English Language | Form Penggembalaan
RINGKASAN KOTBAH IBADAH RUTIN DAN IBADAH KUNJUNGAN
RINGKASAN LAINNYA

Ibadah Pendalaman Alkitab Malang, 13 Juni 2013 (Kamis Sore)
Siaran Tunda Ibadah Kunjungan Bagan Batu

Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Markus 9:23b
9:23...

Ibadah Doa Surabaya, 24 September 2014 (Rabu Sore)
Pembicara: Pdm. Gideon Pakpahan

Selamat malam dan selamat mendengarkan Firman Tuhan, biarlah kasih karunia dan damai sejahtera dari...

Ibadah Raya Surabaya, 10 Juni 2018 (Minggu Siang)
Salam sejahtera dalam kasih sayangnya TUHAN kita Yesus Kristus. Selamat siang, selamat mendengarkan firman TUHAN. Biarlah damai...

Ibadah Persekutuan Tubuh Kristus Medan IV, 27 Oktober 2010 (Rabu Sore)
Wahyu 19:9
19:9. Lalu ia berkata kepadaku: "Tuliskanlah: Berbahagialah mereka yang diundang ke perjamuan kawin Anak Domba." Katanya lagi...

Ibadah Doa Surabaya, 11 Maret 2009 (Rabu Sore)
Matius 24: 29-31
= keadaan pada waktu kedatangan Tuhan yang kedua kali. Kita membahas ayat. 31 (keadaan...

Ibadah Pendalaman Alkitab Surabaya, 06 September 2010 (Senin Sore)
Matius 25: 14-15= kalau kita yang tadinya berdosa tapi bisa melayani Tuhan, itu adalah kemurahan dan keadilan Tuhan.

Matius 25: 16-30= sikap...

Ibadah Raya Surabaya, 24 Juli 2011 (Minggu Sore)
Matius 26: 26-29
26:26. Dan ketika mereka sedang makan, Yesus mengambil roti, mengucap berkat, memecah-mecahkannya lalu memberikannya kepada murid-murid-Nya dan...

Ibadah Doa Surabaya, 07 Juni 2017 (Rabu Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayangnya TUHAN kita Yesus Kristus. Selamat malam, selamat mendengarkan firman TUHAN. Biarlah damai...

Ibadah Doa Malang, 08 Februari 2011 (Selasa Sore)
Matius 26 menunjuk pada BULI-BULI EMAS BERISI MANNA.

Buli-buli emas artinya...

Ibadah Kaum Muda Remaja Malang, 31 Maret 2018 (Sabtu Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Dalam injil Lukas 12, ada lima tabiat daging yang...

Ibadah Doa Semalam Suntuk Session II Malang, 07 Mei 2014 (Rabu Dini Hari)
Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Dalam perjalanan salib, Tuhan menyertai umat Israel...

Ibadah Doa Puasa Malang Session I, 02 November 2010 (Selasa Pagi)
Kitab Keluaran
= berasal dari kata Elechshomoth yang artinya inilah namanya.
= berasal dari kata Exodus, yang berasal dari 2...

Ibadah Doa Malang, 23 Juli 2013 (Selasa Sore)
(bersamaan dengan Ibadah Doa Puasa session III)

Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Keluaran 30 dalam...

Ibadah Pendalaman Alkitab Malang, 19 November 2015 (Kamis Sore)
Siaran Tunda dari Ibadah Kunjungan Jakarta III, 18 November 2015.

Salam sejahtera dalam kasih sayangnya TUHAN kita...

Ibadah Doa Malam Session II Malang, 01 September 2017 (Jumat Dini Hari)
Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Keluaran 25:31-32
25:31 "Haruslah engkau membuat kandil...


TRANSKRIP LENGKAP

Doa Surabaya (Rabu, 26 November 2014)
Tayang: 10 Mei 2019
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 24 November 2014)
Tayang: 10 Mei 2019
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 23 November 2014)
Tayang: 07 Januari 2019
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 19 November 2014)
Tayang: 07 Januari 2019
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 17 November 2014)
Tayang: 07 Januari 2019
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 09 November 2014)
Tayang: 22 Agustus 2018
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 05 November 2014)
Tayang: 04 Juni 2018
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 03 November 2014)
Tayang: 04 Juni 2018
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 02 November 2014)
Tayang: 03 Maret 2018
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 20 Oktober 2014)
Tayang: 13 Desember 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 13 Oktober 2014)
Tayang: 13 Desember 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 12 Oktober 2014)
Tayang: 24 Oktober 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 08 Oktober 2014)
Tayang: 18 September 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 06 Oktober 2014)
Tayang: 05 September 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 05 Oktober 2014)
Tayang: 05 September 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 01 Oktober 2014)
Tayang: 05 September 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 29 September 2014)
Tayang: 24 Juni 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 21 September 2014)
Tayang: 19 Mei 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 17 September 2014)
Tayang: 29 April 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 15 September 2014)
Tayang: 29 April 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]



Untuk Koneksi Lambat, silahkan buka http://id.gptkk.org
Transkrip lengkap dari ibadah penggembalaan di Malang dan Surabaya, semuanya di bawakan oleh gembala sidang Pdt. Widjaja Hendra.

Silahkan kontak ke info@gptkk.org apabila bapak/ibu/sdr/sdri ada pertanyaan atau mungkin ingin berlangganan majalah Manna dan silahkan kirim email ke widjaja_h [at] yahoo.com apabila ingin konsultasi pribadi dengan bapak gembala
silahkan ganti tanda [at] dengan @
Cari ringkasan:   
[versi cetak]
Cari rekaman ibadah ini di: http://www.kabarmempelai.org
Ibadah Raya Surabaya, 31 Januari 2016 (Minggu Sore)

Salam sejahtera dalam kasih sayangnya TUHAN kita Yesus Kristus. Selamat malam, selamat mendengarkan firman TUHAN. Biarlah damai sejahtera, kasih karunia dan bahagia dari TUHAN senantiasa dilimpahkan di tengah-tengah kita sekalian.

Wahyu 4: 1
4:1. Kemudian dari pada itu aku melihat: Sesungguhnya, sebuah pintu terbuka di sorga dan suara yang dahulu yang telah kudengar, berkata kepadaku seperti bunyi sangkakala, katanya: Naiklah ke mari dan Aku akan menunjukkan kepadamu apa yang harus terjadi sesudah ini.

Ada bunyi sangkakala dan ada suara: 'Naiklah..' Istilah 'naiklah' artinya suatu peningkatan rohani.
Jadi, kita mendengar dan dengar-dengaran pada bunyi sangkakala--firman pengajaran yang keras dan diulang-ulang; firman penggembalaan--, sehingga terjadi 2 hal:

  1. peningkatan rohani,
  2. pintu sorga terbuka bagi kita (diterangkan mulai dari Ibadah Doa Surabaya, 27 Januari 2016).

Malam ini, kita belajar kebalikannya: jika kehidupan itu melawan firman pengajaran yang keras--melawan TUHAN; tidak taat dengar-dengaran--, maka bukan pintu sorga yang terbuka (pintu surga tertutup), tetapi bumi membuka mulutnya untuk menelan.

3 kali bumi membuka mulutnya dan menelan:

  1. Keluaran 15: 12, 4
    15:12. Engkau mengulurkan tangan kanan-Mu; bumipun menelan mereka.
    15:4. Kereta Firaun dan pasukannya dibuang-Nya ke dalam laut; para perwiranya yang pilihan dibenamkan ke dalam Laut Teberau.

    Ayat 1= setelah melewati laut Kolsom, mereka menyanyi di tepi laut Kolsom (nyanyian Musa); di dalam kitab Wahyu, menyanyi di tepi laut kaca--dari laut Kolsom menjadi laut kaca di takhta sorga.
    Yang pertama: bumi membuka mulutnya dan menelan terjadi pada peristiwa di laut Kolsom, di mana bangsa Israel melakukan kehendak TUHAN untuk keluar dari Mesir menuju Kanaan--melewati laut Kolsom---, tetapi Firaun melawan kehendak TUHAN, yaitu mengejar Israel untuk membinasakannya. Akhirnya Firaun dan pasukannya masuk ke laut Kolsom--bumi membuka mulutnya--dan binasa selamanya.

    Bagi Firaun yang melawan firman Allah, ia tenggelam dan binasa di laut Kolsom.
    Bagi bangsa Israel--sekarang kita semua--yang melakukan kehendak TUHAN, kita masuk baptisan air.

    1 Korintus 10: 1-2
    10:1. Aku mau, supaya kamu mengetahui, saudara-saudara, bahwa nenek moyang kita semua berada di bawah perlindungan awan dan bahwa mereka semua telah melintasi laut
    10:2. Untuk menjadi pengikut Musa mereka semua telah
    dibaptis dalam awan dan dalam laut.

    'awan'= baptisan Roh Kudus (tiang awan).
    'laut'= baptisan air (laut Kolsom).
    Baptisan air ini merupakan kehendak TUHAN, tidak bisa dipaksa--disuruh--, ataupun dicegah. Waktu Yesus datang kepada Yohanes Pembaptis, lalu Yohanes berkata: 'Jangan TUHAN!' (Yohanes merasa tidak layak membaptis Yesus). Tetapi TUHAN berkata: 'Kita harus menggenapi seluruh kehendak Bapa.'

    Syarat baptisan air yang benar: bertobat--mati terhadap dosa-dosa--mulai dari dosa dusta. Kalau berdusta, kehidupan itu tidak mau dan tidak bisa bertobat.

    Yeremia 9: 5
    9:5. Yang seorang menipu yang lain, dan tidak seorangpun berkata benar; mereka sudah membiasakan lidahnya untuk berkata dusta; mereka melakukan kesalahan dan malas untuk bertobat

    Berdusta= malas bertobat--tidak mau bertobat--, sampai satu waktu tidak bisa bertobat--jadi sama dengan setan. Memang setan tidak bisa bertobat, karena ia adalah roh (tidak punya darah dan daging). Sayang sekali, kalau kita yang masih punya tubuh darah daging--semestinya bisa bertobat--tetapi malah mengikuti jejaknya Firaun, yaitu berdusta, dan akhirnya tidak bisa lagi bertobat--tenggelam. Firaun gambaran dari setan.

    Roma 6: 4
    6:4. Dengan demikian kita telah dikuburkan bersama-sama dengan Dia oleh baptisan dalam kematian, supaya, sama seperti Kristus telah dibangkitkan dari antara orang mati oleh kemuliaan Bapa, demikian juga kita akan hidup dalam hidup yang baru.

    Pelaksanaan baptisan air yang benar: orang yang sudah mati terhadap dosa harus dikuburkan dalam air bersama Yesus, kemudian bangkit bersama Yesus--keluar dari dalam air--, untuk mendapatkan hidup baru--langit terbuka; pintu sorga terbuka--; kita menerima hidup sorgawi, yaitu hidup dalam kebenaran.

    Mazmur 118: 19-21
    118:19. Bukakanlah aku pintu gerbang kebenaran, aku hendak masuk ke dalamnya, hendak mengucap syukur kepada TUHAN.
    118:20. Inilah pintu gerbang TUHAN,
    orang-orang benar akan masuk ke dalamnya.
    118:21. Aku bersyukur kepada-Mu, sebab Engkau telah menjawab aku dan telah menjadi
    keselamatanku.

    'pintu gerbang TUHAN'= pintu gerbang sorga.

    Kalau sudah hidup benar--sama dengan selamat--, maka pintu sorga terbuka.
    Pada kesempatan malam ini, kita sungguh-sungguh.

    Setelah merayakan Paskah, bangsa Israel keluar dari Mesir. Waktu darah anak domba Paskah disapukan di tiang pintu mereka--kiri, atas, kanan--, saat itu Firaun mengalami kematian anak sulung, sehingga bangsa Israel disuruh keluar semuanya dan kemudian masuk ke laut Kolsom.

    Tetapi hati-hati! Ada bangsa-bangsa lain--bangsa kafir--yang melihat kalau ini pasukan besar--603.550 laki-laki, tidak termasuk anak-anak dan perempuan--, kemudian mereka ikut-ikut--masuk ke laut Kolsom juga bersama bangsa Israel--, tetapi tidak ikut merayakan Paskah. Inilah gambaran orang yang tidak bertobat--Paskah itu bertobat--, tetapi masuk baptisan air. Bahaya! Mengerikan.

    Keluaran 12: 38
    12:38. Juga banyak orang dari berbagai-bagai bangsa turut dengan mereka; lagi sangat banyak ternak kambing domba dan lembu sapi.

    'berbagai-bagai bangsa'= bangsa kafir.

    Bangsa kafir ikut bangsa Israel keluar dari Mesir dan masuk laut Kolsom, tetapi tanpa Paskah. Ini namanya golongan yang ikut-ikutan untuk masuk baptisan air; masuk baptisan air tanpa pertobatan.

    "Sebab itu saya katakan: 'Kita tidak sembarangan dalam baptisan air, 1-2 bulan dengar firman dulu tentang baptisan, baru dilaksanakan.' Supaya firman menunjuk dosa-dosa kita--diingatkan apa dosanya, akui dan bertobat. Jadi saat masuk baptisan air, sudah sungguh-sungguh bertobat."

    Bilangan 11: 4-6
    11:4. Orang-orang bajingan yang ada di antara mereka kemasukan nafsu rakus; dan orang Israelpun menangislah pula serta berkata: "Siapakah yang akan memberi kita makan daging?
    11:5. Kita teringat kepada ikan yang kita makan di Mesir dengan tidak bayar apa-apa, kepada mentimun dan semangka, bawang prei, bawang merah dan bawang putih.
    11:6. Tetapi sekarang kita kurus kering, tidak ada sesuatu apapun, kecuali manna ini saja yang kita lihat."

    'Orang-orang bajingan' = bangsa kacauan (dalam terjemahan lama).
    Ayat 6= menghina manna.

    Kalau masuk baptisan air tanpa pertobatan, akibatnya: hanya menjadi bangsa bajingan--hanya hidup menuruti hawa nafsu daging, sampai menghina manna (firman penggembalaan).
    Firman penggembalaan adalah firman pengajaran yang benar, yang diberitakan berulang-ulang oleh seorang gembala.
    Gembala dan sidang jemaat yang tidak menghargai firman penggembalaan adalah gembala dan jemaat bajingan. Memang keras, tetapi ini kenyataannya. Mari, kita sama-sama menghargai firman penggembalaan. Gembala memberitakan firman penggembalaan dengan sungguh-sungguh--memberi makan jemaat dengan manna. Gembala mendengar dari TUHAN dan dengar-dengaran, lalu diberitakan kepada jemaat. Jemaat juga mendengar dan dengar-dengaran. Maka langit terbuka--pintu sorga terbuka--, dan berkat TUHAN dicurahkan.

    Mazmur 78: 23-25
    78:23. Maka Ia memerintahkan awan-awan dari atas, membuka pintu-pintu langit,
    78:24. menurunkan kepada mereka
    hujan manna untuk dimakan, dan memberikan kepada mereka gandum dari langit;
    78:25. setiap orang telah makan roti malaikat, Ia mengirimkan perbekalan kepada mereka
    berlimpah-limpah.

    'roti malaikat' = firman penggembalaan.
    'roti'= firman.
    'malaikat'= gembala.
    Kalau kita menghargai manna--mendengar dan dengar-dengaran pada firman penggembalaan--, maka pintu sorga terbuka; kita selamat dan diberkati oleh TUHAN secara berlimpah-limpah--sampai mengucap syukur kepada TUHAN. Tetapi kalau bangsa bajingan, akan dikuburkan di Kibrot-Taawa. Mereka mendapatkan daging, tetapi belum sampai dimakan, mereka sudah mati.

    Bilangan 11: 33-34
    11:33. Selagi daging itu ada di mulut mereka, sebelum dikunyah, maka bangkitlah murka TUHAN terhadap bangsa itu dan TUHAN memukul bangsa itu dengan suatu tulah yang sangat besar.
    11:34. Sebab itu dinamailah tempat itu
    Kibrot-Taawa, karena di sanalah dikuburkan orang-orang yang bernafsu rakus.

    'orang-orang yang bernafsu rakus' = orang-orang bajingan.

    Kita tinggal pilih, mau dikuburkan dalam baptisan air atau di kuburan hawa nafsu daging--Kibrot-Taawa.
    Kalau dikuburkan dalam baptisan air, kita menjadi kehidupan yang menghargai firman penggembalaan, sehingga pintu sorga terbuka bagi kita--selamat dan diberkati secara melimpah.
    Bagi yang menolak firman, akan menjadi kuburan Kibrot-Taawa--kuburan hawa nafsu daging; kebinasaan di neraka; dikuburkan dalam lautan api belerang.


  2. Bilangan 16: 31-32
    16:31. Baru saja ia selesai mengucapkan segala perkataan itu, maka terbelahlah tanah yang di bawah mereka,
    16:32. dan
    bumi membuka mulutnya dan menelan mereka dengan seisi rumahnya dan dengan semua orang yang ada pada Korah dan dengan segala harta milik mereka.

    Yang kedua: bumi membuka mulutnya dan menlan pada peristiwa Korah.

    Bilangan 16: 8-11
    16:8. Lalu berkatalah Musa kepada Korah: "Cobalah dengar, hai orang-orang Lewi!
    16:9. Belum cukupkah bagimu, bahwa kamu dipisahkan oleh Allah Israel dari umat Israel dan diperbolehkan mendekat kepada-Nya, supaya kamu melakukan pekerjaan pada Kemah Suci TUHAN dan bertugas bagi umat itu untuk melayani mereka,
    16:10. dan bahwa engkau diperbolehkan mendekat bersama-sama dengan semua saudaramu bani Lewi? Dan sekarang mau pula kamu
    menuntut pangkat imam lagi?
    16:11. Sebab itu, engkau ini dengan segenap kumpulanmu, kamu bersepakat
    melawan TUHAN. Karena siapakah Harun, sehingga kamu bersungut-sungut kepadanya?"

    'melawan TUHAN' = melawan kehendak TUHAN; melawan firman TUHAN.

    Korah dan kawan-kawan memberontak melawan TUHAN; melawan kehendak TUHAN, yaitu kehidupan yang melayani TUHAN, tetapi bersungut-sungut karena menuntut hak. Ini seringkali terjadi.

    Sekarang, pelayanan itu menuntut hak secara jasmani. Ini yang harus kita waspadai. Pelayanan menjadi profesi: kalau main musik, berkhotbah berapa? Sudah bukan jadi tahbisan lagi. Kalau tahbisan, mengarah pada TUHAN.

    Lukas 17: 7-10
    17:7. "Siapa di antara kamu yang mempunyai seorang hamba yang membajak atau menggembalakan ternak baginya, akan berkata kepada hamba itu, setelah ia pulang dari ladang: Mari segera makan!
    17:8. Bukankah sebaliknya ia akan berkata kepada hamba itu: Sediakanlah makananku. Ikatlah pinggangmu dan layanilah aku sampai selesai aku makan dan minum. Dan sesudah itu engkau boleh
    makan dan minum.
    17:9.
    Adakah ia berterima kasih kepada hamba itu, karena hamba itu telah melakukan apa yang ditugaskan kepadanya?
    17:10. Demikian jugalah kamu. Apabila kamu telah melakukan segala sesuatu yang ditugaskan kepadamu, hendaklah kamu berkata: Kami adalah hamba-hamba yang tidak berguna; kami
    hanya melakukan apa yang kami harus lakukan.

    (terjemahan lama)
    17:10. Demikianlah juga kamu, apabila kamu sudah berbuat segala perkara yang diperintahkan atasmu itu, berkatalah: Bahwa kami ini hamba yang tiada berguna; kami hanya berbuat barang yang
    wajib atas kami."

    Ayat 8: 'Dan sesudah itu engkau boleh makan dan minum'= hak makan minum.
    Ayat 9: pujian.
    Ayat 10: 'wajib atas kami' = kewajiban.

    3 macam hak yang selalu dituntut oleh pelayan-pelayan yang memberontak; melawan firman TUHAN:


    • Hak makan-minum--upah yang jasmani; keuangan. Ini yang banyak dikejar. Dan banyak perpecahan di gereja TUHAN karena ini.
    • Pujian/hormat. Kalau hamba melakukan tugas, itu biasa. Kita tidak perlu pujian dan hormat.
    • Pangkat/kedudukan--seperti Korah menuntut pangkat (Bilangan 16:10).


    Akibatnya: bumi membuka mulutnya dan menelan--binasa untuk selama-lamanya.

    Lukas 17: 10
    17:10. Demikian jugalah kamu. Apabila kamu telah melakukan segala sesuatu yang ditugaskan kepadamu, hendaklah kamu berkata: Kami adalah hamba-hamba yang tidak berguna; kami hanya melakukan apa yang kami harus lakukan."

    'kami hanya melakukan apa yang kami harus lakukan' = 'kami hanya melakukan apa yang wajib kami lakukan.'

    Tetapi, kalau pelayan TUHAN melakukan kehendak TUHAN--menjadi doulos--, maka kita hanya melakukan kewajiban, tanpa menuntut hak.
    Contoh: Yesus melayani kita sampai menyerahkan seluruh hak-Nya--hak atas sorga, bahkan hak untuk hidup (Ia rela mati di kayu salib). Inilah hamba TUHAN/pelayan TUHAN yang melakukan kehendak TUHAN; mendengar dan dengar-dengaran kepada bunyi sangkakala.

    Tanda doulos adalah ia selalu berikat pinggang.
    Lukas 17: 8
    17:8. Bukankah sebaliknya ia akan berkata kepada hamba itu: Sediakanlah makananku. Ikatlah pinggangmu dan layanilah aku sampai selesai aku makan dan minum. Dan sesudah itu engkau boleh makan dan minum.

    Kalau doulos: dari ladang, terkena panas, sampai di rumah masih masak dulu untuk memberi makan minum tuannya. Setelah tuannya puas--kenyang--, baru ia boleh makan dan minum.

    Yesaya 11:5
    11:5. Ia tidak akan menyimpang dari kebenaran dan kesetiaan, seperti ikat pinggang tetap terikat pada pinggang.

    Berikat pinggang= setia dan benar. Ini adalah tanda dari doulos, yaitu beribadah melayani TUHAN dengan setia-benar; setia-baik; setia-berkobar-kobar. Sekalipun ia tidak mencari upah--malah berkorban; hanya melakukan kewajiban--, tetapi ia bisa melayani dengan setia-baik; setia-benar; dan setia-berkobar-kobar.
    Contoh: mungkin saudara beribadah ke mari dengan membayar ongkos--tidak ada upah, malah berkorban; masih ada kolekte. Inilah doulos.

    Kalau sudah beribadah melayani TUHAN dengan setia dan benar, ini sama dengan memberi makan dan minum kepada Yesus--memuaskan hati TUHAN.
    Hasilnya: kita juga boleh makan dan minum ('Dan sesudah itu engkau boleh makan dan minum'). Artinya:


    • kita dipuaskan oleh TUHAN,
    • kita mengalami kebahagiaan dari TUHAN,
    • pintu sorga terbuka.
      Matius 25: 21
      25:21. Maka kata tuannya itu kepadanya: Baik sekali perbuatanmu itu, hai hambaku yang baik dan setia; engkau telah setia dalam perkara kecil, aku akan memberikan kepadamu tanggung jawab dalam perkara yang besar. Masuklah dan turutlah dalam kebahagiaan tuanmu.

      'kebahagiaan tuanmu' = kebahagiaan TUHAN; kebahagiaan sorga.

      'Masuklah'= pintu sorga terbuka bagi kita, sehingga kita mengalami kepuasan dan kebahagiaan sorga yang tidak bisa dipengaruhi oleh apapun di dunia. Sekalipun menderita, kita tetap bahagia. Tidak bisa diterangkan dengan logika.

      Kita melayani TUHAN sampai menderita secara daging. Pulang dari kuliah langsung beribadah melayani TUHAN. Pulang kerja--capek-capek, belum mandi--, langsung beribadah. Orang Kristen lainnya mungkin berpikir; 'Apa-apaan itu>' Tetapi kita merasa bahagia, saat kita melayani dengan setia dan benar, tidak menuntut hak, tetapi malah berkorban.


    • Urusan makan minum, kebutuhan hidup sehari-hari, sampai masa depan kita adalah urusan TUHAN.
      Kaum muda, perhatikan! Kalau pintu sorga saja terbuka, apalagi pintu masa depan, pasti terbuka. Jangan sampai bumi yang terbuka. Celaka kita.

      Jangan melawan TUHAN, sebab bumilah yang akan terbuka! Firaun hebat, bisa habis--mati konyol. Israel yang adalah budak dan tidak bisa apa-apa, tetapi bisa dipelihara oleh TUHAN lewat baptisan air--melewati laut Kolsom. Apalagi kita bangsa kafir, kalau bisa masuk baptisan air; masuk pintu gerbang sorga; dan bisa selamat, itu luar biasa.


    Dalam pelayanan, jangan menjadi seperti Korah yang hanya menuntut--pelayanan menjadi profesi. Mari, hari-hari ini kita belajar menjadi doulos; melakukan kewajiban tanpa menuntut hak. Bukan menuntut hak, tetapi malah berkorban untuk TUHAN, itulah melayani dengan setia dan benar.

    Kalau menuntut upah, akan berpikir-pikir untuk melayani. Tetapi kalau doulos, kita hidup dari kemurahan TUHAN dan kita akan melayani dengan setia benar; setia-baik; setia-berkobar-kobar.
    Serahkan semua pada TUHAN! TUHAN pasti menolong kita semua.

    "Pengalaman saya kecil. Setelah menyerahkan diri kepada TUHAN, saya tidak bekerja lagi. Secara logika, sulit bagi saya untuk mencapai masa depan. Mau menikah, tidak punya apa-apa. Tetapi kalau pintu sorga terbuka, semua selalu ada pada waktu yang tepat. Saya jadi hamba TUHAN, tidak punya setrika, bagaimana mau khotbah? Untung saya ingat orang desa, taruh di bawah kasur. Dulu kamar saya (di gereja) masih dari gedek pintunya, malam-malam ada maling, anjing, burung besar masuk, saya kaget-kaget. Tetapi kalau melayani dengan setia-baik; setia-benar, maka pintu sorga terbuka; semua urusan TUHAN, bukan urusan kita. Urusan kita adalah setia benar; setia baik, yang lainnya merupakan urusannya TUHAN. Kita berusaha, tetapi TUHAN yang menentukan dan membuka pintu bagi kita semuanya.
    Yang mau masuk baptisan air, jangan ragu-ragu. Mendengarkan firman dan bertobat, itulah urusan kita. Kalau firman menunjukkan dosa, harus berhenti, sampai kita masuk baptisan air. Maka pintu sorga terbuka bagi kita; kita hidup dalam kebenaran dan keselamatan. Nanti sesudah baptisan air, akan ada penataran untuk pelayanan. Sesudah kebaktian hari ini, akan ada penataran baptisan air."

    "Hari ini kebaktian ke-5 bagi saya, nanti ke-6 saat penataran baptisan air. Saya agak terlambat karena hari ini sangat padat, bersamaan juga ada yang meninggal. Tadi, saya pikir-pikir ini semua karena kasih karunia. Saya hitung dari kemarin sudah 9 kali saya khotbah (jumat di Medan tidak dihitung). Ibadah di Jakarta 1 kali, lalu pulang melayani ibadah kaum muda, setelah ibadah kaum muda, kebaktian penghiburan (sudah 3 kali). Lalu ditambah dengan hari ini 6 kali. Totalnya 9 kali, itulah kemurahan TUHAN (kalau mampu adalah kemurahan TUHAN). Ini sudah lebih dari KKR 2 kali. Mohon maaf saya terlambat, dari kuburan sudah jam 3. Tadi, ada pemberkatan nikah, setelah itu penguburan."

    "Setelah baptisan air tanggal 13, satu Minggu saya ke Toraja, Minggu depannya sudah mulai penataran calon imam dan imam-imam."

    Jangan ragu untuk menjadi doulos dan berkorban apapun, sebab TUHAN sudah berkorban nyawa bagi kita. TUHAN akan menolong kita semuanya. Jangan dipikir juga. TUHAN yang membuka pintu bagi kita, asalkan kita setia dan benar.

    "Mungkin saudara heran: 'Kenapa Om, kok tidak diberikan kepada orang lain?' Inilah bedanya kita (sistem penggembalaan). Saya pernah berhadapan dengan orang: 'Bapak ini pendeta misterius, karena tidak pernah minum kopi bersama dengan kami.': 'Kalau bapak, setelah minum jam 1, bapak langsung tidur, tetapi saya harus khotbah lagi, sebab itu saya periksa firman.': 'Diganti Pak.': 'Itulah bedanya, saya seorang gembala (penggembalaan), bukan yang lain.' Dia langsung diam. Semuanya sesuai dengan tugasnya, bukan dengan bangga-bangga. Tugas saya sebagai gembala, tugas saudara sebagai pemain musik dan sebagainya harus dengan setia dan benar, sekalipun kita harus berkorban dan tidak mendapatkan apa-apa. TUHANlah yang buka pintu sorga bagi kita."

    Yang mau baptisan air tidak usah ragu. Pilih Kibrot-Taawa--bumi terbuka--, atau sorga terbuka--kuburan baptisan air. Yang mau melayani tidak usah ragu, bumi terbuka atau sorga terbuka. Ambil keputusan di dalam TUHAN dengan mendengar dan dengar-dengaran pada suara sangkakala.


  3. Wahyu 12: 15-16
    12:15. Lalu ular itu menyemburkan dari mulutnya air, sebesar sungai, ke arah perempuan itu, supaya ia dihanyutkan sungai itu.
    12:16. Tetapi bumi datang menolong perempuan itu.
    Ia membuka mulutnya, dan menelan sungai yang disemburkan naga itu dari mulutnya.

    'Lalu ular itu menyemburkan dari mulutnya air, sebesar sungai'=> ular sama dengan naga--antikris.
    'Ia' = bumi.

    Yang ketiga: belum terjadi, tetapi pasti terjadi, yaitu bumi membuka mulutnya dan menelan pada zaman antikris selama 3,5 tahun.

    Bumi membuka mulutnya untuk menelan air sebesar sungai yang disemburkan oleh naga.
    Artinya: arus atau puncak kejahatan, kenajisan--dosa makan minum, kawin mengawinkan, kesulitan--ekonomi sulit, harus menyembah antikris dulu--, sampai kesadisan--tidak ada yang sejahat dan senajis itu. Yang tertinggal akan disiksa sampai dipancung kepalanya. Siksaannya belum pernah terjadi dan tidak akan terjadi lagi, tidak bisa dipikirkan. Ini adalah puncak kesadisan.

    Jadi, hamba TUHAN/pelayan TUHAN yang ketinggalan, akan merasakan arus atau kehidupan yang sangat jahat, najis, dan sadis--mengalami siksaan selama 3,5 tahun sampai dipancung kepalanya. Serius!

    Siapa hamba TUHAN/pelayan yang ketinggalan?
    Wahyu 12: 17
    12:17. Maka marahlah naga itu kepada perempuan itu, lalu pergi memerangi keturunannya yang lain, yang menuruti hukum-hukum Allah dan memiliki kesaksian Yesus

    'memiliki hukum Allah'= meja roti sajian= firman.
    'ada kesaksian Yesus'= pelita emas.
    Kurang satu, yaitu tidak ada mezbah dupa emas (tidak ada doa penyembahan).
    Artinya: tidak menyembah TUHAN atau penyembahannya belum mencapai ukuran perobekan daging sepenuhnya; tirai belum terobek; dagingnya masih bersuara. Hati-hati kalau kita tidak gemar menyembah TUHAN; mengantuk saat menyembah; terpaksa menyembah TUHAN. Jangan terpaksa, sebab nanti bisa dipaksa untuk menyembah antikris! Kita harus gemar menyembah TUHAN.

    "Tadi, ada kesaksian dagingnya masih bersuara; suara kuatir, tidak taat, seringkali melawan TUHAN."

    Supaya tidak tertinggal pada zaman antikris, kita harus memiliki dua sayap burung nasar yang besar.
    Wahyu 12: 14
    12:14. Kepada perempuan itu diberikan kedua sayap dari burung nasar yang besar, supaya ia terbang ke tempatnya di padang gurun, di mana ia dipelihara jauh dari tempat ular itu selama satu masa dan dua masa dan setengah masa.

    'selama satu masa dan dua masa dan setengah masa'= 3,5 tahun.

    Dua sayap burung nasar kita dapatkan dari:


    • Ibadah pelayanan yang memuaskan TUHAN, sehingga kita dipuaskan oleh TUHAN dan mendapatkan keuntungan besar, itulah dua sayap burung nasar yang besar.

      1 Timotius 6: 6
      6:6. Memang ibadah itu kalau disertai rasa cukup, memberi keuntungan besar.

      Kalau tidak setia, TUHAN tidak akan puas. Melayani TUHAN dengan setia benar; setia baik, itulah yang memuaskan TUHAN (bukan gereja besar, gereja kecil, jemaatnya ribuan).


    • Dari penyucian oleh firman yang lebih tajam dari pedang bermata dua--firman dalam urapan Roh Kudus.
      2 sayap= sayap firman dan sayap Roh Kudus.
      Semakin disucikan, sayap semakin besar.

      Jangan tertawa-tawa dalam firman TUHAN. Harus mengalami tusukan firman!
      Ibrani 4: 12-13
      4:12. Sebab firman Allah hidup dan kuat dan lebih tajam dari pada pedang bermata dua manapun; ia menusuk amat dalam sampai memisahkan jiwa dan roh, sendi-sendi dan sumsum; ia sanggup membedakan pertimbangan dan pikiran hati kita.
      4:13. Dan tidak ada suatu makhlukpun yang tersembunyi di hadapan-Nya, sebab segala sesuatu telanjang dan terbuka di depan mata Dia, yang kepada-Nya kita harus memberikan pertanggungan jawab.

      Pekerjaan firman dalam urapan Roh Kudus, yaitu menyucikan:


      1. hati dan pikiran (secara pribadi), dari:


        1. keinginan najis; dosa makan minum--merokok, mabuk, narkoba--, dan kawin mengawinkan--dosa seks dengan berbagai ragamnya, penyimpangan seks (homoseks, lesbian, seks terhadap diri sendiri), dan nikah yang salah.
          Inilah yang harus disucikan, supaya sayapnya tumbuh.


        2. keinginan jahat (dosa kejahatan)--keinginan akan uang, yaitu kikir dan serakah. Harus disucikan, supaya bisa memberi.


      2. sendi-sendi disucikan (hubungan dengan yang lain).
        Sendi= hubungan 2 tulang. Kalau sendinya terganggu, mau gerak sedikit, sakit. Mulai dari rumah tangga (suami-isteri, anak-orangtua, kakak-adik), harus disucikan. Kemudian di penggembalaan (antar zangkoor, gembala-sidang jemaat), dan antar penggembalaan. Sendinya harus baik.

        2 Korintus 12: 20
        12:20. Sebab aku kuatir, bahwa apabila aku datang aku mendapati kamu tidak seperti yang kuinginkan dan kamu mendapati aku tidak seperti yang kamu inginkan. Aku kuatir akan adanya perselisihan, iri hati, amarah, kepentingan diri sendiri, fitnah, bisik-bisikan, keangkuhan, dan kerusuhan.

        'bahwa apabila aku datang aku mendapati kamu tidak seperti yang kuinginkan dan kamu mendapati aku tidak seperti yang kamu inginkan' = sama-sama--jemaat dan hamba TUHAN--dikoreksi.

        'perselisihan, iri hati, amarah, kepentingan diri sendiri, fitnah, bisik-bisikan, keangkuhan, dan kerusuhan' = yang membuat sendi sakit.

        Kalau ada perselisihan, selesaikan dengan baik:


        1. Kalau soal pengajaran (ibadah), kembali pada alkitab dan baca dengan jujur.
        2. Kalau soal dosa-dosa atau kesalahan, selesaikan dengan berdamai.


        Kalau sendi tidak diselesaikan, maka hubungan 2 tulang menjadi tidak baik.

        Termasuk sendi leher--hubungan dengan TUHAN--juga disucikan.


      Semakin disucikan--hati pikiran dan sendi-sendi--, sayap semakin besar. Sampai kita sempurna--dua sayap sudah besar--, kita diterbangkan ke padang gurun, jauh dari mata ular.

      Mari, ibadah sungguh-sungguh--memuaskan TUHAN lewat beribadah melayani dengan setia dan benar--, dan ada pedang. Bukan lawak-lawak. Dulu, Simson disuruh melawak di kuil Dagon. Bukan di rumah Allah lagi, tetapi di kuil Dagon. Akhirnya ambruk semuanya.


    • Kidung Agung 8: 5-7
      8:5. Siapakah dia yang muncul dari padang gurun, yang bersandar pada kekasihnya? --Di bawah pohon apel kubangunkan engkau, di sanalah ibumu telah mengandung engkau, di sanalah ia mengandung dan melahirkan engkau.
      8:6. --Taruhlah aku seperti meterai pada hatimu, seperti meterai pada lenganmu, karena cinta kuat seperti maut, kegairahan gigih seperti dunia orang mati, nyalanya adalah nyala api, seperti nyala api TUHAN!
      8:7. Air yang banyak tak dapat memadamkan cinta, sungai-sungai tak dapat menghanyutkannya. Sekalipun orang memberi segala harta benda rumahnya untuk cinta, namun ia pasti akan dihina

      (terjemahan lama)
      8:6. Taruhlah akan daku dalam hatimu bagaikan meterai, bagaikan meterai pada lenganmu;
      karena kuat kasih itu seperti kuat maut, dan cemburuan itu hebat seperti alam barzakh, nyalanya seperti nyala api, seperti halilintar Tuhan.

      'Siapakah dia yang muncul dari padang gurun, yang bersandar pada kekasihnya?' = jika hubungannya sudah disucikan, maka hubungannya dengan TUHAN dan sesama lebih erat lagi.
      'di sanalah ibumu telah mengandung engkau'= bayi.
      'karena cinta kuat seperti maut' = kasih.
      'kegairahan gigih seperti dunia orang mati'= cemburu.
      'nyalanya adalah nyala api, seperti nyala api TUHAN!'= nyala api alam barzakh, itulah neraka.

      Kasih atau cemburu; mengasihi TUHAN atau membuat TUHAN cemburu. Kalau membuat TUHAN cemburu, kita akan menerima api alam barzakh. Kalau mengasihi TUHAN, kita akan dimeteraikan di dada--di hati--, dan di tangan TUHAN. Ini berarti dipeluk--seperti bayi dipeluk.

      Syarat selanjutnya untuk menerima 2 sayap burung nasar yang besar: harus ada kasih setia TUHAN.

      Kalau kita mengasihi TUHAN, maka kita dipeluk oleh TUHAN. Biarlah hari-hari ini kita mengasihi TUHAN lebih dari segala sesuatu--taat dengar-dengaran sampai daging tak bersuara--dan mengasihi sesama seperti diri sendiri sampai mengasihi musuh (tidak ada kebencian lagi). Maka, kita mengalami kasih Allah yang sekuat maut--kasih Yesus di atas kayu salib. Kita seperti bayi yang digendong; dimeterai di dada dan di lengan; dimeterei oleh kasih Allah, sehingga antikris tidak bisa memberi cap meterai 666.

      Malam ini, biar kita semua menjadi bayi yang tidak berdaya, dan digendong oleh TUHAN dengan kasih yang sekuat maut. Dia sudah buktikan mengasihi kita sampai mati di kayu salib. Kasihi TUHAN lebih dari semuanya, kasihilah sesama seperti diri sendiri, bahkan mengasihi musuh! Biar orang merugikan kita--berbuat jahat--, kita balas dengan kebaikan, maka pelukan tangan TUHAN akan semakin erat.

      Kita taat apapun resikonya--sekalipun berkorban apa saja--, sehingga tambah erat pelukan TUHAN, bukan tambah hancur--seperti Abraham taat kepada TUHAN untuk menyembelih anaknya, Ishak.

      Hasilnya:
      Zefanya 3: 16-18a
      3:16. Pada hari itu akan dikatakan kepada Yerusalem: "Janganlah takut, hai Sion! Janganlah tanganmu menjadi lemah lesu.
      3:17. TUHAN Allahmu ada di antaramu sebagai
      pahlawan yang memberi kemenangan. Ia bergirang karena engkau dengan sukacita, Ia membaharui engkau dalam kasih-Nya, Ia bersorak-sorak karena engkau dengan sorak-sorai,
      3:18a. seperti pada
      hari pertemuan raya."

      'hari pertemuan raya' = pintu pesta kawin Anak Domba terbuka; pintu Firdaus terbuka; sampai pintu sorga terbuka.


      1. 'Janganlah tanganmu menjadi lemah lesu'= TUHAN memberi kekuatan baru--kekuatan ekstra. Mungkin sudah loyo dalam melayani dan menyembah TUHAN, angkat lagi malam ini. Kekuatan kasih itu sekuat maut--Ia sampai mati di kayu salib.

        Apapun keadaan kita--letih lesu, beban berat--, angkat malam ini dan semua akan menjadi enak dan ringan. Ini kekuatan baru dari TUHAN.


      2. Ayat 17: 'pahlawan yang memberi kemenangan'= TUHAN memberi kemenangan bahkan menjadikan kita lebih dari pemenang. Jangan putus asa dan kecewa!

        Daud dengan kasih sekuat maut, tidak takut menghadapi Goliat, sementara Saul dan tentara-tentara Israel ketakutan. Daud tidak takut, karena ia yakin bahwa ia seperti bayi yang digendong dalam tangan kasih sekuat maut. Inilah yang bisa memberi kemenangan, bahkan menjadi lebih dari pemenang:


        1. Semua masalah sampai yang mustahil bsia diselesaikan oleh TUHAN.
        2. Kejatuhan-kejatuhan dipulihkan oleh TUHAN. Daud jatuh dengan Batsyeba, bisa dipulihkan, karena ada tangan kasih sekuat maut. Kalau tangan kasih tidak sekuat maut, maka Daud sudah berada di dalam maut--saat jatuh dengan Batyeba, Daud sudah berada di dalam maut dan tidak bisa diangkat lagi.


      3. Ayat. 17-18a: 'Ia membaharui engkau dalam kasih-Nya'= kasih TUHAN membaharui kita dari manusia daging menjadi manusia rohani seperti Yesus, mulai dengan tidak berdusta--jujur; ya katakan: Ya, tidak katakan: tidak . Bayi itu jujur, kalau lapar pasti menangis. Kalau tidak lapar, tidak akan menangis.

        Jujur mulai soal pengajaran benar, nikah, dan keuangan. Ini bayi yang dipeluk dalam tangan kasih sekuat maut.

        Jika ada keubahan hidup--jujur--, maka mujizat jasmani juga terjadi; bayi yang tidak berdaya, akan dipelihara dan ditolong oleh TUHAN. Sampai kalau TUHAN datang, kita diubahkan menjadi sempurna seperti Dia dan layak menyambut kedatangan-Nya kedua kali di awan-awan yang permai. Pintu pesta nikah Anak Domba terbuka; pintu Firdaus terbuka; pintu kerajaan sorga terbuka dan kita duduk bersanding dengan Dia selama-lamanya.

Tangan kasih sekuat maut; tangan kemurahan TUHAN; tangan kasih karunia TUHAN sanggup untuk memeluk kita semuanya. Jangan takut! Apapun keadaan kita--seperti bayi yang tidak berdaya--, tetapi tangan kemurahan-Nya besar untuk memeluk kita semua; untuk memberi kekuatan baru, untuk memberi kemenangan, dan untuk mengadakan mujizat-mujizat. Serahkan semua pada TUHAN dan biar kita dipeluk tangan TUHAN.

TUHAN memberkati.

kembali ke halaman sebelumnya
IBADAH RUTIN DI MALANG

Minggu jam 06:45 (Ibadah Raya)
Minggu jam 10:15 (Ibadah Sekolah Minggu)
Selasa jam 17:15 (Ibadah Pendalaman Alkitab)
Rabu jam 07:30 (Ibadah Kaum Wanita)
Kamis jam 17:15 (Ibadah Doa Penyembahan)
Sabtu jam 17:15 (Ibadah Kaum Muda Remaja)

IBADAH RUTIN DI MEDAN
Royal Room Hotel Danau Toba Internasional
Jl. Imam Bonjol Medan

Minggu, jam 19:00 (Ibadah Raya)
Senin, jam 09:00 (Ibadah Pendalaman Alkitab)
Senin, jam 17:30 (Ibadah Pendalaman Alkitab)

IBADAH RUTIN DI SURABAYA

Minggu jam 09:30 (Ibadah Sekolah Minggu)
Minggu jam 10:55 (Ibadah Raya)
Rabu jam 17:30 (Ibadah Pendalaman Alkitab)
Jumat jam 17:30 (Ibadah Doa Penyembahan)


IBADAH RUTIN DI JAKARTA
Jl. Patra Kuningan XIV no.4
Jakarta Selatan
Sabtu, jam 09:00 (Ibadah Pendalaman Alkitab)

IBADAH KUNJUNGAN
  • 18-20 Juni 2019
    (Ibadah Kunjungan di Bagan Batu)

  • 02-04 Juli 2019
    (Ibadah Kunjungan di Tana Toraja)

  • 23-24 Juli 2019
    (Ibadah Kunjungan di Nias)

  • 05-10 Agustus 2019
    (Ibadah Kunjungan di India)

  • 22-24 Agustus 2019
    (Ibadah Kunjungan di Medan)

  • 10-12 September 2019
    (Ibadah Persekutuan di Malang)

  • 24-25 September 2019
    (Ibadah Kunjungan di Sorong)

  • 13-17 April 2020
    (Ibadah Kunjungan di Korea Selatan)

All Right Reserved Gereja Pantekosta Tabernakel "KRISTUS KASIH"
Jln. Simpang Borobudur 27 Malang | Telp: (0341) 496949 | Fax: (0341) 476751 » Lihat Peta Gereja Kami di Malang
Jln. WR Supratman 4 Surabaya | Telp. 08123300378 » Lihat Peta Gereja Kami di Surabaya
hubungi kami | email: info@gptkk.org | sitemap | top