English Language | Form Penggembalaan
RINGKASAN KOTBAH IBADAH RUTIN DAN IBADAH KUNJUNGAN
RINGKASAN LAINNYA

Ibadah Raya Surabaya, 11 Juli 2010 (Minggu Sore)
Penyerahan Anak
Yeremia 17: 7-8
17:7. Diberkatilah orang yang mengandalkan TUHAN, yang menaruh harapannya pada TUHAN!
17:8. Ia akan seperti pohon yang ditanam di...

Ibadah Kaum Muda Remaja Malang, 06 Januari 2018 (Sabtu Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Lukas 12
Dalam susunan Tabernakel, Lukas 12 ini terkena pada...

Ibadah Doa Malam Session I Malang, 31 Agustus 2017 (Kamis Malam)
Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Kita belajar tentang pelita emas/ kaki dian...

Ibadah Kaum Muda Remaja, 20 November 2010 (Sabtu Sore)
Markus 15 menunjuk pada 7 percikan darah di atas Tabut Perjanjian.
Markus 15:1-20a adalah permulaan penderitaan...

Ibadah Doa Malang, 20 Oktober 2009 (Selasa Sore)
bersamaan dengan Ibadah Doa Puasa Session III

Salam sejahtera dalam kasih sayang...

Ibadah Doa Malang, 20 Desember 2016 (Selasa Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Wahyu 4:8-11 tentang kegiatan di tahta Surga:
Kegiatan penyucian.
Wahyu...

Ibadah Kenaikan Tuhan Malang, 25 Mei 2017 (Kamis Pagi)
Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Wahyu 6:1-2
6:1 Maka aku...

Ibadah Pendalaman Alkitab Surabaya, 02 Februari 2018 (Jumat Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayangnya TUHAN kita Yesus Kristus. Selamat malam, selamat mendengarkan firman TUHAN. Biarlah damai...

Ibadah Pendalaman Alkitab Malang, 11 Juni 2015 (Kamis Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Wahyu 3:1-6 tentang sidang jemaat di...

Ibadah Kaum Muda Malang, 28 Februari 2009 (Sabtu Sore)
Markus 13 dalam Tabernakel terkena pada dua loh batu (isi Tabut Perjanjian). Dua loh batu...

Ibadah Doa Surabaya, 31 Januari 2018 (Rabu Sore)
Dari rekaman ibadah doa di Medan

Salam sejahtera dalam kasih sayangnya TUHAN kita Yesus Kristus. Selamat malam, selamat...

Ibadah Pendalaman Alkitab Surabaya, 13 Juli 2015 (Senin Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayangnya TUHAN kita Yesus Kristus. Selamat malam, selamat mendengarkan firman TUHAN. Biarlah damai...

Ibadah Raya Surabaya, 01 September 2019 (Minggu Siang)

Ibadah Kaum Muda Remaja Malang, 03 Februari 2018 (Sabtu Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Lukas 12
Dalam susunan Tabernakel, Lukas 12 terkena pada...

Ibadah Doa Malam Surabaya, 07 September 2016 (Rabu Malam)
Selamat malam.
Sebagai dasar dari doa malam, kita membaca Yohanes 9: 37-38
9:37. Kata Yesus kepadanya: "Engkau bukan saja melihat Dia;...


TRANSKRIP LENGKAP

Doa Surabaya (Rabu, 26 November 2014)
Tayang: 10 Mei 2019
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 24 November 2014)
Tayang: 10 Mei 2019
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 23 November 2014)
Tayang: 07 Januari 2019
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 19 November 2014)
Tayang: 07 Januari 2019
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 17 November 2014)
Tayang: 07 Januari 2019
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 09 November 2014)
Tayang: 22 Agustus 2018
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 05 November 2014)
Tayang: 04 Juni 2018
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 03 November 2014)
Tayang: 04 Juni 2018
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 02 November 2014)
Tayang: 03 Maret 2018
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 20 Oktober 2014)
Tayang: 13 Desember 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 13 Oktober 2014)
Tayang: 13 Desember 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 12 Oktober 2014)
Tayang: 24 Oktober 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 08 Oktober 2014)
Tayang: 18 September 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 06 Oktober 2014)
Tayang: 05 September 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 05 Oktober 2014)
Tayang: 05 September 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 01 Oktober 2014)
Tayang: 05 September 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 29 September 2014)
Tayang: 24 Juni 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 21 September 2014)
Tayang: 19 Mei 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 17 September 2014)
Tayang: 29 April 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 15 September 2014)
Tayang: 29 April 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]



Untuk Koneksi Lambat, silahkan buka http://id.gptkk.org
Transkrip lengkap dari ibadah penggembalaan di Malang dan Surabaya, semuanya di bawakan oleh gembala sidang Pdt. Widjaja Hendra.

Silahkan kontak ke info@gptkk.org apabila bapak/ibu/sdr/sdri ada pertanyaan atau mungkin ingin berlangganan majalah Manna dan silahkan kirim email ke widjaja_h [at] yahoo.com apabila ingin konsultasi pribadi dengan bapak gembala
silahkan ganti tanda [at] dengan @
Cari ringkasan:   
[versi cetak]
Cari rekaman ibadah ini di: http://www.kabarmempelai.org
Ibadah Raya Surabaya, 26 Maret 2017 (Minggu Siang)

Salam sejahtera dalam kasih sayangnya TUHAN kita Yesus Kristus. Selamat siang, selamat mendengarkan firman TUHAN. Biarlah kasih dan bahagia dari TUHAN dilimpahkan di tengah-tengah kita sekalian.

Kita kembali pada kitab Wahyu 6: 1-2 (diterangkan mulai dari Ibadah Pendalaman Alkitab Surabaya, 13 Maret 2017), siang ini kita masih titik beratkan di ayat 2.
Wahyu 6: 2
6:2. Dan aku melihat: sesungguhnya, ada seekor
kuda putih dan orang yang menungganginya memegang sebuah panah dan kepadanya dikaruniakan sebuah mahkota. Lalu ia maju sebagai pemenang untuk merebut kemenangan.

Secara negatif, kuda menunjuk pada manusia daging dengan segala keamampuan, keinginan dan hawa nafsunya yang mengarah pada dosa; secara positif menunjuk pada kuasa Roh Kudus--dulu Elia naik ke sorga dengan kuda berapi (2 Raja-raja 2: 11) (diterangkan pada Ibadah Raya Surabaya, 19 Maret 2017).

Kemudian ada penunggang kuda, yaitu Yesus sendiri (diterangkan pada Ibadah Pendalaman Alkitab Surabaya, 20 Maret 2017). Ada panah dan busur, menunjuk pada firman pengajaran--busur menunjuk pada alkitab, anak panah menunjuk pada ayat-ayat dalam alkitab. Kalau dipanahkan, akan menjadi cahaya anak panah, itulah pembukaan firman Allah, yaitu ayat yang satu menerangkan ayat yang lain dalam alkitab--cahaya Injil tentang kemuilaan Kristus; firman pengajaran yang benar, yang lebih tajam dari pedang bermata dua.
Ini adalah pengertian umum dari kuda.

Sekarang kita belajar tentang kuda putih. Kuda putih yang ditunggangi Yesus menunjuk pada kegerakan Roh Kudus hujan akhir yang dipimpin oleh Yesus sendiri. Ini adalah KEGERAKAN DALAM FIRMAN PENGAJARAN untuk menyucikan kita dari ddosa-dosa--menghukum dosa.

Tujuh meterai ini sebenarnya merupakan penghukuman; nanti tujuh sangkakala dna tujuh bokor juga merupakan penghukuman.
Untuk meterai pertama ini, yang dihukum adalah dosa, supaya kita tidak dihukum.
Kalau tetap dalam dosa, kita akan dihukum.

Jadi, KEGERAKAN ROH KUDUS HUJAN AKHIR ADALAH KEGERAKAN DALAM FIRMAN PENGAJARAN, yang dipimpin oleh Yesus untuk mempersiapkan gereja TUHAN sampai menjadi sempurna seperti Dia untuk layak menyambut kedatangan-Nya kedua kali di awan-awan yang permai, masuk kerajaan Seribu Tahun Damai--Firdaus yang akan datang--, sampai masuk Yerusalem baru, kerajaan sorga yang kekal.

Kalau ada dosa, akan dihukum.Tidak boleh cacat cela, supaya kita menjadi sempurna seperti Yesus. Kita menjadi mempelai wanita sorga--Yesus adalah kepala/Suami dan kita tubuh-Nya/isteri.

Inilah kegerakan kuda putih atau kegerakan Roh Kudus hujan akhir. Yang dihukum adalah dosa. Kalau yang pertama ini kita ikuti--dosa dihukum--, dua puluh hukuman yang lain tidak kena juga pada kita. Tetapi kalau di sini kita tetap mempertahankan dosa, kita akan mengalami tiga kali tujuh penghukuman sampai kiamat, bahkan neraka selamanya.

Puncak dari tiga kali tujuh penghukuman di bumi adalah kiamat, sampai kebinasaan di neraka--dulu sepuluh tulah di Mesir sudah dahsyat.

Markus 11: 1-2
11:1. Ketika Yesus dan murid-murid-Nya telah dekat Yerusalem, dekat Betfage dan Betania yang terletak di Bukit Zaitun, Yesus menyuruh dua orang murid-Nya
11:2. dengan pesan: "Pergilah ke kampung yang di depanmu itu. Pada waktu kamu masuk di situ, kamu akan segera menemukan seekor keledai muda tertambat, yang belum pernah ditunggangi orang. Lepaskan keledai itu dan bawalah ke mari.

Yesus menunggangi keledai lalu masuk Yerusalem dengan sorak-sorai: Hosana...hosana.
Di sini, kegerakan Roh Kudus hujan akhir digambarkan dengan perjalanan terakhir Yesus menuju ke Yerusalem. Ini adalah kegerakan kuda putih yang dipimpin oleh Yeuss masuk Yerusalem baru; dulu masuk Yerusalem di timur tengah.

Yang menajdi sasaran adalah keledai, itulah bangsa kafir--Simson menyebut bangsa Filistin (bangsa kafir) sebagai bangsa keledai.
Mengapa bangsa kafir yang dipakai? Karena bangsa Isarel sudah menjadi kuda liar (kuda yang terlepas dari kandang)--berbuat dosa sampai puncaknya dosa--, tidak bisa dipegang dan ditunggangi lagi. Ketika bangsa Israel menyembah patung di bawah kaki gunung Sinai, mereka benar-benar seperti kuda yang terlepas dari kandang.

Kalau bangsa kafir bisa diikutsertakan dan dipakai dalam kegerakan Roh Kudus hujan akhir, itu merupakan anugerah dan kepercayaan TUHAN yang besar, bukan siksaan!

Kalau tidak masuk pembangunan tubuh Kristus, pasti masuk kegerakan Babel--keledai ditunggangi oleh Bileam--; kesempurnaan dalam kejahatan dan kenajisan sampai menjadi mempelai wanita setan yang akan dibinasakan.

Kegerakan pembangunan tubuh Kristus yang sempurna yaitu:

  • Mulai dari nikah rumah tangga.
    Mari, layani nikah dengan baik! Mungkin suami bengis sekali, tetapi harus bisa melayani; membalas kejahatan den kebaikan. Kalau melayani suami saja tidak bisa, bagaimana bisa melayani dalam penggembalaan, nanti jadi munafik. Anak-anak melawan orang tua terus, tetapi di penggembalaan bisa sopan, itu munafik nanti.


  • Penggembalaan.
  • Antar pengggembalaan--ibadah-ibadah kunjungan.

    "Selasa sore saya berangkat ke Papua, yang tidak ikut tetap mendoakan. Masih banyak tugas kita, nanti akhir bulan lima di Square Ballroom, ibadah persekutuan tubuh Kristus sekaligus pembukaan Lempin-El angkatan XXXIX. Tahun depan kita berdoa, Lempin-El sudah angkatan yang keempat puluh dan umur Lempin-El sudah lima puluh tahun, siapa tahu bisa persekutuan internasional. Sekarang sudah beberapa negara, tetapi tahun depan kita intensifkan lagi. Dulu yang pernah diundang Pdt In Juowno, nanti saya cari alamatnya, kalau bisa kita undang kembali, sebagai kelanjutan kabar mempelai, bukan untuk saya. Saya tidak bisa apa-apa, tetapi saya hanya melanjutkan. Gereja di Malang hanya melanjutkan, tidak membangun sendiri. Semuanya, saya hanya melanjutkan. Saya tidak bisa sendiri, dan tinggal melanjutkan.
    Inilah kepercayaan dan kemurahan TUHAN yang besar kepada kita semua. Jangan lepaskan kepercayaan dan anugerah TUHAN yang besar kepada kita!
    Saya digembalakan oleh Pdt In Juwono dan Pdt Pong. Beliau berdua selalu berkata: Kita berdoa jangan sampai kepercayaan TUHAN dialihkan pada orang lain! Itu selalu terngiang di telinga dan hati saya. Pegang kepercayaan dan anugerah TUHAN yang besar dalam hidup kita! Kalau dialihkan, tidak ada lagi kita di sana--seperti Yudas digantikan oleh Matias. Bukan hanya jubahnya yang hilang, tetpai juga robek perutnya, bnear-benar habis.
    "

Syarat supaya keledai--bangsa kafir--dipakai TUHAN dalam kegerakan Roh Kudus hujan akhir: keledai harus tertambat, tidak boleh liar.
Markus 11: 2
11:2. dengan pesan: "Pergilah ke kampung yang di depanmu itu. Pada waktu kamu masuk di situ, kamu akan segera menemukan seekor keledai muda tertambat, yang belum pernah ditunggangi orang. Lepaskan keledai itu dan bawalah ke mari.

Keledai bukan tertambat pada dosa--'belum pernah ditunggangi orang' berarti belum ditunggangi dosa--, tetapi pada pokok anggur yang benar, artinya tertambat pada firman pengajaran yang benar--pribadi Yesus--; tergembala pada firman pengajaran yang benar.

Kejadian 49: 11
49:11. Ia akan menambatkan keledainya pada pohon anggur dan anak keledainya pada pohon anggur pilihan; ia akan mencuci pakaiannya dengan anggur dan bajunya dengan darah buah anggur.

Keledai muda, artinya:

  1. Orang muda. Kaum muda, siap-siap dipakai oleh TUHAN!
  2. Orang yang baru mendengar kabar mempelai/firman pengajaran yang benar, tetapi sudah menggebu-gebu.
    Hati-hati, banyak yang terdahulu menjadi terkemudian. Kita yang sudah lama, jangan sampai jadi yang terkemudian.

    Mertua Petrus sakit demam. Bahaya! Mertua Petrus itu artinya mempersiapkan isterinya Petrrus menjadi mempelai wanita. Ini artinya orang yang sudah lama dalam kabar mempelai, tetapi tahu-tahu sakit demam: 'Kita tidak bisa kalau hanya pengajaran, tidak maju-maju, harus ditambah ini itu, dikurangi ini iru dan sebagainya.' Hatii-hati! Banyak yang terdahulu menjadi yang terkemudian.

    "Tadi saya cerita di Malang, mohon maaf klau dianggap kesombongan. Saya kaget juga, hanya lewat majalah. Orang yang dipakai di Eropa dalam biadah-ibadah tahunan dan sebagainya--orang Indonesia yang tinggal di Eopa. Dia undang hamba TUHAN dari mana-mana. Setelah baca majalah manna, dia tinggalkan semua itu, sampai temannya anggap dia 'agak-agak'. Sekarang dia sendirian yang di depan laptop untuk ikut siaran langsung. Kalau dulu dia kumpul, sekalipun sudah ibadah KKR, dia minum anggur, sekarang dia tidak mau lagi. Tambah dianggap 'agak-agak.' Cara berpakaian juga.ini pekerjaan firman. Jangan sampai kita yang sudah lama jadi demam, sedangkan yang baru begitu menggebu."


  3. Orang yang selalu dibaharui oleh kekuatan firman pengajaran yang benar; seperti burung rajawali.

Inilah orang muda yang mau dipakai oleh TUHAN. Bisa orang yang muda, bisa juga orang yang baru dalam kabar mempelai dan sungguh-sungguh, tetapi yang jelas, semuanya harus dibaharui lewat kabar mempelai. Itu yang akan dipakai oleh TUHAN.

Tertambat pada pokok anggur yang benar= tertambat/tergembala pada firman pengajaran yang benar, sehingga mengalami penyucian.
Kejadian 49: 11
49:11. Ia akan menambatkan keledainya pada pohon anggur dan anak keledainya pada pohon anggur pilihan; ia akan mencuci pakaiannya dengan anggur dan bajunya dengan darah buah anggur.

Kalau tergembala pada pengajaran yang benar, kita akan mengalami penyucian secara intensif mulai dari dalam hati kita--sasaran dari penggembalaan adalah hati. Banyak yang ada di dalam hati, tetapi kalau dikelompokkan hanya ada dua:

  1. Keinginan najis, yang mengarah pada dosa makan minum (merokok, mabuk dan narkoba) dan dosa kawin mengawinkan (dosa percabulan dengan berbagai ragamnya dan nikah yang salah).
    Ini adalah tabiat bangsa kafir yaitu seperti babi yang berkubang dalam kubangan dosa; babi yang dimandikan kembali lagi ke kubnagan. Ini yang harus disucikan dari bangsa kafir.


  2. Keinginan jahat yaitu:


    1. Kepahitan: iri, benci tanpa alasan dan lain-lain, yang dikeluarkan lewat perkataan-perkataan jahat atau perkataan sia-sia: dusta, ftinah, gosip dan lain-lain.
      Ini adalah taibat bangsa kafir yaitu seperit anjing yang menjilat muntahnya.


    2. Keinginan akan uang yang membuat kikir dan serakah sampai mencuri.
      Kikir= tidak bisa memberi.
      Serakah= merampas milik orang lain, terutama milik TUHAN yaitu persepuluhan dan persembahan khusus. Mulai dari gembala, kalau tidak mengembalikan milik TUHAN, berat sekali, tidak ada pokok anggur yang benar--tidak ada pengajaran yang benar.

      Ini adalah tabiat bangsa kafir yaitu kuatir--jangalah kamu kuatir akan apa yang kamu makan dan pakai, karena itu dicari bangsa-bangsa yang tidak mengenal Tuhan (bangsa kafir).
      Selalu kuatir, padahal seringkali itu hanya godaan. Kalau kita bertindak, TUHAN tolong kita.
      Tabiat kekuatiran jug aharus disucikan!

Kalau bangsa kafir tergembala pada firman pengajaran yang benar dan mengalami penyucian hati, perkataan dan perbuatan secara intensif, kita akan lebih bahagia memberi dari pada menerima.
Kisah Rasul 20: 28, 33, 35
20:28. Karena itu jagalah dirimu dan jagalah seluruh kawanan, karena kamulah yang ditetapkan Roh Kudus menjadi penilik untuk menggembalakan jemaat Allah yang diperoleh-Nya dengan darah Anak-Nya sendiri.
20:33. Perak atau emas atau pakaian tidak pernah aku ingini dari siapapun juga.
20:35. Dalam segala sesuatu telah kuberikan contoh kepada kamu, bahwa dengan bekerja demikian kita harus membantu orang-orang yang lemah dan harus mengingat perkataan TUHAN Yesus, sebab Ia sendiri telah mengatakan:
Adalah lebih berbahagia memberi dari pada menerima."

Ini terjadi di penggembalaan. Karena itu penggembalaan ini sangat penting.

"Saya mau tunjukkan dulu harga penggembalaan. Dulu kami mulai beribadah di sini bersama dengan empat keluarga, kira-kira dua belas orang. TUHAN beri hikmat, saya bawa Lempin-El dan pengerja, supaya gereja tidak banyak kosong. Ini ujian kesetiaan. Lama-lama ada zangkoor, termasuk saya ikut zangkoor karena tidak ada yang menyanyi. Menjadi sidang jemaat seperti ini bukan karena saya, tetapi darah Yesus. Harga penggembalaan adalah seharga darah Yeuss. Seorang gembala tidak boleh main-main dengan penggembalaan. Tugasnya adalah memberi makan--memelihara domba-domba--dan menaikkan doa penyahutan. Kalau main-main, akan berhutang darah Yesus yang tidak bisa dibayar. Domba-domba/sidang jemaat juga jangan main-main dengan penggembalaan! Kalau tidak sungguh-sungguh, juga berhutang darah Yesus yang tidak bisa dibayar dengan apapun, kecuali dengan kebinasaan selamanya. Benar-benar serius! Ini harga penggembalaan!"

Kita kembali lagi, dalam penggembalaan kita mengalami penycuian sampai lebih bahagia memberi dari pada menerima.
Tabiat bangsa kafir itu berasal dari keinginan. Harus disucikan dari keinginan najis dan keinginan jahat, sampai lebih bahagia memberi dari pada menerima.
Artinya:

  • Kita bisa mengembalikan milik TUHAN--persepuluhan dan persembahan khusus--lebih dulu. Ini dasar. Mengembalikan persepuluhan itu belum termasuk berkorban.
  • Kita bisa memberi untuk pekerjaan TUHAN: waktu, tenaga, pikiran sampai keuangan dan lain-lain.
  • Kita bisa memberi untuk sesama yang membutuhkan secara jasmani dan rohani.
    Mari, perhatikan mulai dari dalam nikah! Anak pada orang tua, jangan lupa! Kakak adik, kalau ada yang kelebihan dan melihat yang berkekurangan, jangan lupa!
    Mulai dalam nikah, kemudian penggembalaan, dan antar penggembalaan--kita memberi dan mengunjungi. Bayar sendiri semuanya.


  • Sampai yang terakhir, kita bisa memberikan seluruh hidup kita kepada TUHAN. Ini maksud dari ditunggangi oleh TUHAN, yaitu penyerahan sepenuh.

Kalau belum bisa mengembalikan persepuluhan, bagaimana bisa dipakai? Mulai dari saya nomor satu. Kalau gembala menjadi pendusta dan pencuri, coba bayangkan pencuri yang berkhotbah, bagaimana yang dikhotbahi? Yang di dalam saja kacau, apalagi kita keluar, lebih kacau lagi.
Mari sungguh-sungguh semua! Bukan tidak boleh menerima, tetapi dalam penyucian, kita lebih bahagia memberi dari pada menerima, sampai bisa menyerahkan seluruh hidup kita kepada TUHAN; seperti keledai yang ditunggangi Yesus.

Jadi KEGERAKAN ROH KUDUS HUJAN AKHRI ADALAH KEGERAKAN PENYERAHAN DIRI SEPENUH KEPADA TUHAN. Setelah kita digembalakan dan disucikan barulah kita bisa menyerahkan diri sepenuh pada TUHAN.

Sudah menyerah pada TUHAN, tetapi masih dibedakan lagi. Ada tiga macam penyerahan diri. Jadi tidak gampang untuk dipakai oleh TUHAN. Di dunia saja untuk jadi pegawa negeri susah sekali, bagaimana mungkin di dalam TUHAN mau gampang-gampang? Jangan begitu!
Mari sungguh-sungguh!

Ada tiga macam penyerahan diri kepada TUHAN:

  1. Markus 11: 7-8
    11:7. Lalu mereka membawa keledai itu kepada Yesus, dan mengalasinya dengan pakaian mereka, kemudian Yesus naik ke atasnya.
    11:8. Banyak orang yang menghamparkan pakaiannya di jalan, ada pula yang
    menyebarkan ranting-ranting hijau yang mereka ambil dari ladang.

    'Yesus naik ke atasnya'= keledai ditunggangi Yesus = penyerahan.

    Penyerahan diri kepada TUHAN yang pertama: penyerahan ranting--ranting dari kayu menunjuk pada daging; penyerahannya masih bersifat daging.

    "Masih ditelusuri oleh TUHAN. Lempin-El perhatikan! Mmenjadi hamba TUHAN sepenuh, penyerahannya apa? Penyerahan ranting atau apa?"

    Penyerahan daging contohnya adlah Petrus. Petrus hebat, tetapi penyerahannya ternyata bersifat daging; penyerahan diri tetapi masih tetap mempertahankan kedagingan yaitu keinginan, hawa nafsu, pandangan dan terutama pikiran daging/logika. Petrus pakai logika terus, bukan iman.
    Akibatnya ngeri.

    Matius 16: 21-23
    16:21. Sejak waktu itu Yesus mulai menyatakan kepada murid-murid-Nya bahwa Ia harus pergi ke Yerusalem dan menanggung banyak penderitaan dari pihak tua-tua, imam-imam kepala dan ahli-ahli Taurat, lalu dibunuh dan dibangkitkan pada hari ketiga.
    16:22. Tetapi Petrus menarik Yesus ke samping dan menegor Dia, katanya: "Tuhan, kiranya Allah menjauhkan hal itu! Hal itu sekali-kali takkan menimpa Engkau."
    16:23. Maka Yesus berpaling dan berkata kepada Petrus: "Enyahlah Iblis. Engkau suatu batu sandungan bagi-Ku, sebab engkau bukan memikirkan apa yang dipikirkan Allah, melainkan apa yang dipikirkan manusia."

    Ayat 21=Yesus memberitakan tentang salib, tetapi di ayat 22, Petrus menarik Yesus ke samping. Ini pikiran daging; bukan memikirkan Yesus dan pekerjaan TUHAN, tetapi diri sendiri: Kalau Yesus nanti ditangkap, aku ikut ditangkap juga; kalau Yesus disalib, aku disalib juga nanti. Gawat ini. Lebih baik jangan. Sekalipun satu dunia mati, terserah, yang penting aku enak.

    "Kalau gembala seperti ini, payah. Jemaat mau dikasih makan apa, terserah, yang penting aku istirahat, aku enak. Benar-benar gawat. Doakan saya jangan sampai begitu. Ini baru soal makanan, belum lainnya.
    Sidang jemaat juga, terserah yang lain mau apa, yang penting aku enak. Berat!
    Di rumah tangga kalau egois, berat. Tidak peduli anak isteri mau apa, yang penting aku santai. Isteri juga begitu: tidak peduli suamiku mau apa, yang penting aku enak.
    "

    Ini pemikiran daging yang menolak salib; hanya mencari yang enak bagi daging.
    Mari, sungguh-sungguh! Pemikiran daging itu menolak salib; tidak mau sengsara bersama Yesus, tidak mau berkorban untuk TUHAN.

    Akibatnya:


    1. Akibat pertama: 'Engkau suatu batu sandungan bagi-Ku'= jadi batu sandungan dan gampang tersandung.
      Orang yang menolak salib itu gampang tersandung dan menjadi sandungan; pikiran dan logika daging terus.


    2. Akibat kedua: menyangkal TUHAN saat harus menghadapi sengsara dan pencobaan; mengikuti jalan sendiri. Firman bilang tidak boleh, tetapi dia bilang: kali ini boleh karena aku kepepet.
      Ini menyangkal TUHAN.

      Hati-hati kaum muda, batas akhirnya adalah soal jodoh. Mungkin selama ini dia hebat seperti Petrus, tetapi kalau hanya mengikuti daging dan pemikiran daging, sampai di perjodohan akan menyangkal TUHAN.
      Kalau tidak mau menyangkal daging, pasti menyangkal TUHAN.


    Akhirnya bukan menjadi sama dengan Yesus, tetapi sama dengan setan--tidak mau bertobat sampai tidak bisa bertobat seperti setan--dan binasa selamanya.

    Kalau mau jadi sama dengan Yesus kita harus memikul salib juga, sebab di balik salib ada kemuliaan atau keubahan hidup.

    Mari, jangan pertahankan pikiran daging dan dosa! Kalau sekarang tidak mau membuang dosa saat firman menunjuk dosa kita, satu waktu tidak akan bisa bertobat; menjadi sama dengan setan yang akan dibinasakan sleamanya.
    Petrus hebat tetapi menolak salib, siapa kita? Hati-hati!

    Kalau kita beribadah serasa sengsara bagi daging, itu sudah benar. Lempin-El "Kristus Ajaib" kalau melayani ada sengsara daging, itu sudah benar. Di balik salib ada kebahagiaan dan kemuliaan.

    Ini penyerahan yang pertama. Penyerahan Petrus dikoreksi oleh TUHAN; untunglah Petrus masih disadarkan TUHAN lewat kokok ayam.
    Kokok ayam= firman penggembalaan yang diulang-ulang, untuk menyadarkan kita.

    Apapun kejatuhan dan kehancuran kita, kalau masih bisa mendengar firman penggembbalaan yang diulang-ulang, masih ada kesempatan untuk ditolong. Mungkin kali ini masih belum, tetapi masih mau datang, besok diulangilagi, lama-lama: Ampuni aku, TUHAN. Bisa tertolong.


  2. Markus 11: 8
    11:8. Banyak orang yang menghamparkan pakaiannya di jalan, ada pula yang menyebarkan ranting-ranting hijau yang mereka ambil dari ladang.

    Penyerahan diri kepada TUHAN yang kedua: penyerahan pakaian.
    Pakaian ditaruh di jalan, setelah keledai lewat pakaiannya diambil lagi.
    Ini adalah penyerahan yang tidak sungguh-sungguh atau setengah-setengah.

    Menyerahkan pakaian di jalan lalu diambil lagi, artinya: menyerahkan diri hanya untuk mendapat perkara di jalan--perkara-perkara di bumi/perkara daging. Contohnya Yudas Iskariot menyerahkan diri hanya untuk dapat uang. Sekarang, ini yang jadi jerat bagi kami hamba TUHAN/pelayan TUHAN. Bukan lagi tahbisan, tetapi profesi.

    Kalau profesi ada bayarannya semua. Sekarang pekerjaan di rumah TUHAN bukan tahbisan lagi, tetapi profesi. Profesional itu kelihatan bagus, karena dinilai oleh manusia/sistem dunia, tetapi sebenarnya masih jauh, belum sampai dinilai oleh TUHAN. Kalau tahbisan, itu dinilai oleh TUHAN. Banyak yang salah!

    "Saya senang kalau ada yang usul pada saya, tetapi jangan smapai mengganggu tahbisan; jangan sampai diarahkan pada cara-cara dunia. Yudas mau profesional--mencari uang--; kalau khotbah dapat berapa? Main musik berapa?
    Saya angkat topi pada pendahulu kita Pdt In Juwono, Pdt Pong dan Pdt Totaijs yang mengajarkan untuk bayar sendiri-sendiri, supaya benar-benar tahbisan, bukan profesi; tanggung jawab pada TUHAN, bukan untuk mencari sesuatu di dunia.
    "

    Yudas Iskariot mencari uang, tetapi ada juga yang mencari kedudukan, artis, hiburan dan lain-lain. Itu penyerahan pakaian.
    Yudas mencari uang, akhirnya ia menjadi pengkhianat, menjadi sama dengan antikris, yang menyerahkan Yesus.
    Tadi, Petrus menjadi penyangkal TUHAN dan ia menjadi sama dengan setan.

    Tetapi bedanya, Petrus ada di penggembalaan, tetapi Yudas selalu ke ahli Taurat yang ajarannya tidak benar, akhirnya tidak tergembala dan terhilang, tidak ada kesempatan untuk dikembalikan. Tetapi sebusuk-busuknya Petrus, karena masih dalam penggembalan--masih mendengar firman yang diulang-ulang--, ia masih bisa ditolong.


  3. Penyerahan diri kepada TUHAN yang ketiga: penyerahan diri sepenuh. Ini adalah penyerahan diri yang benar.
    Markus 11: 1, 7
    11:1. Ketika Yesus dan murid-murid-Nya telah dekat Yerusalem, dekat Betfage dan Betania yang terletak di Bukit Zaitun, Yesus menyuruh dua orang murid-Nya
    11:7. Lalu mereka membawa keledai itu kepada Yesus, dan mengalasinya dengan pakaian mereka, kemudian Yesus naik ke atasnya.

    Contohnya: dua murid. Mereka membawa keledai lalu mengalasinya dengan pakaian mereka, kemudian Yesus naik ke atasnya, sampai masuk Yerusalem--penyerahannya sampai ke Yerusalem baru.

    Sekarang, mari serahkan diri sampai kita masuk Yerusalem baru! Jangan ditarik-tarik lagi!

    "Lempin-El perhatikan! Jangan ditarik-tarik di tengah jalan, tetapi sampai Yerusalem baru. Pemain musik, gembala, mari, sampai ke Yerusalem baru. Jangan pensiun di tengah jalan!
    Mungkin kita berkata: Oh sudah dekat Yerusalem baru, Om. Apa mau? Kita berkata: Saya ikut Yesus: Sampai mana, Pak?:
    Dekat sorga. Mau? Selisih sedikit. Seperti orang lari 100 meter, paling cepat, sampai 99 meter, kurang satu centimeter dia diam. Tidak ada gunanya!"

    Mari, sungguh-sungguh. Kita menyerahkan diri sampai garis akhir.

    Dua murid mengalasi keledai dengan pakaiannya sendiri untuk ditunggangi Yesus sampai masuk Yerusalem. Bagi kita, kita menyerahkan hidup kepada TUHAN sampai masuk Yerusalem baru; sampai garis akhir--sampai meninggal dunia atau sampai TUHAN datang. Jangan pensiun di tengah jalan!
    Satu-satunya aktifitas di dunia yang tidak ada pensiunnya adalah menjadi imam dan raja: gembala, pemain musik dan lain-lain.

    Dua murid gambaran dari firman pengajaran dan Roh Kudus.
    Jadi penyerahan diri sepenuh harus didorong oleh pekerjaan firman pengajaran yang benar dalam urapan Roh Kudus--penyucian--, bukan karena emosi.
    Dasar melayani TUHAN bukan kaya/miskin, tua/muda, pintar/bodoh, tetapi kesucian; kita mengalami penyucian dari semua dosa sampai kita bisa menyerah diri sepenuh kepada TUHAN.

    Pada kesempatan ini kita serahkan hidup kepada TUHAN.

Mazmur 37: 5-7 => penyerahan diri sepenuh pada TUHAN
37:5. Serahkanlah hidupmu kepada TUHAN dan percayalah kepada-Nya, dan Ia akan bertindak;
37:6. Ia akan memunculkan kebenaranmu seperti terang, dan hakmu seperti siang.
37:7. Berdiam dirilah di hadapan TUHAN dan nantikanlah Dia; jangan marah karena orang yang berhasil dalam hidupnya, karena orang yang melakukan tipu daya.

Firman pengajaran dan urapan Roh Kudus menyucikan kita dari hati, perbuatan dan perkataan dosa, sampai bisa menyerahkan seluruh hidup kepada TUHAN.

Tanda penyerahan diri sepenuh pada TUHAN:

  1. Tanda penyerahan diri sepenuh kepada TUHAN yang pertama: ayat 7: 'Berdiam dirilah di hadapan TUHAN'= berdiam diri= selalu koreksi diri lewat ketajaman pedang firman, bukan banyak mengomel dan menyalahkan orang lain.


    1. Jika ditemukan dosa, kita harus segera menaku kepada TUHAN dan sesama. Jika diampuni, jangan berbuat dosa lagi.
    2. Kita bisa mengampuni dosa orang lain dan melupakannya.
      Mungkin di dalam rumah tangga, mungkin suami kurang baik, kalau saling membalas, akan hancur nikah itu, tetapi kalau menyerah sepenuh pada TUHAN, bisa koreksi diri: aku ada salah juga, gara-gara aku kurang perhatian, aku akui. Seperti itu. Gembala pada jemaat juga, semuanya juga.

      Itulah penyerahan diri sepenuh pada TUHAN. Selesaikan dosa!


    3. Jangan menghakimi orang lain!


    Mengaku dosa, mengampuni dan tidak menghakimi, berarti dosa sudah diselesaikan oleh darah Yesus sehingga tidak ada pemisah lagi antara kita dengan Yesus dan sesama--seperti keledai yang ditunggangi Yesus.

    Kalau ada dosa, susah, tidak mungkin ditunggangi Yesus.
    Dosa itulah yang menjadi pemisah. Harus selesaikan dosa!

    Kalau tidak ada dosa, baru kita bisa dipakai oleh TUHAN dalam kegerakan Roh Kudus hujan akhir, sampai ke Yerusalem baru.


  2. Tanda penyerahan diri sepenuh kepada TUHAN yang kedua: menyembah TUHAN; tersungkur di kaki TUHAN.
    Ini adalah puncak dari ibadah pelayanan kita kepada TUHAN--tadi kita dipakai/ditunggangi oleh TUHAN.

    Markus 11: 9
    11:9. Orang-orang yang berjalan di depan dan mereka yang mengikuti dari belakang berseru: "Hosana! Diberkatilah Dia yang datang dalam nama Tuhan,

    Jadi KEGERAKAN ROH KUDUS HUJAN AKHIR ADALAH KEGERAKAN PENYEMBAHAN--tahun ini adalah tahun penyembahan. Mari, tingkatkan penyembahan kepada TUHAN!

    Dulu, mereka menyembah dengan seruan: 'Hosana!'; artinya: menyembah Yesus sebagai Raja sebelum Ia dipermuliakan. Ia masih ada di dunia, masih manusia biasa, tetapi mereka menganggapnya sebagai Raja.

    Tetapi setelah Ia dipermuliakan--Ia mati, bangkit dan naik ke sorga--, bukan 'Hosana!' lagi, tetapi" 'Haleluya!'
    Wahyu 19: 6-7
    19:6. Lalu aku mendengar seperti suara himpunan besar orang banyak, seperti desau air bah dan seperti deru guruh yang hebat, katanya: "Haleluya! Karena Tuhan, Allah kita, Yang Mahakuasa, telah menjadi raja.
    19:7. Marilah kita bersukacita dan bersorak-sorai, dan memuliakan Dia! Karena hari perkawinan Anak Domba telah tiba, dan pengantin-Nya telah siap sedia.

    Dia Raja dan Mempelai Pria sorga dalam kemuliaan, kita menyembah dengan: 'Haleluya!' Di sorga (ayat 1, 3-4) juga dengan: 'Haleluya!'

    Mari, pada siang ini, kita tersungkur di bawah kaki Yesus.
    Koreksi diri dulu, selesaikan dosa! Kalau dosa sudah selesai, tidak ada jarak lagi dengan Yesus. Kita tinggal berseru kepada TUHAN: 'Haleluya, Yesus.'; kita tersungkur di kaki TUHAN.

    Tersungkur, artinya: mengaku hanya tanah liat, tidak layak apa-apa. Kalau tidak ditolong, tidak apa-apa, jangan marah, karena memang tidak layak.

    "Seperti saya, bodohnya saya. Sudah puasa, lalu jemaat yang datang sedikit, apalagi kalau hujan. Saya marah: 'Sudah puasa, yang datang sedikit. Terlalu!' Sombong sekali. Ini bukan tanah liat, tetapi emas. Kalau tanah liat: 'Aku tidak layak, banyak kesalahan, tidak layak ditolong. Jadi kalau belum ditolong tetap berterima kasih pada TUHAN. Itu namanya tersungkur di kaki TUHAN, terserah TUHAN. Tinggal berserah dan berseru pada TUHAN; hanya bergantung pada TUHAN."

    Itulah tersungkur di bawah kaki TUHAN, yaitu menyerah sepenuh pada TUHAN; mengulurkan tangan pada TUHAN, dan Ia akan mengulurkan tangan kepada kita untuk mengadakan mujizat tepat pada waktunya.

    Contoh:


    1. Perempuan yang sakit pendarahan dua belas tahun, sudah lemah, tidak berdaya dan didesak-desak orang, ia berkata: 'Asal kujamah saja ujung jubah-Nya, aku akan sembuh.'
      Ujung jubah itu ada di bawah.

      Ada penyakit siang ini, kita hanya percaya dan mempercayakan diri sepenuh padaTUHAN. Obat hanya saran, tetapi tangan TUHAN yang menentukan kesembuhan.
      penyakit tubuh, ekonomi, ulurkan tangan pada TUHAN dan Dia akan menolong kita.


    2. Perempuan Kanani, anaknya dirasuk setan--menghadapi masalah nikah dan buah nikah--, ia berkata: 'Benar TUHAN, tetapi anjing juga makan remah-remah yang jatuh dari meja tuannya.' Dia tersungkur di bawah kaki TUHAN dan hanya mengulurkan tangan pada TUHAN.
      Nikah dan buah nikahnya ditolong, disatukan dan dipulihkan, jadi bahagia.


    3. Maria dan Marta menghadapi Lazarus yang sudah mati empat hari.
      Yohanes 11: 31-32
      11:31. Ketika orang-orang Yahudi yang bersama-sama dengan Maria di rumah itu untuk menghiburnya, melihat bahwa Maria segera bangkit dan pergi ke luar, mereka mengikutinya, karena mereka menyangka bahwa ia pergi ke kubur untuk meratap di situ.
      11:32. Setibanya Maria di tempat Yesus berada dan melihat Dia, tersungkurlah ia di depan kaki-Nya dan berkata kepada-Nya: "TUHAN, sekiranya Engkau ada di sini, saudaraku pasti tidak mati."

      Saat-saat menghadapi 'Lazarus mati', kita meratap atau tersungkur di kaki TUHAN?
      Ini termasuk kaum muda juga.

      Menghadapi apa? Kebusukan, kegagalan, tidak ada masa depan, kemustahilan? Mungkni kita diperhadapkan.
      Tinggal dua pilihan:


      1. Meratap, artinya:


        • Menyalahkan orang lain--Lazarus sudah mati masih disalahkan: Lazarus kamu tega mati duluan, kami mau makan apa? Tidak tanggung jawab!
        • Menyalahkan TUHAN: TUHAN, kami mengasihi TUHAN dan dikasihi TUHAN, sudah berdoa dua hari yang lalu, kok tidak sembuh? Tetangga yang malas, berdoa, malah sembuh. Bagaimana TUHAN?


        Jangan, apapun yang terjadi! Waktu TUHAN itu tepat.


      2. Berserah dan berseru pada TUHAN. Dia yang mengulurkan tangan untuk bertindak (Mazmur 37: 5: 'Serahkanlah hidupmu kepada TUHAN dan percayalah kepada-Nya, dan Ia akan bertindak'), Dia menyelesaikan semua; menjadikan semua berhasil dan indah.

        Bahkan sampai memunculkan kita seperti matahari (Mazmur 37: 6: 'Ia akan memunculkan kebenaranmu seperti terang, dan hakmu seperti siang.'); kita diubahkan sampai sempurna seperti Dia. Ada terang matahari, bulan dan bintang, kita menjadi mempelai wanita yang siap untuk menyambut kedatangan Yesus kedua kali di awan-awan yang permai.

Pelajaran pada siang ini. Dalam kegerakan Roh Kudus hujan akhir, dosa yang dihukum, jangan kita.
Bagaimana caranya? Bangsa kafir yang menjadi sasaran. Mari tergembala, disucikan, sampai bisa menyerah sepenuh pada TUHAN.

TUHAN mencari keledai yang mau Ia tunggangi. Saat-saat dipakai TUHAN, kita hanya berseru, tersungkur, berserah kepada-Nya; mengangkat tangan kepada Dia apapun yang kita hadapi hari-hari ini. Mungkin tidak ada yang tahu, tetapi TUHAN yang tahu. Apa yang mustahil, busuk, serahkan semua pada Dia!

TUHAN memberkati.

kembali ke halaman sebelumnya
IBADAH RUTIN DI MALANG

Minggu jam 06:45 (Ibadah Raya)
Minggu jam 10:15 (Ibadah Sekolah Minggu)
Selasa jam 17:15 (Ibadah Pendalaman Alkitab)
Rabu jam 07:30 (Ibadah Kaum Wanita)
Kamis jam 17:15 (Ibadah Doa Penyembahan)
Sabtu jam 17:15 (Ibadah Kaum Muda Remaja)

IBADAH RUTIN DI MEDAN
Royal Room Hotel Danau Toba Internasional
Jl. Imam Bonjol Medan

Minggu, jam 18:45 (Ibadah Raya)
Senin, jam 08:00 (Ibadah Pendalaman Alkitab)
Senin, jam 17:30 (Ibadah Pendalaman Alkitab)

IBADAH RUTIN DI SURABAYA

Minggu jam 09:00 (Ibadah Sekolah Minggu)
Minggu jam 10:15 (Ibadah Raya)
Rabu jam 17:30 (Ibadah Pendalaman Alkitab)
Jumat jam 17:30 (Ibadah Doa Penyembahan)


IBADAH RUTIN DI JAKARTA
Jl. Patra Kuningan XIV no.4
Jakarta Selatan
Sabtu, jam 09:00 (Ibadah Pendalaman Alkitab)

IBADAH KUNJUNGAN
  • 26-28 November 2019
    (Ibadah Kunjungan di Ciawi & Jakarta)

  • 13 Desember 2019
    (Ibadah Natal di Bondowoso)

  • 28-30 Januari 2020
    (Ibadah Kunjungan di Medan)

  • 13-18 April 2020
    (Ibadah Kunjungan di Korea Selatan)

All Right Reserved Gereja Pantekosta Tabernakel "KRISTUS KASIH"
Jln. Simpang Borobudur 27 Malang | Telp: (0341) 496949 | Fax: (0341) 476751 » Lihat Peta Gereja Kami di Malang
Jln. WR Supratman 4 Surabaya | Telp. 08123300378 » Lihat Peta Gereja Kami di Surabaya
hubungi kami | email: info@gptkk.org | sitemap | top