English Language | Form Penggembalaan
RINGKASAN KOTBAH IBADAH RUTIN DAN IBADAH KUNJUNGAN
RINGKASAN LAINNYA

Ibadah Pendalaman Alkitab Malang, 22 Oktober 2015 (Kamis Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Wahyu 3:14-22 tentang sidang jemaat Laodikia.
Jemaat...

Ibadah Persekutuan Papua III, 03 Maret 2010 (Rabu Sore)
Ibrani 4: 12
1 Petrus 1: 24-25 = 2 makanan...

Ibadah Doa Surabaya, 30 Maret 2011 (Selasa Sore)
Matius 26: 14-16
26:14. Kemudian pergilah seorang dari kedua belas murid itu, yang bernama Yudas Iskariot, kepada imam-imam kepala.
26:15. Ia berkata: "Apa...

Ibadah Pendalaman Alkitab Surabaya, 11 November 2013 (Senin Sore)
Pembicara: Pdt. Mikha Sandatoding

Matius 12:15b-21
12-15b Banyak orang mengikuti Yesus dan Ia menyembuhkan mereka semuanya
12:16 Ia dengan keras melarang mereka...

Ibadah Doa Malang, 05 Mei 2009 (Selasa Sore)
Wahyu 22:20-21
'Ya, Aku datang segera' = kesiapan Tuhan Yesus untuk datang kembali kedua...

Ibadah Pendalaman Alkitab Malang, 12 Juni 2018 (Selasa Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Wahyu 7:13-15
7:13 Dan seorang dari antara...

Ibadah Doa Malang, 21 Februari 2012 (Selasa Sore)
Pembicara: Pdp. Gideon Pakpahan

Matius 26:62-64...

Ibadah Doa Surabaya, 15 Februari 2012 (Rabu Sore)
Matius 26:69-75
PETRUS MENYANGKAL YESUS.

Tiga kali Petrus menyangkal Yesus yaitu
(Matius 26:69-70) Petrus menyangkal Yesus sebagai orang Galilea.
(Matius 26:71-72) Petrus menyangkal Yesus sebagai...

Ibadah Raya Surabaya, 10 April 2016 (Minggu Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayangnya TUHAN kita Yesus Kristus. Selamat malam, selamat mendengarkan firman TUHAN. Biarlah damai...

Ibadah Doa Siang Surabaya, 25 Juni 2017 (Minggu Siang)
Keluaran 36: 1-7
36:1. Demikianlah harus bekerja Bezaleel dan Aholiab, dan setiap orang yang ahli, yang telah dikaruniai...

Ibadah Raya Malang, 09 November 2014 (Minggu Pagi)
Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Wahyu 2-3 menunjuk pada penyucian terakhir...

Ibadah Doa Puasa Session II Malang, 14 Maret 2017 (Selasa Siang)
Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Dalam Keluaran 6, ada tujuh kali...

Ibadah Pendalaman Alkitab Malang, 07 Maret 2013 (Kamis Sore)
(Penataran II Imam dan Calon Imam)

Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Matius 28:16-20 adalah...

Ibadah Raya Malang, 08 Februari 2009 (Minggu Pagi)
Matius 24:29-31 adalah keadaan pada waktu kedatangan Yesus kedua kali, yaitu:Ayat 29, terjadi...

Ibadah Raya Surabaya, 13 Oktober 2013 (Minggu Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayangnya Tuhan kita Yesus Kristus. Selamat malam, selamat mendengarkan Firman Tuhan. Biarlah damai...


TRANSKRIP LENGKAP

Doa Surabaya (Rabu, 26 November 2014)
Tayang: 10 Mei 2019
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 24 November 2014)
Tayang: 10 Mei 2019
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 23 November 2014)
Tayang: 07 Januari 2019
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 19 November 2014)
Tayang: 07 Januari 2019
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 17 November 2014)
Tayang: 07 Januari 2019
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 09 November 2014)
Tayang: 22 Agustus 2018
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 05 November 2014)
Tayang: 04 Juni 2018
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 03 November 2014)
Tayang: 04 Juni 2018
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 02 November 2014)
Tayang: 03 Maret 2018
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 20 Oktober 2014)
Tayang: 13 Desember 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 13 Oktober 2014)
Tayang: 13 Desember 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 12 Oktober 2014)
Tayang: 24 Oktober 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 08 Oktober 2014)
Tayang: 18 September 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 06 Oktober 2014)
Tayang: 05 September 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 05 Oktober 2014)
Tayang: 05 September 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 01 Oktober 2014)
Tayang: 05 September 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 29 September 2014)
Tayang: 24 Juni 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 21 September 2014)
Tayang: 19 Mei 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 17 September 2014)
Tayang: 29 April 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 15 September 2014)
Tayang: 29 April 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]



Untuk Koneksi Lambat, silahkan buka http://id.gptkk.org
Transkrip lengkap dari ibadah penggembalaan di Malang dan Surabaya, semuanya di bawakan oleh gembala sidang Pdt. Widjaja Hendra.

Silahkan kontak ke info@gptkk.org apabila bapak/ibu/sdr/sdri ada pertanyaan atau mungkin ingin berlangganan majalah Manna dan silahkan kirim email ke widjaja_h [at] yahoo.com apabila ingin konsultasi pribadi dengan bapak gembala
silahkan ganti tanda [at] dengan @
Cari ringkasan:   
[versi cetak]
Cari rekaman ibadah ini di: http://www.kabarmempelai.org
Ibadah Persekutuan Jakarta II, 10 Agustus 2016 (Rabu Pagi)

Salam sejahtera dalam kasih sayangnya TUHAN kita Yesus kristus. Selamat siang, selamat mendengarkan firman TUHAN. Biarlah damai sejahatera, kasih karunia, dan bahagia senantiasa dilimpahkan TUHAN di tengah kita sekalian.

Tema: Wahyu 21: 5: "Aku menjadikan segala sesuatu baru."

Wahyu 21: 5

21:5 Ia yang duduk di atas takhta itu berkata: "Lihatlah, Aku menjadikan segala sesuatu baru!" Dan firman-Nya: "Tuliskanlah, karena segala perkataan ini adalah tepat dan benar."

Ini tentang penciptaan. Sebenarnya, di dalam kitab Kejadian pada awal penciptaan, TUHAN sudah menciptakan segala sesuatu baik; langit bumi serta isinya termasuk manusia yang sama mulia, sempurna dengan TUHAN--satu gambar dengan TUHAN--dan manusia ditempatkan di taman Eden. Semua baik dan semua berbahagia pada waktu diciptakan. Tetapi sayang, manusia diperdaya oleh ular/setan dan berbuat dosa dan telanjang--kehilangan gambar dan kemuliaan Allah; kebenaran; kesucian; dan kasih Allah. Ini yang terjadi dan manusia diusir ke dunia dan hidup dalam suasana kutukan, yaitu penderitaan, perkabungan, air mata dan lain-lain. Ini adalah suasana maut.

Roma 3: 23
3:23 Karena semua orang telah berbuat dosa dan telah kehilangan kemuliaan Allah,

Di dalam dunia, manusia tetap berbuat dosa sampai puncaknya dosa--dosa makan minum dan kawin mengawinkan; manusia tanpa kasih. Dosa makan minum: merokok, mabuk, narkoba. Akibatnya: manusia dibinasakan di neraka, benar-benar dikuasai oleh maut selama-lamanya.

TUHAN tidak rela manusia yang diciptakan-Nya hidup dalam maut dan binasa selamanya. Oleh sebab itu TUHAN mau menciptakan kembali langit dan bumi yang baru; juga manusia baru yang sama mulia dengan TUHAN untuk ditempatkan di Yerusalem baru selamanya.

Prosesnya disebut dengan PEMBAHARUAN; menjadikan langit bumi baru, manusia baru.
Dalam Wahyu 21, ada 4 macam pembaharuan (diterangkan mulai dari Ibadah Persekutuan Ciawi I, 19 April 2012-Kamis Sore):

  1. Wahyu 21: 1= pembaharuan langit dan bumi yang baru (sudah diterangkan mulai dari Ibadah Persekutuan Ciawi I, 19 April 2012-Kamis Sore sampai Ibadah Persekutuan Ciawi IV, 28 Februari 2013-Kamis Pagi).


  2. Wahyu 21: 2-3= pembaharuan manusia baru (sudah diterangkan mulai dari Ibadah Persekutuan Ciawi V, 28 Februari 2013-Kamis Sore sampai Ibadah Persekutuan Jakarta V, 10 Oktober 2013-Kamis Sore).


  3. Wahyu 21: 4-8= pembaharuan suasana baru (diterangkan mulai dari Ibadah Kunjungan Jakarta I, 14 Oktober 2014-Selasa Sore).
  4. Wahyu 21: 9-27= pembaharuan Yerusalem baru sampai kekal.

AD 3. PEMBAHARUAN SUASANA BARU

Wahyu 21: 4-8
21:4. Dan Ia akan menghapus segala air mata dari mata mereka, dan maut tidak akan ada lagi; tidak akan ada lagi perkabungan, atau ratap tangis, atau dukacita, sebab segala sesuatu yang lama itu telah berlalu."
21:5. Ia yang duduk di atas takhta itu berkata: "Lihatlah, Aku menjadikan segala sesuatu baru!" Dan firman-Nya: "Tuliskanlah, karena segala perkataan ini adalah tepat dan benar."
21:6. Firman-Nya lagi kepadaku: "Semuanya telah terjadi. Aku adalah Alfa dan Omega, Yang Awal dan Yang Akhir. Orang yang haus akan Kuberi minum dengan cuma-cuma dari mata air kehidupan.
21:7. Barangsiapa menang, ia akan memperoleh semuanya ini, dan Aku akan menjadi Allahnya dan ia akan menjadi anak-Ku.
21:8. Tetapi orang-orang penakut, orang-orang yang tidak percaya, orang-orang keji, orang-orang pembunuh, orang-orang sundal, tukang-tukang sihir, penyembah-penyembah berhala dan semua pendusta, mereka akan mendapat bagian mereka di dalam lautan yang menyala-nyala oleh api dan belerang; inilah kematian yang kedua."

Pembaharuan suasana baru dibagi menjadi empat:

  1. Wahyu 21: 4= suasana tanpa maut (diterangkan mulai dari Ibadah Kunjungan Jakarta I, 17 November 2015-Selasa Sore sampai Ibadah Kunjungan Jakarta II, 18 November 2015-Rabu Pagi ditambah Ibadah Kunjungan Jakarta I, 09 Agustus 2016-Selasa Sore).


  2. Wahyu 21: 5-6= suasana kepuasan/kebahagiaan sorga (diterangkan pada Ibadah Kunjungan Jakarta III, 18 November 2015-Rabu Sore).
  3. Wahyu 21: 7= suasana kemenangan (diterangkan pada Ibadah Kunjungan Jakarta IV, 19 November 2015-Kamis Pagi).
  4. Wahyu 21: 8= suasana kesucian dan kesempurnaan.

AD. 1
. Suasana tanpa maut
Wahyu 21: 4
21:4 Dan Ia akan menghapus segala air mata dari mata mereka, dan maut tidak akan ada lagi; tidak akan ada lagi perkabungan, atau ratap tangis, atau dukacita, sebab segala sesuatu yang lama itu telah berlalu."

Suasana baru sama dengan suasana tidak ada maut.

1 Yohanes 3: 14

3:14 Kita tahu, bahwa kita sudah berpindah dari dalam maut ke dalam hidup, yaitu karena kita mengasihi saudara kita. Barangsiapa tidak mengasihi, ia tetap di dalam maut.

Suasana tanpa maut sama dengan SUASANA SALING MENGASIHI: mengasihi sesama seperti diri sendiri.
Kalau kita baca di 1 Yohanes 4, tidak mungkin kita mengasihi TUHAN yang tidak kelihatan tetapi tidak mengasihi sesama (membenci sesamanya). Harus jalan bersama-sama; siapa yang mengatakan: mengasihi TUHAN, dia harus mengasihi sesamanya. Kalau mengasihi sesama, pasti mengasihi TUHAN.

1 Yohanes 4: 20-221
4:20 Jikalau seorang berkata: "Aku mengasihi Allah," dan ia membenci saudaranya, maka ia adalah pendusta, karena barangsiapa tidak mengasihi saudaranya yang dilihatnya, tidak mungkin mengasihi Allah, yang tidak dilihatnya.
4:21 Dan perintah ini kita terima dari Dia:
Barangsiapa mengasihi Allah, ia harus juga mengasihi saudaranya.

Saling mengasihi sama dengan mengasihi sesama, bahkan bisa mengasihi musuh, pasti juga mengasihi TUHAN lebih dari semua.
Kalau digabung, ini sama dengan suasana kasih.
Kemarin, kita sudah dengar suasana saling mengasihi adalah suasana salib: saling mengaku dan mengampuni (diterangkan pada Ibadah Persekutuan Jakarta I, 09 Agustus 2016-Selasa Sore).
Kesempatan siang ini ditambah juga, mengasihi sesama dan mengasihi TUHAN lebih dari semua, sama dengan suasana kasih; sama dengan SUASANA MEMPELAI.

Inilah kabar mempelai. Ada kabar baik--penginjilan--: memberitakan Yesus yang datang pertama kali untuk menyelamatkan manusia berdosa--percaya Yesus dan diselamatkan. Tetapi harus ditingkatkan pada kabar mempelai untuk membawa kita pada suasana mempelai sampai menjadi mempelai wanita TUHAN; memindahkan kita dari suasana maut--kutukan, air mata, kebinasaan--ke suasana mempelai. Suasana tanpa maut sama dengan suasana kasih, sama dengan suasana mempelai.

Sebagai contoh dalam alkitab adalah Ester.; bagaimana ia berpindah dari suasana maut pada susana mempelai.
Ester 4: 14
4:14 Sebab sekalipun engkau pada saat ini berdiam diri saja, bagi orang Yahudi akan timbul juga pertolongan dan kelepasan dari pihak lain, dan engkau dengan kaum keluargamu akan binasa. Siapa tahu, mungkin justru untuk saat yang seperti ini engkau beroleh kedudukan sebagai ratu."

'binasa'= Ester dalam suasana maut sekalipun ia di lingkungan istana raja, karena diancam oleh Haman. Bangsa Yahudi seluruhnya diancam akan dibinasakan oleh Haman, termasuk juga Ester.
'ratu'= mempelai wanitanya raja, artinya dari suasana maut menjadi suasana mempelai, bahkan menjadi mempelai wanita TUHAN.

Kita sekalian, kita mendengar kabar mempelai. Apa gunanya? Untuk memindahkan dari suasana maut menjadi suasana mempelai, bahkan menjadikan kita mempelai wanita TUHAN yang sempurna--tubuh Kristus yang sempurna. Jadi jangan merasa asing dengan istilah 'mempelai'--istilah yang populer di seluruh dunia. Tubuh itu isteri, kepala itu suami.

Kita belajar dari Ester bagaimana ia yang ada dalam suasana maut bisa berpindah ke susana mempelai bahkan sampai jadi ratu--mempelai wanita dari Raja segala raja.

Proses Ester menjadi ratu/memeplai wanita:

  1. Ester 2: 1-2
    2:1 Sesudah peristiwa-peristiwa ini, setelah kepanasan murka raja Ahasyweros surut, terkenanglah baginda kepada Wasti dan yang dilakukannya, dan kepada apa yang diputuskan atasnya.
    2:2 Maka sembah para biduanda raja yang bertugas pada baginda: "Hendaklah orang
    mencari bagi raja gadis-gadis, yaitu anak-anak dara yang elok rupanya;

    Di seluruh negara dicari gadis-gadis yang elok dan dipanggil. Raja merindu supaya ada ratu--permaisuri, mempelai wanita--, karena Wasti sudah dibuang. Caranya adalah mengumpulkan semua gadis-gadis yang elok; yang tidak elok, tidak dipanggil.

    Proses pertama Ester berindah dari suasana maut ke suasana mempelai: harus menerima panggilan TUHAN Yesus sebagai raja segala raja dan mempelai pria sorga.

    Siapa yang diapnggil? Hanya gadis yang elok rupanya. Tidak peduli, sekalipun miskin--Ester tidak punya orang tua, yatim piatu dan tidak punya apa-apa--, tidak masalah, yang penting elok. Mau gereja besar atau kecil, gaji besar atau kecil, pandai atau bodoh, yang penting elok rupanya. Ini yang ditekankan. Jadi jangan terpancing dengan gereja besar atau kecil. Yang dicari TUHAN adalah yang elok rupanya. Elok rupanya ini secara rohani.

    Di dalam Tabernakel, panggilan ini menunjuk pada masuk halaman Tabernakel--halaman kerajaan sorga--, artinya kebenaran. Dulu, Musa naik ke gunung Sinai dan TUHAN perlihatan sorga kepadanya, lalu TUHAN perintahkan Musa untuk membuat kerajaan sorga di bumi--supaya di bumi seperti di sorga--, itulah Tabernakel. Ada tiga ruangan pada Tabernakel: halaman, ruangan suci, dan ruangan maha suci.

    Kita lihat penampilan gadis elok secara rohani:


    • Amsal 31: 29-30
      31:29 Banyak wanita telah berbuat baik, tetapi kau melebihi mereka semua.
      31:30 Kemolekan adalah bohong dan kecantikan adalah sia-sia, tetapi
      isteri yang takut akan TUHAN dipuji-puji.

      Kecantikan adalah sia-sia dan kemolekan adalah bohong, kalau secara jasmani. Sebab itu harus diikuti yang rohani.

      Yang pertama: elok sama dengan takut akan TUHAN.

      Amsal 8: 13
      8:13 Takut akan TUHAN ialah membenci kejahatan; aku benci kepada kesombongan, kecongkakan, tingkah laku yang jahat, dan mulut penuh tipu muslihat.

      Takut akan TUHAN adalah membenci kejahatan--bukan hanya tidak mau, tetapi membenci--dan dusta; sama dengan hidup dalam kebenaran. Inilah panggilan.
      Kita memang manusia berdosa semua dan telanjang, tidak bisa apa-apa. Oleh sebab itu TUHAN panggil untuk menjadi takut akan TUHAN.

      Kalau hanya tidak mau, satu waktu akan mau, tetapi kalau sudah membenci dosa, berarti benar-benar tidak ada kesempatan lagi; mantap dalam kebenaran, hidup dalam kebenaran. Biar dia digoda apapun, dia tidak mau berbuat dosa dan tidak mau berdusta.


    • 2 Korintus 11: 2-4
      11:2 Sebab aku cemburu kepada kamu dengan cemburu ilahi. Karena aku telah mempertunangkan kamu kepada satu laki-laki untuk membawa kamu sebagai perawan suci kepada Kristus.
      11:3 Tetapi aku takut, kalau-kalau pikiran kamu disesatkan dari
      kesetiaan kamu yang sejati kepada Kristus, sama seperti Hawa diperdayakan oleh ular itu dengan kelicikannya.
      11:4 Sebab kamu sabar saja, jika ada seorang datang memberitakan Yesus yang lain dari pada yang telah kami beritakan, atau memberikan kepada kamu roh yang lain dari pada yang telah kamu terima atau Injil yang lain dari pada yang telah kamu terima.

      'Kristus'= laki-laki.
      'Yesus yang lain'= laki-laki yang lain.

      Yang kedua: elok sama dengan setia pada satu laki-laki--tetap menjaga kesetiaan yang sejati pada Kristus. Jangan berkhianat!
      Tetap menjaga kesetiaan yang sejati kepada Kristus, dikaitkan dengan ada ajaran palsu, ajaran lain, Yesus yang lain.

      Menjaga kesetiaan pada Kristus sama dengan menjaga pengajaran yang benar--tetap setia dan berpegang teguh pada firman pengajaran yang benar. Ini sama dengan (maaf) menjaga keperawanan. Mengapa menggunakan istilah 'perawan'? Karena, kalau sudah satu kali digagahi, sudah tidak perawan lagi. Sebab itu jangan mendengar yang lain sekalipun hanya satu kali! Ini supaya kita benar-benar mantap.

      Tadi mantap juga, kita membenci dosa. Sekarang mantap dalam satu pengajaran yang benar apapun yang kita hadapi--mau digoda, dipukul, dipecat dan sebagainya.
      Seringkali baru tidak diberi tanda tangan, kita sudah takut. Meterainya TUHAN diambil. Jangan! Kesetiaan yang sejati pada Kristus adalah menjaga keperawanan.

      Wahyu 14: 4
      14:4 Mereka adalah orang-orang yang tidak mencemarkan dirinya dengan perempuan-perempuan, karena mereka murni sama seperti perawan. Mereka adalah orang-orang yang mengikuti Anak Domba itu ke mana saja Ia pergi. Mereka ditebus dari antara manusia sebagai korban-korban sulung bagi Allah dan bagi Anak Domba itu.

      Keperawanan ini mau dicemarkan. Isitlah 'perawan' ini artinya tidak boleh satu kalipun dengan orang lain. Seringkali kita memaksa-maksa dan tiba-tiba sudah kehilangan keperawanan--kesetiaan sejati kepada Kristus.

      Mempelai wanita TUHAN adalah orang-orang yang perawan secara rohani--tidak mencemarkan diri dengan perempuan-perempuan. Artinya, bukan tidak boleh menikah, tetapi dikaitkan dengan 2 Korintus 11: 4: 'kamu sabar saja kalau ada orang yang memberitakan injil yang lain...', yaitu tidak boleh mendengarkan ajaran-ajaran palsu satu kalipun. Kalau sudah mendengarkan satu kali saja, sudah tidak perawan; kehilangan kesetiaan yang sejati kepada Kristus; lepas dari panggilan TUHAN. Harus dipertahankan!

      Wanita di Wahyu 14: 4 ini adalah:


      1. Izebel.
        Wahyu 2: 20

        2:20 Tetapi Aku mencela engkau, karena engkau membiarkan wanita Izebel, yang menyebut dirinya nabiah, mengajar dan menyesatkan hamba-hamba-Ku supaya berbuat zinah dan makan persembahan-persembahan berhala.

        Jemaat Tiatira dipuji oleh TUHAN (mulai ayat 18), tetapi sayang ada wanita Izebel yang mengajar.
        Ajaran Izebel adalah ajaran palsu yang mengizinkan wanita mengajar dan memerintah laki-laki. Padahal menurut ketentuan TUHAN: Yesus adalah kepala dari laki-laki dan laki-laki adalah kepala dari perempuan. Ini jelas!

        Kalau wanita mengajar dan memerintah laki-laki, berarti wanita menjadi kepala--laki-laki di bawah, menjadi kakinya--, berarti Yesus tidak bisa menjadi kepala, tetapi serigala dan burung yang menjadi kepala. Hati-hati!
        Seperti ayat mengatakan: "Semua buah pohon di taman boleh kau makan buahnya dengan bebas, kecuali satu." Demikian juga dengan wanita. Wanita boleh melayani apa saja, kecuali satu, yaitu tidak boleh mengajar dan memerintah laki-laki. Tetapi, justru yang satu inilah yang akan dimakan oleh wanita-wanita di akhir zaman, sehingga peristiwa di taman Eden akan terjadi lagi, yaitu suasana maut masuk dalam nikah rumah tangga.

        Ingat! Kalau ada wanita mengajar dan memerintah laki-laki dalam nikah dan ibadah pelayanan, akan ada suasana maut--kutukan, kebinasaan--yang masuk, sebab Yesus tidak bisa jadi kepala. Ini keluhan TUHAN: 'Anak manusia tidak ada tempat untuk meletakkan kepalanya,' sebab salah susunan.


      2. Wahyu 17: 4-5
        17:4 Dan perempuan itu memakai kain ungu dan kain kirmizi yang dihiasi dengan emas, permata dan mutiara, dan di tangannya ada suatu cawan emas penuh dengan segala kekejian dan kenajisan percabulannya.
        17:5 Dan pada dahinya tertulis suatu nama, suatu rahasia: "Babel besar, ibu dari wanita-wanita pelacur dan dari kekejian bumi."


        'perempuan itu memakai kain ungu dan kain kirmizi yang dihiasi dengan emas, permata dan mutiara' = kelihatan hebat di luar.
        'di tangannya ada suatu cawan emas penuh dengan segala kekejian dan kenajisan percabulannya' = sayangnya didalam ada percabulan.

        Yang kedua: ajaran Babel, yaitu ajaran palsu yang mengajakan tentang kemakmuran dan hiburan jasmani--berkat jasmani--, tanpa penyucian. Dosa-dosa dibiarkan. Siapapun boleh berkhotbah--orang merokok, dan sebagainya--, yang penting depannya hebat, ada kekayaan banyak. Banyak jemaat yang datang, supaya banyak uang dan sebagainya.

        "Oleh sebab itu saya bersyukur kepada TUHAN lewat kabar mempelai--firman yang lebih tajam dari pedang bermata dua--dan kepada almarhum gembala dan guru-guru kami. Mereka mengajarkan pada ibadah-ibadah seperti ini, tidak ada kolekte, maksudnya supaya jangan sampai ada banyak orang, ada banyak uang."

        Inilah ajaran babel yang hanya mengajarkan kemakmuran dan hiburan jasmani. Gereja disulap seperti entertainment, diskotik, supaya banyak orang yang tertarik untuk datang--orang datang, dapat uang banyak. Tetapi, tanpa firman pengajaran yang benar--tanpa penyucian--sehingga mengarah pada percabulan; perempuan babel; gereja palsu yang akan dibinasakan.


      3. Ajaran Farisi= ajaran kawin cerai. Sekarang, di gereja sudah banyak; juga homoseks dan lesbian juga diakui. Sampai nanti kalau seks bebas--kawin mengwinkan--juga diakui, berarti TUHAN sudah datang.


      4. Ajaran Saduki (Kisah Para Rasul)= tidak ada roh; orang mati seperti binatang. Di dunia digunakan untuk mencari kesempatan yang enak-enak bagi daging. Kalau mati habis perkara.


      5. Ajaran yang mengajarkan kalau mati, nanti menjelma jadi ini itu.


      Inilah ajaran-ajaran yang mencemarkan dan mengganggu keperawan atau kesetiaan kita, sehingga tidak bisa tampil sebagai perawan suci di hadapan Yesus.


    Jadi, menerima panggilan Yesus Raja segala raja dan Mempelai Pria Sorga sama dengan masuk halaman Tabernakel, yaitu mantap untuk hidup dalam kebenaran dan mantap untuk berpegang teguh kepada firman pengajaran yang benar; dan tidak memberikan kesempatan satu kalipun untuk digagahi oleh ajaran lain.

    Jaga keperawanan! Bukan berarti hanya di sini yang paling benar. Tinggal cocokkan dengan alkitab. Kalau sudah tahu tidak benar, kenapa mau digagahi hanya karena uang dan kedudukan? Nanti suasananya adalah suasana maut. Jangan!

    Kalau mantap untuk hidup dalam kebenaran dan tetap berpegang teguh pada pengajaran yang benar, inilah suasana kerajaan sorga--suasana mempelai.

    Kalau tidak elok--tidak benar--, hanya ada suasana kutukan dan kebinasaan; di luar panggilan TUHAN.


  2. Ester 2: 3
    2:3 hendaklah raja menempatkan kuasa-kuasa di segenap daerah kerajaannya, supaya mereka mengumpulkan semua gadis, anak-anak dara yang elok rupanya, di dalam benteng Susan, di balai perempuan, di bawah pengawasan Hegai, sida-sida raja, penjaga para perempuan; hendaklah diberikan wangi-wangian kepada mereka.

    Proses kedua Ester berpindah dari suasana maut ke suasana mempelai: harus dipilih dan dikhususkan--sudah di dalam benteng, masih ditempatkan lagi di balai-balai; tidak bisa ke mana-mana.

    Bukan disiksa, tetapi kita harus dipilih dan dikhususkan oleh Yesus Raja segala raja. Ini sama dengan harus tergembala dengan benar dan baik. Jangan beredar-edar!

    Tadi, gadis yang elok, yang bisa digembalakan. Kalau tidak mantap dalam kebenaran dan pengajaran yang benar, jangan mimpi dia mau digembalakan atau menjadi seorang gembala yang baik. Sungguh-sungguh! Domba tidak akan bertahan kalau gembala tidak tergembala dengan benar dan baik--masih mau beredar-edar; dalam pengajaran beredar-edar, dan dalam soal apapun beredar-edar untuk dapat sesuatu yang jasmani. Jika masih demikian, jangan bermimpi untuk dipakai TUHAN menjadi gembala yang benar dan baik--untuk menggembalakan atau dipercayakan domba-domba. Tidak mungkin!

    "Saya di Lempin-El angkatan XVIII. Saya catat di hati saya: masa di Lempin-El adalah masa persiapan untuk digembalakan dengan benar dan baik, diisi firman pengajaran, untuk nanti bisa dipakai jadi gembala yang benar dan baik. Biarpun sudah lulus dari Lempin-El, mari kembali pada pengajarannya."

    Gadis elok harus tinggal di balai perempuan dan dijaga oleh satu orang itulah Hegai--gambaran seorang gembala. Tidak usah dijaga oleh seribu orang, cukup satu orang. Kalau sudah menerima panggilan--sudah jadi gadis yang elok--, tidak akan sembarangan, tetapi benar-benar menjaga keperawanannya--kebenarannya. Kalau sudah hidup benar dan berpegang kepada pengajaran yang benar, tidak perlu diancam, tetapi wajar saja.
    Tetapi kalau ada tidak benarnya, ini yang bahaya. Ayahnya tidur, dia naik jendela. Tetapi kalau benar, dia tidur sampai besok pagi, tidak akan ke mana-mana. Karena itu cukup dijaga satu orang gembala saja.

    Apa tugas Hegai? Hegai adalah seorang gembala yang merupakan perpanjangan tangan TUHAN untuk membentuk sidang jemaat menjadi bintang--Ester artinya bintang; imam-imam dan raja-raja adalah bintang kerajaan sorga--, sampai menjadi ratu--mempelai wanita sorga.

    Pengertian bintang secara khusus adalah gembala; pengertian secara umum adalah imam-imam dan raja-raja.
    Inilah tugas dalam penggembalaan. Seorang gembala adalah perpanjangan tangan TUHAN lewat firman penggembalaan untuk membentuk sidang jemaat menjadi imam dan raja, sampai menjadi mempelai wanita sorga.

    Harus masuk kandang; masuk balai! Luar biasa. Kalau dulu, waktu zaman Israel dijajah oleh Mesir, Gosyen luar biasa--benteng yang kuat. Ada apa saja terjadi di Mesir--sepuluh tulah--, di Gosyen aman. Ini yang dimaksud dengan dikhususkan. Kalau kita benar-benar digembalakan, kita bukan disiksa atau dimiliki oleh gembala, tetapi dipisahkan dan dikhususkan supaya terjadi seperti di Gosyen.

    Praktik tergembala dengan benar dan baik:


    • Selalu berada di balai perempuan--kandang penggembalaan--; masuk ruangan suci.
      Tadi, sudah masuk dalam halaman-mantap dalam kebenaran dan berpegang teguh pada pengajaran yang benar--, jangan keluar lagi. Kalau berbuat dosa, berarti keluar dari halaman. Kalau mantap terus, pasti maju dan masuk ruangan suci. Kalau gembalanya maju, jemaat juga maju.

      Jangan salahkan domba! Mau ikut siapa domba? Rumusnya adalah gembala di depan, domba di belakang. Kalau gembalanya mantap dalam hidup benar--nikah benar, keuangan benar, semua benar--dan mantap dalam pengajaran benar, domba-domba akan maju. Tidak usah diancam. Ikuti gembala!

      Dalam ruangan suci, terdapat tiga macam alat (sudah hancur semuanya), sekarang dalam arti rohani yaitu ketekunan dalam tiga macam ibadah pokok--sebab manusia juga terdiri dari tubuh, jiwa dan roh; Allah juga terdiri dari Allah Bapa, Anak dan Roh Kudus--:


      1. Pelita emas= ketekunan dalam ibadah raya; persekutuan dengan Allah Roh Kudus di dalam karunia-karunia-Nya; domba diberi minum.

        Biasanya diadakan pada hari Minggu, tetapi bisa juga selain hari Minggu, yang penting adalah suasananya kebaktian umum. Penekanannya yaitu persekutuan dengan Allah Roh Kudus di dalam karunia-karunia-Nya (karunia bersaksi, menyanyi).

        "Dulu, ada yang ibadah rayanya hari Senin, karena pasarnya dari minggu pagi sampai sore. Kalau ibadahnya dibuka hari Minggu, seringkali orangnya masih di pasar. Jangan terpaku pada harinya, tetapi suasananya."


      2. Meja roti sajian= ketekunan dalam ibadah pendalaman alkitab dan perjamuan suci; persekutuan dengan Anak Allah di dalam firman pengajaran dan kurban Kristus; domba diberi makan.

        Di atas meja roti ada dua belas roti; disusun menjadi dua susun, masing-masing 6 buah--6-6. Ini menunjuk pada 66 buku dalam alkitab; firman pengajaran yang benar.

        "Ada yang bertanya (seorang Profesor): 'Roti itu tubuh Kristus, saya setuju. Tetapi di mana darahnya?' Ada ayatnya, pada meja roti sajian ada korban curahan dari anggur. Itulah darah Kristus. Jadi gambar dengan penjelasan harus jelas. Kalau sekedar menjelaskan ada darahnya, pintu gerbang juga dipercik darah, mau baptisan juga dipercik darah, semuanya dipercik darah, tetapi bukan ini jawabannya. Pada meja roti sajian, karena ada korban curahan dari anggur."

        Ada makanan dan minum, harus seimbang.


      3. Mezbah dupa emas= ketekunan dalam ibadah doa penyembahan; persekutuan dengan Allah Bapa di dalam kasih-Nya; domba bisa bernafas--berdoa sama dengan nafas hidup; matahari bisa masuk dan ada sirkulasi udara yang baik.

        Waktu Yesus naik ke atas gunung untuk berdoa menyembah, wajah-Nya menyinarkan matahari. Kalau rumah sirkulasinya tidak baik, matahari tidak bisa masuk, berarti udaranya pengap. Harus ada sirkulasi udara yang baik.


      Kalau sudah di dalam kandang, pasti terjadi pertumbuhan baik jasmani maupun rohani.
      Jangan keluar-keluar! Mari, sungguh-sungguh berada di kandang.

      Ada anak perempuan Yakub--Dina--mau lihat ke sana ke mari--ada kedudukan, uangnya dan sebagainya--, akhirnya ia diperkosa, hilang keperawanan dan kesucian. Ini akibatnya kalau tidak mau di kemah--kandang.
      Ke manapun kita bersekutu, kalau satu pokok, kita tidak beredar-edar; tetapi kalau tidak satu pokok, itu beredar-edar seperti Dina.

      Kejadian 34: 1-2
      34:1 Pada suatu kali pergilah Dina, anak perempuan Lea yang dilahirkannya bagi Yakub, mengunjungi perempuan-perempuan di negeri itu.
      34:2 Ketika itu terlihatlah ia oleh Sikhem, anak Hemor, orang Hewi, raja negeri itu, lalu Dina itu dilarikannya dan diperkosanya.

      'mengunjungi perempuan-perempuan di negeri itu' = ada di negeri kafir yang semuanya berbeda: suasananya berbeda, penyembahannya berbeda--menyembah baal--, ajarannya juga berbeda.

      Kehidupan yang tidak tergembala dengan benar dan baik--beredear-edar--akan (maaf) diperkosa.
      Artinya: hilang keperawanan--disesatkan oleh ajaran palsu, tidak lagi berpegang teguh kepada pengajaran yang benar. Kalau dulu, saat masih menjaga keperawanan, baru digoda sudah marah. Kalau sudah hilang, sudah beda.

      Ingat-ingat lulusan Lempin-El Kristus Ajaib! Apakah masih perawan? Kalau sudah hilang keperawanan, berarti sudah dibelokkan oleh ajaran lain. Lalu juga kehilangan kesucian. Sudah mulai aneh-aneh, jatuh dalam dosa kejahatan--keuangan--dan kenajisan. Kita harus hati-hati!

      Dina benar-benar dalam suasana maut. Sudah ada di suasana sorga; suasana mempelai; penggembalaan, malah keluar dan akhirnya masuk dalam suasana maut. Mulai keluar tangisan.

      Kesimpulan: kandang penggembalaan yang benar--ada pengajaran yang benar--dan baik adalah tempat untuk menjaga dan memantapkan keperawanan dan kesucian kita--baik secara jasmani dan rohani.

      Secara jasmani, umur 12-17 adalah usia-usia rawan. Orang tua, masukan anak-anak ke kandang penggembalaan! Kalau tidak, nasibnya seperti Dina, dia hanya keluar air mata, penderitaan dan kebinasaan; satu langkah jaraknya dengan maut.

      Kalau mantap dalam kebenaran dan pengajaran yang benar, pasti mantap dalam penggembalaan--5000 orang laki-laki duduk. Kalau gembalanya duduk, jemaat juga akan duduk. Tidak usah pusing. Biar TUHAN yang bekerja dan kita duduk.
      Kalau duduk, tidak mungkin jatuh! Mari, duduk semua; jaga keperawanan dan kesucian; jaga jangan sampai jatuh. Kalau 5000 laki-laki duduk, TUHAN yang bekerja ditambah dengan kemurahan TUHAN dan menghasilkan kelimpahan. 5000 ditambah kemurahan TUHAN, berkelimpahan. 5 juta ditambah kemurahan TUHAN, berkeilmpahan. Bukan jumlah uangnya, tetapi kemurahan TUHAN yang membuat berkelimpahan.

      Tidak usah iri! Mau pegang 5000 atau 5 juta, sama saja di tangan kemurahan TUHAN. Lima roti dua ikan bisa untuk 5000 orang; 50 roti bisa untuk 5000 orang; 500 roti bisa untuk 5000 orang. Jangan bergantung pada uangnya, tetapi pada kemurahan TUHAN--penggembalaan. Kita hidup dari kemurahan TUHAN!


    • Ester 2: 15
      2:15 Ketika Ester -- anak Abihail, yakni saudara ayah Mordekhai yang mengangkat Ester sebagai anak -- mendapat giliran untuk masuk menghadap raja, maka ia tidak menghendaki sesuatu apapun selain dari pada yang dianjurkan oleh Hegai, sida-sida raja, penjaga para perempuan. Maka Ester dapat menimbulkan kasih sayang pada semua orang yang melihat dia.

      Saat menghadap raja, ada kesempatan untuk minta sesuatu. Tetapi Ester menuruti sesuai yang dibilang Hegai. Ester juga menuruti Mordekai untuk tidak mengatakan soal asal kebangsaannya. Ini ketaatan.

      Praktik kedua tergembala dengan benar dan baik: taat pada orang tua jasmani, orang tua rohani dan Yesus. Ini rumusnya.
      Halaman= orang tua jasmani--Mordekai. Biarpun kepada orang tua angkat, harus taat.
      Ruangan suci= orang tua rohani--gembala; Hegai.
      Ruangan maha suci= orang tua sorgawi--TUHAN Yesus.

      Jadi, kabar mempelai ini bukan satu tema saja, tetapi dari iman sampai jadi mempelai ada semua. Seluruh tema dalam alkitab ada di dalam Tabernekal.
      Mari, taat dengar-dengaran hari-hari ini.

      Tadi, tekun, jangan seperti Dina!
      Sekarang, taat dengar-dengaran pada suara gembala--firman penggembalaan.
      Firman penggembalaan adalah firman pengajaran yang benar--makanan yang benar--yang dipercayakan TUHAN kepada seorang gembala, untuk disampakaan kepada jemaat dengan setia, terus menerus--teratur seperti roti disusun--, berkesinambungan dan diulang-ulang, untuk jadi makanan bagi sidang jemaat. Kalau tidak diulang, bukan makanan pokok. Kalau firman bisa diulang, itu makanan pokok. Perhatikan ini! Seperti kita makan nasi setiap hari, tidak pernah bosan. Begitu juga dengan firman.

      Kalau camilan, akan bosan. Harus ada makanan. Ini yang bisa menarik sidang jemaat.
      Jadikan kandang penggembalaan sebagai tempat paling menyenangkan karena ada makanan!

      "Saya katakan di Medan, kalau kita pelihara kambing di sini, pertama senang. Tetapi tidak usah dikasih rumput, ia akan teriak-teriak karena tidak ada makanan. Ini kesalahan kita. Yang menyenangkan kita adalah makanan, bukan kandangnya. Doakan saya juga, kita saling berdoa, supaya TUHAN memberikan makanan kepada kita. Harus dilang-ulang. Kalau tidak, ini bukan makanan. Kalau tidak mengulang firman--tidak mengulang makanan--, kita menjadikan jemaat sebagai binatang buas, bukan domba. Para gembala, jangan salah! Kita terlalu sombong. Kalau dari TUHAN, diulang untuk maju lagi. Itulah makanan."

      Kalau sudah jadi makanan, akan terjadi pertumbuhan rohani ke arah kedewasaan rohani; penyucian ke arah kesempurnaan.

      "Saya sangat yakin, kalau pertumbuhan rohani terjadi, pertumbuhan yang jasmani juga pasti terjadi. Begitu juga dengan jemaat, kalau kerohanian sidang jemaat bertumbuh kearah kesucian, berkat jasmani juga pasti bertambah. TUHAN tolong kita. Saya ingat kesaksian Pdt In Jowono, saya tidak tahu dari awal pelayanan beliau. Saya dari tahun 1986 masuk di sana, beliau sudah mau membangun gereja yang besar. Saya ikut menjaga. Beliau bersaksi: dari sepeda biasa, lalu sepeda motor dan mobil. Ini bukan untuk pamer, tetapi kesaksian, kalau yang rohani bertumbuh, yang jasmani juga bertumbuh. Rebut yang rohani, yang jasmani akan mengikuti. Jangan pikir yang jasmani! Yang rohani dulu, dan yang jasmani akan datang sendiri--bonus dari TUHAN."

      Yang penting, jangan sampai mendengar suara asing; jangan makan makanan asing!
      Yohanes 10: 5
      10:5 Tetapi seorang asing pasti tidak mereka ikuti, malah mereka lari dari padanya, karena suara orang-orang asing tidak mereka kenal."

      Suara asing= ajaran asing/makanan asing; labu liar.
      Terutama fellowship seperti ini, setan menyusup untuk memberikan makanan asing. Berapa ratus hamba TUHAN yang datang, kalau disusupi ajaran asing, nanti pulang berapa jemaat/jiwa yang diracun. Hati-hati dengan ajaran asing!

      Racun menghambat pertumbuhan rohani. Bukan hebat kalau dengar sana sini. Kalau tidak sama--asing--justru menghambat pertumbuhan rohani, sehingga tingkat kerohanian kita tetap seperti anak kecil yang diambang-ambingkan oleh ajaran lain. Dengarkan! Kalau makanan benar akan menumbuhkan rohani kita--menyucikan ke arah kedewasaan, menjadi mempelai. Orang dewasa yang bisa menjadi mempelai. Kalau kita mendengarkan suara asing, bukan hebat! Justru menghambat pertumbuhan rohani. Kalau terus jadi anak kecil, bagaimana bisa jadi mempelai?

      Efesus 4: 14
      4:14 sehingga kita bukan lagi anak-anak, yang diombang-ambingkan oleh rupa-rupa angin pengajaran, oleh permainan palsu manusia dalam kelicikan mereka yang menyesatkan,

      Kalau terhambat pertumbuhan rohaninya, kita seperti anak kecil yang diombang-ambingkan oleh angin ajaran lain. Artinya: tidak tenang--seperti lautan--; selalu ada badai, gelombang--masalah, air mata. Ajaran palsu ini juga termasuk gosip-gosip. Bahaya sekali kalau gosip. Yang namanya gosip pasti tidak benar. Kalau mau benar langsung tanya ke orangnya. Ini menghambat pertumbuhan; yang mengatakan terhambat dan yang mendengarkan juga terhambat.

      Kalau yang rohani terhambat, pertumbuhan yang jasmani juga terhambat, sampai nanti tenggelam, benar-benar habis.

      "Sekali lagi, bukan hanya di sini yang paling benar, tetapi harus teliti apa yang diajarkan. Tidak ada masalah kalau saya ada salah. Kalau saya salah, saya minta ampun. Harus fair, supaya tidak terhambat pertumbuhan rohani dan jasmani kita."

      Imamat 21: 12
      21:12 Janganlah ia keluar dari tempat kudus, supaya jangan dilanggarnya kekudusan tempat kudus Allahnya, karena minyak urapan Allahnya, yang menandakan bahwa ia telah dikhususkan, ada di atas kepalanya; Akulah TUHAN.

      Perikop: kudusnya para imam.
      'ia'= imam.
      'Tempat kudus' = ruangan suci; kandang penggembalaan.

      Kalau kita sudah mantap dalam penggembalaan--raungan suci; kita dipilih dan dikhususkan TUHAN menjadi biji mata-Nya sendiri--, kita akan dirawat seperti Ester--Ester dilulur terus.

      Ester 2 :12
      2:12 Tiap-tiap kali seorang gadis mendapat giliran untuk masuk menghadap raja Ahasyweros, dan sebelumnya ia dirawat menurut peraturan bagi para perempuan selama dua belas bulan, sebab seluruh waktu itu digunakan untuk pemakaian wangi-wangian: enam bulan untuk memakai minyak mur dan enam bulan lagi untuk memakai minyak kasai serta lain-lain wangi-wangian perempuan.

      Setahun dirawat: 6 bulan dan 6 bulan; sama dengan roti pada meja roti sajian--6 roti-6 roti yang menunjuk pada firman pengajaran.
      Dirawat= disucikan oleh firman pengajaran yang benar ,yang disampaikan terus menerus.

      Hasilnya:


      1. Efesus 4: 11-12
        4:11 Dan Ialah yang memberikan baik rasul-rasul maupun nabi-nabi, baik pemberita-pemberita Injil maupun gembala-gembala dan pengajar-pengajar,
        4:12 untuk
        memperlengkapi orang-orang kudus bagi pekerjaan pelayanan, bagi pembangunan tubuh Kristus,

        Ayat 11 = lima jabatan pokok, dipecah lagi antara lain: jabatan pemain musik, tim doa, dan lain-lain.
        'untuk memperlengkapi orang-orang kudus' = untuk memperlengkapi orang yang suci--'S' Suci--, bukan orang yang pandai, bodoh; S1, S2, S3, tanpa gelar. Sebab itu siapapun boleh masuk Lempin-El, Doktor boleh, Master boleh, tidak punya gelar juga boleh.

        Yang punya ijazah silahkan, yang tidak punya silahkan, tetapi yang penting adalah hidup suci. Di dalam kandang penggembalaan, kita dirawat; disucikan terus menerus sampai diberikan jabatan.

        Hasil pertama: diangkat menjadi imam dan raja atau menjadi bintang--diberi jabatan dan karunia Roh Kudus; kita dipakai dalam pelayanan pembangunan tubuh Kristus apapun jabatan kita.

        Kalau kita terus disucikan, satu waktu kita dinyatakan suci dan layak menerima jubah yang indah--hidup mulai indah. Jangan sekali-kali lepaskan jabatan pelayanan apapun alasannya!
        Melepaskan jabatan pelayanan sama dengan melepas jubah yang indah--hilang keindahan, hilang kesucian dan telanjang. Yudas Iskariot bukan hanya telanjang pakaiannya, tetapi sampai robek perutnya dan binasa selamanya. TUHAN tolong kita semua.

        Kita mendapat jubah yang indah saat kita hidup suci. Kalau suci, baru diangkat.


      2. Kita terus disucikan sampai tidak bercacat cela. Tidak ada dosa, tidak ada kegelapan sedikitpun dan kita ditampilkan sebagai perempuan dengan matahari, bulan dan bintang.

        Wahyu 12: 1
        12:1 Maka tampaklah suatu tanda besar di langit: Seorang perempuan berselubungkan matahari, dengan bulan di bawah kakinya dan sebuah mahkota dari dua belas bintang di atas kepalanya.

        Inilah terang dunia--tidak ada kegelapan sedikitpun, tidak ada cacat cela, sempurna seperti Yesus--; menjadi mempelai wanita TUHAN--seperti Ester yang sudah diangkat jadi ratu.

        Ester 2: 17
        2:17 Maka Ester dikasihi oleh baginda lebih dari pada semua perempuan lain, dan ia beroleh sayang dan kasih baginda lebih dari pada semua anak dara lain, sehingga baginda mengenakan mahkota kerajaan ke atas kepalanya dan mengangkat dia menjadi ratu ganti Wasti.

        Ester diangkat menjadi ratu. Tadi kita menjadi mempelai wanita dengan matahari, bulan, bintang--tidak berbuat dosa. Tetapi masih tubuh jasmani.

        Ingat! Wahyu 12: 1 ini masih tubuh jasmani--tubuh daging--, tetapi tidak berdosa. Bisa terjadi, contohnya adalah Yesus sendiri. Ia lahir tubuh daging, tetapi tidak pernah berbuat dosa. Dia kepala dan kita tubuh-Nya.
        Tetapi ingat! Masih berhadapan dengan naga. Ester sudah jadi ratu, tetapi masih berhadapan dengan Haman. Masih ada satu langkah lagi.

        Dalam Wahyu 12:1, kita sudah sempurna dalam arti tidak bercacat cela, tetapi tubuh masih daging. Seperti saat TUHAN Yesus lahir ke dunia--natal--, Dia tidak berbuat dosa sedikitpun. Nanti kita akan ke arah sana. Ester masih berhadapan dengan Haman; kita berhadapan dengan antikris.

        Matahari, bulan dan bintang kita dapatkan dari penggembalaan. Bukan tiga kali, tetapi tiga macam. Mau berapa kali, silahkan, yang pentingnya macamnya ada tiga, sebab kita terdiri dari tubuh, jiwa dan roh; Allah juga Tritunggal; demikian juga ada kemuliaan matahari, bulan dan bintang (surat Korintus):


        1. Pelita emas= ketekunan dalam ibadah raya; kalau tekun terus, maka karunia Roh Kudus akan jadi mahkota dua belas bintang--terangnya bintang.


        2. Meja roti sajian= ketekunan dalam ibadah pendalaman alkitab dan perjamuan suci. Kalau tekun--ditebus terus sampai ada darah; bulan berwarna merah--, akan jadi bulan di bawah kaki--terangnya bulan.


        3. Mezbah dupa emas= ketekunan dalam ibadah doa penyembahan. Kalau tekun, kita disinari matahari sampai 100%, akan jadi selubung matahari.


    Kita menjadi terang dunia; mempelai wanita yang tidak bercacat cela, tetapi masih berhadapan dengan antikris.

    Wahyu 12: 3-4
    12:3 Maka tampaklah suatu tanda yang lain di langit; dan lihatlah, seekor naga merah padam yang besar, berkepala tujuh dan bertanduk sepuluh, dan di atas kepalanya ada tujuh mahkota.
    12:4 Dan ekornya menyeret sepertiga dari bintang-bintang di langit dan melemparkannya ke atas bumi. Dan naga itu berdiri di hadapan perempuan yang hendak melahirkan itu, untuk menelan Anaknya, segera sesudah perempuan itu melahirkan-Nya.


    Sekalipun kita sudah digembalakan, disucikan dan dipelihara TUHAN sedemikian rupa, jangan puas dan bangga, sebab perempuan dengan matahari, bulan dan bintang harus berhadapan dengan naga merah padam--antikris. Jadi, tidak bisa kita bangga sedikitpun.
    Ester berhadapan dengan pembunuhan masal orang Yahudi oleh Haman.
    Artinya: gereja TUHAN akhir zaman--yang sudah digembalakan, disucikan, dipelihara, masih berhadapan dengan kesulitan-kesulitan sampai memuncak pada saat antikris berkuasa di bumi selama 3,5 tahun.

    Ini pentingnya dipanggil--hidup benar, berpegang pada pengajaran yang benar--dan harus dikhususkan--digembalakan; dipilih. Hanya kehidupan yang dipilih--dikhususkan, digembalakan--yang bisa selamat dari aniaya antikris bahkan menyelamatkan orang lain seperti Ester. Ini gunanya. Bukan hanya untuk kita, tetapi kita ingat keluarga kita, ingat sidang jemaat--seperti Ester ingat bangsanya. Ini tugas kita untuk menyelamatkan.

    Apa yang dilakukan Ester saat disuruh untuk menghadap raja lagi?
    Ester berpuasa saat disuruh menghadap raja. Pelajaran berpuasa itu tidak salah. Gembala harus berpuasa demi sidang jemaat. Kita juga harus berpuasa. Inilah cara supaya bisa selamat, yaitu harus menyerah sepenuh pada TUHAN lewat doa puasa.
    Doa puasa= ruangan maha suci--percikan darah.


  3. Ester 4: 10-13, 16
    4:10 Akan tetapi Ester menyuruh Hatah memberitahukan kepada Mordekhai:
    4:11 "Semua pegawai raja serta penduduk daerah-daerah kerajaan mengetahui bahwa bagi setiap laki-laki atau perempuan, yang menghadap raja di pelataran dalam dengan tiada dipanggil, hanya berlaku satu undang-undang, yakni hukuman mati. Hanya orang yang kepadanya raja mengulurkan tongkat emas, yang akan tetap hidup. Dan aku selama tiga puluh hari ini tidak dipanggil menghadap raja."
    4:12 Ketika disampaikan orang perkataan Ester itu kepada Mordekhai,
    4:13 maka Mordekhai menyuruh menyampaikan jawab ini kepada Ester: "Jangan kira, karena engkau di dalam istana raja, hanya engkau yang akan terluput dari antara semua orang Yahudi.

    4:16 "Pergilah, kumpulkanlah semua orang Yahudi yang terdapat di Susan dan berpuasalah untuk aku; janganlah makan dan janganlah minum tiga hari lamanya, baik waktu malam, baik waktu siang. Aku serta dayang-dayangkupun akan berpuasa demikian, dan kemudian aku akan masuk menghadap raja, sungguhpun berlawanan dengan undang-undang; kalau terpaksa aku mati, biarlah aku mati."

    'pelataran dalam'= bagian paling dalam= ruangan maha suci.
    'kalau terpaksa aku mati, biarlah aku mati' = inilah penyerahan sepenuh; penyerahan sepenuh lewat doa puasa.

    Proses ketiga supaya Ester bisa berpindah dari maut ke suasana mempelai: berdoa dan berpuasa--mengalami percikan darah; ini menunjuk pada ruangan maha suci. Di ruangan maha suci hanya ada tabut perjanjian dan di situ ada percikan darah.

    Hasil doa puasa:


    • Matius 6: 17
      6:17 Tetapi apabila engkau berpuasa, minyakilah kepalamu dan cucilah mukamu,

      Ikuti proses berpindah dari suasana maut ke suasana mempelai--suasana sorga. Mulai dipanggil--hidup benar, mantap dalam pengajaan yang benar. Pasti maju masuk ke ruangan suci--dipilih, dikhususkan; digembalakan dan disucikan--sampai menjadi terang dunia--diangkat jadi imam-imam sampai jadi terang dunia. Sudah dipakai oleh TUHAN, diberkati, jangan bangga! Sebab masih menghadapi kesulitan sampai antikris, yang hanya bisa dilawan dengan doa puasa--percikan darah.

      Mari doa puasa, dilatih. Jemaat juga diikutsertakan dalam doa puasa--Ester berkata: 'berpuasalah untuk aku'.

      Doa puasa yang benar adalah


      1. Minyakilah kepalamu= pikiran diurapi/disucikan oleh Roh Kudus.
      2. Muka dibasuh= wajah; hati disucikan oleh air firman. Kalau wajahnya pucat, hatinya takut.


      Jika digabung, doa puasa adalah memberikan kesempatan seluas-luasnya kepada firman pengajaran yang benar dalam urapan Roh Kudus untuk menyucikan hati dan pikiran kita dari segala yang berbau daging.

      Ester berpuasa tiga hari tiga malam--angka tiga menunjuk pada kematian dan kebangkitan Yesus; perobekan daging--, artinya terjadi penyucian sampai daging tidak bersuara--keinginan daging, kepentingan daging, kebenaran, kekuatiran, ketakutan, kesusahan dan lain-lain dimatikan--, sehingga bisa mengasihi TUHAN lebih dari semua--lebih dari dirinya sendiri--, dan kita bisa menyerah sepenuh pada TUHAN ('kalau aku harus mati, biarlah aku mati'). Ini sama dengan Yesus: 'Ya Abba, ya Bapa, lalukanlah cawan ini dari pada-Ku, tetapi bukan kehendak-Ku yang jadi, melainkan kehendak-Mu.' TUHAN Yesus memang tidak boleh disalibkan, karena Dia baik, tidak berbuat dosa, tetapi Dia ada penyerahan sepenuh.

      Ester berpuasa tiga hari, TUHAN Yesus berpuasa 40 hari--angka 40 menunjuk pada perobekan daging--, bukan waktunya atau harinya yang ditekankan, tetapi dalam arti yang rohani yaitu sampai daging tidak bersuara lagi--kematian suara daging.

      Menghadapi apa saja, gunakan cara Ester dan TUHAN Yesus. Serahkan pada kehendak TUHAN sepenuhnya! Memang harus kehilangan sesuatu, serahkan pada TUHAN kalau itu memang kehendak TUHAN dan Ia tidak akan menipu kita.

      Wahyu 12: 14
      12:14 Kepada perempuan itu diberikan kedua sayap dari burung nasar yang besar, supaya ia terbang ke tempatnya di padang gurun, di mana ia dipelihara jauh dari tempat ular itu selama satu masa dan dua masa dan setengah masa.

      'selama satu masa dan dua masa dan setengah masa' = tiga setengah tahun.
      Kalau kita sudah menyerah sepenuh dan disucikan sampai daging tidak bersuara, TUHAN akan karuniakan dua sayap burung nasar yang besar; ada jalan keluar dari TUHAN.

      Semakin disucikan, kita semakin menyerahkan hidup kepada TUHAN, semakin daging tidak bersuara dan dua sayap burung nasar semakin besar sampai maksimal, dan kita akan disingkirkan ke padang gurun, jauh dari mata antikris.

      Kita dipelihara dan dilindungi secara langsung oleh TUHAN lewat firman pengajaran dan perjamuan suci selama 3,5 tahun. Di sinilah kita akan makan perjamuan suci setiap hari. Tidak boleh dtiolak! Sekarang, tiga macam ibadah terus ditingkatkan sampai di padang gurun, setiap hari perjamuan suci.

      Mari, mulai sekarang kita harus bergantung pada firman. Nanti, saat antikris berkuasa, apa yang kita punya sudah tidak berlaku lagi--deposito, ijazah dan lain-lain. Yang boleh hanya menyembah antikris--semua sudah diblokir dengan cap 666. Sekarang jangan bergantung kepada segala sesuatu di dunia. Yang kerja, tetap kerja, tetapi kita bergantung pada TUHAN--mengarah pada fulltimer--nanti di padang gurun semuanya menjadi fulltimer.

      Yang sekarang kerja dan lain-lain mengarah pada fulltimer, artinya bukan menjual semua, tetapi utamakan TUHAN--ibadah pelayanan--lebih dari semua. Saat ibadah tidak mau terganggu lagi dengan pekerjaan dan lain-lain.
      Kalau hamba TUHAN yang 100% jangan lagi mau cari tambahan penghasilan. Semua ke arah 100% fultimer, kalau yang sudah 100% malah mengarah ke arah sebaliknya, pasti tertinggal. Jangan main-main! Biarlah kita bergantung sepenuhnya kepada TUHAN.

      Kita berpuasa untuk mengalami penyucian kepala dan muka, sampai mendapatkan dua sayap burung nasar yang besar.


    • Ester 5: 1-2
      5:1 Pada hari yang ketiga Ester mengenakan pakaian ratu, lalu berdirilah ia di pelataran dalam istana raja, tepat di depan istana raja. Raja bersemayam di atas takhta kerajaan di dalam istana, berhadapan dengan pintu istana itu.
      5:2 Ketika raja melihat Ester, sang ratu, berdiri di pelataran, berkenanlah raja kepadanya, sehingga raja
      mengulurkan tongkat emas yang di tangannya ke arah Ester, lalu mendekatlah Ester dan menyentuh ujung tongkat itu.

      Hasil kedua: mendapatkan tongkat emas; ini adalah kemuliaan TUHAN--Roh Kemuliaan. Kalau dulu, ada percikan darah, ada shekina glory. Sekarang, adalah Roh kemuliaan.

      Menerima tongkat emas ini lewat berpuasa. Mungkin kita sudah banyak usaha, tetapi kalau tidak ada tongkat emas, mati. Sekalipun Ester sudah bersolek, pakai banyak gelang, kalau tidak ada tongkat emas, mati. Yang penting adalah tongkat emas. Salah satunya lewat puasa. Ini rahasia hamba TUHAN.

      "Saya selalu ditegor om Pong: 'Pak Wi, puasa?': 'Iya': 'Papa juga puasa.' Harus puasa. Kalau tidak puasa, bukan dapat tongkat emas, tetapi tongkat jadi ular."

      Tongkat emas= kemurahan dan kemuliaan TUHAN. Di balik percikan darah ada Roh kemuliaan.
      1 Petrus 4: 12-14
      4:12 Saudara-saudara yang kekasih, janganlah kamu heran akan nyala api siksaan yang datang kepadamu sebagai ujian, seolah-olah ada sesuatu yang luar biasa terjadi atas kamu.
      4:13 Sebaliknya, bersukacitalah, sesuai dengan bagian yang kamu dapat dalam penderitaan Kristus, supaya kamu juga boleh bergembira dan bersukacita pada waktu Ia menyatakan kemuliaan-Nya.
      4:14 Berbahagialah kamu, jika kamu dinista karena nama Kristus, sebab
      Roh kemuliaan, yaitu Roh Allah ada padamu.

      Kalau kita menderita, dinista karena nama Yesus, maka Roh kemuliaan ada pada kita. Untuk apa Roh kemuliaan--shekina glory--?

      Tadi, di Wahyu 12: 1, tubuhnya masih jasmani, tetapi sudah tidak berbuat dosa. Ditambah dengan puasa, supaya mengalami pembaharuan dari manusia daging menjadi manusia rohani seperti Yesus. Waktu masih hidup, Yesus dalam tubuh jasmani, tetapi tidak berbuat dosa. Begitu Yesus disalibkan dan mati, Ia bangkit dalam tubuh kemuliaan--tubuh rohani--, baru bisa naik ke sorga.

      Begitu juga kita. Kita digembalakan, disucikan sampai tidak ada dosa lagi, tetapi masih dalam tubuh daging, sebab itu perlu puasa. Percikan darah bukan hanya puasa, tetapi bisa juga dalam bentuk fitnahan, kita benar malah disingkirkan. Nikmati itu semua! Apapun yang sudah kita terima ikuti saja, mau diapakan saja terserah, seperti Ester: 'Kalau aku harus mati, biarlah aku mati.' Yang penting kita melayani TUHAN sungguh-sungguh!

      "Terserah" artinya akan berhadapan dengan TUHAN, kita cuma pesuruh TUHAN. Roh kemuliaan mengubahkan kita dari manusia daging menjadi manusia rohani seperti Yesus, mulai dengan jujur dan percaya.

      Hari-hari ini, jujur dan percaya! Jujur artinya ya katakan: ya, tidak katakan: tidak, benar katakan: benar dan dukung, tidak benar katakan: tidak benar dan tinggalkan. Percaya: termasuk taat kepada TUHAN.

      Kalau jujur dan percaya, kita sama seperti bayi yang baru lahir--bayi yang lapar atau kenyang akan jujur--, dan yang hanya menangis--saat bayi menangis, dia percaya bahwa ibunya akan memberikan makan.
      Demikian juga kita terhadap TUHAN: 'Aku jatuh, pelayanan amburadul, tetapi siang ini aku jujur, aku memang salah, tetapi saya percaya, Engkau masih menolong.'

      Segala usaha sudah kita lakukan, tinggal satu, yaitu jujur dan percaya. Ini sama dengan memegang tongkat emas. Kemurahan dan kemuliaan TUHAN yang bekerja.

      Contoh-contoh kehidupan yang jujur dan percaya:


      1. Salah satu contoh pelayanan yang gagal adalah Petrus--Petrus diperintahkan untuk menangkap manusia, malah kembali menangkap ikan. Ia menangkap ikan, tetapi gagal dan telanjang. TUHAN tanya: 'Ada lauk pauk?' Dijawab: 'Tidak ada'--jujur.
        Lalu TUHAN katakan: 'Tebarkan jalamu.' Lalu mereka menebarkannya--percaya.

        Bukan malah mengamuk: semalaman tidak bisa menangkap ikan, diperintahkan menerbarkan jala siang hari.
        Yohanes 21: 5-6
        21:5 Kata Yesus kepada mereka: "Hai anak-anak, adakah kamu mempunyai lauk-pauk?" Jawab mereka: "Tidak ada."
        21:6 Maka kata Yesus kepada mereka: "Tebarkanlah jalamu di sebelah kanan perahu, maka akan kamu peroleh."
        Lalu mereka menebarkannya dan mereka tidak dapat menariknya lagi karena banyaknya ikan.

        Ini menyangkut pelayanan bagi gembala, tetapi juga merupakan profesi bagi jemaat.

        "Ada kesaksian. Ada jemaat yang kerja sama dengan teman, modalnya banyak (modal dari temannya), malah tokonya sepi. Tetapi setelah modalnya ditarik, dia ketakutan, tetapi malah ramai. Dari siapa ini? Roh kemuliaan; kemurahan TUHAN; tongkat emas. Ini membuktikan, seringkali kita percaya pada modal, bukan pada TUHAN"
        Percikan darah berguna untuk menyucikan kita dari dosa-dosa yang tidak kita sadari. Seringkali kita tidak jujur: Ya .. tetapi.. Harus dipercik darah, biar sadar. Jangan tunggu! Siang ini, jujur dan percaya!

        'Lalu mereka menebarkannya' = percaya. Langsung percaya pada TUHAN; taat, tidak usah dipikir lagi--ini siang hari, di pantai, nanti kalau ... dan seterusnya. Kalau sudah jujur dan percaya kepada TUHAN: 'Terserah TUHAN, kalau aku harus mati, biarlah mati.' Akhirnya murid-murid menangkap banyak ikan.

        Mungkin sudah banyak usaha kita, tinggal satu, yaitu jujur dan percaya. Mungkin semua jalan sudah tidak bisa--bagi pedagang, pengusaha--, tinggal satu, yaitu tongkat emas--jujur dan percaya.


      2. Kalau perempuan (Matius 15): 'Benar TUHAN, tetapi anjing makan remah-remah.' Ini jujur; dulu lidahnya banyak gosip sampai anak jadi begini, pekerjaan suami hancur-hancuran dan jemaat sampai jadi begini. Terlalu banyak bergosip, sekarang berkata: 'Benar TUHAN, aku yang bersalah.'

        Jujur dan percaya bahwa Yesus sanggup menolong nikah dan buah nikahnya. Suaminya tidak tahu ke mana--tidak mau di rumah--, karena ia terlalu banyak bicara. Suami saja tidak mau, apalagi jemaat.

        Siapa saja, para wanita, masalah nikah dan buah nikah, katakan: 'Benar TUHAN, ampuni saya, saya percaya Engkau pulihkan nikahku.'--lidah hanya menyembah; kata-kata iman.


      3. Sampai seperti Sadrakh, Mesakh dan Abednego: 'Kalau TUHAN tidak menolong, kami tidak akan menyembah patung tuanku.' Ini jujur; mau berpegang pada pengajaran yang benar dan penyembahan yang benar.
        Mereka harus menghadapi pengajaran palsu dan penyembahan palsu. Ini adalah percikan darah terakhir.
        Kita akan menghadapi pengajaran palsu dan penyembahan palsu. Tetapi dihadapi dengan jujur dan percaya sepenuh pada TUHAN. Tiga orang masuk api, tetapi ada empat orang--satu di antara mereka, mukanya dalam kemuliaan; bermuka dewa.

        Tiga orang menunjuk pada tubuh, jiwa dan roh, akan diubahkan jadi sama mulia dengan Yesus. Apipun tidak bisa membakar. Nanti di awan-awan saat kedatangan Yesus kedua kali dalam kemuliaan, akan disertai dengan api yang dahsyat. Inilah gambaran pertemuan di awan-awan; tubuh, jiwa, roh kita akan diubahkan menjadi sama dengan Yesus dan kita akan terangkat di awan-awan.

        2 Tesalonika 1: 7
        21:7 dan untuk memberikan kelegaan kepada kamu yang ditindas, dan juga kepada kami, pada waktu Tuhan Yesus dari dalam sorga menyatakan diri-Nya bersama-sama dengan malaikat-malaikat-Nya, dalam kuasa-Nya, di dalam api yang bernyala-nyala,

        'untuk memberikan kelegaan kepada kamu yang ditindas' = karena pengajaran yang benar, penyembahan yang benar kita ditindas.

        Mari, siang ini, kita jujur dan percaya, dan TUHAN akan menolong kita!

        Ini merupakan nubuat saat nanti di awan-awan; Yesus datang dengan api, karena itu kita harus tahan menghadapi nyala api siksaan.

        Penyembahan dan pengajaran palsu ini yang paling terakhir. Kalau tidak kuat, teriak pada TUHAN, supaya api kemuliaan TUHAN datang. TUHAN tolong kita semua. Pelayanan, pekerjaan, nikah-buah nikah, kehidupan kita dan apa saja, TUHAN sanggup adakan mujizat dan keubahan akan terjadi. TUHAN tolong kita.

TUHAN memberkati.

kembali ke halaman sebelumnya
IBADAH RUTIN DI MALANG

Minggu jam 06:45 (Ibadah Raya)
Minggu jam 10:15 (Ibadah Sekolah Minggu)
Selasa jam 17:15 (Ibadah Pendalaman Alkitab)
Rabu jam 07:30 (Ibadah Kaum Wanita)
Kamis jam 17:15 (Ibadah Doa Penyembahan)
Sabtu jam 17:15 (Ibadah Kaum Muda Remaja)

IBADAH RUTIN DI MEDAN
Royal Room Hotel Danau Toba Internasional
Jl. Imam Bonjol Medan

Minggu, jam 18:45 (Ibadah Raya)
Senin, jam 08:00 (Ibadah Pendalaman Alkitab)
Senin, jam 17:30 (Ibadah Pendalaman Alkitab)

IBADAH RUTIN DI SURABAYA

Minggu jam 09:15 (Ibadah Sekolah Minggu)
Minggu jam 10:25 (Ibadah Raya)
Rabu jam 17:30 (Ibadah Pendalaman Alkitab)
Jumat jam 17:30 (Ibadah Doa Penyembahan)


IBADAH RUTIN DI JAKARTA
Jl. Patra Kuningan XIV no.4
Jakarta Selatan
Sabtu, jam 09:00 (Ibadah Pendalaman Alkitab)

IBADAH KUNJUNGAN
  • 05-07 November 2019
    (Ibadah Kunjungan di Tentena)

  • 26-28 November 2019
    (Ibadah Kunjungan di Ciawi & Jakarta)

  • 28-30 Januari 2020
    (Ibadah Kunjungan di Medan)

  • 13-18 April 2020
    (Ibadah Kunjungan di Korea Selatan)

All Right Reserved Gereja Pantekosta Tabernakel "KRISTUS KASIH"
Jln. Simpang Borobudur 27 Malang | Telp: (0341) 496949 | Fax: (0341) 476751 » Lihat Peta Gereja Kami di Malang
Jln. WR Supratman 4 Surabaya | Telp. 08123300378 » Lihat Peta Gereja Kami di Surabaya
hubungi kami | email: info@gptkk.org | sitemap | top