikurangi 25. Tidak apa-apa jujur. Soal nilai bisa dicari. Jangan mundur! Harus jujur."

    Harus setia-benar, jujur, dan taat! Kita hidup dalam tangan Tuhan, dan tinggal tunggu waktu Tuhan. Tuhan akan tolong.


  4. Mazmur 18: 33
    18:33. Allah, Dialah yang mengikat pinggangku dengan keperkasaan dan membuat jalanku rata;

    Hasil keempat: ikat pinggang keperkasaan= tangan belas kasih Imam Besar mengandung keperkasaan untuk mengalahkan musuh-musuh; memberikan kemenangan atas musuh-musuh yang lebih kuat; semua masalah yang mustahil diselesaikan tepat pada waktunya.

    Mari beribadah melayani Tuhan! Hidup itu bukan dipersulit, tetapi justru enak dan ringan, rapi, indah, terpelihara, sampai semua masalah selesai. Tuhan yang berperang ganti kita.

    Yang mustahil, tidak bisa dipikir, serahkan pada Tuhan! Setia-benar, jujur, dan taat, sudah cukup, Tuhan akan bekerja. Beres semua. Betapa indahnya.

    Tangan Imam Besar juga mengandung kekuatan untuk mengubahkan kita dari manusia daging menjadi manusia rohani seperti Yesus sampai sempurna seperti Dia, tidak salah dalam perkataan, untuk layak menyambut kedatangan-Nya kembali di awan-awan yang permai. Kita merasakan puncak kebahagiaan, keberhasilan--yang paling enak dan ringan, dan puncak segalanya. Apa yang tidak pernah didengar, dilihat, akan kita nikmati bersama Dia selamanya. Kita tidak tertinggal saat Dia datang kembali.

Banyak aktivitas kita di dunia, silakan, tetapi jangan lupa, berjaga-jaga untuk menyambut kedatangan Tuhan. Yang pertama: jaga ibadah pelayanan. Kita setia-benar, jujur, dan taat. Kita melekat selamanya bersama Tuhan; tidak terpisah selamanya.

Tuhan memberkati.

kembali ke halaman sebelumnya
IBADAH RUTIN DI MALANG

Minggu jam 06:50 (Ibadah Raya)
Minggu jam 10:15 (Ibadah Sekolah Minggu)
Selasa jam 17:15 (Ibadah Pendalaman Alkitab)
Rabu jam 07:30 (Ibadah Kaum Wanita)
Kamis jam 17:15 (Ibadah Doa Penyembahan)
Sabtu jam 17:15 (Ibadah Kaum Muda Remaja)

IBADAH RUTIN DI MEDAN
Royal Room Hotel Danau Toba Internasional
Jl. Imam Bonjol Medan

Minggu, jam 19:00 (Ibadah Raya)
Senin, jam 09:00 (Ibadah Pendalaman Alkitab)
Senin, jam 17:30 (Ibadah Pendalaman Alkitab)

IBADAH RUTIN DI SURABAYA

Minggu jam 09:30 (Ibadah Sekolah Minggu)
Minggu jam 10:55 (Ibadah Raya)
Rabu jam 17:30 (Ibadah Pendalaman Alkitab)
Jumat jam 17:30 (Ibadah Doa Penyembahan)


IBADAH RUTIN DI JAKARTA
Jl. Patra Kuningan XIV no.4
Jakarta Selatan
Sabtu, jam 09:00 (Ibadah Pendalaman Alkitab)

IBADAH KUNJUNGAN
  • 25-26 September 2018
    (Ibadah Kunjungan di Sidikalang)

  • 17-18 Oktober 2018
    (Ibadah Kunjungan di Jayapura)

  • 30 Oktober 2018 - 01 November 2018
    (Ibadah Kunjungan di Medan)

  • 13-14 November 2018
    (Ibadah Kunjungan di Jakarta)

  • Februari 2019
    (Ibadah Kunjungan di Chennai, India)

All Right Reserved Gereja Pantekosta Tabernakel "KRISTUS KASIH"
Jln. Simpang Borobudur 27 Malang | Telp: (0341) 496949 | Fax: (0341) 476751 » Lihat Peta Gereja Kami di Malang
Jln. WR Supratman 4 Surabaya | Telp. 08123300378 » Lihat Peta Gereja Kami di Surabaya
hubungi kami | email: info@gptkk.org | sitemap | top