English Language | Form Penggembalaan
RINGKASAN KOTBAH IBADAH RUTIN DAN IBADAH KUNJUNGAN
RINGKASAN LAINNYA

Ibadah Kaum Muda Remaja, 17 Desember 2011 (Sabtu Sore)
Lukas 1:13-17
1:13 Tetapi malaikat itu berkata kepadanya: "Jangan takut, hai Zakharia,...

Ibadah Pendalaman Alkitab Surabaya, 07 Februari 2018 (Rabu Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayangnya TUHAN kita Yesus Kristus. Selamat malam, selamat mendengarkan firman TUHAN. Biarlah damai...

Ibadah Kaum Muda Malang, 24 Januari 2009 (Sabtu Sore)
Bersamaan dengan Ibadah Doa Puasa Session III

Markus 12:38-40 dalam susunan Tabernakel...

Ibadah Raya Surabaya, 07 Desember 2008 (Minggu Sore)
Matius 24: 28
= sikap gereja Tuhan untuk menantikan kedatangan Tuhan yang kedua kali, yaitu bagaikan...

Ibadah Doa Semalam Suntuk Session I Malang, 15 Desember 2015 (Selasa Malam)
Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.
Keluaran 1:11-14
1:11 Sebab itu pengawas-pengawas rodi ditempatkan atas...

Ibadah Raya Malang, 17 Februari 2019 (Minggu Pagi)
Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Wahyu 8:13
8:13 Lalu aku melihat: aku...

Ibadah Doa Surabaya, 29 Maret 2010 (Senin Sore)
Ibadah Pendalaman Alkitab dipindah ke hari Jumat pagi (bersamaan ibadah Jumat Agung).

Ibadah Doa Malang, 10 Januari 2019 (Kamis Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Wahyu 8:8-9
8:8 Lalu malaikat yang kedua...

Ibadah Raya Malang, 31 Oktober 2010 (Minggu Pagi)
Matius 25:31-32
25:31. "Apabila Anak Manusia datang dalam kemuliaan-Nya dan semua malaikat bersama-sama dengan Dia, maka Ia akan bersemayam di...

Ibadah Pendalaman Alkitab Malang, 08 September 2011 (Kamis Sore)
Matius 26:26-29 adalah tentang makan Perjamuan Suci.
Perjamuan Paskah yang terakhir = Perjamuan Suci yang...

Ibadah Doa Malang, 03 Maret 2009 (Selasa Sore)
Matius 24:31, keadaan ketiga pada saat kedatangan Yesus kedua kali adalah

Ibadah Kaum Muda Remaja Malang, 04 Mei 2019 (Sabtu Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Lukas 13: 18-21 => perumpamaan tentang biji sesawi dan ragi
13:18. Maka kata Yesus:...

Ibadah Raya Surabaya, 24 Mei 2015 (Minggu Sore)
Bersamaan dengan hari Pentakosta

Salam sejahtera dalam kasih sayangnya TUHAN kita Yesus Kristus. Selamat malam, selamat mendengarkan firman TUHAN....

Ibadah Raya Malang, 26 Agustus 2018 (Minggu Pagi)
Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Wahyu 7:15-17
7:15 Karena itu...

Ibadah Pendalaman Alkitab Surabaya, 04 Oktober 2010 (Senin Sore)
Tema Ibadah di Sidikalang "hanya satu langkah jaraknya antara aku dan maut"

1 Samuel 20: 3
20:3. Tetapi Daud menjawab, katanya:...


TRANSKRIP LENGKAP

Doa Surabaya (Rabu, 26 November 2014)
Tayang: 10 Mei 2019
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 24 November 2014)
Tayang: 10 Mei 2019
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 23 November 2014)
Tayang: 07 Januari 2019
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 19 November 2014)
Tayang: 07 Januari 2019
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 17 November 2014)
Tayang: 07 Januari 2019
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 09 November 2014)
Tayang: 22 Agustus 2018
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 05 November 2014)
Tayang: 04 Juni 2018
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 03 November 2014)
Tayang: 04 Juni 2018
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 02 November 2014)
Tayang: 03 Maret 2018
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 20 Oktober 2014)
Tayang: 13 Desember 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 13 Oktober 2014)
Tayang: 13 Desember 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 12 Oktober 2014)
Tayang: 24 Oktober 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 08 Oktober 2014)
Tayang: 18 September 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 06 Oktober 2014)
Tayang: 05 September 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 05 Oktober 2014)
Tayang: 05 September 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 01 Oktober 2014)
Tayang: 05 September 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 29 September 2014)
Tayang: 24 Juni 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 21 September 2014)
Tayang: 19 Mei 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 17 September 2014)
Tayang: 29 April 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 15 September 2014)
Tayang: 29 April 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]



Untuk Koneksi Lambat, silahkan buka http://id.gptkk.org
Transkrip lengkap dari ibadah penggembalaan di Malang dan Surabaya, semuanya di bawakan oleh gembala sidang Pdt. Widjaja Hendra.

Silahkan kontak ke info@gptkk.org apabila bapak/ibu/sdr/sdri ada pertanyaan atau mungkin ingin berlangganan majalah Manna dan silahkan kirim email ke widjaja_h [at] yahoo.com apabila ingin konsultasi pribadi dengan bapak gembala
silahkan ganti tanda [at] dengan @
Cari ringkasan:   
[versi cetak]
Cari rekaman ibadah ini di: http://www.kabarmempelai.org
Ibadah Pendalaman Alkitab Surabaya, 10 April 2019 (Rabu Sore)

Salam sejahtera dalam kasih sayangnya TUHAN kita Yesus Kristus. Selamat malam, selamat mendengarkan firman TUHAN. Biarlah damai sejahtera, kasih karunia, dan bahagia senantiasa dilimpahkan TUHAN di tengah-tengah kita sekalian.

Wahyu 9: 1-12 merupakan peniupan sangkakala yang kelima; penghukuman yang kelima dari Anak Allah atas manusia di bumi yaitu sengatan kalajengking selama lima bulan (diterangkan mulai dari Ibadah Pendalaman Alkitab Surabaya, 06 Februari 2019).
Wahyu 9: 7-12 bicara tentang belalang dan kalajengking (diterangkan mulai dari Ibadah Pendalaman Alkitab Surabaya, 06 Maret 2019).

Wahyu 9: 7
9:7. Dan rupa belalang-belalang itu sama seperti kuda yang disiapkan untuk peperangan, dan di atas kepala mereka ada sesuatu yang menyerupai mahkota emas, dan muka mereka sama seperti muka manusia,

Belalang menunjuk pada roh jahat dan najis yang keluar dari lobang jurang maut.
'rupa belalang-belalang itu sama seperti kuda yang disiapkan untuk peperangan'= kuda menunjuk pada kekuatan dan kecepatan.
Artinya: belalang--roh jahat dan najis--menggunakan kekuatan dan kecepatan untuk berperang secara rohani melawan manusia pada umumnya, termasuk hamba/pelayan Tuhan sehingga menguasai hati dan pikiran manusia--termasuk hamba/pelayan Tuhan--untuk dua hal:

  1. Supaya hamba/pelayan Tuhan memiliki pemikiran atau pandangan yang salah dalam segala hal terutama ibadah pelayanan sehingga ibadah pelayanan hanya mencari perkara jasmani, tetapi mengorbankan yang rohani; tidak menghiraukan yang rohani, itulah pribadi Tuhan/pengajaran yang benar, berarti tanpa penyucian dan pembaharuan (diterangkan pada Ibadah Raya Surabaya, 10 Maret 2019).

    Di dunia, tidak peduli sekalipun dapat uang dengan cara tidak halal; dalam ibadah firman sudah tidak diperlukan lagi. Bahaya sekali!
    Akibatnya: tetap menjadi manusia darah daging yang dicap 666--seperti perempuan bungkuk di Bait Allah.


  2. Supaya hati dan pikiran kita menjadi tanah hati yang tidak baik (diterangkan mulai dari Ibadah Pendalaman Alkitab Surabaya, 06 Maret 2019 sampai Ibadah Doa Surabaya, 08 Maret 2019).
    Sudah ada penaburan benih firman yang benar, tetapi hati dan pikirannya dikuasai roh jahat dan najis sehingga menjadi tanah hati yang tidak baik.

    Akibatnya: firman tidak bertumbuh dan berbuah--tidak berubah--, sehingga dicap antikris, dan dibinasakan selamanya.

Ini kalau dilihat dari RUPA BELALANG yang seperti kuda yang dipersiapkan untuk peperangan.

Di ayat 10, dilihat dari EKOR BELALANG, yaitu sama dengan sengat kalajengking yang menyakiti manusia selama lima bulan (diterangkan mulai dari Ibadah Raya Surabaya, 07 April 2019).
Wahyu 9: 10
9:10. Dan ekor mereka sama seperti kalajengking dan ada sengatnya, dan di dalam ekor mereka itu terdapat kuasa mereka untuk menyakiti manusia, lima bulan lamanya.

Apa itu sengat kalajengking? Sengat maut, itulah dosa-dosa.
1 Korintus 15: 55-56
15:55. Hai maut di manakah kemenanganmu? Hai maut, di manakah sengatmu?"
15:56.
Sengat maut ialah dosa dan kuasa dosa ialah hukum Taurat.

Jadi kalau dilihat dari rupanya, belalang adalah roh jahat dan najis yang menguasai hati dan pikiran manusia, supaya menjadi tanah hati yang tidak baik, dan pemikirannya salah--seperti Esau sehingga ia mencucurkan air mata selama-lamanya.
Tetapi dilihat dari ekornya, belalang--roh jahat dan najis--adalah pemicu dosa-dosa dan puncaknya dosa yang siap berperang untuk menyerang manusia termasuk hamba/pelayan Tuhan untuk menjatuhkan mereka sehingga menerima sengatan kalajengking lima bulan bulannya--menerima hukuman selama lima bulan sampai kebinasaan selamanya. Hati-hati! Karena itu kita harus siap.

Sekarang kita melihat keadaan dosa:

  1. Wahyu 9: 7
    9:7. Dan rupa belalang-belalang itu sama seperti kuda yang disiapkan untuk peperangan, dan di atas kepala mereka ada sesuatu yang menyerupai mahkota emas, dan muka mereka sama seperti muka manusia,

    Yang pertama: 'di atas kepala mereka ada sesuatu yang menyerupai mahkota emas'= mahkota ada kaitan dengan takhta; kepala menunjuk pada pikiran.
    Artinya: dosa bertakhta di pikiran; sama dengan menguasai pikiran manusia termasuk hamba/pelayan Tuhan.


  2. Yang kedua: 'muka mereka sama seperti muka manusia'= muka menunjuk pada hati. Kalau hati takut, wajahnya pucat, hati marah, wajahnya merah.
    Artinya: dosa bertakhta di dalam hati.

    Kalau digabungkan: dosa-dosa sedang menyerang dan bertakhta di hati dan pikiran manusia pada umumnya, dan hamba/pelayan Tuhan pada khususnya, sehingga perbuatan dan perkataannya juga dikuasai dosa--seluruh hidup manusia dikuasai dosa.
    Istilah bertakhta berarti begitu kuat, tidak mau dilepas. Kita harus hati-hati!


  3. Wahyu 9: 8
    9:8. dan rambut mereka sama seperti rambut perempuan dan gigi mereka sama seperti gigi singa,

    Yang ketiga: 'rambut mereka sama seperti rambut perempuan'= dosa adalah sama seperti rambut perempuan yang begitu banyak dan panjang.
    Artinya: dosa begitu banyak jenisnya dan panjang, tidak mau selesai-selesai, dari kecil sampai mau matipun rambut masih ikut--masih tidak mau menyelesaikan dosa.


  4. Yang keempat: 'gigi mereka sama seperti gigi singa'= dosa adalah sama seperti gigi singa, artinya mempunyai kekuatan untuk merobek-robek--menghancurkan--pribadi kita, nikah rumah tangga, sampai mencerai-beraikan tubuh Kristus--dalam penggembalaan dan fellowship--, sehingga tidak bisa lagi menempatkan Yesus sebagai Kepala; ketinggalan saat Yesus datang dan dibinasakan selamanya.

    Hati-hati! Jangan berikan kesempatan pada dosa-dosa!
    Baru dosa gosip saja--kebencian tanpa alasan--itu sudah mencerai-beraikan tubuh Kristus. Seharusnya kita menyatu tetapi malah bergosip.

Inilah dosa yang menghancurkan manusia termasuk hamba/pelayan Tuhan, bahkan sampai kepada kita bangsa kafir.
Kejadian 49: 11
49:11. Ia akan menambatkan keledainya pada pohon anggur dan anak keledainya pada pohon anggur pilihan; ia akan mencuci pakaiannya dengan anggur dan bajunya dengan darah buah anggur.

Kalau dosa yang banyak jenisnya sudah menguasai hati dan pikiran, sampai seluruh hidup kita, tinggal satu langkah lagi semua akan tercerai-berai/terpisah. Yang menjadi pemisah antara kita dengan Tuhan dan sesama adalah dosa-dosa kita.

Untuk itu bangsa kafir harus tergembala hari-hari ini; kita berada dalam kesatuan.

Keledai menunjuk pada bangsa kafir.
Keledai harus tertambat pada pokok anggur pilihan, artinya: harus tergembala pada pokok anggur yang benar. Kalau mau tergembala, pilih yang benar, bukan orangnya, sukunya atau keluarganya.
Bangsa kafir harus tergembala pada firman pengajaran yang benar/pribadi Tuhan, bukan manusia.

Kalau bangsa kafir tidak tergembala, akan menjadi keledai liar dan keledai jalang yang dikuasai oleh belalang--roh jahat dan najis; dosa-dosa dan puncaknya dosa--, sampai tercerai-berai.
Liar artinya tercerai berai, tidak bisa menjadi satu lagi mulai dalam nikah dan penggembalaan.
Jalang--najis--artinya menuju pembangunan Babel, pelacur besar--mempelai wanita setan--, yang akan dibinasakan selamanya.

Oleh sebab itu bangsa kafir harus selalu tergembala dengan benar dan baik, artinya:

  1. Memperhatikan makanannya, yaitu mendengar dan dengar-dengaran pada suara gembala, itulah firman pengajaran yang benar--makan firman penggembalaan yang benar.
    Jangan mendengar suara asing! Kalau mendengar suara asing termasuk gosip, kita tidak merasa apa-apa, tetapi kita sudah merasa asing dalam kumpulan orang benar/penggembalaan yang benar--mulai dengan menghakimi dan mengkritik. Kalau diteruskan, akan liar, kemudian menjadi keledai jalang. Itu rumusnya.

    Di Yohanes 10, kita harus lari dari suara asing. Jangan merasa hebat! Adam dan Hawa tidak mampu, Salomo yang hebat tidak mampu menghadapi suara asing.
    Bukan tidak boleh mendengar firman, tetapi dengar yang benar, kalau tidak benar, itu racun, jangan didengarkan.


  2. Memperhatikan kandangnya, yaitu kita harus selalu berada dalam kandang penggembalaan; ketekunan dalam tiga macam ibadah pokok--ini sudah harga mati; harus sungguh-sungguh--:


    1. Pelita emas= ketekunan dalam ibadah raya; persekutuan dengan Allah Roh Kudus di dalam urapan dan karunia-Nya.
    2. Meja roti sajian= ketekunan dalam ibadah pendalaman alkitab dan perjamuan suci; persekutuan dengan Anak Allah di dalam firman pengajaran dan kurban Kristus.


    3. Mezbah dupa emas= ketekunan dalam ibadah doa; persekutuan dengan Allah Bapa di dalam kasih-Nya.

Makanan dan kandang tidak bisa dipisahkan.
Artinya: keberhasilan pemberitaan firman penggembalaan yang benar oleh seorang gembala adalah membawa sidang jemaat untuk masuk dalam kandang penggembalaan.
Doakan kami gembala-gembala. Banyak yang bangga ibadah minggunya ribuan, tetapi berapa kalau ibadah pendalaman alkitab? Berapa ibadah doa? Berapa yang di luar kandang? Kalau bangsa kafir berada di luar kandang, sebentar lagi akan liar--tercerai-berai--, dan tinggal digiring sedikit lagi menjadi jalang--masuk pembangunan Babel.

Pengajaran yang benar menggiring kita masuk kandang domba untuk menuju pembangunan tubuh Kristus yang sempurna; mempelai wanita sorga. Inilah buktinya.

"Kita di sini masih berapa persen. Masih harus berjuang. Karena itu ada doa puasa, doa semalam suntuk, doa malam untuk menghadapi belalang yang mencerai-beraikan sampai menghancurkan kita--menjadi keledai liar dan keledai jalang."

Di dalam kandang penggembalaan, tubuh, jiwa, dan roh kita melekat pada Allah Tritunggal, sehingga tidak bisa dijamah oleh setan tritunggal tetapi kita justru mengalami penyucian secara terus menerus sampai sempurna--bebas dari belalang-belalang.
Inilah rumus dari Tuhan. Ini doa kita, supaya semua bisa berada di kandang. Yang mendengar dari jarak jauh, kita semua satu kandang.

Apa yang disucikan? Ada tiga macam penyucian pada bangsa kafir yang tertambat pada pokok anggur yang benar--tergembala sungguh-sungguh--:
Kejadian 49: 11-12
49:11. Ia akan menambatkan keledainya pada pohon anggur dan anak keledainya pada pohon anggur pilihan; ia akan mencuci pakaiannya dengan anggur dan bajunya dengan darah buah anggur.
49:12. Matanya akan merah karena anggur dan giginya akan putih karena susu.

  1. Ayat 11: 'mencuci pakaiannya dengan anggur dan bajunya dengan darah buah anggur'= penyucian pakaian. Ini menunjuk pada meja roti sajian= ketekunan dalam ibadah pendalaman alkitab dan perjamuan suci.
    Pada meja roti sajian ada firman pengajaran dan perjamuan suci--dobel.

    Jadi, lewat perjamuan suci, firman pengajaran yang benar mendarah daging dalam hidup kita. Hanya firman pengajaran dan perjamuan suci yang sudah mendarah daging yang sanggup menyucikan kita dari perbuatan-perbuatan daging (perbuatan-perbuatan dosa yang mendarah daging dan membinasakan). Karena itu butuh firman yang mendarah daging.

    Galatia 5: 19-21
    5:19. Perbuatan daging telah nyata, yaitu: percabulan, kecemaran, hawa nafsu,
    5:20. penyembahan berhala, sihir, perseteruan, perselisihan, iri hati, amarah, kepentingan diri sendiri, percideraan, roh pemecah,
    5:21. kedengkian, kemabukan, pesta pora dan sebagainya. Terhadap semuanya itu kuperingatkan kamu--seperti yang telah kubuat dahulu--bahwa barangsiapa melakukan hal-hal yang demikian, ia tidak akan mendapat bagian dalam Kerajaan Allah.

    Perbuatan daging sulit untuk terlepas karena sudah menjadi tabiat--sudah tidak sadar lagi saat berbuat dosa. Oleh karena itu butuh firman pengajaran dan perjamuan suci untuk melepaskan kita.

    'Terhadap semuanya itu kuperingatkan kamu--seperti yang telah kubuat dahulu--'= Rasul Paulus mengingatkan berkali-kali, tetapi belum bisa terlepas dari dosa, karena itu perlu firman pengajaran dan perjamuan suci yang mendarah daging dalam hidup kita untuk menghantam dosa yang mendarah daging.
    Rasul Paulus sudah berusaha untuk mengulang-ulang firman pengajaran yang benar untuk menyucikan sidang jemaat dari perbuatan dosa yang mendarah daging, yang membawa ke dalam neraka. Harus ditambah dengan perjamuan suci!

    Jika kita disucikan dari perbuatan daging--perbuatan dosa yang mendarah daging--, maka kita bisa melakukan perbuatan benar, suci, dan baik--perbuatan kebajikan--sampai membalas kejahatan dengan kebaikan.
    Ini berarti perbuatan benar, suci, dan baik sudah mendarah daging dalam hidup kita. Kalau tidak mendarah daging, orang berbuat jahat akan kita balas jahat, tetapi karena sudah mendarah daging--terus berbuat benar, baik, dan suci--, orang berbuat jahat, kita otomatis membalas dengan perbuatan benar, suci, dan baik.

    Jadi, ada dua perkara yang mau mendarah daging. Kalau dosa yang mendarah daging, itu namanya perbuatan daging; yang diperbuat hanya daging, tidak berpikir yang rohani.
    Sebaliknya, lewat firman pengajaran yang benar dan perjamuan suci yang mendarah daging, kita bisa disucikan dari perbuatan dosa yang mendarah daging sehingga menjadi perbuatan benar, suci, dan baik yang mendarah daging, sampai membalas kejahatan dengan kebaikan.

    Gunakan kesempatan hari-hari ini! Tinggal dua pilihan bagi bangsa kafir: mau jadi keledai liar dan keledai jalang atau keledai yang ditunggangi Yesus--keledai yang tertambat--; perbuatan dosa yang mendarah daging atau perbuatan benar, suci, dan baik yang mendarah daging.

    Galatia 6: 9-10
    6:9. Janganlah kita jemu-jemu berbuat baik, karena apabila sudah datang waktunya, kita akan menuai, jika kita tidak menjadi lemah.
    6:10. Karena itu,
    selama masih ada kesempatan bagi kita, marilah kita berbuat baik kepada semua orang, tetapi terutama kepada kawan-kawan kita seiman.

    'apabila sudah datang waktunya, kita akan menuai'= tidak masalah membalas kejahatan dengan kebaikan, mungkin dianggap bodoh oleh orang lain, tidak apa-apa, karena satu waktu kita akan menuai.
    'selama masih ada kesempatan bagi kita'= kita harus menggunakan kesempatan yang Tuhan buka bagi kita untuk melakukan perbuatan kebajikan terutama kepada sesama anggota tubuh Kristus yang membutuhkan--memberi dan mengunjungi dalam bentuk jasmani dan rohani (Matius 25).

    Kita memberi dan mengunjungi mulai dari dalam rumah tangga sampai semua orang termasuk orang yang memusuhi kita. Seringkali kita tidak tahu apa-apa tetapi dimusuhi. Tetap balas dengan kebaikan--paling tidak berdoa yang baik untuk dia.
    Kita gunakan setiap kesempatan untuk memberi dan mengunjungi sesama anggota tubuh Kristus, sampai kepada semua orang, bahkan orang yang memusuhi kita.

    2 Korintus 9: 7-8
    9:7. Hendaklah masing-masing memberikan menurut kerelaan hatinya, jangan dengan sedih hati atau karena paksaan, sebab Allah mengasihi orang yang memberi dengan sukacita.
    9:8. Dan
    Allah sanggup melimpahkan segala kasih karunia kepada kamu, supaya kamu senantiasa berkecukupan di dalam segala sesuatu dan malah berkelebihan di dalam pelbagai kebajikan.

    Syarat untuk berbuat kebaikan:


    • Kita memberi dan mengunjungi--termasuk fellowship--dengan sukarela; tidak memaksa, tidak dipaksa, dan tidak terpaksa.
      Tidak ada gunanya kita memaksa orang datang. Itulah pelajaran dari guru dan gembala saya: Fellowship--mulai dari nikah--itu wajar, tidak bisa dipaksa. Wajar saja, kalau butuh, silakan.

      "Om Pong juga mengingatkan saya: 'Jangan pernah telepon-telepon minta khotbah, ya, dan telepon-telepon orang supaya datang.'"


    • Memberi dengan sukacita; tidak ada kesedihan hati.


    Hasilnya: semuanya tidak hilang tetapi kita justru mendapatkan kasih karunia Tuhan untuk:


    • Memelihara kita secara berkecukupan dalam segala hal--tidak kekurangan tetapi selalu berlimpah, sampai kita mengucap syukur.
    • Malah melimpah dalam pelbagai kebajikan; sama dengan pakaian putih berkilau-kilauan, itulah PAKAIAN MEMPELAI.


    Inilah penyucian di dalam penggembalaan yaitu penyucian pakaian sampai mendapatkan pakaian putih berkilau-kilauan--tidak ada gelap sedikitpun.
    Wahyu 19: 8
    19:8. Dan kepadanya dikaruniakan supaya memakai kain lenan halus yang berkilau-kilauan dan yang putih bersih!" (Lenan halus itu adalah perbuatan-perbuatan yang benar dari orang-orang kudus.)

    (terjemahan lama)
    19:8. Maka dikaruniakanlah kepadanya supaya ia boleh menghiasi dirinya dengan kain kasa halus yang bercahaya dan bersih; karena kain kasa halus itulah ibarat
    segala kebajikan orang-orang suci itu."

    Pakaian putih berkilau-kilauan= berkilau dari dalam--memang berdasarkan kesucian--, bukan pura-pura/munafik.


  2. Kejadian 49: 12
    49:12. Matanya akan merah karena anggur dan giginya akan putih karena susu.

    Yang kedua: 'Matanya akan merah karena anggur'= penyucian mata. Dalam Tabernakel, menunjuk pada pelita emas.

    Kalau mata baik dan suci, pelita akan terang/menyala.
    Yohanes 4: 35-36
    4:35. Bukankah kamu mengatakan: Empat bulan lagi tibalah musim menuai? Tetapi Aku berkata kepadamu: Lihatlah sekelilingmu dan pandanglah ladang-ladang yang sudah menguning dan matang untuk dituai.
    4:36. Sekarang juga penuai telah menerima upahnya dan ia mengumpulkan buah untuk hidup yang kekal, sehingga penabur dan penuai sama-sama bersukacita.

    Mata yang suci dan baik selalu memandang ladang Tuhan; sama dengan mengutamakan ibadah pelayanan kepada Tuhan, bukan merugikan. Kita kerja keras, sekolah yang keras, tetapi tetap utamakan ibadah pelayanan kepada Tuhan.

    'empat bulan'= 4 x 30 hari= 120 hari--satu hari di hadapan Tuhan adalah satu tahun.
    Bilangan 14: 34
    14:34. Sesuai dengan jumlah hari yang kamu mengintai negeri itu, yakni empat puluh hari, satu hari dihitung satu tahun, jadi empat puluh tahun lamanya kamu harus menanggung akibat kesalahanmu, supaya kamu tahu rasanya, jika Aku berbalik dari padamu:

    Karena sepuluh pengintai membawa kabar busuk, sampai Israel mau kembali ke Mesir, Tuhan berkata: 'empat puluh tahun lamanya kamu harus menanggung akibat kesalahanmu, supaya kamu tahu rasanya, jika Aku berbalik dari padamu.'
    Jangan macam-macam kepada Tuhan! Kalau Tuhan sudah memvonis seperti ini, kita benar-benar setengah mati, tidak akan selesai-selesai--satu hari sama dengan satu tahun. Jangan menantang atau melawan Tuhan! Tuhan adalah kebenaran.
    Saya juga, kalau ada hamba Tuhan yang benar lalu saya tantang, tidak mau fellowship, mati juga saya--kering. Tetapi kalau tidak benar saya ikuti, saya juga kering. Itu sama juga dengan menantang Tuhan; sudah tahu tidak benar tetapi diikuti. Tahu rasa juga, tidak selesai-selesai semuanya, sudah mau manis, jadi pahit lagi. Begitu juga dengan sidang jemaat. Yang menanggung adalah gembala. Saya tidak apa-apa mendoakan, tetapi rugi. Lebih baik satu rel, dan akan jadi manis. Bertekad! Jangan manis, pahit, manis, pahit, tidak selesai-selesai.

    "Saya juga mengalami. Saat mau menegaskan untuk berada di dalam yang benar, saya sudah mau lari dari gereja Malang. Saya tidak kuat, dan isteri saya keguguran. Untung om Pong berikan ketegasan mengenai tanah gereja. Saya juga mau lari dari gereja karena tanah gereja di sebelah, dan mau kontrak. Dibakar ada asap ke kamar kami, saya bicara dengan orang dalam, malah kita disalahkan, dan dia berkata: 'Itulah bertetangga.' Saya katakan: 'Saya bertetangga di desa, saya mengerti bertetangga, tetapi bukan begini caranya.' Saya yang disalahkan oleh orang dalam, sehingga saya mau kontrak saja, tidak peduli. Baru berpikir begitu, om Pong datang lalu bertanya: 'Bagaimana ini?': 'Oh ini jalan dua meter dari kita....': 'Oh jangan mewariskan sesuatu yang tidak benar bagi anak cucu! Garis!' Artinya kembali pada yang benar; kembali ke sertifikat. Mau membuat garis itu juga melawan karena tidak ikut beli tanah. Tetapi harus tegas. Memang sakit bagi kita karena tidak bisa lewat, tetapi harus tegas. Saya garis, panggil sarjana hukum, bingung semua. Yang benar saja. Dari situ saya tahu, kalau mau maju, garis. Dalam pekerjaan juga harus tegas, Tuhan akan beserta. Kalau seperti sepuluh pengintai, akan tahu rasa karena ditinggal Tuhan. Hanya itu saja. Garis yang benar sekalipun sakit bagi daging dan dimusuhi; cari yang benar! Tuhan akan tolong."

    Jadi, empat bulan sama dengan 120 hari= 120 tahun yobel= 6000 tahun. Itulah masa kita bekerja--di peta zaman mulai dari Adam sampai Abraham--2000 tahun--sudah lewat, zaman pertengahan dari Abraham sampai kedatangan Yesus pertama kali--2000 tahun--sudah lewat, dan sekarang tinggal zaman akhir dari kedatangan Yesus pertama kali sampai kedatangan Yesus kedua kali--2000 tahun.

    Sekarang sudah tahun 2019, apa yang terjadi? Sebenarnya sudah habis waktunya untuk bekerja di ladang Tuhan, tetapi kita masuk dalam waktu perpanjangan sabar Tuhan.
    Artinya: Tuhan belum datang kembali dan kita masih diberi panjang umur. Sekaranglah waktunya untuk melayani Tuhan. Jangan menunda waktu! Tidak ada waktu lagi.

    Yohanes 4: 36
    4:36. Sekarang juga penuai telah menerima upahnya dan ia mengumpulkan buah untuk hidup yang kekal, sehingga penabur dan penuai sama-sama bersukacita.

    Sekarang juga waktunya untuk beribadah melayani Tuhan sesuai dengan jabatan pelayanan yang Tuhan percayakan kepada kita--melayani sebagai tim doa, berkorban dana dan sebagainya.

    "Ada orang yang suka berkorban dana. Dulu di satu daerah, ada seorang yang senang berkorban, ada kurang berapa, dia yang tutup. Itulah pelayanannya."

    Melayani sesuai dengan yang Tuhan percayakan kepada kita sama dengan sesuai dengan gerakan firman Tuhan yang keras--bunyi sangkakala--, bukan orang lain. Dulu, bangsa Israel digerakkan oleh bunyi sangkakala, sekarang kita digerakkan oleh firman, supaya nanti saat bunyi sangkakala terakhir kita bisa bergerak ke atas.

    Sekarang waktunya, jangan menunda-nunda! Kalau tidak mau, Tuhan akan memakai orang lain; Dia tidak pernah memaksa. Kerja keras, sekolah yang keras, tetapi ibadah pelayanan juga harus diperhatikan.

    Sikap kita di ladang Tuhan--dalam ibadah pelayanan kepada Dia--:
    Yohanes 4: 34
    4:34. Kata Yesus kepada mereka: "Makanan-Ku ialah melakukan kehendak Dia yang mengutus Aku dan menyelesaikan pekerjaan-Nya.


    • Melakukan kehendak Tuhan= taat dengar-dengaran; sesuai dengan firman pengajaran yang benar.
      Sesuai dengan firman itu seperti berada di rel--kalau di luar rel akan hancur. Harus sesuai rel. Kalau sesuai dengan rel, memang awalnya kita lihat batu-batu saat kereta api berjalan, tetapi satu waktu saat tiba di stasiun kita akan mendapatkan segalanya. Bertahan sesuai dengan kehendak Tuhan! Kalau masih melihat yang kurang baik, tekuni terus sampai lulus, pasti ketemu 'stasiun'.


    • Menyelesaikan pekerjaan Tuhan= setia berkobar-kobar sampai garis akhir--sampai meninggal dunia atau Yesus datang kembali--, baru selesai.
      Jangan vonis diri sendiri dengan berkata: selesai. Mau tua atau muda, kalau sudah selesai, akan dipanggil Tuhan. Kalau masih hidup, selesaikan sampai garis akhir!

      "Saya sedih, ada murid saya meninggal umur tiga puluh tahun. Tetapi tadi saat penguburan saya kaget. Anaknya sudah dua orang jadi saya kira umurnya sudah tiga puluh lebih, ternyata masih dua puluh enam. Itulah, Tuhan yang menentukan garis akhir kita. Dia sakit, sampai tidurnya berdiri, saya tidak kuat mendengarnya, tetapi dia masih dengar firman lewat siaran langsung, inilah melayani sampai garis akhir. Itu yang penting."


    Beribadah melayani Tuhan dengan taat dan setia berkobar sama dengan memberi makan Tuhan; memuaskan hati Tuhan sehingga berkenan kepada Dia.

    Hasilnya:


    • Urusan makan minum kita adalah urusan Tuhan. Urusan kita hanya beribadah melayani Tuhan.
      Tangan kita hanya sehasta, yang tidak bisa kita jangkau menjadi urusan Tuhan. Kita hanya berkata: Kok bisa?
      Kerja keras, sekolah yang keras, tetapi ibadah yang sungguh-sungguh.


    • Tuhan sanggup memberikan kepuasan secara rohani--kebahagiaan sorga.


    Inilah pelayanan kita.
    Kalau kita tekun dalam ibadah raya--pelita emas--, karunia jabatan yang Tuhan percayakan akan ditingkatkan sampai sempurna, menjadi mahkota dua belas bintang--MAHKOTA MEMPELAI.

    Tadi ada pakaian mempelai lewat ibadah pendalaman alkitab. Tekuni sampai perbuatan benar, suci, dan baik mendarah daging dalam hidup kita.
    Sekarang kita taat dan setia, ditingkatkan sampai memiliki mahkota mempelai.


  3. Kejadian 49: 12
    49:12. Matanya akan merah karena anggur dan giginya akan putih karena susu.

    Yang ketiga: 'giginya akan putih karena susu'= penyucian gigi--bagian dalam/batin.
    1 Petrus 2: 1-2
    2:1. Karena itu buanglah segala kejahatan(1), segala tipu muslihat(2) dan segala macam kemunafikan(3), kedengkian(4) dan fitnah(5).
    2:2. Dan jadilah
    sama seperti bayi yang baru lahir, yang selalu ingin akan air susu yang murni dan yang rohani, supaya olehnya kamu bertumbuh dan beroleh keselamatan,

    Ini tentang susu--gigi disucikan oleh susu.
    Susu menunjuk pada firman penggembalaan--secara jasmani air susu yang murni adalah air susu ibu, tetapi secara rohani firman penggembalaan.
    Gembala adalah ibu yang memberi susu, tetapi juga ayah yang memberi didikan/nasihat yang keras. Jadi ada penginjilan, ada juga pengajaran--firman penggembalaan.

    Air susu yang murni dan rohani= firman penggembalaan yang benar dan murni, diurapi Roh Kudus, dan diulang-ulang, yang sanggup menyucikan hati kita sampai murni seperti bayi.

    Murni seperti bayi= tidak ada lagi lima dosa (ayat 1):


    • 'Kejahatan'=> akar kejahatan adalah cinta akan uang yang membuat kikir dan serakah.
      Kikir= tidak bisa memberi.
      Serakah= mencuri milik orang lain terutama milik Tuhan yaitu persepuluhan dan persembahan khusus.

      Kalau hamba Tuhan menjadi pencuri, bagaimana jemaatnya?
      Inilah akarnya yang harus dicabut.
      Kalau akar dicabut, yang lain tidak akan tumbuh lagi.


    • 'tipu muslihat'.
    • 'kemunafikan'.
    • 'kedengkian'- kebencian tanpa alasan, seperti kakak-kakak Yusuf terhadap Yusuf. Bahaya!
    • 'Fitnah'=> akan menghujat Tuhan--pengajaran benar dikatakan: tidak benar, yang tidak benar dikatakan; benar.


    Kalau hati sudah disucikan oleh firman penggembalaan, barulah kita tampil seperti bayi--hati yang tulus dan murni seperti bayi--, dan bisa melihat Tuhan.
    Matius 5: 8
    5:8. Berbahagialah orang yang suci hatinya, karena mereka akan melihat Allah.

    Melihat Allah--hati suci--sama dengan bahagia. Kapan gigi kelihatan? Saat tersenyum--bahagia. Itulah SENYUM MEMPELAI; menyembah Tuhan itu bahagia. Bukan hanya senyum, tetapi juga SUARA MEMPELAI--penyembahan dengan suara: Haleluya, untuk menyembah Yesus Raja segala raja dan Mempelai Pria Sorga.

    Wahyu 19: 6-7
    19:6. Lalu aku mendengar seperti suara himpunan besar orang banyak, seperti desau air bah dan seperti deru guruh yang hebat, katanya: "Haleluya! Karena Tuhan, Allah kita, Yang Mahakuasa, telah menjadi raja.
    19:7. Marilah kita bersukacita dan bersorak-sorai, dan memuliakan Dia! Karena hari
    perkawinan Anak Domba telah tiba, dan pengantin-Nya telah siap sedia.

    Dari senyum mempelai--hati disucikan--sampai menyembah Tuhan--ada kebahagiaan--, dan mengeluarkan suara mempelai--menyembah Yesus Sang Raja dan Mempelai Pria Sorga. Luar biasa! Dia yang punya kekuatan, kuasa dan sebagainya. Saat menyembah Dia sebagai Raja dan Mempelai Pria Sorga, kita bisa mengemukakan segala kekurangan dan kelemahan kita--seperti bayi menangis.

    Kalau kita percaya Yesus yang punya semuanya, kita akan menyerahkan semua kekurangan kita--kita hanya menyembah Dia; mengulurkan tangan kepada Dia.

    Hasilnya:


    • Yesaya 43: 15-16
      43:15. Akulah TUHAN, Yang Mahakudus, Allahmu, Rajamu, yang menciptakan Israel."
      43:16. Beginilah firman TUHAN, yang telah
      membuat jalan melalui laut dan melalui air yang hebat,

      Musa hebat, tetapi menghadapi laut Kolsom tidak bisa apa-apa--jalan buntu dan mati; tidak tertolong. Harus lari kepada Sang Raja yang memiliki semuanya.
      Kalau malam ini semua sudah tidak bisa, tinggal satu yaitu serahkan kekurangan kepada Tuhan--dulu Musa mengulurkan tangan kepada Tuhan--; berarti mengakui bahwa kita tidak bisa apa-apa.

      Hasil pertama: menghadapi kekurangan secara jasmani, Sang Raja sanggup membuka jalan bagi kita.

      Tekuni tiga macam ibadah! Jangan menjadi keledai liar dan keledai jalang tetapi tertambat supaya mengalami penyucian pakaian, mata, dan gigi, sampai menjadi sama seperti bayi--memiliki suara mempelai.

      Saat kita berseru kepada Raja, semua masalah yang mustahil akan diselesaikan oleh Dia; ada masa depan berhasil dan indah.

      Yang penting adalah penyucian. Kalau dihantam dosa, biarpun hebat, habis. Kalau disucikan biarpun tidak hebat, tetapi ada Raja yang hebat, yang membuat kita lebih hebat dari siapapun di dunia.


    • Yesaya 6: 5-8
      6:5. Lalu kataku: "Celakalah aku! aku binasa! Sebab aku ini seorang yang najis bibir, dan aku tinggal di tengah-tengah bangsa yang najis bibir, namun mataku telah melihat Sang Raja, yakni TUHAN semesta alam."
      6:6. Tetapi seorang dari pada Serafim itu terbang mendapatkan aku; di tangannya ada bara, yang diambilnya dengan sepit dari atas mezbah.
      6:7. Ia menyentuhkannya kepada mulutku serta berkata: "Lihat, ini telah menyentuh bibirmu, maka kesalahanmu telah dihapus dan
      dosamu telah diampuni."
      6:8. Lalu aku mendengar suara Tuhan berkata: "Siapakah yang akan Kuutus, dan siapakah yang mau pergi untuk Aku?" Maka sahutku: "Ini aku,
      utuslah aku!"

      Yesaya punya kekurangan dan kelemahan secara rohani yaitu mulutnya najis sehingga tidak bisa dipakai. Kesempurnaan ditentukan dari mulut--tidak salah dalam perkataan. Kalau mulutnya najis, sudah jauh dari kesempurnaan.
      Tetapi kalau menyembah Sang Raja--berkata terus terang tentang segala kelemahan kita--, masih bisa ditolong, Dia yang menyucikan kita.

      Apapun keadaan kita malam ini--najis, kotor dan sebagainya--, masih ada Sang Raja. Tunjukkan kelemahan dan kekurangan kita, Dia masih bisa mengampuni dan menyucikan.

      Hasil kedua: menghadapi kekurangan secara rohani, Sang Raja sanggup mengampuni dan menyucikan kita sampai mengutus kita dalam pembangunan tubuh Kristus yang sempurna.

      Sampai kalau Tuhan datang kembali kita disucikan dan diubahkan menjadi sempurna seperti Dia, kita bersama Dia selamanya.

Ada masalah apa, kekurangan apa, ada Sang Raja di tengah kita. Bicara pada Dia! Semua tidak tahu, hanya Dia yang tahu.
Ada apa-apa, bicara kepada Tuhan. Serahkan kepada Dia, dan Dia akan menolong kita semua.

Jangan mengadu kepada manusia, kita akan kecewa bahkan putus asa, tetapi mengadu kepada Tuhan Sang Raja yang memiliki semuanya. Dia bisa melakukan apa saja untuk jasmani, rohani, dan rumah tangga kita. Kita menyerah sepenuh kepada Dia. Kaum muda, jangan ragu-ragu, apa yang tidak bisa kita raih, apa yang mustahil, semuanya ada di tangan Sang Raja.

Arti perjamuan suci adalah segala kekurangan dan kelemahan kita sudah ditanggung Sang Raja di kayu salib sampai tubuh-Nya dipecah-pecahkan, dan Sang Raja bisa menolong kita; Dia bisa melakukan apa saja dalam kehidupan kita. Jangan ragu sedikitpun!

Tuhan memberkati.

kembali ke halaman sebelumnya
IBADAH RUTIN DI MALANG

Minggu jam 06:45 (Ibadah Raya)
Minggu jam 10:15 (Ibadah Sekolah Minggu)
Selasa jam 17:15 (Ibadah Pendalaman Alkitab)
Rabu jam 07:30 (Ibadah Kaum Wanita)
Kamis jam 17:15 (Ibadah Doa Penyembahan)
Sabtu jam 17:15 (Ibadah Kaum Muda Remaja)

IBADAH RUTIN DI MEDAN
Royal Room Hotel Danau Toba Internasional
Jl. Imam Bonjol Medan

Minggu, jam 19:00 (Ibadah Raya)
Senin, jam 09:00 (Ibadah Pendalaman Alkitab)
Senin, jam 17:30 (Ibadah Pendalaman Alkitab)

IBADAH RUTIN DI SURABAYA

Minggu jam 09:30 (Ibadah Sekolah Minggu)
Minggu jam 10:55 (Ibadah Raya)
Rabu jam 17:30 (Ibadah Pendalaman Alkitab)
Jumat jam 17:30 (Ibadah Doa Penyembahan)


IBADAH RUTIN DI JAKARTA
Jl. Patra Kuningan XIV no.4
Jakarta Selatan
Sabtu, jam 09:00 (Ibadah Pendalaman Alkitab)

IBADAH KUNJUNGAN
  • 02-03 Juli 2019
    (Ibadah Kunjungan di Nias)

  • 23-25 Juli 2019
    (Ibadah Kunjungan di Tana Toraja)

  • 05-09 Agustus 2019
    (Ibadah Kunjungan di India)

  • 20-22 Agustus 2019
    (Ibadah Kunjungan di Medan)

  • 04-05 September 2019
    (Ibadah Kunjungan di Semarang)

  • 17-19 September 2019
    (Ibadah Persekutuan di Malang)

  • 24-25 September 2019
    (Ibadah Kunjungan di Sorong)

  • 13-17 April 2020
    (Ibadah Kunjungan di Korea Selatan)

All Right Reserved Gereja Pantekosta Tabernakel "KRISTUS KASIH"
Jln. Simpang Borobudur 27 Malang | Telp: (0341) 496949 | Fax: (0341) 476751 » Lihat Peta Gereja Kami di Malang
Jln. WR Supratman 4 Surabaya | Telp. 08123300378 » Lihat Peta Gereja Kami di Surabaya
hubungi kami | email: info@gptkk.org | sitemap | top