Simpang Borobudur no 27 Malang
0341-496949
Salam sejahtera dalam kasih sayangnya TUHAN kita Yesus Kristus. Selamat mendengarkan firman TUHAN. Biarlah damai sejahtera, kasih karunia, dan bahagia senantiasa dilimpahkan TUHAN di tengah-tengah kita sekalian.

Wahyu 16: 13-14
16:13. Dan aku melihat dari mulut naga dan dari mulut binatang dan dari mulut nabi palsu itu keluar
tiga roh najis yang menyerupai katak.
16:14. Itulah roh-roh setan yang mengadakan perbuatan-perbuatan ajaib, dan mereka pergi mendapatkan raja-raja di seluruh dunia, untuk mengumpulkan mereka guna
peperangan pada hari besar, yaitu hari Allah Yang Mahakuasa.

CAWAN KEENAMditumpahkan ke atas SUNGAI EFRAT, sehingga MENJADI KERING AIRNYA DAN MENJADI JALAN BAGI RAJA--RAJA UNTUK MENGADAKAN PERANG HARMAGEDON(diterangkan pada Ibadah Pendalaman Alkitab Malang, 07 Juli 2022).

Dari mulut Setan tritunggal keluar tiga roh najis yang menyerupai katak.

  1. Dari mulut naga= roh dusta/kebencian.
  2. Dari mulut Antikris= roh hujat--menghujat Tuhan, pengajaran Tabernakel, dan orang benar/suci.
  3. Dari mulut nabi palsu=roh kepalsuan dengan ajaran-ajaran palsu yang mengarah pada penyembahan palsu, yaitu penyembahan pada Antikris.

Tiga roh najis ini adalah pemicu peperangan dan persundalan.

Sikap kita: kita harus menjadi pemenang.
Wahyu 16: 15
16:15. "Lihatlah, Aku datang seperti pencuri. Berbahagialah dia, yang berjaga-jagadan yang memperhatikan pakaiannya, supaya ia jangan berjalan dengan telanjang dan jangan kelihatan kemaluannya."

Pemenang adalah orang yang berjaga-jaga dan memperhatikan pakaiannya--berjaga-jaga dikaitkan dengan pakaian--, supaya tidak telanjang dan tidak kelihatan kemaluannya; sama dengan tidak dipermalukan tetapi bisa dipermuliakan bersama Yesus untuk terangkat ke awan-awan yang permai. Kita bertemu Yesus yang datang kedua kali sampai masuk Yerusalem baru.

Orang-orang yang menang adalah orang-orang yang terpilih oleh Tuhan--'banyak dipanggil, tetapi sedikit yang dipilih'.
Contoh:

  1. Abraham terpilih dari antara orang keras hati di Urkasdim--mau ke sorga dengan caranya sendiri yaitu mendirikan menara Babel.
  2. Ishak terpilih karena ia anak perjanjian.
  3. Yakub terpilih karena ia hidup dalam kemah, artinya tergembala. Esau tidak terpilih karena ia berburu daging dan menghina hak kesulungan--tidak menjaga pakaiannya.

    Sekarang, dalam ibadah pelayanan banyak yang ukurannya hanya daging. Nasibnya akan sama seperti Esau. Pakaiannya digantung terus di rumah, akhirnya diambil oleh Yakub, sehingga Esau telanjang dan binasa.

  4. Dua belas suku Israel.
    Wahyu 7: 4-8

    7:4. Dan aku mendengar jumlah mereka yang dimeteraikan itu: seratus empat puluh empat ribu yang telah dimeteraikan dari semua suku keturunan Israel.
    7:5. Dari suku Yehuda dua belas ribu yang dimeteraikan, dari suku Ruben dua belas ribu, dari suku Gad dua belas ribu,
    7:6. dari suku Asyer dua belas ribu, dari suku Naftali dua belas ribu, dari suku Manasye dua belas ribu,
    7:7. dari suku Simeon dua belas ribu, dari suku Lewi dua belas ribu, dari suku Isakhar dua belas ribu,
    7:8. dari suku Zebulon dua belas ribu, dari suku Yusuf dua belas ribu, dari suku Benyamin dua belas ribu.

    Suku Dan diganti oleh Manasye. Suku Dan tidak termasuk dalam bilangan dua belas suku yang dimeteraikan oleh Tuhan. Mengapa tidak terpilih? Karena suku Dan adalah keturunan ular beludak.
    Kejadian 49: 16-18
    49:16. Adapun Dan, ia akan mengadili bangsanya sebagai salah satu suku Israel.
    49:17. Semoga Dan menjadi seperti ular di jalan,
    seperti ular beludakdi denai yang memagut tumit kuda, sehingga penunggangnya jatuh ke belakang.
    49:18. Aku menanti-nantikan keselamatan yang dari pada-Mu, ya TUHAN.

    Ular gambaran dari orang yang terkutuk dan durhaka.
    Dari segi kelahirannya, Dan dilahirkan karena rasa cemburu Rahel terhadap Lea.

    Hati-hati! Jangan ada cemburu atau iri hati dalam nikah, nanti akan menghasilkan keturunan yang tidak baik. Yang benar adalah saling percaya, saling mengasihi, mendoakan, membangun dan seterusnya.

    Ayat 18= suku Dan masih menunggu keselamatan; ia menunggu seberkas sinar kasih karunia Tuhan, kemurahan Tuhan untuk bisa diselamatkan dari kutukan dan kedurhakaan.

Kita bandingkan antara suku Dan dengan Saulus.
Efesus 2: 1-3
2:1. Kamu dahulu sudah mati karena pelanggaran-pelanggaran dan dosa-dosamu.
2:2. Kamu hidup di dalamnya, karena kamu mengikuti jalan dunia ini, karena kamu mentaati penguasa kerajaan angkasa, yaitu roh yang sekarang sedang bekerja di antara
orang-orang durhaka.
2:3. Sebenarnya dahulu
kami semua juga terhitung di antara mereka, ketika kami hidup di dalam hawa nafsu daging dan menuruti kehendak daging dan pikiran kami yang jahat. Pada dasarnya kami adalah orang-orang yang harus dimurkai, sama seperti mereka yang lain.

'sama seperti mereka yang lain'= kehidupan yang durhaka dan terkutuk, semuanya akan terkena hukuman dari Tuhan sampai kebinasaan selamanya.

Saulus berasal dari suku Benyamin, tetapi perbuatannya seperti ular beludak, yaitu dikuasai oleh roh durhaka seperti suku Dan.
Akibatnya: Saulus harus menerima hukuman dan kebinasaan Tuhan--mati dalam dosa-dosa.

Tetapi ia memanfaatkan seberkas kasih kemurahan Tuhan--'tetapi aku telah dikasihani-Nya'--untuk masuk jalur keselamatan lewat kasih karunia.
1 Timotius 1: 12-15
1:12. Aku bersyukur kepada Dia, yang menguatkan aku, yaitu Kristus Yesus, Tuhan kita, karena Ia menganggap aku setia dan mempercayakan pelayanan ini kepadaku--
1:13. aku yang tadinya seorang penghujat dan seorang penganiaya dan seorang ganas,
tetapi aku telah dikasihani-Nya, karena semuanya itu telah kulakukan tanpa pengetahuan yaitu di luar iman.
1:14. Malah
kasih karunia Tuhankita itu telah dikaruniakan dengan limpahnya kepadakudengan iman dan kasih dalam Kristus Yesus.
1:15. Perkataan ini benar dan patut diterima sepenuhnya: "Kristus Yesus datang ke dunia untuk menyelamatkan orang berdosa," dan di antara mereka
akulah yang paling berdosa.

Ayat 12= rasul Paulus--dulu bernama Saulus--adalah seorang yang durhaka dan terkutuk seperti suku Dan, kelakuannya menganiaya jemaat dan sebagainya.
Tetapi Saulus memanfaatkan seberkas sinar kasih karunia Tuhan/belas kasihan Tuhan untuk masuk dalam jalur keselamatan, bahkan dipercaya untuk melayani Tuhan.

Sebenarnya, Saulus menerima keselamatan cukup lewat kasih Tuhan--lewat empat luka utama--karena ia Israel asli dari suku Benyamin. Tetapi karena ia durhaka, sehingga menolak kasih Tuhan dan menjadi ganas, maka ia harus menerima kasih karunia untuk masuk jalur keselamatan--lewat luka kelima dari lambung Yesus. Apa yang lebih dari kasih adalah belas kasih/kasih karunia Tuhan.

Yesus mati dengan empat luka utama, ini merupakan kasih Tuhan untuk menyelamatkan bangsa Israel. Tetapi untuk bangsa kafir, dibuka jalur keselamatan lewat belas kasih/kasih karunia Tuhan.

Banyak bangsa Israel asli yang semestinya umat pilihan Tuhan--ditebus Tuhan--menjadi keturunan ular beludak.
Matius 3: 7-9
3:7. Tetapi waktu ia melihat banyak orang Farisi dan orang Saduki datang untuk dibaptis, berkatalah ia kepada mereka: "Hai kamu keturunan ular beludak. Siapakah yang mengatakan kepada kamu, bahwa kamu dapat melarikan diri dari murka yang akan datang?
3:8. Jadi hasilkanlah buah yang sesuai dengan pertobatan.
3:9. Dan janganlah mengira, bahwa kamu dapat berkata dalam hatimu: Abraham adalah bapa kami! Karena aku berkata kepadamu:
Allah dapat menjadikan anak-anak bagi Abraham dari batu-batu ini!

'dari batu-batu ini' = bangsa kafir.
Galatia 3: 7
3:7. Jadi kamu lihat, bahwa mereka yang hidup dari iman, mereka itulah anak-anak Abraham.

Tidak semua bangsa Israel adalah benih Abraham, tetapi keturunan ular beludak seperti suku Dan.
Keturunan Abraham yang sesungguhnya adalah kehidupan yang percaya Yesus dan bertobat sesuai dengan iman Abraham. Dalam Iman Abraham ada perbuatan iman--percaya dan bertobat.

Orang Farisi dan Saduki datang kepada Yohanes Pembaptis untuk dibaptiskan, tetapi Yohanes berkata: 'Hai kamu keturunan ular beludak!' Hati-hati! Masukbaptisan air harus dimulai dengan percaya dan bertobat, jangan seperti keturunan ular beludak.

Banyak orang Farisi dan Saduki datang kepada Yohanes untuk dibaptiskan dengan air, tetapi perbuatannya masih seperti keturunan ular beludak--perbuatan-perbuatan dosa/tidak bertobat. Sekalipun sudah masuk baptisan air, kalau masih ada perbuatan ular beludak, akan tetap diancam murka Allah yang akan datang.

Jadi, syarat baptisan air harus benar, yaitu percaya dan bertobat--mati terhadap dosa.
Pelaksanaannya juga harus benar, yaitu dikubur--orang mati harus dikuburkan--, supaya bangkit dalam hidup baru, yaitu hidup dalam kebenaran. Inilah keturunan Abraham--percaya dan bertobat sesuai iman Abraham.

"Saya selalu katakan kalau ada yang mau baptisan: Apa yang harus didoakan? Terutama dosa yang mengikat, harus lepas. Contohnya: kalau sering pergi ke dukun, harus minta ampun dan jangan berbuat lagi. Kalau sering merokok, berhenti. Sesudah baptisan air, lepas."

Baptisan air adalah janji kepada Tuhan dan diri sendiri untuk tidak berbuat dosa lagi.

Tadi, dari batu bisa jadi keturunan Abraham--bangsa kafir bisa jadi keturunan Abraham.
Artinya kehidupan yang keras hati, berdosa, dan terkutuk bisa jadi keturunan Abrahamkalau percaya Yesus, bertobat, dan masuk baptisan air yang benar untuk hidup dalam kebenaran.
Hidup dalam kebenaran sama dengan hidup dari iman Abraham.
Kita berhak masuk negeri perjanjian dan bebas dari hukuman Allah.

Kejadian 19: 20, 30
19:20. Sungguhlah kota yang di sana itu cukup dekatkiranya untuk lari ke sana; kota itu kecil; izinkanlah kiranya aku lari ke sana. Bukankah kota itu kecil? Jika demikian, nyawaku akan terpelihara."
19:30.
Pergilah Lot dari Zoardan ia menetap bersama-sama dengan kedua anaknya perempuan di pegunungan, sebab ia tidak berani tinggal di Zoar, maka diamlah ia dalam suatu gua beserta kedua anaknya.

Zoar artinya kota terdekat; kota yang dikecilkan, sekarang menunjuk pada salib. Salib seringkali dikecilkan oleh orang kristen, sering dianggap kebodohan dan sandungan.

Lot keluar dari Sodom dan tiba di Zoar, tetapi ia keluar dari Zoar dan pergi ke gua. Di gua itulah dia jatuh dengan kedua anaknya.
Lot tidak tinggal di Zoar., artinya: sudah selamat tetapi tidak tekun mengerjakan keselamatannya.

Ayat 30= ada kehidupan kristen yang tidak berani dengan salib--tidak berani doa puasa, doa semalam suntuk dan sebagainya.

Tadi, mencari keselamatan lewat kasih karunia. Rasul Paulus yang seharusnya binasa, tetapi mendapatkan seberkas sinar kasih karunia, sehingga selamat--terpilih oleh Tuhan.
Lot sudah selamat tetapi tidak tekun dalam mengerjakan keselamatan; tidak berani tinggal di Zoar, berarti tidak bersekutu dengan salib, dan memilih untuk tinggal di gua. Artinya: tidak bersekutu dengan sesama dalam persekutuan yang benar.
Hati-hati jangan asal bersekutu!

Akibatnya: Lot jatuh dalam dosa dengan kedua anaknya--mesum darah--, sehingga tidak bisa menjadi mempelai wanita sorga--pengantin darah.

Persekutuan harus berlangsung dengan wajar--tidak boleh dipaksakan. Kalau datang dalam persekutuan yang tidak benar, akan kering. Kalau tidak datang dalam persekutuan yang benar, akan kering juga.
Penggembalaan, persekutuan, dan nikah yang benar ukurannya adalah makanan yang benar, yaitu firman pengajaran yang benar.

Mari, kita sudah selamat, selanjutnya kita harus mengerjakan keselamatan kita.
Filipi 2: 12-16
2:12. Hai saudara-saudaraku yang kekasih, kamu senantiasa taat; karena itu tetaplah kerjakan keselamatanmu dengan takut dan gentar, bukan saja seperti waktu aku masih hadir, tetapi terlebih pula sekarang waktu aku tidak hadir,
2:13. karena Allahlah yang mengerjakan di dalam kamu baik kemauan maupun pekerjaan menurut kerelaan-Nya.
2:14. Lakukanlah segala sesuatu dengan tidak bersungut-sungut dan berbantah-bantahan,
2:15. supaya kamu tiada beraib dan tiada bernoda, sebagai anak-anak Allah yang tidak bercela di tengah-tengah angkatan yang bengkok hatinya dan yang sesat ini, sehingga kamu
bercahaya di antara mereka seperti bintang-bintangdi dunia,
2:16. sambil berpegang pada
firman kehidupan, agar aku dapat bermegah pada hari Kristus, bahwa aku tidak percuma berlomba dan tidak percuma bersusah-susah.

Kalau mencari yang enak bagi daging--menolak salib--, pasti jatuh. Kalau belum setuju dengan sesuatu, jangan langsung divonis, tetapi berdoa kepada Tuhan.

Rasul Paulus sudah selamat, dan ia mengajak kita untuk mengerjakan keselamatan dengan takut dan gentar sampai kita menjadi orang terpilih sebagai keturunan Abraham seperti bintang-bintang di langit yang bercahaya, sampai nanti kita menjadi mempelai wanita sorga yang sempurna.

Firman kehidupan= firman pengajaran yang benar yang sudah menjadi pengalaman hidup.

"Kita masih diberikan kesempatan ibadah satu kali dalam seminggu (Ibadah Minggu). Mari gunakan kesempatan! Saya sangat memikirkan jemaat untuk bisa melayani, menyanyi gabungan antara kaum muda dan paduan suara umum. Mengingat waktu tidak boleh terlalu lama. Sebab kita tidak tahu, covid sudah turun tahu-tahu meningkat lagi, tidak boleh lagi ibadah di gereja. Gunakanlah kesempatan dan jangan bermalas-malasan!"

1 Timotius 4: 1-3

4:1. Tetapi Roh dengan tegas mengatakan bahwa di waktu-waktu kemudian, ada orang yang akan murtadlalu mengikuti roh-roh penyesat dan ajaran setan-setan
4:2. oleh tipu daya pendusta-pendusta yang hati nuraninya memakai cap mereka.
4:3. Mereka itu melarang orang kawin, melarang orang makan makanan yang diciptakan Allah supaya dengan pengucapan syukur dimakan oleh orang yang percaya dan yang telah mengenal kebenaran.

'di waktu-waktu kemudian'= akhir zaman.
Kalau tidak mau menggunakan kesempatan sekarang, satu waktu tidak akan ada kesempatan lagi.
Pada akhir zaman banyak orang akan murtad, artinya sudah menerima keselamatan dan menjadi anak-anak Abraham tetapi gugur dari iman/firman pengajaran yang benar, sehingga mengikuti roh-roh Setan (roh najis yang keluar dari mulut Setan tritunggal).
Ingat! Kalau membenci atau berdusta, itu bukan dari Tuhan tetapi dari katak.

Jadi, tinggal pilih, mau murtad atau mengerjakan keselamatan dengan sungguh-sungguh. Tidak ada waktu lagi! Kerjakan keselamatan sampai jadi bintang dan sempurna--pengantin darah. Kalau tidak, pasti akan murtad dan mengikuti roh-roh najis dari mulut Setan tritunggal.

Kisah Rasul 9: 1-6, 17-18
9:1. Sementara itu berkobar-kobar hati Saulus untuk mengancam dan membunuh murid-murid Tuhan. Ia menghadap Imam Besar,
9:2. dan meminta surat kuasa dari padanya untuk dibawa kepada majelis-majelis Yahudi di Damsyik, supaya, jika ia menemukan laki-laki atau perempuan yang mengikuti Jalan Tuhan, ia menangkap mereka dan membawa mereka ke Yerusalem.
9:3. Dalam perjalanannya ke Damsyik, ketika ia sudah dekat kota itu, tiba-tiba cahaya memancar dari langit mengelilingi dia.
9:4. Ia rebah ke tanah dan kedengaranlah olehnya suatu suara yang berkata kepadanya: "Saulus, Saulus,
mengapakah engkau menganiaya Aku?"
9:5. Jawab Saulus: "Siapakah Engkau, Tuhan?" Kata-Nya: "
Akulah Yesus yang kauaniaya itu.
9:6. Tetapi bangunlah dan pergilah ke dalam kota, di sana akan dikatakan kepadamu, apa yang harus kauperbuat."
9:17. Lalu pergilah Ananias ke situ dan masuk ke rumah itu. Ia menumpangkan tangannya ke atas Saulus, katanya: "Saulus, saudaraku, Tuhan Yesus, yang telah menampakkan diri kepadamu di jalan yang engkau lalui, telah menyuruh aku kepadamu, supaya engkau dapat melihat lagi dan penuh dengan Roh Kudus."
9:18. Dan seketika itu juga seolah-olah selaput gugur dari matanya, sehingga ia dapat melihat lagi. Ia bangun lalu dibaptis.

'mengapakah engkau menganiaya Aku?'= menganiaya sidang jemaat sama dengan menganiaya Tuhan karena Ia adalah kepala dari tubuh-Nya.

Saat Saulus masih terkutuk dan durhaka--keturunan ular beludak yang menganiaya sidang jemaat--, ia mendapatkan seberkas sinar kasih karunia Allah sehingga bisa selamat dan dipakai Tuhan menjadi rasul Paulus.
Siapapun kita, apapun keadaan kita, masih ada sinar belas kasih Tuhan bagi kita. Kita bisa dipakai juga seperti rasul Paulus.

Ibrani 9: 27-28
9:27. Dan sama seperti manusia ditetapkan untuk mati hanya satu kali saja, dan sesudah itu dihakimi,
9:28. demikian pula Kristus hanya satu kali saja mengorbankan diri-Nya untuk menanggung dosa banyak orang. Sesudah itu Ia akan menyatakan diri-Nya sekali lagi tanpa menanggung dosa untuk menganugerahkan keselamatan kepada mereka, yang menantikan Dia.

'demikian pula Kristus hanya satu kali saja mengorbankan diri-Nya untuk menanggung dosa banyak orang' = seperti manusia mati satu kali, Yesus datang ke dunia dan mati satu kali untuk menyelamatkan manusia berdosa--kedatangan Yesus pertama kali.
'Sesudah itu Ia akan menyatakan diri-Nya sekali lagi' = kedatangan Yesus kedua kali.

Lewat kurban Kristus kita semua mendapatkan kasih karunia sehingga selamat sampai menerima keselamatan penuh (kesempurnaan).
Untuk mendapatkan kesempurnaan saat Yesus datang kembali kita harus setia mengerjakan keselamatan dengan takut dan gentar.
Tingkatkan ibadah pelayanan, doa penyembahan, membaca alkitab, lewat bersekutu dengan Tuhan dan persekutuan dengan sesama.
Sesudah selamat jangan di gua seperti Lot, baik untuk rasul Paulus (bangsa Israel asli) maupun bangsa kafir. Kita harus setia mengerjakan keselamatan dengan takut dan gentar sampai mendapatkan keselamatan yang penuh.

"Tugas pertama kita setelah tiga tahun ini ke Poso tanggal 9 dan 10 Agustus. Yang mau ikut silakan, nanti diatur, yang mau berdoa, berkorban silakan. Mari kerjakan keselamatan bersama-sama. Mari bersekutu dengan Tuhan; tingkatkan ibadah pelayanan, doa penyembahan, membaca alkitab dan persekutuan tubuh Kristus yang benar. Doakan saya supaya membawa pengajaran yang benar. Kalau pengajaran yang benar, akan menyatukan, kalau pengajaran yang lain, akan memecah belah."

Kalau tidak mau mengerjakan keselamatan, akan mengarah pada katak.
1 Yohanes 2: 18-23
2:18. Anak-anakku, waktu ini adalah waktu yang terakhir, dan seperti yang telah kamu dengar, seorang antikristus akan datang, sekarang telah bangkit banyak antikristus. Itulah tandanya, bahwa waktu ini benar-benar adalah waktu yang terakhir.
2:19. Memang mereka berasal dari antara kita,
tetapi mereka tidak sungguh-sungguh termasuk pada kita; sebab jika mereka sungguh-sungguh termasuk pada kita, niscaya mereka tetap bersama-sama dengan kita. Tetapi hal itu terjadi, supaya menjadi nyata, bahwa tidak semua mereka sungguh-sungguh termasuk pada kita.
2:20. Tetapi kamu telah
beroleh pengurapandari Yang Kudus, dan dengan demikian kamu semua mengetahuinya.
2:21. Aku menulis kepadamu, bukan karena kamu tidak mengetahui kebenaran, tetapi justru karena kamu mengetahuinya dan karena kamu juga mengetahui, bahwa tidak ada dusta yang berasal dari kebenaran.
2:22. Siapakah pendusta itu? Bukankah dia yang menyangkal bahwa Yesus adalah Kristus? Dia itu adalah antikristus, yaitu dia yang menyangkal baik Bapa maupun Anak.
2:23. Sebab barangsiapa menyangkal Anak, ia juga tidak memiliki Bapa. Barangsiapa mengaku Anak, ia juga memiliki Bapa.

'Memang mereka berasal dari antara kita' = Setan, Antikris, dan nabi palsu berasal dari kita.
'tetapi mereka tidak sungguh-sungguh termasuk pada kita'= tidak mau mengerjakan keselamatan dengan takut dan gentar.
'Tetapi kamu telah beroleh pengurapan dari Yang Kudus' = kita membutuhkan urapan Roh Kudus.

Orang-orang yang sudah selamat tetapi tidak sungguh-sungguh dalam mengerjakan keselamatan akan keluar dari persekutuan tubuh Kristus yang benar--terpisah dari Tuhan dan sesama--, dan menyatu dengan Antikris.

Untuk itu kita butuh urapan yang kuatuntuk membedakan mana yang benar dan mana yang Antikris. Di mana kita mendapatkan urapan?
Kejadian 18: 1
18:1. Kemudian TUHAN menampakkan diri kepada Abraham dekat pohon tarbantin di Mamre, sedang ia duduk di pintu kemahnyawaktu hari panas terik.

Abraham merupakan orang yang terpilih dan menang sampai masuk negeri Kanaan, itulah orang yang duduk di pintu kemah. Pintu kemah menunjuk pada kepenuhan Roh Kudus.
1 Yohanes 2: 24-27
2:24. Dan kamu, apa yang telah kamu dengar dari mulanya, itu harus tetap tinggal di dalam kamu. Jika apa yang telah kamu dengar dari mulanya itu tetap tinggal di dalam kamu, maka kamu akan tetap tinggal di dalam Anak dan di dalam Bapa.
2:25. Dan inilah janji yang telah dijanjikan-Nya sendiri kepada kita, yaitu hidup yang kekal.
2:26. Semua itu kutulis kepadamu, yaitu mengenai orang-orang yang berusaha menyesatkan kamu.
2:27. Sebab di dalam diri kamu tetap
ada pengurapan yang telah kamu terima dari pada-Nya. Karena itu tidak perlu kamu diajar oleh orang lain. Tetapi sebagaimana pengurapan-Nya mengajar kamu tentang segala sesuatu--dan pengajaran-Nya itu benar, tidak dusta--dan sebagaimana Ia dahulu telah mengajar kamu, demikianlah hendaknya kamu tetap tinggal di dalam Dia.

Ayat 24 = "Saya selalu mendoakan siswa-siswi Lempin-EL, setelah lulus supaya berpegang teguh terhadap ajaran yang sudah diterima--tetap tinggal di dalam Anak dan Bapa. Kalau keluar berarti sudah pindah menjadi Antikris. Demikian juga sidang jemaat yang sudah puluhan tahun mendengar firman pengajaran--sudah yakin dan mengalami--, tetaplah di dalam pengajaran. Yang baru mendengarkan saya doakan supaya lebih mengerti dan mantap, supaya Anak dan Bapa ada di dalam kita, dan kita tidak pergi kepada Antikris karena ada urapan Roh Kudus."

'Sebab di dalam diri kamu tetap ada pengurapan yang telah kamu terima dari pada-Nya' = seperti Abraham tetap tinggal di pintu kemah--urapan Roh Kudus.

Jadi, kita harus setia berada di pintu kemah seperti Abraham. Masuk pintu gerbang berarti menuju halaman--percaya, bertobat, baptisan air. Lalu masuk pintu kemah--urapan Roh Kudus--, menuju ruangan suci--tergembala.
Kita setia berada di pintu kemah seperti Abraham, artinya: masuk ruangan suci, sama dengan tergembala dengan benar dan baik--ketekunan dalam tiga macam ibadah pokok:

  1. Pelita emas= ketekunan dalam ibadah raya; persekutuan dengan Allah Roh Kudus di dalam urapan dan karunia-Nya.
  2. Meja roti sajian= ketekunan dalam ibadah pendalaman alkitab dan perjamuan suci; persekutuan dengan Anak Allah di dalam firman pengajaran dan kurban Kristus.
  3. Mezbah dupa emas= ketekunan dalam ibadah doa; persekutuan dengan Allah Bapa di dalam kasih-Nya.

Setan itu Tritunggal, kita terdiri dari tubuh, jiwa, dan roh. Tuhan juga Tritunggal.
Di dalam kandang penggembalaan, tubuh, jiwa, dan roh kita melekat pada Allah Tritunggal, sehingga kita mengalami penyucian secara terus menerusdan urapan Roh Kudus yang semakin meningkat--semakin suci, urapan semakin meningkat.

Kita tidak akan pernah kering tetapi selalu setia berkobar-kobardalam ibadah pelayanan, dan lewat urapan Roh Kudus kita mengetahui penyesatan oleh Setan tritunggal.
Di luar kandang kita pasti diterkam binatang buas--Setan adalah binatang buas di udara, Antikris binatang buas di laut, dan nabi palsu binatang buas di darat.

Ayat 27: 'Karena itu tidak perlu kamu diajar oleh orang lain' = ini bukan berarti tidak perlu beribadah dan mendengarkan firman, tetapi langsung diajarkan oleh Roh Kudus. Nanti Antikris akan datang dari pintu ke pintu. Saat kita berhadapan langsung dengan Antikris--tidak bisa berteriak kepada gembala; tidak bisa minta tolong siapapun--, saat itulah urapan Roh Kudus akan menolong kita. Inilah maksudnya.
Kita tetap beribadah; mendengarkan firman yang disampaikan gembala, sehingga firman menjadi iman yang bertambah-tambah. Saat Antikris datang, firman yang sudah mendarah daging/dipraktikkan ini akan keluar--urapan Roh Kudus yang menolong; mengajar dan mengingatkan firman yang sudah kita dengar--, dan kita tidak bisa disesatkan.

Dua hal yang harus kita jaga:

  1. Jangan menjadi sama dengan Antikris!
  2. Jangan menjadi mangsa Antikris!

Kita tetap dalam kandang penggembalaan, yaitu tetap dalam penyucian dan urapan Roh Kudus. Ini kekuatan kita.
Kalau gembala ada di kandang, domba-domba pasti akan ada di kandang. Kalau gembala tidak ada di kandang, domba-domba akan tercerai-berai, berarti tidak ada penyucian dan urapan. Ini tujuan dari Setan, sehingga domba-domba jadi mangsa dari Antikris bahkan menjadi sama dengan Antikris.

"Kita semuanya sedang dipersulit. Saya selalu ajarkan kepada murid-murid. Kalau besok Tuhan berikan amanah menjadi pengurus organisasi, ingat: di Indonesia ini mau mendirikan gereja sudah sulit, jangan di dalam organisasi dipersulit lagi. GPT menganut asas otonom--semuanya ranting. Pendeta In Juwono selalu berkata: Saya ketua umum, tetapi saya bukan pokok. Saya adalah ranting, sedangkan pokoknya adalah Tuhan Yesus; pengajaran yang benar. Ini yang mengatur kita, sehingga kita bisa melayani Tuhan, tergembala dan diurapi oleh Roh Kudus."

Roma 9: 27-29
9:27. Dan Yesaya berseru tentang Israel: "Sekalipun jumlah anak Israel seperti pasir di laut, namun hanya sisanya akan diselamatkan.
9:28. Sebab apa yang telah difirmankan-Nya, akan dilakukan Tuhan di atas bumi, sempurna dan segera."
9:29. Dan seperti yang dikatakan Yesaya sebelumnya: "Seandainya Tuhan semesta alam tidak meninggalkan pada kita keturunan, kita sudah menjadi seperti Sodom dan sama seperti Gomora."

Israel jasmani seperti pasir di laut banyaknya, tetapi yang terpilih menjadi bintang dan mempelai Tuhan hanya sedikit saja.
Ini merupakan kesempatan bagi bangsa kafir yang harus dimanfaatkan untuk menggenapi jumlahnya.

Bagaimana caranya?
Roma 9: 22-26
9:22. Jadi, kalau untuk menunjukkan murka-Nya dan menyatakan kuasa-Nya, Allah menaruh kesabaran yang besar terhadap benda-benda kemurkaan-Nya, yang telah disiapkan untuk kebinasaan--
9:23. justru untuk menyatakan kekayaan kemuliaan-Nya atas
benda-benda belas kasihan-Nyayang telah dipersiapkan-Nya untuk kemuliaan,
9:24. yaitu kita, yang telah dipanggil-Nya bukan hanya dari antara orang Yahudi, tetapi juga dari antara
bangsa-bangsa lain,
9:25. seperti yang difirmankan-Nya juga dalam kitab nabi Hosea: "Yang bukan umat-Ku akan Kusebut: umat-Ku dan yang bukan kekasih: kekasih."
9:26. Dan di tempat, di mana akan dikatakan kepada mereka: "Kamu ini bukanlah umat-Ku," di sana akan dikatakan kepada mereka: "Anak-anak Allah yang hidup."

'bangsa-bangsa lain'= bangsa kafir.
Oleh kasih karunia Tuhan, bangsa kafir bisa menjadi Israel yang sesungguhnya, yang menerima iman Abraham, sehingga diselamatkan dan menjadi bintang-bintang di langit, bahkan menjadi mempelai wanita sorga--pengantin darah.

Baik Israel maupun kafir sama-sama membutuhkan kasih karunia.
Karena itu kita harus selalu hidup dalam kasih karunia Tuhan yang besar.

Bukti hidup dalam kasih karunia Tuhan.
2 Korintus 4: 1
4:1. Oleh kemurahan Allah kami telah menerima pelayanan ini. Karena itu kami tidak tawar hati.

  1. 'telah menerima pelayanan ini' = Kita menjadi imam-imam dan raja-raja yang beribadah melayani Tuhan sesuai dengan jabatan pelayanan yang Tuhan percayakan. Jika kita diberikan jabatan pelayanan sebagai pemain musik, zangkoor, tim doa, penerima tamu, tim besuk dan sebagainya itu hanya kemurahan Tuhan. Jangan pernah menyesal terhadap jabatan pelayanan yang Tuhan berikan, tetapi tekuni!

  2. Tidak tawar hati= tidak kecewa, putus asa, dan tinggalkan jabatan pelayanan, tetapi kita kuat teguh hati apapun resikonya.
    Artinya: tetap setia berkobar-kobar dalam ibadah pelayanan kepada Tuhan, tetap percaya dan berharap belas kasih Tuhan--tetap menyembah Dia. Kita mengulurkan tangan kepada Tuhan, dan Dia akan mengulurkan tangan belas kasih-Nya kepada kita.

Hasilnya: mati jadi hidup.
Lukas 7: 11-17
7:11. Kemudian Yesus pergi ke suatu kota yang bernama Nain. Murid-murid-Nya pergi bersama-sama dengan Dia, dan juga orang banyak menyertai-Nya berbondong-bondong.
7:12. Setelah Ia dekat pintu gerbang kota,
ada orang matidiusung ke luar, anak laki-laki, anak tunggal ibunya yang sudah janda, dan banyak orang dari kota itu menyertai janda itu.
7:13. Dan ketika Tuhan melihat janda itu,
tergeraklah hati-Nya oleh belas kasihan, lalu Ia berkata kepadanya: "Jangan menangis!"
7:14. Sambil menghampiri usungan itu Ia menyentuhnya, dan sedang para pengusung berhenti, Ia berkata: "Hai anak muda, Aku berkata kepadamu, bangkitlah!"
7:15. Maka bangunlah orang itu dan duduk dan mulai berkata-kata, dan Yesus menyerahkannya kepada ibunya.
7:16. Semua orang itu ketakutan dan mereka memuliakan Allah, sambil berkata: "Seorang nabi besar telah muncul di tengah-tengah kita," dan "Allah telah melawat umat-Nya."
7:17. Maka tersiarlah kabar tentang Yesus di seluruh Yudea dan di seluruh daerah sekitarnya.

Keluar dari Nain menuju kuburan= kalau keluar dari penggembalaan yang benar, akan menuju kematian kedua.
Di akhir zaman ada dua rombongan: rombongan Tuhan Yesus yang masuk ke Nain, dan rombongan janda--yang anaknya mati--yang keluar dari Nain.

Kalau ikut rombongan Yesus--masuk dalam penggembalaan--, yang mati akan jadi hidup.
Artinya:

  • Tangan belas kasih Tuhan mampu memelihara kehidupan kitadi tengah kesulitan dan kemustahilan dunia sampai Antikris berkuasa di bumi selama tiga setengah tahun, bahkan sampai hidup kekal.

  • Tangan belas kasih Tuhan sanggup menolong kitatepat pada waktu-Nya. Ia menyelesaikan semua masalah yang mustahil pada waktunya.
  • Tangan belas kasih Tuhan sanggup mengubahkan kitadari manusia daging yang keras hati menjadi manusia rohani seperti Yesus, mulai dari lidah dan hati yang melembut.

    Lidah lembut= saling mengaku dan mengampuni; jujur, apa adanya datang kepada Tuhan.

    Kalau ada dosa dipertahankan atau menyimpan dosa orang lain, belas kasih Tuhan akan tertahan. Tetapi kalau kita saling mengaku dan mengampuni, darah Yesus akan membasuh dosa-dosa kita, sehingga sinar belas kasih Tuhan masuk dan mujizat Tuhan terjadi-- Yang mustahil menjadi tidak mustahil.

'Jangan menangis!'artinya jika Yesus datang kembali kita akan diubahkan menjadi sempurna seperti Dia; kita menjadi mempelai wanita sorga yang layak menyambut kedatangan-Nya kembali kedua kali di awan-awan yang permai. Tidak ada setetespun air mata lagi. Kita bersama Dia selamanya.

Mari menjadi pemenang dan kehidupan yang dipilih seperti Abraham, Ishak, dan Yakub. Saulus juga terpilih menjadi rasul Paulus. Mari masih ada kesempatan bagi bangsa kafir untuk terpilih menjadi bintang-bintang. Jangan tawar hati, melainkan kuat teguh hati dalam pelayanan. Usia tua dan apapun juga jangan menjadi penghalang. Tuhan tolong kita semuanya.

Tuhan memberkati.

Versi Cetak

Transkrip
  • Ibadah Doa Malang, 24 Mei 2018 (Kamis Sore)
    ... dan mengaku sehebat apa pun kita hanyalah daun yang cepat layu kering rapuh mudah hancur dan binasa sehingga tidak menjadi sombong. Pondok akan dibongkar artinya kita harus mengalami pembongkaran yaitu pembaharuan hidup dari manusia daging menjadi manusia rohani manusia rohani seperti Yesus. Manusia daging hanya cocok untuk hidup di dunia ini ...
  • Ibadah Raya Malang, 26 Agustus 2018 (Minggu Pagi)
    ... kenal. Sikap kita adalah mengikuti tuntunan tangan Gembala Agung lewat suara Gembala firman pengajaran benar yang diulang-ulang dan kita harus lari dari suara asing suara-suara yang tidak senada dengan suara Gembala bisa dalam bentuk ajaran palsu gosip-gosip suara daging . Sebab suara asing menyesatkan membelokkan arah pengikutan kita sehingga tidak ...
  • Ibadah Doa Surabaya, 15 Juli 2015 (Rabu Sore)
    ... api diterangkan mulai dari Ibadah Raya Surabaya Juli . Pakaian putih. Minyak untuk melumas mata. AD. . EMAS YANG DIMURNIKAN DALAM API. Petrus - . Bergembiralah akan hal itu sekalipun sekarang ini kamu seketika harus berdukacita oleh berbagai-bagai pencobaan. . Maksud semuanya itu ialah untuk membuktikan kemurnian imanmu--yang jauh lebih ...
  • Ibadah Raya Surabaya, 28 Desember 2014 (Minggu Sore)
    ... adalah Firman Allah dalam urapan Roh Kudus Firman pengajaran yang benar Firman yang lebih tajam dari pedang bermata dua Firman Allah yang dibukakan rahasianya oleh Roh Kudus yaitu ayat yang satu menerangkan ayat yang lain dalam Alkitab. Ini bisa kita terima mulai dari sekarang. Dulu pada tapal dada imam besar Harun berupa ...
  • Ibadah Kaum Muda Remaja, 31 Maret 2012 (Sabtu Sore)
    ... takut akan Dia. Bukti seseorang menyerahkan diri sepenuh dan menyerahkan nikah sepenuh kepada Tuhan adalah takut akan Tuhan. Praktek kehidupan nikah yang takut akan Tuhan adalah Membenci dosa. Amsal Takut akan TUHAN ialah membenci kejahatan aku benci kepada kesombongan kecongkakan tingkah laku yang jahat dan mulut penuh tipu muslihat. Dalam kehidupan pribadi kita ...
  • Ibadah Pendalaman Alkitab Malang, 28 April 2020 (Selasa Sore)
    ... yang diberikan mereka adalah kesia-siaan. Oleh sebab itu bangsa itu berkeliaran seperti kawanan domba dan menderita sengsara sebab tidak ada gembala. Kekeringan juga terjadi pada zaman Zakharia. Ayat nasihat. Ayat tegoran. Keadaan bangsa Israel saat itu adalah tetap menyembah berhala yaitu terafim. Praktik menyembah terafim Berbuat dosa tetap mempertahankan dosa enjoy dalam dosa yaitu dosa ...
  • Ibadah Pendalaman Alkitab Surabaya, 06 Januari 2014 (Senin Sore)
    ... kamu yang menantikan dan mempercepat kedatangan hari Allah. Pada hari itu langit akan binasa dalam api dan unsur-unsur dunia akan hancur karena nyalanya. Tetapi sesuai dengan janji-Nya kita menantikan langit yang baru dan bumi yang baru di mana terdapat kebenaran. Hari Tuhan adalah hari yang sangat dahsyat dimana akan terjadi ...
  • Ibadah Pendalaman Alkitab Malang, 17 Januari 2013 (Kamis Sore)
    ... juga menolak kematian Yesus. Roma yaitu Yesus yang telah diserahkan karena pelanggaran kita dan dibangkitkan karena pembenaran kita. Yesus mati untuk mengampuni atau melepaskan kita dari dosa dan Yesus bangkit untuk membenarkan kita. Tetapi hal ini ditolak lewat berita palsu. Akibat menolak kebangkitan Yesus Manusia anak Tuhan hamba Tuhan tidak percaya Yesus ...
  • Ibadah Raya Malang, 27 Januari 2013 (Minggu Pagi)
    ... membual dan menyombongkan diri mereka akan menjadi pemfitnah mereka akan berontak terhadap orang tua dan tidak tahu berterima kasih tidak mempedulikan agama tidak tahu mengasihi tidak mau berdamai suka menjelekkan orang tidak dapat mengekang diri garang tidak suka yang baik suka mengkhianat tidak berpikir panjang berlagak tahu lebih menuruti hawa ...
  • Ibadah Doa Malang, 31 Mei 2022 (Selasa Sore)
    ... Sodom dan Gomora menolak kasih matahari sehingga dosa-dosa sampai puncak dosanya naik sampai ke hadirat Tuhan dan mengakibatkan hukuman api dan belerang. Akibatnya adalah Sodom dan Gomora menjadi laut Mati tidak ada kehidupan lagi binasa selamanya. Ini berbeda dengan Abraham dan Sarah. Kejadian - . Kemudian TUHAN menampakkan diri kepada Abraham dekat pohon ...

Siaran Langsung

Live Streaming GPTKK

Rekaman

Ikuti rekaman ibadah kami

Transkrip

Ringkasarn Firman Tuhan

Kesaksian

Pengalaman hidup bersama Firman Tuhan

Untuk Koneksi Lambat, silakan buka https://id.gptkk.org

Silakan kontak ke info@gptkk.org apabila bapak/ibu/sdr/sdri ada pertanyaan atau ingin berlangganan majalah Manna, dan silakan kirim email ke widjaja_h@yahoo.com apabila ingin konsultasi pribadi dengan bapak gembala.