English Language | Form Penggembalaan
RINGKASAN KOTBAH IBADAH RUTIN DAN IBADAH KUNJUNGAN
RINGKASAN LAINNYA

Ibadah Jumat Agung Malang, 22 April 2011 (Jumat Sore)
Matius 26:6-13 adalah tentang PERSIAPAN PASKAH.

Matius 26:7,12
26:7...

Ibadah Pendalaman Alkitab Malang, 26 September 2013 (Kamis Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Matius 28: 20b
28:20. ... Dan ketahuilah,...

Ibadah Persekutuan Tubuh Kristus Medan III, 24 April 2013 (Rabu Pagi)
Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Wahyu 19:9
19:9 Lalu ia berkata kepadaku: “Tuliskanlah:...

Ibadah Kaum Muda Remaja Malang, 24 April 2010 (Sabtu Sore)
Markus 14:21
14:21 Anak Manusia memang akan pergi sesuai dengan yang ada...

Ibadah Pendalaman Alkitab Surabaya, 27 Juni 2011 (Senin Sore)
Pembicara: Pdp. Youpri
Matius 26: 21-25
26:21. Dan ketika mereka sedang makan, Ia berkata: "Aku berkata kepadamu, sesungguhnya seorang di antara...

Ibadah Doa Surabaya, 26 Juli 2017 (Rabu Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayangnya TUHAN kita Yesus Kristus. Selamat malam, selamat mendengarkan firman TUHAN. Tuhan memberkati...

Ibadah Kaum Muda Remaja Surabaya, 01 Maret 2014 (Sabtu Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Lukas 6 secara keseluruhan menunjuk pada kebenaran,...

Ibadah Pendalaman Alkitab Malang, 06 Oktober 2016 (Kamis Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Wahyu 4:6-7
4:6 Dan di hadapan...

Ibadah Kenaikan Tuhan Surabaya, 14 Mei 2015 (Kamis Pagi)
Salam sejahtera dalam kasih sayangnya TUHAN kita Yesus Kristus. Selamat pagi, selamat mendengarkan firman TUHAN. Biarlah damai...

Ibadah Doa Malang, 02 Desember 2014 (Selasa Sore)
Pembicara: Pdt. Dadang Hadi Santoso

Matius 10:38
10:38 Barangsiapa tidak memikul salibnya dan mengikut Aku,...

Ibadah Doa Surabaya, 21 Agustus 2013 (Rabu Sore)
Disertai dengan puasa

Kita berada dalam KITAB WAHYU (PENDAHULUAN)

Kitab Wahyu adalah kitab terakhir dari Alkitab. Dalam susunan tabernakel kitab Wahyu terkena kepada...

Ibadah Kaum Muda Remaja Malang, 06 Februari 2010 (Sabtu Sore)
Markus 14:8-9
Kehidupan yang diurapi Roh Kudus digambarkan sebagai kehidupan yang meminyaki Tubuh Yesus...

Ibadah Pendalaman Alkitab Surabaya, 24 November 2008 (Senin Sore)
Matius 24: 28 -> sikap gereja Tuhan untuk menanti kedatangan Yesus kedua kali,...

Ibadah Raya Surabaya, 09 Juni 2013 (Minggu Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayangnya Tuhan kita Yesus Kristus. Selamat malam, selamat mendengarkan Firman Tuhan. Biarlah damai...

Ibadah Doa Surabaya, 10 Agustus 2011 (Rabu Sore)
Pembicara: Pdt. Dadang
Amos 8: 11-14, 5
8:11. "Sesungguhnya, waktu akan datang," demikianlah firman Tuhan ALLAH, "Aku akan mengirimkan kelaparan ke negeri...


TRANSKRIP LENGKAP

Umum Surabaya (Minggu Sore, 02 November 2014)
Tayang: 03 Maret 2018
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 20 Oktober 2014)
Tayang: 13 Desember 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 13 Oktober 2014)
Tayang: 13 Desember 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 12 Oktober 2014)
Tayang: 24 Oktober 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 08 Oktober 2014)
Tayang: 18 September 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 06 Oktober 2014)
Tayang: 05 September 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 05 Oktober 2014)
Tayang: 05 September 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 01 Oktober 2014)
Tayang: 05 September 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 29 September 2014)
Tayang: 24 Juni 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 21 September 2014)
Tayang: 19 Mei 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 17 September 2014)
Tayang: 29 April 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 15 September 2014)
Tayang: 29 April 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 14 September 2014)
Tayang: 24 Maret 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 07 September 2014)
Tayang: 06 Maret 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 03 September 2014)
Tayang: 16 Februari 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 01 September 2014)
Tayang: 16 Februari 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 31 Agustus 2014)
Tayang: 04 Februari 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 25 Agustus 2014)
Tayang: 13 Desember 2016
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 24 Agustus 2014)
Tayang: 17 November 2016
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 17 Agustus 2014)
Tayang: 05 November 2016
[baca transkrip] | [download file transkrip]



Untuk Koneksi Lambat, silahkan buka http://id.gptkk.org
Transkrip lengkap dari ibadah penggembalaan di Malang dan Surabaya, semuanya di bawakan oleh gembala sidang Pdt. Widjaja Hendra.

Silahkan kontak ke info@gptkk.org apabila bapak/ibu/sdr/sdri ada pertanyaan atau mungkin ingin berlangganan majalah Manna dan silahkan kirim email ke widjaja_h [at] yahoo.com apabila ingin konsultasi pribadi dengan bapak gembala
silahkan ganti tanda [at] dengan @
Cari ringkasan:   
[versi cetak]
Cari rekaman ibadah ini di: http://www.kabarmempelai.org
Ibadah Jumat Agung Surabaya, 30 Maret 2018 (Jumat Siang)

Salam sejahtera dalam kasih sayangnya TUHAN kita Yesus Kristus. Selamat siang, selamat mendengarkan firman TUHAN. Biarlah damai sejahtera, kasih karunia, dan bahagia senantiasa dilimpahkan TUHAN di tengah kita sekalian.

Wahyu 7: 4-8
7:4. Dan aku mendengar jumlah mereka yang dimeteraikan itu: seratus empat puluh empat ribu yang telah dimeteraikan dari semua suku keturunan Israel.
7:5. Dari suku Yehuda dua belas ribu yang dimeteraikan, dari suku Ruben dua belas ribu, dari suku Gad dua belas ribu,
7:6. dari suku Asyer dua belas ribu, dari suku Naftali dua belas ribu, dari
suku Manasye dua belas ribu,
7:7. dari suku Simeon dua belas ribu, dari suku Lewi dua belas ribu, dari suku Isakhar dua belas ribu,
7:8. dari suku Zebulon dua belas ribu, dari suku Yusuf dua belas ribu, dari suku Benyamin dua belas ribu.

Ayat 1-8= orang-orang yang dimeteraikan dari bangsa Israel. Ini adalah inti dari tubuh Kristus yang sempurna; inti mempelai wanita yang siap untuk menyambut kedatangan Tuhan kedua kali di awan-awan yang permai.

Kita masih belajar tentang METERAI ALLAH (diterangkan mulai dari Ibadah Raya Surabaya, 28 Januari 2018).

Siapa yang dimeteraikan dengan meterai Allah? Seratus empat puluh empat ribu orang dari dua belas suku Israel.

Tetapi kalau kita baca secara keseluruhan, dari dua belas suku Israel yang dimeteraikan, tidak ada suku Dan, dan digantikan oleh suku Manasye, anak dari Yusuf (ayat 6).
Mengapa suku Dan tidak dimeteraikan oleh Allah? Karena suku Dan berubah dari keturunan Abraham--secara jasmani--menjadi keturunan ular beludak (diterangkan mulai dari Ibadah Doa Surabaya, 09 Februari 2018 sampai Ibadah Doa Surabaya, 16 Maret 2018). Hati-hati jangan sampai merosot.

Kejadian 49: 17
49:17. Semoga Dan menjadi seperti ular di jalan, seperti ular beludak di denai yang memagut tumit kuda, sehingga penunggangnya jatuh ke belakang.

Kejadian 48: 5
48:5. Maka sekarang kedua anakmu yang lahir bagimu di tanah Mesir, sebelum aku datang kepadamu ke Mesir, akulah yang empunya mereka; akulah yang akan empunya Efraim dan Manasye sama seperti Ruben dan Simeon.

Ayat 5 = merupakan perkataan Yakub.
'kedua anakmu' = anaknya Yusuf.
'tanah Mesir' menunjuk pada bangsa kafir.
'akulah yang akan empunya Efraim dan Manasye sama seperti Ruben dan Simeon'= pengangkatan dari cucu--Efraim dan Manasye--menjadi anak--mendapatkan hak waris; dimeteraikan.

Mengapa suku Dan digantikan oleh suku Manasye? Karena ada pengangkatan dan pengakuan Yakub terhadap Manasye dan Efraim yang lahir di daerah kafir--Mesir--menjadi anak-anak Yakub, seperti Ruben dan Simeon (diterangkan mulai dari Ibadah Raya Surabaya, 18 Maret 2018).
Sekarng menunjuk pada pengakuan dan pengangkatan Tuhan kepada bangsa kafir untuk menjadi anak-anak Allah.

Tadinya bangsa kafir bukan umat Tuhan tetapi bisa menjadi anak Allah; seperti tadinya suku Dan yang masuk, dan Manasye tidak masuk, tetapi karena suku Dan merosot maka Manasyte diangkat.
Roma 11: 25
11:25. Sebab, saudara-saudara, supaya kamu jangan menganggap dirimu pandai, aku mau agar kamu mengetahui rahasia ini: Sebagian dari Israel telah menjadi tegar sampai jumlah yang penuh dari bangsa-bangsa lain telah masuk.

'Sebagian dari Israel telah menjadi tegar' = keras hati.
Karena sebagian dari umat Israel keras hati (menolak Yesus), maka terbuka kesempatan dan kemurahan Tuhan bagi bangsa kafir untuk menjadi anak-anak Tuhan--seperti suku Dan yang merosot dan digantikan oleh Manasye.

Jadi, kematian Yesus di kayu salib untuk menyelamatkan baik bangsa Israel maupun bangsa kafir, supaya tidak binasa selamanya.
Roma 11: 26
11:26. Dengan jalan demikian seluruh Israel akan diselamatkan, seperti ada tertulis: "Dari Sion akan datang Penebus, Ia akan menyingkirkan segala kefasikan dari pada Yakub.

Seluruh Israel= bukan hanya Israel jasmani, tetapi juga Israel rohani= bangsa Israel asli dan bangsa kafir.



Bukan hanya sampai selamat (tidak dihukum; tidak binasa), tetapi lebih dari itu, juga menyatukan.
Efesus 2: 13-16
2:13. Tetapi sekarang di dalam Kristus Yesus kamu, yang dahulu "jauh", sudah menjadi "dekat" oleh darah Kristus.
2:14. Karena Dialah damai sejahtera kita, yang telah
mempersatukan kedua pihak dan yang telah merubuhkan tembok pemisah, yaitu perseteruan,
2:15. sebab dengan
mati-Nya sebagai manusia Ia telah membatalkan hukum Taurat dengan segala perintah dan ketentuannya, untuk menciptakan keduanya menjadi satu manusia baru di dalam diri-Nya, dan dengan itu mengadakan damai sejahtera,
2:16. dan untuk memperdamaikan keduanya,
di dalam satu tubuh, dengan Allah oleh salib, dengan melenyapkan perseteruan pada salib itu.

'yang dahulu "jauh"' = bangsa kafir; jauh dari Tuhan; bukan umat Tuhan; bukan anak Tuhan tetapi hanya seharga anjing dan babi.
'sudah menjadi "dekat"' = bangsa Israel; umat Tuhan.
'membatalkan hukum Taurat'= menggenapkan hukum Taurat.
'keduanya'= bangsa Israel dan kafir.

Kematian Yesus untuk memperdamaikan; mendekatkan bangsa Israel dan kafir menjadi satu tubuh Kristus yang sempurna; mempelai wanita sorga.

Kita memperingati kematian Yesus harus mengerti hal ini:

  • Kematian Yesus untuk menyelamatkan. Tadinya hanya untuk bangsa Israel, tetapi karena sebagian bangsa Israel menolak Yesus sebagai Juruselamat, akhirnya bangsa kafir boleh diselamatkan--suku Dan menolak dan jadi ular, sehingga Manasye bisa masuk.


  • Bukan hanya sampai selamat (tidak dihukum dan binasa), tetapi kematian Yesus juga untuk menyatukan Israel "yang dekat" dan kafir "yang jauh" menjadi satu tubuh Kristus yang sempurna.
    Ini adalah hubungan saling mengasihi.

    Dulunya Israel dan kafir berseteru, tetapi oleh kematian Yesus bisa menjadi satu tubuh.

    Hubungan tubuh (sesama anggota tubuh Kristus)= hubungan kasih; saling mengasihi sampai mengasihi musuh.


  • Kemudian hubungan tubuh dengan Kepala, untuk menempatkan Yesus sebagai Kepala. Ini sama dengan mengasihi Yesus lebih dari semua.
    Mau kerja keras, silakan, tetapi tetap mengutamakan Yesus lebih dari semua.

Kesimpulan
: kematian Yesus adalah untuk menyelamatkan bangsa Israel dan kafir supaya tidak binasa, dan untuk menyatukan bangsa Israel dan kafir menjadi satu tubuh yang sempurna, untuk menempatkan Yesus sebagai Kepala. Kita tidak terpisah lagi untuk selama-lamanya.

Kalau Yesus tidak mati, "yang jauh" dan "yang dekat" tidak pernah bisa ketemu, apalagi bertemu dengan Yesus, tidak akan pernah.
Kematian Yesus membuat kita HIDUP DALAM KASIH. Itulah tubuh Kristus, tidak ada benci, tidak ada musuh.

Praktik hidup dalam kasih--menjadi tubuh Kristus yang sempurna--:

  1. Yohanes 14: 15
    14:15. "Jikalau kamu mengasihi Aku, kamu akan menuruti segala perintah-Ku.

    Praktik pertama hidup dalam kasih: mendengar dan taat dengar-dengaran pada perintah Tuhan/firman pengajaran yang benar, sampai daging tidak bersuara lagi.

    Dimulai dari firman. Sangat salah kalau orang berkata: tidak penting firman, yang penitng kasih. Kasih tanpa firman sama seperti orang dunia menyanyi cinta terus, tetapi dengan kasih daging/kasih eros (bukan kasih Allah).
    Dimulai dari firman dulu, baru ada kasih yang benar.

    Abraham taat pada firman untuk mempersembahkan anaknya, kalau tidak hidup dalam kasih, ia tidak akan bisa taat.
    1 Petrus 1: 22
    1:22. Karena kamu telah menyucikan dirimu oleh ketaatan kepada kebenaran, sehingga kamu dapat mengamalkan kasih persaudaraan yang tulus ikhlas, hendaklah kamu bersungguh-sungguh saling mengasihi dengan segenap hatimu.

    Jika kita mendengar dan taat dengar-dengaran pada firman pengajaran yang benar, kita akan mengalami penyucian seluruh hidup; kita hidup dalam kesucian. Jika kita hidup suci, maka kita bisa mengasihi Tuhan lebih dari semua, dan mengasihi sesama seperti diri sendiri--dengan mengamalkan kasih persaudaraan yang tulus ikhlas--, sampai mengasihi musuh--membalas kejahatan dengan kebaikan..

    Contoh mengasihi Tuhan lebih dari semuanya:


    • Abraham taat kepada Tuhan untuk mempersembahkan anaknya.
    • Petrus sedang menebarkan jala, setelah dipanggil Tuhan, ia tinggalkan jalanya.


    Hasilnya: Tuhan sanggup menjadikan semua baik pada waktunya. Mungkin saat kita mengutamakan Tuhan berat sekali, saat kita membalas kejahatan dengan kebaikan rasanya kita yang hancur, tetapi kalau kita lakukan, Tuhan yang akan menjadikan semua baik pada waktunya. Kalau taat pada firman, jangan ragu-ragu! Jangan banyak pertimbangan! Tunjukkan bahwa kita mengasihi Tuhan lebih dari semua!

    Kalau tidak mau mendengar firman, bagaimana bisa hidup dalam kasih? Mendengar dna taat dengar-dengaran itulah hidup dalam kasih--mengasihi Tuhan dan sesama.


  2. Efesus 3: 18-19
    3:18. Aku berdoa, supaya kamu bersama-sama dengan segala orang kudus dapat memahami, betapa lebarnya dan panjangnya dan tingginya dan dalamnya kasih Kristus,
    3:19. dan dapat mengenal kasih itu, sekalipun ia melampaui segala pengetahuan. Aku berdoa, supaya kamu dipenuhi di dalam seluruh kepenuhan Allah.

    Praktik kedua hidup dalam kasih: kita berdoa supaya dapat memahami betapa lebar dan panjangnya kasih Yesus--horisontal--, dan betapa tinggi dan dalamnya kasih Yesus--vertikal. Kalau digabung, ini adalah kayu salib. Inilah hidup dalam kasih.
    Jadi kita bisa memahami kasih Yesus lewat salib-Nya.

    Manusia darah daging tidak memiliki kasih Allah, tetapi hanya ambisi, emosi, keinginan, hawa nafsu.
    Dari mana kita mendapatkan kasih Allah? Dari kayu salib.
    Artinya: oleh dorongan pedang firman kita berdamai dengan Tuhan dan sesama.


    • Bedamai dengan Tuhan= kita mengaku dosa dengan sejujur-jujurnya kepada Tuhan, jika diampuni jangan berbuat dosa lagi.
    • Berdamai dengan sesama= saling mengaku dan mengampuni oleh dorongan firman--bukan manusia.


    Hasilnya: darah Yesus menghapus dosa kita sehingga kita mengalami damai sejahtera. Ini bukti kalau ada kasih Allah yaitu damai sejahtera, sehingga semua menjadi enak dan ringan, semua bahagia.

    Manusia darah daging tidak ada kasih. Kalau tidak mau mendengar firman, apalagi tidak taat pada firman, ia akan kosong dari kasih. Kalau mendengarkan firman dan hidup suci, baru ada kasih. Dengarkan firman lalu mengaku dosa (berdamai), baru ada kasih.

    Kita mempelajari satu persatu:


    • Tinggi dan dalamnya kasih Yesus= naik dan turun; kita memahami tinggi dan dalamnya kasih Yesus.
      Efesus 4: 8-12
      4:8. Itulah sebabnya kata nas: "Tatkala Ia naik ke tempat tinggi, Ia membawa tawanan-tawanan; Ia memberikan pemberian-pemberian kepada manusia."
      4:9. Bukankah "Ia telah naik" berarti, bahwa
      Ia juga telah turun ke bagian bumi yang paling bawah?
      4:10. Ia yang telah turun, Ia juga yang telah naik jauh lebih tinggi dari pada semua langit, untuk memenuhkan segala sesuatu.
      4:11. Dan Ialah yang memberikan baik rasul-rasul maupun nabi-nabi, baik pemberita-pemberita Injil maupun gembala-gembala dan pengajar-pengajar,
      4:12. untuk memperlengkapi orang-orang kudus bagi pekerjaan pelayanan, bagi pembangunan tubuh Kristus,


      1. Yesus telah TURUN ke bagian bumi paling dalam; alam maut--mati di kayu salib--untuk membebaskan tawanan-tawanan (ayat 8), artinya membebaskan kita dari tawanan maut.

        Sejak Adam dan Hawa berbuat dosa dan diusir ke dalam dunia, kita semua sudah menjadi tawanan maut dan tinggal dibinasakan--upah dosa adalah maut. Tetapi bersyukur, Yesus mati di kayu salib untuk membebaskan kita dari tawanan maut.

        Bukti bebas dari tawanan maut:


        1. Yesaya 28: 15
          28:15. Karena kamu telah berkata: "Kami telah mengikat perjanjian dengan maut, dan dengan dunia maut kami telah mengadakan persetujuan; biarpun cemeti berdesik-desik dengan kerasnya, kami tidak akan kena; sebab kami telah membuat bohong sebagai perlindungan kami, dan dalam dusta kami menyembunyikan diri,"

          Dusta= teken kontrak dengan maut.

          Bukti pertama: tidak boleh ada dusta lagi.


        2. 1 Yohanes 3: 14
          3:14. Kita tahu, bahwa kita sudah berpindah dari dalam maut ke dalam hidup, yaitu karena kita mengasihi saudara kita. Barangsiapa tidak mengasihi, ia tetap di dalam maut.

          Tidak mengasihi= kebencian.

          Bukti kedua: tidak ada lagi kebencian, apalagi kebencian tanpa alasan.


        Ini bukti kalau kita sudah mengalami kuasa kematian Yesus. Kematian Yesus membuat kita hidup dalam kasih. Kita selamat, jadi satu tubuh Kristus, dan jadi satu dengan Yesus sebagai Kepala.

        Kematian Yesus membuat kita hidup dalam kasih, bebas dari tawanan maut.
        Kalau berdusta dan membenci, berarti tidak mengasihi.

        Bebas dari dusta dan kebencian berarti bebas dari dosa yang lain sampai puncaknya dosa. Selama masih ada dusta dan kebencian, tidak akan bisa terlepas dari dosa yang lain; tetap menjadi tawanan maut.
        Hari-hari ini kita bicara soal hidup dalam kesatuan. Selama ada dusta dan kebencian, tidak akan bisa jadi satu. Mulai di dalam nikah rumah tangga, antara suami isteri, anak orang tua, menantu mertua, adik kakak, tidak boleh ada dusta dan kebencian. Di dalam penggembalaan, kalau ada dusta dan kebencian tidak akan bisa jadi satu, begitu juga antar penggembalaan, apalagi masuk tubuh Kristus yang sempurna. Harus bebas dulu dari dusta dan kebencian.

        Terlepas dari dusta dan benci, sampai lepas dari dosa-dosa dan puncaknya dosa = hidup dalam kebenaran.


      2. Yesus turun untuk melepaskan kita dari tawanan maut supaya kita bisa hidup dalam kebenaran, lalu Ia NAIK untuk mengangkat kita jadi imam dan raja--memberikan pemberian-pemberiaan kepada kita (Efesus 4: 8, 11-12; 'Ia memberikan pemberian-pemberian kepada manusia').

        Wahyu 1: 5-6
        1:5. dan dari Yesus Kristus, Saksi yang setia, yang pertama bangkit dari antara orang mati dan yang berkuasa atas raja-raja bumi ini. Bagi Dia, yang mengasihi kita dan yang telah melepaskan kita dari dosa kita oleh darah-Nya--
        1:6. dan yang telah membuat kita menjadi suatu kerajaan,
        menjadi imam-imam bagi Allah, Bapa-Nya, --bagi Dialah kemuliaan dan kuasa sampai selama-lamanya. Amin.

        Yang Tuhan berikan kepada kita adalah jabatan pelayanan dan karunia Roh Kudus sehingga kita bisa dipakai dalam pelayanan pembangunan tubuh Kristus yang sempurna.
        Efesus 4: 11
        4:11. Dan Ialah yang memberikan baik rasul-rasul maupun nabi-nabi, baik pemberita-pemberita Injil maupun gembala-gembala dan pengajar-pengajar,

        Yang belum melayani, berdoa, yang sudah melayani, berdoa untuk bisa sungguh-sungguh, yang sudah meninggalkan pelayanan, kembali selagi masih bisa, berdoa supaya bisa memahami tinggi dan dalamnya kasih Tuhan. Kalau seperti Yudas yang digantikan Matias, ke manapun sudah tidak bisa lagi.

        Tawanan maut = telanjang, susah payah, letih lesu dan beban berat. Sekarang diberi jubah indah.

        "Kalau dulu saya meninggalkan Lempin-El (karena tidak bisa makan, tidak bisa minum) dan digantikan yang lain, mau apapun tidak bisa lagi, seperti Yudas digantikan Matias (akhirnya Yudas telanjang, perutnya pecah sampai binasa). Selagi masih ada kesempatan, kembali! Berdoa! Kalau sudah mengerti tinggi dan dalamnya kasih Tuhan, tidak sulit untuk menjadi seorang imam, tidak sulit untuk terlepas dari dosa, tidak sulit untuk menerima pemberian Tuhan."

        Kisah Rasul 20: 22-24
        20:22. Tetapi sekarang sebagai tawanan Roh aku pergi ke Yerusalem dan aku tidak tahu apa yang akan terjadi atas diriku di situ
        20:23. selain dari pada yang dinyatakan Roh Kudus dari kota ke kota kepadaku,
        bahwa penjara dan sengsara menunggu aku.
        20:24. Tetapi
        aku tidak menghiraukan nyawaku sedikitpun, asal saja aku dapat mencapai garis akhir dan menyelesaikan pelayanan yang ditugaskan oleh Tuhan Yesus kepadaku untuk memberi kesaksian tentang Injil kasih karunia Allah.

        Kalau sudah diangkat menjadi imam dan raja, kita akan menjadi tawanan Roh--tawanan maut diganti jadi tawanan Roh.

        Dulu pergi ke Yerusalem di timur tengah, sekarang tawanan Roh arahnya jelas yaitu ke Yerusalem baru. Jangan takut!
        Paulus berkata: jangankan dibelenggu, matipun aku siap. Suara daging mati! Jangan ragu!

        Tawanan Roh= hamba/pelayan Tuhan yang beribadah melayani Tuhan sesuai dengan kehendak Tuhan/firman pengajaran yang benar, dan beribadah melayani Tuhan dengan setia benar dan setia berkobar-kobar sampai garis akhir--sampai meninggal dunia atau Yesus datang kembali--apapun yang harus dikorbankan. Sudah tidak ada lagi dagingnya kalau kita menjadi tawanan Roh.


      Mari jadi tawanan Roh, ambil jubah indah! Jangan takut! Hidup itu akan menjadi berhasil dan indah pada waktunya.
      Yang kita lakukan adalah menerima kasih, sebab kita tidak punya kasih.

      "Itu tergores di hati saya terutama saat penataran nikah, opa Totaijs berkata: 'Widjaja, manusia daging tidak punya kasih, tetapi keinginan, ambisi, dan emosi. Kasih itu dari kayu salib.'"

      Sekarang buktikan kalau kita menerima kasih dari kayu salib, yaitu bebas dari tawanan maut (tidak boleh ada dusta, benci, dosa-dosa sampai puncaknya dosa), dan menerima pemberian Tuhan; kita menjadi imam, tetapi bukan imam sembarangan, melainkan tawanan Roh (taat dan setia sampai garis akhir).

      Tuhan sanggup menjadikan semua berhasil dan indah, semua tertata rapi oleh kematian-Nya di kayu salib.


    • Kemudian, panjang dan lebarnya kasih Allah.
      Efesus 5: 25-27
      5:25. Hai suami, kasihilah isterimu sebagaimana Kristus telah mengasihi jemaat dan telah menyerahkan diri-Nya baginya
      5:26. untuk menguduskannya, sesudah Ia
      menyucikannya dengan memandikannya dengan air dan firman,
      5:27. supaya dengan demikian Ia menempatkan jemaat di hadapan diri-Nya dengan cemerlang tanpa cacat atau kerut atau yang serupa itu, tetapi supaya jemaat kudus dan tidak bercela.

      Panjang dan lebarnya kasih Allah adalah memandikan kita.
      Suami--Mempelai Pria--mati di kayu salib untuk memandikan--menguduskan--kita dengan air dan firman. Tadi membebaskan kita dari tawanan maut supaya hidup kita tidak letih lesu, berbeban berat, dan binasa, tetapi bisa menuju Yerusalem baru.

      Dimandikan dengan air= baptisan air yang benar. Yang belum masuk baptisan air yang benar, mari berdoa dan pahami kasih Tuhan yang besar.
      Yesus bukan manusia berdosa (sebenarnya tidak perlu bertobat dan baptisan air), tetapi Dia harus masuk baptisan air, itu gambaran dari panjang dan lebarnya kasih Allah.

      Dimandikan dengan firman= air hujan firman pengajaran; firman yang lebih tajam dari pedang bermata dua.
      Ulangan 32: 2
      32:2. Mudah-mudahan pengajaranku menitik laksana hujan, perkataanku menetes laksana embun, laksana hujan renai ke atas tunas muda, dan laksana dirus hujan ke atas tumbuh-tumbuhan.

      Inilah penyucian dobel.
      Perkembangan firman pengajaran mulai dari embun--belum banyak yang tahu--, hujan rintik--mulai ada respon--, sampai nanti hujan lebat--kegerakan firman pengajaran akan terjadi. Pengajaran inilah yang ditunggu.

      Penyucian dobel ini untuk penyakit kusta.
      Imamat 14: 8-9
      14:8. Orang yang akan ditahirkan itu haruslah mencuci pakaiannya, mencukur seluruh rambutnya dan membasuh tubuhnya dengan air, maka ia menjadi tahir. Sesudah itu ia boleh masuk ke dalam perkemahan, tetapi harus tinggal di luar kemahnya sendiri tujuh hari lamanya.
      14:9. Maka pada hari yang ketujuh ia harus mencukur seluruh rambutnya: rambut kepala, janggut, alis, bahkan segala bulunya harus dicukur, pakaiannya dicuci, dan
      tubuhnya dibasuh dengan air; maka ia menjadi tahir.

      Perkemahan Israel mengelilingi Tabernakel.
      Sudah disucikan satu kali, belum boleh masuk kemahnya sendiri, artinya sudah suci tetapi masih ada masalah nikah dan buah nikah--hubungan suami-isteri, anak-orang tua, kakak-adik belum baik. Karena itu disucikan lagi untuk kedua kalinya. Benar-benar disucikan dari kusta; tidak ada masalah dosa.

      Kalau ada seorang yang kurang baik di dalam nikah, jangan ikut-ikut, biar dia yang kusta. Hubungan apa saja, jangan terpancing.

      Pengertian kusta:


      1. Imamat 13: 45-46
        13:45 Orang yang sakit kusta harus berpakaian yang cabik-cabik, rambutnya terurai dan lagi ia harus menutupi mukanya sambil berseru-seru: Najis! Najis!
        13:46 Selama ia kena penyakit itu, ia tetap najis; memang ia najis; ia harus tinggal terasing, di luar perkemahan itulah tempat kediamannya.

        Yang pertama: dosa kenajisan= dosa makan minum (merokok, mabuk, narkoba) dan kawin mengawinkan (percabulan)--perbuatan najis--, perkataan sia-sia--perkataan najis.
        Termasuk juga cara berpakaian. Orang kusta berpakaian cabik-cabik, artinya mempertontonkan daging.

        Pakaian adalah untuk menutupi daging. Karena itu di manapun kita sebagai imam, apalagi dalam ibadah jangan memakai pakaian yang dicabik-cabik.


      2. Keinginan akan uang--Gehazi--; cinta akan uang yang membuat kikir dan serakah.
        Kikir= tidak bisa memberi untuk pekerjaan Tuhan--tidak bisa memberi waktu, tenaga, keuangan--, dan sesama yang membutuhkan.

        Kalau untuk pekerjaan Tuhan, terlalu perhitungan soal uang--seperti Yudas. Kalau untuk diri sendiri, tidak apa-apa. Bukan tidak boleh, tetapi jangan kikir untuk Tuhan.
        Soal waktu juga, ke mana-mana bisa, tetapi kalau ke gereja, belum capek, sudah bilang capek sekali.

        Serakah= mencuri milik orang lain dan Tuhan; merampas milik orang lain.


      3. Kebenaran sendiri--putih tetapi kusta--; menutupi dosa dengan cara menyalahkan orang lain, menyalahkan Tuhan, pura-pura berbuat baik.
        Dosa hanya bisa ditutupi dengan darah Yesus lewat mendengar firman dan bedamai. Tetapi ini mau menuutupi dosa dengan cara menyalahkan orang lain, bahkan menyalahkan Tuhan. Tidak akan pernah selesai. Kalau menyalahkan setan, tidak akan bisa bertobat.

        Kebenaran sendiri inilah yang membuat tubuh Kristus tercerai-berai, merusak tubuh Kristus.
        Nanti Israel dan kafir jadi satu, karena itu di rumah tangga, penggembalaan dan antar penggembalaan sudah harus jadi satu.


    Bagaimana bisa menjadi satu? Tinggi dan dalam kasih Tuhan; terlepas dari tawanan maut! Tidak ada lagi dusta--soal pengajaran--dan kebencian--benci tanpa alasan. Selama masih ada ini, tidak akan bisa jadi satu. Sesudah terlepas, kita menjadi tawanan Roh; kita melayani Tuhan dengan ketaatan dan kesetiaan.
    Kemudian: panjang dan lebarnya kasih Tuhan= kesucian. Jangan ada kusta!

    Bukti menjadi tahir--kusta selesai--:


    • Kembali ke perkemahan, artinya: bisa menjadi satu dan bekerja sama.
      Orang yang maju jangan ditentang, tetapi ikuti, nanti kita juga akan maju. Kalau ditentang, kita akan terpental.


    • Bisa bersyukur kepada Tuhan. Dari sepuluh orang kusta yang ditahirkan, hanya satu yang kembali pada Tuhan, yaitu orang Samaria--bangsa kafir (Lukas 17). Bukan mengomel atau bersungut.


    • Sepuluh orang kusta dan satu yang kembali pada Yesus, berarti sepersepuluh= kita bisa mengembalikan persepuluhan milik Tuhan dan persembahan khusus.
      Persepuluhan adalah pengakuan bahwa kita sudah diberkati Tuhan; kita hidup dari Tuhan; kita menjadi milik Tuhan.

      Kalau jadi milik Tuhan berarti pekerjaan kita jadi milik Tuhan, nikah dan pelayanan jadi milik Tuhan, dan semuanya jadi milik Tuhan. Enak sekali. Tidak bisa diganggu gugat oleh apapun sampai kekal selamanya.


  3. Yohanes 21: 15-19
    21:15. Sesudah sarapan Yesus berkata kepada Simon Petrus: "Simon, anak Yohanes, apakah engkau mengasihi Aku lebih dari pada mereka ini?" Jawab Petrus kepada-Nya: "Benar Tuhan, Engkau tahu, bahwa aku mengasihi Engkau." Kata Yesus kepadanya: "Gembalakanlah domba-domba-Ku."
    21:16. Kata Yesus pula kepadanya untuk kedua kalinya: "Simon, anak Yohanes, apakah engkau mengasihi Aku?" Jawab Petrus kepada-Nya: "Benar Tuhan, Engkau tahu, bahwa aku mengasihi Engkau." Kata Yesus kepadanya: "
    Gembalakanlah domba-domba-Ku."
    21:17. Kata Yesus kepadanya untuk ketiga kalinya: "Simon, anak Yohanes, apakah engkau mengasihi Aku?" Maka sedih hati Petrus karena Yesus berkata untuk ketiga kalinya: "Apakah engkau mengasihi Aku?" Dan ia berkata kepada-Nya: "Tuhan, Engkau tahu segala sesuatu, Engkau tahu, bahwa aku mengasihi Engkau." Kata Yesus kepadanya: "
    Gembalakanlah domba-domba-Ku.

    Praktik ketiga hidup dalam kasih: tergembala dengan benar dan baik.
    Mengapa harus tergembala?


    • Dari pihak Tuhan: Dia Gembala yang baik menyerahkan nyawa untuk domba-domba-Nya (Yohanes 10: 11); Dia mengasihi kita sampai menyerahkan nyawa-Nya.
    • Dari pihak kita: kita hanya domba sembelihan--sangat tidak berdaya, hanya satu langkah jaraknya dengan maut, satu detak jantung dengan maut--, yang dibutuhkan hanya Gembala yang baik; Gembala yang mengasihi kita.
      Roma 8: 36
      8:36. Seperti ada tertulis: "Oleh karena Engkau kami ada dalam bahaya maut sepanjang hari, kami telah dianggap sebagai domba-domba sembelihan."


    Syarat tergembala:


    • Tergembala pada firman pengajaran yang benar; pokok anggur yang benar; suara Gembala.
    • Selalu berada di dalam kandang penggembalaan; ketekunan dalam tiga macam ibadah pokok. Itu sudah harga mati, sebab kita berhadapan dengan maut. Di dalam kandang kita mengalami kasih sekuat maut. Yesus mati dan mengalahkan maut, supaya kita hidup--maut tak berkuasa atas kita.


    Didalam kandang penggembalaan, tubuh, jiwa, dan roh kita melekat pada Allah Tritunggal.

    Hasilnya:


    • Setan tritunggal tidak bisa menjamah kita. Kita tidak akan pernah menyangkal Yesus tetapi kita mengasihi Dia lebih dari semua.
      Petrus saja menyangkal Tuhan apalagi kita. Karena itu kita harus ada di kandang.

      Ini bukti kita mengasihi Dia dan Dia mengasihi kita.

      Ibadah tiga macam berat bagi daging, tetapi enak bagi jiwa dan roh kita. Kita tidak pernah menyangkal Tuhan, tetapi dipelihara sampai berkata: 'takkan kekurangan aku'.


    • Yohanes 21: 15-17 = Kita mengalami penyucian secara intensif--terus menerus dan berulang-ulang--sampai kita menyadari kekurangan dan kelemahan yang tersembunyi dalam hati dan pikiran kita, sampai tidak ada dosa lagi. Tadinya kita anggap tidak apa-apa, tetapi karena firman terus diulang--diulang dan diperjelas--, kita sadar bahwa apa yang kita pikir bukan dosa, itu adalah dosa.

      Yesus mengulang-ulang pertanyaan-Nya kepada Petrus, akhirnya Petrus menyadari keadaannya.


    • Yohanes 21: 18
      21:18. Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya ketika engkau masih muda engkau mengikat pinggangmu sendiri dan engkau berjalan ke mana saja kaukehendaki, tetapi jika engkau sudah menjadi tua, engkau akan mengulurkan tanganmu dan orang lain akan mengikat engkau dan membawa engkau ke tempat yang tidak kaukehendaki."

      Hasil ketiga: kita bisa mengulurkan tangan kepada Tuhan, dan Dia mengulrukan tangan kasih-Nya kepada kita.


    Inilah penggembalaan, tempatnya kasih Tuhan. Kita hanya domba sembelihan; biar kita hebat bagaimanapun hanya satu langkah jaraknya/satu detak jantung dengan maut. Kita hanya mengulurkan tangan kepada Tuhan.

    Dua kali Petrus mengulurkan tangan:


    • Saat Petrus hampir tenggelam (Matius 14). Petrus menantang Tuhan. Waktu ada angin ribut dan gelombang, Petrus berkata: 'kalau Engkau Tuhan, suruhlah aku datang...' Lalu Petrus datang berjalan di atas air, tetapi saat angin datang, dia menjadi bimbang dan hampir tenggelam.
      Jangan menantang Tuhan!

      "Saya juga menantang Tuhan, sampai jatuh dari tempat tidur. Waktu itu adik saya nilainya jelek. Saat itu juga panggilan Tuhan kepada saya untuk melayani Tuhan sudah kuat (menjadi hamba Tuhan dan tinggalkan semuanya). Saya bilang kepada Tuhan: Kalau adikku diterima di negeri, aku jalan (kalau sekolah di swasta siapa yang bayar). Dalam hati saya berkata: Tidak mungkin. Ternyata waktu ada pengumuman, adik saya masuk. Saya minta ampun pada Tiuhan."

      Jangan mencobai Tuhan! Petrus juga berkata; kalau engkau Tuhan, suruhlah aku datang. Ketika bimbang, ia akan tenggelam, dan dia berteriak: Yesus tolong.

      Yesus mati bukan hanya untuk mengangkat kita dari ketenggelaman di dunia, tetapi juga mengangkat kita dari ketenggelaman di lautan api belerang.
      Tuhan mampu mengangkat kita dari ketenggelaman secara rohani (dosa-dosa, perkataan dosa dan pikiran dosa), dan jasmani (kegagalan, ketakutan, kesedihan, kekecewaan, keputusasaan dan lain-lain).

      Saat itu Petrus mengulurkan tangan karena kebutuhan. Kita juga, butuh apa siang ini, silakan. Dia akan mengulurkan tangan kasih-Nya untuk menyelesaikan semua. Di kayu salib Dia berseru: Sudah selesai!


    • Petrus tidak butuh apa-apa, tetapi ia mengulurkan tangan karena rela mati untuk Tuhan.
      Yohanes 21: 19
      21:19. Dan hal ini dikatakan-Nya untuk menyatakan bagaimana Petrus akan mati dan memuliakan Allah. Sesudah mengatakan demikian Ia berkata kepada Petrus: "Ikutlah Aku."

      Petrus mengulurkan tangan bukan karena kebutuhan lagi, tetapi karena kerinduan untuk mengasihi Tuhan lebih dari semua: mengutamakan Tuhan lebih dari semuanya, kembali dalam ibadah pelayanan dan penyembahan yang sungguh-sungguh.

      Kerinduan hati ini yang ditunggu oleh Tuhan. Dan Dia akan mengulurkan tangan untuk mengangkat kita; menyucikan dan mengubahkan kita sampai sempurna seperti Dia, dan layak menyambut kedatangan-Nya kedua kali di awan-awan yang permai.

Inilah kematian Yesus, yaitu supaya kita hidup dalam kasih hari-hari ini:

  1. Taat dengar-dengaran, hidup suci, saling mengasihi sampai membalas kejahatan dengan kebaikan. Tuhan akan menjadikan semua baik. Tidak rugi!
  2. Mendalami panjang-lebar, dan tinggi-dalamnya kasih Tuhan:


    1. Kita rela menjadi imam dan raja yang sungguh-sungguh. Hidup kita menjadi indah.
    2. Kita rela dimandikan oleh Tuhan sampai tidak ada kusta; semua menjadi milik Tuhan. Kita sungguh-sungguh mengucap syukur pada Tuhan, kita diberkati dan dipelihara oleh Tuhan.


  3. Kemudian tergembala sungguh-sungguh--mengasihi Tuhan--sampai mengulurkan tangan hanya kepada Tuhan.

Manusia daging tidak memiliki kasih. Garis bawahi ini! Kita hanya menerima kasih dari kayu salib. Kematian Tuhan untuk memberikan kasih-Nya kepada kita, supaya kita hidup dalam kasih.

Kita mengulurkan tangan mungkin karena ada kebutuhan (ada kebimbangan, keraguan, kegagalan, kenajisan, kejatuhan, semua merosot, bosan dalam ibadah, penyakit dan lain-lain), tidak apa-apa asalkan percaya, tetapi nanti ditingkatkan, kita sudah tidak butuh apa-apa melainkan hanya rindu untuk mengasihi Tuhan; mengutamakan Tuhan lebih dari semua.

Kalau karena butuh, kita bisa berteriak seperti Petrus: Tuhan, tolonglah aku. Tetapi kalau kita mengulurkan tangan karena rindu untuk mengasihi Tuhan, ini adalah hubungan hati ke hati. Tidak semua mau dan mampu.
Kasih itu bukan show, tetapi hati ke hati. Kematian Tuhan adalah kesempatan bagi kita untuk hidup di dalam kasih.

Sekian lama kurang dalam kasih sehingga banyak air mata mengalir, banyak kesedihan hidup, letih lesu, dan beban berat kita. Pada kesempatan ini, biar Tuhan curahkan kasih-Nya dan mengembalikan kita dalam pelukan-Nya. Kita akan berbahagia, seperti bayi menangis yang tidak tahu apa-apa. Betapa indahnya hidup ini.

Ada masalah, dosa, kekecewaan, ketakutan, kekuatiran, kesedihan, kehancuran, kemerosotan, kejahatan, kenajisan, dan apa saja, Dia sudah mati untuk menanggung itu semua, dan Dia akan memberikan yang terbaik bagi kita semua. Kita sungguh-sungguh kembali pada kebahagiaan sorga. Bukan hanya sampai di dunia, tetapi sampai di awan-awan yang permai dan kerajaan sorga, bersama dengan keluarga kita. Doakan keluarga kita, supaya semua mengasihi Tuhan lebih dari semua; semua ada di dalam pelukan tangan Tuhan; semua indah pada waktunya sampai sempurna saat Tuhan datang kembali.

Tuhan memberkati.

kembali ke halaman sebelumnya
IBADAH RUTIN DI MALANG

Minggu jam 06:50 (Ibadah Raya)
Minggu jam 10:15 (Ibadah Sekolah Minggu)
Selasa jam 17:15 (Ibadah Pendalaman Alkitab)
Rabu jam 07:30 (Ibadah Kaum Wanita)
Kamis jam 17:15 (Ibadah Doa Penyembahan)
Sabtu jam 17:15 (Ibadah Kaum Muda Remaja)

IBADAH RUTIN DI MEDAN
Royal Room Hotel Danau Toba Internasional
Jl. Imam Bonjol Medan

Minggu, jam 19:00 (Ibadah Raya)
Senin, jam 08:00 (Ibadah Pendalaman Alkitab)
Senin, jam 17:30 (Ibadah Pendalaman Alkitab)

IBADAH RUTIN DI SURABAYA

Minggu jam 09:30 (Ibadah Sekolah Minggu)
Minggu jam 10:45 (Ibadah Raya)
Rabu jam 17:30 (Ibadah Pendalaman Alkitab)
Jumat jam 17:30 (Ibadah Doa Penyembahan)


IBADAH RUTIN DI JAKARTA
Jl. Patra Kuningan XIV no.4
Jakarta Selatan
Sabtu, jam 09:00 (Ibadah Pendalaman Alkitab)

IBADAH KUNJUNGAN
  • 01-02 Mei 2018
    (Ibadah Kunjungan di Malaka, Malaysia (tgl 1 jam 09.00 dan 18.00, tgl 2 jam 18.00 wkt Malaka))

  • 29-30 Mei 2018
    (Ibadah Persekutuan di Square Ballroom Surabaya)

  • September 2018
    (Ibadah Persekutuan di Malang)

All Right Reserved Gereja Pantekosta Tabernakel "KRISTUS KASIH"
Jln. Simpang Borobudur 27 Malang | Telp: (0341) 496949 | Fax: (0341) 476751 » Lihat Peta Gereja Kami di Malang
Jln. WR Supratman 4 Surabaya | Telp. 08123300378 » Lihat Peta Gereja Kami di Surabaya
hubungi kami | email: info@gptkk.org | sitemap | top