English Language | Form Penggembalaan
RINGKASAN KOTBAH IBADAH RUTIN DAN IBADAH KUNJUNGAN
RINGKASAN LAINNYA

Ibadah Pendalaman Alkitab Malang, 04 Agustus 2016 (Kamis Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Wahyu 4:4
4:4 Dan sekeliling takhta itu ada dua...

Ibadah Doa Malam Session I Malang, 20 Agustus 2013 (Selasa Malam)
Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Keluaran 25:18-20
25:18 Dan haruslah kaubuat...

Ibadah Doa Surabaya, 22 Mei 2013 (Rabu Sore)
Matius 28 : 20b
Dan ketahuilah, Aku menyertai kamu senantiasa sampai kepada akhir zaman."

INI TENTANG PENYERTAAN TUHAN.

Penyertaan Tuhan sampai kepada akhir...

Ibadah Pendalaman Alkitab Malang, 19 Juli 2018 (Kamis Sore)
Siaran Tunda dari Ibadah Kunjungan di Tentena-Poso.

Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus....

Ibadah Pendalaman Alkitab Malang, 01 Oktober 2015 (Kamis Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Wahyu 3:12-13
3:12 Barangsiapa menang, ia akan Kujadikan sokoguru...

Ibadah Kunjungan di Ngawi, 08 Agustus 2014 (Jumat Sore)
Salam sejahtera, selamat sore, selamat bersekutu di dalam kasih sayangnya Tuhan kita Yesus Kristus.

Wahyu 19: 9
19:9....

Ibadah Kenaikan Tuhan Surabaya, 05 Mei 2016 (Kamis Pagi)
Salam sejahtera dalam kasih sayangnya TUHAN kita Yesus Kristus. Selamat mendengarkan firman TUHAN. Biarlah damai sejahtera, kasih...

Ibadah Pendalaman Alkitab Surabaya, 10 Agustus 2015 (Senin Sore)
Bersamaan dengan penataran imam dan calon imam II

Salam sejahtera dalam kasih sayangnya TUHAN kita Yesus Kristus. Selamat malam,...

Ibadah Raya Surabaya, 17 Mei 2009 (Minggu Sore)
Matius 24: 31
Supaya kita luput dari malapetaka dibumi ini, kita harus banyak mendengar sangkakala, itulah...

Ibadah Pendalaman Alkitab Surabaya, 28 April 2014 (Senin Sore)
Pembicara: Pdt Mikha Sandatoding

Selamat sore dan salam damai sejahtera dari Tuhan kita Yesus Kristus. Biarlah damai sejahtera bahagia...

Ibadah Natal di Square Ballroom Surabaya, 24 Desember 2018 (Senin Malam)
Salam sejahtera dalam kasih sayangnya TUHAN kita Yesus Kristus. Selamat malam, selamat mendengarkan firman TUHAN. Biarlah damai...

Ibadah Doa Surabaya, 15 Mei 2013 (Rabu Sore)
Pembicara: Pdm. Gideon Pakpahan

Matius 28 :16-20 tentang “perintah untuk memberitakan Injil” = PENYEBARAN SHEKINAH GLORY/PENYEBARAN TERANG.

Penyebaran terang adalah kita dipakai oleh Tuhan dalam kegerakan...

Ibadah Pendalaman Alkitab Malang, 19 Mei 2011 (Kamis Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Matius 26:14-16

Ibadah Pendalaman Alkitab Surabaya, 23 Maret 2015 (Senin Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayangnya Tuhan kita Yesus Kristus. Selamat malam, selamat mendengarkan firman Tuhan. Biarlah damai...

Ibadah Pendalaman Alkitab Malang, 09 Desember 2010 (Kamis Sore)
Lukas 7:16
7:16 Semua orang itu ketakutan dan mereka memuliakan Allah, sambil...


TRANSKRIP LENGKAP

Doa Surabaya (Rabu, 26 November 2014)
Tayang: 10 Mei 2019
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 24 November 2014)
Tayang: 10 Mei 2019
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 23 November 2014)
Tayang: 07 Januari 2019
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 19 November 2014)
Tayang: 07 Januari 2019
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 17 November 2014)
Tayang: 07 Januari 2019
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 09 November 2014)
Tayang: 22 Agustus 2018
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 05 November 2014)
Tayang: 04 Juni 2018
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 03 November 2014)
Tayang: 04 Juni 2018
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 02 November 2014)
Tayang: 03 Maret 2018
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 20 Oktober 2014)
Tayang: 13 Desember 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 13 Oktober 2014)
Tayang: 13 Desember 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 12 Oktober 2014)
Tayang: 24 Oktober 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 08 Oktober 2014)
Tayang: 18 September 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 06 Oktober 2014)
Tayang: 05 September 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 05 Oktober 2014)
Tayang: 05 September 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 01 Oktober 2014)
Tayang: 05 September 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 29 September 2014)
Tayang: 24 Juni 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 21 September 2014)
Tayang: 19 Mei 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 17 September 2014)
Tayang: 29 April 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 15 September 2014)
Tayang: 29 April 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]



Untuk Koneksi Lambat, silahkan buka http://id.gptkk.org
Transkrip lengkap dari ibadah penggembalaan di Malang dan Surabaya, semuanya di bawakan oleh gembala sidang Pdt. Widjaja Hendra.

Silahkan kontak ke info@gptkk.org apabila bapak/ibu/sdr/sdri ada pertanyaan atau mungkin ingin berlangganan majalah Manna dan silahkan kirim email ke widjaja_h [at] yahoo.com apabila ingin konsultasi pribadi dengan bapak gembala
silahkan ganti tanda [at] dengan @
Cari ringkasan:   
[versi cetak]
Cari rekaman ibadah ini di: http://www.kabarmempelai.org
Ibadah Pendalaman Alkitab Surabaya, 08 Februari 2016 (Senin Sore)

Salam sejahtera dalam kasih sayangnya TUHAN kita Yesus Kristus. Selamat malam, selamat mendengarkan firman TUHAN. Biarlah damai sejahtera, kasih karunia dan bahagia dari TUHAN senantiasa dilimpahkan di tengah-tengah kita sekalian.

Wahyu 4: 2
4:2. Segera aku dikuasai oleh Roh dan lihatlah, sebuah takhta terdiri di sorga, dan di takhta itu duduk Seorang.

Rasul Yohanes dikuasai oleh Roh Kudus sehingga melihat takhta di sorga dan di takhta itu duduk Seorang. Kalau ada urapan Roh Kudus, akan melihat takhta sorga; kalau pandangan daging, hanya melihat takhta manusia atau takhta setan.

Ada 3 istilah takhta Allah/takhta sorga yang menunjukkan 3 macam suasana sorga:

  1. Mazmur 89: 15
    89:15. Keadilan dan hukum adalah tumpuan takhta-Mu, kasih dan kesetiaan berjalan di depan-Mu

    (terjemahan inggris)
    89:15.
    Righteousness and justice are the foundation of Your throne; Mercy and truth go before Your face.

    Ayat 15= 'keadilan dan kebenaran adalah tumpuan takhta-Mu' (dalam terjemahan bahasa inggris).

    Yang pertama: takhta sorga adalah takhta kebenaran. Jadi, suasana sorga adalah suasana kebenaran.

    Roma 3: 23-24
    3:23. Karena semua orang telah berbuat dosa dan telah kehilangan kemuliaan Allah,
    3:24. dan oleh kasih karunia telah dibenarkan dengan cuma-cuma karena
    penebusan dalam Kristus Yesus.

    'telah kehilangan kemuliaan Allah'= kebenaran, kesucian, dan kemuliaan sudah hilang.

    Sementara semua manusia sudah berbuat dosa dan harus binasa, bagaimana bisa mencapai takhta sorga--takhta kebenaran? Manusia berdosa hanya bisa dibenarkan karena PENEBUSAN dalam Kristus Yesus atau manusia berdosa hanya bisa dibenarkan karena pengampunan oleh darah Yesus Kristus di kayu salib. Jika sudah dibenarkan, selanjutnya baru bisa hidup dalam kebenaran.

    Tadinya manusia berdosa hanya akan binasa dan ada kaitan dengan takhta setan--neraka. Tetapi karena penebusan oleh Yesus di kayu salib, manusia berdosa bisa dibenarkan dan hidup dalam kebenaran.

    Hidup dalam kebenaran= selamat; tidak dihukum lagi dan tidak binasa.

    Kisah Rasul 2: 36-40
    2:36. Jadi seluruh kaum Israel harus tahu dengan pasti, bahwa Allah telah membuat Yesus, yang kamu salibkan itu, menjadi Tuhan dan Kristus."
    2:37. Ketika mereka mendengar hal itu hati mereka sangat terharu, lalu mereka bertanya kepada Petrus dan rasul-rasul yang lain: "Apakah yang harus kami perbuat, saudara-saudara?"
    2:38. Jawab Petrus kepada mereka: "
    Bertobatlah dan hendaklah kamu masing-masing memberi dirimu dibaptis dalam nama Yesus Kristus untuk pengampunan dosamu, maka kamu akan menerima karunia Roh Kudus.
    2:39. Sebab bagi kamulah janji itu dan bagi anak-anakmu dan bagi orang yang masih jauh, yaitu sebanyak yang akan dipanggil oleh Tuhan Allah kita."
    2:40. Dan dengan banyak perkataan lain lagi ia memberi suatu kesaksian yang sungguh-sungguh dan ia mengecam dan menasihati mereka, katanya: "Berilah dirimu diselamatkan dari angkatan yang jahat ini.

    "Apakah yang harus kami perbuat, saudara-saudara?" = maksudnya adalah bagaimana caranya supaya selamat.
    'orang yang masih jauh'= bangsa kafir.

    Proses manusia berdosa bisa hidup dalam kebenaran dan diselamatkan:


    • 'tahu dengan pasti' (ayat 36)= iman; percaya kepada Yesus sebagai satu-satunya juruselamat; masuk pintu gerbang Tabernakel.
    • Bertobat (ayat 38); mati terhadap dosa= berhenti berbuat dosa dan kembali kepada TUHAN; mezbah korban bakaran. Dulu, binatang korban yang dibakar untuk pengampunan dosa, sekarang sudah digenapkan oleh kurban Kristus--Yesus yang dikorbankan untuk pengampunan dosa.


    • Baptisan air (ayat 38); bejana pembasuhan.
    • Baptisan Roh Kudus (ayat 38); pintu kemah.


    Baptisan air dan Roh Kudus, sama dengan lahir baru, sehingga menghasilkan hidup baru, yaitu hidup dalam kebenaran. Inilah takhta sorga--takhta kebenaran.
    Seharusnya manusia berdosa berkaitan dengan neraka, tetapi lewat korban Kristus di kayu salib, bisa ada kaitan dengan takhta sorga--takhta kebenaran atau suasana kebenaran.

    Yesaya 33: 15-16
    33:15. Orang yang hidup dalam kebenaran, yang berbicara dengan jujur, yang menolak untung hasil pemerasan, yang mengebaskan tangannya, supaya jangan menerima suap, yang menutup telinganya, supaya jangan mendengarkan rencana penumpahan darah, yang menutup matanya, supaya jangan melihat kejahatan,
    33:16. dialah seperti orang yang tinggal aman di tempat-tempat tinggi, bentengnya ialah kubu di atas bukit batu; rotinya disediakan air minumnya terjamin.

    Hidup dalam kebenaran, artinya:


    • mulutnya jujur atau perkataannya jujur; benar, tidak ada dusta. Kalau berkata dusta itu sudah tidak benar.
    • 'yang mengebaskan tangannya, supaya jangan menerima suap' = perbuatannya benar--'tangan' menunjuk pada perbuatan. Contoh: bekerja dengan benar (tidak menerima suap dan sebagainya); sekolah dengan benar (tidak menyontek dan sebagainya).


    • 'menutup telinga supaya jangan mendengarkan rencana penumpahan darah'= telinganya benar, yaitu hanya mendengar dan dengar-dengaran pada firman pengajaran yang benar; tidak mendengar lagi gosip-gosip dan lain-lain yang tidak benar.

      Kalau telinganya mendengar yang tidak benar, maka mulut dan perbuatannya juga tidak akan benar.


    • 'menutup matanya, supaya jangan melihat kejahatan'= pandangannya benar, yaitu hanya tertuju kepada TUHAN--bukan melihat kejahatan--; melihat TUHAN dan ladang TUHAN.


    Jadi, jika digabungkan: seluruh kehidupan kita harus di dalam kebenaran, itulah takhta sorga--takhta kebenaran; suasana kebenaran.

    Hasilnya:


    • Yesaya 33: 16
      33:16. dialah seperti orang yang tinggal aman di tempat-tempat tinggi, bentengnya ialah kubu di atas bukit batu; rotinya disediakan air minumnya terjamin.

      Hasil pertama: aman; damai sejahtera; selamat dan enak ringan hidupnya. Kita dilindungi dari celaka marabahaya, dosa-dosa sampai hukuman TUHAN.

      Jangan dibalik! Kalau tidak benar, justru berat; letih lesu dan beban berat.

      Hamba TUHAN juga. Kalau fellowshipnya benar, semua akan enak dan ringan, sekalipun orang bilang: Berat. Tetapi kalau dicampur-campur--benar lalu tidak benar--, itu yang susah dan setengah mati--letih lesu dan berbeban berat.

      Pilih satu yang benar dan semua akan enak ringan. Begitu juga dalam sekolah, pekerjaan, atau nikah.


    • Yesaya 33: 16
      33:16. dialah seperti orang yang tinggal aman di tempat-tempat tinggi, bentengnya ialah kubu di atas bukit batu; rotinya disediakan air minumnya terjamin.

      Hasil kedua: ada jaminan kepastian pemeliharaan dari TUHAN untuk kebutuhan hidup sehari-hari, masa depan yang berhasil dan indah, sampai hidup kekal.


    Inilah istilah takhta sorga yang menunjuk pada suasana kerajaan sorga. Dalam Tabernakel, ini artinya kita masuk dalam halaman Tabernakel--suasana kebenaran.


  2. Mazmur 47: 9
    47:9. Allah memerintah sebagai raja atas bangsa-bangsa, Allah bersemayam di atas takhta-Nya yang kudus.

    Yang kedua: takhta sorga adalah takhta kekudusan atau kesucian--suasana kesucian.
    Jadi, suasana sorga adalah suasana kesucian; tidak ada kaitan dengan kaya-miskin dan sebagainya.
    Harus hidup benar dulu, baru mengalami takhta sorga dan suasana kerajaan sorga.

    Sesudah hidup benar, harus ditingkatkan untuk masuk kesucian.
    Di mana kita bisa disucikan?
    Amsal 12: 26
    12:26. Orang benar mendapati tempat penggembalaannya, tetapi jalan orang fasik menyesatkan mereka sendiri

    Yang bisa tergembala hanya orang benar. Yudas Iskariot tidak benar hidupnya, sehingga ia tidak bisa digembalakan, sekalipun gembalanya adalah TUHAN Yesus sendiri yang pengajaran-Nya benar, hidup-Nya suci-benar, dan sempurna.

    Kandang penggembalaan ditunjukkan oleh ruangan suci Tabernakel. Kalau masih belum benar--belum masuk halaman--bagaimana mungkin bisa masuk ruangan suci? Kalau masih ada dosa yang disembunyikan, mana bisa masuk ruangan suci?
    Ibadah 1 minggu 1 kali sudah merasa berjasa. Tidak mungkin bisa masuk ruangan suci. Harus benar dulu, baru bisa masuk dalam penggembalaan.

    Gembala juga, harus benar dulu, baru bisa menggembalakan. Ini sama-sama, tidak ada perbedaan. Orang benar itu bisa siapapun juga--bisa gembala yang benar, pemain musik yang benar, guru sekolah minggu yang benar, dan semuanya yang benar--baru bisa mendapati tempat penggembalaan. Jadi, orang benar, bisa TERGEMBALA dengan benar dan baik.

    Kalau menyimpan dosa seperti Yudas, sekalipun Yesus gembalanya, tetap tidak akan bisa tergembala. Akhirnya dia ke sana ke mari--datang pada ahli taurat.
    Hanya orang benar yang bisa mantap dalam penggembalaan yang benar; tergembala dengan benar dan baik--seperti 5000 orang laki-laki duduk di atas rumput, bukan jalan-jalan. Kalau sudah mantap, TUHAN bisa melakukan segalanya--5 roti 2 ikan untuk 5000 orang, sakit menjadi sembuh

    Mulai dari laki-laki--gembala dan kepala dari isteri (suami)--harus mantap dalam penggembalaan. Kalau suami mantap, isteri dan anak juga mantap, sehingga terjadi mujizat-mujizat.

    Di dalam kandang penggembalaan, kita mengalami penyucian, sehingga bisa hidup dalam kesucian.
    Ada 3 macam alat di dalam ruangan suci yang menunjukkan ketekunan dalam 3 macam ibadah pokok:


    • Pelita emas: ketekunan dalam ibadah raya; persekutuan dengan Allah Roh Kudus di dalam urapan dan karuna-karunia-Nya (karunia bersaksi, main musik, menyanyi dan sebagainya)= penyucian oleh Allah Roh Kudus.


    • Meja roti sajian: ketekunan dalam ibadah pendalaman alkitab dan perjamuan suci; persekutuan dengan Anak Allah di dalam firman pengajaran yang benar dan kurban Kristus= penyucian oleh Anak Allah.


    • Mezbah dupa emas: ketekunan dalam ibadah doa penyembahan; persekutuan dengan Allah Bapa di dalam kasih-Nya= penyucian oleh Allah Bapa.


    Namanya ruangan suci, maka titik beratnya adalah penyucian. Kalau tidak ada penyucian, tidak ada urapan Roh Kudus--tidak ada karunia-karunia--, sehingga kering. Semuanya dilakukan dengan kekuatan daging--bermain musik, berkhotbah karena pengalaman--, sehingga tidak bisa menyentuh hati, hanya emosi saja; tidak ada penyucian dan tidak ada keubahan. Kalau ada urapan Roh Kudus dan karunia-karunia, bisa sampai ke dalam hati.

    Sudah hidup benar, kita harus mantap dalam penggembalaan. Istilah mantap--duduk--dalam penggembalaan artinya: 'mendapati tempat penggembalaannya.'
    Jadi, dalam kandang penggembalaan--ketekunan dalam 3 macam ibadah pokok--tubuh, jiwa, dan roh kita disucikan oleh Allah Tritunggal (Allah Bapa, Anak Allah, dan Roh Kudus).
    Mari sungguh-sungguh!

    Kita pelajari satu persatu:


    • penyucian oleh Anak Allah.
      Yohanes 15: 3
      15:3. Kamu memang sudah bersih karena firman yang telah Kukatakan kepadamu.

      'Kukatakan' = yang Yesus katakan.

      Yesus, Anak Allah menyucikan kita lewat firman yang merupakan perkataan Yesus sendiri; sama dengan firman yang dibukakan rahasianya, yaitu ayat yang satu menerangkan ayat yang lain dalam alkitab--firman pengajaran yang benar.

      Perhatikan! Banyak pemberitaan firman sekarang ini, ayat-ayat bukan dibukakan, tetapi diplesetkan (termasuk lawakan). Contoh: AMSAL: 'A' artinya apa? 'M' artinya apa? dan seterusnya. Ini dicocok-cocokkan, mungkin kelihatannya bagus sekali, tetapi tidak mengandung arti rohani. Kita harus hati-hati! Banyak logika manusia digunakan supaya orang senang.

      Kalau tidak mengandung arti rohani, berarti tidak mampu menyucikan. Kalau dibukakan rahasianya dengan benar, maka ada kuasa untuk menyucikan. Jangan salah! Banyak usaha yang meniru-niru dunia--usaha yang tidak rohani-, supaya orang senang dan ini banyak disukai.
      Hanya perkataan Yesus (ayat menerangkan ayat dalam Alkitab) yang mampu menyucikan.

      Yohanes 13: 10-11
      13:10. Kata Yesus kepadanya: "Barangsiapa telah mandi, ia tidak usah membasuh diri lagi selain membasuh kakinya, karena ia sudah bersih seluruhnya. Juga kamu sudah bersih, hanya tidak semua."
      13:11. Sebab Ia tahu, siapa yang akan menyerahkan Dia. Karena itu Ia berkata: "
      Tidak semua kamu bersih."

      'Barangsiapa telah mandi'= baptisan air.
      'Sebab Ia tahu, siapa yang akan menyerahkan Dia;= yang mau menyerahkan Yesus adalah Yudas Iskariot.

      Yohanes 15 adalah pengulangan dari Yohanes 13. Diulang, artinya menjadi makanan--penggembalaan--, bukan membuat bosan, karena merupakan suatu kebutuhan dan itulah makanan domba. Kalau makanan tidak bisa diulang, setengah mati kita dan itu bukan makanan domba lagi.

      Penyucian oleh Anak Allah lewat firman pengajaran yang benar, terutama dari dosa Yudas Iskariot, yaitu: dosa pencuri.
      Ini awasan atau peringatan bagi kita! Ada orang yang hebat--rasul, bendahara (kepercayaan TUHAN)--tetapi bisa hancur hidupnya.

      Yohanes 12: 4-6
      12:4. Tetapi Yudas Iskariot, seorang dari murid-murid Yesus, yang akan segera menyerahkan Dia, berkata:
      12:5. "Mengapa minyak narwastu ini tidak dijual tiga ratus dinar dan uangnya diberikan kepada orang-orang miskin?"
      12:6. Hal itu dikatakannya bukan karena ia memperhatikan nasib orang-orang miskin, melainkan karena ia adalah seorang
      pencuri; ia sering mengambil uang yang disimpan dalam kas yang dipegangnya.

      Ini adalah kaki yang kotor. Barangsiapa telah mandi--masuk baptisan air, baptisan Roh Kudus, dan hidup benar--, ia tidak usah membasuh diri lagi selain membasuh kakinya, sebab kaki inilah yang paling kotor.

      Yudas mencuri milik TUHAN, tetapi berkata: 'Ini dijual untuk orang miskin.' Jadi, kaki kotor sama dengan menutupi dosa mencuri milik TUHAN--persepuluhan dan persembahan khusus--dengan pura-pura berbuat baik.

      Hamba TUHAN juga begitu. Dikatakan: Baik..baik., padahal persepuluhan yang dibagi-bagikan. Kelihatannya baik, tetapi sesungguhnya mencuri milik TUHAN. Ini sama dengan Yudas; pura-pura memberi kepada orang miskin, padahal pencuri.
      "Kalau kami dari GPT, hamba TUHAN persepuluhan kepada TUHAN lewat kas GPT."

      Dalam Lukas 12, gembala dipercaya sebagai pengawas milik TUHAN--'orang yang memberi makan tepat pada waktunya diangkat sebagai pengawas milik TUHAN'--, yaitu persepuluhan--yang terkecil--, rumah TUHAN--ibadah pelayanan, penyembahan--, yang terakhir sampai mempelai wanita TUHAN.

      Jemaat juga, tidak mau memberikan persepuluhan pada gembala, tetapi pada tempat-tempat lain. Kelihatan bagus, tetapi itu mencuri milik TUHAN. Kalau mau membagi-bagi seperti itu, harus ambil uang lagi selain dari persepuluhan atau lewat persembahan khusus.

      Kita harus hati-hati! Kalau gembala salah mengawasi soal persepuluhan, bagaimana mau mengawasi rumah TUHAN yang lebih besar (ibadah pelayanan, penyembahan) dan mempelai wanita sorga? Tidak akan bisa. Kalau gagal dalam mengawasi persepuluhan, maka ibadah pelayanannya kering--tidak bisa menyembah--, dan tidak bisa menjadi mempelai wanita.

      "Saya sering diuji juga soal persepuluhan. Mohon doakan. Saat kami baru di Malang, sepertinya tidak ada uang untuk memberikan kepada orang yang membutuhkan (memelihara ibu janda, pengerja dan sebagainya). Semua bilang: Tidak ada, tidak mungkin. Mereka mau lapor. Tetapi saya ingat pesan om Yo: 'Kalau hamba TUHAN membawa pengajaran benar, tidak akan kalah dengan uang--cakarnya antikris.' Saya mau buktikan. Sudah tidak mungkin (sudah dikumpulkan uang berapapun tetap tidak ada). Tetapi sampai hari ini, TUHAN tolong semua."
      "Satu kali diperhadapkan pada persepuluhan yang banyak. Tetapi diatur oleh tua-tua. Saya katakan: 'Tidak bisa, tidak mau saya.' Sebab kalau pengawasan persepuluhan gagal, bagaimana bisa mengawasi rumah TUHAN?
      Dua kali saya diuji soal persepuluhan. Berat bagi daging, tetapi saya tetap ikut TUHAN. Kalau kita tidak menipu Dia, maka TUHAN tidak akan menipu kita. Kembalikan persepuluhan milik TUHAN, sesudah itu untuk pemeliharaan yang lainnya. Sekalipun orang bilang: 'Tidak cukup,' tetapi bagi TUHAN bisa cukup semuanya.
      "

      Sidang jemaat juga. Jangan mencuri milik TUHAN!

      Dosa mencuri milik TUHAN ini mengikat dan meningkat dari zaman ke zaman:


      • zaman Israel.
        Maleakhi 3: 8
        3:8. Bolehkah manusia menipu Allah? Namun kamu menipu Aku. Tetapi kamu berkata: "Dengan cara bagaimanakah kami menipu Engkau?" Mengenai persembahan persepuluhan dan persembahan khusus

        Pada zaman Israel sudah terjadi pencurian milik TUHAN.


      • zaman rasul-rasul gereja hujan awal, diwakili oleh Yudas Iskariot, Ananias dan Safira (mencuri persembahan khusus milik TUHAN).
      • Zaman akhir. Sudah lebih dahsyat lagi. Sudah dihukumpun, manusia masih tidak mau bertobat dari dosa pencurian.
        Wahyu 9: 20-21
        9:20. Tetapi manusia lain, yang tidak mati oleh malapetaka itu, tidak juga bertobat dari perbuatan tangan mereka: mereka tidak berhenti menyembah roh-roh jahat dan berhala-berhala dari emas dan perak, dari tembaga, batu dan kayu yang tidak dapat melihat atau mendengar atau berjalan,
        9:21. dan mereka
        tidak bertobat dari pada pembunuhan, sihir, percabulan dan pencurian.

        'pembunuhan' = kebencian.

        Dosa pencurian adalah penutup dosa. Pada saat sangkakala kelima, terjadi penghukuman dengan senjata asap belerang; peperangan dengan senjata kimia dan sebagainya. Banyak orang mati, tetapi yang tidak mati tidak mau bertobat (tetap menyembah berhala, tetap membunuh, melakukan sihir dan percabulan, sampai mencuri). Percabulan dengan berbagai ragamnya, termasuk dosa kenajisan dan makan minum.

        Kalau dosa mencuri masih ada, berarti dosa yang lain, yang di atasnya juga masih ada.
        Kalau kita bebas dari dosa mencuri, kita bebas dari dosa lainnya.


      Persepuluhan dikaitkan dengan 3 hal:


      • makanan rohani di rumah TUHAN--pembukaan firman penggembalaan. Kalau ada persepuluhan, maka ada makanan rohani di rumah TUHAN. Kalau gembala tidak dipercaya persepuluhan, tidak mungkin ada makanan rohani.

        Makanan rohani sama dengan firman yang bisa mengenyangkan, memuaskan, dan menumbuhkan kerohanian kita ke arah kesempurnaan, sehingga kita tidak jatuh dalam kelaparan rohani dan ketidakpuasan; tidak jatuh dalam dosa-dosa dan puncaknya dosa.

        Kalau sudah tidak puas, bahaya, bisa membabi buta, bisa mencari kepuasan di luar TUHAN (di dalam dosa).


      • Kejadian 28: 20-22
        28:20. Lalu bernazarlah Yakub: "Jika Allah akan menyertai dan akan melindungi aku di jalan yang kutempuh ini, memberikan kepadaku roti untuk dimakan dan pakaian untuk dipakai,
        28:21. sehingga aku selamat kembali ke rumah ayahku, maka TUHAN akan menjadi Allahku.
        28:22. Dan batu yang kudirikan sebagai tugu ini akan menjadi rumah Allah. Dari segala sesuatu yang Engkau berikan kepadaku akan selalu
        kupersembahkan sepersepuluh kepada-Mu."

        'Dari segala sesuatu yang Engkau berikan kepadaku akan selalu kupersembahkan sepersepuluh kepada-Mu.' = sudah diberi oleh TUHAN, baru mengembalikan persepuluhan.

        Yang kedua: persepuluhan dikaitkan dengan pengakuan bahwa kita hidup dari TUHAN (sudah diberkati oleh TUHAN), bukan dari dunia, sehingga kita bisa mencapai hidup kekal.

        Kalau hidup dari dunia, kita akan hancur bersama dunia; hidup dari setan, akan binasa bersama setan; hidup dari ijazah, cuma sampai di dunia ini saja, tidak akan bisa mencapai hidup kekal.

        Kalau persepuluhan untuk mendapatkan hasil sepuluh kali lipat, itu judi.

        Ini gunanya persepuluhan. Bukan TUHAN kurang uang. Bukan jumlahnya juga yang dilihat, tetapi pengakuannya. Kalau tidak memberi persepuluhan, berarti kita tidak mengakui bahwa itu dari TUHAN; mengaku itu semua dari dunia dan akan lenyap bersama dengan dunia.


      • Ayat 22: 'batu yang kudirikan sebagai tugu ini akan menjadi rumah Allah'= persepuluhan dikaitkan dengan pembagunan tubuh Kristus yang sempurna.

        Kalau tidak memberikan persepuluhan, akan masuk dalam tubuh Babel--kejahatan dan kenajisan.

        Hati-hati! Seringkali kita tidak memberikan persepuluhan (serakah; mencuri milik TUHAN), tahu-tahu anak kita kena dosa babel (menggunakan narkoba dan sebagainya). Sekali lagi, bukan TUHAN kurang uang. Tetapi sungguh-sungguh penting untuk penyucian kaki kotor.

        Pembangunan tubuh Kristus menuju takhta sorga, bukan babel. Ini yang harus kita perhatikan!


    • Penyucian oleh Allah Roh Kudus, sehingga kita taat dengar-dengaran ('Ya Abba, ya Bapa'), sekalipun kita harus menderita secara daging bersama Yesus--mengalami percikan darah.

      1 Petrus 1: 2
      1:2. yaitu orang-orang yang dipilih, sesuai dengan rencana Allah, Bapa kita, dan yang dikuduskan oleh Roh, supaya taat kepada Yesus Kristus dan menerima percikan darah-Nya. Kiranya kasih karunia dan damai sejahtera makin melimpah atas kamu.

      Contoh: Abraham diperintahkan untuk menyembelih Ishak, anaknya. Inilah sengsara daging karena taat; sengsara perasaan sebagai seorang ayah.

      Kalau taat, ada keberhasilan sampai pintu sorga terbuka bagi kita. Perhatikan kaum muda! Pintar belum menentukan keberhasilan. Tetapi kalau taat, pasti berhasil. Kalau tidak taat, akan gagal dan telanjang--seperti Petrus diperintahkan menjadi penjala manusia, tetapi kembali menjadi penjala ikan--, bahkan terkutuk--seperti Adam dan Hawa.
      Ketaatan adalah permulaan keberhasilan sampai keberhasilan tertinggi, yaitu pintu sorga terbuka.

      Matius 7: 21
      7:21. Bukan setiap orang yang berseru kepada-Ku: Tuhan, Tuhan! akan masuk ke dalam Kerajaan Sorga, melainkan dia yang melakukan kehendak Bapa-Ku yang di sorga.

      Yesus taat, mulai dari baptisan air.

      "Yang mau masuk baptisan air, bukan karena disuruh orang, tetapi karena ketaatan kepada TUHAN."


    • Penyucian oleh Allah Bapa sampai tubuh, jiwa dan roh kita terpelihara sempurna--tidak bercacat cela saat TUHAN datang kedua kali.
      1 Tesalonika 5: 23
      5:23. Semoga Allah damai sejahtera menguduskan kamu seluruhnya dan semoga roh, jiwa dan tubuhmu terpelihara sempurna dengan tak bercacat pada kedatangan Yesus Kristus, Tuhan kita

      'menguduskan' = menyucikan.


    Rasul Yohanes oleh urapan Roh Kudus melihat lewat penglihatan. Tetapi malam ini, kita melihat takhta sorga lewat pembukaan firman. Ada tiga istilah takhta sorga, yang menunjuk pada suasana sorga.
    Pertama: takhta kebenaran. Mari hidup benar. Biar sudah berdosa, tetapi bisa hidup benar.
    Prosesnya: percaya, bertobat, baptisan air dan Roh Kudus.
    Hasilnya: aman, damai sejahtera, ada jaminan kepastian pemeliharaan dari TUHAN, sampai hidup kekal.

    Kemudian takhta kesucian. Mari tergembala sungguh-sungguh--masuk ruangan suci. Kita disucikan oleh Allah Roh Kudus, Anak Allah, dan Allah Bapa sampai sempurna seperti Dia--tubuh, jiwa, roh kita tepelihara sampai sempurna, tidak bercacat cela.


  3. Yeremia 17: 12-13
    17:12. Takhta kemuliaan, luhur dari sejak semula, tempat bait kudus kita
    17:13. Ya Pengharapan Israel, TUHAN, semua orang yang meninggalkan Engkau akan menjadi malu; orang-orang yang menyimpang dari pada-Mu akan dilenyapkan di negeri, sebab mereka telah meninggalkan sumber air yang hidup, yakni TUHAN.

    Yang ketiga: takhta sorga adalah takhta kemuliaan.
    Jadi, suasana sorga adalah suasana kemuliaan kekal--bukan seperti manusia di dunia. Dalam Tabernakel, menujuk pada ruangan maha suci.

    Tadi, takhta kebenaran menunjuk pada halaman Tabernakel. Takhta kesucian menunjuk pada ruangan suci Tabernakel.

    Bagaimana manusia hina--tanah liat, darah daging--bisa mengalami kemuliaan sorga yang kekal? Yaitu lewat PENDERITAAN DAGING BERSAMA YESUS; penderitaan tanpa dosa; sengsara daging tanpa dosa.
    Kalau sengsara daging karena dosa, itu salahnya sendiri!

    Tadi, bagaimana manusia berdosa bisa hidup benar? Oleh penebusan (percaya, bertobat dan seterusnya). Kemudian, bagaimana kita bisa hidup suci? Tergembala. Biarpun pendeta hebat, kalau tidak tergembala, satu waktu akan jatuh. Harus selalu berada di kandang penggembalaan. Tidak bisa tidak! Di kandang penggembalaan kita disucikan oleh Allah Tritunggal sampai sempurna. Kalau tidak berada di kandang akan jatuh.

    2 Korintus 4: 16-17
    4:16. Sebab itu kami tidak tawar hati, tetapi meskipun manusia lahiriah kami semakin merosot, namun manusia batiniah kami dibaharui dari sehari ke sehari.
    4:17. Sebab
    penderitaan ringan yang sekarang ini, mengerjakan bagi kami kemuliaan kekal yang melebihi segala-galanya, jauh lebih besar dari pada penderitaan kami.

    (terjemahan lama)
    4:17. Karena kesukaran kami yang ringan
    seketika lamanya itu, mengerjakan berlimpah-limpah bagi kami suatu kemuliaan kekal yang penuh,

    'manusia lahiriah'= manusia hina, tanah liat.
    'Penderitaan ringan'= penderitaan seketika (dalam lama).

    Manusia darah daging bisa mencapai kemuliaan kekal lewat penderitaan (salib).
    Dikatakan: Penderitaan ringan, artinya penderitaan seberat apapun yang kita alami, tidak ada apa-apanya jika dibandingkan dengan penderitaan Yesus.

    Dikatakan: Penderitaan seketika, artinya sekalipun kita sudah lama menderita, jika dibandingkan dengan kemuliaan kekal yang akan kita terima, tidak ada seujung kuku.
    Yesus menderita--mati selama tiga hari--, tetapi setelah itu bangkit dan mulia selama-lamanya.

    Bentuk sengsara daging tanpa dosa:


    • sengsara karena ibadah pelayanan. Hari libur, tetapi beribadah melayani. Pulang sekolah, kerja lalu masuk ibadah.
    • Berpuasa,
    • doa malam; doa semalam suntuk.
    • Difitnah; tidak salah tetapi disalahkan.


    "Dulu anak saya juga begitu. Minggu ikut saya ke Surabaya, pulang jam dua belas-setengah satu, apalagi kalau macet. Besok pagi jam lima harus doa pagi dan setengah tujuh sekolah. Saya mau menyerah: 'Tidak usah doa pagi.' Tetapi saya bertekad. Saya katakan: 'Yang penting tidak mati. Nanti kamu rasakan TUHAN menolong kamu.' Semua dicatat oleh TUHAN, tidak dilupakan satupun. Dulu sudah tidak tega dan katakan: 'TUHAN tahu, TUHAN mengerti.' Tetapi bertekad, latihan menderita untuk TUHAN. Sekarang sudah kuliah, mulai longgar, karena kuliahnya sudah siang dan upahnya sudah ada. TUHAN tolong kita semua.
    Tadi pagi kami doa pagi, pembacaan di surat Petrus; ada sikap hamba TUHAN, yaitu tidak ikuti daging. Selain itu ada nilai tambah dari hamba TUHAN, yaitu penderitaan bersama TUHAN. Tinggal ambil pointnya. Jangan berhenti! Maju terus, tinggal nanti ditukarkan kepada TUHAN. Justru
    nilai tambah kita adalah saat dalam penderitaan melayani TUHAN. Salah satunya juga yang om Pong ingatkan saya: 'Nilai tambah ada di dalam pelayanan orang mati.' Kumpulkan point-point dan ditukarkan dengan kemuliaan."

    Penderitaan bersama Yesus adalah penderitaan ringan dan seketika saja. Jangan dibesar-besarkan! Hanya sebentar saja. Jangan dibayangkan 1000 tahun. Langsung kecewa nanti! Kalau berat, ingat dengan penderitaan Yesus.

    "Kemarin yang saya ceritakan, ada ibu yang mau ambil apanya untuk cuci darah. Dokternya lupa, tidak dijahit (keluar darah selama 5 jam) dan lukanya menganga. Tetapi dia katakan: 'Saya hanya ingat YESUS lebih menderita.' Ternyata kesaksian anaknya, pada malam terakhir, dia sulit bernafas karena paru-parunya bocor. Dia cegukan sampai sakit, tetapi ia tetap kuat: 'Yesus lebih menderita.' Sampai dipanggil TUHAN, dia tidak menyangkal TUHAN. "

    Yohanes 16: 21
    16:21. Seorang perempuan berdukacita pada saat ia melahirkan, tetapi sesudah ia melahirkan anaknya, ia tidak ingat lagi akan penderitaannya, karena kegembiraan bahwa seorang manusia telah dilahirkan ke dunia.

    Penderitaan ringan dan seketika, sama seperti penderitaan sakit bersalin. Apalagi yang wanita, sudah mengerti hal ini.

    "Ada yang bilang: Tidak mau punya anak lagi karena menderita. Tetapi tahu-tahu anaknya sudah tiga."

    Galatia 4: 16-19
    4:16. Apakah dengan mengatakan kebenaran kepadamu aku telah menjadi musuhmu?
    4:17. Mereka dengan giat berusaha untuk menarik kamu, tetapi tidak dengan tulus hati, karena mereka mau mengucilkan kamu, supaya kamu dengan giat mengikuti mereka.
    4:18. Memang baik kalau orang dengan giat berusaha menarik orang lain dalam perkara-perkara yang baik, asal pada setiap waktu dan bukan hanya bila aku ada di antaramu.
    4:19. Hai anak-anakku,
    karena kamu aku menderita sakit bersalin lagi, sampai rupa Kristus menjadi nyata di dalam kamu.

    Penderitaan sakit bersalin adalah penderitaan daging untuk mengalami pembaharuan atau lahir baru--sampai ada bayi yang lahir; sampai rupa Yesus menjadi nyata di dalam kita--satu gambar dengan Yesus.

    Yang dibaharui adalah


    • 2 Korintus 4: 16
      4:16. Sebab itu kami tidak tawar hati, tetapi meskipun manusia lahiriah kami semakin merosot, namun manusia batiniah kami dibaharui dari sehari ke sehari

      Pertama: hati diubahkan, yaitu tidak tawar hati, tetapi kuat teguh hati.
      Hati-hari ini, kita kuat teguh hati.

      Mulai dari sekarang, sedikit demi sedikit kita diubahkan dari kemuliaan kepada kemuliaan yang lebih besar, sampai sama mulia dengan Dia.

      Kuat teguh hati, artinya:


      • tidak kecewa, putus asa dan tinggalkan TUHAN apapun yang kita hadapi, tetapi tetap setia berkobar-kobar dalam ibadah pelayanan kepada TUHAN. TUHAN sudah mau datang. Keubahan hidup--kemuliaan diberikan kepada kita terus menerus.


      • Tetap percaya berharap TUHAN; tetap sabar menantikan waktu TUHAN. Seperti orang yang mau melahirkan harus sabar selama sembilan bulan sepuluh hari. Jangan mengomel, tetapi selalu mengucap syukur kepada TUHAN.


    • Matius 21: 16
      21:16. lalu mereka berkata kepada-Nya: "Engkau dengar apa yang dikatakan anak-anak ini?" Kata Yesus kepada mereka: "Aku dengar; belum pernahkah kamu baca: Dari mulut bayi-bayi dan anak-anak yang menyusu Engkau telah menyediakan puji-pujian?"

      Sampai lahir menjadi bayi, kita belajar dari bayi.

      Yang kedua; mulut diubahkan:


      • yang ke dalam: bayi yang menyusu; selalu rindu akan air susu ibu yang murni dan rohani (1 Petrus 2: 2); firman penggembalaan yang benar, murni dan rohani (dalam urapan Roh Kudus, bukan urakan). Ini yang bisa menumbuhkan rohani kita, memuaskan kita, dan membahagiakan kita.

        Yang dilarang oleh TUHAN, jangan sampai masuk di mulut adalah minuman keras, merokok dan sebagainya. Yang boleh masuk di mulut adalah air susu yang murni dan rohani.

        Air susu yang murni tidak bisa ditukar dengan apapun. Sampai di sini, kita bisa benar-benar menikmati firman penggembalaan.


      • Yang ke luar: hanya tangisan. Hari-hari ini kita banyak menangis; menyembah kepada TUHAN; hanya membutuhkan belas kasih TUHAN.

        Semakin meningkat masalah kita dan kita menangis kepada TUHAN, maka kita akan semakin merasakan besar dan dalamnya kasih TUHAN. Mengapa TUHAN izinkan persoalan semakin meningkat? Supaya kita semakin merasakan dalamnya kasih TUHAN sampai kasih yang sempurna.

        Waktu bayi, Musa disembunyikan. Lalu dibuang ke sungai Nil, tetapi Musa menangis terus. Setelah dibuang ke sungai Nil, bukannya bebas dari Mesir, tetapi malah jatuh ke tangan puteri Firaun, di mana ada perintah bayi laki-laki harus mati. Tetapi untung ia menangis dan tidak jadi mati, malah dipelihara sampai menjadi anak raja.

        Jangan berputus asa! Malam ini, ujian tangisan. Kalau masalah yang kita hadapi semakin meningkat, sampai sudah tidak bisa lagi, semakin dalam kasih kemurahan TUHAN yang kita alami.

        Yesaya 46: 4
        46:4. Sampai masa tuamu Aku tetap Dia dan sampai masa putih rambutmu Aku menggendong kamu. Aku telah melakukannya dan mau menanggung kamu terus; Aku mau memikul kamu dan menyelamatkan kamu.

        Ini yang paling aman, yaitu kalau kita seperti bayi yang menangis, sehingga posisi kita seperti bayi dalam gendongan tangan kasih kemurahan TUHAN.

        Hasilnya:


        1. 'Aku menanggung kamu terus'= TUHAN bertanggung jawab atas hidup mati kita; TUHAN yang menentukan semuanya, termasuk hidup sekarang dan masa depan kita. Serahkan semua kepada-Nya!


        2. 'Aku mau memikul kamu':


          1. semua letih lesu, beban berat kita ditanggung oleh TUHAN, sehingga kita merasa enak dan ringan.
          2. semua diseleaikan oleh TUHAN tepat pada waktu-Nya. Asal kita menangis dan ada dalam gendongan TUHAN, semua selesai. Serahkan semua! Kita pulang dengan wajah berseri, enak-ringan dan Dia akan selesaikan semua tepat pada waktunya.


        3. 'Aku mau menyelamatkanmu'= TUHAN menyucikan, mengubahkan kita sampai sempurna seperti Dia. Sekarang tangisan, tetapi nanti kalau sempurna, kita diangkat di awan-awan, menyambut Dia dengan sorak sorai 'Haleluya', dan kita menyambut kedatangan-Nya kedua kali.

Kita hanya bayi-bayi. Serahkan kepada TUHAN. Biar suasana takhta sorga ada malam ini. Dalam gendongan tangan TUHAN, kita merasakan suasana sorga. Tangan belas kasihan TUHAN yang menentukan semuanya bagi kita.

TUHAN memberkati.

kembali ke halaman sebelumnya
IBADAH RUTIN DI MALANG

Minggu jam 06:45 (Ibadah Raya)
Minggu jam 10:15 (Ibadah Sekolah Minggu)
Selasa jam 17:15 (Ibadah Pendalaman Alkitab)
Rabu jam 07:30 (Ibadah Kaum Wanita)
Kamis jam 17:15 (Ibadah Doa Penyembahan)
Sabtu jam 17:15 (Ibadah Kaum Muda Remaja)

IBADAH RUTIN DI MEDAN
Royal Room Hotel Danau Toba Internasional
Jl. Imam Bonjol Medan

Minggu, jam 19:00 (Ibadah Raya)
Senin, jam 09:00 (Ibadah Pendalaman Alkitab)
Senin, jam 17:30 (Ibadah Pendalaman Alkitab)

IBADAH RUTIN DI SURABAYA

Minggu jam 09:30 (Ibadah Sekolah Minggu)
Minggu jam 10:55 (Ibadah Raya)
Rabu jam 17:30 (Ibadah Pendalaman Alkitab)
Jumat jam 17:30 (Ibadah Doa Penyembahan)


IBADAH RUTIN DI JAKARTA
Jl. Patra Kuningan XIV no.4
Jakarta Selatan
Sabtu, jam 09:00 (Ibadah Pendalaman Alkitab)

IBADAH KUNJUNGAN
  • 23-25 Juli 2019
    (Ibadah Kunjungan di Tana Toraja)

  • 05-09 Agustus 2019
    (Ibadah Kunjungan di India)

  • 20-22 Agustus 2019
    (Ibadah Kunjungan di Medan)

  • 04-05 September 2019
    (Ibadah Kunjungan di Semarang)

  • 17-19 September 2019
    (Ibadah Persekutuan di Malang)

  • 24-25 September 2019
    (Ibadah Kunjungan di Sorong)

  • 13-17 April 2020
    (Ibadah Kunjungan di Korea Selatan)

All Right Reserved Gereja Pantekosta Tabernakel "KRISTUS KASIH"
Jln. Simpang Borobudur 27 Malang | Telp: (0341) 496949 | Fax: (0341) 476751 » Lihat Peta Gereja Kami di Malang
Jln. WR Supratman 4 Surabaya | Telp. 08123300378 » Lihat Peta Gereja Kami di Surabaya
hubungi kami | email: info@gptkk.org | sitemap | top