Simpang Borobudur no 27 Malang
0341-496949
Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Lukas 12
Dalam susunan Tabernakel, Lukas 12 terkena pada pintu tirai--waktu Yesus mati di kayu salib, pintu tirai Bait Allah terbelah menjadi dua. Sekarang artinya perobekan/penyaliban daging dengan segala keinginan, hawa nafsu dan sifat tabiat daging sehingga kita bisa masuk ruangan maha suci (sempurna seperti Yesus) untuk layak menyambut kedatangan-Nya kedua kali di awan-awan yang permai.

Dalam injil Lukas 12, ada lima tabiat daging yang harus disalibkan/dirobek:

  1. Ayat 1-3= kemunafikan (diterangkan mulai dari Ibadah Kaum Muda Remaja Malang, 16 Desember 2017sampai Ibadah Kaum Muda Remaja, 06 Januari 2018).
  2. Ayat 4-12= ketakutan (diterangkan mulai dari Ibadah Kaum Muda Remaja, 13 Januari 2018sampai Ibadah Kaum Muda Remaja, 10 Maret 2018).
  3. Ayat 13-21= keinginan/ketamakan, terutama keinginan akan uang (akar kejahatan) (diterangkan mulai dari Ibadah Kaum Muda Remaja, 17 Maret 2018).
  4. Ayat 22-34= kekuatiran.
  5. Ayat 35-48= kelengahan; tidak berjaga-jaga; lalai.

AD. 3. KEINGINAN/KETAMAKAN
Lukas 12: 15, 20
12:15.Kata-Nya lagi kepada mereka: "Berjaga-jagalah dan waspadalah terhadap segala ketamakan, sebab walaupun seorang berlimpah-limpah hartanya, hidupnya tidaklah tergantung dari pada kekayaannya itu."
12:20. Tetapi firman Allah kepadanya: Hai engkau orang bodoh, pada malam ini juga jiwamu akan diambil dari padamu, dan apa yang telah kausediakan, untuk siapakah itu nanti?

Ketamakan atau keserakahan sama dengan keinginan akan uang, yang sama dengan penyembahan berhala.
Kolose 3: 5
3:5.Karena itu matikanlah dalam dirimu segala sesuatu yang duniawi, yaitu percabulan, kenajisan, hawa nafsu, nafsu jahat dan juga keserakahan, yang sama dengan penyembahan berhala,

"Dulu om guru, jadi guru les juga. Saya ajak murid-murid ke gereja. Ada satu yang kakaknya protes: Kalau saya bukan Kristen, dari pada menyembah Tuhan, lebih baik uang saya tempel di dinding, kemudian saya sembah. Sombong sekali. Memang kaya, tetapi akhir-akhir saya dengar mereka sudah habis. Terlalu sombong. Jangan sampai kita sombong."

Proses menyembah uang:

  1. Keinginan akan uang, termasuk perkara daging yang lain/dunia, yang tidak terkontrol oleh firman Allah--melampaui kebutuhan. Ini akan menjadi hawa nafsu, sampai cinta uang/perkara daging; mengasihi uang/perkara daging.
    Ingin sesuatu di dunia, termasuk jodoh, sampai tidak terkontrol firman lagi; tidak ada rem lagi, itu akan jadi hawa nafsu.

    Praktikkeinginan akan uang sampai menjadi cinta uang: menghalalkan segala caradi luar firman Allah untuk mendapatkan uang.
    1 Timotius 6: 9-10
    6:9.Tetapi mereka yang ingin kayaterjatuh ke dalam pencobaan, ke dalam jerat dan ke dalam berbagai-bagai nafsuyang hampa dan yang mencelakakan, yang menenggelamkan manusia ke dalam keruntuhan dan kebinasaan.
    6:10.Karena akar segala kejahatan ialah cinta uang. Sebab oleh memburu uanglah beberapa orang telah menyimpang dari imandan menyiksa dirinya dengan berbagai-bagai duka.

    Bukan tidak boleh punya uang, yang tidak boleh adalah keinginan yang menggebu-gebu, tidak bisa dikontrol oleh firman dan orang tua.
    Di kaum muda juga terjadi berburu jodoh, nilai, sampai menghalalkan segala cara yang tidak cocok dengan firman Allah. Tidak boleh korupsi, tetapi korupsi.

    Akibatnya: gugur dari iman; TANPA IMAN. Karena apa? Karena merasa hidup dari uang/perkara daging, bukan Tuhan; hidupnya bukan dari Tuhan. Kaum muda hati-hati dengan berburu jodoh atau uang!

  2. Uang/jodoh/perkara daging ditaruh di hati, sehingga tidak ada lagi tempat untuk Tuhan= tidak mengasihi Tuhan; tidak ada tempat bagi Tuhan di hati; TANPA KASIH.
    Praktiknya:

    • Kikir=

      1. Tidak bisa memberi untuk pekerjaan Tuhan, baik waktu, tenaga, keuangan, karena Tuhan tidak ada di hati, tetapi perkara daging.
      2. Tidak bisa memberi untuk sesama yang membutuhkan.

    • Serakah=

      1. Menginginkan milik orang lain, dan akhirnya mencuri milik Tuhan (persepuluhan dan persembahan khusus). Seringkali hamba Tuhan malah jadi pencuri--seperti Yudas Iskariot.

      2. Mencuri milik orang lain.

    Inilah cinta akan uang yaitu tidak ada kasih Tuhan lagi.

    Kalau sudah serakah, berarti sudah sampai penyembahan pada berhala--penyembahan kepada Mamon/antikris sehingga dicap 666.
    Kolose 3: 5
    3:5.Karena itu matikanlah dalam dirimu segala sesuatu yang duniawi, yaitu percabulan, kenajisan, hawa nafsu, nafsu jahat dan juga keserakahan, yang sama dengan penyembahan berhala,

    666= angka 6 menunjuk pada daging:

    • 6 pertama= tubuhnya daging.
    • 6 kedua= jiwanya daging.
    • 6 ketiga= rohnya daging.

    Jadi 666= manusia darah daging yang sama dengan antikris (binatang buas). Bukan berarti dicap antikris lalu jadi binatang buas, tetapi sifatnya yang sama dengan binatang buas.
    Mulai dari mulutnya buas--menyombongkan diri.

    Hati-hati dengan mulut buas!
    Mulut buas= perkataan sia-sia, yaitu dusta, gosip, fitnah. Hati-hati! Sekarang dalam bentuk tulisan di media sosial. Kalau di gereja tidak memperkarakan, tetapi Tuhan yang menangkap. Sesama teman jangan bergosip tetapi yang baik. Bergosip berarti tidak ada iman/kasih.

    Jangan bergosip dan saling memfitnah, karena pada akhirnya akan menghujat seperti antikris--membenarkan ajaran yang salah dan menyalahkan yang benar.

    Kalau mulut sudah buas, perbuatannya juga buas, yaitu mengikuti hawa nafsu daging sehingga jatuh dalam dosa sampai puncaknya dosa yaitu dosa makan minum dan kawin mengawinkan.
    Buas berarti tidak bisa direm.
    Perbuatan buas= mengikuti hawa nafsu/naluri daging.

    Dosa kawin mengawinkan = bukan pasangan suami isteri yang sah; percabulan, kawin cerai, kawin mengawinkan. Kalau manusia ada aturannya yaitu menikah dulu, kalau binatang buas tidak ada aturan.

    Inilah penyembahan antikris, mulai dengan keinginan yang menggebu-gebu sampai dicap dengan 666; jadi binatang buas, orang tua tidak berani mendekati. Seringkali ini sudah terjadi.

    Kalau sudah tampil seperti binatang buas, ia akan menjadi kehidupan TANPA HARAPAN, artinya binasa bersama antikris.

    Bekerja mulai dari kecil tidak apa-apa. Jangan menggebu-gebu, nanti korupsi. Jadi hamba Tuhan juga jangan ada keinginan menggebu-gebu, nanti hancur. Ikut Yesus mulai dari pengalaman kematian, kemudian kebangkitan baru kemuliaan--ada langkah-langkahnya. Mulai dari satu batu (Yesus) sampai jadi tubuh Kristus yang sempurna.

Jalan keluarmenghadapi keinginan yang menggebu-gebu: menjadi bayi rohaniyang selalu ingin akan air susu yang murni dan rohani--sudah berbeda keinginannya.
1 Petrus 2: 2
2:2.Dan jadilah sama seperti bayi yang baru lahir, yang selalu ingin akan air susu yang murni dan yang rohani, supaya olehnya kamu bertumbuh dan beroleh keselamatan,

Kalau mau sungguh-sungguh hidup dalam tangan Tuhan, harus dimulai dengan keinginan akan air susu yang murni dan rohani.
Kita harus menjadi manusia rohani lewat lahir baru dari air dan Roh.

Ini jalan keluaruntuk menghadapi manusia darah daging yang memiliki keinginan menggebu-gebu sampai jadi binatang buas. Bukan jadi orang kaya atau miskin, tetapi jadi bayi rohani/manusia rohani lewat dilahirkan baru dari air dan Roh (baptisan air dan Roh Kudus) sehingga kita memiliki hati nurani yang baik--hatinya dibaharui.

Hati nurani yang baik artinya hanya ingin akan air susu yang murni dan rohani--air susu ibu secara rohani; firman penggembalaan.
1 Tesalonika 2: 7
2:7.Tetapi kami berlaku ramah di antara kamu, sama seperti seorang ibu mengasuh dan merawati anaknya.

Seorang gembala sama dengan seorang ibu. Seorang gembala memberikan air susu yang rohani; penggembalaan untuk memelihara kehidupan kita sampai 'takkan kekurangan aku', artinya: hidup berkelimpahan--sampai mengucap syukur pada Tuhan.

Tetapi gembala juga seorang bapa.
1 Tesalonika 2: 11
2:11.Kamu tahu, betapa kami, seperti bapa terhadap anak-anaknya, telah menasihatikamu dan menguatkan hatimu seorang demi seorang,

Sebagai bapa, gembala menyampaikan firman yang menegor dan menasihati= menyucikan sidang jemaat secara terus menerus sampai kesempurnaan ('takkan kekurangan aku' secara rohani).

Inilah tugas gembala yaitu menyampaikan firman penginjilan dan firman pengajaran.

Kalau hati nurani baik--manusia rohani--, keinginan kita hanya satu yaitu firman penggembalaan. Itu artinya kita sudah kembali ke Firdaus--di Firdaus ada buah-buah, yang menunjuk pada firman.

Biarlah kita semua menjadi bayi rohani yang selalu ingin akan firman penggembalaan; firman pengajaran yang benar, yang lebih tajam dari pedang bermata dua, yang menyucikan kita.
'Selalu ingin' artinya: mendengar dan taat dengaran pada firman pengajaran yang benar.

Mulai hati disucikandari keinginan jahat dan najis, termasuk kepahitan (iri, benci, dendam).
Kemudian perbuatan disucikandari dosa sampai puncaknya dosa sehingga kita hidup suci.
Perkataan juga disucikandari perkataan buas menjadi perkataan suci.

Hati suci, tangan suci, dan mulut suci, itulah manusia rohani. Keinginannya hanya satu yaitu air susu yang murni dan rohani--firman penggembalaan yang bisa memelihara, tetapi juga menegor dan menasihati supaya kita disucikan.

Kalau hati suci, tangan suci dan mulut suci, tidak mungkin kita menyembah antikris, tetapi naik ke gunung untuk menyembah Tuhan. Tinggal pilih!
Mazmur 24: 3-5
24:3."Siapakah yang boleh naik ke atas gunung TUHAN? Siapakah yang boleh berdiri di tempat-Nya yang kudus?"
24:4."Orang yang bersih tangannyadan murni hatinya, yang tidak menyerahkan dirinya kepada penipuan, dan yang tidak bersumpah palsu.
24:5.Dialah yang akan menerima berkat dari TUHAN dan keadilan dari Allah yang menyelamatkan dia.

'bersih tangannya'= perbuatan suci.
'murni hatinya'= hati suci.
'tidak bersumpah palsu'= perkataan suci.

Mau bekerja atau apapun, mulai dulu dengan firman--'pada mulanya adalah firman.'
Kalau keinginan kita pada soal lain, kita justru jauh dari Tuhan. Mulailah dari keinginan akan firman--yang rohani dulu--, dan kita tidak akan pernah diseret yang jasmani. Keinginan ini yang menentukan jadi manusia ilahi atau antikris.

Menyembah Tuhan= bergumul bersama Tuhan.
Mazmur 24: 6
24:6.Itulah angkatan orang-orang yang menanyakan Dia, yang mencari wajah-Mu, ya Allah Yakub." Sela

(terjemahan lama)
24:6. Bahwa inilah bangsa orang yang bertanya akan Tuhan, yang mencahari hadirat-Mu, yaitulah
Yakub. -- Selah.

Menyembah Tuhan itu bergumul seperti Yakub. Sejak kandungan, yang keluar lebih dulu adalah Esau, tetapi Yakub bergumul, ia menangkap tumit Esau. Kita juga, sejak dalam kandungan kita sudah bergumul dengan Tuhan, dan Dia bergumul untuk kita, kalau tidak, berapa bayi yang mati karena aborsi.

"Dulu om guru sekolah minggu. Waktu berkumpul, om sampaikan: Nomor satu bersyukur. Jangan marah-marah kepada orang tua, kalau dulu diaborsi, bagaimana? Jangan main-main! Ini pergumulan dari kandungan sampai kita bisa lahir. Karena itu yang nanti jadi ibu, saat masa hamil jangan manja. Kasihan bayinya. Bergumul supaya bisa terus datang untuk mendengar firman. Dulu ingin bayi, setelah mengandung, lalu meninggalkan Tuhan, itu berarti keinginan daging yang menggebu-gebu. Anak-anak, juga dalam pergumulan. Yakub bergumul sampai ia mendapat hak kesulungan. Ia harus lari dari Esau ke tempat ibunya. Setelah menikah, bergumul lagi untuk melawan Esau."

Seperti itulah kita menyembah, yaitu seperti Yakub; tinggalkan pergaulan Esau dan bergaul dengan malaikat.

Sampai nanti kita sudah dewasa dan diberkati Tuhan, masih ada pergumulan untuk menghadapi lembah maut, bukti terjal, Babel dan lautan dunia, sampai menghadapi antikris yang akan berkuasa di bumi selama tiga setengah tahun.
Karena itu kita harus banyak naik ke gunung.

Sampai Tuhan datang kembali kita juga bergumul supaya jangan ketinggalan. Jangan sampai dicap antikris! Jangan kecewa!

Menyembah Tuhan juga berarti mengulurkan tangan; berserah dan berseru pada Tuhan; mengangkat tangan; memandang wajah-Nya, mohon belas kasih-Nya sampai Dia berbelas kasih kepada kita.
Wajah-Nya bagaikan matahari--kemurahan dan kebaikan-Nya--disinarkan kepada kita.

Tuhan tahu kaum muda sangat lemah, sangat rapuh. Mari, jangan menyembah uang, jangan jadi binatang buas! Jaga hati dulu! Keinginannya tetap hanya firman. Kita bisa naik gunung. Kita berharap belas kasih kemurahan Tuhan, dan tangan kemurahan dan kebaikan-Nya diulurkan sampai ke lembah-lembah.

Hasilnya:

  1. Mazmur 24: 5
    24:5.Dialah yang akan menerima berkatdari TUHAN dan keadilan dari Allah yang menyelamatkan dia.

    Hasil pertama: tangan belas kasih Tuhan sanggup mendatangkan hujan berkat jasmani dan rohani: kebahagiaan sorga yang tidak bisa dipengaruhi dunia, sampai damai sejahtera, semua enak dan ringan, tidak pernah tenggelam.

  2. Hasil kedua: mengalami keubahan hidup, seperti Yakub (pendusta) jadi Israel (pemenang). Artinya:

    1. Kuat teguh hati, menang terus.
      Tidak kecewa, putus asa dan tinggalkan Tuhan, tidak menyerah kalah menghadapi pergumulan apapun, tetapi serahkan semua pada Tuhan.

    2. Jujur; ya katakan: ya, tidak katakan: tidak, benar katakan; benar, tidak benar katakan: tidak benar.
      Dan jujur mengaku segala kegagalan dan kesalahan kita. Datang pada Tuhan! Kita tidak menyerah kalah. Kuat kembali menghadapi pergumulan apapun.

    3. Mujizat jasmani juga terjadi: mustahil jadi tidak mustahil, tidak ada jadi ada.
    4. Sampai kalau Tuhan datang kembali, kita mengalami mujizat terakhir: diubahkan jadi sempurna seperti Dia, tidak salah dalam perkataan, hanya bersorak sorai Haleluya. Kita memandang Dia muka dengan muka, sampai masuk Yerusalem baru, kita memandang Dia siang dan malam.

      Wahyu 22: 3-4
      22:3.Maka tidak akan ada lagi laknat. Takhta Allah dan takhta Anak Domba akan ada di dalamnya dan hamba-hamba-Nya akan beribadah kepada-Nya,
      22:4.dan mereka akan melihat wajah-Nya, dan nama-Nya akan tertulis di dahi mereka.

      Di sorga kita hanya beribadah.

      "Ada orang berkata: Suamimu dulu kontraktor hebat, sekarang meninggal, dia sudah jadi kontraktor hebat di sorga. Aneh-aneh saja. Ada lagi suami atau isterinya yang meninggal, waktu hidup bekerja di supermarket. Kemudian berkata: Saya dapat penglihatan, dia buka supermarket yang besar di sorga. Ada-ada saja. Di sorga itu nanti hanya beribadah."

      Kerja keras, sekolah yang keras, tetapi lebih utamakan ibadah karena itu yang membawa kita ke sorga.

Jujur apa adanya dan Dia akan mengulurkan tangan. Dia akan mengubahkan kita sampai memandang Dia selamanya di takhta sorga.
Jangan menyerah kalah! Jangan putus asa, ada uluran tangan Tuhan menolong kita semua.

Tuhan memberkati.

Versi Cetak

Transkrip
  • Ibadah Kaum Muda Remaja Malang, 16 Desember 2017 (Sabtu Sore)
    ... menyalahkan setan. Kalau sudah menyalahkan setan berarti sudah tidak bisa bertobat seperti setan--'sebenarnya saya mau berbuat baik tapi setan mendorong saya berbuat ini. 'Jadi pekerjaan menghakimi orang lain adalah pekerjaan yang paling mengasyikkan enak bagi daging tapi sangat merugikan kerohanian kita karena membuat kita kering rohani--tidak puas tetapi selalu bersungut-sungut tidak ...
  • Ibadah Doa Malang, 06 Februari 2020 (Kamis Sore)
    ... tirai terobek kita mencapai kesempurnaan. Ada dua hal yang diukur oleh firman penggembalaan Bait Suci Allah. Mezbah dan mereka yang sembahyang di dalamnya mezbah dupa emas . Ad. Bait Suci Allah. Bait Allah adalah kehidupan kita. Ibrani tetapi Kristus setia sebagai Anak yang mengepalai rumah-Nya dan rumah-Nya ialah kita jika kita sampai kepada akhirnya teguh ...
  • Ibadah Doa Malang, 11 Januari 2018 (Kamis Sore)
    ... mengakibatkan Kegelapan Wahyu - . Kegoncangan Wahyu . Ketakutan Wahyu - . ad. . Kegoncangan. Gempa bumi yang dahsyat secara rohani yaitu pengaruh dunia yang mengakibatkan kegoncangan-kegoncangan. Yohanes - Sebab semua yang ada di dalam dunia yaitu keinginan daging dan keinginan mata serta keangkuhan hidup bukanlah berasal dari Bapa melainkan dari dunia. ...
  • Ibadah Doa Malang, 30 Mei 2017 (Selasa Sore)
    ... takut Tuhan ALLAH telah berfirman siapakah yang tidak bernubuat Auman singa suku Yehuda sama dengan pembukaan rahasia firman Allah sama dengan firman nubuat firman pengajaran yang benar Kabar Mempelai. Firman nubuat memberitakan segala sesuatu yang belum terjadi tetapi pasti akan terjadi. Terutama tentang dua hal Kedatangan Yesus kedua kali dalam ...
  • Ibadah Raya Surabaya, 18 Oktober 2015 (Minggu Sore)
    ... dan baptisan Roh Kudus menunjuk pada masuk halaman Tabernakel. Manusia daging yang berdosa berada di luar sorga dan binasa selamanya. Tetapi mari Lewat proses yang pertama kita masuk halaman kerajaan sorga. PERCAYA IMAN kepada Yesus lewat mendengarkan firman Kristus--firman yang diurapi Roh Kudus. Langkah-langkahnya mendengar firman dengan sungguh-sungguh dalam urapan Roh Kudus mengerti ...
  • Ibadah Raya Surabaya, 06 Mei 2018 (Minggu Siang)
    ... kausalut dengan emas gelang-gelang itu haruslah kaubuat dari emas sebagai tempat memasukkan kayu-kayu lintang itu dan kayu-kayu lintang itu haruslah kausalut dengan emas. Proses pertama masuk pembangunan tubuh Kristus yang sempurna papan harus disalut dengan emas. Papan--berasal dari pohon--menunjuk pada manusia daging yang rapuh berdosa hancur dan binasa. Memang berdosa tetapi harus ...
  • Ibadah Doa Puasa Session II Malang, 21 Juli 2015 (Selasa Siang)
    ... dibuat dari tepung yang terbaik sama dengan pribadi Yesus yaitu firman Allah yang menjadi daging. Imamat Setiap hari Sabat ia harus tetap mengaturnya di hadapan TUHAN itulah dari pihak orang Israel suatu kewajiban perjanjian untuk selama-lamanya. Setiap hari Sabat roti harus selalu baru artinya harus selalu ada pembukaan rahasia firman Allah ...
  • Ibadah Kaum Muda Remaja Malang, 08 November 2014 (Sabtu Sore)
    ... pembukaan kita memohon hadirat Tuhan dan setan diusir. Lewat doa pembukaan kita beralih dari suasana dunia kepada hadirat Tuhan. Nyanyian dan kesaksian menguatkan kita. Doa firman Allah. Dalam doa untuk menerima Firman Allah kita memohon urapan Roh Kudus dan mengusir setan. Tanpa urapan Roh Kudus manusia daging lewat logika sering kali menolak ...
  • Ibadah Doa Malang, 20 September 2018 (Kamis Sore)
    ... TUHAN Allah dari manusia itu dibangun-Nyalah seorang perempuan lalu dibawa-Nya kepada manusia itu. Hawa gambaran istri dari tulang rusuk . Tulang rusuk adalah untuk melindungi bagian tubuh yang lemah. Jadi kedudukan istri sangat penting yakni menanggung kelemahan suami dan anak-anak lewat penundukan taat kepada suami serta tekun mendoakan lewat doa ...
  • Ibadah Raya Surabaya, 09 Juni 2019 (Minggu Siang)
    ... itu kita membutuhkan kuasa Roh Kudus. Dan Tuhan berjanji untuk mencurahkan Roh Kudus kepada kita semua. Kita menantikan janji Tuhan hari-hari ini. Syarat untuk menerima Roh Kudus kita harus tinggal di Yerusalem. Kisah Rasul - . Pada suatu hari ketika Ia makan bersama-sama dengan mereka Ia melarang mereka meninggalkan Yerusalem dan ...

Siaran Langsung

Live Streaming GPTKK

Rekaman

Ikuti rekaman ibadah kami

Transkrip

Ringkasarn Firman Tuhan

Kesaksian

Pengalaman hidup bersama Firman Tuhan

Untuk Koneksi Lambat, silakan buka https://id.gptkk.org

Silakan kontak ke info@gptkk.org apabila bapak/ibu/sdr/sdri ada pertanyaan atau ingin berlangganan majalah Manna, dan silakan kirim email ke widjaja_h@yahoo.com apabila ingin konsultasi pribadi dengan bapak gembala.