Simpang Borobudur no 27 Malang
0341-496949
Salam sejahtera dalam kasih sayangnya TUHAN kita Yesus Kristus. Selamat malam, selamat mendengarkan firman TUHAN. Biarlah damai sejahtera, kasih karunia dan bahagia dari TUHAN dilimpahkan di tengah-tengah kita sekalian.

Wahyu 6: 5-6
6:5. Dan ketika Anak Domba itu membuka meterai yang ketiga, aku mendengar makhluk yang ketiga berkata: "Mari!" Dan aku melihat: sesungguhnya, ada seekor kuda hitamdan orang yang menungganginya memegang sebuah timbangan di tangannya.
6:6. Dan aku mendengar seperti ada suara di tengah-tengah keempat makhluk itu berkata: "Secupak gandum
sedinar, dan tiga cupak jelai sedinar. Tetapi janganlah rusakkan minyak dan angguritu."

Ini adalah pembukaan METERAI KETIGA--penghukuman yang ketiga dari Allah Roh Kudus--atas dunia ini, yaitu kegerakan kuda hitam, yang menimbulkan KELAPARANsecara dobel: secara jasmani dan terutama secara rohani--kelaparan akan firman Allah/kekeringan rohani--(diterangkan mulai dari Ibadah Raya Surabaya, 14 Mei 2017).
Akibatnya: manusia termasuk hamba Tuhan/pelayan Tuhan banyak yang rebah dan tidak bangkit-bangkit lagi, artinya: hidup dalam dosa sampai puncaknya dosa, dan akhirnya enjoydalam dosa sampai puncaknya dosa, dan binasa selamanya. Tidak ada kekuatan lagi untuk lepas dari dosa karena sudah tidak ada firman.

Jalan keluaruntuk menghadapi kelaparan dobel yang akan datang: (ayat 6) (diterangkan mulai dari Ibadah Kenaikan Tuhan Surabaya, 25 Mei 2017):

  1. Yang pertama: 'Secupak gandum sedinar, dan tiga cupak jelai sedinar')= kita harus memilikisatu dinar(sudah diterangkan mulai dari Ibadah Kenaikan Tuhan Surabaya, 25 Mei 2017sampai Ibadah Doa Surabaya, 29 Mei 2017).
    Pengertian satu dinar:

    1. Satu dinar adalah upah bekerja di kebun anggur (diterangkan pada Ibadah Kenaikan Tuhan Surabaya, 25 Mei 2017).
    2. Satu dinar adalah kehidupan yang kembali pada gambar Allah Tritunggal (sudah diterangkan mulai dari Ibadah Raya Surabaya, 28 Mei 2017sampai Ibadah Doa Surabaya, 29 Mei 2017).

  2. Jalan keluar yang kedua: 'janganlah rusakkan minyakdan angguritu'= kita harus punya minyak dan anggur(diterangkan mulai dari Ibadah Raya Surabaya, 04 Juni 2017).

AD. 2

Kita harus memiliki minyak urapan Roh Kudus; hidup dalam urapan Roh Kudus. Kalau minyak urapan Roh Kudus dirusak--kehidupan tanpa Roh Kudus--, ia akan tampil dalam tiga penampilan yang negatif:

  1. Penampilan yang pertamadari kehidupan tanpa Roh Kudus: tampil sebagai binatang buas; sama dengan AKAL BUDI/KARAKTER/TABIATNYA YANG DIRUSAK. Kelebihan manusia dari binatang adalah akal budi.

    Ada tiga binatang buas:

    • Binatang buas yang pertama: naga di udara(Wahyu 12)= setandengan tabiatnya:

      1. Kekuatan ROH NAJISyang mendorong manusia--termasuk hamba Tuhan/pelayan Tuhan yang tidak ada urapan--untuk berbuat dosa sampai puncaknya dosayaitu dosa makan minum (merokok, mabuk, narkoba) dan kawin mengawinkan (dosa percabulan dengan berbagai ragamnya: penyimpangan: laki-laki dengan laki-laki, perempuan dengan perempuan, nikah yang salah: perselingkuhan, kawin campur, kawin cerai dan kawin mengawinkan). Itu sudah tidak ada lagi karakter Tuhan di dalam hidupnya; sudah benar-benar dirusak dan tampil seperti binatang buas. Kita harus hati-hati!

      2. Di kitab Wahyu 12, naga ini mengejar perempuan dengan matahari, bulan dan bintang, itulah gereja yang benar, suci dan sempurna. Hati-hati! Tabiat kedua: naga mengarah pada KEMARAHAN, KEGERAMAN, DAN KEBENCIAN TERHADAP ORANG SUCI. Untunglah gereja Tuhan diberi dua sayap burung nasar oleh Tuhan.

        Orang benar/suci justru dikejar, tetapi orang yang tidak benar dia dukung. Ini bahaya, dia sudah kehilangan urapan dan tampil sebagai binatang buas--naga.

        "Di dunia ini sekarang jelas tanpa akal budi: yang benar, baik, mau membangun, jadi salah; yang korupsi malah dibela sebab ada keuntungan-keuntungan. Hati-hati!"

      Awalnya naga adalah ular di Taman Eden. Ular ini paling cerdik--Tuhan bilang: "Hendaklah engkau cerdik seperti ular, tetapi tulus seperti merpati".
      Roh Kudus itu tulus--Roh Kudus datang pada Yesus dalam bentuk burung merpati setelah Yesus dibaptis.

      Jadi, naga/ular adalah kehidupan hamba Tuhan/pelayan Tuhan yang katanya beribadah melayani Tuhan, tetapi tidak dengan tulus hati; ada pamrih. Ini yang akan jadi naga--bukan orang-orang luar--: dia akan berbuat dosa sampai puncaknya dosa, dan membenci orang benar/suci. Bahaya.

      Tidak tulus lagi mencari Tuhan tetapi ada pamrih untuk mencari sesuatu di dunia: uang, kedudukan, jodoh dan lain-lain, yang merupakan perkara jasmani, sehingga ia terus menggunakan kecerdikan untuk bisa menguasai, dapat kedudukan dan uang. Lama-lama tidak ada lagi ketulusan; sudah hilang semua; hilang urapan, dan dia tampil sebagai naga: berbuat dosa sampai puncaknya dosa, dan membenci orang benar dan suci.

    • Yang kedua: binatang buas yang keluar dari dalam laut= antikris. Tabiatnya:

      1. KEINGINAN AKAN UANGsehingga membuat kikir dan serakah.
        Kikir= tidak bisa memberi untuk pekerjaan Tuhan dan sesama yang membutuhkan.
        Serakah= merampas milik orang lain, terutama milik Tuhan yaitu persepuluhan dan persembahan khusus, juga milik sesama: korupsi dan lain-lain.

        "Kami hamba Tuhan nomor satu. Kalau gembalanya benar-benar salah dalam persepuluhan--tidak dipercaya untuk menerima persepuluhan dan tidak mengembalikan milik Tuhan--, benar-benar hancur jemaat; benar-benar berhadapan dengan antikris, bukan dengan Tuhan. Sidang jemaat juga. Hati-hati, jangan sampai kita kikir dan serakah!"

      2. Yudas 1: 19
        1:19.Mereka adalah pemecah belahyang dikuasai hanya oleh keinginan-keinginan dunia ini dan yang hidup tanpa Roh Kudus.

        Tabiat kedua: PEMECAH BELAH, artinya:

        1. Yang pertama: mengadu dombasatu dengan yang lain; membesar-besarkan masalah, masalah kecil jadi besar, mencari-cari masalah, pembuat masalah--tidak ada masalah jadi ada masalah.

          Seharusnya tugas pelayan Tuhan/hamba Tuhan yang diurapiRoh Kudus adalah ikut pelayanan pendamaian bersama Tuhan; masalah besar jadi kecil, masalah kecil jadi tidak ada.

        2. Roma 16: 17
          16:17.Tetapi aku menasihatkan kamu, saudara-saudara, supaya kamu waspada terhadap mereka, yang bertentangan dengan pengajaran yang telah kamu terima, menimbulkan perpecahandan godaan. Sebab itu hindarilah mereka!

          'pengajaran yang telah kamu terima'= pengajaran Tabernakel yang sudah kita terima--sudah delapan puluh tahun.
          'hindarilah'= bukan memusuhi, tetapi hindari; jangan berfellowship. Secara manusia tetap harus baik, tetapi jangan berfellowship, doakan supaya bisa kembali satu pengajaran lagi. Ini doa kita, kalau bisa kembali pada satu pengajaran, indah sekali.

          Pemecah belah yang kedua artinya: mengajarkan ajaran-ajaran lain yang bertentangan dengan pengajaran yang sudah kita terima selama ini.

          Pengajaran itu kepala; kalau tidak satu kepala tidak akan bisa satu, meskipun diancam, dipaksa, dipukul atau cara halus. Tetapi kalau satu kepala, tidak usah diapa-apakan, bisa jadi satu.

          Kalau kita mempertahankan pengajaran yang benar, yang sudah kita terima selama ini, kita bukan memecah belah, tetapi justru ingin jadi satu kembali. Tuhan yang tahu kerinduan hati kita.

      Inilah sifat dari antikris: kikir, serakah--keinginan akan uang--, dan pemecah belah. Itu tanpa Roh Kudus. Kalau naga: najis--berbuat dosa sampai puncaknya dosa--, dan geram, marah, benci pada orang benar dan suci.

    • Yang ketiga: binatang buas dari darat/bumi= nabi palsu.
      Wahyu 13: 11
      13:11.Dan aku melihat seekor binatang lain keluar dari dalam bumidan bertanduk dua sama seperti anak dombadan ia berbicara seperti seekor naga.

      Tabiatnya: ROH DUSTA--ini kekuatan dari nabi palsu.

      Tadi, kekuatan antikris: roh jual beli--keinginan akan uang--dan roh pemecah belah; naga: roh najis dan kegeraman/kebencian.

      Nabi palsu dengan kekuatan roh dusta menghasilkan perkataan dusta, fitnah, gosip dan lain-lain.
      Fitnah= benar jadi salah, salah jadi benar, sampai nanti menghujat Tuhan/pengajaran benar dan mendukung yang tidak benar, termasuk mengajarkan ajaran-ajaran palsu:

      1. Ajaran Izebel= ajaran palsu yang mengizinkan wanita mengajar dan memerintah laki-laki, seperti Hawa mengajar dan memerintah Adam--memberi buah terlarang pada Adam sehingga hancur dan ular yang menjadi kepala; Tuhan tidak bisa menjadi kepala.
        Susunan yang benar adalah Yesus kepala dari suami, suami kepala dari isteri.

        Kalau istri menjadi kepala--mengajar dan memerintah laki-laki--, maka Yesus tidak bisa menjadi kepala, tetapi ular. Nikah itu hancur.

      2. Ajaran Babel= ajaran yang mengajarkan tentang kemakmuran dan hiburan jasmani, tetapi tanpa penyucian--ada dosa percabulan--dan tanpa kesetiaan--Babel ini pelacur, artinya tidak setia.
        Ini yang digemari sekarang.

        Yang penting makmur dan hiburan tetapi tanpa penyucian dan kesetiaan, tidak peduli gembalanya khotbah atau tidak. Dimulai dari seorang gembala, kalau sudah tidak setia, bahaya, nanti diikuti yang lain--kalau waktunya main musik, main, kalau tidak, tidak ibadah. Ini sudah jadi Babel, yang penting senang--gembalanya senang, semua senang. Bahaya!

    Mari, sungguh-sungguh, biarlah kita mohon urapan Roh yang suci.
    Hati-hati dengan sifat dari tiga binatang buas:

    • Sifatnya naga: berbuat dosa dan puncaknya dosa, membenci yang benar dan suci. Diubahkan jadi tabiat Roh Kudus yaitu hidup dalam kebenaran; hidup benar, suci dan saling mengasihi.

    • Sifatnya antikris: roh jual beli dan pemecah belah. Diubahkan jadi tabiat Roh Kudus yaitu kita ikut pelayanan pendamaian.
    • Sifatnya nabi palsu: roh dusta. Diubahkan jadi tabiat Roh Kudus yaitu:

      1. Yang pertama: mulut digunakan untuk menyanyi, memuji Tuhan, mengucap syukur dan menyembah Tuhan.
        Efesus 5: 18-21
        5:18.Dan janganlah kamu mabuk oleh anggur, karena anggur menimbulkan hawa nafsu, tetapi hendaklah kamu penuh dengan Roh,
        5:19.dan berkata-katalah seorang kepada yang lain dalam mazmur, kidung puji-pujian dan nyanyian rohani. Bernyanyi dan bersoraklah bagi Tuhan dengan segenap hati.
        5:20.Ucaplah syukursenantiasa atas segala sesuatu dalam nama Tuhan kita Yesus Kristus kepada Allah dan Bapa kita
        5:21.dan rendahkanlah dirimuseorang kepada yang lain di dalam takut akan Kristus.

        Inilah kehidupan yang diurapi dengan Roh Suci.

        "Sekarang sudah teknologi maju, seringkali bukan lewat mulut, tetapi di media sosial banyak kita menghujat sana-sini. Jangan! Jangan dibalas! Diam saja! Gunakan mulut untuk memuji dan menyembah Tuhan!
        Di media sosial ini mau tidak mau kita ikut untuk melayani jemaat. Tetapi kalau sudah ada yang miring sedikit, saya hapus. Mohon maaf. Siapapun dia, tidak peduli. Yang penting hanya untuk melayani, bukan untuk bertengkar dan lainlain.
        "

        Jaga mulut untuk mengucap syukur, memuji dan menyembah Tuhan!


      2. Yang kedua: merendahkan diri, artinya:

        1. Berani mengaku dosa kepada Tuhan dan sesama, jika diampuni jangan berbuat dosa lagi. Bukan menyalahkan orang atau saling menghakimi.
          Kalau salah, mengaku; kalau benar, diam saja; sekalipun dicaci maki, diam saja kalau kita benar. Untuk apa takut?

          "Itu rumusnya. Ketika dipanggil om Pong: Kamu berbuat ini?: Tidak: Diam! Kalau benar, tidak usah takut. Kebenaran tidak bisa dikalahkan oleh politik, hujatan dan lain-lain."

          Diam saja, itu bukti kalau kita benar; kalau melawan, berarti tidak benar juga.
          Mari, merendahkan diri.

        2. Berani mengakui pemakaian Tuhan kepada orang lain; mengakui kelebihan orang lain.
          Kalau mengakui kelebihan sendiri, itu sombong, kapan Tuhannya?

          "Sedih sekali kalau orang bersaksi: Saya....saya.... Dihitung 'saya'-nya ada seribu, Tuhannya hanya dua. Itu bukan merendahkan diri."

          Akui kekurangan kita dan kelebihan orang lain, itu rendah hati.

      3. Yang ketiga: sampai takut akan Tuhan, artinya takut berbuat dosa--membenci dosa sampai dusta.

    Inilah tabiat Roh Kudus, dan tiga binatang buas tidak bisa lagi menerkam kita.
    Tanpa Roh Kudus, manusia betul-betul tampil sebagai binatang buas. Karena itu pada hari Pentakosta, Tuhan mencurahkan Roh Kudus, hari Senin juga mencurahkan Roh Kudus. Jangan sampai minyak dirusak oleh lalat busuk. 

    Sekarang, bukti kalau sudah dirusak--tanpa Roh Kudus--, ngeri, penampilannya sudah beda, yaitu seperti tiga binatang buas, bukan manusia lagi, bukan hamba Tuhan/pelayan Tuhan. Mengakunya hamba Tuhan atau melayani Tuhan--gereja besar/kecil--, tetapi tidak sadar, ia sudah tampil seperti binatang buas: berbuat dosa, enjoydalam dosa, membenci orang benar/suci, memecah belah sampai ajaran-ajaran palsu: dusta, hujat, gosip, fitnah. Itu bukan lagi hamba Tuhan/pelayan Tuhan tetapi binatang buas.

    Malam ini, mari mohon urapan Roh Kudus, supaya kita diubahkan. Kita takut akan Tuhan, merendahkan diri dan mulut hanya memuji Tuhan. Tuhan tolong kita.

  2. Penampilan yang keduadari kehidupan tanpa Roh Kudus: tampil seperti tumbuhanyaitu pohon gandarusa yang hidup di tepi sungai Babel. Manusia ini lebih dari tumbuhan dan binatang, tetapi tanpa Roh Kudus, manusia jadi sama seperti binatang dan tumbuhan.
    Mazmur 137: 1-5
    137:1.Di tepi sungai-sungai Babel, di sanalah kita duduk sambil menangis, apabila kita mengingat Sion.
    137:2.Pada pohon-pohon gandarusadi tempat itu kita menggantungkan kecapi kita.
    137:3.Sebab di sanalah orang-orang yang menawan kita meminta kepada kita memperdengarkan nyanyian, dan orang-orang yang menyiksa kita meminta nyanyian sukacita: "Nyanyikanlah bagi kami nyanyian dari Sion!"
    137:4. Bagaimanakah kita menyanyikan nyanyian TUHAN di negeri asing?
    137:5. Jika aku melupakan engkau, hai Yerusalem, biarlah menjadi kering tangan kananku!

    Tanpa Roh Kudus, manusia yang diciptakan satu gambar dengan Allah--memiliki tabiat/karakter Allah--benar-benar merosot, urapannya dirusak, habis dia: tampil seperti binatang buas dan tumbuhan.

    Tanpa Roh Kudus, kita seperti pohon gandarusa yang hidup di tepi sungai Babel--tadi, Babel artinya pelacur.
    Pohon gandarusa--gambaran dari hamba Tuhan/pelayan Tuhan yang dipakai Tuhan sesuai dengan jabatan pelayanan dari Tuhan--seharusnya ditanam di tepi sungai air kehidupan.
    Tetapi mengapa dipengaruhi Babel? Apa yang dirusak oleh Babel?

    • Yang pertama dirusak oleh Babel: IBADAH PELAYANAN ATAU KESETIAAN DALAM IBADAH PELAYANANsehingga menjadi malas, tidak setia, sampai satu waktu meninggalkan ibadah pelayanan--menggantung kecapi. Ini yang bahaya, ditarik oleh Babel.

      Seharusnya di sungai air kehidupan--firman (ketekunan dalam ibadah pendalaman alkitab dan perjamuan suci--meja roti sajian--), Roh Kudus (ketekunan dalam ibadah raya--pelita emas--) dan kasih (ketekunan dalam ibadah doa--mezbah dupa emas-); di dalam penggembalaan; ketekunan dalam tiga macam ibadah pokok--tetapi ditarik oleh Babel--pelacur. Mulai tidak setia, malas dalam ibadah pelayanan kepada Tuhan, sampai meninggalkan jabatan pelayanan; pensiun. Banyak yang sekarang pensiun dengan berbagai alasan: sudah tua dan lain-lain.

      "Saya selalu ingat firman Tuhan: Harun dan anak-anaknya ditahbiskan selamanya. Itu yang pertama. Kedua: teladan dari hamba Tuhan: Pdt. Totaijs, Pdt. In Yuwono, Pdt. Pong. Dengan mata kepala sendiri, saya melihat beliau semakin tua semakin dipakai. Ibadah rutin, masih ditambah pelayanan ke luar. Justru saat hampir meninggal dunia, Pdt. In Juwono dan Pdt. Pong lebih giat lagi pelayanan ke luar; yang di dalam tetap. Ini sungai air kehidupan yang memberikan kesegaran dan kekuatan."

      Kalau ditarik Babel, menjadi loyo, mulai tidak setia, malas dengan berbagai alasan sampai tinggalkan jabatan pelayanan--menggantung kecapi. Tidak sadar, ia sudah berada di tepi sungai Babel, berada dalam tangisan--disuruh menyanyi tidak bisa--, siksaan lahir dan batin, kenajisan. Tuhan tolong. Ngeri!

    • Yang kedua dirusak oleh Babel: kalau ibadah pelayanan dirusak, NIKAH DAN BUAH NIKAHjuga akan dirusaksupaya tidak bisa mencapai perjamuan kawin Anak Domba. Ini yang harus kita jaga.
      Dua rahasia besar: rahasia ibadah dan nikah, tidak bisa dipisah!

    Jangan berada di tepi sungai Babel, tetapi di tepi sungai air kehidupan!Kita akan bertahan sampai selamanya. Kekuatan kita bukan usia, kepandaian dan sebagainya, tetapi firman, Roh Kudus dan kasih Allah; di tepi sungai air kehidupan.

    "Tergembala benar-benar, termasuk saya seorang gembala. Kalau gembala tidak tergembala bagaimana domba-domba bisa kuat? Saya bersyukur memiliki guru dan gembala yang memberikan teladan: Pdt. Pong berkata: mulai dari gembala harus tergembala. Itu yang pertama. Yang kedua: kalau sudah ada kelimpahan di penggembalaan, --Pdt In Juwono berkata: seperti gelas diisi air--pasti mengalir ke luar. Kalau di dalam saja susah, bagaimana ke luar? Tidak bisa! Kalau di dalam kita sudah berlimpah, tidak usah minta khotbah, pasti ke luar. Itu yang saya pegang hari-hari ini!"

    Mari berada di tepi sungai air kehidupan, kita meluap-lupa sampai dibawa keluar, bahkan sampai memancar ke atas, ke dalam kerajaan sorga yang kekal.
    Yesaya 44: 3-4
    44:3.Sebab Aku akan mencurahkan air ke atas tanah yang haus, dan hujan lebat ke atas tempat yang kering. Aku akan mencurahkan Roh-Kuke atas keturunanmu, dan berkat-Ku ke atas anak cucumu.
    44:4.Mereka akan tumbuh seperti rumput di tengah-tengah air, seperti pohon-pohon gandarusa di tepi sungai.

    'pohon-pohon gandarusa di tepi sungai'= di tepi sungai air kehidupan, bukan sungai Babel lagi.
    Biarlah Roh Kudus dicurahkan, supaya kita selalu berada di tepi sungai air kehidupan: tekun dalam penggembalaan--serap air kehidupan--, sehingga kita tetap kuat dan segardalam ibadah pelayanan kepada Tuhan; tidak pernah kering. Kita harus tergembala hari-hari ini!

    "Pdt. Pong selalu memberi contoh: Penginjil hebat, seharusnya tambah tahun tambah hebat, tetapi kenapa hilang? Karena tidak tergembala. Jangankan waktu tugas, waktu tidak tugaspun sudah tidak mau mendengar firman. Bagaimana mungkin tidak kering? Gembalapun kalau tidak mau mendengar firman--tidak mau berada di kandang penggembalaan--, pasti kering."

    Semua harus tergembala mulai dari gembala, rasul, nabi, guru, penginjil dan sidang jemaat termasuk imam-imam, supaya tetap kuat dan segar dalam ibadah pelayanan kepada Tuhan sampai garis akhir--sampai meninggal dunia atau sampai Tuhan datang. Dan itu artinya nikah juga tetap kuat dan segar, tidak akan dihancurkan oleh setan, sampai mencapai perjamuan kawin Anak Domba, dan berkat Tuhan dicurahkan!

    Mari bertahan! Jangan seperti binatang! Jaga mulut!
    Kemudian, jangan seperti pohon gandarusa di tepi sungai Babel, tetapi sungai air kehidupan. Tidak pernah menggantung kecapi sampai garis akhir. Bertekad malam ini! Kalau sudah loyo, minta Roh Kudus! Semua tergantung kita ada di tepi sungai Babel atau air kehidupan, bukan gereja besar/kecil. Kalau di tepi sungai air kehidupan, satu orangpun akan kita layani. Tuhan tolong!

  3. Penampilan yang ketigadari kehidupan tanpa Roh Kudus: tampil seperti manusia yatim piatu.
    Tadi, yang pertama: gambar/karakter dirusak--seharusnya gambar Allah, tetapi jadi gambar binatang.
    Lalu ibadah pelayanan/kesetiaan dan nikah dirusak.

    Yang ketiga: STATUSNYAyang dirusak.
    Yohanes 14: 16-18
    14:16.Aku akan minta kepada Bapa, dan Ia akan memberikan kepadamu seorang Penolongyang lain, supaya Ia menyertai kamu selama-lamanya,
    14:17.yaitu Roh Kebenaran. Dunia tidak dapat menerima Dia, sebab dunia tidak melihat Dia dan tidak mengenal Dia. Tetapi kamu mengenal Dia, sebab Ia menyertai kamudan akan diam di dalam kamu.
    14:18.Aku tidak akan meninggalkan kamu sebagai yatim piatu. Aku datang kembali kepadamu.

    Sementara Yesus naik ke sorga dan kita masih di bumi, Dia mengirimkan Roh Kudus sebelum Dia datang kembali, supaya kita tidak seperti yatim piatu, tetapi ada yang menyertai; ada bapa ibunya. Tetapi kalau tidak ada Roh Kudus, kita akan tampil seperti manusia yatim piatu secara rohani.

    Yang dirusak adalah statusnya. Seharusnya status kita adalah anak Allah, tetapi kalau yatim piatu berarti tidak ada bapak dan ibu. STATUS SEBAGAI ANAK ALLAHini yang dirusak, artinya:

    • Seperti tidak pernah lahir=> tidak pernah mengalami kelahiran baru= hidup itu tidak berubah, tetap manusia darah daging dengan delapan belas sifat tabiat daging (2 Timotius 3: 1-5).

    • Tidak ada yang menggendong dan memeluk--bukan anaknya, siapa yang mau menggendong?--; tidak ada yang bertanggung jawab--dibiarkan begitu saja--sehingga ia merasa sangat berat hidup di dunia, berletih lesu dan berbeban berat.

      Akibatnya: kecewa, putus asa, dan tinggalkan Tuhan--mulai tinggalkan ibadah pelayanan, sampai tidak percaya pada Tuhan, dan itu berarti binasa untuk selamanya. Hati-hati! Bersungut, kecewa dan lain-lain adalah gejala tanpa Roh Kudus; seperti anak yatim piatu.

Malam ini, mari kita mohon pada Tuhan supaya Roh Kudus dicurahkan di tengah-tengah kita sekalian.
Salah satu syarat: tinggal di Yerusalem, artinya hati damai sejahtera--Yerusalem artinya kota damai. Dulu murid-murid diperintahkan untuk tinggal di Yerusalem, kalau mereka pergi ke kota lain mereka tidak mendapatkan Roh Kudus.
Jaga hati damai sejahtera!

Hati damai artinya: tidak ada lagi kenajisan, kejahatan, kebencian, kepahitan, kekuatiran dan lain-lain, tetapi hanya mengasihi Tuhan, sesama seperti diri sendiri, bahkan musuh. Saat itulah Roh Kudus akan dicurahkan di tengah-tengah kita, seperti yang terjadi di loteng Yerusalem. Roh Kudus akan menyambar kita bagaikan api yang menyambar; menyambar perut hati kita sampai di lidah--bisa berbahasa Roh.

Kisah Rasul 2: 1-4
2:1.Ketika tiba hari Pentakosta, semua orang percaya berkumpul di satu tempat.
2:2.Tiba-tiba turunlah dari langit suatu bunyi seperti tiupan angin keras yang memenuhi seluruh rumah, di mana mereka duduk;
2:3.dan tampaklah kepada mereka lidah-lidah seperti nyala apiyang bertebaran dan hinggap pada mereka masing-masing.
2:4.Maka penuhlah mereka dengan Roh Kudus, lalu mereka mulai berkata-kata dalam bahasa-bahasa lain, seperti yang diberikan oleh Roh itukepada mereka untuk mengatakannya.

Roh Kudus menyambar--membersihkan--perut hati kita lalu menyambar lidah--menyucikan--untuk bisa berbahasa Roh. Itu adalah salah satutanda kepenuhan Roh Kudus, yaitu berbahasa Roh seperti yang diajarkan Roh itu, bukan manusia.
Malam ini kita menyembah: Yesus, haleluya.Kalau Roh Kudus bekerja--menyambar perut hati dan lidah--, ikuti saja, sampai bisa berbahasa Roh.

Kegunaan Roh Kudus:

  1. Efesus 3: 16
    3:16.Aku berdoa supaya Ia, menurut kekayaan kemuliaan-Nya, menguatkan dan meneguhkan kamu oleh Roh-Nyadi dalam batinmu,

    Kegunaan yang pertama: Roh Kudus membuat kita kuat teguh hati, artinya:

    • Tidak kecewa, putus asa dan tinggalkan Tuhan apapun yang kita hadapi, tetapi tetap setia berkobar-kobar dalam ibadah pelayanan kepada Tuhan sampai garis akhir.
    • Tetap percaya berharap Tuhan.
    • Tetap menyembah Tuhan baik ditolong atau tidak--seperti Sadrakh, Mesakh, dan Abednego.

  2. Titus 3: 5
    3:5.pada waktu itu Dia telah menyelamatkan kita, bukan karena perbuatan baik yang telah kita lakukan, tetapi karena rahmat-Nya oleh permandian kelahiran kembali dan oleh pembaharuan yang dikerjakan oleh Roh Kudus,

    Kegunaan yang kedua: Roh Kudus mengubahkan kitadari manusia daging menjadi manusia rohani seperti Yesus. Ini adalah mujizat terbesar; kita kembali pada karakter tulus--seperti bayi yang baru lahir--, jujurdan taat dengar-dengaran.

    Ini adalah karakter dari Yesus.
    Tulus= tanpa pamrih.
    Jujur= ya di atas ya, tidak di atas tidak; benar katakan: benar, tidak benar katakan: tidak benar.
    Taat dengar-dengaran= kalau Yesus taat sampai mati, kita taat sampai daging tidak bersuara lagi.

    Jujur, tulus dan taat= menjadi rumah doa; kita mengulurkan tangan pada Tuhan dan Ia mengulurkan tangan pada kita sehingga mujizat jasmani terjadi: yang mustahil menjadi tidak mustahil--gunung-gunung diratakan--; dari tidak ada menjadi ada; pahit menjadi manis; sakit menjadi sembuh.

    Sampai kalau Tuhan datang, mujizat terakhir kita alami yaitu menjadi sempurna seperti Dia. Kita tidak salah dalam perkataan. Kita menyambut kedatangan-Nya kedua kali di awan-awan yang permai dengan sorak-sorai: "Haleluya!"

Menghadapi dunia akhir zaman--kelaparan dan kekeringan rohani--, salah satu jalan keluarnya adalah 'jangan rusakkan minyak!' Jangan tanpa Roh Kudus! Mohon urapan dan kepenuhan Roh Kudus kepada Tuhan malam ini! Kalau tidak, kita hanya akan menjadi seperti binatang, pohon gandarusa di tepi Babel--tempat menggantung kecapi--dan yatim piatu. Tetapi kalau ada Roh Kudus, kita bersama Tuhan dan mujizat terjadi di tengah kita.
Mohon Roh Kudus pada Tuhan! Roh Kudus bagaikan api dan air kehidupan.

Jangan tampil seperti binatang buas, pohon gandarusa di tepi Babel dan yatim piatu! Tunjukkan apa adanya kepada Tuhan! Jujur dan tulus apa yang jadi kekurangan dan kelemahan kita--mungkin dalam dosa-dosa, penyakit, masalah, merasa berat, terlalu berat hidup ini, mungkin seperti binatang buas--dalam dosa-dosa--, seperti pohon gandarusa di tepi Babel--sudah tidak setia lagi dan meninggalkan Tuhan--, seperti yatim piatu--putus asa, kecewa, tidak ada kekuatan apa-apa. Kita butuh Roh Kudus malam ini.

Tidak ada yang mustahil bagi Roh Kudus! Dia mengadakan mujizat di tengah kita. Di dunia akhir zaman, kita menghadapi kesulitan dan pencobaan secara jasmani dan rohani. Kuatkan dan teguhkan hati! Jangan kecewa, dan putus asa, tetapi tetap layani Tuhan dan menyembah Dia! Biar status kita kembali sebagai anak Tuhan; kita digendong dan dipeluk oleh Tuhan; kita seperti bayi yang menangis kepada Tuhan. Bertahan di dalam Tuhan! Serahkan semua kepada Dia!

Tuhan memberkati.  

Versi Cetak

Transkrip
  • Ibadah Pendalaman Alkitab Malang, 02 Maret 2017 (Kamis Sore)
    ... puncaknya dosa. Akibatnya Terpisah dari Tuhan. Yesaya - Sesungguhnya tangan TUHAN tidak kurang panjang untuk menyelamatkan dan pendengaran-Nya tidak kurang tajam untuk mendengar tetapi yang merupakan pemisah antara kamu dan Allahmu ialah segala kejahatanmu dan yang membuat Dia menyembunyikan diri terhadap kamu sehingga Ia tidak mendengar ialah segala dosamu. Sebab ...
  • Ibadah Kaum Muda Remaja Surabaya, 07 Juni 2014 (Sabtu sore)
    ... yang hidup tanpa Roh Kudus. Perkataan yang rusak artinya Mengejek firman nubuat yaitu firman yang mengungkapkan tentang kedatangan Yesus kedua kali di awan-awan permai tentang penghukuman atas dunia sampai neraka dan firman yang mengungkapkan dosa-dosa sampai yang tersembunyi dan menyucikan dari dosa. Perkataan sia-sia perkataan yang memecah belah Tubuh Kristus. ayat ...
  • Ibadah Doa Surabaya, 23 Februari 2011 (Rabu Sore)
    ... jika anaknya minta ikan dari padanya akan memberikan ular kepada anaknya itu ganti ikan . Atau jika ia minta telur akan memberikan kepadanya kalajengking Telur ini artinya adalah kasih Allah yang kekal karena telur itu bulat. Dan kasih inilah yang bisa menyatukan dan menyempurnakan hidup kita. Syarat untuk meminta kepada Tuhan ...
  • Ibadah Doa Malang, 30 November 2010 (Selasa Sore)
    ... Gembala Agung untuk memisahkan domba dari kambing. Posisi domba adalah di sebelah kanan posisi kambing adalah di sebelah kiri. Dasar pemisahan adalah hikmat Sorgawi. Pengkhotbah Hati orang berhikmat menuju ke kanan tetapi hati orang bodoh ke kiri. Domba-domba ada di sebelah kanan Tuhan sebab memiliki hikmat Sorgawi yang akan masuk Kerajaan Sorga. Kambing ada ...
  • Ibadah Raya Malang, 22 Mei 2016 (Minggu Pagi)
    ... lalu pintu ditutup. Kemudian datang juga gadis-gadis yang lain itu dan berkata Tuan tuan bukakanlah kami pintu Tetapi ia menjawab Aku berkata kepadamu sesungguhnya aku tidak mengenal kamu. Karena itu berjaga-jagalah sebab kamu tidak tahu akan hari maupun akan saatnya. Mengapa sudah melayani tetapi menghadapi pintu Sorga tertutup Korintus Sebab ...
  • Ibadah Paskah Persekutuan III di Square Ballroom Surabaya, 08 Juni 2016 (Rabu Sore)
    ... perempuan-perempuan itu siapa saja yang disukai mereka. . Berfirmanlah TUHAN Roh-Ku tidak akan selama-lamanya tinggal di dalam manusia karena manusia itu adalah daging tetapi umurnya akan seratus dua puluh tahun saja. Manusia masih harus menerima pencurahan Roh Kudus karena manusia mengikuti keinginan dan hawa nafus dagingnya sehingga manusia putus hubungan ...
  • Ibadah Pendalaman Alkitab Surabaya, 08 Mei 2019 (Rabu Sore)
    ... kebaikan dengan kejahatan. Sesama paling dekat mulai dari suami-isteri orang tua-anak. Kalau sesama paling dekat berkeluh kesah bahaya karena naik sampai ke hadirat Tuhan. Membuat gembala berkeluh kesah. Ibrani . Taatilah pemimpin-pemimpinmu dan tunduklah kepada mereka sebab mereka berjaga-jaga atas jiwamu sebagai orang-orang yang harus bertanggung jawab atasnya. Dengan jalan itu mereka ...
  • Ibadah Pendalaman Alkitab Surabaya, 20 April 2015 (Senin Sore)
    ... bisa menerima Yesus sebagai Kepala. Tetapi jika kita malas menerima firman 'benar tetapi. . . tidak benar tetapi. . . ' ini bukan menerima Yesus sebagai Kepala tetapi ada kepala yang lain. Ada yang mengatakan 'Ini yang benar begitu yang benar' tetapi jika tidak bisa dijelaskan dengan ayat-ayat maka itu bukan firman pengajaran yang benar. Jika ...
  • Ibadah Raya Malang, 11 Oktober 2009 (Minggu Pagi)
    ... goncangan angin yang kencang. Angin yang kencang ini menunjuk pada pencobaan-pencobaan yang dilancarkan oleh setan. Ada macam pencobaan atau angin kencang yang dilancarkan oleh setan Pencobaan secara jasmani Ayub - yang bisa menghantam secara tiba-tiba di segala bidang. Pencobaan secara rohani Efesus - yaitu angin pengajaran palsu yang dilancarkan setan lewat ...
  • Ibadah Doa Surabaya, 06 April 2018 (Jumat Sore)
    ... dan Manasye sama seperti Ruben dan Simeon. Tawarikh - . Anak-anak Ruben anak sulung Israel. Dialah anak sulung tetapi karena ia telah melanggar kesucian petiduran ayahnya maka hak kesulungannya diberikan kepada keturunan dari Yusuf anak Israel juga sekalipun tidak tercatat dalam silsilah sebagai anak sulung. . Memang Yehudalah yang melebihi ...

Siaran Langsung

Live Streaming GPTKK

Rekaman

Ikuti rekaman ibadah kami

Transkrip

Ringkasarn Firman Tuhan

Kesaksian

Pengalaman hidup bersama Firman Tuhan

Untuk Koneksi Lambat, silakan buka https://id.gptkk.org

Silakan kontak ke info@gptkk.org apabila bapak/ibu/sdr/sdri ada pertanyaan atau ingin berlangganan majalah Manna, dan silakan kirim email ke widjaja_h@yahoo.com apabila ingin konsultasi pribadi dengan bapak gembala.