English Language | Form Penggembalaan
RINGKASAN KOTBAH IBADAH RUTIN DAN IBADAH KUNJUNGAN
RINGKASAN LAINNYA

Ibadah Pendalaman Alkitab Malang, 11 Februari 2016 (Kamis Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Wahyu 3:20
3:20 Lihat, Aku berdiri di muka...

Ibadah Raya Surabaya, 10 Mei 2009 (Minggu Sore)
Matius 24: 31
= terdengar tiupan sangkakala yang dasyat bunyinya untuk menampilkan gereja Tuhan dalam kemuliaan...

Ibadah Kaum Muda Remaja Malang, 27 Februari 2010 (Sabtu Sore)
Markus 14:10-11.
Yudas bersekutu dengan imam-imam yang bertentangan dengan Tuhan, ini menunjuk pada persekutuan...

Ibadah Raya Surabaya, 16 Desember 2018 (Minggu Siang)
Dari firman Tuhan ibadah di Medan

Salam sejahtera dalam kasih sayangnya TUHAN kita Yesus Kristus. Selamat siang, selamat mendengarkan...

Ibadah Pendalaman Alkitab Surabaya, 07 Mei 2012 (Senin Sore)
Matius 27:
= dalam Tabernakel, terkena pada 7 kali percikan darah di atas tabut perjanjian/tutup pendamaian= sengsara yang dialami oleh Yesus sampai...

Ibadah Pendalaman Alkitab Surabaya, 29 Agustus 2018 (Rabu Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayangnya TUHAN kita Yesus Kristus. Selamat malam, selamat mendengarkan firman TUHAN. Biarlah damai...

Ibadah Doa Malang, 12 Agustus 2014 (Selasa Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Wahyu 1:17
1:17 Ketika aku melihat Dia, tersungkurlah aku...

Ibadah Kaum Muda Malang, 06 Juni 2009 (Sabtu Sore)
Markus 13:14 adalah NUBUAT TENTANG ANTIKRIS.

Antikris ini berdiri di...

Ibadah Doa Malang, 12 April 2016 (Selasa Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Wahyu 3:21-22
3:21 Barangsiapa menang, ia akan...

Ibadah Raya Malang, 06 Juni 2010 (Minggu Pagi)
Matius 25:1,13
25:1. "Pada waktu itu hal Kerajaan Sorga seumpama sepuluh gadis,...

Ibadah Raya Malang, 08 September 2013 (Minggu Pagi)
IBADAH PENYERAHAN ANAK

Kejadian 25:21,24-26
25:21 Berdoalah Ishak kepada TUHAN untuk isterinya, sebab isterinya itu mandul; TUHAN...

Ibadah Doa Surabaya, 14 April 2010 (Rabu Sore)
Pembicara: Budiman Tampubolon

Matius 25: 1-13
= berjaga-jaga supaya pelita tetap...

Ibadah Pendalaman Alkitab Malang, 12 Juni 2014 (Kamis Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Empat wujud pribadi Yesus dalam kemuliaan [Wahyu 1:13-16]:
[ayat...

Ibadah Doa Semalam Suntuk Session II Malang, 11 Maret 2015 (Rabu Dini Hari)
Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Keluaran 9:13-35 adalah tulah ketujuh, yaitu...

Ibadah Pendalaman Alkitab Surabaya, 12 Oktober 2015 (Senin Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayangnya TUHAN kita Yesus Kristus. Selamat malam, selamat mendengarkan firman TUHAN. Biarlah damai...


TRANSKRIP LENGKAP

Doa Surabaya (Rabu, 26 November 2014)
Tayang: 10 Mei 2019
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 24 November 2014)
Tayang: 10 Mei 2019
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 23 November 2014)
Tayang: 07 Januari 2019
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 19 November 2014)
Tayang: 07 Januari 2019
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 17 November 2014)
Tayang: 07 Januari 2019
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 09 November 2014)
Tayang: 22 Agustus 2018
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 05 November 2014)
Tayang: 04 Juni 2018
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 03 November 2014)
Tayang: 04 Juni 2018
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 02 November 2014)
Tayang: 03 Maret 2018
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 20 Oktober 2014)
Tayang: 13 Desember 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 13 Oktober 2014)
Tayang: 13 Desember 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 12 Oktober 2014)
Tayang: 24 Oktober 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 08 Oktober 2014)
Tayang: 18 September 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 06 Oktober 2014)
Tayang: 05 September 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 05 Oktober 2014)
Tayang: 05 September 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 01 Oktober 2014)
Tayang: 05 September 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 29 September 2014)
Tayang: 24 Juni 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 21 September 2014)
Tayang: 19 Mei 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 17 September 2014)
Tayang: 29 April 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 15 September 2014)
Tayang: 29 April 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]



Untuk Koneksi Lambat, silahkan buka http://id.gptkk.org
Transkrip lengkap dari ibadah penggembalaan di Malang dan Surabaya, semuanya di bawakan oleh gembala sidang Pdt. Widjaja Hendra.

Silahkan kontak ke info@gptkk.org apabila bapak/ibu/sdr/sdri ada pertanyaan atau mungkin ingin berlangganan majalah Manna dan silahkan kirim email ke widjaja_h [at] yahoo.com apabila ingin konsultasi pribadi dengan bapak gembala
silahkan ganti tanda [at] dengan @
Cari ringkasan:   
[versi cetak]
Cari rekaman ibadah ini di: http://www.kabarmempelai.org
Ibadah Raya Surabaya, 12 Februari 2017 (Minggu Siang)

Salam sejahtera dalam kasih sayangnya TUHAN kita Yesus Kristus. Selamat siang, selamat mendengarkan firman TUHAN. Biarlah kasih sayang, damai sejahtera dan berkat TUHAN senantiasa dilimpahkan dalam hidup kita sekalian.

Wahyu 5: 5-10
5:5. Lalu berkatalah seorang dari tua-tua itu kepadaku: "Jangan engkau menangis! Sesungguhnya, singa dari suku Yehuda, yaitu tunas Daud, telah menang, sehingga Ia dapat membuka gulungan kitab itu dan membuka ketujuh meterainya."
5:6. Maka aku melihat di tengah-tengah takhta dan keempat makhluk itu dan di tengah-tengah tua-tua itu berdiri seekor
Anak Domba seperti telah disembelih, bertanduk tujuh dan bermata tujuh: itulah ketujuh Roh Allah yang diutus ke seluruh bumi.
5:7. Lalu datanglah Anak Domba itu dan menerima gulungan kitab itu dari tangan Dia yang duduk di atas takhta itu.
5:8. Ketika Ia mengambil gulungan kitab itu, tersungkurlah keempat makhluk dan kedua puluh empat tua-tua itu di hadapan Anak Domba itu, masing-masing memegang satu kecapi dan satu cawan emas, penuh dengan kemenyan: itulah doa orang-orang kudus.
5:9. Dan mereka menyanyikan suatu nyanyian baru katanya: "Engkau layak menerima gulungan kitab itu dan
membuka meterai-meterainya; karena Engkau telah disembelih dan dengan darah-Mu Engkau telah membeli mereka bagi Allah dari tiap-tiap suku dan bahasa dan kaum dan bangsa.
5:10. Dan Engkau telah membuat mereka menjadi suatu kerajaan, dan menjadi imam-imam bagi Allah kita, dan mereka akan memerintah sebagai raja di bumi."

Ayat 1: gulungan kitab ada di tangan kanan TUHAN di sorga, dan sekarang diberikan kepada kita di dunia lewat wahyu/pembukaan firman. Di sini tidak ada yang membukakan sampai rasul Yohanes menangis.

Siapa yang layak/dapat membuka gulungan kitab dengan ketujuh meterainya--membukakan rahasia firman--? (diterangkan mulai dari Ibadah Pendalaman Alkitab Surabaya, 09 Januari 2017)

  1. Ayat 5= Yesus sebagai singa dari suku Yehuda dan tunas Daud yang telah menang (sudah diterangkan mulai dari Ibadah Raya Surabaya, 15 Januari 2017 sampai Ibadah Raya Surabaya, 22 Januari 2017)--Yesus sebagai Raja membukakan firman.


  2. Ayat 6-10= Yesus sebagai Anak Domba yang tersembelih (diterangkan mulai dari Ibadah Pendalaman Alkitab Surabaya, 30 Januari 2017).

AD. 2. YESUS SEBAGAI ANAK DOMBA YANG TERSEMBELIH

Pembukaan firman Allah dikaitkan dengan Yesus sebagai Anak Domba yang tersembelih, artinya: pembukaan firman Allah mendorong kita untuk mengalami PENEBUSAN DAN PENDAMAIAN oleh darah Yesus; setiap mendengar firman bukan untuk membuat kita tertawa-tawa.

Yohanes 1: 29
1:29. Pada keesokan harinya Yohanes melihat Yesus datang kepadanya dan ia berkata: "Lihatlah Anak domba Allah, yang menghapus dosa dunia.

Tadi, rasul Yohanes melihat Yesus sebagai Anak Domba yang tersembelih. Di sini, nabi Yohanes melihat Yesus sebagai Anak Domba Allah yang menghapus dosa dunia.
Kalau digabung: Yesus sebagai Anak Domba yang tersembelih artinya Yesus harus mati di kayu salib untuk menebus/mendamaikan manusia berdosa; menyelamatkan manusia berdosa lewat darah-Nya. Hanya Yesus satu-satunya yang bisa menebus dosa manusia, karena Dia satu-satunya manusia yang tidak berdosa.

Pertanyaannya, mengapa manusia berdosa harus mengalami pendamaian/penebusan oleh darah Yesus; sampai Yesus mati di kayu salib?
Yesaya 59: 1-2
59:1. Sesungguhnya, tangan TUHAN tidak kurang panjang untuk menyelamatkan, dan pendengaran-Nya tidak kurang tajam untuk mendengar;
59:2. tetapi
yang merupakan pemisah antara kamu dan Allahmu ialah segala kejahatanmu, dan yang membuat Dia menyembunyikan diri terhadap kamu, sehingga Ia tidak mendengar, ialah segala dosamu.

'untuk mendengar'= untuk mendengar doa kita.
Manusia harus mengalami pendamaian oleh darah Yesus, karena manusia berdosa ini terpisah dengan TUHAN dan sesama. Kalau ada dosa di rumah, suami isteri bisa terpisah; anak orang tua bisa terpisah; kakak adik bisa terpisah. Misalnya ada dosa benci, bisa terpisah; saling bermusuhan.

Manusia berdosa terpisah dari TUHAN, artinya: tidak ada hubungan dengan TUHAN=

  • Kering rohani.
    Kering rohani itu sengsara, tidak ada kepuasan, letih lesu, berbeban berat sampai bersuasana kutukan.
    Itu sebabnya ada orang mabuk atau memakai narkoba, karena ia tidak ada kepuasan sehingga mencari kepuasan yang salah; ia tersiksa.
    Biar kaya/miskin, pandai/bodoh, kalau terpisah dari TUHAN, rohaninya akan kering.


  • Tidak bisa beribadah melayani TUHAN.
  • Tidak bisa menyembah TUHAN. Tidak ada hubungan sama sekali!
    Yesus adalah kepala dan kita tubuh, kalau tidak ada hubungan--tidak bisa menyembah; tidak ada lehernya--berati mati rohani.


  • Sampai akhirnya, kalau dibiarkan, akan membawa pada kebinasaan selamanya di neraka.

Untuk perkara rohani orang memang jarang yakin; kalau jasmani masih yakin: Jangan ya, pengalamanku dulu beli mobil begini begini: Oh iya, jangan beli kalau begitu. Kalau untuk yang rohani: Nanti bisa masuk neraka: Ah, mana ada. Seringkali kita meremehkan yang rohani, tetapi ini kenyataan. Kalau sudah terpisah dari TUHAN dan sesama, ia akan berada dalam kebinasaan selamanya.

Tetapi kalau manusia berdosa mau dipendamaikan/ditebus oleh darah Yesus, manusia berdosa bisa kembali pada TUHAN; bsia beribadah dan melayani TUHAN, bisa menyembah TUHAN--hubungan paling erat/intim antara kepala dengan isteri adalah penyembahan; hubungan suami isteri secara rohani.
Bisa kembali lagi pada TUHAN kalau kita ditebusdibebaskan dari dosa-dosa lewat darah Yesus; bisa setia lagi dalam ibadah pelayanan sampai puncaknya bisa menyembah TUHAN.

Kita tinggal memikirkan, kalau sudah tidak mau ibadah dan tidak bisa menyembah TUHAN, mengapa? Ini yang kita pikirkan. Ada pemisahnya, itulah dosa. Kalau dibiarkan kita akan semakin sengsara, semakin kering, sampai binasa. Jangan! Yesus Anak Domba sudah tersembelih untuk menghapus pemisah kita dengan Dia. Semua dosa dihapuskan/ditebus oleh darah-Nya sampai kita bisa kembali menyembah TUHAN.

Tadi, di kitab Wahyu 5: 7, begitu Anak Domba tersembelih, ada penyembahan.
Wahyu 5: 7-8
5:7. Lalu datanglah Anak Domba itu dan menerima gulungan kitab itu dari tangan Dia yang duduk di atas takhta itu.
5:8. Ketika Ia mengambil gulungan kitab itu, tersungkurlah keempat makhluk dan kedua puluh empat tua-tua itu di hadapan Anak Domba itu, masing-masing memegang satu kecapi dan satu cawan emas, penuh dengan kemenyan: itulah doa orang-orang kudus.

'Anak Domba'= Anak Domba yang tersembelih.
Begitu Yesus tampil sebagai Anak Domba yang membuka gulungan kitab--ada pembukan firman tentang penebusan/pendamaian--, kalau kita mau mengaku dan mau ditebus dari dosa apa saja, kita bisa kembali pada TUHAN, kita bisa beribadah melayani Dia sampai puncaknya yaitu 'tersungkur'--bisa menyembah Dia.

Jadi, pembukaan firman yang dikaitkan dengan Yesus sebagai Anak Domba yang tersembelih mendorong kita untuk mengalami pendamaian dari dosa/kelepasan dari dosa-dosa oleh darah Yesus. Dari firman inilah kita tahu bahwa orang berdosa itu sengsara. Karena itu penting mendengarkan pembukaan firman Allah. Kita tidak mau bertahan dalam dosa. Tiap mendengar firman kita teriksa karena ada dosa. Mungkin belum mampu, tetapi kita mohon pada TUHAN sampai benar-benar terlepas dari dosa, sehingga kita bisa kembali pada TUHAN, beribadah melayani TUHAN, sampai puncaknya bisa menyembah TUHAN--seperti dua puluh empat tua-tua dan keempat makhluk di sorga tersungkur menyembah TUHAN.

Kita juga, setiap ada penebusan oleh darah Yesus, kita akan terdorong untuk kembali pada TUHAN; beribadah melayani sampai menyembah TUHAN.
Doa peneymbahan adalah hubungan paling erat dengan TUHAN.

Di kitab Wahyu 5: 8, penyembahan di takhta sorga ditandai dengan dua hal:
5:8. Ketika Ia mengambil gulungan kitab itu, tersungkurlah keempat makhluk dan kedua puluh empat tua-tua itu di hadapan Anak Domba itu, masing-masing memegang satu kecapi dan satu cawan emas, penuh dengan kemenyan: itulah doa orang-orang kudus.

  1. Yang pertama: penyembahan di takhta sorga ditandai dengan memegang satu kecapi.
    Bukan berarti kalau menyembah harus mengambil kecapi. Bukan itu, tetapi dalam arti rohani.

    Karena itu alkitab ini bukan hanya sejarah, tetapi nubuat--mengandung arti rohani. Ini yang harus dibukakan. Sebab itu rasul Yohanes menangis untuk mendapatkan pembukaan firman. Kalau hanya sejarah, tidak ada artinya dan kita akan bosan, hanya begitu-begitu saja. Tetapi kalau firman dibukakan, kita akan senang karena ada pembukaan-pembukaan baru.

    Dulu, begitu Saul tidak taat pada TUHAN, Roh TUHAN undur dari padanya dan roh jahat masuk ke dalam dia sehingga ia merasa gelisah. Ini raja--kaya, hebat--, tetapi begitu tidak taat--tanpa Roh TUHAN--, ia stres seperti orang gila. Apalagi kita yang bukan raja. Mari sungguh-sungguh!

    Lalu dipanggilah Daud untuk bermain kecapi sehingga roh jahat pergi dan Roh TUHAN masuk di sana; ada damai sejahtera dan tenang.

    1 Samuel 16: 23
    16:23. Dan setiap kali apabila roh yang dari pada Allah itu hinggap pada Saul, maka Daud mengambil kecapi dan memainkannya; Saul merasa lega dan nyaman, dan roh yang jahat itu undur dari padanya

    "'roh yang dari pada Allah,' maksudnya adalah roh jahat yang dari pada Allah. Ini ada yang bertanya pada saya: 'Om, kok roh jahat dari Allah?' Bukan dari Allah, tetapi TUHAN izinkan. Kalau taat, TUHAN pagari dan Roh TUHAN yang ada di situ, tetapi kalau tidak taat, TUHAN tidak bisa apa-apa dan roh jahat masuk. Itu istilah 'roh yang dari pada Allah.' Bukan berarti TUHAN punya Roh Kudus dan roh jahat. Bukan! Itu hanya untuk orang yang tidak taat. Jangan salah!"

    Jadi menyembah dengan membawa kecapi artinya meenyembah dalam urapan Roh Kudus sehingga kita mengalami damai sejahtera/ketenangan yang dari sorga.


  2. Yang kedua: penyembahan di takhta sorga ditandai dengan satu cawan emas, penuh dengan kemenyan.
    Di dalam Tabernakel, ada dupa, tetapi siang ini kita pelajari dulu soal kemenyannya.

    Kemenyan ini berwarna putih, artinya kebenaran atau kesucian.

    Jadi doa penyembahan harus berlandaskan kesucian; harus didorong oleh kebenaran dan kesucian. Ini doa penyembahan yang benar.

    Tadi, doa penyembahan yang benar didorong oleh Roh Kudus sehingga kita mengalami damai sejahtera/ketenangan, sekarang, didorong oleh kebenaran dan kesucian.

Kalau kedua hal ini sudah terpenuhi unsurnya, yaitu ada kecapi dan cawan emas berisi kemenyan--damai dan kesucian--, maka kita bisa melihat TUHAN.

Ibrani 12: 14
12:14. Berusahalah hidup damai dengan semua orang dan kejarlah kekudusan, sebab tanpa kekudusan tidak seorangpun akan melihat Tuhan.

Damai ini mahal sekali. Raja saja tidak punya damai, sampai memanggil Daud, padahal ia kaya dan hebat. Hanya ada di dalam urapan Roh Kudus. Karena itu jaga hati damai! Kalau ada sedikit masalah antara suami isteri, cepat selesaikan! Kalau tidak, nanti buta semua--tidak melihat TUHAN. Kalau tidak melihat TUHAN, kita akan membabi buta, gelisah, stres dan bisa gila. Sungguh-sungguh! Selesaikan semua!

Kalau menyembah TUHAN dengan kesucian dan damai sejahtera, maka kita bisa memandang wajah Yesus. Inilah penyembahan yang benar; penyembahan dari sorga sekarang diturunkan ke bumi lewat pembukaan firman. Kita tahu bagaimana penyembahan di sorga, yaitu dengan damai dan kesucian. Itu yang bisa memandang wajah Yesus; tersungkur untuk memandang wajah Yesus.

Ketika Yesus bangkit, Dia berada di tengah-tengah murid-murid-Nya, lalu Dia memperlihatkan lambung dan tangan-Nya, setelah itu baru murid-murid melihat wajah-Nya.

Proses untuk memandang wajah Yesus:
Yohanes 20: 19-20
20:19. Ketika hari sudah malam pada hari pertama minggu itu berkumpullah murid-murid Yesus di suatu tempat dengan pintu-pintu yang terkunci karena mereka takut kepada orang-orang Yahudi. Pada waktu itu datanglah Yesus dan berdiri di tengah-tengah mereka dan berkata: "Damai sejahtera bagi kamu!"
20:20. Dan sesudah berkata demikian, Ia menunjukkan
tangan-Nya dan lambung-Nya kepada mereka. Murid-murid itu bersukacita ketika mereka melihat Tuhan.

'pintu-pintu yang terkunci karena mereka takut'= kalau terpisah dari TUHAN dan sesama, itu seperti menghadapi pintu yang terkunci. Bukan hanya takut, tetapi juga tidak ada jalan keluar. Kalau orang mempertahankan dosa--terpisah dari TUHAN dan sesama; seperti mengunci pintu supaya TUHAN dan sesama tidak bisa masuk--, keadaannya bukan hanya takut dan stres, tetapi pintunya terkunci juga. Susah, tidak ada jalan keluar dalam hidupnya, kalau hatinya tidak damai--terpisah dari TUHAN.

'Damai sejahtera bagi kamu!' => harus damai dan suci dulu, baru bisa memandang TUHAN:

  1. Proses pertama memandang wajah TUHAN: memandang lambung Yesus.
    Yohanes 19: 33-34
    19:33. tetapi ketika mereka sampai kepada Yesus dan melihat bahwa Ia telah mati, mereka tidak mematahkan kaki-Nya,
    19:34. tetapi seorang dari antara prajurit itu menikam lambung-Nya dengan tombak, dan segera mengalir keluar darah dan air.

    Dua penjahat belum mati lalu dipukul kakinya supaya cepat mati dan mayatnya diturunkan, sebab pada hari Sabat tidak boleh ada mayat yang tergantung--Yesus mati saat menjelang hari Sabat. Tetapi ketika sampai pada Yesus, Ia sudah mati dan kaki-Nya tidak boleh dipatahkan.

    Memandang lambung Yesus di sini artinya memandang lambung Yesus yang mengeluarkan darah dan air. Ini adalah luka kelima.
    Yesus sudah mati dengan empat luka utama--dua di tangan dan dua di kaki--untuk menebus dosa bangsa Israel--umat pilihan TUHAN. Tetapi ada luka kleima--mengeluarkan daran dan air--untuk menebus bangsa kafir. Ia sudah mati tetapi masih ingat kita bangsa kafir; Ia rela ditombak sesudah mati.

    Jadi jangan sakit hati kalau kita disebut: kafir. Memang betul, yang tidak kafir hanya orang Israel. Di luar itu, kafir. Jangan marah! Itu betul, tetapi sekarang kita sudah ditebus oleh darah Yesus lewat lambung-Nya.

    Saa ini, kalau mau memandang wajah Yesus, lihat dulu lambung-Nya yang mengeluarkan darah dan air:


    • Darah= mezbah korban bakaran= percaya kepada Yesus sebagai satu-satunya Juruselamat dan bergobat; berhenti berbuat dosa dan kembali pada TUHAN.
      Kalau imannya benar-benar sampai dalam hati, iman itu akan menjadi rem, supaya tidak berbuat dosa. Kalau berkata; Yesus hebat, luar biasa, tetapi terus berbuat dosa, berarti imannya hanya di mulut dan tidak menyelamatkan.

      Iman itu dari dalam hati. Itu rem yang sungguh-sungguh. Buktinya adalah kita bertobat, mulai dari tidak ada dusta--iman itu kebenaran.

      Yeremia 9: 5-6
      9:5. Yang seorang menipu yang lain, dan tidak seorangpun berkata benar; mereka sudah membiasakan lidahnya untuk berkata dusta; mereka melakukan kesalahan dan malas untuk bertobat.
      9:6. Penindasan ditimbuni penindasan, tipu ditimbuni tipu! Mereka enggan mengenal TUHAN.

      Kalau sudah berdusta, ia tidak bisa bertobat lagi; tidak bisa melihat TUHAN. Ini yang bahaya!
      Jadi, bertobat itu mulai dari tidak ada dusta lagi.

      Berdusta= menutupi dosa dengan dosa; menimbun dosa dengan dosa sampai menggunung--jadi gunung dosa yang akan dicampakkan ke laut, binasa selamanya. Sebab itu ayat menuliskan: Kalau kamu punya iman, campakkanlah gunung ini ke laut! Pasti terjadi! Maksudnya adalah gunung dosa, bukan gunung sungguhan--'gunung dosa, pergi ke laut, aku mau berrtobat!' Jangan diartikan secara lahiriah, itu berarti mencobai TUHAN, kalau gunung dipindah, apa gunanya? Yang penting adalah gunung dosa yang dipindah ke laut. Gunung dosa apaun bisa pindah ke laut dengan iman yang benar. Mari, kita bertobat!


    • Air:


      1. Baptisan air= lahir baru.
        Baptisan air yang benar adalah orang yang sudah mati terhadap dosa--bertobat--harus dikuburkan dalam air bersama Yesus supaya ia bangkit dari dalam air--keluar dari dalam air--bersama Yesus unyuk mendapatkan hidup baru; hidup yang diurapi Roh Kudus; sama dengan Yesus. Ini adalah dasar.

        Matius 3: 16
        3:16. Sesudah dibaptis, Yesus segera keluar dari air dan pada waktu itu juga langit terbuka dan Ia melihat Roh Allah seperti burung merpati turun ke atas-Nya,

        'keluar dari air'= keluar dari kuburan air (Roma 6: 4).
        Hidup baru= hidup sorgawi= hidup yang diurapi Roh Kudus= hidup dalam kebenaran.
        Inilah dasar yang kuat, yang tidak goncang sedikitpun.

        Harus sama dasarnya dengan Yesus! Kalau mau menjadi sama dengan Yesus, mulai dari baptisannya harus sama. Baptisan air bukan peraturan gereja, tetapi menentukan kita bisa jadi sama dengan Yesus atau tidak.
        Baptisan air harus sama dengan Yesus! Dia adalah kepala dan kita tubuh, satu baptisan.


      2. Air hujan firman pengajaran yang benar.
        Efesus 5: 25-27
        5:25. Hai suami, kasihilah isterimu sebagaimana Kristus telah mengasihi jemaat dan telah menyerahkan diri-Nya baginya
        5:26. untuk menguduskannya, sesudah Ia menyucikannya dengan memandikannya dengan air dan firman,
        5:27. supaya dengan demikian Ia menempatkan jemaat di hadapan diri-Nya dengan cemerlang tanpa cacat atau kerut atau yang serupa itu, tetapi supaya jemaat kudus dan tidak bercela.

        'memandikan dengan air'= baptisan air.
        Dia menyucikan kita dengan air dan firman sampai kita sempurna seperti Yesus. Dasarnya adalah baptisan air--dimandikan dengan air--, tetapi masih belum cukup, harus dimandikan lagi dengan air hujan firman pengajaran; diselamkan dalam firman pengajaran yang benar.
        Ibadah pendalaman alkitab penting. Sudah masuk baptisan, lalu masuk pendalaman alkitab--sesudah dikubur di dalam air, lalu dikubur dalam firman pengajaran--supaya sempurna.

        Ulangan 32: 1-2
        32:1. "Pasanglah telingamu, hai langit, aku mau berbicara, dan baiklah bumi mendengarkan ucapan mulutku.
        32:2. Mudah-mudahan pengajaranku menitik laksana hujan, perkataanku menetes laksana embun, laksana hujan renai ke atas tunas muda, dan laksana dirus hujan ke atas tumbuh-tumbuhan.

        Perkembangan firman pengajaran:


        • Mulai dari embun. Embun ini jarang dilihat karena kita masih tidur.
          Gereja TUHAN yang tidak melihat firman pengajaran, berarti ia masih tidur. Apalagi orang kota, jarang lihat embun. Berarti rohaninya masih tidur.


        • Hujan rintik-rintik. Mulai ada respon, rohaninya mulai bergerak.
        • Hujan lebat. Mau ke mana kalau hujan lebat? Harus menerima firman pengajaran. Semua arahnya ke firman pengajaran.
          Semua gereja punya gandun--seperti kakak-kakak Yusuf--, tetapi semua tunduk pada gandum Yusuf--firman pengajaran yang benar, yang menyucikan sampai pada kesempurnaan dan menjadi mempelai.

          Semua tunduk pada gandum Yusuf, bukan berarti lebih hebat, tetapi semua mengarah ke sana.

          Karena itu yang sudah dalam pengajaran kalau keluar, bahaya! Yang terdahulu menjadi terkemudian. Itu yang bahaya! Sedangkan yang terkemudian begitu semangat.

          "Kami ke Medan seringkali terlambat, jam 9 malam baru khotbah, tetapi orang tidak lari, mereka tetap datang lagi. Sangat butuh. Mereka bukan orang-orang baru. Mereka orang-orang yang sudah lama ikut TUHAN tetapi baru dalam pengjaaran. Sampai kalau ditanya di pesawat: Jam berapa kebakitannya, Pak? Saya malu mau jawab. Tetapi mereka tunggu. Karena itu kita yang dalam pegnajaran sungguh-sungguh. Bukan berarti paling hebat, tetapi semua ke arah sana, mau ke mana lagi kita?"


        Air hujan firman pengajaran memandikan kita bangsa kafir--tadi lambung Yesus ditombak untuk bangsa kafir--, terutama dari tabiat kekafiran yaitu


        • Kekuatiran.
          Matius 6: 31-34
          6:31. Sebab itu janganlah kamu kuatir dan berkata: Apakah yang akan kami makan? Apakah yang akan kami minum? Apakah yang akan kami pakai?
          6:32. Semua itu dicari bangsa-bangsa yang tidak mengenal Allah. Akan tetapi Bapamu yang di sorga tahu, bahwa kamu memerlukan semuanya itu.
          6:33. Tetapi carilah dahulu Kerajaan Allah dan kebenarannya, maka semuanya itu akan ditambahkan kepadamu.
          6:34. Sebab itu janganlah kamu kuatir akan hari besok, karena hari besok mempunyai kesusahannya sendiri. Kesusahan sehari cukuplah untuk sehari."

          Bangsa kafir kuatir untuk hidup sehari-hari--makan, minum, pakaian--dan masa depan. Akhirnya tidak bisa setia dalam ibadah pelayanan dan tidak bisa benar hidupnya--menuju kebinasaan.

          Sebab itu, mari disucikan dari kekuatiran. Buktinya adalah kita bisa percaya dan mempercayakan hidup kepada TUHAN, dan mengutamakan TUHAN lebih dari semua--'carilah dahulu Kerajaan Allah dan kebenarannya.'

          "Macam-macam. Nanti kalau saya datang....... Padahal yang yang datang lalu disembuhkan. Sebab itu jangan bilang: Nanti kalau. Itu kalimatnya bangsa kafir yang berbahaya. Tetapi kalimat kita: Kalau saya datang, PASTI saya ditolong."

          Kita utamakan TUHAN lebih dari semua; beribadah melayani TUHAN dengan setia dan benar, dan semua akan ditmbahkan bagi kita. Kita hidup dari salib/kemurahan TUHAN, tidak pernah minus--salib itu tanda plus. Salib itu selalu surplus. TUHAN tolong.


        • Tabiat kefir yang kedua: anjing dan babi= kenajisan--perkataan najis, kotor dan dusta, dan perbuatan najis (dosa makan minum--merokok, mabuk, narkoba--dan dosa kawin mengawinkan).

          Banyak kali kalau tidak mengenal pengajaran, enak saja, (maaf) kita lelanjang tetapi tidak tahu malu--seperti anjing dan babi. Merokok tapi khotbah atau main musik.

          Tetapi kalau kita mengerti pengajaran--mendalam--, kita tahu kalau tidak boleh. Ini bedanya.

          "Jangan percaya hamba TUHAN, termasuk saya. Kita katakan: Hebat, ternyata pernah kawin cerai, ada masalah uang, pengadilan dan lain-lain. Termasuk saya juga harus diperika."

          Karena itu nharus mendalam--dimandikan--dulu, baru bisa berkenan pada TUHAN; disucikan dari tabiat anjing dan babi.

          Kalau sudah disucikan dari tabiat anjing dan babi--kita hidup dalam kesucian--, kita pasti dipakai TUHAN.
          Keluaran 29: 1
          29:1. "Inilah yang harus kaulakukan kepada mereka, untuk menguduskan mereka, supaya mereka memegang jabatan imam bagi-Ku: Ambillah seekor lembu jantan muda dan dua ekor domba jantan yang tidak bercela,

          Kalau sudah hidup suci, pasti diangkat menjadi imam-imam; diberi jabatan pelayanan dan karunia Roh Kudus. Kita dipakai TUHAN dalam pembangunan tubuh Kristus. Kita menerima jubah indah; hidup kita lebih indah.

          Dipakai TUHAN bukan sengsara, tetapi hidupnya makin indah. Yudas Iskariot tidak mau dipakai TUHAN, jubahnya diambil, bukan tidak indah lagi, tetapi hancur. Bukan hanya telanjang, tetapi perutnya robek. Bukan hanya jubahnya yang robek, tetapi perutnya juga pecah, tidak ada indahnya sama sekali--hancur-hancuran. Serius!

          Mari, yang sudah tinggalkan pelayanan, kembali, jangan tunggu robek seperti Yudas! TUHAN tolong.


  2. Proses kedua memandang wajah TUHAN: memandang tangan yang berlubang paku.
    Aritnya:


    • Sesudah diangkat menjadi imam-imam--melayani TUHAN--, jangan sembarangan, tetapi kita melayani seperti Yesus melayani. Sebab itu mulai dari baptisan sudah harus seperti Yesus, supaya nanti kerjanya seperti Yesus; semuanya seperti Yesus.

      Matius 7: 21-23
      7:21. Bukan setiap orang yang berseru kepada-Ku: Tuhan, Tuhan! akan masuk ke dalam Kerajaan Sorga, melainkan dia yang melakukan kehendak Bapa-Ku yang di sorga.
      7:22. Pada hari terakhir banyak orang akan berseru kepada-Ku: Tuhan, Tuhan, bukankah kami bernubuat demi nama-Mu, dan mengusir setan demi nama-Mu, dan mengadakan banyak mujizat demi nama-Mu juga?
      7:23. Pada waktu itulah Aku akan berterus terang kepada mereka dan berkata: Aku tidak pernah mengenal kamu! Enyahlah dari pada-Ku, kamu sekalian pembuat kejahatan!"

      Tahbisan yang benar, yang dinilai adalah ketaatan dan kesetiaan!
      Ayat 21= ukuran dari tahbisan yang berkenan pada TUHAN. Bentuk pelayanannya terserah, tetapi yang dinilai adalah ketaatan, termasuk setia.
      Taat tetapi tidak setia, apa gunanya? Tidak ada gunanya.
      Mari, sungguh-sungguh!

      Tabhisan yang benar adalah melayani untuk melakukan kehendak Bapa--taat dan setia. Itu yang menghasilkan pembukaan pintu-pintu keberhasilan sampai pintu sorga terbuka bagi kita--hidup kekal. Taat hari-hari ini!


    • Arti kedua memandang tangan yang berlubang paku: bekerja dengan kerelaan untuk berkorban, bukan menuntut. Ibadah pelayanan itu ditandai dengan pengorbanan. Semua harus dikorbankan untuk ibadah pelayanan, kecuali ffirman pengajaran yang benar, sebab itu adalah pribadi Yesus.

      Semua yang kita korbankan untuk pelayanan pembangunan tubuh Kristus tidak hilang, tetapi kita bertemu Jehovah Jireh. Abraham sampai mengorbankan anaknya, tetapi tidak hilang, malah bertemu Jehovah Jireh, yang sanggup menyediiakan dari tidak ada menjadi ada. Jangan takut berkorban!


    • Mazmur 123: 1-2
      123:1. Nyanyian ziarah. Kepada-Mu aku melayangkan mataku, ya Engkau yang bersemayam di sorga.
      123:2. Lihat, seperti mata para hamba laki-laki memandang kepada tangan tuannya, seperti mata hamba perempuan memandang kepada tangan nyonyanya, demikianlah mata kita memandang kepada TUHAN, Allah kita, sampai Ia mengasihani kita.

      Arti ketiga memandang tangan yang berlubang paku: bekerja dengan belas kasih kemurahan TUHAN. Artinya: bangsa kafir seharusnya tidak boleh menjadi imam--tidak layak, tidak mampu--, tetapi karena ada luka kelima dari Yesus--kemurahan TUHAN--, kita boleh menjadi imam, sebab itu kita harus bekerja lebih keras dan lebih sungguh-sungguh lagi dari pada yang lain, sampai garis akhir--sampai meninggal atau sampai TUHAN datang.

      "Saya betul-betul dipanggil. Dari generasi saya tidak ada yang kristen, ada saudara kami yang katolik tetapi sudah meinggal, tetapi keluarga lain tidak ada. Mau jadi hamba TUHAN, itu luar biasa. Mari kerja keras, lebih sungguh-sungguh sampai garis akhir."

      1 Korintus 15: 9-10
      15:9. Karena aku adalah yang paling hina dari semua rasul, sebab aku telah menganiaya Jemaat Allah.
      15:10. Tetapi karena kasih karunia Allah aku adalah sebagaimana aku ada sekarang, dan kasih karunia yang dianugerahkan-Nya kepadaku tidak sia-sia. Sebaliknya, aku telah bekerja lebih keras dari pada mereka semua; tetapi bukannya aku, melainkan kasih karunia Allah yang menyertai aku.

      Mari, kalau merasa kita dulunya hancur-hancuran, dan sekarang bisa melayani, itu adalah anugerah TUHAN. Itu sudah betul, sekarang lanjutkan! Anugerah TUHAN bukan hanya untuk menghapus yang dulu saja, tetapi juga mendorong kita untuk lebih setia. Mungkin kita sakit dan seharusnya mati, tetapi bisa sembuh, apa maksud TUHAN? Kalau hanya untuk tidur-tiduran di rumah, lebih baik mati, tetapi maksud TUHAN menyembuhkan kita adalah kita mau dipakai lebih giat bekerja untuk-Nya; TUHAN butuh tenaga super hari-hari ini; anugerah-Nya ditambahkan lagi.

      Mari, semua punya pengalaman. Mungkin sakit disembuhkan, tidak punya uang, tidak bisa jalan dan lain-lain,tetapi akhirnya bisa, maksud TUHAN adalah yang di belakang TUHAN sudah tolong dengan anugerah-Nya, dan ke depan dilempar oleh anugerah itu untuk bisa semangat.

      "Yang sudah 100% jadi hamba TUHAN kalau tidak datang ibadah, padahal yang dari kuliah datang, saya tidak bicara lagi. Malu sekali. Karena itu di Mesir, saat Musa mau membawa umat Israel beribadah, Firaun katakan: Pemalas kamu! Karena itu tidak kerja di dunia. Itulah kami hambaTUHAN, sudah tinggalkan dunia, tetapi pemalas. Semoga anugerah TUHAN mendorong kita semua."


  3. Proses ketiga memandang wajah TUHAN: melihat wajah Yesus--tersungkur dan menyembah Dia, berkata-kata dengan Dia dan tangan diulurkan kepada Dia; menyerah sepenuh.

    Mata memandang Yesus, mulut berkata-kata kepada Dia--menyeru nama Yesus--dan tangan diulurkan kepada-Nya--hanya menyerah sepenuh kepada TUHAN.
    Mari pandang wajah-Nya, berseru dan berserah pada-Nya! Jangan pandang yang lain! Pandang Dia saja, berseru dan berserah kepada Dia apapun keadaan kita saat ini!

    Hasilnya:


    • Ada sinar karsih karunia dari TUHAN.
      Bilangan 6: 25
      6:25. TUHAN menyinari engkau dengan wajah-Nya dan memberi engkau kasih karunia;

      Sinar kasih karunia dari wajah Yesus--uluran tangan TUHAN--sanggup mengadakan mujizat jasmani pada waktunya.

      Ibrani 4: 16
      4:16. Sebab itu marilah kita dengan penuh keberanian menghampiri takhta kasih karunia, supaya kita menerima rahmat dan menemukan kasih karunia untuk mendapat pertolongan kita pada waktunya.

      Ini jelas! Kita hanya tinggal menunggu. Ada masalah yang tidak bisa dipikiir dan tidak bisa dikerjakan, mau apa lagi? Kalau dipikir, akan stres. Tinggal pandang lambung Yesus lebih dulu--lahir baru, hidup benar, yang tidak benar, buang, dan tabiat kekafiran disucikan--, lalu layani TUHAN dengan sungguh-sungguh, taat, rela berkorban. Ini ujian dari TUHAN. Sudah tidak punya apa-apa, disuruh ke gereja.

      "Saya pernah bersaksi, saya pernah menuntun motor karena tidak punya uang sedikitpun. Orang sampai heran karena motornya tidak apa-apa. Saya jalan beberapa kilometer. Kalau ada yang kenal: ini guru Petra. Tidak masalah, itu masih ujian dari TUHAN. Kita ulurkan tangan pada TUHAN dan tunggu waktu TUHAN. TUHAN mengulurkan tangan anugerah yang besar untuk bisa menolong kita tepat pada waktunya; bisa menyelesaikan masalah yang mustahil pada waktunya."

      Tugas kita hanya menunggu waktu TUHAN. TUHAN tolong kita semua.


    • Ada sinar kemuliaan di atas gunung--wajah Yesus bersinar bagaikan sinar matahari. Itu adalah sinar kemuliaan untuk mengubahkan kita dari manusia daging menjadi manusia rohani--wajah.......jadi wajah berseri.
      Kalau ada pertolongan, bisa berseri.

      Wajah muram, pandang wajah Ysus, pulang berseri; wajah takut/pucat, pandang wajah Yesus, pualng berseri; wajah buruk (najis/jahat), pandang wajah Yesus, pulang sudah berseri--kuat teguh hati. Ini mujizat rohani.


    Salah satu contoh: Maria menghadapi Lazrus yang sudah mati empat hari.
    Jasmani hancur-hancuran, mustahil, rohani busuk juga, nikah busuk, semua busuk, masa depan hancur, tetapi bisa memandang wajah-Nya dan tersungkur.
    Ada sinar kasih karunia dan kemuliaan bekerja di tengah-tengah kita.

    Yohanes 11: 32
    11:32. Setibanya Maria di tempat Yesus berada dan melihat Dia, tersungkurlah ia di depan kaki-Nya dan berkata kepada-Nya: "Tuhan, sekiranya Engkau ada di sini, saudaraku pasti tidak mati."

    Orang-orang menyangka Maria akan meratap di kuburan, tetapi Maria datang pada Yesus, bukan pada masalah. Jangan pikir masalahnya!
    Kalau sudah tidak bisa dipikir lagi, datang pada Yesus, jangan ke kuburan!

    Kita hanya tinggal menyerah saja dan tinggal tunggu waktunya. Tunggu proses dan Lazarus dibangkitkan. TUHAN tolong kita.

    Dan jika TUHAN datang kembali, kita akan diubahkan menjadi sempruna seperti Dia. Kita layak untuk menyambut kedatangan-Nya yang kedua kali di awan-awan yang permai. Kita duduk di takhta--di tempat di mana gulungan kitab berada--; kita bersama Dia selamanya.

Dia menyinari dan mengulurkan tangan. Yang mustahil menjadi tidak mustahil; yang busuk menjadi baik.
Mungkin yang lain tidak tahu, suami tidak tahu, isteri tidak tahu, anak tidak tahu, orang tua tidak tahu, tidak bisa menolong, tidak berdaya, dipikirpun juga tidak bisa, mari pandang lambung, tangan dan wajah Yesus. Jangan ragu sedikitpun sekalipun masalah sudah mustahil! Itu adalah ujian kepercayaan.

Tidak ada yang bisa dilakukan oleh bangsa kafir, kecuali hanya percaya dan menunggu waktu TUHAN. Sampai matipun Dia ingat bangsa kafir. Percayalah! Mujizat terjadi dan kita pulang dengan wajah berseri.

Ada harapan baru bagi bangsa kafir, bukan hanya di dunia, tetapi sampai sempurna seperti Dia. Kita pulang dengan tangan anugerah yang memeluk kita.
Hari-hari ini kita hanya memandang Yesus, bukan yang lain. Memandang lambung-Nya untuk punya akar/dasar yang kuat, memandang tangan-Nya untuk bekerja yang berkenan pada-Nya, dan memandang wajah-Nya untuk menerima sinar kemuliaan dan kasih karunia dari wajah-Nya; sanggup mengadakan mujizat sampai kita menjadi sempurna.

TUHAN memberkati.

kembali ke halaman sebelumnya
IBADAH RUTIN DI MALANG

Minggu jam 06:45 (Ibadah Raya)
Minggu jam 10:15 (Ibadah Sekolah Minggu)
Selasa jam 17:15 (Ibadah Pendalaman Alkitab)
Rabu jam 07:30 (Ibadah Kaum Wanita)
Kamis jam 17:15 (Ibadah Doa Penyembahan)
Sabtu jam 17:15 (Ibadah Kaum Muda Remaja)

IBADAH RUTIN DI MEDAN
Royal Room Hotel Danau Toba Internasional
Jl. Imam Bonjol Medan

Minggu, jam 18:45 (Ibadah Raya)
Senin, jam 08:00 (Ibadah Pendalaman Alkitab)
Senin, jam 17:30 (Ibadah Pendalaman Alkitab)

IBADAH RUTIN DI SURABAYA

Minggu jam 09:00 (Ibadah Sekolah Minggu)
Minggu jam 10:15 (Ibadah Raya)
Rabu jam 17:30 (Ibadah Pendalaman Alkitab)
Jumat jam 17:30 (Ibadah Doa Penyembahan)


IBADAH RUTIN DI JAKARTA
Jl. Patra Kuningan XIV no.4
Jakarta Selatan
Sabtu, jam 09:00 (Ibadah Pendalaman Alkitab)

IBADAH KUNJUNGAN
  • Juni 2020
    (Ibadah Kunjungan di Kandis)

  • Agustus 2020
    (Ibadah Kunjungan di Srilangka)

All Right Reserved Gereja Pantekosta Tabernakel "KRISTUS KASIH"
Jln. Simpang Borobudur 27 Malang | Telp: (0341) 496949 | Fax: (0341) 476751 » Lihat Peta Gereja Kami di Malang
Jln. WR Supratman 4 Surabaya | Telp. 08123300378 » Lihat Peta Gereja Kami di Surabaya
hubungi kami | email: info@gptkk.org | sitemap | top