English Language | Form Penggembalaan
RINGKASAN KOTBAH IBADAH RUTIN DAN IBADAH KUNJUNGAN
RINGKASAN LAINNYA

Ibadah Doa Surabaya, 19 Juni 2013 (Rabu Sore)
Melanjutkan tema Ibadah Persekutuan di Bagan Batu

Markus 9 : 23b
9:23 Jawab Yesus: "Katamu: jika Engkau dapat? Tidak ada yang...

Ibadah Raya Malang, 30 Oktober 2016 (Minggu Pagi)
Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Wahyu 4:6
4:6 Dan di hadapan takhta...

Ibadah Raya Malang, 17 November 2013 (Minggu Pagi)
IBADAH PENYERAHAN ANAK

Kita menyerahkan anak secara jasmani kepada Tuhan supaya menjadi anak sulung rohani yang...

Ibadah Paskah Persekutuan II di Square Ballroom Surabaya, 08 Juni 2016 (Rabu Pagi)
Salam sejahtera dalam kasih sayangnya TUHAN kita Yesus Kristus. Selamat siang, selamat mendengarkan firman TUHAN. Biarlah damai...

Ibadah Pendalaman Alkitab Surabaya, 13 Februari 2019 (Rabu Sore)
Bersamaan dengan penataran imam dan calon imam II

Salam sejahtera dalam kasih sayangnya TUHAN kita Yesus Kristus. Selamat malam,...

Ibadah Doa Malam Surabaya, 24 Agustus 2018 (Jumat Malam)
Kita belajar tentang pintu kemah.
Keluaran 26: 36= perintah untuk membuat pintu kemah.
Keluaran 26: 37-38= pelaksanaan.

Jadi pengajaran Tabernakel...

Ibadah Kaum Muda Remaja Malang, 24 November 2018 (Sabtu Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Lukas 12: 54-56; perikop: Menilai zaman
12:54. Yesus berkata pula kepada orang banyak: "Apabila...

Ibadah Kaum Muda Remaja, 04 Februari 2012 (Sabtu Sore)
Bersamaan dengan Ibadah Peneguhan dan Pemberkatan Nikah.

Lukas 1:26-31
1:26 Dalam bulan yang...

Ibadah Persekutuan Tubuh Kristus di Palangkaraya, 23 September 2011 (Jumat Sore)
TEMA:

Ibadah Pendalaman Alkitab Malang, 09 Maret 2017 (Kamis Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Tema: 30

Kejadian 41:46
41:46 Yusuf berumur tiga puluh...

Ibadah Doa Malang, 08 September 2009 (Selasa Sore)
Digabung dengan ibadah doa puasa session III
Matius 24: 32-35.
NUBUAT TENTANG POHON ARA/ISRAEL
Pembaharuan/keubahan hidup ini bagaikan...

Ibadah Doa Surabaya, 28 Mei 2018 (Senin Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayangnya TUHAN kita Yesus Kristus. Selamat malam, selamat mendengarkan firman TUHAN. Biarlah damai...

Ibadah Raya Surabaya, 16 Agustus 2015 (Minggu Sore)
Bersamaan dengan penataran imam dan calon imam IV

Salam sejahtera dalam kasih sayangnya TUHAN kita Yesus Kristus. Selamat malam,...

Ibadah Doa Semalam Suntuk Session I Malang, 12 Januari 2016 (Selasa Malam)
Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Keluaran 1:15 rencana perkembangan/ pertumbuhan bangsa Israel. Ini menunjuk...

Ibadah Persekutuan Papua V, 04 Maret 2010 (Kamis Sore)
Ibrani 4: 12
Firman Allah, itu adalah makanan rohani.
Hidup kita dari buli-buli tanah liat...


TRANSKRIP LENGKAP

Doa Surabaya (Rabu, 26 November 2014)
Tayang: 10 Mei 2019
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 24 November 2014)
Tayang: 10 Mei 2019
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 23 November 2014)
Tayang: 07 Januari 2019
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 19 November 2014)
Tayang: 07 Januari 2019
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 17 November 2014)
Tayang: 07 Januari 2019
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 09 November 2014)
Tayang: 22 Agustus 2018
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 05 November 2014)
Tayang: 04 Juni 2018
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 03 November 2014)
Tayang: 04 Juni 2018
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 02 November 2014)
Tayang: 03 Maret 2018
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 20 Oktober 2014)
Tayang: 13 Desember 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 13 Oktober 2014)
Tayang: 13 Desember 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 12 Oktober 2014)
Tayang: 24 Oktober 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 08 Oktober 2014)
Tayang: 18 September 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 06 Oktober 2014)
Tayang: 05 September 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 05 Oktober 2014)
Tayang: 05 September 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 01 Oktober 2014)
Tayang: 05 September 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 29 September 2014)
Tayang: 24 Juni 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 21 September 2014)
Tayang: 19 Mei 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 17 September 2014)
Tayang: 29 April 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 15 September 2014)
Tayang: 29 April 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]



Untuk Koneksi Lambat, silahkan buka http://id.gptkk.org
Transkrip lengkap dari ibadah penggembalaan di Malang dan Surabaya, semuanya di bawakan oleh gembala sidang Pdt. Widjaja Hendra.

Silahkan kontak ke info@gptkk.org apabila bapak/ibu/sdr/sdri ada pertanyaan atau mungkin ingin berlangganan majalah Manna dan silahkan kirim email ke widjaja_h [at] yahoo.com apabila ingin konsultasi pribadi dengan bapak gembala
silahkan ganti tanda [at] dengan @
Cari ringkasan:   
[versi cetak]
Cari rekaman ibadah ini di: http://www.kabarmempelai.org
Ibadah Pendalaman Alkitab Surabaya, 24 Januari 2018 (Rabu Sore)

Salam sejahtera dalam kasih sayangnya TUHAN kita Yesus Kristus. Selamat malam, selamat mendengarkan firman TUHAN. Biarlah damai sejahtera, kasih karunia, dan bahagia senantiasa dilimpahkan TUHAN di tengah kita sekalian.

Wahyu 7: 1
7:1. Kemudian dari pada itu aku melihat empat malaikat berdiri pada keempat penjuru bumi dan mereka menahan keempat angin bumi, supaya jangan ada angin bertiup di darat, atau di laut atau di pohon-pohon.

Satu waktu angin tidak bertiup lagi (diterangkan mulai dari Ibadah Raya Surabaya, 10 Desember 2017).
Siapakah angin ini?

Yohanes 3: 5-8
3:5. Jawab Yesus: "Aku berkata kepadamu, sesungguhnya jika seorang tidak dilahirkan dari air dan Roh, ia tidak dapat masuk ke dalam Kerajaan Allah.
3:6. Apa yang dilahirkan dari daging, adalah daging, dan apa yang dilahirkan dari Roh, adalah roh.
3:7. Janganlah engkau heran, karena Aku berkata kepadamu: Kamu harus dilahirkan kembali.
3:8.
Angin bertiup ke mana ia mau, dan engkau mendengar bunyinya, tetapi engkau tidak tahu dari mana ia datang atau ke mana ia pergi. Demikianlah halnya dengan tiap-tiap orang yang lahir dari Roh."

Angin adalah kehidupan yang mengalami kelahiran baru dari air dan Roh--lewat baptisan air dan Roh Kudus (seperti Yesus setelah dibaptis, keluar dari dalam air dan Roh Kudus bagaikan burung merpati turun ke atas-Nya)--sehingga mendapatkan hidup baru yaitu:

  • Hidup dalam kebenaran.
  • Menghampakan diri--ada sesuatu tetapi merasa tidak ada; Yesus pemilik sorga tetapi merasa tidak ada. Jangan seperti jemaat Laodikia yang tidak ada tetapi merasa ada.
  • Taat dengar-dengaran sampai daging tidak bersuara lagi--ke mana angin ditiup ke sanalah ia pergi.
    Taat dengar-dengaran= melakukan kehendak Tuhan; itulah hamba/pelayan Tuhan.

Jadi, angin adalah hamba/pelayan Tuhan dalam urapan Roh Kudus.
Ayat 8= 'angin bertiup'= hamba/pelayan Tuhan dalam urapan Roh Kudus, yang diutus oleh Tuhan; dipakai oleh Tuhan untuk menyebarkan keharuman Kristus lewat:

  • Kabar baik/firman penginjilan--memberitakan tentang kedatangan Yesus pertama kali untuk mati di kayu salib--, untuk membawa orang berdosa supaya percaya Yesus dan diselamatkan.
    Firman penginjilan untuk menambah kuantitas--dari dua belas murid, jadi tujuh puluh, seratus dua puluh, tiga ribu, lima ribu, sampai sekarang sudah banyak.


  • Kabar mempelai/firman pengajaran--memberitakan tentang kedatangan Yesus kedua kali dalam kemuliaan sebagai Raja segala raja dan Mempelai Pria Sorga--, untuk menyucikan dan mengubahkan orang-orang yang sudah selamat menjadi sempurna; menjadi sama dengan Yesus.
    Firman pengajaran untuk menambah kualitas gereja Tuhan.

Jadi, angin bertiup adalah hamba/pelayan Tuhan yang dipakai/diutus dalam pembangunan tubuh Kristus yang sempurna.
Tubuh Kristus dimulai dari dalam nikah--bertiup dulu dalam nikah; membawa keharuman, kesegaran, dan kehidupan--, penggembalaan, antar penggembalaan, sampai Israel dan kafir menjadi satu tubuh Kristus yang sempurna; mempelai wanita sorga yang siap untuk menyambut kedatangan Yesus kedua kali di awan-awan yang permai.

Tadi yang dibicarakan adalah angin tidak bertiup.
Angin tidak bertiup adalah

  • Kehidupan yang tidak mau mengalami kelahiran baru, tetapi tetap mempertahankan manusia darah daging yang berdosa sehingga tidak mau dipakai/diutus dalam pelayanan pembangunan tubuh Kristus yang sempurna (tidak mau melayani).


  • Kalau dilanjutkan, satu waktu tidak bisa melayani.

Kisah Rasul 20: 22-23
20:22. Tetapi sekarang sebagai tawanan Roh aku pergi ke Yerusalem dan aku tidak tahu apa yang akan terjadi atas diriku di situ
20:23. selain dari pada yang dinyatakan Roh Kudus dari kota ke kota kepadaku, bahwa
penjara dan sengsara menunggu aku.

Angin bertiup sama dengan tawanan Roh; hamba/pelayan Tuhan dalam urapan Roh Kudus yang diutus Tuhan dalam pembangunan tubuh Kristus yang sempurna sama dengan tawanan Roh--Yesus sudah turun ke alam maut untuk membebaskan kita dari tawanan maut, dan memberikan jabatan pelayanan, supaya kita dipakai oleh Dia.
Kalau tidak mau, akan menjadi tawanan maut; kehidupan yang tidak mau dipakai (angin tidak bertiup), akan menjadi tawanan maut dan binasa.

Praktik tawanan Roh:

  1. Praktik pertama tawanan Roh: 'aku tidak tahu apa yang akan terjadi atas diriku di situ'= tidak punya kehendak, pemikiran, dan rencana sendiri, tetapi hanya melakukan kehendak dan rencana Tuhan apapun resiko yang harus dihadapi--'penjara dan sengsara menunggu aku'.

    Hasilnya: selalu berhasil dan menang. Di luar kehendak Tuhan pasti kalah; gagal total.
    Contoh: Yesus. Saat menghadapi pencobaan dari setan, Ia selalu kembali ke alkitab (kehendak Tuhan)--'ada tertulis..'--sehingga Ia berhasil dan menang.

    Kita selalu berdoa, supaya firman Tuhan yang diberitakan sungguh-sungguh kembali ke alkitab, bukan lainnya: filsafat, pengetahuan, ilustrasi dan lain-lain.
    Yang lainnya mungkin menarik dan masuk akal, tetapi tidak ada kuasa kemenangan; kalah oleh setan.

    1 Tawarikh 13: 1-4, 7-10
    13:1. Daud berunding dengan pemimpin-pemimpin pasukan seribu dan pasukan seratus dan dengan semua pemuka.
    13:2. Berkatalah Daud kepada seluruh jemaah Israel: "Jika kamu anggap baik dan jika diperkenankan TUHAN, Allah kita, baiklah kita menyuruh orang kepada saudara-saudara kita yang masih tinggal di daerah-daerah orang Israel, dan di samping itu kepada para imam dan orang-orang Lewi yang ada di kota-kota yang dikelilingi tanah penggembalaan mereka, supaya mereka berkumpul kepada kita.
    13:3. Dan baiklah kita memindahkan tabut Allah kita ke tempat kita, sebab pada zaman Saul kita tidak mengindahkannya."
    13:4. Maka seluruh jemaah itu berkata, bahwa mereka akan berbuat demikian, sebab usul itu dianggap baik oleh segenap bangsa itu.
    13:7. Mereka menaikkan tabut Allah itu ke dalam kereta yang baru dari rumah Abinadab, sedang Uza dan Ahyo mengantarkan kereta itu.
    13:8. Daud dan seluruh orang Israel menari-nari di hadapan Allah dengan sekuat tenaga, diiringi nyanyian, kecapi, gambus, rebana, ceracap dan nafiri.
    13:9. Ketika mereka sampai ke tempat pengirikan Kidon, maka Uza mengulurkan tangannya memegang tabut itu, karena lembu-lembu itu tergelincir.
    13:10. Maka bangkitlah murka TUHAN terhadap Uza, lalu Ia membunuh dia oleh karena Uza telah mengulurkan tangannya kepada tabut itu; ia mati di sana di hadapan Allah.

    Pembangunan tubuh Kristus bagaikan mengangkat tabut perjanjian. Yang dituntut hanya melakukan kehendak Tuhan. Jangan ikuti logika daging! Kalau daging selalu mencari yang enak, sedangkan kehendak Tuhan bertentangan dengan daging.
    Di Getsemani Yesus berdoa: Lalukan cawan ini dari pada-Ku. Ini kehendak daging. Memang masuk akal karena Dia tidak berdosa, tidak boleh dihukum, tetapi untunglah Dia lanjutkan: tetapi bukan kehendak-Ku yang jadi, melainkan kehendak-Mu. Di dalam kehendak Tuhan ada salib. Kalau tidak ada salib, berarti bukan kehendak Tuhan.

    Dalam hal pelayanan mengangkat tabut perjanjian--sekarang kegerakan Roh Kudus yang dipimpin oleh kabar mempelai--jangan sampai mengikuti kehendak daging (tanpa penyaliban), tetapi harus sesuai dengan kehendak Tuhan.

    Tanda pelayanan daging--sesuai dengan kehendak daging--:


    • Menolak salib; memilih yang enak bagi daging; tidak mau sengsara. Di sini tabut perjanjian dinaikkan kereta, tidak mau dipikul. Dipikul menunjuk pada tanggung jawab. Dinaikkan kereta berarti tidak setia dan tanggung jawab dalam pelayanan; enak bagi daging; tidak mau penyaliban daging.


    • Sebelumnya, pada zaman raja Saul tabut perjanjian pernah dirampas oleh orang Filistin, lalu ditaruh di rumah ibadat mereka, dagonnya hancur, dipindah ke tempat lain, turun hukuman borok.
      Mereka takut dan tabut dikembalikan dengan cara dinaikkan kereta--cara dunia.

      Yang kedua: mencontoh cara dunia--mengikuti cara orang Filistin.

      Sekarang ini ibadah pelayanan mencontoh dunia. Ibadah pelayanan yang dibina oleh kabar mempelai sudah mulai mencontoh dunia: suasananya seperti diskotik, menari-nari dan sebagainya. Kita harus hati-hati!
      Kalau mencontoh cara-cara dunia, tidak akan ada lagi penyucian di dalamnya; dosa tetap berkeliaran.

      Kita semua berusaha. Lewat pengajaran ini kita periksa apa kekurangan kita, supaya kita disucikan, dan kita layak melayani Tuhan. Cara dunia menampilkan kesukaan dunia, kepandaian, kehebatan, bukan kesucian lagi. Tidak lagi menampilkan sorga; kalau sorga menampilkan kesucian. Kita harus hati-hati!

      "Dulu pernah ditanyakan ke om Pong: Kok cara menyanyinya mereka begini?: Terserah, cara mereka masing-masing, tetapi kita dalam pengajaran dengan caranya Tuhan, main musik, berkhotbah semua dengan caranya Tuhan. Jangan tiru-tiru! Saat pemberitaan firman pengajaran duduk karena Yesus juga duduk saat mengajar. Jadi sesuai dengan alkitab."


    Kalau memakai cara dunia, pasti tergelincir. Artinya: kehilangan arah. Dulu kehilangan arah ke Kanaan, sekarang kehilangan arah ke Yerusalem baru (tersesat), dan api murka Tuhan turun, bahkan sampai api neraka selamanya.
    Jangan pakai cara dunia! Jangan pakai cara daging!
    Kalau tidak dimulai dari salib, tidak akan sampai pada kemuliaan. Harus dimulai dengan salilb!

    1 Tawarikh 15: 1-2, 13-15
    15:1. Daud membuat bagi dirinya gedung-gedung di kota Daud, lalu ia menyiapkan tempat bagi tabut Allah dan membentangkan kemah untuk itu.
    15:2. Ketika itu berkatalah Daud: "Janganlah ada yang mengangkat tabut Allah selain dari orang Lewi, sebab merekalah yang dipilih TUHAN untuk mengangkat tabut TUHAN dan untuk menyelenggarakannya sampai selama-lamanya."
    15:13. Sebab oleh karena pada pertama kali kamu tidak hadir, maka TUHAN, Allah kita, telah menyambar di tengah-tengah kita, sebab kita tidak meminta petunjuk-Nya seperti seharusnya."
    15:14. Jadi para imam dan orang-orang Lewi menguduskan dirinya untuk mengangkut tabut TUHAN, Allah Israel.
    15:15. Kemudian bani Lewi mengangkat tabut Allah itu dengan gandar pengusung di atas bahu mereka, seperti yang diperintahkan Musa, sesuai dengan firman TUHAN.

    Bersyukur, Daud sadar dan tegas untuk kembali pada firman pengajaran yang benar (alkitab).
    'menguduskan'= yang penting dalam urusan sorga adalah kesucian.

    Hanya orang Lewi--sekarang imam-imam dan raja-raja--yang suci dan dalam urapan Roh Kudus, yang boleh mengangkat tabut perjanjian, sesuai dengan jabatan masing-masing. Tidak boleh sembarang orang!
    Kalau suci, kita akan diberi jabatan pelayanan.

    Semua jabatan pelayanan harus ditandai dengan kesucian, itu yang berkenan kepada Tuhan--kembali pada alkitab/firman pengajaran yang benar.

    "Rumus Lempin-El adalah lebih baik ditolak bersama dengan firman pengajaran yang benar dari pada diterima tanpa firman pengajaran yang benar, karena firman pengajaran ayng benar adalah pribadi Tuhan. Seperti Petrus yang hampir tenggelam, pilih mana? Sebelas murid di kapal atau Yesus? Kalau memilih sebelas murid, dia akan tenggelam, memilih seribu orangpun di kapal, dia akan tenggelam. Tetapi kalau memilih Yesus, dia tertolong."

    Kita semua ikut Yesus, lebih baik ditolak bersama pengajaran yang benar dari pada diagung-agungkan tanpa pengajaran yang benar. Apa artinya kalau tidak ada Yesus? Sorgapun tidak ada artinya kalau tidak ada Yesus di dalamnya. Harus ada pribadi Yesus, itu yang terutama.

    Inilah praktik menjadi tawanan Roh yaitu tidak punya pikiran, rencana, dan kehendak sendiri, tetapi hanya melakukan rencana dan kehendak Tuhan.

    "Saya juga tidak pernah ada pikiran untuk melayani di Malang. Bahkan om Pong bilang: Kamu sudah dilamar di Malang. Saya jawab: Tidak usah, om, saya sudah puas di Gending dan melayani bagian komputer di Johor. Saya sudah senang jadi hamba Tuhan. Tetapi om Pong katakan: Tidak boleh! Melayani Tuhan itu kehendak Tuhan, tidak boleh menolak dan tidak boleh dipaksa atau disuruh-suruh. Saya minta ampun. Di Gending juga, saya tidak tahu juga. Ada hamba Tuhan yang menyerahkan gereja di Gending kepada om Pong. Waktu berbicara dengan om Pong, saya masuk karena harus tanda tangan surat. Lalu pembicaraan terakhir om Pong tanya: Bahasa apa di sana?: Madura: Lah ini orangnya--beliau tunjuk saya. Langsung saya disuruh ke sana.
    Sampai pelayanan ke Medan saya tidak tahu juga. Ada satu pendeta yang memberikan kaset ke ibu Ani Pardede. Saya waktu itu melayani di Pekanbaru. Hari pertama beliau telepon saya, tetapi mati. Saya periksa firman untuk persiapan, beliau telepon lagi. Beliau datang dan setelah itu saya diundang ke Medan. Bulan dua belas tahun 2005 ditelepon untuk ibadah bulan empat. Bulan dua telepon: Tidak jadi, pak.: Kenapa?: Tidak ada yang datang, termasuk gereja bapak tidak datang. Saya ingat pesan om Pong, saya katakan: Satu orang datang, saya datang. Orang gila di Gedara saja Tuhan layani. Pesan itu waktu di Malang saya putus asa, karena setelah peresmian mau keluar semua dari gereja. Saya takut. Tiba-tiba malam hari om Pong telepon: Pak Wi tinggal satupun, harus kamu layani sungguh-sungguh! Saya tidak bisa menjawab, hanya menangis, padahal saya tidak pernah memberitahu beliau. Karena itu saya ingat pesan om Pong. Semua hanya kehendak Tuhan, apalagi dalam kabar mempelai, jangan sesekali ada cara dunia/cara daging. Kalau dicampur, pasti melawan kabar mempelai; melawan yang benar; benar jadi salah, salah jadi benar.
    Jangan dicampur cara dunia/cara daging, sekalipun kita ditolak, mungkin ditolak dari keluarga. Saya sudah mengalami, adik kandung yang saya sekolahkan menolak. Karena saya sudah menasihati: Kalau beda, jangan, berhenti: Oh, saya sungkan. Lama-lama menolak. Tetapi saya tidak mau ikuti. Biar saja dia mau bertentangan. Sekarang oleh kemurahan Tuhan dia bisa kembali. Kalau saya ikuti dia, tidak akan pernah kembali pada yang benar. Harus tegas hari-hari ini! Bukan lagi kepandaian, tetapi kesucian. Imam-imam harus menguduskan diri.
    "

    Melayani sesuai dengan kehendak Tuhan harus siap, bukan dipuji tetapi sengsara. Harus ada salib, itulah kehendak Tuhan, kalau tidak, berarti bukan kehendak Tuhan.
    Para imam, kita semua saling menjaga kesucian sungguh-sungguh. Kalau tidak, kita akan tergelincir. Jemaat kasihan, arahnya bukan lagi ke Yerusalem baru tetapi api penghukuman sampai neraka. Tanggung jawab sungguh-sungguh!


  2. Kisah Rasul 20: 24
    20:24. Tetapi aku tidak menghiraukan nyawaku sedikitpun, asal saja aku dapat mencapai garis akhir dan menyelesaikan pelayanan yang ditugaskan oleh Tuhan Yesus kepadaku untuk memberi kesaksian tentang Injil kasih karunia Allah.

    Praktik kedua tawanan Roh: 'menyelesaikan pelayanan'= melayani Tuhan sesuai dengan jabatan pelayanan yang Tuhan percayakan sampai garis akhir dengan setia dan tanggung jawab.
    Garis akhir= sampai meninggal atau Tuhan datang kembali.
    Di dunia ada pensiun, tetapi di dalam Tuhan tidak ada kata pensiun.

    Inilah angin bertiup. Kesucian dan urapan adalah apinya, kita tidak akan pernah padam sampai garis akhir. Semakin tua, kalau semakin suci dan diurapi, akan semakin setia-berkobar-kobar dan tanggung jawab sampai garis akhir. Biar masih muda kalau tidak suci dan diurapi, pasti bosan melayani.

    Hati-hati! Tadi angin tidak bertiup artinya TIDAK MAU melayani; tidak mau mengalami kelahiran baru; tetap mempertahankan manusia darah daging.

    Di sini, angin tidak bertiup artinya sudah melayani tetapi TIDAK SETIA, bahkan meninggalkan jabatan pelayanan seperti Yudas Iskariot.
    Kalau malas (tidak setia), pasti jahat--memukul hamba Tuhan lain lewat kata-kata gosip, dusta, fitnah, ancaman, membenci dan sebagainya.

    Malas dan jahat adalah teman si perusak; bukan membangun tubuh Kristus, tetapi merusak/mencerai-beraikan tubuh Kristus.
    Amsal 18: 9
    18:9. Orang yang bermalas-malas dalam pekerjaannya sudah menjadi saudara dari si perusak.

    Si perusak= setan.
    Kalau kita setia, tidak ada kesempatan untuk bicara yang tidak benar. Tuhan tolong kita.

    Lukas 19: 20, 27
    19:20. Dan hamba yang ketiga datang dan berkata: Tuan, inilah mina tuan, aku telah menyimpannya dalam sapu tangan.
    19:27. Akan tetapi semua seteruku ini, yang tidak suka aku menjadi rajanya, bawalah mereka ke mari dan bunuhlah mereka di depan mataku."

    Orang yang malas dan jahat juga musuhnya raja, artinya: musuhnya Yesus dalam kemuliaan; musuhnya Mempelai Pria Sorga yang akan dibinasakan.
    Jangan main-main! Kita sungguh-sungguh melayani dalam kabar mempelai! Kalau malas dan jahat, akan jadi teman si perusak, dan musuhnya Tuhan.

    Biarlah kita seperti rasul Paulus yang tidak menghiraukan nyawanya, artinya tidak mau dihalangi/dirintangi oleh apapun, dan rela berkorban apa saja untuk pembangunan tubuh Kristus. Semua harus dikorbankan kecuali pribadi Yesus/pengajaran yang benar.

    Masuk nikah tanpa pengajaran yang benar, akan seperti tubuh tanpa kepala. Benar-benar hancur; masuk penggembalaan tanpa pengajaran yang benar, akan seperti perempuan bungkuk delapan belas tahun di Bait Allah (dicap antikris)--setelah Yesus mengajar baru sembuh. Penginjilan penting tetapi harus ditingkatkan pada pengajaran.

    Inilah tawanan Roh yaitu melakukan kehendak Tuhan apapun resikonya, kemudian setia sampai garis akhir.

    Jadi, angin tidak beritup:


    • Tidak mau melayani sekalipun Tuhan sudah menggerakkan dia.
    • Sudah melayani tetapi berhenti di tengah jalan.


    Kita sungguh-sungguh, dari kejadian demi kejadian, kita bisa melihat tidak lama lagi Tuhan datang. Jangan sampai menyesal di kemudian hari.


  3. Kisah Rasul 20: 28
    20:28. Karena itu jagalah dirimu dan jagalah seluruh kawanan, karena kamulah yang ditetapkan Roh Kudus menjadi penilik untuk menggembalakan jemaat Allah yang diperoleh-Nya dengan darah Anak-Nya sendiri.

    'ditetapkan Roh Kudus'= tawanan Roh.

    Praktik ketiga tawanan Roh: melayani Tuhan dalam sistem penggembalaan.

    Dari kitab Kejadian: Yusuf dipakai karena ia biasa menggembalakan kambing domba. Musa hebat, tetapi harus datang ke Midian dulu, masuk penggembalaan dulu baru bisa dipakai. Kalau hanya dengan kepandaiannya, melayani dua orang saja tidak bisa, malah jadi pembunuh.

    Dua hal yang kita perhatikan dalam sistem penggembalaan:


    • Kandangnya. Kita harus selalu berada di dalam kandang penggembalaan--ruangan suci.
      Tuhan memperlihatkan sorga kepada Musa, dan Ia perintahkan Musa untuk membuat sorga di bumi itulah Tabernakel. Tabernakel terdiri dari tiga ruangan: halaman--selamat/kebenaran--, ruangan suci--kesucian/penggembalaan--, dan ruangan maha suci--sempurna.

      Kita sudah selamat, tetapi belum sempurna, jadi harus masuk dalam ruangan suci--penggembalaan. Kita diproses di dalam penggembalaan.
      Sehebat apapun hamba Tuhan kalau tidak tergembala, tidak akan mampu, satu waktu dia akan diterkam serigala. Termasuk gembala juga harus tergembala.

      Dulu di ruangan suci terdapat tiga macam alat, sekarang menunjuk pada ketekunan dalam tiga macam ibadah pokok:


      1. Pelita emas= ketekunan dalam ibadah raya; persekutuan dengan Allah Roh Kudus di dalam urapan dan karunia-Nya.
      2. Meja roti sajian= ketekunan dalam ibadah pendalaman alkitab dan perjamuan suci; persekutuan dengan Anak Allah di dalam firman pengajaran dan kurban Kristus.
      3. Mezbah dupa emas= ketekunan dalam ibadah doa; persekutuan dengan Allah Bapa di dalam kasih-Nya.


      Yesus juga bertanya tiga kali kepada Petrus: Apakah engkau mengasihi Aku? Gembalakanlah domba-domba-Ku. Petrus menyangkal Yesus tiga kali--tubuh, jiwa, dan rohnya menyangkal Yesus. Kalau tidak digembalakan, akan menyangkal Yesus; diterkam serigala.
      Menyangkal Tuhan bisa lewat perbuatan dosa atau perkataan dusta. Karena itu kita harus digembalakan.

      Di dalam kandang penggembalaan, tubuh, jiwa, dan roh kita melekat pada Allah Tritunggal sehingga setan tritunggal tidak bisa menjamah kita; serigala tidak bisa menerkam kita, tetapi kita akan berbuah manis--seperti ranting melekat pada pokok anggur yang benar. Ranting hanya melekat, tidak usah berbuat apa-apa, pokok semua yang bekerja. Cepat atau lambat pasti berbuah manis. Nikmati! Yang penting kita sungguh-sungguh.


    • Makanannya, yaitu firman penggembalaan/firman kasih karunia.
      Kisah Rasul 20: 32
      20:32. Dan sekarang aku menyerahkan kamu kepada Tuhan dan kepada firman kasih karunia-Nya, yang berkuasa membangun kamu dan menganugerahkan kepada kamu bagian yang ditentukan bagi semua orang yang telah dikuduskan-Nya.

      'membangun kamu'= pembangunan tubuh Kristus yang hanya bisa terjadi lewat firman kasih karunia.

      Firman penggembalaan adalah firman pengajaran yang benar, yang dipercayakan Tuhan kepada seorang gembala untuk disampaikan kepada domba-domba dengan setia, teratur, berkesinambungan, dan diulang-ulang, untuk menjadi makanan bagi domba-domba.

      Kasih karunia berasal dari sorga, karena itu firman penggembalaan hanya bisa dipelajari di bawah kaki Tuhan.
      Bapak ibu harus berdoa, saya juga berdoa, dan Tuhan akan memberikan firman penggembalaan sesuai dengan kebutuhan kita.

      Firman kasih karunia membangun kerohanian kita artinya: menyucikan kita.

      Jadi pembangunan rohani bukan hanya jumlah--kuantitas--, tetapi juga penyucian--kualitas. Penyucian terus berurutan.
      Di dalam kandang penggembalaan, tubuh, jiwa, dan roh kita mengalami penyucian secara intensif dari Allah Tritunggal.
      Karena itu kita harus tekun dalam penggembalaan supaya terus disucikan dan dibangun.

      Penyucian dimulai dari hati--pusat kehidupan rohani kita. Kita dibangun menjadi tubuh Kristus yang sempurna lewat penyucian, bukan yang lain. Karena itu harus ada pedang firman, tidak bisa hanya penginjilan.
      Penginjilan untuk memanggil, pengajaran untuk memilih; dari penginjilan harus dilanjutkan pada pengajaran--kalau tidak menerima penginjilan lebih dulu tidak akan bisa menerima pengajaran.

      Kisah Rasul 20: 33
      20:33. Perak atau emas atau pakaian tidak pernah aku ingini dari siapapun juga.

      'ingini'= keinginan--di dalam hati.
      Penyucian dimulai dari penyucian dari keinginan najis (dosa makan-minum dan kawin-mengawinkan), keinginan jahat (keinginan akan uang; cinta akan uang; melekat atau bersandar pada uang yang membuat kikir dan serakah), dan kepahitan (iri, benci).

      Roh najis itu seperti burung-burung yang meresahkan; tidak ada damai; gaduh, ribut.
      Kalau roh jahat itu ganas--uangnya Tuhan saja diambil apalagi uang suami/isterinya/anaknya/ibunya, terlebih lagi uang orang lain.
      Ini yang harus disucikan.

      Kisah Rasul 20: 34-35
      20:34. Kamu sendiri tahu, bahwa dengan tanganku sendiri aku telah bekerja untuk memenuhi keperluanku dan keperluan kawan-kawan seperjalananku.
      20:35. Dalam segala sesuatu telah kuberikan contoh kepada kamu, bahwa dengan bekerja demikian kita harus membantu orang-orang yang lemah dan harus mengingat perkataan Tuhan Yesus, sebab Ia sendiri telah mengatakan: Adalah lebih berbahagia memberi dari pada menerima."

      Bukti kita dibangun/disucikan adalah:


      1. Bisa berkata: lebih berbahagia memberi dari pada menerima. Tidak bisa lagi menipu. Tidak masuk akal, tetapi itulah kesucian.
      2. Lebih baik di rumah Tuhan dari pada di tempat lain. Tidak mungkin dia tidak setia; tidak bisa berkhianat seperti Yudas karena sudah disucikan sampai kedalaman hati.
        Mazmur 84: 11
        84:11. Sebab lebih baik satu hari di pelataran-Mu dari pada seribu hari di tempat lain; lebih baik berdiri di ambang pintu rumah Allahku dari pada diam di kemah-kemah orang fasik.


      3. Lebih baik menderita bersama Yesus.
        1 Petrus 3: 17
        3:17. Sebab lebih baik menderita karena berbuat baik, jika hal itu dikehendaki Allah, dari pada menderita karena berbuat jahat.

        Dulu Petrus menolak salib, dan menyangkal Tuhan tetapi setelah disucikan ia tidak takut salib lagi.


    Lebih berbahagia memberi dari pada menerima, lebih baik di rumah Tuhan, dan lebih baik menderita bersama Yesus, berarti tirai sudah terobek; daging tidak bersuara lagi; sudah sepenuhnya menjadi tawanan Roh, tidak ada lagi dagingnya, sehingga bisa menyerahkan seluruh hidup kepada Tuhan; bisa taat dengar-dengaran sampai daging tidak bersuara; bisa menyembah Tuhan. Kita melekat kepada Tuhan.
    Jangan melekat/bersandar pada uang! Uang memang penting di dunia tetapi kita bersandar di dada Tuhan, seperti Yohanes.

    Yohanes 13: 23
    13:23. Seorang di antara murid Yesus, yaitu murid yang dikasihi-Nya, bersandar dekat kepada-Nya, di sebelah kanan-Nya.

    Yohanes 21: 20
    21:20. Ketika Petrus berpaling, ia melihat bahwa murid yang dikasihi Yesus sedang mengikuti mereka, yaitu murid yang pada waktu mereka sedang makan bersama duduk dekat Yesus dan yang berkata: "Tuhan, siapakah dia yang akan menyerahkan Engkau?"

    (terjemahan lama)
    21:20. Maka berpalinglah Petrus, lalu melihat murid yang dikasihi oleh Yesus itu mengikut, maka ialah yang tatkala perjamuan malam
    bersandar di dada Yesus sambil berkata, "Ya Tuhan, siapakah yang menyerahkan Tuhan?"

    Malam ini kepada siapa kita bersandar? Kalau menjadi tawanan Roh--bisa melayani sesuai dengan kehendak Tuhan, setia sampai garis akhir, dan melayani dalam sistem penggembalaan--kita akan bersandar di dada Yesus yang penuh dengan kasih anugerah yang besar, bukan lainnya (kenajisan, kepahitan, uang dan sebagainya).

    Mau mengingat kemurahan Tuhan, tarik napas dan hembuskan. Itulah kemurahan Tuhan yang besar. Kalau kita menderita dan ragu, hirup nafas dan hembuskan. Begitu juga kalau bangga dengan sesuatu. Sandaran kita adalah dada Tuhan. Kita bisa merasakan kasih anugerah-Nya yang bagaikan detak jantung yang tidak pernah berubah, tetapi tetap tenang sekalipun di tengah gelombang. Jangan ragu! Yohanes tidak ragu.

    Malam ini, kita kecil, seperti kapal di tengah lautan, tidak sebanding dengan keadaan dunia, tetapi jangan takut, kita bersandar di dada Tuhan, di sana ada anugerah Tuhan yang besar, lebih besar dari dunia ini. Apapun keadaan kita Dia terima malam ini. Dia tidak pernah berubah. Si bungsu sudah di ladang babi, tetapi ia sadar oleh pekerjaan firman dan mau disucikan, ia masih diterima oleh Tuhan.

    Yohanes 21: 21-22
    21:21. Ketika Petrus melihat murid itu, ia berkata kepada Yesus: "Tuhan, apakah yang akan terjadi dengan dia ini?"
    21:22. Jawab Yesus: "Jikalau Aku menghendaki, supaya ia tinggal
    hidup sampai Aku datang, itu bukan urusanmu. Tetapi engkau: ikutlah Aku."

    Kalau sudah bersandar di dada Tuhan, kita sudah sepenuhnya milik Dia; kita dimeteraikan di dada-Nya. Berarti pembangunan tubuh Kristus sudah selesai. Saat itu kalau baru mau melayani, tidak ada lagi kesempatan--angin tidak bertiup lagi. Artinya: TIDAK BISA lagi melayani.

    Jadi ada tiga pengertian angin tidak bertiup:


    • Tidak mau melayani sekalipun ada kesempatan.
    • Sudah melayani, tetapi berhenti di tengah jalan.
    • Setelah terjadi pemeteraian baru mau melayani, sudah tidak bisa lagi; tidak ada waktu lagi.


    Bertahan! Kalau lemah, tarik nafas: Aku mau bersandar di dada Tuhan. Kita dipeluk dalam tangan kasih dan anugerah Tuhan yang besar sekalipun kita kecil.

    Kalau kita tekun besandar di dada Tuhan--tidak ada jarak--, hasilnya:


    • Tangan anugerah Tuhan yang besar menentukan mati hidup kita.
    • Tangan anugerah Tuhan yang besar menentukan pemeliharaan hidup kita yang kecil di dunia yang sulit sampai zaman antikris berkuasa di bumi selama tiga setengah tahun.
      Layani Tuhan sungguh-sungguh sesuai dengan kehendak-Nya, setia-berkobar dan tanggung jawab sampai garis akhir, dan tergembala/mau disucikan. Itu saja urusan kita, selanjutnya urusan tangan anugerah Tuhan yang besar.

    • Tangan anugerah Tuhan yang besar menentukan masa depan yang berhasil dan indah.
    • Tangan anugerah Tuhan yang besar menentukan kebahagiaan nikah rumah tangga kita.
    • Tangan Tuhan menyelesaikan semua masalah kita yang mustahil.
    • Tangan anugerah Tuhan yang besar sanggup menyempurnakan kita saat Dia datang kembali. Kita tidak salah dalam perkataan; hanya bersorak-sorai: Haleluya. Kita sudah dimeteraikan di dada Tuhan. Tidak bisa diganggu gugat lagi.

      1 Korintus 2: 9
      2:9. Tetapi seperti ada tertulis: "Apa yang tidak pernah dilihat oleh mata, dan tidak pernah didengar oleh telinga, dan yang tidak pernah timbul di dalam hati manusia: semua yang disediakan Allah untuk mereka yang mengasihi Dia."

      Apa yang tidak pernah dilihat: pribadi Tuhan. Sekarang kita melihat lewat firman dan penyembahan; masih samar-samar, tetapi nanti kita memandang Dia muka dengan muka di awan-awan saat Dia datang kembali. Betapa indahnya.

      Apa yang tidak pernah didengar: suara sorak-sorai: Haleluya dari empat penjuru bumi. Luar biasa!

      "Dalam ibadah-ibadah persekutuan kalau orang sudah berseru: Haleluya, luar biasa. Pengalaman saya di India yang dilayani Pdt Pong. Beda bangsa, bahasa, suku, tetapi saat berseru: Haleluya, gedung seperti mau runtuh. Nanti dari keempat penjuru bumi bagaimana? Luar biasa, yang tidak pernah kita dengar bisa kita dengar."

      Tidak pernah kita pikirkan: kita bisa menjadi mempelai wanita yang sempurna. Sekarang banyak pikiran, perkataan, dan perbuatan yang salah. Tetapi satu waktu kita akan menjadi mempelai wanita Tuhan yang sempurna, bersama Dia selamanya.

Apapun keadaan kita, kecil, rusak, hancur, datang pada Tuhan, masih ada tangan anugerah Tuhan yang besar, yang bisa mengatasi semuanya. Dia yang menentukan semuanya dalam hidup kita, sampai menjadikan kita milik-Nya selamanya.
Apapun keadaan kita serahkan kepada Tuhan! Biar kita semua menjadi angin yang bertiup. Jangan tidak mau, jangan berhenti, jangan tidak bisa bertiup mulai sekarang!

Urusan kita adalah bersandar di dada Tuhan: melayani sesuai dengan kehendak-Nya, melayani dengan setia berkobar-kobar sampai garis akhir, dan tergembala dengan sungguh-sungguh; kita disucikan sampai bisa bersandar di dada-Nya. Memang pencobaan, kesulitan, dan kemustahilan di dunia semakin besar tetapi anugerah Tuhan semakin besar. Yang sudah berhasil jangan sombong, tetapi tetap di dalam tangan anugerah-Nya; setiap detak jantung kita hanya karena anugerah-Nya yang besar.

Jangan ragu! Detak jantung-Nya tidak pernah berubah sampai Ia mati di kayu salib. Kasih-Nya tidak berubah. Sampai matipun Ia masih berdoa: Bapa, ampunilah mereka. Tidak ada kebencian. Ia tetap mengasihi kita. Penjahatpun Ia kasihi; satu penjahat masih bisa diselamatkan. Orang yang menyalibkan Dia juga dikasihi. Apalagi kita hamba/pelayan/anak Tuhan, tentu Dia perhatikan kita semua. Jangan ragu apapun keadaan kita, asal kita bersandar di dada-Nya.

Apa yang tidak bisa kita pikirkan, Tuhan bisa memberikan bagi kita semua. Tidak ada yang mustahil bagi Dia. Bukan hanya di dunia, tetapi kita akan melihat keajaiban dan anugerah Tuhan yang besar di awan-awan yang permai. Apa yang tidak pernah kita dengar, lihat, dan pikirkan, akan kita nikmati bersama keluarga kita masing-masing. Sekalipun mereka menyakiti kita, doakan, supaya tidak ada yang ketinggalan.

Tuhan memberkati.

kembali ke halaman sebelumnya
IBADAH RUTIN DI MALANG

Minggu jam 06:45 (Ibadah Raya)
Minggu jam 10:15 (Ibadah Sekolah Minggu)
Selasa jam 17:15 (Ibadah Pendalaman Alkitab)
Rabu jam 07:30 (Ibadah Kaum Wanita)
Kamis jam 17:15 (Ibadah Doa Penyembahan)
Sabtu jam 17:15 (Ibadah Kaum Muda Remaja)

IBADAH RUTIN DI MEDAN
Royal Room Hotel Danau Toba Internasional
Jl. Imam Bonjol Medan

Minggu, jam 18:45 (Ibadah Raya)
Senin, jam 08:00 (Ibadah Pendalaman Alkitab)
Senin, jam 17:30 (Ibadah Pendalaman Alkitab)

IBADAH RUTIN DI SURABAYA

Minggu jam 09:15 (Ibadah Sekolah Minggu)
Minggu jam 10:25 (Ibadah Raya)
Rabu jam 17:30 (Ibadah Pendalaman Alkitab)
Jumat jam 17:30 (Ibadah Doa Penyembahan)


IBADAH RUTIN DI JAKARTA
Jl. Patra Kuningan XIV no.4
Jakarta Selatan
Sabtu, jam 09:00 (Ibadah Pendalaman Alkitab)

IBADAH KUNJUNGAN
  • 05-07 November 2019
    (Ibadah Kunjungan di Tentena)

  • 26-28 November 2019
    (Ibadah Kunjungan di Ciawi & Jakarta)

  • 28-30 Januari 2020
    (Ibadah Kunjungan di Medan)

  • 13-18 April 2020
    (Ibadah Kunjungan di Korea Selatan)

All Right Reserved Gereja Pantekosta Tabernakel "KRISTUS KASIH"
Jln. Simpang Borobudur 27 Malang | Telp: (0341) 496949 | Fax: (0341) 476751 » Lihat Peta Gereja Kami di Malang
Jln. WR Supratman 4 Surabaya | Telp. 08123300378 » Lihat Peta Gereja Kami di Surabaya
hubungi kami | email: info@gptkk.org | sitemap | top