English Language | Form Penggembalaan
RINGKASAN KOTBAH IBADAH RUTIN DAN IBADAH KUNJUNGAN
RINGKASAN LAINNYA

Ibadah Kunjungan di Toraja II, 17 Februari 2016 (Rabu Pagi)
Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Tema: Imamat yang Rajani.
1 Petrus 2:9
2:9...

Ibadah Doa Surabaya, 29 Januari 2014 (Rabu Sore)
Pembicaran: Pdm. Gideon Pakpahan

Selamat malam, selamat mendengarkan firman Tuhan, biarlah damai sejahtera, kasih karunia dan bahagia dari Tuhan...

Ibadah Natal Persekutuan di Square Ballroom Surabaya, 23 Desember 2016 (Jumat Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayangnya TUHAN kita Yesus Kristus. Selamat malam, selamat mendengarkan firman TUHAN. Biarlah kasih...

Ibadah Kaum Muda Remaja Malang, 17 Maret 2018 (Sabtu Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Lukas 12
Dalam susunan Tabernakel, Lukas 12 terkena pada...

Ibadah Doa Malang, 10 September 2018 (Senin Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Wahyu 7:17
7:17 Sebab Anak Domba yang...

Ibadah Raya Surabaya, 02 Mei 2010 (Minggu Sore)
Matius 25: 1, 13
25:1 "Pada waktu itu hal Kerajaan Sorga seumpama sepuluh gadis,...

Ibadah Kunjungan Mangkutana IV, 27 Juni 2013 (Kamis Pagi)
Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Matius 4:19b
4:19 ... kamu akan...

Ibadah Doa Malang, 04 Agustus 2009 (Selasa Sore)
Matius 24: 32-35
NUBUAT TENTANG POHON ARA/ISRAEL
Pohon ara ini ditampilkan dari zaman ke zaman: Zaman Allah...

Ibadah Doa Malang, 23 Mei 2017 (Selasa Sore)
Bersamaan dengan Ibadah Doa Puasa session III.

Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Wahyu...

Ibadah Persekutuan di Ciawi II, 18 November 2009 (Rabu Pagi)
Tema: Wahyu 21:5
"Lihatlah, Aku menjadikan segala sesuatu baru!"

Pada mulanya Tuhan sudah menciptakan manusia yang sama...

Ibadah Pendalaman Alkitab Malang, 16 Desember 2010 (Kamis Sore)
Matius 25:31-34
25:31. "Apabila Anak Manusia datang dalam kemuliaan-Nya dan semua malaikat...

Ibadah Raya Malang, 30 September 2012 (Minggu Pagi)
Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Matius 27 secara keseluruhan menunjuk pada tujuh...

Ibadah Paskah di Pertamina Surabaya, 24 April 2015 (Jumat Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayangnya TUHAN kita Yesus Kristus. Selamat malam, selamat mendengarkan firman TUHAN. Biarlah damai...

Ibadah Doa Surabaya, 29 Maret 2017 (Rabu Sore)
Pembicara: Pdm. Youpri Ardiantoro

Puji TUHAN, salam sejahtera, selamat malam, selamat beribadah di dalam kasih sayangnya TUHAN kita, Yesus...

Ibadah Doa Malam Surabaya, 04 November 2015 (Rabu Malam)
Salam sejahtera dalam kasih sayangnya TUHAN kita Yesus Kristus. Selamat malam, selamat mendengarkan firman TUHAN. Biarlah damai...


TRANSKRIP LENGKAP

Doa Surabaya (Rabu, 26 November 2014)
Tayang: 10 Mei 2019
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 24 November 2014)
Tayang: 10 Mei 2019
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 23 November 2014)
Tayang: 07 Januari 2019
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 19 November 2014)
Tayang: 07 Januari 2019
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 17 November 2014)
Tayang: 07 Januari 2019
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 09 November 2014)
Tayang: 22 Agustus 2018
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 05 November 2014)
Tayang: 04 Juni 2018
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 03 November 2014)
Tayang: 04 Juni 2018
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 02 November 2014)
Tayang: 03 Maret 2018
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 20 Oktober 2014)
Tayang: 13 Desember 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 13 Oktober 2014)
Tayang: 13 Desember 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 12 Oktober 2014)
Tayang: 24 Oktober 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 08 Oktober 2014)
Tayang: 18 September 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 06 Oktober 2014)
Tayang: 05 September 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 05 Oktober 2014)
Tayang: 05 September 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 01 Oktober 2014)
Tayang: 05 September 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 29 September 2014)
Tayang: 24 Juni 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 21 September 2014)
Tayang: 19 Mei 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 17 September 2014)
Tayang: 29 April 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 15 September 2014)
Tayang: 29 April 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]



Untuk Koneksi Lambat, silahkan buka http://id.gptkk.org
Transkrip lengkap dari ibadah penggembalaan di Malang dan Surabaya, semuanya di bawakan oleh gembala sidang Pdt. Widjaja Hendra.

Silahkan kontak ke info@gptkk.org apabila bapak/ibu/sdr/sdri ada pertanyaan atau mungkin ingin berlangganan majalah Manna dan silahkan kirim email ke widjaja_h [at] yahoo.com apabila ingin konsultasi pribadi dengan bapak gembala
silahkan ganti tanda [at] dengan @
Cari ringkasan:   
[versi cetak]
Cari rekaman ibadah ini di: http://www.kabarmempelai.org
Ibadah Natal Persekutuan V di Batam, 04 Desember 2014 (Kamis Malam)

Salam sejahtera dalam kasih sayangnya Tuhan kita Yesus Kristus. Selamat malam, selamat mendengarkan Firman Tuhan. Biarlah damai sejahtera, kasih karunia dan bahagia dari Tuhan senantiasa dilimpahkan di tengah-tengah kita sekalian.

Tema: Yohanes 10: 11
10:11 Akulah gembala yang baik. Gembala yang baik memberikan nyawanya bagi domba-dombanya;

"Akulah Gembala yang baik".

Kita sudah mendengar, mengapa Yesus tampil sebagai Gembala yang baik? Karena semua ciptaan Tuhan sudah dirusak oleh setan dan Ia tampil sebagai Gembala yang baik untuk memperbaiki apa yang sudah rusak.

Kemudian, bagaimana Yesus tampil sebagai Gembala yang baik? Dengan menyerahkan nyawa-Nya bagi domba-domba.

Kemudian, tugas Gembala yang baik:
Yohanes 10: 3
10:3 Untuk dia penjaga membuka pintu dan domba-domba mendengarkan suaranya dan ia memanggil domba-dombanya masing-masing menurut namanya dan menuntunnya ke luar.

  • Yang pertama: memanggil domba-domba dengan suara gembala (Firman penggembalaan).
  • Yang kedua: menuntun atau membimbing domba-domba lewat suara gembala (Firman penggembalaan).

Kita sudah mendengar, Firman penggembalaan adalah Firman yang dobel (seperti manna yang dulu diturunkan untuk bangsa Israel dan pada hari ke enam mengambil dobel = 2 gomer); yang terdiri dari Firman penginjilan dan Firman pengajaran yang lebih tajam dari pedang bermata dua/kabar mempelai = bagaikan 2 tangan Gembala yang baik untuk menuntun domba-domba kepada 3 tempat, yaitu:

  1. Mazmur 23: 1-2
    23:1 Mazmur Daud. TUHAN adalah gembalaku, takkan kekurangan aku.
    23:2 Ia membaringkan aku di padang yang berumput hijau, Ia
    membimbing aku ke air yang tenang;

    Tempat yang pertama: 'Ia membimbing aku ke air yang tenang'= Gembala yang baik menuntun atau membimbing kita ke air yang tenang.
    Air yang tenang, artinya: domba-domba mengalami urapan Roh Kudus, sehingga ada damai sejahtera.

    Damai sejahtera, artinya:


    • tidak ada ketakutan atau kekuatiran, sebab kita hanya berharap pada kemurahan dan kebaikan dari Gembala Baik yang tidak pernah berubah dan berguncang.

      Mazmur 23: 6
      23:6 Kebajikan dan kemurahan belaka akan mengikuti aku, seumur hidupku; dan aku akan diam dalam rumah TUHAN sepanjang masa.
      Pasal 23 adalah pasal tentang penggembalaan.
      'kemurahan dan kebajikan Tuhan mengikuti aku seumur hidupku'= langkah-langkah hidup kita/domba-domba yang dituntun oleh Gembala Baik adalah LANGKAH-LANGKAH KEMURAHAN DAN KEBAJIKAN TUHAN.

      Satu langkah sama dengan satu denyut nadi.
      Jadi, kalau ada apa-apa, goncangan dan lain-lain yang membuat kita takut atau kuatir bahkan hampir putus asa, segera ambil nafas dan hembuskan lagi. Kalau masih ada nafas, berarti masih ada kemurahan dan kebajikan Tuhan dan masih ada harapan bagi kita, jangan putus asa!
      Kemurahan dan kebajikan Tuhan seperti denyut jantung yang tidak pernah berubah apalagi berhenti, darah Yesus tetap mengalir dengan stabil saat menghadapi apapun, sehingga kita tetap tenang menghadapi apapun juga.

      Begitu juga kalau kita ingin bangga, cepat ambil nafas dan hembuskan, supaya tidak ada kebanggaan, karena semua hanya oleh kemurahan dan kebajikan Tuhan.

      Langkah-langkah kemurahan dan kebajikan Tuhan (dalam ketenangan/damai sejahtera) ini penting, karena di akhir jaman, dunia akhir jaman akan goncang.

      Lukas 21: 25-26
      21:25 "Dan akan ada tanda-tanda pada matahari dan bulan dan bintang-bintang, dan di bumi bangsa-bangsa akan takut dan bingung menghadapi deru dan gelora laut.
      21:26 Orang akan
      mati ketakutan karena kecemasan berhubung dengan segala apa yang menimpa bumi ini, sebab kuasa-kuasa langit akan goncang.

      = tentang kedatangan Anak Manusia. Di bumi, semua bangsa akan takut.
      Damai sejahtera di dalam kemurahan dan kebajikan Tuhan/urapan Roh Kudus sangat penting untuk menghadapi kegoncangan-kegoncangan yang melanda dunia (darat, laut dan udara, baik secara jasmani maupun rohani).

      Kalau ada damai sejahtera, maka ada kemurahan dan kebajikan Tuhan yang akan menolong kita menghadapi kegoncangan di segala bidang, sehingga kita tetap tenang dan tidak takut.
      Inilah perlunya kita dituntun oleh Gembala yang baik ke air yang tenang, harus mengalami damai sejahtera dalam urapan Roh Kudus.

      Saat-saat menghadapi kedatangan Tuhan, dunia ini bukan tambah baik, tapi semakin goncang. Sebab itu, kita butuh kemurahan dan kebajikan Tuhan yang sanggup mengolong kita semua.

      Sementara, banyak manusia lain, termasuk hamba Tuhan/pelayan Tuhan yang ketakutan menghadapi dunia di akhir jaman, sehingga mati secara jasmani.

      "memang, menurut kedokteran, kalau kita takut/kuatir, hormon kita tidak bekerja dengan semestinya dan memicu penyakit sampai kematian."

      Ketakutan atau stress ini bisa disebut sebagai pembunuh utama manusia. Bukan hanya mati jasmani, tetapi sampai mati rohani (kering rohaninya) dan menuju kematian kedua/kebinasaan untuk selamanya.
      Kalau sudah takut/kuatir, tidak bisa berdoa dan kering rohaninya.
      Betul-betul ketakutan menjadi pembunuh utama manusia secara jasmani dan rohani.

      Mari, biarlah malam ini, kita mendengar Firman, kita bawa kehidupan kita digembalakan oleh Tuhan untuk dituntun ke air yang tenang. Ini yang harus dijaga, tidak ada ketakutan lagi, serahkan pada Tuhan dan kita hidup dari kemurahan dan kebajikan Tuhan. Setiap detak jantung kita hanya kemurahan dan kebajikan Tuhan.


    • Arti kedua dari damai sejahtera adalah tidak ada lagi dosa yang dipertahankan= segala dosa kejahatan, kenajisan dan kepahitan sudah diselesaikan oleh darah Yesus.
      Dosa kejahatan= ikatan akan uang.
      Dosa kenajisan= dosa makan minum dan kawin mengawinkan.
      Dosa kepahitan= iri hati, dendam sampai benci tanpa alasan.

      Seringkali, kita berlaku demikan, justru para gembala-gembala. Kita dengar cerita Yusuf, semua gembala, tiba-tiba iri dan benci tanpa alasan.
      Kalau damai sejahtera, maka semua iri, benci, dan dendam sudah diselesaikan atau segala dosa kejahatan, kenajisan dan kepahitan sudah diselesaikan oleh darah Yesus.

      Selama mempertahankan dosa, tidak akan ada damai sejahtera.

      Bagaimana supaya kita bisa mendapatkan damai sejahtera?
      Matius 5: 25, 23-24
      5:25 Segeralah berdamai dengan lawanmu selama engkau bersama-sama dengan dia di tengah jalan, supaya lawanmu itu jangan menyerahkan engkau kepada hakim dan hakim itu menyerahkan engkau kepada pembantunya dan engkau dilemparkan ke dalam penjara.
      5:23 Sebab itu, jika
      engkau mempersembahkan persembahanmu di atas mezbah dan engkau teringat akan sesuatu yang ada dalam hati saudaramu terhadap engkau,
      5:24 Tinggalkanlah persembahanmu di depan mezbah itu dan pergilah
      berdamai dahulu dengan saudaramu, lalu kembali untuk mempersembahkan persembahanmu itu.

      Mari kita upayakan damai sejahtera hari-hari ini. Selesaikan dosa-dosa! Tadi yang pertama, jangan takut, yaitu kita bergantung pada Tuhan sepenuh. Kalau berharap pada harta, saat menghadapi sesuatu kita akan takut. Bergantung jemaat, saat jemaat mau pindah, kita takut, tidak bisa tidur. Tapi kalau bergantung kemurahan dan kebajikan Gembala yang baik, maka kita tidak akan pernah takut dan kuatir. Kalau mau takut cepat hirup nafas, kemurahan dan kebajikan Tuhan menolong kita, kita mengaku tidak bisa apa-apa dan kita akan mengalami damai sejahtera.

      Yang kedua, dosa harus diselesaikan.

      'mempersembahkan di atas mezbah'= pelayan Tuhan.
      ay. 23-24= berdamai dengan sesama.
      ay. 25= berdamai dengan Tuhan ('lawanmu di tengah jalan'= Tuhan).
      Jadi, berdamai itu dengan Tuhan dan sesama (kayu salib).

      SEGERA BERDAMAI dengan Tuhan dan sesama.
      Berdamai=


      1. Mengaku dosa kepada Tuhan dan sesama dengan sejujur-jujurnya. Jika diampuni, jangan berbuat dosa lagi.
      2. Mengampuni dosa orang lain dan melupakan, sama seperti Tuhan mengampuni dosa kita dan melupakan.


      Malam ini, Tuhan tolong kita, segera berdamai supaya ada damai sejahtera, tidak boleh mempertahankan dosa. Jika kita saling mengaku dan mengampuni, maka darah Yesus menyelesaikan dosa-dosa kita dan kita menerima damai sejahtera oleh Roh Kudus.
      Tinggal pilih! Kalau dosa dipertahankan, Roh Kudus tidak ada. Kalau dosa diselesaikan, ada Roh Kudus.
      Pandai-pandailah memilih. Apalagi dalam rumah tangga, kalau tidak mau berdamai, apa gunanya?
      Lebih baik berdamai (kakak adik berdamai, anak dengan orang tua, gembala dengan jemaat).
      Selesaikan dosa! Yang salah, mengaku.
      Jangan sembunyi-sembunyi! Kalau sembunyi-sembunyi, tidak ada damai sejahtera.

      Kalau ada damai, maka semua jadi enak dan ringan. Kalau mempertahankan dosa, tidak ada damai sejahtera, tetapi hanya ada letih lesu dan beban berat.

      Tadi, ada istilah SEGERA berdamai. 'Segera' ini mengingatkan pada kecepatan (sayap).

      Daniel 9: 27
      9:27 Raja itu akan membuat perjanjian itu menjadi berat bagi banyak orang selama satu kali tujuh masa. Pada pertengahan tujuh masa itu ia akan menghentikan korban sembelihan dan korban santapan; dan di atas sayap kekejian akan datang yang membinasakan, sampai pemusnahan yang telah ditetapkan menimpa yang membinasakan itu."

      'pertengahan tujuh masa' = 3,5 tahun, yaitu jaman antikris berkuasa.

      Di sini, antikris datang dengan kecepatan, yaitu sayap kekejian untuk membinasakan, tetapi ia nanti juga dibinasakan waktu Yesus datang.

      Segera berdamai= cepat berdamai, sebab, jika kita menunda-nunda waktu untuk berdamai, maka antikris datang dengan sayap kekejian, sehingga timbul kebencian, tidak jadi berdamai karena diserobot oleh antikris, timbul iri, dendam, kebencian tanpa alasan yang bertambah-tambah, tidak ada lagi keinginan untuk berdamai dan sebagainya= menjadi seperti antikris.

      Tetapi, jika kita cepat berdamai (ketika ada dorongan berdamai dari Firman), maka kita memiliki sayap dari Tuhan (SAYAP URAPAN ROH KUDUS)

      Inilah tugas Gembala yang baik, yaitu untuk menuntun ke air yang tenang. Segera berdamai dan kita punya sayap urapan Roh Kudus dari Tuhan.


  2. Mazmur 23: 3
    23:3 Ia menyegarkan jiwaku. Ia menuntun aku di jalan yang benar oleh karena nama-Nya.

    Tempat yang kedua: 'Ia menuntun aku di jalan yang benar'= Gembala yang baik menuntun kita di jalan yang benar.
    Artinya: hidup sesuai dengan kebenaran Firman Allah/Alkitab.
    Kebenaran adalah Alkitab. Kalau di luar Alkitab, sekalipun 1000 pendeta yang bilang, itu adalah kebenaran diri sendiri. Sekalipun 1 orang biasa yang mengatakan sesuatu sesuai Firman, itu kebenaran dari Tuhan. Jangan melihat manusianya! Yang penting, kebenaran dari Tuhan adalah Alkitab, tidak boleh dikurangi dan ditambahi.

    Kalau sudah ditambahi dan dikurangi, itu sudah kebenaran sendiri dan inilah permainan dari setan/ular.
    Tuhan berkata, 'semua buah pohon di taman boleh kau makan buahnya', tetapi setan berkata kepada Hawa, 'semua buah pohon di taman tidak boleh kau makan'.

    Alkitab bilang 'tidak boleh', tetapi kita merubah Alkitab dengan berbagai alasan, sehingga yang tadinya tidak boleh jadi boleh dan sebaliknya. Inilah kebenaran diri sendiri. Kita harus hati-hati.

    Tetapi, Tuhan menuntun kita di jalan yang benar, yaitu hidup sesuai dengan kebenaran Firman Allah/Alkitab.
    Kalau ada perbedaan-perbedaan, mari kembali pada Alkitab, jangan pakai macam-macam. Kembali pada yang benar. Kalau dalam Tabernakel, itu jelas. Perjalanan rohani dari Pintu Gerbang (iman), bertobat, baptisan sampai Tabut Perjanjian (kesempurnaan). Kalau ada perbedaan, misalnya soal baptisan, baca Alkitab saja.

    Yakobus 1: 19-22
    1:19 Hai saudara-saudara yang kukasihi, ingatlah hal ini: setiap orang hendaklah cepat untuk mendengar, tetapi lambat untuk berkata-kata, dan juga lambat untuk marah;
    1:20 Sebab amarah manusia tidak mengerjakan kebenaran di hadapan Allah.
    1:21 Sebab itu buanglah segala sesuatu yang kotor dan kejahatan yang begitu banyak itu dan terimalah dengan lemah lembut firman yang tertanam di dalam hatimu, yang berkuasa menyelamatkan jiwamu.
    1:22 Tetapi hendaklah kamu
    menjadi pelaku firman dan bukan hanya pendengar saja; sebab jika tidak demikian kamu menipu diri sendiri.

    'CEPAT mendengar'= tadi ada istilah SEGERA berdamai. Memang Tuhan mau memberi kita sayap, sebab antikris juga memiliki sayap yang lain. Sebab itu, Tuhan memberi sayap dengan 'segera' dan 'cepat', supaya kita tidak diterkam antikris.
    'menjadi pelaku firman'= lakukan Firman!

    Proses supaya kita bisa berada di jalan yang benar (hidup sesuai Firman):


    • ay. 19-20= 'cepat untuk mendengar'= CEPAT untuk mendengar firman Allah, jangan lamban.
      Artinya:


      1. Ibrani 5: 11-14
        5:11 Tentang hal itu banyak yang harus kami katakan, tetapi yang sukar untuk dijelaskan, karena kamu telah lamban dalam hal mendengarkan.
        5:12 Sebab sekalipun kamu, ditinjau dari sudut waktu, sudah seharusnya menjadi pengajar, kamu masih perlu lagi diajarkan asas-asas pokok dari penyataan Allah, dan kamu
        masih memerlukan susu, bukan makanan keras.
        5:13 Sebab barangsiapa masih memerlukan susu ia tidak memahami ajaran tentang kebenaran, sebab ia adalah anak kecil.
        5:14 Tetapi
        makanan keras adalah untuk orang-orang dewasa, yang karena mempunyai pancaindera yang terlatih untuk membedakan yang baik dari pada yang jahat.

        'kamu telah lamban dalam hal mendengarkan': Seringkali, kita hamba Tuhan/pelayan Tuhan lamban dalam mendengar Firman. Artinya: 'ditinjau dari sudut waktu, sudah seharusnya menjadi pengajar, tetapi masih memerlukan susu'= sudah bertahun-tahun di gereja, tapi hanya menerima susu terus, 'mari percaya Yesus, selamat dan diberkati'. Ini sudah dari dulu.
        Firman penginjilan (susu) memang sangat penting.

        "kalau tidak ada Firman penginjilan, saya tidak ada di sini."

        Tetapi, kalau begitu terus, tiap datang selalu, 'mari percaya Yesus, diberkati', itu sudah semua. Kalau tidak diberkati, tidak ada di gereja. Kita semua sudah diberkati, paling tidak, diberkati kesehatan. Kalau tertidur di rumah sakit, kita tidak bisa berada di sini.

        Sekarang harus dilanjutkan, jangan lamban!
        Kalau lamban, antikris sudah siap dengan sayapnya.
        Mari kita lanjutkan pada makanan keras.
        Makanan keras= Firman pengajaran yang keras dan lebih tajam dari pedang bermata dua.

        "Saya bersyukur kepada Tuhan. Jika dulu pada jaman guru-guru/pendahulu kami, ibadah semacam ini setahun mungkin 3 kali. Tetapi sekarang, 1 bulan bisa 2 kali. Ini maunya Tuhan supaya ada sayap, supaya banyak daerah-daerha yang cepat mendengar kabar mempelai. Kalau dulu, kami 1 tahun 3 kali, rombongan kami banyak yang ikut, bisa satu pesawat. Tetapi saat guru kami akan meninggal, ia berkata, 'saya melihat cara baru', itulah dengan tim kecil ke mana-mana sampai ke desa dan kota, supaya cepat. Kalau menunggu rombongan, susah. Memang Firman ini secepat kilat, kedatangan Tuhan secepat kilat."

        Jadi, arti pertama cepat untuk mendengar Firman Allah: jangan hanya mendengar Firman pengijilan/kabar baik (susu), tetapi harus SEGERA MENDENGAR Firman pengajaran yang benar/kabar mempelai.

        "Perhatikan lulusan Lempin-El. Kita yang diberi tanggung jawab pengajaran malah mundur, 'wah..kalau pengajaran, jemaat tidak banyak'. Ini tanggung jawab besar di hadapan Tuhan. Guru saya mengatakan 'karena saudara diterima di Lempin-El, orang lain ditolak. Sekarang, saudara diberi tanggung jawab pengajaran, malah mau beralih ke penginjilan. Ini tanggung jawab dobel dan hutang darah'. Hati-hati! Menyampaikan Firman ini memang harus sabar. Mungkin dari 100 orang yang mendengar, hanya ada 1 yang mengerti. Tidak apa-apa. Yesus saja, kalau 5 roti dan 2 ikan, 5000 orang datang, tetapi begitu perkataan keras, lari semua dan tinggal 12; masih lari lagi 1 (Yudas), tinggal 11. Masih lumayan kalau 10 orang yang mendengar dan 1 bisa masuk penggembalaan. 500 orang yang mendengar saat ini, mungkin ada 2 orang yang cari-cari, 'mana itu pengajaran?' itu sangat lumayan. Yesus saja, dari 5000 orang tinggal 11 orang. Sabarlah. Jangan Firmannya yang ditinggalkan, tetapi justru sabar. Rekam hamba Tuhan, pulang dari tempat ini, cepat kabarkan pengajaran (punya sayap)!"


      2. arti kedua cepat untuk mendengar Firman Allah: mendengar Firman pengajaran yang benar dengan sungguh-sungguh sampai mengerti Firman (tertanam di pikiran).
        Mengerti tidak sama dengan pengetahuan (pengertian tidak sama dengan pengetahuan).

        Yakobus 1: 19
        1:19 Hai saudara-saudara yang kukasihi, ingatlah hal ini: setiap orang hendaklah cepat untuk mendengar, tetapi lambat untuk berkata-kata, dan juga lambat untuk marah;

        Bukti kita 'mengerti' Firman, yaitu


        1. lambat berkata-kata, banyak berdiam diri, koreksi diri, tidak menghakimi orang lain, bergosip dan bersungut pada Tuhan.
          Kalau Firman jadi pengetahuan, banyak berkata-kata, berdebat dan berdiskusi.


        2. kemudian, 'lambat untuk marah', artinya: tidak boleh marah sampai membenci, tetapi marah dengan kasih untuk menolong orang lain. Kalau marah dengan kebencian, itu hanya akan menjatuhkan.


    • Yakobus 1: 21
      1:21 Sebab itu buanglah segala sesuatu yang kotor dan kejahatan yang begitu banyak itu dan terimalah dengan lemah lembut firman yang tertanam di dalam hatimu, yang berkuasa menyelamatkan jiwamu.

      Proses kedua supaya berada di jalan yang benar: 'buanglah segala sesuatu...dan terimalah dengan lemah lembut...yang tertanam di hatimu'= Firman tertanam di hati (di proses pertama, kita mengerti Firman dengan bukti lambat berkata-kata/lambat untuk marah). Sekarang, Firman tertanam di hati adalah percaya dan yakin pada Firman pengajaran benar, sehingga menjadi iman di dalam hati/tertanam dan berakar di dalam hati, sehingga menyelamatkan hidup kita.
      Saat Firman menunjuk dosa, kita percaya dan minta ampun, maka kita selamat.

      Sejahat dan senajis apapun hamba Tuhan/pelayan Tuhan, kalau masih mau mendengar dan menerima Firman pengajaran benar, ia masih bisa diselamatkan.

      Jangan putus asa kalau ada keluarga/jemaat kita yang sudah jahat dan najis! Tugas kita hanya satu, yaitu membawa dia mendengar Firman pengajaran yang benar. Kalau dia tersentuh, mengerti dan percaya/yakin, ia akan diselamatkan.

      Sebaliknya, sehebat dan sekuat apapun seorang hamba Tuhan/pelayan Tuhan, kalau ia menolak Firman pengajaran benar dan mendukung yang tidak benar, ia akan kering rohani, tinggal tunggu waktu untuk jatuh dalam dosa dan kehilangan keselamatan. Jangan sombong!
      Serius sungguh-sungguh!


      "Murid lempin-El Kristus Ajaib, hati-hati! Kalau kita sudah dididik di Lempin-El Kristus Ajaib dan sudah tahu yang benar, tetapi kita memilih dan malah mendukung yang tidak benar, menolak yang benar, pasti akan kering rohani dan ada kejatuhan-kejatuhan sampai kehilangan keselamatan.
      Mari sungguh-sungguh dalam pengajaran ini! Lempin-El sudah lulus, menjadi Pendeta Muda, mendapat gereja, sekarang punya gereja besar, 'apa itu Lempin-El?' Bahaya besar.
      "


    • Yakobus 1: 22
      1:22 Tetapi hendaklah kamu menjadi pelaku firman dan bukan hanya pendengar saja; sebab jika tidak demikian kamu menipu diri sendiri.

      Proses ketiga supaya berada di jalan yang benar: setelah mengerti (cepat mendengar Firman pengajaran), mendengar sungguh-sungguh sampai percaya/yakin (kita selamat), Firman harus dilakukan untuk bisa jalan di jalan yang benar= melakukan Firman pengajaran benar= taat dengar-dengaran pada Firman pengajaran benar/sesuai Alkitab, apapun resiko yang kita hadapi.
      Kalau sudah dilakukan, di situlah kita hidup sesuai dengan kebenaran Firman Allah dan kita dituntun oleh Tuhan.

      Jika hanya mendengar Firman pengajaran benar, tetapi tidak mempraktikannya, ia menipu diri sendiri ('kamu menipu diri sendiri'). Betapa kejamnya kalau menipu diri sendiri.
      Kalau menipu orang lain memang jahat, tetapi orang itu tidak tahu. Misalnya, kita berkata 'A', orang lain berkata, 'kamu berkata A', ia berkata, 'oh tidak, tapi B'. Memang orang itu tidak tahu.
      Kalau menipu Tuhan juga jahat. Tetapi, menipu diri sendiri itu paling jahat. Coba bayangkan bagaimana orang menipu diri sendiri; sangat jelek sekali.

      "Contohnya, tangan saya sakit sekali. Kalau tidak ada orang, sampai teriak-teriak. Supaya tidak terlihat sakit, saya mau menipu. Ada yang bertanya, 'kamu sakit?' Saya jawab, 'tidak', tapi sambil berteriak-teriak karena sakit. Sangat jelek sekali."

      Itu baru yang mendengar, tetapi tidak melakukan.
      Kalau yang memberitakan, lalu tidak melakukan, ia adalah penipu ulung.
      Pembicara dan gembala benar-benar harus tanggung jawab.
      Mari, kita hidup di jalan yang benar bersama Tuhan.


    Sekarang, kita pelajari istilah CEPAT MENDENGAR.
    Zakharia 5: 9-11
    5:9 Lalu aku melayangkan mataku dan aku melihat: tampak tampil dua orang perempuan yang sayapnya didorong oleh angin. Adapun sayap mereka adalah sayap seperti burung ranggung. Mereka mengangkut gantang itu di antara bumi dan langit.
    5:10 Bertanyalah aku kepada malaikat yang berbicara dengan aku itu: "Ke mana mereka membawa gantang itu?"
    5:11 Jawabnya kepadaku: "
    Ke tanah Sinear, untuk mendirikan sebuah rumah bagi perempuan itu. Dan apabila itu selesai, maka mereka akan menempatkan dia di sana di tempat rumah itu didirikan."

    Kalau tidak CEPAT mendengar, menunda-nunda waktu, maka setan akan datang dengan sayap yang lain, yaitu sayap burung ranggung (antikris). Kalau sayap dari Tuhan adalah sayap burung nasar.
    'tanah Sinear'= Babel (Kejadian 11).

    Kita harus cepat mendengar dan dengar-dengaran pada Firman pengajaran benar. Sebab, jika kita menunda-nunda waktu (sudah dengar tapi menunda-nunda waktu untuk menerapkan dalam sidang jemaat), maka akan datang antikris dengan sayap burung ranggung untuk mendorong perempuan (gereja) ke Babel/ke Sinear, sama dengan hidup dalam puncaknya dosa (dosa makan minum yaitu merokok, mabuk, narkoba dan kawin mengawinkan yaitu dosa sex dengan berbagai ragamnya, penyimpangan sex, homosex, lesbian, sex pada diri sendiri, nikah yang salah, kawin campur, kawin cerai dan kawin mengawinkan).

    "Memang pengalaman kami. Saya satu kali ada kelas khusus hamba-hamba Tuhan selama 3 bulan. Ada sekitar 30 orang. Kemudian lulus, mereka praktikan dan tiap hari telpon saya berbunyi, 'om..bagaimana ini? Saya sudah terapkan dan 2 orang sudah lari'. Tetapi saya katakan, 'tenang saja, bapak yakin tidak dengan pengajaran?' Dia jawab, 'yakin pak'. Saya balas, 'teruskan! Kalau bapak benar-benar melaksanakan pengajaran ini dan diterapkan dalam pelayanan dengan benar, bukan karena emosi, kalau ada yang menolak, anggap itu yang negatif, minus keluar dan jadi 0. setelah 0, nanti bisa positif. Tetapi, kalau bapak seperti Petrus yang pakai pedang untuk memutus telinga, minta ampunlah pada Tuhan karena sudah emosi, jangan pengajarannya yang dibuang, tetapi dosanya yang dibuang'."

    Babel/mempelai wanita setan = puncak kenajisan yang akan dibinasakan.

    Sebaliknya, kalau kita cepat mendengar Firman pengajaran benar, maka kita memiliki sayap dari Tuhan, namanya SAYAP FIRMAN PENGAJARAN BENAR.
    Tadi, di atas, kita menerima sayap Roh Kudus/damai sejahtera. Kalau digabung, menjadi 2 sayap burung nasar yang besar.

    Kesimpulan: kehidupan yang dituntun oleh Gembala yang baik, yaitu hidup dalam damai sejahtera oleh Roh Kudus, sehingga memiliki sayap urapan Roh Kudus.
    Yang kedua, hidup dalam kebenaran Firman Allah= hidup di jalan yang benar= hidup sesuai pengajaran yang benar, sehingga memiliki sayap Firman pengajaran benar.
    Kalau digabung, berarti memiliki 2 SAYAP BURUNG NASAR YANG BESAR.
    Inilah tuntunan tangan Tuhan.

    Wahyu 12: 14
    12:14 Kepada perempuan itu diberikan kedua sayap dari burung nasar yang besar, supaya ia terbang ke tempatnya di padang gurun, di mana ia dipelihara jauh dari tempat ular itu selama satu masa dan dua masa dan setengah masa.

    'perempuan'= gereja Tuhan yang hidup benar dan ada damai sejahtera.
    Kedua sayap burung nasar yang besar menyingkirkan gereja Tuhan ke padang gurun, jauh dari mata ular/antikris. Jangankan dijamah, dilihatpun tidak bisa. Kita dipelihara secara langsung selama 3,5 tahun oleh Tuhan lewat Firman pengajaran yang benar dan perjamuan suci (bangkai yang merupakan gambaran dari perjamuan suci adalah makanan burung nasar). Sekarang, ini kita dapatkan dalam Ibadah Pendalaman Alkitab.

    Jadi, ibadah Pendalaman Alkitab dan perjamuan suci adalah latihan penyingkiran ke padang gurun saat antikris berkuasa di bumi.

    Sekarang, baru ibadah 2 jam, sudah mengeluh. Nanti, kalau 3,5 tahun, tidak akan kuat dan mau pergi. Ibadah Pendalaman Alkitab memang berat bagi daging, tetapi hidup makin ringan, sebab sayapnya makin besar.

    Seperti burung nasar kecil, kalau diberi makan, sayapnya akan tambah besar.
    Ibadah Pendalaman Alkitab biasanya memang di pertengahan minggu; kita pulang kuliah, kerja dan sebagainya, memang berat bagi daging, tetapi enak dan ringan bagi kehidupan kita, sebab sayap semakin besar.

    Tinggal pilih! Mau enak sekarang, tidak perlu Pendalaman Alkitab, tetapi berat selama-lamanya atau berat sekarang bagi daging, tetapi enak selama-lamanya.

    Di padang gurun nanti, semua jadi fulltimer, hanya berharap Tuhan, tidak ada yang bekerja lagi, tetapi hanya beribadah melayani Tuhan.
    Kita semua harus belajar menjadi fulltimer. Bukan maksudnya semua berhenti kuliah/kerja. Kita tetap kerja dan sebagainya, tetapi jangan terikat lagi.
    Artinya: utamakan Tuhan lebih dari semua.

    "Saya mau nasihati yang sudah fulltimer, jangan mencari tambahan-tambahan lagi. Yang belum fulltimer, mengarah pada fulltimer. Kalau yang fuilltimer mencari tambahan, misalkan dari titik 0, yang belum fulltimer mau menjadi fulltimer, mengarah pada positif; sedangkan yang fulltimer mengarah pada yang negatif. Betul-betul ketinggalan. Salah arah. 'oya, jemaat sudah ada'. Saya katakan, 'oh tidak. Tuhan panggil saya, saya tinggalkan pekerjaan dan ijazah, tidak ada sponsor.' Saya sekarang cemburu ilahi pada murid-murid saya. Ada yang kirim uang, dulu saya tidak ada. Tidak ada masalah. Tuhan tetap bisa memelihara, sekalipun kadang diijinkan tidak makan dan minum, tetapi Tuhan pelihara terus. Yang sudah fulltimer, jangan coba-coba, sayapnya sudah besar tambah mengecil, padahal yang kecil tambah membesar. Kalau Tuhan datang, saat antikris datang, ia tidak bisa lagi, ini sangat serius."


  3. Wahyu 7: 17
    7:17 Sebab Anak Domba yang di tengah-tengah takhta itu, akan menggembalakan mereka dan akan menuntun mereka ke mata air kehidupan. Dan Allah akan menghapus segala air mata dari mata mereka."

    'tengah-tengah takhta' = penggembalaan ini sampai ke takhta Surga. Sebab itu, setan mau merusak penggembalaan, mulai dari menghancurkan gembalanya dulu.Gembala dibunuh, sehingga domba tercerai berai.

    Tempat yang ketiga: Gembala yang baik menuntun kita ke mata air kehidupan, di mana tidak ada lagi air mata.

    Wahyu 21: 4-6
    21:4 Dan Ia akan menghapus segala air mata dari mata mereka, dan maut tidak akan ada lagi; tidak akan ada lagi perkabungan, atau ratap tangis, atau dukacita, sebab segala sesuatu yang lama itu telah berlalu."
    21:5 Ia yang
    duduk di atas takhta itu berkata: "Lihatlah, Aku menjadikan segala sesuatu baru!" Dan firman-Nya: "Tuliskanlah, karena segala perkataan ini adalah tepat dan benar."
    21:6 Firman-Nya lagi kepadaku: "Semuanya telah terjadi. Aku adalah Alfa dan Omega, Yang Awal dan Yang Akhir. Orang yang haus akan Kuberi minum dengan cuma-cuma dari
    mata air kehidupan.

    Tempat mata air kehidupan di mana tidak ada lagi air mata adalah takhta Yerusalem Baru ('Ia yang duduk di atas takhta'). Ini tempat penggembalaan terakhir/kandang penggembalaan terakhir. Ke sinilah kita dibawa.

    Kita dibawa dulu ke air yang tenang dan jalan yang benar, supaya punya sayap (cepat berdamai dan cepat mendengar/dengar-dengaran), sebab antikris punya sayap kekejian (sayap ranggung) dan saat ia menyerbu, kita bisa terbang dengan sayap burung nasar.
    Kemudian kita dituntun ke mata air kehidupan, tempat di mana tidak ada setetespun air mata, yaitu di takhta Yerusalem Baru/takhta kerajaan Surga, tempat atau kandang penggembalaan terakhir selama-lamanya.

    Kalau tidak dituntun ke Yerusalem Baru, berarti dituntun ke neraka.

    Bukti kalau kita dituntun ke Yerusalem Baru yang tidak ada air mata, yaitu kita mengalami pembaharuan dari manusia daging menjadi manusia rohani seperti Yesus. Ini mujizat terbesar kedua.
    Mujizat terbesar pertama adalah Natal, yaitu Allah yang adalah Roh, lahir menjadi manusia. Ini sudah terjadi, kurang lebih 2000 tahun yang lalu..
    Mujizat terbesar kedua, sekarang sedang terjadi, manusia berdosa diubahkan untuk jadi sama mulia dengan Yesus. Ini yang sedang kita alami dan harus ktia alami. Kalau tidak,kita tidak akan mencapai Yerusalem Baru.

    Kalau hanya mujizat kesembuhan, kita bisa saja tidak mengalami. Nabi Elisa pun meninggal karena sakit, padhaal ia banyak menyembuhkan orang sakit. Itu memang kehendak Tuhan. Tetapi, mujizat pembaharuan dari manusia daging menjadi manusia rohani, harus kita alami. Kalau orang sakit kemudian meninggal, tetapi ia mengalami keubahan hidup, ia akan dibangkitkan saat Tuhan datang untuk menuju Yerusalem Baru.

    Pembaharuan yang harus kita alami menuju Yerusalem Baru, kita belajar dari Wahyu 21:1, 4
    (langit dan bumi baru)
    21:1 Lalu aku melihat langit yang baru dan bumi yang baru, sebab langit yang pertama dan bumi yang pertama telah berlalu, dan laut pun tidak ada lagi.
    21:4 Dan Ia akan menghapus segala air mata dari mata mereka, dan
    maut tidak akan ada lagi; tidak akan ada lagi perkabungan, atau ratap tangis, atau dukacita, sebab segala sesuatu yang lama itu telah berlalu.


    • ay. 1: 'laut tidak ada lagi'= laut yang lama tidak boleh ada lagi= tidak boleh ada lagi hati bimbang. Hati inilah yang harus dibaharui dulu. Hati ini menentukan arah kita ke Yerusalem baru atau neraka. Kalau bimbang, berarti menuju neraka. Tetapi, kalau hati percaya, kita menuju Yerusalem Baru.

      Yakobus 1: 6
      1:6 Hendaklah ia memintanya dalam iman, dan sama sekali jangan bimbang, sebab orang yang bimbang sama dengan gelombang laut, yang diombang-ambingkan kian ke mari oleh angin.

      Hati bimbang dibaharui menjadi hati PERCAYA. Percaya pada pribadi Yesus (pengajaran benar). Kalau bimbang, kasihan sidang jemaat. Percaya kepada kuasa Yesus, jangan ragu sedikitpun.


    • ay. 4= 'maut tidak ada lagi'= tidak ada dusta= mulut dibaharui. Jadi, hati dan mulut dibaharui.
      Yesaya 28: 15
      28:15 Karena kamu telah berkata: "Kami telah mengikat perjanjian dengan maut, dan dengan dunia maut kami telah mengadakan persetujuan; biarpun cemeti berdesik-desik dengan kerasnya, kami tidak akan kena; sebab kami telah membuat bohong sebagai perlindungan kami, dan dalam dusta kami menyembunyikan diri,"

      Dusta= teken kontrak dengan maut. Jangan main-main!

      "Satu waktu, saat Lempin-El Kristus Ajaib angkatan 27 dilanjutkan di Malang, kami membutuhkan asrama. Tuhan berkati saya membeli asrama untuk pria, kemudian sertifikatnya diurus tidak selesai-selesai. Kemudian saya baca di koran, notaris ini yang juga anak Tuhan dan doktor, ada di koran dan bahaya karena sertifikat dijual dan sebagainya. Saya tanya pada ajudannya karena sertifkatnya tidak selesai padahal sudah 3-4 bulan. Ajudannya menjawab, 'sebentar pak, saya lihat komputer'. Saya telpon lagi, lagi makan siang. Ini sudah alamat tidak baik. Saya kejar terus sampai saya datang ke sana. Satpam sudah coba halangi saya. Tetapi saya minta ketemu dengan doktornya. Satpamnya melarang saya dan meminta saya bertemu ajudannya. Tetapi saya tidak mau dan mau bertemu doktornya. Saya hanya duduk, saya berkata, 'pak, saya datang ke sini bukan mengurus sertifikat, tetapi saya hanya menasehati bapak sebagai anak Tuhan, dusta/bohong itu nomor satu ke neraka pak. Saya diberkati Tuhan secara pribadi, tetapi saya beli asrama, bukan untuk saya, tapi untuk Tuhan. Saya sendiri tidak punya rumah, hanya kamar sepetak, tetapi saya beli rumah untuk orang-orang. Saya berkorban. Jadi, sekarang terserah bapak, yang penting, dusta adalah neraka. Mau bapak keluarkan sertifikatnya 2 tahun, 5 tahun lagi, mau tidak dikeluarkan, mau bapak jual, silahkan, itu milik Tuhan.' Saya pulang, dan besok sudah selesai. Takut dia dengan dusta."

      Dusta = neraka.
      Memang paling gampang menyembunyikan diri dalam dusta, apalagi kalau tidak ada saksi ('kamu mengambil?': 'tidak..tidak..saya anak Tuhan').
      Ia tidak bisa dipegang manusia, tetapi ingat, ia juga tidak bis dipegang oleh Tuhan. Yang bisa memeluk erat-erat adalah setan untuk dibawa ke neraka.

      Malam ini, mulut dibaharui sampai tidak ada dusta dan masuk Yeusalem Baru.
      Yerusalem Baru bukan abstrak, tetapi percaya dan tidak bimbang. Itu Yerusalem Baru. Mulut JUJUR, mengaku apa adanya (ya katakan 'ya', tidak katakan 'tidak). Kita jujur untuk mengaku dosa, kekurangan dan kegagalan.


    Jadi, JUJUR DAN PERCAYA, itulah LANGKAH-LANGKAH MUJIZAT/langkah kemurahan dan kebajikan Tuhan yang membawa kita menuju Yerusalem Baru. Apapun halangan yang menimpa, Tuhan akan selesaikan semua.
    Kalau di tengah jalan ada masalah, terjang saja, seberat apapun masalah kita, karena masih lebih berat masalah Lazarus mati 4 hari.

    Tetapi, kalau jujur dan percaya, kita masih bisa ditolong Tuhan, masih bisa terjadi mujizat.
    Yohanes 11: 39-40
    11:39 Kata Yesus: "Angkat batu itu!" Marta, saudara orang yang meninggal itu, berkata kepada-Nya: "Tuhan, ia sudah berbau, sebab sudah empat hari ia mati."
    11:40 Jawab Yesus: "Bukankah sudah Kukatakan kepadamu: Jikalau engkau
    percaya engkau akan melihat kemuliaan Allah?"

    'Tuhan, ia sudah berbau'= memang benar secara logika, tetapi Marta tidak jujur dan coba menutup-nutupi karena takut malu.
    'angkat batu itu'= jujur; tunjukan yang di dalam hati, ada dosa apappun, tunjukan, buka batu itu.
    Mungkin di dalam rumah tangga, di luar bagus, tetapi busuk didalam, tunjukkan, buka batu itu, buka semua.
    Di dalam pelayanan juga buka semua, mungkin terlihat hebat, tetapi di dalam sudah hancur, jujur dan tunjukkan semua kepada Tuhan. Biar busuk, tunjukan, mari kita jujur.

    Jujur dan percaya, kita akan melihat muizat kemuliaan Tuhan.
    Mujizat masih ada!

    Dulu, Tuhan mengadakan langit, bumi dan segala isinya dengan mujizat. Sampai hari ini, mujizat masih ada.
    Mungkin kita menghadapi seperti Lazarus mati 4 hari.
    Ini adalah gambaran kerusakan moral (dosa makan minum dan kawin mengawinkan) dan mungkin di rumah tangga kita ada yang rusak moralnya. Mungkin menghadapi kehancuran nikah dan buah nikah, tidak bisa ditolong siapapun, kehancuran dalam pelayanan, kegagalan-kegagalan, penderitaan, air mata, kemustahilan, masa depan yang suram dan mati, serahkan pada Tuhan.

    Jujur dan percaya, mujizat masih ada!
    Langkah kita adalah langkah mujizat, kita mengalami pembaharuan terus menerus mulai dengan jujur, percaya dan setia. Kalau ada halangan, mujizat jasmani terjadi, ada pertolongan. Kita jalan terus sampai langkah terakhi, kita diubahkan jadi sama mulia dengan Dia (mujizat terakhir), kita menuju Yerusalem Baru, kita bersama Dia dan Dia bersama Dia.

Kita merindu langkah-langkah kita adalah langkah mujizat/langkah kemurahan dan kebajikan Tuhan. Jujur dan percaya, Tuhan tolong kita semua.
Mujizat masih ada. Sungguh-sungguh, serahkan semua kepada Tuhan dengan jujur dan percaya, supaya kita akan melihat kemuliaan Tuhan (mujizat Tuhan).

Tuhan memberkati.

kembali ke halaman sebelumnya
IBADAH RUTIN DI MALANG

Minggu jam 06:45 (Ibadah Raya)
Minggu jam 10:15 (Ibadah Sekolah Minggu)
Selasa jam 17:15 (Ibadah Pendalaman Alkitab)
Rabu jam 07:30 (Ibadah Kaum Wanita)
Kamis jam 17:15 (Ibadah Doa Penyembahan)
Sabtu jam 17:15 (Ibadah Kaum Muda Remaja)

IBADAH RUTIN DI MEDAN
Royal Room Hotel Danau Toba Internasional
Jl. Imam Bonjol Medan

Minggu, jam 19:00 (Ibadah Raya)
Senin, jam 09:00 (Ibadah Pendalaman Alkitab)
Senin, jam 17:30 (Ibadah Pendalaman Alkitab)

IBADAH RUTIN DI SURABAYA

Minggu jam 09:30 (Ibadah Sekolah Minggu)
Minggu jam 10:55 (Ibadah Raya)
Rabu jam 17:30 (Ibadah Pendalaman Alkitab)
Jumat jam 17:30 (Ibadah Doa Penyembahan)


IBADAH RUTIN DI JAKARTA
Jl. Patra Kuningan XIV no.4
Jakarta Selatan
Sabtu, jam 09:00 (Ibadah Pendalaman Alkitab)

IBADAH KUNJUNGAN
  • 23-25 Juli 2019
    (Ibadah Kunjungan di Tana Toraja)

  • 05-09 Agustus 2019
    (Ibadah Kunjungan di India)

  • 20-22 Agustus 2019
    (Ibadah Kunjungan di Medan)

  • 04-05 September 2019
    (Ibadah Kunjungan di Semarang)

  • 17-19 September 2019
    (Ibadah Persekutuan di Malang)

  • 24-25 September 2019
    (Ibadah Kunjungan di Sorong)

  • 13-17 April 2020
    (Ibadah Kunjungan di Korea Selatan)

All Right Reserved Gereja Pantekosta Tabernakel "KRISTUS KASIH"
Jln. Simpang Borobudur 27 Malang | Telp: (0341) 496949 | Fax: (0341) 476751 » Lihat Peta Gereja Kami di Malang
Jln. WR Supratman 4 Surabaya | Telp. 08123300378 » Lihat Peta Gereja Kami di Surabaya
hubungi kami | email: info@gptkk.org | sitemap | top