English Language | Form Penggembalaan
RINGKASAN KOTBAH IBADAH RUTIN DAN IBADAH KUNJUNGAN
RINGKASAN LAINNYA

Ibadah Raya Malang, 14 April 2013 (Minggu Pagi)
Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Matius 28:16-20 tentang perintah untuk memberitakan injil,...

Ibadah Kaum Muda Remaja Malang, 13 Oktober 2018 (Sabtu Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Lukas 12: 49-53 => Yesus membawa pemisahan.
12:49. "Aku datang untuk melemparkan...

Ibadah Pendalaman Alkitab Surabaya, 14 Januari 2013 (Senin Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayangnya Tuhan kita Yesus Kristus. Selamat malam, selamat mendengarkan Firman Tuhan. Biarlah damai...

Ibadah Raya Surabaya, 30 Desember 2018 (Minggu Siang)
Penyerahan Anak

Yesaya 49: 14-16
49:14. Sion berkata: "TUHAN telah meninggalkan aku dan Tuhanku telah melupakan aku."
49:15. Dapatkah seorang perempuan melupakan bayinya, sehingga ia...

Ibadah Doa Malang, 24 April 2012 (Selasa Sore)
Matius 26:69-75 berjudul Petrus menyangkal Yesus.

Tiga kali Petrus menyangkal Yesus:
Ayat...

Ibadah Raya Malang, 22 Januari 2012 (Minggu Pagi)
Matius 26:57-68 berjudul "SAKSI dan KESAKSIAN".

Matius 26:57-58
26:57....

Ibadah Doa Malang, 24 Juni 2014 (Selasa Sore)
Pembicara: Pdt. Dadang Hadi Santoso

Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Lukas 6:27
6:27 “Tetapi...

Ibadah Pendalaman Alkitab Surabaya, 21 November 2011 (Senin Sore)
Matius 26:
ay. 57-68= SAKSI DAN KESAKSIAN.
Setiap anak Tuhan harus bersaksi tentang segala sesuatu yang sudah Tuhan kerjakan dalam kehidupan kita.
Jika...

Ibadah Natal Persekutuan Malang, 25 Desember 2018 (Selasa Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Wahyu 8:6-13
8:6 Dan ketujuh malaikat...

Ibadah Pendalaman Alkitab Malang, 26 Juni 2018 (Selasa Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Wahyu 7:13-15
7:13 Dan seorang dari antara...

Ibadah Doa Surabaya, 13 Oktober 2010 (Rabu Sore)
Matius 25: 31-46
Malam ini kita membaca ayat 31
25:31. "Apabila Anak Manusia datang dalam kemuliaan-Nya dan...

Ibadah Kaum Muda Remaja Malang, 21 Juli 2018 (Sabtu Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Dalam injil Lukas 12, ada lima tabiat daging yang...

Ibadah Doa Puasa Malang Session II, 15 Juni 2010 (Selasa Siang)
Korban domba jantan kedua = korban tahbisan.
Ditahbiskan...

Ibadah Raya Malang, 11 Januari 2009 (Minggu Pagi)
Matius 24:29-30, keadaan pada masa kedatangan Tuhan kedua kali:Terjadi kegoncangan dan kegelapan di...

Ibadah Persekutuan Malang III, 01 Agustus 2012 (Rabu Sore)
Tema: "Mempelai datang! Songsonglah Dia!" (Matius 25:6)

Matius 25:6
25:6 Waktu tengah malam terdengarlah suara orang berseru:...


TRANSKRIP LENGKAP

Doa Surabaya (Rabu, 26 November 2014)
Tayang: 10 Mei 2019
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 24 November 2014)
Tayang: 10 Mei 2019
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 23 November 2014)
Tayang: 07 Januari 2019
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 19 November 2014)
Tayang: 07 Januari 2019
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 17 November 2014)
Tayang: 07 Januari 2019
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 09 November 2014)
Tayang: 22 Agustus 2018
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 05 November 2014)
Tayang: 04 Juni 2018
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 03 November 2014)
Tayang: 04 Juni 2018
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 02 November 2014)
Tayang: 03 Maret 2018
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 20 Oktober 2014)
Tayang: 13 Desember 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 13 Oktober 2014)
Tayang: 13 Desember 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 12 Oktober 2014)
Tayang: 24 Oktober 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 08 Oktober 2014)
Tayang: 18 September 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 06 Oktober 2014)
Tayang: 05 September 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 05 Oktober 2014)
Tayang: 05 September 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 01 Oktober 2014)
Tayang: 05 September 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 29 September 2014)
Tayang: 24 Juni 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 21 September 2014)
Tayang: 19 Mei 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 17 September 2014)
Tayang: 29 April 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 15 September 2014)
Tayang: 29 April 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]



Untuk Koneksi Lambat, silahkan buka http://id.gptkk.org
Transkrip lengkap dari ibadah penggembalaan di Malang dan Surabaya, semuanya di bawakan oleh gembala sidang Pdt. Widjaja Hendra.

Silahkan kontak ke info@gptkk.org apabila bapak/ibu/sdr/sdri ada pertanyaan atau mungkin ingin berlangganan majalah Manna dan silahkan kirim email ke widjaja_h [at] yahoo.com apabila ingin konsultasi pribadi dengan bapak gembala
silahkan ganti tanda [at] dengan @
Cari ringkasan:   
[versi cetak]
Cari rekaman ibadah ini di: http://www.kabarmempelai.org
Ibadah Pendalaman Alkitab Surabaya, 26 September 2018 (Rabu Sore)

Dari siaran tunda ibadah di Medan

Salam sejahtera dalam kasih sayangnya TUHAN kita Yesus Kristus. Selamat malam, selamat mendengarkan firman TUHAN. Biarlah damai sejahtera, kasih karunia, dan bahagia senantiasa dilimpahkan TUHAN di tengah-tengah kita sekalian.

Kidung Agung 3: 9-11 => tentang tandu
3:9. Raja Salomo membuat bagi dirinya suatu tandu dari kayu Libanon.
3:10. Tiang-tiangnya dibuatnya dari perak, sandarannya dari emas, tempat duduknya berwarna ungu, bagian dalamnya dihiasi dengan kayu arang. Hai puteri-puteri Yerusalem,
3:11. puteri-puteri Sion, keluarlah dan tengoklah raja Salomo dengan mahkota yang dikenakan kepadanya oleh ibunya pada hari pernikahannya, pada hari kesukaan hatinya.

Tandu adalah usungan untuk membawa mempelai ke tempat pelaminan.
Secara rohani, tandu artinya:

  • Gerak tandu adalah ke depan= kegerakan Roh Kudus hujan akhir; kegerakan pembangunan tubuh Kristus yang sempurna.
  • Kehidupan yang dipakai dalam kegerakan Roh Kudus hujan akhir; pembangunan tubuh Kristus yang sempurna; mempelai wanita sorga yang siap untuk menyambut kedatangan Yesus kedua kali di awan-awan yang permai, dan masuk perjamuan kawin Anak Domba (ayat 11).

'tandu dari kayu Libanon', artinya bangsa kafir yang berdosa.
Kayu menunjuk pada manusia darah daging.
Libanon= bangsa kafir; daerah di luar Israel.

Jadi bangsa kafir yang berdosa dipakai dalam kegerakan pembangunan tubuh Kristus yang sempurna.
Tetapi ada syaratnya:

  1. Ayat 10: 'Tiang-tiangnya dibuatnya dari perak'. Perak menunjuk pada penebusan oleh darah Yesus (sudah diterangkan). Bangsa kafir harus mengalami penebusan lebih dulu, baru bisa dipakai dalam kegerakan pembangunan tubuh Kristus yang sempurna.


  2. Ayat 10: 'sandarannya dari emas'.
    1 Petrus 1: 6-7
    1:6. Bergembiralah akan hal itu, sekalipun sekarang ini kamu seketika harus berdukacita oleh berbagai-bagai pencobaan.
    1:7. Maksud semuanya itu ialah untuk membuktikan kemurnian imanmu--yang jauh lebih tinggi nilainya dari pada emas yang fana, yang diuji kemurniannya dengan api--sehingga kamu memperoleh puji-pujian dan kemuliaan dan kehormatan pada hari Yesus Kristus menyatakan diri-Nya.

    Emas menunjuk pada iman yang teruji sampai sempurna.

Inilah syarat agar bangsa kafir bisa dipakai dalam kegerakan Roh Kudus hujan akhir, yaitu mengalami penebusan dan memiliki iman yang murni.

Kalau kita belajar Tabernakel, ada tiga tingkatan iman sampai mencapai iman yang sempurna:

  1. Tingkatan iman yang pertama: iman yang benar--halaman Tabernakel.
    Dulu Musa melihat kerajaan sorga di atas gunung Sinai, lalu Tuhan perintahkan ia membuat kerajaan sorga di bumi, itulah Tabernakel--terdiri dari tiga ruangan: halaman, ruangan suci, dan ruangan maha suci.

    Langkah-langkah memiliki iman yang benar:


    • Masuk pintu gerbang= percaya dan menerima Yesus sebagai Juruselamat, LEWAT MENDENGAR FIRMAN.
      Roma 10: 17
      10:17. Jadi, iman timbul dari pendengaran, dan pendengaran oleh firman Kristus.

      Iman yang benar berasal dari mendengar firman Kristus; firman Allah yang diurapi Roh Kudus.
      Kalau kita mendengar firman dalam urapan Roh Kudus, maka:


      1. Kita bisa mengerti firman Allah--firman Allah ditulis di dahi. Roh Kudus yang menolong kita karena Ia adalah Guru.
      2. Kita bisa percaya akan firman, sehingga menjadi iman di dalam hati--firman ditulis di dalam hati.


      Ibrani 8: 10-12
      8:10. "Maka inilah perjanjian yang Kuadakan dengan kaum Israel sesudah waktu itu," demikianlah firman Tuhan. "Aku akan menaruh hukum-Ku dalam akal budi mereka dan menuliskannya dalam hati mereka, maka Aku akan menjadi Allah mereka dan mereka akan menjadi umat-Ku.
      8:11. Dan mereka tidak akan mengajar lagi sesama warganya, atau sesama saudaranya dengan mengatakan: Kenallah Tuhan! Sebab mereka semua, besar kecil, akan mengenal Aku.
      8:12. Sebab Aku akan menaruh belas kasihan terhadap kesalahan mereka dan tidak lagi mengingat dosa-dosa mereka."

      'akal budi'= dahi.
      Kalau firman ditulis di dahi dan hati, hasilnya: kita bisa mengenal pribadi Yesus sebagai Juruselamat sehingga kita percaya kepada-Nya.
      Roma 10: 10

      10:10. Karena dengan hati orang percaya dan dibenarkan, dan dengan mulut orang mengaku dan diselamatkan.

      Dengan hati kita percaya, dan dengan mulut kita mengaku, artinya mengaku dosa kepada Tuhan dan sesama, sehingga kita mengalami pengampunan dosa; kita dibenarkan dan diselamatkan; tidak dihukum, malah diberkati oleh Tuhan--lima roti dua ikan bisa untuk lima ribu orang; lebih dari ilmu di dunia.

      Inilah langkah-langkah memiliki iman yang benar, yaitu dimulai dari percaya dan menerima kepada Yesus lewat mendengar firman. Kalau percaya Yesus lewat kesaksian--misalnya sakit jadi sembuh--, boleh, tetapi harus ditingkatkan. Kalau tidak, saat dia menghadapi orang sakit jadi mati, dia akan goyah. Karena itu iman harus berasal dari mendengar firman; sampai ditulis di dahi dan hati. Saat itu kita benar-benar sudah mengenal Yesus sebagai Juruselamat; kita bisa percaya dan menerima Yesus sebagai Juruselamat. Buktinya: bisa mengaku dosa. Hasilnya: kita diampuni, dibenarkan, diselamatkan, dan diberkati.


    • Mezbah korban bakaran= percaya dan bertobat. Tadi, kita percaya dan menerima Yesus.
      Kalau sudah dibenarkan, diselamatkan, dan diampuni, jangan berbuat dosa lagi. Kita harus berhenti berbuat dosa dan kembali kepada Tuhan; mati terhadap dosa--bertobat--sehingga kita bangkit untuk hidup dalam kebenaran.
      Inilah iman yang benar yaitu membawa kita sampai hidup dalam kebenaran.

      Kalau berkata: Percaya Yesus, tetapi berbuat dosa, berarti imannya tidak benar. Mungkin imannya berdasarkan orang sakit jadi sembuh--ukurannya hanya yang jasmani, bukan pertobatan.
      Tidak mau mengaku dosa atau tidak mau bertobat sama dengan tidak punya iman atau imannya tidak benar--imannya hanya di bibir.

      Kalau imannya benar--dari mendengar firman dan mengalami pengampunan dosa--, pasti bertobat.
      Mazmur 37: 25-26
      37:25. Dahulu aku muda, sekarang telah menjadi tua, tetapi tidak pernah kulihat orang benar ditinggalkan, atau anak cucunya meminta-minta roti;
      37:26. tiap hari ia menaruh belas kasihan dan memberi pinjaman, dan
      anak cucunya menjadi berkat.

      Kalau memiliki iman yang benar--hidup benar--, hasilnya: kita diberkati sampai anak cucu, dan menjadi berkat, bahkan sampai hidup kekal.
      Iman bisa mendatangkan segala sesuatu.


  2. Tingkatan iman yang kedua: iman yang suci/teguh--ruangan suci Tabernakel, alatnya: meja roti sajian.
    Meja roti sajian diisi dengan dua belas roti yang disusun menjadi dua susun, enam buah sesusun--66; menunjuk pada 66 buku dalam alkitab; sama dengan firman pengajaran yang benar.

    Roti juga menunjuk pada tubuh Kristus.
    Pada meja roti sajian juga ada korban curahan dari anggur--menunjuk pada darah Yesus.
    Keluaran 25: 29 => perikop: mengenai meja roti sajian
    25:29. Haruslah engkau membuat pinggannya, cawannya, kendinya dan pialanya, yang dipakai untuk persembahan curahan; haruslah engkau membuat semuanya itu dari emas murni.

    Jadi, roti dan korban curahan sama dengan perjamuan suci.
    Kalau digabung, meja roti sajian menunjuk pada ketekunan dalam ibadah pendalaman alkitab dan perjamuan suci.

    Jadi kita mendapatkan iman yang suci/teguh LEWAT KETEKUNAN DALAM IBADAH PENDALAMAN ALKITAB DAN PERJAMUAN SUCI, sehingga firman pengajaran mendarah daging dalam kehidupan kita, dan iman kita menjadi suci/teguh.
    Firman pengajaran yang benar sama dengan firman penyucian, sehingga iman kita suci; firman pengajaran yang benar sama dengan makanan keras,sehingga iman kita teguh.

    Ibadah pendalaman alkitab dan perjamuan suci sangat penting, karena nanti akan tampak perbedaan antara kehidupan yang tekun dalam ibadah pendalaman alkitab dengan yang tidak tekun saat goncangan datang.
    1 Petrus 5: 8-9
    5:8. Sadarlah dan berjaga-jagalah! Lawanmu, si Iblis, berjalan keliling sama seperti singa yang mengaum-aum dan mencari orang yang dapat ditelannya.
    5:9. Lawanlah dia dengan iman yang teguh, sebab kamu tahu, bahwa semua saudaramu di seluruh dunia menanggung penderitaan yang sama.

    Iman yang teguh berguna untuk menghadapi singa--iblis--yang menyerang lewat dua cara:


    • Auman singa= pencobaan-pencobaan di segala bidang: ekonomi, kesehatan dan sebagainya untuk membimbangkan kita sampai gugur dari iman--tidak percaya lagi pada Yesus/firman pengajaran yang benar.
      Kapan kita bimbang? Saat kita lebih membesarkan pencobaan dari pada firman. Seperti sepuluh pengintai: 'Memang negeri itu berlimpah-limpah susu dan madunya, hanya, bangsa yang diam di negeri itu kuat-kuat dan kota-kotanya berkubu dan sangat besar, juga keturunan Enak telah kami lihat di sana.'--lebih membesarkan pencobaan dari pada kuasa Tuhan.

      Iman yang teguh adalah tetap percaya bahwa kuasa firman/Tuhan lebih besar dari pada masalah kita. Sekalipun tidak ditolong, tetapi tetap kuat di dalam Tuhan; tetap mengucap syukur dan damai.
      Kalaupun ada yang diizinkan meninggal dunia, jangan berlarut-larut dalam dukacita (1 Tesalonika 4: 13). Kalau berlarut-larut dalam dukacita, itu berarti lebih membesarkan pencobaan dari pada firman.

      Kalau memiliki iman yang teguh, sekalipun meninggal tetap yakin ia akan dibangkitkan saat Tuhan datang. Karena itu selama hidup kita harus selalu bersiap. Orang-orang yang sakit selalu kita layani dan doakan, supaya kuat. Masalah dia dipanggil Tuhan atau tidak, terserah Dia. Tenang saja! Yang penting persiapan kita yaitu iman kita yang harus dikuatkan; tetap percaya dan mengasihi Tuhan lebih dari semua. Justru saat sakit kita mengasihi Tuhan lebih dari semua. Masalah disembuhkan atau diizinkan meninggal, terserah Tuhan. Tetapi sekalipun meninggal ia sudah berada di dalam tangan Tuhan, dan saat Tuhan datang ia akan dibangkitkan--sama seperti kita jatuh miskin tetapi percaya bahwa Tuhan akan memberkati.


    • Menggigit dan menelan.
      Amos 3: 12
      3:12. Beginilah firman TUHAN: "Seperti seorang gembala melepaskan dari mulut singa dua tulang betis atau potongan telinga, demikianlah orang Israel yang diam di Samaria akan dilepaskan seperti sebagian dari katil dan seperti sepenggal dari kaki balai-balai."

      Yang ada di mulut singa adalah tulang betis dan potongan telinga:


      1. Tulang betis digigit dan ditelan, supaya tidak memiliki pendirian yang teguh terhadap firman pengajaran yang benar. Kalau tulang betisnya rusak, akan bimbang pada pengajaran yang benar/pribadi Tuhan, apalagi saat menghadapi angin dan gelombang, ancaman atau kesulitan.

        Saat kapal murid-murid ditimbus gelombang, Tuhan datang disangka hantu--bimbang. Hati-hati! Harus tetap tenang; orang beriman selalu dalam ketenangan.


      2. Telinga digigit, supaya mendengar ajaran yang tidak benar. Sudah tahu kalau tidak benar tetapi masih mendengar, itu berarti telinganya sudah digigit, kalau diteruskan sampai ditelan, habislah dia.
        2 Timotius 4: 3-4
        4:3. Karena akan datang waktunya, orang tidak dapat lagi menerima ajaran sehat, tetapi mereka akan mengumpulkan guru-guru menurut kehendaknya untuk memuaskan keinginan telinganya.
        4:4. Mereka akan memalingkan telinganya dari kebenaran dan membukanya bagi dongeng.

        Telinga digigit oleh setan artinya mau dan berani membuka telinga bagi dongeng-dongeng--ajaran sesat, ilustrasi yang tidak dapat dipertanggungjawabkan dan sebagainya--, sampai tidak mau lagi mendengar firman pengajaran yang benar.

        Kalau mendengar dua ajaran, satu waktu tidak akan mau lagi mendengar suara Tuhan--seperti Hawa mendengar suara Tuhan dan suara ular, akhirnya ia memilih suara ular. Mengapa begitu? Karena tiap ajaran ada rohnya; kita dengar, dicap, dengar lagi, dicap lagi, sampai permanen, tidak bisa lagi kembali. Jangan remehkan! Mungkin sekarang bisa memilah-milah, tetapi satu waktu kalau sudah ditelan, tidak akan bisa lagi.

        1 Timotius 4: 1-2
        4:1. Tetapi Roh dengan tegas mengatakan bahwa di waktu-waktu kemudian, ada orang yang akan murtad lalu mengikuti roh-roh penyesat dan ajaran setan-setan
        4:2. oleh tipu daya pendusta-pendusta yang hati nuraninya memakai cap mereka.

        'roh-roh penyesat'= setiap ajaran ada rohnya.
        Setiap mendengar ajaran lain, di situ ada roh setan--cap setan. Hati nurani akan dicap dengan capnya setan: 666, sehingga tidak mau lagi mendengar yang benar--gugur dari iman--, dan binasa selamanya.

        Kalau mendengar dua ajaran, bukan menyucikan, tetapi menajiskan; tidak mau lagi mendengar yang benar. Kalau sudah seperti itu, jarang yang mau kembali lagi.

        "Adik bungsu saya jelas. Pertama dia tertawa saat mendengar ajaran lain. Saya larang dia datang, tetapi dia katakan bahwa dia hanya mengantar bosnya. Lama-lama tidak mau bertemu saya. Itu yang saya garis bawahi. Kami doakan, akhirnya dia ikut ke Papua, dan untunglah dia bisa sadar. Sebenarnya tidak mungkin. Dia pulang, dia mau beli laptop untuk ikut siaran langsung."

        Istilah dicap sama dengan diselar besi panas--sampai membekas.


    Lewat ketekunan dalam ibadah pendalaman alkitab dan perjamuan suci, iman kita menjadi teguh/suci, sehingga kita memiliki ketegasan untuk berpegang teguh pada satu firman pengajaran yang benar, dan tegas untuk menolak ajaran lain, sehingga kita hanya mendengar dan dengar-dengaran pada satu firman pengajaran yang benar.
    Hasilnya: kita mengalami penyucian mulai dari hati dan pikiran, sampai seluruh hidup.

    Markus 7: 21-22
    7:21. sebab dari dalam, dari hati orang, timbul segala pikiran jahat, percabulan(1), pencurian(2), pembunuhan(3),
    7:22. perzinahan(4), keserakahan(5), kejahatan(6), kelicikan(7), hawa nafsu(8), iri hati(9), hujat(10), kesombongan(11), kebebalan(12).

    Jika hati dan pikiran disucikan dari dua belas keinginan jahat, keinginan najis, dan kepahitan, hati kita akan diisi dengan dua belas roti yang disusun menjadi dua susun, enam buah sesusun, artinya: diisi firman pengajaran yang benar dan perjamuan suci, yang menjadi rem supaya kita tidak berbuat dosa, tetapi hidup dalam kesucian.

    Iman yang teguh/suci berguna untuk menghadapi Babel yang menguasai bangsa kafir.
    Wahyu 17: 1, 5-6, 15
    17:1. Lalu datanglah seorang dari ketujuh malaikat, yang membawa ketujuh cawan itu dan berkata kepadaku: "Mari ke sini, aku akan menunjukkan kepadamu putusan atas pelacur besar, yang duduk di tempat yang banyak airnya.
    17:5. Dan pada dahinya tertulis suatu nama, suatu rahasia: "Babel besar, ibu dari wanita-wanita pelacur dan dari kekejian bumi."
    17:6. Dan aku melihat perempuan itu mabuk oleh darah orang-orang kudus dan darah saksi-saksi Yesus. Dan ketika aku melihatnya, aku sangat heran.
    17:15. Lalu ia berkata kepadaku: "Semua air yang telah kaulihat, di mana wanita pelacur itu duduk, adalah bangsa-bangsa dan rakyat banyak dan kaum dan bahasa.

    'tempat yang banyak airnya'= bangsa kafir--Babel menduduki bangsa kafir. Sebab itu harus dilawan dengan iman yang suci.
    Wahyu 18: 2
    18:2. Dan ia berseru dengan suara yang kuat, katanya: "Sudah rubuh, sudah rubuh Babel, kota besar itu, dan ia telah menjadi tempat kediaman roh-roh jahat dan tempat bersembunyi semua roh najis dan tempat bersembunyi segala burung yang najis dan yang dibenci,

    Tidak boleh lagi ada kejahatan--ikatan akan uang yang membuat kikir dan serakah--, kenajisan--dosa makan minum dan kawin mengawinkan--, dan kepahitan--kebencian. Kalau ada dosa ini, berarti kita dikuasai Babel. Hadapi dengan iman yang suci!
    Hati-hati! Tiga dosa ini merupakan tiga serangkai, tidak bisa dipisahkan.

    'tempat kediaman'= bertabernakel dalam kehidupan kita. Sekarang, Tuhan/firman yang bertabernakel atau Babel? Pilih!


  3. Tingkatan iman yang ketiga: iman yang sempurna--ruangan maha suci, alatnya: buli-buli emas berisi manna.
    Ibrani 9: 4
    9:4. Di situ terdapat mezbah pembakaran ukupan dari emas, dan tabut perjanjian, yang seluruhnya disalut dengan emas; di dalam tabut perjanjian itu tersimpan buli-buli emas berisi manna, tongkat Harun yang pernah bertunas dan loh-loh batu yang bertuliskan perjanjian,

    Tabut perjanjian= alat yang berada di ruangan maha suci.
    Sebenarnya sehebat apapun manusia di dunia, ia hanya buli-buli tanah liat yang gampang retak--kecewa, putus asa, bangga, berbuat dosa--, hancur, dan binasa.
    Hati-hati saat kecewa dan putus asa, saat itu kita tidak punya kekuatan, sehingga ada dosa langsung masuk dan berbuat dosa. Dalam keadaan bangga juga tidak punya daya tahan--merasa hebat--sehingga jatuh dalam dosa.

    Oleh sebab itu kita harus menjadi buli-buli emas LEWAT DIISI MANNA.
    Apa itu manna? Roti malaikat.

    Mazmur 78: 23-25
    78:23. Maka Ia memerintahkan awan-awan dari atas, membuka pintu-pintu langit,
    78:24. menurunkan kepada mereka hujan manna untuk dimakan, dan memberikan kepada mereka gandum dari langit;
    78:25. setiap orang telah makan roti malaikat, Ia mengirimkan perbekalan kepada mereka berlimpah-limpah.

    Roti= firman Allah.
    Malaikat= gembala.
    Roti malaikat= firman penggembalaan atau firman pengajaran yang benar, yang dipercayakan Tuhan kepada seorang gembala untuk disampaikan kepada jemaat dengan setia, berkesinambungan, dan diulang-ulang, sehingga menjadi makanan bagi sidang jemaat--rohani kita bertumbuh ke arah kesempurnaan--, dan menjadi tuntunan supaya kita tidak salah arah tetapi tetap menuju Yerusalem baru, kadang penggembalaan terakhir. Itulah firman penggembalaan; kita tahu pribadi gembalanya, bagaimana nikah, pelayanan dan firmannya.

    Kalau tidak tergembala, jangan harap bisa menjadi buli-buli emas.
    Kita harus tergembala dengan benar dan baik, dan diisi dengan firman penggembalaan.

    2 Korintus 4: 7-9
    4:7. Tetapi harta ini kami punyai dalam bejana tanah liat, supaya nyata, bahwa kekuatan yang melimpah-limpah itu berasal dari Allah, bukan dari diri kami.
    4:8. Dalam segala hal kami ditindas, namun tidak terjepit; kami habis akal, namun tidak putus asa;
    4:9. kami dianiaya, namun tidak ditinggalkan sendirian, kami dihempaskan, namun tidak binasa.

    'harta'= cahaya Injil tentang kemuliaan Kristus (ayat 4).
    Kita harus diisi dengan firman pengajaran yang benar, yang diulang-ulang--firman penggembalaan--, supaya kita memiliki kekuatan yang melimpah-limpah dari Tuhan untuk menghadapi percikan darah--sengsara daging karena Yesus/salib/ujian. Perhatikan penggembalaan! Doakan gembala-gembala untuk bertanggung jawab memberi makan dan domba-domba selalu siap makan firman.

    Mengapa Tuhan izinkan kita mengalami percikan darah?


    • 1 Petrus 1: 6-7
      1:6. Bergembiralah akan hal itu, sekalipun sekarang ini kamu seketika harus berdukacita oleh berbagai-bagai pencobaan.
      1:7. Maksud semuanya itu ialah untuk membuktikan kemurnian imanmu--yang jauh lebih tinggi nilainya dari pada emas yang fana, yang diuji kemurniannya dengan api--sehingga kamu memperoleh puji-pujian dan kemuliaan dan kehormatan pada hari Yesus Kristus menyatakan diri-Nya.

      Yang pertama: supaya iman kita meningkat menjadi iman yang sempurna--emas murni. Kita tidak akan pernah kecewa dan putus asa selama-lamanya apapun yang kita hadapi, tetapi kita tetap mengucap syukur kepada Tuhan.


    • 2 Korintus 4: 10
      4:10. Kami senantiasa membawa kematian Yesus di dalam tubuh kami, supaya kehidupan Yesus juga menjadi nyata di dalam tubuh kami.

      Yang kedua: supaya kehidupan Yesus nyata di dalam hidup kita--buli-buli tanah liat diubahkan menjadi buli-buli emas--; manusia darah daging diubahkan menjadi manusia mulia seperti Yesus.

      Pembaharuan dimulai dari tidak boleh ada dusta.
      Wahyu 21: 8
      21:8. Tetapi orang-orang penakut(1), orang-orang yang tidak percaya(2), orang-orang keji(3), orang-orang pembunuh(4), orang-orang sundal(5), tukang-tukang sihir(6), penyembah-penyembah berhala(7)dan semua pendusta(8), mereka akan mendapat bagian mereka di dalam lautan yang menyala-nyala oleh api dan belerang; inilah kematian yang kedua."

      Dusta adalah penutup dosa, artinya kalau ada dusta berarti tujuh dosa lainnya masih ada; tetap buli-buli tanah liat yang hancur.

      Kalau sudah tidak berdusta, berarti tidak ada lagi tujuh dosa lainnya, sampai tidak ada lagi ketakutan, tetapi yang ada adalah takut akan Tuhan. Kita terus disucikan dan diubahkan sampai satu waktu menjadi sempurna seperti Yesus; mempelai wanita sorga yang siap untuk menyambut kedatangan-Nya kembali kedua kali di awan-awan yang permai.

Kesimpulan: jika kita menghadapi percikan darah--sengsara daging karena Yesus--, itu adalah latihan iman untuk:

  1. Meningkatkan iman menjadi iman yang sempurna, yang layak untuk menyambut kedatangan Yesus kedua kali--'Akan tetapi, jika Anak Manusia itu datang, adakah Ia mendapati iman di bumi?'


  2. Latihan berjalan di Yerusalem baru, yang lantainya terbuat dari emas. Saat kita menghadapi ujian/pencobaan, itulah saat kita berjalan di Yerusalem baru, yang lantainya dari emas.

    Wahyu 21: 21
    21:21. Dan kedua belas pintu gerbang itu adalah dua belas mutiara: setiap pintu gerbang terdiri dari satu mutiara dan jalan-jalan kota itu dari emas murni bagaikan kaca bening.

    Kalau latihan jalan tentu ada jatuhnya, tetapi tidak usah takut, karena ada yang menuntun. Dalam ujian apa saja, tidak usah takut, ada yang menuntun kita, tidak dibiarkan-Nya kita jatuh.

    Wahyu 7: 17
    7:17. Sebab Anak Domba yang di tengah-tengah takhta itu, akan menggembalakan mereka dan akan menuntun mereka ke mata air kehidupan. Dan Allah akan menghapus segala air mata dari mata mereka."

    'menggembalakan'= bukti pentingnya penggembalaan karena sampai di takhta sorga tetap ada penggembalaan. Tidak bisa yang lainnya.
    Kita sedang dituntun oleh tangan belas kasih Imam Besar dan Gembala Agung ke Yerusalem baru, kandang penggembalaan terakhir. Kita tidak akan jatuh, tetapi kalaupun jatuh, Dia akan mengangkat kita kembali; Dia akan menghapus air mata kita, artinya: semua masalah selesai, ada masa depan yang berhasil dan indah, kebahagiaan, yang jatuh atau gagal diangkat dan dipulihkan.
    Yang masih sedih karena apapun, serahkan kepada Tuhan, supaya air mata dihapuskan dan mengalami kebahagiaan sorga!
    Kita disucikan dan diubahkan sampai sempurna saat Yesus datang kembali.

    Yang penting, saat kita dituntun oleh Tuhan, kita tidak boleh bimbang.
    Jangan berharap pada yang lain, tetapi hanya kepada Yesus!

    Petrus dituntun untuk berjalan di atas air yang bergelombang. Begitu bimbang, akan tenggelam; terlepas dari tuntunan-Nya.
    Yakin kepada-Nya! Kita hanya berserah dan berseru kepada Dia. Kita pasti dituntun sampai di Yerusalem baru, tidak ada setetespun air mata.

Mari, kita siap untuk dituntun dan air mata kita dihapuskan.
Jangan bimbang! Jangan goyah! Jangan bersungut-sungut, tetapi mengucap syukur, memuji, dan menyembah Dia!
Kita hanya memandang Dia; berserah dan berseru kepada Dia. Jangan berharap pada yang lain! Jangan mendua hati, kita akan tenggelam.

Tidak ada yang tahu, tetapi Tuhan yang tahu. Dia yang menuntun dan menghapus air mata kita.

Tuhan memberkati.

kembali ke halaman sebelumnya
IBADAH RUTIN DI MALANG

Minggu jam 06:45 (Ibadah Raya)
Minggu jam 10:15 (Ibadah Sekolah Minggu)
Selasa jam 17:15 (Ibadah Pendalaman Alkitab)
Rabu jam 07:30 (Ibadah Kaum Wanita)
Kamis jam 17:15 (Ibadah Doa Penyembahan)
Sabtu jam 17:15 (Ibadah Kaum Muda Remaja)

IBADAH RUTIN DI MEDAN
Royal Room Hotel Danau Toba Internasional
Jl. Imam Bonjol Medan

Minggu, jam 18:45 (Ibadah Raya)
Senin, jam 08:00 (Ibadah Pendalaman Alkitab)
Senin, jam 17:30 (Ibadah Pendalaman Alkitab)

IBADAH RUTIN DI SURABAYA

Minggu jam 09:00 (Ibadah Sekolah Minggu)
Minggu jam 10:15 (Ibadah Raya)
Rabu jam 17:30 (Ibadah Pendalaman Alkitab)
Jumat jam 17:30 (Ibadah Doa Penyembahan)


IBADAH RUTIN DI JAKARTA
Jl. Patra Kuningan XIV no.4
Jakarta Selatan
Sabtu, jam 09:00 (Ibadah Pendalaman Alkitab)

IBADAH KUNJUNGAN
  • 18 Desember 2019
    (Ibadah Natal di Walikukun (Pagi))

  • 20 Desember 2019
    (Ibadah Natal di Jatipasar (Pagi))

  • 24 Desember 2019
    (Ibadah Natal di Malang)

  • 25 Desember 2019
    (Ibadah Natal di Square Ballroom Surabaya)

  • 28-30 Januari 2020
    (Ibadah Kunjungan di Medan)

  • 13-18 April 2020
    (Ibadah Kunjungan di Korea Selatan)

All Right Reserved Gereja Pantekosta Tabernakel "KRISTUS KASIH"
Jln. Simpang Borobudur 27 Malang | Telp: (0341) 496949 | Fax: (0341) 476751 » Lihat Peta Gereja Kami di Malang
Jln. WR Supratman 4 Surabaya | Telp. 08123300378 » Lihat Peta Gereja Kami di Surabaya
hubungi kami | email: info@gptkk.org | sitemap | top