English Language | Form Penggembalaan
RINGKASAN KOTBAH IBADAH RUTIN DAN IBADAH KUNJUNGAN
RINGKASAN LAINNYA

Ibadah Doa Malang, 20 November 2012 (Selasa Sore)
Pembicara: Pdm. Dadang Hadi Santoso

Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Mazmur 62:2-3
62:2 Hanya...

Ibadah Raya Malang, 09 Maret 2014 (Minggu Pagi)
Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Wahyu 1:9-20 adalah penglihatan Yohanes di...

Ibadah Raya Surabaya, 15 Mei 2016 (Minggu Sore)
Bersamaan dengan hari Pentakosta

Salam sejahtera dalam kasih sayangnya TUHAN kita Yesus Kristus. Selamat malam, selamat mendengarkan firman TUHAN....

Ibadah Doa Surabaya, 11 Agustus 2010 (Rabu Sore)
Disertai dengan doa puasa

Matius 25: 16-17, 20-23
25:16. Segera pergilah hamba yang menerima lima talenta itu. Ia menjalankan uang...

Ibadah Pendalaman Alkitab Surabaya, 10 Desember 2012 (Senin Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayangnya Tuhan kita Yesus Kristus. Selamat malam, selamat mendengarkan Firman Tuhan. Biarlah damai...

Ibadah Raya Malang, 22 Juli 2012 (Minggu Pagi)
IBADAH PENYERAHAN ANAK

Efesus 1:7-10
1:7 Sebab...

Ibadah Raya Surabaya, 13 Mei 2012 (Minggu Sore)
Matius 27:
= dalam Tabernakel, terkena pada 7 kali percikan darah di atas tabut perjanjian/tutup pendamaian= sengsara yang dialami oleh Yesus sampai...

Ibadah Doa Malang, 19 Februari 2013 (Selasa Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Matius 28:11-15
28:11 Ketika mereka di tengah jalan,...

Ibadah Doa Surabaya, 02 Maret 2018 (Jumat Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayangnya TUHAN kita Yesus Kristus. Selamat malam, selamat mendengarkan firman TUHAN. Biarlah damai...

Ibadah Kaum Muda Remaja Malang, 16 November 2013 (Sabtu Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Lukas 5:35-39
5:35 Tetapi akan datang waktunya, apabila...

Ibadah Pendalaman Alkitab Malang, 01 Maret 2012 (Kamis Sore)
Matius 26:57-68 adalah tentang SAKSI dan KESAKSIAN.

Ada 2 macam saksi dan...

Ibadah Doa Malang, 28 Januari 2014 (Selasa Sore)
Pembicara: Pdt. Mikha Sanda Toding

Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Matius 12:22-37
12:22 Kemudian dibawalah...

Ibadah Doa Puasa Session I Malang, 23 Agustus 2016 (Selasa Pagi)
Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Keluaran 13,14,15 berbicara tentang baptisan air.
Keluaran...

Ibadah Kaum Muda Remaja Malang, 10 Juni 2017 (Sabtu Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Lukas 11:33-36
11:33 "Tidak seorangpun yang menyalakan...

Ibadah Pendalaman Alkitab Surabaya, 21 Januari 2013 (Senin Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayangnya Tuhan kita Yesus Kristus. Selamat malam, selamat mendengarkan Firman Tuhan. Biarlah damai...


TRANSKRIP LENGKAP

Doa Surabaya (Rabu, 26 November 2014)
Tayang: 10 Mei 2019
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 24 November 2014)
Tayang: 10 Mei 2019
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 23 November 2014)
Tayang: 07 Januari 2019
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 19 November 2014)
Tayang: 07 Januari 2019
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 17 November 2014)
Tayang: 07 Januari 2019
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 09 November 2014)
Tayang: 22 Agustus 2018
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 05 November 2014)
Tayang: 04 Juni 2018
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 03 November 2014)
Tayang: 04 Juni 2018
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 02 November 2014)
Tayang: 03 Maret 2018
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 20 Oktober 2014)
Tayang: 13 Desember 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 13 Oktober 2014)
Tayang: 13 Desember 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 12 Oktober 2014)
Tayang: 24 Oktober 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 08 Oktober 2014)
Tayang: 18 September 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 06 Oktober 2014)
Tayang: 05 September 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 05 Oktober 2014)
Tayang: 05 September 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 01 Oktober 2014)
Tayang: 05 September 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 29 September 2014)
Tayang: 24 Juni 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 21 September 2014)
Tayang: 19 Mei 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 17 September 2014)
Tayang: 29 April 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 15 September 2014)
Tayang: 29 April 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]



Untuk Koneksi Lambat, silahkan buka http://id.gptkk.org
Transkrip lengkap dari ibadah penggembalaan di Malang dan Surabaya, semuanya di bawakan oleh gembala sidang Pdt. Widjaja Hendra.

Silahkan kontak ke info@gptkk.org apabila bapak/ibu/sdr/sdri ada pertanyaan atau mungkin ingin berlangganan majalah Manna dan silahkan kirim email ke widjaja_h [at] yahoo.com apabila ingin konsultasi pribadi dengan bapak gembala
silahkan ganti tanda [at] dengan @
Cari ringkasan:   
[versi cetak]
Cari rekaman ibadah ini di: http://www.kabarmempelai.org
Ibadah Raya Surabaya, 28 Agustus 2016 (Minggu Siang)

Salam sejahtera dalam kasih sayangnya TUHAN kita Yesus Kristus. Selamat malam, selamat mendengarkan firman TUHAN. Biarlah damai sejahtera, kasih karunia, dan bahagia dari TUHAN senantiasa dilimpahkan di tengah-tengah kita sekalian.

Wahyu 4: 8b-11 => aktifitas/kegiatan di takhta sorga (diterangkan mulai dari Ibadah Raya Surabaya, 31 Juli 2016).
Ada dua aktifitas/kegiatan utama di takhta sorga:

  1. Wahyu 4: 8
    4:8. Dan keempat makhluk itu masing-masing bersayap enam, sekelilingnya dan di sebelah dalamnya penuh dengan mata, dan dengan tidak berhenti-hentinya mereka berseru siang dan malam: "Kudus, kudus, kuduslah TUHAN Allah, Yang Mahakuasa, yang sudah ada dan yang ada dan yang akan datang."

    Yang pertama: ayat 8b= aktifitas penyucian oleh pekerjaan firman pengajarn yang lebih tajam dari pedang bermata dua; menyucikan tubuh, jiwa dan roh kita--tiga kali dituliskan 'kudus'--(diterangkan mulai dari Ibadah Raya Surabaya, 31 Juli 2016 sampai Ibadah Pendalaman Alkitab Surabaya, 15 Agustus 2016, ditambah Ibadah Raya Surabaya, 21 Agustus 2016 sampai Ibadah Pendalaman Alkitab Surabaya, 24 Agustus 2016).


  2. Wahyu 4: 9-11
    4:9. Dan setiap kali makhluk-makhluk itu mempersembahkan puji-pujian, dan hormat dan ucapan syukur kepada Dia, yang duduk di atas takhta itu dan yang hidup sampai selama-lamanya,
    4:10. maka tersungkurlah kedua puluh empat tua-tua itu di hadapan Dia yang duduk di atas takhta itu, dan
    mereka menyembah Dia yang hidup sampai selama-lamanya. Dan mereka melemparkan mahkotanya di hadapan takhta itu, sambil berkata:
    4:11. "Ya TUHAN dan Allah kami, Engkau layak menerima puji-pujian dan hormat dan kuasa; sebab Engkau telah menciptakan segala sesuatu; dan oleh karena kehendak-Mu semuanya itu ada dan diciptakan."

    Yang kedua: ayat 9-11: aktifitas penyembahan (diterangkan mulai dari Ibadah Doa Surabaya, 17 Agustus 2016).

Jadi, penyucian oleh pedang firman lebih dulu, baru diikuti dengan kegiatan penyembahan. Ini terjadi di takhta sorga. Beigtu juga dengan kita yang masih hidup di dunia ini, harus melakukan kegiatan takhta sorga--kegiatan penyucian dan penyembahan--, supaya sekarang kita bersuasana takhta sorga di tengah dunia yang dalam kutukan, sampai satu waktu jika Yesus datang kedua kali, kita benar-benar duduk bersanding dengan Dia di takhta sorga selama-lamanya.

Lukas 9: 28
9:28. Kira-kira delapan hari sesudah segala pengajaran itu, Yesus membawa Petrus, Yohanes dan Yakobus, lalu naik ke atas gunung untuk berdoa.

Pengajaran dan penyembahan tidak bisa dpisahkan.
Firman pengajaran yang benar, yang lebih tajam dari pedang bermata dua akan menyucikan tubuh, jiwa dan roh kita, sehingga kita terdorong untuk menyembah TUHAN dalam penyembahan yang benar.
Sebaliknya, ajaran palsu akan mendorong pada penyembahan palsu dan memuncak pada penyembahan antikris, sehignga kehidupan itu dicap 666--menjadi milik antikris; menjadi sama dengan antikris dan akan dibinasakan selamanya.

Sekarang, kita belajar kegiatan kedua: KEGIATAN PENYEMBAHAN.
Wahyu 11: 1-2
11:1. Kemudian diberikanlah kepadaku sebatang buluh, seperti tongkat pengukur rupanya, dengan kata-kata yang berikut: "Bangunlah dan ukurlah Bait Suci Allah dan mezbah dan mereka yang beribadah di dalamnya.
11:2. Tetapi kecualikan pelataran Bait Suci yang di sebelah luar, janganlah engkau mengukurnya, karena ia telah diberikan kepada bangsa-bangsa lain dan mereka akan menginjak-injak Kota Suci empat puluh dua bulan lamanya."

(terjemahan inggris)
11:1. Then I was given a reed like a measuring rod. And the angel stood, saying, "Rise and measure the temple of God, the altar, and those who
worship there.

(terjemahan lama)
11:1. Maka diberikan kepadaku sejenis buluh pengukur yang seperti tongkat rupanya dengan katanya, "Bangkitlah, dan ukurlah Bait Allah, dan tempat korban dan segala orang yang
sembahyang di dalamnya itu;

'mereka yang beribadah di dalamnya'= dalam bahasa lain dituliskan: 'mereka yang menyembah.'
'ukurlah Bait Suci Allah dan mezbah'= di dalam Tabernakel, yang disebut dengan Bait Suci adalah ruangan suci dan ruangan maha suci--mezbah di ruangan suci dan ruangan suci hanya ada satu, yaitu mezbah dupa emas--; pelataran tidak diukur ('kecualikan pelataran Bait Suci').
'42 bulan' = 3,5 tahun.

Di sini, penyembahan diukur. Puncak ibadah pelayanan kepada TUHAN adalah doa penyembahan kepada TUHAN. Ini yang diukur oleh UTHAN.
Sebenarnya,, ada tiga hal yang diukur oleh TUHAN:

  1. Lukas 6: 38
    6:38. Berilah dan kamu akan diberi: suatu takaran yang baik, yang dipadatkan, yang digoncang dan yang tumpah ke luar akan dicurahkan ke dalam ribaanmu. Sebab ukuran yang kamu pakai untuk mengukur, akan diukurkan kepadamu."

    Perkara pertama yang diukur oleh TUHAN: memberi.

    Di dalam tubuh Kristus kita harus memberi; seperti tubuh kita ini saling memberi: tangan, kaki, dan semuanya saling memberi bantuan. Kalau mau makan, kaki gerek, tangan gerak, lalu mulut; semua saling membantu.

    Efesus 4: 2
    4:2. Hendaklah kamu selalu rendah hati, lemah lembut, dan sabar. Tunjukkanlah kasihmu dalam hal saling membantu.

    Memberi bukan begitu saja, tetapi hanya kehidupan yang rendah hati, lemah lembut dan sabar yang bisa memiliki kasih utnuk bisa salig memberi dan membantu. Ini merupakan kesatuan tubuh dan diukur oleh TUHAN.
    Kita memberi dan membantu baik secara jasmani maupun rohani--ada orang yang butuh firman atau kekuatan, kita bersaksi.

    Filipi 4: 16-19
    4:16. Karena di Tesalonikapun kamu telah satu dua kali mengirimkan bantuan kepadaku.
    4:17. Tetapi yang kuutamakan bukanlah pemberian itu, melainkan buahnya, yang
    makin memperbesar keuntunganmu.
    4:18. Kini aku telah menerima semua yang perlu dari padamu, malahan lebih dari pada itu. Aku berkelimpahan, karena aku telah menerima kirimanmu dari Epafroditus, suatu
    persembahan yang harum, suatu korban yang disukai dan yang berkenan kepada Allah.
    4:19. Allahku akan memenuhi segala keperluanmu
    menurut kekayaan dan kemuliaan-Nya dalam Kristus Yesus.

    Kalau kita bisa memberi, itu sama dengan:


    1. Menghasilkan buah-buah persembahan yang berbau di hadapan TUHAN; yang menyenangkan hati TUHAN, sehingga menarik hadirat TUHAN untuk menenuhi segala kebutuhan kita menurut kekayaan dan kemuliaan-Nya (tadi kdikatakan: 'Berilah dan kamu akan diberi...ukuran yang kamu pakai untuk mengukur, akan diukurkan kepadamu').

      Menurut kekayaan dan kemuliaan TUHAN, berarti tidak terbatas selama-lamanya; kalau kekayaan manusia terbatas.
      Jadi, memberi adalah persembahan berbau harum yang naik ke hadirat TUHAN sehingga hadirat TUHAN turun untuk memenuhi segala kebutuhan kita menurut kekayaan dan kemuliaan-Nya yang tidak bisa dipikirkan dengan kemampuan otak kita.


    2. Ayat 17: 'makin memperbesar keuntunganmu'= memberi juga memperbesar keuntungan.
      Artinya: sampai kita mendapatkan dua sayap burung nasar yang besar, yang menyingkirkan kita ke padang gurun, jauh dari mata antikris. Jangankan dijamah, dilihatpun tidak bisa.
      Ini semua dari memberi, sebab memberi ini berasal dari penycuian hati.

      Wahyu 12: 14
      12:14. Kepada perempuan itu diberikan kedua sayap dari burung nasar yang besar, supaya ia terbang ke tempatnya di padang gurun, di mana ia dipelihara jauh dari tempat ular itu selama satu masa dan dua masa dan setengah masa.

      Jadi, memperbesar keuntungan bukan dinilai dair jumlahnya, tetapi sampai kita mendapatkan dua sayap burung nasar yang besar, yang tidak bisa dibeli dengan apapun.

      'Kepada perempuan itu diberikan'= 'siapa memberi, akan diberi'; memberi ini diukur oleh TUHAN. Mulai dari gembala, bukan jemaat.
      Dua sayap burung nasar yang besar menyingkirkan kita ke padang gurun, jauh dari mata antikris yang berkuasa selama 3,5 tahun di bumi; kita dipelihara dan dilindungi secara langsung oleh TUHAN; kita tidak bergantung apa-apa lagi. Semua sudah fulltimer, sudah memberikan seluruh hidup pada TUHAN.

      Sekarang kita belajar, mulai dari yang jasmani: memberi perhatian pada teman dan lain-lain, dan secara rohani, sampai satu waktu kita sudah di padang gurun, kita membeirkan seluruh hidup kita kepada TUHAN--seluruh hidup hanya untuk TUHAN--dan Dia sendri yang langsung memelihara dan melindungi kita selama 3,5 tahun.
      Seperti dulu, Israel di padang gurun tidak ada yang bekerja, tetapi hanya beribadah. Dulu Israel dipelihara dengan manna selama 40 tahun; nanti kita dipelihara secara langsung oleeh TUHAN lewwat firman pengajaran dan perjamuan suci--ibadah pendalaman alkitab setiap hari.


  2. Yeremia 51: 13
    51:13. Hai engkau yang tinggal di tepi sungai besar, yang mempunyai kekayaan besar, akhir hidupmu sudah datang, batas hidupmu sudah sampai!

    (terjemahan lama)
    51:13. Hai engkau yang duduk di tempat air banyak dan yang menaruh banyak harta benda, bahwa kesudahanmu sudah sampai dan
    perhinggaan kekikiranmupun.

    'di tempat air banyak'= nanti perempuan Babel duduk di tempat yang banyak airnya. Yang ditampilkan oleh Babel adalah kekayaannya.

    Perkara kedua yang diukur oleh TUHAN: kikir--sampai sejauh mana kita kikir.

    Kalau kikir pasti searakah. Ini terjadi bukan karena kaya atau mskin--di sini orang kaya, tetapi kikir--, tetapi hatinya terikat oleh keinginan akan uang--cinta akan uang--sehingga tidak bisa mengasihi TUHAn dan sesama.

    Kikir= tidak bisa memberi untuk pekerjaan TUHAN dan sesama yang membutuhkan.
    Serakah= merampas milik orang lain, mulai dari merampas milik TUHAN: persepuluhan dan persembahan khusus, dan mencuri milik sesama: korupsi, hutang tidak bayar dan lain-lain.

    Ini semua diukur oleh TUHAN. Tidak main-main! Dalam rumah TUHAN, uang adalah perkara kecil, tetapi sekarang menadji perkara besar yang diperebutkan di dalam geraja (kembali seperti dalam Yohaens 2: 'jual beli dalam Bait Allah'), bahkan sampai ke pengadilan. Karena apa? Bukan karena tidak ada uang--uangnya banyak--, tetapi hatinya terikat akan uang, sehingga tidak pernah puas--merasa kurang terus--, sampai dia kikir dan erakah.

    Contoh: Yudas Iskariot. Ia kikir dan serakah.
    Yohaens 12: 3-6
    12:3. Maka Maria mengambil setengah kati minyak narwastu murni yang mahal harganya, lalu meminyaki kaki Yesus dan menyekanya dengan rambutnya; dan bau minyak semerbak di seluruh rumah itu.
    12:4. Tetapi Yudas Iskariot, seorang dari murid-murid Yesus, yang akan segera menyerahkan Dia, berkata:
    12:5. "Mengapa minyak narwastu ini tidak dijual
    tiga ratus dinar dan uangnya diberikan kepada orang-orang miskin?"
    12:6. Hal itu dikatakannya bukan karena ia memperhatikan nasib orang-orang miskin, melainkan karena
    ia adalah seorang pencuri; ia sering mengambil uang yang disimpan dalam kas yang dipegangnya.

    Ayat 5-6= Yudas bohong, sebab ia juga tidak pernah memberi untuk orang miskin.

    Luar biasa! Kikir dan serakah ini diukur oleh TUHAN dan ternyata Yudas, rasul TUHAN yang luar biasa dan bendahara, jatuh di sini, kena ukuran yang negatif--ukuran kikir dan serakah.
    Kalau kena ukuran memberi, puji TUHAN, kita bisa berbau harum. Kalau kena ukuran kikir dan serakah, akan dibinasakan--masuk Babel.

    Di sini, ada perempuan yang mengurapi Yesus untuk penguburan Yesus--berkorban untuk pembangunan tubuh Kristus. Ini menunjuk pada pelayanan pembangunan tubuh Kristus yang terakhir.

    Perempuan ini meminyaki kaki Yesus dengan minyak seharga tiga ratus dinar.
    300 dinar= gaji satu tahun--satu dinar sehari, satu tahun kira-kira 360 hari dipotong hari sabat.
    Ini sama dengan memberi untuk pelayanan pembangunan tubuh Kristus yang terahir; pelayanan pembangunan tubuh Kristus yang sempurna--mempelai wanita sorga. Setelah Yesus dikubur, tidak bisa dilayani lagi. Sekarang ini sudah yang terakhir.

    Tetapi Yudas Iskariot protes, padahal bukan dia yang memberi. Ini celakanya. Orang lain yang memberi, tetapi dia yang marah. Akhirnya ia jadi pencuri--kikir dan serakah.
    Yudas terlalu perhitungan.

    Hamba/pelayan TUHAN yang hatinya diikat oleh keinginan akan uang--kikir dan serakah--mulainya dari terlalu perhitungan dengan TUHAN. Bahaya! Mari, yang imbang. Tidak ada masalah. Kita bisa menggunakan berkat untuk yang jasmani, silahkan, tetapi jangan perhitungan untuk yang rohani.

    Yudas Iskariot terlalu perhitungan, akibatnya: ia sendiri tidak dihitung oleh UTHAN; diganti dengan Matias. Tetapi juga jangan emosi. Sekarang, banyak yang dibangkitkan emosinya: 'Ayo, ambil dompet, cari yang paling besar!' Ini emosinya. Jangan mau!

    Yang benar, kita memberi karena dorongan penyucian lewat pedang firman.
    Kita memberi dengan kasih. Kalau hati kita disucikan dari keinginan akan uang, kita bisa mengasihi TUHAN dan sesama, sehingga kita memberi karena dorongan kasih, bukan emosi. TUHAN tolong kita.

    Sekarang banyak cara supaya orang bisa memberi dengan emosi. Tidak ada artinya. Nanti sungguh-sungguh jadi pemborosan. Harus dengan kasih! Kalau memberi dengan kasih, itulah yang berbau harum di hadapan TUHAN.

    Jadi, memberi diukur, kikir dan serakah juga diukur. Tadi Yudas diukur dan ia keluar dari tubuh Kristus; tidak ada tmepat di tubuh kristus, tetapi di tubuh Babel--mempelai wanita setan yang akan dibinasakan.
    Tadi disebutkan 'Hai engkau yang duduk di tempat air banyak' => duduk di tempat yang banyak airnya ini menunjuk pada perempuan Babel. Jadi, kikir dan serakah mengarah pada pembangunan tubuh Babel.

    Kikir juga bisa soal waktu. Boleh jalan-jalan, tetapi kalau untuk ibadah, jangan malas-malas! Harus imbang! Karena diukur oleh TUHAN. Mau apa saja yang positif, dukung anak-anak kita. Tetapi untuk ibadah, jangan dibiarkan kalau cari-cari alasan untuk tidak ibadah.


  3. Perkara ketiga yang diukur oleh TUHAN: doa penyembahan.

Wahyu 11: 1
11:1. Kemudian diberikanlah kepadaku sebatang buluh, seperti tongkat pengukur rupanya, dengan kata-kata yang berikut: "Bangunlah dan ukurlah Bait Suci Allah dan mezbah dan mereka yang beribadah di dalamnya.

(terjemahan inggris)
11:1. Then I was given a reed like a measuring rod. And the angel stood, saying, "Rise and measure the temple of God, the altar, and those who
worship there.

(terjemahan lama)
11:1. Maka diberikan kepadaku sejenis buluh pengukur yang seperti tongkat rupanya dengan katanya, "Bangkitlah, dan ukurlah Bait Allah, dan tempat korban dan segala orang yang
sembahyang di dalamnya itu;

'beribadah'= menyembah.
Ukuran penyembahan adalah 'sebatang buluh, seperti tongkat pengukur'. Ini mengingatkan kita, salah satunya pada tongkat gembala.
Tongkat gembala adalah

  • Firman penggembalaan. Ini yang mengatur semua; geraknya domba-domba diatur dengan tongkat gembala.

    Friman penggembalaan= firman pengajaran yang benar, yang lebih tajam dari pedang bermata dua, yang dipercayakan TUHAN kepada seorang gembala untuk disampaikan pada sidang jemaat dengan setia, teratur--memberi makan dengan teratur, tidak bisa seenaknya--, dan diulang-ulang untuk menjadi makanan bagi sidang jemaat, supaya jemaat bertumbuh rohaninya ke arah kedewasaan rohani--kesemprunaan.


  • Tongkat gembala juga menjadi komando, sehingga domba-domba tahu apa yang harus dilakukan dan tidak boleh dilakukan. Itu semua diatur oleh tongkat gembala untk bisa mencapai Yerualem baru--kandang penggembalaan terakhir. Inlah sasaran kita, tidak ada yang tersesat.

Jadi, UKURAN DOA PENYEMBAHAN ADALAH MENDENGAR DAN DENGAR-DENGARAN PADA SUARA GEMBALA--firman pengegmblaaan--SAMPAI DAGING TIDAK BERSUARA LAGI---sampai tirai teraobek.
Kandang penggembalaan= ruangan suci--ketekunan dalam tiga macam ibadah pokok.
Inilah ukuran doa penyembahan.

Contoh: doa Yesus di taman Getsemani. Kalau dagingnya Yesus memang benar. Dia takut: 'Ya Bapa, kalau bisa lalukan cawan ini dari pada-Ku.' Secara lgoika, benar, Dia tidak kenal dosa, tidak berbuat dosa, tetapi berbuat baik, Ia tidak boleh dihukum apalagi disalib. Tetapi, Ia lanjutkan: 'Bukan kehendak-Ku yang jadi, melainkan kehendak-Mu.' Inilah doa penyembahan sampai daging tidak bersuara lagi. Dia bisa menyerahkan semua kehendak dan keinginan-Nya kepada Bapa di sorga, dan Dia bisa menerima kehendak Bapa di sorga, sekalipun bertentangan dengan kehendak daging.

Contoh manusia biasa: Abarham. TUHAN perintahkan: 'Persembahkan anakmu!' Kalau secara daging: 'Salah apa anakku?' Tetapi karena ia mendengar suara TUHAn dan taat sampai daging tidak bersuara, ia lakukan, tetapi ada kuasa TUHAN menolong.
Janda Sarfat juga, tepungnya tinggal sedikit dan mau membuat roti untuk dia dan anaknya lalu mati. Kalau pakai logika, memang mati. Tetapi kalau pakai iman, tidak mati. Nabi Elia katakan: 'Benar, tetapi buatlah untuk aku dulu.'--buat untuk TUHAN dulu.

Begittu juga dengan kita, kalau kita aat dengar-dengaran sampai daging tidak bersuara, akan ada kuasa TUHAN menolong kita. Jangan takut! Ketaatan itu lain. Kalau kita taat--mengulurkan tangan pada TUHAN--, kita hidup dalam tangan TUHAN, dan TUHAN mengulurkan tangan bagi kita--kuasa TUHAN sanggup melakukan segala sesuatu yang di luar pikiran kita.

Inilah ukuran doa penyambahan, yaitu mendengar dan taat dengar-dengaran pada firman penggembalaan sampai daging tidak bersuara lagi--tirai terobek.
Kalau tidak memenuhi ukuran penyembahan, akan diinjak-injak oleh antikris.

Wahyu 11: 2
11:2. Tetapi kecualikan pelataran Bait Suci yang di sebelah luar, janganlah engkau mengukurnya, karena ia telah diberikan kepada bangsa-bangsa lain dan mereka akan menginjak-injak Kota Suci empat puluh dua bulan lamanya."

42 bulan = 3,5 tahun. Kalau kita tidak mau menyembah atau doa penyembahan belum memenuhi ukuran--daging masih bersuara; sering tidak taat, kuatir, mengomel dan lain-lain--, kita akan masuk aniaya antikris.
Saul tidak taat, disuruh tumpas emua,tetapi ia pilih-pilih; yang gemuk tidak ditumpas, yang kurus ditumpas. Saat Samuel datang, Saul katakan: 'Saya sudah laksanakan firman,' tetapi Samuel katakan: 'Itu suara apa?' Saul akhirnya ditolak jadi raja.

Ada dua kemungkinan saat aniaya antikris:

  1. Tetap menyembah Yesus; menolak cap antirkis. Ia mengalami siksaan/aniaya antikris sampai dipancung kepalanya--berarti dagingnya tidak bersuara lagi.
    Ini bukan karena TUHAN jahat, tidak ada cara lain supaya dagingnya tidak bersuara. Kalau tidak mau lewat doa peneymbahan, akan lewat siksaan antikris, spaya bisa memenuhi ukuran penyembahan (seperti Yesus menyembah Bapa sampai Dia bisa berkata: 'Bukan kehendak-Ku yang jadi, melainkan kehendak-Mu.')

    Ini masih kemurahan TUHAN, karena orang-orang ini termasuk mati syahid dan saat TUHAN datang, mereka akan dibangkikan dalam tubuh kemuliaan untuk bersama TUHAN selama-lamanya.


  2. Ini yang banyak terjadi, yaitu menyembah antikris karena tidak mampu; menerima cap 666. Mau beli nasi saja tidak bisa. Tidak kuat dan akhirnya menyembah antirkis. Secara tubuh jasmani, tidak disiksa dan normal semua, tetapi ia jadi sama dengan antikris untuk dibinasakan selama-lamanya.

Inilah ukuran penyembahan, yaitu tongkat gembala. Firman penggembalaan diulang-ulang, supaya kita memenuhi ukuran.

"Dulu, saya paling suka mengukur tinggi badan. Diberi target, harus ekian, akrena saya paling pendek dan paling kecil di sekolah mulai SD sampai SMA. Kalau main bola, bukan cari nomor punggungnya, tetapi saya cari kaos yang paling kecil. Belum satu hari, sudah ukur lagi, diulang lagi: 'Naik kok rasanya.' Firman juga diulang-ulang supaya kita memenuhi ukuran. Waspada terus!"

Hati-hati! Karena pengukurnya tongkat penggembalaan, kita waspada terhadap suara asing. Ini yang mengurangi ukuran dan memabuat kita tidak pernah mencapai ukuran daging tidak bersuara lagi!

Suara asing adalah:

  • Ajaran lain yang tidak senada dengan firman penggembalaan yang benar; tidak sesuai dengan alkitab. Itu adalah suara ular sekalipun kelihatan logis. Hati-hati!

    Tentang apa saja, mulai dari pintu gerbang--iman--, banyak suara asing. Kalau suasa saing, iman dari melihat; kalau kita, dari mendengar firman. Ini beda dan sudah sagnat jauh; baru dari peintu gerbang. Belum lagi soal pertobatan--ada yang mengajarkan, sekali percaya Yesus, mau berbuat apa saja, tetap selamat. Ini yang mengurangi ukuran.

    Kita harus kembali ke alkitab, bukan berarti kita yang paling benar.
    Kalau tidak sesuai alkitab, itu adalah suara ular--seperti Adam dan Hawa.


  • Gosip-gosip yang tidak bisa dipertanggungjawabkan kebenarannya. ini membuat kita tidak bisa meneymbah; ukuran turun.


  • Dari dalam: suara dging. Karena itu Yesus berteriak: 'Bukan kehendak-Ku yang jadi, tetapi kehendak-Mu.'
    Jangan dengar suara daging, tetapi dengar suara firman!

Yohaens 10: 5
10:5. Tetapi seorang asing pasti tidak mereka ikuti, malah mereka lari dari padanya, karena suara orang-orang asing tidak mereka kenal."

Suara asing ini membuat kita tidak pernah mencapai ukuran! Mau naik, dengar suara asing, turun lagi, tidak bisa naik lagi.

'suara orang-orang asing tidak mereka kenal'= domba-domba yang mendegar dan dengar-dengaran pada suara gembala sampai daging tidak bersuara lagi, pasti lari dari suasa asing.
Kalau masih suka dengar suara asing, berarti daging masih bersuara. Kalau sudah mulai malas baca atau dengar suara asing, berarti daging sudah mulai tidak bersuara--tirai mulai terobek.

'Lari' di sini artinya:

  • Tidak memberi kesempatan satu kalipun untuk mendengar suara asing.
  • Tidak ada keigninan untuk mendengar suara asing.

Suara daging dan suara asing ini satu. Kalau daging masih bersuara, pasti ingin dengar suara asing, baik dari gosip, ajaran lain, atau suara dagingnya sendiri--keinginan dan hawa nafsu daging. Dan ini yang menyesatkan! Sungguh-sungguh hari ini, tidak memberi kesempatan untuk mendengar suara asing!

"Saya banyak diprotes soal ini, tetapi saya katakan: 'Baca alkitab, Hawa hanya satu kali dengar suara ular dan langsung jatuh.'"

Suara asing ini, sekarang kita dengar mungkin tidak apa-apa, tetapi suara asing bekerja saat kita lemah, mungkin karena pencobaan. Saat itulah suara asing akan terngiang-ngiang dan membuat kita kering rohani, tidak bisa makan firman penggembalaan lagi, sampai jadi pengkhianat seperti Yudas Iskariot. Yudas selalu berkata: Bukan aku-tidak bisa makan firman penggembalaan lagi. Ia pergi ke tua-tua yang ajarannnya bertentangan dengan Yesus dan menggosipkan Yesus. Mungkin awalnya merasa tidak apa-apa, tetapi akhirnya ia kering rohani dan tidak bisa makan firman penggembalaan lagi. Saat lemah--lemahnya Yudas karena ingin akan uang--, suara asing bekerja dan ia jadi pengkhianat.

Mari, fokuskan pada tongkat gembala. Doakan supaya firman penggemblaaan benar-benar jadi makanan dan komando yang benar bagi kita semua!

Yehezkiel 20: 37
20:37. Aku akan membiarkan kamu lewat dari bawah tongkat gembala-Ku dan memasukkan kamu ke kandang dengan menghitung kamu.

Tongkat gembala/suara gembala/firman penggembalaan adalah uluran tangan Gembala Agung yang menuntun kita untuk masuk kandang penggembalaan, sehingga kita dihitung oleh UTHAN. Jangan seperit Yudas yang tidak dihitung oleh TUHAN.

"Kami hamba TUHAN banyak salah. Kalau kami menyampaikan firman TUHAN, lalu jemaat banyak yang menangis, dianggap berhasil. Belum tentu. Ada yang memang punya masalah, belum apa-apa sudah menangis. Tetapi kalau firman bisa menuntun kita masuk ke kandang, itulah keberhasilan, karena hanya yang di dalam kandang yang dihitung. Yang di luar kadnang tidak dihitung. Tugas gembala bukan beranak domba, tetapi memasukkan domba ke kandang. Ini jerittan hati kami sebagai gembala. Sungguh-sungguh suara penyembahan kami kepada TUHAN, supaya domba-domba masuk dalam kandang."

Secara jasmani--bisa berbeda-beda--, kandang penggembalaan adalah organisasi gereja; secara rohani--harus sama--: kerajaan sorga, yaitu ruangan suci--ketekunan dalam tiga macam ibadah pokok--:

  • Pelita emas= ketekunan dalam ibadah raya; persekutuan dengan Allah Roh Kudus di dalam karunia-karunia-Nya.
  • Meja roti sajan= ketekunan dalam ibadah pendalaman alkitab dan perjamuan suci; persekutuan dengan Anak Allah dengan firman dan kurban Kristus.
  • mezbah dupa emas= ketekunan dalam ibadah doa; peresekutuan dengna Allah Bapa di dalam kasih-Nya.

Di dalalam kandang penggembalaan, tubuh, jiwa dan roh kita melekat pada Allah Tritunggal--ini yang penting--, sehingga setan tritunggal--setan, antikris, nabi palsu--tidak bisa menjamah kita, bahkan tidak bisa melhiat kita. Kita sudah menyatu dengan Allah Tritunggal, sehingga kita tidak bisa disesatkan dan dijatuhkan; kita tidak bisa terhilang. Ini yang penting, supaya kita bisa dihitung oleh TUHAN.

Banyak yang karena tidak ada di kandang lalu tersesat, terjatuh dalam dosa-dosa dan terhilang. Yang namanya terhilang, tidak bisa dihitung lagi. Tetpai kalau kita di kandang, kita tidak bisa dijamah oleh setan tritunggal, tetapi ada persekutuan yang erat dengan Allah Tritunggal; kita tidak bisa tersesat, terjatuh dan terhilang, sehingga kita selalu dihitung oleh TUHAN.

"Saya gembala manusia banyak luputnya, tetapi sedikit banyak tahu kalau ada yang tidak datang. Di Malang sekarang ada cctvnya. Di lantai tiga biasanya tidak kelihatan, tetapi sekarang bisa kelihatan. Saya belajar sejak jadi guru sekolah minggu. Saya bagi daftar hadir di tiap kelas. Waktu doa, saya baca, sampai hafal namanya sekalipun sudah tidak jadi guru. Tiap hari saya doakan namanya. Sekarang agak hafal, tetapi ada luputnya. Ini saya, apalagi Gembala Agung, tidak pernah salah. Sehelai rambutpun dihitung oleh Gembala Agung."

Matius 10: 30
10:30. Dan kamu, rambut kepalamupun terhitung semuanya.

Ini luar biasanya kandang penggembalaan. Dia menghitung dengan teliti, sampai sehelai rambutpun dihitung.
Sekalipun hebat--rasul, bendahara--, kalau tidak tergembala dengan benar dan baik--seperti Yudas--, akhirnya tidak dihitung oleh TUHAN.

Sebaliknya, mungkin kita masih seperti sehelai rambut--tidak berdaya, lemah, tidak ada harganya, tidak dipandang dan lain-lain--, tetapi kalau mau digembalakan, di situ kita selalu mendapat perhatian dari TUHAN. TUHAN Gembala Agung selalu memeperhatikan , mempedulikan dan bergumul untuk kita sampai kepada yang lemah dan tak berdaya di antara kita. Di saat kita mau putus asa dan kecwa, ingat, sehelai rambut dihitung TUHAN! Itu kekuatan kita. Kembali ke kandang!

Sampai di kayu salib, Dia berteriak: 'Sudah selesai!' Tidak ada yang tidak bisa diselesaikan oleh TUHAN. TUHAN tolong kita semua.
TUHAN berbelas kasih kepada kita semua.

Hasilnya:

  1. Matius 10: 29-30
    10:29. Bukankah burung pipit dijual dua ekor seduit? Namun seekorpun dari padanya tidak akan jatuh ke bumi di luar kehendak Bapamu.
    10:30. Dan kamu, rambut kepalamupun terhitung semuanya.

    Ayat 29= saat antikris berkuasa, TUHAN mengirimkan dua saksi--seperti dua ekor burung pipit.
    Mulai ayat 16, perikopnya: penganiayaan yang akan datang dan pengakuan akan Yesus. Ini menunjuk pada zaman antikris. Artinya: sehelai rambut dihitugn sampai zaman antikris.

    Hasil pertama: kuasa pemeliiharaan dan perlindungan TUHAN di zmana yang sudah sulit, jahat dan najis, sampai zaman antikris 3,5 tahun, bahkan sampai kiamat--tiga kali tujuh penghukuman--dan neraka.
    Ini kekuatan penggembalaan--belas kasih TUHAN--kepada yang lemah dan tak berdaya.


  2. Matius 14: 14
    14:14. Ketika Yesus mendarat, Ia melihat orang banyak yang besar jumlahnya, maka tergeraklah hati-Nya oleh belas kasihan kepada mereka dan Ia menyembuhkan mereka yang sakit.

    Hasil kedua: kuasa pertolongan untuk menyelesaikan semua masalah sampai yang mustahil.

    Kalau TUHAn sudah berbelas kasih pada yang lemah, Ia benar-benar memperhatikan, mempedulikan dan bergumul untuk kita. Ada kuasa pemeliharaan, perlindungan dan pertolongan bagi kita.


  3. Hasil ketiga: kuasa penyucian dan pembaharuan dari manusia daging menjadi manusia rohani seperti Yesus. Mulai dari jujur--terang-terangan.
    Kalau tidak bisa jujur, tidak bisa diubahkan.
    Nanti akan terjadi pemisahan; penyucian ini merupakan pemisahan.

    Yehezkiel 20: 37-38
    20:37. Aku akan membiarkan kamu lewat dari bawah tongkat gembala-Ku dan memasukkan kamu ke kandang dengan menghitung kamu.
    20:38. Aku akan memisahkan dari tengah-tengahmu orang-orang yang memberontak dan mendurhaka terhadap Aku; Aku akan membawa mereka keluar dari negeri, tempat mereka tinggal sebagai orang asing, tetapi di tanah Israel mereka tidak akan masuk. Dan kamu akan mengetahui bahwa Akulah TUHAN.

    Ayat 37= tongkat gembala.
    Ayat 38= terjadi pemisahan.
    Saat kita jujur, mulai terjadi pemsiahan.
    Hati-hait! Kalau tidak jujur, tidak mungkin jadi satu, dan akan terpisah.

    Seperti dalam satu tubuh kita, tidak mungkin bisa dusta kalau ada bagian tubuh yang sakit. Kalau berdusta, tidak ada tempat di dalam tubuh ('di tanah Israel mereka tidak akan masuk'). Pemisahan ini dahsyat! Sampai pemisahan dua orang di tempat tidur--suami isteri. Benar-benar ngerii! Terpisah selamanya kalau yang satu mau disucikan, tetapi yang satu lagi tidak mau disucikan!

    Kita jujur dan terus diubahkan sampai tiirai terobek--sempurna seperti Yesus. Kita tidak salah dalam perkataan, hanya menyeru: Haleluya. Kita menyambut kedatangan Yesus kedua kali di awan-awan yang permai dengan sorak sorai: Haleluya--satu tubuh satu suara--, kita bersama Yesus selama-lamanya.

    Mari, jangalah terpisah! Sekalipun ada yang dipanggil TUHAN--meninggal dunia--, kalau kita sama-sama diproses dalam pengembalaan, alangkah indahnya. Sekalipun berkumpul terus, tetapi kalau tidak tergembala--tidak mau disucikan dan diubahkan--, satu waktu akan terpisah selamanya. Jangan! Kita berkumpul terus smapai selama-lamanya. TUHAN tolong kita.

Mari, apa saja keadaan kita, sehelai rambut hanya mendapat belas kasih TUHAN.
Sehelai rambut tidak ada yagn memperhatikan. Mungkin tidak ada yang tahu keadaan kita, mungkin sudah nyaris putus asa dan kecewa, tetapi Yesus Gembala Agung tahu keadaan kita. Dia meperhatikan dan mempedulikan kita. Yag penting, kita menyerah pada TUHAN. Menyembah Dia dan menyerah pada Dia, itulah jalan satu-satunya. Dia tidak pernah tinggalkan kita.

Dia Gembala Agung menyerahkan nyawa-Nya untuk menolong sehelai rambut--domba-domba yang kecil dan tak berdaya. Mungkin secara jasmani sulit, secara rohani menghadapi dosa-dosa atau nikah, TUHAN tolong kita semua. Biar tangan belas kasih TUHAN menjamah kita siang ini, mujizat terjadi, ada perlindunga, pemeliharaan dan kekuatan dari TUHAN. Serahkan semua pada TUHAN, jangan ragu-ragu! Dia sudah menyerahkan nyawa untuk bisa mengulurkan tangan belas kasih-Nya kepada kita.
Kita pulang sebagai manusia yang jujur dan ada di dalam tangan TUHAN.

TUAHN memberkati.

kembali ke halaman sebelumnya
IBADAH RUTIN DI MALANG

Minggu jam 06:45 (Ibadah Raya)
Minggu jam 10:15 (Ibadah Sekolah Minggu)
Selasa jam 17:15 (Ibadah Pendalaman Alkitab)
Rabu jam 07:30 (Ibadah Kaum Wanita)
Kamis jam 17:15 (Ibadah Doa Penyembahan)
Sabtu jam 17:15 (Ibadah Kaum Muda Remaja)

IBADAH RUTIN DI MEDAN
Royal Room Hotel Danau Toba Internasional
Jl. Imam Bonjol Medan

Minggu, jam 18:45 (Ibadah Raya)
Senin, jam 08:00 (Ibadah Pendalaman Alkitab)
Senin, jam 17:30 (Ibadah Pendalaman Alkitab)

IBADAH RUTIN DI SURABAYA

Minggu jam 09:00 (Ibadah Sekolah Minggu)
Minggu jam 10:15 (Ibadah Raya)
Rabu jam 17:30 (Ibadah Pendalaman Alkitab)
Jumat jam 17:30 (Ibadah Doa Penyembahan)


IBADAH RUTIN DI JAKARTA
Jl. Patra Kuningan XIV no.4
Jakarta Selatan
Sabtu, jam 09:00 (Ibadah Pendalaman Alkitab)

IBADAH KUNJUNGAN
  • 13 Desember 2019
    (Ibadah Natal di Bondowoso)

  • 18 Desember 2019
    (Ibadah Natal di Walikukun (Pagi))

  • 20 Desember 2019
    (Ibadah Natal di Jatipasar (Pagi))

  • 28-30 Januari 2020
    (Ibadah Kunjungan di Medan)

  • 13-18 April 2020
    (Ibadah Kunjungan di Korea Selatan)

All Right Reserved Gereja Pantekosta Tabernakel "KRISTUS KASIH"
Jln. Simpang Borobudur 27 Malang | Telp: (0341) 496949 | Fax: (0341) 476751 » Lihat Peta Gereja Kami di Malang
Jln. WR Supratman 4 Surabaya | Telp. 08123300378 » Lihat Peta Gereja Kami di Surabaya
hubungi kami | email: info@gptkk.org | sitemap | top