English Language | Form Penggembalaan
RINGKASAN KOTBAH IBADAH RUTIN DAN IBADAH KUNJUNGAN
RINGKASAN LAINNYA

Ibadah Doa Surabaya, 09 April 2014 (Rabu Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayang-Nya Tuhan kita Yesus Kristus. Selamat malam, selamat mendengarkan firman Tuhan, biarlah damai...

Ibadah Doa Puasa Malang Session II, 18 November 2014 (Selasa Siang)
Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Doa penyembahan adalah proses perobekan daging...

Ibadah Pendalaman Alkitab Malang, 25 Juni 2019 (Selasa Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Wahyu 9:13-21 tentang sangkakala keenam atau penghukuman Anak...

Ibadah Doa Surabaya, 11 April 2012 (Rabu Sore)
Matius 27:
= terkena pada 7 kali percikan darah di atas tabut perjanjian/tutup pendamaian= sengsara yang dialami oleh Yesus sampai mati di...

Ibadah Doa Surabaya, 20 Maret 2013 (Rabu Sore)
Pembicara: Pdm. Gideon Pakpahan

Matius 28 : 16-20 INI BERBICARA TENTANG PENYEBARAN TERANG SHEKINAH GLORY.

Penyebaran terang Shekinah Glory artinya kita dipakai...

Ibadah Doa Puasa Malang Session I, 07 April 2009 (Selasa Pagi)
Keluaran 17-18 dalam Tabernakel menunjuk pada Pelita Emas. Pengertian umum Pelita Emas adalah...

Ibadah Raya Surabaya, 11 Januari 2009 (Minggu Sore)
Matius 24: 29= keadaan pada waktu kedatangan Tuhan Yesus yang kedua kali, yaitu terjadi kegoncangan...

Ibadah Raya Surabaya, 14 Juli 2019 (Minggu Siang)
Salam sejahtera dalam kasih sayangnya TUHAN kita Yesus Kristus. Selamat siang, selamat mendengarkan firman TUHAN. Biarlah damai...

Ibadah Kenaikan Tuhan Surabaya, 17 Mei 2012 (Kamis Pagi)
Yohanes 14: 1-3
14:1. "Janganlah gelisah hatimu; percayalah kepada Allah, percayalah juga kepada-Ku.
14:2. Di rumah Bapa-Ku banyak tempat tinggal....

Ibadah Doa Surabaya, 18 November 2015 (Rabu Sore)
Pembicara: Pdm. Hardiyono

Salam damai sejahtera dalam cinta kasih TUHAN kita Yesus Kristus, biarlah kiranya damai TUHAN dilimpahkan dalam...

Ibadah Doa Puasa Session II Malang, 23 Agustus 2016 (Selasa Siang)
Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Keluaran 14:21-25
14:21 Lalu Musa mengulurkan tangannya...

Ibadah Doa Malang, 01 September 2009 (Selasa Sore)
Matius 24:32-35.
NUBUAT TENTANG POHON ARA/ISRAEL
Disini pohon ara rantingnya mulai melembut dan bertunas, serta berbuah. Ini dikaitkan...

Ibadah Pendalaman Alkitab Malang, 16 Mei 2019 (Kamis Sore)
Siaran Tunda Ibadah Persekutuan di Medan

Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Wahyu 19:9
19:9...

Ibadah Raya Surabaya, 09 Juni 2013 (Minggu Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayangnya Tuhan kita Yesus Kristus. Selamat malam, selamat mendengarkan Firman Tuhan. Biarlah damai...

Ibadah Kaum Muda Remaja Malang, 16 Juli 2016 (Sabtu Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Lukas 9:57-62 Hal mengikut Yesus.
Lukas 9:57
9:57 Ketika...


TRANSKRIP LENGKAP

Doa Surabaya (Rabu, 26 November 2014)
Tayang: 10 Mei 2019
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 24 November 2014)
Tayang: 10 Mei 2019
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 23 November 2014)
Tayang: 07 Januari 2019
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 19 November 2014)
Tayang: 07 Januari 2019
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 17 November 2014)
Tayang: 07 Januari 2019
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 09 November 2014)
Tayang: 22 Agustus 2018
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 05 November 2014)
Tayang: 04 Juni 2018
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 03 November 2014)
Tayang: 04 Juni 2018
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 02 November 2014)
Tayang: 03 Maret 2018
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 20 Oktober 2014)
Tayang: 13 Desember 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 13 Oktober 2014)
Tayang: 13 Desember 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 12 Oktober 2014)
Tayang: 24 Oktober 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 08 Oktober 2014)
Tayang: 18 September 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 06 Oktober 2014)
Tayang: 05 September 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 05 Oktober 2014)
Tayang: 05 September 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 01 Oktober 2014)
Tayang: 05 September 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 29 September 2014)
Tayang: 24 Juni 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 21 September 2014)
Tayang: 19 Mei 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 17 September 2014)
Tayang: 29 April 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 15 September 2014)
Tayang: 29 April 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]



Untuk Koneksi Lambat, silahkan buka http://id.gptkk.org
Transkrip lengkap dari ibadah penggembalaan di Malang dan Surabaya, semuanya di bawakan oleh gembala sidang Pdt. Widjaja Hendra.

Silahkan kontak ke info@gptkk.org apabila bapak/ibu/sdr/sdri ada pertanyaan atau mungkin ingin berlangganan majalah Manna dan silahkan kirim email ke widjaja_h [at] yahoo.com apabila ingin konsultasi pribadi dengan bapak gembala
silahkan ganti tanda [at] dengan @
Cari ringkasan:   
[versi cetak]
Cari rekaman ibadah ini di: http://www.kabarmempelai.org
Ibadah Raya Surabaya, 26 Mei 2019 (Minggu Siang)

Salam sejahtera dalam kasih sayangnya TUHAN kita Yesus Kristus. Selamat siang, selamat mendengarkan firman TUHAN. Biarlah damai sejahtera, kasih karunia, dan bahagia senantiasa dilimpahkan TUHAN di tengah-tengah kita sekalian.

Wahyu 9: 13-15
9:13. Lalu malaikat yang keenam meniup sangkakalanya, dan aku mendengar suatu suara keluar dari keempat tanduk mezbah emas yang di hadapan Allah,
9:14. dan berkata kepada malaikat yang keenam yang memegang sangkakala itu: "Lepaskanlah
keempat malaikat yang terikat dekat sungai besar Efrat itu."
9:15. Maka dilepaskanlah keempat malaikat yang telah disiapkan bagi jam dan hari, bulan dan tahun untuk
membunuh sepertiga dari umat manusia.

Ayat 13-pasal 11: 14 adalah PENIUPAN SANGKAKALA KEENAM; penghukuman yang keenam dari Anak Allah atas manusia di dunia, yaitu sepertiga dari umat manusia akan terbunuh lewat peperangan (diterangkan mulai dari Ibadah Pendalaman Alkitab Surabaya, 22 Mei 2019).

Ayat 13: 'keempat tanduk mezbah emas yang di hadapan Allah'= menunjuk pada mezbah dupa emas, sekarang artinya doa penyembahan.

Ada dua kemungkinan tentang doa penyembahan:

  1. Ayat 13-14= kehidupan yang tidak mau atau tidak bisa menyembah Tuhan; tidak mengalami perobekan daging tetapi hanya mengikuti keinginan dan hawa nafsu daging--tanpa kasih Allah--akan berhadapan dengan empat malaikat peperangan--masuk dalam sepertiga dari umat manusia yang mati lewat peperangan; bukan hanya mati secara tubuh, tetapi juga mati rohani, sampai kematian kedua, binasa selamanya.


  2. Kehidupan yang menyembah Tuhan; mengalami perobekan daging dengan segala keinginan dan hawa nafsunya--mengalami kasih Allah--akan berhadapan dengan malaikat Tuhan.
    Lukas 1: 7-11, 19
    1:7. Tetapi mereka tidak mempunyai anak, sebab Elisabet mandul dan keduanya telah lanjut umurnya.
    1:8. Pada suatu kali, waktu tiba giliran rombongannya, Zakharia melakukan tugas keimaman di hadapan Tuhan.
    1:9. Sebab ketika diundi, sebagaimana lazimnya, untuk menentukan imam yang bertugas, dialah yang ditunjuk untuk masuk ke dalam Bait Suci dan membakar ukupan di situ.
    1:10. Sementara itu seluruh umat berkumpul di luar dan sembahyang. Waktu itu adalah waktu pembakaran ukupan.
    1:11. Maka tampaklah kepada Zakharia seorang malaikat Tuhan berdiri di sebelah kanan mezbah pembakaran ukupan.
    1:19. Jawab malaikat itu kepadanya: "Akulah
    Gabriel yang melayani Allah dan aku telah diutus untuk berbicara dengan engkau dan untuk menyampaikan kabar baik ini kepadamu.

    'membakar ukupan'= mezbah dupa emas sama dengan mezbah pembakaran ukupan.

    Ada dua malaikat Tuhan yang dikenal:


    • Malaikat Gabriel--membawa berita pada Zakharia bahwa ia akan mempunyai anak yaitu Yohanes Pembaptis; dan juga datang kepada perawan Maria dengan membawa berita bahwa ia akan mengandung dan melahirkan bayi Yesus--= malaikat pembawa berita firman.
      Sekarang artinya kita menerima pembukaan rahasia firman Allah atau firman pengajaran yang benar, yaitu ayat yang satu menerangkan ayat yang lain dalam alkitab--kita mendengar, mengerti, menikmati, dan taat dengar-dengaran pada firman.


    • Malaikat Mikhael.
      Wahyu 12: 7-8
      12:7. Maka timbullah peperangan di sorga. Mikhael dan malaikat-malaikatnya berperang melawan naga itu, dan naga itu dibantu oleh malaikat-malaikatnya,
      12:8. tetapi mereka tidak dapat bertahan; mereka tidak mendapat tempat lagi di sorga.

      Malaikat Mikhael adalah malaikat perang secara rohani; sama dengan malaikat penolong dalam kitab Daniel.
      Sekarang artinya kita mengalami urapan Roh Kudus.


    Jadi, berhadapan dengan malaikat Gabriel dan Mikhael artinya kita mengalami pekerjaan firman pengajaran yang benar dalam urapan Roh Kudus--Urim dan Tumim--untuk menyucikan seluruh kehidupan kita:


    • Mulai dari hati dan pikiran--gudangnya dosa.
      Hati dan pikiran disucikan dari keinginan jahat--keinginan akan uang--, najis, dan kepahitan.

    • Perbuatan dosa disucikan menjadi perbuatan benar, suci, dan baik.
    • Perkataan disucikan sampai tidak salah dalam perkataan--sempurna seperti Yesus.

Kalau sudah disucikan, kita akan dipakai dalam peperangan rohani.
Efesus 4: 11-12
4:11. Dan Ialah yang memberikan baik rasul-rasul maupun nabi-nabi, baik pemberita-pemberita Injil maupun gembala-gembala dan pengajar-pengajar,
4:12. untuk memperlengkapi orang-orang kudus bagi pekerjaan pelayanan, bagi pembangunan tubuh Kristus,

Kita diperlengkapi dengan jabatan pelayanan dan karunia Roh Kudus untuk dipakai dalam pelayanan pembangunan tubuh Kristus yang sempurna; sama dengan kegerakan kuda putih/Roh Kudus hujan akhir. Ini adalah suatu peperangan rohani.
Jangan masuk dalam peperangan jasmani--mulai dari bertengkar di rumah tangga--yang membuat mati rohani--bertahan dalam dosa, tidak bergairah lagi dalam perkara rohani--, sampai kematian kedua. Ini yang berat.

Wahyu 19: 11
19:11. Lalu aku melihat sorga terbuka: sesungguhnya, ada seekor kuda putih; dan Ia yang menungganginya bernama: "Yang Setia dan Yang Benar", Ia menghakimi dan berperang dengan adil.

'Yang Setia dan Yang Benar'= Yesus.
'berperang dengan adil'= jangan masuk peperangan jasmani, tetapi rohani!

Kita masuk dalam pelayanan pembangunan tubuh Kristus yang sempurna, mulai dari nikah, penggembalaan, antar penggembalaan, sampai Israel dan kafir menjadi satu tubuh Kristus yang sempurna.
Dalam nikah, penggembalaan, dan antar penggembalaan jangan ada peperangan jasmani. Kalau hamba Tuhan berperang secara jasmani, rohaninya akan mati, dan jemaat mulai habis--kering semua. Tuhan tolong kita semua.

Hari-hari ini kita mau dipakai dalam peperangan rohani. Jangan ikut campur dalam peperangan jasmani, supaya kita jangan jadi korban--sepertiga dari umat manusia mati sampai kematian kedua selamanya.

Siapa yang dipakai dalam pelayanan pembangunan tubuh Kristus yang sempurna?

  1. Markus 14: 3, 8
    14:3. Ketika Yesus berada di Betania, di rumah Simon si kusta, dan sedang duduk makan, datanglah seorang perempuan membawa suatu buli-buli pualam berisi minyak narwastu murni yang mahal harganya. Setelah dipecahkannya leher buli-buli itu, dicurahkannya minyak itu ke atas kepala Yesus.
    14:8. Ia telah melakukan apa yang dapat dilakukannya. Tubuh-Ku telah diminyakinya sebagai persiapan untuk penguburan-Ku.

    Meminyaki= pelayanan.
    Penguburan= pelayanan terakhir; artinya: dipakai dalam pelayanan tubuh Kristus yang terakhir, nanti tidak bisa lagi.
    Saat membangun Tabernakel dibuka kesempatan untuk memberikan persembahan khusus, tetapi satu waktu dihentikan karena sudah terlalu banyak.

    Lukas 7: 36-38
    7:36. Seorang Farisi mengundang Yesus untuk datang makan di rumahnya. Yesus datang ke rumah orang Farisi itu, lalu duduk makan.
    7:37. Di kota itu ada seorang perempuan yang terkenal sebagai seorang berdosa. Ketika perempuan itu mendengar, bahwa Yesus sedang makan di rumah orang Farisi itu, datanglah ia membawa sebuah buli-buli pualam berisi minyak wangi.
    7:38. Sambil menangis ia pergi berdiri di belakang Yesus dekat kaki-Nya, lalu membasahi kaki-Nya itu dengan air matanya dan menyekanya dengan rambutnya, kemudian ia mencium kaki-Nya dan meminyakinya dengan minyak wangi itu.

    'seorang berdosa'= tercemar.

    Yang pertama: perempuan yang cemar, tetapi mau bertobat.

    Apapun dosa kita, kita bisa dipakai Tuhan kalau kita mau bertobat--memecahkan hidup lama dengan ditandai tangisan. Jangan simpan hidup lama! Akui semua, maka kita akan dipakai Tuhan.
    Jadi tidak ada alasan untuk tidak melayani--dari segi dosa. Semua bisa melayani asalkan bertobat.

    Jangan putus asa! Sudah tercemar bahkan tidak berharga di hadapan manusia masih bisa dipakai Tuhan.


  2. Yohanes 19: 38-39
    19:38. Sesudah itu Yusuf dari Arimatea--ia murid Yesus, tetapi sembunyi-sembunyi karena takut kepada orang-orang Yahudi--meminta kepada Pilatus, supaya ia diperbolehkan menurunkan mayat Yesus. Dan Pilatus meluluskan permintaannya itu. Lalu datanglah ia dan menurunkan mayat itu.
    19:39. Juga Nikodemus datang ke situ. Dialah yang mula-mula datang waktu malam kepada Yesus. Ia membawa campuran minyak mur dengan minyak gaharu, kira-kira lima puluh kati beratnya.

    Yang kedua: Yusuf dari Arimatea--orang kaya, punya kedudukan--, dan Nikodemus--orang pandai.

    Oleh sebab itu kalau punya kepandaian, kedudukan, dan kekayaan yang Tuhan berkatkan kepada kita, gunakan terutama untuk pelayanan pembangunan tubuh Kristus yang sempurna.
    Jangan salah menggunakan berkat Tuhan untuk kepentingan sendiri/dunia! Kalau salah menggunakan berkat Tuhan, kita akan masuk dalam pembangunan Babel--pelacur besar--yang akan dibinasakan selamanya.

Sistem pembangunan tubuh Kristus: 'kubur baru'.
Yohanes 19: 41
19:41. Dekat tempat di mana Yesus disalibkan ada suatu taman dan dalam taman itu ada suatu kubur baru yang di dalamnya belum pernah dimakamkan seseorang.

Kubur baru untuk membuktikan bahwa Yesus bangkit dengan kekuatan Roh Kudus, bukan yang lain--kita ingat kubur yang di dalamnya ada tulang Elisa, saat ada mayat dicampakkan ke dalamnya, mayat itu bangkit kembali.

Bagi kita sekarang 'kubur baru' artinya:

  1. Pelayanan pembangunan tubuh Kristus adalah murni didorong oleh pembukaan firman Allah dan urapan Roh Kudus--tidak ada campur tangan manusia.
    Jangan lihat manusia! Kalau dari manusia, kita akan kecewa. Tetapi kalau dari Tuhan, kita tidak akan pernah kecewa.


  2. Orang dikuburkan kalau ia sudah mati, artinya pelayanan pembangunan tubuh Kristus yang sempurna adalah pengalaman kematian bersama Yesus; sengsara daging bersama Yesus/karena Yesus, bukan dosa.

    Jadi jangan mencari yang enak bagi daging! Sistem pembangunan tubuh Kristus adalah pengalaman kematian, bentuknya: berpuasa, melayani dan sebagainya. Dalam ibadah kalau kita merasa sengsara daging, itu yang benar, dan mengarah pada pembangunan tubuh Kristus. Kalau mengenakkan daging--menampilkan kemakmuran dan hiburan daging tetapi tanpa penyucian--hanya mengarah pada Babel--pelacur besar. Pedang penyucian itu tidak enak bagi daging, dan itulah yang ditolak.

Praktik pembangunan tubuh Kristus:

  1. Markus 14: 3-5
    14:3. Ketika Yesus berada di Betania, di rumah Simon si kusta, dan sedang duduk makan, datanglah seorang perempuan membawa suatu buli-buli pualam berisi minyak narwastu murni yang mahal harganya. Setelah dipecahkannya leher buli-buli itu, dicurahkannya minyak itu ke atas kepala Yesus.
    14:4. Ada orang yang menjadi gusar dan berkata seorang kepada yang lain: "Untuk apa pemborosan minyak narwastu ini?
    14:5. Sebab minyak ini dapat dijual tiga ratus dinar lebih dan uangnya dapat diberikan kepada orang-orang miskin." Lalu mereka memarahi perempuan itu.

    'orang yang menjadi gusar'= Yudas Iskariot.

    Praktik pertama pembangunan tubuh Kristus yang sempurna: harus meminyaki dari kepala sampai ke kaki Yesus.
    Artinya: kita harus hidup dalam urapan Roh Kudus.

    Kalau daging, di tengah jalan akan berhenti. Apa saja yang hebat, sampai puncak, sebentar lagi sudah turun. Itulah daging.
    Kita harus mengandalkan urapan Roh Kudus, sehingga kita tidak akan pernah turun, tetapi terus naik, sampai sempurna.

    Proses bangsa kafir yang senilai anjing dan babi bisa hidup dalam urapan Roh Kudus:


    • 'minyak narwastu murni yang mahal harganya'= mengimbangi darah Yesus yang mahal.
      Artinya: kita harus mengalami penebusan/pendamaian oleh darah Yesus yang mahal.

      1 Petrus 1: 18-19
      1:18. Sebab kamu tahu, bahwa kamu telah ditebus dari cara hidupmu yang sia-sia yang kamu warisi dari nenek moyangmu itu bukan dengan barang yang fana, bukan pula dengan perak atau emas,
      1:19. melainkan dengan darah yang mahal, yaitu darah Kristus yang sama seperti darah anak domba yang tak bernoda dan tak bercacat.

      Kalau tidak ada darah Yesus, tidak akan ada urapan Roh Kudus bagi bangsa kafir--karena hukum Taurat dan minyak urapan hanya untuk orang Israel, bukan bangsa kafir. Setelah Yesus mati, bangkit, dan naik ke sorga, barulah ada urapan Roh Kudus bagi bangsa kafir (Kisah Rasul 10).

      "Karena itu aneh jika kita meniru minyak urapan. Ini yang salah diartikan. Pelajaran Tabernakel dikatakan: Taurat, tetapi memakai minyak urapan dibilang: Bagus. Salah! Minyak urapan adalah Taurat yang harus digenapkan. Setelah Yesus mati, bangkit, dan naik ke sorga, Roh Kudus langsung dicurahkan dari sorga."

      Sehebat apapun bangsa kafir yang berdosa, tetap tidak berharga di hadapan Tuhan, bahkan hanya seharga anjing dan babi yang tidak boleh dipersembahkan kepada Tuhan--tidak boleh ada hubungan dengan Tuhan.
      Oleh sebab itu kita harus mengalami penebusan--kelepasan dari dosa--oleh darah yang mahal.

      Kita harus mengalami kelepasan dari dosa warisan, dosa sendiri, sampai puncaknya dosa. Semua harus dilepaskan oleh darah Yesus sehingga kita bisa hidup dalam kebenaran.
      Hidup dalam kebenaran sama dengan hidup yang sangat berharga di hadapan Tuhan--semahal darah Yesus.

      Sekarang, hidup benar di dunia malah diejek dan dikucilkan, tetapi mahal di hadapan Tuhan. Hidup yang tidak berharga menjadi berharga oleh kekuatan darah Yesus.


    • Mengalami penyucian oleh pedang firman.
      Apa yang disucikan?


      1. Hati disucikan dari keinginan jahat--cinta akan uang--yang membuat kikir dan serakah.
        Kikir= tidak bisa memberi untuk pekerjaan Tuhan dan sesama anggota tubuh Kristus yang membutuhkan.
        Serakah= mencuri milik orang lain terutama milik Tuhan yaitu persepuluhan dan persembahan khusus mencari uang dengan cara tidak halal, mencuri milik Tuhan, yaitu persepuluhan dan persembahan khusus.

        Kikir dan serakah sama dengan terkutuk; hidup dalam kutukan.

        Ini yang harus disucikan. Dia sendiri dalam kutukan--letih lesu dan berbeban berat--tetapi mau melayani orang lain, bagaimana bisa? Tidak akan bisa! Harus terlepas dulu dari kutukan dan menuju suasana pesta.
        Beribadah dan melayani Tuhan merupakan pesta. Itulah kebaikan Tuhan kenapa kita harus beribadah melayani Dia.
        Kita tidak sadar di dalam dunia ini semua dalam kutukan. Kita bekerja berapa jam--dalam sehari berapa jam kita ada dalam kutukan--? Mari, Tuhan mau pindahkan kita dalam suasana pesta sorga. Karena itu kita harus sungguh-sungguh dalam ibadah pelayanan kepada Tuhan.


      2. 'membasahi kaki-Nya itu dengan air matanya dan menyekanya dengan rambutnya'= rambutnya ditaruh di kaki Tuhan= penyucian dari kebanggaan.
        Kebanggaan, artinya mengandalkan dan mengutamakan sesuatu di dunia lebih dari Tuhan/ibadah.

        Tadi, kalau masih kikir dan serakah, tidak akan bisa dipakai Tuhan.
        Sekarang, kalau bangga dengan sesuatu di dunia, susah untuk dipakai. Jangan! Dia akan kecewa seperti Esau; pertama bangga luar biasa, tetapi terakhir dia mencucurkan air mata selamanya.
        Utamakan Tuhan; mengucap syukur selalu!

        Tetapi juga tidak boleh kecewa dan putus asa karena sesuatu di dunia--itu adalah ujian iman. Kita harus mengucap syukur kepada Tuhan.

        Kebanggaan harus disucikan menjadi rendah hati dan mengandalkan Tuhan.

        Rambut juga menunjuk pada kemunafikan--rambut itu licin. Harus disucikan, sehingga kita melayani dengan ketulusan.


    Tempat penyucian adalah ruangan suci.
    Imamat 21: 12
    21:12. Janganlah ia keluar dari tempat kudus, supaya jangan dilanggarnya kekudusan tempat kudus Allahnya, karena minyak urapan Allahnya, yang menandakan bahwa ia telah dikhususkan, ada di atas kepalanya; Akulah TUHAN.

    Ruangan suci menunjuk pada kandang penggembalaan--ketekunan dalam tiga macam ibadah pokok--:


    • Ibadah raya, termasuk ibadah persekutuan.
    • Ibadah pendalaman alkitab.
    • Ibadah doa.


    Sekarang, di dalam gereja Tuhan ini justru menjadi ejekan dan pertanyaan.

    "Tadi ada kesaksian, dia kerja di satu kantor, dan dia yang memimpin persekutuan di situ. Dia diejek karena tiga macam ibadah. Itu yang mengejek tidak baca alkitab, karena nanti kita beribadah setiap hari  sampai siang malam beribadah di Yerusalem baru. Ini sama dengan mengejek firman nubuat. Dulu bahtera Nuh diejek--sekarang penggembalaan."

    Kita menjadi imam dan raja, bukan hanya dipanggil dan dipilih, tetapi harus dikhususkan, yaitu minyak urapan harus selalu ada di atas kepala. Ini yang tidak bisa disesatkan; setan tritunggalpun tidak bisa menjamah.
    Kalau hanya sampai dipanggil dan dipilih, masih bisa disesatkan--di dalam injil Markus dituliskan: '....sekiranya mungkin menyesatkan orang-orang pilihan'.

    Bukti memiliki minyak urapan: pemikiran kita sehari-hari adalah bagaimana kita bisa memuliakan Tuhan di manapun kita berada.
    1 Korintus 6: 19-20
    6:19. Atau tidak tahukah kamu, bahwa tubuhmu adalah bait Roh Kudus yang diam di dalam kamu, Roh Kudus yang kamu peroleh dari Allah, --dan bahwa kamu bukan milik kamu sendiri?
    6:20. Sebab
    kamu telah dibeli dan harganya telah lunas dibayar: Karena itu muliakanlah Allah dengan tubuhmu!

    Kita ditebus bukan untuk bisa sekolah atau lainnya, tetapi untuk memuliakan Tuhan. Ini yang harus kita pikirkan setiap hari.
    Jangan memikirkan perkara dunia terus, supaya jangan haus dan kering--bungkuk delapan belas tahun.

    Saat perempuan yang bungkuk delapan belas tahun disembuhkan, ada yang marah. Tetapi Tuhan menjawab dia, kata-Nya: "Hai orang-orang munafik, bukankah setiap orang di antaramu melepaskan lembunya atau keledainya pada hari Sabat dari kandangnya dan membawanya ke tempat minuman? Bukankah perempuan ini, yang sudah delapan belas tahun diikat oleh Iblis, harus dilepaskan dari ikatannya itu, karena ia adalah keturunan Abraham?"
    Itulah manusia tanpa Roh/firman, ia hanya memikirkan yang jasmani.

    Pada cerita orang gila di Gadara disembuhkan, dua ribu babi mati, banyak yang marah dan mengusir Yesus--lebih baik babi dari pada orang gila.
    Ini juga, lebih baik lembu dan keledai dari pada orang bungkuk disembuhkan.
    Begitulah orang dunia.

    Pikirkan bagaimana kita bisa memuliakan Tuhan!
    Kalau kita memikirkan bagaimana memuliakan Tuhan dalam hidup sehari-hari bahkan saat menghadapi ujian, maka Dia juga akan memuliakan kita; mulai sekarang terjadi pengangkatan-pengangkatan, sampai nanti menjadi sama mulia dengan Dia--minyak urapan menjadi mahkota mempelai.
    Sadrakh, Mesakh, dan Abednego memuliakan Tuhan saat dilempar ke dalam api, sehingga raja mengakui Tuhan.

    Harus ada minyak urapan untuk bisa memuliakan Tuhan. Kalau daging, hanya memalukan, memedihkan, dan membuat keluh kesah, sampai binasa.


  2. Yohanes 19: 40
    19:40. Mereka mengambil mayat Yesus, mengapaninya dengan kain lenan dan membubuhinya dengan rempah-rempah menurut adat orang Yahudi bila menguburkan mayat.

    Praktik kedua pembangunan tubuh Kristus yang sempurna: mengapani dengan kain lenan halus--putih bersih--, itulah pakaian mempelai, yaitu berbuat kebajikan.
    Wahyu 19: 8
    19:8. Dan kepadanya dikaruniakan supaya memakai kain lenan halus yang berkilau-kilauan dan yang putih bersih!" (Lenan halus itu adalah perbuatan-perbuatan yang benar dari orang-orang kudus.)

    (terjemahan lama)
    19:8. Maka dikaruniakanlah kepadanya supaya ia boleh menghiasi dirinya dengan kain kasa halus yang bercahaya dan bersih; karena kain kasa halus itulah ibarat
    segala kebajikan orang-orang suci itu."

    Benar dan suci dulu, baru baik. Kalau tidak benar dan suci, tetapi baik, berarti munafik--menutupi kehancuran/kesalahan dengan pura-pura berbuat baik.

    "Ada satu kesaksian dari kaum muda, dia sampai berpindah agama hanya karena bergantung istilah 'baik'. Di gereja dia digosipkan--karena itu jangan suka bergosip, tetapi bersaksi. Di gereja dia digosipkan, tetapi di agama lain dia dipuji-puji, dikasih kesempatan, dinomorsatukan. Orang tuanya sampai sedih. Saya sebagai gembala juga sedih. Keluarganya berkata: Panggil gembalamu, tanggung jawab. Saya katakan pada orang tuanya: 'Diam, pak, jangan bicara.' Satu waktu saya mau datang ke sana. Saya pikir kalau ketahuan ke sana, saya akan dikeroyok keluarganya. Saya tidak bisa kirim pesan, kata 'jangan' saya singkat jadi 'jg'. Jadi saya tulis pesan: 'pak, tolong jg kasih tahu dia. Maksud saya: pak tolong jangan kasih tahu dia. Tetapi bapaknya membaca: pak tolong juga kasih tahu dia. Tetapi itu semua dari Tuhan. Begitu anaknya ditelepon, dia menangis dan mau pulang. Selamat sampai hari ini, dan dibaptis lagi karena sudah masuk ke agama lain. Jangan main-main! Padahal firman kaum muda terakhir bagi dia adalah tentang baik dan benar, tetapi dia tidak mau buka, kalau dia buka, dia tertolong. Dia sudah hebat secara jasmani dan rohani, tetapi bisa terhilang hanya karena istilah 'baik'. Kaum muda, hati-hati kalau hanya 'baik'. Kalau istilah kaum muda 'nyambung'. Heran saya. Bahaya! Lihat dulu benar dan suci, baru baik. Akhirnya dia sadar, dia berkata: 'Iya om, ternyata mereka baik ada maunya.' Jelas, kalau tanpa penyucian."

    Tadi, berkilau itu dari dalam hati. Tanpa penyucian tidak akan bisa berkilau. Orang kristen bahkan hamba Tuhan sekalipun kalau tidak ada pedang firman mana bisa?
    Harus ada penyucian--masuk ruangan suci--, baru berkilau kebaikan.
    Kaum muda, jangan salah!

    Kain lenan halus sama dengan perbuatan kebajikan dari orang-orang suci--suci dulu baru baik.
    2 Korintus 9: 7-8
    9:7. Hendaklah masing-masing memberikan menurut kerelaan hatinya, jangan dengan sedih hati atau karena paksaan, sebab Allah mengasihi orang yang memberi dengan sukacita.
    9:8. Dan Allah sanggup melimpahkan segala kasih karunia kepada kamu, supaya kamu senantiasa berkecukupan di dalam segala sesuatu dan malah berkelebihan di dalam pelbagai kebajikan.

    Perbuatan kebajikan= memberi dan mengunjungi sesama anggota tubuh Kristus yang membutuhkan.

    Syaratnya: memberi dengan rela hati, sukacita, dan disertai dengan tanda darah. Kalau belajar dari Kain dan Habel, Habel memberi dengan tanda darah--dia memberikan yang sulung/terbaik.
    Tanda darah= sengsara daging, yang setara dengan kurban Kristus.

    Misalnya kita digerakkan untuk berkorban. Jangan berkata: Nanti kalau saya kaya, saya mau berkorban. Sampai kiamat tidak akan pernah berkorban. Salah! Kalau memang gerakan dari Tuhan, mungkin kita juga butuh uang, tetapi kerjakan, itulah tanda darah.
    Mungkin digerakkan untuk memberi waktu, padahal besok ujian, lakukan, itulah tanda darah--perbuatan kebajikan.

    Hasilnya: Tuhan sanggup melimpahkan kasih karunia-Nya kepada kita untuk memelihara kita dengan berkecukupan dan berkelimpahan--kita selalu mengucap syukur kepada Tuhan.
    'berkelebihan di dalam pelbagai kebajikan'= pemeliharaan Tuhan berlimpah, dan perbuatan kebajikan kita juga melimpah sampai menjadi pakaian putih berkilau-kilauan, itulah pakaian mempelai.


  3. Yohanes 19: 40
    19:40. Mereka mengambil mayat Yesus, mengapaninya dengan kain lenan dan membubuhinya dengan rempah-rempah menurut adat orang Yahudi bila menguburkan mayat.

    Praktik ketiga pembangunan tubuh Kristus yang sempurna: membubuhi dengan rempah-rempah; menunjuk pada doa penyembahan.

    Doa penyembahan adalah proses perobekan daging dengan segala keinginan dan hawa nafsunya, sehingga Roh Kudus selalu dicurahkan atas kita semua.

    Kegunaan Roh Kudus:


    • Roh Kudus menolong kita untuk menghadapi kelemahan daging dalam menghadapi dosa-dosa sampai puncaknya dosa--dosa terus dipanahkan oleh si jahat; terus menyerang kita dari ujung rambut sampai ujung kaki. Roh Kudus mematikan dosa, sehingga kita bisa hidup benar dan suci, sampai hidup kekal.
      Roma 8: 13
      8:13. Sebab, jika kamu hidup menurut daging, kamu akan mati; tetapi jika oleh Roh kamu mematikan perbuatan-perbuatan tubuhmu, kamu akan hidup.

      'perbuatan-perbuatan tubuhmu'= perbuatan dosa termasuk pikiran dosa.
      Banyak menyembah Tuhan, minta Roh Kudus!


    • Roh Kudus menolong untuk kita menghadapi pencobaan-pencobaan sampai yang mustahil, supaya kita tidak kecewa, putus asa, dan meninggalkan Tuhan, tidak berharap yang lain, tetapi kita tetap percaya dan berharap Tuhan.
      Kita mengulurkan tangan kepada Tuhan, dan Dia akan mengulurkan tangan untuk meratakan gunung. Semua selesai pada waktunya.

      Menghadapi apapun hari-hari ini--dosa, masalah, pencobaan dan lain-lain--, ada tangan Roh Kudus di tengah-tengah kita.


    • Roh Kudus menolong untuk menyembah Tuhan dengan keluhan yang tak terucapkan--sampai hancur hati.
      Mungkin selama ini kita kering, siang ini minta Roh Kudus sampai hancur hati--menghargai kurban Kristus; dulu saat Yesus mati, Maria dan yang lainnya menangis.

      Roma 8: 26-28
      8:26. Demikian juga Roh membantu kita dalam kelemahan kita; sebab kita tidak tahu, bagaimana sebenarnya harus berdoa; tetapi Roh sendiri berdoa untuk kita kepada Allah dengan keluhan-keluhan yang tidak terucapkan.
      8:27. Dan Allah yang menyelidiki hati nurani, mengetahui maksud Roh itu, yaitu bahwa Ia, sesuai dengan kehendak Allah, berdoa untuk orang-orang kudus.
      8:28. Kita tahu sekarang, bahwa
      Allah turut bekerja dalam segala sesuatu untuk mendatangkan kebaikan bagi mereka yang mengasihi Dia, yaitu bagi mereka yang terpanggil sesuai dengan rencana Allah.

      Menghargai kurban Kristus artinya merasa tidak layak--banyak kekurangan dan kelemahan secara jasmani dan rohani (dosa-dosa)--, mengaku tidak mampu, tidak bisa berbuat apa-apa menghadapi apapun di dunia, tetapi hanya menyerah pada Tuhan, maka Dia akan mengulurkan tangan kepada kita--Dia turut bekerja untuk mendatangkan kebaikan--, sehingga mujizat terjadi, terutama keubahan hidup yaitu jujur, taat, dan percaya (telinga baik, mulut baik).

      Markus 7: 37
      7:37. Mereka takjub dan tercengang dan berkata: "Ia menjadikan segala-galanya baik, yang tuli dijadikan-Nya mendengar, yang bisu dijadikan-Nya berkata-kata."

      'tuli'= tidak mau dengar-dengaran diubahkan jadi taat.
      'bisu'= tidak jujur diubahkan menjadi jujur.

      Semua menjadi baik, berhasil, dan indah pada waktunya. Percayalah! Roh Kudus akan menolong kita.
      Sampai kalau Tuhan datang kita diubahkan menjadi sempurna seperti Dia. Kita layak menyambut kedatangan-Nya di awan-awan yang permai.

Mohon kekuatan Roh Kudus di tengah-tengah kita sekalian untuk menghadapi apapun. Kita mau dipakai Tuhan, kita butuh kekuatan Roh Kudus untuk menghadapi tantangan dan rintangan.
Kalau Roh Kudus menyentuh, kita bisa hancur hati--jujur, percaya, dan taat. Kita jujur mengakui kekurangan dan kelemahan kita, dan percaya ada kekuatan dari Tuhan untuk menghadapi apapun juga secara jasmani dan rohani.

Yang penting kita bisa hancur hati. Perempuan berdosa--pelacur--, bisa hancur hati, dan ia bisa dipakai oleh Tuhan. Jujur mengaku dan percaya, bisa dipakai.
Maria dan Marta jujur dan percaya saat menghadapi Lazarus yang busuk.
Apa saja yang kita hadapi--sudah mustahil dan hancur-hancuran--, hadapilah dengan hancur hati--jujur mengaku dan percaya kekuatan Tuhan.

Mungkin sudah lama kering, dalam dosa-dosa, datang kepada Tuhan. Tuhan tidak melihat kehancuran, kegagalan, kemustahilan dan kebusukan kita, tetapi Dia melihat kejujuran dan kepercayaan kita.

"Pdt Totaijs mengatakan: Hancur hati adalah kunci emas dalam doa penyembahan. Kalau kita hancur hati di situ ada belas kasih dan kuasa Tuhan, dan mujizat pasti terjadi."

Tuhan memberkati.

kembali ke halaman sebelumnya
IBADAH RUTIN DI MALANG

Minggu jam 06:45 (Ibadah Raya)
Minggu jam 10:15 (Ibadah Sekolah Minggu)
Selasa jam 17:15 (Ibadah Pendalaman Alkitab)
Rabu jam 07:30 (Ibadah Kaum Wanita)
Kamis jam 17:15 (Ibadah Doa Penyembahan)
Sabtu jam 17:15 (Ibadah Kaum Muda Remaja)

IBADAH RUTIN DI MEDAN
Royal Room Hotel Danau Toba Internasional
Jl. Imam Bonjol Medan

Minggu, jam 18:45 (Ibadah Raya)
Senin, jam 08:00 (Ibadah Pendalaman Alkitab)
Senin, jam 17:30 (Ibadah Pendalaman Alkitab)

IBADAH RUTIN DI SURABAYA

Minggu jam 09:30 (Ibadah Sekolah Minggu)
Minggu jam 10:55 (Ibadah Raya)
Rabu jam 17:30 (Ibadah Pendalaman Alkitab)
Jumat jam 17:30 (Ibadah Doa Penyembahan)


IBADAH RUTIN DI JAKARTA
Jl. Patra Kuningan XIV no.4
Jakarta Selatan
Sabtu, jam 09:00 (Ibadah Pendalaman Alkitab)

IBADAH KUNJUNGAN
  • 20-22 Agustus 2019
    (Ibadah Kunjungan di Medan)

  • 04-05 September 2019
    (Ibadah Kunjungan di Semarang)

  • 17-19 September 2019
    (Ibadah Persekutuan di Malang)

  • 08-10 Oktober 2019
    (Ibadah Kunjungan di Batam)

  • 22-24 Oktober 2019
    (Ibadah Kunjungan di Sorong)

  • 05-07 November 2019
    (Ibadah Kunjungan di Tentena)

  • 19-21 November 2019
    (Ibadah Kunjungan di Medan)

  • 03-05 Desember 2019
    (Ibadah Kunjungan di Jayapura)

  • 13-18 April 2020
    (Ibadah Kunjungan di Korea Selatan)

All Right Reserved Gereja Pantekosta Tabernakel "KRISTUS KASIH"
Jln. Simpang Borobudur 27 Malang | Telp: (0341) 496949 | Fax: (0341) 476751 » Lihat Peta Gereja Kami di Malang
Jln. WR Supratman 4 Surabaya | Telp. 08123300378 » Lihat Peta Gereja Kami di Surabaya
hubungi kami | email: info@gptkk.org | sitemap | top